Selasa, 29 Juli 2014

Marriage Without Dating Episode 7-8: Marry Me if You OK




Sebelumnya minta maaf yah,,, sepertinya Review untuk episode 5 dan 6 aku loncat dulu karena satu dan lain hal yah. Sekilas tentang episode 5 dan 6, yah… Yeo Reum benar-benar mencium Jang Mi, awalnya saat Jang Mi tidak waspada dan akhirnya Yah… begitulah. Jang Mi tentu saja  Jang Mi senang, bahkan akhirnya dia mengakui perasaannya pada Han Yeo Reum. Namun… setelah sempat dia memergoki Yeo Reum menerima uang Se Ah, Jang Mi memaafkannya juga , Namun Se Ah menjadi masalah besar karena dia mengetahui rahasia hubungan Ki Tae dan Jang Mi, sehingga Jang Mi harus melakukan langkah besar melindungi Ki Tae di depan Se Ah dan… Bibinya. Langkah itu adalah mencium Ki Tae!


Ibu dikaget kan dengan foto yang di bawa Bibi. Jang Mi dan Ki Tae berciuman! Ommo… Ibu tampak tertekan melihatnya, sementara Nenek malah terlihat senang, hahaha…

Ki Tae tidak masih terbayang Kiss nya dengan Jang Mi, dia teringat apa yang terjadi di hari itu. Setelah mereka berciuman, Ki Tae berusaha mengatakan sesuatu yang dia juga bingung sebenarnya apa yang harus di katakannya. Tapi Jang Mi langsung menyuruh Ki Tae diam karena Bibi sedang melihat mereka. Aha! Ki Tae mengerti alasan Jang Mi tiba-tiba menciumnya, tapi… bukan kah Jang Mi ingin mengakhiri segalanya?  Itu semua… karena Ki Tae terlihat tidak baik-baik saja.

Memikirkannya saja, Ki Tae langsung merasa panas dingin, ternyata bukan Ki Tae saja yang merasa resah. Jang Mi juga merasa kepanasan di kamarnya setelah insiden ciuman itu. Dia merasa dirinya sudah benar-benar gila. Di rumah masing-masing Ki Tae dan Jang Mi mendinginkan pikiran dengan mengambil minum dari lemari es. Selain Ki Tae dan Jang Mi, Ye Reum dan Se Ah pun Nampak depresi karena masalah ciuman Jang Mi itu. Mereka semua sepertinya tidak berada dalam keadaan baik-baik saja.

Jang Mi berniat menemui Yeo Reum di restoran, tapi dia melihat Bibi, ya Ampun bibi benar-benar stalker yang sangat rajin. Demi menghilangkan kecurigaan, Jang Mi menyambut kedatangan Ki Tae dengan wahag sumringah, dia bahkan langsung menggandeng tangan Ki Tae dan berkata sangat merindukannya. Ki Tae bingung mengapa Jang Mi tiba-tiba nempel padanya. Setelah sampai di restoran Hoon Dong, Ki Tae langsung menepiskan tangan Jang Mi yang masih bergelayut di lengannya.

Mereka duduk di meja dekat jendela, Jang Mi berkata sepertinya mereka harus membicarakan apa yang terjadi kemarin. Ki Tae tidak bisa berkonsentrasi apalagi saat dia melihat bibir Jang Mi, Akh… itu godaan terbesar baginya, ciuman itu bagai kutukan untuknya, kutukan karena tidak bisa melepaskan diri dari Jang Mi? hahaha…

Namun Ki Tae tetap berusaha fokus dan mempertegas apa tujuan dia memilih Jang Mi untuk menjadi calon istri pura-puranya. Dia merasa yakin jika diantara mereka tidak akan tumbuh perasaan saling menyukai, jadi… mulai sekarang Jang Mi harus membatasi dirinya. Jangan datang pada Ki Tae saat dia tidak membutuhkannya, dan jangan seenaknya menyentuh tubuh Ki Tae.

Aisshh! Jang Mi kesal mendengarnya, dia menyentuh tangan Ki Tae yang langsung di tepisakan oleh si pemilik. Heeuu… Jang Mi melakukan itu bukan demi dirinya sendiri, dia melakukannya untuk Ki Tae, karena tadi Bibi ada di luar. Jang Mi jadi merasa kesal karena telah memberikan bibir berharganya pada Ki Tae, apalagi itu di depan Han Yeo Reum.

Han Yeo Reum tiba-tiba muncul di depan mereka dan berkata dia sudah tau sifat Jang Mi yang menyukai semua pria dan akan mencium pria yang membuatnya bosan seperti orang bodoh. Tapi ciuman itu terlihat nyata, Ki Tae membenarkan, dia bahkan mendeskripsikan bagaimana lembutnya ciuman Jang Mi membuat Jang Mi jengkel dan berusa menjelaskan pada Yeo Reum. Tapi… Yeo Reum tampak tak peduli dan berkata dia tidak masalah karena dia menyukai Joo Jang Mi yang bodoh seperti itu. Yeo Reum langsung mengubah topic dengan memberitahu ada pekan trufle di restoran mereka selama sebulan ini.

Jang Mi malah tersenyum seperti orang bodoh, bukan kah itu sebuah pengakuan cinta? Han Yeo Reum bilang dia menyukai Jang Mi? Ki Tae tidak berpikir begitu, yang benar itu Han Yeo Reum mengakui bahwa Jang Mi adalah wanita bodoh, heeuu.. Jang Mi mendapat sms, dari Yeo Reum yang meminta datang ke resto nanti malam. Jang Mi langsung merasa senang, bahkan tak sudi jika Ki Tae mencoba mencuri lihat isi sms nya. Jang Mi pamit pada Ki Tae dan tak lupa pamit juga pada Yeo Reum.

Malam nya Jang Mi datang ke resto dan merasa menjadi orang yang melakukan kesalahan. Tapi Yeo Reum malah tampak senang karena seperti diam-diam bertemu dengan wanita yang akan segera menikah. Itu menegangkan! Jang Mi juga tidak ada cara lain, Ki Tae akan dipaksa menikah dengan wanita yang tidak disukainya jika Jang Mi dan Yeo Reum ketahuan. Yeo Reum tidak peduli dengan hal itu, lalu mengapa dia hanya meminta Jang Mi untuk datang di malam hari?

Itu karena dia ingin menunjukkan masakannya pada Jang Mi. Huaah,, Jang Mi sangat senang, Jang Mi mencoba tim telur buatan Yeo Reum yang di tambah denga jamur trufle. Baunya agak aneh, tapi rasanya sangat nikmat. Itu karena Yeo Reum menambahkan jamur trufle yang terkenal. Apakah Jang Mi tahu harga sekilo Jamur itu? 500.000 won (setara dengan 5 juta rupiah) Jang Mi sangat takjub mendengarnya dan mencium bau jamur trufle yang di perlihatkan Yeo Reum.

Tapi mereka mendengar pintu di buka. Apakah mungkin itu bibinya Ki Tae? Dengan panik Yeo Reum mengajak Jang Mi bersembunyi hingga tanpa sengaja jamur trufle yang dipegang Jang Mi terjatuh dan terinjak! Tak ada waktu untuk mengatasi hal ini, yang pertama harus di lakukan adalah bersembunyi.

Yang datang adahal si Koki yang ingin berbangga pada temannya tentang jamur trufle yang di belinya dengan biaya restoran. Dia ingin menunjukkan pada temannya mungkin juga ingin menggunakannya secara diam-diam karena tahu Hoon Dong bukan orang yang jeli dalam perhitungan pembelajaan. Saat masuk dapur si Koki di kaget kan dengan jamur trufle yang telah terinjak Jang Mi.

Hoon Dong kesal pada Yeo Reum tentang insiden itu, selama ini dia tidak pernah menganggap Yeo Reum sebagai pegawainya tetapi juga orang kepercayaannya, tapi berani sekali Yeo Reum menginjak-nginjak kepercayaannya seperti yang dia lakukan pada jamur trufle. Yeo Reum tidak bisa membantah dan minta maaf.

Apakah Yeo Reum juga yang selama ini menggunakan bahan makanan restoran secara diam-diam selama ini? Apa maksudnya itu? Yeo Reum tidak merasa melakukan itu, si Koki ikut kesal apa nya yang tidak? Yeo Reum menggunakan dapur diam-diam untuk menggoda seorang gadis kan? Memang benar dia menggunakan dapur diam-diam, tapi dia selalu menggunakan bahan makanan yang hampir expired. Dia tidak pernah menggunakan bahan makanan baru. Hoon Dong makin kesal karena Yeo Reum tidak mau mengaku.

