JinHee Couple Fanfiction: Love is Not Obsession part 4



Seperti biasa^^ maaf ya kalo karakter para aktor dan aktris di drama ini jadi aneh, ini benar-benar hanya hasil imaginasi liarku. Dan mohon maaf, kalo part ini gak ada lucu-lucu nya, pembicaraannya cukup serius soalnya? Penasaran apa alasan Jin Wook melamar Yoon Hee?

Sebelumnya di Love is Not Obsession:

Love is Not Obsession ~Proposal~

Cast:
Lee Jin Wook as himself
Jo Yoon Hee as herself
Kim Hye Sung (OC) as Yoon Hee's Manager


Persetujuan pihak managemen membuat rencana pernikahan Jin Wook dan Yoon Hee semakin mudah saja. Yoon Hee bahkan kaget saat dia tahu jika Jin Wook telah membuat janji untuk mengadakan pertemuan keluarga antara orang tuanya dan orang tua kekasihnya itu. Bahkan dalam pertemuan keluarga itu Ibunya tampak akrab dengan ibu Lee Jin Wook.


Yoon Hee tahu, jika sejak awal Ibu nya memang menyukai Lee Jin Wook, bahkan sejak dia dan Jin Wook berada dalam satu project, tak jarang ibunya menelponnya hanya untuk menitipkan salamnya pada pria itu. Saat dia mengatakan pada ibunya tentang hubungan diam-diamnya dengan Lee Jin Wook beberapa bulan lalu, ibunya langsung kegirangan luar biasa. Bagi ibu Yoon Hee, Lee Jin Wook adalah menantu idaman dari semua kriteria menantu idaman yang ada.

Dan tanpa Yoon Hee ketahui, Bagi ibu Jin Wook pun, Yoon Hee adalah menantu idamannya. Wanita yang akhirnya bisa menaklukan hati putranya, bahkan membuatnya  segera memikirkan pernikahan. Di awal-awal syuting Nine pun, ibunya selalu bertanya pada Jin Wook setiap kali dia pulang ke rumah, bagaimana hubungannya dengan Yoon Hee, apakah mereka telah menjadi teman baik? Apakah mereka sering makan bersama? Ataukah apakah mereka saling nyaman satu sama lain selama syuting? 

Jin Wook tak pernah mengerti mengapa ibunya selalu menanyakan pertanyaan seperti itu padanya, karena itu adalah pertama kalinya. Ternyata saat melihat kissing scene di episode pertama Nine, ibunya sudah merasakan chemistry luar biasa antar keduanya, sehingga sangat berharap Jo Yoon hee bisa menjadi menantunya. Dan sekarang, impiannya benar-benar terwujud.

Ternyata bukan hanya pertemuan keluarga saja yang sudah dipersiapkan oleh Jin Wook, tetapi juga tempat resepsi hingga bagaimana konsep pernikahan diam-diam mereka akan dilangsungkan. Jin Wook sudah mempersiapkan segalanya dengan sangat baik. Yang lebih mengejutkannya lagi, semua masalah itu diurus dengan baik oleh kedua ibu dari calon pengantin. Kini menjadi pertanyaan besar di kepala Yoon Hee, kapan calon suaminya itu mempertemukan kedua ibu mereka?

Sayangnya Yoon Hee tak sempat bertanya, dia begitu sibuk syuting  drama Scandal dan dia hanya mengambil libur satu hari saja untuk melaksanakan pernikahannya dengan Lee Jin Wook di kampung halaman keluarga Yoon Hee. Sebuah kota kecil yang bisa ditempuh dalam waktu 5 jam perjalanan dari pusat kota Seoul dengan menggunakan mobil.

Yoon Hee benar-benar tak habis pikir, bagaiamana Lee Jin Wook menyiapkan segalanya hanya dalam waktu sebulan saja, apakah dia memang sudah merencanakan semuanya sejak awal? Apa jadinya jika Yoon Hee menolak lamarannya? Namun kemudian Yoon Hee teringat apa yang dikatakan calon suaminya itu di hari saat dia melamarnya.

