Tampilkan postingan dengan label Tamra the Island. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tamra the Island. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Agustus 2014

Kisah Tragis Putra Mahkota Sohyun, antara Sejarah dan Drama

Saat pertama kali mendengar tentang rencana akan di buatnya drama berdasarkan kisah klasik Putra Mahkota Sohyun oleh Song Jae Jung SWnim, aku jadi tertarik menyelami tentang  karakter Putra Mahkota Sohyun ini, apalagi ternyata Lee Jin Wook lah yang akan memerankan karakter ini di drama Three Musketeer.

Selain membaca sejarahnya di wikipedia, aku juga akhirnya menonton beberapa drama yang menampilkan karakter Putra Mahkota Sohyun. Aku cukup kaget saat mengetahui ternyata dari beberapa drama itu sebagian besarnya pernah aku tonton, tapi saat itu aku tidak tertarik pada karakter Putra Mahkota satu ini, karena dia hanyalah bagian minor di drama-drama tersebut. Meskipun bukan tokoh utaman di drama-drama tersebut, Putra Mahkota Sohyun menjadi bagian cerita penting dari drama tersebut.

Rabu, 05 Juni 2013

Shipper Oh Shipper




Pernah dengar kata Shipper? Pasti sering kan yah~~ pertama kali denger kata ini adalah saat aku sedang suka-sukanya sama Buzzer Beat, bukannya aku jadi serta merta jadi Shippernya Keiko dan Yamapi lho, tapi karena cari-cari Info tentang dorama ini, *yang aku telat banget nontonnya* aku menemukan kata aneh ini. Awalnya dari seseorang yang ternyata Shippernya Yamapi dan Maki, sampe benci sama Keiko dan nggak mau nonton Buzzer Beat,, weits emang ada apa sih kok sampe segitunya? Ternyata oh ternyata Yamapi dan Keiko emang sempet jadian,, hahaha makanya Shippernya Yamapi dan Maki pada benci sama Keiko,, hahaha…

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Senin, 12 Maret 2012

9 Pasangan yang Kuharap jadi OTP

Terinspirasi dari Giveaway yang dibuat mbak Dee di Kutudrama aku jadi keidean untuk bikin postingan ini. Sebelumnya aku pernah mempostingkan 9 Pasangan Favoriteku di Kdrama, kini akan aku postingakan 9 Pasangan ntah itu dari Kdrama, Kmovie dan ada juga dari Jmovie yang aku harap bisa benar-benar berkencan di dunia nyata. 9 OTP (One True Pairing) ini, aku jadikan jawaban juga untuk mengikuti giveaway di blognya mbak Dee. Jika ada yang tertarik juga mengikuti Giveaway-nya silahkan kunjungi blog-nya mbak dee, Kutudrama.

Cukup sudah pengantar dariku, langsung saja aku list Pasangan mana saja yang aku harapkan bisa jadi pasangan di kehidupan nyata meraka.

1. Kim Sun Ah dan Cha Seung Won saat mereka memerankan Shin Mi Rae dan Jo Gook di City Hall, aku suka banget sama chemistry mereka di drama ini,, pas nontonnya aku berharap banget mereka bisa jadi pasangan beneran di dunia nyata,, apalagi mereka terpilih jadi best Couple di SBS drama Award 2009, tapi sayangnya Cha Ahjussi sudah menikah dan memiliki keluarga yang amat bahagia,, sampai sekarang mereka berdua masih jadi pasangan terfavoritku...


Sabtu, 17 Desember 2011

[Episode Guide] K-drama Tamra The Island

 
Title: 탐나는 도다 / Tamnaneun Doda 
Genre: Perioe, Romance 
Episodes: 16 
Broadcast network: MBC 
Broadcast period: 2009-Aug-08 to 2009-Sep-27 
Air time: Saturday & Sunday 19:55 

Screen Caps Park Kyu-Beo Jin 
Episode 1 I 2 I 3 I 4 I 5 I 6 I 7 I 8 I 9 I 10
11 I 12 I 13 I 14 I 15 I 16 [End] I Epilog

Profil Pemain




Tamra The Island In:

FanFiction:

Rabu, 12 Oktober 2011

[FanFiction] Tamra The Island: Makan Siang

Judul Episode 3: Makan Siang

Karakter:
Beo Jin (Mangaji)
Park Kyu (Kiyangdari)
Tae Sang Gung (Ibu Beo Jin)
Tuan Jang (Ayah Beo Jin)
Beo Seol (Adik Beo Jin)
Bong Sam (Pelayan Park Kyu)

Warning:
Cerita ini memang berawal dari ending cerita drama Tamra the Island, jika ada kesamaan tokoh, cerita, setting waktu dan tempat itu memang disengaja. Para penggemar Park Kyu- Beo Jin mari kita membayangkan kisah ini benar-benar terjadi... Maaf Jika terjadi perusakan karakter di Fanfic ini, rasanya agak sulit mempertahankan imej cool Park Kyu di Fanfic ini,,,,

Setting:
FF ini akan menceritakan  kehidupan Beo Jin dan Park Kyu setelah Park Kyu menjadi Gubernur Jeju.

