JinHee Couple Fanfiction: Love is Not Obsession part 24 [End]



Cerita fanfiction ini hanya fiksi belaka jika ada kesamaan tempat dan cerita itu adalah sebuah ketidak sengajaan. Sementara kesamaan nama dan profesi para tokohnya adalah disengaja. Untuk para fans para seleb yang aku jadikan cast di FF ini,, mian ya,,, karakter mereka bukanlah karakter yang sebenarnya, semua ini hanya karena imajinasi liarku saja^^

Sebelumnya di Love is Not Obsession:

Love is Not Obsession ~Happy Ending?~

Cast:
Lee Jin Wook as himself
Jo Yoon Hee as herself
Mrs. Jo (OC) as Yoon Hee's Mother
Mr. Jo (OC) as Yoon Hee's Father
Kim Hye Sung (OC) as Jo Yoon Hee Manager 
Kim Ji Suk as himself
Park Jae Shin (OC) as Park Jae Shin 
Mr. Cho (OC) as Executive Manager HB Entertaiment
 




“Akh….” Jin Wook mendengar suara jeritan tertahan dari arah toilet. Bukan kah itu suara Yoon Hee? Jin Wook bergegas menuju toilet dan melihat Yoon Hee yang berdiri sambil menahan sakit.

“Yoon Hee-ya? Apa yang terjadi?”

“Akh,, Oppa… kau sudah datang,,, sepertinya,, sepertinya aku akan melahirkan…”

“Mwo?” Jin Wook langsung panik mendengar hal itu.

“Ottoke? Apa yang harus aku lakukan? Akh,, telepon… kita harus menelpon dr. Kim, aniya,,, lebih baik menelpon Ommo-nim dan Aboniem… Ataukah…” Jin Wook malah jadi kebingungan sendiri, sementara Yoon Hee meringis menhan sakit.

“Oppa… sepertinya,, Akh,, kita lebih baik langsung ke RS saja…” Yoon Hee mencoba berbicara sambil terbata-bata menarik dan mengeluarkan nafasnya..

“Akh,, kau benar… sebaiknya kita langsung ke RS” Jin Wook pun langsung membopong Yoon Hee keluar dari Apartemen mereka.Dengan terburu-buru Jin Wook membawa Yoon Hee ke tempat parkir sambil membimbingnya untuk menarik dan mengeluarkan nafas.

Jin Wook mendudukan Yoon Hee di mobilnya dan dia pun segera duduk di belakang kemudi, “Yoon Hee-ya,, bertahanlah,,, “ Jin Wook pun segera menjalan mobilnya menuju RS terdekat.

***

Masih dengan kostum Mr. Kim nya, Lee Jin Wook membopong Yoon Hee ke dalam RS dan memanggil petugas RS untuk segera menangangi istrinya. Petugas RS segera membawa  Yoon Hee menuju ruang bersalin dan meminta Jin Wook masuk ke ruang persalinan karena Yoon Hee meminta ditemani.

Proses persalinan itu berlangsung cukup lama, Jin Wook menemani Yoon Hee dengan sabar bercampur panik, karena terus mendengar Yoon Hee berteriak setiap kali mengambil nafas. Setelah dua jam berlalu, akhirnya Yoon Hee melahirkan anak pertama mereka dengan selamat.

“Selamat, Bayinya laki-laki” Suster menyerahkan bayi yang telah di bersihkan ke tangan Lee Jin Wook.

Jin Wook menatap takjub pada putranya itu, sementara Yoon Hee sudah tak sadarkan diri karena kelelahan setelah melahirkan. Jin Wook menjadi cemas melihat kondisi Yoon Hee, namun dokter menenangkannya, kelelahan setelah melahirkan memang bisa membuat ibu tak sadarkan diri. Jin Wook pun menjadi lega kemudian.

Jin Wook kembali menyerahkan putranya pada suster untuk di rawat di kamar bayi sebelum dia di beri asi pertamanya setelah sang ibu terbangun. Jin Wook pun teringat, dia bahkan belum mengurus proses administrasi masuknya Yoon Hee ke RS. Namun saat keluar dari ruang persalinan, orang tua Yoon Hee dan Hye Sung sudah menunggunya. Mereka sudah mengurus masalah administrasi  perawatan Yoon Hee di RS tersebut.

“Apakah Yoon Hee baik-baik saja Lee Seobang?” Appa bertanya dengan panik

“Dia baik-baik saja Aboniem, anak kami pun sangat sehat” Jin Wook memberi informasi dengan wajah yang tersenyum penuh kebahagiaan dan kelegaan.

“Syukurlah, kami sempat panik saat pengurus Apartemen mengatakan melihatmu membawa Yoon Hee yang akan melahirkan dengan terburu-buru. Siapa sangka Yoon Hee akan melahirkan dua minggu lebih cepat dari perkiraan” Omma merasa lega karena Putri dan cucunya baik-baik saja setelah proses persalinan normal.

“Akh,, orang tuamu masih dalam perjalanan menuju ke RS, Lee Seobang,, mereka sangat terkejut saat diberitahu Yoon Hee sudah melahirkan” Appa memberitahu Jin Wook, bahwa mereka sudah menghubungi orang tua Jin Wook juga.

“Kamsahamnida karena telah menghubungi mereka Aboniem,, aku bahkan belum sempat memberi tahu mereka tentang kondisi terkahir Yoon Hee” Jin Wook merasa lega hubungan orang tuanya da orang tua Yoon Hee sangat baik, sehingga mereka saling mendukung untuk menghadapi masalah rumah tangga Jin Wook dan Yoon Hee.

“Apakah Yoon Hee masih tidak sadarkan diri?” Hye Sung mempertanyakan keadaan Yoon Hee.

“Nde, dokter bilang,,, dia kelelahan setelah melahirkan”

“Hmm,, kalau begitu, kita sebaiknya melihat bayi nya dulu di kamar bayi” Hye Sung mengusulkan. Omma dan Appa setuju dengan ide itu.

***

Jin Wook terbangun saat dia mendengar suara tangis bayi, “Kau sudah bangun Oppa?” Yoon Hee menyapanya dengan hangat saat wanita itu sedang menenangkan bayinya yang menangis dan baru tenang setelah Yoon Hee menyusuinya.

Jin Wook merasa dirinya sedang bermimpi, melihat Yoon Hee yang terlihat begitu cantik saat sedang menyusui. Yang terakhir Jin Wook ingat adalah dirinya tertidur di sofa kamar rawat Yoon Hee, setelah mengantar orang tuanya dan juga orang tua Yoon Hee yang  pulang setelah mereka puas melihat cucu pertama mereka di ruang bayi. Mereka berjanji akan kembali besok pagi setelah Yoon Hee terbangun dari tidurnya.

Pemandangan Yoon Hee yang sedang menyusui putra mereka, adalah pemandangan terindah yang pernah dilihatnya seumur hidupnya. Jika ini mimpi, rasanya Jin Wook tidak ingin terbangun. “Mengapa kau hanya berdiam disitu saja, apakah kau tidak ingin melihat putra kita Oppa?” Yoon Hee menyadarkan Jin Wook dari lamunannya.

Jin Wook masih setengah sadar saat kemudian dia mendekat ke arah Yoon Hee dan putranya, dia bahkan tidak sadar jika Yoon Hee telah mengingat dirinya. Jin Wook menatap bayi lelaki yang sedang menyusu itu. “Dia sangat tampan” Jin Wook kemudian berkomentar dengan takjub.

