Goodbye Mr Black Episode 5 part 2


Selesai melakukan presentasi tentang rencana resort Incheon Mei mengatakan pada Baek Eun Do dan staf Sunwoo distribusi lainnya jika mereka akan tanda tangan kontrak setelah mereka mendapatkan lahan. Mengapa tidak sekarang? Karena dia khawatir aka nada perubahan jadwal jika mereka terlambat mendapatkan lahan.


Baek Eun Do merasa ini tidak menguntungkan baginya dan dia ingin membuat kesepatan, dia menjanjikan akan mendapatkan lahan dalam waktu kurang dari sebulan. Mei menyetujuinya, namun dia ingin ganti rugi yang lebih besar jika Sunwoo Distribusi melanggar kontrak kerjanya. Baek Eun Do setuju namun sebagai gantinya dia ingin MRB mengirimkan dana 20 juta Won sebagai uang jadi.

Mei menelpon seseorang dan mengatakan Baek Eun Do sangat keras kepala. Mereka butuh uang secepatnya. Orang yang dia telepon sepertinya memaki dan Mei mengingatkan bahwa mereka akan mendapatkan lebih banyak setelahnya.

Black menemui Ji Ryun yang tidak tampak kaget. Black baru tahu jika Ji Ryun ada di pesta itu juga. Ji Ryun bertanya apa tidak apa-apa Black melawan mereka? Jika memang terjadi apa-apa, Ji Ryun bisa melaporkannya pada polisi, saat ini semua orang mengabaikannya. Sepertinya mereka tidak ingin menyembunyikan penjahat. Black merasa akan menyenangkan jika dia bisa dipenjara bersama Seon Jae.

Lalu bagaimana dengan Ji Ryun? Black berjanji dia akan mengatakan tidak pernah melihatnya, lalu mereka tertawa bersama.

Woo Jin datang mencari Ji Ryun dan minta maaf karena tidak tahu jika Ji Ryun sedang ada tamu. Woo jin memintanya keluar karena ingin membicarakan sesuatu.

Woo Jin ingin meminjam uang dan mobil. Ji Ryun bertanya dimana Swan saat ini? Woo Jin tidak tahu, yang jelas pinjami saja dia uang, dia yang akan mencari Swan. Ji Ryun kembali masuk ke dalam kantornya dan Woo Jin berkata hanya dia yang akan menemukan Kim Swan jadi apa susahnya meminjamkan uang entah itu kredit ataupun cash.

Black tentu mendengar nama Swan disebut, namun ekspresinya wajahnya tidak berubah dan tetap santai membaca majalah di ruangan Ji Ryun. Sementara Woo Jin menunggu Ji Ryun mengambil kunci mobil dan uang, Woo Jin mencoba memperhatikan Black yang masih tampak tenang, namun dia tidak sempat melihat wajahnya. Ji Ryun datang dan memberikan kunci mobil dan kredit card nya. Ji Ryun meminta Woo Jin untuk menelponnya jika terjadi sesuatu.

Ji Ryun mengatakan pada Black jika tadi itu Woo Jin atasan Swan di Panda News. Black tampak tidak tertarik dan pamit pergi, dia akan menelpon Ji Ryun jika membutuhkan sesuatu. Ji Ryun bertanya apakah Black tidak penasaran bagaimana keadaan Swan sekarang? Black yakin Swan baik-baik saja.

Swan masih mencari Ji Soo? Mengapa? Black lah yang harus mencari Ji Soo, katakan pada Swan untuk tidak mencarinya lagi. Black tahu sendiri bagaimana keras kepalanya Swan. Saat semua orang mengatakan Black telah mati, hanya Swan yang percaya jika Black masih hidup. Black tampak sedih mendengarnya. Ji Ryun lalu berkata jika Black tidak ingin menemuinya, maka jangan sampai Swan menemukannya.

Ditempat Judi, Park Ho Shik kalah lagi, Swan sudah kesal dan bertanya-tanya sampai kapan dia akan berada di tempat itu. Woo jin pasti tidak akan senang. Swan kaget saat melihat Woo Jin ada disana dengan gaya perlente nya. Dia datang untuk berjudi bahkan memberikan tips pada Swan.

