Hwajung Episode 3-4 : Antara Tahta dan Keluarga



Suka nih sama 2 episode terbarunya Hwajung, meski auranya dark dan kadang musiknya di buat horror, tapi aku paham dengan apa yang terjadi di drama itu, jadinya aku sangat menikmati menontonnya, kesannya berbeda sekali dengan saat menonton Secret Door yang aku pikir bakal keren, tapi ceritanya malah gak masuk ke otakku. Hmm.. mungkin ini ada kaitannya karena sebelumnya aku menonton King’s Face juga kali yah, jadi semacam aku tahu bagaimana menderitanya Gwanghae di masa lalu nya, walo sering aku ejek Gwanghae nya King’s Face itu terlalu cengeng.

Tapi karena aku tahu penderitaan Gwanghae di King’s Face itu, aku jadi semacam memaklumi mengapa setelah jadi Raja Gwanghae berubah menjadi seperti itu demi mempertahankan tahtanya.


Tahun ke-5 pemerintahan Gwanghae, Sang Raja harus dibuat kecewa oleh para pejabat yang menolak untuk hadir di pesta Hari Pertama bulan Purnama karena mereka tidak setuju dengan keputusan Raja untuk memindahkan Ibu Kota. Gwanghae kecewa dengan Lee Deuk Hyung yang juga ikut-ikutan menentang dirinya, namun tentu saja Lee Deuk Hyung punya alasan untuk itu, dia memikirkan nasib Rakyat yang akan hidup lebih sulit karena biaya yang sangat besar untuk memindahkan ibu kota.

Ternyata meski UU penyeragaman pajak telah di sah kan, UU itu hanya berlaku di provinsi-provinsi tertentu saja, jadi masih banyak yang hidup sulit di daerah lain. Gwanghae tidak menampik hal itu, tapi dia tetap pada pendiriannya untuk memindahkan Ibu Kota.

Yang menarik adalah, entah kenapa aku sangat menikmati para pejabat istana itu berdebat, padahal aku biasanya males sekali menonton si kostum merah-merah itu adu argument di istana, tapi keberadaan Lee Yi Cheom benar-benar membuat perdebatan mereka terasa sangat menarik >.<

Jadi pada masa pemerintahan Gwanghae ini, masih terdiri dari banyak partai, jangan tanya ada berapa partai yah? Karena aku juga bingung, aku hanya paham Partai Utara pendukung Gwanghae dan Partai Barat pendukung Ratu In Mok, Nah selebihnya adalah pendukung pemerintahan siapapun Raja nya *anggaplah begitu* Namun Gwanghae juga sadar jika Partai Barat sampai sekarang masih belum menerimanya sebagai Raja dan partai lainnya pun sebenarnya tidak terlalu mendukungnya, hanya Partai Utara saja yang selalu berada di pihaknya dan pejabat dari Partai Utara ini jumlahnya hanya seberapa.

Lee Yi Cheom ini senang sekali memprovokasi, bahkan dia dengan terang-terangan menuduh para Pejabat Partai Barat tidak mendukung keputusan Raja bukan karena mereka memikirkan nasib Rakyat, tapi karena mereka sejak awal tidak pernah mendukung Gwanghae, dia juga menuduh jika mereka sedang berusaha mengajak para pejabat netral untuk bergabung bersama mereka untuk menentang Gwanghae.

Sebenarnya tuduhan Lee Yi Cheom ada benarnya, karena Ratu In Mok mulai bergerak untuk menjadikan Pangeran Yeongchan sebagai Raja berikutnya. Bahkan dia tidak segan meminta bantuan Lee Deok Hyung yang telah menjadi perdana mentri Gwanghae untuk mewujudkan rencananya. Awalnya Lee Deok Hyung tentu menolak, karena dia tidak ingin mengkhianati Raja, namun Ratu In Mok memohon demi keselamatan Pangeran Yeongchan.

Bantuan apa yang diminta Ratu In Mok pada Lee Deok Hyung? Dia meminta bantuan untuk mengatur masalah pernikahan Jung Myung dengan salah satu putra dari orang kepercayaannya, Wali kota Kang Joo Sun dan Kepala Polisi Hong Young. Jika suami Putri Jung Myung berasal dari partai Netral nya Lee Deok Hyung maka posisi Pangeran Yeongchan di istana akan semakin kuat dan tentu saja Ratu In Mok sangat berharap besannya kelak akan membantunya untuk mempersiapkan kenaikan tahta Pangeran Yeongchan sebagai Raja.

