JinHee Couple Fanfiction: Love is Not Obsession part 21


Cerita fanfiction ini hanya fiksi belaka jika ada kesamaan tempat dan cerita itu adalah sebuah ketidak sengajaan. Sementara kesamaan nama dan profesi para tokohnya adalah disengaja. Untuk para fans para seleb yang aku jadikan cast di FF ini,, mian ya,,, karakter mereka bukanlah karakter yang sebenarnya, semua ini hanya karena imajinasi liarku saja^^ 

Sebelumnya di Love is Not Obsession:

Love is Not Obsession ~Memory~

Cast:
Lee Jin Wook as himself
Jo Yoon Hee as herself
Mrs. Jo (OC) as Yoon Hee Mother
Kim Ji Suk as himself
Park Jae Shin (OC) as Shin
Kim Hye Sung (OC) as Jo Yoon Hee Manager



“Apa katamu? Shin memintamu menyetujui kesepakatan seperti itu?” Kim Hye Sung kaget saat Jin Wook memberitahunya tentang apa yang dikatakan Park Jae Shin padanya bahwa dia harus menceraikan Yoon Hee jika Yoon Hee tidak mengingatnya setelah dia melahirkan.

Jin Wook memutuskan untuk mendiskusikan ini dengan Kim Hye Sung dan Kim Ji Suk untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Saat ini, yang bisa dilakukannya hanyalah mengikuti keinginan Park Jae Shin, dan jika dia tidak berhasil, dia akan mencari cara lain untuk tetap mempertahankan Yoon Hee dan anaknya di sampingnya. Bagaimanapun dia tidak akan rela jika dia harus menyerahkan mereka pada Park Jae Shin.

“Dia benar-benar tidak tahu diri. Apakah dia lupa apa yang sudah dilakukannya pada Yoon Hee 5 tahun yang lalu. Bahkan jika Yoon Hee memaafkannya, aku tidak akan pernah memaafkannya seumur hidupku” Kim Hye Sung terlihat lebih kesal dari Jin Wook dalam menyikapi hal ini. Jin Wook menyadari satu hal, Kim Hye Sung mengetahui alasan Shin dan Yoon Hee membatalkan pertunangan mereka 5 tahun lalu.

“Noona,,, kau tahu apa alasan Yoon Hee dan Park Jae Shin berpisah 5 tahun lalu kan? Katakan padaku, apa yang sebenarya terjadi” Jin Wook malah jadi lebih penasaran dengan hal itu.

Kim Hye Sung menyadari dirinya telah melakukan kesalahan, dia sudah berjanji pada Yoon Hee untuk merahasiakan semua itu. Tapi Jin Wook adalah suami Yoon Hee, Hye Sung merasa tak ada salahnya jika dia memberitahukan hal ini pada Jin Wook.

“Akh… itu… engghh,, berjanjilah,, kalian tidak akan mengatakan ini pada orang tua Yoon Hee” Hye Sung melirik Jin Wook dan Ji Suk bergantian.

“Kami berjanji” Jin Wook dan Ji Suk mengatakannya bersamaan. *Akh,, kompak sekali dua sahabat ini*

“5 tahun lalu,,, Yoon Hee melihat Shin tidur dengan salah satu teman model Yoon Hee, Lee Ae Ri”

“Mwo?” Jin Wook dan Ji Suk kaget mendengar penyebab hancurnya hubungan Shin dan Yoon Hee.

“Hari itu Yoon Hee berniat memberikan kejutan di hati ulang tahun Shin, sepulang syuting… diam-diam dia datang ke aparteman Shin dengan membawakan kue kesukaannya. Tapi yang dia liat adalah Shin yang sedang bersama Lee Ae Ri di tempat tidur Shin”

“Shin berusaha menjelaskan pada Yoon Hee, jika malam itu, dia dan Lee Ae Ri sama-sama mabuk dan akhirnya melakukan hal itu. Shin berusaha meminta maaf pada Yoon Hee. Bahkan Lee Ae Ri pun menemui Yoon Hee dan mengatakan dia dan Shin sama sekali tidak memiliki perasaan apapun. Apa yang terjadi malam itu hanya karena mereka mabuk”

“Tapi Yoon Hee tidak bisa menerima Shin kembali sebagai kekasihnya. Yoon Hee tidak bisa mengembalikan kepercayaannya pada Shin. Dia tidak percaya jika Shin yang selama ini menghormatinya bisa dengan mudahnya terpengaruh nafsu kelaki-lakiannya saat bersama Lee Ae Ri”

“Shin akhirnya menyerah dia memilih meninggalkan Yoon Hee, apalagi,,, ternyata Lee Ae Ri hamil. Shin berniat bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan. Tapi,,, Shin juga tidak ingin mengecewakan orang tuan Yoon Hee. Karena itu, Shin membawa Lee Ae Ri ke Jepang, tapi yang ku dengar .. Lee Ae Ri menggugurkan kandungannya tanpa sepengetahuan Shin. Dia tidak ingin karir modelnya hancur karena kesalahan satu malamnya. Aku tidak tahu bagiamana hubungan Shin dan Ae Ri pada akhirnya”