Pulau Jeju

Sudah sebulan sejak Park Kyu menjadi Gubernur Jeju, kinerjanya sebagai Gubernur pulau itu benar-benar menakjubkan. hanya dalam waktu sebulan saja, pejabat muda itu mampu meningkatkan penghasilan masayarakat pulau Jeju hingga 10%. Namun gubernur kita ini memiliki masalah,  karena kesibukannya Park Kyu sering lupa untuk makan, tak hanya sarapa yang sering ia lewatkan dirumahnya, tetapi juga makan siang yang sering terlewat karena kesibukannya mengamati apa yang harus ditingkatkan lagi di pulau itu. Bong Sam pelayan setianya sangat khawatir pada keadaan tuannya ini, dia pun membicarakan hal ini pada Jang Beo Jin, saat dia berkunjung ke rumah keluarga Beo Jin.


Beo Jin: “Jadi maksudmu, Tuan gubernur akhir-akhir ini sering melewatkan sarapan dan makan siangnya?”
Bong Sam: “Benar Nona, aku khawatir sekali, padahal aku sudah susah payah membuat masakan kesukaan Tuan muda setiap kali aku membawakan makan siang untuknya, namun saat aku mengambilnya kembali, wadah itu masih terisi penuh. Apa mungkin Tuan mulai tidak menyukaiku?”
Beo Jin: “Akh,, itulah alasannya kenapa dia semakin kurus akhir-akhir ini… padahal saat dulu tinggal di rumah kami, dialah yang selalu menghabiskan makanan di rumah ini.”
Bong Sam: “Benarkah?”
 

Mendengar hal itu Bong Sam jadi sedih, sudah seminggu ini Park Kyu memang hanya makan untuk makan malam saja, sementara sarapan dan makan siang yang di buatkan Bong Sam untuknya selalu dilewatkannya. Bagaimana bisa saat dulu tinggal di rumah kumuh ini Tuannya jadi banyak makan. Lalu dia melirik Beo Jin yang sedang menyantap makanannya dengan lahap. Bong sam lalu berpikir, ‘apa mungkin karena gadis ini? melihat caranya makan membuatku lapar juga…’ lalu Bong Sam pun mendapat ide cemerlang.


Bong Sam: “Nona,, aku punya ide!”
Beo Jin menatap Bong Sam dan cepat-cepat mengunyah makanannya lalu menelannya buru-buru.
Beo Jin: “Ide apa?”
Bong Sam: “Bagaimana jika kau yang mengantar makan siang untuk Tuan”
Beo Jin: “Aku? kenapa harus aku? Aku kan bukan pelayannya?”
Bong Sam: “Tapi aku tahu, Nona juga merindukan Tuan bukan? Bukankan sudah seminggu kalian tidak bertemu, karena Tuan sibuk berkeliling Desa, jadi setiap kali Nona berkunjung ke rumah pun kalian tidak pernah bertemu.” 


Beo Jin menatap Bong Sam, benar juga sih, piker gadis itu.  Sudah seminggu ini, Park Kyu memang jadi orang yang sulit sekali ditemui Beo Jin. Padahal sebelumnya Park Kyu sering sekali mampir ke rumahnya untuk mengobrol dengan ibunya atau membantu ayahnya membuat sepatu jerami, tak jarang dia juga sering membawakan kertas gambar untuk Beo Seol. Walau Park Kyu tak pernah berbuat apa-apa untuknya, tapi Beo Jin senang bisa melihat Park Kyu saat lelaki itu datang ke rumahnya. Tapi sekarang,,,
Park Kyu sangat sibuk dan tak lagi datang ke rumah keluarga Jang.


Bong Sam: “Jika Nona yang mengantar makan siang untuk Tuan, mungkin dia mau memakannya,, atau Nona harus memastikan Tuan muda untuk memakannya. Jadi Nona bisa bertemu dengan Tuan setiap hari, bagaimana menurutmu Nona?”
Beo Jin: “Kurasa ide mu bagus juga. Kita tidak bisa membuat Tuan Gubernur sakit karena kelaparan. Kita harus memaksanya untuk makan!”
###

Hari itu pun tiba, hari pertama Beo Jin mengantarkan makan siangnya untuk Park Kyu. Beo Jin sengaja meminta jam makan siangnya lebih lama dari biasanya pada pejabat di kantor pajak. Dia berharap dengan begitu, dia bisa lebih lama bersama Park Kyu. Hari Ini Bong Sam sudah memasakan makanan kesukaan Park Kyu lagi dan Beo Jin yang akan mengirimkan makan siang ini, serta memastikan Park Kyu memakan makan siangnya. Hari ini Beo Jin sengaja memilih memakai Hanbook terbaiknya untuk bertemu Park Kyu. Bagaimana pun tak bisa dipungkiri dai sangat meridukan Kiyangdarinya, jadi dia ingin terlihat baik didepan pujaan hatinya itu.


Beo Jin bediri di depan Kantor Gubernur dan mulai menyapa para prajurit yang ada di sana.
“Halo paman? Apakah Tuan Gubernur ada? Aku ingin mengantarkan makan siang untuknya.” kata Beo Jin memulai usahanya.  Pengawal itu menoleh e arah Beo Jin, dia adalah salah satu dari dua pengawal yang dulu membawa Park Kyu ke Pulau Jeju untuk pertama kalinya.
“Oh,, Nona Jang, apa kabarmu?”
“Baik paman, bagaimana apakah Tuan Gubernur ada?” Tanya Beo Jin sekali lagi.
“Tuan Gubernur? sepertinya dia tidak ada, sejak tadi pagi dia bilang dia akan pergi ke desa sebelah untuk membereskan masalah yang ada di sana, mungkin akan kembali ke sini nanti sore.”
Beo Jin menatap ke kantor Gubernur dengan kecewa, jadi dia tidak ada? piker Beo Jin.
“Begitu ya paman,, kao begitu aku titip ini,, ini makan siang untuk Tuan Gubernur” kata Beo Jin lalu menyerahkan bungkusan yang berisi makanan itu pada prajurit tersebut.
“Baiklah Nona, nanti akan aku sampaikan”
“Kalau begitu aku pergi dulu” kata Beo Jin dengan nada kecewa dan sedih karena tidak bisa bertemu Park Kyu lagi.

