[Recaps] Nine Episode 14

Sun Woo terbangun setelah operasi dan menerima telepon dari Min Young? Dia was-was setelah mengingat percakapan dirinya dan Jung Woo. Apakah akan ada yang berubah?

Sun Woo mengangkat telepon itu, tapi bukan Min Young yang berbicara dengannya. Seorang wanita bertanya padanya apakah dia paman pemilik Handphone itu? Sun Woo langsung menyadari, tak ada yang berubah, dirinya dan Min Young tetap paman dan keponakan. Dan~~ Ommo,, Sun Woo sangat sedih menyadari semua itu, karena tak ada yang berubah.


Wanita itu memanggil Sun Woo yang sejenak larut dalam pikirannya. Sun Woo akhirnya bertanya siapa wanita itu? Suster Kim mengatakan dia adalah perawat yang sedang menjaga Min Young. Min Young ingin berbicara dengan Sun Woo.  Suster Kim memberikan ponsel itu pada Min Young tapi Min Young hanya setengah sadar dan kembali tertidur. Suster Kim akhirnya meminta maaf pada Sun Woo karena Min Young tidak bisa membuka matanya untuk berbicara dengan Sun Woo.

Sun Woo jadi cemas dan bertanya apakah sakitnya Min Young sangat parah? Suster Kim berkata itu hanya karena obat tidur. Suster Kim menjelaskan bahwa Min Young memintanya untuk menelponnya karena setiap kali terbangun Min Young selalu mencari pamannya ~~ Akh,, Min Young masih sadar ternyata,, untuk memanggil Sun Woo samchoon di depan orang lain~~

Sun Woo berkata dia masih ada urusan yang sangat rumit di kantor, dan meminta suster Kim untuk mengatakan pada Min Young bahwa dia akan segera pulang. Sun Woo menutup panggilan itu dengan hati lemas, tak ada yang berubah? Bahkan setelah 2 jam berlalu karena sekarang sudah jam 11.05 dan sama sekali tidak ada yang berubah?

Bum Suk dan seorang suster masuk ke kamarnya. Bum Suk kaget karena ternyata Sun Woo sudah sadar. Suster terlihat senang dan berkata dia akan segera memanggil dokter. Bum Suk cemas dan memberitahu Sun Woo bahwa reporter ada di mana-mana jadi mereka akan memindahkan Sun Woo dari kamar ini. Bum Suk merasa sangat bersyukur karena operasinya lancar dan tidak ada organ dalam yang terluka. Kalau saja pisau itu melenceng 5 cm ke kiri, Sun Woo mungkin akan sulit untuk diselamatkan.

Ponsel Bum Suk sejak tadi tak berhenti berdering, banyak reporter yang terus bertanya. Lalu ponesel Bum Suk pun kembali berdering dan seseorang menelponnya lagi dan mengajukan pertanyaan tentang Sun Woo. Bum Suk mengatakan jika Sun Woo telah siuman dan sepertinya orang itu ingin Bum Suk mendengarkannya, Bum Suk pun keluar untuk menerima teleponnya.


Setelah Bum Suk keluar Sun Woo segera menelpon Jung Woo, dia bertanya apa yang terjadi mengapa tidak ada yang berubah? Jung Woo memberitahu Sun Woo jika mereka sudah kepergok Choi Jin Chul. Jung Woo menceritakan pada Sun Woo bagaimana dulu dia mengakui perbuatan di depan polisi yang menangani kasus kebakaran itu dan dia kembali ke rumah dengan lemas.

Di rumah dia bertemu Sun Woo yang menyapanya. Jung Woo mengatakan pada Sun Woo, meskipun dia mengecewakan Sun Woo, Jung Woo berharap Sun Woo bisa menjalani hidupnya dengan baik da sesuai kehendaknya. Young Hoon datang dari dalam kamar Sun Woo dan menyapa Jung Woo (Setelah lama tidak muncul,, akhirnya Young Hoon muda datang juga walo selewat doank) Jung Woo membalasa sapaan Young Hoon dan akhirnya masuk kamar meninggalakan Sun Woo yang masih bertanya-tanya apa maksud pesan kakaknya.

Jung Woo masuk kamar dan siap-siap menuliskan surat perpisahan untuk Kim Yoo Jin, namun Jung Woo mendapat tamu. Dia adalah Choi Jin Chul yang ternyata sudah mengetahui aksi Jung Woo yang menyerahkan bukti ke polisi. 

Akhh,,, jadi polisi itu adalah anteknya Choi Jin Chul juga. Dia lah yang memberitahu Choi Jin Chul tentang aksi pengakuan Jung Woo, polisi tersebut bahkan menyerahkan kaset video yang bisa dijadikan bukti.

Choi Jin Chul mengeluarkan kaset video itu di depan Jung Woo dan menghancurkannya dengan penuh amarah. Choi Jin Chul bertanya siapa sebenarnya saksi itu, dia bukan sembarang saksi kan? Choi Jin Chul menanyakan identitas lengkap dari saksi itu dan untuk siapa dia bekerja. Jung Woo berkata dia tidak tahu, dia bahkan tidak mengenalnya. Lalu? Jung Woo bisa mempercayai kata-kata orang yang tidak dikenalnya? Choi Jin Chul meradang dan memarahi Jung Woo habis-habisan sambil menampar dan memukulnya.

Sun Woo jadi geram mendengar cerita masa lalu yang diceritakan kakaknya. Jung Woo berkata bahwa saat ini akan sangat sulit bagi Sun Woo untuk menyakinkan masa mudanya untuk mengaku. Jung Woo terlalu takut pada Choi Jin Chul yang mengancamnya akan menghancurkan keluarga lain jika Jung Woo berulah lagi. Jung Woo menyarankan agar Sun Woo jangan dulu kembali ke masa lalu, karena Choi Jin Chul bisa membunuh Sun Woo kapanpun. Choi Jin Chul punya mata-mata dimana-mana bahkan mereka tidak bisa mempercayai polisi.