“Setelah Shin pergi bersama Ae Ri ke Jepang, Yoon Hee mengalami depresi dan insomnia berlebihan. Dia tidak menunjukkan nya saat berada di luar rumah, tapi setelah tiba di rumah Yoon Hee sering berteriak histeris dan menangis semalaman. Selama ini,,, Shin terlalu protekif menjaganya, sehingga Yoon Hee tidak pernah mendapat masalah berat dalam hidupnya. Tapi siapa sangka, malah Shin yang memberikan masalah terberat dalam hidup Yoon Hee”

“Apakah cerita itu nyata?” Jin Wook tiba-tiba menyela. Entah mengapa dia tidak bisa mempecayainya, melihat sikap Yoon Hee pada Shin saat mereka makan siang bersama, juga dari cara Yoon Hee membicarakan tentang Shin padanya, cerita itu sama sekali tidak masuk akal.

“Apa maksudmu Lee Jin Wok-ssi? Apa kau pikir aku berbohong?”

“Bukan begitu,, hanya saja ,,, Saat aku melihat Yoon Hee bersama Shin 6 bulan yang lalu, Yoon Hee sama sekali tidak terlihat membenci Shin”

“Yoon Hee memang tidak pernah membenci Shin. Dia tahu, Shin memang bersalah dalam hancurnya hubungan mereka 5 tahun lalu. Tapi dia juga sadar, dia juga bersalah, karena tidak bisa memaafkan Shin dan memilih menyiksa perasaannya sendiri. Setelah melakukan terapi dengan Psikiater, Yoon Hee tidak lagi membenci Shin, dia masih menganggap Shin sebagai kakak yang selama ini selalu melindunginya, dia tidak akan pernah melupakan hal itu. Namun,, dia tidak bisa lagi mempercayai Shin sebagai seorang kekasih dan akhirnya dia malah memiliki trauma tentang berhubungan serius dengan seorang pria”

“Terserah kau percaya atau tidak padaku Jin Wook-ssi, tapi aku menceritakan yang sebenarnya. Aku yang berada di samping Yoon Hee saat dia harus melewati masa sulit itu. Kini Yoon Hee sudah lebih dewasa, buktinya beberapa kali dia memaklumi 1000 kesalahan yang kau lakukan. Aku bahkan penasaran pelet apa yang kau gunakan hingga di mata Yoon Hee kau tidak pernah salah”

“Tapi pada akhirnya kau juga membuat Yoon Hee menderita dan membuatnya hilang ingatan? Akh,, Yoon Hee tidak pernah beruntung jika berurusan dengan pria”

Jin Wook tidak bisa membantah apapun. Hye Sung benar, dia pun sudah membuat Yoon Hee menderita selama ini. Dan tentang masalah Shin dan Yoon Hee, Jin Wook tidak ingin berpikir apa-apa, itu masa lalu mereka. Yoon Hee sudah mengatasi masa sulitnya dengan baik. Saat ini yang harus dia lakukan adalah bagaimana caranya mengembalikan ingatan Yoon Hee.

“Mianne Noona,, aku tidak tahu jika Park Se Ra akan senekat itu. Tapi,,, biar bagaimana pun semuanya sudah terjadi. Dan yang sangat ingin aku lakukan saat ini adalah mengembalikan ingatan Yoon Hee. Menurut kalian, apa yang harus aku lakukan untuk mengembalikan ingatannya?”

“Bawalah Yoon Hee ke tempat-tempat kenangan kalian Jin Wook-ah” Itu ide dari Kim Ji Suk.

“Itu juga yang aku pikirkan, tapi,,, setelah aku ingat-ingat, aku dan Yoon Hee sama sekali tidak memiliki tempat kenangan. Sejak berkencan kami hanya menghabiskan waktu kami di Apartemen”

“Sshh,, kau benar Jin Wook-ssi, kalian berdua itu nyaris tidak pernah pergi berkencan ke tempat-tempat menarik, dan lagi,,, kau tidak bisa membawa Yoon Hee ke apartemen kalian saat ini”

“Itulah mengapa aku mendiskusikan hal ini dengan kalian berdua, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan  untuk membuat Yoon Hee mengingatku”

Jin Wook, Ji Suk dan Hye Sung kemudian terdiam bersama-sama. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

“Jin Wook-ah… sebaiknya kau lebih sering meluangkan waktu mu untuk mengunjungi Yoon Hee di rumahnya. Siapa tahu dengan kalian lebih sering bersama, ingatan Yoon Hee akan segera pulih” Lagi-lagi Kim Ji Suk memberikan ide. Hye Sung dan Jin Wook saling berpandangan, lalu mereka sama-sama tersenyum. Sepertinya ide itu lebih baik dari ide yang tadi.

