JinHee Couple Fanfiction: Love is Not Obsession part 9



Cerita fanfiction ini hanya fiksi belaka jika ada kesamaan tempat dan cerita itu adalah sebuah ketidak sengajaan. Sementara kesamaan nama dan profesi para tokohnya adalah disengaja. Untuk para fans para seleb yang aku jadikan cast di FF ini,, mian ya,,, karakter mereka bukanlah karakter yang sebenarnya, semua ini hanya karena imajinasi liarku saja^^

Sebelumnya di Love is Not Obsession:

Love is Not Obsession ~Misi Pertama~

Cast:
Lee Jin Wook as himself
Jo Yoon Hee as herself
Kim Hye Sung (OC) as Jo Yoon Hee Manager 
Kim Ji Suk as himself
Kim Yun Ah (OC) as Kim Ji Suk cousin
Choi Ji Woo as herself 



 *buat yang request gambarnya Choi Ji Woo*
Ehm,,, ternyata mereka cocok juga ya? #eh?

Yoon Hee bingung, apa yang harus dilakukannya? Haruskah dia menyapa Jin Wook dan lawan bicaraya? Dia benar-benar penasaran dengan wanita itu.

“Aniya,,, Jin Wook-ssi, aku tidak akan pernah mengatakannya padamu”

Yoon Hee tercekat. Dia mengurungkan niatnya untuk menghampiri Jin Wook dan wanita yang menjadi lawan bicaranya. Suara itu,,,, bukan kah itu suara…

“Ji Woo Noona,,, aku mohon sekali ini saja,,, katakan padaku apa alasannya?”

Benar…  wanita itu adalah Choi Ji Woo. Apa yang sedang dibicarakan Lee Jin Wook dengan Choi Ji Woo di lorong sepi sebuah klub malam?

 ***


Yoon Hee bersembunyi di balik tembok yang menuju lorong tempat Jin Wook dan Choi Ji Woo berbincang. Apa yang sebenarnya sedang mereka bicarakan? Mengapa Jin Wook sampai memohon-mohon seperti itu pada Choi Ji Woo.

“Noona,, katakanlah alasan yang sebenarnya, aku mohon!”

“Tidak. Aku tidak akan pernah mengatakannya. Semuanya sudah selesai Jin Wook-ssi. Aku tidak ingin membahasnya lagi. Apakah kau tak lelah terus menemuiku selama 3 hari ini hanya untuk menanyakan hal yang sama?”

3 Hari? Selama 3 hari Jin Wook menemui Choi Ji Woo dan mengabaikannya? Yoon Hee tiba-tiba punya pikiran buruk. Apakah…. sebenarnya Lee Jin Wook tak bisa melupakan Choi Ji Woo? Apakah dia hanya menjadikan Yoon Hee pelariaannya saja? Hati Yoon Hee terasa sakit, tanpa sadar matanya mulai berair.

Yoon Hee mencengkram tembok yang dia jadikan tempat persembunyiannya sejak tadi. Yoon Hee tidak pernah menyangka jika selama Jin Wook mengabaikannya dia malah mengejar Choi Ji Woo untuk mencari sebuah jawaban. Apa yang sedang dicari suaminya itu dari mantan kekasihnya? Jika dia masih mencintai Choi Ji Woo, tidak seharusnya Jin Wook menikahinya dengan buru-buru bukan?

“Bahkan setelah 3 hari pun Noona tidak mau berbaik hati padaku untuk mengatakan alasannya?”

“Untuk apa? Alasan itu tak akan mengubah apapun”

Tak ada jawaban dari Jin Wook. Mungkin dia sedang memikirkan alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan mantan kekasihnya itu.

“Aku membutuhkan alasan itu, untuk… untuk…”

Yoon Hee menanti dengan hati cemas dan was-was. Apa yang sebenarnya Jin Wook inginkan dari Choi Ji Woo, dia harus tahu. Meskipun itu nanti akan sangat menyakitkan baginya, tapi dia harus tahu.

“Jo Yoon Hee?”