Sun Woo merasa cemas dan sedikit ketakutan mendengarnya. Dia tidak sangka jika masalahnya akan menjadi sebesar ini. Jung Woo sedang berada di kantor polisi sedang mengurus kasus penusukan yang menimpa Sun Woo. Saat polisi memanggilnya sebagai keluarga Park Sun Woo, Jung Woo menutup teleponnya dan berkata pada Sun Woo bahwa dia akan berbicara lagi dengan Sun Woo nanti.

Kang Seo Jun merasa frustasi dengan menghilangnya Min Young. Dia pergi minum bersama temannya dan berkeluh kesah. Seo Jun mengeluh dengan sikap Min Young, dia sudah meminta maaf, melalui telepon dan sms juga datang ke rumahnya, tapi tak ada respon. Apalagi yang harus dilakukannya? Temannya berkomentar bukan masalah minta maaf yang penting, tapi Seo Jun telah menghancurkan kepercayaan Min Young.

Teman lain Seo Jun datang dan bertanya apakah Park Sun Woo itu paman ipar Seo Jun? Seo Jung berkata, “Paman apa? Aku harus menikahinya dulu. Pernikahan kami bahkan terancam dibatalkan” Temannya tak mempedulikan keluhan Seo Jun, dia memberitahu bahwa Park Sun Woo mengalami penusukan dan dia berada di urutan pertama daftar pencarian internet. Seo Jun yang awalnya setengah mabuk langsung sadar seketika dan mengambil ponsel temannya untuk melihat buktinya.

Seo Jun memutuskan untuk mengunjungi Park Sun Woo di UGD RS Sung Min tempat Sun Woo melakukan operasi. Saat dalam perjalanan menuju RS, Seo Jun mendapat telepon dari temannya bahwa dia telah berhasil melacak keberadaan ponsel Min Young. Temannya membacakan alamatnya dan Seo Jun menuliskannya, Seo Jun merasa heran, karena dia mengenal alamat itu.

Jelas saja itu adalah alamat rumah Sun Woo. Seo Jun bertanya-tanya dalam hati, benarkah Min Young ada di sana? Seo Jun ragu-ragu namun akhirnya dia memencet bel juga. Suster Kim yang menjawabnya lewat telecam dan mengenali Seo Jun sebagai Dr. Kang. Suster Kim membiarkan Seo Jun masuk dan Seo Jun kaget bagaimana bisa suster Kim ada di rumah itu. Suster Kim menjelaskan bahwa Dr. Han memintanya datang untuk mengurus pasien.

Seo Jun masuk ke kamar Sun Woo dan menemukan Min Young terbaring di ranjang Sun Woo dalam kedaan lemah. Seo Jung menyentuh wajah Min Young dan mencemaskannya sambil memanggil namanya. Min Young setengah sadar dan salah mengenali Seo Jun, Min Young berpikir Sun Woo yang datang, Min Young pun bergunam, “Sunbae mengapa kau lama sekali, kenapa kau meninggalkan aku disini sendirian?” Min Young kemudian kembali tak sadarkan diri karena masih berada dibawah pengaruh obat tidur.

Seo Jun menjadi curiga, melihat kondisi Min Young, lalu piringan hitam OST The Bodyguard yang ada di meja di samping tempat tidur Sun Woo. Seo Jun merasa ada yang tak benar disini. Suster Kim masuk dan mengatakan dia tidak tahu jika Min Young adalah tunangannya. Seo Jun bertanya sejak kapan Min Young ada di kamar itu? Suster Kim tidak tahu, saat dia datang sepertinya Min Young sudah lama ada di tempat itu. Seo Jun semakin curiga.

Lee Joo Hee datang ke RS untuk menjenguk Sun Woo, tanpa mengetuk pintu dia nyelonong masuk ke kamar Sun Woo, dan Ups,, dia melihat Sun Woo sedang mengancingkan kemejanya dengan kancing kemeja bagian atas yang masih terbuka (wkwkwwk,, lucu sekaligus kesel liat scene ini. Lucu liat ekspresi wajahnya Sun Woo saat Joo Hee masuk dan kesel kenapa Lee Joo Hee masuk tanpa permisi dan melihat pemandangan surga itu, #Eeeehhh?)

Sun Woo kaget melihat Lee Joo Hee yang tiba-tiba masuk, namun dia tetap cool dan menyelesaika aktivitasnya mengancingkan kemejanya. Lee Joo Hee berkomentar, dia tidak sangka Sun Woo akan bertelanjang dada di depan pengunjungnya. Sun Woo hanya berkata agar Joo Hee menutup pintu saja. Joo Hee mendekati Sun Woo dan bertanya mengapa Sun Woo sudah mengganti bajunya? Sun Woo berkata dia harus segera pergi. Joo Hee kaget mendengarnya dan bertanya memangnya Sun Woo Superman?  Sun Woo baru saja di operasi, seharusnya dia tidak boleh dulu keluar RS. Sun Woo meminta Lee Joo Hee untuk tenang karena dia berencana untuk keluar dari RS diam-diam.

Di dalam taksi Seo Jun mengingat saat dia melihat keadaan Min Young di kamar Sun Woo. Min Young yang memanggilnya Sunbae dan sedang menunggu orang itu. Juga tulisan I will Always love you yang ada di kertas piringan hitam the Bodyguard. Seo Jun kemudian melihat baju yang dipakai Min Young,itu adalah kemeja dan celana laki-laki. Dia mencari pakaian Min Young dan melihatnya teronggok di tepat tidur. Haaaa… Seo Jun langsung berpikir negatif apa yang sebenarnya Min Young lakukan di kamar Sun Woo dengan memakai baju yang bukan miliknya.