***

Lee Jin Wook menatap pintu gerbang kediaman keluarga Jo. Setelah dia meninggalkan In Ju, ini akan menjadi pertemuan pertamanya dengan Yoon Hee sebagai Jo Yoon Hee, Jin Wook bingung bagaimana harus bersikap. Sebenarnya dia sangat ingin memeluk Yoon Hee, tapi tentu saja dia tidak mungkin bisa melakukan hal itu.

Pintu gerbang itu sudah terbuka setelah Jin Wook memencet bel dan mengatakan siapa dirinya. Ibu Yoon Hee membuka kan pintu itu dari dalam untuk nya. Dengan ragu, Jin Wook membukanya dan masuk dengan pelan-pelan.

Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah Yoon Hee yang sedang duduk di kursi taman sambil merajut sesuatu. Dia tampak cantik dengan balutan baju hamil yang sepertinya dibelikan Ibunya. Ibu bercerita jika dia belum mengijinkan Yoon Hee keluar dari rumah, bagaimana pun orang-orang akan menyadari Yoon Hee adalah Jo Yoon Hee jika dia bekeliaran sembarangan di luar rumah.

Yoon Hee tampak menikmati kegiatannya, apa yang sedang di rajutnya? Dia bahkan tidak tahu jika Yoon Hee pandai merajut, ataukah dia mempelelajarinya selama 6 bulan ini?

“Lee Jin Wook-ssi” Yoon Hee memanggil Jin Wook dengan penuh suka cita. Jin Wook tersenyum membalas sapaan itu. Dia mendekati Yoon Hee.

“Apa yang sedang kau lakukan?”

“Membunuh waktu. Hidup di Seoul ternyata sangatlah membosan kan”

Jin Wook dan Yoon Hee kemudian tersenyum bersama. Jin Wook duduk di samping Yoon Hee dan melihat rajutan yang dikerjakannya.

“Akh,, sepatu bayi? Kau pasti tidak sabar menunggu kelahirannya”

“Nde, aku sangat sangat tidak sabar. Sejak di Seoul dia semakin sering menendang-menendang seolah ingin cepat keluar” Nada bahagia terdengar dari perkataan Yoon Hee. Akh,, Jin Wook juga ingin segera melihat jagoan kecilnya. Ibu Mertunya sudah memperlihatkna foto USG anaknya. Dia akan memiliki seorang putra, jagoan kecil buah cintanya dengan Yoon Hee, namun,,, Yoon Hee bahkan tidak ingat jika Jin Wook adalah Ayah dari anaknya.

“Dia pasti sangat tidak sabar bertemu dengan Ayah dan Ibunya” Jin Wook mencoba memancing berharap Yoon Hee sedikit demi sedikit mengingat siapa ayah anak itu sebenarnya.

“Kau benar, tapi,,, kadang aku sedih melihat ekspresi Shin Oppa setiap kali aku membicakan bayi ini”

“Kenapa?”

“Dia selalu memasang ekpresi tidak antusias, seolah ingin mengatakan, ‘kita tidak usah membicarakannya Yoon Hee-ya, ada banyak hal lain lagi yang bisa kita bicarakan’ Sepertinya Shin Oppa benar-benar merasa terganggu dengan kehamilanku, dan Bayi ini pun merasakan rasa tidak suka itu”

“Ottoke? Dia bahkan belum lahir ke dunia ini”

“Urri Eagi,,, tidak pernah menunjukan reaksi apapun saat Shin Oppa bersamaku, padahal jika kami hanya berdua saja dia sering kali menunjukkan keberadaannya dengan gerakan-gerakan yang membuat ku takjub”

Jin Wook tertegun. Anaknya benar-benar pintar. Dia bahkan menunjukkan rasa tidak sukanya dengan baik pada orang yang sudah menculik ibunya dari Ayahnya.

“Ommo,,,”

“Wae-yo Yoon Hee-ya?,, Akh,, Ani,, maskudku,, Park Yoon,, Ani,,, Jo Yoon Hee-ssi” Jin Wook seketika panik mendengar Yoon Hee berseru tiba-tiba.

“Dia menendang. Sepertinya,,, dia menyukaimu Jin Wook-ssi. Aku merasakan dia melakukan atraksi kecil di dalam sana setiap kali kita bertemu, tapi kali ini dia benar-benar antusias”

Jin Wook merasa sangat terharu mendengarnya. Oh My,,, anak itu benar-benar mengenali Ayahnya dengan baik.

“Bolehkah aku menyentuhnya?,,, aku ingin merasakan gerakannya Yoon Hee-ya,, akh,, maksudku Yoon Hee-ssi”

“Lee Jin Wook-ssi, jika kau ingin memanggilku Yoon Hee-ya,, aku tidak keberatan. Omma bilang sebelum aku hilang ingatak hubungan kita cukup dekat”

“Kau ingin menyentuhnya, sini…” Yoon Hee kemudian mengambil tangan Jin Wook dan meletakannya di perutnya. Bayi dalam kandungan Yoon Hee kembali menendang.

“Akh,,, kau benar. Dia sangat aktif. Apakah itu artinya dia menyukaiku?” Jin Wook tampak excited karena bisa merasakan gerakan putranya dalam kandungan Yoon Hee.