Suara itu mengalihkan perhatian Yoon Hee. Dia tak tahu apakah akhirnya Jin Wook mengatakan alasannya atau tidak. Yoon Hee berbalik dan kaget melihat pemilik suara yang baru saja memanggilnya.

“Ji Suk Oppa?” lirih Yoon Hee saat mengetahui siapa orang yang memanggilnya.

“Apa yang kau lakukan disini Yoon Hee-ya?”

Yoon Hee jadi gugup dan panik, dia bingung harus mengatakan apa.

“Aku… aku…  aku permisi dulu Oppa”

Yoon Hee kemudian pergi begitu saja, dia bingung dengan kondisi hati dan pikirannya. Ini bukan saat yang tepat untuk berbicara dengan Kim Ji Suk.

“Jo Yoon Hee! Jo Yoon Hee!”

Yoon Hee mendengar panggilan Ji Suk, tapi dia memilih mengabaikannya. Lebih cepat pergi dari tempat itu akan lebih baik.

***

“Jo Yoon Hee! Joo Yoon Hee!”

Jin Wook mendengar Kim Ji Suk memanggil-manggil nama istrinya, dia menoleh ke arah suara itu berasal. Jo Yoon Hee? mengapa Ji Suk memanggil-manggil Yoon Hee? Apa Kim Ji Suk sedang menedapatkan telepon dari istrinya?

“Apa kau sudah menyerah Jin Wook-ssi?” pertanyaan Choi Ji Woo mengacaukan kekalutannya.

“Akh itu,, aniya,,, Noona,, katankanlah aku mohon”

“Tidak. Aku tidak akan pernah mengatakannya seumur hidupku”

Jin Wook merasa sangat putus asa dengan keras kepalanya Choi Ji Woo, tapi dia tidak boleh menyerah. Itulah yang dia pikirkan, hingga Kim Ji Suk datang.

“Choi Ji Woo sunbae-nim?” Ji Suk tampak kaget melihat Jin Wook bersama Choi Ji Woo, kemdian dia menatap kembali ke arah lorong tempat dia datang. Ada apa dengannya?

“Akh.. Kim Ji Suk-ssi… Syukurlah kau datang. Urus temanmu ini, yakinkan dia untuk tidak mencariku lagi”

Choi Ji Woo sangat berterimakasih atas kedatangan Kim Ji Suk, sehingga dia berhasil melepaskan diri dari Jin Wook.

“Jin Wook-ssi berhentilah mengganggu ku, aku tidak ingin tragedi masa lalu kembali terulang” Choi Ji Woo pun pergi meninggalkan Jin Wook yang kecewa dan Kim Ji Suk yang masih kebingungan.

“Apa yang kau lakukan dengan Choi Ji Woo di tempat sepi seperti ini?” Kim Ji Suk bertanya pada sahabatnya itu dengan nada penuh emosi.

“Lee Jin Wook, kau harus ingat, kau dan Yoon Hee…”

Belum sempat Ji Suk melanjutkan ucapannya, Jin Wook lansung menyela, “Akh,, Yoon Hee,,, aku dengar kau tadi memanggilnya, apa dia menelpon mu?”

Kim Ji Suk menghela nafas panjang, “Tidak… Aku tadi bertemu dengannya, dan aku rasa…. “ Kim Ji Suk menggaruk kepalanya sejenak, namun dia harus mengatakan itu pada Jin wook.

“Aku rasa dia melihatmu sedang bersama Choi Jin Woo di tempat sepi ini”

Jin Wook kaget mendengarnya, matanya membelalak tak percaya? Yoon Hee tadi disini? Melihatnya bersama Choi Ji Woo?

“MWO???”

***

Tak ada yang lebih menyakitkan bagi Yoon Hee selain mendapatkan pengkhianatan dari orang yang paling dicintainya. Dia pernah mengalami itu satu kali, haruskan dia mengalaminya lagi kali ini? Apakah Lee Jin Wook benar-benar telah mengkhianatinya dengan mantan kekasihnya? Yoon Hee tahu seharusnya dia meminta penjelasan pada Jin Wook, tapi emosi dan ketakutan membuatnya memilih untuk menghindari Jin Wook sementara waktu.

