Tampilkan postingan dengan label Long Vacation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Long Vacation. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

[Recaps] Long Vacation Episode 2




Benar saja,, telepon itu adalah dari Shinji. Minami tentu berharap itu dari Asakura, tapi ternyata Shinji lah yang menelpon. Minami segera menutup teleponnya, setelah tahu itu dari Shinji karena ia tahu adiknya itu hanya akan membuat masalah saja.

*writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Selasa, 26 Februari 2013

[Recaps] Long Vacation Episode 1



Minami Harou gadis berusia 31 tahun, berlari-lari dengan memakai baju pengatin tradisional Jepang menuju sebuah Apartemen. Tak peduli menjadi tontonan banyak orang, tak peduli betapa beratnya hiasan yang rambut yang digunakannya, dia memastikan harus tiba di Apartemen itu tepat pada waktunya.

 *writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Sabtu, 19 November 2011

[Review] J-Dorama Long Vacation (1996)

Tiba-tiba kangen sama drama satu ini, akhirnya aku rerun ulang drama satu ini, meski dengan kualitas gambar yang jauh di bawah standar,, (biasa,, bajakan,,)

Details

  • Title: ロングバケーション
  • Title (English): Long Vacation
  • Genre: Romance
  • Episodes: 11
  • Viewership rating: 29.1
  • Broadcast network: Fuji TV
  • Broadcast period: 1996-Apr-15 to 1996-Jun-24
  • Air time: Monday 21:00
  • Theme song: La La La Love Song by Toshinobu Kubota with Naomi Campbell

Cast

  • Kimura Takuya as Hidetoshi Sena (24)
  • Yamaguchi Tomoko as Hayama Minami (31)
  • Takenouchi Yutaka as Hayama Shinji
  • Inamori Izumi as Koishikawa Momoko
  • Matsu Takako as Okusawa Ryoko
  • Ryo as Himuro Rumiko
  • Hirosue Ryoko as Saito Takako
  • Toyohara Kosuke as Sugisaki Tetsuya
  • Kobayashi Susumu
  • Morimoto Leo as Sasaki
  • Tsukayama Masane
  • Tate Misato (建みさと)
  • Tadano Atsuko
  • Ito Yoshinori

Synopsis

Long Vacation bercerita tentang sorang wanita benama Minami (31 tahun) yang ditinggal kabur kekasihnya tepat di hari pernikahannya (duh inget Miss Kim deh,,,).  Minami yang tak paham mengapa kekasihnya tak datang ke acara pernikahan mereka berlari dengan masih mengenakan baju pengantin tradisional Jepang ke sebuah apartement yang ternyata apartement kekasihnya. Namun di sana ia sama sekali tak menemukan kekasihnya dan malah bertemu dengan Hidetoshi Senna (24 tahun), Lelaki yang menjadi teman se-apartement sang kekasih. Minami pun akhirnya malah mencurahkan kesedihannya pada Senna.  

Senna adalah seorang pianist muda yang sedang mengalami krisis percaya diri karena permainannya yang diselalu dianggap kurang memiliki perasaan. Dia juga lelaki yang sangat pemalu dan hanya bisa memendam perasaan cintanya pada adik kelasnya sesama pianist juga namun permainannya selalu dianggap lebih baik darinya.

Karena kesulitan ekonomi yang membelitnya, Minami akhirnya tinggal di apartement Senna dan mengganggu kehidupan lelaki itu dengan sikap terbuka dan cerobohnya. Minami tak segan mendekati Senna dan memberikan semangat pada Senna untuk meraih Impiannya menjadi seorang Pianist. Senna yang selama ini memang merasa kesepian karena tak memiliki teman kecuali Riko (Gadis yang dicintainya diam-diam) merasa terhibur dengan kehadiran Minami dalam hidupnya. Mereka pun menjadi teman baik, tanpa mereka sadari sebenarnya diantara mereka telah tumbuh benih-benih cinta. Namun keduanya menetapkan hati, bahwa mereka hanyalah teman. Minami berpikir, dia tidak mungkin jatuh cinta pada lelaki yang lebih muda 7 tahun darinya, dan Senna meyakinkan dirinya tidak mungkin jatuh cinta pada perempuan seperti Minami yang memiliki keperibadian terbuka dan ceroboh. Minami bahkan membantu Senna untuk bisa dekat dengan Riko. Namun sayang ternyata hati Riko sudah kepincut Shinji yang tak lain adalah adik Minami. Tanpa sepengetahuan Senna, Shinji dan Riko menjalin hubungan, Minami yang mengetahui hal ini, berusaha menyembunyikan hal ini dari Senna karena tidak ingin Senna terluka. Namun akhirnya Senna tahu juga, Lelaki itu tentu saja terluka, dan hanya Minamilah yang ada disampingnya untuk menghiburnya.

Sejak mengetahui hubungan Riko dan Shinji, hubungan Senna dan Minami sebagai teman semakin dekat. Namun keduanya masih menetapkan hati bahwa mereka hanyalah sahabat dan teman satu apartement. Hingga suatau hari, Minami bertemu dengan Seniornya yang memberinya pekerjaan tetap. Ternyata Sang Senior menyukai Minami dan meminta Minami untuk menjadi kekasihnya. Minami meminta pendapat Senna bagaimana dia harus menjawab pertanyaan Seniornya itu, Senna malah berkata bahwa itu urusan Minami dan Minami harus memutuskannya sendiri, dia berkata seperti itu, karena kesal melihat kedekatan Minami dan Sang Senior, apalagi Minami sempat tidak pulang semalaman karena harus lembur bekerja bersama Sang Senior.