Baiklah. Kalau begitu, Hoon Dong terpaksa mengecek rekaman CCTV untuk membuktikannya. Yeo Reum merasa tidak bersalah atas pencurian bahan makanan. Dia akan bertanggung jawab tentang insiden jamur trufle dan pamit pergi ke dapur. Hoon Dong makin kesal melihat tingkah Yeo Reum, si Koki bertanya mengapa Yeo Reum tidak di pecat saja? Hoon Dong malah balik bertanya mengapa si Koki juga datang ke restoran di malam hari? Ah.. itu.. dia mengambil barang yang ketinggalan, ponselnya ketinggalan di dapur semalam. Si Koki pamit pergi dengan alasan sedang memasak sesuatu.

Ketinggalan ponsel? Yeo Reum tidak percaya alasan di Koki, seingatnya si Koki sedang menelpon saat datang, apakah dia bisa menelpon tanpa ponsel? Apa ini? Si Koki merasa terganggu, apakah Yeo Reum sedang menyelidikinya. Yeo Reum tidak bicara dan hanya tersenyum. Yeo Reum pun kemudian pergi, dia harus mengumpulkan uang 500.000 won untuk ganti rugi.

Hoon Dong memeriksa CCTV dan menemukan Jang Mi yang diam-diam datang ke restorannya menemui  Yeo Reum, tentu saja dia kaget apalagi Jang Mi juga muncul begitu saja di hadapannya. Jang Mi berkata pada Hoon Dong jika Hyoon Hee ada di luar, dia ingin bertemu dengan Hoon Dong. Meskipun sebenarnya Jang Mi tidak ingin Hyoon Hee berakhir dengan pria seperti Hoon Dong, tapi… Hyoon Hee tulus pada Hoon Dong dan sangat ingin menemuinya.

Apakah Jang Mi tak masalah jika Hyoon Hee dan Hoon Dong berkencan? Tidak. Asalkan Hoon Dong tidak menyakiti Hyoon Hee seperti yang dia lakukan padanya. Hoon Dong masih tak terima, Jang Mi menegaskan hubungan mereka sudah berakhir, Hoon Dong harus menerima itu. Berakhir? Hoon Dong memperlihatkan Jang Mi dan Yeo Reum di kamera CCTV, apakah ini yang namanya berakhir? Jang Mi diam-diam datang ke restorannya dan berkencan dengan Yeo Reum?

Jang Mi minta maaf untuk hal itu, dia mencari Yeo Reum. Tidak ada. Apakah Hoon Dong memecatnya? Hoon Dong kesal karena Jang Mi malah mencemaskan Yeo Reum, Hoon Dong tak habis pikir mengapa Jang Mi seperti ini. Siangnya dia menjadi tunangan seorang dokter bedah plastik yang tak lain adalah teman Hoon Dong dan kemana-mana bersamanya. Malamnya dia malah datang diam-diam ke restorannya untuk berkencan dengan seorang pria tampan pekerja part time di restorannya.

Untuk hal itu Jang Mi benar-benar minta maaf pada Hoon Dong, tapi apa yang Hoon Dong lihat tidak sepenuhnya kenyataan, Jang Mi berniat memberitahu apa yang terjadi sebenarnya, namun Hoon Dong menolak dia tidak ingin mendengar apapun lagi, hatinya terluka saat ini. Hoon Dong pergi ke luar, Jang Mi mengejarnya.

Di Luar, Hoon Dong melihat Hyoon Hee, dia langsung minta maaf pada Hyoon Hee dengan nada dingin. Hoon Dong mengakui dirinya adalah sampah karena menyukai dua gadis sekaligus dalam hatinya, tapi dia tidak bisa begitu, dia masih menyukaia Jang Mi dan dia tidak bisa bersama dengan Hyoon Hee yang tak lain adalah teman baik Jang Mi. Hoon Dong bukan tipe orang yang bisa menjalankan dua hubungan dalam waktu bersamaan seperti Jang Mi. Jadi Hoon Dong minta maaf karena tidak bisa bersama Hyoon Hee.

Jang Mi panik melihat reaksi Hoon Dong yang kemudian pergi begitu saja. Sementara Hyoon Hee hanya bisa menangis dan berkata, bahwa sejak awal dia sudah mengatakan jika Hoon Dong tidak akan pernah jadi miliknya. Hyoon Hee benci pada Jang Mi.

Hoon Dong melaporkan tentang tingkah laku Jang Mi pada Ki Tae, tapi reaksi Ki Tae sangat mengejutkan. Ki Tae tak peduli. Baginya menikah dan pacaran itu beda. Dia akan membiarkan mereka berpacaran selama dua bulan, dan tidak akan mempermasalahkan hal itu. Hoon Dong jadi curiga, “Apakah kau benar-benar menyukai Joo Jang Mi?” Ki Tae tidak menjawab, tapi Hoon Dong menyimpulkan jika Ki Tae sedang berakting tidak peduli kan? Tidak. Dia memang tidak peduli.

Lalu… apakah Ki Tae akan tetap tidak peduli jika Hoon Dong memperlihatkan gambar itu pada Ibu Ki Tae? Seketika Ki Tae panik dan meminta Hoon Dong untuk tidak melakukannya. Jadi… apakah Ki Tae benar-benar menyukai Joo Jang Mi? Dia tampak tak peduli pada gadis itu? Bukannya tak peduli pada Jang Mi, dia hanya tidak peduli pada apa yang dilakukan Jang Mi dan Yeo Reum. Namun Ki Tae tampak panik dan meminum anggurnya dengan buru-buru. Apakah Ki Tae baik-baik saja?

Yeo Reum menemui Jang Mi yang baru pulang kerja, dia membawa barang bawaannya dan mengatakan agar Jang Mi tidak khawatir, dia tidak dipecat, namun dia diusir ke jalanan dari restoran. Jang Mi merasa bersalah, semua ini karena dirinya. Jika Jang Mi memang merasa bersalah, dia harus mengijinkan Yeo Reum untuk tinggal di tempatnya.

Tanpa Sadar, Ki Tae malah terus kepikiran tentang ciumannya dengan Jang Mi, bahkan saat bermain video games pun yang dia lihat di layarnya, pertanyaan Hoon Dong terus terngiang, apakah Ki Tae benar-benar menyukai Joo Jang Mi? Ki Tae terus menyangkal bahkan setelah permainnya game over karena terus kepikiran Jang Mi.

Tiba-tiba saja Jang Mi muncul di depannya. Sejak tadi Jang Mi menekan bel, tapi tidak ada jawaban, dia kira Ki Tae tidak ada di rumah. Ki Tae terpana melihat Jang Mi, apakah ini khayalan saja? Tidak. Jang Mi yang saat ini tersenyum padanya adalah nyata. Jang Mi berkata dia ingin meminta bantuan pada Ki Tae. Jang Mi menyuruh seseorang masuk.

Yeo Reum masuk dan langsung menyapa Ki Tae. Apa maksudnya ini? Jang Mi meminta Ki Tae membiarkan Yeo Reum menginap di rumahnya untuk sementara waktu. Ki Tae tampak tak senang, dan ujungnya mengusir keduanya ke luar dari rumahnya.

Jang Mi jadi kesal, setelah apa yang dilakukan Jang Mi untuk Ki Tae, tega sekali Ki Tae berbuat seperti ini. Apa yang sudah di lakukan Jang Mi? Mengganggunya? Mengusik ketenangannya? Jang Mi sudah rela menderita demi Ki Tae. Bahkan dia merelakan bibirnya yang berharga. Ki Tae langsung gugup mendengar hal itu. wkwkwkwk.  Namun Ki Tae tetap teguh pada pendiriannya, dia memilih Jang Mi agar bisa hidup sendiri kenapa dia harus menerima orang lain tinggal di rumahnya.

Setelah masuk rumah, Ki Tae mendapat telepon dari Se Ah yang mengatakan akan mampir ke rumahnya. Ki Tae menolak, dia sedang ingin sendiri. Baguslah jika Ki Tae ingin sendiri, Se Ah hanya ingin mengantar Ibu Ki Tae untuk mengantarkan Kimchi ke rumahnya, tapi takut Ki Tae sedang bersama Jang Mi. Ki Tae tidak bisa menolak lagi, jika Se Ah datang bersama ibunya.

Ki Tae langsung teringat, Joo Jang Mi dan Han Yeo Reum? Ki Tae bergegas ke depan gedung apartemennya dan melihat Ki Tae dan Jang Mi, dia bertanya mengapa mereka masih ada disana? Jang Mi membela Yeo Reum, namun Ki Tae membawa barang-barang Yeo Reum untuk bersembunyi dan berkata ibunya akan datang. Jang Mi jadi ikutan panik.