Woo Jin memilih berjudi di meja Park Ho Shik yang terus kalah. Gye Dong juga ada di meja tersebut dan memperhatikan gerak gerik Park Ho Shik. Sementara Swan mendengar si Boss berbicara pada anak buahnya jika mereka harus mendapatkan tanda tangan Park Ho Shik hari ini sekaligus menyingkirkannya. Swan kaget.

Melihat Park Ho Shik meninggalkan meja judinya, Swan langsung berbicara padanya agar dia segera pergi dari sana. Mereka berniat menyikirkan Park Ho Shik seperti yang terjadi pada Kim Jung Ho. Park Ho Shik baru sadar jika dia bertemu dengan  Swan di pemakaman dan dia adalah seorang reporter.

Si Boss melihat gerak gerik Swan dan mempertanyakan siapa Swan sebenarnnya? Woo Jin jadi cemas dan akhirnya membuat kekacauan, hingga dipukul oleh anak buah si boss. Swan cemas dan medekati Woo Jin.

Alarm tiba-tiba berbunyi yang menandakan ada situasi gawat.Polisi datang menyerbu tempat judi itu. Semua orang menjadi panik dan berusaha melarikan diri. Para pegawai pun membereskan peralatan judinya. Dalam kepanikan Swan mengingatkan Woo Jin untuk menangkap Park Ho Shik. Woo Jin menyuruh Swan keuar saja, dia yang akan menangkapnya. Si Boss juga memerintakan anak buahnnya untuk menangkap Park Ho Shik.

Woo Jin dan Swan mengejar Park Ho Shik, melihat anak buah si boss mengejar mereka juga, mereka memilih berpisah jalan untuk mengelabui. Woo Jin menyuruh Swan pergi ke tempat parkir dan menunggunya di dalam mobil.  Anak buah si Boss mengejar Swan hingga tempat parkir.

Swan kaget saat mereka bertanya dimana Park Ho Shik, anak buah si Boss datang lebih banyak membuat Swan panik, untuk saja seorang pria berpakaian hitam dan wajah tertutup masker datang menolongnya dia melumpuhkan beberapa orang dan membantu Swan kemudian berbisik, “Diamlah jika kau tidak ingin terluka” Swan kaget mendengar suara itu. Black? Swan mengenali suaranya.

Black membawa Swan ke tempat aman dan pegangannya terlepas. Black melumpuhkan orang-orang itu hingga maskernya terlepas, namun Swan tidak bisa melihatnya. Setelah berhasil melumpuhkkan semuanya Black segera pergi sebelum Swan melihatnya.

Swan mengejarnya dan menemukan si pria serba hitam mengendari motor yang kemudian melaju. Swan meminta si pengendara motor itu berhenti. Swan yang yakin pria itu adalah Black berkata jika itu adalah dia, Swan. Dia mengeluarkan golden compass nya dan berkata jika dia ingin mengembalikannya. 

Si pria serba hitam itu membuka helmnya dan itu sama sekali bukan Black, itu mata orang lain yang menawarinya tumpangan. Karena Swan terlalu syok untuk bereaksi si pria itu pun pergi begitu saja.

Swan mencoba mengejarnya, namun Woo Jin menahannya dan bertanya apa yang terjadi? Swan berkata dia yakin itu Black (orang yang menolongnya). Swan mendengar suaranya, dia sangat yakin itu adalah Black. Woo Jin mengingatkan Swan jika Cha Ji Won telah mati.

Bagaimana Woo Jin tahu jika Black adalah Cha Ji Won, orang yang selalu ditunggu Swan. Saat Ji Ryun pertama kali membawa Swan ke kantornya Woo Jin sudah langsung terpesona padanya. Senyum manis dan wajah cute nya. Dia bahkan tak bisa mengedipkan matanya dengan sikat gigi dimulutnya hingga Ji Ryun menyadarkannya dan meminta Woo Jin menjaganya.  Swan memperkenalkan dirinya dan menyimpan barang-barang di meja nya.

Woo Jin pura-pura tak peduli namun dia tak melepaskan pandangannya dari Swan. Pegawai Panda News yang lain melihat foto Swan dan Black, siapa pria itu? Kekasih Swan? Swan tersenyum sambil menatap rindu pada foto itu dan berkata jika pria itu adalah suaminya. Swan sudah menikah? Akan sangat sulit bekerja di Panda News yang jam kerjanya nyaris 24 jam.

