JinHee Couple Fanfiction: Love is Not Obsession part 6


Seperti biasa, cerita ini hanya fiksi belaka jika ada kesamaan tempat dan cerita itu adalah sebuah ketidak sengajaan. Sementara kesamaan nama dan profesi para tokohnya adalah disengaja.

Mohon maaf~~~ part ini nggak sempet nemu gambar yang sesuai,, jadi silahkan dibayangkan saja sesukanya^^

Sebelumnya di Love is Not Obsession:

Love is Not Obsession ~For Couple Just Begun~

Cast:
Lee Jin Wook as himself
Jo Yoon Hee as herself
Entah berapa lama Yoon Hee tertidur, dia mendengar sebuah suara berisik, seseorang sedang bernyanyi. Lagu ini… adalah lagu favorite nya >.< For Couple Just Begun yang dipopulerkan oleh Lee Won Jin dan Ryu Geum Duk.

Perlahan Yoon Hee membuka matanya dan melihat pemandangan yang sangat menakjubkan baginya. Apakah dia sedang bermimpi? Kekasihnya Lee Jin Wook sedang menyanyikan lagu favorite nya itu dengan suara fals nya. Jika memang dia sedang bermimpi rasanya Yoon Hee tidak ingin terbangun.

niga achime nuneul tteo cheoeum saenggaknaneun sarami
eonjena nayeosseumyeon niga neul keureodeushi
joheunkeoseul daehalttaemyeon hamkke nanugopeun saramdo
keu yeoksi nayeosseumyeon nado tteonaltejiman*)

 “Oppa… apakah aku sedang bermimpi?”

*)English trans:
Wish I was the one who always comes first to your mind
whenever you wake up in the morning as you always were to me.
Wish I was the one you want to share with whenever you see good things,
although you'll leave someday

***

Jin Wook mendekati Yoon Hee dan berlutut di hadapannya. “Aniya Yoon Hee-ya,, kau tidak sedang bermimpi” Musik lagu itu terus mengalun merdu. Jin Wook kemudian mengajaknya berdiri dan bernyanyi bersamanya. Mereka pun berduet menyanyikan lagu favorite Yoon Hee itu.

keurae algoisseo chigeum neoege
sarangeun pihaeyahal duryeoum irankeol
bulanhandeut neon mureotji
sarangi kipeojimyeon seulpeumi dwheneunkeol aneunyago
hajiman neon moreungoya tteutmoreul keu seulpeumi
tteoron saraganeun himi dwheeojuneunkeol

Yes I know, to you now,
love means the fear you must avoid.
You've asked me anxiously
if I know that love becomes grief when it deepens.
But what you didn't know is sometimes that grief
becomes energy we can't live without.

Lee Jin Wook menatap penuh cinta pada Jo Yoon Hee, dan mengeluarkan sesuatu dari saku jas nya. Sebuah kotak cincin. Yoon Hee merasa terharu, apakah Lee Jin Wook sedang melamarnya? Melamarnya secara resmi dengan cara yang selalu dia impikan selama ini.

Jin Wook membuka kotak cincin itu, sepasang cincin emas putih dengan desain sederhana.

“Jo Yoon Hee, bersediakah kau menjadi orang yang selalu aku pikirkan saat aku terbangun di pagi hari dan orang yang selalu berbagi segala hal saat aku harus mengakhir hariku setiap malam?”

Yoon Hee merasa sangat terharu. Ini benar-benar lamaran impiannya. Yoon Hee pernah bercerita pada Hye Sung, bahwa dia memiliki impian muluk, suatu hari akan ada pria yang akan melamarnya dengan menyanyikan lagu favorite nya ini juga mengatakan kata-kata yang sesuai denga lagu itu. Dan Lee Jin Wook melakukannya?

“Oppa… bagaimana kau tahu aku memimpikan lamaran seperti ini? Apakah Hye Sung Eonnie yang memberitahumu?” 