“Nde,,, aku rasa begitu. Jika aku merasa senang, dia selalu menunjukkan reaksi seperti itu. Dia pasti menyukaimu, karena kau orang yang baik. Aku… bahkan belum sempat berterima kasih atas kebaikan mu”

Jin Wook melepaskan tangannya dari perut Yoon Hee. Dia tidak ingin lepas kendali dengan tiba-tiba merengkuh Yoon Hee ke pelukannya.

“Lee Jin Wook-ssi, Gomawo, karena dirimu akhirnya aku bisa bertemu dengan keluarga ku dan memiliki kesempatan untuk mengingat masa lalu ku lagi”

“Akh itu,, aku sama seklai tidak melakukan apapun. Takdir lah yang menuntun pertemuan kita”

“Shin Oppa sudah menceritakannya padaku. Aku dan Shin Oppa menikah tanpa persetujuan orang tuaku, karena Shin Oppa adalah kakak angkatku. Ku dengar,,, bahkan Omma mencoba menjodohkan ku dengan mu apakah itu benar?”

“Nde?” Jin Wook kaget mendengarnya, siapa yang mengarangkan cerita itu untuk Yoon Hee? Jadi perannya kali ini adalah pria yang akan di jodohkan dengan Yoon Hee tapi di tolak oleh nya? Ini benar-benar menggelikan.

“Siapa yang mengatakan itu?”

“Omma. Dia bilang kau adalah putra sahabatnya, dan Omma sangat menyukaimu, hingga berharap bisa memiliki menantu seperti mu. Tapi aku adalah gadis bodoh yang mencintai kakak ku sendiri”

Jin Wook tak kuasa menahan tawa kecilnya. Dia membayangkan saat Ibu mertuanya menceritakan tentang hal itu pada Yoon Hee. Dia tidak menyangka jika Ibu Mertuanya itu berbakat menjadi sutradara.

“Wae-yo? Apakah cerita itu tidak benar?”

“Ani,,, hanya saja,, aku tidak menyangka jika Ommo-nim masih mengharapkan aku jadi menantunya”

“Jadi itu benar. Mianne Lee Jin Wook-ssi, karena aku tidak memilihmu, aku pasti sangat mencintai suamiku, hingga aku mengabaikan pria setampan dirimu” Yoon Hee bahkan terdengar merasa sangat bersalah karena tidak bisa memilihnya.

“Tidak apa-apa, aku mengerti. Lagi pula, kita adalah teman baik”

“Benarkah? Huaaah,,, pantas saja, saat pertama kali kita bertemu, kau terasa tidak asing bagiku” Yoon Hee tampak sangat gembira.

“Akh,, Cham,, aku dengar kau seorang aktor”

“Nde…”

“Pantas saja kau tampak terluka saat aku bahkan tidak mengenali wajahmu. Mianne Jin Wook-ssi”

“Tidak apa-apa, lagi pula kau tidak menonton televisi selama 6 bulan ini kan?”

“Ya.. tapi disini aku terpaksa harus menontonnya. Kau tahu,,, hidup di Seoul sangat membosan kan, hingga aku memiliki banyak waktu luang untuk menonton televisi. Aku meliha wawancaramu, saat kau mempromosikan film terbarumu. Apakah sekarang filmnya sudah mulai tayang?”

Jin Wook kaget saat tahu Yoon Hee melihat wawancaranya. Untung saja kasusnya bersama Park Se Ra tidak lagi di liput media, sejak Park Se Ra keluar dari RS dan meminta maaf pada Publik karena sudah menjadi penyebab menghilangnya Yoon Hee. Lagi pula kasus Yoon Hee tidak lagi menarik bagi media karena banyak kasus lain yang lebih menjual untuk dijadikan berita.

“Belum… Film itu baru akan di rilis menjelang akhir tahun”

“Huaaah,,, aku ingin sekali menontonnya. Tapi… aku bahkan tidak ingat jika aku pernah pergi ke bioskop”

“Kau ingin menonton di Bioskop? Sekarang banyak film yang menarik yang sedang tayang”

“Benarkah? Akh,, sayang nya Shin Oppa harus pergi ke Jepang. Aku rasa Omma pun tidak akan mengijinkan aku untuk menonton sendirian”

“Kau ingin aku menemani mu untuk menonton di bioskop? Aku.. sangat senang menonton film”

“Kau mau menemaniku? Akh,, itu pasti sangat menyenangkan”

“Jika kau memang tidak keberatan, akhir pekan ini aku tidak memiliki Acara, Ayo kita menonton film bersama”

“Huaah,, kau memang yang terbaik Jin Wook-ssi. Kita pasti berteman sangat baik sebelumnya ya?” Jin Wook sangat bahagia karena dia bisa melihat senyum bahagian Yoon Hee lagi. Jo Yoon Hee yang dulu selalu menolak untuk diajak menonton film bersama karena takut media meng-gap mereka, padahal Jin Wook memiliki koneksi dengan salah satu biokop besar di kota Seoul, dan mereka bisa menonton film bersama agar tidak diketahui media. Sepertinya saat ini waktu yang tepat untuk menggunakan koneksi itu.