Swan tidak mempermasalahkannya dan berkata akan melakukan yang terbaik. Dia bahkan mengambil lap pel dari seorang pegawai dan mulai mengepel lantai. Woo Jin penasaran dengan foto pria yang Swan sebut sebagai suaminya, dia kaget melihatnya, “Cha Ji Won?” Kesimpulannya, Woo Jin memang mengenal Cha Ji Won.

Woo Jin bertanya sampai kapan Swan akan membohonginya? Bagaimana bisa orang yang sudah meninggal menjadi orang yang melarikan diri? Bahkkan Swan dan orang itu tidak benar-benar menikah kan? Swan berkata Black memang sedang melarikan diri dan belum kembali. Dan tentang pernikahannya…

Meski itu hanya pernikahan palsu, namun mereka bisa menyembunyikan identitas mereka karena hal itu, mereka bisa bertahan karena pernikahan palsu itu. “Dia membuatkan telur goreng yang hangat untukku, Dia menggambar untukku saat aku bilang tidak bisa membaca”

Swan membayangkan kenangannya bersama Black saat mereka tinggal di Pulau, “Swan, dia yang bahkan memberikan nama itu untukku. Bagaimana bisa aku melupakan suaranya? Aku yakin orang itu Black”

“Apakah orang itu tahu, Kau menunggunya?” Woo Jin bertanya tepat sasaran. Swan hanya bisa tertunduk. Ya… dia sadar jika Black bahkan mungkin tidak pernah tahu jika Swan masih menunggunya. Woo Jin merasa semua itu tidak penting. Semua orang butuh makan untuk bertahan hidup. Woo Jin merasa lapar dan mengatakan akan membuatkan Swan telur goreng. Swan kaget namun dia hanya bisa mengikuti Woo Jin karena pria itu menariknya.

Polisi tidak menemukan apapun di tempat judi itu, Si Boss melaporkan pada Killer keadaannya. Killer memerintahkan Si Boss untuk mengamankan uang secepatnya dengan cara memindahnya.Tidak ada yang sadar jika percakapan itu disadap oleh Meutong yang sebelumnya sudah meng-hack ponsel si Boss. Meutong menelpon seseorang, jika mereka telah memakan umpannya, tinggal beraksi saja.

Park Ho Shik mengomel karena Woo Jin membawanya ke kantor Panda News. Woo Jin tak menggubrisnya karena sedang menggoreng telur mata sapi untuk Swan, dia bahkan mengatakan pada semua pegawainya, jika mulai hari ini snack tengah malam mereka adalah Telur goreng. Semua orang menjadi bingung, terlebih lagi Swan.

Park Ho Shik mengatakan dia akan mengajukan tuntutan, tidak ada yang peduli dengan hal itu, bahkan dia dipersilakan untuk pergi. Park Ho Shik lalu bertanya, Swan mengatakan bahwa orang-orang di tempat judi ingin melenyapkannya, memangnya kenapa? Swan bertanya tentang kematian Kim Jung Ho, apakah Park Ho Shik tahu penyebabnya? Pria itu tampak gugup dan berkata bahkan jika dia tahu, dia tidak bisa mengatakannya, apalagi pada perusahaan kecil seperti Panda News.

Ma Ri mengunjungi RS Rehabilitasi nya, dan menyapa seorang anak kecil. Dia menjanjikan akan membelikannya bola sepak saat anak itu sembuh. Anak itu tersenyum dan Ma Ri membelai kepalanya. Namun dia kaget saat melihat Black di kejauhan.

Black menunggu Ma Ri dengan wajah serius, namun dia mengubah wajahnya saat Ma Ri mendekat, dia keluar dari tempat persembunyiaannya dan menyapa Ma Ri dengan nama resminya.

Black bertanya apakah penampilannya bagus? karena dia memakai apa yang  Ma Ri pilihkan? Cuaca sangat bagus jika mereka hanya pergi untuk menonton film. Black mengajak Ma Ri keluar bersamanya. Ma Ri bingung namun dia tahu tak bisa seterus nya menghindari Black.

