Heart to Heart Episode 2

Semakin ketagihan sama drama ini, entahlah… Sejak Nine rasanya belum ada drama yang menggugah hatiku sampai sebegininya, meski Heart To Heart ini belum bisa menggantikan posisi Nine di hatiku, tapi lumayan mendekati lah… apalagi senyumnya Yi Suk yang melelehkan hati itu, Aigooo… sejak kapan yah Chun Jun Myung senyumnya semanis itu >.<

Sayangnya Sub drama ini lama sekali keluarnya, mungkin  karena bukan drama populer jadi para subbernya menunda-nunda untuk menyelesaikannya, ataukah memang dialog-dialognya sulit di terjemahkan yah? Ntahlah… tapi apapun alasannya aku akan dengan sabar menunggu subnya setelah menonton RAW nya, kadang saking penasarannya aku jadi kepo dan iseng-iseng baca recap nya di dramabeans, padahal aku sudah jarang sekali baca-baca recap drama karena lebih senang Nonton hehe.



Di episode 2 ini, hubungan Hong Do dan Yi Suk kembali berubah, dari tadinya Saksi dan tersangka, Aksi penyelamatan Hong Do saat Yi Suk hampir meregang nyawa membuat Hong Do menjadi penyelamatnya. Begitu yang seharusnya. Tapi dasar Yi Suk egois, setelah Hong Do menyelamatkannya dia malah sama sekali tidak berterimakasih.

Yi Suk malah ngomel-ngomel pada Hong Do dan menyalahkan Hong Do yang membuatnya hampir kehilangan nyawanya karena Hong Do bersaksi bahwa  Yi Suk adalah orang yang dengan sengaja menusuk pasiennya itu. Kenyataannya, si pasien mengaku jika dialah yang melukai dirinya sendiri. Hong Do sebenernya merasa bersalah, namun sikap Yi Suk membuat dia kesal juga pada pria itu. Bahkan setelah Hong Do menyelamatkan nyawanya, Yi Suk sama sekali tidak ada niat untuk beterimakasih. Yi Suk malah memaki Hong Do dan memintanya untuk tidak muncul lagi di hadapannya.

Doo Soo menelpon Hong Do dan Yi Suk yang mengangkatnya, Bukannya memberikannya pada Hong Do, Yi Suk malah mengomel pada Doo Soo dan bertanya dimana Park Man Dong (pasien Yi Suk yang lehernya tertusuk) di rawat. Doo Soo bertanya memangnya Yi Suk mau apa? Dengan sebal Yi Suk berkata dia ingin mengambil lagi pena nya! Apakah Doo Soo puas? Yi Suk tak hilang akal, dia yang memanggil ambulans, maka dengan mudah dia bisa mengetahui dimana Park Man Dong di rawat. Yi Suk kembali memasukan ponsel Hong Do ke jaketnya.

Tentu saja ini membuat Hong Do yang sebal pada Yi Suk terpaksa mengikutinya hingga ke RS karena dia ingin mendapatkan ponselnya kembali. Hong Do berhasil mengikuti Yi Suk yang sudah berdiri di depan kamar Park Man Dong, namun sebelum Hong Do sempat meminta ponselnya, Yi Suk sudah masuk ke kamar itu, jadilah Hong Do menunggu di depan kamarnya sambil bersembunyi di belakang kursi tunggu dari orang-orang yang berlalu lalang.

Yi Suk berbicara dengan Park Man Dong dan bertanya mengapa dia melakukan itu?  Belum sempat Park Man Dong mengatakan apapun, Yi Suk sudah merasa sesak dan kepanasan, serta terdengar suara berdengung lagi di telinganya sama seperti sebelum dia kehilangan ingatannya yang berujung pada insiden tertusuknya Park Man Dong, Yi Suk mencari udara segar dengan membuka jendela, tapi itu tidak membuat keadaan lebih baik hingga gejala itu hilang saat Putri Park Man Dong tiba di kamar dan Hong Do berusaha menyelinap ke kamar itu.

Saat Hong Do masuk, suara dengungan dan sesak di dada Yi Suk hilang begitu saja. Namun dia kaget melihat keberadaan Hong Do dan meyuruhnya keluar. Yi Suk merasakan gejala yang sama, dia pun kembali membawa Hong Do masuk dan memegang tangan putri Park Man Dong, gejalanya hilang lagi. Yi Suk tidak yakin siapa yang menghilangkan gejala aneh yang dia alami, dia mengeluarkan Hong Do lagi dan memegang tangan Putri Park Man Dong, tapi gejala tetap muncul, sadarlah Yi Suk bahwa yang menghilangkan gejala anehnya adalah Hong Do.

