Heart to Heart Episode 1



 
Sebenarnya drama ini tidak dalam list Upcoming tontonanku, selain karena Lee Dong Gun yang menolak bermain di drama ini, aku tidak ingin menambah lagi daftar drama tontonanku yang berteman Mental Ilness, tapi setelah melihat teasernya, aku malah jadi menunggu-nunggu drama itu. Aigooo… Chun Jun Myung cute sekali >.<

Drama ini menceritakan dua orang yang tumbuh dengan karakter yang bertolak belakang. Cha Hong Do (Choi Kang Hee) penderita Antrophobia dan Go Yi Suk (Chun Jun Myung) seorang psikiater yang mengaku sebagai The Greatest Doctor In Korea


Cha Hong Do tadinya adalah seorang gadis kecil yang penuh percaya diri dan periang, namun saat beranjak dewasa, dari hari ke hari Hong Do menjadi orang yang pemalu hingga akhirnya dia terkena Antrophopia, kelainan psikologis dimana penderitanya ketakutan untuk berhubungan dengan dunia luar. Dia bahkan tidak bisa berinteraksi dengan orang lain, karena wajahnya akan memerah saat harus berhadapan dengan orang lain secara langsung. Itulah sebabnya saat keluar rumah dia selalu menggunakan helm pelindungnya.

Untuk menyambung hidupnya, Hong Do keluar untuk bekerja, namun bukan dengan identitas Cha Hong Do, melainkan dia berpura-pura menjadi Neneknya yang telah lama meninggal. Dia melakukan pekerjaan apapun yang bisa dilakukan seorang Nenek tua berusia 87 tahun, bahkan jika itu harus menjadi seorang tukang masak di keluarga Kaya.

Selama 7 tahun, Hong Do diam-diam menyukai seorang Detektif Polisi, Jang Doo Soo (Lee Jae Yoon) dan selalu mengirimi nya makanan-makanan lezat buatan tangannya. Namun karena phobianya, Hong Do tidak bisa menemui sang detektif secara langsung. Namun setiap kali mendengar kabar Doo Soo akan melakukan kencan buta, Hong Do selalu khawatir, bagaimana jika suatu hari Doo Soo benar-benar menemukan wanita yang cocok dengannya dan akhirnya menikahinya. Hong Do bahkan belum sempat mengutarakan perasaannya.

Secara intelektual, Hong Do sebenarnya wanita yang cerdas dan memiliki daya ingat yang luar bisa. Dia membaca banyak buku dan pengetahuannya tentang berbagai hal juga cukup menakjubkan, hanya saja tidak ada orang yang bisa melihat kepintarannya ini karena phobia yang dimilikinya.

Go Yi Suk tadinya adalah seorang anak lelaki pemalu dengan kepribadian nerd, kacamata tebal bertengger di depan matanya hingga dia memaksuki sekolah menengahnya. Kepribadiannya mulai berubah menjadi begitu percaya diri dari waktu ke waktu dan dia pun beranjak dewasa menjadi pria yang luar biasa tampan dan sukses.

Yi Suk dikenal sebagai psikiater yang sukses dan memiliki trik-trik khusus untuk membuat pasiennya terbuka padanya hingga dia bisa memberikan saran-saran jitu untuk kesembuhan pasiennya. Dia bahkan berhasil menyelamatkan seorang gadis yang ingin mengakhiri hidupnya dengan meloncat dari sebuah gedung hanya dengan berbicara padanya dan membuatnya mengatakan apa yang membuat gadis itu ingin mengakhiri hidupnya.

Sebagai Psikiater, Yi Suk bahkan memiliki kliniknya sendiri bernama Heart to Heart yang dijadikan judul buku yang ditulisnya dan berhasil terjual beribu-ribu eksemplar. Mengikuti kesuksesannya ini, berbagai media bahkan mengundangnya untuk interview, menjadi bintang tamu acara talkshow bahkan menjadi bintang iklan untuk sebuah produk.

Sebagai seorang pria tampan, cerdas dan juga kaya, tak sulit bagi Yi Suk untuk mendapatkan seorang kekasih, namun… dia memiliki masalah dalam kehidupan percintaannya. Yi Suk kesulitan untuk mengatakan perasaannya pada kekasihnya, Woo Yeon Woo (Hwang Seung Eon) dan memilih menunjukkannya dengan cara lain, seperti memberinya hadiah. Yi Suk tak sadar kelemahannya ini akan membuatnya ditinggalkan oleh kekasihnya.