Semacam seuatu yang tidak bisa dihindari, Lee Deok Hyung bersedia membantu Ratu In Mok untuk berbicara pada dua orang kepercayaannya itu. Meski berat, namun mereka berdua yang tahu sejarah bagaimana akhirnya Gwanghae naik tahta menyetujui permintaan Ratu In Mok tersebut. Putra mereka, Kang In Won dan Hong Joo Won dipersiapkan sebagai kandidat calon suami Putri Jung Myung.

Sayangnya rencana pernikahan Jung Myung harus tertunda karena ternyata Gwanghae dan orang-orangnya sudah membuat rencana yang begitu halus untuk menuduh Kim Je Nam (Ayah Ratu In Mok) dan juga Pangeran Yeongchan sebagai pelaku pemberontakan dengan memanfaatkan Kasus para anak tidak syah Bangsawan yang melakukan pencurian uang perak. Dengan akal lihai Lee Yi Cheom dia berhasil membuat sala satu pelaku untuk menuliskan sebuah surat pengakuan bahwa penyebab pencurian uang itu adalah untuk membiayai pembentukan tentara yang akan mendukung Pangeran Yeongchan naik tahta.

Sungguh rencana yang brilliant dan tidak disangkanya, itu berawal dari otak seorang Kim Gae Shi, DAEBAK, dan kerennya lagi, itu Kim Gae Shi merencanakan semua itu dengan sangat rapi. Dia bahkan memblok kuasa Ratu In Mok untuk memperjuangkan nasib pangeran Yeongchan dengan membuat tuduhan semacam membakar jampi-jampi di makam Ratu Sebelumnya.

Dengan kejamnya Kim Gae Shi pun meracun dayang yang membantunya untuk menyimpan jampi-jampi itu di makam Ratu sebelumnya dan membakar tempat terbunuhnya Sang Dayang.

Obsesif, itulah yang aku pikirkan tentang karakter Kim Gae Shi. Pemikirannya memang sangat bijak, tapi tindakannya Huiiihhh,,, kejam sekali, dia bahkan melakukan semua kejahatan itu, ntah meracun Seonjo ataupun membunuh si Dayang tanpa sedikitpun rasa bersalah di wajahnya. Demi apa? Demi menjadikan Gwanghae Raja dan sekarang demi mempertahankan kedudukan Gwanghae sebagai Raja.

Ada alasan mengapa Kim Gae Shi begitu setia pada Gwanghae, bahkan tidak peduli dengan rumor yang tersebar di istana yang menyebutkan sebagai Wanita Jahat karena setelah sekian lama melayani Seonjo dia mau begitu saja menjadi Sang Gung nya Gwanghae.

Sebelum masuk istana, Kim Gae Shi dijual oleh Ayahnya yang penjudi sehingga dia berakhir menjadi dayang istana. Namun kepintaran yang dia miliki sama sekali tidak berguna, karena selama bertahun-tahun dia hanya menjadi salah satu dayang biasa di istana hingga dia bertemu Gwanghae yang memintanya untuk mencarikan sebuah buku puisi. Saat itu Kim Gae Shi bahkan mebetulkan kesalahan Gwanghae, dan untuk kepintarannya itu Gwanghae mengingat namanya, Kim Gae Shi, padahal teman sekamarnya pun tidak ada yang mengingat namanya.

Mungkin… sejak saat itulah Kim Gae Shi memutuskan mengabdikan dirinya pada Gwanghae, entah itu karena Cinta ataupun rasa terimakasih. Tapi seperti yang Gwanghae katakan sebelumnya Gae Shi adalah teman seperjuangannya, dia tidak akan membuang Gae Shi begitu saja, itulah mengapa Gwanghae memanggil kembali Gae Shi ke istana dan menjadikannya Sanggung nya. Ini masalah kepercayaan.

Bagaimana akhirnya nasib Pangeran Yeongchan? Kasus ini menjadi bara dalam pemerintahan. Partai Utara pendukung Gwanghae mengusulkan menginvestigasi secara menyeluruh namun Partai lainnya meminta Gwanghae mempertimbangkan masalah ini dengan bijak, surat pengakuan itu hanya berasal dari 1 orang pelaku sementara 6 lainnya bersikeras menyangkal tuduhan itu.

