[Recaps] Nine episode 8



Sun Woo hanya bisa menahan amarahnya saat dia kembali ke tahun 2012 dan tak berhasil memukul Jung Woo muda. Sun Woo segera memakai sabuk pengamannya dan bergegas ke suatu tempat. Sementara itu di tahun 1992, Jung Woo muda merasa kebingungan dengan apa yang dilihatnya, namun dia melihat darah ditangannya dan mulai panik menyadari apa yang baru saja telah di lakukannya. Jung Woo telah membunuh Ayahnya. Dia pun menagis menyesali apa yang telah diperbuatnya.

*writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Sun Woo masuk ke restoran tempat Jung Woo dan Kim Yoo Jin berkumpul bersama teman-temannya. Salah satu teman Jung Woo mengenali Sun Woo dan bertanya bukankah orang yang baru tiba itu adalah adik Jung Woo? Jung Woo dan Kim Yoo Jin menoleh ke arah Sun Woo. Kim Yoo Jin menyambut adik iparnya, tapi Sun Woo mengabaikannya dan langsung menarik Jung Woo dari kursinya.

Dengan penuh emosi, Sun Woo memukuli Jung Woo hingga Jung Woo tak berdaya, semua orang panik. Kim Yoo Jin berteriak-teriak ada apa? Tapi dia tidak bisa mencegah Sun Woo melampiaskan kemarahannya pada Jung Woo, teman-teman Jung Woo akhirnya menahan Sun Woo kembali memukuli Jung Woo saat dia berhenti sejenak sambil menatap Jung Woo penuh amarah. Mereka menjauhkan Sun Woo dari Jung Woo, sementara Kim Yoo Jin mendekati suaminya dan bertanya apakah dia baik-baik saja.

Sun Woo yang masih diliputi emosi mencoba menenangkan diri setelah sebagian amarahnya terlampiaskan, namun wajahnya semakin memucat, dan kesadarannya semakin kabur. Sun Woo pun akhirnya koleps karena penyakitnya yang semakin parah akhir-akhir ini. Orang-orang menjadi panik melihat Sun Woo yang tiba-tiba pingsan. Jung Woo dan Kim Yoo Jin pun kaget melihat Sun Woo yang tiba-tiba tergeletak tak sadarkan diri.

Di kantor Berita CBM, Direktur masuk dan melihat Min Young yang membacakan berita ‘News Tonigth’ Direktur bertanya apa yang terjadi? Kru menjelaskan bahwa Park Sun Woo Anchor tiba-tiba pergi ditengah acara, dan hanya ada Park Min Young disana untuk menggantikannya. Direktur bertanya apakah Park Sun Woo tidak menghubunginya? Kru lain berkata dia terus mencoba untuk menghubunginya tapi tidak di jawab.

Direktur bertanya bagaimana dengan closing acaranya? Mereka telah membuat cerita bahwa Park Sun Woo tidak bisa menyelesaikan acaranya karena alasan kesehatan. Min Young minta bicara dengan kru siaran dan bertanya apakah mereka bisa membacakan closing yang telah dibuat oleh Park Sun Woo? Ini adalah acara terkahirnya? Kru tersebut jadi berang dan bertanya apakah Min Young membela Park Sun Woo karena dia adalah keluarganya? Min Young berkata bukan seperti itu. Direktur ingin melihat closing yang dibuat oleh Park Sun Woo.

Direktur menghubungi Min Young dan berkata padanya untuk membacakan closing yang telah dibuat oleh Park Sun Woo. Min Young senang mendengarnya dan mulai melakukan closing. Min Young berkata bahwa Park Sun Woo tidak bisa menyelesaikan siaran beritanya karena alasan kesehatan. Hari ini adalah hari terakhir siarannya, tahun depan posisi Park Sun Woo akan digantikan oleh Anchor Yoon Suk Hoon. Park Sun Woo telah mempersiapkan kata-kata untuk para pemirsa, 
“Sejarah umat manusia telah membuktikan tentang kearogansian kaum lelaki, yang percaya bahwa hanya dirinya yang bisa mengubah dunia, dengan mengorbankan banyak pahlawan karena kejahatan mereka.  Malam ini, Seorang tokoh besar sedang berada diujung kegagalannya karena kesalahan yang sama. Sejarah tidak akan berubah karena seorang manusia dan berita juga tidak akan berubah karena seorang pembaca berita. News Tonight tidak akan berubah. Kebenaran dan Kebohongan, Keyakinan dan Ketidak pastian, keraguan dan penolakan semuanya akan terjawab disini. Terima kasih dan Selamat Malam” 
Direktur tampak puas dengan penampilan Min Young, tapi kru siaran merasa aneh. Dia bertanya pada direktur, bukankah Park Sun Woo harusnya dihukum? Tapi direktur malah menginjinkan closing yang dibuatnya untuk dibacakan. Direktur tak menanggapinya dan berkata bahwa mereka semua telah bekerja dengan baik, kemudia keluar dari ruang rekam siaran. 