Lee Jin Wook menggeleng dan mulai menyematkan cincin indah itu di jari manis Yoon Hee. “Bukan. Walaupun aku bertanya, mungkin Hye Sung Noona tidak akan mengatakannya padaku bukan? Aku tahu bagaimana tidak sukanya dia pada rencana pernikahan kita. Jika punya kesempatan dia pasti ingin menggagalkannya”

Yah…  Jin Wook Oppa memang benar, pikir Yoon Hee. Hye Sung mungkin tak pernah mengatakan secara langsung ketidak setujuannya, namun dari sikapnya dia tahu Eonnie-nya itu tidak menyukai rencana pernikahan mereka.

“Lalu bagaimana kau tahu?”

“Kau mengatakannya 5 bulan lalu saat kau mabuk di rumahku”

Yoon Hee terkejut mendengarnya. Sampai sekarang pun apa yang dia katakan 5 bulan lalu selama dia mabuk masih menjadi kenangan samar untuknya. Dia belum bisa mengingat yang terjadi malam itu sepenuhnya. Dan yang membuatnya lebih terkejut lagi, Lee Jin Wook masih mengingat apa yang dikatakannya 5 bulan yang lalu? Bukan kah itu sangat manis?^^

“Kau masih mengingatnya Oppa?”

Lee Jin Wook tersenyum, “tentu saja Yoon Hee-ya, sejak saat itu aku berlatih menyanyikan lagu ini di tempat ini, untuk menghadapi hari ini”

Yoon Hee semakin terharu, dia tak pernah menyangka jika Jin Wook bisa melakukan semua itu. Lee Jin Wook yang sering mengerjainya dan kadang bersikap menyebalkan ini, ternyata bisa melakukan hal-hal manis semacam ini. Ini 1000 kali lebih baik dari gombalan-gombalan Norak  yang selalu dia ucapakan pada Yoon Hee dengan tak tahu malu.

“Terima kasih Yoon Hee-ya,, karena telah membuatku berani menghadapi perasaan ini. Aku sangat bahagia karena bisa berbagi nya bersamamu”

Yoon Hee tak sanggup berkata-kata. Dia benar-benar terharu dengan apa yang dilakukan kekasihnya >.<

“Haruskah aku melanjutkan lagunya? Aku sudah berlatih sangat keras selama ini”

“Ayo kita selesaikan,,, Oppa”

nega himdeureo jichilttae wiro batgoshipeun sarami
baro naega dwaesseumyeon naega neul keuraetdeushi
neoeui shilsudo ttatteushipadajulkkeora midneunsaram
baro naega dwaesseumyeon neodo tteonaltejiman

Wish I were the one you'd like to takes comfort from
whenever you've tired of life, as you always were to me.
Wish I were the one you'd believe to hug you warmly if you make mistakes,
although you make mistake, although you'll leave someday.

keurae algoisseo chigeumneoege
sarangeun pihaeyahal duryeoum irankeol
bulanhandeut neon mureotji
sarangi jiteojimyeon seulpeumi dwheneunkeol aneunyago
hajiman neon moreungoya tteutmoreul keu seulpeumi
tteoron saraganeun himi dwheeo juneunkeol

Yes I know, to you now,
love means the fear you must avoid.
You've asked me anxiously
if I know that love becomes grief when it deepens.
But what you didn't know is sometimes that grief
becomes energy we can't live without.

ijeneun keokjeonghaljima
hanttaen nado neomankeum duryeoweo hanjeokdo manhasseuni
chogeumsshik neoreul boyeojweo sumgiryeo haji malgo
naega kakkai seol su itdorok

Now don't worry,
I once was as afraid as you are.
Don't try to hide just show me youself
so I can stand closer to you.            

***

Setelah menyelesaikan lagu itu, Jin Wook dan Yoon Hee duduk di sofa dengan tetap memutar lagu itu sebagai backsound kebersamaan mereka.

“Gomawo Oppa” tak ada kata yang bisa dikatakan Yoon Hee lagi selain ucapan terimakasih, dia benar-benar tak pernah menyangka jika Jin Wook akan melakukan hal ini demi melamarnya.