“Iya,, dia sangat tampan, mata, hidung dan bibirnya mirip sekali dengan mu Oppa, bukan kah begitu?” Yoon Hee tersenyum manis saat mengatakan hal itu. Kemudian Jin Wook pun tersadar sejak semalam, Yoon Hee memanggilnya Oppa,,, bukan Jin Wook-ssi lagi… Apakah?

“Yoon Hee-ya,,, kau sudah mengingatku?” Jin Wook bertanya dengan kaget dan cemas.

Yoon Hee tersenyum manis  dan mengangguk kecil. “Benarkah?” Jin Wook langsung merasa kegirangan.

“Nde Oppa,,, semua ingatan ku sudah kembali”

“Akh,, syukurlah” Jin Wook menghela nafas lega sambil tersenyum. Tak ada yang lebih membahagiakan lebih dari ini. Anaknya lahir dengan selamat dan Ingatan Yoon Hee sudah kembali. Jin Wook merasa Tuhan benar-benar menyayanginya.

Dengan refleks Jin Wook langsung memeluk Yoon Hee yang masih menyusui putra mereka, “Akh Oppa” Yoon Hee kaget mendapat pelukan tiba-tiba dari Jin Wook. “Terima kasih Yoon Hee-ya,, terima kasih karena telah mengingat segalanya. Selamat datang kembali istriku”

Yoon Hee tersenyum mendapat ucapan selamat datang dari suaminya itu. “Terima kasih juga telah begitu bersabar menunggu ku Oppa” Yoon Hee dan Jin Wook pun tetap berpelukan untuk saling melepas rindu, hingga…

“Ea,, Ea,, Ea,,” tangisan putra mereka  membuat Jin Wook melepaskan pelukannya. “Akh,,, sepertinya Urri Eagi merasa diabaikan” Jin Wook berkomentar dan menatap putranya penuh sayang. “Oppa,, sebaiknya kita beri nama siapa putra kita ini?” Yoon Hee bertanya karena dia ingin segera memberi nama pada bayinya.

“Hmm,, bagaimana kalau… Lee Jin Hee? agar dia tahu bahwa kita berdua sebagai orang tuanya akan selalu menyayanginya. Jin Hee perpaduan dari Jin Wook dan Yoon Hee”

“Jin Hee bagus juga,,, semoga dia bisa menjadi sesukses Ji Jin Hee sunbae-nim jika dia memutuskan menjadi aktor”

“Kau tidak ingin dia menjadi seperti ku Yoon Hee-ya?” Jin Wook protes pada Do’a Yoon Hee.

“Sudah cukup aku punya seorang Lee Jin Wook, mengapa anak ku juga harus menjadi seperti mu Jin hee Aboji?” Mendengar sebutan Jin Hee Aboji, Jin Wook bahkan lupa dengan perkataan Yoon Hee sebelumnya,

“Jin Hee Aboji? Itu terdengar sangat menyenangkan Jin Hee Omma” Jin Wook tersenyum dan menatap hangat pada Yoon Hee yang juga tersenyum hangat padanya.

***

“Apakah kami mengganggu kalian?” Dua orang suster masuk ke dalam ruang rawat Yoon Hee saat Jin Wook dan Yoon Hee sedang bermain bersama putra mereka yang sudah kenyang mendapat asi dari sang ibu.

“Akh,, tidak suster, apakah ada masalah?” Jin Wook bertanya khawatir.

“Tidak ada,,, hanya saja,, kami sangat penasaran, apakah kalian itu Lee Jin Wook dan Jo Yoon Hee dari drama Nine?” salah seorang suster bertanya dengan ragu-ragu.

Yoon Hee dan Jin Wook saling menatap satu sama lain, kemudian keduanya tersenyum bersama. Sudah waktunya mereka mempublikasikan pernikahan mereka. Jadi tidak ada alasan lagi untuk menyembunyikan lagi identitas mereka.

“Nde, kami adalah Lee Jin Wook dan Jo Yoon Hee”

“Huaaahh,, ternyata benar-benar kalian, pantas saja di luar RS banyak sekali wartawan yang penasaran dengan kalian. Bolehkan kami mengambil gambar kalian bersama putra kalian juga?”

“Tentu saja, ini akan menjadi foto keluarga kami yang pertama” Jin Wook mengijinkan suster itu mengambil foto dirinya bersama Yoon Hee dan Jin Hee.

“Akh,,, kamsahamnida Lee Jin Wook-ssi” Suster tersebut pun mengambil foto mereka bertiga beberapa kali.

***

“Oppa,,, apa tidak apa-apa membiarkan Suster itu mengambil foto kita besama Jin Hee? Media bahkan tidak tahu jika aku masih hidup?” Yoon Hee merasa cemas kerena keputusan Jin Wook yang menginjinkan suster tadi mengambil foto mereka.

“Tenang saja Yoon Hee-ya,, aku yakin, HB dan Fantiago sudah membuat rencana untuk mengatasi hal ini, lagi pula kita memang harus segera mempublikasikan tentang pernikahan kita demi Jin Hee” Jin Wook menatap putranya kemudian membelai kepala mungil bayi tampan itu.

“Begitu kah? baiklah,, aku akan mempercayakan semua ini padamu”

“Tenang saja Yoon Hee-ya, semua pasti akan baik-baik saja” Jin Wook menenangkan ke khawatiran sang istri.

“Semua akan baik-baik saja jika kau segera melakukan konferensi Pers tentang hal itu Lee Jin Wook-ssi” Hye Sung yang baru masuk ke kamar rawat Yoon Hee memberi saran pada Jin Wook.

“Eonnie!” Yoon Hee kegirangan melihat Hye Sung masuk ke kamar rawatnya.

“Apa terjadi masalah Noona?”

“Halaman RS penuh dengan wartawan, HB dan Fantiago dibanjiri telepon dari berbagai media tentang kabar dirimu menemani persalinan Yoon Hee di RS ini, kau tahu rumor apa yang tersebar di luaran sana?”

“Memang rumor apa yang muncul?”

“Lee Jin Wook di duga menjadi penyebab kecelakaan antara Jo Yoon Hee dan Park Se Ra, agar bisa menyembunyikan kehamilan Jo Yoon Hee dari publik”

“Mwo? Sampai separah itu kah?”

“Nde… media selalu mengatakan apapun yang mereka mau. Dan aku yakin Park Se Ra sedang syok melihat kabar kau menemani Yoon Hee yang melahirkan”

“Lalu apa yang harus aku lakukan?” Jin Wook pun akhirnya bingung sendiri.

“Dong Chun akan segera menjemputmu dan mengamankan mu dari para wartawan di luar agar kau bisa mempersiapkan acara Konferensi Pers untuk mengklarifikasi masalah ini. HB dan Fantiago telah sepakat untuk mengumumkan masalah pernikahan kalian dan Yoon Hee yang kehilangan ingatannya, mereka berpikir untuk tidak lagi membohongi publik. Itulah yang terbaik”

“Araso… aku akan melakukan yang terbaik untuk mengklarifiksikan semuanya”

“Tentu saja, kau harus melakukan yang terbaik”

“Akh,,, mana keponakan ku…” Hye Sung segera mendekati Jin Hee yang ada di pangkuan Yoon Hee dan mengambilnya untuk di gendong.

“Aigooo,,, dia benar-benar tampan. Apa kalian sudah memberinya namanya?”

“Nde,,, Namanya Lee Jin Hee” Yoon Hee menjawab pertanyaan Hye Sung.