Kru siaran jadi kesal karena hal ini. Dia mengeluh dan bertanya pada kru lain, jika dia yang meninggalkan acara ini, apakah dia layak diberi penghargaan? Bukan kah itu memperlihatkan jika Park Sun Woo adalah Anchor kesayangan Direktur? Kru lain berkata, tentu saja, sangat jelas sekali, “I Love Park Sun Woo, Only Park Sun Woo” Kru siaran makin kesal dan berkata, “I hate Park Sun Woo, I Hate, I Hate” sambil meremas-remas kertas yang berisi closing yang dibuat Park Sun Woo (aku tidak kuasa menahan tawa saat melihat kru siaran berkata “I Hate Park Sun Woo” wkwkwkwk)

Setelah keluar dari ruang rekam siaran, Direktur memanggil Kim Bum Suk dan memintanya untuk menelpon seluruh unit UGD yang ada di Seol dan menanyakan apakah ada pasien yang bernama Park Sun Woo? Bum Suk bertanya mengapa Park Sun Woo pergi ke UGD. Direktur ngeles dengan berkata, itulah yang harus Bum Suk cari tahu. Aaahhh,, jadi direktur khawatir Sun Woo koleps karena penyakitnya ya? Ini Direktur kayaknya sayang banget sama Sun Woo ya?

Min Young mencoba menelpon Sun Woo, tapi tidak diangkat, hingga akhirnya ponsel Sun Woo diangkat oleh Kim Yoo Jin. Min Young kaget kenapa bisa ibunya mengangkat ponsel Samchoon nya. Ibunya menjelaskan bahwa Sun Woo koleps setelah memukuli ayahnya, Ibunya bahkan tak sempat menanyainya. Tadinya mereka akan membawa Sun Woo ke RS tempat Jung Woo bekerja, tapi takut timbul gossip, dan memutuskan mengirimkan Sun Woo ke RS lain. Kim Yoo Jin meminta Min Young ke UGD untuk menemani Sun Woo, mereka juga akan segera kesana.

Setelah menutup telepon dari Min Young, Kim Yoo Jin memberikan ponsel Sun Woo ke petugas ambulan dan berkata dia akan ke RS dengan mobilnya sendiri. Kim Yoo Jin masuk menemui Jung Woo dan memberitahunya bahwa Min Young bilang Sun Woo pergi tiba-tiba ditengah pembacaan berita malam ini, artinya Sun Woo sengaja datang untuk memukuli Jung Woo, apakah suaminya itu tak tahu apa alasannya? atau kah suaminya itu pura-pura tidak tahu? Mereka belum pernah begini sebelumnya. Kim Yoo Jin merasa frustasi dengan insiden ini. Jung Woo tampak kebingungan dan bertanya bagaimana keadaa Sun Woo? Kim Yoo Jin berkata Sun Woo sudah dibawa ambulans dan mereka juga harus pergi ke RS untuk menyusulnya.

Di dalam ambulans, Sun Woo terbangun dan bertanya mereka akan pergi kemana? Petugas ambulan berkata mereka akan pergi ke RS Haewoo dan menjelaskan apa yang terjadi. Sun Woo bertanya jam berapa? Petugas menjawa bahwa sekarang jam 01.10, Sun Woo meminta mereka menghentikan mobil, karena dia harus pergi ke suatu tempat. Saat lampu merah dan Ambulans berhenti, Sun Woo segera keluar dari Ambulans dan petugas tidak bisa mencegahnya. Dengan langkah gontai Sun Woo menjauh dari ambulans.

Kim Yoo Jin kaget mendapat laporan bahwa Sun Woo keluar dari dalam ambulans. Dia bingung dengan tingkah Sun Woo dan melaporkan itu pada Jung Woo yang sudah kaget sebelumnya. Kim Yoo Jin merasa frustasi dan mencari kunci mobil, saat bertanya pada Jung Woo, dia diabaikan, karena Jung Woo sibuk dengan pikirannya tentang Sun Woo. Istrinya meminta Jung Woo untuk sadar, Jung Woo bingung dan mencari kunci yang ditanyakan sang istri, namun tidak menemukannya. Kim Yoo Jin berpikir sepertinya kunci mobil mereka tertinggal di restoran.

Setelah istrinya pergi mengambil kunci ke restoran, Jung Woo mendapat telepon. Dari Sun Woo. Tanpa basa basi Sun Woo langsung bertanya, bagaimana bisa Jung Woo bisa hidup begitu baik setelah membunuh Ayahnya. Apakah Jung Woo seorang manusia? Jung Woo kaget mendengarnya, dia mencoba menjelaskan pada Sun Woo bahwa ibunya yang memintanya seperti itu, selama ini dia juga merasa sangat bersalah dia ingin meyerahkan diri, tapi ibunya mengancam akan bunuh diri jika Jung Woo sampai melakukan itu. Sun Woo mengerti penderitaan Jung Woo, tapi tetap dia merasa Jung Woo telah menghancurkan hidupnya.

Jung Woo telah mengambil Ayahnya, menjauhkan Ibu darinya, dan pada akhirnya meninggalkannya sendirian. Jung Woo sudah membuat Sun Woo menyia-nyiakan masa mudanya dengan membenci Choi Jin Chul, meninggalkan misteri 9 dupa, membuat dia melakukan hal yang luar biasa karena dupa itu, kembali dari kematiannya,, menghancurkan seluruh ingatannya dan wanitanya~~~~ Sun Woo tak bisa melanjutkan perkataannya,  Sun Woo merasa Jung Woo telah menghancurkan hidupnya terlalu banyak.

