[Sinopsis] Three Days Episode 5 part 2



“Ada sesuatu... Yang ingin saya tanyakan pada anda. Laporan Jaksa Khusus itu. Apakah itu benar?” Han Tae Kyung bertanya pada Presiden.

Presiden menatap Tae Kyung dengan penuh penyesalan. Tae Kyung berharap laporan itu salah. Presiden dan Ayahnya tidak mungkin melakukan hal itu kan? Mereka pasti salah kan? Tae Kyung memohon Presiden untuk menjawabnya bahwa semuanya itu tidak benar.

Namun,,, Tae Kyung hatus menelan kekecewaan saat Presiden mengatakan, “Semuanya benar. Laporan dari Kejaksaan memang benar”

Han Tae Kyung ingin bertanya lebih banyak, namun para agen PSS datang, dan komandan pasukan 3 segera mengevakuasi Presiden dan bertanya apakah beliau baik-baik saja. Han Tae Kyung tidak memiliki kesempatan lagi.

Setelah Presiden dibawa keluar, Tae Kyung mengikutinya, namun agen PSS yang lain memblokirnya. Tae Kyung minta di lepaskan, dia meminta Presiden menunggunya, Tae Kyung ingin diberi penjelasan lebih lanjut, tapi semua menjadi percuma. Para agen PSS telah mengamankan Presiden

Tae Kyung berkata pada Presiden, “Pak Presiden, Saya Mohon jawablah. Tidak kan? Saya Mohon, katakan semuanya tidak benar”

 [ 7 Maret 02:35 - 30 jam dan 35 menit setelah penembakan ]

Chief Shin bertanya bagaimana keadaan Presiden? Dir. Kim mengatakan Presiden baik-baik saja, dokter telah memeriksa kesehatannya. Lalu bagaimana dengan penyelidikan Agen Han Tae Kyung dan Petugas Polisi yang membantunya? Polisi telah mengurusnya.

Chief Shin berpesan agar para agen di Cheingsoodae menutup mulut mereka. Kepala PSS yang bertanggung jawab atas keselamatan Presiden telah mencoba membunuh Presiden dan meninggal di tangan agen lain. PSS memang sangat hebat. Chief Shin mengatakan hal itu untuk menyindir PSS di depan Direktur Kim dan komandan pasukan 3.

Chief Shin masuk ke kamar rawat Presiden dimana beberapa agen PSS ada disana untuk berjaga-jaga. Presiden berkata pada Chief Shin agar dia tidak terlalu keras padanya kali ini. Sekarang, Presiden sedang menjadi seorang pasien.

Chief Shin bertanya tentang keadaan Presiden pada dokter yang merawatnya. Dokter menjelaskan bahwa selain memar dan lecet-lecet kecil keadaan Presiden sudah normal. Dia hanya perlu istirahat selama seminggu untuk penyembuhan total.

Chief Shin mengatakan pada Direktur Kim bahwa dia ingin berbicara dengan Presiden setelah dokter pergi. Chief Shin meminta Direktur Kim dan Agen PSS lainnya meninggalkan mereka berdua. Direktur Kim menolak hal itu, dia merasa keadaan sekarang belum kembali normal jadi Presiden harus tetap di jaga.

Chief Shin berkata dia hanya minta waktu sebentar saja. Presiden berkata pada Direktur Kim, karena posisi Kepala PSS telah kosong, maka dialah yang bertanggung jawab atas PSS. Presiden memahami hal itu, namun Presiden memintanya untuk meninggalkan ruangan itu selama 1 menit.

Direktur Kim terlihat enggan. Presiden memastikan Chief Shin akan melindunginya, jika saat ini dia mati maka Chief Shin lah yang akan segera di hukum. Chief Shin tidak akan membunuh Presiden. Jadi Presiden meminta Direktur Kim untuk keluar saja.

Setelah Direktur Kim dan para Agen PSS keluar, Chief Shin langsung bertanya mengapa Presiden ingin bertemu Jaksa Choi secara diam-diam? Apakah Presiden tidak mempercayai Chief Shin? Tahukah Presiden situasi seperti apa yang sedang terjadi saat ini? Seseorang mengincar nyawa Presiden sementara Jaksa Khusus Mendakwa Presiden sebagai seorang pembunuh.