“Mwo? Lee Jin Hee? jangan-jangan itu adalah gabungan nama kalian yah?” Hye Sung curiga

Jin Wook dan Yoon Hee mengangguk penuh semangat, “Nde,,, Jin dari Jin Wook dan Hee dari Yoon Hee” Yoon Hee menjelaskan dengan antusias. Hye Sung tersenyum hambar mendengarnya, mereka berdua benar-benar gampang di tebak.

***

Dengan wajah kusut Jin Wook masuk ke kamar rawat Yoon Hee, hari ini dia menghadiri acara Konferensi Pers nya untuk mengkalrifikasi rumor tentang dirinya dan Yoon Hee. Jin Wook pikir semuanya akan berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan, tapi siapa sangka, jika rasa penasaran media lebih besar dari yang dia kira.

Semua rencana jawaban yang sudah disiapkannya menghilang  entah kemana saat pertanyaan tak terduga dari media muncul tak henti-hentinya. Jin Wook sudah mempersiapkan diri saat Media tak menyambut niat baiknya untuk mempublikasikan pernikahannya dengan Yoon Hee. Mereka pasti berpikir semua ini hanya untuk menutupi rumor yang beredar luas tentang kehadirannya di RS untuk menemani Yoon Hee yang melahirkan.

Dugaan Jin Wook yang menghamili Yoon Hee tanpa status kemudian menyembunyikannya selama berbula-bulan masih berhembus keras di luaran sana, padahal HB dan Fantiago sudah merilis akta Nikah Jin Wook dan Yoon Hee secara resmi, masih saja ada media yang tidak percaya dan menyudutkan posisi dirinya dan Yoon Hee.

Jin Wook menatap wajah Yoon Hee yang tampak damai dalam tidurnya, dia membelai wajah istrinya itu dan rasanya semua kelelahan fisik dan psikisnya lenyap begitu saja. Yoon Hee benar-benar obat mujarab untuk semua lelahnya.

Sentuhan Jin Wook membuat Yoon Hee terbangun, dan perlahan membuka matanya,, “Oppa… kau sudah kembali?” Jin Wook tersenyum kecil, “Apakah aku membangunkanmu?” tanyanya lembut. Yoon Hee bangkit dan duduk dengan bersandar di tempat tidurnya, “Aku memang menunggumu”

“Sepertinya kau sangat lelah Oppa… kenapa kau tidak pulang dan tidur di rumah saja?”

“Aku lebih ingin melihat wajahmu dan Jin Hee di sini, itu sudah menghilangkan rasa lelahku”

Yoon Hee tersenyum malu-malu. Entah mengapa hingga sekarang pun Yoon Hee masih bisa tersipu karea gombalan Lee Jin Wook yang seperti itu.

Yoon Hee menggeser tubuhnya lalu berkata, “Kau ingin berbagi tempat tidur denganku? Tidur di sofa tidak akan membuatmu nyaman dalam kondisi lelah seperti ini?”

Jin Wook menyambut tawaran itu tanpa ragu, dia naik ke tempat tidur RS dan duduk bersandar ke kepala tempat tidur itu sambi merengkuh Yoon Hee di pelukannya.

“Bagaimana Konferensi Persnya?”  Yoon Hee bertanya hati-hati, Yoon Hee sebenarnya tahu jika acara itu tidak berjalan semulus yang mereka bayangkan. Dia melihat dengan jelas reaksi beberapa media yang menyudutkan Jin Wook saat dia membeberkan kenyataan tentang pernikahan mereka.

“Membuat orang-orang mempercayai kita itu ternyata tidak mudah, masih saja ada mencurigai ketulusan kita”

“Jangan dipikirkan Oppa, kita sudah berusaha untuk berkata jujur, biarkanlah orang mau menduga apapun tentang kita”

“Kau benar-benar tidak terganggu dengan semua itu Yoon Hee-ya?”

“Tidak masalah jika mereka berpikir yang tidak-tidak tentang kita, yang terpenting aku selalu tahu bagaimana kau selama ini memuliakan diriku sebagai seorang perempuan. Orang-orang yang mengenalmu dengan baik tidak akan percaya rumor seperti itu Oppa” Yoon Hee memberikan pandangannya.

Jin Wook tersenyum kecil, “Aku harap kau selalu seperti ini Yoon Hee-ya,,, berpikir positif untuk semua permasalahan yang akan kita hadapi. Kau tahu,,, ini hanya awalnya,,, akan lebih banyak rintangan yang menghadang kita di masa depan”

Yoon Hee melepaskan kepalanya dari rengkuhan tangan Jin Wook, dia menatap wajah suaminya yang mulai berjambang, dia baru sadar jika Jin Wook terlihat lebih kurus dibandingkan 7 bulan yang lalu. Berapa banyak penderitaan yang sudah dialaminya suaminya ini?

“Ada apa? Kau terpesona pada ketampananku?” Jin Wook merasa jengah karena Yoon Hee menatapnya terlalu Intens, dia bahkan menanyakan hal itu tanpa menoleh ke arah Yoon Hee yang masih menatapnya.

“Aniya,,,  aku hanya ingin melepas rindu dengan melihat wajahmu”

Jawaban Yoon Hee kontan membuat senyum playfull di wajah Jin Wook, senyum yang selalu di rindukan Yoon Hee.

“Oppa…” mendengar Yoon Hee memanggilnya, Jin Wook langsung menoleh ke arah istrinya sambil bertanya, “Wae?”

Bukannya menjawab, Yoon Hee malah tiba-tiba memberikan kecupan singkat di bibir Jin Wook kemudian cepat-cepat memeluknya sambil menyembunyikan wajahnya. Sementara Jin Wook masih kaget dengan apa yang baru saja di lakukan istrinya. Sejak kapan Jo Yoon Hee menjadi seagresif ini?

“Yoon Hee-ya… apa itu tadi? Kau ingin menggodaku?”

“Ani… aku hanya ingin menghiburmu” jawab Yoon Hee malu-malu, sambil mempererat pelukannya.

Jin Wook tersenyum bahagia, hiburan Yoon Hee benar-benar mempan untuk memperbaiki suasana hatinya. “Gomawo Yoon Hee-ya,,, karena bersedia memberikan hiburan untuk ku” Yoon Hee tidak menjawab apapun, dia terlalu malu untuk merespon.

“Rasanya nyaman berbagi tempat tidur sempit seperti ini,,, apakah menurutmu kita perlu membeli tempat tidur seperti ini untuk saling menghibur saat kita berdua merasa lelah dengan semua masalah kita?”

“Oppa,,, jangan terlalu berlebihan,,, aku bisa menghiburmu tanpa harus berbagi tempat tidur sempit seperti ini” Yoon Hee protes pada ide gila suaminya itu.

“Araso,, araso,,, lebih baik kita tidur dulu,, agar besok kita bisa kembali saling meghibur”

Jin Wook pun memperat pelukannya dan mengajak Yoon Hee untuk berbaring bersama di tempat tidur sempit itu. Malam ini mereka berdua benar-benar membutuhkan tidur yang nyenyak.

***

“Jin Wook-ssi jangan terlalu memikirkan kabar miring yang beredar. Pihak kami dan Fantiago sudah mendapatkan jalan untuk mengatasi hal itu” Tuan Cho mencoba menenangkan Lee Jin Wook, dia tahu aktornya itu sangat sedih dengan reaksi beberapa media yang masih mencurigainya, apalagi dia juga sempat membaca komentar-komentar sakarsme dari para nitizen karena beredarnya rumor tak masuk akal itu.