Yi Suk keluar dari kamar itu dengan sesak di dadanya dan mendengar bunyi mendengung di telinganya, nmaun saat melihat Hong Do yang masih menunggu nya di luar, semua gejala itu hilang. Yi Suk heran mengapa Hong Do masih disana? Apakah dia seorang stalker? Hong Do hanya meminta ponselnya. Bagaimana bisa ponsel Hong Do ada pada Yi Suk?

Ponsel Hong Do berbunyi dan Yi Suk bingung mengapa ponsel itu ada di saku jaketnya. Dia lebih kaget siapa melihat siapa yang menelpon Hong Do, Detektif Jang Doo Soo? Bahkan Hong Do memiliki fotonya saat sedang menggunakan seragam polisi. Akhh… jadi Yi Suk dan Doo Soo saling mengenal? Hong Do berusaha mengambil ponselnya dari tangan Yi Suk, namun Yi Suk malah sengaja menggoda Hong Do. Ahhh… Itukah alasan kenapa Doo Soo  memukulnya  tiba-tiba? 

Hong Do tidak tahan, dia berteriak meminta Yi Suk mengembalikan ponselnya dan memarahi Yi Suk habis-habisan! Karena Yi Suk dia pertama kali harus pergi ke kantor polisi, dan memperlihatkan sisi dirinya yang tidak ingin di lihat Doo Soo. Yi Suk menghancurkan hidupnya tapi dia masih menyalahkan Hong Do. Giliran Hong Do yang memaki Yi Suk. Membuat mereka menjadi tontonan orang-orang di RS.

Melihat amarah Hong Do, Yi Suk malah tertawa dan berkata ternyata Hong Do bisa bicara dengan baik, dia mengakui bahwa dirinya psyco dan player, tapi dia menyangkal satu makian Hong Do terhadap dirinya. Ugh… Hong Do makin kesal dan berkata seharusnya Hong Do membiarkan Yi Suk mati saja, saking kesalnya Hong Do pun pergi dan merelakan ponselnya.

Yi Suk mencegahnya dan memintanya untuk melihat ke arahnya, Hong Do menolak dan saat itulah Yi Suk menyadari jika wajah Hong Do memerah saat mata mereka bertemu, apakah itu karena dia sedang marah? Dan Hong Do adalah seorang Antrophobia kan? Hong Do sangat beruntung bertemu dengannya karena dia adalah dokter terbaik yang bisa mengatasi penyakitnya. Yi Suk meminta kerjasama Hong Do untuk menemaninya  masuk ke dalam kamar Park Man Dong. 3 menit saja, setelah itu dia akan mengembalikan ponselnya.

Dengan membawa Hong Do yang terus berlindung di balik helmnya, Yi Suk masuk kembali ke kamar Park Man Dong dan melihat pasiennya itu sedang beristirahat. Yi Suk berkata ada banyak hal yang ingin dia tanyakan, namun dia akan datang lain waktu saja. Park Man Dong bangun dan berkata dia tidak ingin bicara apapun lagi dan berharap Yi Suk tidak usah datang lagi.

Satu pertanyaan saja kalau begitu? Mengapa Park Man Dong melakukan itu? Di tengah konsultasi mencoba melukai diri sendiri, bukan kah jika ingin bunuh diri orang-orang akan melakukannya di tempat sepi? Park Man Dong terawa sinis dan meminta Yi Suk mendekat. Yi Suk menjauh dari Hong Do dan mendekat pada Park Man Dong yang berbisik, “Sekarang kau telah bertemu putriku, apakah kau penasaran padaku?”  Yi Suk bingung, saat itulah Hong Do pergi dari kamar Park Man Dong membuat Yi Suk kembali mendapatkan gejala anehnya, sementara Park Man Dong mengancamnya agar tidak dekat-dekat dengan putrinya.

Yi Suk segera keluar dari kamar Park Man Dong dan mencari Hong Do dengan menahan sesak di dadanya yang menghilang saat dia menemukan Hong Do yang sedang besembunyi di balik tembok. Hong Do meminta ponselnya dan Yi Suk memberikannya tanpa basa basi lagi. Yi Suk masih bingung dengan keadaan tubuhnya yang mendadak mendapatkan gejala aneh saat bebicara dengan Park Man Dong.