Chief Shin menjelaskan jika dia telah menyerahkan kasus penembakan itu pada Polisi. Han Tae Kyung, Agen Lee Cha Young dan Petugas polisi Yoon Bo Won sedang diselidiki begitu pula dengan beberapa agen PSS akan tetap diselidiki. Mereka akan membentuk komite NIS dan para ahli kemudian mencari tahu dalang di balik semua ini.

Han Tae Kyung sedang di interogasi oleh seorang petugas kepolisian begitu juga dengan Lee Cha Young dan Yoon Bo Won yang di interogasi di tempat terpisah.

Petugas bertanya pada Han Tae Kyung apakah benar dia yang menembak mati Ham Bong Soo? Tae Kyung tidak membantah dia mengakui hal tersebut. Apakah dia yakin bahwa Ham Bong Soo adalah pelaku penembakan itu? Tae Kyung sangat yakin, namun dia tidak memiliki bukti.

Sementara itu, Bo Won ditanya tentang ledakan EMP. Bo Won menjelaskan bahwa bom yang terpasang di tiang listrik itu memiliki timer dan ada merk FO di bawahnya mungkin itu adalah pabrik tempat dibuatnya. Apakah Bo Won yakin itu adalah EMP? Apakah sebelumnya Bo Won pernah melihat EMP? Tidak.. tapi di area itu terjadi pemadaman listrik besar-besaran bahkan ponsel dan mobil pun mengalami kerusakan.

Petugas bertanya apakah Bo Won melihat pengemudi truk yang memasang EMP itu? Apakah Bo Won melihatnya langsung bahwa pengemudi itulah yang memasang EMP nya? Tidak. Bo Won sama sekali tidak melihatnya.

Cha Young memberikan keterangan bahwa Agen Han menduga bahwa penembaknya adalah orang dalam. Petugas memastikan keterangan Cha Young, “Kemungkinan penembaknya adalah orang dalam? Orang yang telah membuka pintu di lapangan tennis?” Cha Young membenarkan, karena jika ada yang membuka pintu itu, maka sadaran tepat ke lokasi penembakan akan sangat jelas.

Tapi petugas sudah melihat hal itu secara langsung dan yang dia dengar pintu lapangan tenis itu tertutup saat itu. Agen yang menjaganya mengatakan hal itu, Apakah itu benar? Cha Young tidak bisa memastikan karena dia tidak mengetahui hingga sejauh itu. Cha Young menjadi bingung sendiri.

Kembali pada investigasi Tae Kyung, Petugas bertanya apakah yang terlibat dalam kasus penembakan itu hanya Kepala Ham Bong Soo? Tae Kyung tidak tahu. Petugas beralih pada pertanyaan tentang kasus kematian Jenderal Yang. Apakah Tae Kyung benar-benar melihat pembunuhnya? Tae Kyung tidak ingin menjawab lagi, dia sudah bersaksi pada detektif yang menangani kasus tersebut.

Bo Won menjelaskan pada petugas, Truk yang dia lihat malam itu tidak hanya terlibat dalam penembakan kasus penembakan Presiden. Tapi mereka juga terlibat dalam kecelakaan Menteri Han Ki Joon juga kebakaran yang terjadi di daerah yang harus di jaga oleh Bo Won. Namun… Seseorang menyembunyikan bukti tentang kasus ini, seharusnya mereka menyelidiki hal ini.

Apakah Bo Won yakin dengan hal itu? Apakah dia punya bukti untuk semua kata-katanya? Dia memang tidak punya bukti,, tapi…

Petugas langsung memotong kata-kata Bo Won, mereka ingin menyudahi penyelidikan hari ini. Bo Won akan di skor untuk sementara waktu dan mereka akan membahas kasus ini di lain waktu. Petugas meminta kerja sama dari Bo Won.

Bo Won merasa heran dengan sikap petugas, mengapa dia tidak bertanya tentang nomor Plat truk yang dilihat Bo Won itu? Petugas mengatakan jika yang dikatakan Bo Won benar, maka bisa saja truk itu adalah hasil curian. Mereka akan mengurus hal tersebut. Petugas pun pergi, Bo Won merasa ada yang aneh dengan hal ini.