Ki Tae dan Jang Mi menyambut kedatangan Ibu dan Se Ah sambil saling merangkul mesra. Ibu tampak tak nyaman melihatnya, Se Ah pikir Ki Tae sedang sendirian. Dia mengatakan hal itu karena dia tak ingin di ganggu kemudian mengecup kepala Jang Mi. OMG Ki Tae bener-bener pintar berakting >.<

Se Ah memberikan Kimchi mentimun buatan ibu Ki Tae, mereka hanya ingin mengatarkan hal itu. Ki Tae menolaknya, karena pada akhirnya dia akan membuangnya. Jang Mi langsung mengambil Kimchi itu dan berkata dia akan menghabiskannya sampai akhir. Jang Mi berterima kasih pada Ibu Ki Tae, tapi… jika Ibu ingin membuatkan masakan untuk Ki Tae mengapa Ibu malah datang bersama Se Ah dan bukan menghubungi Jang Mi? Apakah ibu Ki Tae membenci Jang Mi? Apakah dia menentangnya untuk bersama Ki Tae?

Kenapa Jang Mi berpikiran begitu? Itu hanya salah paham. Dia dan Se Ah sudah lama saling mengenal. Syukurlah kalau begitu, jika ibu menentang Jang Mi mungkin Ki Tae akan melajang seumur hidupnya. Apakah Jang Mi sedang mengancam ibu? Tidak sama sekali, Jang Mi hanya khawatir keluarga Gong tidak bisa meneruskan garis keturunannya.

Jang Mi menyentuh tangan ibu, yang langsung di tepis oleh ibu. Jang Mi juga ingin dekat dengan ibu, belanja bersama, ke salon bersama dan meninggalkan Ki Tae yang keras kepala untuk berkencan berdua saja. Ibu mengerti maksud Jang Mi dan dia mengajak Se Ah untuk pergi dari sana setelah berpamitan pada Ki Tae dan Jang Mi.

Jang Mi akan menjamin Ki Tae  mendapatkan kebebasannya untuk hidup sendiri selamanya, tapi dia meminta Ki Tae untuk tinggal bersama Yeo Reum beberapa hari saja. Bagaimanapun juga ini demi kepentingan Ki Tae. Yeo Reum datang dan merangkul Jang Mi. Nah.. bagaimana jika Ibu memergoki Jang Mi dan Yeo Reum sedang bersama seperti ini, bagaimana Ki Tae akan menjelasakannya. Ki Tae malah tidak fokus, dia terganggu dengan rangkulan Yeo Reum di pundak Jang Mi.

Pada akhirnya Ki Tae mengijinkan Yeo Reum tinggal di rumahnya dengan banyak larangan, tidak menyentuh ini itu di rumahnya. Dilarang pesan makanan, dilarang makan, dilarang mandi. Lalu apa yang bisa Yeo Reum lakukan? Dia hanya memberikan sofa nya untuk di tempati Yeo Reum, tapi Yeo Reum lebih tertarik pada kursi pijat di rumah Ki Tae, apakah boleh dia tidur disana saja? Tidak!

Jang Mi melihat Ki Tae yang begitu kesal, dia mencoba menyentuh baju Ki Tae dan bertanya apakah Ki Tae baik-baik saja? Mengapa Jang Mi belum pergi juga? Dia akan pergi, tapi dia berharap Ki Tae dan Yeo Reum bisa berteman, dia pun mempertemukan tangan Ki Tae dan Yae Reum kemudian Jang Mi pulang. Yeo Reum tersenyum pada Ki Tae, dengan galak Ki Tae menyuruh Yeo Reum untuk tidur.

Mendengar Yeo Reum memetik gitarnya, Ki Tae keluar dan berteriak. “Dilarang bermain Gitar!” Jadi yang bisa dilakukan Yeo Reum hanya benar-benar tidur saja.

Ibu Ki Tae merasa tidak enak pada Se Ah karena harus melihat Jang Mi dan Ki Tae. Se Ah tidak masalah, dia sudah terbiasa dengan hal seperti itu. Saat usia mereka 20 tahunan, Ki Tae berkencan dengan banyak gadis, meskipun status mereka hanya sebagai teman, para gadis itu tetap iri padanya. Ibu mengeluh, dari sekian banyak gadis, pada akhirnya hanya Se Ah yang bertahan di samping Ki Tae. Karena mereka adalah teman.

Ibu bertanya tentang Ayah Se Ah, apakah dia masih kecewa karena batalnya pernikahan Se Ah 3 tahun yang lalu? Dia kecewa, namun dia masih menyukai Ki Tae bahkan ingin merekrut Ki Tae di RS mereka yang ada di Gangnam. Ayah Se Ah ingin bertemu dengan Ki Tae, namun dia cemas Ki Tae akan menolak karena Joo Jang Mi. Dia takut Jang Mi melarangnya untuk bertemu Ayah Se Ah karena salah paham. Ibu mengerti dia akan mengurus Jang Mi agar Ayah Se Ah bisa bertemu dengan Ki Tae.

Pagi hari Ki Tae kedinginan karena selimutnya menghilang entah kemana, dia berguling ke samping tempat tidurnya dan menemukan kehangatan, ada seseorang disana. Ki Tae terbangun dan kaget melihat Yeo Reum ada di tempat tidurnya. Mengapa Yeo Reum ada disana? Yeo Reum mengeluh di luar sangat dingin di pagi hari. Ki Tae panik dan langsung mengusir Yeo Reum untuk segera keluar!

Ki Tae sedang mempersiapkan sarapannya dan merasa terganggu dengan keberadaan Yeo Reum di depannya. Apa yang sedang dilakukannya? Bukan kah Ki Tae melarangnya makan, jadi dia hanya bisa menonton. Arrghhh, Ki Tae kesal. Apakah Yeo Reum benar-benar tidak punya tempat tinggal lain? Teman-teman atau saudaranya mungkin? Semua teman Yeo Reum adalah wanita dan dia tidak punya saudara. Tidak punya Ayah, dan ibunya pun kabur.

Sejenak Ki Tae merasa iba, namun kemudian dia membentak Yeo Reum untuk tidak mempedayanya dengan cerita menyedihkan seperti itu dan menarik rasa simpatinya. Sepertinya itu memang tidak berhasil pada Ki Tae, tapi sangat ampun pada Joo Jang Mi. Sigh!

Mengapa Yeo Reum belum pergi juga dia sudah menyuruh nya keluar sejak tadi. Ki Tae pun bersiap pergi ke klinik. Yeo Reum ingin menumpang, tapi Ki Tae menolak dan meninggalkan Yeo Reum di depan gedung apartemen saat dia mengendarai mobilnya. Di dalam mobil Ki Tae mulai bersin, Akh… ini karena Yeo Reum mengambil selimutnya tadi malam.

Gejala flu Ki Tae semakin parah, hingga tak bisa konsentrasi melayani pasiennya. Dia memutuskan pulang cepat dan membatalkan semua janjinya. Ki Tae mempertanyakan tentang pemadaman listrik nanti malam, dan meminta pegawainya untuk mengamankan semua bahan mereka yang harus tersimpan dalam kondisi dingin.

Ibu Jang Mi menelpon ke klinik dan mengetahui tentang Ki Tae yang sedang sakit flu, dia langsung membangunkan suaminya untuk membawa beberapa Ayam segar dari toko mereka. Dia ingin membuatkan sup Ayam dan Gingseng untuk calon menantunya. Ayah mengeluh, mengapa sulit sekali ingin menikahkah seorang putri.

Jang Mi pulang ke rumah dan mencium bau sup Ayam nya, dia bahagia karena ibunya membuat Sup. Tapi sayang itu bukan untuk Jang Mi. Ibu membuatnya untuk Gong Seobang* (Menantu Gong). Jang Mi tak habis pikir, apakah ibu benar-benar berpikir Jang Mi akan menikah dengan Ki Tae? Level mereka itu jauh berbeda. 

Kenapa? Apakah keluarga Ki Tae menentang Jang Mi? Belum sih, tapi sebentar lagi akan menentangnya. Ibu menyarankan agar Jang Mi jangan mencemaskan hal yang belum terjadi. Ibu menyuruh Jang Mi mengantar sup itu pada Ki Tae yang sedang sakit. Jang Mi enggan dia lelah, apakah harus Ibu yang mengantarnya? Oh… baiklah… Jang Mi hanya bisa menggerutu karena ternyata sup itu bukan untuknya.

Di perjalanan mengantar sup Ayam, Jang Mi mendapat telepon dari Ibu Ki Tae yang mengajaknya bersama, saat ini juga. Jang Mi tak bisa menolak dan pergi ke tempat yang disuruh oleh Ibu Ki Tae. Disana dia bertemu Bibi yang mengkritik style nya dan memilihkan baju untuknya. Ibu Ki Tae mengundang Jang Mi untuk makan malam di restoran mewah, jadi Jang Mi harus terlihat cantik. Tapi dia ingin mengantarkan sup Ayam dulu ke rumah Ki Tae. Tidak usah! Nanti malam Ki Tae akan bergabung dengan mereka.

