[Recaps] Nine Episode 18


Episode 18 ini agak membingungkan di pengaturan waktu, jadi harap diperhatikan keterangan tanggal dan waktunya dan Versi siapakah kejadian itu terjadi.

24 April 1993, Jam 11.59 (Versi  Young Hoon)

Young Hoon menyadari Jung Woo tidak ada saat pintu masuk gereja dibuka. Orang-orang berhambur keluar mencari Jung Woo. Pendeta bertanya apa yang terjadi? Teman Jung Woo berkata, sepertinya Jung Woo telah pergi, Mengapa? Tak ada yang tahu alasannya, para tamu saling berbisik jika pengantin pria telah melarikan diri.
 *written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*


Di tahun 2013, Ingatan Young Hoon berubah. Young Hoon yang tadinya berada di kantornya di RS Hanseo, tiba-tiba saja berada di depan sebuah gereja sambil menuntun Hye Jin. Young Hoon terpaku menatap gereja itu. Istrinya memanggilnya karena Young Hoon malah diam ditempat.

Young Hoon bertanya, “Apakah kita akan pergi ke acara pernikahan? Apakah kita akan menghadiri pernikahan Sun Woo dan Min Young?” Young Hoon masih syok dan kaget menyadari semua perubahan ini. Istrinya membenarkan, memangnya mereka mau kemana lagi. Mengetahui hal ini Young Hoon jadi tersenyum kesenangan. Dia merasa yakin jika Sun Woo berhasil mengembalikan semuanya ke tempat semula.

24 April 1993, Jam 11.59 (Versi  Min Young)

Shi Ah keluar mengejar Jung Woo yang berjalan meninggalkan gereja dibawah guyuran hujan. Shi Ah memanggi Jung Woo, “Ajussi,,, Ajussi… kau mau kemana?” Jung Woo tidak menjawab. Dia hanya menoleh ke arah Shi Ah, dan menatapnya penuh penyesalan. Jung Woo pun melanjutkan perjalanannya untuk meninggalkan gereja.

Di tahun 2013, Min Young mengingat semua itu dengan jelas. Saat berada di acara pemakaman, dia dikagetkan dengan para tamu yang tiba-tiba menghilang. Kemudian Foto ayahnya dan semua ornament pemakaman pun ikut menghilang. Bahkan Ibunya pun ikut menghilang?

Min Young kaget, dan tanpa dia sadari, pita putih yang dia gunakan sebagai tanda berduka sudah berubah menjadi tiara pernikahan. Saat tersadar Min Young telah memakai gaun pengantin yang indah yang membuatnya terlihat bagai dewi. Min Young masih bingung dengan semua ini. Min Young kini berdiri di gereja tempat seharusnya Ibunya dan Park Jung Woo menikah 20 tahun lalu. Dan hari ini yang seharusnya menjadi hari upacara pemakaman ayahnya beubah menjadi hari pernikahannya bersama….. Park Sun Woo? Apa yang  terjadi sebenarnya?

Min Young melihat Ibunya yang sedang menyambut para tamu di depan pintu masuk gereja. Dia melihat pria yang ada disamping ibunya. Dia adalah Papa Jo. Min Young teringat percakapannya dengan Sun Woo saat dia baru saja mendapat ingatannya, “Aku Ingat, Joo Sung Hoon seorang pengacara di Boston, apakah dia Ayah tiriku?” Papa Joo tersenyum pada Min Young dan memberikan jempolnya seolah memuji hari ini Min Young terlihat sangat cantik. Min Young masih bingung dengan semuanya, dia tidak bisa membalas senyuman sang Ayah.

24 April 2013, Jam 11.59 (Versi Choi Jin Chul)

Choi Jin Chul bersiap memecahkan kaca mobil Sun Woo. Sekre Kim berusaha menghalanginya. Tapi apa yang terjadi? Choi Jin Chul kehilangan tongkat golfnya. Bukan hanya stik golfnya yang menghilang, Sekre Kim, Sopir dan mobil miliknya pun ikut menghilang. Choi Jin Chul hanya bisa bengong dia tidak mengerti apa yang terjadi.

Saat kembali tersadar, Choi Jin Chul sudah tidak lagi berada di jalan untuk mencoba memcahakan kaca mobil Sun Woo. Dia sedang duduk di sebuah gudang dengan rambut yang bagai Einstein. Choi Jin Chul, dia pun masih tidak mengerti apa yang sudah terjadi sehingga hidupnya menjadi seperti ini.

Choi Jin Chul melihat sekeliling dia berada di sebuah gudang obat yang terlihat berantakan dan tidak teratur. Dia mencari cermin dan berkaca, dia kaget menatap keadaan dirinya yang sangat berantakan. Seseorang masuk, sepertinya dia karyawan Choi Jin Chul. Dia berkata dirinya lapar dan ingin memesan makanan dari restoran China. Dia menelpon restoran itu dan memesankan juga untuk Choi Jin Chul, namun Choi Jin Chul tak mempedulikannya. Dia keluar untuk mencari tahu lebih banyak.

Di luar Choi Jin Chul melihat sekeliling, dia melihat dirinya tak berada di lingkungan elit lagi. Dia menatap banner tempat dia berada. Apotik Myung Se. Tak ada lagi RS besar Myung Se, yang tertinggal hanyalah Apotik kecil Myung Se.  Choi Jin Chul masuk ke dalam Apotik lagi, karyawannya bertanya apakah mereka juga boleh memesan pangsit? Choi Jin Chul tidak menjawab, dia mencoba mengetik namanya di mesin pencarian internet. Choi Jin Chul, Direktur RS Myung Se. Tapi yang dia dapat adalah, hasil pencarian tidak ditemukan.