Di RS, Chief Shin melaporkan jika Blue House telah memverifikasi semua sumber data dari Jaksa Choi dan mereka akan melakukan serangan balik.

Presiden malah bertanya pada Chief Shin, “Mengapa kau tidak bertanya tentang sesuatu padaku? Kenapa kau tidak bertanya padaku, apakah laporan itu benar atau tidak”

Chief Shin menjawab, baginya itu bukan lah sesuatu yang penting. Apakah itu benar atau tidak. Yang penting adalah mempertahankan pemerintahan. Tapi… ada sesuatu yang menganggu pikirannya, Terjadi penembakan dan pemadaman listrik berskala besar. Tapi… NIS, Tentara ataupun Polisi, tak satu pun lembaga yang melaporkan tentang masalah ini.

Bahkan Amerika pasti sudah tahu tentang hal ini dari gambar satelit, tapi sama sekali tidak ada gerakan dari mereka. Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi, Apakah karena mereka merasa sudah terlambat untuk melaporkannya ataukah… seseorang sengaja menghalangi mereka untuk melapor.

Presiden pun bertanya, mengapa mereka tidak bertanya langsung saja pada mereka? Presiden memerintahkan untuk memanggil Kepala NIS, MP Umum dan semua Kepala Departemen. Chief Shin kaget, sekarang juga? Seperti yang di katakan Chief Shin, tidak ada gerakan sama sekali dari mereka untuk insiden besar yang telah terjadi hari ini. Bukan kah seharusnya sebagai Presiden dia harus melakukan sesuatu?

Chief Shin berpendapat, Presiden harus istirahat dulu saat ini. Presiden mengabaikan saran itu, dia ingin Chief Shin segera mengubungi mereka. Dan juga… ada satu lagi hal yang harus di lakukan oleh Chief Shin.

Di Kantor polisi, Petugas mengatakan pada Han Tae Kyung bahwa mereka akan menyelidiki ulang kematian Jenderal Yang karena mereka menemukan hal yang aneh pada penyelidikan kasus itu. Han Tae Kyung masih di jadikan tersangka, tapi mereka akan menghubungi Tae Kyung lagi nanti.

Setelah Petugas pergi Han Tae Kyung menatap tangannya, Tangan yang sudah menembak Chief Ham, Tae Kyung sedikit bergetar, dia semakin ragu apakah tindakannya itu benar atau tidak? 

Tae Kyung teringat saat dia mengingatkan Chief Ham, bahwa bagaimana pun masa lalu Presiden, mereka harus tetap melindunginya, namun bagi Chief Ham, Lee Dong Hwi bukan lagi Presidennya. Tapi jawaban Presiden atas pertanyaan Tae Kyung sangat membuatnya terguncang, benarkah Presiden dan Ayahnya melakukan tindakan sekotor itu di masa lalu?

Tae Kyung keluar dari ruang interogasi dan bertemu Cha Young. Melihat keadaan Tae Kyung, Cha Young berkata bahwa dia ingin membawa Tae Kyung ke suatu tempat. Namun Tae Kyung malah berdiri dan berniat untuk pergi. 

Cha Young memanggilnya, tanpa menoleh pada Cha Young, Tae Kyung berkata, “PSS… Aku pikir… Aku tak bisa melakukannya lagi.” Cha Young tidak bisa menahan Tae Kyung lagi dan membiarkannya pergi begitu saja.

Tae Kyung berjalan sendirian dan Bo Won mengikutinya dari belakang. Dia seolah merasakan kesedihan dan kebingungan Tae Kyung. Saat tiba di depan sebuah kedai, Bo Won membawa Tae Kyung masuk ke kedai itu. Tentu saja Tae Kyung kaget, dia bahkan tidak tahu jika Bo Won ada di belakangnya.

Tae Kyung bertanya apa yang Bo Won lakukan? Bo Won ingin mengajaknya minum, apakah Tae Kyung tidak pernah minum? Bo Won pun memesan Soju. Bo Won mengatakan pada Tae Kyung bahwa ekspresi Tae Kyung saat ini sama dengan Ekspresi Tae Kyung saat pertama kali mereka bertemu di pemakaman Ayah Tae Kyung.