“Saat aku tahu kau ingin dilamar dengan lagu ini, aku berusaha keras berlatih untuk menyanyikannya, aku hanya ingin mewujudkan impianmu Yoon Hee-ya. Kita tidak hidup di Negeri dongeng, tidak semua kisah akan berakhir bahagia, namun aku ingin mewujudkan impian-impian mu semampuku”

Yoon Hee benar-benar ingin menangis mendengar kalimat tang diucapkan kekasihnya. Dia menatap cincin yang disematkan Jin Wook di jari manisnya. Cincin itu tidak mewah dan mahal, namun sangat manis, sangat sesuai dengan seleranya. Lalu Yoon Hee melirik ruas jari Jin Wook tidak ada cincin disana, mengapa dia tidak memakainya, padahal dia melihat dengan jelas ada sepasang cincin di kotak itu.

“Oppa.. kau belum memakai cincin nya? Apakah kau ingin aku memakaikannya untukmu?”

Jin Wook mengeluarkan kotak cincin nya lagi dan mengambil cincin bagiannya. “Aniya.. aku tidak akan memakai cincin ini” Yoon Hee menatap heran, “Wae?”

Jin Wook mengeluarkan sebuah rantai kalung dan memasukan cincin tersebut sebagai bandulnya. “Karena aku akan menyimpannya di dekat jantungku, agar setiap kali jantungku berdetak aku selalu mengingatmu Yoon Hee-ya” lagi-lagi menggombal, tapi Yoon Hee tak bisa menahan semburat merah di wajahnya. Dia tahu kekasihnya jago sekali menggombal, tapi Yoon Hee selalu saja termakan rayuannya meskipun pikiran jernihnya tahu jika dia tak seharusnya terperosok terus menerus pada rayuan gombalnya.

“Oppa! berhentilah menggombal… kau benar-benar menyebalkan”Jin Wook hanya tersenyum dengan smirk andalannya.”Mengapa kau menyuruhku berhenti disaat kau sepertinya sangat menikmati rayuanku”

“Oppa!”

Jin Wook akhirnya tak bisa menahan tawanya lagi. Dia senang melihat Yoon Hee seperti ini, antara kesal dan berbunga-bunga karena mendengar rayuannya. Yoon Hee terlihat sangat manis jika sedang seperti itu.

“Lagipula Yoon Hee-ya.. aku tidak mungkin memakai cincin ini di jariku, jika aku melakukan hal itu, bukan kah itu seperti mengumumkan pada publik jika kita memiliki hubungan?”

Yoon Hee menatap cincinya dan cincin yang kini telah terpasang sebagai bandul kalung yang dipakai Jin Wook. Cincin itu jelas cinicin pasangan, siapapun yang jeli melihat mereka berdua sama-sama memakai cincin itu pasti langsung sadar jika mereka berdua ada apa-apa.

“Akh… kau benar Oppa. Hmmm,,, apa aku juga perlu menjadikannya bandul di kalungku?”

“Jangan!”

“Wae?”

“Aku ingin kau memakainya di jari mu, agar para lelaki yang memperhatikan mu tahu bahwa kau sudah ada yang punya”

Yoon Hee jadi sebal mendengarnya, “Cih,, kau egois sekali Oppa! Kau ingin mengikatku dengan cincin ini, tapi malah menyembunyikan cincinmu. Apa kau masih berniat mengumbar gombalanmu pada ratusan wanita di luaran sana?”

Jin Wook tertawa terbahak, “Kapan aku melakukannya?”

“Kapan? Kapan kau bilang? Bukan kah kau selalu melakukannya di setiap ada kesempatan? Kau selalu memilih wanita yang berbeda setiap di tanya siapa tipe wanita idealmu, dan yang kau pilih selalu wanita cantik”

“Heyyy,,, itu aku lakukan untuk menyembunyikan hubungan kita Yoon Hee-ya.. setelah kau tidak bisa mengontrol dirimu karena selalu memilihku, maka tugasku adalah untuk tidak memilihmu jika diberi pertanyaan seperti itu di media”

Yoon Hee mengerti, setelah dia tak bisa mengontrol dirinya sendiri memang tugas Lee Jin Wook lah yang mengatasi segalanya. Meskipun dia harus melakukannya dengan susah payah, karena terkadang Jin Wook sendiri tak bisa menyembunyikan wajah tersipunya setiap kali ditanya tentang Yoon Hee, namun jawaban-jawaban brilian nya selalu berhasil membuat orang-orang percaya jika Jin Wook dan Yoon Hee memang tidak ada hubungan apapun.