Lalu bagaimana akhirnya penderita Antrophobia Cha Hong Do akhirnya berurusan dengan The Greatest Psychiatry Go Yi Suk? Mereka bukan sekedar pasien dan dokter saja, tapi hubungan mereka berawal dari tersangka dan saksi.

Semuanya berawal dari wajah Yi Suk yang tertempel di panci nya Hong Do saat Hong Do menjadikan buku yang ditulis Yi Suk sebagai alas panci ramennya. Hong Do akhirnya jadi tertarik membaca buku yang mungkin dibelinya entah sejak kapan karena ada di tumpukan buku di bawah kolong mejanya. 

Lembar demi lembar buku Yi Suk di baca Hong Do dan sepertinya buku itu sangat menarik baginya, hingga tanpa sadar Hong Do menyelesaikan membaca buku selama semalam suntuk hingga dia lupa untuk tidur. Saat tiba di halaman terakhir, Hong Do bahkan mencari halaman selanjutnya, dan mengambil sebuah kesimpulan yang positif, bahwa penulis buku itu berpendapat bahwa orang seperti dirinya yang memiliki phobia untuk berhubungan dengan dunia luar bisa disembuhkan dengan terapi.

Hong Do merasa punya harapan dan memutuskan untuk mempercayai Yi Suk. Dengan mengumpulkan keberaniannya, Hong Do pun pergi ke klinik Yi Suk untuk melakukan konsultasi pertamanya. 

Namun apa yang dia saksikan di klinik itu? Sebuah percobaan pembunuhan, dimana Go Yi Suk terlihat sedang menusuk leher seorang pria tua yang tak lain adalah pasiennya dengan sebuah pena.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Yi Suk? Hari itu selama menghadapi berbagai pasiennya dengan berbagai keluhan yang berbeda-beda, Yi Suk terlihat lebih stres dari pasiennya sendiri. Dia tampak muak mendengarkan cerita, sangat berbeda dengan Image yang selama ini ditampilkannya di depan publik. Saking stress nya, Yi Suk bahkan menegak alkohol dengan niat menghilangkan penatnya. Namun dia masih memiliki pasien yang harus dia hadapi.

Seorang pria tua yang kehilangan istrinya dan merasa hampa berada di rumah sejak kematian sang istri. Pria itu bercerita dengan nada yang membosankan membuat Yi Suk malah sibuk membuat coretan tidak jelas di kertas konsultasinya dengan gerakan tergesa-gesa, tampak jelas jika Yi Suk ingin segera mengakhiri sesi konsultasi pria tua yang membosankan itu. Yi Suk lalu bertanya tentang putrinya, dan saat itulah… telinga Yi Suk mulai berdengung, dia tak lagi bisa menangkap dengan jelas apa yang dikatakan pria itu setelah Yi Suk menyinggung tentang Putrinya

Dengungan itu semakin kencang, hingga tiba di satu titik Yi Suk tampak berubah menjadi seperti orang lain yang ingin menerkam pasien yang ada di hadapannya.

Setelah itu, Hong Do menemukan Yi Suk yang sedang berada di atas pasiennya yang terus beteriak agar Yi Suk membunuhnya saja, dengan pena yang tertancap di leher bagian pinggir pasein itu. Saat Hong Do pertama kali melihatnya, Yi Suk tampak seperti orang kesetanan yang memang ingin membunuh pria tua itu

Yi Suk menyadari keberadaan Hong Do, dia mulai kesadarannya mulai kembali, dia sangat kaget melihat pria itu mulai tak sadarkan diri, saat melihat tangannya penuh dengan darah, Yi Suk panik dan meminya Hong Do menghubungi ambulans. Namun Hong Do masih bingung karena sangat syok dengan apa yang disaksikannya. Yi Suk pun meminta Hong Do memberikan ponselnya agar dia saja yang menghubungi petugas rumah sakit untuk mengirimkan ambulans ke kliniknya.

Karena Insiden ini, Hong Do dan Yi Suk di bawa ke kantor polisi. Yi Suk menjadi tersangka atas percobaan pembunuhan pasiennya dan Hong Do menjadi saksi atas kejadian itu. Namun polisi kesulitan untuk melakukan investigasi kasus itu karena Yi Suk mengaku bahwa dia tidak mengingat apa yang dia lakukan selama 2 jam terakhir sementara sebagai saksi, Hong Do terus bungkam dan sangat ketakutan ketika polisi memintanya mengatakan apa yang dia lihat di TKP.
 
