Tampilkan postingan dengan label Kim Ha Neul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kim Ha Neul. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Januari 2012

[Review] K-Movie You're My Pet (Kim Ha Neul - Jang Geun Suk, 2011)

Bosan menonton drama aku akhirnya beli beberapa Movie, salah satunya adalah You're My Pet yang dibintangi Jang Geun Suk dan Kim Ha Neul. Sejak beberapa bulan yang lalu, Movie ini banyak dibicarakan. Hubungan Pemilik dan Peliharaan antara Kim Ha Neul dan Jang Geun Suk di film ini benar-benar manis. Aku suka liat aktingnya Kim Ha Neul, dia pas banget memerankan karakter pemilik yang egois yang menumpahkan segala masalahnya dengan mengurus (menyiksa) peliharaannya itu.

 
Detail:
Judul: You're My Pet
Genre: Melodrama dan Romance
Durasi: 110 menit
Sutradara:Kim Byung Gon
Tahun Produksi: 2011

Cast:
Kim Ha Neul as Ji Eun Yi
Jang Geun Suk as Kang In Ho (Momo)
Yoo Tae Joo as Cha Woo Sung
Jung Yoo Mi as Lee Young Eun
Choi Jong Hun as Ji Eun Su

Sinopsis:
Film ini menceritakan tentang seoran wanita karir yang sukses menjadi Editor di sebuah majalah Fashion, Ji Eun Yi yang selalu gagal dalam menjalin hubungan dengan pria. Alasan Eun Yi ditinggalkan pria-pria itu beragam, mulai dari sikap egois Eun Yi hingga karirnya yang terlalu sukses. 

Para sahabatnya menyarankan Eun Yi untuk memelihara seekor anak anjing di rumahnya agar sikap Eun Yi bisa berubah dan hubungannya dengan pria bisa lancar. Meskipun mereka menyangsikan Eun Yi bisa menjaga hewan peliharaannya dengan baik, disaat dia selalu gagal menjaga kekasihnya sendiri.

Kang In Hoo adalah seorang penari profesional yang dulunya sempat menjadi penari balet, namun berhenti karena pernah mencederai rekan balet wanitanya. Sejak itu In Hoo tak mau lagi mendapatkan patner wanita untuk menari. In Hoo mendadak kehilangan tempat tinggalnya karena suatu hal. Untung ada Ji Eun Su yang ternyata adik Ji Eun Yi yang menawari tempat tinggal pada In Hoo yang ternyata di rumah Noona nya.

Awalnya Eun Su bilang pada Eun Yi bahwa In Hoo hanya akan menginap semalam di rumah kakaknya itu, namun Eun Yi kaget saat In Hoo menunggunya didepan gedung apartemennya didalam kardus. Dari In Hoo akhirnya Eun Yi tahu bahwa adiknya sudah menipunya dan bahkan telah menerima uang sewa dari In Hoo selama 6 bulan.

In Hoo melihat Eun Yi yang sepertinya ingin memelihara anak anjing. Dia malah menawarkan diri untuk menjadi peliharaannya karena mengurus manusia lebih mudah dari pada mengurus anak anjing. Tadinya Eun Yi ingin mempermainkan In Hoo dengan menerima tawaran In Hoo dan menetapkan aturan-aturan antara peliharaan dan majikan supaya In Hoo pergi dengan sukarela,. Namu ternyata In Hoo malah menerima semua syarat itu dan rela menjadi peliharaan Eun Yi.

Eun Yi memanggil In Hoo "Momo" karena In Hoo mengingatkannya pada seekor anjing yang pernah dipeliharanya saat masih kecil. Maka dimulailah kehidupan Eun Yi dan Momo sebagai pemilik dan peliharaannya.

Sikap In Hoo benar-benar seperti seekor anjing peliharaan. Dia ingin diberi makan oleh Eun Yi, rela didandani Eun Yi ala binatang peliharaan (hingga diberi kalung leher). Maka semua orang pun berpikir bahwa Eun Yi memang memelihara seekor anak anjing.