“Ommo…” Yoon Hee berteriak kaget lagi sambil menatap perut besarnya.

“Wae? Apakah dia menendang lagi?”

“Nde… sepertinya dia ikut senang karena kita akan menonton film bersama”

Yoon Hee kemudian tertawa lepas. Jin Wook pun tak bisa menahan dirinya untuk tertawa, dia tidak menyangka, jika akhirnya mereka bisa tertawa lepas seperti hari ini. Ini adalah kebahagaian yang selalu di dambakannya, bisa tertawa lepas seperti itu bersama istri tercintanya.

Namun kebahagiaan meraka harus terusik karena kehadiran seseorang.

“Lee Jin Wook-ssi, bisakah kita bicara sebentar” Park Jae Shin menyela tawa Jin Wook dan Yoon Hee dengan nada bicara yang teramat dingin

Yoon Hee menatap Jin Wook seolah meminta maaf karena sikap suaminya yang begitu dingin tehadapnya. Jin Wook hanya tersenyum kecil dan meninggalkan Yoon Hee di bangku taman keluarga Jo untuk berbicara dengan Park Jae Shin di tempat lain.

***

“Aku akan meninggalkan Yoon Hee bersama mu untuk sementara waktu. Berjanjilah pada ku untuk terus membuatnya tertawa seperti tadi. Dan jangan lupakan perjanjian kita. Jika kau tak berhasil mengembalikan ingatannya, aku akan memaksa mu untuk meninggalkannya”

Kadang Jin Wook tidak mengerti dengan sikap Park Jae Shin. Jika memang pria ini ingin memisahkan Jin Wook dan Yoon Hee, seharusnya dia tidak memberikan kesempatan mereka untuk bersama, tapi… sepertinya Park Jae Shin memang ingin ingatan Yoon Hee kembali secepatnya, jadilah dia terus menekan Jin Wook dalam hal ini.

“Bahkan jika aku tak berhasil mengembalikan ingatannya setelah Yoon Hee melahirkan. Aku tidak akan pernah menyerahkan Yoon Hee dan putraku padamu. Aku dengar kau bahkan tidak menyukai kehadirannya. Bagaimana bisa kau ingin menjadi Ayah dari putraku dengan sikap yang seperti itu”

“Aku tak peduli apa yang akan kau lakukan. Berusahalah sebaik mungkin untuk mengembalikan ingatan Yoon Hee, sebelum aku kembali memisahkan kalian”

Itu adalah kalimat terakhir yang Park Jae Shin katakan pada Jin Wook, sebelum Ibu mertuanya datang dan menyuruh mereka untuk makan siang bersama.

***

“Jin Wook-ah,,, apa kau sudah menengok Park Se Ra di rumahnya?” Ji Suk tiba-tiba menanyakan pertanyaan tidak penting saat Jin Wook sedang menatap latar Laptop untuk memilih film yang akan ditontonnya bersama Yoon Hee akhir pekan nanti.

“Mengapa aku harus melakukan itu? Aku bukan siapa-siapanya” Jin Wook menjawabnya dengan tidak menoleh pada Ji Suk sama sekali.

“Aku dengar dia menolak melakukan terapi agar bisa berjalan lagi” Kim Ji Suk memberi tahu. Jin Wook menghentikan kesibukannya dan menoleh Ji Suk.

“Aku tak menyangka jika kau peduli pada Park Se Ra, apa sekarang kau merasa kasihan padanya karena dia lumpuh?”

“Bukan begitu Jin Wook-ah. Aku hanya meminta detektif yang kita sewa untuk terus menyelidiki gerak gerik Park Se Ra, siapa tahu dia mengambil langkah lebih gila dari 6 bulan yang lalu”

“Tenang saja Ji Suk-ah, kuasa hukum Park Se Ra sudah menjanjikan bahwa Park Se Ra tidak akan mengganggu hidupku lagi, jika dia melakukannya, aku tidak akan segan menyerahkan bukti percakapan kami dan menuntutnya atas penculikan Yoon Hee”

“Kau benar-benar merekam percakapan kalian?” Ji Suk merasa aneh pada sahabatnya ini, bisa-bisanya dia kepikiran untuk melakukan hal itu. Dia benar-benar mempersiapkan segalanya untuk menghadapi Park Se Ra.

“Nde, aku belajar dari Park Sun Woo,,, berjaga-jaga adalah jalan terbaik” Jawab Lee Jin Wook tanpa ekpresi kemudian kembali memfokuskan diri pada kegiatan sebelumnya.

Tawa Kim Ji Suk hampir meledak melihat ekpresi Lee Jin Wook saat mengatakan hal itu. Sahabatnya ini kadang tidak sadar jika ekpresi datarnya yang seperti itu bisa mengundang banyak tawa orang-orang disekitarnya.

