Rabu, 29 April 2015

Let's Eat 2 Episode 5 part 2



 
Esok harinya, Dae Young sudah tiba di apartemen Sang Woo, tapi pria itu malah sibuk menjemur pakaiannya. Sang Woo meminta Dae Young menunggu karena biasanya dia membawa pakaian kotor saat pulang ke Seoul, tapi karena weekend ini dia tidak pulang untuk bermain bersama Dae Young, Sang Woo memutuskan mencucinya sendiri.


Melihat cara Sang Woo menjemur pakaian, Dae Young bertanya apakah itu pertama kalinya Sang Woo mencuci pakaian? Begitulah, hmmm pantas saja. Dae Young kemudian mengambil baju yang sudah dijemur Sang Woo dengan asal kemudian mengibaskan pakaian tersebut. Sang Woo bingung apa Dae Young lakukan? Dae Young tidak menghiraukan dan melakukan hal sama pada beberapa pakaian yang telah Sang Woo jemur.

Dae Young menjelaskan, Sang Woo harus menjemurnya seperti itu agar tidak ada kerutan pada pakaiannya. Dan jika Sang Woo salah menjemur, pakaiannya bisa jadi bau karena tidak kering sepenuhnya. Dae Young memberi saran, sebaiknya Sang Woo menyimpan pakaiannya di Laundry dan mengambilnya hanya saat Sang Woo memerlukannya saja. Cara itu sangat nyaman, cepat dan bersih. Tidak perlu bingung menjemur dan mengangkatnya ketika sedang sibuk. Sang Woo merasa itu ide yang bagus. Dae Young meminta Sang Woo untuk bersiap-siap saja, biar dia yang membantu Sang Woo untuk menjemur pakaian.

Di perjalanan menuju Jo Chun Byun, Dae Young mengajak Sang Woo makan, tampaknya Sang Woo sedikit enggan apalagi mereka akan bersepeda. Namun Dae Young mengatakan, justru itulah mereka harus makan dulu supaya mendapatkan energi. Dae Young mengajak Sang Woo ke restoran yang membuat Gae Gook Ji. Wah apa itu? Sang Woo tertarik mendengarnya apakah itu seperti sup daging anjing? Bukan Gae Gook Ji untuk menggonggong, tapi istilah lain. Itu adalah makanan daerah Choongnam yang membuat sup dari kepiting mentah yang diasinkan kemudian ditambah kimchi.

Memangnya ada Kimchi yang seperti itu? Tentu saja ada, pertama-tama mereka harus mencobanya dulu, rasanya akan sesuai untuk orang asing sehingga itu akan membantu proyek pada memperkenalkan makanan Korea yang sedang dikerjakan Sang Woo. Wah… ternyata Dae Young punya ide yang bagus. Dan namanya pun terdengar keren. Gae Gook Ji.

Gae Gook Ji pun telah tersedia di meja tempat Sang Woo dan Dae Young makan. Sang Woo merasa makanan itu tidak istimewa, hanya seperti sup seafood dengan kepiting. Dae Young menjelaskan jika akhir-akhir ini mereka menyajikannya dengan banyak makanan laut.

“Rasa dasarnya akan berbeda dari sup seafood yang hanya memiliki banyak jenis makanan laut mahal di dalamnya. Orang di Taeham makan banyak kepiting mentah diasinkan karena kepiting yang berlimpah. Setelah makan semua kepiting, dalam saus yang tersisa mereka menambahkan kubis sisa dan daikon, yang kemudian dikenal sebagai Gae Gook Ji”

Sang Woo berpikir saus kepiting mentah yang diasinkan pasti terasa enak. Jadi mereka memakannya dengan cara seperti itu. Dae Young kembali menjelaskan “Ini memang enak, Tetapi juga masakan yang dibuat selama masa-masa sulit ketika mereka mencoba untuk menggunakan semua bahan karena mereka tidak ingin menyia-nyiakan itu”

Sigh, bahkan jika itu adalah waktu yang sulit apakah membuang saus kepiting yang tersisa akan tampak boros? Sang Woo merasa itu tidak masuk akal. Dae Young berkata Ayahnya memberitahunya mereka melakukan hal tersebut di masa itu, “Kau tahu seperti mengatakan bahwa di waktu yang sangat sulit, dulu mereka harus menghisap pantat semut..”