“Tapi bagaimana pun rumor itu akan mempengaruhi promosi film terbaruku” Jin Wook sangat khawatir dengan hal itu. Satu-satunya yang dia khawatirkan adalah promosi film terbarunya Target. Dia tidak enak pada Cast lain dari film itu. Akibat skandal yang dia ciptakan, ada kemungkinan film itu tidak laku dipasaran.

“Kau akan tercengang, jika kau tahu berapa tiket VIP premier yang sudah habis terjual untuk saat ini”

“Maksudnya?”

“Sejak munculnya berita tentang keberadaanmu di RS untuk menemani Jo Yoon Hee yang melahirkan, pejualan tiket VIP dan VVIP film itu semakin meningkat. Bahkan beberapa penonton sudah memesan tiket untuk penayangan rilis resminya. Aku rasa mereka malah lebih penasaran pada film mu”

Jin Wook kaget mendengarnya, “Benarkah? Bagaiamana bisa itu terjadi?”

“Kadang kita tidak perlu melakukan promosi besar-besaran untuk mendapatkan simpati penonton. Kejujuran mu membuat para penonton tak sabar ingin melihat aktingmu” Tuan Cho merasa bangga dengan semua itu. Ternyata klarifikasi masalah Lee Jin Wook dan Jo Yoon Hee memberikan dampak baik pada promosi film Lee Jin Wook.

“Dan lagi,,,, ini ada beberapa naskah drama yang ditawarkan padamu. Kau berhak memilih peran apapun yang ingin kau mainkan” Tuan Cho memberikan beberapa script drama yang bisa dia mainkan.

Untuk hal ini pun Jin Wook merasa kaget, dia benar-benar tidak menyangka jika pengumuman pernikahannya dengan Yoon Hee malah membuatnya ditawari beberapa drama dari penulis terkenal, hingga Jin Wook bingung sendiri harus memilih yang mana.

Jin Wook menerima semua naskah drama yang ditawarkan kepadanya lalu berkata, “Araso Sajangnim, aku akan memilih peran yang terbaik”

***

“Awalnya Aku tak percaya saat Jin Wook bilang putranya sangat mirip dengannya, tapi Jin Hee benar-benar mirip Lee Jin Wook” Kim Ji Suk merasa takjub saat melihat keponakan baru  yang kini ada dalam dalam gendongannya.

“Sepertinya Jin Hee memang sengaja menduplikasi wajah Ayahnya, dia ingin menunjukkan pada Yoon Hee siapa Ayah kandungnya” Shin memberikan pendapat konyolnya tentang alasan mengapa Jin Hee sangat mirip dengan Ayah nya.

“Tentu saja, dia tidak ingin orang seperti mu mengaku-ngaku sebagai Ayahnya” Jin Wook mencibir mendengar komentar Shin. Bagaimana pun Jin Wook masih kesal pada Shin, tentang ide gila yang memintanya menceraikan Yoon Hee jika ingatan Yoon Hee tidak kembali.

Lain halnya dengan Yoon Hee, dia malah tersenyum kecil melihat perdebatan tiga pria yang mengerumuni putranya.

“Kim Ji Suk-ssi, berikan Jin Hee padaku, aku ingin mencoba menggendongnya” Shin mencoba mengambil Jin Hee dari tangan Ji Suk, tapi yang terjadi adalah,,, Jin Hee menangis sekencang-kencang nya saat berpindah tangan ke gendongan Shin.

“Park Jae Shin-ssi,,,, apa yang kau lakukan? Mengapa kau membuat putraku menangis!” Jin Wook menjadi kesal, dan langsung mengambil Jin Hee dari tangan Shin. Seketika tangis Jin Hee terhenti dan berganti dengan tawa riangnya karena merasa sangat nyaman berada di pangkuan sang Ayah.

“Ommo… Jin Hee sepertinya masih tidak menyukaimu Shin Oppa” Akhirnya Yoon Hee bersuara juga melihat kejadian itu. Selama ini dia selalu merasa heran mengapa putranya tidak pernah bereaksi saat Shin berada di dekatnya, sepertinya anak itu sedang menunjukkan rasa tidak suka nya pada Shin. Bahkan hingga sekarang dia menunjukkannya dengan suara tangisan yang menggelegar saat Shin menggendongnya.

“Sepertinya begitu,,, dia sama sekali tak menangis saat aku menggendongnya tadi. Park Jae Shin-ssi, kau harus bersiap-siap menghadapi dua pria yang akan melarang mu untuk dekat-dekat dengan Yoon Hee” Kim Ji Suk berkomentar dengan geli.

Shin hanya bisa mengkerucutkan bibirnya melihat Jin Wook yang menggendong Jin Hee menuju tempat tidur Yoon Hee.

“Tentu saja, kami berdua akan menjaga Yoon Hee dari penculik seperti dirimu” Jin Wook berbicara dengan ketus. Sementara Yoon Hee menahan tawanya karena merasa geli melihat tingkah suami dan kakak angkatnya itu.

“Lee Jin Wook-ssi, aku kan sudah meminta maaf untuk hal itu. Aku tahu aku salah,,, karena itu aku memberikan kesempatan padamu untuk mengembalikan ingatan Yoon Hee”

“Tapi kau tetap berpikiran picik untuk membawanya pergi jika ingatannya tak kembali kan?”

“Aku hanya menggertakmu, Jin Wook-ssi. Aku tidak percaya kau bahkan percaya pada ancaman konyol dari ku itu”

Lee Jin Wook tidak percaya dan menatap Park Jae Shin dengan sebal.

“Oppa sudahlah,,, Shin Oppa hanya ingin melindungiku walau pun cara yang dilakukannya salah” Yoon Hee berusaha menenangkan dan memberi pemahaman pada sang suami yang masih dililputi rasa kesal pada Kakak angkatnya itu.

“Shin Oppa,,, gomawo,,, karena selama 6 bulan kau menjagaku dengan baik, tanpa memaksakan apapun” Yoon Hee malah berterima kasih pada pada Park Jae Shin karena selama ini telah menjaganya dengan baik.

Jin Wook tak habis pikir, mengapa Yoon Hee begitu murah hati pada Park Jae Shin, dia bahkan sama sekali tidak marah karena pria itu telah membohonginya selama 6 bulan ini. Jika Jin Wook tidak tahu bagaimaa perasaan Yoon Hee padanya mungkin dia akan berpikir Yoon Hee masih mencintai Park Jae Shin, namun dia yakin bahwa itu tidak akan terjadi.

Yoon Hee sudah menceritakan pada Jin Wook, bagaimana dia merasa gila karena terus memikirkan sejak mereka bertemu sebagai Park Yoon Hee dan Lee Jin Wook. Semakin lama mengenal Jin Wook dia malah semakin merasa berdosa karena perasaannya pada Jin Wook terus berkembang sementara dia sama sekali tidak bisa mengingat perasaannya untuk Park Jae Shin, yang saat itu dia anggap sebagai suaminya. Yoon Hee sangat bersyukur Hye Sung akhirnya memberitahu yang sebenarnya tentang siapa Jin Wook, jadi Yoon Hee pun berhenti merasa gila meski belum mengingat apapun.

“Kau tidak perlu berterimakasih padaku Yoon Hee-ya,,, aku tidak pantas menerima hal itu. Aku,,, benar-benar menyesal karena telah mengikuti keinginan egoisku untuk memisahkan kalian” Park Jae Shin benar-benar menyesali perbuatannya.

