[Recaps] Nine Episode 16


Young Hoon menemui Sun Woo yang sedang berdoa di gereja sambil berlinang air mata. Sun Woo berkata, “Aku tidak pernah berdoa, tapi aku pikir yang aku lakukan sudah benar. Apakah Dia akan mengerti?”  Young Hoon sedih melihat kondisi Sun Woo, Young Hoon memeberitahunya jika Jung Woo sudah meninggal 30 menit yang lalu. Sun Woo tidak berkata apa-apa, hanya saja,,, air matanya menjadi semakin banyak. Bahkan dia sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari salib yang ada di gereja.


Kim Yoo Jin dan Min Young menangisi mayat Jung Woo yang baru di keluarkan dari ruang ICU. Kim Yoo Jin sangat terpukul dengan kematian suaminya. Sementara Min Young terlihat tertekan. Kim Yoon Jin sempat terjatuh melepaskan mayat suaminya, dia tak punya tenaga lagi menghadapi semua ini. Min Young berusaha menguatkan Ibunya. Kim Yoo Jin masih tak bisa menerima dan tak percaya bahwa suaminya akan meninggal seperti ini.


Young Hoon mengatakan dia tidak sempat menelpon Sun Woo karena semuanya terjadi sangat tiba-tiba. Kakak Ipar Sun Woo sekarang tidak dalam keadaan yang baik, sepertinya Sun Woo lebih baik segera mengurus pemakaman Jung Woo. Sun Woo masih tak berkutik. Young Hoon memahami sahabatnya itu. DIa ikut duduk di deretan kursi sebrang yang ada di gereja itu. Dia ikut berdoa bersama Sun Woo, dan memejamkan matanya.

Saat Young Hoon sedang berdoa, Sun Woo menatap sahabatnya itu, kemudian dia kembali menatap salib di gereja itu, tapi kini dengan pandangan yang berbeda. Saat Young Hoon membuka matanya selesai berdoa, Sun Woo sudah tidak ada di kursinya. Young Hoon kebingungan, dia berbalik ke belakang dan melihat Sun Woo yang sedang berjalan keluar sambil menahan amarah. Young Hoon jadi ketakutan dan mengejar Sun Woo.

Sun Woo masuk kedalam mobilnya dengan menyimpan semua kebenciannya. Dia mulai membelokan mobilnya. Young Hoon datang menghadangnya saat Sun Woo akan mejalankan mobilnya. Young Hoon membuka pintu mobil Sun Woo dan bertanya Sun Woo mau kemana sebenarnya? Dia bahkan bisa berjalan kaki untuk sampai ke RS. Sun Woo tidak menjawab. Young Hoon tahu Sun Woo akan menemui Choi Jin Chula pa yang akan Sun Woo lakukan padanya?

Sun Woo bilang dia akan membunuhnya. Young Hoon sudah menduganya. Sun Woo berkata, agar Young Hoon tidak perlu khawatir, dia tidak akan membunuhnya di masa sekarang. Dia sudah dipecat karena skandalnya, dia tidak akan berbuat lebih buruk. Sun Woo meminta Young Hoon untuk tidak menghalanginya, tentu saja Young Hoon tidak sudi.

Young Hoon malah menarik Sun Woo keluar dari mobilnya dan menampar wajahnya, “Kau berdoa semalaman, dan yang kau pikirkan adalah rencana pembunuhan? Dasar Bodoh!” Young Hoon kesal dan merebut tempat dupa Sun Woo.Young Hoon berkata, Sun Woo menjadi di luar kendali karena dupa itu. Dupa itulah yang membuat Sun Woo menjadi gila. 

Sun Woo menjadi marah karena tindakan Young Hoon, dan memintanya mengembalikan dupa itu padanya. Saat Young Hoon berlari mebawa dupa itu ke dalam gereja, Sun Woo mengejarnya dengan aura pembunuh, bahkan jika nekat, Sun Woo bisa saja melukai Young Hoon demi merebut kembali dupa itu.

Young Hoon berlutut di depan salib, sambil menggenggam tempat dupa itu. Young Hoon mendengar suara Sun Woo yang masuk. Young Hoon berkata pada Sun Woo, mereka harus melenyapkan dupa itu seperti yang Sun Woo bilang, supaya Choi Jin Chul tidak bisa memilikinya. Tapi jika Sun Woo masih menyimpan dupa tersebut, Sun Woo malah akan merusak hidupnya. Lebih baik mereka menguburnya hingga lapuk agar tidak ada yang bisa menggunakannya.