Sang Woo bingung, menghisap apa? Apakah Sang Woo tidak pernah mendengarnya? Akh.. sepertinya Ayah Sang Woo sudah kaya sejak awal. Sang Woo menyangkal, Kaya apanya, Bisnis Ayah Sang Woo hancur karena IMF bahkan mereka tinggal di tempat yang tidak ada bak mandinya.

Dae Young berkata, “Hyung… aku masih tinggal di tempat yang tidak ada bak mandinya” Sang Woo bungkam dan mengedip beberapa kali. Sepertinya dia salah bicara, Sang Woo mencoba menjelaskan tapi bingung juga harus mengatakan apa, akhirnya dia mengajak Dae Young segera makan saja, dia merasa sangat lapar.

Mereka pun mulai makan, Dae  Young meyarankan untuk memakan kepitingnya lebih dulu. Sang Woo merasakan kuah supnya, dan dia tampak takjub dengan rasanya. Itu sama sekali tidak seperti rasa sup seafood. Bukan kah itu enak? Ya, Sang Woo mengakui hal itu.

Dae Young dan Sang Woo memakan daging kepiting dari Gae Gook Ji yang tersaji dengan sangat nikmat. Bahkan kimchi yang tercampur di dalamnya pun terasa lezat. 


Kuah sup nya pun tampak sangat lezat saat dicampurkan dengan nasi. Rasanya bernar-benar sangat lezat.

Apalagi saat menikmati rasa daging kepiting mentah yang telah diasinkan yang tercampur dalam sup tersebut.

Dari luar jendela, Soo Ji mengamati Dae Young dan Sang Woo yang sedang menikmati makanan mereka. “Oh, itu benar-benar pasti enak. Jika Aku bisa memakan sup itu, Aku tidak akan memiliki keinginan lain” Soo Ji benar-benar tergoda dengan kelezatan Gae Gook Ji.

Namun dia mengingatkan dirinya, “Sadarlah Baek Soo Ji!  satu tegukan sup akan membuatmu memakan nasi. nasi akan membuat  gemuk. Kemudian kencan dengan Sang Woo-ssi hampir mustahil” lagi-lagi Soo Ji berbaca sendirian. Soo Ji menahan diri, namun sesekali dia tetap mengintip Sang Woo dan Dae Young yang sangat menikmati makanan mereka dan akhirnya memutuskan untuk pergi.

Dae Young dan Sang Woo akhirnya selesai makan juga. Dae Young berkata dia yang akan membayar kali ini, Sang Woo tampak tidak keberatan dan menggunakan bahasa informal pada Dae Young dengan nyaman, hingga Soo Ji tiba-tiba muncul ketika mereka berdua ada di kasir.

“Ommo, Petugas Administrasi. Apa yang membawamu kemari? Ommo Dae Yeong dan Kau di sini juga” Soo Ji menyapa Sang Woo dengan suara sok manis nya, tapi Sang Woo malah terlihat sangat ketakutan. Dae Young juga kaget karena kemunculan Soo Ji sama sekali tidak natural ;p

Soo Ji mengatakan bahwa dia datang untuk mencoba makanan khas daerah itu, dia bahkan mengambil gambar dari luar, apakah Sang Woo ingin melihatnya? Tapi Soo Ji langsung memperlihatkan gambar yang dia ambil dengan ponselnya. Dae Young panik dan melarang Soo Ji menunjukkan itu pada Sang Woo yang terlihat bingung dan panik.

Sang Woo langsung mengubah gaya bicaranya dengan bahasa formal dan berkata jika mereka hanya makan disana dan memuji rajinnya Soo Ji dalam bekerja. Tapi Sang Woo langsung pamit pergi duluan, tapi Dae Young memanggilnya, “Hyung.. hyung.. itu sepatu ku” Sang Woo kaget kaget hingga salah memakai sebelah sepatu Dae Young.