Hingga Jang Doo Soo datang dan menyadari siapa saksi kasus itu, Cha Hong Do yang selama ini dikenalnya sebagai wanita pemalu yang selalu mengirimkan makanan untuknya. Selama ini dia sangat berterimakasih pada Hong Do, dan selalu ingin bertemu dengannya, namun Hong Do selalu menghindar. Kasus ini tampaknya menjadi jalan untuk Doo Soo agar bisa lebih dekat dengan Hong Do.

Doo Soo menemui Yi Suk dulu, dan merasa tak habis pikir mengapa Yi Suk berkata bahwa dia tidak mengingat apa yang dilakukannya selama 2 jam terakhir hingga insiden itu terjadi. Yi Suk mulai mengeluarkan teori psikologinya bahwa hal itu bisa terjadi saat seseorang menjadi sangar stress dan syok karena sesuatu. Yi Suk membela diri, dia adalah dokter, apakah itu masuk akal jika dia membahayakan nyawa pasiennya sendiri?

Merasa tak mendapatkan apapun dari Yi Suk yang bersikeras tak mengingat apapun, Doo Soo menemui Hong Do dengan membawa setumpuk gelas kertas untuk keperluan interogasi. Rekannya sampai bingung mengapa Dong Soo melakukan itu?

Doo Soo menyapa Hong Do menunjukkan bahwa dirinya mengenali Hong Do yang selama ini mengirimkan makanan padanya. Hong Do malah merasa semakin tak nyaman dan ketakutan dan terus berlindung di balik helmnya, bahkan Hong Do meminta Dong Soo untuk tidak menatapnya. Memahami hal itu, Doo Soo berbicara pada Hong Do sambil melihat ke arah lain dan memberikan kertas dan spidol pada Hong Do agar dia menuliskan atau menggambarkan apapun yang diingatnya saat melihat TKP. Doo Soo berjanji tidak akan menatap Hong Do selama dia melakukan hal itu karena dia akan sibuk menyusun gelas kertas di atas meja.

Gelas kertas itu dijadikan penghalang antara Doo Soo dan Hong Do, sehingga Hong Do dapat mengambarkan kesaksiannya dengan tenang  dan merasa terlindungi. Tumpukan gelas kertas itu sempat roboh, namun Doo Soo segera menyusunnya kembali, dan semakin lama tumpukanya semakin tinggi hingga Hong Do berhasil menyelesaikan kesaksiannya. Lewat tumpukan gelas kertas itu, Hong Do pun memberikan kertas kesaksiannya. Dong Soo melihat isinya dan tampak puas, dia merasa menemukan titik terang untuk kasus ini.

Hong Do menggambarkan apa yang dia lihat dengan detail dan jelas. Bahwa saat itu Yi Suk memegang pena itu. Melihat gambar Hong Do,Yi Suk jadi mengamuk dan merasa gambar itu tidak layak digunakan sebagai sebuah kesaksian. Yi Suk keluar dari ruangan interogasinya dan masuk ke ruangan tempat Hoo Do berada, dia mengamuk pada Hong Do yang terus berlari di dalam ruangan itu untuk menghindarinya. Tentu saja,Yi Suk menahan pintu ruangan itu dengan meja dan kursi sehiangga tak ada orang yang menganggu amukannya pada Hong Do.

Dengan paksa, Yi Suk bahkan melepas helm pelindung Hong Do dan mulai berkata-kata kasar. Dia kesal pada wanita itu, karena membuatnya seperti seorang pembunuh. Melihat tingkah Yi Suk yang terus menghindarinya hingga bersembunyi di bawah meja, Yi Suk menyadari sesuatu bahwa Hong Do memiliki Antrophobia dan pastinya Hong Do tidak punya teman. Yi Suk malah mengejeknya membuat amarah Hong Do naik dan akhirnya menumpahkan kemarahannya dengan mengatakan apa yang dia lihat di TKP.

Dengan kesal Hong Do berkata jika arah pena-nya jelas-jelas mengarah ke kursi Yi Suk, dia bahkan memperegakannya. Hong Do juga mencium bau alkohol di ruangan itu, pasti Yi Suk menusuk pasiennya setelah dia minum kan? Yi Suk langsung mematung, kata-kata Hong Do benar-benar mengejutkannya. Namun Yi Suk tak sempat berpikir karena Doo Soo berhasil membuka pintu ruang interogasi itu dan tanpa ba bi bu lagi langsung memukul Yi Suk hingga tersungkur ke tembok.