###

Kegagalan Beo Jin di kali pertamanya membawakan makan siang untuk Park Kyu, ternyata tidak sia-sia,, karena malam harinya saat Beo Jin baru saja pulang lembur dari pekerjaannya dia mendapati Park Kyu yang sedang duduk di dipan depan rumah Beo Jin.
“Kiyangdari” pekik Beo Jin kegirangan, lalu berlari menuju tempat Park Kyu berada.
“Mangaji, mengapa kau berlari seperti itu?” cemas Park Kyu melihat tingkah Beo Jin
Bukannya menjawab pertanyaan Park Kyu, dia malah duduk di samping Park Kyu dan memberedelnya dengan pertanyaan:
“Kiyangdari sedang apa kau di sini? Apakah masalah di desa sebelah sudah seledai? Apakh kau sudah memakan makanan yang aku kirimkan?”
Park Kyu menatap Beo Jin dengan bingung, So,, Park Kyu bingung harus menjawab pertanyaan Beo Jin yang mana dulu.
“Bisakah kau mengulangi pertanyaan mu satu persatu, aku agak bingung harus jawab yang mana dulu” kata Park Kyu tetap tenang seperti biasa.
“Ah,, maaf,, apa aku terlalu banyak bertanya?” kata Beo Jin malu, dan menundukan kepalanya karena merasa bersalah
“Tidak,, hanya aku harap kau menanyakan semua itu satu persatu”
“Baiklah,, akan aku ulangi, sedang apa kau di sini?” Ulang Beo Jin pelan-pelan.
Belum sempat Park Kyu menjawab, ibu Beo Jin keluar dari dapur dan membentak Beo Jin.
“Beo Jin! mengapa kau tidak sopan seperti itu pada Tuan gubernur?”
“Akh,, maaf Ommo,, aku kebiasaan” kata Beo Jin kaget
“Hilangkan kebiasaan burukmu itu! Cepat cuci tangan, Tuan Gubernur mala mini akan makan malam di rumah kita” perintah Ibu Beo Jin pada Putri sulungnya itu.
Ibu Beo Jin kembali menghilang ke dapur karena belum selesai memasak untuk makan malam. Beo Jin menatap Park Kyu.
“Kiyangdari benarkah kau akan makan malam dirumah kami?” Tanya Beo Jin tak percaya
“Ya betul,, aku sangat merindukan masakan Tae Sang Gung” jawab Park Kyu beralasan (padahal kan dia datang ke situ gara-gara kangen Beo Jin)
“Baiklah,, kalau begitu aku cuci tangan dulu” kata Beo Jin kegirangan, lalu pergi menuju kamar mandi.

###
Park Kyu sangat menikmati makan malamnya malam ini, setelah beberapa malam dia melewati makan malamnya sendirian di rumah dan itupun selalu dilakukannya hampir menjelang tengah malam karena kesibukannya. Usai makan malam, Ayah Beo Jin masuk ke kamar karena kesehatannya yang sedang tidak baik, sedangkan Ibu dan Beo Sol pergi ke dapur untuk membereskan perabot makan malam mereka, saat Beo Jin berniat membantu, Ibu Beo jin melarangnya dan meminta Beo Jin untuk menemani Park Kyu saja. Beo Jin pun duduk di samping Park Kyu.


Park Kyu: “Mangaji,,, aku dengar tadi siang kau datang ke kantorku?”
Beo Jin: “Akh,, Iya,,, Bong Sam yang memintaku untuk mengantarkan makan siang Tuan”
Park Kyu: “Sudah ku bilang,, jangan memanggilku Tuan,, itu terdengar sangat aneh,,”
Beo Jin: “Benar juga,, aku lupa!”
Park Kyu: “Aku senang kau datang tadi siang,, tapi maaf aku tak ada di kantor”
Beo Jin: “Tidak apa-apa,, apakah masalah di desa sebelah sudah selesai?”
Park Kyu: “Syukurlah masalahnya lebih mudah diselesaikan dari yang aku kira,,, Ehm,, mengenai makanan yang kau kirimkan,,,”
Beo Jin: “Iya? Kenapa dengan makanan itu?”
Park Kyu: “Apakah itu masakan mu?”
Beo Jin: “Bukan itu masakan Bong Sam”
Park Kyu: “Akh sudah kuduga,,, rasanya memang seperti masakan Bong Sam,, ternyata benar!”
Beo Jin: “Jadi kau memakannya?”
Park Kyu: “Tentu saja,,, kau sudah lelah mengantarkannya untukku mana boleh aku tidak memakannya..”
Beo Jin: “Benarkah? Lalu mengapa Jika Bong Sam yang mengantarkannya kau tidak memakannya?”
Park Kyu: “Ah,, itu,,, karena sebenarnya aku mulai bosan dengan masakan Bong Sam,,,”
Beo Jin: “Begitukah? Lalu jika lain kali aku yang membuatkan makan siang untukmu,, apakah kau akan memakannya?”
Park Kyu: “Tentu saja,, aku pasti memakannya,,,”
Beo Jin: “Baiklah,, kalo begitu mulai besok aku akan membuatkan makan siang untukmu Kiyangdari,,”
Park Kyu: “Dan mengantarkannya untuk ku?”
Beo Jin: “Iya”
Park Kyu: “Dan menemaniku makan siang juga?”
Beo Jin: “Baiklah,,”
Park Kyu: “Janji?”
Beo Jin: “Apa?”
Park Kyu: “Menemaniku makan siang setiap hari”
Beo Jin: “Apa harus setiap hari?”
Park Kyu: “Tentu saja,,, jika kau tidak datang,, aku akan melewatkan makan siangku lagi,, seperti hari-hari sebelumnya”
Beo Jin: “Baiklah,, baiklah,, aku akan datang untuk menemaimu makan siang setiap hari”
Park Kyu: “Aku Bahagia” (kemudian tersenyum lebar)
Lalu malam itu mereka lewati dengan bahagia sambil menatap bintang yang bertebaran di Langit Pulau Jeju. Malam ini Langit terlihat sangat cerah…