Lee Deok Hyung yang sebelumnya telah mengetahui aksi Gwanghae yang diam-diam mengembangkan senjata api untuk memperkuat militer Joseon meminta Gwanghae mengambil keputusan dengan bijak. Teringat saat Gwanghae memintanya memilih akan berada di pihak siapakah dia jika Gwanghae memutuskan untuk menyingkirkan orang-orang yang ingin menggulingkannya. Lee Deok Hyung menduga jika tuduhan terhadap pangeran Yeongchan adalah ulah orang-orang Gwanghae. Lee Deok Hyung bahkan tidak segan mengatakan jika Gwanghae memperpanjang Kasus Pangeran Yeongchan ini, Gwanghae membuktikan jika dia adalah Raja yang Tiran.

Saat itu Gwanghae menatap Lee Deok Hyung dengan kecewa, dengan musik horror Gwanghae berkata pada Lee Deok Hyung, “Kau tidak bisa mempercayaiku? Padahal aku ingin bersamamu” Akhirnya Gwanghae memutuskan untuk memimpin penyelidikan terhadap kasus Kim Je Nam dan Pangeran Yeongchan tersebut dan Pangeran Yeongchan pun harus diasingkan dari istana selama penyelidikan berlangsung.

Ya… Gwanghae kesannya memang jahat, tapi karakternya Keren dan Kuat di mataku. Aku senang sekali melihat akting Cha Seung Won di drama ini >.< dan yeah… dia menjadi seperti itu semacam bukan karena keinginannya, tapi karena keadaan yang menuntutnya harus berbuat seperti itu.

Setelah membunuh Ayahnya sendiri, Gwanghae akhirnya memutuskan membunuh Pangeran Imhae yang menginginkan kedudukan putra mahkota. Kematian Pangeran Imhae yang disebarkan karena kecelakaan malah membuat menimbulkan rumor buruk tentang Gwanghae yang membunuh kakaknya sendiri di kalangan Rakyat. Bahkan banyak pihak memprediksi bahwa yang akan terbunuh selanjutnya adalah Pangeran Yeongchan. Rumor itu dipercaya banyak orang  bahkan disaat kehidupan Rakyat membaik selama masa pemerintahan Gwanghae… poor Urri Gwanghae T.T

Saat Jung Myung dan Yeongchan hilang karena diam-diam keluar dari istana, Gwanghae baru saja pulang dari Benteng Namhan dan Ratu langsung memberikan tatapan menuduh jika Gwanghae adalah dalang dari menghilangnya kedua anaknya tersebut. Bahkan Kim Je Nam dan para pejabat lainnya dengan berani menuduh Gwanghae lah yang merencanakan hal tersebut. Tapi saat Jung Myung dan Yeongchan kembali dalam keadaan selamat, tak ada satupun dari pada para pejabat itu yang meminta maaf atas kesalah pahaman tersebut. Gwanghae merasa tidak di hargai sebagai Raja.

Gwanghae memiliki impian besar tentang Joseon yang bisa menjadi Negara yang lebih kuat dari Dinasti Ming dengan diam-diam mengembangkan senjata api untuk militer Joseon. Namun Lee Deok Hyung semacam mencela tindakannya yang seolah berkhianat pada pemerintahan karena melakukan semua itu dengan diam-diam. Bagaimana Gwanghae tidak melakukannya dengan diam-diam, jika dia tahu bahwa separuh pejabat pasti akan menolak keinginannya seperti yang terjadi pada keputusannya untuk memindahkan ibu kota.

Dimataku, Gwanghae menjadi karakter yang menyedihkan, bukan ingin membenarkan tindakannya… tapi apa yah… akh pokoknya aku kasian sekali melihat Gwanghae ini~~~ Pada akhirnya dia harus membunuh satu persatu keluarganya sendiri untuk mempertahankan tahta demi mewujudkan impiannya membuat Joseon lebih kuat. Yang aku sebel liat wajah Lee Yi Cheom dan kakak iparnya Gwanghae yang kesannya nunjukin banget kalo mereka senang pihak Ratu In Mok mendapat masalah, jadikan partai lain juga makin curiga sama rencana kotor mereka itu.

Dan yang paling menyedihkan adalah hubungan Gwanghae dan Jung Myung~~~~ Oh My…. Aku bahkan menangis tersedu-sedu saat menonton Scene Jung Myung dan Gwanghae berbicara setelah insiden hilangnya Jung Myung dan Yeongchan dari istana. Di luar istana Jung Myung mendengar rumor tentang Gwanghae yang ingin membunuh Pangeran Yeongchan. Saat dia keluar untuk menjenguk adiknya dia bertemu Gwanghae yang tadinya ingin tahu keadaan Jung Myung. Mereka berbicara bersama dan Gwanghae sedih karena Jung Myung memanggilnya dengan sebutan Jeonna… itu adalah keserakahannya, padahal dulu dia sangat senang mendengar Jung Myung memanggilnya Urabonie.