Jung Woo hanya bisa berkata maaf pada Sun Woo, tapi maaf saja tidak akan mengambalikan kehidupan Sun Woo yang sudah hancur. Setelah Sun Woo menutup teleponnya, Jung Woo hanya bisa menangis tersedu di samping mobilnya sambil berjongkok, membuat Kim Yoo Jin yang baru saja keluar restoran setelah mengambil kunci mobil keheranan. Apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya??

 *writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Di perjalanan menuju RS, Min Young mengingat tingkah aneh Sun Woo yang koleps di restoran Jepang saat malam natal, lalu berita dari ibunya yang mengatakan Sun Woo koleps juga setelah memukuli Park Jung Woo, hingga ibunya tak sempat bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Dan wajah khawatir Sun Woo sebelum membacakan berita malam ini. Sun Woo mengakui dia memang menkhawatirkan sesuatu, dia khawatir dia telah melakukan sesuatu yang bodoh karena mengubah Joo Min Young menjadi Park Min Young. Min Young jadi bergunam, “Joo Min Young, Joo Min Young?”

Min Young mendapatkan telepon dari Ibunya agar dia tidak perlu ke RS, karena Sun Woo meloncat dari ambulan di tengah jalan. Min Young kaget mendengarnya, dia bertanya dimana Samchoon nya sekarang kalau begitu? Ibunya tak tahu, Ayah dan Ibunya pun akan langsung pulang ke rumah saja, jadi Min Young pun lebih baik pulang saja ke apartemennya. Min Young berkata dia akan pulang ke rumah kalau begitu, Ibunya melarang dan berkata, Ayahnya sedang merasa tidak baik dan dia tak ingin Min Young melihatnya dalam keadaan seperti itu. Ibunya menyuruh Min Young kembali besok pagi saja.

Sun Woo mengambil mobilnya dan pergi ke RS Myungsee, Sun Woo kembali menyalakan dupa dan melihat mayat Ayahnya yang tergeletak tak bernyawa di ruangannya. Sun Woo sangat menyesal melihat keadaannya. Saat melihat jam hampir menunjukkan jam 2 malam, Sun Woo segera ke pantry dan mengecek rekaman camcorder yang dia pasang di ruangan Ayahnya.

Sun Woo melihat Ayah dan Jung Woo berbincang tentang Jung Woo yang ingin menikahi Kim Yoo Jin, bahkan rela melepaskan hak nya sebagai pewaris RS Myungse, tapi yang terjadi Ayah meledak bukan karena dia kecewa pada Jung Woo rela melepas RS demi Kim Yoo Jin, Ayah malah marah karena Jung Woo terlalu percaya diri untuk mewarisi RS itu hingga terlontar kenyataan bahwa Jung Woo bukan anaknya. Ibu masuk dan mencoba menenangkan keadaan, tapi semua semakin parah.

Sun Woo harus melihat kenyataan ternyata selama ini Ayahnya sama sekali tak pernah mempercayai ibunya. Ayah menuduh Ibu menikah dengannya setelah hamil Jung Woo oleh orang lain. Ayah berkata pada Jung Woo, Ayah kandung Jung Woo adalah Choi Jin Chul. Ibu menjadi berang pada Ayah dan menamparnya, dia merasa sudah cukup bersabar selama ini, tapi kata-kata Ayah di depan Jung Woo berlebihan. Ayah balik menampar ibu, dan terjadi perseteruan antara Ayah dan Ibu. Jung Woo sepertinya berusaha melerai Ayah dan Ibunya, tapi yang terjadi~~~ Ayah tersandung hingga kepalanya terbentur benda keras hingga mengeluarkan banyak darah.

Sun Woo tak sanggup lagi meneruskan video itu, dia baru saja menerima kenyataan yang pahit tentang keluarganya yang selama ini dia anggap aman tentram dan bahagia. Sun Woo mungkin tak pernah menyangka ada kisah pilu antara kedua orang tuanya dan asal usul Jung Woo dimasa lalu. Sun Woo pun tak pernah menyangka jika Ayahnya sama sekali tak mempercayai ibunya, bahkan menganggap ibunya psikopat karena rela menikah dengannya setelah hamil anak orang lain, Ayah bahkan berkata dia menyesal menikah dengan Ibunya. Sun Woo sepertinya salah menyimpulkan, apakah benar ibunya membutuhkan Ayahnya?

Sun Woo meneruskan melihat hasil video rekaman camcorder, Sun Woo melihat Choi Jin Chul masuk kedalam ruangan Ayahnya dan memanfaatkan keadaan ini. Choi Jin Chul bertanya apakah Jung Woo yang melakukannya? Ibu berkata semua ini kecelakaan, Ayah masih bisa diselamatkan jika dia dioperasi, dan dia akan melaporkan ini ke Polisi. Choi Jin Chul memeriksa denyut nadi Ayah dan menghentika ibu melapor ke polisi. Dia berkata Ayah sudah meninggal dan sekarang, Ibu harus menyelamatkan Jung Woo agar tidak masuk ke penjara. Mereka,,, harus mengarang sebuah cerita.