Sang Woo pun kembali untuk menukar sepatu dan saat melihat Dae Young akan membayar dia pun berkata bahwa dia juga harus membayar. Dae Young berkata dia yang akan membayarnya, namun Sang Woo menolak, “Tidak, Goo Dae Yeong-ssi. Seorang pekerja pemerintah tidak harus melakukan hal yang bisa membuat kesalahpahaman”  Sang Woo bertanya berapa totalnya, 60 dolar? Akh berarti dia harus membayar setengahnya, 30 dolar. Sang Woo berterimakasih untuk makanannya dan langsung pamit keluar.

Soo Ji jadi bingung melihat tingkah Sang Woo, bukankah Dae Young berkata mereka sangat dekat? Tapi mengapa sikap Sang Woo begitu? Dae Young juga bingung, dia pikir mereka sudah dekat.

Di luar Sang Woo tampak tidak nyaman dengan kehadiran Soo Ji yang ikut keluar bersama Dae Young. Sang Woo langsung menjelaskan jika dia dan Dae Young sering bertemu karena berada dalam tim sepak bola yang sama. Soo Ji sudah mendengar hal itu.  Sang Woo langsung mengajak Dae Young pergi, sementara Dae Young malah mengajak Soo Ji untuk ikut dengan mereka untuk naik sepeda di Jo Chun Byun.

Tentu saja Soo Ji mau ikut dengan senang hati, karena itu memang rencana mereka berdua. Sang Woo tampak tidak nyaman, namun dia juga tidak bisa menolak apalagi Dae Young langsung mengajak Soo Ji pergi bersama dan meninggalkan Sang Woo yang merasa tidak nyaman dengan situasi ini.

Nenek Lee membawakan makanan untuk Joo Seung, tapi dia sebelumnya bertemu dengan pengantar makanan yang membawakan roti untuknya. Joo Seung berkata Nenek tidak perlu lagi membawakan makanan untuknya karena dia bisa memanggil pengantar makanan sekarang dan memesan makanan apapun yang dia mau. Nenek mengeluhkan nutrisi apa yang bisa Joo Seung dapatkan dari sepotong roti?

Joo Seung tidak senang Nenek mengatur makanannya, dan bertanya memangnya siapa Nenek itu? Apakah dia ibunya? Joo Seung memintanya meninggalkan dia sendirian saja, dia masuk kedalam kamarnya dengan pintu terbanting saat tertutup. Nenek jadi merasa sedih, padahal dia hanya berpikir Joo Seung sangat menyedihkan karena tidak memiliki keluarga.

Tak lama, Joo Seung keluar lagi dan meminta maaf karena pintunya terbanting tapi bukan karena dia marah, pintunya tertutup karena angin. Nenek pun meminta Joo Seung segera makan dan Joo Seung menurut, namun dia mengambil rotinya juga dan membaginya dengan Nenek. Saat menerimannya Nenek terlihat merasa senang. Dan Joo Seung pun mulai memakan masakan yang dibawakan Nenek.

Dae Young, Soo Ji dan Sang Woo sudah tiba di Jo Chun Byun. Dae Youg berbisik pada Soo Ji jika dia akan pergi untuk menyewa sepeda sehingga Soo Ji dan Sang Woo memiliki waktu untuk berduaan. Tapi Soo Ji merasa khawatir, karena dia tidak bisa naik sepeda dengan baik, jadi dia tidak bisa memakai sepeda milik Sang Woo, bagaimana jika dia merusaknya? Benar juga sih ya..

Saat Sang Woo datang, Soo Ji langsung pamit untuk meminjam sepeda. Dengan sedikit canggung Sang Woo mengiyakan saja dan setelah Soo Ji pergi dia langsung mencapit leher Dae Young dengan tangannya, karena Sang Woo tidak suka Dae Young mengundang Soo Ji untuk bermain bersama mereka. Sang Woo pun meminta Dae Young menurunkan satu sepedanya.


Dae Young mencoba sepeda itu, tapi rasanya agak aneh. Mungkn terlalu tinggi. Sang Woo mengeceknya sambil meraba-raba kaki Dae Young untuk menyesuaikan tingginya, Sang Woo berpikir dia harus menurunkannya sedikit. 
 