Seo Jun kemudian menelpon ponsel Min Young, suster Kim yang mengangkatnya. Seo Jun meminta Suster Kim untuk memberikan ponselnya pada Min Young. Suster Kim berkata Min Young sedang tertidur, Seo Jun meminta Suster Kim untuk membangunkannya (#damn Seo Jun, ini bedanya Seo Jun dan Sun Woo) Suster Kim pun menuruti keinginan Seo Jun dan membangunkan Min Young dengan berkata Dr. Kang Seo Jung menelponnya dan tadi dia datang menjenguknya.

Min Young terbangun tiba-tiba mendengar Seo Jun tadi datang. Dia jadi ketakutan untuk menerima telepon dari Seo Jung. Namun akhirnya Min Young mencoba duduk dibantu Suster Kim karena Min Young masih lemah. Min Young menerima ponselnya dan sangat ketakutan untuk berbicara. Akhirnya Min Young berbicara juga, “Yoboseo?”

Seo Jun berkata, “Aku bertanya-tanya  dimana dirimu berada. Apa yang kau lakukan disana? Kau berbohong padaku kan? Bukan aku yang mengacaukan segalanya hari itu” Min Young jadi gugup dan tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Min Young berkata pada Seo Jun bisakah Min Young yang menelpon Seo Jun balik di lain waktu, tapi Seo Jun tidak menggubris dan berkata lagi, “Piringan hitam itu,, kau yang menulisnya bukan? Penerimanya adalah seseorang yang kau panggil Sunbae” Min Young langsung gugup plus ketakutan mendengar hal itu. Seo Jun melanjutkan, “Dia adalah Park Sun Woo” Min Young tak bisa membantah juga mengiyakan tuduhan Seo Jun, satu hal yang Min Young tahu, ini akan menjadi sesuatu yang buruk.

Lee Joo Hee bertanya pada Sun Woo apa Sun Woo akan benar-benar pergi dengan keadaannya yang seperti ini? Sun Woo tidak menanggapi, dia mencoba memakai jas nya, Joo Hee yang melihat Sun Woo agak kesulitan mencoba membantunya dan langsung mendapat tatapan Aneh dari Sun Woo. Lee Joo Hee berkata bagaimanapun juga Joo Hee masih patner kerja Sun Woo, memangnya salah jika dia membantunya?

Sun Woo bertanya apakah Joo Hee masih naksir padanya? Kalau Iya lebih baik Joo Hee melupakannya. (#eeerr Sun Woo pd abiiiees) Joo Hee menyangkal dan bertanya apakah Sun Woo sedang berusaha mempermainkannya lagi? Sun Woo tak menunjukan wajah sedang mempermainkan Lee Joo Hee, hingga wanita itu tertarik untuk bertanya, “Memangnya kenapa?” Sun Woo menjawab, “Hidupku sangat rumit, aku tidak sedang bermain-main. Tapi ini demi dirimu, kau harus mendengarkan aku” Joo Hee hanya bisa bengong mendengarkan perkataan Sun Woo.

Young Su dan dua crew CBM lain datang ke RS untuk menjenguk Sun Woo. Mereka bertemu dengan Bum Suk yang sedang berdiri di depan pintu kamar SunWoo. Young Su mencoba masuk dan Bum Suk menghalanginya dengan mengatakan di dalam ada Lee Joo Hee. Young Su kaget mendengar nya, karena Joo Hee bilang di kantor akan langsung pulang. Young Su bertanya memangnya mereka berdua sedang apa? Bum Sk tak tahu dan mereka smua tertawa penuh curiga, hihihi.

Di dalam kamar Sun Woo, Lee Joo Hee masih tak percaya Sun Woo sedang menolaknya? Ponsel Sun Woo berdering, Min Young menelpon, Sun Woo langsung mengangkatnya dan berbicara denga nada suara yang lembut, “Apakah kau sudah sadar? Bagaimana perasaanmu?” Mendengar nada suara Sun Woo, Joo Hee langsung mendelik tajam dia pasti penasaran siapa yang menelpon.

Min Young panik saat menelpon Sun Woo, dia bahkan sedang memakai kembali bajunya dengan terburu-buru di kamar Sun Woo. Min Young bertanya, “Ottoke??” Sun Woo jadi cemas apakah ada yang terjadi? Min Young berkata dirinya telah melakukan kesalahan.

Di luar Seo Jun datang dengan penuh amarah, dia bahkan menerobis suster dan masuk begitu saja ke ruangan Sun Woo membuat semua orang kaget termasuk para crew CBM dan Joo Hee. Seo Jun menatap Sun Woo yang masih memegang ponselnya karena sedang ditelepon Min Young. Sun Woo menatap Seo Jun dengan tatapan kosong tanpa ekspresi, sepertinya Min Young sudah memberitahunya jika Seo Jun menyadari hubungan mereka.

Seseorang bertanya siapa Seo Jun? Bum Suk berkata bahwa Seo Jun adalah tunangan Joo Min Young dan dia sudah seperti keluarga bagi Sun Woo. Jadi biarkan Seo Jun menemui Sun Woo, tapi apa yang terjadi, Seo Jun memanggil Sun Woo dengan sebutan, “Kau,, baj*ngan menjijikan,,,” semua orang kaget mendengarnya tak terkecuali Lee Joo Hee. Sun Woo sama sekali tidak membalas apapun, bahkan saat Seo Jun terus mengatainya dan pergi memukuli wajahnya dihadapan semua orang membuat semuanya kaget dan panik.

Bum Suk dan yang lainnya mencoba menjauhkan Seo Jun dari Sun Woo, setelah di jauhkan pun Seo Jun mash mengatai Sun Woo, “Kau baji*ngan! Aku akan membunuhmu! Apa kau sebut dirimu manusia?” Sun Woo hanya bisa menatap Seo Jun yang emosi dengan tatapan kosong, tidak adanya penyangkalan dari Sun Woo membuat tanda Tanya besar di semua orang yang ada di ruangan itu.