“Ekspresi yang tak tahu harus melakukan apa. Jangan menyiksa dirimu dan katakan sesuatu. Jika memang rasanya sangat sulit, ayo minumlah sedikit. Minum akan sedikit membantumu”

Setelah pelayan datang membawakan minuman, Bo Won menuangkan So Ju untuk Tae Kyung, tapi dia mencoba memahami Tae Kyung. Bo Won tahu jika Tae Kyung pasti ingin sendiri dulu. Bo Won akan pergi, dia berpesan agar Tae Kyung mencoba rileks sebelum pulang ke rumah.

Tae Kyung menatap gelas yang ditinggalkan Bo Won di depannya. Gelas berisikan So Ju yang membuatnya teringat pada kenangan tentang Chief Ham di masa lalu.

Malam itu, Chief Ham mengajak para Agen PSS untuk makan malam dan minum bersama. Ada kalanya, seorang agen harus melepaskan senjatanya. Chief Ham pun mengajak semua agen untuk bersulang. Tae Kyung memilih untuk tidak minum banyak dan terlihat canggung diantara teman-temannya yang sedang bersenang-senang

Chief Ham meminta semua anggotanya untuk minum malam itu. Dia melihat Tae Kyung yang tampak tidak nyaman. “Han Tae Kyung! Minumlah! Minumlah! Ini perintah” Tae Kyung pun tidak bisa menolak, dia minum dan menatap Chief Ham sambil tersenyum. Terlihat jelas jika Tae Kyung menganggumi Chief Ham.

Chief Ham bertanya tentang lokasi acara selanjutnya, salah satu Agen mengatakan mereka akan pergi ke Karoke di lantai 2. Chief Ham terlihat senang dan berkata pada semua anak buahnya, “Minumlah yang banyak, tapi jangan sampai kehilangan kehormatan kalian!” Semuanya menjawab dengan lantang, “Baik Pak!”

Mereka pun bersulang lagi, “Hidup atau mati! Dinas Keamanan Presiden (PSS)!” 

Malam itu Chief Ham mabuk berat. Tae Kyung dan Yoon Jae mengantarnya pulang. Saat Yoon Jae membawa Chief Ham di tempat tidurnya, Tae Kyung bertanya apakah Chief Ham tinggal sendirian? Bagaimana dengan istrinya? Yoon Jae menjawab, “Istri? Istri Apa? Kau harus menikah untuk mempunyai istri. Kepala sudah menyerahkan kehidupan normalnya sejak dulu”

Yoon Jae menawari Tae Kyung minum dan pergi ke dapur, sementara Tae Kyung memperhatikan foto lama Chief Ham bersama para anggotanya di Ketentaraan.

Saat Yoon Jae kembali, dia bertanya apa yang dilakukan Tae Kyung? Tae Kyung pun bertanya tentang foto lama Chief Ham yang sedang di lihatnya, apakah itu foto lama? Kapan foto itu diambil? Yoon Jae malah berkata agar Tae Kyung berpura-pura bahwa dia belum pernah melihatnya sama sekali. Itu adalah kenangan yang paling  menyakitkan bagi Chief Ham. Jangan pernah bertanya tentang foto itu padanya.

Tae Kyung menatap Chief Ham yang sedang terlelap karena mabuk kemudian menatap foto lamanya bersama teman-teman prajuritnya. Seberapa menyakitkan kah kenangan itu untuk Chief Ham?

Tae Kyung masih termenung di kedai minum, mengingat kenangan itu membuatnya semakin merasa bersalah pada Chief Ham. Apakah tindakannya menembak Chief Ham hingga tewas adalah tindakan yang tepat?

Bo Won ternyata tidak langsung pergi, dia menatap Tae Kyung di balih pintu kedai itu. Pria itu masih dengan ekspresinya yang tadi. Ekpresi kebingungan, tidak tahu harus berbuat apa-apa. Bo Won tidak bisa menyangkal, jika dia mencemaskan Han Tae Kyung yang telah mendapatkan cobaan berat dalam hidupnya.

Di sebuah hotel megah bernama Jaeshin Hotel, Presiden di kawal para Agen PSS dan didampingi oleh Chief Shin berjalan menuju sebuah ruangan. Chief  Shin bertanya apakah Presiden baik-baok saja? Jika ada yang menganggu Presiden mereka bisa membatalkan pertemuan itu. Presiden hanya bertanya apakah semua orang sudah ada di tempat itu?