Ki Tae mendapat telepon dari ibunya tentang undangan makan malam itu. Ki Tae menolak karena ingin istirahat, dia sedang ingin berduaan dengan Jang Mi. Tenang saja, Jang Mi juga akan ikut makan malam bersama mereka. Ki Tae penasaran apa yang sebenarnya sedang direncanakan ibunya.

Dengan segera Ki Tae menelpon Jang Mi yang langsung menjawab dan meminta bantuannya, saat ini Bibi sedang menyuruhnya mencoba segala macam baju agar dia terlihat cantik. Apakah mungkin ibu Ki Tae sudah menyukai Jang Mi? Tidak mungkin. Saat ini yang harus Jang Mi lakukan adalah membeli apapun yang dia inginkan seperti orang bodoh. Sigh… bahkan sedang sakitpun mulut Ki Tae masih sangat kejam. Bibi menggedor pintu kamar ganti, Jang Mi memutuskan telepon setelah Ki Tae memberinya semangat.

Jang Mi keluar dengan gaun merah mudanya, Bibi tak puas dan meminta Jang Mi mengganti dengan gaun lain. Sambil membawa panci sup Ayam kemana-mana, Jang Mi bagai kerbau di cocok hidungnya menerima saja semua baju yang harus di cobanya, namun Bibi tidak pernah merasa puas. Jang Mi merasa sudah sangat lelah.

Akhirnya Bibi menyukai sebuah gaun, dan Jang Mi sangat senang karena hal itu. Namun tak hanya samapi disana, Bibi membawa Jang Mi ke salon dan meminta pegawainya mendadani Jang Mi sesuai arahannya, tapi semua gaya yang di ajukan bibi NG semua hahaha. Jang Mi hanya bisa pasrah, dan Panci sup Ayam nya ditendang  kemana-mana, akhirnya Jang Mi nyalon sambil memeluk panci itu.

Setelah lelah shoping dan ke salon, Jang Mi dan Bibi beristirahat di Klinik Ki Tae. Jang Mi merasa tempat itu adalah surga karena dia bisa beristirahat setelah lelah seharian. Bibi mengingatkan mereka masih harus ke retoran mewah, jika Jang Mi menunggu disini, Ki Tae dan ibunya akan menjemput. Mungkin mereka kena macet. Jang Mi berniat menelpon Ki Tae, namun Bibi menolaknya dengan alasan, wanita yang merengek minta pria nya cepat datang sama sekali tidak menarik.

Jang Mi menurut saja, dia sudah sangat lelah, akhirnya lama-lama Jang Mi tertidur juga. Bibi mengambil ponsel Jang Mi dan meminta maaf karena harus melakukan sejauh ini, dia pun meninggalkan Jang Mi yang tertidur sendirian di Klinik Ki Tae.

Bibi memberikan laporan pada Ibu Ki Tae jika kini Jang Mi sedang tertidur di klinik Ki Tae. Ibu protes mengapa Bibi meninggalkannya sendirian, bagaimana jika dia terbangun dan memberitahu Ki Tae? Tenang saja, Bibi sudah mengambil ponselnya untuk mengantisipasi hal itu, sebaiknya Ibu yang menyimpan ponsel Jang Mi.

Ki Tae datang ke Restoran dan melihat Se Ah, mengapa malah dia yang ada disana? Dengan santai Se Ah berkata Ayahnya sebentar lagi akan datang, ibu Ki Tae juga sepertinya membutuhkan bantuannya. Apa maksud Se Ah melibatkan orang tua mereka segala? Se Ah malah mengajak Ki Tae untuk ke hotel bersamanya dan membiarkan Ayah Se Ah dan Ibu Ki Tae berbicara berdua. Ki Tae kesal mendengarnya.

Ibu datang dan menyapa Se Ah, bertanya tentang Ayah Se Ah yang kemungkinan akan sedikit terlambat karena ada operasi mendadak. Ki Tae bertanya tentang Jang Mi. Ibu berkata Jang Mi sedang shoping dan ke salon bersama Bibi, jadi Ki Tae tidak usah khawatir. 

Ki Tae sadar ibunya sedang menjebaknya, dia menelpon Jang Mi, tapi malah ponsel di tas ibunya yang bergetar. Ki Tae jadi curiga dan kembali menghubungi ponsel Jang Mi, terdengar getaran lagi di tas Ibu. Ki Tae berkata sebaiknya ibu mengangkat teleponanya, saat ibu akan pamit, Ki Tae mencegahnya karena dia tahu itu ponsel Jang Mi. Dimana Jang Mi berada?

Jang Mi terbangun di klinik, dia bingung karena tidak ada siapa pun disana, dia mencoba mencari ponselnya, tapi nihil. Tepat jam 8 lampu di klinik padam. Waktunya pemadaman listrik hingga besok pagi, bahkan semua pintu akan terkunci dan telepon pun tidak akan berfungsi.  Jang Mi langsung ketakutan dia berjalan meraba-raba menuju pintu, berpikir Ki Tae sedang mengerjainya, tapi tak ada seorang pun yang membuka kan pintu yang terkunci itu.

Ki Tae kaget saat mendengar Jang Mi ada di klinik sendirian. Tega sekali ibunya menculik dan mengurung Jang Mi di klinik. Menculik? Bukan kah Ki Tae berlebihan menanggapi hal ini? Se Ah minta maaf ini bukan salah ibu, dialah yang meminta ibu melakukan hal ini, dia juga merasa bersalah pada Jang Mi. Ibu berkata Se Ah tidak salah. Semuanya akan baik-baik saja. Ki Tae kemudian beteriak dialah yang tidak baik-baik saja. Jang Mi tidak boleh ditinggal sendirian! Ki Tae tidak akan membiarkan Jang Mi ditinggal sendirian. Ki Tae langsung pergi dari restoran.

Dengan kecepatan penuh dia menjalankan mobilnya menuju klinik. Teringat saat Jang Mi bercerita bahwa dia hampir mati saat usia 5 tahun karena ditinggal sendirian. Juga cerita Ayah Jang Mi tentang insiden itu. Ki Tae menerobos lampu merah, hampir saja dia menabrak penyebrang jalan, namun dia masih bisa mengendalikan diri. Tak lama dia kembali melajukan mobilnya kembali dengan kecepatan penuh. Tidak peduli pada rambu-rambu lalu lintas.

Sesampainya di depan gedung klinik, dia bertemu dengan Yeo Reum dan memberi tahu Jang Mi terkunci di kliniknya. Ki Tae berusaha membuka pintu kliniknya yang terkunci untung Yeo reum datang membawa alat bantu untuk membuka pintu yang terkunci itu.

Ki Tae panik mencari Jang Mi apalagi setelah dia melihat kuah sop Ayam yang berceceran di lantai, dimana Jang Mi? Ki Tae masuk ke ruangannya dan akhirnya menemukan Jang Mi di bawah meja kerjanya. Ki Tae langsung membentaknya, apakah Jang Mi bodoh? Sedang apa Jang Mi disana? Jang Mi menangis karena di bentak, bibi bilang Ki Tae akan menjemputnya. Kenapa Ki Tae malah membentaknya, apakah Ki Tae tidak tahu betapa menderintanya Jang Mi demi Ki Tae?

Tangis Jang Mi semakin pecah, Ki Tae masih terlihat bingung, perasaannya campur aduk antara marah dan khawatir. Kemudian datang Yeo Reum yang langsung memeluk Jang Mi yang menangis. Ki Tae langsung mematung, tampak tak enak karena melihat Jang Mi yang terus tersedu di pelukan Yeo Reum.

Jang Mi sedih karena sup Ayamnya jadi sia-sia, padahal ibunya membuatnya sepenuh hati. Jang Mi memutuskan untuk memberihkan diri dulu, sementara Yeo Reum mengambil alih Sup Ayam dan akan menyulapnya menjadi makanan enak asal Ki Tae mengijinkannya memasak. Ki Tae sudah tak peduli, sesuka Yeo Reum sajalah.

Yeo Reum mulai memasak dan menciptakan spageti sup ayam yang baunya sangat menggoda. Selesai membersihkan diri Jang Mi langsung mencicipi masakah Yeo Reum. Enak! Jang Mi pun membawa spageti itu pada Ki Tae dan memaksa Ki Tae mencobanya, Ki Tae enggan, tapi akhirnya dia memasukan makanan itu juga saat Jang Mi menyuapinya. Ki Tae tak bisa menyangkal bahwa itu enak, namun dia tidak ingin mengakui kemampuan Yeo Reum dan berkata, Kaldu sup Ayam buatan Ibu Jang Mi lah yang menjadikannya enak. Yeo Reum membenarkan itu semua memang karena masakan ibu Jang Mi.

Ki Tae jadi merasa bersalah pada ibu Jang Mi, tidak seharusnya dia menerima semua ini. Jang Mi mengerti perasaan Ki Tae dan bersyukur karena Ki Tae, ibu dan Ayahnya bisa menwujudkan mimpi mereka memiliki calon menantu seorang dokter, meskipun impian itu tidak akan lama dan tampak semu.