“Akh,,, suasana menjadi tidak enak begini” Kim Ji Suk berkomentar karena merasa tak nyaman dengan rasa bersalah Park Jae Shin dan tatapan menuduh Lee Jin Wook pada pria itu.

“Akh,, Yoon Hee-ya,,, kapan kau boleh keluar dari RS,,, kami berniat membuat pesta penyambutan di rumah baru kalian” Kim Ji Suk kemudian mengalihkan topik pembicaraan.

“Rumah baru?” Yoon Hee malah merasa bingung mendengarnya.

“Apakah Jin Wook belum memberitahu mu?” Kim Ji Suk bertanya sambil menatap Yoon Hee dan Jin Wook bergantian.

“Akh,, aku belum sempat membicarakan ini dengan mu, Yoon Hee-ya,,, aku,,, sudah membeli rumah baru untuk kita tinggali setelah kau keluar dari RS, aku pikir,,, rasanya tidak nyaman jika kita membesarkan Jin Hee di apartemen kita”

Yoon Hee merasa terharu mendengarnya. Itu adalah impiannya, tinggal di sebuah rumah sederhana bersama keluarga kecilnya. “Oppa… aku benar-benar senang mendengarnya”

Yoon Hee langsung memeluk Lee Jin Wook yang sejak tadi duduk di samping tempat tidurnya sambil menggendong Jin Hee.  

“Park Jae Shin-ssi,,, sebaiknya kita berdua keluar dari sini sebelum mereka melakukan  yang lebih dari dari sekedar pelukan” Kim Ji Suk jadi iseng ingin menggoda Yoon hee dan Jin Wook.

“Keluar sana kalian,,, menganggu saja” teriak Jin Wook kesal karena Kim Ji Suk malah menggodanya dan Yoon Hee seperti itu. Tanpa disuruh dua kali, Ji Suk dan Park Jae Shin pun segera keluar dari kamar rawat Yoon Hee.

Yoon Hee tidak mempedulikan rasa kesal Jin Wook karena godaan Kim Ji Suk, saat menyadari Jin Hee sudah terlelap di pangkuan Jin Wook, Yoon Hee melepaskan pelukannya dan mengambil Jin Hee.

Yoon Hee kemudian turun dari tempat tidurnya dan menidurkan Jin Hee di box bayinya. Yoon Hee berdiri di depan Jin Wook yang terlihat bingung dengan tingkah istrinya. Yoon Hee kemudian mengaitkan kedua tangannya di leher Jin Wook.

“Oppa,,, haruskah kita melakukan hal-hal yang lebih dari sekedar pelukan?” Yoon Hee bertanya dengan nada yang menggoda. Aissshh,,, sejak kapan Yoon Hee menjadi seperti ini? Apa yang sebenarnya di ajarkan Park Jae Shin pada Yoon Hee selama 6 bulan ini?

“Yoon Hee-ya? Kali ini sepertinya kau benar-benar ingin menggodaku ya?”

“Nde,,, kau benar. Aku memang ingin menggodamu”

Jin Wook tersenyum nakal, namun dia  kemudian memeluk Yoon Hee dengan penuh kehangatan. “Untuk saat ini, pelukan seperti ini sudah cukup, aku akan menunggu hingga kau benar-benar sehat Yoon Hee-ya… Kesehatan mu dan Ji Hee adalah yang terpenting bagiku”

“Gomawo Oppa,,, karena kau begitu mencintai kami berdua” Yoon Hee lagi-lagi merasa terharu. Dia tidak pernah menyangka jika Jin Wook akan begitu sabar menghadapinya.

Setelah segala rintangan dan kesulitan yang dia hadapi bersama Jin Wook, dia berjanji pada dirinya sendiri, untuk menghadapi  masalah lain yang mungkin akan terjadi di masa depan bersama pria ini.

Jika orang berkata Cinta adalah bentuk romantis dari sebuah Obsesi, mereka semua salah. Karea Obsesi tidak memikirkan bagaimana pasangan kita menerima perasaan kita, Obsesi hanya mengedepankan satu hal, yaitu perasaan untuk memiliki, tanpa mempertimbangkan perasaan pasangan kita.

Lalu apakah perasaannya pada Jin Wook adalah sekedar Obsesi atau memang sebuah cinta tulus? Yoon Hee tidak bisa memastikan hal itu, jika kelak Jin Wook tak lagi menginginkan keberadaannya disisinya, apakah Yoon Hee akan tetap bertahan dan memaksakan kehendaknya? Dia tak tahu,,,

Satu hal yang dia yakini,, bahwa perasaannya Jin Wook terhadapnnya bukan sekedar obsesi semata, karena selama Yoon Hee melupakannya, Tak pernah satu kali pun Jin Wook memaksanya untuk mengingatkannya. Dia hanya mengikuti semua keinginan Yoon Hee yang kadang tidak masuk akal untuk membuktikan betapa tulusnya perasaa Jin Wook padanya.

***

Epilog

Enam Tahun Kemudian

“Shirrooo… Appa tidak ingin melakukan hal itu” Jin Wook berteriak tegas pada putranya saat Jin Hee meminta sesuatu yang menurutnya tidak masuk akan.

“Tapi Appa,,, semua Ayah teman ku melakukan itu untuk mereka. Mengapa Appa tidak ingin melakukannya untuk ku?”

“Karena Appa tidak ingin melakukannya!”

“Appa jahat,,, lalu apa yang harus aku pamerkan pada tema-temanku saat mereka memamerkan aksi ayah-ayah mereka selama liburan” Jin Hee tetap merajuk, berharap Ayahnya mau berubah pikiran.

“Appa bisa menunjukkan bakat akting Appa yang luar biasa pada mereka”

“Itu tidak menarik. Mereka akan bilang jika mereka sudah sering melihatnya di televisi!” Jin Hee menolak ide Ayahnya itu.

“Ayolah Appa,,, aku mohon,, sekali saja,,, dan biarkan aku merekamnya,,, setelah ini aku berjanji untuk tidak meminta Appa melakukannya lagi”

Jin Wook menatap putra sulungnya itu, dan merasa heran mengapa semakin hari, tingkahnya semakin mirip dengan ibunya. Pintar memelas dan senang memaksa. Tidak, kali ini Jin Wook tidak akan goyah, dia tidak mau melakukan hal memalukan seperti itu.

“Tidak. Appa tidak akan melakukannya” Jin Wook sudah mengambil keputusan tegas. Mendengar jawaban tegas sang Ayah, Jin Hee terlihat sangat kecewa. Jin Wook jadi sedikit merasa bersalah, apakah dia terlalu keras kepala pada putranya itu?

“Lee Jin Hee, Kau boleh meminta yang lain, asal tidak yang satu itu” Jin Wook melunakan hatinya, dia bisa memberikan apa saja pada putranya itu tapi tidak bisa mengabulkan permintaan Jin Hee kali ini.

“Tapi yang aku ingin kan, Appa melakukan tarian kodok untuk ku” Jin Hee tetap pada keinginannya. Jin Wook merasa frustasi mendengarnya. Tarian kodok? yang benar saja, mengapa Ibu dan Anak sama-sama terobsesi melihat tariannya. Tidak tahukah mereka jika Jin Wook paling benci melakukan yang satu itu jika bukan untuk kepentingan syuting.

Tunggu,,, apa katanya tadi? Tarian kodok? Jin Wook tiba-tiba mendapat ide cemerlang agar terlepas dari tuntutan putranya itu.