Choi Jin Chul mengirim pesan ke pager Jung Woo, setelah menyuruh ibu untuk tenang dan pulang ke rumah. Saat Jung Woo menelponnya setelah mendapatkan pesan di pager nya, Choi Jin Chul bertanya dimana Jung Woo sekarang? Jung Woo berkata dia merasa sangat bersalah dan berniat menyerahkan diri ke polisi. Choi Jin Chul melarang, dia berkata, apakah Jung Woo ingin menghancurkan hidupnya? Jung Woo harus memikirkan Sun Woo dan Ibunya. Apakah Jung Woo pikir ibunya akan hidup tenang jika Jung Woo dipenjara dengan tuduhan membunuh ayahnya? dan Sun Woo, apakah Sun Woo bisa menerima kenyataan bahwa hyung-nya telah membunuh ayahnya? Demi keluarganya Jung Woo harus mengikuti perkataan Choi Jin Chul untuk menutupi kejadian ini.  Mereka harus sama-sama mengarang cerita agar hidup mereka selamat.

Dalam cerita karangan Choi Jin Chul, Jung Woo, Ibu dan Choi Jin Cul tak pernah datang ke RS di malam kematian Ayah. Choi Jin Chul menyuruh Jung Woo untuk membersihkan dirinya dari darah dan kembali ke tempat dia berada sebelum pergi ke RS, yaitu rumah Kim Yoo Jin. Di tahun 2012, Jung Woo masuk ke ruangannya di RS dan mencari obatnya. Jung Woo segera menyuntikan obat tersebut ke tangannya, dan berusaha menenangkan diri.

Sun Woo yang masih berada di tahun 1992, menyaksikan peristiwa kematian Ayahnya dengan hati yang miris. Kematian Ayahnya ternyata menyimpan sebuah misteri kejahatan yang pelik. Meskipun Choi Jin Chul bukan pembunuhnya, tapi tetap saja, dia yang merencanakan untuk menyembunyikan semua bukti apa yang sebenarnya terjadi malam itu.

Sun Woo kemudian mendengar langkah kaki, ada yang datang ke ruangan Ayahnya, dia melihat rekaman camcorder nya dan melihat pria berpakaian serba hitam yang memakai topi sehingga wajahnya tak terlihat dengan jelas masuk sambil membawa satu jeliken bensin. Dia menelpon seseorang yang sepertinya Choi Jin Chul. Setelah mendapatkan perinta, Orang tersebut menyiramkan bensin di penjuru ruangan Ayahnya juga menyiram mayat Ayahnya dengan bensin, tak lama orang tersebut membakar ruangan Ayahnya.

Sun Woo remaja, seperti dalam ingatan Sun Woo, karena merasa cemas dengan keselamatan Ayahnya pergi ke RS dengan sepedanya. Dia melihat kepulan asap diruangan Sang Ayah, Sun Woo remaja berbegas masuk kedalam RS, sementara Sun Woo dewasa melihatnya dari kejauhan dan membiarkannya masuk,  Saat tiba di dalam RS, Sun Woo remaja segera menuju ruangan Ayahnya yang sudah dipenuhi dengan Api hingga menimbulkan sebuah ledakan, tak ada yang berubah dengan peristiwa kematian Ayahnya, semuanya tetap sama seperti sebelumnya.

 *writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Choi Jin Chul di RS Myungse tahun 2012 sedang beristirahat diruangannya. Sekretarisnya datang dan berkata Anchor Park Sun Woo datang ingin menemuinya. Sekre nya bertanya apakah Choi Jin Chul ingin menemuinya, atau menyuruhnya datang kembali besok? Belum sempat Choi Jin Chul menjawab, Sun Woo sudah masuk ke ruangan Choi Jin Chul. Sun Woo berkata, bahwa dia tidak bisa menemui Choi Jin Chul besok karena dia akan sibuk, Sun Woo hanya butuh waktu 5 menit saja. Sekre Choi Jin Chul melarang Sun Woo masuk namun Choi Jin Chul membiarkannya (btw,,, baru tahu kalo nama Sekre nya Choi Jin Chul itu Sekre Kim~~ Hmm tetiba inget sama Kim Biseo di CDDA^^”)

Sekre Kim membiarkan Sun Woo masuk dan keluar dari ruangan bosnya. Sun Woo masuk dengan enuh percaya diri ke ruangan Choi Jin Chul, dan tanpa dipersilahkan di duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu. Choi Jin Chul bertanya, mengapa wajah Sun Woo terlihat lebih lelah dari nya, bukankah seharusnya Sun Woo menunjukkan kemenangannya. Choi Jin Chul menunggu semalaman hasil dari penyelidikan Sun Woo dari kasus 20 tahun lalu. Meski dia tak tahu bagaimana caranya Sun Woo menyelidiki hal tersebut, tapi dia tetap penasaran dengan hasilnya. Apakah Sun Woo menemukan apa yang dicarinya?