Dae Young pun turun dulu dari sepeda. Saat Sang Woo sibuk menurunkan sadel sepeda untuk Dae Young, dia bertanya karena merasa penasaran, bagaimana mereka bisa kebetulan bertemu dengan Soo Ji? Itu sangat tidak masuk akal. Dae Young jadi was-was dan berkata Sejong adalah kota yang kecil, jadi mereka bisa kebetulan bertemu dengan siapapun.

Hye Rim tiba-tiba muncul menyapa Dae Young. Lihatlah, bahkan mereka bisa kebetulan bertemu dengan pekerja sambilan di minimarket dekat rumahnya. Dae Young memberi bukti pada Sang Woo.

Melihat keakraban Dae Young dan Sang Woo, Hye Rim langsung mengambil kesimpulan.  “Apakah itu alasan kau tidak bisa menyukaiku? Kau harusnya mengatakan kelainanmu”  Dae Young bingung apa maksud dari perkataan Hye Rim, gadis itu pun mengatakan jika seorang pria keren memiliki pacar wanita, tapi seorang pria sempurna memiliki pacar pria. Sang Woo ikutan bingung, apakah yang dimaksud pacar Hye Rim adalah dirinya? Sang Woo menggeleng.

Dae Young menyangkal tuduhan Hye Rim, tapi dia tidak percaya. Itu jelas sekali, dua orang pria datang ke Jo Chun Byun bersama-sama, apa artinya coba? Dae Young bisa jujur padanya, lagipula di mata Hye Rim mereka tampak serasi. Dae Young langsung membela diri dengan berkata bahwa mereka tidak datang berdua saja, mereka juga bersama Soo Ji.

Soo Ji? Siapa? Dae Young menjelaskan Soo Ji adalah tetangganya, Hye Rim juga melihatnya beberapa kali di minimarket saat mereka berbelanja. Hye Rim merasa lega karena mereka tak datang berdua saja. Dia melihat Sepeda yang akan dipakai Sang Woo dan Dae Young, apakah mereka datang untuk bersepeda? Hye Rim juga mau, tapi dia tidak bisa melakukannya.

Mengapa? Disana ada tempat penyewaan sepeda, atau Hye Rim tidak bisa naik sepeda? Bukan karena itu, tapi karena dia harus menyerah naik sepeda, karena memakai high heels dan juga rok pendek. Sang Woo mengerti itu adalah alasan masuk akan untuk seorang wanita.

Seorang pria datang membawa sepeda, dia teman Kencan Hye Rim hari ini. Dia datang membawa sepeda karena Hye Rim ingin naik, jadi pria itu akan memboncengnya. Hye Rim senang sekali dan langsung naik ke boncengan setelah pamit pada Dae Young dan Sang Woo.

Sang Woo menggerutu pada Dae Young, “Apa kubilang, Apa maksudmu ‘mari kita pergi melihat pohon sakura berdua?’ Tentu saja kau akan mendengar sesuati seperti itu” (Di sangka gay yah maksudnya, hahaha) Sang Woo masih berpikir jika bermain game lebih baik untuk menghabiskan waktu akhir pekan mereka. Tapi karena sudah terlanjur Sang Woo mengajak Dae Young balapan sepeda saja, dan akan memastikan Dae Young kalah.

Dae Young tidak fokus pada ocehan Sang Woo karena dia mencoba menghubungi Soo Ji yang belum kembali juga. Dia menelpon Soo Ji dan meninggalkan Sang Woo yang sibuk menurunkan sepedanya, Sang Woo bahkan tidak sadar jika Dae Young meninggalkannya untuk mencari Soo Ji. Saat sadar Dae Young sudah tidak ada di belakangnya. Sang Woo malah iseng kembali menaikan sedal sepeda untuk Dae Young ;p

Dae Young mencari Soo Ji hingga ke tempat yang agak jauh dari tempat Sang Woo berada, dia berjalan di jalanan yang dipenuhi sakura yang bermekaran sambil bertanya-tanya kemana sebenarnya Soo Ji menyewa sepeda? Dari kejauhan akhirnya Dae Young melihat Soo Ji yang mengendari sepeda dan memanggilnya, “Hei.. Go Dae Young”

Sepeda untuk dua orang? Dae Young kaget melihat apa yang disewa Soo Ji, mengapa dia meminjam sepeda untuk dua orang? Soo Ji beralasan mereka kehabisan sepeda untuk satu orang. Apakah Soo Ji kehilangan pikirannya, walaupun begitu mengapa dia harus menyewa sepeda untuk dua orang segala?