Choi Jin Chul teringat pada kata-kata Sun Woo yang menemuinya di masa lalu. “Aku berpikir untuk membunuhmu. Tapi membuang 20 tahun kejayaanmu pasti lebih baik.” Choi Jin Chul sangat marah menyadari semua ini. Sun Woo benar-benar berhasil membuang 20 tahun masa kejayaannya. Dia mengatai Sun Woo, tapi Karyawannua mengira Choi Jin Chul mengatai dirinya dan membatalkan pesanan pangsit. Choi Jin Chul berteriak bahwa dia akan membunuhnya (Sun Woo maksudnya) lagi-lagi karyawannya sudah salah paham dan ketakutan. Tapi tentu saja Choi Jin Chul melewatinya dan pergi keluar.

Choi Jin Chul mengambil kunci mobil disakunya, dia memencet kuncinya untuk mengetahui manakah mobil miliknya. Choi Jin Chul menatap deretan mobil mewah yang di depan Apotiknya. Tapi yang lampunya menyala ada sebuah van jelek dengan tulisan Apotik Myung Se. Choi Jin Chul langsung berteriak-teriak seperti orang kesurupan. Dia terlalu syok untuk menerima kenyataan bahwa dirinya sama sekali tidak memperoleh 20 tahun kejayaannya seperti yang terjadi di kehidupan alternative sebelumnya.

Karyawannya keluar dan bertanya apakah Boss nya itu sudah tidak waras. Choi Jin Chul tak menggubris dan amsih saja berteriak-teriak. Choi Jin Chul berhenti berteriak dan menghampiri van jeleknya, dia menendang-nendang juga memukul-mukul mobil itu. Choi Jin Chul benar-benar tidak bisa menerima semua ini.

24 April 1993, Jam 11.59 (Versi  Jung Woo)

Jung Woo keluar dari gereja. Dia menatap papan pengumuman pernikahannya dengan Kim Yoo Jin dengan sedih. Jung Woo berjalan dalam hujang untuk meninggalkan gereja. Shi Ah keluar dan memanggilnya, Jung Woo sedih mendengar panggilan Shi Ah. Dia menoleh pada Shi Ah dan menatapnya, seolah ingin meminta maaf karena dia harus melakukan ini. Jung Woo pun pergi dibawah guyuran hujan dengan hati yang bersedih.

Di Tahun 2013, Jung Woo tersadar (Huaaahhh,,, Ini Jung Woo masih hidup aja^^ padahal udah 2x mati) Jung Woo meliat sekelilingnya, dia sedang memegang suntikan dan obat di depannya ada seorang pasien China yang minta diberi suntikan. Dia membaca poster yang ada di tempat dia berada. [International Medical Missionary] Jung Woo kaget menyadari semuanya. Dia masih hidup dan menjadi dokter sukarelawan di China?

Jung Woo pun mendapatkan ingatannya. apa yang sebenarnua terjadi 20 tahun lalu setelah dia meninggalkan pernikahannya.

Jung Woo datang ke Rumah sakit dan menemukan Sun Woo yang terluka. Dia sangat cemas. Sun Woo memanggilnya dengan girang. Jung Woo menghampirinya dan bertanya apakah Sun Woo baik-baik saja? Sun Woo bertanya bagaimana pernikahannya? Jung Woo tidak menjawab.

Oh Chul Min bertanya apakah Jung Woo kakaknya? Oh Chul Min memperkenalkan dirinya sebagain Wartawan CBM, Sun Woo memanggilnya dan mengatakan akan memberikan berita bagus untuknya, tapi dia terluka, jadi… Jung Woo memotong ucapan Wartawan Oh dan mengatakan dia tahu siapa pelakunya. Wartawan Oh harus berbicara dengannya. Sun Woo kaget, bagaimana Jung Woo bisa tahu. Jung Woo hanya bisa menatap Sun Woo penuh rasa bersalah.

Kim Yoo Jin menangis setelah tahu dirinya ditinggalkan Jung Woo. Teman-temannya bertanya mengapa Jung Woo seperti itu? Kim Yoo Jin berkata Jung Woo selalu seperti itu, ini bukan pertama kalinya. Jung Woo lagi-lagi meninggalkannya. Kim Yoo Jin menyesal karena telah memaafkan dan mempercayainya lagi. Teman-temannya kaget karena ini bukan yang pertama. Shi Ah hanya bisa menatap ibunya dengan lelah.

Kim Yoo Jin sudah memantapkan hatinya dia akan pergi. Dia menyuruh Shi Ah untuk bersiap-siap mereka akan segera pergi. Kim Yoo Jin meminta bantuan temannya untuk membuka pintu tokonya dan memasukan semua barang bawaannya. Temannya bertanya memangnya Yoo Jin mau pergi kemana? Yoo Jin tidak peduli dia harus pergi hari ini juga, dia sudah tidak bisa bertahan lagi hidup di tempat itu.

Malam harinya, Kim Yoo Jin dan Yoo Shi Ah berada dalam taksi yang membawa mereka ke bandara. Kim Yoo Jin menggenggam pasportnya sambil menangis dan Shi Ah menggenggam boneka beruangnya dengan wajah cemberut. Shi Ah sepertinya tidak rela meninggalkan Korea.

Oh Chul Min melaporkan kebenaran tentang kasus kebakaran RS Myung Se yang melibatkan Choi Jin Chul, dan dua orang polisi Korup yang disuapnya. Choi Jin Chul, Park Chang Min dan kedua polisi itupun di tangkap.