Sun Woo menjawab, dia menemukannya. Sun Woo meminta maaf karena selama ini dia telah membenci Choi Jin Chul karena berpikiran telan membunuh Ayahnya, ternyata Choi Jin Chul berkata jujur tentang tidak membunuh ayahnya ataupun mempekerjakan seseorang untuk membunuh Ayahnya. Choi Jin Chul kaget mendengarnya, dia bertanya pada Sun Woo, apakah Jung Woo sudah menceritakan semuanya? Sun Woo berkata dia tidak percaya pada kesaksian dari kejadian yang terjadi 20 tahun yang lalu, Sun Woo hanya mempercayai fakta.

Sun Woo memberikan sebuah FD pada Choi Jin Chul sambil berkata, meskipun Choi Jin Chul tidak membunuh Ayahnya dengan tangannya, tidak membuat Choi Jin Chul tidak bersalah. Choi Jin Chul sama saja melakukan pembunuhan dengan memerintahkan menghilangkan bukti-bukti dan membakar mayatnya agar tidak dapat di Autopsi. Choi Jin Chul bahkan mengancam keluarga korban. Kenyataan bahwa Choi Jin Chul bukan pembunuh ayahnya tidak membuat Sun Woo menghilangkan kebenciannya pada Direktur RS Myungse itu. Park Sun Woo tetap membenci Choi Jin Chul dan akan membuktikan kebobrokan Choi Jin Chul di depan public. Sun Woo memperingatkan agar Choi Jin Chul bersiap-siap, karena ini akan lebih menyakitkan bagi Choi Jin Chul dibanding bagi Sun Woo sendiri. Sun Woo sama sekali tidak bermaksud menggertak, karena semua ini adalah kenyataan.

Setelah Sun Woo keluar dari ruangannya, Choi Jin Chul segera memasangkan FD itu ke Laptopnya dan saat melihat isinya Choi Jin Chul sangat terkejut. Isinya adalah vide rekaman camcorder Choi Jin Shul yang sedang berusaha membujuk Jung Woo untuk tidak mengakui kesalahannya setelah membunuh Ayahnya secara tidak sengaja. Choi Jin Chul sangat kaget, dia tak habis pikir dari mana Sun Woo bisa mendapatkan rekaman itu?

31 Desember 1992, Stasiun Cheong Ryangri

Young Hoon remaja berusaha menelpon Sun Woo remaja yang tak kunjung datang, padahal So Ra dan Eun Joo sudah tiba di stasiun dan mereka bersiap untuk pergi ke ChunCheon. Tapi Young Hoon tak berhasil menelpon Sun Woo. So Ra kecewa dengan hal ini, dan dia memilih untuk tak lagi menunggu Sun Woo dan pulang dengan suasana hati kecewa dan marah. So Ra sepertinya benar-benar kecewa pada Sun Woo yang tak menepati janjinya.

Eun Joo yang awalnya mengusulkan mereka untuk tetap pergi mencegah Young Hoon untuk pulang  atau pun mencari Sun Woo, dia memaksa Young Hoon untuk pergi bersamanya ke CheonChu. Young Hoon berkata dia tidak punya uang, tapi Eun Joo tetap memaksa dan berkata dia punya uang, Young Hoon bisa membayarnya kapan-kapan (aha,,, dari sinilah kisah cinta dr. Han dan istrinya dimulai hingga melahirkan anak-anak yang lucu,, hihihi^^)

31 Desember 2012

Young Hoon sedang mengantar istri dan anak-anaknya pergi ke sekolah TK kedua putrinya. Young Hoon tampak tak bersemangat dan terus melamun, bahkan saat istrinya mengomelkan tentang sarung tangan anak sulungnya. Young Hoon bahkan hampir melewatkan sekolah TK kedua putrinya hingga dia mendapat teguran dari sang istri dan kedua putrinya (eerr,, baru sadar, Young Hoon cowok satu-satunya di rumah, pantes dia lebih lengket sama Sun Woo, lha dia kagak ada temen cowok di rumahnya,hehehe)

Saat sedang menunggu istrinya yang mengantar kedua putrinya kedalam sekolah, Young Hoon mencoba menelpon Sun Woo yang sejak malam tidak mengangkat teleponnya, sayangnya Nomor Sun Woo tidak aktif. Tak lama Young Hoon mendapatkan pesan suara dari Sun Woo. Young Hoon segera mendengarkannya dengan seksama.
“31 desember 2012. Pesan terakhirku untuk temanku, Han Young Hoon.  Aku tak bisa menyelamatkan ayahku. Kau mungkin ingin tau kebenarannya. Aku minta maaf,  tapi aku akan menjaga rahasia itu selamanya. Aku mengakuinya, kau memang benar. Aku menyerah sekarang. Kau benar kalau dupa itu bukan mukjizat,  tapi itu adalah kutukan. Aku salah karena telah memakan buah terlarang. Rahasia, seaharusnya tetap menjadi Rahasia, karena suatu alasan.  Menghidupkan kembali orang yang sudah mati, bukanlah kemampuan seorang manusia. Aku baru mempercayainya setelah mengalami sendiri. Aku seperti orang bodoh, tapi begitulah aku. Aku tau kau sudah menjelaskannya setelah pertama kali melihat batang dupa, itulah sebabnya aku meninggalkan pesan ini. Young Hoon, aku...”
[pesan berakhir]
 
Young Hoon panik saat mendengar Sun Woo tidak menyelesaikan pesannya dan terdengar suara sesuatu yang jatuh. Setelah memakai sabuk pengaman Young Hoon bergegas menuju rumah Sun Woo, meninggalkan istrinya yang sedang mengobrol dengan Ibu dari teman-teman kedua putrinya. Saking paniknya, Young Hoon bahkan tidak mendengar teriakan sang istri yang memanggilnya.

