Selasa, 10 September 2013

[Sinopsis] Good Doctor Episode 8 part 1



 
Bibi Eun Ok datang lagi bersama seorang polisi untuk membawa Eun Ok bersamanya. Yoon Seo berkata seharusnya dia membawa dokumen resmi bukan malah membawa polisi. Bibi Eun Ok tak peduli dan memaksa untuk membawa Eun Ok, hingga akhirnya dia bertengkar dengan Yoon Seo. Peretengkaran itu terhenti saat mereka mendengar sebuah suara.

“Kau tak boleh membawa Eun Ok. Jelas tidak boleh”

Yoon Seo menoleh dan melihat Shi On lah yang beru saja berbicara. Yoon Seo bingung “dr. Park” Shi On tidak menggubris dan terus berbicara, “Eun Ok tidak ingin pulang, dia membenci bibinya”

Kini bibi Eun Ok yang bingung dan bertanya, “Kau Siapa?” dengan lantang Shi On memperkanalkan diri, “Aku Park Shi On, Dokter Residen yang menangani Eun Ok hingga kemarin”

Yoon Seo mendekati Shi On, dia bertanya bagaimana Shi On ada di tempat itu. Shi On berkata bahwa direktur menyuruhnya kembali karena mereka telah menemukan bahwa masalah Eun Ok bukan salahnya. Yoon Seo mengerti dan berkata sebaiknya mereka membicarakan masalah itu nanti. Saat ini yang terpenting mengurus Bibi Eun Ok.

Bibi Eun Ok menantang, apa yang akan mereka lakukan. Shi On mengharapkan Eun Ok bisa melakukan apa yang diinginkannya. Mereka bisa bertanya padanya, apakah dia ingin pulang bersama bibinya atau tetap berada di RS. Si Bibi mencibir, bagaimana bisa, Eun Ok bahkan tidak bisa berbicara. 

Dengan penuh keyakinan Shi On berkata, Eun Ok bisa menentukan pilihannya dengan berekspresi. Mereka bisa tahu Eun Ok suka atau tidak lewat ekspresinya. Akhirnya Bibi Eun Ok menyetujuinya juga walau pun merasa itu sangat tidak masuk akal.

Kim Do Han menggalau di ruangannya, dia teringat pada kata-kata WaPresdir Kang saat mereka bertemu “Kita bicara lebih mendetail saat makan malam nanti. Aku yakin kau akan puas” Kim Do Han penasaran apa yang akan di tawarkan WaPresdir Kang, untuk menghilangkan rasa penasarannya, dia pun akhirnya menelpon WaPresdir Kang.

Bibi Eun Ok dan yang lainnya masuk ke kamar rawat Eun Ok, tanpa basa basi dan nada tingga, “Mari pulang bersama Bibi, Eun Ok” Yoon Seo kesal dan berkata agar Eun Ok jangan di bentak. Eun Ok langsung saja ketakutan melihat si Bibi.

Kini giliran Yoon Seo yang bertanya, “Eun Ok, Kau ingin pulang bersama bibimu?” Eun Ok ketakutan dan bergeser merapat pada Yoon Seo. Dia menggeleng sambil ketakutan.

“Kalu begitu, Kau ingin tetap di sini bersama Dokter ini?” tanya Yoon Seo lagi, setelah Shi On datang dan duduk di dekat tempat tidur Eun Ok. Waja Eun Ok langsung sumringah. Saat Shi On menyentuhnya, Eun Ok tampak gembira lalu berkata “Ya”

Semua orang kaget, termasuk juga bibinya, “Dia bicara sekarang!” Bagaimana bisa ini terjadi? Bukankah Eun Ok tidak bisa bicara? Tapi ternyata dia bisa menjawab pertanyaan Yoon Seo tanpa ragu dengan suaranya meskipun dia hanya bisa bicara satu kata saja.

Bibi Eun Ok jadi kesal, “Apa-apaan anak ini… Eun Ok!” Melihat reaksi bibinya Eun Ok jadi ketakutan dan makin erat memegang Shi On. Polisi yang dibawa si Bibi menyimpulkan masalah ini, “Tampaknya anak ini ingin tinggal di sini. Melihat kondisinya, apa yang bisa kaulakukan untuknya di rumah? Biarkan saja dia di sini sampai sembuh. Jika kau punya keluhan, temuilah pengacara, bukan kami.” Bibi Eun Ok bungkam dia tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Shi On menatap Eun Ok dan berkata, “Eun Ok-ah,,, kau cantik. Aku menyayangimu” keduanya sama-sama bahagia karena mereka bisa bertemu lagi^^

dr. Go kaget mengetahui bahwa WaPresdir Kang mengetahui kenyataan bahwa Park Shi On bukan pelakunya dan mengemukakannya dalam rapat. WaPresdir Kang menjelaskan bahwa semua itu adalah kesalahan mesin dan dia membawa bukti untuk hal itu.

Direktur Choi mengatakan, karena masalah Eun Ok bukan kesalahan Park Shi On, dia berharap tidak ada yang keberatan jika dia kembali mempekerjaan Park Shi On.  Rapat pun dibubarkan dengan keputusan yang melegakan.