Yeo Reum datang dan membawa makanan, Ki Tae jadi kesal karena Yeo Reum selalu ikut campur. Jang Mi mengusulkan sebagikan mereka mengadakan pesta Wine! Ki Tae menolak, dirinya sedang sakit, pesta wine apaan? Tapi Jang Mi dan Yeo Reum tidak mendengarkan, mereka mengambil gelas dan wine milik Ki Tae kemudian menyajikannya di atas meja. 

Ki Tae tak bisa melarang lagi dan memilih menikmati pesta kecil itu. Dia pun terhanyut bersama Jang Mi dan Yeo Reum, makan bersama, bahkan Jang Mi beberapa kali menyuapinya dan bersenang-senang bersama. Mendengarkan Yeo Reum bernyanyi, bahkan menirukan sebuah gerakan tarian. Akh… Ki Tae begitu lepas saat bersama Jang Mi dan Yeo Reum.

Se Ah minum sendirian dan mengingat betapa khawatirnya Ki Tae saat tahu Jang Mi sendirian. Padahal tiga tahun lalu, mereka putus karena Ki Tae berpikir Se Ah lebih pantas melajang dan Ki Tae pun lebih senang sendirian. Se Ah pun merasa stress dengan rencana pernikahan mereka dan bersyukur karena Ki Tae yang memutuskannya duluan. Ki Tae masih ragu apakah mereka akan baik-baik saja? Tentu saja. Saat Itu Se Ah tampak masih percaya diri, namun saat ini dia menyadari bahwa dirinya tidak baik-baik saja.

Tengah malam Ki Tae terbangun, merasa haus. Dia mengambil air di lemari es, sebelum sempat minum dia melihat berapa berantakannya meja makannya. Ki Tae kesal, apakah Jang Mi dan Yeo Reum tak sadar dia itu orang sakit! Ki Tae hendak membereskan meja makannya namun dia melihat Jang Mi tertidur di dekat Yeo Reum dengan kepala bersandar pada pria itu. Ki Tae akhirnya menyadari sesuatu, dia sama sekali tidak baik-baik saja. Apakah akhirnya Ki Tae menyadari jika akhirnya dia ada rasa pada Jang Mi?

Pagi hari Jang Mi terbangun karena dering telepon, dia kaget karena itu dari Ibunya Ki Tae yang mengatakan bahwa dia sedang menuju ke rumah Ki Tae. Jang Mi bahkan masih bingung bagaimana bisa dia tertidur di kamar Ki tae. Jang Mi keluar kamar dan melihat Ki Tae dan Yeo Reum tidur bersama, hahaha. Jang Mi langsung merinding melihatnya, namun bukan waktunya untuk itu, mereka harus dibangunkan, ibu akan segera datang.

Keduanya tertidur dengan pulas, baik Ki tae maupun Yeo Reum tidak juga bangun, Jang Mi mulai putus asa, hingga akhirnya Ki Tae terbangun dengan kaget karena Yeo reum tidur sambil memeluknya. Yeo Reum bingung seingatnya dia tertidur bersama Jang Mi.

Ki Tae pun bercerita jika semalam dia memindahkan Jang Mi ke kamar. Akh… jadi Ki Tae yang memisahkan mereka? Mengapa? Apakah Ki Tae cemburu? Padahal dia sedang sakit. Ki Tae beralasan dia hanya tidak bisa membiarkan seorang wanita tidur di luar. Jang Mi mengintrupsi perdebatan Ki tae dan Yeo Reum, ini bukan saat nya untuk itu, Ibu sedang menuju ke rumah Ki Tae. Mereka bertiga pun langsung panik tidak karuan, apalagi mendengar suara pintu yang mulai terbuka. Akhirnya Ki tae menyembunyikan Yeo Reum di kamarnya.

Jang Mi dengan refleks memeluk Ki Tae saat menyambut kedatangan Ibu Ki Tae. Apakah Jang Mi dan Ki Tae mulai tinggal bersama? Jang Mi mencoba menyangkal, tapi Ki Tae malah membenarkan. Ibu melihat meja makan yang kotor, Ki tae menjelaskan semalam mereka memakan sup Ayam yang dikirim Ibu Jang Mi karena dirinya kurang sehat, namun melihat gelas wine ibu malah heran karena Jang Mi memberikan Wine pada orang sakit. Jang Mi beralasan wine membantu Ki Tae tertidur lebih lama. Lalu kenapa ada 3 gelas? Akh.. itu karena gelas satunya sediikit kotor, jadi Ki Tae menggantinya dengan yang bersih, ibu tahu kan, Ki Tae itu persis dengan ibu.

Ibu ingin melihat kamar tidur, OMG, Yeo Reum ada disana, namun Ki Tae dan Jang Mi tak sempat mencegah ibu untuk masuk, untungnya Yeo Reum sangat pandai bersembunyi. Ibu mengamati kamar tidur dan mengomentari apa yang harus diganti dan ditambah mengingat kini mereka sudah tinggal bersama. Ki tae berkata Jang Mi akan mengurus hal itu. Tidak, dia yang akan melakukannya untuk mereka berdua.

Ibu kemudian mengembalikan ponsel Jang Mi dan meminta maaf atas apa yang terjadi kemarin. Namun setelah insiden  kemarin, dia akhirnya membuat keputusan, bahwa dia tidak akan mencurigai Jang Mi dan Ki Tae lagi, jadi… sebaiknya Mereka Segera MENIKAH! Apa? Ibu bahkan sudah memanggil Jang Mi tanpa embel-embel nama keluarga lagi dan dengan nada yang lembut. Jang Mi?

Melihat reaksi Jang Mi dan Ki Tae ibu tampak merasa heran, apakah mereka tidak ingin menikah? Bukan begitu, hanya saja… Ibu tidak bisa dibantah, sebaiknya mereka mulai merencanakan pertemuan pertama keluarga secara resmi, bagaimana jika akhir pekan ini? Jang Mi dan Ki Tae bingung harus menjawab apa.

Bukan hanya Ki Tae dan Jang Mi yang kaget dengan permintaan ibu Ki Tae agar mereka berdua segera menikah, Yeo Reum juga kaget, jadi akhirnya mereka disuruh segera menikah? Lalu apa yang harus mereka lakukan? Jang Mi meminta Ki Tae mencari cara agar mereka bisa keluar dari situasi ini. Jika pertemuan keluarga itu sampai terjadi, maka orang tua Jang Mi akan terluka jia mereka tahu semua hanya pura-pura. Ki Tae menatap panci sup Ayam buatan ibu, dia harus mencari cara agar orang tua Jang Mi tidak menjadi korban dari masalah ini.

Ki Tae sedang mempertimbangkan untuk mengatakan yang sebenarnya pada Ibu Jang Mi, akhirnya dia mengundang Ibu untuk datang ke Kliniknya. Ki Tae terlihat resah, ibu menyadari ada sesuatu yang ingin disampaikan Ki Tae padanya? Apakah Ki Tae tertekan karena pertemuan keluarga mereka di akhir pekan? Ibu sudah tahu? Ki Tae kaget karena ibunya bergerak sangat cepat

 
Jang Mi juga resah karena masalah pertemuan keluarga itu, Hyoon Hee mencoba mencari tahu apa yang membuat Jang Mi tidak semangat, dia sempat marah pada Jang Mi karena masalah Hoon Dong,tapi dia lebih sedih karena Jang Mi seakan menghindarinya akhir-akhir ini. Jang Mi juga bingung karena dia tidak bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Dalam kegalauannya itu, Jang Mi mendapat sms dari ibunya yang minta dijemput karena dia melakukan Oplas mata di klinik Ki Tae. Jang Mi langsung panik, apa yang sebenarnya Ki Tae lakukan pada ibunya? Bukan kah Ki Tae sudah memutuskan untuk mengatakan segalanya? Siapa bilang? Dia hanya berusaha menunda acara pertemuan keluarga itu. Caranya? Dia mengoperasi mata ibu sehingga tampak menjadi lebih buruk dan membuat ibu tidak PD untuk berhadapan dengan keluarga Ki Tae. Namun itu hanya akan bersifat sementara.

Jang Mi berbohong pada Ibu Ki Tae, mengatakan jika ibunya melakukan operasi wasir sehingga sepertinya pertemuan keluarga harus ditunda. Bukan ibu Ki Tae namanya jika dia tidak bisa menguasai keadaan, dia menelpon Ibu Jang Mi dan bertanya tentang operasinya. Terjadi salah paham diantara mereka  tentang masalah operasi. Ibu Jang Mi mengira Jang Mi mengatakan tentang operasi matanya pada keluarga Ki Tae, sementara Ibu Ki Tae menyangka Ibu Jang Mi benar-benar operasi wasir. Dengan caranya akhirnya Ibu Jang Mi setuju agar pertemuan keluarga itu berlangsung sebagaimana mestinya.