Masih dengan nada marah, Sun Woo meminta Young Hoon mengembalikan dupa itu padanya (Ini agak serem ya liat Sun Woo kayak gitu,, serem sekaligus kasihan sih sebenernya) Young Hoon mengingatkan Sun Woo, dupa itu hanya membawa ketidak bahagiaan bagi Sun Woo.

“Kau membuang semuanya untuk menyelamatkan Jung Woo. Apa yang kau dapat setelah segalanya? Akhirnya dia bunuh diri. Jung Woo akan meninggal dengan bahagia di Himalaya. Setidaknya dia memiliki harapan sampai di akhir hayatnya. Bayangkan apa yang harus dia rasakan ketika dia  memberi dirinya suntikan terakhir itu.”

Sun Woo tak berani bicara, dia sadar Young Hoon benar, tapi kemarahan, rasa frustasi dan emosi berlebihan juga menguasainya. Dia masih punya keinginan untuk kembali ke masa lalu dan membunuh Choi Jin Chul.

Yung Hoon mengeluarkan dupa itu dari wadahnya dan memegangnya melintang sambil menghadap salib. “Jangan salahkan Choi Jin Chul atas semua yang terjadi. Tapi Salahkan dupa ini. Jika ini adalah kutukan, maka Tuhan akan membantu kita untuk melenyapkannya”

Young Hoon menghadapkan dupa itu ke rah salib dan memegangnya erat. Tapi tiba-tiba saja dupa itu menghilang dari tanga Young Hoon, begitu pula dengan tempat dupanya. Young Hoon kaget melihat dupa yang tiba-tiba menghilang di hadapannya.

Young Hoon hanya bisa melongo bengong saat menyadari dupa telah hilang dari tangannya. Sun Woo penasaran apa yang terjadi. Young Hoon berbalik menghadap Sun Woo dan dupa itu sudah tidak terlihat lagi di tangannya. 

Young Hoon mencari dupa itu di lantai, Sun Woo pun datang dan ikut mencarinya. Young Hoon bertanya apa yang sebenarnya terjadi, kemana dupa itu pergi? Young Hoon menatap Salib di hadapannya dia bertanya pada diriya sendiri, apakah Tuhan yang telah mengambilnya. Sun Woo terpaku, dia tidak mengerti apa yang terjadi, tapi dia pun ikut menatap salib tersebut. Benarkan Tuhan yang telah mengambilnya?

Keesokan harinya, 24 April 2013 Jam 10 pagi.

Sekre Kim melaporkan keberadaan Park Sun Woo yang terus berada di RS sejak kematian Jung Woo. Dia sama sekali tidak pulang ke rumah dan berada di ruang pemakaman semalaman. Mereka akan mengadakan upacara pemakaman di gereja besok siang,  Park Sun Woo tidak akan pernah sendirian, akan sulit untuk mendekatinya.

Choi Jin Chul melihat laporan isi sms dan telepon Park Sun Woo. Sekre Kim hanya baru memeriksa sms yang terjadi di malam Park Sun Woo diserang. Hanya ada satu sms aneh yang mengatakan yang dikirimkannya pada Han Young Hoon, bahwa setelah 30 menit semuanya akan kembali normal. SMS itu dikirim 30 menit sebelum dia ditusuk. Lalu ada sebuah sms yang masuk setelah penusukan itu yang menyebut nama Choi Jin Chul. Itu juga sms dari Han Young Hoon yang mempertanyakan tentang Ambisi menjijikan dari Choi Jin Chul, apakah Park Sun Woo tahu Choi Jin Chul akan mengetahui tentang dupa itu?

Choi Jin Chul, bingung. Dupa? Dupa apa maksudnya? Sekre Kim juga tidak tahu karena Park Sun Woo tidak membalas pesan tersebut. Choi Jin Chul kembali mengingat pertanyaan pada Sun Woo apakah dia punya mesin waktu? dan Sun Woo menjawab  iya tanpa ragu-ragu. Apakah Sun Woo benar-benar punya mesin waktu, dan dupa itu… apakah itu mesin waktunya?