Kemalangan Yi Suk tak berakhir sampai disana saja, di luar kantor polisi para wartawan sudah menunggunya untuk mengkonfirmasi kebenaran apakah benar Yi Suk mencoba membunuh pasiennya karena dia melakukan konsultasi setelah minum alkohol? Yi Suk menjadi kesal dan bertanya pada  mereka apakah para wartawan itu melihatnya membunuh orang itu? Lagi pula pasiennya itu tidak meninggal, tapi masih tidak sadarkan diri. Yi Suk langsung naik ke mobilnya dan mengabaikan kerumunan wartawan yang ingin mendapat keterangannya.

Di depan gedung apartemen Yi Suk pun, puluhan wartawan kembali berkerumun, membuat Yi Suk memutuskan untuk tidak pulang ke rumah dan akhirnya menunggu Yeon Woo depan gedung apartemennya. Tapi sayang sekali, Yi Suk malah melihat sang kekasih diantar pulang oleh pria lain yang memberikan karangan bunga yang besar, bahkan mencium dahinya.

Yi Suk menjadi sangat kesal, dan langsung keluar dari mobil sambil berteriak, dia berniat memukul pria itu, namun berujung malah jatuh ke jalanan karena kakinya tersandung kaki pria yang bersama Yeon Woo. Saat Yeon Woo mengkhawatirkannya, pria di depannya bertanya apakah dia mengenal Yi Suk? Yeon Woo jadi serba salah dan akhirnya berkata dia akan menelpon pria itu nanti dan pamit masuk ke dalam apartemennya. Yeon Woo bahkan mengabaikan panggilan Yi Suk yang terdengar sangat kesal.

Akhirnya Yi Suk memacu mobilnya ke tempat lain, dia merasa sangat stress karena karena semua masalah yang di hadapinya hari ini. Dia berteriak dan berkata, “Aku Go Yi Suk, beraninya mereka memandang rendah aku!” Yi Suk menatap alkohol di dashbor mobilnya, apakah dia benar-benar ingin melampiaskan rasa stressnya pada alkohol lagi?

Tiba di tempat parkir kliniknya Yi Suk tidak bisa mengendalikan mobilnya hingga mobilnya menabrak salah satu tembok pliar, sepertinya dia memutuskan untuk menegak minuman beralkohol itu. Beruntung Yi Suk tidak mengalami cedera karena kantong udara di dalam mobilnya. Namun Yi Suk benar-benar stress hari ini, hingga dia pun bergunam pada dirinya sendiri, “Apakah aku benar-benar seorang pembunuh? Aku adalah Go Yi Suk”

Dengan gontai Yi Suk masuk ke dalam kliniknya dimana suara telepon terus berdering, itu adalah telepon dari stasiun tv yang ingin melakukan interview padanya, sementara telepon lainnya meninggalkan pesan bahwa mereka ingin membatalkan sebuah kontrak iklan. Belum lagi pembatalan jadwal konsultasi para  pasiennya setelah mendengar insiden yang terjadi hari ini.

Semua telepon itu menambah rasa stress Yi Suk yang memilih mengabaikan semua telepon itu. Sebuah pesan masuk ke ponselnya, dari Yeon Woo yang kesal karena Yi Suk begitu pengecut, bahkan dia tidak bertanya apa alasan Yeon Woo berkencan dengan pria lain. Yi Suk selalu saja begitu, Yeon Woo sudah lelah dan di pesan terakhirnya, Yeon Woo memutuskan Yi Suk secara sepihak. 

Emosi Yi Suk kembali naik, dia membantingkan ponselnya ke tembok dan menghancurkan semua barang yang ada di menja kerjanya. Yi Suk kemudian terduduk di sofa konsultasinya dengan frustasi. Dia menatap darah pasiennya yang masih tercecer di lantai dan mengingat saat pasiennya mulai menutup mata. Apakah Yi suk benar-benar telah menjadi seorang pembunuh, merasa ketakutan bercampur rasa bersalah, Yi Suk pun memikirkan sesuatu yang mengerikan. Yi Suk mengambil dua buah dasi dan menyatukannya, dia membuat simpul  yang bisa digunakan orang untuk bunuh diri. Apakah Yi Suk benar-benar berniat mengakhiri hidupnya?

