Kamis, 11 September 2014

Endless Love Episode 11

[Sebelumnya di Endless Love Episode 10]


In Ae terbangun di RS dengan luka yang sudah di obati. Kwang Chul ada disampingnya dia melarang In Ae untuk menyentuh lukanya, cukup parah memang, namun akan segera pulih. In Ae bisa meneruskan syuting film setelah lukanya sembuh. Kwang Chul mendesis, apakah In Ae benar-benar menyukai Putra Perdana Menteri, jika benar begitu seharusnya In Ae mengatakan hal tersebut pada Kwang Chul. In Ae terdiam, karena bukan itu alasan sebenarnya mengapa dia memilih bersama Tae Kyung.

Bagaimana Kwang Chul bisa tahu dimana dirinya berada dan dia sedang dalam bahagia, Putri Perdana Menteri yang memberitahunya. Kwang Chul teringat sesuatu (Aha, pasti lagi-lagi dia melupakan Se Kyung).

Kwang Chul melihat Se Kyung di ruang tunggu RS, jadi dia belum pergi juga? Wajah Se Kyung sangat ketakutan, dia berkata dia ingin meminta maaf atas nama Oppa nya. Kwang Chul kesal, apakah bisa selesai dengan meminta maaf seperti itu? Apa yang salah dengan keluarga Se Kyung sebenarnya? Kwang Chul tidak ingin bicara lagi, dia memegang tangan Se Kyung dan menariknya keluar, dia akan mengantar Se Kyung pulang.

Nyonya Min berbicara dengan seseorang di telepon, dia tidak peduli dengan apa yang diperbuat orang itu terhadap In Ae. Jika perlu hancurkan saja dia, karena In Ae adalah seorang aktris, mereka bisa menggunakan media untu menghancurkan In Ae.

Seketika kabar In Ae di RS pun tercium media, mereka masuk ke kamar In Ae dan melontarkan berbagai pertanyaan pada In Ae yang terbaring lemah dengan luka di wajahnya. In Ae memilih diam, dia tak tahu apa yang harus di katakannya.

Tentu saja masalah ini memberi dampak buruk pada produksi film yang akan di bintangi In Ae, Produser nya mengeluhkan kerugian yang di deritanya saat dia membaca artikel tentang terlukanya In Ae. Banyak sponsor yang sudah membatalkan, dan dia akan hancur. Dia menyalahkan In Ae untuk semua ini. Sutradara Im  membela In Ae, mereka tetap bisa melanjutkan film ini setelah In Ae sembuh. Apa? Produser tidak menginginkan hal itu, dia malah akan mempersiapkan pengacara untuk menuntut In Ae.

Kwang Hoon menelpon bibi Kyung Ja setelah membaca artikel tersebut, bertanya dimana In Se sekarang dan mengapa Bibi Kyung Ja tidak memberitahunya, apakah itu atas perintah Kwang Chul? Bibi Kyung Ja merasa kesal dan berkata, jika Kwang Hoon memang peduli sebaiknya dia mencari In Ae sendiri, jangan hanya mara-marah sambil bersembunyi.

Saat hendak pergi mencari In Ae, Kwang Hoon mendapat telepon dari Jenderal Chun yang juga telah mendengar tentang Skandal Seo In Ae. Jenderal Chun merasa terganggu dengan hal itu dan memperingatkan Kwang Hoon tentang In Ae.

In Ae ternyata sedang ber kemping bersama Kwang Chul dan Chil Sung dkk. Sebaiknya In Ae tak memikirkan apapun juga selama mereka ada disana, pikirkan saja tentang kesehatannya. Kwang Hoon pasti saat ini sedang marah karena membaca berita di artikel. In Ae tidak ingin Kwang Hoon memlihatnya dalam keadaan seperti ini, Kwang Chul tahu itu. In Ae merasa buruk karena hal ini, dia telah menyepelekan dunia.