“Baiklah,, aku tak akan lagi membicarakan Park Se Ra. Lalu… bagaimana rencana mu untuk mengembalikan ingatan Yoon Hee? Apakah sudah ada perkembangan?”

Jin Wook kembali menghentikan kegiatannya. “Belum… Yoon Hee sama sekali belum mengingatku. Tapi kau tahu Ji Suk-ah,,, putra kami benar-benar pintar”

“Apa maksudmu, dia bahkan belum lahir kau sudah memujinya seperti itu”

“Urri Eagi,,, bisa membedakan dengan baik siapa Ayahnya sebenarnya. Yoon hee bilang dia sepertinya tidak menyukai Park Jae Shin, jadi dia sama sekali tidak pernah bergerak saat berada di dekat pria itu. Tapi saat aku sedang bersama Yoon hee, dia selalu melakukan atraksi kecilnya. Bahkan kemarin aku bisa merasakan tendangannya. Itu benar-benar menakjubkan”

Kim Ji Suk senang bisa melihat Lee Jin Wook kembali bersemangat seperti itu. Meski Yoon Hee tidak mengingatnya, dia sangat antusias menyambut kehadiran anak mereka.

“Huaah,, anakmu benar-benar pintar Jin Wook-ah. Aku jadi tidak sabar ingin bertemu dengannya”

“Kau ingin melihat fotonya? Ommo-nim memberikan foto hasil USG terakhirnya padaku. Dia benar-benar tampan”

Jin Wook langsung berlari ke kamarnya dengan semangat, sebelum Kim Ji Suk sempat menjawab pertanyaannya itu. Dan tak lama dia kembali dengan selembar foto hasil USG ditangannya.

“Lihatlah,,, dia tampan sekali bukan? Hidung dan bibirnya sama persis dengan milik ku. Jika Yoon Hee melihatnya setelah dia lahir, aku yakin dia akan menyadari bahwa Akulah Ayah dari anaknya itu. Kami berdua benar-benar mirip. Kau setuju dengan ku kan Ji Suk-ah?”

Ji Suk menatap foto USG yang ditunjukan Jin Wook padanya kemudian menatapa wajah Jin Wook, dia sama sekali tidak melihat kemiripan yang dimaksud Jin Wook. Ayolah,,, foto itu hanya menunjukan gambar hitam putih seorang bayi yang meringkuk dalam rahim ibunya. Wajahnya tidak terlalu jelas, bagaimana bisa Jin Wook mengatakan anaknya itu sangat mirip dengannya.

“Jin Wook-ah,, kau tidak gila karena Yoon Hee tidak bisa mengingatmu kan?”

“Tentu saja tidak. Mengapa kau bertanya seperti itu?”

Ji Suk mengambil foto hasil USG itu dari tangan Jin Wook dan meletakannya sejajar dengan wajah Jin Wook. “Aku sama sekali tidak melihat kemiripan antara wajah bayi di foto ini dengan wajahmu. Wajahnya bahkan tidak terlalu jelas”

Jin Wook kembali mengambil foto itu. “Kau yang buta. Bagaimana bisa kau bilang dia tidak mirip dengan ku, Omma ku bahkan mengatakan bahwa dia sangat mirip dengan ku”

Ji Suk merasa lelah mendengar hal itu. Jin Wook dan Omma nya sama-sama gila kalau begitu. Heeeuuhh..

“Akh,,, Jin Wook-ah, apa orang tuamu sudah menemui Yoon Hee?”

“Nde,, Omma dan Appa sangat merindukan menantu mereka. Bahkan mereka sudah menemuinya sebelum aku menemui Yoon Hee kemarin siang”

“Huaaah,,, bagaimana reaksi Yoon Hee?”

“Ommo-nim bilang Yoon Hee menyambut mereka denga baik sebagai orang tuaku dan bersikap santun pada mereka. Ommo-nim mengarang cerita bahwa Ibuku adalah sahabatnya dan aku adalah pria yang akan di jodohkan dengan Yoon Hee, namun Yoon Hee malah memilih kakak angkatnya”

Ji Suk bengong mendengarnya. Dia tidak tahu jika yang gila itu bukan saja Jin Wook dan Omma nya, tapi juga ibu mertuanya. Dia rasa keluarga Jin Wook dan Yoon Hee mendadak jadi gila karena hilangnya ingatan Yoon Hee.

“Mwo? Aku tidak sangka, jika Ibu Mertua mu itu berbakat menjadi seorang sutradara”

“Aku pikir juga begitu. Jangan-jangan saat muda dia memang pernah menjadi sutradara, karena itulah Yoon Hee pun tertarik untuk menjadi seorang aktris”

Ji Suk sudah tidak tahan lagi. Jin Wook sepertinya sudah benar-benar tidak waras hingga memikirkan bahwa Ibu mertuanya pernah menjadi sutradara.

“Jin Wook-ah,,, aku rasa kau harus pergi ke toilet” Ji Suk lebih memilih untuk menghindari Jin Wook jika sudah seperti itu. Jika tidak,,, Jin Wook akan mengatakan hal-hal yang lebih gila lagi.