Chief Shin mengatakan, mereka sudah datang. Awalnya dia pikir mereka tidak akan datang karena sudah larut. Dengan tenang Presiden berkata, mungkin ada alasan mengapa mereka harus datang. Sekali lagi, Presiden ingin Chief Shin melakukan sesuatu.

“Aku ingin kalian hanya tetap diam menunggu di sini. Tidak akan lama” Presiden meminta Chief Shin dan PSS untuk menunggu di luar. Dia pun masuk ke dalam ruangan itu.

Ruangan itu adalah ruangan yang sama seperti 16 tahun lalu, ketika Presiden membujuk petinggi Militer untuk mau membeli senjata dari perusahaan Falcon. Ruangan tempat mereka merencanakan trik kotor awal mulanya tragedi Yangjiri di tahun 1998.

Orang yang menunggu Presiden masih lah orang-orang yang sama yang ditemuinya di masa lalu. Mentri Min, Jenderal Kwon dan Chief Byun. Tanpa basa basi Presiden mengatakan pada mereka, “PSS telah melakukan pengecekan. Tidak ada bom atau kerusakan audio. Tidak ada kamera tersembunyi. Meskipun aku tahu, kalian datang untuk mengkonfirmasi hal itu”

Presiden menyapa semua orang. Selain mereka bertiga ada satu orang lagi yang datang malam itu. Orang yang juga datang pada pertemuan 16 tahun yang lalu.

Flash Back, Februari 1998

“Ya… Aku memang budak Falcon. Lalu Kau budak siapa?” Lee Dong Hwi bertanya dengan berani pada Mentri Min yang tampak kesal dengan pertanyaan itu, “Hati-hati dengan ucapan mu”

Lee Dong Hwi berkata pada orang-orang di ruangan itu, “Perekonomian Negara yang dipertaruhkan di sini dan rakyat telah bersusah payah untuk kestabilan Negara. Tapi mereka yang berkuasa di Negara ini... mencari keuntungan sendiri dengan menjual Negara ini. “

“Aku belum pernah melihat mereka sampai menderita demi Negara. Tapi kita tak bisa menyalahkan siapa- siapa. Kapitalisme. Tidak ada hati nurani atau siapa pemilik uang itu. Hanya uang”

“Jika kau adalah budak, maka bertindaklah seperti budak. Kalian disini bukan karena ingin menyelamatkan Negara. Pada akhirnya kalian akan meminta bagian setelah semuanya berakhir. Apakah itu uang atau kekuasaan?”

Seorang pria yang sejak tadi hanya meminum anggur di sudut ruangan tertawa pendengar pidato retorika dari Lee Dong Hwi, dia bertepuk tangan kemudian berdiri dari duduknya.

“Apa yang dikatakan Lee Dong Hwi-ssi benar sekali. Jika operasi ini berjalan lancar… Aku menjamin kalian akan puas dengan hasilnya. Kalian sudah bekerja keras demi Negara ini. Apakah kalian tidak ingin mendapatkan penghargaan?” Pria itu adalah Kim Do Jin, salah satu orang yang berpengaruh di Korea Selatan.

Kim Do Jin memastikan, apakah semua orang sudah setuju? Para petinggi militer menatap nya dengan ragu, tapi mereka tampak tak bisa menolak. Pada akhirnya mau tak mau mereka harus menyetujui semua itu. Kim Do Jin mengantarkan para petinggi Militer untuk keluar dari ruangan itu, setelah mereka selesai membuat kesepakatan.

Lee Dong Hwi duduk sendirian di sana saat Perwakilan Falcon berterima kasih padanya, “Kerja yang bagus. Falcon selalu menghargai hasil kerja anda” Pejabat Falcon pergi setelah menepuk pundaknya. Saat itu Lee Dong Hwi sama sekali tidak tampak bahagia karena harus berperan sebagai budak Falcon dan mengkhianati Negaranya.

Flash back end

Presiden bertanya, Apakah mereka terkejut karena melihat seseorang yang seharusnya sudah mati? Kim Do Jin berdiri dari duduknya dan berkata bahwa dia tidak mengerti apa yang dibicarakan Presiden. Tentu saja Presiden tahu jika dia hanya pura-pura.