Jung Myung yang ragu-ragu pada Gwanghae setelah mendengar rumor itu meneguhkan hatinya bahwa dia ingin mempercayai sang kakak dengan mengenang kembali candaan Gwanghae 5 tahun lalu tentang dia yang menjual pakaian musim panas padanya. Tahun ini Jung Myung yang melakukannya dan dia ingin tahun depan dan depannya lagi mereka masih bisa tetap mengatakan candaan itu. Akh… bener-bener deh Scene itu bikin nyesek~~~

Juga saat Jung Myung mencoba memohon pengampunan untuk Yeongchan, tatapan Gwanghae pada Jung Myung itu… bikin sakit hati banget… sedih sekali sepertinya apalagi saat dia harus mengatakan bahwa jika Yeongchan terbukti bersalah maka dia harus mendapat hukumannya.

Mari bicarakan kisah cinta Jung Myung, cie cie…. Jadi Jung Myung sepertinya sempat terpesona pada Joo Won nih, saat dia naik ke atas pohon untuk mencoba mengambil layang-layang  dan malah melihat Joo Won yang sedang membaca buku di atas kudanya.

Jung Myung semakin kagum pada Joo Won yang membelanya saat pemilik kedai memarahi Yeongchan dan dirinya yang tidak membawa uang sementara mereka memesan banyak makanan. Joo Won bahkan membayarkan semua makanan yang dipesan Yeongchan.

Namun kata-kata Jung Myung yang ingin memberi hadiah atas keberanian Joo Won malah membuat dia salah paham dan merasa kesal pada Jung Myung, Joo Won tidak tahu jika Jung Myung adalah putri, hingga dia menemukan Jung Myung dan Yeongchan pingsan di jalan dan mendengar warning dari istana tentang hilangnya Pangeran Agung dan Putri Jung Myung.

Jangan lupakan In Won juga yah^^ yang sejak kecil naksir Jung Myung dan bercita-cita untuk jadi suami Jung Myung. In Won bahkan dengan terang-terangan meminta Joo Won untuk mundur sebagai kandidat calon suami putri. Bukan hanya karena merasa Joo Won tidak akan bisa menghandle kisruh yang kelak akan terjadi di istana saat dia harus bekerja di pemerintahan tapi karena In Won memang merasakan sesuatu terhadap Jung Myung.

Namun In Won tak menyadari sebelumnya jika Joo Won pun memiliki perasaan pada Jung Myung, bahkan setelah insiden penangkapan Kim Je Nam dan Pangeran Yeong Chan, Joo Won yang lebih khawatir tentang keadaan Jung Myung. Dia dan In Won mencari Jung Myung dan saat menemukannya dalam keadaan terpuruk, Jung Myung dengan tangisannya meminta Joo Won menjadi suaminya agar dia bisa menyelematkan sang adik.

Apakah benih-benih cinta antara Jung Myung dan Joo Won sudah mulai tersebar???

Akh… Ramalan tentang Joo won, In Won dan Jung Myung cukup menarik juga. Keduanya sama-sama cocok dengan Jung Myung seperti air dan api disekitar Jung Myung. Yang satu akan membantu tanpa pamrih yang satu akan menjadi penenang hatinya. Tapi masalahnya ada pada Jung Myung, dia semacam Putri yang memberi nasib buruk pada Joseon. Kata-kata Sang Saman sungguhlah mengusik pikiran Jung Myung.

Pangeran Yeongchan kasian sekali sih, dia tidak mau keluar dari istana karena mendengar kabar akan dibunuh setelah dia hidup di luar istana. Semua orang khawatir jika Pangeran Yeongchan menolak keluar dari istana hukumannya akan lebih mengerikan. Jung Sanggung pun memanfaatkan rengekan Yeongchan yang mau keluar jika bersama Jung Myung. Nah kebetulan Jung Myung juga sangat cemas dan sudah berniat untuk menemati Pangeran Yeongchan di luar istana.