“Maafkan aku Oppa… karena tak bisa menjaga mulut besarku”

“Aku senang karena kau selalu memilihku” Jin Wook mengatakannya sambil mengerling nakal,,, haaa,, pria ini,,, seketika membuatnya merasa bersalah dan kemudian berhasil membuatnya sebal pada tingkahnya.

“Huh,,, kau menyebalkan”

Yoon Hee jadi cemberut karena komentar terakhir Jin Wook tentang pilihannya.

“Tapi Oppa… aku masih kesal padamu karena telah membuatku menunggu selama setengah jam di ruangan ini. Kau tega sekali membiarkan aku jatuh tertidur di sini”

“Aku memang sengaja menunggu mu tertidur Yoon Hee-ya, ternyata butuh waktu setengah jam untuk menunggumu tertidur karena kelelahan dan merasa bosan menungguku yang tak kunjung datang”

“Mwo? kau benar-benar sangat menyebalkan Oppa. Kenapa kau membiarkanku tertidur disini seperti orang bodoh?”

“Aku ingin kau terbangun karena mendengar suaraku menyanyikan lagu favoritemu dan memikirkanku saat kau terbangun dari tidurmu”

Tuh,,, kan Jin Wook selalu saja berhasil menghilangkan rasa kesal dan sebalnya. Tapi Yoon Hee tidak boleh terlihat lemah, dia harus tetap pura-pura kesal.

“Aku tetap masih kesal, kau harus membayarnya”

Yoon Hee pun memilikirkan sebuah ide brillian. Sepertinya ide itu akan sangat menarik jika benar-benar bisa diwujudkan^^

“Apa yang harus ku lakukan?”

“Berjanjilah Oppa… Kau mau memenuhi satu permintaanku saat malam pengantin kita” Kini giliran Yoon Hee yang tersenyum nakal. Akh… Yoon Hee mulai ketularan Jin Wook nih, hobi tersenyum nakal dan membuat akal bulus seperti ini.

“Ommo… senyummu sangat mencurigakan, apa yang ingin kau pinta?”

“R.A.H.A.S.I.A. Aku hanya akan mengatakannya saat malam pengantin kita, dan apapun pemintaanku kau harus setuju. OK?”

Jin Wook tampak berpikir, Hmm,, anggap saja sebagai hadiah pernikahan deh. “Baiklah, asal jangan yang aneh-aneh ya?”

“Kita lihat saja nanti” Yoon Hee lagi-lagi tersenyum misterius. Dia sudah membayangkan euphoria dirinya saat dia berhasil mewujudkan idenya ini dua minggu yang akan datang

_End of Flash Back_

***

“Bagaimana Oppa? Apa kau sudah ingat dengan janjimu?” Yoon Hee membuyarkan lamunan Jin Wook. “Akh,, iya,, aku berjanji untuk memenuhi satu permintaanmu malam ini kan?”

Yoon Hee tersenyum lalu mengangguk penuh semangat^^

“Jadi apa permintaanmu?”

Yoon Hee masih menatap dada telanjang Jin Wook sambil malu-malu. “Hmm,, sebaiknya Oppa berpakaian dulu, nanti kau masuk angin”
                                                                                                                                               
Jin Wook menatap sekilas keadaan dirinya. Yoon Hee benar juga, lebih baik dia memang memakai baju tidurnya dulu.

“Selama Oppa berpakaian, akan kubuatkan coklat hangat”

“Wae? Apakah kau tidak berani menontonku berpakaian?”

“Oppa! kau benar-benar menyebalkan! Aku tak peduli, pokoknya aku mau keluar kamar!”