Dae Young memperhatikan tempat sewa sepeda dan melihat ada orang yang mengembalikan sepeda untuk satu orang. Dia pun meminta Soo Ji turun agar mereka bisa menggantikan sepedanya dengan segera. Dae Young menaiki sepeda dan Soo Ji ikutan di belakang. Dae Young berteriak, “Ahjussi, kami akan menukarnya dengan sepeda untuk satu orang” Dae Young pun tergesa-gesa mengayuh sepedanya, sementara Soo Ji kepayahan di belakang.

Soo Ji berhasil mendapatkan sepeda satu orangnya, dan mereka bertiga bersiap untuk bersepeda bersama di jalanan yang dipenuhi sakura bermekaran. Dae Young berbisik pada Soo Ji bahwa dia akan meninggalkan mereka berdua di tengah perjalanan, sehingga Soo Ji dan Sang Woo memiliki waktu untuk berdua. Soo Ji tentu saja sangat setuju dengan ide itu.



Sang Woo mengajak mereka untuk mulai bersepeda dan segera meninggalkan mereka, Dae Young berjani dia akan segera mengejarnya, jadi Soo Ji jangan khawatir. Dengan kecepatan penuh Dae Young mengayuh sepedanya dan berhasil menyusul Sang Woo, eh… jiwa bersaing Sang Woo malah tergugah dan akhirnya dia berhasil menyusul Dae Young dan berujung pada adu kecepatan antara Soo Ji dan Sang Woo sementara Soo Ji tertinggal di belakang bagaikan siput ;p

Dae Young mencoba memberi kesempatan pada Soo Ji dengan meminta Sang Woo menggoes sepedanya dengan pelan, tapi Sang Woo menolak, dia ingn berlomba dengan Dae Young dan semakin memacu kecepatannya. Dae Young menyusul sekuat tenaga lagi dan akhirnya Dae Young berhasil menyusul Sang Woo.

Apakah Dae Young telah menjadi pemenangnya? Sayangnya tidak karena ternyata Sang Woo sudah terlebih dahulu ada di tempat Dae Young beristirahat. Dae Young kaget dan bertanya bagaimana dengan Soo Ji? Hah? Ohh Penulis Baek? Sang Woo tidak tahu, dia tidak pernah melihatnya lagi setelah mereka mulai bersepeda. Apakah mereka harus pergi untuk putaran kedua?

Tunggu. Dae Young ingin beristirahat, dia merasa lelah. Sang Woo memberikan botol minumannya, tapi Dae Young malah bingung bagaimana cara membukannya ;p, Akhirnya Sang Woo juga yang membukakan untuknya.

Soo Ji melihat keakraban Dae Young dan Sang Woo dari kejauhan, tampak seperti lukisan yang indah, padahal dirinya sedang kelelahan setengah mati. Soo Ji memaki, dia kesal dengan semua ini, tapi yang bisa dia lakukan hanyakan mengayuh sepeda hingga ke tempat Sang Woo dan Dae Young berada.

Taek Soo didatangi oleh seorang klien yang menuntut uang asuransi suaminya, namun Taek Soo menolak untuk memberikannya karena harus menyelidiki dulu penyebab kematian suaminya yang mencurigakan. Klien tersebut marah dan bertanya, “Apakah kau mengatakah Aku membunuh suamiku?” Kliennya meradang. Taek Soo tak bermaksud seperti itu, tapi dialah yang mulai mengatakan hal itu. Kliennya tersebut kesal dan bertanya apakah Taek Soo seorang detektif atau apa? Jangan pernah berpikir tentang apa yang dia pikirkan. Kliennya menuduh jika Taek Soo pasti akan menggunakan segala cara untuk tidak memberikan uangnya kan? Kliennya terus menuntut agar Taek Soo memberikan uangnya.

