Tiba-tiba kangen sama drama satu ini, akhirnya aku rerun
ulang drama satu ini, meski dengan kualitas gambar yang jauh di bawah standar,,
(biasa,, bajakan,,)
Details
- Title: ロングバケーション
- Title (English): Long Vacation
- Genre: Romance
- Episodes: 11
- Viewership rating: 29.1
- Broadcast network: Fuji TV
- Broadcast period: 1996-Apr-15 to 1996-Jun-24
- Air time: Monday 21:00
- Theme song: La La La Love Song by Toshinobu Kubota with Naomi Campbell
Cast
- Kimura Takuya as Hidetoshi Sena (24)
- Yamaguchi Tomoko as Hayama Minami (31)
- Takenouchi Yutaka as Hayama Shinji
- Inamori Izumi as Koishikawa Momoko
- Matsu Takako as Okusawa Ryoko
- Ryo as Himuro Rumiko
- Hirosue Ryoko as Saito Takako
- Toyohara Kosuke as Sugisaki Tetsuya
- Kobayashi Susumu
- Morimoto Leo as Sasaki
- Tsukayama Masane
- Tate Misato (建みさと)
- Tadano Atsuko
- Ito Yoshinori
Synopsis
Long Vacation bercerita tentang sorang wanita benama Minami
(31 tahun) yang ditinggal kabur kekasihnya tepat di hari pernikahannya (duh
inget Miss Kim deh,,,). Minami yang tak
paham mengapa kekasihnya tak datang ke acara pernikahan mereka berlari dengan
masih mengenakan baju pengantin tradisional Jepang ke sebuah apartement yang
ternyata apartement kekasihnya. Namun di sana ia sama sekali tak menemukan
kekasihnya dan malah bertemu dengan Hidetoshi Senna (24 tahun), Lelaki yang
menjadi teman se-apartement sang kekasih. Minami pun akhirnya malah mencurahkan
kesedihannya pada Senna.
Senna adalah seorang pianist muda yang sedang mengalami
krisis percaya diri karena permainannya yang diselalu dianggap kurang memiliki
perasaan. Dia juga lelaki yang sangat pemalu dan hanya bisa memendam perasaan
cintanya pada adik kelasnya sesama pianist juga namun permainannya selalu
dianggap lebih baik darinya.
Karena kesulitan ekonomi yang membelitnya, Minami akhirnya
tinggal di apartement Senna dan mengganggu kehidupan lelaki itu dengan sikap
terbuka dan cerobohnya. Minami tak segan mendekati Senna dan memberikan
semangat pada Senna untuk meraih Impiannya menjadi seorang Pianist. Senna yang
selama ini memang merasa kesepian karena tak memiliki teman kecuali Riko (Gadis
yang dicintainya diam-diam) merasa terhibur dengan kehadiran Minami dalam
hidupnya. Mereka pun menjadi teman baik, tanpa mereka sadari sebenarnya
diantara mereka telah tumbuh benih-benih cinta. Namun keduanya menetapkan hati,
bahwa mereka hanyalah teman. Minami berpikir, dia tidak mungkin jatuh cinta
pada lelaki yang lebih muda 7 tahun darinya, dan Senna meyakinkan dirinya tidak
mungkin jatuh cinta pada perempuan seperti Minami yang memiliki keperibadian
terbuka dan ceroboh. Minami bahkan membantu Senna untuk bisa dekat dengan Riko.
Namun sayang ternyata hati Riko sudah kepincut Shinji yang tak lain adalah adik
Minami. Tanpa sepengetahuan Senna, Shinji dan Riko menjalin hubungan, Minami
yang mengetahui hal ini, berusaha menyembunyikan hal ini dari Senna karena
tidak ingin Senna terluka. Namun akhirnya Senna tahu juga, Lelaki itu tentu
saja terluka, dan hanya Minamilah yang ada disampingnya untuk menghiburnya.
Sejak mengetahui hubungan Riko dan Shinji, hubungan Senna
dan Minami sebagai teman semakin dekat. Namun keduanya masih menetapkan hati
bahwa mereka hanyalah sahabat dan teman satu apartement. Hingga suatau hari,
Minami bertemu dengan Seniornya yang memberinya pekerjaan tetap. Ternyata Sang
Senior menyukai Minami dan meminta Minami untuk menjadi kekasihnya. Minami
meminta pendapat Senna bagaimana dia harus menjawab pertanyaan Seniornya itu,
Senna malah berkata bahwa itu urusan Minami dan Minami harus memutuskannya
sendiri, dia berkata seperti itu, karena kesal melihat kedekatan Minami dan
Sang Senior, apalagi Minami sempat tidak pulang semalaman karena harus lembur
bekerja bersama Sang Senior.
Bingung dengan persaannya sendiri, akhirnya Minami memilih
keluar dari Apartement Senna dan tinggal sendiri, ia pun akhirnya menerima
perasaan Sugizaki sang Senior. Senna yang mengetahui hal ini pun merasa patah
hati namun menerimanya dengan lapang dada, dan kembali focus pada latihan
Pianonya. Kini permainan Piano Senna semakin membaik, karena saat memainkannya
Senna memikirkan Minami.