Secara mengejutkan Eun Yi kembali bertemu dengan cinta pertamanya Cha Woo Sung yang merupakan seniornya di universitas. Eun Yi pun mulai menjalin hubungan dengan seniornya itu dan membuat Momo cemburu karena merasa tak diperhatikan lagi oleh Eun Yi. In Hoo beberapa kali mengagalkan adegan mesra antara Eun Yi dan Senior Cha. Bahkan rasa khawatir Eun Yi yang berlebihan pada Momo saat Eun Yi dan Senior Cha pergi bersama keluar kota untuk bisnis membuat Senior Cha merasa marah. Mengapa? Karena Eun Yi lebih memilih pulang untuk memberi makan Momo disaat mereka sedang berduaan.

Senior Cha jadi penasarana dengan Momo, bahkan membelikannya kalung anjing dan berkata pada Eun Yi dia ingin bertemu Momo. Maka Eun Yi dengan sigap meminjam anjing Ibunya dan menyuruh In Hoo untuk keluar sementara waktu. Tapi saat dia mendorong In Hoo keluar, Senior Cha sudah didepan pintu dan bertanya tentang siapa In Hoo. Eun Yi berbohong dengan berkata In Hoo adalah sepupunya.

Senior Cha semakin serius pada Eun Yi dan berniat melamarnya. Namun Eun Yi malah merasa aneh dengan dirinya sendiri yang selalu mengkhawatirkan In Hoo yang sempat tidak pulang karena sibuk latihan menari distudio tarinya. 

Di kantor, Eun Yi punya saingan, Lee Young Eun namanya. Dia sangat iri pada Eun Yi, dan selalu berusaha menjatuhkan Eun Yi didepan Bossnya. Young Eun jugan menyukai Senior Cha, dan semakin kesal pada Eun Yi karena senior Cha lebih menyukai Eun Yi dibanding dirinya. Suatu hari Young Eun memergoki Eun Yi memanggil In Hoo dengan sebutan Momo. Sadarlah Young Eun bahwa Momo adalah seorang laki-laki.

Karena rasa irinya, Young Eun menceritakan tentang siapa sebenarnya Momo pada Senior Cha,tepat di waktu dia dan Eun Yi janji untuk bertemu. Senior Cha akhirnya tidak memenuhi janjinya. Eun Yi malah menelpon In Hoo dan berpikir itu nomor ponsel Senior Cha. 

Tahu Eun Yi gagal berkencan dengan Senior Cha, In Hoo segera menemuinya dan memberikan penghiburan pada Eun Yi, bahkan menemaninya mabuk. Sampai dirumah Eun Yi yang sudah mabuk berat meminta In Hoo melepaskan sepatunya. In Hoo pun nurut. Lalu Eun Yi meminta In Hoo melepaskan bajunya juga, tepat disaat Senior Cha datang dan melihat adegan yang membuat siapapun salah paham. 

Senior Cha kecewa pada Eun Yi, namun dia masih mencintai Eun Yi dan malah berakhir berkelahi dengan In Hoo saat In Hoo datang ke perusahaannya. Ini membuat Eun Yi malu dan marah pada In Hoo. 

In Hoo yang sepertinya sudah jatuh cinta pada Eun Yi, berharap Eun Yi jujur pada dirinya sendiri, namun Eun Yi masih mengelak, bahkan saat In Hoo memberikan ciuman paksaan padanya. Eun Yi malah menyuruh In Hoo pergi dari rumahnya.

In Hoo membuat pesan lewat sebuah video yang meminta Eun Yi datang ke pertunjukkannya sebelum In Hoo pergi keluar negeri untuk belajar lagi. Eun Yi datang dan takjub pada bakat In Hoo namun sayangnya In Hoo tak melihat Eun Yi.

Sahabat Eun Yi mencoba menyadarkan Eun Yi pada perasaannya In Hoo. Eun Yi berusahan megejar In Hoo ke bandara, namun sepertinya gagal karena beberapa waktu kemudian Eun Yi diceritakan bahwa dia menjalani kehidupan sehar-harinya seperti biasa dengan tetap merindukan In Hoo.

Suatu Hari Eun Yi memberhetikan sebuah taksi yang juga telah diberhentikan seorang lelaki cantik. Dan dia adalah In Hoo. Eun Yi memukuli In Hoo saat melihatnya dan berkata mengapa pesawat In Hoo begitu cepat lepas landas. In Hoo pun sadar Eun Yi mengejarnya ke bandara, dan bertanya kenapa. Eun Yi gugup dan malah bilang karena In Hoo adalah peilharaannya jadi dia sangat mencemaskan In Hoo. Namun sepertinya In Hoo pun tahu maksud Eun Yi, dan merekapun mengabiskan sore itu dengan melihat Sunset dipinggir jembatan.