Paginya Yi Suk mendapatkan telepon dari ibunya yang mengajaknya shoping membeli kado untuk ulang tahun kakeknya. Sementara Hong Do mempersiapkan diri untuk menyamar jadi Nenek yang akan bekerja menjadi typewriter di rumah Go Sang Kyu, kakek Yi Suk.

Namun si kakek ternyata hanya iseng saja menyuruh Hong Do datang waktu itu, dia sangsi si Nenek bisa menjadi asistennya bahkan dia sama sekali tidak ingin memberikan Nenek kesempatan meskipun dia sudah memohon.

Jadi lah Hong Do harus pulang dengan tangan hampa, dan kaget melihat foto Yi Suk di rumah Kakek. Hong Do  bertanya siapa pria muda itu pada Ahjuma Kim? Dengan penuh semangat Ahjuma menjelaskan jika dia adalah Cucu tuannya, bukan kah dia tampan? Hong Do penasaran apakah dia tinggal dirumah ini? Tidak, dia hanya datang sesekali, saat ingin bertanya lebih lanjut, pengawal Ahn memanggil Nenek untuk kembali ke dalam ruangan Kakek, karena ternyata Kakek berubah pikiran.

Hong Do mulai mengetik apa yang dikatakan Kakek dengan seksama, dan tentu saja tanpa xxx karena dia mengerti dengan baik apa yang dikatakan kakek. Setelah beberapa kalimat, Kakek ingin melihat hasil tulisannya dan kecewa melihatnya. Ternyata Nenek sama saja dengan yang lain. Hong Do meminta Kakek melihat lebih seksama, Akh… Kakek tidak memakai kacamatanya, jadi tidak bisa membaca dengan baik. Karena tidak menemukan kacamatanya, Hong Do memberikan alternative dengan aplikasi pengganti kacamata baca yang di smartphone, tapi tenyata ponsel kakek bukan smartphone. Kakek jadi tengsin dan berkata dia akan memikirkannya baik-baik dan Nenek boleh pulang dulu.

Hong Do merasa tidak yakin apakah dia akan diterima sebagai asisten Kakek atau tidak, tapi pengawal Ahn memberinya semangat bahwa Nenek adalah yang paling cocok. Saat pengawal Ahn menawarkan untuk mengantarnya hingga stasiun, Hong Do menolak dan berkata dia lebih nyaman pergi sendiri. Saat hendak pulang dia melihat Yi Suk bersama ibunya, Hong Do berusaha bersembunyi dan memperhatikan Yi Suk dari jauh, dia kaget saat melihat Yi Suk tersenyum ketika pria itu menggendong ibunya yang kakinya tampak kesakitan setelah seharian belanja. Ternyata Yi Suk bisa tersenyum juga^^

Hong Do mendapatkan pesan dari Doo Soo, namun kata-kata di pesan itu terputus karena Doo Soo harus mengejar seorang wanita yanga berlari tanpa busana saat mengetik pesannya untuk Hong Do, dan dia bahkan tidak sadar jika pesan itu telah terikirim. Kata terkahir dari pesan Doo Soo adalah “Shik” Hong Do mencoba menebak berbagaik kemungkinan namun dia merasa buntu dan memutuskan untuk bertanya lewat sms. ‘Setelah Shik, selanjutnya apa?’ Saat pesan itu terkirim Hong Do malah kaget sendiri, karena tadinya dia berniat untuk menghapus kata-kata itu ;p

Yi Suk bertemu dengan Senior nya, Psikiater Uhm Ki Choon (Seo Yi Suk) membicarakan kasus Yi Suk yang menangangi pasien setelah minum hingga dia menjadi tersangka pembunuhan. Saat Senior Uhm bertanya tentang memar di leher Yi Suk, dia malah berkata itu adalah Kissmark, pasti seniornya itu tidak tahu karena tidak pernah mengalaminya kan? Sighh.. dasar Yi Suk!

Yang terpenting saat ini masa depan Yi Suk ke depannya, sejak kapan dia mulai minum seperti itu? Yi Suk juga tidak ingat, tapi sepertinya dia mulai stress dengan semua keluhan yang ditumpahkan pasien padanya. Senior Uhm berpendapat, saat ini Yi Suk tidak dalam keadaan yang bisa berhadapan dengan pasien. Untungnya ijin praktek Yi Suk tidak di cabut, Yi Suk jadi kesal. Dia adalah korban kenapa juga ijin prakteknya harus dicabut. Tapi rumor di luaran sana sudah menyebar, Yi Suk sudah kehilangan banyak pasien.