Setelah Kim Ji Suk memergokinya sedang menguping pembicaraan Jin Wook dan Choi Ji Woo, dengan hati terluka dia kembali ke ruangan tempat Hye Sung dan teman-temannya sedang bersenang-senang. Yoon Hee pamit pulang duluan pada Hye Sung, namun Hye Sung tidak bisa membiarkan Yoon Hee pulang sendiri. Jadi dia pun ikut pulang.

Yoon Hee tidak mengatakan apapun pada Hye Sung, meski dia tahu, Hye Sung pasti sadar ada yang salah dengan Yoon Hee. Namun Hye Sung tidak bertanya, dia tidak akan bertanya jika Yoon Hee tidak memulai bercerita. Hye Sung sangat mengerti dirinya, Yoon Hee pasti akan langsung bercerita jika memang ada masalah besar yang menghimpitnya, itu artinya masalah kali ini masalah yang masih bisa diatasinya.

Selama perjalanan pulang ke apartemen Yoon Hee, mereka duduk di mobil dengan saling terdiam. Dugaan Hye Sung kali ini salah, masalah yang dihadapi Yoon Hee bukanlah masalah kecil, namun Yoon Hee tidak bisa bercerita, dia tahu seberapa besar Hye Sung tidak menyukai pernikahannya dengan Jin Wook, apa jadinya jika Hye Sung tahu tentang apa yang dilihatnya hari ini. Yoon Hee memastikan Hye Sung akan menyuruhnya untuk mennggugat cerai Lee Jin Wook saat itu juga.

Tidak,,, bukan itu yang Yoon Hee inginkan. Dia hanya membutuhkan penjelasan, namun tidak sekarang. Yoon Hee ingin mempersiapkan dirinya terlebih dahulu, supaya bisa menerima apapun penjelasan Jin Wook dengan pikiran terbuka. Tapi saat ini,,, Yoon Hee lebih ingin menikmati dulu sakit hatinya.

Malam itu Yoon Hee nyaris tidak tidur, ponselnya terus berdering dari nomor yang bergantian antara Kim Ji Suk dan suaminya Lee Jin Wook. Keduanya tak ada yang Yoon Hee angkat, karena dia merasa Lee Jin Wook meminjam ponsel Ji Suk untuk menelponnya. Yoon Hee sedang tidak ingin berbicara dengan Jin Wook.

Yoon Hee mencoba menelaah perihal perasaannya pada Lee Jin Wook. Mengingat bagaimana susah payahnya dirinya membuat Jin Wook akhirnya mengatakan perasaan yang sebenarnya. Apakah harus mereka berakhir seperti ini? Pernikahan mereka bahkan belum genap berusia 2 bulan.

Ponsel Yoon Hee kembali berdering, bukan telepon,, melainkan sms yang masuk. Yoon Hee membukanya, itu sms dari Jin Wook, meski tak ingin berbicara dia ingin tahu penjelasan apa yang akan diberikan Jin Wook lewat sms.

“Jo Yoon Hee, angkat telepon ku… Kita harus bicara”

Itu saja? Dia tidak berusaha menjelaskan apapun? bahkan satu kalimat pun? Juga tidak ada permintaan maaf atau rasa bersalah? Entah mengapa Yoon Hee malah merasa semakin geram membaca pesan itu. Lee Jin Wook, jangan harap kita bisa menyelesaikan ini dengan mudah!!

***

Jin Wook terus mondar mandir di depan televisi dan menghalagi Kim Ji Suk yang sedang menonton. Dia cemas karena Yoon Hee tak juga mengangkat teleponnya, dia bahkan sudah meminjam ponsel Ji Suk untuk menelpon istrinya itu, tapi Yoon Hee tetap mengabaikan panggilannya. Apakah Yoon Hee benar-benar marah? Seberapa banyak yang dia lihat? Seberapa banyak yang dia lihat? Jin Wook benar-benar merasa tidak tenang. Yoon Hee tidak pernah seperti ini sebelumnya.