Kasus penusukan itu pun berpengaruh besar bagi Hong Do yang akhirnya bisa berinteraksi dengan Doo Soo yang tampak senang karena akhirnya bisa bertemu dengan Hong Do. Doo Soo ingin mengantarkan Hong Do pulang, namun tentu saja Hong Do terus menghindar untuk menatap Doo Soo yang berjalan di depannya, namun terus mengajaknya mengobrol.

Doo Soo bertanya tentang helm Hong Do, bukankah helm itu akan berbau jika terus di pakai? Apakah Hong Do mencucinya? Bagaimana cara Hong Do mencucinya? Hong Do tidak menjawab semua pertanyaan itu. Doo Soo tidak putus asa dan berkata bahwa dia senang dengan semua makanan yang dikirimkan Hong Do untuknya, kemudian dia bertanya tentang anggur yang pernah diberikannya, apakah Hong Do menyukainya? Hong Do diam saja, namun dia mendengarkan semua perkataan Dong Soo dengan seksama sambil menyembunyikan wajahnya di balik helm pelindungnya.

Sebenarnya Doo Soo merasa aneh karena tiba-tiba bertemu dengan Hong Do seperti ini setelah 7 tahun. Doo  Soo ingin mentraktir Hong Do makanan, apakah Hong Do masih menyimpan nomor ponselnya? Doo Soo perniah meninggalkan nomor itu di box tempat Hong Do biasa menyimpan makanan untuknya. Hong Do langsung menyebutkan nomor ponsel Doo Soo dan itu membuat Doo Soo terharu.

Ingatan Hong Do benar-benar bagus. Nomor ponselnya, apa yang dia lihat di TKP… apakah helm yang dipakai Hong Do memiliki kekuatan khusus? Doo Soo jadi penasaran dan mencoba mendekati Hong Do,karuan saja Hong Do langsung kabur dan berlari meninggalkan Dong Soo dengan cepat.

Sesampainya di rumah, Hong Do lansung masuk ke dalam selimutnya dan menumpahkan semua perasaannya hari ini. Dia merasa kesal karena harus bertemu dengan Doo Soo dalam keadaan yang tidak cantik, rambutnya bahkan sangat berantakan. Dia bahkan tidak bisa menjawab pertanyaan Doo Soo dengan menunjukkan wajahnya karena wajahnya seperti kentang rebus. Hong Do merasa hidupnya sangat memalukan.

Hong Do penasaran, apakah Doo Soo penasaran apakah dia tiba di rumah dengan selamat? Saat akan mengirim sms, Hong Do menyadari sesuatu… ponselnya hilang, dia mengingat-ingat. Akh! Damn! Go Yi Suk, setelah memanggil ambulan Yi Suk tidak mengembalikan ponselnya, malah memasukannya ke dalam saku jaketnya.

Di Kliniknya, Yi Suk sudah benar-benar merasa putus asa, dia ingin mengakhiri hidupnya, setelah mamasukan Kepalanya ke dalam simpul pada dasi yang dibuatnya, telepon di kantornya berbunyi lagi, itu dari Doo Soo yang mengabarkan jika pasein yang lehernya tertusuk tadi sudah sadar dan dia mengakui jika dia melukai dirinya sendiri. Yi Suk merasa senang, namun dia menendang buku yang menjadi topangan tubuhnya, dan secara tidak sengaja, lehernya pun langsung tercekik oleh simpul tali yang dibuatnya dari dasi.

Yi Suk merasa sesak dan berteriak minta tolong dengan napas terputus-putus. Pintu ruangan Yi Suk terbuka dan Hong Do muncul disana. Sepertinya peran Hong Do akan berubah menjadi penyelamat hidup Yi Suk.

***

Untuk berbagai alasan aku suka sekali menonton drama ini, bahkan tadinya nekat menonton RAW nya karena tidak sabar menunggu subnya yang lama sekali keluar. Setelah menonton dengan sub, aku tambah suka pada drama ini.

Karakter Chun Jun Myung sebenarnya super duper nyebelin. Tapi… gimana yah… Chun Jun Myung nya cute gitu, jadi bikin gemes pengan tak unyel-unyel hahaha… jadi keingetan pas Chun Jun Myung maen di Whats Up Fox nih^^

Penasaran juga nih kenapa Yi Suk jadi Psikiater kok sama sekali gak empati sama pasiennya yah? Gak mungkin kan sejak pertama praktek jadi psikiater dia gak peduli seperti itu, buktinya dia bisa nulis buku yang jadi bestseller gitu, sampe di interview berbagai media. Pasti ada penyebabnya Yi Suk jadi seperti itu deh.