Komentar:
Film ini sangat manis, meskipun agak terasa datar dan banyak scene yang hilang. Namun secara umum ceritanya cukup menarik dan enak untuk diikuti. Kim Ha Neul disini cantik banget, dia sangat pas memerankan Eun Yi, Editor majalah Fasion yang dibenci banyak orang karena sikapnya yang  telalu perfectionis.

Jang Geun Suk,, bermain sangat manis di film ini. Tariannya sangan indah, dan aku suka sekali saat dia berkelahi dengan Senior Cha, dia tampak sangat manly meski berakhir kekanak-kanakan. (Jadi inget Protect the Boss, pas Ji Hoon dan Moo Won berantem, hehehe,,,)

Minggu, 30 Oktober 2011

[Review] K-Movie Blind (Kim Ha Neul - Yoo Seung Hoo, 2011)



Details
Judul: 블라인드 (Beul-la-in-deu) a.k.a Blind
Sutradara: Ahn Sang Hoon
Genre: Thiller
Durasi Waktu: 111 menit
Tanggal Rilis di Korea Selatan: 10 Agustus 2011

Cast

Kim Ha neul sebagai Soo Ha

Yoo Seung Hoo sebagai Gi Seob

Jo He Bong sebagai Detektif Jo

Yang Young Jo sebagai Dr. Yeong Ji (Pembunuh)

Kim Mi Kyung sebagai Ibu Soo Ha


Sinopsis
Cerita berawal dari kedatangan seorang wanita ke sebuah klub malam untuk menangkap seorang pemuda yang ternyata adiknya. Karena adiknya terus melarikan diri, polisi tersebut akhirnya memborgol tangan sang adik. Di dalam mobil mereka bertengkar, Sang adik meminta dilepaskan karena ingin kembali ke klub malam tadi, namun tidak diijinkan oleh kakaknya. Adiknya mencoba merebut pistol Sang kakak,, Polisi wanita itu mengelak, mereka rebutan pistol, hingga Sang Kakak melihat ada truk di hadapannya, dia banting stir dan mobilnya menabrak pembatas jalan.

Polisi wanita itu terlempar ke jalanan dengan mata penuh luka dan setengah tak sadarkan diri, sementara sang adik tetap berada di dalam mobil karena tangannya yang di borgol. Sang adik yang masih sadar berteriak-teriak memanggil Noona-nya minta diselamatkan. Sang Kakak berusaha mati-matian bangkit dari pingsannya dan mencapai mobilnya. Namun terlambat,, Mobil itu terlanjur terjatuh dari atas jalan layang ke jalan yang ada di bawah dan di tabrak oleh sebuah truk.

3 tahun Kemudian
Polisi Wanita yang ternyata bernama Soo Ha itu, kini hidup sendiri bersama Anjing penuntunnya dalam kebutaan sejak kecelakaan 3 tahun lalu, dia kini tak lagi jadi Polisi. Tapi dia rajin ke kantor polisi untuk menyelidiki sebuah kasus yang sepertinya masih berkaitan dengan kasus kematian adiknya. Namun pihak kepolisian mengatakan Soo Ha harus menyerah karena kasus itu tidak mengalami perkembangan apapun.

Esok harinya Soo Ha pergi kerumah Ibunya, Ibunya pun menyuruh Soo Ha untuk menyerah menyelidiki kasus itu. Soo Ha tidak senang dengan permintaan ibunya, dia pun pergi ke halte Bis dengan marah. Di Halte Soo Ha kebingungan karena tidak tahu bagaimana bisa pulang ke apartementnya. Saat semua orang sudah pergi dengan taksi yang mereka Stop, akhirnya Soo Ha menghentikan sebuah Mobil yang melalui kelebihan Inderanya dia lihat sebagai taksi. Setelah berbincang dengan Sopirnya Soo Ha pun naik mobil itu.