Di dalam mobil, Park Chang Min menyalahkan Choi Jin Chul karena pada akhirnya mereka tertangkap. Choi Jin Chul berkata, bahwa yang harus dihabisi Park Chang Min adalah saksi matanya, bukan malah mengejar anak SMA. Park Chang Min kesal, karena dia mengerjar Park Sun Woo atas perintah Choi Jin Chul. Giliran Choi Jin Chul yang geram, karena dia tidak merasa dia pernah menyuruh Park Chang Min menghabisi Sun Woo.

Jung Woo pun akhirnya di tangkap dirumahnya. Dia meminta maaf pada ibunya karena dia lagi-lagi tidak mendengarkan ibunya. Tapi Jung Woo pikir ini adalah yang terbaik. Jung Woo di bawa oleh polisi diiringi bisik-bisik tetangga dan tangisan Ahjuma.

Jung Woo menatap ke atas ke tempat Sun Woo yang menatapnya dari jendela kamar. Sun Woo mengalihkan pandangannya, dia masih tak bisa memaafkan Jung Woo yang telah membunuh Ayahnya. Sun Woo pun menangis di kamarnya.

Saat sidang dilakukan, Choi Jin Chul menyalahkan Jung Woo. Dia menyesal telah bekerja sama dengan Jung Woo yang telah membuat kebodohan. Jung Woo tidak peduli, dia menyuruh Choi Jin Chul bertobat. Choi Jin Chul bertanya mengapa dia yang harus bertobat, bukan kah Jung Woo yang seorang pembunuh? Jung Woo tetap tenang sementara Choi Jin Chul semakin geram dan berbisik kesal menyalahkan Jung Woo membuat suaranya terdengar oleh hakim. Hakim memintanya untuk tenang.

Vonis pun di jatuhkan. Jung Woo melakukan pembunuhan secara tidak disengaja, dia dijatuhi hukuman selama 3 tahun penjara. Sementara Choi Jin Chul dijatuhi hukuman 4 tahun penjara atas rencana jahatnya dan tindakan pemerasannya. Hak kepemilikan RS Myung Se pun di cabut karena Choi in Chul mendapatkannya dengan cara pemerasan. Reaksi Choi Jin Chul, tentu saja kaget sambil menunjukkan mulut ikannya yang sudah khas^^

Saat Jung Woo berada di penjara, ada seseorang yang mengunjunginya. Ternyata Sun Woo yang datang. Jung Woo senang karena Sun Woo datang menjenguknya. Sun Woo berkata bahwa dia datang hanya untuk memperlihatkan surat kelulusannya dan dia telah diterima di Universitas. Jung Woo senang mendengarnya. Jung Woo minta maaf karena sekolah Sun Woo jadi terlambat satu tahun karena dirinya. Sun Woo hanya menunjukkan wajah dinginnya.

Jung Woo sangat senang karena Sun Woo datang, dia tahu bahwa Sun Woo belum bisa memaafkannya. Sun Woo berkata, saat ini dia masih belum mengerti Jung Woo. Tapi Seseorang berkata padanya bawa suatu saat nanti dia akan mengerti Jung Woo dan memaafkannya. Sun Woo mempercayai kata-kata orang itu, bahwa suatu saat Sun Woo akan mengerti. Jung Woo bingung dengan apa yang dikatakan Sun Woo dia bertanya apa maksudnya, Sun Woo hanya berkata, “Rahasia” (Aih… ternyata dari kecil Sun Woo sudah pandai berahasia yah^^)

Jung Woo mengingat semua itu, dan dia meneteskan air matanya. Bahagia? Terharu? Jung Woo kembali ke kesadarannya di tahun 2013. Dia bertanya pada rekannya jam berapa sekarang jika di Korea? rekannya berkata mungkin sudah tengah hari. Jung Woo berkata hari ini adalah hari pernikahan adiknya, dia ingin menelpon. Rekannya bertanya mengapa Jung Woo tidak pulang ke Korea untuk menghadiri pernikahan itu? Jung Woo bilang akan lebih baik jika dia tidak datang. Jung Woo permisi untuk pergi menelpon.

(Versi Normal, waktu terus berjalan dari jam 11.59)

Para kru CBM datang ke pernikahan Sun Woo dan Min Young, mereka tampak bahagia. Ketua Tim berniat meminjam uang pada salah satu anak buahnya, mereka menolak karena dari pernikahan sebelumnya pun Ketua Tim belum membayar utangnya wkwkwk.

Direktur Oh datang disambut oleh para karyawannya. Direktur bertanya dimana Park Sun Woo dia tidak melihatnya? Tidak ada yang menjawab, karena mereka juga tidak tahu. Ketua Tim bertanya apakah Direktur sudah melihat Joo Min Young? Direktur bilang dia belum melihatnya memanganya kenapa. Ajaib sekali, hari ini Joo Min Young sangat cantik, semuanya tertawa bahagia. Direktur sedikit tidak percaya, “Benarkah?” Namun kemdian dia pergi mencari Sun Woo.


Kru yang lain melihat Lee Joo Hee datang (halah,,, masih ada aja nih orang, nggak sekalian apa ya Seung Joon juga diceritain datang ke nikahannya Sun Woo dan Min Young^^ hahaha) Ketua Tim berkomentar Lee Joo Hee tampak kesal. Tentu saja, dari sekian banyak wanita, ternyata Joo Min Young lah yang mengalahkannya mendapatkan Sun Woo.

Hari ini adalah hari kemenangan Joo Min Young setelah 5 tahun menyukai Park Sun Woo. Ketua Tim kemudian memperagakan Tarian Min Young di hari pertama dia diterima sebagai karyawan CBM, mereka semua kembali tertawa.