Trusan juga yah… penasaran banget kenapa Yi Suk bisa tidak mengingat apa yang dia lakukan selama 2 jam sebelum dia melihat pasiennya tidak sadarkan diri. Apakah dia benar-benar tidak ingat? Atau hanya pura-pura? Jika benar tidak ingat, kenapa? Pengaruh alkohol? Ataukah Yi Suk memang memiliki gelaja awal multipersonality disorder yah?

Choi Kang Hee memang cocok dengan peran-peran aneh seperti ini, Jjang banget deh akh. Bener-bener cute nih Choi Kang Hee jadi Cha Hong Do, trus pas nyamar jadi Nenek pun cocok banget hahaha… logat nenek-neneknya dapet banget. Trus sepertinya dia cocok gitu sama Kakeknya Yi Suk.

Oh iya… lupa dibahas, Yi Suk itu cucu dari Go Sang Gyu yang ceritanya adalah pendiri pabrik sepeda pertama di Korea. Saat Hong Do menyamar jadi Nenek, dia melamar pekerjaan sebagai Koki di rumah si Kakek, tapi tidak diterima walau masakannya lulus tes, soalnya kepala pelayannya gak mau mempekerjakan orang yang lebih tua dari dia, bah…

Tapi… Kakek nyuruh Nenek untuk datang minggu depan ke rumahnya karena ingin mempekerjakan si Nenek jadi typewriter, soalnya dia baru memecat typewriternya yang dengan sengaja menuliskan huruf “xxx” pada setiap kata yang tidak dipahami si typewriter saat Go Sang Chul mengatakannya. *Gak kuat pengen ketawa pas liat adegan itu, kalo aku jadi si typewriternya aku juga gak akan ngerti apa yang diucapkan Kakek dengan nada bicara seperti itu walau si kakek ngomong pake bahasa Indonesia gitu hahahaha*

Trus ada Ko Se Ro (Ahn Soo He), adenya Yi Suk yang terobsesi pengen jadi artis terkenal, dan dari pembicaraan Yi Suk dan Se Ro, sepertinya ibunya Yi Suk ini punya kelainan psikologis juga. Ibunya itu bipolar, mood nya cepat berubah-ubah, Se Ro cerita ke Yi Suk di telpon jika ibunya sedang senang belanja, ntah sampai kapan itu akan terjadi padahal beberapa hari lalu di masih mengurung diri di kamar gelapnya.

Hmm… aku pikir-pikr ini keluarga Yi Suk punya kelaian psikologis semua deh hehehe, Ibunya bipolar, Kakeknya Obsesif, adenya delusif, ironisnya Yi Suk itu psikiater, tapi sepertinya dia juga mulai menunjukkan gejala kelaian psikologi nih.

Sepertinya yang normal di drama ini hanya Jang Doo Soo deh, hahaha… btw gak sangka Lee Jae Yoon bisa berperan jadi polisi manis nan baik hati seperti itu, banyak yang suka sama perannya Doo So, bahkan pada nge-ship Hong Do sama Doo Soo aja ntar endingnya hehehe^^

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*


5 Komentar untuk "Heart to Heart Episode 1 "

aaaakk... ada Dong Soo >< si ganteng ituuhhhh

Nonton ah XD

dramanya bagus juga yaa mba,jdi pingin nonton deee
mba Irfa bbuat sinopsisnya ahh,biar tambah kereen,hihihi

Ditunggu lanjutan nya ya mba irfa...semangat^_^

Mbak irfa no mainstream nih hihi
makasih banyak ya mbak^^
Karena blog ini saya jd masukin drama ini ke watchlist setelah sempet nonton pressconnya juga
Senengnyaaaaaa^^

Aku jadi pingin nonton apalagi kalau pemainnya chun jung myung..aku suka banget sm dia..tapi aku dengar tentang adengan ranjang chun jung myung & choi kang her di eps 4,benarkah itu?
aduh jd kesal sendiri dengarnya..gak kuat lihan mereka beradengan ranjang..bayangin aja nggak sanggup..:-D
aku tunggu sinopsis berikutnya ya....

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top