Setelah selesai menangani kasus wanita yang berlari tanpa busana, Doo Soo mengecek ponselnya dan melihat sms Hong Do? Dia tertawa dan membalas bahwa setelah Shik, adalah Sa. Shiksa. Artinya makan. Doo Soo mengundang Hong Do untuk makan bersamanya. Hong Doo yang saat itu sedang menunggu Doo Soo pulang di depan rumahnya langsung kegirangan dan membayangkan dirinya menari-nari saking bahagiannya. Dia tidak pernah menyangka jika Doo Soo akan mengajaknya makan bersama.

Besoknya Hong Do mempersiapkan segalanya dan juga membuat beberapa rencana. Dia memilih baju terbaiknya setelah berkali-kali berganti baju dan akhirnya memutuskan gaya simple yang sederhana yang membuatnya tampak manis. Setelah siap untuk pergi Hong Do pun mulai menjalankan rencana yang sudah dia persiapkan sejak semalam.

Pertama, Hong Do akan memesan taksi yang menunggunya di depan rumah sehingga dia tidak memerlukan helm pelindungnya. Rencana ini gagal karena ada kontruksi di dekat rumahnya, sehingga supir taksi menunggunya di sebrang jalan. Hong Do bingung, namun saat dia menatap foto Doo Soo dia menjalankan plan B nya.

Kedua, mengganti helm dengan payung untuk melindungi dirinya dari tatapan orang-orang. Secepat kilat Hong Do berlari dengan payungnya dan langsung masuk taksi.

Ketiga, Untuk menghindar dari supir taksi yang akan mengajaknya mengobrol, Hong Do akan pura-pura tertidur atau mendengarkan music hingga tiba di tempat tujuan. Rencananya gagal lagi karena sebuah ponsel penumpang lain yang tertinggal di dalam taksi dan membuat si supir taksi di tilang. Hong Do kurang membayar biaya taksinya, jadilah diakejar-kejar pak supir hingga terjatuh dan kakinya terluka, bahkan… ponsel nya pun terjatuh.

Keempat, Setelah tiba di restoran tempat mereka berjanji, Hong Do akan segera masuk ke dalam restoran, membuat reservasi dan duduk tanpa merasa takut. Penuh percaya diri. Tentu saja ini pun gagal, saat tiba di sana, restorannya bahkan sudah tutup. Hong Do  melihat Doo Soo datang dia malah bersembunyi. Doo Soo pun datang terlambat, dia mencoba menelpon Hong Do, tapi yang mengangkat orang lain, sementara Hong Do hanya menatap pilu pada Doo Soo yang pergi untuk mengambil ponsel Hong Do yang terjatuh.

Hong Do tiba di rumah dengan perasaan kacau, dia membereskan rumahnya, namun berujung membuatnya lebih berantakan dari sebelumnya. Doo Soo datang dan berbicara dengan Hong Do yang langsung bersembunyi saat mendengar suara Doo Soo. Dari luar Doo Soo meminta maaf karena datang tidak bisa memenuh janji nya hari ini. Hong Do pasti menunggu lama yah? Karena Hong Do orang yang baik, dia pasti mengerti kan?

Doo Soo mendengar dari orang yang memungut ponselnya, Hong Do menggunakan dress hari ini, dia menyesal karena tidak bisa melihatnya. Doo Soo pun meninggalkan ponsel dan obat luka karena mendengar Hong Do terjatuh saat kehilangan ponselnya. Dong Soo meminta Hong Do memberinya kesempatan lain untuk mentraktirnya makan, dia akan menunggu telepon Hong Do.

Apa kabar dengan Yi Suk? Dia bersama Ibu, dan adik perempuannya Go Se Ro merayakan ulang tahun kakeknya yang berujung dengan mendapatkan omelan dari sang kakek karena Yi Suk membuat masalah dengan menangangi pasien setelah minum. Se Ro pun di omeli karena dia meninggalkan sekolanya demi menjadi aktris, namun ujungnya dia hanya menjadi figuran dimana-mana. Yi Suk tidak senang mendengar omelan kakeknya dan mengajak ibunya untuk minum berdua saja.

Tiba-tiba Ayah Yi Suk datang dan merusak suasana. Ibu Yi Suk langsung terlihat ketakutan saat melihat suaminya itu.