Seminggu Kemudian

Han Young Hoon dan Song Eun Joo, istrinya sedang makan siang. Young Hoon nampak tak bersemangat, dia bertanya kenapa tiba-tiba istrinya mengajaknya makan siang? Bagaimana dengan anak-anak? Eun Joo berkata dia menitipkan mereka di rumah ibunya. Dia mengajak Young Hoon makan siang karena dia inginmembicarakan tentang hadiah yang diberikan Min Young dan Seo Jun karena Young Hoon mempertemukan mereka berdua. Apakah mereka harus mengembalikannya? Setelah dia cari tahu jacket itu benar-benar merk yang mahal. Rasanya sangat tidak sopan jika mereka tidak mengembalikannya sedangkan pernikahan mereka dibatalkan.

Young Hoon merasa frustasi dengan hal itu. Young Hoon berkata agar hadiah itu tidak usah dikembalikan, apa itu penting untuk mereka? Eun Joo jadi penasaran mengapa pernikahannya batl, apakah benar karena Min Young selingkuh? Young Hoon jadi meradang mendengarnya dan bertanya dari mana Eun Joo mendengarnya? Gosipnya sudah tersebar di Rumah Sakit, bahkan dia mendengar gossip yang lebih mengerikan, dia mendengar tentang Sun Woo,,,,

Young Hoon makin meradang dan melarang Eun Joo untuk mengatakan satu kalimatpun. Jika Eun Joo berani mengatakannya mereka akan bercerai. Eun Joo langsung syok mendengarnya, bahkan Young Hoon tidak tahu apa yang akan dikatakannya, tapi dia sudah bersikap sangat ekstrem. Young Hoon berkata dia tidak ingin mendengar apapun, itu semua tidak benar. Dia meminta Eun Joo untuk berhenti bergosip dan mulai berteriak-teriak sambil menggerak-gerakan kepalanya dengan kesal di depan Eun Joo, membuat istrinya itu kaget dengan tingkah Young Hoon yang bereaksi berlebihan.

Young Hoon pamit pergi karena dia ada urusan. Dia meminta Eun Joo untuk menyelesaikan makanannya. Eun Joo bertanya lalu bagaimana dengan jacketnya? Young Hoon mengatakan agar Eun Joo memberikan jacket itu pada Ayah. Lalu bagaimana dengan jacket yang satunya lagi? Young Hoon sudah tidak peduli lagi dan pergi meninggalkan istrinya sendirian.

Eun Joo kegirangan mendapatkan jacket baru yang mahal dan hadiah untuk ayahnya juga. Namun dia baru sadar, mengapa Suaminya sangat marah padanya? Memangnya dia yang merusak pernikahan Min Young dan Seo Joon? (Hahahah,, Eun Joo nggak tau aja, Young Hoon marah karena Eun Jo sudah mengurusi kehidupan sahabat tersayangnya, hihihihi)

Sun Woo keluar dari rumahnya, dia akan pergi bekerja, seorang supir dari CBM telah menantinya. Direktur teleh mengirimkannya untuk menjemput Sun Woo mengingat kondisi kesehatannya yang masih dalam maa penyembuhan. Di dalam mobil Sun Woo menggalau, dia tidak tahu apa yang akan dia di hadapi di CBM hari ini.

Sesampainya di gedung CBM, Sun Woo mendapatkan tatapan aneh dari orang-orang di lobi. Ada yang berbisik. “Itu dia kan? Akh,, kotor sekali” Sepertinya rumor hubungannya dengan Min Young sudah tersebar di seantero kantor CBM.

Sun Woo masuk lift, dan Lee Joo Hee ada di dalamnya menatapnya dengan penuh rasa jijik dan merendahkan. Sun Woo tetap memasang wajah dinginnya. Harga diri Sun Woo terlalu tinggi untuk merasa malu di hadapan wanita yang pernah mengejarnya ini. Sun Woo masuk dan pintu lift tertutup hanya ada mereka berdua di dalam lift. 

Lee Joo Hee berkata, dia tidak sangka saat Sun Woo bilang hidupnya rumit, ternyata memang sangat rumit. Joo Hee hanya ingin mengatakan pada Sun Woo, ada banyak sekali rumor dan dia ingin Sun Woo tahu bukan dia yang menyebarkannya. Sun Woo tak berkata apa-apa dia hanya menatap Joo Hee dengan dingin. Setelah Joo Hee keluar Sun Woo masih memasang wajah dingin, tapi dia tahu rumor apa yang tersebar dan dia mencemaskan hal itu hingga telinganya bergerak-gerak sendiri menandakan dia sedang gugup dan tegang.

Sun Woo masuk ke ke kantornya disambut dengan  reaksi kaget dari para juniornya. Sun Woo duduk kursinya, Bum Suk dan Young Soo jadi saling pandang. Mereka khawatir dan bingung untuk menyampaikan atau sekedar menanyakan tentang rumor yang beredar. Bum Suk akhirnya mendekati Sun Woo dan berkata dia pikir Sun Woo akan datang di malam hari. Sun Woo hanya bertanya dimana direktur berada. Bum Suk menjawab di kantornya. 

Min Young datang dan berbicara pada Young Soo. Sun Woo kmendengar suaranya dan langsung menatap Min Young. Bum Suk dan Young Soo yang malah jadi tidak enak. Min Young menatap Sun Woo dan memberikan sapaan dengan menundukan kepalanya. Sun Woo tak bereaksi. Dia kembali mengerjakan apa yang sebelumnya sedang dia kerjakan. Sun Woo kemudian bertanya pada Bum Suk, kapan Min Young kembali ke kantor. Saat itu Min Young sudah duduk di meja kerjanya.

Bum Suk bercerita pada Sun Woo dengan canggung bahwa Min Young sudah kembali ke kantor sejak 3 hari lalu setelah cuti bulan madunya selesai. Bum Suk bingung harus mengatakan apa pada Sun Woo tentang rumor yang beredar, Sun Woo berkata agar Bum Suk tidak memnadangnya seperti itu, seperti penuh rasa iba sekaligus bingung. Itu sangat mengganggu. Bum Suk minta maaf. Dia hanya merasa aneh dengan begitu banyak rumor tenyang Sun Woo dan Min Young, tapi dia percaya pada mereka berdua.