Ya… Yoon Hee menerima ataupun menolak lamaran Lee Jin Wook, dia akan tetap menikah sebelum akhir tahun ini, dengan atau tanpa Yoon Hee. Heu,,, kadang calon suaminya itu menjadi sangat egois dalam beberapa hal. Seolah dia tahu jika Yoon Hee paling lemah jika dihadapkan pada pilihan yang sulit.

Dan hari ini adalah hari besarnya. Hari dimana Jo Yoon Hee akan dipersunting oleh pria yang dicintai dan mencintainya itu. konsep acaranya sangat sederhana, bahkan tamu undangan yang hadir tidak lebih dari 20 orang yang terdiri dari keluarga Lee Jin Wook dan dirinya lalu Manager nya Hye Sung, perwakilan petinggi HB Entertaiment dan Fantiago, serta,, Kim Ji Suk, sahabat kentalnya Lee Jin Wook.

Mereka tidak bisa memberitahu banyak orang tentang pernikahan mereka, karena semakin banyak orang yang tahu, maka kemungkinan berita ini tersebar sangat besar, karena itulah hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui tentang pernikahannya. Dua orang sahabat baiknya serta bbeberapa orang sahabat Lee Jin Wook seperti Kim Jae Won, Lee Dong Wook, Boom dan Lee Dong Gun yang diberitahu tentang pernikahan ini. Tapi tentu saja mereka di set untuk tidak menghadiri pernikahan tersebut demi menghindari kecurigaan para nitizen dan wartawan.

“Yoon Hee-ya… apa kau yakin dengan pernikahan ini?” Hye Sung kembali bertanya entah untuk keberapa kalinya.

“Tentu saja Eonnie,, mengapa kau terus menerus mempertanyakan hal itu?”

Hye Syung menghela napas panjang dan menatap Yoon Hee yang tampak cantik dengan gaun pengantinnya.

“Aniya… hanya saja,,, entah kenapa perasaanku terhadap pernikahan ini sedikit tidak nyaman. Mungkin karena kau dan Lee Jin Wook harus menikah diam-diam”

Yoon Hee mengerti kecemasan Eonnie-nya, tapi mau bagaimana lagi, ini adalah satu-satu nya jalan agar mereka bisa bersama secepatnya.

“Tenang saja Eonnie-ya,, aku yakin tak akan ada masalah, Jin Wook Oppa sudah mempersiapkan segalanya. Tidak akan ada masalah dengan kontrak kerjaku”

“Aku tidak tahu bagaimana kehidupan pernikahanku dengan Jin Wook oppa ke depannya, tapi aku yakin aku bisa bahagia bersamanya. Bukan kah kau sudah melihatnya, selama kami berkencan diam-diam pun tak ada masalah berat yang menimpa kami”

Hye Sung diam. Yoon Hee memang benar, tapi entah kenapa perasaannya tetap tidak enak tentang pernikahan ini, dan salah satu penyebabnya adalah karena ternyata Lee Jin Wook sudah merencanakan segala nya dengan baik. Apakah Yoon Hee tidak dibohongi? Apakah alasan Jin Wook ingin secepatnya menikahi Yoon Hee memang karena alasan yang dia katakan pada gadis itu? Banyak sekali pertanyaan di kepalanya, namun dia tak ingin merusak hari bahagia Jo Yoon Hee, lebih dari ini.

***

_Flash Back_ di hari lamaran

“Oppa, katakan yang sebenarnya. Jika kau tidak menikahiku bukan karena akan segera mati dan juga bukan karena takut kehilanganku, pasti kau punya alasan lain yang tidak terpikirkan oleh ku yah?”

“Katakan, apa alasanya. Jika masuk akal, siapa tahu aku akan sangat bersedia menerima lamaranmu”

Jin Wook menatap Yoon Hee. Haruskah dia mengatakan alasan sebenarnya? Haaahhh,,, dari pada dia menolak terus, rasanya dia memang harus memberitahunya.