Kim Do Han menghadap direktur Choi yang merasa lega karena masalah ini berakhir dengan baik. Tapi tidak dengan Kim Do Han, dia terlihat kecewa dan berkata, “Park Shi On,,, Seharusnya kugunakan kesempatan ini untuk mengusirnya. Lebih mudah bagiku menemukan cara untuk melindungi Anda setelah mengusirnya. Aku tak bisa lagi mentolerir kenyataan bahwa nasib Anda bergantung pada Park Shi On.”

Direktur Choi tidak kaget melihat reaksi Kim Do Han, dia memahami hal itu dan sangat mengerti bagaimana perasaan Kim Do Han Saat ini. Kim Do Han berkata, muali saat ini dia akan mencari sendiri metode yang paling bijaksana. Direktur Choi kaget mendengarnya, metode yang paling bijaksana untuk apa? Untuk melindungi Direktur Choi? Atau untuk mengusir Park Shi On?

dr. Go mengamuk di ruangan WaPresdir Kang. Seandainya WaPresdir Kang tetap diam dan membiarkan masalah ini, semuanya akan baik-baik saja. Dengan tenang WaPresdir Kang berkata, dia tak bisa berbuat apa-apa karena Direktur Choi juga mendapatkan laporannya. Sebagai orang yang seharusnya menangani hal ini dia tidak bisa diam begitu saja.

Kini giliran Woo Il Kyu yang mendapat semprotan dr. Go, “Dasar brengsek! Apa yang terjadi? Bukan kau sendiri yang membukanya?” Woo Il Kyu ketakutan setelah dr. Go menendang kakinya sebelum bertanya. Dengan ragu-ragu dia bekata, dia tidak bisa melakukannya karena banyak orang yang memperhatikannya.
dr. Go bertanya lalu mengapa Woo Il Kyu tidak melapor padanya. 

Woo Il Kyu kembali berbohong dan berkata, “Aku hendak memberitahu Anda... Tapi tiba-tiba pintunya terbuka, jadi...” Woo Il Kyu tidak melapor dan membiarkannya semuanya sesuai rencana. Itulah pikiran dr. Go, tapi kenyataannya, Woo Il Kyu membohongi dr. Go, atas perintah siapa? tentu saja atas perintah WaPresdir Kang.

Yoon Seo dan Kim Do Han sedang melihat Shi On yang merawat Eun Ok dari luar kamar. Yoon Seo kegirangan dan berkata, “Aku tahu ini akan terjadi, dr. Park tidak bisa berbohong” Tanggapan Kim Do Han? Hmm,, seperti biasanya lah, agak sinis dia berkomentar, “Tak perlu merasa senang. Karena ini berarti "masalah" kita telah kembali. “

Yoon Seo malah semakin gembira  mendengar hal itu, karena berarti Park Shi On akan kembali bergabung dengan tim pediatric. Kim Do Han menatap Yoon Seo yang terlihat sangat bahagia, dia pun bertanya, “Apakah kau sebahagia itu?” Yoon Seo jadi tampak malu-malu, namun dengan tegas dia menjawab, “Ya… Rasanya seperti menemukan adikku yang hilang”

Yoon Seo jadi agak canggung karena Kim Do Han menatapnya dengan aneh, “Kenapa kau menatapku seperti itu” Kim Do Han tersenyum kecil, “Selama lebih dari 10 tahun aku mengenalmu, kau tak pernah tampak lebih bahagia dari ini.” Yoon Seo merasa Kim Do Han terlalu berlebihan. Kim Do Han memberi nasihat agar mulai saat ini, Yoon Seo menjaga adiknya degan baik. Dengan mantap Yoon Seo berkata dia akan melakukan hal itu.

Yoon Seo menemui Park Shi On dan mengajaknya untuk ke ruang staf. Yoon Seo terlihat sangat senang karena pada akhirnya Shi On kembali ke tim pediatri. Dengan gaya khasnya Yoon Seo berkata pada Shi On, “Dasar bajingan tak berperasaan, teganya kau pergi seperti itu” Yoon Seo berkata agar Shi On tidak membuat masalah dan bersedih lagi, karena kini semua orang mempercayainya.

Yoon Seo pun memeluk Shi On, dan lagi-lagi Park Shi On cegukan, hihihi… Yoon Seo jadi bingung sendirian, “Cegukan lagi?” Tapi Shi On tak bisa menjelaskan apapun, karena dia pun merasa kebingungan mengapa dia selalu cegukan bila dipeluk atau disentuh oleh Yoon Seo.

Di ruang staf Pediatri, para dokter sedang bergosip ria tentang bergabungnya kembali Park Shi On ke tim mereka. Hong Kil Nam mengeluhkan, walaupun selama Shi On tak ada dirinya merasa sedih, tapi kembalinya Shi On membuatnya sesak. Kim Soo Jun juga merasakan hal itu, dia takut jika akan terjadi masalah lagi dengan kembalinya Park Shi On ke tim pediatri.