Bum Suk malah menyalahkan Kang Seo Joon yang dia anggap idiot, pernikahan dibatalkan sehari sebelumnya. Banyak rumor tidak masuk akal yang beredar pasti sangat sulit bagi Min Young. Bum Suk malah merasa untuk saja pernikahannya batal, Min Young berhak mendapatkan yang lebih baik dari Kang Seo Joon. Sun Woo tidak mengatakan apapun. Setelah dia menyelesaikan apa yang dia lakukan di meja kerjanya, Sun Woo pergi begit saja tanpa mengatakan apapun.

Min Young yang sejak tadi tentunya mendengarkan perkataan Bum Suk pada Sun Woo menjadi canggung juga. Dia tahu seburuk apa rumor yang beredar antara dirinya dan Sun Woo. Min Young hanya bisa menatap kepergian Sun Woo dengan sedih, dalam hati mungkin menyesal, seandainya saja dia tidak pernah mengingat alternative kehidupan antara dirinya dan Park Sun Woo selain sebagai paman dan keponakan, masalah tidak akan menjadi serumit ini.

Di ruangannya Direktur bercerita dengan penuh semangat bagaimana profesionalnya orang yang menusuk Sun Woo hingga tak ada satu kamera CCTV pun yang menangkap sosoknya, bahkan tidak ada sidik jadi di pisaunya (karena sudah di hapus Sun Woo) Direktur yakin itu adalah pekerjaan Choi Jin Chul, bahkan setelah dia masuk penjara pun Direktur memastikan dia tidak akan tenang di dalam penjara.

Sun Woo berpikiran lain, menurutnya tidak ada gunanya lagi mengusik Choi Jin Chul bukan kah mereka sudah menang? Tidak bagi direktur Oh, ini bukan tentang Sun Woo saja tetap juga tentang kebebebasan junalistik. Direktur malah jadi heran dengan reaksi Sun Woo yang sepertinya tidak senanga membicarakan hal ini (tentu saja, jika kasus penusukannya ini teruangkap maka Choi Jin Chul akan mencurigai masalah perjalanan waktunya ke masa lalu)

Sun Woo menghampiri Direktur yang duduk di balik meja kerjanya. Dia memberikan surat pengunduran dirinya. Direktur bertanya apa maksudnya itu? Sun Woo berkata dia ingin mengundurkan diri? Atas dasar apa? Apa Sun Woo sudah mendapatkan pekerjaan lain? Sama sekali tidak, lalu kenapa?  Sun Woo berkata dia akan segera merusak reputasi perusahaan.  Menurut direktur Sun Woo adalah asset perusahaan, kehadiran Sun Woo kembali menjadi Anchor dan membawakan berita akan membuat rating naik melejit, karena Sun Woo sendiri adalah berita. Sun Woo berkata kehidupan pribadinya kacau, tak lama lagi direktur pun pasti akan segera mendengarnya.  Kenapa? Apakah Sun Woo berjudi? Lebih buruk dari itu. Direktur penasaran apa yang lebih buruk dari berjudi? Sun Woo tidak bisa mengatakannya.

Direktur jadi bingung bagaimana bisa paman dan ponakan minta berhenti di waktu yang bersamaan. Sun Woo kaget mendengarnya Min Young juga mengundurkan diri? Direktur mengerti alasan Min Young, dia pasti merasa tidak enak atas pernikahannya yang batal. Direktur sudah memintanya untuk memikirkannya sekali lagi, tapi Min Young keras kepala. Dia akan memproses cuti 6 bulan untuk Min Young. Dia paham alasan Min Young, tapi Sun Woo? Apa alasannya, apakah Sun Woo punya hutang pada rentenir? Katakan saja, dia akan membereskannya. Sun Woo jadi semakin merasa tidak enak pada direktur Oh, dia tahu bahwa Direktu sangat peduli padanya, tapi masalahnya ini sangat rumit dan tidak bisa diselesaikan dengan mudah.

Setelah keluar dari ruang direktur, Sun Woo mengirim sms pada Min Young. “Ayo bertemu di atap. Kita perlu bicara” Min Young menerima sms itu saat dia berkemas untuk membereskan barang-barang di meja kerjanya karena dia akan berhenti bekerja. Min Young berpikir akan tidak menguntungkan jika mereka bertemu di Atap. “Banyak orang yang melihat. Aku tidak ingin bertemu dengan mu diam-diam. Mari kita bertemu di ruang Meeting”

Sun Woo paham alasan Min Young, dia pun menunggu Min Young di ruang rapat. Min Young datang dengan membawa kardus besar yang berisi barang-barangnya. Min Young bertanya apakah dia boleh duduk, Sun Woo mepersilahkannya. Min Young pun duduk di sebrang Sun Woo, mereka terhalang meja rapat yang cukup besar. Sun Woo tak berkata apapun, dia hanya menatap Min Young saja.  Namun Min Young mengingatkan Sun Woo, orang-orang pasti sedang mengintip mereka, jadi dia akan berpura-pura menulis seolah mereka sedang melakukan sebuah pekerjaan.

Min Young mengeluarkan buku catatan dan ballpoint kemudian bersiap mulai menulis. Dia meminta Sun Woo segera bicara sehingga dia akan segera menulis. Sun Woo bertanya, “Bagaimana kabarmu?” Min Young menghela nafas dan menjawab, “ Aku berada di dalam banyak masalah. Aku harus meminta maaf sepanjang waktu. Aku harus meminta. Membatalkan. Mengembalikan barang-barang. Seminggu terasa  cepat berlalu.” Sun Woo tahu Min Young sedang berada dalam kondisi tak baiknya. Dia tahu gadis itu pasti sangat menderita karena semua masalah ini.