Sekre Kim mengatakan akan sangat sulit melacak semua pesan dari ponselnya. Itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Sekitar 3 hari. Choi Jin Chul langsung ngamuk. Bagaimana bisa selama itu, jika dia harus menunggu selama 3 hari, bisa-bisa dia sudah mati. Sekre Kim bingung dengan perkataan bosnya itu. Choi Jin Chul mengingat ancaman Sun Woo yang akan kembali ke masa lalu dan membunuhnya. Choi Jin Chul jadi semakin ketakutan.

Choi Jin Chul bergunam Sun Woo tidak akan beraksi hari ini karena pemakaman. Tapi dia akan segera bertindak setelah pemakaman selesai, dan semuanya berakhir untuk hidupnya. Dia memerintahkan sekre Kim untuk mencari tahu tentang Dupa itu hari ini juga. Apa maksud dari Dupa itu dan dimana keberadaannya. Sekre Kim yang melihat kepanian atasannya langsung mengiyakan. Choi Jin Chul menggunamkan kata itu, “Dupa” apakah itu mesin waktunya?

Di Upacara pemakaman, Sun Woo bersama Min Young dan ibunya meyambut paa tamu yang datang dengan wajah berduka dan lelah. Saat tidak ada tamu, Sun Woo mengatakan agar kakak iparnya beristirahat saja. Tapi Kim Yoo Jin sama sekali tidak bereaksi, jiwanya seolah tidak berada di tubuhnya. Sun Woo meminta Min Young untuk membawa Ibunya beristirahat. Min Young juga tadinya adak lingusng namun akhirnya dia sadar dan membimbing ibunya untuk beristirahat.  Sun Woo menatap foto kakaknya. Apakah dengan ini segalanya telah berakhir?

Direktur Oh datang untuk memberikan penghormatan. Sun Woo menyambutnya, dia senang melihat direktur bisa datang. Direktur baru saja selesai rapat. Dia benar-benar merasa kaget mendengar apa yang terjadi, apalagi Jung Woo meninggal tidak lama setelah Sun Woo dan Min Young berhenti. Direktur menanyakan Min Young, Sun Woo berkata Min Young sedang mengantar ibunya beristirahat. Direktur mengerti. Dia mengabarkan tentang hukuman yang akan diterima Choi Jin Chul, dia akan berakhir di penjara, kehidupan sosialnya telah mati dan semua itu akan diputuskan pada sidang hari ini.

Direktur bertanya apakah ada yang bisa dia lakukan lagi? Sun Woo bilang tidak ada, Direktur jadi merasa tak enak dan bertanya apakah Sun Woo membencinya karena kejadian ini? tentu saja tidak. Sun Woo mengatakan dia tidak akan segan meminta bantuan jika memang membutuhkannya.  Sun Woo berkata, bahwa beberapa rekan CBM pun sudah datang, dan direktur bisa makan bersama mereka. Direktur mengerti dia pamit pada Sun Woo.

Sun Woo menyambut tamu lain, Young Hoon datang dan memanggilnya. Young Hoon  bertanya apakah dupa itu kembali? Sun Woo bilang, “Tidak” Young Hoon merasa memang Tuhan lah yang mengambilnya untuk mencegah Sun Woo berbuat dosa. Awalnya Young Hoon sangat cemas, tapi dia lega sekarang. Jung Woo dan Dupa itu seharusnya memang sudah tidak ada. Sun Woo yang membawa mereka dari masa lalu. Tuhan mengambilnya karena ingin mereka hidup dan menerima kenyataan saat ini.

Sun Woo menatap Young Hoon dan bertanya, “Apakah Kau percaya dengan campur tangan Tuhan? Sebut aku Atheis, tapi dibanding campur tangan Tuhan, aku lebih percaya pada niat buruk manusia” Maksudnya? Young Hoon ajdi bingung. Sun Woo yakin, dia kehilangan dupa itu 20 tahun yang lalu. Dia tidak tahu siapa yang mengambilnya, tapi yang jelas bukan Choi Jin Chul. Karena jika Choi Jin Chul yang mengambilnya Sun Woo sudah tidak akan hidup hingga hari ini.

Sun Woo mengingat keinginan Choi Jin Chul untuk membunuh Sun Woo di masa lalu jika dia bisa kembali ke masa lalu. Dan Sun Woo benar, memang ada orang yang mengambil Dupa itu dari kotak penyimpanan Sun Woo muda saat dupa itu menghilang dari tangan Young Hoon. Siapa yang mengambilnya? Dia harap orang yang mengambilnya membuang dupa itu saat bersih-bersih sehingga tidak akan ada yang menyalahgunakannya.