“Aku sudah bilang, 'kan. Hentikan apa yang telah kau rencanakan” Presiden mengatakan hal itu dengan tegas.

Kim Do Jin mengerti sepertinya dia sudah tidak usah lagi berpura-pura. Kim Do Jin pun berjalan menuju tempat duduk Presiden, “Apa anda pikir, ini yang kami inginkan? Dulu, semuanya berjalan lancar. Kami mendukung dan berpihak pada anda... Andalah yang memberikan jabatan pada semua yang ada di sini”

Tiba di kursi Presiden, Kim Do Jin setengah berbisik berkata padanya, “Andalah, yang mengkhianati kami lebih dulu. Jika, anda ingin tenggelam, anda tak usah mengajak kami. Kenapa anda menyeret kami?”

Dengan penuh ketegasan Presiden berkata pada Kim Do Jin, “Kaulah yang mengkhianatiku lebih dulu”

Flash Back, 16 Tahun yang lalu

Setelah semua orang pergi, Kim Do Jin kembali masuk ke ruangan itu, dimana Lee Dong Hwi masih duduk di sana. Kim Do Jin duduk di kursi yang ada di hadapannya. Setelah menuangkan anggur ke dalam gelasnya dengan santai dia meminta Lee Dong Hwi mengatakan apa yang diinginkannya, bukan kah ada dua hal?

“Rencana kita... Pastikan semuanya berjalan tanpa ada kesalahan. Hanya kapal selam yang bisa berjalan dengan tenang. Tidak ada korban” Itu adalah permintaan pertama Lee Dong Hwi.

Kim Do Jin mengatakan, memang itulah persetujuaannya, Itu hanyalah sebuah pertunjukkan kecil. Lalu apa yang kedua?

“Bantu aku, agar aku tidak lagi menjadi budak Falcon” Lee Dong Hwi tampak sangat tertekan mengatakan hal itu. Selama menjadi budak Falcon, sepertinya Lee Dong Hwi sama sekali tidak bahagia hingga dia harus melakukan kesepakatan semacam ini dengan Kim Do Jin.

Flash back end


 Kim Do Jin yang sudah kembali duduk ke kursinya yang berada di hadapan Presiden, dia berkata, “Aku telah menepati janjiku. Anda bukan lagi budak Falcon. Anda adalah Presiden Republik Korea. Benarkan?”

“Benar. Seperti yang kau katakan, Aku adalah Presiden Negeri ini. Percobaan pembunuhan terhadap Presiden merupakan pengkhianatan Nasional. Bahkan kau yang lahir dengan harta yang melimpah akan tetap di hukum mati” Presiden mengatakan hal itu dengan tegas di hadapan Kim Do Jin.

Apa yang dimaksud Presiden? Kim Do Jin sama sekali tidak tahu. Lalu dia teringat, “Ah! Aku dengar, ada yang mencoba untuk membunuh anda. Tapi... Bukankah itu hanyalah perbuatan oleh Kepala PSS Ham Bong Soo?”

Presiden tidak peduli, “Bagaimanapun... Aku akan mengungkapkan konspirasi kalian. Apa yang telah kalian lakukan. Akan kupastikan kalian akan membayarnya, lebih dari kematianmu sendiri. Aku tak akan kehilangan apa- apa. Lihatlah bagaimana seseorang bisa menjadi kuat saat dia tak akan kehilang apa- apa lagi”

Presiden pun meninggalkan kursinya dengan percaya diri. Dia sudah mengatakan apa yang ingin disampaikannya pada orang-orang di ruangan itu. Sekarang waktunya untuk pergi. 

Sebelum Presiden keluar, Kim Do Jin memintanya berhenti. “Berhentilah. Anda sendiri yang bilang. Jika kau adalah budak, maka bertindaklah sebagai budak”

Dengan penuh keyakinan Presiden menjawab, “Aku sudah bilang sebelumnya, Aku tidak akan lagi menjadi budak siapapun”

Han Tae Kyung mendatangi rumah Chief Ham, dia mengingat password nya 99.112*, itu yang Yoon Jae katakan saat mereka mengantar Chief Ham yang mabuk malam itu. Tae Kyung menekan password nya yang ternyata tidak berubah.