Setibanya di depan rumah Sun Woo, Young Hoon berkali-kali membunyikan bel dan menggedor gerbang rumah Sun Woo sambil memanggil nama sahabatnya itu. Tapi tak ada jawaban dari tuan rumah. Young Hoon merasa frustasi dan berusaha memanjat tembok. Young Hoon akhirnya naik ke atas mobilnya dan berhasil memanjat tembok rumah Sun Woo. Saat akan turun, Young Hoon ketakutan karena pagar temboknya cukup tinggi, Young Hoon memutuskan mencari jalan lain.

Young Hoon berhasil masuk ke rumah Sun Woo dan langsung menuju kamarnya. Sun Woo tidak ada di kamar, Young Hoon mencari di kamar mandi kamar Sun Woo. Awalnya Young Hoon tidak melihat Sun Woo, namun setelah dia melihat ponsel Sun Woo yang berserakan, dai menemukan Sun Woo tergelatak di lantai kamar mandi. Young Hoon segera berlari ke arah Sun Woo.

Young Hoon mencoba menyadarkan Sun Woo, tapi tak ada jawaban. Entah berapa lama Sun Woo tak sadarkan diri dilantai kamar mandi yang dingin itu. Young Hoon pun segera membawa Sun Woo ke tempat tidur dan kembali membangunkannya, Sun Woo masih belum sadar juga. Young Hoon mencari sesuatu di kamar Sun Woo hingga dia membuka laci-laci dan lemari di kamar Sun Woo, Young Hoon mencari sisa batang dupa.

Setelah tak berhasil menemukannya, Young Hoon kembali mencoba membangunkan Sun Woo, saat Sun Woo mulai sadar, Young Hoon langsung bertanya dimana Sun Woo menyimpan sisa batang dupa itu? Sun Woo bilang dia sudah membuangnya, karena Sun Woo tak membutuhkannya lagi. Young Hoon bersikeras bertanya dimana Sun Woo membuangnya, Sun Woo menjawab, Young Hoon tidak akan pernah menemukan batang dupa itu. Young Hoon berspekulasi, apakah,,,,,??? Ya,, Sun Woo meninggalkan batang dupa itu di tahun 1992. Sun Woo sengaja melakukan itu, dia tak ingin lebih dalam lagi membuka rahasia masa lalunya. Cukup sampai disini, Sun Woo sangat berharap dia kembali ke sebulan yang lalu dimana dia tak tahu menahu tentang batang dupa itu, dimana Sun Woo tak pernah memiliki fantasi tentang hidupnya sehingga tak ada yang harus dimaafkan.

Mendengar Sun Woo yang meninggalkan sisa batang dupa di tahun 1992, Young Hoon jadi lemas, dia tahu kondisi Sun Woo sudah semakin memburuk, kapanpun ajal bisa menjemputnya, Young Hoon sangat cemas akan hal itu. Dia tak ingin Sun Woo mati begitu saja.

Min Young menelpon ibunya, dia menanyakan keadaan Ayahnya, Ibuya menjawab jika Ayahnya menghabiskan malamnya di RS, Min Young bilang pada ibunya, dia akan mengunjungi Sun Woo, berharap Samchoon nya itu ada di rumah. Min Young senang karena mobil Sun Woo terparkir di depan rumah.

*writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com

Min Young langsung masuk dan disambut oleh Young Hoon. Min Young bingung kenapa Young Hoon ada di rumah Sun Woo sepagi ini? Young Hoon berkata dia dan Sun Woo minum bersama semalam, mereka berdua mabuk, jadi Young Hoon menginap. Min Young kecewa mendengarnya, Min Young berkali-kali menelpon Sun Woo karena kahwatir dan ternyata Sun Woo dan Young Hoon malah minum bersama?  Young Hoon meminta maaf dan berkata Sun Woo sepertinya terlalu mabuk hingga dia tak mendengar ponselnya berbunyi.

Min Young bertanya bagaimana keadaan Samchoon nya? Young Hoon bilang, Sun Woo tertidur sangat lelap karena mabuk semalam. Apakah Min Young boleh naik untuk melihat keadaannya? Young Hoon mempersilahkannya dengan ragu. Min Young naik ke atas dan langsung ke kamar Sun Woo. Dia menatap Sun Woo yang terbaring di tempat tidur dengan wajah pucat, dia tak yakin,, apakah Sun Woo benar-benar tertidur karena mabuk?