Proses pemindahan uang dari tempat judi pun dimulai dengan memasukan uang-uang tersebut pada dus buah apel dan membawanya dengan truk. Si Boss memperingati supirnya bahwa dia akan mengikutinya dari belakang.

Ma Ri tampak bingung saat menyadari Black membawanya cukup jauh dari pusat kota. Kemanakah mereka akan pergi? Black tersenyum bahagia dan berkata dia akan memenuhi janjinya. Black akan membawa Ma Ri ke Pantai. Ma Ri sama sekali tidak terlihat senang.

Di perjalanan dalam proses memindahkan uang, sebuah mobil melaju di depan mobil Boss dan mengacau karena terus melaju tidak beraturan dan akhirnya tertangkap polisi. Insiden ini membuat mobil si boss tertahan karena sebuah truk hampir menabrak mobil ugal-ugalan tadi yang ternyata di kendarai Meutong.

Saat supir truk mengamuk dan polisi menenangkannya, Meutong menghubungi pengemudi truk berisi uang sebagai si Boss dan menyuruhnya berbelok ke kanan. Tidak seperti yang diperintahkan di awal. Namun supir itu menurutinya. Sebuah truk yang sama telah menanti untuk menggantikan truk berisi uang itu, dan supirnya adalah Gye Dong.

Si Boss yang asli tidak bisa menghubungi supir truk karena dia sedang berbicara dengan Meutong. Si Boss memerintahkan anak buahnya untuk menghindar saja dari kekacauan ini, namun semuanya sudah teratasi. Dan si boss bisa kembali melaju dan memberi kode pada truk yang dia pikir masih berisi uang untuk melaju saja.

Sementara itu supir truk yang berisi uang tertahan oleh seorang gadis cantik yang mobilnya mogok, awalnya dia kesal namun melihat pakaian gadis itu, dia turun dan berniat membantu. Namun itu semua adalah jebakan. Gadis cantik itu adalah Mei dan menyuruh anak buahnya menangkap si supir mesum.

Tiba di tempat menyimpanan, Si Boss kaget saat melihat kardus yang seharusnya berisi uang, kini benar-benar berubah menjadi apel. Boss sangat murka dan hendak memarahi supir yang membawa truk itu, namun tentu saja Gye Dong sudah melarikan diri.

Meutong, Gye Dong dan Mei bersorak karena keberhasilan rencana mereka mengambil uang dari tempat judi itu. “Smell of Money” siapa yang tidak suka, terumata Meutong tentu saja yang hanya percaya pada uang dan emas.

Baek Eun Do tersenyum senang karena MRB telah mentransferkan dana 20 juta won sebagai tanda jadi proyek Resort Incheon. Killer datang untuk melaporkan hal itu, tak lama kemudian Boss di tempat judi menelpon Killer dan melaporkan bahwa uang dari tempat judi menghilang. Killer sangat kaget mendengarnya.

Swan kembali ke tempat Black menyelamatkan dirinya, dia yakin orang itu Black, jadi dia pun mencari bukti untuk hal itu. Sayang sekali tidak ada kamera CCTV di area itu, namun…. Dia melihat ada kamera di Taksi yang semalam terparkir di sekitar tempat itu.

Black berjalan tanpa alas kaki di Pantai diikuti Ma Ri dibelakangnya. Black terlihat sangat senang dan meminta Ma Ri mencobanya juga, berjalan tanpa alas kaki di atas pasir. Black berbalik dan berkata, “Aku merindukanmu. Bicaralah padaku, biarkan aku mendengar suaramu”

Ma Ri pun berbicara, setelah 5 taun berlalu, mengapa Black tidak juga berubah? Black tersenyum dan bertanya apakah itu sesuatu yang buruk jika dia tidak berubah? Ma Ri berkata, Black ingin mendengar suaranya kan? Jadi dengarkan saja dia berbicara

“Mengapa kau tidak mati saja?”

Ma Ri mengatakannya dengan wajah dingin. Black terdiam, itu bukan kata-kata yang ingin dia dengar dari mantan kekasihnya tersebut.