Di ruang tunggu nya Min Young masih tampak kebingungan temanya berkata mereka akan mengambil dulu kamera dan meminta Min Young menunggu. Min Young menatap foto Pre Weddingnya bersama Sun Woo apakah ini nyata?

Young Hoon datang menemui Min Young dengan kegirangan, “Min Young-a^^ Dia benar-benar melakukannya. Sun Woo mengubah masa lalu. Kau mengingatnya kan?” Min Young masih bingung dan bertanya pada Young  Hoon, “Jadi ini semua nyata? Ini bukan mimpi?” Young Hoon membenarkan, semuanya nyata dan bukan mimpi. “Ini Nyata. Kenyataannya hari ini kau dan Sun Woo akan menikah. Kau bukan Park Min Young, kau adalah Joo Min Young. Semuanya kembali ke tempatnya semula”

Young Hoon mendengar istrinya mencarinya. Young Hoon berkata pada Min Young bahwa rahasia itu hanya ada diantara mereka, orang lain tidak boleh ada yang tahu. Apakah Min Young mengerti. Min Young hanya bisa mengangguk, dia masih bingung dan tidak percaya dengan semua ini. Young Hoon kembali berbalik dan menggenggam tangan Min Young. “Selamat^^ Aku selalu menginginkan yang terbaik untuk kalian berdua” Young Hoon pun pergi keluar untuk menemui istrinya.

Min Young masih terpaku, namun kemudian dia mendapatkan sebuah ingatan.

Februari 2013

Sun Woo sedang tertidur di apartemen Min Young (Aihh,, Sun Woo nakal^^) Min Young datang dan anik ke tempat tidur. Min Young berkata pada Sun Woo untuk melamarnya. Sun Woo tak mempedulikannya, dia malah menarik Min Young masuk kedalam selimut. Min Young berteriak, dia menjiwel pipi Sun Woo gemas. Dia meminta Sun Woo untuk melamarnya hari ini, karena cuacanya sangat sempurna. Sun Woo menjawab, “Kau pikir aku mau melakukanya?” Min Young mengeluh mengapa Sun Woo tidak pernah melakukan apa yang dilakukan seorang pria. Dengan manisnya Sun Woo berkata, “Itu adalah pesonaku”

Min Young meracau, kalau hari ini adalah ulang tahunya, Sun Woo malah mendesis mengejek Min Young, “Cih!” Min Young jadi kesal, “Hari ini ulang tahun pacarmu dan kau hanya punya itu?” Sun Woo bertanya “Apakah ulang tahunmu setiap bulan?” Min Young mengakui dia berbohong bulan lalu dan hari ini benar-benar ulang tahunnya. “Aku pikir akan menjadi hadiah ultah yang sempurna kalau kau melamarku dengan 100 bunga mawar.” Sun Woo berbalik dan mengabaikan khayalan Min Young.

Min Young jadi kesal dan meminta Sun Woo mengabaikannya. Sun Woo tidak peduli dan kembali memejamkan matanya. Min Young jadi kesal dan berkata dirinya marah, dia akan pergi mengadakan pesta ulang tahunnya sendirian. Sun Woo tidak perlu mencarinya. Sun Woo menyetujuinya, dia tidak akan mencari Min Young.

Dengan kesal Min Young pergi dengan membawa dompetnya, dia meninggalkan Sun Woo yang masih terbaring di tempat tidurnya. Sun Woo malah tersenyum lebar menanggapi tingkah konyol Min Young.

30 menit kemudian, Sun Woo mendengar seseorang datang. Sun Woo berkata ternyata Min Young tidak bisa bermain sendirian, bahkan dia sudah kembali hanya dalam waktu 30 menit. Tapi yang datang bukan Min Young, Sun Woo menyadarinya saat orang itu berkata, “Ommo….” Sun Woo langsung membuka matanya kaget. Dia terbangun dari tidurnya dan berbalik. Seorang wanita setengah baya berdiri di hadapannya.

“Siapa kau? Aku ibunya Min Young” Dia adalah Kim Yoo Jin. Sun Woo kaget dan reflesk berdiri sambil menutupi tubuh nya dengan selimut, karena saat ini dia hanya menggunakan kaos singlet dan boxer. Ayah Min Young Joo Sung Hoon masuk membawa koper besar, dia juga terkejut melihat ada pria di rumah putrinya. Kim Yoo Jin sekali lagi bertanya, “Aku tanya, kau ini siapa?” Sun Woo masih linglung saking kagetnya, namun dia akhirnya memperkenalkan diri, “Akh,, Aku Park Sun Woo, teman kerjanya Min Young” Ayahnya tersenyum, dia tahu Sun Woo pasti lebih dari sekedar teman kerja putrinya.

Sun Woo bertanya mengapa Ibu Min Young ada disini, bukankah seharusnya mereka ada di Boston? Kim Yoo Jin jadi geram dan berkata dia kesini karena ikut suaminya yang ada urusan bisnis di Jepang. Mereka sengaja ke Korea karena hari ini adalah ulang tahun Min Young. Ayah Min Young berkata, “Sudah kubilang, seharusnya kita menelpon dulu” Kim Yoo Jin protes, “Aku tidak berpikir kalau aku perlu menelepon anakku yang harusnya tinggal sendiri. Tak dapat kupercaya.”