Kwang Chul berpikir In Ae tidak perlu merasa seperti itu, tapi ada sesuatu yang belum In Ae katakan pada Kwang Chul. Mengapa In Ae berurusan dengan Putra perdana Menteri. Yang melakukan semua itu pada In Ae adalah pengawal Tae Kyung dan yang memerintahkannya adalah Istri Perdana Menteri kan? In Ae menatap Kwang Chul, bagaimana dia bisa tahu itu? Tentu saja dari Se Kyung. In Ae memohon agar Kwang Chul pura-pura tidak tahu saja. Kenapa? Apakah Istri Perdana Menteri begitu menakutkan?

Apa yang Kwang Chul pertanyakan adalah mengapa In Ae harus diserang gara-gara Putra Perdana Menteri, apakah ini karena Kwang Hoon? Karena dia ingin membuktikan pada Kwang Hoon bahwa bukan dia saja yang bisa berurusan dengan orang kaya. Kwang Chul boleh menganggapnya seperti itu karena In Ae tidak ingin mengatakan alasan apapun.

Apakah Kwang Chul tahu jika Putri Perdana Menteri menyukainya? In Ae bertanya seolah ingin mengalihkan pembicaraan, Kwang Chul langsung berdiri, kata-kata In Ae itu tidak masuk akal. Kenapa? In Ae akan merasa senang jika Kwang Chul jatuh cinta dia akan mendukungnya. Kwang Chul kesal dan meminta In Ae menarik kata-katanya. In Ae tersenyum dan bertanya apakah Kwang Chul malu? Siapa yang malu, dia malah merasa kesal dengan tuduhan itu.

Tae Kyung membaca berita tentang In Ae dan merasa kesal, dia berjanji dia tidak akan memaafkan ibunya. Se Kyung berpikir yang terbaik adalah Tae Kyung meninggalkan Seo In Ae, dia sudah menderita karena hal ini. Tidak. Tae Kyung tidak akan menyerah. Jika bukan demi Seo In Ae, sebaiknya Tae Kyung meninggalkan In Ae demi Ayahnya, tidak bisakah Tae Kyung melakukan hal itu? Tae Kyung merasa frustasi dengan keadaan ini.

Kwang Chul kaget dengan keputusan In Ae yang ingin melakukan konperensi Pers dengan wajah seperti itu. Kenapa? Karena In Ae ingin meninggalkan bukti dan mengatakan jika semua yang tertulis di berita itu salah. Memangnya siapa yang akan percaya pada In Ae? Kwang Chul bahkan mendengar jika Produser film akan menuntutnya. In Ae tampak tak peduli dan jika itu terjadi, Apakah Kwang Chul mau merampok bank untuknya?

Kwang Chul berniat untuk meninggalkan In Ae, namun dia tertawa karena tahu In Ae sedang bercanda. In Ae pun tertawa dan berkata dia juga akan meminta Kwang Hoon merampok bank, apakah dia akan menganggap itu sebuah lelucon juga? In Ae tertawa, Kwang Chul melarangnya karena In Ae terlihat jelek, lalu apakah In Ae harus bersembunyi? Tidak juga, dia tampak cantik seperti itu, In Ae jadi sebal mendengarnya.

Pagi hari di rumah keluarga PM Kim, Tae Kyung memutuskan untuk kembali ke Boston, dengan begitu Nyonya Min tidak akan mengganggu In Ae lagi. Tae Kyung berkata pada Ayahnya jika semua yang di beritakan surat kabar itu tidak benar. Mereka hanya menulis semaunya saja. PM Kim hanya berkomentar agar Tae Kyung belajar yang benar.

Tae Kyung minta ibunya untuk tidak lagi menyentuh In Ae dan menarik semua berita bohong yang beredar, dengan dingin Nyonya Min berkata, itu bergantung pada kelakuan Tae Kyung. Merasa kesal akhirnya Tae Kyung meninggalkan meja makan, Se Kyung mengikutinya di belakang.