“Kau seharusnya mati saja”

“Ma Ri-a”

Ma Ri tidak berhenti, “Aku menikah kurang dari setahun setelah mendengar kabar kematianmu. Aku juga menyerah mencari Ji Soo. Selama aku mencoba melupakan mu dan Ji Soo, Seon Jae memperlakukanku dengan sangat baik”

Black tidak tahan mendengarnya dan meminta Ma Ri berhenti, tapi Ma Ri tetap meneruskan kata-katanya, “Aku telah hidup seperti itu dan aku bahagia sekarang”

Seharusnya Black tidak kembali, setidaknya dia akan merindukannya sesekali. Black tidak tahan lagi, dia menyentuh lengan Ma Ri dan berkata, “Aku tidak peduli jika kau melupakanku, tapi tidak bersama Seon Jae. Aku tidak bisa membiarkan mu bersama Seon Jae”

Ma Ri melepaskan tangan Black dengan kasar, dan berkata jika Seon Jae adalah orang yang dia pilih. Apakah Black ingin mendengar lebih banyak lagi? “Tolong, Lupakan aku” Seperti yang Black bilang sebelumnya, semuanya sudah terlambat sekarang.

Ma Ri hendak pergi, namun Black menahannya dan meminta Ma Ri untuk mendengarkan apa yang akan di katakan Black, “Tepat sebelum ledakan. Orang terakhir yang aku lihat…” Black meragu, haruskah dia mengatakan kebenaran tentang Seon Jae pada Ma Ri? Black kehilangan kesempatan untuk mengatakan yang sejujurnya karena pegawai Seon Jae telah menjemput Ma Ri.

Ma Ri melepaskan diri dari Black dan tanpa berpikir lebih lama lagi dia pun pergi meninggalkan Black yang hanya bisa menatap bingung. Artinya Black harus mencari cara lain untuk membuat Ma Ri mengetahui rahasia Seon Jae.

Swan berhasil mengkopi rekaman kamera yang ada di taksi yang tadi siang dia temukan. Supir taksi berharap Swan bisa menemukan pencopetnya.

Gye Dong menemui Ji Ryun dan berkata jika dia mendapat kiriman uang dari orang berana Black. Ji Ryun membuka isi kotak apel itu dan tersenyum takjub. Gye Dong kemudian membuka isi truk dan memperlihatkan beberapa kardus yang sama dan mengatakan itu adalah bunga nya. Ji Ryun kaget kemudian lagi-lagi tersenyum takjub.

Black mendapat panggilan video Call dari Meutong yang melaporkan dia telah mengirimkan uang pada Ji Ryun untuk membayar hutang mereka. Kebetulan sekali uang yang mereka ambil hari ini tepat dengan yang harus mereka bayarkan pada Ji Ryun. Black tersenyum dan mengatakan agar Meutong mengambil sisanya. Meutong menunjukkan dengan ponselnya bahwa tidak ada sisanya, padahal di hadapannya ada kardus apel yang berisi setumpukan uang.

Meutong berkata, sepertinya mereka harus membagi hasil 7 : 3 karena Meutong mengeluarkan banyak biaya untuk rencana mereka. Black mengingatkan agar Meutong memenuhi janjinya untuk mendapatkan bagian setengahnya.

Sebuah mobil menyalakan lampu ke arah Black dan membuatnya menoleh, itu adalah Seon Jae yang menatapnya dengan tajam. Seon Jae tanpa ragu melajukan mobilnya ke arah Black, untungnya dengan sigap Black menghindar, namun sebuah sepeda motor menyerang Black dari arah belakang dan membuatnya terjatuh di lapangan parkir hingga tak sadarkan diri.

Swan membuka isi rekaman kamera malam itu dan dia menemukan seorang pria yang berjalan di depan pria dengan motor besarnya. Swan meng-zoom wajah pria itu, dan membuktikan dengan matanya sendiri bahwa dia adalah Black. Swan tersenyum dan berkata, “Annyeong, Black”

Seon Jae keluar dari mobil dan mendekati Black yang mulai sadar, dia melihat Seon Jae dan memanggilnya. Seon Jae mendekati Black dan bertanya mengapa dia tidak datang padanya saja dan malah membuat kekacauan seperti ini? Black tau kan siapa yang berusaha membunuhnya? Meutong berteriak di telepon Black memanggil nama Seon Jae, namun dia sengaja menyembunyikan wajahnya. Seon Jae langsung kaget,namun Black melihat teleponnya dan berkata agar Meutong tidak khawatir karena Seon Jae adalah temannya. Seon Jae semakin kaget.