Kim Yoo Jin bertanya dimana Min Young, nah lho? Sun Woo bingung dan dengan polos dia berkata tidak tahu. Kim Yoo Jin semakin geram, bagaimana bisa Sun Woo tidak tahu dimana Min Young berada. Sun Woo menjelaskan Min Young tadi pergi dan dia tidak tahu kemana dia pergi. Kim Yoo Jin merasa terganggu dengan penampilan Sun Woo, dia bertanya kapan Sun Woo akan memakai bajunya. Sun Woo juga baru sadar. Dia segera mengambil bajunya, sempat terjatuh karena tersandung selimut, namun akhirnya berhasil masuk ke dalam kamar mandi. Untuk memakai baju dan bersembunyi.

Sun Woo mencoba menelpon Min Young, tapi Min Young tidak menjawab. Kim Yoo Jin berteriak diluar, “Min Young meninggalkan ponselnya, jadi berhentilah untuk menelponnya” Sun Woo jadi keder sendiri dan akhirnya melempar ponselnya ke sembarang tempat. Sun Wo benar-benar kelimpungan menghadapi masalah ini, bagaimana bisa dia kepergok dengan memalukan seperti ini oleh orang tuanya Min Young?

Min Young akhirnya datang, dan berteriak apakah Sun Woo sudah bangun? Tapi dia malah melihat Ayahnya, Min Young terlihat kaget, lalu dia melihat Ibunya yang berwaja seram. Min Young semakin kaget. Kim Yoo Jin berkata pada putrinya, “Kami tidak menelpon karena tidak ingin membangunkanmu pagi-pagi. Tapi aku malah menemukan seorang pria di tempat tidurmu” Min Young lebih kaget lagi dan teringat pada Sun Woo.
Di dalam kamar mandi, Sun Woo sedang menggosok giginya dengan kesal  karena kejutan tiba-tiba. Min Young mengetuk pintu dan meminta ijin untuk masuk. Sun Woo membukakan pintu untuknya dan menariknya paksa dekat pintu yang sudah ditutup, “Apa-apaan ini? Kau sengaja melakukannya?” Tuduh Sun Woo kesal. Min Young menyangkal, tapi wajahnya menahan senyum, kok rasane,, Min Young ini sengaja ya? Min Young berkata dia tidak tahu apa-apa, Orang tuanya datang tanpa memberitahu. Sun Woo merasa tak masuk akal, bagaimana bisa orang tuanya datang jauh-jauh dari Amerika tanpa ditelepon oleh Min Young.

Min Young berkata Mereka datang karena hari ini dia Ulang tahun. Sun Woo tak percaya, bukan kah Min Young sudah Ulang tahun bulan lalu? Min Young bilang yang benar hari ini, Bulan lalu dia berbohong karena dia hanya ingin mendapat hadiah. Sun Woo kesal karena merasa di permainkan. Sun Woo merasa frustasi karena hal ini, “Kau selalu meyulitkanku, Kau menghancurkan hidupku”

Min Young ketakutan melihat rekasi ibunya, sepertinya Ibunya benar-benar marah. Alasan saja tidak akan cukup. Min Young medapatkan ide, “Haruskah kita bilang kalau kita akan segera menikah?” Sun Woo syok mendengarnya. “Apa?” Min Young tidak peduli dengan reaksi Sun Woo dan meneruskan idenya, “Cara itu tidak akan membuatmu menjadi orang asing. Kalau kau sudah melamarku dan kita akan segera memberi tahunya. Bagus! Kita bilang saja begitu. Haruskah kita bilang kita akan menikah musim panas ini?” Min Young bertepuk tangan karena ide briliannya itu.

Sun Woo merasa frustasi dan bertanya, “Kau tampak bahagia” Min Young menyangkal dan menahan tawannya. Sun Woo masih curiga, “Kau merencanakan ini? Kau bicara tentang lamaran pagi ini. Kau merencanakan semuanya kan?” Min Young masih menyangkal dengan wajah yang menahan senyum. Sun Woo semakin curiga, dan bertanya lalu mengapa Min Young tertawa. Dengan enteng Min Young berkata dia tidak tahu. Tapi Min Young berpikir ini adalah yang terbaik.

Kim Yoo Jin mengetuk pintu kamar mandi dan bertanya apa yang sedang Min Young lakukan di dalam. Min Young menjawab dia akan segera keluar. Sekali lagi Min Young menegaskan pada Sun Woo, “Bulan April oke. Ayo menikah saat bunga bermekaran. Aku senang sekali.” Sebelum keluar dari Kamar mandi, Min Young mencium pipi Sun Woo, sementara Sun Woo masih syok dengan apa yang terjadi. Haruskah dia segera menikahi Joo Min Young?

Mengingat hal itu, Senyuman lebar terukir di bibir Min Young yang tadinya merasa sangat bingung semua ini. Dia menatap foto pre Weddingnya dengan Sun Woo. Min Young benar-benar merasa lega karena hal ini. Ponsel Min Young berbunyi, Min Young mengambilnya di dalam tas. Min Young jadi tegang melihat siapa yang menelponnya.

Park Jung Woo yang menelponnya, “Min Young-a? Ini Appa” Min Young sedih mendengarnya. “Aku tahu aku seharusnya memanggilmu adik ipar, tapi rasanya aneh. Hari ini bolehkah aku memanggil namamu saja” Min Young tidak keberatan. Jung Woo berkata Sun Woo tidak mengangkat teleponnya jadi dia menelpon Min Young. Jung Woo meminta maaf karena tidak bisa datang ke pernikahan mereka. Jung Woo merasa bahagia untuk Sun Woo dan Min Young, dia sudah mengharapkan ini sejak lama.