Young Hoon jadi pusing dengan semua ini. Semuanya sudah diluar kendali. Tapi dia cukup tenang karen Dupa dan Jung Woo sudah mengilang dari kehidupan mereka. Karea mereka seharusnya tidak ada. dan dupa itu kembali pada Jung Woo, karena sejak awal dupa itu miliknya. Jadi semua fantasi mereka akan berakhir sampai disini. Tapi Sun Woo tidak yakin jika semuanya telah berakhir.

Min Young menatap foto Jung Woo sambil menangis. Dia mengingat perbincangan terakhirnya dengan sang Ayah di telepon. Malam itu Min Young sedang merenung tiba-tiba dia mendapat telepon dari Ayahnya. Dengan gugup dan bertingkah ceria Min Young mengangkatnya. Jung Woo menyapa Min Young menanyakan kabarnya. Min Young meminta Jung Woo segera datang ke Jepang untuk bergabung bersama dia dan ibunya. Jung Woo bilang dia harus mempersiapkan operasi dulu. Jung Woo menanyakan kabar istrinya, Min Young berkata Ibunya sedang kecanduan pergi ke spa, dia sangat senang berada di tempat itu. Jung Woo merasa lega dengan hal itu.

Jung Woo mengucapkan terimakasih pada Min Young yang telah memilihnya sebagai Ayah walau pun dia tidak layak. Min Young ingin menangis mendengarnya tapi dia menahan tangisannya. Tanpa Min Young tahu, saat itu Jung Woo sudah mempersiapkan surat  perminta maaf-an pada Sun Woo. Malam itu adalah malam dimana Jung Woo memilih mengakhiri hidupnya yang dia pikir sudah sangat memalukan.


Sun Woo datang dan melihat Min Young yang sedang menangis di depan foto Jung Woo. Hatinya ikut juga teriris melihat tangisan Min Young. Dia tahu gadis itu, mungkin bahkan lebih sedih dari dirinya. Min Young menoleh pada Sun Woo dan mencoba menghapus air matanya. Dia tak bicara pada Sun Woo. Dia hanya melihat Sun Woo sebentar, lalu kembali berbalik menatap foto Jung Woo.

Sun Woo pergi mendekati Min Young. Tanpa menatapnya, Sun Woo bertanya dimana Kakak Iparnya? Min Young bilang Ibunya sedang berbaring. Lalu mengapa Min Young tidak ikut istirahat saja, hanya perlu satu orang untuk menyambut tamu di acara pemakaman ini. (Oalaaah… saking nggak maunya nih Sun Woo ditinggal berdua sama Min Young) Min Young tidak menjawab. Sun Woo memberitahu jika tadi direktur datang. Min Young bilang dia sudah melihatnya. Lalu mereka berdua saling terdiam.

Min Young berkata pada Sun Woo, bahwa dia menyesal karena telah mengambil keputusan yang salah. Saat itu dia berpikir bahwa dengan jalan ini, hanya cukup Min Young yang akan terluka dan dia bisa menahan semuanya. Dia tidak pernah berpikir jika Ayahnya akan melakukan hal ini. Mungkin Sun Woo benar mengembalikan semuanya ke awal dan membuat semua orang bahagia adalah yang terbaik. 

Apakah Sun Woo bisa mengembalikan semuanya ke awal? Sun Woo bilang semuanya sudah terlambat, dia tidak memiliki dupa itu lagi. Min Young kaget, bukan kah masih ada satu dupa lagi? Tidak sekarang sudah tidak ada lagi. Min Young tampak sangat menyesal mendengar hal itu.

Sun Woo mencoba menghibur Min Young, “Hidup Kakakku penuh dengan kontradiksi. Aku ingin memperbaikinya namun tidak berhasil. Ini bukanlah salahmu.” Min Young tak bisa bicara apapun lagi. Meskipun Sun Woo berkata seperti itu, dia tetap merasa bersalah karena Jung Woo akhirnya memutuskan bunuh diri.

Choi Jin Chul sedang menghadiri sidangnya saat dia mengingat sesuatu tentang Dupa. Dia menerima dupa itu 20 tahun lalu dari polisi korup yang disuapnya. Polisi itu mendapatkan dupa itu dari Ahjuma pembantu rumah Sun Woo yang mengatakan bahwa dia membutuhkan barang itu untuk penyelidikan. Ahjuma mengambil tempat Dupa itu dari kamar Sun Woo remaja saat dia tertidur, dan memberikanya pada si polisi korup.