Soo Ha merasakan keanehan pada mobil itu, karena kulit Joknya tidak terasa sebagai Taksi, belum lagi ia sering mendengar supirnya terus menerus melihat jam tangannya dengan gelisah. Tiba-tiba saja Soo Ha merasakan Mobil tersebut menabrak sesuatu dan berhenti tiba-tiba. Soo Ha panik bertanya pada Sang Sopir apa yang terjadi, tapi Sopir itu berkata tidak ada apa-apa. Soo Ha curiga dan terus bertanya. Si sopir malah menyuruh Soo Ha keluar dari mobilnya dan  mendorong Soo Ha ke jalanan. Sopir taksi gadungan itu pun meninggalkan Soo Ha di jalanan, hingga Soo Ha ditemukan oleh seseorang yang membawanya ke kantor polisi. Soo Ha mencoba menceritakan, bahwa sepertinya mobil yang ditumpanginya itu menabrak seseorang, namun tak satupun polisi yang percaya karena kebutaan Soo Ha.

Suatu hari dua orang polisi mendatangi Soo Ha dan memintanya sebagai saksi dalam suatu kasus hilangnya gadis-gadis muda di daerah tempat Soo Ha sempat di turunkan oleh Sopir yang menabrak seseorang tersebut. Detective Jo, Polisi yang menangani kasus tersebut awalnya mengabaikan semua kesaksian Soo Ha, hingga akhirnya dia menyadari bahwa karena kebutaan yang di alami Soo Ha, dia memiliki pendengaran yang lebih baik dari orang biasa. Apalagi Polisi tersebut tahu bahwa Soo Ha dulunya seorang Polisi. Selin Soo Ha ternyata ada orang yang juga menjadi saksi kecelakaan tersebut. dia adalah Gi Seob seorang pemuda pengantar makanan yang tidak sengaja melewati jalan yang sama dengan Soo Ha malam itu. Namun, kesaksian Soo Ha dan Gi Seob berbeda, sehingga membuat sang polisi kebingungan.

Tapi sepertinya, Detektif Jo lebih mempercayai Intuisi Soo Ha sebagai orang buta dengan pendengaran yang sangat baik, maka ia pun berusaha keras mencari suara yang sama dengan orang ditemui Soo Ha malam itu. Pencarian mereka terus berlanjut, hingga mereka mendengar kabar Gi Seob di  serang seseorang. Gi Seob awalnya tetap ngotot bahwa dia tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi malam itu, dan orang yang menyerangnya itu hanyalah orang preman biasa. Bahkan saat Soo Ha memperingatkannya setelah dia mendapat telepon dari sang Pembunuh, Gi Seob tetap mengabaikan Soo Ha.

Hingga akhirnya, Gi Seob melihat orang yang melakukan tabrak lari dan menyerangnya juga membututi Soo Ha di dalam kereta. Dia sadar gadis itu dalam bahaya. Gi Seob pun mencoba memberi tahu Soo Ha dengan meneleponnya dan melakukan video 3-G untuk memberikan petunjuk agar tahu dimana Pembunuh itu sekarang dan membantunya melarikan diri dari kejaran sang pembunuh.


Gi Seob berusaha sekuat tenaga membantu Soo Ha melarikan diri, namun sayang Sang Pembunuh berhasil menangkap Soo Ha, meski akhirnya dia berhasil kabur lagi dan berlari ke sebuah Lift, namun sayang Pembunuh itu bisa mengejarnya dan berniat menusuk Soo Ha yang pingsan di dalam Lift. Namun Anjing penuntun Soo Ha menggigit sang Pembunuh membuat Pembunuh itu kalap dan membunuh Anjing penuntun Soo Ha.


Soo Ha di bawa ke rumah sakit, dan dia sangat terpukul mengetahui Anjing penuntunnya mati. Sejak kematian anjingnya Soo Ha terlihat tak bersemangat. Bahkan saat akhirnya Gi Seob menemukan mobil yang digunakan pembunuh tersebut untuk melakukan tabrak lari tempo hari, Soo Ha terlihat tidak terlalu peduli.

Demi keselamatan Soo Ha dan Gi Seob, Detektif Jo menyarankan agar keduanya tinggal di rumah Ibunya Soo Ha di pinggiran Kota. Gi Seob akhirnya tahu mengapa Soo Ha bisa menjadi buta dan rasa bersalahnya terhadap kematian adiknya 3 tahun lalu. Gi Seob pun jadi menghormati Soo Ha layaknya Noona-nya.