Bingung dengan persaannya sendiri, akhirnya Minami memilih keluar dari Apartement Senna dan tinggal sendiri, ia pun akhirnya menerima perasaan Sugizaki sang Senior. Senna yang mengetahui hal ini pun merasa patah hati namun menerimanya dengan lapang dada, dan kembali focus pada latihan Pianonya. Kini permainan Piano Senna semakin membaik, karena saat memainkannya Senna memikirkan Minami.

Minamipun jadi sering merindukan Senna, hingga saat dia dan Sugizaki melihat anak-anak bermain kembang api, dia teringat pada Senna. Minami ingat bahwa dia dan Senna memiliki kembang api yang belum sempat mereka nyalakan. Mereka berjanji untuk menyalakannya bersama. Minamipun berlari ke apartement Senna dan melihat cahaya kembang api di atap apartement Senna. Minami mendatangi senna yang memang sedang menyalakan kembang api mereka di Atap. Minami berkata:
“Mengapa Kau menyalakannya sendiri?” Senna kaget, dan kembang apinya malah tidak menyala, lalu Minami membantu Senna menyalakan kembang api tersebut, namun masih tidak menyala, keduanya saling mendekat akhirnya malah berciuman (Oh,,, So,, Sweet).

Ciuman itu akhirnya berakhir di kamar tidur Senna. Keduanya pun sangat panik saat mendengar suara Shinji yang masuk ke apartement Senna (aku lupa cerita, akhirnya Senna malah tinggal bersama Shinji). Senna segera berpakaian dan menemui Shinji dan langsung menyarankan Shinji untuk mandi, bahkan Senna rela meminjamkan Shamponya untuk dipakai Shinji. Setelah Shinji masuk kamar mandi, Minami pun segera keluar kamar, dan menyelinap pergi dari apartement Senna.

Namun kelakuan Senna yang aneh mengundang rasa curiga Shinji yang akhirnya malah melihat Senna yang turun mengantar Minami untuk masuk ke mobilnya.

Senna yang berpikir mungkin hubungannya dengan Minami kini mulai berkembang, datang berkunjung ke apartement Minami, namun malah bertemu Sugizaki yang berkata bahwa dia berniat melamar Minami. Senna kecewa, kerena sepertinya Minami belum putus dengan Sugizaki, dia pun kesal pada perempuan itu dan berkata pada Minami, bahwa apa yang terjadi kemarin malam, hanyalah sebuah kesalahan. Padahal sebelum menemui Senna, Minami sudah mengakhiri hubungannya dengan Sugizaki (Owh,, sebuah kesalah pahaman yang menyedihkan). Minamipun kecewa pada Senna dan berkata bahwa dia tidak akan lagi mencampuri hidup Senna.

Senna kembali focus pada latihan Pianonya untuk sebuah kompetisi yang akan ia ikuti. Jika ia lulus dalam Kompetisi ini dia berkesempatan untuk mendapatkan BeaSiswa sekolah Piano di Boston. Namun Senna tetap memikirkan Minami, kini tak lagi dipungkiri, bahwa sebenarnya dia telah jatuh cinta pada wanita itu. Begitupun Minami, meski berkata bahwa dia tak akan lagi mencampuri urusan Senna, dia tetap menanyakan kabar  Senna melalui Shinji.

Hari Kompetisi Senna pun tiba, Minami yang mendapat tiketnya awalnya berniat tidak ingin menonton, namun setelah Sugizaki menjelaskan apa yang terjadi di hari Minami memutuskannya membuat Minami berubah pikiran. Dia pun datang dan melihat permainan Piano Senna yang menakjubkan. Namun Minami segera pergi setelah pertunjukkan itu berakhir, apalagi saat dia tahu Senna lolos untuk pergi Ke Boston. Senna yang diminta memberikan sambutan atas kelulusannya, malah mengabaikan permintaan itu, saat melihat Minami akan pergi. Dia pun mengejar Minami dan mengakui perasaannya. So.. akhirnya Senna mengutarakan perasaannya pada Minami, dan secara tak langsung mengajak Minami untuk pergi bersamanya ke Boston.

Dua tahun kemudian di Boston. Shinji, Riko dan teman-teman Minami dan Senna lain sedang berada di sebuah gereja. Sepertinya mereka akan menghadiri sebuah pernikahan, namun pengantinnya belum datang. Shinji nyeletuk, “Tidak mungkin kan, pernikahannya tidak jadi lagi?” Riko berkomentar: “Senna Senpai tidak pernah terlambat sebelumnya, kita tunggu mereka sebentar lagi”

Ternyata kedua mempelai sedang berlari-lari di Jalan lengkap dengan pakaian pengantin mereka. Keduanya saling menyalahkan sehingga mereka bisa terlambat di hari pernikahan mereka. Namun keduanya tertawa bahagia berlari sambil berpegangan tangan menuju gereja.

Review

Ha,,, kesampean juga bikin Review dorama Jepang yang satu ini. Aku suka banget sama dorama ini. Dorama ini nih,, yang dulu bikin aku kecanduan sama dorama Jepang,, dan gara-gara dorama ini juga aku jadi suka lagi sama dorama jepang setelah nonton Buzzer Beat

Apa yang membuatku menyukai drama ini? Suasananya,, Interaksi antar pemainnya, konfliknya, storyline-nya, musiknya yang sesuai dengan adegan yang ditampilkan,, karakter para pemainnya dan semua scene dalam drama ini. Semuanya membuatku rileks saat menontonnya,, dan perasaan ringan itu jugalah yang aku rasakan saat menonton Buzzer Beat. 

Ga salah emang kalo ada yang bilang Buzzer Beat itu Long Vacation versi modern, tapi dengan cerita dan karakter yang berbeda.