Seon Jae membawa Black dengan mobilnya. Black membersihkan darah di kepalanya dan wajahnya sedikit pucat, Seon Jae bertanya apakah Black tidak perlu ke RS? Black tidak akan mati hanya karena hal itu. Bukan kah Seon Jae terlalu kasar pada teman yang tidak dia temui selama 5 tahun? Seon Jae membela diri jika dia sudah memberi peringatan agar Black tidak diserang dari belakang.

Black berpikir Seon Jae akan membunuhnya lagi, Seon Jae langsung waspada dan mulai tidak fokus pada kegiatan menyetirnya. Apakah Seon Jae sudah melupakannya? Sebuah truk menyusul mobil Seon Jae, membuatnya semakin tidak fokus, dan juga cemas tentang apa yang diketahui Black sebenarnya.

“Kau selalu membunuhku saat latihan simulasi” Seon Jae masih tidak fokus dan tampak ingin menabrakan mobilnya ke truk yang ada disampingnya. Black menyentuh tangan Seon Jae di kemudi dan berkata agar Seon Jae berhati-hati.

Akhirnya Seon Jae menepikan mobilnya dan bertanya apa tujuan Black kembali setelah menghilang selama 5 tahun? Black balik bertanya apa yang Seon Jae lakukan selama 5 tahun ini? Black berpikir Seon Jae telah menemukan siapa orang yang membunuhnya. Seon Jae tidak mau disalahkan, dia sudah meminta Black untuk menemuinya di Thailand waktu itu.

Black tidak bisa melakukannya, Orang itu membunuhnya. Pria yang berbau mesiu. Seon Jae kaget mendengarnya, “Apakah kau yakin dia adalah orang yang terakhir kau lihat?” Black menatap Seon Jae dan bertanya, “Kalau bukan memangnya kenapa?”

Bersambung ke episode 6

***

Jadi Black akan berpura-pura jika dia tidak tahu Seon Jae berkhianat padanya? Apakah dia berniat diam-diam kembali mendekati Seon Jae sebagai sahabatnya dan kemudian menjatuhkannya hingga Seon Jae tidak bisa bangkit lagi?

Ugh Ma Ri, tega nian berkata begitu pada Black~~~ iya aku tahu dia syok, kaget, mungkin frustasi karena kemunculan kekasih masalalu yang mungkin mengancam kebahagiannya saat ini.Tapi… mengatakan agar dia mati saja dan tidak pernah kembali, bukan kah itu terlalu kasar??

Dan Akhirnya Swan merasa yakin jika Black masih hidup^^ Cie Woo Jin cie… Ternyata Love at the First Sight gitu yah sama Swannie >.< cemburunya lucu, langsung mengorengkan telor ceplok karena gak mau kalah sama Black.Tapi sayang yah, Swan nya gak aware sama semua perhatiannya Woo Jin, karena kenangan tentang Black sangat melekat di benak Swan. Saat ini sangat sulit bagi Woo Jin untuk bisa mendapatkan hati nya.

Yeaaayyy Aku suka Team nya Black untuk menjalankan rencana Balas dendam. Meutong si dokter palsu yang hanya cinta uang. Mei si cantik nan pintar yang ternyata anak Meutong yang dulu pernah dibicarakan kuliah di luar negeri, dan Gye Dong >.< ada yang ingat pada pria itu? Dia salah satu anak buah Black di camp militer, setia banget sama Black kayaknya sampe ngikut kerja di MRB nih.

6 Komentar untuk "Goodbye Mr Black Episode 5 part 2"

Gatau ya ngerasa yoo in young paling cantik di drama ini daripada di 3 musketeers hehe

Hyang sun ama seja ketemu lagi disini. Syg aj drama seeguknya gak lanjut

Wah seru ya, ditunggu kelanjutannya ya... Semangat

Song jae rim #Salahfokus

Ada yg tau ngak nama pemeran mei siapa ya?
Bantu jawab min

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top