“Kau benar Yoon Hee –ya,,, aku…  memang punya alasan lain” Saraf Yoon Hee menengang. Dia jadi ketakutan untuk mengetahui alasan dari tingkah kekasihnya yang tiba-tiba mengajaknya menikah.

“Alasannya adalah.. haruskah aku mengatakannya?” Jin Wook sepertinya masih merasa ragu.

“Oppa… katakanlah”

“Yoo Hee-ya,,, berjanjilah padaku, setelah aku mengatakan alasannya, jangan pernah menganggapku lemah, nde?”

Yoon Hee bingung dengan permintaan kekasihnya itu, namun dia sangat ingin tahu alasannya, jadi dia pun mengagguk kecil.

Lee Jin Wook menghela nafas panjang, bersiap mengatakan alasan mengapa dia memutuskan untuk melamar Jo Yoon Hee.

“Kau tahu Yoon Hee-ya.. hubungan ku dengan Appa sama sekali tidak berjalan baik”

Yoon Hee mengingat perkataan Kim Ji Suk padanya, tentang buruknya hubungan Lee Jin Wook dan ayahnya karena keputusan Lee Jin Wook untuk menjadi seorang aktor tidak disetujui oleh ayahnya.

“Dulu, Ayah adalah orang yang paling dekat denganku. Namun sejak aku di DO dari universitas karena memilih terjun ke dunia entertainment, dia mendiamkanku.

Dia tak pernah berkata tidak setuju. Appa memang orang yang tidak banyak bicara, tapi dari sikapnya aku tahu dia tak suka dengan pilihan hidupku”

Yoon Hee tak berani menyela, ini pertama kali nya Lee Jin Wook menceritakan hubungannya dengan sang ayah.

“Aku berusaha untuk mendapatkan kesuksesan ku di dunia entertainment untuk membuat Appa bangga, itu sama sekali bukan hal yang mudah. Bahkan hingga sekarang pun dia masih mendiamkanku.

Jika aku pulang ke rumah, maka Appa memilih diam di kamar dan membuatku merasa menjadi anak paling durhaka di dunia ini. Tapi… aku tak bisa meninggalkan duniaku saat ini. Aku sangat menyukai akting.

Aku pernah berjanji dalam hati. Aku akan memenuhi apapun permintaan Appa, selain permintaannya agar aku meninggalkan pekerjaanku saat ini. Tapi Appa tak pernah meminta apapun dari ku”

Yoon Hee menatap Jin Wook, entah mengapa saat membicarakan Ayahnya kekasihnya itu terlihat sangat rapuh.

“Lalu apa hubungan antara Appa-mu dan lamaran mu padaku, Oppa?”

Lee Jin Wook menatap Yoon Hee dan menghela nafas panjang. Dia tidak tahu apakah dia memang harus melakukan ini atau tidak, tapi Yoon Hee butuh di yakinkan. Bagaimana pun juga, pernikahan ini tidak bisa ditunda lagi.

“Appa…. memintaku untuk segera menikah. Dia bilang dia ingin melihatku menikah sebelum akhir tahun ini. Awalnya aku tidak tahu mengapa, tapi… apa yang dikatakan Omma, membuatku semakin yakin untuk memenuhi janjiku. Aku… ingin melakukan apapun permintaan Appa”

Yoon Hee merasa dirinya berkaca-kaca. Dia tak mengerti mengapa kekasihnya berpikir bahwa dirinya akan menganggap dia lemah karena alasan ini. Yoon Hee merasa begitu bangga padanya.

“Omma bilang, hampir dua tahun ini, Appa bolak balik ke RS untuk menstabilkan keadaannya. Appa…”

Jin Wook menggantungkan kalimatnya. Haruskah dia mengatakannya? Haruskah? Dia masih mempertimbangkannya.