Min Young sebenarnya masih tak percaya saat ini dia berbicara dengan Jung Woo yang sudah tidak jadi Ayahnya lagi. Jung Woo pun merasa semuanya aneh, karena dia masih bisa hidup disaat sebelumnya dia sudah mati. Rasanya sangat menakjubkan karena memiliki kehidupan yang baru. Min Young berkata, “Aku senang karena kau masih hidup” Jung Woo berkata, “Aku juga. Aku sebelumnya tidak bahagia. Apakah ibumu bahagia?” Min Young mengiyakan. Jung Woo pun memerikan pesan agar Min Young hidup baik dan bahagia. Min Young menangis karena berbicara dengan Jung Woo, dia merasa terharu sekaligus sedih.

Kim Yoo Jin memanggil Min Young membuat Min Young sedikit panik. Jung Woo mengerti Min Young pasti sangat sibuk. Jung Woo mengatakan pada Min Young jika minggu depan dia akan ke Korea dan menemui mereka, Jung Woo meminta Min Young untuk mengatakan hal itu pada Sun Woo. Mereka pun saling menutup telepon. Kim Yoo Jin  masuk ke ruang tunggu dan mendapati Min Young yang baru saja menutup telepon dan menghapus air matanya. Kim Yoo Jin bertanya dengan siapa Min Young bicara dan mengapa dia menangis.

Awalnya Min Young tidak ingin memberitahu, tapi dia tidak bisa membuat alasan. Min Young pun jujur pada ibunya bahwa yang menelpon barusan adalah Kakaknya Sun Woo. Park Jung Woo? Kim Yoo Jin kaget dan bertanya untuk apa dia menelpon. Min Young berkata Jung Woo menelpon karena ingin meminta maaf tidak bisa datang ke pernikahan Sun Woo dan Min Young. Hmm,, dia bahkan tidak datang ke pernikahannya adiknya sendiri. Seperti dia tahu bahwa Kim Yoo Jin akan mengatakan sesuatu padanya. Dia selalu seperti itu, terlalu pengecut. Min Young menyangkal, dia berkata Jung Woo tidak bisa datang karena sibuk. Mereka butuh orang disana. Kim Yoo Jin tidak percaya, karena sejak dulu Jung Woo selalu pegecut baginya.

Kim Yoo Jin berkata, Min Young memberitahunya saat dia sudah akan menikah dengan Sun Woo, jadi dia tak bisa berbuat apapun. Jika dia tahu sejak awal, dia tidak akan menyetujui hubungan Sun Woo dan Min Young.

Kim Yoo Jin mengingat saat dia menanyai Sun Woo tentang latar belakang keluarganya. Sun Woo berkata jika Ayahnya sudah meninggal saat dia SMA dan Ibunya di rawat di Sanitarium karena gangguan kesehatannya. Saat Kim Yoo Jin bertenyata apakah Sun Woo punya saudara? Sun Woo berkata dia punya seorang kakak yang kini menjadi Dokter di Tim Dokter Internasional. Ayah Min Young takjub dan berkata pekerjaan Kakaknya sangat mulia, apakah dia bekerja di luar negeri? Sun Woo mengatakan kakaknya sekarang ini bekerja di China dan pulang ke korea satu sampai dua kali dalam setahun.

Ayah Min Young mendapatkan telepon dari kliennya dan pamit keluar. Kim Yoo Jin mencurigai sesuatu. “Kau bilang namamu Park Sun Woo kan?” Sun Woo membenarkan, “Apakah nama Kakakmu Park Jung Woo?” Sun Woo membenarkan, dan dia heran mengapa Ibunya Min Young bisa tahu.

Kim Yoo Jin terkejut, “Aku Kim Yoo Jin. Kau tidak ingat?” Sun Woo bingung dengan pertanyaan calon mertuanya itu, “Aku Ibunya Shi Ah, apa kau tak Ingat. Saat itu kau masih SMA” Min Young yang sedang mmebuat minuman memperhatikan obrolan keduanya karena nama lamanya disebut-sebut. Sun Woo kebingungan dan sepertinya mengingat sesuatu meskipun samar.

Kim Yoo Jin kaget, “Ya Tuhan,,, bagaimana bisa ini terjadi. Kau tidak tahu dia itu Shi Ah?” Sun Woo menatap Min Young yang juga sedang menatapnya. Mereka berdua bingung, Sun Woo menggeleng dia tidak tahu jika Min Young adalah Shi Ah. “Dia Shi Ah, kami mengganti namanya menjadi Min Young saat di Amerika. Kau benar-benar tidak tahu?” Sun Woo menggeleng lagi, “Aku benar-benar tidak tahu. Saat itu dia masih sangat muda” Kim Yoo Jin masih saja tidak percaya ini bisa terjadi. Bagaimana bisa, calon adik ipar gagalnya kini malahberubah menjadi calon menantunya.

“Aku tak pernah membayangkannya, Hari itu kami langsung pergi ke Amerika dan tidak pernah mendengar kabar lagi tentang keluarga kalian” Sun Woo pun mengerti, “Aku pun tak pernah bertemu lagi denganmu sejak saat itu” Kim Yoo Jin penasaran, “Bagaimana kabar Jung Woo? Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia sudah menikah?” Sun Woo menggeleng dan berkata, “Belum. Dia belum menikah”

Kim Yoo Jin merenung mengingat semua itu. Suaminya datang memanggilnya dan berkata pamannya datang. Dia mengajak Kim Yoo Jin untuk menyambutnya. Kim Yoo Jin tersadar dari lamunanya dan bertanya bukan kah paman suaminya itu bilang tidak bisa datang? Tapi ternyata dia bisa datang, mereka harus menyambutnya. Kim Yoo Jin pun pergi meninggalkan Min Young sendirian di ruang tunggu.