Nyonya Min memutuskan untuk mengantar Tae Kyung ke US, dia juga akan bertemu Big Bear. PM Kim merasa obsesi istrinya untuk menjadikannya Presiden sudah menjadi penyakit yang sulit disembuhkan. Nyonya Min tidak peduli apapun caranya dia harus mewujudkan impian itu.

In Ae datang ke Perusahaan pembuat filmnya, dia menghadapi wartawan sendirian dengan perban di kepalanya, sementara Kwang Chul memperhatikan dari kejauhan.  In Ae mengatakan bahwa apa yang dituliskan di Tabloid itu sama sekali tidak benar. In Ae tidak ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia yakin suatu hari kebenaran akan terungkap. Dia sudah menjadi tahanan remaja karena ketidak adilan, kali ini dia memastikan akan mengungkap kebenaran suatu hari nanti, dan dia berdiri di depan semua reporter untuk meninggalkan bukti.

Nyonya Min dan Tae Kyung menonton pernyataan In Ae itu , Nyonya Min menyebut In Ae  arogan dan berkata pada putranya bahwa gadis itu menunjukkan wujud aslinya, dia hanya memiliki sisi evi saja. Lalu bagaimana dengan ibunya? Tae Kyung bertanya. Bukan kah dalam diri Nyonya Mi ada sisi evil yang lebih besar? Nyonya Min tidak ingin memperpanjang masalah dan mengajak Tae Kyung pergi ke bandara.

In Ae meyakikan Presdir Perusahaan filmnya bahwa jika Presdir meminta maaf padanya dan mengatakan semua artikel itu bohong, film mereka akan sukses, Presdir tidak merasa yakin dengan hal itu. Namun Sutradara Im memiliki keyakinan yang besar pada In Ae, apalagi In Ae juga  menyarankan agar mereka pindah perusahaan saja untuk memproduksi film itu. In Ae bahkan bisa membeli Perusahaan itu suatu hari nanti. Presdir jadi kesal dengan sikap arogan In Ae.

Kwang Chul kaget saat mendengar In Ae berkata akan membeli perusahaan itu, bukan kah Kwang Chul yang mengusulkannya. Kwang Chul berkata, “Kita Beli saja, berapa harganya?” In Ae menghela nafas dan Kwang Chul tertawa. In Ae mengajak Kwang Chul ke toko buku, dia sudah lama tidak belajar.

Tiba di rumah, In Ae disambut Bibi Kyung Ja yang menghkhawatirkannya, dan memberitahu jikan Kwang Hoon sedang menunggunya. Kwang Hoon sangat marah melihat keadaan In Ae, dia menyalahkan Kwang Chul, padahal In Ae sudah mengatakan Kwang Chul adalah penolongnya. Kwang Hoon tak peduli dan terbakar emosi, dia menyuruh Kwang Chul kembali saja ke Jepang dari pada menghancurkan hidup In Ae. Ah… Kwang Chul mengerti, sebenarnya Kwang Hoon takut hidupnya lah yang hancur kan? Kwang Hoon kesal dan hampir memukul Kwang Chul.

Jika saja Se Kyung tak datang untuk mengantarkan surat dari Tae Kyung. Kwang Chul kaget melihat kedatangan Se Kyung yang memberirahu In Ae jika Oppa nya telah kembali ke US. Setelah urusan Se Kyung selesai, Kwang Chul menariknya dan berkata akan mengantarnya pulang.

Kwang Hoon merebut surat dari Se Kyung karena dia merasa yakin itu ada hubungannya dengan luka In Ae. Tae Kyung meminta maaf pada In Ae dalam surat itu, karena perasaannya dan sikap tidak dewasanya In Ae jadi terluka, dia berharap In Ae mau memaafkan dia dan keluarganya. Kwang Hoon tahu, pasti itu surat dari seorang pria.