Mendengar kabar Ayahnya akan kembali ke rumah itu, Yi Suk sangat kesal dan mengeluarkan protesnya saat Ayah dan Kakek sedang berbicara di ruang kerja Kakek. Yi Suk tidak setuju Ayahnya kembali, apakah Kakek ingin membunuh ibunya? Apakah Kakek tidak tahu kelakuan Ayahnya setelah meninggalkan ibunya? Dia pergi ke luar Negeri dan berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dari Yi Suk. Pokoknya dia melarang Ayahnya kembali ke rumah itu! Ayahnya berteriak pada Yi Suk, memangnya itu adalah rumahnya? Namun Yi Suk tidak menggubris dan berlalu pergi.

Yi Suk mengunjungi ibunya yang meringkauk di balik selimut karena ketakutan. Sepertinya penyakit bipolar yang diderita ibunya adalah karena trauma yang disebabkan Ayah. Yi Suk mencoba menenangkan ibunya, berkata jika masih ada dirinya, dan semuanya akan baik-baik saja. Sayang nya ibu sama sekali tidak merasa lebih baik.

Dengan hati kesal, Yi Suk curhat pada Senior Uhm tentang kembalinya sang Ayah, dia terlihat panik dan cemas dan merasa ingin mati saja. Dia tidak ingin lagi menemui Ayah, karena apa yang telah di lakukan pria itu terhadap Ibunya. Lalu apa yang akan Yi Suk lakukan sekarang? Mereka harus membicarakan karir Yi Suk sebagai Dokter Jiwa ke depannya.

Pihak Atasan sudah membuat keputusan tentang Yi Suk? Apa itu? Apakah ijin prakterknya di cabut. Belum sampai pada tahap itu, tapi ada syaratnya. Yi Suk harus berhenti minum alkohol dan bekerja di tempat Senior Uhm bekerja. Apa itu masuk akal? Yi Suk tidak sudi bekerja di  tempat menyedihkan itu. Senior Uhm kemudian bertanya, Apakah Yi Suk pernah berpikir untuk menjadi Psikiter sesunggugnya yang bisa ikut menangis bersama pasiennya? Yi Suk terdiam, dia bingung karena dia sama sekali tidak pernah berpikiran begitu.

Esok harinya, Yi Suk di kagetkan karena melihat tempat prakteknya kosong melompong. Bukan saja tidak ada pasien, resepsionis yang menjad di depan pun sudah mengundurkan diri karena ketakuta, dan barang-barang di kantornya raib entah kemana.

Hong Do tiba-tiba muncul di hadapannya? Dengan pikiran negatifnya Yi Suk malah menuduh Hong Do pencurinya, namun Hong Do tidak mendengarkan ocehan psikiater psyco itu, dia membuka helm pelindungnya dan memperlihatkan wajahnya yang memerah seluruhnya. Yi Suk jadi kaget, apa yang terjadi pada wajah Hong Do di cuaca sedingin ini?

Apakah Yi Suk bisa menyembuhkannya? Meskipun itu sangat sulit, meskipun Yi Suk bukan terbaik, tapi dia harus menyembuhkannya, jika tidak… kemudian… Hong Do akan mati di tempat itu. Yi Suk langsung terpana, apalagi saat melihat Hong Do mulai menangis dengan wajahnya yang semakin memerah.

“Tolong Sembuhkan aku… Ku mohon…”

***

Kasus wanita yang berlari tanpa busana aku pikir adalah hal yang tidak penting, tapi ternyata nanti si wanita ini akan muncul lagi di episode 3 dan menjadi pasien Yi Suk. Sebenarnya, kemunculannya pun menjadi bagian penting dari drama ini, karena mengejar wanita ini hingga ke tempat syuting, Doo Soo bertemu dengan Se Ro yang sedang syuting sebagai figuran dalam sebuah adegan di kolam renang. Namun karena tingkah Se Ro yang selalu berusaha menunjukkan diri membuat adegan itu di ulang-ulang dan akhirnya malah di hilangkan karena munculnya si wanita tanpa busana itu. Se Ro kesal, padahal dia hanya mendapatkan kesempatan menjadi figuran di Scene itu saja. Dia menyalahkan Doo Soo atas hal itu dan mengirimkan complain ke kantor polisi lewat surat kepada Doo Soo.