Han Jin Wook heran pada para juniornya, bukan kah Park Shi On itu mengaggumkan? Jin Wook selalu terkesan pada Shi On setiap kali mereka berada di ruang operasi. Hong Kil Nam juga mengakui hal itu, tapi itu saja tidak cukup. Woo Il Kyu yang paling menunjukkan rasa tidak sukanya pada Shi On dan berkata bahwa Shi On itu lebih memusingkan dari keadaan darurat sekalipun (Cih~~ keliatan banget sih ini si Il Kyu siriknya kebangetan, nggak kapok juga nih dokter)

Yoon Seo membawa Park Shi On ke ruang staf Pediatri, “Pembuat Masalah sudah kembali” Hanya Han Jin Wook yang menyambutnya penuh senyuman dan berkata, “Ya ampun anak ini, rasanya kau sudah pergi selama setahun” Shi On mengatakan bahwa dia sangat senang karena bisa kembali.

Dengan sinis Woo Il Kyu berkata, “Bagus untukmu, jika kau sangat senang” Yoon Seo menegurnya, “Dr. Woo! Mengapa kau bicara seperti itu?” Woo Il Kyu mengabaikannya dan memilih pergi. Yoon Seo pun tidak memperpanjangnya karena Kim Do Han datang.

Kim Do Han menatap Park Shi On yang segera memberi hormat padanya. Kim Do Han masih tetap tak terlihat senang melihat Shi On, dia berkata, “Tak ada yang berubah. Kerjakan apa yang sebelumnya telah kau kerjakan”

Shi On tampak senang, “Kalau begitu, apa boleh aku menjadi Dokter yang menangani Eun Ok?” Kim Do Han mengijinkan dan meminta Shi On untuk memberi perhatian lebih pada Eun Ok agar tak ada masalah.

Yoon Seo mendapat sebuah ide, “Profesor, Aku ingin mengadakan pesta penyambutan untuk Dr. Park. Karena kita belum melakukannya ketika pertama dia datang.” Jin Wook dengan semangat menyetujuinya tapi yang lain tampak tak senang, sementara Kim Do Han, tampak tak peduli, namun dia mengijinkan Yoon Seo melakukan apapun yang Yoon Seo inginkan. Artinya dia setuju kan?

Yoon Seo sangat bahagia mendapat persetujuan itu, dengan penuh semangat dia bertanya pada Shi On, apa yang ingin Shi On makan. Dengan polos, Shi On berkata bahwa dia makan apa saja, tapi Yoon Seo memaksa ingin mendengar apa yang Shi On mau. Dengan malu-malu, Shi On pun berkata, “Aku ingin minum” Yoon Seo sangat kaget mendengarnya.

Shi On kemudian beralasan bahwa alkohol itu seperti ubi sagu, awalnya terasa pahit, namun semakin diminum rasanya menjadi manis. Yoon Seo tertawa mendengarnya dan berkata, “Dia ketagihan minum” (Lha emang siapa yang ngajarin mba? hahaha…)
Direktur Choi sangat kaget setelah membaca sebuah proposal yang ditunjukkan WaPresdir Kang padanya. Itu sangat mengejutkan baginya, dia kembali teringat kata-kata WaPresdir Kang padanya, “Karena alasan keamanan, judul rencana ini tidak ditulis”

Itu adalah Proposal rencana untuk memberi dorongan besar bagi RS Universitas Sung Won dan Departemen Pediatri. Selain itu rencana itu juga akan menjamin masa depan Park Shi On. Begitulah yang dikatakan WaPresdir Kang, saat meminta Direktur Choi membacanya dan memberikan pendapat pada rencananya. Apa sebenarnya rencana WaPresdir Kang hingga membuat Direktur Choi sangat kaget?

Kim Do Han menemui Chae Kyung untuk membicarakan ajakan WaPresdir Kang padanya. Dia menanyakan pendapat Chae Kyung, “Menurutmu apa yang seharusnya kulakukan? Aku ingin menangani segala sesuatu dengan tanganku... Tapi aku tak tahu harus bagaimana.”
Chae Kyung mengerti perasaan tunangannya, dia tahu bahwa Kim Do Han tidak ingin terlibat petarungan karena dia tidak ingin menjadi sampah seperti mereka. Chae Kyung sebenarnya menentangnya,  karena itu tidak terhormat. Lalu Chae Kyung berandai-andai,

“Bagaimana jika… Aku sedang berandai-andai. Bagaimana seandainya aku menjadi Presdir? Kau hanya perlu menikahiku dan setelahnya kita bisa mengurus segalanya. Dan kau tidak perlu terlibat dalam pertarungan ini”

Kim Do Han tersenyum kecil mendengarnya, Itu sepertinya metode yang paling meyakinkan, Tapi bagaimana dengan Presdir Lee? Chae Kyung langsung bermuka dingin, namun kembali memasang wajah tenangnya, “Tak ada yang berubah, dia hanya turun dari posisinya”

Kim Do Han kembali bertanya, bagaimana caranya Chae Kyung bisa menjadi Presdir? Hmm,, Entahlah… Bukan kah itu akan terjadi begitu saja? Chae Kyung merasa begitu percaya diri. Kim Do Han merasa senang jika itu benar-benar bisa terjadi, karena itu akan melepaskan beberapa kekhawatirannya.