Polisi korup memberikan dupa itu pada Choi Jin Chul di tahun 1993, dia berkata itu adalah satu-satunya bukti utuh yang tertinggal di TKP. Dia takut ini membahayakan mereka, jadi dia mengambilnya dari Sun Woo. Di Tahun 2013, Choi Jin Chul kaget mengingat semua itu, terutama tentang Dupa itu dan juga tulisan yang ditulis Sun Woo remaja di catatan yang ada bersama tempat dupa, “Ada sidik jariku di atasnya. Bukan milikku jadi pasti itu milikmu. Aku akan menjaganya dengan baik selama 20 tahun. Tapi kenapa kau tidak datang menemuiku? Jika kau adalah aku, kau akan menjadi orang yang menepati janji.”

Saat itu Choi Jin Chul tidak mengerti apa maksud tulisan di catatan itu, tapi sekarang dia mengerti. Park Sun Woo benar-benar bisa kembali ke masa lalu, dia bahkan menemui masa lalunya. Apakah Dupa itu yang dimaksud Sun Woo? Dupa yang menjadi mesin waktunya untuk kembali ke masa lalu? Choi Jin Chul terus mengingat dimana dia menyimpan Dupa itu, dia yakin dia tidak membuangnya. Saat itu Choi Jin Chul menyimpannya di laci meja kerjanya.

Saat menerima vonis hukuman 10 tahun penjara, Choi Jin Chul bukannya kaget karena vonis itu, tapi dia kaget karena akhirnya bisa mengingat dimana dia bisa menemukan dupa itu. Demi untuk bisa menggunakan dupa itu, tentu saja Choi Jin Chul harus keluar dari ruang persidangan ini dulu. Choi Jin Chul pun pura-pura kena seragan jantung saking kagetnya. Persidangan pun menjadi ricuh. Choi Jin Chul di larikan ke Rumah sakit dengan ambulans

Di dalam Ambulans Choi Jin Chul yang pura-pura pingsan tiba-tiba terbangun. Dia meminta Sekre Kim untuk menghubungi Dr. Kim untuk memberitahunya bahwa dia butuh perawatan. Choi in Chul juga menyuruh Sekre Kim untuk mencari sebuah wadah logam dengan Cap Polisi di atasnya di gudang penyimpanan arsip RS Myung See.

Bum Suk memberitahu Sun Woo tentang Choi Jin Chul yang tiba-tiba pingsan saat vonis dijatuhkan. Dia yakin Choi Jin Chul pura-pura. Saat ini dia sedang dilarikan ke RS Bum Suk akan menghubungi Sun Woo lagi setelah tahu detail lebih lanjut. Sun Woo mengingat kata-kata Choi Jin Chul yang akan mencari tahu tentang dupa itu. Sun Woo pun memikirkan sesuatu, apakah…. Choi Jin Chul telah menemukan dupa itu?


Sun Woo pergi dari acara pemakaman, Min Young menahannya dan bertanya kemana  Sun Woo akan pergi. Sun Woo bilang dia akan segera kembali. Dia hanya akan pergi sebentar. Tentu saja Sun Woo pergi untuk mencari Choi Jin Chul.

Di dalam mobil Sun Woo menelpon Bum Suk menanyakan dimana keberadaan Choi Jin Chul. Tak lama Young Hoon menelponnya bertanya Sun Woo mau kemana, Min Young sangat mengkhawatirkannya. Sun Woo bilang dia akan menemui Choi Jin Chul. Young Hoon jadi panik, mau apa Sun Woo mau menemui Choi Jin Chul. Sun Woo berkata, Choi Jin Chul sepertinya memiliki dupanya. Dia tiba-tiba pingsan di pengadilan, Sun Woo yakin, Choi Jin Chul telah mengingat bahwa dia telah memiliki dupa itu, sehingga dia pura-pura pingsan di pengadilan.

Di rumah sakit Choi Jin Chul sedang diperiksa dokter, namun saat Sekre Kim datang membawa barang pesanannya dia langsung bangun dan menyuruh semua orang keluar dan mengunci pintu kamarnya agar tak ada seorang pun yang masuk ke dalam kamarnya. Dia ingin menggunakan dupa itu untuk kembali ke masa lalu.