“Appa… mengidap kelainan jantung yang bisa menyebabkannya berhadapan dengan kematian kapan saja, jika dia mendapatkan serangan jantung mendadak.

Appa melarang Omma mengatakan kondisinya padaku, karena tidak ingin mengganggu konsetrasi kerjaku. Aku baru sadar, ternyata Appa sama sekali tidak pernah menentang pilihanku. Tapi aku sendirilah yang berpikir demikian. Aku benar-benar merasa berdosa pada Appa”

Jin Wook mengusap wajah tampannya yang terlihat muram. Penyakit yang di derita sang Ayah tanpa dia ketahui selama dua tahun inilah pemicunya. Mungkin faktor resikonya belum mendekati ambang batas, selama ini ayahnya dapat hidup normal dengan rutin cek up ke dokter dan pola hidup sehat. Namun kenyataan dia tak pernah mengetahuinya adalah hal yang tidak bisa diterimanya dengan mudah.

“Jadi… kau ingin menikahiku, karena Appa mu memintanya?” Yoon Hee mengalihkan kesedihan Jin Wook dengan pertanyaan.

“Mianne,, Yoon Hee-ya…. mungkin alasan ini sangat dangkal. Bahkan sama sekali tidak romantis. Tapi… itu lah kenyataanya.

Aku sangat ingin memenuhi permintaan Appa. Apalagi Omma juga meminta hal yang sama dariku. Karena itulah aku meminta untuk menerima lamaranku.

Aku tahu hubungan kita belum lama, mungkin kita belum terlalu saling mengenal. Tapi… saat kata pernikahan terlintas di benak ku, maka kau adalah satu-satunya wanita yang aku pikirkan.”

Yoon Hee menunduk, dia tak tahu bagaimana perasaannya saat ini. Dalam pandangannya sebagai seorang anak, dia merasa bangga pada Jin Wook. Jika dia berada di posisinya, mungkin Yoon Hee pun akan melakukan hal yang sama. Tapi sebagai seorang kekasih… Yoon Hee merasa sedikit kecewa dengan alasan Lee Jin Wook ingin menikahinya.

“Apa kau kecewa padaku Yoon Hee-ya?”

Yoon Hee masih menunduk, dia tak tahu bagaimana perasaannya. Kecewakah dia? karena ternyata alasannya Lee Jin Wook ingin menikahinya karena pemintaan Appa nya?

“Aku tak akan memaksamu, sebenarnya…. Omma sudah menawarkan untuk mencarikan gadis yang bisa aku nikahi, mengingat aku masih menyembunyikan masalah hubungan kita. Tentu saja aku menolaknya, bagaimana pun, aku tidak ingin menyakitimu hanya kerena keinginan egoisku ini. Itulah mengapa aku memintamu menikah denganku”

Yoon Hee menatap Jin Wook, sebuah fakta membuatnya terperangah, “Kau belum mengatakan pada keluarga mu tentang hubungan kita?”

Jin Wook jadi kikuk mendengar pertanyaan Yoon Hee, apakah Yoon Hee sudah mengatakan pada keluarganya? Saat dia menjalin hubungan dengan seorang wanita, Lee Jin Wook memang tak langsung mengenalkan wanita itu pada keluarganya, sebelum dia merasa yakin bahwa wanita itu bersedia menikah dengannya pada akhirnya. Lagi pula wanita dalam kehidupan cintanya memanglah tidak banyak.

“Memangnya kau sudah memberitahu keluargamu?” Jin Wook malah bertanya balik.

“Nde. Aku sudah memberitahu ibuku. Ehm,,, itu karena dia sangat rewel berkata ingin menjodohkan aku dengan putra temannya. Maafkan aku Oppa,,, karena aku memberitahunya tanpa mendiskusikannya denganmu terlebih dahulu”

“Aniya,,, itu adalah hakmu. Malah aku yang minta maaf karena aku belum sempat mengatakan hubungan kita pada ibuku. Tapi… aku sudah mengatakan pada ibuku, aku punya wanita yang harus aku yakinkan agar bersedia menikah denganku.