Yoon Seo sedang menemani Shi On menjaga Eun Ok, Yoon Seo bertanya, bagaimana cara Shi On mengajarjan Eun Ok bicara? Shi On terus menanyainya. Yoon Seo bingung, Apa yang ditanyakan Shi On? “Kau lapar? Kau sakit? Kau mengantuk? Kau ingin bermain? Kau ingin makan?”

Yoon Seo kaget mendengar jawaban Shi On, “Kau membuatnya bicara dengan pertanyaan seperti itu?” Shi On menjelaskan itu adalah pertanyaan yang sering dikatakan ibunya. Yoon Seo tidak mengerti karena ibunya Eun Ok telah meninggal saat dia berusia 3 tahun, jadi Eun Ok mungkin tidak mengingatnya.

Shi On membantah, Eun Ok yakin dia punya seorang itu. Meskipun tidak mengingatnya, Euk Ok sangat mengingat perasaan seorang ibu, karena yang paling ingin ditemui Eun Ok adalah ibunya. Shi On mengingat saat dia dan Eun Ok saling bertelepati untuk menanyakan siapa yang paling ingin ditemui Eun Ok. Jawaban Eun Ok saat itu adalah, “Omma… Omma..”

 Shi On juga mengatakan jika mereka sedang berdua saja, Shi On sering mengatakan, “Kau sangat cantik, aku menyayangimu” pada Eun Ok. Yoon Seo tersenyum memahami. Yoon Seo menyadari bahwa Shi On melakukan semua itu untuk bertingkah seperti ibunya Eun Ok. Shi On membenarkan pemikiran Yoon Seo.

Tapi Shi On merasa iri pada Eun Ok, karena dia tidak bisa mengingat apa-apa tentang ayah dan ibunya, baik wajahnya, aromanya, suaranya atau hal-hal yang dilakukan bersama mereka. Yang diingat Shi On hanyalah kakaknya. Tapi Shi On yakin ibunya juga selalu mengatakan padanya sesuatu seperti, “Kau tampan dan aku menyayangimu”

Yoon Seo tertegun mendengar hal itu, dia jadi teringat percakapannya dengan ibu Shi On saat dia memberitahu sang ibu, jika Shi On sudah kembali bekerja di RS. Ibu Shi On berterimakasih pada Yoon Seo. Sementara Yoon Seo meminta ibu Shi On untuk menjaga kesehatannya, dia akan segera mengatur pertemuan Shi On dengan ibunya, tidak di RS, tapi di tempat yang menyenangkan. Dan tentu saja Yoon Seo akan berpura-pura tidak tahu apapun. Ibu Shi On kembali mengucapkan terima kasih pada Yoon Seo.

Shi On sedang berjalan di lorong bangsal anak, tiba-tiba saja In Hae datang dengan meloncat kemudian bergantung di lehernya sambil menyilangkan kakinya di tubuh Shi On. “Dokter! Jika dokter kembali seharusnya dokter memberitahuku!”

Shi On tentu saja kaget dan sangat merasa tidak nyaman, “Lepaskan leherku” In Hae tidak mendengarkan dan tetap memeluk leher Shi On. Gadis itu malah memaksa Shi On untuk mengaatakan bahwa Shi On senang bertemu dengannya. Demi menyelamatkan lehernya Shi On pun melakukan apa yang diminta In Hae, “Aku merindukanmu, senang melihatmu”

In Hae terlihat senang dan kembali bertanya, “Berapa banyak?” masih dalam rangka penyelamatan lehernya Shi On berkata, “Sangat banyak” In hae kemudian melepaskan leher Shi On dan berkata, sudah seharusnya Shi On mengatakan hal itu padanya. (Dasar In Hae si pemaksa~~)

Shi On lalu bertanya,”In Hae, kau temanku kan?” Dengan pede In Hae menjawab, tentu saja dia adalah satu-satunya teman Shi On. Ternyata ada satu hal yang sangat membuat Shi On penasaran, apakah boleh Shi On menanyakan itu pada In Hae? Tentu saja In Hae sama sekali tidak keberatan.

“Jadi, doter mulai cegukan setipa dia menyentuh tangan atau memeluk dokter?” In Hae menyimpulkan cerita Shi On. Dengan polos Shi On menjawab, “Ya, padahal tidak ada masalah dama diafragma atau aktivitas pernafasanku. Aku cegukan begitu saja”

In Hae terlihat sedih dan bertanya, “Tadi saat aku memeluk dokter, dokter tidak cegukan kan?. Shi On menggeleng dan menjawab. Tidak. In Hae jadi penasaran bagaimana perasaan Shi On saat cegukan?