Young Hoon menelpon Sun Woo lagi, dia mempertanyakan berapa dupa yang dimiliki Choi Jin Chul. Sisa dupa Sun Woo tinggal 1, tetapi Choi Jin Chul mendapatkan dupa itu dari peninggalan masa lalu, sebelum Sun Woo menggunakannya lagi. Jadi seharusnya Choi Jin Chul memiliki dua dupa. Apa yang akan terjadi setelah Choi Jin Chul menggunakan dupa itu?

Benar saja, Choi Jin Chul memiliki dua dupa, dia mencoba menyalakan dupa pertamanya. Tapi blassssss,,, dupa itu terbakar dan menjadi abu begitu saja. Dupa itu adalah dupa yang telah digunakan Sun Woo untuk kembali ke masa lalu, sehingga Choi Jin Chul tidak bisa menggunakannya lagi.

Choi Jin Chul tidak menyerah. Dia kembali menyalakan dupa yang satunya lagi. Dan akhirnya Choi Jin Chul sampai di masa lalu. RS Myung See 20 tahun yang lalu. Choi Jin Chul takjub dengan pengalamannya ini. Namun dia tidak menyia-nyiakan waktu, dia menggunakan telepon di kamar RS tersebut untuk menelpon ruangannya. Suster Jung yang mengangkatnya, Choi Jin Chul meminta Suster Jung untuk mencari buku telepon berwarna biru dongker dan mencari nama Park Chang Min di dalamnya. Setelah Suster Jung menemukannya, dia meminta nomor teleponnya.

Setelah mendapatkan nomor telepon Park Chang Min Choi Jin Chul segera menelponnya, awalnya Park Chang Min tidak mengangkat, dan akhirnya mengangkat juga. Tanpa basa basi, Choi Jin Chul memerintahkan Park Chang Min untuk membunuh seorang anak SMA Myungjin bernama Park Sun Woo, adik dari Park Jung Woo. 

Belum sempat Choi Jin Chul berbicara lebih banyak, Choi Jin Chul sudah kembali ke tahun 2013. Mengapa? Karena Sun Woo tiba di RS dan memaksa masuk ke kamarnya Choi Jin Chul untuk mematikan dupa.

Dengan sigap Sun Woo menyimpan dupa itu kembali ke temaptnya dan menyimpannya di balik jas yang digunakannya. Choi Jin Chul merasa kesal karena Sun Woo mengambil dupa itu. Dia sempat meneriaki Sun Woo. Namun dia tertawa merasa menang saat Sekuriti masuk dan meminta Sun Woo segera keluar dari kamar Choi Jin Chul. Choi Jin Chul tertawa senang karena dia berhasil menyuruh Park Chang Min untuk menghabis Sun Woo remaja. Namun Choi Jin Chul tersadar Sun Woo memiliki dupanya, dia menyuruh Sekre Kim mengejar Sun Woo dan mencegahnya menyalakan batang dupa. Tentu saja Sekre Kim tidak mengerti perintah dari atasannya itu.

Sun Woo berlari untuk keluar dari RS Myung See, dia menghindari pertanyaan wartawan yang bertanya apa yang membawanya datang menemui Choi Jin Chul. Bum Suk berhasil mengejar Sun Woo dan bertanya mengapa Sun Woo melakukan ini? Semuanya akan jadi berantakan karena hal ini. Sun Woo minta maaf, dia akan menjelaskannya nanti, saat ini dia harus segera pergi.

Sesampainya di mobil, Sun Woo segera mencari jurnal hariannya di tahun 1993. Dia membuka jurnal itu dan mencari catatan tanggal 24 April 1993, dan Binggo, dia akhirnya menemukannya.

24 April 1993, Sabtu.
Hari ini adalah hari pernikahan Hyung.  Aku sibuk sedari pagi. Lalu aku harus melakukan sesuatu untuknya.  Aku akan melewatkan hal yang terpenting dalam pernikahan.

Apa yang harus dilakukan Sun Woo remaja di hari pernikahan kakaknya? Sun Woo mencoba berpikir, tapi dia tak dapat mengingat apapun.