Sang pembunuh yang ternyata seorang dokter, bertemu dengan Detektif Jo yang sedang menyelidiki mobilnya. Paman Polisi berusaha mengintrogasi Pembunuh itu, namun Naas, Detektif Jo malah kehilangan nyawanya ditangan sang Pembunuh.

Si pembunuhpun semakin kalap dan berusaha mencari keberadaan Soo Ha dan Gi Seob. Dengan kepintarannya Pembunuh itu pun menemukan bahwa Soo Ha dan Gi Seob berada di rumah Ibu Soo Ha. Saat Ibu Soo Ha pergi berlibur dengan anak-anak panti, Sang pembunuhpun datang ke rumah Soo Ha. Si pembunuh awalnya hanya menemukan Soo Ha yang sedang mencari Gi Seob dan menganggap dirinya sebagai Gi Seob, saat Si Pembunuh mencoba menusuknya, Gi Seob datang berusaha menyelamatkan Soo Ha, dan menyuruh Soo Ha lari. Nasib Gi Seob pun tidak beruntung, karena akhirnya Si pembunuh menusuknya di bagian perut membuat Gi Seob tumbang tak sadarkan diri.

Sang pembunuh mengejar Soo Ha, adegan kejar-kejaran itu berlangsung agak lama. Hingga Soo Ha berhasil mengunci sang pembunuh di sebuah kamar dengan menghalangi pintu kamar itu dengan sebuah benda berat.

Di tempat lain, rekan-rekan Detektif Jo menemukan lokasi kejadian tempat pembataian para gadis muda korban sang dokter pembunuh. Mereka berusaha menghubungi Gi Seob untuk berhati-hati namun tidak di angkat. Soo Ha yang mendengar bunyi ponsel Gi Seob bordering, mencoba mencar-cari Ponsel itu dan malah menemukan yubuh Gi Seob, yang terbaring di lantai. Soo Ha berusaha memindahkan tubuh Gi Seob ke tempat yang lebih aman. Namun sayang Sang pembunuh terlanjur berhasil melarikan diri dan mengejar Soo Ha lagi. 

Saat Soo Ha hampir tertangkap, Gi Seob datang menyelamatkannya lagi dan berlari keluar rumah. Sayangnya lagi Pembunuh berhasil mengejar mereka keluar rumah dan berusaha membunuh Soo Ha dan Gi Seob lagi. Soo Ha terjatuh dan tak sadarkan diri, Pembunuh berusaha membunuh Gi Seob. Gi Seob berteriak memanggil Soo Ha. “ Noona bangunlah!!”

Soo Ha teringat pada teriakan adiknya, Soo Ha pun bangkit dan dalam pandangan intuisinya dia sedang berjalan menuju Mobilnya 3 tahun lalu untuk menyelamatkan adiknya. Ternyata dia sedang menuju mobil si pembunuh dan memecahkan kaca mobil tersebut dengan batu besar. Si pembunuh mendatangi Soo Ha untuk memukulnya dengan besi, namun untuknya Soo Ha sedang memegang magnet pendeteksi yang diberikan ibunya untuknya sehingg Soo ha tahu dari mana arah si Pembunuh datang, maka dia pun berhasil memukul si pembunuh itu dengan batu lebih dulu, sehingga si pembunuh pun terkapar tak berdaya. Tak lama kemudian para polisi datang dan mengamankan Si pembunuh serta menolong Soo Ha dan Gi Seob.

1 tahun kemudian
Soo Ha sepertinya masih buta, tapi kini dia kembali memakai seragam polisinya. Lalu datang gi Seob, yang kini juga telah memakai seragam polisi juga, mereka pun berfoto bersama.

Review
Bagiku film ini lumayan menegangkan terutama saat adegan kejar-kejaran antara Soo Ha dan si pembunuh yang psikopat, untungnya selalu ada Gi Seob yang menolong Soo Ha tepat pada waktunya, jadi Soo Ha masih bisa selamat. Kasian banget sama nasibnya detektif Jo. Tapi mungkin itu sudah jalan ceritanya, kalo detektif Jo ga mati, TKP kejahatan Dr. Yeong Ji tidak akan ditemukan.

Btw,, yang jadi ibunya Soo Ha ternyata yang jadi Ibunya Beo Jin di Tamra the Island. Hehehe,, Ahjumma satu ini emang selalu punya karakter keren di setiap proyeknya, entah itu dalam drama maupun dalam film. 

Sumber gambar: Hancinema