Shi On berpikir lalu menggambarkan perasaannya, “Rasanya seperti menonton Timnas kita sedang adu penalti di Piala Dunia. Atau seperti mencapai lantai paling atas saat naik lift yang bisa melihat keluar. Atau seperti mencium aroma parfum saat sedang makan es krim coklat.” (Hmm,, berdebar-debar campur bahagia nih)

Wajah In Hae makin kusut, “Pertama… Siapa nama wanita sialan itu?” Shi On protes, Wanita sialan? Apakah In Hae sedang mengumpat? In Hae mengulangi pertanyaan tanpa mengumpat, “Jadi, katakan padaku siapa wanita itu?” Shi On bungkam, sepertinya dia tidak ingin mengatakannya pada In Hae.

In Hae memaksa Shi On mengatakannya, dia merasa bisa gila karena hal ini. Setelah Shi On bercerita sejauh ini, Shi On tidak ingin mengatakan siapa wanita itu? In Hae akhirnya menyerah dan akan mengetahuinya nanti saja.

Dengan lemas In Hae berkata, “Itu artinya Dokter menyukai wanita itu” Shi On bingung, “Menyukainya?” In Hae terlihat makin bĂȘte, “Ya, sebagai wanita. Sebagai lawan jenis.

“Itu gejala umum ketika kita berada di dekat orang yang kita suka. Tapi tak bisakah dokter beritahu aku siapa wanita itu?” Shi On tetap memilih diam.

Saat sedang memikirkan kata-kata In Hae Shi On mendengar sebuah nyanyian yang sangat merdu. Shi On bergegas mencari asa sumber suara itu.

Nyanyian itu berasal dari TV di ruang bermain anak, dimana para anak-anak sedang menonton Lee Kyu Hyun, seorang penyanyi cilik bersuara emas. Mereka mengagumi Lee Kyu Hyun yang sedang dibina untuk paduan suara di Jerman dan belajar di luar negeri. Anak-anak merasa iri karena Lee Kyu Hyun tidak perlu bekerja keras belajar bahasa Inggris. Mereka merasa Lee Kyu Hyun sangat beruntung.

Ketua geng anak berkata, bahwa dia pun bisa menyanyi seperti Lee Kyu Hyun, saat akan memulai menunjukan bakatnya, penampilannya harus tertunda karena Shi On datang dan mendahuluinya untuk bernyanyi. Anak-anak jadi heran melihat Shi On, mereka bertanya apa yang sedang dilakukan Shi On?

Bukannya menjawab, Shi On malah bertanya apakah anak yang menyanyi itu terkenal? Anak-anak membenarkan, belum lama ini, dia sering muncul di TV.

Ketua geng kembali mencoba menunjukkan bakatnya dan menyanyikan lagu yang dinyanyikan Kyu Hyun dengan suara cemprengnya, tentu saja itu sangat memekakan telinga. Hingga semua orang menutup telinga dan Perawat Jo berkomentar, “Suara berisik apa ini? Suaranya seperti babi yang lehernya dipelintir” Anak-anak jadi tertawa mendengar perumpamaan dari Perawat Jo, sementara ketua geng cemberut dan melarang tema-temannya untuk tertawa.

Shin On memperdengarkan nyanyian Lee Kyu Hyun pada Eun Ok dan memintanya mendengarkan baik-baik nyanyian itu dengan menutup mata. “Suaranya merdu kan? Bukan kah rasanya seperti berada di surga?”  Shi On meminta Eun Ok untuk melukiskan wajah ibunya sambil mendegarkan nyanyian itu dan dia pun akan melukiskan wajah ibunya di pikirannya.

Yoon Seo bertanya apakah Kim Do Han tidak akan datang ke pesta penyambutan Park Shi On? Tidak, dia sudah ada janji. Yoon Seo tetap berharap, setelah urusan Kim Do Han selesai dia akan  datang. Kim Do Han hanya tersenyum dan menyuruh Yoon Seo untuk bersenang-senang.

Lalu Kim Do Han mengeluarkan Credit Card nya dan memberikannya pada Yoon Seo dan menyuruh YoonSeo untuk minum yang banyak karena dia sudah tidak lama minum. Yoon Seo dengan senag hati menerimanya, walau pun tidak bisa datang, Kim Do Han lah yang akan mentraktir pesta penyambutan Shi On.
Yoon Seo mengatakan, jika dia sengaja tidak memberitahu dr. Go. Kim Do Han mengerti dan tidak bicara apa pun. Kim Do Han pamit untuk pergi, sebelum pergi, Yoon Seo menyela, “Profesor, Setelah pestanya berakhir, Bagaimana jika kita biarkan Park Shi On menjalani residensi secara normal? Bukan yang seperti sekarang.”

Kim Do Han menatapa dingin pada Yoon Seo, “Hanya karena kita membiarkannya, bukan berarti sudah berakhir. Aku tetap tak berubah pikiran.” Yoon Seo sadar, Kim Do Han belum bisa menerima keberadaan Shi On sepenuhnya.