Jung Myung membujuk dan menenangkan Yeongchan agar mau dikirim keluar istana dengan damai toh mereka juga akan pergi berasama, tapi sayangnya itu hanya mimpi, karena saat diminta untuk masuk ke dalam tandu, Yeongchan dan Jung Myung dipisahkan dengan  adegan yang dramatis >.<

Entah kenapa aku kok agak setuju sama komentar Netizen yah? Tentang cast anak-anak yang tidak bisa berakting di drama ini hehehe…. Apalagi yang jadi pangeran Yeongchan tuh, kurang greget imutnya hehe, malah berasa ya udahlah gak apa-apa dia diasingkan aja, agak sebel juga liat dia soalnya ;p

Kerasa banget jomplangnya nih klo membandingkan Scene para orang dewasa yang sedang berinteraksi jika dibandingkan kemunculan para krucil di drama ini, semoga saja setelah nanti mereka semua dewasa gak terlalu kerasa jomplangnya seperti saat masih anak-anak ini yah~~~

Hmm… sepertinya dokumen ramalan the great seer yang mayatnya tidak membusuk itu belum di bakar, masih tersimpan rapi di kantor arsip kepolisian, dan melihat preview episode selanjutnya sih tampaknya dokumen itu akan menjadi masalah besar, ntah itu akan digunakan Gwanghae sebagai bukti rencana pemberontakan ataukah digunakan oleh Partai Barat untuk semakin gencar melaksanakan rencana menurunkan Gwanghae dari tahtanya

Kau akan berada di posisi yang berbahaya... Terlalu tinggi... untukmu...
Apakah Kau... takut padaku? Tentu saja... Aku merasakan hal yang sama
Meskipun Kau masih terlalu kecil.. dan terlalu muda..

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
2 Komentar untuk "Hwajung Episode 3-4 : Antara Tahta dan Keluarga"

mbak irfa keren nih udah nyatuin episode 3 ma 4 dengan ringkas hihihi jadi nggak terlalu panjang mbacanya :P
.tentang partai itu emang ruwet dah...
dimulainya emang dari raja seonjo yah? yang nyebut-nyebut jeong do jeon juga (jadi pingin nonton t.t)
dan bener kata mbak irfa, partai utara sendiri emang ada yang membela gwanghee dan yeongchang sebagai dua kandidat utama raja tapi yeongchang ini sepertinya juga dapet dukungan dari partai ibunya, partai barat jadi lebih gede deh massanya
beda sama gwanghee yang dari muda aja gak diakuin t.t
makanya gak bisa benci juga sama dia (seperti mbak irfa) dan gae si meski yah gak bisa dibenerin lah kelakuannya kalo cuma untuk mendapat tahta dan membahagiakan gwanghee (orang yang telah mengakuinya)
btw itu yang jadi jang geum kecil dulu kan mbak? dia ada juga di two weeks (kim so yeon remaja) dan nggak nyangka malah ketemu di sini sebagai remajanya gae si
pemeran gae si sendiri biasanya jadi orang baik-baik di drama yang pernah saya lihat jadi bikin dilema aja nggak bisa membencinya :(
apalagi waktu dia jadi pencicip makanan seonjo yang diracun itu aduuuuuuuh dia ikutan sakit pula
tapi kayaknya udah lama deh sakitnya :P
.btw mbak, si ayah joo won yang nyimpen ramalannya mati ya? dia nggak ada di poster sih (beda sama ayahnya in woo)
eh inget joo won jadi inget good doctor wkwkwkwk
.pemain remaja itu rasanya memang baru pertama liat, tapi jungmyung remaja bisa tuh bikin saya (ma mbak irfa) nangis sesenggukan waktu ngeliat dia bareng gwangheee
malah saya yang nggak yakin masih bisa kuat atau nggak kalo gwangheenya udah dingin gini dan jungmyung jadi nggak suka sama orabeoninya
kalo joo won sama in woo belum terlalu greget tuh, ngeliat triangle lovenya biasa aja mah kan masih cinta monyet ^^"
.swnya keren ya mbak?bisa bikin scene episode 3 yang terakhir itu hidup
cuma yang ganjil kenapa gwanghee bisa tiba-tiba di sana? nggak dari awal aja ngajakin yeongchang turun hiiiiiiiii
ratu inmok sebenernya cuma ingin putranya selamat dari kakak iparnya yang sekarang jadi raja
nggak mau kejadian kayak danjong yang disingkirkan paman kandungnya sendiri
mungkin itu kenapa lee deuk hyung mau membantunya
.penasaran sama ending gwanghee dan jungmyung nih, ada warm word lagi ga yah buat si kakak atau si adek nanti kok rasanya mustahil ada T.T

Mba Irfa aku bingung sebenernya Gwanghee itu orangnya gimana? Disetiap drama karakternya beda" :/ bisa diceritain gaa secr detail tapi ringkas gmna sih si Gwanghee ini sampe masa akhir pemerintahannya :) gomawo ^^

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top