###
Mulai hari itu, Beo Jin selalu membawakan makan siang untuk Park Kyu dan mereka makan siang bersama. Suatu Hari di jam makan siang:


Park Kyu: “Makanan apa ini? Apakah makanan ini layak dimakan oleh manusia?”
Beo Jin: “Ini namanya Nasi Campur, aku mencampurkan Nasi dengan sayur-sayuran, dan menambahkan saus kacang di dalamnya, bukankah dulu kau menyukai makanan ini saat tinggal di rumah kami?”
Park Kyu: “Itu karena aku sangat kelaparan,, akh,, Jika seperti ini,, lebih baik aku memakan masakan Bong Sam saja”
Beo Jin: “Ya sudah jika Tuan tidak mau memakannya,,, Tuan pergi saja makan dengan Bong Sam,, Jangan menyuruhku lagi membuat makan siang untukmu!”
Park Kyu: “Mangaji,, jangan marah seperti itu..”
Beo Jin: “Jangan memanggilku Mangaji lagi,, aku ini sudah bukan pembuat Onar,, aku kesal mendengarmu memanggilku dengan sebutan itu”
Park Kyu: “Lalu aku harus memanggilmu apa?”
Beo Jin: “Aku ini punya nama!”
Park Kyu: “Baiklah,, Nona Jang Beo Jin,, aku harap kau tidak marah,,, aku pasti akan memakan masakanmu ini”
Beo Jin: “Rasanya aneh mendengarmu memanggilku dengan sebutan Nona… jangan panggil aku seperti itu!”
Park Kyu: “Lalu,, aku harus memanggilmu apa?”
Beo Jin: “Namaku saja,, Beo Jin,, hanya Beo Jin saja,, apa kau bisa Tuan?”
Park Kyu: “Namamu saja,,, baiklah,, ehemm,, ehemm,, Beo Jin-na,,”
Beo Jin terkekeh mendengar Park Kyu memanggil namanya,,
Beo Jin: “Itu lebih baik,,, kalo begitu cepat makan makanan ini,,, besok aku bawakan lagi Nasi Campur!”
Park Kyu: “Lagi…?? Akh,, aku harap saat kau jadi Istriku,, kau tidak setiap hari memasakanku Nasi Campur,, aku bisa mati bosan memakannya,, Kue Dadarmu sebenarnya lebih baik,,”
Beo Jin: “Istri?”
Beo Jin jadi malu mendengar kata itu dari mulut sang Gubernur.
Park Kyu yang sudah siap menyaupkan Nasi Campur buatan Beo Jin ke mulutnya berhenti sejenak dan menatap Beo Jin yang tertunduk malu.
Park Kyu: “Iya,, memangnya kau tidak mau?”
Beo Jin: “Bukan begitu,, hanya saja,, aku tidak pernah memikirkannya…”
Park Kyu: “Ya sudah kalau kau tidak mau,, jangan dipikirkan,, aku juga tidak akan memikirkannya lagi,,”  (kemudian menyuapkan Nasi Campurnya)
Beo Jin: “Siapa bilang aku tidak mau.. Besok aku akan membuatkan Kue Dadar untuk Tuan,,” (wajah Beo jin semakin memerah)
Sambil tetap memakan Nasi Campurnya,, Park Kyu pun tersenyum mendengar kata-kata Beo Jin.
###

Haha.. Stress tingkat tinggi FanFic apaan nih,,, halah,, karakter Park Kyu kok jadi terkesan manja yah,, Mohon maaf kepada pengarang Manhwa Tamra The Island jika aku sudah merusak karakter Park Kyu.
Spoiler untuk Episode 4: Welcome Back William
William kembali mengunjungi Tamra bersama Yan, saat itu Park Kyu sedang pergi ke Han Yang tanpa pamit pada Beo Jin. Beo Jin yang kesepian sangat senang dengan kedatangan William. Namun saat William lagi-lagi mengajaknya untuk pergi ke Inggris bersamanya Beo Jin yang tadinya ingin menolak,, jadi berpikir ulang saat dia tahu, Park Kyu sudah mengatakan pada William jika dia mengijinkan Beo Jin untuk pergi bersama William. Ada apa sebenarnya dengan Park Kyu? Mengapa Tingkahnya jadi Aneh sejak pulang dari Han Yang? Apakah Beo Jin akhirnya akan pergi bersama William? Atau tetap berada di samping Park Kyu yang sikapnya berubah jadi dingin dan tak terkesan tak menginginkan kehadiran Beo Jin lagi dalam hidupnya??