Kim Do Han menemui WaPresdir Kang. Tanpa basa basi dia bertanya tentang cerita yang akan mebuatnya senang mendengarnya. WaPresdir Kang pun tidak berbelit-belit, dia mengatakan rencananya, “Aku berencana membuat Departemen Pediatri menjadi Departemen utama di RS kita. Departemen Pediatri hampir tak bisa bertahan seperti saat ini”

Kim Do Han tidak langsung percaya, karena menurutnya itu adalah hal yang cukup sulit. WaPresdir Kang meyakinkan, bahwa dia berencana membuat Departemen Pediatri terbebas dari  segala kekurangan tenaga kerja dan masalah keuangan. Mungkin itu terlalu idealis, tapi WaPresdir Kang mengingatkan Kim Do Han, dia adalah seorang pebisnis. Seorang pebisnis tak akan tertarik jika tidak ada kemungkinan.

Kim Do Han masih tak habis pikir, bukan kah itu semua tidak diinginkan oleh pihak WaPresdir Kang? Dengan penuh senyuman di bibirnya Kang Tae Hyun hanya berkata, “Aku tak berpihak. Itu hanya sebuah proses untuk memisahkan permata dari batu.”

Setelah menikmati minuman mereka WaPresdir Kang mengingatkan, “Profesor Kim, Sekarang kita berada dalam tim yang sama. Ada seorang investor Andal yang bisa memperkuat tim kita. Yang terpenting, investor ini menaruh kepercayaannya... dan Anda, Profesor Kim.”

 
Karena Shi On ingin minum, jadi Yoon Seo mengadakan pesta penyambutan Shi On di tempat langganannya juga Kim Do Han milik Samchoonya para mahasiswa kedokteran. Yang hadir di pesta penyambutan ini hanya Shi On, Yoon Seo, Jin Wook dan tambahan Perawat Jo dan Kepala Perawat.

Setelah bersulang untuk Shi On, Kepala Perawat bertanya apa tidak masalah jika dia dan perawat Jo ikut serta dalam pesta itu? Yoon Seo berkata mereka itu satu keluarga jadi jangan sungkan^^ Perawat Jo menyukai ide satu keluarga itu, dia sangat menantikan acara-acara seperti ini.

Shi On diminta untuk mengucap sepatah dua patah kata dalam pesta penyambutan ini, tapi yang keluar dari mulutnya adalah, “Itu Hidangan Keong” karena dia melihat Samchoon membawa hidangan keong, telak saja mereka semua tergelak mendengar reaksi spontan Shi On. Ini pertama kalinya di sebuah pesta penyambutan... seseorang berkata "Itu hidangan keong."

Samchoon bertanya kemana yang lain? Jin Wook beralasan mereka sibuk karena tugas jaga di RS, tapi perawat Jo tahu, jika mereka semua tak datang karena tidak suka pada Shi On. Samchoon bernostalgia jika 7 atau 8 tahun lalu pesta penyambutan Dokter Residen Departemen Pediatri selalu ramai. Yoon Seo menyanggah, itu sudah sangat lama. Sekarang ini yang mendaftar di departemen Pediatri hanya orang bodoh, karena keberadaan Departemen Pediatri tidak sepopuler dulu.

Jin Wook mengeluh, dia tidak bodoh. Apa Yoon Seo tidak tahu jika departemen Toraks sangat menginginkan dirinya. Yoon Seo minta maaf dan sangat bangga karena Jin Wook memilih menjadi juniornya.

Kepala Perawat membesarkan hati para dokter ini, “Walau tak banyak Dokter di Departemen kita, kalian adalah Dokter terpilih. Dr. Kim, Dr. Cha, and Dr. Han.”

Perawat Jo menambahkan, “Dan juga Dr. Park” Shi On menoleh dan bertanya, “Apa kau memanggilku?” karena sejak tadi Shi On sibuk dengan hidangan keongnya. Perawat Jo malah jadi merasa tidak enak karena sudah mengganggu acara makan Shi On, dan memintanya kembali melanjutkan makan.

Di dalam taksi, Kim Do Han kembali memikirkan kata-kata WaPresdir Kang padanya, “Aku tahu sulit bagi Anda untuk mengambil keputusan. Namun, demi Direktur, Departemen Choi, dan para dokter di sana, Kuharap Anda mempertimbangkannya.”

Kim Do Han pun meminta supir taksi untuk mengantarkannya ke RS, bukan pulang ke rumah.

Kim Do Han datang ke tempatnya Samchoon untuk mencari pada dokter Pediatri, sayang nya dia terlambat. Samchoon berkata mereka sepertinya melanjutkan ronde ke-2 di tempat lain. Dimanakah tempat nya?

Karoke. Yoon Seo menyanyi dengan gila-gilaan di tempat karoke. Kemudian dia bertanya siapa giliran selanjutnya setelah selesai menyanyi. Shi On menawarkan diri dengan sukarela dan mulai bernyanyi. Yoon Seo masih saja gila, karena dia malah ikut berjoged-joged di samping Par Shi On saat hobae nya itu menyanyi dengan lantang. Jin Wook dan yang lainnya pun terbawa gila-gilaan oleh Yoon Seo da Shi On.