Dengan kepala dingin, Taek Soo mengajak kliennya untuk bicara baik-baik, namun si klien benar-benar marah dan terus menarik kerah baju Taek Soo hingga mereka menjadi tontonan banyak orang di kantor asuransi.

Taek Soo merasa frustasi dengan harinya, dia menelpon putrinya, namun dia mendapatkan jawaban dingin bahwa putrinya itu sedang sibuk di sekolah padahal Taek Soo menelpon karena merindukannya. Taek Soo bertanya mengapa dia tidak bisa menghubungi ibunya, dengan dingin putrinya berkata jika ibunya sedang berjalan-jalan dengan teman-temannya. Akhirnya putrinya menutup teleponnya dan Taek Soo pun merasa sedih dan kesepian. (Hmm… pantas dia Taek Soo terus mengganggu Dae Young)

Dae Young dan Sang Woo sudah pindah tempat untuk menunggui Soo Ji, Dae Young mengeluh pantatnya terasa sakit, itu tidak apa-apa jika dia naik sepeda terlalu lama, Sang Woo menenangkan. Dae Young mendapat telepon, pastinya dari Taek Soo yang tampaknya tidak senang karena Dae Young seperti sedang menolak teleponnya. Dae Young pun permisi pada Sang Woo untuk berbicara dengan Taek Soo.

Soo Ji akhirnya tiba juga dengan peluh di wajahnya, dan napas ngos-ngosan karena kelelahan. Sang Woo menyapanya dan dia membalas dengan wajah lelah. Sang Woo terganggu melihat ada kelopak sakura di rambut Soo Ji dan mengatakannya. 

Soo Ji mencoba membersihkannya, namun dia salah tempat, dan Sang Woo akhirnya mengambil inisiatif untuk membersihkannya untuk Soo Ji.

Tentu saja ini membuat Soo Ji senang luar biasa bahkan tidak sempat memikirkan bagaimana kondisi dirinya. Soo Ji sudah terlalu bahagia, memikirkan Sang Woo memegang rambutnya.

Dae Young datang melihat kejadian itu, yang menjadi fokus perhatiannya adalah kondisi Soo Ji yang sangat berantakan di depan Sang Woo. Wajahnya penuh dengan keringat, dan tentu saja make up nya sudah tidak karu-karuan. Dae Young mencegah Sang Woo untuk melihat Soo Ji lebih lama lagi, dia

“Hyung, Hyung, Hyung, Hyung. Mari kita berhenti naik dan pergi ke spa” Dae Young mengintrupsi momen indah dalam pikiran Soo Ji tersebut, dan menyuruh Soo Ji untuk pulang saja karena dia juga terlihat lelah.

Soo Ji tampak tidak terima namun Dae Young terus memaksa dan membawa Sang Woo untuk segera pergi dari sana. Sang Woo pun pamit pada Soo Ji dan Soo Ji yang masih dongkol tetap memasang wajah manis pada Sang Woo dan melakukan salam perpisahannya dengan membuat tanda hati dengan mengangkat tangannya ke kepala.

Melihat hal itu Dae Young lebih panik lagi melihat begitu banyak keringat di baju Soo Ji di sekitar ketiaknya, halah itu benar-benar memalukan. Dae Young mencegah Sang Woo melihat lebih banyak dan segera membawa dia pergi dari sama sementara Soo Ji malah semakin gencar membuat tanda hati tanpa menyadari keadaannya bahkan dia terus melakukannya hingga sepedanya terjatuh, hahaha.

Soo Ji pergi ke toilet umum di Jo Chun Byun dan dia merasa sangat bahagia dengan perkembangan hubungannya dengan Sang Woo. Mimpi apa dia hingga Sang Woo menyentuh rambutnya, benar-benar kerja yang bagus Baek Soo Ji. Hye Rim datang dan menyapa Soo Ji, merasa hari itu begitu panas dan itu benar-benar memalukan untuk seorang wanita. Hye Rim bahkan mengibas-ngibas baju di sekitar dadanya yang agak terbuka dan membuat Soo Ji minder melihat dadanya.