Hari H pertemua keluarga, Jang Mi dan Ki Tae sama-sama panik sendiri karena ternyata pertemuan keluarga itu tetap berlangsung, cara Ki Tae untuk menundanya sama sekali tidak berhasil. Ibu Jang Mi datang dengan kaca mata hitamnya. Nenek merasa keberatan melihatnya, dia meminta Ibu Jang Mi membukanya. Akhirnya kebohongan Jang Mi tentang operasi wasir pun terbongkar, Jang Mi hanya bisa minta maaf, untungnya ibu Ki Tae tidak mempermasalahkan hal itu.

Suasana dua keluarga di pertemuan itu sangatlah kontras, Ayah Ki Tae bersikap manis pada istrinya bahkan mengambilkan makanan untuknya, Jang Mi yang tahu semua itu palsu hanya bisa menatap sinis. Sementara Ibu Jang Mi merasa iri, suaminya malah sibuk makan sendirian padahal dia kesulitan untuk mengambil makanan karena kaca mata hitamnya.

Dari hasil pertemuan keluarga akhirnya diputusakan pernikahan akan diadakan dua bulan lagi, tentu saja itu adalah ide sepihak dari Ibu Ki Tae, meskipun tadinya Ibu Jang Mi protes, tapi dengan kemampuan memanage orang nya, Ibu Jang Mi setuju begitu saja, bahkan saat dia mengatakan jika dia yang akan mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan untuk pernikahan.

Ki Tae menemui Jang Mi setelah acara keluarga itu untuk memberikan hadiah yang biasa diberikan di acara pertemuan keluarga. Ki Tae minta maaf karena menyeret Jang Mi hingga sejauh ini, namun mereka measih punya kesempatan untuk mengacaukannya dengan membuat Ibu tidak menerima Jang Mi karena tingkah rusuhnya. Ki Tae berjanji dia akan menghilangkan kerutan di wajah Ibu Jang Mi seumur hidupnya sebagai bayaran atas bantuan Jang Mi. Mendengar hal itu, Jang Mi hanya tersenyum geli, janji Ki Tae mungkin agak berlebihan.

Ibu Ki Tae menelpon, Jang Mi langsung panik, namun berusaha senang saat menerimanya, lagi-lagi ibu memanggil Jang Mi dengan lembut. Jang Mi? bagai tersihir, Jang Mi berpuisi di dalam hatinya, “Orang ini memanggil namaku seperti bunga”

Itu adalah awal dari semua bencana dalam hidup Jang Mi, Ibu Ki Tae terus datang ke tempat kerjanya mengajaknya untuk memilih berbagai perabot rumah. Saat Jang Mi menolak tempat tidur baru, Ibu berkata itu adalah tempat tidur dimana calon keturunan keluarga Gong akan tercipta, jadi harus istimewa, Jang Mi tidak bisa membantah.

Pembelian hadiah penihakan, kemudian ibu juga meminta Jang Mi keluar dari pekerjaannya, tentu saja tidak dengan cara kasar, tapi caranya memilih kata-kata membuat Jang Mi merasa terintimidasi dan tidak bisa membantah. 

Puncaknya adalah saat Ibu meminta Jang Mi mengecek kesuburannya, Jang Mi merasa semua ini salah. Meski ibu punya penjelasan logis, namun Jang Mi merasa tertekan dengan semua ini apakah hidupnya harus di rencanakan oleh ibu? Itu adalah tubuhnya, dengan santai ibu berkata, seseorang dengan pemikiran egois seperti itu tidak diperbolehkan di dalam keluarganya. Jang Mi semakin stres mendengarnya.

Jang Mi terjebak, dia hanya bisa manut saja pada ibu bahkan saat dia di ajak menerima pengobatan akupuntur untuk menjaga kesuburannya. Karena mengikuti semua keinginan Ibu Ki Tae, Jang Mi lagi-lagi tidak bisa memenuhi janjinya bertemu dengan Yeo Reum yang sudah menunggunya begitu lama di sebuah restoran. Jang Mi baru datang setelah restoran itu tutup, untungnya Yeo Reum berinisiatif membungkus menu yang ingin mereka makan.

Ki Tae kaget melihat Jang Mi membawa obat untuk masalah kesuburan itu, bahkan dia juga tidak menolak semua barang yang dipilihkan ibunya.  Jang Mi juga bingung sendiri, ibu Ki Tae seperti memiliki kekuatan super natural yang membuat Jang Mi mengikuti semua keinginannya. Jang Mi lalu mengeluarkan sebuah bon barang lagi. Tempat tidur Termal? Katanya itu untuk hadiah pernikahan. 

Ki Tae kemudian memanggil Yeo Reum yang sedang mempersiapkan makanan yang dia beli. Ki Tae berkata pada Yeo Reum sepertinya Joo Jang Mi ingin benar-benar menikah dengan Ki Tae, hahahah. Jang Mi jadi kaget sendiri, dia berjanji akan mengembalikan  barang-barang itu. Yeo Reum tak banyak komentar dan menyuruh mereka makan dulu. Ki Tae protes tentang membawa makanan ke  rumahnya, tapi Yeo Reum tak mendengarkan. Jang Mi merasa hidupnya hancur karena Ibu Ki Tae, bahkan dia tidak memiliki kebebasan saat berada di kamar mandi.

Saat Yeo Reum berniat memberikan Jang Mi minum dan duduk disampingnya, Ki Tae langsung menyerobot dan duduk di samping Jang Mi, dia heran ada apa dengan Jang Mi? Seharusnya Jang Mi melawan ibu dan membuat kerusuhan di rencana pernikahan ini. Sambil makan Jang Mi pun berapi-api mengatakan rencananya untuk melawan ibu.

Dia tidak ingin belajar memasakan dan pekerjaan IRT lainnya. Setelah menikah dia akan menyuruh Ki Tae untuk melakukan semuanya, lalu tentang anak, dia tidak ingin dulu punya anak karena masih terlalu muda. Lupakan tentang hadiah pernikahan, setelah menikah dia akan memutuskan hubungan dengan keluarga. Ki Tae setuju dengan semua ide Jang Mi, namun kemudian tersadar ada yang salah dengan semua itu hingga dia menumpahkan meminumannya, sepertinya ide Jang Mi terlalu berlebihan.

Yeo Reum tampak cemburu karena Jang Mi dan Ki Tae tampak menikmati rencana pernikahan pura-pura itu, bahkan jika mereka berencana untuk menghancurkannya. Jang Mi mengalihkan kecemburuan Yeo Reum dan berbisik jika besok adalah jadwal Off nya, mereka bisa kencan diam-diam. Yeo Reum setuju, mereka  bisa kabur sejauh mungkin dari keadaan rusuh ini. Ki Tae yang sempat pergi membersihkan diri karena tumpahan minumannya langsung curiga apa yang sedang Jang Mi dan Yeo Reum bicarakan? Tapi keduanya berkata tidak ada apa-apa dan saling melempar senyum membuat Ki Tae semakin curiga saja.

Yeo Reum mempersiapkan makanan untuk bekal kencannya dengan Jang Mi. Rencananya mereka akan bersepeda bersama, tapi Ki Tae datang dan mengingatkan Jang Mi untuk tidak macam-macam dulu selama rencana pernikahan palsu mereka. Jang Mi juga stress, dia butuh refreshing. Ki Tae tampak tak senang karena Jang Mi ingin melepaskan stress nya bersama Yeo Reum. 

Saat Yeo Reum pergi mengambil sepeda, Ki Tae kemudian membohongi Jang Mi bahwa dia melihat ibunya. Jang Mi panik dan Ki Tae langsung mengajak Jang Mi untuk kabur bersama dari sana dengan Sepeda Jang Mi. Yeo Reum bingung saat menyadari Jang Mi sudah tidak ada, dia melihat Ki Tae memboncengn Jang Mi dan mereka pergi semakin menjauh, ada apa sebenarnya? Sayangnya Yeo Reum tidak bisa mengejar Jang Mi dan Ki Tae karena Hoon Dong memanggilnya.

Hoon Dong memperingatkan Yeo Reum untuk tidak membuat Jang Mi bingung. Bagaimana pun Jang Mi saat ini adalah calon istri Ki Tae. Meski pun  Hoon Dong masih menyukai Jang Mi, dia akan merelakan mereka, Ki Tae sepertinya sangat menyukai Jang Mi dan Ki Tae juga adalah sahabatnya. Yeo Reum hanya tersenyum mendengarnya, ternyata Hoon Dong sahabat yang baik, namun sepertinya Hoon Dong tidak usah ikut campur, dia bisa menanyakan masalah ini pada Ki Tae. Hoon Dong jadi kesal, sepertinya tujuan Yeo Reum bukan hanya ingin memisahkan Ki Tae dan Jang Mi, tapi juga Ki Tae dengan Hoon Dong. Yeo Reum semakin tersenyum. Hoon Dong makin kesal dan menyutuh Yeo Reum mencuci mobilnya serta membersihkan hatinya, hahaha.

