Sabtu, 02 April 2016

Goodbye Mr Black Episode 4 part 1



Swan mempertanyakan apakah jika pria jepang itu bersaksi artinya Jiwon tidak perlu lagi melarikan diri? Ji Won membenarkan, membuat Swan tampak sedikit kecewa. Artinya Ji Won bisa pulang ke rumahnya dan tak akan bersamanya lagi.

Setelah Killer membunuh pria jepang tersebut, Black dan Swan kembali kamar rawatnya dan sangat kaget dengan apa yang mereka lihat. Ji Won mencari pelakunya dan melihat Killer di luar RS. Ji Won hendak mengejarnya namun Swan dan Ji Ryun datang untuk mencegahnya, ini terlalu bahaya. Ji Won tidak peduli dan mengejar Killer hingga menjatuhkan kompasnya. Swan mengambilnya dan merasa khawatir

Ji Won berhasil mengikuti Killer hingga ke sebuah restoran dimana dia bertemu dengan Baek Eun Do. Seon Jae datang dan Ji Won berusaha memanggilnya. Seon Jae merasa ada yang memanggilnya dan mencari sumber suara, namun sebelum sempat dia melihat Ji Won, seseorang menarik Ji Won dan menjauhkannya dari sana.

Orang itu adalah Ji Ryun yang mencurigai jika Seon Jae ada di pihak mereka. Apalagi setelah melihat Seon Jae dengan santai menemui Baek Eun Do dan Killer. Ji Won berkata dia tidak bisa membiarkan Seon Jae bertemu dengan mereka, Seon Jae dalam bahaya. Ji Ryun bertanya, bagaimana jika Seon Jae ada di pihak mereka? Ji Won tidak percaya, dan hendak menemui Seon Jae. Ji Ryun lalu bertanya apakah tidak ada hal yang mencurigakan dari Min Seon Jae selama ini?

Ji Won mengingat saat dia melihat Seon Jae di resort dan dia terliat panik. Seon Jae jugalah yang mengatakan padanya agar Ayahnya segera di kremasi untuk melindungi nama baiknya. Seon Jae yang menyuruhnya untuk ke perbatasan Cina dan dia malah di kejar Killer disana. Apakah Seon Jae benar-benar mengkhianatinya?

Tiba di resort, Seon Jae menerima telepon, itu dari Ji Won yang mempertanyakan keberadaannya. Seon Jae balik bertanya apakah Ji Won sudah melewati perbatasan? Belum. Ji Won kemudian muncul di lantai Atas, jadi Ji Won menelpon sambil memperhatikan Seon Jae dari kejauhan.

Seon Jae berkata jika dia sedang ada di Thailand, dia meminta Ji Won datang ke resortnya. Ji Won menolak, dia tidak bisa menemui Seon Jae saat ini. Seon Jae berkata Ji Soo menghilang. Ji Won langsung panik, kapan dan bagaimana adiknya bisa menghilang? Seon Jae akan menunggu Ji Won di resort. 

Ji Won yang panik hampir turun untuk menemui Seon Jae, namun dia melihat Seon Jae bertemu dengan Killer dan mengatakan jika Ji Won akan datang, mereka harus bersiap-siap (untuk menangkapnya)

Pupus sudah kepercayaan Ji Won pada Seon Jae. Dengan mata kepalanya sendiri dia melihat Seon Jae memberi perintah pada orang yang mengejarnya selama ini. Ji Won menahan amarahnya dan harus bersembunyi agar tidak tertangkap. Dia tidak bisa menahan air mata sakit hati dan kemarahannya saat mengetahui Seon Jae telah berkhianat padanya. Ji Won sangat kecewa.

Swan menanti Ji Won di rumah Kayu sambil menatap Golden Compass yang di jatuhkan Ji Won. Dia teringat saat pertama kali melihat kompas tersebut. Dia kagum karena itu adalah emas, namun kacanya rusak? Kompas itu tidak bisa digunakan? Ji Won pun berkata karena Kompas itu rusak dia tidak bisa menemukan jalan pulang.

Seon Jae bersiap menyambut kedatangan Ji Won di kamarnya, dia yakin Ji Won akan datang untuk bertanya masalah Ji Soo, dia sudah mempersiapkan senjatanya (Apakah dia berniat membunuh Ji Won?) Seseorang datang ke kamar nya, dan Seon Jae langsung mengacungkan Senjatanya, tapi yang datang bukan Ji Won, melainkan Killer.

Killer berkata jika Ji Won sepertinya tidak akan datang kali ini. Seon Jae lalu bertanya dimana Ji Soo? Killer bingung, namun Seon Jae masih tidak percaya, dia mengatakan agar Killer menyampaikan pesannya pada Baek Eun Do. Dia tidak suka ditipu, siapapun yang menipunya akan membayar dengan nyawanya.