Sun Woo kemudian bertanya mengapa Min Young mengundurkan diri lebih dulu. Dia yang seharusnya mengundurkan diri. Min Young tidak sependapat, Sun Woo adalah anak emas CBM, sementara dirinya… bahkan ketika dia tidak ada pun mungkin tidak akan ada yang menyadarinya. Min Young mengatakan bahwa Young Hoon sudah memberitahunya tentang dupa itu. Dia tidak bisa percaya, tapi dia harus mempercayainya. Meski rasanya sangat sulit untuk menerimanya. Namun kemudian Min Young teringat pada pria itu. Pria yang menolong ibunya saat mencoba bunuh diri setelah diputuskan oleh Park Jung Woo.  Min Young bertanya pada Sun Woo, bukankah Sun Woo adalah pria yang membawa ibunya ke RS? Sun Woo membenarkan.

Min Young mengingat apa yang dikatakan Young Hoon padanya, tentang dupa itu yang malah membuat kehidupan Sun Woo semakin buruk, bahkan umurnya pun semakin pendek, apalagi tidak ada jaminan Jung Woo akan tetap hidup, karea seharusnya dia telah tiada. Sun Woo tidak boleh menggunakan dupa terakhirnya. Menurut Young Hoon yang terbaik adalah Min Young harus meninggalkan Sun Woo.

Min Young merasa pendapat Young Hoon itu benar, Sun Woo tidak boleh memakai dupa terkahirnya. Sekarang Min Young sudah tahu segalanya, Bagaimana jika sesuatu terjadi saat Sun Woo kembali? Bagaimana Min Young harus hidup nantinya? Itulah mengapa Sun Woo kembali ke masa lalu untuk membereskan segalanya saat Min Young tertidur, tapi ternyata tidak berhasil.

Min Young merasa pembicaraan tentang dupa ini tidak ada gunanya lagi, Min Young berkata pada Sun Woo, “Kau pernah memintaku untuk memilih kan?” Sun Woo langsung teringat pada 3 opsi yang dia tawarkan pada Min Young saat dia membawa Min Young mempertanyakan bagaimana hubungan mereka menjadi bisa menjadi begitu rumit seperti ini. ‘Jika kamu ingin hidup jauh di luar negeri, aku bisa melakukannya. Jika kamu ingin tetap seperti keluarga seperti ini, aku bisa menjadi pamanmu yang baik. Jika kamu ingin menemuiku sesekali seperti sepasang kekasih yang lama tak berjumpa. Aku bisa melakukan hal itu juga. Aku akan melakukan sesuai yang kamu katakan.’ Sun Woo merasa sangat tegang menanti pilihan Min Young, opsi mana yang akan dipilih gadis ini?

Min Young kemudian berkata dengan tenang entah mencoba untuk tenang, “Setelah aku memikirkan dalam-dalam, aku memilih opsi nomor dua” (begitu mudah diucapkan, tapi sangat sulit diterima bukan? Park Sun Woo-ssi^^) Ternyata Min Young memilih untuk tetap menjadi keponakan Sun Woo. Dia tidak ingin Sun Woo kembali mempertaruhkan nyawanya hanya demi membuat hubungan mereka kembali seperti semula. “Marilah tetap sebagai keluarga. Kurasa itulah yang terbaik. Jadi kamu bisa tetap sebagai paman yang baik. Aku akan menjadi keponakan yang baik. Jangan pikir tentang kembali ke masa lalu dan mengubahnya. Bagaimana menurutmu?”

Keputusan Min Young tentunya bukan salah satu dari hal yang diinginkan Sun Woo. “Aku? Aku akan mencoba sampai akhir untuk mencari jalan agar semua orang bisa bahagia. Takdir mengejek keinginanku dan membuang harapanku. Tapi aku merasa aku belum kalah. Aku akan menggunakan dupa itu” Min Young jadi agak panik dan melarangnya, “Tidak boleh” Menurut Min Young Sun Woo tidak memiliki hak untuk membuat keputusan. Sun Woo telah memberikan pilihan padanya dan Min Young telah membuat keputusan jadi apa yang akan Sun Woo lakukan?

Sun Woo menatap Min Young banyak hal yang ada dipikirannya. Tapi dia tak bisa berbuat apa-apa lagi. Min Young telah membuat keputusan. Dia yang menwarkan pilihan itu. Sebagai seorang lelaki yang selalu memegang janjinya, Sun Woo tidak akan mengingkarinya. “Seperti yang aku bilang sebelumnya. Aku akan melakukan sesuai denga apa yang kau inginkan” Sun Woo dan Min Young kini telah sepakat, bahwa mereka akan tetap berada dalam hubungan paman dan keponakan. Keduanya pun hanya bisa saling memandang dengan tatapan sedihnya.

Sun Woo mencoba mencaikan kekakuan antara mereka, “Apakah kita berubah kembali? Menjadi paman dan keponakan? Mulai Kapan? Sekarang?” Min Young tersadar dari lamunannya dia menatap jam dan berkata, “Mari kita mulai saat tengah hari. Kita masih punya waktu 10 menit” Sun Woo berusaha tampak ceria, “Apakah kau cinderella? Kau akan kembali menjadi keponakanku setelah jam 12 siang?”

Min Young tak bisa lagi membendung perasaan sedihnya, bagaimanapun juga dia sebenarnya tak rela, namun saat ini menurutnya, inilah yang terbaik. Min Young akhirnya mengeluarkan air matanya juga dan mengangguk  dan menjawab, “Ya”menanggapi pertanyaan Sun Woo. Yah,, dia adalah Cinderella dan Park Sun Woo adalah Superman #abaikan.

Sun Woo memberitahu bahwa orang-orang sedang melihat mereka. Sun Woo meminta Min Young untuk tidak menangis kemudian segera pergi dari ruangan itu. Min Young mengelak, dia berkata dia tidak menangis, dia segera menyusut air matanya  dan memberekan buku dan ballpoint-nya. Min Young pun kemudian pamit pada Sun Woo, dan keluar dari ruangan meeting dengan hati terluka dan membawa barang-barang yang telah dikemasnya.

