Jumat, 30 September 2016

30 Days of Sherlock - Day 4 : Favorite Quote


Banyak sekali kata-kata kutipan yang penuh makna dari Sherlock ini, dan beberapa tentu saja ada yang menjadi favorite ku.


Berikut ini beberapa kata-kata kutipan yang menjadi favorite ku:

“Alone is what I have, Alone protect me”

Sebagai seseorang yang senang menghabiskan ‘me time’ denga kesendirian, kutipan ini membuat ku merasa prinsipnya Sherlock ini aku banget, tapi tentu saja dalam hidupku tidak hanya kesendirian yang aku punya, namun kadang-kadang aku setuju, jika kesendirian itu melindungi kita dari hal-hal yang menyakitkan, meskipun itu membuat kita terasing dari dunia luar.

“I may be on the side of the angels, but don’t think for one second that I am one of them”

Nah ini banget, Sherlock gitu lho, mungkin dia memang pencari kebenaran sejati, namun dia bukan orang yang berhati malaikat, itulah mengapa saat memaparkan fakta dia tidak pernah memikirkan perasaan orang lain. Karena bagaimana pun di dunia ini banyak sekali kenyataan yang menyakitkan.
  
“Sentiment is chemical defect found on losing side”

Sherlock adalah orang yang menganggap hal-hal yang berbau sentiment adalah sesuatu yang tidak berguna. Sesuatu yang terlalu terbawa perasaan hanya lah dimiliki oleh orang yang kalah. Kata-kata ini menjadi salah satu favorite ku karena rasanya sejalan dengan apa yang aku yakini, jika cinta adalah sebuah reaksi kimia yang bisa berakhir kapan saja saat hormon yang berperan ketika seseorang jatuh cinta sudah tidak ada lagi.

“Every fairy tale needs a good old fashioned villain”

Kata-kata Moriarty ini bener banget lho, setiap cerita selalu butuh villain yang keren untuk membuat si tokoh utama menjadi orang yang terlihat keren juga. Itulah mengapa Moriarty bilang Sherlcok butuh dirinya, kalo enggak sama sekali bukan apa-apa. Terutama cerita-cerita yang bergenre thiller, kalau gak ada villain yang keren nya sih, ya udah kelaut aja, masa jagoannya menang terus, kan gak asyik. Tapi cerita yang ber genre drama pun tetep butuh villain yang keren juga deh, untuk mengguncang sisi dramatic si tokoh utamanya, itulah mengapa aku menyukai drama-drama makjang yang memiliki villain keren, walo kadang nontonnya bikin sakit leher juga.

“I’m Not a Psychopath, I’m high functioning Sociopath”

Saat orang-orang menyebut Sherlock seorang psikopat, dia selalu membantah dengan tegas jika dirinya bukan psikopat melainkah seorang sosiopat yang sangat berguna. Sisi berguna nya sih emang bener, tapi tentang dia yang seorang sosiopat, apakah itu benar? Gara-gara kata-kata Sherlock yang ini nih, aku jadi sempet browsing sana sini mencari bedanya psikopat dan sosiopat, tapi sampai saat ini masih belum mendapat jawaban yang memuaskan rasa penasaranku sih.

“The problems of your past are your business, the problems of your future are my privilege”

Mungkin ini salah satu yang membuatku mengaggumi John Watson, karena dia begitu pemaaf, itu adalah alasan terkuat mengapa dia bisa bersahabat begitu awet dengan orang se-culas Sherlock Holmes. Dia bahkan bisa memaafkan Mary setelah istri tersayangnya itu membohonginya tentang identitasnya di masa lalu. John Watson bukan orang yang berpikiran picik yang menilai masalah hanya dari satu sisi-sisi. Dia memahami betul apa alasan Mary menyembunyikan identitas masalalu nya, karena Mary sangat mencintai dirinya itulah mengapa dia berbohong dan rela menembak Sherlock saat dia berusaha melindungi kebohongannya.

“Fear is wisdom in the face of danger, it is nothing to be ashamed of”

Ketakutan bukan sesuatu yang memalukan dan itu bener banget kan yah. Kita tidak perlu malu untuk menjadi takut saat menghadapi suatu keadaan yang berbahaya, malu lah saat kita tidak takut untuk berbuat dosa.

“You see, but you do not observe”

Kata-kata yang sering Sherlock katakan pada John, tapi aku jelas merasa sangat tersindir dengan kata-kata itu. Saat kita melihat sesuatu tapi jarang sekali kita benar-benar mengobservasi apa yang aku lihat sehingga aku sering kali melewatkan banyak hal penting dari apa yang aku lihat tersebut.


Sebenernya masih banyak kutipan-kutipan yang menarik lainnya, namun yang di atas itu adalah yang menjadi favorite ku. Dari semuanya tentu saja ada yang menjadi ter-favorite ku dan itu adalah…


“I’m Not a Psychopath, I’m high functioning Sociopath”

Kata-kata Sherlock ini terus teringang dan bergelantungan di pikiranku, sampai aku mencoba mencari tahu apa sih sebenernya ciri-ciri orang yang disebut sosiopat itu? tapi kebanyakan penjelasan hanya memberi gambaran ketika orang yang terkena gangguan psikologis ini saat berbuat kejahatan atau masalah interaksi nya dengan social. 

Tapi masalahnya, apakah seorang sosiopat akan selalu menjadi seorang penjahat dan bertindak anarkis? Sherlock sama sekali bukan tipe itu kan? Dia menembak Magnussen pun bukan untuk menjadi penjahat, tapi demi melindungi kebahagiaan John dan Mary. Meskipun aku adalah orang awam di dunia psikologis, tapi aku merasa disini Sherlock hanya mengaku-ngaku saja jadi sosiopat, meskipun memang sih dia punya kecenderugan ke arah sana.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^