Namun Soo Ji tidak ingin ambil pusing dan menatap cermin. Dia baru sadar bagaimana keadaan wajahnya saat ini, benar-benar mengerikan. Soo Ji merasa dirinya sudah gila, kemudian dia membayangkan Sang Woo mungkin mentertawakannya saat melihat wajah penuh keringatnya seperti itu, benar-benar memalukan.

Saat Soo Ji mencoba membenahi rambutnya yang berantakan karena keringat, dia mengangkat kedua tangannya dan Hye Rim yang sedang mendinginkan diri dengan alat pengering di toilet melihat pakaian Soo Ji yang basah di sekitar area ketiaknya. Hye Rim langsung tertawa, “Eonnie… itu semua basah” Hye Rim memberitahu sambil tertawa melihat keadaan Soo Ji.

Melihat apa yang ditunjukkan Hye Rim, Soo Ji semakin panik dan mengingat saat dia mengangkat kedua tangannya untuk membuat tanda hari di depan Sang Woo, apakah Sang Woo melihatnya? Dunianya terasa hancur, Soo Ji langsung membereskan barang-barangnya dan segera pergi dari toilet tanpa mempedulikan Hye Rim yang masih mentertawakannya juga memberinya saran agar pergi setelah mengeringkan pakaiannya. Soo Ji sudah terlalu malu.

Dae Young terlihat lelah, sehingga Sang Woo menyuruhnya istirahat saja di dalam mobil duluan. Baru saja dia duduk dengan tenang, sebuah pesan masuk ke ponselnya, dari Soo Ji. ‘Aku mengacaukannya. Apa yang harus aku lakukan?’ Dae Young bergunam, Soo Ji baru menyadarinya sekarang? Dasar Bodoh!

Sang Woo masuk dan saat akan menyalakan mesin mobilnya dia tertawa kecil, Dae Young bertanya apakah ada yang salah? “Tidak ada, Aku pikir… Penulis Baek jauh lebih menarik dari yang aku kira” Dae Young kaget mendengarnya, mungkin tidak menyangka Sang Woo akan berpikir seperti itu.

Soo Ji menunggu Dae Young di luar Villa dan merasa frustasi sendiri karena kelakuan bodohnya. Dia merasa semuanya sudah berakhir. Akh Tidak. Sang Woo-ssi bisa saja memiliki mata yang buruk sehingga tidak sempat melihatnya, Soo Ji mencoba bersikap optimis. Tapi… Dae Young bahkan tidak menjawab sms nya, Rasanya Soo Ji akan meledak saja.

Taek Soo datang dan memberi salam, melihat Soo Ji ada disana, dia bertanya apakah Dae Young tidak ada? Soo Ji membenarkan dan Taek Soo pun jadi ikut menunggu Dae Young bersama Soo Ji. Merasa tak nyaman dengan kehadiran Taek Soo, Soo Ji pun bertanya, “Kau menunggu Dae Young? Apakah kau ada urusan dengannya?” Ya begitulah, Taek Soo ingin mengajaknya minum bersama. Apakah Soo Ji mau ikut minum juga?

“Tidak, Aku pikr Dae Young tidak bisa minum bersamamy karena dia harus berbicara denganku” Soo Ji kesal karena merasa urusannya dengan Dae Young terganggu. Taek Soo berkata dia juga ingin membicarakan sesuatu dengan Dae Young. Sepertinya Taek Soo datang setiap hari, bahkan tidak menelpon sebelumnya. Taek Soo menjelaskan bahwa mereka berada dalam hubungan tidak perlu lagi saling menelpon. Tapi menurut Soo Ji, Dae Young benar-benar merasa bosan, dia bahkan mengajak Soo Ji menonton bersamanya karena Taek Soo menunggunya di rumah.

Taek Soo merasa Soo Ji sepertinya sangat menyukai Dae Young, Soo Ji bahkan tidak sadar jika Dae Young sangat merasa terganggu karenanya dan melakukan segalanya dengan memanfaatkan kebaikan Dae Young di masalalu. Heu… sepertinya Taek Soo tidak tahu masalahnya, Soo Ji jadi merasa kesal, apakah Taek Soo adalah satu-satunya orang yang mengenal Dae Young? Mengapa dia begitu terobsesi pada Dae Young?