Jadi…. apakah kau bersedia menikah denganku Yoon Hee-ya?”

Yoon Hee terlihat semakin ragu dari sebelumnya. Jika awalnya dia meragukan lamaran itu hanyalah sebuah gurauan, sekarang dia ragu karena banyak alasannya. Jika lamaran ini memang serius, tentu banyak hal yang harus dia pikirkan saat memutuskan menerima atau menolaknya.

“Kau boleh menolak Yoon Hee-ya, aku tak ingin memaksamu. Aku akan memberikan waktu padamu untuk berpikir, karena aku tahu pernikahan adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan dengan baik.

Tapi jika kau tak bisa menerima lamaranku, aku rasa…. kita tidak bisa melanjutkan hubungan kita lagi. Aku tidak punya waktu untuk mengejarmu karena kondisi Appa-ku. Pilihan ada di tanganmu, tetap disampingku dan menikah denganku, atau pun meninggalkanku dan merelakanku menikah dengan wanita lain”

Yoon Hee tertegun. Sanggupkah dia? Sanggupkah dia untuk kehilangan pria yang di cintainya lagi? Setelah luka yang sangat dalam itu, hanya Lee Jin Wook yang akhirnya bisa mengobatinya. Perasaannya pada pria dihadapannya ini, yang membuatnya membuang semua luka yang tertoreh di hatinya selama bertahun-tahun. 

Hanya dengan memikirkan pria ini, Yoon Hee bisa melupakan semua rasa sakit yang pernah dialaminya bertahun-tahun lalu. Lalu apakah dia sanggup kembali merasakan luka yang sama, saat dia melihat kekasihnya ini menikahi wanita lain, hanya karena ketidak siapan hatinya?

“Oppa… kau tahu… pernikahan kita bukanlah hal yang mudah…. akan lebih mudah jika kau menikahi gadis lain yang bukan selebriti dan menyembunyikannya dari publik. Tapi mengapa kau memilih untuk lebih dahulu melamarku?” Bagaimana pun dia harus memastikan satu hal. Perasaan Lee Jin Wook padanya, yang selama ini masih dia ragukan.

“Tentu saja karena aku mencintaimu Yoon Hee-ya. Sejak awal kita memulai hubungan ini, aku sudah memikirkan untuk menikahimu, menjadikamu ibu dari anak-anakku kelak. Mungkin tak seharusnya secepat ini, tapi keadaan mengatakan lain”

Yoon Hee sudah ingin menangis karena terharu. Pria ini, pria yang telah menjadi kekasihnya selama hampir 5 bulan ini memang selalu menggombalinya, tapi ini adalah pertama kalinya dia mengatakan perasaannya pada Yoon Hee. Akhirnya dia mengatakannya juga, kata yang bahkan tidak sempat dikatakan Sun Woo pada kekasihnya Joo Min Young di drama Nine. Akhirnya diucapkan Lee Jin Wook pada kekasihnya Jo Yoon Hee.

Pada akhirnya Yoon Hee tidak bisa membendungnya lagi, air mata yang sudah dia tahan sejak dia mendengarkan cerita tentang Ayah Jin Wook. Yoon Hee akhirnya meneteskan juga air mata harunya.

“Yoon Hee-ya… kau menangis? Aku minta maaf, aku,,, aku tak bermaksud…”

“Aku menerimanya Oppa” Yoon Hee segera memotong kalimat panik Lee Jin Wook karena melihat air matanya.

Mendengar jawaban Yoon Hee yang tiba-tiba, Jin Wook hanya bisa bengong karena kaget, “Mwo?”