Tanpa mereka sadari, Kim Do Han mengintip kegiatan karoke mereka dari balik celah jendela di ruang karoke itu. Kim Do Han tersenyum kecil melihat tingkah para anak buahnya. Namun dia mengubah senyumnya menjadi tatapan miris. Bagaiamana nasib mereka jika Departemen Pediatri ditiadakan?

Kim Do Han pun pergi tanpa sepatah kata. Berniat pergi diam-diam, ternyata Yoon Seo menyadari kehadirannya, “Profesor?" Kim Do Han tak bisa lagi menghindar, dia sudah tertangkap basah.

Kim Do Han dan Yoon Seo pun berbicara di taman.  "Kupikir kau tak akan datang, kenapa kau datang?” Dengan jaim, Kim Do Han berkata, dia datang hanya untuk mengecek seberapa banyak Yoon Seo menggunakan kartunya. Yoon Seo berkelakar, bahwa dia menggunakan kartunya sampai mencapai batasnya. Kim Do Han tersenyum kecil, dia tau itu tidak benar.

“Yoon Seo-ya” Kim Do Han menanggil, Yoon Seo jadi canggung karena tak biasanya Kim Do Han memanggilnya langsung dengan namanya seperti itu.

Kim Do Han melontarkan sebuah pertanyaan, dan dia ingin Yoon Seo menjawabnya dengan jujur, “Apa aku tampak bijaksana?” Yoon Seo menjawab sambil tesenyum, “Kau tampak begitu bijak, hingga nyaris menjengkelkan.”

Yoon Seo heran mengapa Kim Do Han bertanya hal seperti itu. Kim Do Han hanya ingin mendengar penilaian dari Yoon Seo, maksudnya dari seorang teman dekat. Kim Do Han kemudian berkata, “Tak apa jika kau membantahku, Atau jika kau membuat kesalahan. Tapi tetaplah mempercayaiku seperti sekarang.”

Yoon Seo makin heran ada apa dengan Kim Do Han, “Kenapa kau tiba-tiba menjadi seperti ini?”

Kim Do Han tidak menggubris, dia meminta satu hal lagi dari Yoon Seo, “Bisakah kau berhenti bicara seperti tentara? Memangnya kau tentara wanita?”

Yoon Seo menjadi merasa kesal dibuatnya, dia sudah berbicara selama 10 tahun dengan nada seperti itu, bagaimana bisa dia mengubahnya dalam sekejap mata. Kim Do Han memaksa, “Jika kusuruh mengubahnya, maka ubahlah!” dan lagi-lagi Kim Do Han mengejek Yoon Seo, “Mendengar Hobae- tuaku bicara seperti itu membuatku terganggu”

Yoon Seo kian meradang. “Kau bilang aku tua?” Kim Do Han malah semakin senang mengerjai Yoon Seo dan memaksanya untuk mengubah nada bicaranya. Dengan kesal Yoon Seo akhirnya berkata, “Aku akan mengubahnya, karena aku benar-benar marah” Namun pada akhirnya keduanya saling tertawa.

“Profesor juga sebentar lagi berumur 40 tahun” Yoon Seo mengingatkan. Kim Do Han tampak aget dan bertanya, “Sejak kapan kau jadi begitu dewasa?” Yoon Seo hanya tertawa, sementara Kim Do Han tetap memaksanya untuk mengubah gaya bicara tentaranya. Keduanya saling berbagi tawa sekali lagi.

Lee Kyu Hyun, si penyanyi cilik bersuara emas, sedang berlatih menyanyi. Kyu Hyun menyanyi dengan sangat merdu, tapi ibunya sama sekali tidak tampa puas dan bangga pada Kyu Hyun. Saat Kyu Hyun melakukan kesalahan, ibunya malah menatapnya semakin tajam dan penuh kekesalan.

Gurunya meminta Kyu Hyun untuk serius dan akan memainkan piano nya dengan pelan-pelan agar Kyuh Hyun tidak terburu-buru. Tapi Kyuh Hyun lagi-lagi salah. Ibunya menjadi geram, “Lee Gyu Hyun, jika kau terus seperti itu, hanya akan mempermalukan dirimu sendiri di Jerman.”

Kyu Hyun mencoba berlatih menyanyi sekali lagi, tapi suaranya mulai berbeda dan Kyu Hyun mulai batuh-batuk hingga dia menungguk di lantai dan terus terbatuk-batuk.

Ibunya tetap memaksanya untuk berlatih dan menyuruhnya berdiri. Tapi batuk Kyu Hyun semakin parah, setelah cukup lama, ibunya baru sadar ada yang salah dengan putranya.

“Kyu Hyun, apa yang salah?” teriak sang ibu panik sambil menghampiri  putranya. Kyu Hyun mencoba menatap ibunya dan mengatakan, “Tenggorokanku… Rasanya sakit” Ibu Kyu Hyu menjadi sangat panik karena hal tersebut.

bersambung ke part-2

Komentar:
Hahay~~~ kayaknya aku mulai ingin menjadi shipper Do Han-Yoon Seo nih,, mereka berdua kok so sweet ya, kalo lagi becandaan kaya gitu, sering-sering aja bu dokter dan pak dokter saling bercandaan kayak gitu. Chae Kyung~~~ kelaut aja sana,,, hahahaha…

Tapi… perasaan Shi On semakin berkembang nih buat Yoon Seo, akan kah pada akhirnya berbalas? Ataukah Yoon Seo tetap menganggap Shi On sebagai adiknya aja? Kesian juga liat reaski patah hati In Hae pas Shi On curhat, cita segilima yang belibet nih~~ antara:
Chae Kyung~Kim Do Han~ Yoon Seo~Shi On~ In Hae >.<  Siapa yang bakal jadi couple ya?