Tentu saja Taek Soo tidak ingin kalah, dia memastikan Bukannya Soo Ji memang menunggu Dae Young, dia mendengar Soo Ji hanya mengenal Dae Young, jadi pasti sedang menunggunya kan? Apakah Soo Ji menunggu orang lain? Keduanya tertawa tidak wajar, jelas sekali Soo Ji memang menunggu Dae Young juga kan? Soo Ji menyindir seharusnya Taek Soo sadar jika Dae Young merasa terganggu karena kedatangan Taek Soo

Dae Young datang dan melihat Soo Ji dan Taek Soo bersama. Mereka langsung menyapa Dae Young dan mengapit lengannya di kedua sisi. Taek Soo mengajak Dae Young minum, sementara Soo Ji berkata ada sesuatu yang harus dia bicarakan pada Dae Young. Taek Soo dan Soo Ji berakhir dengan berebut perhatian Dae Young dan saling menyerang. Dae Young bingung sendiri dengan tingkah keduanya.

Nenek Lee datang dan berkata, daripada bermain dengan mereka berdua, mengapa Dae Young tidak mengajak Joo Seung bermain juga. Soo Ji menyela nenek, Dae Young harus berbica dengannya hari ini. Nenek malah berkata dia juga harus berbicara dengan Dae Young juga dan menirukan gaya bicara Soo Ji padanya, hahaha. Nenek berbisik untuk mengajak Joo Seung bermain dan Dae Young mengiyakan.

Setelah Nenek Lee pergi Soo Ji dan Taek Soo kembali berdebat bahwa Dae Young harus berbicara dengan mereka sekarang, dan menarik Dae Young kesana kemari membuat Dae Young kebingungan. Tanpa mereka sadari dari atas atap Joo Seung sedang memperhatikan tingkah Soo Ji dan Taek Soo yang berebut perhatian Dae Young tersebut dengan tatapan dingin. Ada apa sebenarnya dengan Joo Seong??

***

Selain ahli soal makanan, Dae Young juga ahli dalam hal tinggal sendiri yah hehehe… sampe tahu trik menjemur pakaian yang benar. Sang Woo dan Dae Young ini cucok sekali, dia selalu setuju dengan pendapat Dae Young dan semakin hari semakin tertarik padanya ;p bahkan saat Soo Ji merusak kebersamaan mereka Sang Woo tampak kesal, oh tentu saja karena disekitar Soo Ji, Sang Woo tidak bisa menunjukkan dirinya yang sebenarnya.

Lagian sih itu Soo Ji, disuruh ketemu mereka secara alamiah, malah dating kek jelangkung gitu, pastinya Sang Woo sempat curiga yah? Untung ada Hye Rim yang kebetulan bertemu mereka juga, walau yah… pikiran si Hye Rim itu tidak salah ;p melihat hubungan Dae Young dan Sang Woo yah mereka terlihat seperti pasangan gay, hahaha…

Cherry Blossom nya indah banget, dan suka sama OST yang diputar saat mereka bersepeda, tapi sayang sekali yah rencana Dae Young dan Soo Ji gagal total, karena kecepatan Dae Young malah membakar jiwa tidak mau kalah Sang Woo, ujungnya Soo Ji tertinggal di belakang dan kepayahan mengejar mereka berdua haha. Sampai nggak sadar bertapa kacau nya dirinya ketika Sang Woo membersihkan kelopak bunga di rambutnya, malah Soo Ji sempat-sempatnya terpesona pada Sang Woo ;p

Alasan putusnya Dae Young dan Soo Kyung akan sedikit disinggung di episode mendatang, dan rasanya kok romance antara Dae Young dan Soo Ji semakin agak menjauh yah… tapi SWnim tampak ingin menggiring opini penonton menuju kesana. Aku sih bebas sajalah, Soo Jim au sama siapa juga, tapi yah… Soo Ji nya harus belajar dewasa dulu, sekarang ini Soo Ji benar-benar masih hidup dalam negeri dongeng yang dibuatnya sendiri karena terlalu lama hidup sendiri. Semoga Soo Ji cepat sadar saja jika dunia itu tidak seburuk dan sesederhana yang dia pikirkan.

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^