Young Hoon datang mencari Sun Woo ke tempat acara pemakaman. Dia hanya melihat Min Young disana. Saat Min Young menoleh padanya, Young Hoon menanyakan Sun Woo. Min Young hanya menggeleng mengisyaratkan bahwa Sun Woo tidak ada. Min Young jadi cemas melihat reaksi Young Hoon, dia mendekatinya dan bertanya apa yang terjadi? Apakah sesuatu terjadi pada Samchoon nya itu? Young Hoon semakin cemas, namun dia berkata pada Min Young tidak ada apa-apa, Sun Woo akan segera kembali. Young Hoon pun pergi dari tempat pemakaman. Min Young tahu, ada yang tidak beres, tapi dia tidak tahu apa itu.

Di luar, Young Hoon mencoba menghubungi Sun Woo, tapi teleponnya sudah berdering duluan. Sun Woo menelponnya. Young Hoon segera mengangkatnya dan bertanya apakah Sun Wo menemukan Dupanya lagi? Sun Woo sudah menemukannya, tapi Choi Jin Chul telah menggunakannya sekitar 5 menit. Dia tidak tahu apa yang dilakukan Choi Jin Chul selama 5 menit itu.

Ada satu hal yang ingin ditanyakan Sun Woo pada Young Hoon. Apakah Young Hoon tahu kemana Sun Woo pergi di hari pernikahan kakaknya? Young Hoon bingung, Sun Woo menjelaskan hari ini, 20 tahun lalu adalah hari pernikahan kakaknya. Sekarang sudah jam 11 Siang, jurnal hariannya mengatakan jika Sun Woo akan melewatkan pernikahan Kakaknya karena pergi ke suatu tempat. Apakah Young Hoon ingat Sun Woo pergi kemana? Young Hoon tidak tahu, jika Sun Woo saja tidak mengingatnya, bagaimana bisa dia tahu. Sun Woo jadi cemas mendengarnya, dia harus tahu ada dimana Sun Woo remaja pada tanggal ini 20 tahun yang lalu.

24 April 1993, jam 11 Siang.

Sun Woo remaja sedang berjalan menuju suatu tempat dengan payung belang-belang biru, kuning dan hijaunya. Ada sebuah mobil di belakangkanya. Itu adalah mobil Park Chang Min. Sun Woo menepi saat mobil itu berjalan melewatinya. Namun Mobil tersebut berhenti di dekat Sun Woo, membuat Sun Woo pun berhenti berjalan. Park Chang Min bertanya pada Sun Woo apakah dia adalah Park Sun Woo dari SMA Myungjin? Sun Woo membenarkannya dan bertanya siapa Park Chang Min?

24 April 2013, jam 11 Siang Lewat.

Sun Woo memberhentikan mobilnya karena lampu merah. Dia masih menelpon Young Hoon yang berkata, Jung Woo hyung pasti mengingat Sun Woo pergi kemana, tapi kini dia sudah tidak ada. Belum sempat Sun Woo berkata apa-apa, Sun Woo tiba-tiba melihat bekas luka yang timbul di tangan kanannya. Sun Woo panik dan melinting lengan bajunya. Dia melihat bekas luka itu semakin memanjang, apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya di masa lalu? Young Hoon bertanya apakah Sun Woo masih mendengarkannya? Sun Woo tidak menjawab, dia masih syok melihat bekas luka di tangan kanannya.

Di tahun 1993, Sun Woo remaja menahan tusukan Park Chang Min dengan tangan kanannya sehingga menyebabkan luka akibat pisau yang cukup parah. Park Chang Min menatapnya penuh amarah, karena Sun Woo berani menahan tusukannya. Sun Woo ketakutan, dia bertanya apa yang terjadi? Park Chang Min tidak menjelaskan, dia hanya menodongkan pisau saja kembali mencoba menusuk Sun Woo yang semakin waspada dan bersiap melarikan diri.

Di tahun 2013, Young Hoon jadi panik karena Sun Woo tidak menjawabnya. Dia bertanya apa yang terjadi pada Sun Woo. Meski masih Syok, akhirnya Sun Woo menjawab Young Hoon dan berkata, “Kurasa aku akan mati. Tapi aku tidak tahu di mana aku akan mati.” Young Hoon kaget mendengarnya. Sun Woo pun syok menyadari hal ini. Di tahun 1993, Sun Woo remaja sedang berjuang menghindar dari pisau Park Chang Min.

~bersambung~

Komentar tentang episode ini? Cek di Curhat Nine Part 7

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

0 Komentar untuk "[Recaps] Nine Episode 16"

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top