Jin Wook bingung dengan sikap Kim Ji Suk yang terkesan menghindarinya, tapi dia tidak ingin ambil pusing dan kembali memfokuskan diri pada Laptopnya. Hmm,, film apa yang kira-kira cocok untuk ditonton bersama Yoon Hee akhir pekan nanti ya?

***
 
“Ternyata begini rasanya menonton di bioskop. Layarnya benar-benar besar” Yoon Hee tampak takjub saat Jin Wook mengajaknya untuk menonton film di Bioskop. Dia memilih menonton film Plan Man, film komedi romantis yang dibintangi oleh Han Ji Min dan Jung Jae Young. Karena Yoon Hee sedang hamil Jin Wook tidak bisa mengajaknya menonton film aksi.

“Apakah kau pernah bermain bersama dengan salah satu pemain film yang kita tonton ini Jin Wook-ssi?”

“Nde,,, aku pernah bermain dalam satu drama dengan pemeran utama wanitanya”

“Benarkah? Apakah kalian menjadi pasangan di film itu? Kalian pasti cocok sekali, dia terlihat sangat cantik”

“Tidak. Aku bermain di drama Han Ji Min-ssi di awal-awal karirku sebagai aktor. Aku hanya menjadi Cameo di drama yang dia bintangi”

“Begitukah? Aku harap kau punya kesempatan untuk bermain bersamanya lagi. Han Jin Min-ssi sangat cantik dan pandai berakting”

Jin Wook hanya tersenyum kecil mendengar harapan Yoon Hee itu. Jika ada kesempatan, dia pun ingin beradu akting dengan Han Ji Min.

“Akh,, Cham,,, mengapa bioskop ini sepi sekali. Penontonnya hanya kita berdua?”

“Itu karena aku menyewa seluruh gedung bioskop ini untuk kita berdua”

“Mwo? Mengapa kau melakukan hal itu”

“Yoon Hee-ya,, aku ini seorang selebritis. Jika orang-orang melihatku menonton bioskop dengan seorang wanita cantik seperti mu makan akan timbul gossip yang tidak-tidak”

“Akh… kau benar juga… aku tidak berpikir sampai kesana… Itukah alasan kita masuk lewat pintu masuk staf dan kau meminta ku untuk memakai wig dan kaca mata hitam saat masuk ke gedung ini”

“Nde… kau pintar sekali Yoon Hee-ya”

“Sepertinya menjadi seorang selebritis sangat merepotkan”

“Tidak usah memikirkannya, lebih baik kita fokus menonton filmnya” Jin Wook mengingatkan Yoon Hee agar mereka kembali fokus pada film yang mereka tonton.

***

“Filmnya sangat menarik, sepertinya aku akan ketagihan untuk menonton film” Yoon Hee tampak senang setelah mereka selesai menonton Film Plan Man.

Jin Wook mengajak Yoon Hee untuk makan di private room sebuah restoran yang berada di dekat gedung CGV tempat mereka menonton film. Tentu saja mereka masih menggunakan costum penyamaran mereka, Jin Wook memanfaatkan costum Tuan dan Nyonya Kim untuk membawa Yoon Hee pergi keluar rumah. Bagaimana pun dia harus berjaga-jaga untuk menghindari media.

“Lain kali aku akan mengajak mu menonton lagi”

“Wah,,, benarkah”

“Hmm,, mungkin,, kau bisa datang ke Premier fim ku Yoon Hee-ya,, aku harap saat itu kita berdua tidak harus menyamar untuk mengahdirinya”

“Tapi Premier Film mu sepertinya masih beberapa bulan lagi. Aku rasa saat itu sudah sibuk mengurus bayiku. Dan hidupku tidak membosan kan lagi. Tapi,, akan aku usahakan untuk menonton film mu” Yoon Hee tersenyum manis.

Jin Wook menghela nafas panjang. Semoga saat hari itu tiba, kau sudah mengingatku sebagai suami mu Yoon Hee-ya. Jin Wook bergunam dalam hati.

“Jin Wook-ssi, beberapa malam ini aku sering bermimpi”

“Mimpi? Tentang apa?”

“Tentang sebuah Playground, aku memimpikannya beberapa kali. Aku rasa tempat itu ada hubungannya dengan ingatan masa laluku”

“Playground? Apa yang kau lihat dalam mimpimu?”

“Hanya gambaran Playground itu saja, yang tampak sepi dan tenang di malam hari sengan sebuah box telepon merah disekitarnya. Aku sudah menanyakan tentang Playground seperti itu pada Omma, tapi Omma bilang tidak ada Playground seperti itu di sekitar lingkungan rumah kami”

Jin Wook tertegun. Box telepon merah? Bukan kah itu Playground tempat mereka syuting Nine? Mengapa Yoon Hee memimpikan tempat itu?

“Kau yakin itu Playground dengan box telepon merah?”

“Nde, aku sangat yakin karena aku sangat sering memimpikannya. Wae-yo?”