Siapa pria yang menulis surat itu? Kwang Hoon mempertanyakannya dengan tegas pada In Ae. Namun In Ae tidak mau menjawab, tidak ada gunanya juga Kwang Hoon tahu. Apakah In Ae menyukai pria itu? Yang benar saja, Kwang Hoon juga tahu jawabannya kan? Lalu mengapa In Ae tidak mau memberitahu siapa pria itu? Apakah In Ae terlena menjadi seorang Artis karena semua orang mengaguminya? Kwang Hoon kesal dan melempar surat yang sudah kusut itu.

In Ae membaca surat itu, dan sadar jika Kwang Hoon akan salah paham karenannya. In Ae mencoba mengejar Kwang Hoon namun sia-sia. Kwang Hoon sudah terlanjur kesal.

Kwang Chul heran mengapa In Ae tidak mengatakan apapun tentang Tae Kyung dan ibunya pada Media? Se Kyung berpikir itu pasti karena In Ae mencintai Oppanya, heeeuu,, yang benar saja, apakah Se Kyung tidak tahu jika hanya Tae Kyung yang tergila-gila pada In Ae? Se Kyung tahu itu, sepertinya keluarganya memang sibuk dengan dunianya sendiri. Alasan dia mengantarkan surat Tae Kyung pada In Ae pun sebenarnya karena dia ingin bertemu dengan seseorang.

“Aku merindukanmu” Se Kyung mengatakannya begitu saja. Kwang Chul berkata agar Se Kyung tidak usah bercanda seperti itu, tapi Se Kyung serius, apakah sekali saja Kwang Chul tidak pernah memikirkannya? Tidak pernah merindukannya? Kwang Chul kesal dan memberhentikan mobilnya, dia menyuruh Se Kyung keluar. Apakah Se Kyung tidak melihat apa yang terjadi pada In Ae karena perasaan Oppa nya? Apakah dia juga ingin Kwang Chul seperti itu? Dunia mereka berbeda, Se Kyung harus sadar itu.

Kwang Chul memaksa Se Kyung keluar mobil dan meninggalkannya di pinggir jalan. Se Kyung berjalan sendirian hingga akhirnya dia mendapatkan taksi. Tanpa dia sadari, Kwang Chul memperhatikannya dari jauh, memastikan Se Kyung bisa pulang dengan selamat.

Kwang Hoon merasa resah apalagi saat dia mendengar dari Hye Jin tentang skandal In Ae dengan anak PM. Kwang Hoon hampir hilang kendali saat menyetir, Hye Jin kaget saat menyadari Kwang Hoon tidak tahu masalah In Ae dengan anak PM Kim.

Tiba di kamar hotelnya, Kwang Chul mendengar kabar dari pelatih Jo bahwa terjadi sesuatu pada Jang Tae San, dan Kwang Chul menemukan bahwa Jang Taek San telah tewas di lokasi kontruksi. Kwang Chul merasa frustasi, dia tidak tahu jika apa yang di khawatirkan Jang Taek San jadi kenyataan.

Di Las Vegas, US. Nyonya Min menanti kedatangan Big Bear dengan cemas. Saat yang ditunggu datang dia menyambutnya dengan ramah, namun dia tidak sangka jika pertemuannya dengan Big Bear malah membuatnya di ancam. Big Bear Nampak tak tertarik membantu PM Kim menjadi presiden, dia hanya akan tutup mulut saja tentang rahasia keluarga PM Kim. Big Bear tahu ada nyawa seorang wanita dan anak kecil yang di korbankan agar PM Kim bisa sampai pada posisinya saat ini, apa yang terjadi jika rahasia itu terbongkar? Big Bear meminta sejumlah uang dan itu membuat Nyonya Min merasa frustasi.

