30 Days of Sherlock - Day 14: An OC

OC adalah singkatan dari Original Character alias karakter Original hasil ciptaan penulis cerita adaptasi yang tidak ada di cerita yang di adaptasinya. Seperti diketahui sejak awal Sherlock BBC adalah serial televisi yang ceritanya di adaptasi dari Novel Sherlock Holmes karangan Sir Arthur Conan Doyle, hampir semua karakter yang ada di Sherlock BBC diambil dari karakter yang ada di Novel. Penulis Sherlock BBC tadinya tidak ingin memunculkan karakter yang tidak ada di Novel, namun mereka melanggar hal itu dengan memunculkan Molly Hooper.

Molly Hooper rencananya hanya akan jadi cameo untuk episode pertama untuk mengenalkan Sherlock Holmes yang senang melakukan eksperimen dan tidak tertarik berurusan dengan wanita. Tapi karena akting Louise Brealey yang membuat Steven Moffat dan Mark Gatis terpukau karakter Molly tetap dipertahankan hingga season 3 dan juga episode special nya.

Meskipun Screentime nya tidak sebanyak main character yang lain tapi perkembangan karakter Molly di Sherlock adalah yang paling OK menurutku. Dari gadis yang jatuh cinta pada Sherlock menjadi salah satu orang yang dipercaya Sherlock untuk membantu rencananya memalsukan kematiannya di hadapan jaringan Moriarty. Bahkan di season 3 epsiode 1, Sherlock sendiri mengatakan “Moriarty sliped up, he made mistake. Because the one person didn’t matter at all to me, was the one person that mattered the most” dan orang itu adalah Molly.

Peran Molly dalam rencana Sherlock pastilah sangat besar hingga Sherlock mengataka jika Molly lah yang membuat semua rencananya menjadi mungkin. Namun Sherlock tidak berharap Molly melakukan itu lagi, tentu saja karena itu akan membahayakan dirinya.

Saat pertama kali melihat kehadiran Molly di season 1, kesan ku pada karakter Molly itu biasa saja, tapi aku suka melihat Scene Molly dengan Sherlock meskipun sangat sedikit, reaksi Molly mendengar komentar-komentar Sherlock tentang dirinya terasa menyegarkan. Ekspresi kaget, bahagia dan marahnya Molly membuatku menantikan kemunculannya lagi dan lagi.

Saat kebanyakan orang mengaggumi kecerdasan dan kecantikan Irene Adler di episode 1 season 2, aku malah semakin mengagumi karakter Molly, saat Sherlock mendeduksi Molly bahwa dia sepertinya punya pacar baru dan Molly serius dengan pria itu dari hadiah yang dibawanya, hatiku ikut sakit mendengar Sherlock se akan menelanjangi Molly dengan kenyataan-kenyataan yang menyakitkan. Padahal hadiah itu dipersiapkan Molly untuk Sherlock, dan jujur saja aku sedikit bingung mengapa Sherlock sangat terganggu saat Molly ke flat nya. Padahal selama ini Sherlock terbiasa mengabaikan Molly dan memanfaatkannya.

Karakter Molly semakin berkembang di episode 3 season 2, saat dia mendeduksi bahwa Sherlock terlihat sedih saat John tidak melihatnya. Molly bertanya apakah Sherlock baik-baik saja, belum sempat Sherlock menjawab, Molly berkata jika dia paham perasaan sedih saat orang lain tidak melihatnya. Sherlock kemudian berkata, “You can see me” Oh dia tahu jika selama Molly selalu memperhatikannya? Mungkin memang benar teori yang mengatakan jika pria selalu tahu wanita yang tertarik padanya meskipun wanita itu tidak pernah mengatakannya. Namun Molly langsung berkata, “I don’t count” dan hatiku langsung hancur lebur mendengarnya.

Kalimat “I don’t count” membuatku semakin mengaggumi Molly, karena menurutku kalimat itu menunjukkan betapa kuatnya Molly, dia sadar jika dia bukan siapa-siapa bagi Sherlock, namun dia akan selalu ada untuk Sherlock disaat Sherlock membutuhkan bantuannya. Tentu saja Molly membuktikan kata-katanya, saat Sherlock datang padanya dan mengatakan jika Sherlock bukanlah orang yang seperti Molly pikir selama ini apakah Molly akan tetap membantunya, dan Molly langsung bertanya, "What do you need?"

Dua tahun setelah Molly membantu rencana kematian palsu Sherlock, banyak yang berspekulasi hubungan Molly dan Sherlock akan berubah,mereka benar, karena saat Sherlock kembali Molly adalah orang kedua yang ditemuinya setelah dia bertemu dengan John, bukan Nyonya Hudson dan bukan Lestrade yang dianggap orang-orang terpenting Sherlock selain John oleh Moriarty. Bisa dikatakan jika Molly telah menjadi salah satu teman Sherlock di season 3.

Molly menampar Sherlock saat Sherlock dinyatakan positif mengkonsumsi obat, dia melakukannya karena peduli, dia tidak marah karena Sherlock tidak mencintai dirinya sendiri meski Sherlock melakukannya untuk sebuah kasus. Molly peduli pada Sherlock bukan lagi sebagai wanita yang menyukainya, tapi sebagai temannya dan Sherlock sendiripun aku rasa telah menganggap Molly sebagai salah satu orang yang penting dalam hidupnya. Sherlock percaya pada Molly dan tidak segan meminta pertimbangan padanya.

Sebagai karakter original dengan Screentime yang tidak banyak, Molly Hooper menjadi salah satu phenomena dalam Sherlock versi BBC. Fans menyukainya karena banyak yang merasakan apa yang Molly rasakan, menyukai pria seperti Sherlock Holmes. Fans mengangguminya karena karakternya yang kuat dan semakin berkembang seiiring bertambahnya jumlah episode. Dan banyak juga yang menganggumi Molly karena pekerjaannya, yang sebenarnya masih membuatku bingung apa sebenarnya pekerjaan Molly.

Tadinya aku berpikir Molly adalah salah satu petugas kamar mayat, tapi dia melakukan banyak eksperimen untuk penelitiannya. Banyak yang mulai mempertanyakan apa sebenarnya pekerjaan Molly Hooper? Ada yang berspekulasi dia adalah seorang patologi dan ada juga yang berkesimpulan dia adalah seorang dokter bedah. Di tanda pengenal Molly tertulis jabatan Spesial Registar, dari berbagai sumber sih katanya dalam hirup pikuk dunia medis, untuk sampai ke jabatan special registar bukan hal yang mudah. Jadi pasti Molly juga cerdas, dan merupakan seorang ahli dalam bidangnya.

Semakin mencari all about Molly Hooper, jujur saja aku semakin kagum pada karakternya. Bukan hanya sekedar karena Molly menyukai Sherlock ataupun karena aku berharap Sherlock kelak bisa membalas perasaannya, tapi Molly Hooper adalah salah satu karakter penting untuk menunjukkan bahwa Sherlock Holmes, si konsultan detektif yang super cerdas itu bukan lah orang yang sempurna.

"Molly Hooper for Sherlock Holmes. She confuses him. She make him so very imperfect. Somethinng in her, that ends up suprising even for Sherlock Holmes”


0 Komentar untuk "30 Days of Sherlock - Day 14: An OC"

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top