Tae Kyung masuk ke dalam rumah Chief Ham dan saat menyalakan lampu, kondisi rumahnya cukup bernatakan, foto lama Chief Ham bersama pada teman-teman prajuritnya ada di lantai dengan kondisi kaca yang pecah. Ada apa ini? Tae Kyung melihat foto itu dengan seksama dan menyadari sesuatu.

Sepeninggalan Presiden, Menteri Min berkata pada Kim Do Jin, bahwa yang dikatakan Presiden memang benar. “Lee Dong Hwi tetaplah seorang Presiden. Jika mereka tahu bahwa kita mencoba membunuhnya. Kita akan berada di pihak yang kalah”

Kim Do Jin berkata dengan tenang, “Salah satu dari kita harus mati.  Hanya ada satu cara bagi kita
untuk tetap hidup. Presiden harus mati agar kita tetap hidup.”

Di rumah Chief Ham, Tae Kyung menyadari sesuatu, bahwa Chief Ham tidak sendirian, masih ada satu lagi orang yang ingin membunuh Presiden yang berada di PSS. Siapakah dia? Komandan Pasukan 3? Direktur Kim? Ataukah Agen PSS lainnya?

Apa yang akan di lakukan Han Tae Kyung selanjutnya? Apakah dia akhirnya akan mengetahui kebenaran dia balik apa yang terjadi pada tragedi Yangjiri 16 tahun lalu? Apa yang akan dilakukannya saat Nyawa Presiden berada dalam bahaya karena ambisi Kim Do Jin untuk menutupi perbuatan kotornya di masa lalu?

***

Sepertinya Kim Do Jin tidak menepati Janji tentang tidak akan adanya korban pada insiden Yangjiri 16 tahun lalu. Itulah yang membuat Presiden marah.

Mungkin, setelah 16 tahun… Presiden yang selama ini merasa berdosa pada orang-orang yang tidak bersalah ingin menebus kesalahannya di masa lalu karena telah membujuk pemerintah Korea Selatan untuk membeli senjata Falcon dengan trik kotor yang dia pikir aman, namun malah menewaskan banyak orang baik dari warga sipil dan tentara.

Sepertinya rasa bersalah inilah yang membuat Lee Dong Hwi berusaha menjadi Presiden yang berusaha kerasa meningkatkan kesejahteraan rakyat Korea, dan tentang dukungan terhadapnya yang semakin merosot, bukan karena simpati Rakyat yang berkurang padanya, tapi ada campur tangan Kim Do Jin dkk.

Si Kim Do Jin ini nyeremin juga yah? Dia sepertinya tipe Ji Hyun Min dalam Ghost yang kalo udah niat bunuh orang, ya bunuh aja, tanpa sama sekali merasa bersalah kemudian. Dia punya prinsip seperti si Psyco Lee Jae Kyung dalam Man From The Star juga sepertinya, jika orang itu berguna maka akan dia manfaatkan sampai akhir, jika sudah tidak berguna dan hanya menjadi penghalang baginya, ya… tinggal disingkirkan saja. Bahkan dia tidak peduli, jika orang itu adalah Presiden Negaranya sendiri. Dia hanya memikirkan bagaimana caranya dia tetap bertahan hidup di posisinya saat ini.

Tae Kyung sedang galau, merasa kehilangan pijakan, jadilah dia berpikir ulang apakah dia perlu tetap mengabdikan dirinya sebagai PSS untuk melindungi Presiden atau tidak. Tapi setelah tahu jika masih ada orang yang mengincar nyawa Presiden di PSS, akan kah Tae Kyung tinggal diam begitu saja?

Chems nya Tae Kyung dan Bo Won terbangun dengan natural. Tae Kyung bukan tipe pria yang menggantungkan kesedihannya terhadap wanita, tetapi Bo Won tipe wanita yang mempedulikan kesedihan orang lain. Bo Won melihat bagaimana hidup Tae Kyung hancur dalam sekejap setelah kematian Ayahnya, dia malah di jadikan tersangka penembakan Presiden, kemudian Tae Kyung memutuskan untuk menembak Chief Ham, namun setelah nya dia malah mendapati kenyataan bahwa Presiden yang dia lindungi selama ini benar-benar melakukan perbuatan kotor di masa lalu bersama Ayahnya.