Nyonya Min menelpon seseorang (yang aku duga adalah Park Young Tae) dia kesal dan memarahi orang itu. Dia berkata bahwa Big Bear meminta uang sebanyak 3 juta dollar, lebih baik orang itu segera mempersiapkannya, Nyonya Min tidak bisa memberitahu PM Kim, karena merasa tidak perlu melibatkannya.

Pelatih Jo berpikir bahwa apa yang terjadi pada Jang Tae Sang pasti berhubungan juga dengan kasus bunuh diri Kim Jung Chul dan Ayah Kwang Chul, apa yang sebenarnya terjadi? Chil Sung datang berkata jika Presdir Bank Daehan mencari Kwang Chul.

Presdir menawarkan kepemilikan lokasi kontruksi Jang Tae Sang dengan harga 3 juta dolar apakah Kwang Chul bisa menyiapkan uang tunai sebanyak itu? Presdir sebenarnya sudah mendiskusikan ini pada Chairman Son, tapi dia minta Presdir meminta pendapat Kwang Chul dulu. Bagaimana jika Kwang Chul menolak? Banyak yang tertarik pada lokasi hotel itu, karena setelah jadi Hotel itu akan menjadi tambang emas. Kwang Chul melihat gelagat aneh dari Presdir, dan berkata dia akan memikirkannya dulu.

Kwang Hoon mendatangi In Ae mempertanyakan kebenaran tentang skandal In Ae dan anak PM Kim, melihat reaksi In Ae, Kwang Hoon tahu itu bukan hanya rumor. Mengapa In Ae hanya diam saja? Apa tujuan In Ae sebenarnya, In Ae merasa bukan waktu yang tepat untuk emnyerang musuhnya.

Musuh? Apakah kematian Ibu In Ae ada hubungannya dengan pihak PM Kim? In Ae menolak untuk menjawab meskipun Kwang Hoon memaksanya untuk mengatakan keterlibatan pihak PM Kim dalam kematian ibunya. In Ae membalikan tentang tujuan Kwang Hoon yang menyimpan rahasia darinya tentang membantu Jenderal Chun untuk jadi presiden. Kwang Hoon sadar, jadi mereka mulai saling menyimpan rahasia? Kwang Hoon juga tahu jika Nenek juga merahasiakan sesuatu darinya. Kwang Hoon sudah menyerah jika begitu.

Kwang Chul merasa ada yang tidak beres dengan kematian Jang Taek Sang, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa selain menyimpan bunga di lokasi kematiannya.

Sementara Bibi Kyung Ja menangisi kematian Ayah dari anaknya (Jang Taek Sang adalah Ayah In Chul) In Ae tidak senang melihat Bibinya menangis, dia berkata pada In Chul bahwa dia akan mengirim In Chul ke US dan dia harus hidup dengan baik disana, jangan pernah kembali lagi ke Korea dan lupakan semua yang terjadi di Korea. In Chul hanya diam saja, dia tampak masih bingung.

In Ae sedang minum Soju sendirian saat Kwang Chul datang dan menghela nafas panjang setelah membaringkan dirinya. Ada apa? Kwang Chul merasa sudah tidak kuat lagi, dia ingin menyerah pada semuanya dan kembali ke kampung halaman mereka kemudian menjadi nelayan. Kwang Chul membenci segala hal yang ada di Seoul. Apakah In Ae mau pulang bersamanya?

Bukannya menjawab, In Ae malah mempertanyakan tentang kematian Jang Taek Sang, dia tidak bunuh diri kan? Siapa yang sebenarnya melakukannya? Apakah mungkin Kwang Chul, karena In Ae tahu jika Kwang Chul menginginkan lokasi kontruksinya. Dia memang ingin mengambil alih, tapi tidak sampai tahap ingin membunuhnya. In Ae jadi kesal mendengarnya, Kwang Chul meminta In Ae melupakan segalanya dan kembali bersamanya. In Ae menolak, dia tidak akan pernah memaafkan orang-orang yang telah membunuh ibunya!