Setelah Min Young pergi, Young Hoon menelpon RS dan meminta orang yang dia telepon untuk mengecek jadwal dr. Yoon, dia membutuhkan dr. Yoon untuk operasi darurat, tak masalah jika jadwalnya malam sekalipun.  Akhirnya satu-satunya cara yang bisa dilakukan Young Hoon untuk menyelamatkan hidup Sun Woo adalah operasi.

Min Young kaget melihat kamar Sun Woo yang berantakan. Min Young merapikan laci-laci dan pintu lemari Sun Woo yang terbuka. Saat Min Young menutup pintu lemari pakaian, Sun Woo terbangun dan memanggilnya, “Jo Min Young?” Min Young menoleh dengan bingung, Sun Woo sadar dan mengulanginya lagi, “Jo Min Young? Kapan kau datang?” Min Young menjawab, dia baru saja datang. Sun Woo berkata, apakah Min Young itu stalker? Min Young merengut, apakah Min Young terlihat seperti stalker?

Sun Woo duduk di tempat tidur dan memanggil Min Young untuk mendekat padanya. Sun Woo meminta Min Young untuk duduk di tepi tempat tidur. Min Young pun duduk dengan sedikit ragu. Sun Woo tersenyum dan bertanya bagaimana siaran beritanya? Min Young menjawab semuanya berjalan lancar. Sun Woo masih tak percaya dia menyerahkan  siaran berita terkahirnya pada Min Young.

Min Young bertanya apakah dia boleh bertanya pada Sun Woo? Min Young berharap Sun Woo akan menjawabnya. Sun Woo bilang dia akan berusaha menjawab sebisanya.
MY: “Kenapa kau meninggalkan siaran berita?”
SW: “Ehmmm,,, Rahasia”
MY: “Kenapa kau memukul Ayah?”
SW: “Itu juga rahasia”
MY: “Apa kau Sakit?”
SW: “Itu Rahasia”

Min Young jadi kesal, semua pertanyaannya di jawab dengan satu kata, ‘RAHASIA’ bukan kah Sun Woo bilang dia akan menjawabnya? Sun Woo berkata bahwa pernyataan Min Young terlalu sulit, apakah Min Young tidak bisa mengajukan pertanyaan yang lebih mudah? Min Young akhirnya bertanya lagi, “Mengapa kau selalu memanggilku Jo Min Young?” Sun Woo bertanya kapan dia melakukannya? Min Young bilang, tadi, dan juga kemarin, apakah Sun Woo tidak ingat. Sun Woo terus memanggilnya Jo Min Young, padahal dia adalah Park Min Young.

Sun Woo berkata, Min Young adalah Joo Min Young, meskipun dia sendiri tak mengingatnya. Sun Woo menatap Min Young dan menyentuh pipi Min Young membuat Min Young bingung dan sedikit gugup. Sun Woo berkata pada Min Young, “Aku hanya ingat Joo Min Young” Sun Woo terus menatap Min Young sambil menyentuh pipi nya, hingga Min Young bertanya apa maksud Sun Woo. Hmm,, Sun Woo melepaskan tangannya dari pipi Min Young dan berkata, “cobalah tebak, itu adalah teka teki” Min Young makin tak paham, mengapa Sun Woo seperti ini, semua jawaban Sun Woo hanya Rahasia dan teka-teki? Sun Woo tersenyum miris dan berkata Min Young tak akan pernah menemukan jawabannya.

Sun Woo menatap Min Young, kemudian matanya mulai berkaca-kaca. Min Young bingung karena Sun Woo mulai mengeluarkan air matanya. Tanpa sadar Min Young (dan akupun) mulai menangis melihat wajah sedih Park Sun Woo. Min Young bertanya, “Mengapa kau menangis?” Sun Woo lagi-lagi menjawab, “Rahasia” Sun Woo dan Min Young saling menatap sambil mengeluarkan air mata, sementara di tahun 1992, tempat batang dupa yang masih berisi dua batang dupa lagi terbakar di pantry RS Myungse.

Komentar:
Ending Scene episode 8, very beautiful^^ Aku beneran ikut nangis sama Sun Woo dan Min Young melihat ending episode 8. Apakah pada akhirnya Min Young akan bisa mengingat Sun Woo sebagai kekasihnya? Mengingat identitasnya sebagai Joo Min Young yang selalu mencintai Park Sun Woo. Akh~~ beneran deh,, Scene mereka berdua itu walau hanya se-uprit di eps 7 dan 8, tapi bener-bener dalem deh maknanya^^

Hmm,,, setelah baca wawancara SWnim drama Nine, kedatangan Sun Woo ke masa lalu telah mengubah beberapa hal di masa lalu, dan tentu saja akan mengubah masa depan juga kan? Apa saja yang berubah? Aku juga penasaran, dan kedatangan Sun Woo ke masa lalu kembali menyisakan berbagai pertanyaan di kepalaku.

1. Kenyataan bahwa Sun Woo telah menemui masa lalunya, mengubah ingatan Sun Woo tentang alasan Sun Woo datang ke RS. Awalnya ingin minta uang demi bisa lancar pergi ke ChunCheon bersama So Ra, menjadi mengkhawatirkan Ayahnya. Melihat apa yang terjadi Apakah Sun Woo remaja pada akhirnya akan percaya bahwa orang yang ditemuinya adalah dirinya dari masa depan? Apakah Sun Woo akan ingat janjinya untuk bertemu dengan Sun Woo masa depan esok harinya?