“Lee Jin Wook, berhentilah mondar-mandir seperti itu, aku sedang menonton”

Kim Ji Suk merasa kesal melihat kelakuannya sahabatnya itu. Dia tahu Jin Wook sedang cemas, tapi dia pikir dia layak mendapat perlakukuan itu dari Yoon Hee.

Lee Jin Wook menatap Ji Suk dan duduk di dekatnya, “Ji Suk,, menurutmu… Apa Yoon Hee sangat marah padaku? Mengapa dia bahkan tidak mau mengangkat teleponku?”

“Pastinya dia sangat marah, ekspresinya saat melihat kau dan Choi Ji Woo sunbae-nim benar-benar mengerikan” Tentu saja Kim Ji Suk berbohong, Yoon Hee sama sekali tidak mengerikan, dia malah terlihat menyedihkan saat melihat dirinya tiba-tiba datang.

“Ottoke??? Lalu bagaimana ini… aku harus menjelaskannya pada Yoon Hee.  Tapi dia malah tidak mau mengangkat teleponnya” Jin Wook semakin panik. Dia mencoba memikirkan cara lain. Dia tidak ingin Yoon Hee salah paham, dia harus segera menjelaskan segalanya.

“Salahmu juga, apa yang kau lakukan dengan Choi Ji Wook di tempat sepi itu”

“Ayolah,,, kau tahu apa alasanku, apa aku harus menjelaskannya padamu?” Jin Wook merasa frustasi, bahkan kini Kim Ji Suk pun mencurgainya? padahal dia tahu benar duduk perkaranya.

“Baiklah,,, tapi kau tetap salah karena mengabaikan Yoon Hee selama 3 hari ini”

Jin Wook terdiam, dia tidak bisa membantah. Dia sadar, yang satu itu adalah kesalahannya. Tapi bagaimana lagi, dia bahkan tidak ingat bahwa ponselnya tertinggal di rumah setelah mendapatkan telepon menyebalkan itu.

Selama 3 hari dia pun sibuk syuting dan mengejar Choi Ji Woo, dia bahkan benar-benar lupa jika malam ini adalah jadwalnya pulang ke apartemen yang ditempatinya bersama Yoon Hee.

***

“Lalu sekarang aku harus bagaimana? Apakah aku harus mendatangi apartemennya?” Jin Wook mendapat Ji Suk.

“Ku gila? Lalu wartawan akan mengetahui skandal kalian? Dan hubunganmu dengan Yoon Hee diketahui oleh publik? Lalu apa  gunanya pernikahan diam-diam kalian itu?” Ji Suk mengingatkan Jin Wook pada tujuannya mendesak Yoon Hee segera menikah dengannya agar mereka bisa menikah diam-diam dengan alasan menunggu Yoon Hee menyelesaikan kontrak kerjanya dengan produk diet itu.

Lagi-lagi Jin Wook terdiam. Semua yang dikatakan Ji Suk benar, dia tak mungkin menghancurkan semua rencananya karena kemarahan Yoon Hee hari ini. Dia harus mencari cara lain.

“Hye Sung Noona,,, aku harus menelponnya. Benarkan?” Jin Wook mendapatkan ide yang menurutnya sangat brilliant itu.

“Lakukanlah… dan aku yakin dia akan meyakinkan Yoon Hee untuk segera menceraikan mu setelah tahu apa alasan Yoon Hee tak mau mengangkat teleponmu” Kim Ji Suk tersenyum mengejek ide gila itu. Mengapa Jin Wook tak pernah belajar sih, bahkan Hye Sung sudah mengancam akan membunuh Jin Wook jika dia tega menyakiti hati Yoon Hee sekali saja.

Kim Ji Suk tahu dengan pasti manajer Yoon Hee itu sedang mencari celah kesalahan Lee Jin Wook untuk membuat Yoon Hee meninggalkan sahabatnya itu. Sejak Yoon Hee dan Jin Wook meresmikan hubungan mereka berdua, Hye Sung selalu memperlihatkan rasa tidak suka nya dengan sangat jelas.

“Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?” Jin Wook mengusap wajahnya yag tampak frustasi.

“Biarkan saja dulu” Kim Ji Suk menjawab dengan mudahnya.