Di sebuah villa, Jendral Chun memerintahkan Kwang Hoon untuk membawa Hye Jin pulang sesuai jadwal. Namun Hye Jin yang sedang mendengarkan nyanyiannya sendiri malah bertanya bagaimana suaranya? Itu adalah lagu yang sering dia nyanyikan saat dia dalam mood yang baik. Kwang Hoon tidak mau menjawab. Hye Jin tau mood Kwang Hoon sedang tidak baik karena skandal In Ae dengan Putra PM Kim, apakah dia menyangkal? Kwang Hoon lagi-lagi enggan menjawab dan berkata dia akan menunggu di luar, kemudian hendak pergi.

Hye Jin mencegahnya, dia tahu hati Kwang Hoon juga sedang hancur seperti dirinya, mengapa dia tidak menggantungkan diri pada Hye Jin saja dan menerima takdirnya? Kwang Hoon meminta agar Hye Jin segera bersiap (untuk pulang) merasa frustasi, Hye Jin mencium Kwang Hoon, namun tentu saja Kwang Hoon segera menolaknya, Hye Jin sedih dan kesal karena hal itu.

Terdengar dering telepon, dari Ibu Hye Jin. Dia meminta Kwang Hoon menemani Hye Jin di villa saja, hari ini adalah hari peringatan kematian adik laki-laki nya. Mereka sepakat untuk melupakannya, Hye Jin juga mungkin melupakannya, hari itu terjadi kecelakaan, adiknya jatuh ke danau.

Setelah ibu menutup teleponnya, Hye Jin datang dan bertanya apakah ibunya menelpon? Apakah dia mengatakan jika dia menjatuhkan adiknya ke danau? Kwang Hoon terkejut mendengarnya.

In Ae mengenang saat Kwang Hoon bercerita tentang Annable Lee dan kekasihnya dalam bahasa Inggris sementara dia menterjemahkan cerita itu dengan mengganti Annable Lee sebagai dirinya dan kekasihnya adalah Kwang Hoon. Para malaikat pun iri pada cinta mereka, apa yang membuat mereka iri karena Annabel Lee sangat cantik, secantik In Ae, eyyy, Kwang Hoon pasti menggombal. Saat ini In Ae tidak sadar, tapi suatu hari dia akan tahu. Mengapa saat ini dia tidak sadar? Karena In Ae masih gadis desa, Aissh. Kenangan indah itu… apakah hanya akan menjadi tinggal kenangan saja?

Hye Jin menceritakan tentang adik lelakinya yang di bawa ke rumah saat bayi. Neneknya membawa bayi itu karena Ayahnya menginginkan seorang anak lelaki, tapi entah mengapa Hye Jin meyakini jika anak itu adalah anak di luar nikah Ayahnya dengan perempuan lain. Tapi anehnya cara dia memandang anak itu sama dengan Ayahnya memandang Kwang Hoon, Hye Jin sempat penasaran, apakah Kwang Hoon juga anak diluar nikah Ayahnya? Sttt… dia tahu itu adalah rahasia langit. Hye Jin membenci Adiknya tapi bukan alasan yang kuat untuk membunuhnya. Hari itu Adiknya terjatuh ke danau dan danau itu menjadi kuburannya.

Hye Jin menangis hingga dia menyandarkan kepalanya di baru Kwang Hoon, apakah Kwang Hoon mulai bersimpati pada Hye Jin?

In Ae mendapat telepon, berharap itu dari Kwang Hoon, ternyata Tae Kyung yang menelpon, dia meminta maaf dan bertanya mengapa In Ae tidak menjelaskan yang sebenarnya, dia bahkan siap untuk mengakui segalanya. In Ae tidak menjawab. Dia juga merasa bersalah pada Tae Kyung apalagi saat Tae Kyung berkata merindukannya, In Ae tidak membalas dan Tae Kyung berharap In Ae bisa kuat menghadapi semua ini. In Ae mengerti. Mereka pun saling menutup telepon.