Minamipun jadi sering merindukan Senna, hingga saat dia dan
Sugizaki melihat anak-anak bermain kembang api, dia teringat pada Senna. Minami
ingat bahwa dia dan Senna memiliki kembang api yang belum sempat mereka
nyalakan. Mereka berjanji untuk menyalakannya bersama. Minamipun berlari ke
apartement Senna dan melihat cahaya kembang api di atap apartement Senna.
Minami mendatangi senna yang memang sedang menyalakan kembang api mereka di
Atap. Minami berkata:
“Mengapa Kau menyalakannya sendiri?” Senna kaget, dan
kembang apinya malah tidak menyala, lalu Minami membantu Senna menyalakan
kembang api tersebut, namun masih tidak menyala, keduanya saling mendekat
akhirnya malah berciuman (Oh,,, So,, Sweet).
Ciuman itu akhirnya berakhir di kamar tidur Senna. Keduanya
pun sangat panik saat mendengar suara Shinji yang masuk ke apartement Senna
(aku lupa cerita, akhirnya Senna malah tinggal bersama Shinji). Senna segera
berpakaian dan menemui Shinji dan langsung menyarankan Shinji untuk mandi,
bahkan Senna rela meminjamkan Shamponya untuk dipakai Shinji. Setelah Shinji
masuk kamar mandi, Minami pun segera keluar kamar, dan menyelinap pergi dari
apartement Senna.
Namun kelakuan Senna yang aneh mengundang rasa curiga Shinji
yang akhirnya malah melihat Senna yang turun mengantar Minami untuk masuk ke
mobilnya.
Senna yang berpikir mungkin hubungannya dengan Minami kini
mulai berkembang, datang berkunjung ke apartement Minami, namun malah bertemu
Sugizaki yang berkata bahwa dia berniat melamar Minami. Senna kecewa, kerena
sepertinya Minami belum putus dengan Sugizaki, dia pun kesal pada perempuan itu
dan berkata pada Minami, bahwa apa yang terjadi kemarin malam, hanyalah sebuah
kesalahan. Padahal sebelum menemui Senna, Minami sudah mengakhiri hubungannya
dengan Sugizaki (Owh,, sebuah kesalah pahaman yang menyedihkan). Minamipun
kecewa pada Senna dan berkata bahwa dia tidak akan lagi mencampuri hidup Senna.
Senna kembali focus pada latihan Pianonya untuk sebuah
kompetisi yang akan ia ikuti. Jika ia lulus dalam Kompetisi ini dia
berkesempatan untuk mendapatkan BeaSiswa sekolah Piano di Boston. Namun Senna
tetap memikirkan Minami, kini tak lagi dipungkiri, bahwa sebenarnya dia telah
jatuh cinta pada wanita itu. Begitupun Minami, meski berkata bahwa dia tak akan
lagi mencampuri urusan Senna, dia tetap menanyakan kabar Senna melalui Shinji.
Hari Kompetisi Senna pun tiba, Minami yang mendapat tiketnya
awalnya berniat tidak ingin menonton, namun setelah Sugizaki menjelaskan apa
yang terjadi di hari Minami memutuskannya membuat Minami berubah pikiran. Dia
pun datang dan melihat permainan Piano Senna yang menakjubkan. Namun Minami
segera pergi setelah pertunjukkan itu berakhir, apalagi saat dia tahu Senna
lolos untuk pergi Ke Boston. Senna yang diminta memberikan sambutan atas
kelulusannya, malah mengabaikan permintaan itu, saat melihat Minami akan pergi.
Dia pun mengejar Minami dan mengakui perasaannya. So.. akhirnya Senna
mengutarakan perasaannya pada Minami, dan secara tak langsung mengajak Minami
untuk pergi bersamanya ke Boston.
Dua tahun kemudian di Boston. Shinji, Riko dan teman-teman
Minami dan Senna lain sedang berada di sebuah gereja. Sepertinya mereka akan
menghadiri sebuah pernikahan, namun pengantinnya belum datang. Shinji nyeletuk,
“Tidak mungkin kan, pernikahannya tidak jadi lagi?” Riko berkomentar: “Senna
Senpai tidak pernah terlambat sebelumnya, kita tunggu mereka sebentar lagi”
Ternyata kedua mempelai sedang berlari-lari di Jalan lengkap
dengan pakaian pengantin mereka. Keduanya saling menyalahkan sehingga mereka
bisa terlambat di hari pernikahan mereka. Namun keduanya tertawa bahagia
berlari sambil berpegangan tangan menuju gereja.
Review
Ha,,, kesampean juga bikin Review dorama Jepang yang satu
ini. Aku suka banget sama dorama ini. Dorama ini nih,, yang dulu bikin aku kecanduan sama dorama Jepang,, dan gara-gara dorama ini juga aku jadi suka lagi sama dorama jepang setelah nonton
Buzzer Beat.
Apa yang membuatku menyukai drama ini? Suasananya,, Interaksi antar pemainnya, konfliknya, storyline-nya, musiknya yang sesuai dengan adegan yang ditampilkan,, karakter para pemainnya dan semua scene dalam drama ini. Semuanya membuatku rileks saat menontonnya,, dan perasaan ringan itu jugalah yang aku rasakan saat menonton Buzzer Beat.
Ga salah emang kalo ada yang bilang Buzzer Beat itu Long Vacation versi modern, tapi dengan cerita dan karakter yang berbeda.