Jang Mi heran karena tidak ada yang mengikuti kaburnya Ki Tae dan Jang Mi, namun Ki Tae terus mengayuh sepeda. Bukannya Ki Tae butuh refreshing? Itu yang sedang Ki Tae lakukan? Jang Mi minta turun, tapi Ki Tae tidak berhenti, dia malah mengeratkan peganggan Jang Mi padanya dan terus mengayuh sepeda. Hingga akhirnya mereka tiba di tanjakan dan Ki Tae tidak kuat lagi, wkwkwkw. Ki Tae menyuruh Jang Mi turun dan dia pun berakhir dengan menuntun sepeda Jang Mi. Menyadari Ki Tae kelelahan, Jang Mi jadi tertawa, ternyata Ki Tae hanya sok kuat, hahaha.

Keduanya menyusuri jalanan panas  diantara padang rumput. Ki Tae merasa kepanasan sambil menuntun sepeda, sementara Jang Mi tampak lelah dan sebal mengikuti di belakang. Ki Tae berhenti merebut bekal makanan Jang Mi dan bertanya apakah ada yang bisa di minum? Ki Tae menemukan tomat dan memakannya. Jang Mi kesal, namun Ki Tae membungkam mulutnya dengan menyuruh Jang Mi makan tomat juga.

Jang Mi tidak tahan lagi, karena Ki Tae, Jang Mi selalu saja menyia-nyiakan kencan nyatanya. Kencan Nyata? Apakah Han Yeo Reum benar-benar kekasih Jang Mi? Apakah Dia sudah mengajak Jang Mi berkencan secara resmi? Jang Mi tertawa mendengarnya, Ki Tae sangat childish, jaman sekarang cinta tak lagi di mulai dengan pernyataan seperti itu. Ki Tae sebal, dan berkata, apakah Jang Mi dan Yeo Reum sudah berciuman? Ki Tae yakin pasti belum, orang seperti Han Yeo Reum sepertinya akan mencampakan wanita jika dia sudah mendapatkan apa yang diinginkannya.

Jang Mi teringat ciumannya bersama Yeo Reum. Mereka sudah ciuman. Ki Tae syok mendengarnya! Sudah? Bagaimana bisa Jang Mi begitu gampangan? Dia dan Yeo Reum bahkan belum lama saling mengenal. 

Jang Mi kesal karena Ki Tae menyebutnya gampangan, Jang Mi langsung bertanya, Ki Tae bohong ya, tentang keberadaan ibu tadi? Ki Tae langsung bungkam, modus nya ketahuan. Sigh, Jang Mi benar-benar kesal dan akhirnya meninggalkan Ki Tae setelah merebut kembali bekal makanan dan sepedanya.

Kembali ke depan restoran, Jang Mi benar-benar bertemu dengan Ibu Ki Tae. Kali ini Ibu mengajaknya untuk memilih gaun pengantin. Huaaahh… Jang Mi sangat terpesona melihat sebuah gaun, dia menyukainya, namun.. gaun itu adalah pilihan Ibu? Jang Mi enggan memakainya, tapi Ibu memaksanya.

Jang Mi tampak cantik dengan gaun itu. Dia bahkan sempat lupa diri, namun dia memastikan kali ini dia tidak akan kalah untuk melawan ibu. Ibu tampak puas melihat Jang Mi dengan gaun pilihannya, namun Jang Mi berkata gaun itu tidak sesuai dengan seleranya. Terlalu membosankan. Ibu menantang memangnya gaun seperti apa yang menjadi selera Jang Mi?

Dengan cekatan Jang Mi memilih salah satu gaun pengantin di butik itu. Dia memilih gaun pendek yang memperlihatkan kaki jenjangnya. Tentu saja ibu tidak setuju, Jang Mi boleh memakan gaun itu, tapi di studio foto bukan di acara pernikahannya. Tidak! Jang Mi ingin memakai gaun itu untuk pernikahannya, dia tidak peduli dengan perkataan orang itu adalah pernikahannya. Sing~~~ Ibu dan Jang Mi saling bertatapan sinis, kira-kira siapa yang akan menang dalam pertarungan ini?

Jang Mi mencoba gaun pilihannya, dia bertekad menghancurkan keinginan ibu Ki Tae, namun saat tirai dibuka, Jang Mi kaget melihat ibunya sendiri. Bagaiamana Ibu Jang Mi ada disana? Ibu Jang Mi memuji putrinya yang terlihat cantik. Ibu Ki Tae mengakui itu, namun gaun pendeknya terlihat Kitchy, meski Jang Mi bersikeras ingin memakainya, Kini ibu Jang Mi ikut-ikutan untuk mencoba gaun pengantin pilihan Ibu Ki Tae yang lainnya. Jang Mi tak bisa lagi melarikan diri.

Bingung bagaimana lagi dia harus bertingkah, Jang Mi berusaha menelpoan Ki Tae, tapi… yang mengangkat malah Kang Se Ah? Jang Mi kaget karena Ki Tae bersama Se Ah, dia mencari Ki Tae, tapi Se Ah bilang Ki Tae sedang mandi. Jang Mi langsung terdiam, dan telepon pun terputus. 

Pikiran Jang Mi tiba-tiba blank, demi siapa sebenarnya Jang Mi melakukan semua ini? Jang Mi akhirnya pasrah saja saat dia diminta mencoba berbagai gaun pengantin pilihan ibu Ki Tae dan menelan semua kritikannya.

Dalam hati Jang Mi bergunam, Impiannya adalah mengenakan gaun pengantin seperti itu di depan orang yang dicintainya dan hanya satu kata yang ingin dia dengar, “Kau cantik” tapi Ibu Ki Tae terus mengkritik dan membuat Jang Mi tak tahan lagi. Saat semuanya sudah keterlaluan, Jang Mi kemudian berteriak, “Cukup!”  Akhirnya Jang Mi memilih keluar dari butik gaun pengantin itu.

Mengapa ponsel Ki Tae ada di tangan Se Ah? Jadi ceritanya Ki Tae sedang nge-gym, Se Ah datang minta maaf, Ki Tae tadinya tak peduli bahkan tampak tidak sudi melihat wajahnya hingga Se Ah berkata, kemarin Ki Tae tampak sedikit membingungkan seolah dia lupa siapa yang memiliki perasaan tulus padanya dan siapa yang berada disamping Ki Tae karena alasan palsu. Ki Tae akhirnya menatap Se Ah yang memastikan dirinya bahwa perasaanya pada Ki Tae selalu tulus.

Ki Tae pergi mandi dan meninggalkan ponselnya di salah satu alat di gym. Kemudian Se Ah mengangkat telepon Jang Mi itu. Dengan menyebalkannya, setelah mengatakan bahwa Ki Tae sedang mandi Se Ah bergunam “Ups, mungkin akan menimbulkan salah paham” Sigh, sengaja banget yah Se Ah bilang gitu ~.~

Se Ah masuk  mobil Ki Tae dengan alasan mengembalikan ponsel dan mengatakan bahwa Jang Mi mencarinya karena suatu alasan penting dan Se Ah tahu dimana Jang Mi saat ini karena Jang Mi mengatakan pada Se Ah dia sedang di bawa ke butik baju pengantin oleh Ibu Ki Tae. Bagaimanapun Se Ah akan selalu berada di pihak Ki Tae.

Jang Mi berlari ke luar butik, dan dia berhenti saat melihat Ki Tae turun dari mobil. Keduanya saling berpandangan, Ki Tae tampak seolah terkesima melihat Jang Mi dengan gaun pengantinnya.   

Namun kemudian Se Ah keluar dari mobil Ki Tae dan Yeo Reum tiba-tiba muncul dengan membawa mobil Hoon Dong. Yeo Reum memanggil Jang Mi, dan membuatnya kebingungan, haruskan dia berlari kea rah Ki Tae atau ke arah Yeo Reum?

Ibu Ki Tae dan Ibu Jang Mi keluar juga dari butik, Jang Mi semakin bingung. Dia sudah tidak tahan dengan semua kepura-pura-an ini. Ki Tae berkata pada Jang Mi, agar menunggunya, dia akan datang pada Jang Mi, namun sayang…  Jang Mi memilih lari bersama Yeo Reum dan meninggalkan Ki Tae yang termangu.

Yeo Reum memuji Jang Mi, bahwa dia terlihat cantik dengan gaun itu, dan akhirnya tangis Jang Mi pun pecah. Karena apa? Pujian Yeo Reum kan? Atau karena pilihannya mengakhiri semua kepura-puraan ini?