“Jin Hee-ya,,, dari pada Appa yang melakukan tarian kodok itu,,, mengapa kau tidak meminta Omma mu saja yang melakukannya. Bukan kah saat ini dia mirip seperti Kodok yang perutnya membuncit?” Jin Wook melirik Yoon Hee yang baru saja keluar dari kamar untuk mengambil air minum di dapur. Saat ini Yoon Hee sedang mengandung anak kedua mereka.

“Apakah Appa sedang mengatai Ommaku seperti Kodok?” Jin Hee malah kesal mendengar Ayahnya berkata seperti itu.

“Ommmaaaaa….” Jin Hee tiba-tiba berteriak memanggil sang ibu. Yoon Hee yang sedang minum  langsung menyemburkan minumannya mendengar teriakan putranya itu.

Setengah berlari, Yoon Hee menghampiri Jin Wook dan Jin Hee yang sedang ada di ruang keluarga. “Ada Apa Lee Jin Hee? Mengapa kau berteriak seperti itu?”

“Omma,,,, Appa bilang,,, Appa bilang…” Jin Wook panik dan mencoba membungkam mulut putranya agar tidak memberi tahu Yoon Hee apa yang baru saja dikatakan tentang Yoon Hee dan perut besarnya, dia sama sekali tidak berpikr Yoon Hee seperti Kodok, dia hanya ingin Jin Hee berhenti memaksanya.

 “Apa yang ingin kau katakan?”

“Mmmm,,, Mmmm,,, Mmmm” Jin Hee tak bisa mengatakan apapun karena Jin Wook membungkam mulut anak itu dengan tangannya.

“Jin Hee Aboji,,, apa yang kau lakukan,,, lepaskan mulut Jin Hee, dia nyaris tidak bisa bernafas” Yoon Hee menyingkirkan tangan Jin Wook dari mulut Jin Hee yang mulai mengap-mengap kehabisan nafas.

“Appa ingin membunuhku ya? Pasti Omma yang akan membunuh Appa jika aku mengatakan yang baru saja dikatakan Appa tentang Omma” Jin Hee menantang Ayahnya.

“Jin Hee-ya,, berhenti! Tadi itu Appa hanya bercanda… Araso,,, jangan katakan apapun pada Omma mu,, Nde?” Jin Wook membujuk putranya untuk tidak mengadu pada Yoon Hee.

Yoon Hee menjadi curiga mendengar hal itu. Dia menatap Jin Hee dan bertanya dengan lembut, “Jin Hee-ya,,, apa yang dikatakan Appa-mu?” Jin Wook memberi kode agar Jin Hee tidak mengatakan apapun pada Ibunya.

Jin Hee menatap Jin Wook, tapi dia mengabaikan permintaan Appanya itu. “Appa bilang,,, dia tidak menyukai kehamilan Omma” Jin Wook langsung kaget mendengarnya, kapan dia mengatakan hal itu? mengapa Jin Hee jadi pandai berbohong seperti ini, akh,, pasti karena dia terlalu sering bermain besama Park Jae Shin, jika Jin Wook sedang sibuk syuting drama.

“Mwo? Appa mu mengatakan hal itu?”

“Yak! Lee Jin Hee! Kapan Appa berkata seperti itu?”

“Appa bilang,,, Omma terlihat seperti Kodok saat sedang hamil. Dan dia menyuruhku untuk memintamu untuk melakukan tarian kodok, padahal aku inginnya Appa yang melakukan hal itu” Jin Hee mengatakan itu dengan polos, sementara Yoon Hee sudah melayangkan tatapan membunuh pada sang suami. Habislah… Yoon Hee pasti ngamuk-ngamuk padanya malam ini.

“Akh,,, jadi Appa mu tidak ingin menarikan tarian kodok untuk mu dan malah meminta Omma untuk melakukannya ya?” Yoon Hee memastikan hal itu.

“Nde,,, padahal aku sangat ingin Appa melakukan tarian kodok untuk ku”

“Kenapa kau ingin Appa mu melakukan tarian itu Jin Hee-ya?”

“Aku ingin menunjukkannya pada teman-temanku, bahwa Appa ku pun bisa menarikan sebuah tarian untuk ku seperti yang dilakukan Appa mereka” Yoon Hee menatap sinis pada Jin Wook, huh,, pantas saja suaminya itu tidak ingin melakukan hal itu. Yoon Hee yakin akan sangat sulit membujuknya memenuhi permintaan Jin Hee yang satu itu.

“Jin Hee-ya,,, kau sangat ingin menunjukkan tarian Appa mu kan? Bagaimana jika itu bukan tarian kodok? Apakah teman-teman mu akan senang melihatnya?”

“Akh,, apakah Omma punya video saat Appa menari?” Jin Hee langsung bersemangat.

Jin Wook menatap heran pada Yoon Hee, apa maksudnya itu? Yoon Hee menatap penuh kemenangan ke arah Jin Wook. Sebenarnya dia sudah pernah berjanji untuk mengahapus video tarian Gom Se Ma Ri nya Lee Jin Wook agar tak ada orang lain yang melihatnya, tapi tingkah menyebalkan suaminya membuatnya harus mempermalukan Jin Wook di hadapan anaknya sendiri.

“Nde,,, Omma punya video Gom Se Ma Ri yang dilakukan Appa-mu untuk Omma”

“Benarkah? Biarkan aku melihatnya sebelum aku memperlihatkan itu pada teman-teman ku” Jin Hee semakin bersemangat. Jin Wook yang hampir lupa tentang tarian Gom Se Ma Ri itu masih merasa bingung video mana yang dimaksud Yoon Hee. Hingga akhirnya dia teringat hadiah spesialnya untuk Yoon Hee di malam pengantin mereka… Aissshhh Tarian memalukan itu.

Yoon Hee sudah mengajak Jin Hee kamar utama mereka untuk melihat video itu saat Jin Wook menyadarinya, “Yak! Jo Yoon Hee, jangan perlihatkan tarian itu padanya!” Jin Wook mencoba mencegahnya, tapi denga cerdik Yoon Hee mengunci pintu kamar mereka agar Jin Wook tidak bisa mencegahnya untuk memperlihatkan taria itu pada putranya.

“Jo Yoon Hee,,,, kau tidak boleh memperlihatkan tarian memalukan itu pada putra kita…  Itu benar-benar memalukan…” Jin Wook merasa frustasi… apalagi saat dia mendengar lagi Gom Se Ma Ri yang dia nyanyikan saat melakukan tarian itu… Akh,,, Habislah sudah martabatnya sebagai seorang Ayah di mata Jin Hee.

***

Malamnya Yoon Hee meilhat Jin Wook yang cemberut di tempat tidur mereka. Jin Wook baru saja dua hari berada di rumah karena selama dua bulan dia melakukan syuting drama tanpa pulang ke rumah, Mengapa mereka malah bertengkar karea hal sepele seperti ini.

“Yeobo,,, apakah kau masih marah karena aku menunjukkan video Gom Se Ma Ri pada Jin Hee?”

“Nde… kenapa kau tega sekali padaku, Yeobo! Mempermalukan ku di depan putraku sendiri” Jin Wook masih kesal karena hal itu.

“Jin Hee tak berpikir itu memalukan kok… dia bilang Appanya sangat hebat” Yoon Hee mengatakan hal itu setelah duduk di samping Jin Wook di tempat tidur mereka.

“Benarkah?” Jin Wook mulai luluh mendengar hal itu. Dia tidak sangka jika hal yang dia pikir sangat memalukan ternyata dianggap hebat oleh putranya.