Minggu, 02 Oktober 2011

[Picture] Epilog Tamra the Island

Mungkin sudah banyak yang tahu, kalo Tamra the Island Versi DVD Originalnya di buat dalam 21 Episode, tanpa potongan adegan yang tidak ditayangkan di drama yang ditayangkan di Televisi. Versi yang 21 episode inipun ternyata ditayangkan di Viki.com.

Di Episode terakhirnya, ga jauh beda dari yang versi 16 episode, selain cerita tentang nasib Seo Rin yang kurang jelas di versi 16 episode, ada bagian dari versi 21 episode yang ditidak dimunculkan dalam versi 16 episode. Bagian itu adalah Epilog, bagaimana kelanjutan hidup para penduduk Tamra setelah William kembali ke Inggris.

Ini dia beberapa gambar Epilognya yang disajikan dalam bentuk gambar Komik.

 Paman pemabuk, yang belajar memahat bikin boneka batu Teddy Bear dari William, memproduksi boneka batu besar-besaran, dan bisnisnya sukses besar.
 Kkeut Boon giat berlatih untuk menjadi Tae Sang Gung dan menemukan Uang perak yang ditenggealamkan kapalnya Seo Rin sebagai harta karun. (Wah,, langsung kayak mendadak nih kayaknya keluarganya Kkeut Boon)

Seo Rin dan Chi Young pergi ke China untuk memulai kembali bisnis mereka

William akhirnya bertemu dengan putri seorang bangsawan Inggris yang sangat memuja dan mengejar-ngejarnya. Semoga dia bisa cepat melupakan Beo Jin.

Hubungan Ibu Beo Jin dan Ibu Paek Kyu, sepertinya tidak membaik, lihat saja dari kilatan mata mereka saat saling menatap,, sudah telalu banyak tatapan kemarahana di sana. Ibu Beo Jin marah karena Ibu Park Kyu merendahkan putrinya. dan Ibu Park Kyu karena tak rela putra kesayangannya bersanding dengan orang biasa.

Well,, inilah akhirnya. Sebanyak apapun tatapan kemarahan antara kedua ibu mereka, Park Kyu Beo Jin akhirnya menikah di Jeju. Semoga saja dengan restu kedua orang tua Park Kyu ya... Kira-kira William datang gak ya, ke pernikahan mereka??

Aduh liat gambar-gambar ini,, jadi pingin lanjutin FanFic-nya Tamra the Island nih,,, tapi belum ada ide lagi...

Tamra the Island: Park Kyu - Beo Jin di Episode 16 [Final]

Akhirnya masuk juga Episode Terakhir,,, Ada yang tau kapan Episode ini ditayangkan di Indosiar?? Atau udah kelar?? Hiks,,hiks,, akhirnya bener2 ga bisa liat Park Kyu ngomong bahasa Indonesia nih.

Oke,, sebelumnya aku jelasin dulu bagaimana scene di atas bisa terjadi.
Demi keselamatan Beo Jin, William akhirnya terpaksa menuduh Park Kyu sebagai pengkhianat negara di hadapan raja, yang ingin memberontak. Raja yang murka, mengurung William dan Park Kyu. Saat keduanya akan di hukum mati, Beo Jin menyamar sebagai pelayan, berharap mendapat cara menyelamatkan keduanya.

Saat Raja bertanya pada Park Kyu apa keinginan terakhirnya. Park Kyu berkata, bahwa ia sangat berharap Raja mau memperhatikan pulau Tamna yang kini menjadi incaran para pedagang asing, karena disana ada para wanita penyelam yang perkasa namun ramah pada para orang asing seperti William.

Tiba-tiba, anjing yang di bawa Beo Jin keluar dari baju Beo Jin dan mendekati Raja. Raja bertanya mengapa seorang pelayan berani membawa anjing. Beo Jin berkata, bahwa dia bukanlah pelayan, tetapi dia adalah salah satu wanita penyelam dari pulau Tamna yang diceritakan Park Kyu. Beo Jin kemudian menceritakan  kejadian sebenarnya tentang William yang telah dijadikan budak Seo Rin. Raja pun teringat pada surat yang dikirim pamannya yang ada di Tamna.

Akhirnya Raja mempercayai cerita Beo Jin, dan membebaskan Park Kyu dan William, maka Beo Jin dan Park Kyu pun saling bertukan senyum mereka,,, Akh,,, Urri Park Kyu sangat keren tersenyum seperti itu...

Beo Jin, Park Kyu dan William pulang ke Tamna dengan bersembunyi di dalam lemari.

Beo Jin panik melihat Park Kyu yang Jatuh ke laut setelah pundaknya ditebas Chi Yong. Tanpa pikir panjang, Beo Jin pun segera melompat ke laut untuk menyelamatkan Park Kyu tanpa mempedulikan larangan William.