Tanpa mendapat persetujuan Jin Wook, Yoon Hee segera turun dari tempat tidur dan bergegas menuju pintu. Melihat tingkah istrinya yang tampak gugup, mau tak mau Jin Wook tidak bisa menahan diri untuk tersenyum kecil. Akh… Yoon Hee-ya..

***

Jin Wook sudah memakai kaos abu-abu dan celana tidurnya saat Yoon Hee masuk ke kamar dengan membawa segelas coklat panas dan… Sebuah Camera Digital? Untuk apa Camera Digital itu? Jin Wook langung berpikiran liar, apakah istrinya itu bermaksud merekam malam pertama mereka? Ya Tuhan… dia tidak pernah menyangka jika Yoon Hee punya pikiran senakal itu.

Yoon Hee meletakan coklat panas dan kamera yang dibawanya nya di  meja dekat tempat tidur, kemudian duduk di depan Jin Wook yang duduk dengan berselonjor kaki  dan bersandar pada ujung tempat tidur mereka.

“Kau siap mendengarkan permintaanku Oppa?” Yoon Hee bertanya dengan suara yang dibuat-buat. Om My,, Entah mengapa Jin Wook jadi semakin yakin jika Yoon Hee akan meminta ijin padanya untuk merekam adegan malam pertama mereka. Huwaaaahhh… istri cantiku ternyata nakal juga ya^^

“Aku siap Yoon Hee-ya, katakanlah”

Yoon Hee tersenyu manis dan memberikan gelas berisi coklat panas itu pada suaminya. “Minumlah dulu Oppa, mungkin nanti kau akan haus”
“Tidak. Aku akan minum setelah mendengarkan permintaanmu” Jin Wook sungguh tak sabar mendengar permintaan istrinya itu.

“Kau yakin Oppa?”

“Yoon Hee-ya,, jangan bertele-tele”

“Hmm,, baik lah… Aku ingin…”

Yoon Hee menggantungkan ucapannya. “Tapi janji dulu Oppa, kau harus melakukan permintaanku ya?”

“Iya. Aku janji”

“Aku… aku… ingin kau menari dengan gerakan lagu anak-anak Gom Se Ma Ri*)”

“MWO???”

***

*) Gom Se Ma Ri adalah judul asli lagu anak-anak Korea Tiga Beruang Gom yang dinyanyikan Han Ji Eun di Full House dan baru-baru ini dinyanyikan oleh So Ji Sub dan Seo In Guk di Master of Sun tapi tanpa tariannya.

Hadehhh,,, itu Yoon Hee kesambet apa sih minta Jin Wook nari begituan,, kayak orang ngidam aja^^ Kira-kira Jin Wook mau melakukannya gak ya??

Di part-7 aku akan memunculkan konfliknya. Tapi akan tetap aku selingi beberapa flashback kisah cinta JinHee Couple ini. Semoga Kim Ji Suk udah bisa nongol di next part^^

Oh iya... akhirnya file mp3 nya lagu for couple just begun ketemu juga^^ udah aku upload ke 4shared, siapa tahu ada yang ingin mendengarkan lagunya. Ini linknya:


*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
5 Komentar untuk "JinHee Couple Fanfiction: Love is Not Obsession part 6"

waaa..pengen liat jin wook nari gom se ma ri,hihi

Hhhaahahaahhhahahahha
Yoon hee bener2 kocak.. Wkwkwkwk semangat utk melanjutkan teh... ^^

Gom se ma ri gom se ma ri wakakakakakakka.... Gayanya versi Lee Jin Wook kayak apa ya haha.... Jejingkrakan ala Han Ji Eun kah hahaha....

huwa... lagi2 di buat senyum2 ga jelas2 sama fanfic irfa hahhha
Jin Wook nyanyi Gom Se Ma Ri... jadi penasaran gaya Jin Wook hahhha

Gila Yoon Hee di sini kocak banget sih... bener2 deh... Lanjut Irfa

wah ... secara ku ketinggalan baca... jadi dah pada koment duluan soalnya q juga penasaran n kebayang lagi sama tuh lagu,... Gomsemari han ji eun... :)

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top