Mungkin untuk saat ini, Tae Kyung tidak memiliki waktu memikirkan loveline dengan siapapun, mungkin di akhir cerita kelak Tae Kyung akhirnya menyadari bahwa dia membutuhkan wanita seperti Bo Won dalam hidupnya setelah dia mengalami semua penderitaan akibat konspirasi tingkat tinggi ini. Kita lihat saja nanti ya^^

Peran Cha Young masih sedikit aja nih, sebenarnya aku penasaran juga, Cha Young mau ngajakin Tae Kyung kemana saat mereka di kantor polisi. Apakah Cha Young hanya ingin mengajaknya minum untuk melepaskan stress mereka, ataukah Cha Young memang ingin menunjukkan sesuatu yang penting yang berkaitan dengan kasus ini. Sayang sekali Tae Kyung langsung menolak Ajakan Cha Young tanpa pikir panjang… heuuu… semoga di episode mendatang Cha Young lebih beruntung^^

Tentang proses investigasi Cha Young, Tae Kyung dan Bo Won, keliatan banget sih sepertinya petugas kepolisian tidak ingin memperpanjang masalah ini sehingga mereka seharusnya menemukan siapa dalang di balik insiden penembakan Presiden yang sebenarnya. Pastinya ada campur tangan Kim Do Jin dalam masalah ini.

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

10 Komentar untuk "[Sinopsis] Three Days Episode 5 part 2"

keren...udah ada part 2...eps 6 di blog siapakah ?

makasih yah mb Irfa....

san

wahhh, trmksh banyak sinopnya ya mba... :)

Kalo udh ada sinop nya langsung dilanjuta ya, gomawoo

suka dgn koment n ulasan Irfa d akhir epi..
Jd lbih mudeng cz smlm bcany smbl ngantuk2..^^

Hhmm..mkin pnsrn dg apa yg akn d lkukan oleh Tae Kyung jg Mr President..
Btw..sek Yoon..knp dia jd terinfeksi virusny Jae Kyung yaa..jd psycho bgtu..*g relaaa doi jd jht*

Liat Chief Shin..yg kbyang mlh Bong Gu..yg tengil hhaa..*bner kn Fa..doi Bong Gu..?*

Thx y Fa..ttp semangat..(daebaak..1 hr posting 3 rekapan) n ttp sehaaaaaat yaa...<3 <3

Vie Arviany Ephoy

Irfa..mau nanya.kim do jin perannya di kasus 98 apa ya?makasih..
.mama teemo.

Hmmm smpe sini aku belum bisa menemukan makna 3days sebenarnya #plakk LOL ^___^
GPP dehh. yg pnting bisa liat my baby chunnie beraksi lagi..
fighting ya Chun, hati2 sama cideranya, jgn sampe terluka lagi. T___T

Buat admin yg manis, gomawo banget sinopnya. terus semangat ya.. ^___6

@chaulchunsa

Bong Gu mana perannya di King Two Heart kah? Aku nonton K2H gak fokus banyak di skipnya jd gak tau nama peran dia hehehe,,, hooh dia yang di K2H emang muka penjahat yag? tapi kyknya di loyal sama presiden, gak tau deh kalo ntarnya nusuk dr belakang juga, hahaha....

Kim Do Jin itu orang kaya yang berurusan sama Falcon, sepertinya dia yang punya ide tentang masalah kapal selam Korut yang mendekat ke Yanjiri di tahun 98 untuk menakuti Militer Korsel supaya pemerintah Korsel punya alasan beli senjata dari Falcon, dia janji gak ada korban, tapi kenyataannya malah banyak jatuh korban

Aaaaiiiiihhh,ini sinopsis ep 5 part 2 bener" tegang jugaa. . . .
Kira" kim do jin itu dalangny niiee_?? Aiggoooo,sereem dech. . . Nyebelin juga. . .
Buat han tae kyung harus sabar meski keadaan tidak baik. . .
Fighting yaa. . . Di ep 6
Dramkor three day bener" daebaaakkk. . . .semoga saja dramkor dpt rangking meningkat amien dech. . .

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top