“Aku menerimanya, Oppa. Lamaranmu” Yoon Hee mengulangi jawabannya

“Kau yakin Yoon Hee-ya, aku bilang aku akan memberimu waktu untuk berpikir”

“Aniya Oppa… aku tidak butuh waktu. Aku sangat yakin, aku tahu jalan kita tidak akan mudah. Tapi… aku ingin kita menghadapinya bersama, karena aku pun telah memilihmu untuk menjadi Ayah dari anak-anak ku kelak”


Jin Wook tersenyum lega mendengar jawaban Yoon Hee, awalnya dia tidak yakin Yoon Hee bisa diyakinkan dengan cara ini. Tapi sepertinya trick yang Ji Suk berikan padanya sangat ampuh. Ternyata kalimat, “Saranghae, Yoon Hee-ya” benar-benar ampuh untuk meluluhkan hati wanita yang dicintainya itu.

“Gomawo Yoon Hee-ya” Jin Wook menarik Yoon Hee kedalam pelukannya. Dia benar-benar merasa bersyukur karena Yoon Hee segera menerima lamarannya, jika tidak… dia pastinya harus melakukan tindakan nekat untuk membuat wanita ini bersedia menikah dengannya.

Tentu saja Jin Wook berbohong saat dia mengatakan jika Yoon Hee harus rela melepaskannya demi wanita lain jika dia menolak lamaran ini, tapi dia harus melakukan hal itu, karena dia tahu Yoon Hee adalah orang yang tidak suka diberi pilihan yang sulit. Dalam hati Lee Jin Wook meminta maaf untuk kebohongannya hari ini, dia berjanji dia akan menebusnya nanti. Saat ini yang harus dia lakukan adalah mempersiapkan pernikahan mereka secepatnya.

_End of Flash back_

TBC

***

Apa yang membuat perasaan Hye Sung tidak enak dengan rencana pernikahan Lee Jin Wook dan Jo Yoon Hee yang terkesan sangat terencana dan rapi itu? Apakah Hye Sung berpikir Lee Jin Wook sedang menjebak Yoon Hee untuk menikah dengannya secepatnya? Tapi demi apa?

Nantikan kelanjutan ceritanya di Love is Not Obsession >.<
9 Komentar untuk "JinHee Couple Fanfiction: Love is Not Obsession part 4"

Aakkkkkkkkkhhhhhh makin ga sabar nungguin kelanjutannya... Aduh alasannya tentang appanya ljw beneran ga ya??? Akkhh jd penasaran tp ga mau berasumsi..

Yahhh... ga sabar.. ga sabar nunggu lanjutan... alasan Jin Wook soal Appa nya sempet bikin saya terharu dengernya... baca nya juga semyum2 sendiri... :)
Ottoke .... ini kelanjutanya....
Fighting Irfa ...

jadi pingin rerun nine lagiiiiiii.........^^
mbk irfa,,,,Fighting part 5!!

Wooow irfa bener" cinta banget ya ama jin wok, hehehe
Oh iya irfa, kamu bneran mau bkin sinopsis mirae choice yaaa?
Kalo beneran aku seneng bgt, bakal sering" ke blog mu, hehehehe :)

ahay..... menantu idaman... kayak lagu aja hahaha.....
LJW benar-benar sesuatu, cetar membahana pokoknya...... hehehe

Yg bag kedua ibu ngarep mreka berdua jadian, radak maksa deh, agak imposible ajaaah, tapi oke kok hehee

konflik cerita ini bukan masalah persetujuan orang tua Jin Wook sama Yoon Hee sih, jadinya ya,, aku gak pengen ambil pusing tadinya malah mau dibikin mereka berdua (mak nya Jin Wook dan Yoon Hee) adalah temen baik yg telah lama tak bertemu, eh ternyata anak-anakknya pada mau nikah aja,,, tapi kok rasanya itu drama banget yah,,, makanya aku jadikan mereka para ibu yang berbahagia karena kedua anak mereka akhirnya mau menikah juga #pada ngebet pengen punya cucu kali... hehehe...

kalo oyi ga perlu waktu utk jawab lamaran LJW hihi

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top