Nyonya Min pulang ke asrama Tae Kyung dalam keadaan Mabuk, sepertinya dia sangat stress karena ulah Big Bear, namun dia tidak bisa mengatakan apapun pada putranya dan menahannya sendiri bahkan saat Tae Kyung terlihat sangat mengkhawatirkannya.

Park Young Tae menunggu Se Kyung di depan kampusnya, Se Kyung tampak bahagia melihat Ahjussi nya, mereka pun pergi makan siang bersama. Se Kyung berterimakasih karena Park Young Tae selalu ada untuknya saat dia merasa kesepian, dia datang saat dia operasi usus buntu memberinya hadiah disetiap hari ulang tahunnya. Ah.. Se Kyung belum sempat mengucapkan terimakasih karena hadiah ulang tahunnya yang terakhir. Park Young Tae hanya tersenyum gembira pada Se Kyung. Senyumnya sangat tulus.

Apakah Se Kyung sedang berkencan? Dia sepertinya sibuk akhir-akhir ini? Se Kyung agak gugup, namun kemudian berkata “Tidak, mana mungkin begitu” Tapi Se Kyung harus memikirkannya, memilih calon suami masa depan untuknya, itu masih sangat lama. Lalu bagaimana dengan persiapannya belajar ke Perancis? Se Kyung merengek meminta Park Young Tae membujuk ibunya untuk tidak mengirimnya ke Peransis, tapi menurut Park Young Tae itu adalah ide yang terbaik, dia balik memohon agar Se Kyung mau pergi dan akhirnya Se Kyung tersenyum mendengar permohonan itu.

Bukan dengan Se Kyung saja Park Young Tae ada janji di resto itu, dia juga menemui Presdir Bank Daehan di meja lain setelah pamit diri sebentar pada Se Kyung. Mereka membicarakan tentang Proyek Hotel Busan dan setelah menghubungi pihak Hong Kong, hanya Chairman Son lah yang mau membayar proyek itu dengan sejumlah uang yang Park Young Tae butuhkan.

Sepertinya Park Young Tae tampak tak rela karena harus menyerahkan tambang emas masa depan pada Chairman Son, namun dia sangat membutuhkah uang itu. Presdir Bank Daehan memanggilnya “Mayor” Park Young Tae menyuruhnya diam karena mereka sedang ada di tempat terbuka, apalagi ada Se Kyung disana. Park Young Tae menatap gadis itu yang ternyata juga sedang memperhatikannya dan mereka saling bertukar senyum.

Kwang Chul menemui seseorang yang disebut Mayor lainnya (aku pusing kebanyakanan Mayor di drama ini) yang jelas orang ini adalah orang yang akan membantu Kwang Chul melakukan transaksi tentang Hotel Busan, apakah masalah ini sudah di bicarakan dengan Chairman Son? Tentu saja! Dia tidak mungkin datang menemui Kwang Chul jika Chariman Son tidak memberitahunya bahwa Kwang Chul bisa di percaya, gagal dan berhasilnya proyek ini adalah tanggung jawab Kwang Chul. Mereka pun bertukar mobil dan Kwang Chul memberikan alamat untuk kembali bertukar mobil lagi.

Tae Kyung cemas dengan keadaan ibunya, apa ada yang membahayakannya? Apakah Tae Kyung tau Lee Ki Boong? Dia menembak kedua orang tuanya dan membunuh dirinya, seperti itulah kekuatan berakhir, Tae Kyungmenyarankan ibunya untuk tidak mencemaskan hal seperti itu. Nyonya Min sedang berjuang agar hal itu tidak terjadi.

Telepon berdering, tentu saja untuk Nyonya Min, pasti dari Park Young Tae yang mengabarkan bahwa mereka berhasil mendapatkan uangnya. Kini Nyonya Min merasa bisa hidup kembali.