“Kau pikir aku berbohong untuk menyenangkanmu? Aku tidak seperti mu, Yeobo… dan lagi,,, seharusnya aku marah kareka kau berkata aku seperti Kodok, apakah kau benar-benar tidak suka dengan kehamilanku?”

Akh,,, Jin Wook hampir saja melupakan masalah ini. Dia harus meminta maaf pada Yoon Hee untuk hal ini.

“Mana mungkin aku seperti itu,,, tentu saja aku sangat senang dengan kehamilanmu” Jin Wook berkata dengan lembut sambil mengelus perut Yoon Hee yang usia kandungannya hampir mencapai 7 bulan.

“Aku hanya mengalihkan perhatian Jin Hee agar tidak merengek memintaku melakukan tarian Kodok, aku yakin dia tidak akan tega meminta mu melakukan hal itu”

“Sudah kuduga,,, tapi tidak baik jika kau mengatakan pada Jin Hee bawa aku seperti Kodok,, dia tidak akan terima. Kau tahu kan,, Jin Hee 1000 kali lebih menyayangiku dibanding menyayangimu”

“Nde,,, nde,, kau benar,,, anak itu memang lebih sayang padamu. Aku tidak akan cemburu untuk hal itu” Jin Wook kemudian tersenyum sambil menatap Yoon Hee penuh sayang.

“Akh,,, Cham,,, kau bilang akan melakukan USG seminggu yang lalu, bagaimaa hasilnya?”

“Apakah kau lupa memberitahu mu? Sepertinya kali ini kita akan mendapatkan putri yang cantik” Yoon Hee tersenyum gembira.

“Wah,,, itu sangat menyenangkan… aku yakin,,, putri ku akan lebih menyanyangiku”

“Baiklah,,, aku tidak akan cemburu untuk hal itu” giliran Yoon Hee yang mengalah kali ini.

“Lalu…. apakah kita perlu menyiapkan namanya dari sekarang?” Jin Wook bertanya dengan antusias.

“Kau benar,,, haruskah kita menggabungkan nama kita lagi,,, misalnya,,, Lee Yoo Wook,, akh,, itu buruk,,, Lee Yoo Wook? Tidak,,, itu juga mengerikan”

“Hmmm bagaimaa jika Lee Wook Hee, Lee Yoo Jin, atau… Lee Hee Jin?”

“Akh,,, aku suka itu,,, Lee Hee Jin, itu nama yang sangat cantik”

“Hmm,,, baiklah,,, mulai sekarang kita akan memanggilnya dengan nama Hee Jin” Jin Wook pun membuat keputusan.

“Anyeonghaseyo,,, Hee Jin-na,,, Aku Lee Jin Wook Appa-mu,,, dan ini Jo Yoon Hee Omma-mu… Kau pasti akan sangat bahagia karena memiliki orang tua seperti kami”

Yoon Hee tertawa geli melihat tingkah suaminya. Dia tahu Jin Wook sangat bahagia karena kehamilan keduanya. Dia bahkan lebih protektif pada Yoon Hee sejak tahu Yoon Hee hamil anak kedua mereka. Dia bilang dia ingin menebus kesalahannya karena tidak sempat memperhatikan Yoon Hee di kehamilan pertamanya.

“Yeobo… setelah Hee Jin lahir nanti, aku boleh kembali bekerja kan?” Yoon Hee mencoba memastikan hal itu lagi. Jin Wook memintanya untuk cuti dari dunia entertainment setelah mereka tahu tentang kehamilan keduanya agar Yoon Hee tidak kelelahan karena jadwal kerja yang menggila. Saat itu Yoon Hee setuju saja asal Jin Wook mengijinkannya kembali bekerja setelah Hee Jin lahir. Siapa tahu pikiran Jin Wook berubah.

“Tentu saja,,, aku tahu menjadi aktris adalah cita-citamu,, aku tidak ingin menghambat karir mu Yoon Hee-ya,, jadi kau boleh berakting sampai kau bosan. Aku bahkan sangat menantikan, kita bisa tua bersama di dunia akting”

Yoon Hee memeluk Jin Wook, “Gomawo,,, Yeobo…”  itulah yang dia sukai dari suaminya. Jin Wook selalu mengabulkan apapun keinginannya selama itu tidak berpengaruh pada rumah tangga mereka. Selama 6 tahun ini, Yoon Hee kembali membangun karirnya dari 0 lagi, karena dia sempat menghilang selama beberapa bulan apalagi ada rumor miring tentang hubugannya dengan Jin Wook.

Namun seiring waktu berlalu, rumor itu menghilang dan Nitizen dan Media berbalik mencintai keluarga kecil mereka. Mereka bahkan kerap kali memuji Jin Hee yang sangat mirip dengan sang Ayah, dan mendoakan jika kelak Jin Hee bisa menjadi aktor yang berbakat seperti Jin Wook.

Beberapa produser kadang meminta mereka bertiga mengiklankan sebuah produk, namun Jin Wook menolaknya, dia tidak ingin mengenalkan Jin Hee dengan dunia entertainment dari sekarang. Dia ingin Jin Hee belajar seperti anak lainnya dan menemukan impiannya sendiri. Jika memang dia ingin menjadi seorang aktor, Jin Wook sama sekali tidak akan menghalanginya.

‘Bip,,, Bip,, Bip,,’ bunyi sebuah pesan masuk ke ponsel Yoon Hee

“Akh,, siapa yang malam-malam mengirim pesan?” Yoon Hee protes, karena pesan itu mengganggu waktu kebersamaannya dengan Jin Wook.

“Dugu?” tanya Jin Wook setelah Yoon Hee mengambil ponselnya.

“Kim Yun Ah, dia memberitahu bahwa dia mengundang kita untuk merayakan ulang tahun putrinya yang ke-4. Tapi tentu saja kita tidak mungkin pergi ke Amerika akhir pekan nanti kan?” Yoon Hee tersenyum bahagia mendapatkan pesan dari sahabatnya itu.

“Tidak terasa jika umur Yoo Ra sudah 4 tahun, apakah Yun Ah tidak berniat pulang ke Korea?”

“Aku pernah bertanya tentang hal itu, Yun Ah bilang dia tidak ingin bertemu denganmu, Yeobo,, dia takut perasaannya tergoyahkan setelah melihatmu” Yoon Hee tertawa saat mengatakan hal itu, karena dia tahu sahabatnya itu hanya bercanda.

“Kim Yun Ah sangat tidak masuk akal. Bukan kah suaminya sangat mencintainya, untuk apa lagi dia mengejarku? Ngomong-ngomong apa yang dia katakan saat kau memberitahunya bahwa kita akan menikah?”

“Kau baru menanyakannya setela 6 tahun? Kau benar-benar tidak berperasaan Yeobo,….”

“Aku kan hanya ingin tahu,, jika kau tidak mau bilang tidak apa-apa”

“Dia mengucapkan selamat… Dia senang karena akhirnya ada wanita yang meluluhkan hati batu mu”

“Hahahaha,,, Kim Yu Ah pasti sangat kesal karena wanita itu bukan dirinya”

“Nde,, kau benar,,, tapi dia sangat bersyukur, karena wanita itu adalah aku” Yoon Hee tersenyum bangga. Jin Wook pun tersenyum melihat wajah bahagia istrinya dan mengacak-ngacak rambutnya.