Min Young tiba di tempat parkir. Setelah menemukan mobilnya, Min Young segera memasukan barang-barangnya ke dalam kursi belakang. Kemudian Min Young mendapat sms, sms itu dari Sun Woo. “Sebelum kau menjadi keponakanku lagi, aku ingin mengatakan kata terakhirku kepada kekasihku, Joo Min Young. Tahukah kau satu hal yang paling  kusesali ketika aku berpisah denganmu? Bahwa aku tidak pernah menjawab dengan layak untuk cinta yang kau berikan padaku selama 5 tahun. Bahkan kepada sumpah yang telah  kau tuliskan. Aku benar-benar minta maaf untuk itu. Aku mencintaimu, selamanya.” (Akh~~ very heartbreaking Scene.  aku beneran nangis pas menonton Scene ini padahal sudah berkali-kali, Saranghae~~ Yeowongni.)


Direktur Oh memanggil ketua Tim untuk datang ke sebuah restoran. Dia bahkan memanggilnya saat Ketua Tim sedang dalam perjalanan pulang. Ketua Tim jadi heran kenapa Direktur memanggilnya. Direktur menanyakan tentang Park Sun Woo, ada apa sebenarnya dengan kehidupan pribadinya. Ketua tim jadi gugup dan bertanya dari mana Direktur mengetahuinya? Direktur berkata Park Sun Woo yang memberitahunya, dan dia mengatakan bahwa dirinya bisa mengetahui masalahnya dari ketua Tim. Park Sun Woo bahkan memberikan surat pengunduran dirinya, pasti masalahnya sangat berat.

Ketua Tim jadi gugup dan cemas. Dia juga ragu apakah dia harus memberitahukannya pada direktur atau tidak. Tapi sekarang Direktur sepertinya memang harus tahu mengenai rumor tentang Park Sun Woo. Dengan hati-hati Ketua Tim pun akhirnya memberitahukan apa yang dia ketahui tentang rumor itu.

Min Young kembali ke rumahnya. Ibunya menyambutnya dengan tidak bersemangat. Kim Yoo Jin bertanya mengapa Min Young lama, katanya hanya ingin berpamitan saja. Min Young berkata dia harus menyelesaikan beberapa hal dulu. (Entah kenapa kok,, aku ngerasa Min Young habis menangis yah?) Kim Yoo Jin bertanya pada putrinya, jadi sekarang Min Young sudah berhenti bekerja? Itu hanya akan dianggap sebagai cuti panjang untuk sementara waktu. Kim Yoo Jin merasa aneh, sebelumnya Min Young sangat keras kepala ingin berhenti bekerja. Direktur menyuruhnya untuk memikirkannya terlebih dahulu. Kim Yoo Jin merasa lega dan menyuruh Min Young untuk berterimakasih padanya.

Kim Yoo Jin merasa pembatalan pernikahan Min Young adalah sesuatu yang menggelikan, bahkan Min Young kini harus meminta berhenti bekerja pada orang yang akan meresmikan pernikahannya. Min Young ingin mengalihkan pembicaraan, apakah ibunya sudah makan malam? Kim Yoo Jin sepertinya tidak selera, sayang sekali padahal Min Young lapar. Min Young kemudian bertanya apakah Ibunya ingin makan camilan?

Dengan berusaha bersikap riang, Min Young  pergi mencari brosur pemesanan beberapa makanan ringan dan menunjukkannya pada Sang Ibu agar dia memilihnya. Bukannya menanggapi tawaran putrinya, Kim Yoo Jin malah mengumpat Kang Seo Joon yang telah membatalkan pernikahannya dengan Min Young. Dia kesal karena pria itu telah menuduh selingkuh, dia yakin Seo Joon lah yang selingkuh. Jika memang Min Young yang bersalah seharusnya dia membuktikannya dengan siapa Min Young berselingkuh. Dia pasti berbohongkan. Min Young jadi tidak enak hati karena ibunya jadi sangat membenci Seo Joon (Kebayang gak sih, kalo ibunya sampe tahu Seo Joon menuduh Min Young selingkuh sama Sun Woo, dan ternyata baik Min Young maupun Sun Woo tidak ada yang menyangkal, mungkin dia udah stress banget kali ya?)

Kim Yoo Jin masih saja mengutuk Seo Joon, dia bahkan tidak mengerti mengapa Min Young harus berhenti kerja sementara dia tidak. Memangnya apa salah Min Young? Min Young jadi semakin tak enak hati, dia meminta ibunya untuk berhenti, Min Young sudah tidak sanggup lagi mendengarkan ocehan ibunya tentang masalah ini.

Ketua Tim akhirnya mengatakan tentang pemukulan yang dilakukan Seo Joon pada Sun Woo di RS, juga tentang kemungkinan alasan mengapa Seo Joon memukul Sun Woo. Direktur merasa itu tidak masuk akal, dia mengenal Sun Woo dan Min Young selama bertahun-tahun. Ketua Tim merasa tidak tahu bagaimana kenyataannya, tapi mengapa jika semua itu tidak benar Sun Woo hanya diam saja saat dipukul tanpa memberikan perlawanan ataupun penjelasan. Hanya tinggal menunggu waktu samapi kabar itu tersebar di Internet, banyak saksi atas insiden pemukulan tersebut sehingga muncul rumor yang semakin memburuk.

Ketua Tim berkata, Park Sun Woo telah mengambil keputusan yang tepat. Tidak baik jika dia tetap tampil di TV. Namanya saat ini semakin terkenal sejak insiden penusukan, bahkan dia di anugrahi medali keadilan. Jika dia tetap tampil di tv keadaan bisa berbalik menjadi lebih buruk terhadap CBM. Sebaiknya Direktur segera mencari pengganti Park Sun Woo. Direktur tidak bisa berkomentar apapun lagi, dia masih tak bisa percaya jika Sun Woo dan Min Young benar-benar melakukan hal itu.