Istri Young Hoon sibuk mengambil kedua putri lucunya, sementara Young Hoon sibuk menghubungi Sun Woo tapi nomornya diluar jangkauan. Young Hoon melihat jam di ponselnya, dan di mengeluh mengapa Sun Woo belum datang juga padahal acara akan segera dimulai. Dimanakah Sun Woo berada?

24 April 1993, Jam 11.59 (Versi Sun Woo)

Sun Woo menunggu batas waktunya berada di masa lalu dengan menunggu di dalam box telepon karena diluar hujan sangat deras. Sun Woo melihat stopwatch nya, tinggal 1 menit lagi. Sun Woo mulai bersiap-siap untuk kembali ke tahun 2013.

Di tahun 2013, Choi Jin Chul mengambil stik golf untuk memecahkan kaca mobil Sun Woo, Sekre Kim berteriak mencegahnya, tapi tongkat itu tiba-tiba menghilang. Sekre Kim, Supir dan mobil Choi Jin Chul pun menghilang. Bahkan Choi Jin Chul pun menghilang dari dekat mobil Sun Woo. Lalu munculah kotak cincin di kursi penumpang di mobil Sun Woo.

Di detik-detik terkahir waktu nya di masa lalu, Sun Woo sudah memejamkan matanya. Tapi apa yang terjadi? Sun Woo tidak pernah kembali. Dia tetap berada di masa lalu. Sun Woo kebingungan apa yang terjadi? Sun Woo kaget mengapa dia masih berada di masa lalu? Dia menatap jam tangannya, memindahkannya ke mode jam, sudah jam 12.00 tapi dia tidak kembali.

Sun Woo ketakutan dan kebingungan. Sun Woo mengeluarkan ponselnya, untuk mengecek koneksi internet, sama sekali tidak ada koneksi. Sun Woo terus mencoba mencari koneksi tapi tidak ada yang berubah. Sun Woo mencocokan jam tangan dan jam yang ada di ponselnya. Sama-sama sudah jam 12.02. Apa yang salah? Mengapa Sun Woo tidak kembali? Apakah dia terjebak di masa lalu? Dupa yang dinyalakan Sun Woo di mobilnya dan tempatnya kini pun ikut menghilang. Sun Woo tidak tahu apa yang terjadi, dia hanya bisa menatap langit yang mengguyurkan hujan ke bumi.

Sun Woo kembali menatap jam tangannya, Jam 12.10. Sun Woo tiba-tiba tersenyum seolah masih berharap untuk kembali. Dia kembali memejamkan matanya untuk mencoba. Tapi Nihil, dia tetap berada di tahun 1993. Bunyi petir dan Guntur di luar semakin keras. Hujanpun semakin deras. Saat Sun Woo membuka kembali matanya dia sadar, dia telah terjebak di tahun 1993.

Sun Woo menatap ponselnya dan melakukan rekaman suara, ”24 April, 2013. Pesan pertamaku kepada temanku Han Young Hoon. Aku tidak tahu dimana hidupku akan berakhir. Di keadaan ini aku meninggalkan pesan. Young Hoon. Dupa ini mempermainkanku hingga saat terakhir. Aku terjebak di masa lalu sekarang”

24 April 2013, Jam 12.30 (Versi Normal)

Min Young mencoba menelpon Sun Woo. Dia tersenyum saat melihat foto Sun Woo di Caller ID nya. Min Young pun tak bisa menghubungi Sun Woo, ponselnya berada di luar jangkauan. Min Young bingung, apa yang terjadi? Young Hoon datang menemui Min Young dan bertanya apakah Min Young sudah bicara dengan Sun Woo? Min Young bilang belum.

Young Hoon panik karena dia tidak bisa menghubunginya, Young Hoon bingung dimana keberadaan Sun Woo saat ini, dia merasa ada yang aneh. “Dia tidak mungkin ada dimasa lalu. Dia hanya dapat tinggal disana selama 30 menit. Young Hoon menatap ponselnya untuk melihat jam, “Seharusnya dia sudah kembali. Aku heran apa yang sebenarnya terjadi”

Min Young jadi ikut cemas karena perkataan Young Hoon, melihat hal itu, Young Hoon menenangkan in Young. Sun Woo pasti sedang di jalan. Mereka masih punya waktu, jadi sebaiknya mereka menunggu sampai dia datang. Min Young jadi linglung lagi, kemana Sun Woo pergi? Young Hoon pergi meninggalkan Min Young dan kembali mencoba mencari Sun Woo. Salah seorang teman Min Young datang dan mengatakan bahwa para tamu mencari Park Sun Woo. Min Young yang masih linglung mencoba menelpon Sun Woo.

24 April 2013, Jam 12.30 (Versi Choi Jin Chul)

Choi Jin Chul masih terikat di kursinya setelah Sun Woo mengikiatnya. Choi Jin Chul berteriak-teriak minta tolong, berharap ada orang di luar. Akhirnya datanglah seorang sekuriti yang kaget melihat keadaannya. Sekuriti itu melepaskan ikatan Choi Jin Chul. Setelah ikatannya terlepas, Choi Jin Chul mencoba menelpon Park Chang Min, tapi tidak di angkat, karena saat itu Park Chang Min pun diikat oleh Sun Woo di toko kaset. Sekuriti bertanya apakah mereka harus melapor polisi? Choi Ji Chul bilang tidak perlu dan menyuruh sekuriti untuk tutup mulut. Choi Jin Chul mengambil kunci mobilnya dan pergi ke luar.