“Biarkan? Biarkan apa maksudmu? Biarkan Yoon Hee terus salah paham?” Jin Wook bingung sekaligus geram dengan jawaban Ji Suk.

“Biarkan Yoon Hee berpikir. Dia wanita yang cerdas, untuk sesaat dia mungkin syok, tapi aku yakin beberapa hari lagi dia yang akan mencarimu untuk mendapatkan penjelasan”

Jin Wook menatap bingung pada sahabatnya itu. Dia tidak ingin Yoon Hee salah paham, dia ingin segera menjelaskannya pada Yoon Hee, bagaimana bisa Ji Suk memberinya saran untuk membiarkannya dulu.

“Aku tak mengerti, bukan kah akan lebih baik jika aku segera menjelaskannya pada Yoon Hee?” Jin Wook mengemuka kan pendapatnya.

“Lalu apakah Yoon Hee akan menerima penjelasanmu saat pikirannya masih kalut? Tidak Jin Wook-ssi. Kau memang harus berbicara dengannya, tapi tidak sekarang, saat Yoon Hee tidak ingin bertemu maupun berbicara dengannya. Jika kau memaksakan diri, bukan kah itu akan menjadi masalah besar dan sangat berbahaya bagi Yoon Hee?”

Lee Jin Wook mencoba mencerna pendapat sahabatnya itu. Ya,,, lagi-lagi Kim Ji Suk benar. Bagaimana bisa sahabatnya ini begitu memahami permasalahannya dengan Yoon Hee?

“Apakah kau yakin, Yoon Hee akan meminta penjelasan padaku?”

“100% yakin, tunggu saja. Jangan ganggu dia terus, dialah yang akan lebih dulu menghubungimu”

“Bagaimana bisa kau seyakin itu Ji Suk-ah?” Jin Wook bertanya saking penasarannya.

Ji Suk menoleh pada sahabatnya lalu berkata, “Karena di mataku sikap kalian berdua seperti cerminan perasaan kalian”

“Nde?”

“Lee Jin Wook, kau pikir apa yang membuatku berhasil membuatmu bersatu dengan Yoon Hee? Itu karena aku bisa membaca perasaan kalian berdua denga mudah dari sikap kalian di hadapanku”

***

_Flash Back_ Februari 2013

Ji Suk menatap Jin Wook dan Yoon Hee yang sedang berakting, mereka beberapa kali melakukan NG, dan tertawa kemudian. Namun,,, Ji Suk bisa melihatnya, kegugupan dalam diri Jo Yoon Hee. Ji Suk tersenyum kecil.

“Oppa, apakah mereka masih lama?” Yun Ah baru saja datang dari toilet. Ji Suk berada di lokasi Nine atas desakan gadis ini yang minta diantar untuk menemui Jin Wook. Sejak Syuting Nine, Jin Wook nyaris tidak pulang, dia lebih sering menginap di lokasi syuting ke timbang pulang ke rumah. Itulah sebabnya sejak kedatangan Yun Ah ke Korea, Jin Wook sama sekali tidak sempat menemui sepupunya Kim Ji Suk itu.

“Aku rasa sebentar lagi, bersabarlah Kim Yun Ah, aku sudah merelakan waktu liburku untuk menemanimu kemari, jadi jangan merengek lagi”

Yun Ah cemberut, karena omelan itu. Sepupunya ini bahkan lebih sering mengomelinya dari pada menemaninya jalan-jalan selama dia berada di Korea. Yah,, dia mengerti Ji Suk juga sedang sibuk syuting, tapi dirinya kan tidak pulang ke Korea setiap bulan, bahkan rutin setiap tahun pun tidak.

Yun Ah tidak akan menyia-nyiakan kepulangannya kali ini, bagaimanapun juga dia harus mendapat kepastian dari Jin Wook. Jika tidak maka dia dengan terpaksa harus mengikuti keinginan orang tuanya.