2. Sun Woo telah menjadi saksi anonym dari tragedi kecelakaan kematian Ayahnya yang disebabkan oleh Jung Woo, apa yang akan dilakukan Choi Jin Chul untuk menangangi hal tersebut?

3. Sun Woo mengejar Jung Woo dan hampir memukulnya, logikanya, Jung Woo ingat wajah orang yang tiba-tiba menghilang saat akan memukulnya kan? Apakah pada akhirnya Jung Woo menyadari itu adalah Sun Woo yang melakukan perjalanan waktu ke masa lalu?

4. Min Young. Hmm,,, tidakkah Min Young merasa, saat dia melihat Sun Woo yang tumbuh menjadi Anchor Park Sun Woo yang menawan, dia adalah paman yang memberinya nomor telepon Jung Woo hingga dia kini bisa memiliki keluarga lengkap setelah Jung Woo menikahi Ibunya?

Akh~~ begitu banyak pertanyaan tentang drama ini, lalu preview episode 9 yang bikin greget, apakah Sun Woo benar-benar meninggal di meja operasi? Lalu apa yang terjadi saat Young Hoon bertanya tentang keberadaan pasiennya? Apakah Sun Woo hidup kembali dan melarikan diri, ataukah Sun Woo ikut menghilang seperti Min Young karena dia memiliki takdir lain yang telah berganti, Hmm,,, mungkin Sun Woo akhirnya tidak mendapatkan penyakit tumor otak, karena perubahan yang terjadi di masa lalu~~

 *writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*


9 Komentar untuk "[Recaps] Nine episode 8"

aissshhhh,,,drama yg bikin galau.
tp aneh jg sih wkt liat drama nine ep 1,di awal sudah dibuka dg adegan Jung Woo naek gunung di Nepal,dan Jung Woo lelah dan tergelatak,dan sprti ada bayangan seseorang yg menghampirinya.(aku sulit menggambarkan)
anehnya mayat Jung Woo ditemukan di sungai bukankah terakhir kita melihat Jung Woo ada di puncak gunung. benar2 masih mistery

Ya ampyunsedih bgt endingnya akhirnya sung woo nangis jg,duh merana bgt sung woo ud mslh keluarganya,penyakitnya jg pacarnya yg skrg jd keponakannya,tmbh penasaran aj nih episod sljtnya,fighting ya mba bikin recapannya,ak slalu sllalu nunggggggu recapsnya....

Seperti makan buah simalakama.,

Menurutku dupa itu adalah mukjizat yang berubah menjadi kutukan, dan akan kembali ke jalannya semula.

Argh frustasi, ceritanya bener-bener gak bisa ditebak-

hwaaa..bener2 gak bisa menebak cerita selanjutnya bgmn???
nine hanya 10 episode ya?
berarti minggu ini terakhir dong...

Begitu banyak pertanyaan.. Yang jawabannya masih 'Rahasia'..

Smakin penasaran..
Oia,,mungkin nga ya.. Di tahun 1992 itu kan dupanya terbakar,, nah klu nga salah disitu ada sung woo muda,, nga sengaja saat dupa terbakar dia mengalami perjalanan waktu juga.. ??

aku numpang tebak jalan ceritanya dengan pemikiranku nih tetang misteri dupa 9:1. sun woo tidak jadi meninggal saat itu berkat kakaknya sun woo tapi tidak tau bagaimmana detailnya sih
;2. dupa yang ditinggalkan sun woo di tahun 1992 tidak ikut terbakar, mungkin saja jung woo yang mengambilnya. selain itu agak gangjel gitu,dupanya kan ada sembilan dan judul dramannya nine travel time kalo baru digunakan 8 dupa sementara 1 dupa sengaja di tinggal sun woo.seharusnya sesuai judul kesembilan dupa itu digunakan dalam melintasi waktu untuk memecahkan misteri yang terjadi di keluarga sun woo.
3. jung woo tetap mati sekaligus merubah semua taktir yang terjadi setelah perjalan waktu sun woo ke keadaan semula yaitu takdir dimana joo min young adalah pacar sun woo bukan keponakan, tapi ingatan sun woo tentang perjalan waktu yang telah dilakukannya tetap ada

ada yang menggangjal, siapa pria yang menyulut api di rumah sakit. entah berdasarkan apa aku malah kepikiran sama dr.young hoon teman sun woo.yang tahu klo dupa tertinggal di tahun 1992 hanya young hoon. dupa terakhir dari 9 dupa itu rasanya sangat ganjil kalau tidak digunakan tidak sesuai judulnya nine travels time

yg ngebakar kan suruhan choi jin cul, mungkin sun woo muda yg mengalami perjalanan waktu, soalny waktu dupa dibakar kan waktuny perjalanan waktu, tp pertanyaan lg ke masa depan atau belakangkah perjalanan waktu it?
#versi imajinasi

ayoooo mbk dilamjut recapnya ep 13 n seelanjutnya

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top