Choi Jin Chul mengendarai mobilnya untuk mencari orang yang telah mengikatnya. Di Tahun 2013, Choi Jin Chul pun sedang mencari Park Sun Woo dan berkata akan membunuhnya. Choi Jin Chul menemukan mobil Sun Woo. Tapi Sun Woo tidak ada disana, Choi Jin Chul berteriak memanggil namanya, “Park Sun Woo”

Di tahun 1993, Choi Jin Chul mengendari mobilnya menuju toko kaset Kim Yoo Jin, dan dia melihat Sun Woo. Choi Jin Chul memundurkan mobilnya dan melihat Sun Woo yang tidak waspada sedang berlindung dari hujan di dalam sebuah telepon umum. Dia terlihat seperti sedang menelpon dengan ponselnya. Choi Jin Chul merasa ini adalah kesempatannya untuk melenyapkan orang itu. Di tahun 2013, Choi Jin Chul yang mengingat pikiran jahatnya itu langsung tertawa, “Benar~~~ Ini semua belum berakhir. Bagus sekali”

Sun Woo sedang menatap lagi jam tangannya. Sudah jam 12.40, dan dia belum kembali. Sun Woo hanya bisa pasrah sambil menatap langit. Apakah nasibnya harus berakhir disini? Terjebak di masa lalu?

Sun Woo tidak sadar, saat itu Choi Jin Chul sedang mempersiapkan diri untuk menabraknya yang sedang berada di telepon umum. Saat melihat sebuah mobil melaju ke arahnya, Sun Woo hanya bisa melihatnya kaget, karena mobil itu sudah sangat dekat.

Tak ada waktu untuk menghindar, dan Bruk… Choi Jin Chul menabrak box telepon tempat Sun Woo berteduh dari hujan, hingga box telepon itu hancur lebur dan Sun Woo terluka sangat parah. Suaranya tumbukannya sangat keras. Seseorang keluar saat mendengar suara itu, namun dia tidak melihat hal yang aneh, karena box telepon itu ada di ujung jalan. Dia hanya melihat mobil Choi Jin Chul yang akhirnya mencoba mundur untuk pergi dari sana.

Sun Woo terluka parah. Kenyataan bahwa dia masih bisa bernafas saja itu sudah menjadi sebuah mukjizat. Darah bercucuran dari kepala dan lengan nya. Sun Woo sudah hampir tak sadarkan diri, dia menahan rasa sakit di tubuhnya, dia tidak tahu apakah dirinya dapat bertahan atau tidak. Hujan masih mengguyur tubuhnya sementara darah segar terus mengalir.

Di Tahun 2013, Choi Jin Chul tersenyum puas, “Ya, itu baru adil. Kau pikir kau dapat lari setelah apa yang kau lakukan padaku?”  Saking senangnya Choi Jin Chul terduduk di jalanan, karena selain senang berhasil mencelakai Sun Woo di masa lalu, dia juga syok karena akhirnya dia benar-benar menjadi seorang pembunuh. Dengan wajah lelah dan nafas ngos-ngos-an Choi Jin Chul berkata, “Kita seri sekarang.”

Pada akhirnya Sun Woo tak bisa menahan kesadaranya lagi. Dengan semua luka ditubuhnya dan guyuran hujan. Park Sun Woo kehilangan kesadaran dirinya. Apakah ini akhir hidup Park Sun Woo?

~bersambung~

Komentar:
Ending Episode 18 ini bener-bener bikin nyesek,,, Arggghhh Sun Woo-ssi kenapa kau tetep ganteng saat berlumuran darah seperti itu? Ini pertama kalinya kau terpesona pada aktor yang wajahnya penuh darah,, biasanya suka berasa serem liat darah, tapi liat Park Sun Woo aku pengen nangis,,, Lee Jin Wook bener-bener keren mengekspresikan rasa sakit yang di derita Sun Woo saat tertabrak >.< padahal kalo liat BTS adegan ini, itu Lee Jin Wook malah ketawa-ketawa mulu... keren banget dah pokoknya...

Walau endingnya bikin nyesek~~ tapi banyak Sweet scene juga ya di episode ini,, uhuy,,, Sun Woo bener-bener nakal deh >.< pake acara nginep-nginep segala di apartemennya Min Young, malah kepergok sama Kim Yoo Jin pula... ckckck,,, dan ngakak banget, pas liat Min Young malah ngerasa kesenengan gitu tahu ibunya mergokin Sun Woo yang nginep di rumahnya. Siapapun yang liat ekspresi Min Young,, pasti mikir, itu Min Young sengaja manggil Ortu nya ke Korea, tapi~~ siapa yang tahu kebenaran itu, toh Min Young nggak ngaku dan ibunya memang bilang dateng ke Korea karena Min Young mau Ultah...

Haduh... liat ekspresinya Sun Woo itu lho,,, kasian sih,, tapi bikin geli, Sun Woo korban andromedanya Joo Min Young, mungkin itu balasan untuk Sun Woo karena selama 5 tahun ini sok jual mahal >.< 

Tapi,,, melihat ekspresinya Sun Woo di foto Pra Wedding mereka, kayaknya sih, Sun Woo bahagia banget dnegan rencana pernikahannya dengan Min Young, senyumnya total banget, total bikin dia jadi super duper ganteng.

Komentar lainnya untuk episode ini? Cek di Curhat Nine part-8

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*


3 Komentar untuk "[Recaps] Nine Episode 18"

Episode 19x mana unni,,,,

Episode 19nya mana non?? Pgrn tau kelanjutannya nii. Kok gak happy ending ya rasae?

ditunggu lanjutannya ya.........
penasaran bgt nih......

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top