“Aku juga bersyukur karena hal itu”

‘Bip.. Bip.. Bip’

“Akh,, siapa lagi ini?” Yoon Hee kembali membuka pesan di ponselnya. Masih dari Yun Ah, kini bukan tentang putrinya. Isi pesanya cukup mengejutkan Yoon Hee.

‘Aku bertemu dengan Park Se Ra dua hari yang lalu. Dia bersama kekasihnya,,, dan kau tahu,,, wajah kekasihnya mirip dengan suami mu’

“Mwo?”

“Ada apa Yeobo?” Jin Wook penasaran dengan reaksi istrinya. Yoon Hee langsung memberikan ponselnya pada Jin Wook.

“Yun Ah pasti salah lihat, mana ada pria yang mirip denganku?” Tak lama, ponsel Yoo Hee kembali berbunyi, pesan lanjutan Kim Yun Ah, foto Park Se Ra dengan kekasihnya.

“Yeobo,,, pria ini sekilas memang mirip denganmu” Yoon Hee takjub melihat wajah pria yang berdiri disebelah Park Se Ra.

Jin Wook ikut melihat foto itu, dan tidak bisa menyangkal hal itu. Pria itu memang sedikit mirip dengan dirinya, walau tidak sama persis. “Ya Tuhan,,, apakah Park Se Ra masih terobsesi padaku?” Jin Wook jadi ngeri sendiri.

“Selama dia tidak menganggu hidup kita aku sih tidak keberatan” Yoon Hee tidak ingin mempermasalahkan hal itu.

“Kau benar,,  semirip apapun kekasihnya saat ini denganku, selama dia tidak mengganggu hidup kita, aku sudah sangat bersyukur”

‘Bip.. Bip.. Bip’  Kini ponsel Jin Wook yang berbunyi.

“Yeobo… ponselmu” Yoon Hee memberitahu, Jin Wook langsung mengambil ponselnya dan membuka pesan yang masuk. Ternyata itu dari Park Se Ra.

‘Jin Wook-ah,,, bulan depan aku akan menikah. Kau pasti sedih kan? Tidak usah sedih, aku berjanji akan melahirkan putri yang cantik yang cocok dengan putra mu Lee Jin Hee. Aku sudah melihat wajahnya, semakin besar dia semakin mirip dirimu. Kali ini aku tidak akan gagal, aku pasti berhasil membuat putramu menjadi menantuku. Jika kita tidak berjodoh, aku akan dengan senang hati berbesan denganmu’

“Ya… Tuhan… Ternyata Park Se Ra masih saja mengejarku” Jin Wook tercengang membaca pesan itu.

“Yeobo,,, sepertinya kita harus segera menjodohkan Jin Hee sebelum Park Se Ra benar-benar memiliki seorang putri” Jin Wook langsung mencemaskan putranya yang akan terjebak bersama ibu mertua yang psyco

Yoon Hee malah tertawa melihat kepanikan Jin Wook, “hahahaha,, Yeobo,,, tenanglah,,, Park Se Ra bahkan belum menikah, jika akhirnya Jin Hee dan putri Park Se Ra berjodoh aku sama sekali tidak keberatan”

“Tapi Yeobo…. Park Se Ra itu..” Yoon Hee menghentikan kalimat Jin Wook selanjutnya dengan menyimpan telunjuknya di bibirnya Jin Wook.

“Sttt,,, bisakah kita berhenti membicarakan Park Se Ra? Aku rasa dia sengaja mengirimka pesan itu agar kita terobsesi untuk menghindarinya”

Jin Wook memikirkan hal itu sekali lagi. Mungkin Yoon Hee benar,,, tapi tetap saja dia merasa cemas pada putranya. Dia tidak bisa membayangkan jika Park Se Ra benar-benar mengincar Jin Hee untuk menjadi menantunya. Huuuaaahhh,,, kapan obsesi Park Se Ra akan berakhir???

***

_END_

Yaaaayyyy,,, akhirnya selesai juga Fanfic gajel ku ini… Beribu-ribu maaf aku ucapkan pada Lee Jin Wook dan Jo Yoon Hee… sekarang cerita fanfic ini tidak akan lagi menjadi jerawat di otak-ku karena sudah tertuang semuanya.

Maaf jika endingnya ternyata begitu saja,, aku tidak bisa membayangkan ending yang lebih baik dari ini. Akh,,, jadi merasa salut pada semua penulis drama yang bisa membuat Ending yang luar biasa,,,

Buat para reader yang setia menanti,,, makasih untuk semua kesabarannya… Cerita Fanfiction JinHee Couple, Love is Not Obsession ini benar-benar hanya hasil imajinasi liarku saja. Dalam kenyataannya Lee Jin Wook dan Jo Yoon Hee mungkin sama sekali sudah tidak kontek-kontek lagi,,, dan Jin Wook benar-benar pandai mengalihkan semua pertanyaan orang-orang tentang kesan dirinya terhadap Yoon Hee, jadi nya bikin gregetan.

Meskipun aku sampai membuat Fanfic yang absurd ini,,, sekiranya bukan Jo Yoon Hee pilihan hati Lee Jin Wook untuk menjadi pendampingnya aku akan ikhlas kok,,, karena siapapun pilihan Lee Jin Wook,, aku yakin dia yang terbaik.

Sampai jumpa ditulisan selanjutnya,,, siapa tahu aku masih ada mood untuk membuat cerita Fanfic lain tentang Jin Hee Couple >.<.

Special Pic

Anggep aja si dedek lucu itu adalah Urri Jin Hee >.<

 *written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*



5 Komentar untuk "JinHee Couple Fanfiction: Love is Not Obsession part 24 [End]"

Happy end... cukup menyebangkan kok irfa fanfic nya....
Dapat nya aja tuh pict LJW lg sama baby.. ♥♡

alhamdulillah akhirnya kelar..
gak sengaja kemarin ngopy film di warnet, iseng buka file "strong heart" guestnya ada Lee Jin Wook dan Kim Ji Suk.. ternyata Lee Jin Wook jaim banget wkwkwkwk...
ketawa nontonnya...

Yaahh,, :( dah end yah mba??
Ngga bza ktmu YooJin lgi deeh..! :/
ngga bza ktmu JH dn YH ,, buat mka mmelas ke JW deeh,,kyk'y si JH lcu deh klw mmlas ke JW..p'zziz kyk ibu'y..!
Kta2'y jga..!haha bner2 ank'y YH deh dya..!
HappEnd kok mba..bguz deh,,mngkin FF'y mba di lain wktu dan kzmptan akn lbih bguz dri in,!
Krena aku hobby mmbca,jdi aku tnggu karya2'y mba irfa yg lain yah..!
Zmngat mba irfa!
U/ LE'y jga zmngat yah zma mba mumu..! :D
ah yah,aku lpa.,lcu deh yah klw ngbyangin PSR zma LJW jdi bsanan,,hhm jdi pnzrn gmna kzah cnta'y JH zma ank'y PSR..haha :D pzti lcu..! :D
#ngga bisa berenti zenyum nih mba,gmna dong?? #
#ma'f kepanjangn# :D

Aduh endingnya bikin senyum2 geje.. Hilang sudah penat dan pusing gara2 belajar analysis real.. Daebak deh.. Akhirnya setelah mengikutin ffnya dr awal ternyata harus berakhir disini... Hiks..
Nungguin ff selanjutnya..
Teh Irfa fighting! Aggghh bakalan kangen ma jinhee couple nih...<3

Maksih mba irfa,.bagus ko..


Dinceu..^.^

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top