“CUT. OK” suara Sutradara Kim Bung Soo membuat Yun Ah berseri-seri. Mereka sudah selesai syuting^^

Yoon Hee yang sudah menyadari keberadaan Ji Suk dan Yun Ah di lokasi syuting mendekati mereka. “Kalian sudah datang?” Yun Ah menyambut Yoon Hee dengan senyum cerianya, “Nde… aku sangat kangen pada mu Yoon Hee-ya”

Yoon Hee mencibir, “Jangan berbohong, aku tahu siapa yang membuatmu nekat datang kesini Kim Yun Ah” Yoon Hee melirik Jin Wook yang masih berdiskusi dengan dengan sutradara. Yun Ah jadi tersipu malu.

Setelah melihat Jin Wok tidak lagi berbicara dengan Sutradara Yun Ah segera mendekat ke arah Jin Wook, karena tidak sabar hanya menunggunya di tempat itu.

“Yun Ah sepertinya benar-benar terobsesi dengan Jin Wook Oppa” Yoon Hee berbicara pada Kim Ji Suk.

“Lalu bagaimana dengamu?” tanya Kim Ji Suk mengejutkan Yoon Hee

“Mwo?? apa maksudmu Kim Ji Suk-ssi?”

“Apa kau tidak memiliki perasaan lain pada Lee Jin Wook?”

“Aniya… tentu saja tidak. Kami bekerja secara professional” Yoon Hee mendadak gugup karena kata-kata Kim Ji Suk sangat tepat sasaran.

“Benarkah? Tapi di mataku, kau terlihat seperti memujanya”

Yoon Hee jadi semakin gugup. Apakah gelagatnya benar-benar seperti itu? Bagaimana Kim Ji Suk bisa menangakap perasaannya untuk Jin Wook, padahal dia sudah berusaha menyembunyikannya rapat-rapat. Bahkan Hye Sung saja tidak bisa menyadarinya.

“Jo Yoon Hee-ssi, kau ingin aku membantumu membuat Jin Wook tergila-gila padamu?” Kim Ji Suk berbisik menawarkan hal itu secara tiba-tiba.

Yoon Hee menatap Kim Ji Suk dengan mata terbelalak, dia kaget dengan tawaran itu, bagaimana bisa Kim Ji Suk berpikiran seperti itu, ada apa dengan pria itu? Sementara itu Kim Ji Suk hanya memamerkan senyum nakalnya. Apakah pria ini sedang mempermainkannya Yoon Hee?

***

Yoon Hee menatap layar ponselnya, dia ragu-ragu menghubungi nomor yang ditatapnya sejak tadi. Dia ingin menghubungi Kim Ji Suk. Setelah memberikan penawaran aneh padanya Kim Ji Suk nyaris tak pernah membicarakan tawaran itu lagi, bahkan setelah mereka beberapa kali bertemu saat mereka makan siang bersama Yun Ah dan Jin Wook.

Seminggu kemudian, Yoon Hee yang penasaran dengan penawaran itu, akhirnya menghubungi Kim Ji Suk, dia meminta penjelasan, apa maksud Kim Ji Suk mengatakan hal itu padanya? Apakah Kim Ji Suk hanya bercanda saja? Atau berniat mempermainkan Yoon Hee?

“Kau benar-benar menyukai Jin Wook, ya? Jika tidak, kau tidak akan seperti ini” Itu komentar pertama Ji Suk, huaaah ternyata pria ini sama menyebalkannya dengan sahabatnya. Untung saja mereka hanya berdua di privat room di Restoran itu, jika tidak mungkin pengunjung lain sudah sangat tertarik pada topic yang mereka bicarakan. *Bintang utama Nine telibat skandal bahkan sebelum dramanya ditayangkan*

“Kim Ji Suk-ssi, aku bertanya dengan baik-baik. Jadi jangan mengalihkan topik pembicaraan” Yoon hee menahan rasa geram di hatinya.

“Aku tidak mengalihkan topik. Aku sedang memastikan perasaanmu Yoon Hee-ya…”

Mwo? Yoon Hee-ya? berani sekali dia memanggil Yoon Hee seperti itu.

“Yoon Hee-ya? bagaimana kau sangat lancang seperti itu?” Yoon Hee semakin geram.