Beo Jin berusaha membangunkan Park Kyu yang tak sadarkan diri setelah tenggelam di Laut, dia memberi Park Kyu nafas buatan dan memohon pada Dewi Laut untuk menyelamatkan Park Kyu. Beo Jin semakin panik melihat darah yang mengalir dari pundak Park Kyu. Beo Jin pun berkata bahwa Park Kyu harus bangun, karena Beo Jin belmu sempat mengatakan bahwa dia menyukai Park Kyu. Lalu Beo Jin pun memukul-mukul dada Park Kyu, membuat Park Kyu mengeluarkan air yang tertelan saat dia tenggelam. dan Syukurlah,, Park Kyu pun sadar.

Park Kyu memanggil Beo Jin dengan sebutan Mangaji. Beo Jin segera memeluk Park Kyu dan berkata bahwa Park Kyu tidak boleh pergi kemanapun lagi. dan,, bonus deh,, aku kasih tahu,, William melihat semua adegan tersebut,,, So Poor for William...

And,, finally,,, Inilah wajah gubernur baru Jeju- Park Kyu dan calon istrinya-Jang Beo Jin. Saat mereka bertemu kembali setelah tak bertemu hampir sebulan lamanya...

Note:
Selesai juga akhirnya. Banyak yang bilang drama ceritanya drama ini kurang greget. Emang sih,, ada beberapa ceritan yang bikin aku gak mudeng, terutama tentang obsesi Seo Rin menguasai Tamna. Tapi aku tetap menyukai drama ini, karena Interaksi antara Park Kyu dan Beo Jin... Aku senang sekali, karena kisah cinta mereka berakhir dengan sangat bahagia,,

Kamis, 29 September 2011

Tamra the Island: Park Kyu - Beo Jin di Episode 15

Beo Jin yang sedang kesal karena tingkah tunangan Park Kyu yang mengusirnya dari rumah sewaannya, semakin kesal saat melihat Park Kyu datang lagi menemuinya.

Meski ini bukan scene Beo Jin Park Kyu, aku senang scene ini.
Park Kyu mendatangi tunangannya dan mengatakan ingin memutuskan pertunangan mereka. (Yes akhirnya, Park Kyu besikap tegas!!). Tunangannya berkata, bahwa itu aka membuatnya malu, karena semua orang sudah tahu tentang pertunangan mereka. Lalu Park Kyu berkata, lebih baik berhenti sampai disini saja, dari pada dia akan lebih malu lagi karena menderita karena menikah denganorang yang tak mencintainya.

Park Kyu kaget saat melihat William bersama Beo Jin. Ternyata William masih hidup. Park Kyu bertanya, mengapa William masih hidup? dengan sinisnya William berkata, apakah Park Kyu kaget karena dia tidak berhasil membunuh William, (William masih salah paham, berpikir Park Kyu, sengaja ingin membuatnya di hukum mati). Park Kyu yang kesal pada Beo Jin yang telah membohonginya akhirnya malah berkata, ia memang sengaja ingin membuat William di hukum karena Beo Jin.

Beo Jin yang ingin meluruskan kesalahpahaman antara Park Kyu dan William jadi serba salah karena pengakuan William. Beo Jin pun berkata pada Park Kyu, "Kiyangdari, katakan bahwa yang kau katakan barusan itu tidak benar" Namun Park Kyu terlanjur sakit hati pada Beo Jin yang tega membohonginya, padahal gadis itu tahu, betapa menderitanya Park Kyu karena kabar kematian William. Park Kyu pergi, dan berkata pada Beo Jin, jangan pernah memanggilnya Kiyangdari lagi, karena kini, dia bukan lagi narapidana yang diasingkan. Lalu pergi meninggalkan Beo Jin dan William sambil menahan kesal dan tangisnya. (So Poor Park Kyu).

Tamra the Island: Park Kyu - Beo Jin di Episode 14

Park Kyu yang masih merasa bersalah kembali menemui Beo Jin dan mengatakan tentang kematian William. Namun Beo Jin yang sudah tahu bahwa William masih hidup tidak berkata apa-apa. Karena William sudah memintanya untuk tidak mengatakan apapun pada Park Kyu.

Park Kyu akhirnnya tahu Beo Jin bekerja sebagai pelayan di tempat Seo Rin.

Park Kyu meminta Beo Jin berhati-hati bekerja di tempat Seo Rin, karena Seo Rin orang yang berbahaya. Park Kyu pun berkata pada Beo Jin, bahwa jika ada sesuatu yang tidak beres, Beo Jin harus segera melaporkannya pada Park Kyu. Namun Beo Jin teringat kata-kata William yang mengatakan jangan mengatakan apapun pada Park Kyu tentang apa yang terjadi di tempat Seo Rin.

Namun Beo Jin akhirnya berubah pikiran dan mengatakan pada Park Kyu tentang adanya barang-barang Tamra yang hilang di tempat Seo Rin. Hal ini dilihat oleh tunangan Park Kyu yang sedang berkunjung ke tempat Seo Rin. (muslihat Seo Rin nih,,,). Gara-gara hal ini, Beo Jin ditampar ibunya Park Kyu.

Tunangan Park Kyu yang kesal pada Beo Jin, sengaja ingin mempermalukan Beo Jin, saat dia berniat membeli kain di pasar dan minta ditemani Beo Jin. Namun Park Kyu datang dan menolong Beo Jin saat tunangannya ingin menampar Beo Jin. Park Kyu menarik Beo Jin, dan berkata mengapa Beo Jin tidak melawan diperlakukan seperti itu. Beo Jin menjawab, karena dia adalah tunagan Tuan, bagaimana mungkin aku bisa mempermalukan dia di depan umum, karena dia adalah tunangan Tuan.