Jin Wook menghela nafas panjang. Mungkinkah ini salah satu tanda bahwa ingatan Yoon Hee akan kembali? Setelah dipikir-pikir tempat Syuting Nine mungkin menjadi tempat salah satu tempat kenangan mereka, karena Yoon Hee dan Jin Wook banyak menghabiskan waktu bersama di tempat-tempat itu. Haruskah Jin Wook membawa Yoon Hee ke Nepal?

“Rasanya aku tahu sebuah Playground dengan box telepon mereka di sekitarnya. Apa kau ingin aku mengajakmu ke sana?”

“Benarkah? Kau tahu tempat itu?”

“Aku tidak yakin, jika itu memang tempat yang ada di mimpimu, tapi… tidak ada salahnya kita mencoba pergi ke sana kan?”

“Benar… kita harus mencobanya. Akh,,, aku ingin segera mengingat masa laluku. Rasanya tersiksa hidup tanpa identitas seperti ini”

“Kapan kau ingin aku mengantar mu kesana?”

“Hmm,, setelah ini, apa kau ada acara lain?”

“Tidak ada, setelah mengantarmu pulang, aku juga akan pulang ke rumahku”

“Kalau begitu,,,, bagaimana kalau sekarang saja kita pergi ke tempat itu?” Yoon Hee bertanya ragu-ragu. Dia sudah sabar untuk melihat tempat yang selalu muncul di mimpinya itu. Dia yakin ada sebuah kenangan di tempat itu

“Sekarang? Apa kau tidak merasa lelah?” Jin Wook mengkhawatirkan Yoon Hee. Dia tidak ingin Yoon Hee terlalu lelah, meraka masih punya hari lain untuk pergi ke tempat itu.

“Tidak sama sekali” Yoon Hee malah tampak sangat antusias untuk segera pergi ke sana. Sepertinya Jin Wook harus mengabulkan permintaan istrinya itu.

***

“Uwaaahhh,,, tempat ini persis sama dengan yang ada di mimpiku” Yoon Hee tampak takjub melihat Playground yang dimaksud Jin Wook. Suasana Playground itu sudah sepi karena hari sudah sore dan langit sangat mendung.

“Yoon Hee-ya,, sepertinya kita tidak bisa berlama-lama di tempat ini. Aku rasa hujan akan segera turun”

“Nde,,, biarkan aku melihat-melihat dulu. Aku benar-benar tak percaya aku bisa melihat tempat ini” Yoon Hee berjalan menuju perosotan tempat dirinya menjatuhkan diri pada Scene First Kiss Sun Woo dan Min Young di Drama Nine.

“Bahkan perosotannya pun persis sama”  Yoon Hee memegang perosotan itu. Lalu kemudian terdiam, dia mendapat sebuah ingatan. Apa itu? Dia mencium seseorang di Playground ini?

Jin Wook yang melihat Yoon Hee tiba-tiba terdiam mencemaskannya. “Yoon Hee-ya ada apa?” Yoon Hee sama sekali tidak menyahut, dia hanya memantung disamping perosotan itu.

Tiba-tiba saja hujan pun turun. Refleks Jin Wook berlari ke arah Yoon Hee untuk mengajak nya berteduh. Jin Wook tidak sempat mencapai mobil nya, dia pun menarik Yoon Hee ke dalam box telepon yang ada di Playground itu.

“Kita berteduh disini saja dulu, aku rasa hujannya akan segera reda”

Yoon Hee masih mematung karena mendapat sebuah ingatan. Dia sama sekali tidak memperhatikan kata-kata Jin Wook dan dimana dia berada sekarang. Yoon Hee kembali menatap perosotan itu lalu kembali memikirkan ingatan itu. Siapa yang dicium di Playgroud ini? Shin Oppa kah?

Ingatan Yoon Hee kemudian semakin jelas, dia mengingat saat dia melepaskan ciumannya dan menatap orang yang di ciumnya. Dan orang itu adalah…. Lee Jin Wook????


****

To Be Continued

 *written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
6 Komentar untuk "JinHee Couple Fanfiction: Love is Not Obsession part 21"

tiap hari bolak balik liat blog ini cuma buat tau kelanjutan fanfic ini...

kerennnnn..!!!!

semangat !!!!

-indah

Mba irfa..!
Zmngat..ku tnggu zlnjut'y..! :D
ngga zbar nih,, "nde yoon hee , itu lee jin wook" :D haha :D

sdh part 21...nunggu kelanjutan dan endingnya..

Daebak... Mb Irfa,,,
Gemes deh...
Dah ga' sabar nunggu kelanjutannya..
Fighting...^_^

hehe iya, ini dah lebih dari jumlah episode nine sendiri :)
teh irfa bakat banget ya! coba buat novel ^^"

wow.. kerennn
Sempet ga tega sama Jin Wok.. pas dia lagi ber dua sama Yoon Hee...
:(
lanjut part 22
Fighting..

Biar lepi cepat sembuh.. :)

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top