Rencana WaPresdir Kang bikin kaget semua orang nih, apa ya sebenernya tujuan WaPresdir Kang dan Pria misterius merangkul Kim Do Han dan Direktur, apa dia benar-benar berkoalisi dengan  Chae Kyung, atau hanya bermuka dua saja. Benar-benar misterius nih si Pria misterius nya, apa tujuannya ya? Pure bisnis kah? Atau memang ada dendam pribadi ya?

Kyu Hyun si penyanyi, suaranya beneran bagus itu >.< Ada yang tau lagu yang dinyanyikan Kyu Hyun itu lagu apa? Kayaknya sering dengar, tapi dimana ya??

Note: harap tidak menanyakan lanjutan sinopsis Good doctor di postingan yang tidak ada hubungannya dengan Good Doctor ya? karena aku merasa tidak nyaman dengan hal itu, jika ingin bertanya, bisa bertanya di chatbox atau postingan yang berhubungan dengan Good Doctor. Gomawo ~~^^

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
Thanks to idlf.us for Indosubs
Image by Deekutudrama

20 komentar:

  1. Kyaknya klo ga ad chae kyung do han udh jdian sma yon seo org dket bgitu smp do han ngsih krtu kreditnya. Dan mreka pham kebiasaan stu sma lain...

    BalasHapus
  2. nah looo shi on curhat ama in hye. untung in hye nya cepat tanggap, in hye nya sesuatu dech

    vi808

    BalasHapus
  3. Hahha iya Irfa sweet yah Do Han sm Young Seo... klo lagi becandu.. aq bca sinop sama lihat Piku2 nya jadi senyum2 sendiri hehheh :)

    Fighting Part 2

    BalasHapus
  4. Wow,ternyata udah ada aja sinop eps.8,walaupun baru part 1....
    Awalnya males pas baca judul drama inu,soalnya pasti ribet,ngejlimet,ruwet,dll,tapi ada joo woon...ternyata emang benar2 seruuu,bikin penasaran terutama kelanjutan kisah shi on + yoon seo...
    Daebak! Ditunggu kelanjutannya ya...
    Thanks

    BalasHapus
  5. Wow,ternyata udah ada aja sinop eps.8,walaupun baru part 1....
    Awalnya males pas baca judul drama inu,soalnya pasti ribet,ngejlimet,ruwet,dll,tapi ada joo woon...ternyata emang benar2 seruuu,bikin penasaran terutama kelanjutan kisah shi on + yoon seo...
    Daebak! Ditunggu kelanjutannya ya...
    Thanks

    BalasHapus
  6. mb irfa kapan part 2 nya??

    BalasHapus
  7. Irfa eonnie, gomawo, ditunggu part 2 nya...

    BalasHapus
  8. seneng banget ama drama ini, semangat ya nulisnya......
    aq tunggu kelanjutannya :)

    BalasHapus
  9. seneng banget ama drama ini, semangat ya nulisnya......
    aq tunggu kelanjutannya :)

    BalasHapus
  10. Saya sudah sering baca d buku sinopsis tapi baru kali ini kasih komentar..
    Makasih bagt ya udh buat tin sinopsis2 drama korea nya...
    Dan semangat untuk part 2..akan selalu d nanti pasti nya..

    BalasHapus
  11. Do han & yoon seo kyknya saling suka ya? Chae kyung 'jutek' sana pergi jauh jauh hush hush...........

    _yulfi_

    BalasHapus
  12. Wow great.. I like this drama sooooo muach
    ..haha

    BalasHapus
  13. in hae .... kaciiiiaaannn masiii kecil ajh udh bisa patah hati ..hee

    iya siihhh lebih cocok do han + yon seo ...
    tapi, kasian klo liat shi on patah hati..

    lanjut sinopnya..
    gomawooo

    BalasHapus
  14. moon chae won kelihatan agak gendutan n chubby yah di drama ini ^^

    BalasHapus
  15. Ditunggu kelanjutannya... makin penasaran euy

    BalasHapus
  16. Gomawo,, ditunggu kelanjutan sinopsis part 2 ^^

    BalasHapus
  17. eonnie gumawo..
    ditunggu kelanjutannya

    BalasHapus
  18. ini do han kenapa dia gak gabung aja sama dr go

    BalasHapus
  19. apa c' judul lagu yg dinyanyi'in khu hyun ??

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkomentar^^ tapi jika hanya ingin bertanya kapan lanjutannya dan mana part selanjutnya, sebaiknya jangan berkomentar, karena itu sangat menggangguku. Harap menunggu dengan sabar >.<