Selasa, 27 September 2011

Tamra The Island: Park Kyu - Beo Jin Episode 13

 Episode ini,, bagiku adalah episode yang menyedihkan dan menyayat hati,,,

Beo Jin berniat pergi dari rumah Park Kyu untuk mencari William, malah bertemu dengan Park Kyu. Lelaki itu bertanya, Beo Jin mau pergi kemana? Apakah Beo Jin akan selalu membuatnya kecewa? kata Park Kyu.

 Beo Jin kesal mendengar pertanyaan Park Kyu. Dia berkata, apa hak kalian mengurungku di rumah ini. Aku ingin bertemu dengan William. Park Kyu berkata, jika Beo Jin bertemu William sekarang, maka kita semua akan mati. Beo Jin bertanya, apa salh kita? Apa yang salah dengan memiliki wajah yang berbeda, apa yang salah dengan tinggal di sebuah desa? Mengapa kita harus dihukum.

Beo Jin lalu berkata, Jika bukan karena Kau, aku sudah pergi bersama William, Kiyangdari,, mengapa kau selalu muncul dihadapanku dan menghancurkan hidupku? Kiyangdari,, aku tak suka seperti ini...

 Mendengar kata-kata Beo Jin yang menyatakan bahwa Park Kyu telah menghancurkan hidup Beo Jin membuat Park Kyu Shock dan meninggalkan Beo Jin. Dia bahkan segera menemui ibunya dan mengatakan bahwa dia bersedia menikah dengan puti bangsawan manapun yang dipilihkan ibunya untuknya. (Wohhhh Park Kyu broken heart nih,,,)

Karena kedatangan ibu Beo Jin ke Han Yang, Ibu Park Kyu akhirnya tahu identitas Beo Jin yang sebenarnya adalah seorang wanita penyelam. Ibu Park Kyupun mengusir Beo Jin dari rumahnya. Beo Jin pun tinggal di rumah yang disewakan oleh tunangan Park Kyu yang pura-pura baik. Beo Jin belajar membuat arak beras, agar dia bisa bertahan hidup di Han Yang. Suatu malam, Park Kyu mengunjungi rumah tempat Beo Jin tinggal, dan menatap Beo Jin yang sedang membuat arak beras, sambil mengingat kenangan bahagia mereka saat jalan-jalan di pasar juga kenangan sedih mereka, saat Beo Jin berkata bahwa Park Kyu telah menghancurkan hidupnya.

Park Kyu yang depresi karena mengetahui bahwa William telah mati, datang ke rumah Beo Jin setelah minum banyak arak. Beo Jin datang dan bertanya ada apa? Park Kyu berkata tidak ada apa-apa, dan berniat pergi. Namun sebelumnya menyebutkan nama William. Park Kyu memang berniat memberitahu nasib William tapi tidak tega. Beo Jin penasaran, dan terus bertanya ada apa dengan William.

Park Kyu yang bingung bagaimana mengatakannya pada Beo Jin, malah langsung mencium Beo Jin dengan paksa. Beo Jin memberontak, namun akhirnya luluh saat Park Kyu melepaskan ciuman mereka. Beo Jin tak mengerti mengapa Park Kyu melakukan itu. Beo Jin berkata "jangan mempermainkan aku" lalu pergi meninggalkan Park Kyu yang masih merasa bersalah dengan kematian William.

Note: Ternyata William tidak mati. Tubuhnya di beli Seo Rin untuk dijadikan budaknya. So Poor for Park Kyu untuk semua penyesalan dan rasa bersalahnya...

Minggu, 25 September 2011

Tamra the Island: Park Kyu - Beo Jin di Episode 12

Dah lama nih ga Posting tentang my favorite couple,, gara-gara ganti jadwal tayang di Indosiar, aku jadi gak bisa liat Park Kyu di Indosiar nih,,, sedih deh,,, Lanjut ke episode 12, setelah melihat adegan menyedihkan antara Park Kyu dan Beo Jin di Episode 11, kini giliran liat adegan bahagia antara Couple kita ini.

Sebenernya ini bukan Scene antara Park Kyu dan Beo Jin, melainkan Beo Jin dan Ibunya Park Kyu.
Akibat kepergok semalem Park Kyu nganterin Beo Jin ke kamar mandi. Ibu Park Kyu menginterogasi Beo Jin, apakah Beo Jin sering mencari Park Kyu di tengah malam seperti kemarin malam saat mereka ada di Jeju. Dengan polos, Beo Jin berkata meski tidak setiap malam tapi cukup sering. Ibu Park Kyu sudah berpikir yang tidak-tidak saja. Apalagi saat Beo Jin bercerita, bahwa dia sering dimarahi oleh ayah dan Ibunya karena tingkah Park Kyu terhadapnya, apalagi para tetangga pun mulai menggosipkan mereka (maksud Beo Jin karena mereka sering ribut,, hahah,,, tapi emaknya Park Kyu pasti berpikir lain,,, wkwkwk). Ibu Park Kyu yang berpikir Beo Jin dan Park Kyu punya Affair saat di Jeju, memutuskan untuk mendidik Beo Jin untuk di jadikan Istri kedua Park Kyu setelah Park Kyu menikah dengan salah seorang putri bangsawan, dan menyuruh Beo Jin untuk tidak mengatakan apapun tentang hubungannya dengan Park Kyu pada siapapun.