“Wae? Apakah hanya Jin Wook yang boleh memanggilmu seperti itu? Heeeuuuhh,,, kalian berdua sangat lucu, saling menyukai tapi sama-sama menahan diri. Apakah terlibat skandal sungguh menakutkan?”

Yoon Hee jadi bingung, apa maksudnya itu, Mereka berdua saling menyukai? Siapa? Dirinya dan Lee Jin Wook? Tidak. Itu Tidak mungkin. Jin Wook memang sangat baik padanya dan memperlakukannya dengan penuh perhatian. Tapi sejak awal Lee Jin Wook telah mengatakan padanya, jika semua perlakuannya itu adalah untuk membangun Chemistry diantara mereka bedua sebagai Sun Woo dan Min Young.

“Apa maksudmu kami berdua saling menyukai?”

“Kau… menyukai nya kan? Akui saja itu.”

Yoon Hee terdiam, ya… dia mengakuinya. Dia memang menyukai Lee Jin Wook, tapi tidak ingin mengembangkan perasaan itu lebih lanjut. Yoon Hee berniat membuang semuanya setelah syuting Nine berakhir.

“Dan Lee Jin Wook pun,,, aku rasa… dia menyukaimu juga. Walau dia tak pernah mengatakannya, tapi dia menujukan gelagat tak biasa jika menyangkut tentang dirimu”

Yoon Hee semakin tak mengerti dengan apa yang dikatakan Ji Suk? gelagat tak biasa? Apa maksudnya itu?

“Kau,,, satu-satunya aktris yang selalu dia bicarakan setiap kami bertemu. Ada saja yang dia biacarakan tentangmu, setiap kami membicarakan sesuatu, maka Jin Wook akan menghubungkannya denganmu”

Tidak tahu apa yang harus dia katakan dia hanya menatap Kim JI Suk dengan mata nyalang, haruskan dia mempercayai itu. Gelagat tak biasa apanya? Bisa saja Jin Wook seperti itu memang hanya merasa nyaman saat membicrakannya. Dulu pun dia selalu membicarakan Lee Hee Joon pada Hye Syung, tapi tidak berarti dia benar-benar menyukai sunbe nya itu.

“Jin Wook tak pernah seperti ini sebelumnya, jadi aku ingin memastikan perasaannya padamu juga. Aku tidak akan memaksa Yoo Hee-ya, jika kau memilih hanya menyimpan perasaan itu dan melupakannya setelah kalian selesai syuting, aku akan menghormati keputusan mu”

Yoon Hee menarik nafas panjang, dia masih bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Dia memang menyukai Jin Wook, tapi mengambil resiko kembali sakit hati saat tahu Jin Wook tak menyukainya seperti yang dia harapkan, apakah itu akan baik bagi hidupnya? Bolehkah dia mencobanya? Memastikan perasaan Lee Jin Wook padanya seperti yang dikatakan Kim Ji Suk?

“Sepertinya kau masih harus lebih banyak berpikir, hubungi aku dua hari lagi, apapun keputusanmu”

Apapun keputusannya, Yoon Hee harus tetap menghubungi Kim Ji Suk bukan?

Yoon Hee memantapkan hatinya, ini sudah dua hari dan dia harus memberikan keputusannya pada Kim Ji Suk. Yoon Hee menekan tombol dial dan mendekatkan ponsel ke telinganya.

“Yobseo,,, Kim Ji Suk-ssi, aku… menerima tawaranmu”

***

Misi Pertama: Buat dia Penasaran

Kim Ji Suk menjelaskan pada Yoo Hee, bahwa bantuan yang akan dia berikan bertujuan untuk mengetahui perasaan Lee Jin Wook pada Yoon Hee dari reaksi yang dia tunjukan pada beberapa perlakuan bertahap yang sudah dia susun dengan baik.

Jika Jin Wook tidak menunjukkan reaski yang sebagaimana mestinya, maka misi itu dihentikan. Tak akan ada kelanjutannya, karena itu berarti apa yang di duga Kim Ji Suk tidak benar adanya. Artinya, Yoon Hee harus menerima konsekuensi nya bahwa dia hanya bertepuk sebelah tangan menyukai pria itu.