Masih bingung dengan Doo Soo. Dia baik banget sama Hong Do, tapi apakah dia pernah memandang Hong Do sebagai wanita selama 7 tahun ini. Doo Soo tidak ingin mengusik Doo Soo dan selalu menjaga comport zone nya dengan tidak memaksanya. Membuat Hong Do semakin menganggumi Doo Soo karena kebaikannya. Doo Soo tentu tahu jika Hong Do ada hati padanya, bodoh jika dia tidak tahu, namun… Hong Do berkata pada bawahannya bahwa dia tidak akan lagi melakukan kencan buta kerana dia akan segera melakukan pertemuan keluarga dengan calon istrinya. Tadinya aku pikir Doo Soo hanya bercanda, tapi ternyata, si calon istri itu benar-benar muncul di episode 4. Lalu apa arti rasa penasaran Doo Soo selama ini pada Hong Do yang selalu mengiriminya makanan?

Hidup Hong Do tampaknya hanya fokus pada Doo Soo, dia ingin sembuh pun karena dia ingin bertemu dengan Doo Soo tanpa bantuan helm pelindungnya. Dia ingin terlihat sebagai wanita normal di depan Doo Soo. Bahkan saat dia berpikir dia bisa bekerja di kantoran suatu saat nanti pastilah Doo Soo akan bangga padanya. Jadi penasaran nih, kira-kira kejadian apa yang menyebabkan Doo Soo begitu menyukai Doo Soo selama 7 tahun ini? Dan juga… dari mana dia mendapatkan foto Doo Soo yang memakai seragam polisi, itu bukan foto yang mudah di unggah di internet kan?

Selain itu, Hong Do memiliki banyak fantasi yang ingin dia lakukan bersama Doo Soo di kepalanya. Aku suka saat Hong Do berfantasi berdansa dengan Doo Soo, namun yang diperlihatkan hanya kaki mereka berdua. Terasa lebih sweet aja rasanya^^

Aku takjub pada kemampuan Hong Do menyamar sebagai Nenek, sangat detail dan make up nya menjadi Nenek bener-bener perfect, pantes aja selama ini gak ada yang curiga. Bahkan dia membuat bercak-bercak penuaan di tangannya, suara dan nada bicara nya sih tidak usah di ragukan, benar-benar meyakinkan sebagai Nenek^^ Hong Do ini sebenarnya sangat pintar dan ahli mengobservasi orang nih, sayang aja dia tidak bisa menggunakan bakatnya ini untuk bekerja karena penyakit Antrophobiannya. Semoga Yi Suk benar-benar bisa menyembuhkannya yah^^

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

9 Komentar untuk "Heart to Heart Episode 2"

drama ini lucu! Chun Jung Myung... tumben dia bisa kocak XDDD..

baca saja bisa senyum2 sendiri,mba irfa hebat dee

ciee yang belom bisa move on dari nine hehehe..aku jadi mulai suka sama drama ini,..unik hehe
semangat bikin sinopsisnya yaa wkwk

Aq jg suka hong do jd ne2k, sampai tangan2 dibuat kriput2 sama muka yg pink

Saya kagum dg kang hee...drama ini bikin ketawa ketiwi,berharap bak irfa bikin sampai abis sinopnya(ngarep)...Jun myung jg cute...rasa 2 nya senyum is oppa emang manissss dr dulu deh bak irfa(ha ha ha),cuma krn jarang maen romcom jd gak begitu terekspos...drama ini. Bikin ketagihan apalagi setelah nonton. Ep 3 dan 4,wow...bikin dag dig dug seer ..kira2 bakal dibawa ke mana arah ceritanya? Gumapshimnida bak irfa...

setuju dach.....

aku mau komen, tapi saking lucunya, jadi bingung nulisnya
pokoknya, aku beruntung menemukan drama ini....

tapi sub indonya....... tapi tetep sabar.............

kaya nunggu sub indo bad guy dulu,

Saya kira saya saja yg kesulitan ...mau nonton pake sub mesti super sabar,sudah tayang sampai ep 6 tp masih pelanga pelengo aja, di youtube jg mau donwload harusssss ekstra sabar, subnya lama nian...tapi ttp penasaran aja...semoga bak irfa bisa lanjut nulis review nya...puthakterimnida..jeongmal...kamdahamnida....

Absurd banget ni drama...
Sumpah...!!
Tapi sukaaaaaaaaa.... :D :D

thanks banget mbak,,, krna udah bikin sinop ini... :) :)

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top