Park Kyu baru pulang dari menyelidiki sebuah kasus, dia pun mengunjungi kamar Beo Jin dan mendengar Beo Jin sedang mengeluh karena kebosanan sejak tinggal di Han Yang, karena Park Kyu pun tidak pernah datang untuk mengajaknya bermain. Beo Jin pun mulai memanggil-manggil William, dan bertanya apakah William baik-baik saja. Park Kyu yang mendengar hal tersebut menjadi lesu.

 Park Kyu yang sudah berbincang dengan ibunya tentang pelajaran yang akan diikuti Beo Jin, mengunjungi kamar Beo Jin. Pelayan yang ditugaskan untuk melayani Beo Jin, melarang Park Kyu menemui Beo Jin. Namun Park Kyu tetap masuk. Beo Jin yang melihat kedatangan Park Kyu langsung meninggalkan pelajarannya dan bertanya pada Park Kyu bagaimana kabar William. Pak Kyu hanya melihat Beo Jin sebentar, lalu pergi meninggalkan kediaman Beo Jin tanpa berkata sepatah katapun. (kecewakah, karena Beo Jin hanya bertanya tentang William padanya??)

Beo Jin yang akhirnya bisa bertemu William di pasar, meski sebentar, jadi semakin sedih. Beo Jin mulai mengeluh ketidak senangannya tinggal di Han Yang. Dia menanyakan kabar orang tua dan adiknya pada angin, dia pun berkata bahwa dia sangat merindukan Laut Tamra yang selama ini dibencinya. Pak Kyu pun datang, Beo Jin menghapus air matanya. Park Kyu berkata: "Aku ingin Kau pergi bersamaku ke suatu tempat" (Aw,,aw,, Park Kyu ngajak Beo Jin kencan nih,,,)

Ternyata Park Kyu mengajak Beo Jin ke Sungai, dan berkata bahwa di Han Yang pun ada tempat seperti Laut, meski berbeda dengan Laut yang ada di Tamra.

Beo Jin dan Park Kyu pun mulai mengobrol dengan gembira. Mereka mulai saling mengejek dengan nama panggilan masing-masing. Kiyangdari,,, Mangaji.

Beo Jin mengejek Park Kyu yang tidak bisa berenang. Park Kyu membela diri bahwa dia bisa berenang, Lalu Beo Jin mendorong Park Kyu masuk ke air, dan Park Kyu pun menarik Beo Jin ke air. Akhirnya keduanya malah bermain air hingga pakaian keduanya menjadi basah kuyup.

Masa bahagia Park Kyu dan Beo Jin harus berakhir. Ketika Keduanya sampai di rumah Park Kyu dalam keadaan basah kuyup, kedatangan mereka dipergoki oleh tatapan tajam Ibu Park Kyu yang sedang mengantar calon Istri Park Kyu untuk pulang.

Park Kyu mendatangi kamar Beo Jin berniat untuk menanyakan apakah Beo Jin baik-baik saja setelah dipergoki sedang bersamanya oleh Ibu Park Kyu. Namun sebelum berkata apapun, Beo Jin segera berkata bahwa dia baik-baik saja dan menyuruh Park Kyu pergi karena tidak pantas seorang Tuan muda mengunjungi kamar wanita malam-malam seperti ini. Park Kyu pun paham maksud Beo Jin, dan berkata dia pun baik-baik saja.

Beo Jin menyelinap keluar dengan berpakaian seperti Bong Sam pelayan Park Kyu. Dia malah bertemu Park Kyu. Beo Jin berpura-pura sebagai Bong Sam yang ingin keluar rumah. Park Kyu yang sudah tahu, bahwa dia adalah Beo Jin yang sedang menyamar, bertanya untuk apa Bong Sam keluar malam-malam seperti ini. Beo Jin bingung dan mulai mencari alasan. Lalu Beo Jin berkata bahwa dia hanya ingin jalan-jalan.

Park Kyu berkata, bagaimana jika dia ikut bersama Bong Sam untuk jalan-jalan, Beo Jin pun kaget.

Park Kyu menyuruh Beo Jin untuk tidak ribut, agar tidak ada yang tahu tentang penyamarannya. Lagi pula tidak akan ada yang menghalangi kepergian mereka, bukankah Park kyu sekarang akan pergi bersama pelayannya Bong Sam.

Keduanya pergi berjalan-jalan ke pasar. Saat Beo Jin sedang melihat-lihat sepatu, dan terlihat menyukai sepetu tersebut. Park Kyu meminta pedagannya untuk membungkusnya, namun Beo Jin melarangnya, karena dia tidak membutuhkannya.

Lalu keduanya pun menonton pertunjukan boneka, tentang dua orang yang sedang menikah. Beo Jin sepertinya sangat senang melihat pertunjukkan tersebut, dan Park Kyu sangat bahagia melihat Beo Jin bahagia.

 Haduh,,, nih senyum Park Kyu,, bikin hati meleleh,,, ganteng banget sih Urri Park Kyu, kalo lagi senyum kayak gini. Coba sering-sering yah,, Urri Park Kyu senyum kayak gini, jangan pasang muka Jaim melulu. Tapi,,, dia mah tetep keren denk pasang muka Jaim juga,,,