Misi pertama adalah membuat Jin Wook penasaran pada apa yang dilakukan Yoon Hee dengan seorang pria di luaran sana. Jin Wook tahu dengan jelas, Yoon Hee tak memiliki kekasih seperti dirinya. Lalu bagaimana reaksinya, jika dia tahu Yoon Hee akan pergi berdua dengan seorang pria yang sebelumnya tidak akrab dengan Yoon Hee?

Bertanya-tanya. Memperingatkan Yoon Hee untuk berhati-hati. Apalagi jika Jin Wook mengenal pria itu dengan baik. Maka Ji Suk mengorbankan dirinya untuk menjadi pria pura-pura yang dekat dengan Yoon Hee.

Yoon Hee membereskan barang-barangnya, hari ini Hye Sung tidak ikut bersamanya ke tempat syuting, karena harus membereskan beberapa hal di Fantiago. Yoon Hee sudah menyelesaikan syuting bagiannya, biasanya dia akan menunggu di lokasi syuting hingga Hye Sung menjemputnya. Tapi tidak begitu dengan hari ini. Yoon Hee sedang bersiap-siap untuk pulang.

“Kau mau pulang?” Jin Wook bertanya keheranan

“Nde Oppa, syuting ku sudah selesai”

“Tidak menunggu Hye Sung Noona?”

“Aniya… hari ini aku ada janji”

“Janji? Janji apa?”

“Menemani Kim Ji Suk berbelanja”

“Kim Ji Suk? Sejak kapan kalian menjadi dekat?” Lee Jin Wook terdengar sangat kaget mengetahui Yoon Hee akan pergi bersama Kim Ji Suk.

“Hmmm,,, sejak aku tahu dia adalah sepupu Yun Ah, kami bertiga sering pergi besama”

“Apa Yun Ah ikut bersama kalian hari ini?”

“Tidak… dia ada urusan lain. Baiklah… Oppa… aku pergi dulu”

“Yoon Hee-ya,,, tunggu… Kau… berhati-hatilah pada Kim Ji Suk”

“Wae?” Yoon Hee mengerutkan keningnya

“Tidak ada alasan khusus… hanya…. berhati-hati saja…”

“Akh… Araso Oppa. Aku pergi”

Yoon Hee pun pergi meninggalkan Lee Jin Wook dengan senyum kecil di bibirnya. Misi 1 Selesai.

_Flash back End_

TBC

***

Maaf kalo part ini agak kepanjangan ya^^ susah ngecut nya, Gimana? Apa Lee Jin Wook sudah terlihat cemburu? Dia gak suka Yoon Hee deket sama Kim Ji Suk, karena cemburu tidak rela Yoon Hee dekat dengan cpria lain, atau karena dia gak rela Kim Ji Suk direbut Yoon Hee ya? hahahahaha...

Sampe Jumpa di part berikutnya^^

4 Komentar untuk "JinHee Couple Fanfiction: Love is Not Obsession part 9"

hahahha....ngakak bca yg bagian terakhir,,itulah cra yg utma buat nyari tahu klw tuh cwo zka ap ngga ma kta...seru2 mba irfa.. dilanjut yaah mba.. :D FIGHTING!!
ku tetap zetia menunggu FF'y mba..

Ceritanya Luar biasa mbak Irfa... Kreatif dan Kocak banget,,, Coba kalau benar2 di Filmkan,,, wahhh, Nine bisa Kalah lho mbak,,, hehehee Salut banget sama mbak Irfa...

Kebut express baca fanfic nya part 7-9 hahhha...
nih seru juga... ada CJW n KJS nya juga... hahha KJS jadi White Rabbit kaya di CDDA, white rabbit nya JYH n LJW...

Irfa misi pertama.. buat penasara... hahah bisa di jadiin panduan dlm kehidupan nyata.. ckckckkck
Bener2 kreatif n Kocak nih Irfa hehhe

Mba Irfa, kapan JinHee couplenya diterusin lg?
Aq tiap hari buka blog mba irfa tp blom ada juga :(
Ditunggu secepatnya ya mba irfa.
Salam kenal wulan.....

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top