Sun Woo datang ke ruang Studio yang biasa digunakan untuk siaran beritanya. Sun Woo duduk di kursi Anchor nya dengan gaya yang biasa dia lakukan saat dia bertindak sebagai seorang Anchor. Park Sun Woo pasti akan merindukan semua ini.

Direktur datang ke Studio dengan menunjukkan wajah yang teramat dingin. Sun Woo menyapanya dan bertanya apakah direktur memanggilnya? Direktur berkata, dia sudah mendengarnya dari Sang Bum tentang masalah Sun Woo (Akh~~ baru ngeh aku nama ketua Tim itu Sang Bum, tapi akan tetap kau panggil ketua Tim saja ya?).

Direktur tampak sangat kecewa, tapi dia hanya mengatakan dengan dingin bahwa dia akan mengatakan tentang pergantian posisi Sun Woo pada pihak manajemen dan dia sudah harus mendapatkan pengganti Sun Woo besok pagi. Direktur akan mengatakan bahwa luka Sun Woo terlalu parah untuk kembali bekerja di kuartal pertama tahun ini. Sun Woo tak menyanggah appapun, dia hanya mengiyakan saja apapun keputusan atasannya itu.

Melihat reaksi Sun Woo, Direktur jadi penasaran. Sun Woo baru saja di berhentikan secara tidak langsung, apakah Sun Woo tidak ingin mengatakan apa-apa? Sun Woo menunduk kemudian tersenyum, dia mengucapkan banyak terima kasih karena Direktur telah menyelamatkan reputasinya. Menerima ucapan Sun Woo direktur hanya berkata bahwa dia akan berbicara dengan Sun Woo nanti, dan berniat keluar dari Studio.

Tapi,,, baru pergi beberapa langkah, dia berbalik dan berteriak pada Sun Woo, “Dasar bajingan! Bisa-bisa nya kau? Kau tidak tahu betapa pentingnya saat-saat ini dalam kehidupanmu. Kau tahu bagaimana aku membawamu sampai ke saat ini? S*alan. Itu semua memang hidupmu. Lakukan apa pun yang kamu inginkan dengan itu. Tapi… Kamu juga berada dalam hidupku juga. Selama 10 tahun! Bagaimana kamu bisa mengecewakanku seperti ini?” Direktur tampak sangat kecewa dengan kenyataan yang ada, dia selama ini sangat menyokong Sun Woo hingga Park Sun Woo sampai di posisinya saat ini, dia tak menyangka jika Sun Woo akan menghancurkannya dengan sebuah Skandal semacam ini.

Setelah melepaskan amarahnya pada Sun Woo yang dia akhiri dengan menendang panggung kecil di studio, Direktur pun keluar. Tinggalah Sun Woo seorang diri di dalam studio. Dia terduduk lesu di kursi Anchornya, bahkan sedetik pun Sun Woo mungkin tidak pernah mengharapkan hidupnya akan menjadi sehancur ini. Apakah Sun Woo menyesali segalanya? Menyesali telah mencintai Min Young dan mengatakan kenyataannya pada Min Young? Ataukah menyesali dia telah menggunakan dupa itu?

Min Young pulag membawa Ayam goreng untuk dimakan bersama ibunya dengan wajah ceria, dia berusaha keras terlihat gembira di hadapan sang ibu. Ibunya berkomentar tentang pendapat Sun Woo terhadap Min Young yang menyebutnya pintar, tapi mengapa Min Young masih saja menyukai Ayam. Min Young hanya meringis mendengarnya.

Ibunya kemudian mencari ponsel Min Young, dia bilang dia mau pinjam karena kehabisan baterai ponselnya. Saat Kim Yoo Jin mencoba mengambilnya dari tas Min Young, Min Young langsung ingat tentang sms yang dikirimkan Sun Woo padanya sebelum jam 12 siang tadi.  Min Young panik, dia segera mengambil ponselnya dari tangan ibunya dan memberikan charger-an untuk mengisi kembali beterai ponsel sang ibu. Min Young bilang dia harus mengecek e-mail yang masuk.

Min Young pun langsung masuk ke kamar mandi. Min Young duduk di atas toilet yang tertutup dan mulai membuka sms Sun Woo. Min Young mulai terisak saat membacanya, sama seperti tadi siang dia sedih membacanya, dia mengingat semua kenangannya bersama Sun Woo, inginnya dia tetap menyimpan sms itu seumur hidupnya tapi dia tidak bisa. Dia tidak ingin ibunya tau tentang hubungannya dengan Sun Woo, dan Sun Woo lah yang menjadi penyebab batalnya pernikahan Min Young dengan Seo Joon.

Min Young menatap sms pertama Sun Woo, dan dengan berat hati menghapusnya, satu persatu, sms itu terhapus, hingga yang terakhir saat bagian “Sarange Yeongwoni” Min Young tak kuasa menghapusnya, dia begitu ragu antara “Ya” dan “Tidak” Min Young menangis deras, dia tidak bisa membendung kesedihannya lebih lama lagi, baginya ini sangat menyakitkan, satu-satunya pernyataan cinta dari Sun Woo, dan dia harus rela menghapusnya.

Akhirnya dengan berat hati, dia pun memilih untuk menghapus pesan itu. Pesan terakhir yang dikirimkan kekasihnya Park Sun Woo, karena kini mereka telah sepakat untuk kembali menjadi paman dan keponakan lagi. Tangis Min Young pun semakin menjadi, sementara itu di Studio CBM, Sun Woo pun sedang merenungi nasibnya, hingga tanpa sadar air matanya keluar begitu saja. Semua ini sebenarnya terlalu berat untuk mereka berdua, tapi mereka pikir inilah yang terbaik.

~bersambung~

Komentarku? Lihat Spoiler Episode 14 atau Curhat Nine part-6

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
1 Komentar untuk "[Recaps] Nine Episode 14"

uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...
hiks...hiks..
makin sedih dan makin bingung aja dibuatnya
perasaan rasanya dicampur aduk

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top