***

Poor Jang Mi, benaran yah… Jang Mi tuh OP banget di drama ini, tapi dia struggle sih. Kesannya mungkin Jang Mi jadi terlihat gampangan di mata orang-orang, padahal dia hanya terlalu baik.

Jelas terlihat Jang Mi punya perasaan terhadap Yeo Reum. Dia nyaman bersama Yeo Reum, karena bagi Jang Mi Yeo Reum bisa menentramkan hatinya. Memberikannya sensasi penuh debar saat diam-diam mereka bertemu. Yeo Reum juga keliatan sih suka beneran sama Jang Mi, tapi yang aku nggak suka dari Yeo Reum dia selalu memanfaatkan rasa bersalah Jang Mi. Jadi kesannya dia itu bermuka dua. Jadinya makin lama aku makin eneg liat senyumnya. Tampak nggak ikhlas aja kesannya~~~

Ki Tae mulai menyadari perasaannya pada Jang Mi, meski masih menyangkal, namun cara dia mengkhawatirkan Jang Mi, Owwhhhh So Sweet >.< Ki Tae sudah berusaha untuk tidak egois lagi. Dia sudah berniat pasrah dan melepaskan Jang Mi, namun pada akhirnya Jang Mi sendiri yang menceburkan diri ke dalam masalah Ki Tae karena melihat tingkah pola Se Ah yang makin menyebalkan.

Sepertinya sih,,,  Ki Tae bagi Jang Mi adalah orang yang kebalikan dari dirinya. Cara berpikirnya, background keluarganya, juga masalah kesendirian. Seumur hidupnya, mungkin Jang Mi baru melihat orang seperti Ki Tae yang begitu menginginkan kesendirian, itulah mengapa Jang Mi terus bertahan tentang hubungan pura-pura mereka. Dia tidak ingin Ki Tae menikah dengan wanita pilihan Ibunya, apalagi sepertinya Ibu Ki Tae sedang mengincar Se Ah untuk di jadikan menantu. Padahal Ki Tae sama sekali tidak rela menikah dengan Se Ah, karena Se Ah terlalu mirip dengan ibunya, artinya pribadi Se Ah juga terlalu mirip Ki Tae.

Mengapa Ibu Ki Tae malah berbalik memaksa Ki Tae dan Jang Mi menikah? Padahal dia sebelum nya bertekad untuk membuktikan kepalsuan hubungan Ki Tae dan Jang Mi, alasannya dia tidak ingin pernikahan itu terjadi. Selama ini, Ibu santai saja meski Ki Tae sesumbar tidak akan menikah jika bukan dengan Jang Mi. Setelah tahu ada kemungkinan bahwa Ki Tae dan Jang Mi berbohong, Ibu berpikit Ki Tae mengakui Jang Mi sebagai kekasihnya hanya demi mendapat kebebasannya untuk tetap melajang.
 
Tapi… Dia melihat Ki Tae begitu mencemaskan Jang Mi saat Jang Mi terkurung di Klinik, Ibu sadar perasaan putranya pada Jang Mi itu tulus.  Maka dia memaksa Jang Mi dan Ki Tae untuk segera menikah, bukan demi Ki Tae, tapi demi membuat Jang Mi menyerah pada pernikahan ini. Karena itulah dia melalukan semua hal yang menurutnya membuat Jang Mi merasa terganggu. Ibu tidak ingin Ki Tae dan Jang Mi putus karena alasan Ibu tidak menyetujui hubungan mereka, dia ingin Jang Mi lah yang meninggalkan Ki Tae. Berkali-kali ibu memastikan pada Jang Mi setiap kali Jang Mi protes pada keputusan ibu, “Apakah itu artinya kau tidak mau menikah?”

Makin sebel sama tingkah Se Ah, tau sih… dia masih mengharapkan Ki Tae, sampai gak tau malu ngajakin Ki Tae ke hotel dengan ancaman foto Jang Mi dan Yeo Reum. Memanfaatkan Ibu Ki Tae demi mempertemukan Ki Tae dan Ayahnya demi mencapai kepuasan pribadinya juga dan sok sok bilang kalo dia ada di pihak Ki Tae. Tapi ujung-ujung nya dia sengaja banget tuh bikin Jang Mi salah paham. Keliatan banget kalau dia itu merasa terancam dengan keberadaan Jang Mi disisi Ki Tae walau dia tahu hubungan mereka palsu. Se Ah pasti bisa merasakan, jika saat Jang Mi terkurung di Klinik… Ki Tae benar-benar mencemaskan Jang Mi.

Aku rasa Jang Mi mulai terganggu juga dengan kebersamaan Ki Tae dan Se Ah. Melihat ekspresi nya setelah mendengar Se Ah yang mengangkat telepon Ki Tae dan berkata Ki Tae sedang mandi, Jang Mi syok banget. Meski rasa syok nya di biaskan dengan tekanan dari Ibu Ki Tae, tapi… sebelumnya Jang Mi sangat bersemangata melawan kemauan Ibu Ki Tae, tapi setelah mendengar Se Ah mengangkat telepon Ki Tae, Jang Mi tampak linglung. Seolah dia sedang berpikir, sebenarnya dia melakukan semua itu demi siapa? Demi Ki Tae yang tidak perlu menikah dengan wanita pilihan ibunya kan? Tapi Ki Tae malah bersama Se Ah yang jelas-jelas akan disukai ibunya. Jadi… untuk apa lagi Jang Mi membantu Ki Tae memperoleh kebebasan untuk hidup sendiri.

Sedih pas liat Jang Mi nangis, seolah menumpahkan rasa tertekannya selama ini. Semoga Ki Tae jujur pada perasaannya dan dia berani menunjukkan nya pada Jang Mi secara terbuka. Meski  pun akan tampak sulit. Tak terasa sudah setengah jalan, minggu depan Jang Mi tampaknya mulai terganggu melihat kebersamaan Ki Tae dan Se Ah, apakah itu tanda-tanda? Akh… Tapi Yeo Reum… dia masih aja ngintilin Jang Mi, gimana caranya Jang Mi bisa suka sama Ki Tae yah? Heuuu…

No comment dulu deh tentang hubungan Hyoon Hee dan Hoon Dong, sepertinya kisah mereka hanya jadi bumbu saja. Sebel sih sama Hoon Dong, tapi menurutku Hyoon Hee juga salah, udah tau Hoon Dong masih suka sama Jang Mi, dia maen nekat aja.

Terakhir… tentang bapaknya Ki Tae. Hmm… apa yah… bukannya mau nyalahin Ibunya Ki Tae sih, tapi… sepertinya bapaknya Ki Tae nyari pelarian di luar emang karena sikap Ibu Ki Tae nya sendiri yang sangat perfeksionis. Jadi inget sama Mi Kyung di One Warm Word, mungkin pas muda nya Ibu Ki Tae itu mirip Mi Kyung yah? Dia pasti menginginkan pernikahan sempurna dengan suaminya, tapi beban rumah tangga, ditambah dengan sifatnya yang perfeksionis membuat perhatian dia terhadap suaminya tidak memadai. Dan berhubung ayahnya Ki Tae ini jelalatan, jadi lah dia selingkuh, bahkan sepertinya dia sama sekali tidak merasa bersalah saat istrinya tahu tentang perselingkuhannya itu. Jadi penasaran aja, gimana reaksi ibu Ki Tae saat pertama kali tahu suaminya selingkuh…

 *written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*


8 komentar:

  1. udah nyampe episode 8, tapi hubungan jang mi dan ki tae belum ada kemajuan pesat... duhhh stres nontonnya, pengen gebukin yeo reum....

    BalasHapus
  2. makin penasaran..
    Lanjut terus mba..
    fighting^^

    BalasHapus
  3. Tmbah penasaran z nie sma cerita'x...
    Die tnggu'x klnjutan'x

    BalasHapus
  4. Makasi bnyak kak utk kerja kerasnya bkin sinop,,
    Tetep semangt da slalu sehat ya ;)

    BalasHapus
  5. mba rai jgn digebukin yeo rum :) soalnya kalo senyum manis bingit walaupun kalo senyum matanya hilang hehehe

    BalasHapus
  6. :bahkan dia tidak memiliki kebebasan saat berada di kamar mandi.."

    maksudnya ini apa ya mbak Irfa? Duh, perasaan campur aduk nontonnya. suka liat Ki Tae suka juga liat Yeo Reum. Ah bingung, mau dukung siapa ~_~ qiqiqi

    BalasHapus
  7. Suka melihat interaksi Jang Mi & Ki Tae. Namun, aku bakalan memilih pasangan yang saling mencintai, memiliki, dan menghargai. Cinta seperti itu akan membawa kebahagian untuk mereka berdua.
    Btw, Yeo Rum lucu banget dengan senyumnya aiihhhh. Urri Ji Woon..

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^