Setelah menutup telepon Nyonya Min terduduk lemas, Tae Kyung cemas. Nyonya Min bertekad apapun yang terjadi dia akan menjadikan Ayah Tae Kyung sebagai orang Nomor 1 di Korea dan menjadikan Korea sebagai pusat kekuatan dunia. Dia semakin memantapkan diri untuk hal ini.

In Ae kembali meneruskan produksi filmnya dengan syarat Presdir Perusahaan film harus meminta maaf karena telah menyalahkan insiden yang menimpa In Ae karena dia adalah mantan tahan remaja, padahal bukan itu yang terjadi, tadinya Presidr enggan, tapi In Ae bersikeras, akhirnya Presdir mengalah walko terpaksa, jika film ini gagal dia tidak akan tinggal diam. In Ae pun mengancam, jika filmnya berhasil dia yang tidak akan tinggal diam. Presdir minta pembelaaan Sutradara Im, tapi tak ada reaksi, staf film datang dan berkata wartawan sudah menunggu. Presdir benar-benar menyerah.

Nyonya Min dan Park Young Tae bertemu membicarakan tentang rencana Jenderal Chul dan Chief Huh, yang paling menghkhawatorkan saat ini adalah tentang Chief Huh dan Big Bear, bisa jadi Big Bear sedang mengumpulkan uang untuk bertukar informasi. Tidak mungkin, Park Young Tae mengirim Assasin ke tempat Big Bear, jika itu terjadi, Big Bear akan mati. Nyonya Min marah, bagaimana jikan Big Bear tahu itu adalah mereka? Apakah Park Young Tae mengkhianatinya? Park Young Marah dan berkata sudah dia katakan untuk tidak menemui Big Bear! Mana dia tahu ~.~

Saat Nyonya Min tak percaya pada siapapun dia hanya harus mempercayai Park Young Tae. Nyonya Min menterahkan sebuah dokumen dan menatap Cincin singa Park Young Tae. Untuk semua pengorbanan mereka, sebaiknya Park Young Tae tidak mengkhianatinya, semala cincin singa itu masih terpasang di jarinya Park Young Tae akan tetap hidup dan mereka tidak boleh saling mengkhianati.

In Ae kembali mendapatkan kembali tawaran kontrak iklan yang pernah di putus karena skandalnya. In Ae senang mendengarnya namun pikirannya tidak fokus saat melihat Nyonya Min di restoran tempat dia bertemu dengan pegawai perusahaan produk yang akan dia iklankan. Untuk pegawai itu cepat pergi setelah In Ae berkata akan memikirkannya dulu.

In Ae pun menemui Nyonya Min dengan percaya diri, dan tentu saja, Nyonya Min sangat kaget melihat In Ae. “Apakah Anda benar-benar terkejut melihatku?”

Bersambung

***

Mohon maaf yang sebesar-besarnya pada mba mumu karena sinopsis episode 11 ini jadi lama sekali di buatnya, karena kesibukan dan lain hal nya, aku baru sempat merampungkannya.
Se Kyung kayaknya anak Nyonya Min dari Park Young Tae ya? Baik gitu si Park Young Tae sama dia, ato… Tae Kyung juga anak Park Young Tae? Kasian amat PM Kim kalo gitu -____-

Ntah kenapa makin sebel aja nih sama Kwang Hoon, harus yah? Kalo ada masalah yang menimpa In Ae selalu Kwang Chul yang disalahkan? padahal In Ae udah bilang bukan salah Kwang Chul, tetep aja dia maen mukulin adiknya aja, bete banget sama sikapnya yang begitu, dan lagi dia mulai goyah tuh sama Hye Jin tuh ~.~

NB:
Yang nunggu Samchongsa Episode 4, sabar yah? Aku belum sempet nonton full soalnya, jadi tidak yakin kapan bisa posting recap nya^^

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^