Swan keluar dari rumah kayu dan menemukan Ji Ryun yang juga ikut menunggu Ji Won semalaman. Ji Ryun tidak sedang menjadi orang bodoh yang menunggu seseorang yang tidak akan datang kan? “Black tidak akan datang” Swan mengatakannya dengan sedih. Pria di RS telah meninggal, tidak ada alasan dia kembali ke tempat itu.

Ji Ryun juga menyadari hal itu, dia mendekati Swan dan bertanya apakah Swan ingin ikut bersamanya? Itu lebih baik daripada tinggal sendirian. Swan menolak, dia senang berada ditinggal disana. “Aku punya rumah yang bagus dan bisa memakan telurku sendirian”   

Dari halaman terdengar suara Black, “Satu telur milikku” Swan dan Ji Ryun menatap ke tempat Black berdiri. Dia kembali dan tersenyum pada mereka berdua.

Ji Won bertingkah aneh, dia tiba-tiba saja memasak sub serba ada yang biasa dia masaka saat di camp militer. Dia meminta Swan mendekat karena ingin mengajarinya, tapi Swan dan Ji Ryun hanya menatapnya dengan bingung dari jauh. Mereka tahu ada yang salah dengan Ji Won. Karena Swan tidak kunjung datang, Ji Won pun menjemputnya dan mengajarkan Swan bagaimana membuat sup dengan memasukan semua bahan yang ada dan meminta Swan mencoba melakukannya sendiri.


Swan memberikan Golden Compass nya, Ji Won datang karena itu kan? Ji Won pura-pura takjub dan berkata, “Wah ini Emas. Tapi kau tidak boleh menjualnya yah?” Swan hanya tersenyum pahit melihat reaksi Ji Won.

Ji Won makan dengan lahap, sementara Swan dan Ji Ryun melihatnya dengan tatapan sedih. Ji Won bertanya mengapa mereka tidak makan? Swan mulai memakan nasinya, saat telur gorengnya belum disentuh, Ji Won hendak mengambilnya karena tidak akan enak jika sudah dingin. Swan mencegahnya dan memakan telur itu.

Swan tersedak, Ji Ryun khawatir dan bertanya apakah Swan baik-baik saja? Ji Ryun hendak mengambil kan air, namun Ji Won melarangnya dan berkata Swan bukan lagi anak-anak. Swan bisa melakukan segalanya sendiri dengan baik Swan merasa kesal dan berkata Ji Won bisa memakan semuanya sendiri, dan dia pun pergi keluar rumah.

Ji Ryun bertanya apa yang sebenarnya sedang Ji Won pikirkan? Ji Soo menghilang, Ji Ryun terlihat tidak kaget, beda dengan Swan yang  mendengar dari luar rumah.  Melihata reaksi Ji Ryun, Ji Won bertanya apakah dia sudah tahu? Ji Ryun menebaknya, tapi bisa saja itu hanya jebakan untuk Ji Won. Dia tahu itu, dia pikir Ji Soo baik-baik saja, karena mereka membutuhkan Ji Soo untuk menggerakan perusahaan, terutama jika Ji Won meninggal. Ji Soo akan jadi satu-satunya pewaris.

Menghilangnya Ji Won adalah hal yang sangat mereka inginkan, Ji Ryun berarap Ji Won tidak gegabah. Ji Won mengeluarkan kompasnya dan menunjukkan tulisan yang ada disana, “Spera Spero” apakah Ji Ryun tahu apa artinya itu? “Selama aku masih bernapas, harapan selalu ada” jadi Ji Won memastikan dia tidak akan mati.

Swan menemukan sepotong Kayu dan teringat pada perkataan Ji Won tentang menghilangnya Ji Soo, dia mulai memahat hingga Ji Won memanggilnya, “Swan… Swanna”

Saat Ji Won mendekat, Swan menyembunyikan potongan kayu dan pisau pahatnya, dia mulai  menggambar gajah di atas pasir. Ji Won melihatnya dan bertanya apakah Swan suka gajah? Dia juga melihat lukisan di dinding. Ji Won merasa mata nya terlalu besar. Swan berkata itu adalah Ibu Gajah, dia akan selalu terjaga hingga anak gajah tertidur. Ji Won bertanya darimana Swan mendengar cerita itu? Swan juga tidak yakin.

Ji Won kemudian ikut berjongkok  disamping Swan dan meragkulnya membuat Swan sedikit kaget. Ji Won kemudian menuliskan nama Swan di atas pasir dan meminya Swan mengikutinya. Swan menolak dia tidak ingin belajar menulis dan membaca. Ji Won tidak menyerah, dia kemudian menuliskan Black dan menyebutkan itu adalah namanya.

Swan mengeluh, itu kan hanya nama palsu. Tapi Ji Won berkata mulai sekarang dia akan menggunakan nama itu “Black”

Ji Won berdiri dan membuat tulisan nama mereka yang lebih besar, Black dan Swan, akhirnya Swan merasa tertantang dan meniru tulisan namanya. Awalnya salah, Ji Won membenarkannya dan mengajarkan Swan bagaimana cara menulis namanya dengan benar. Mereka bersenang-senang menulis di atas pasir hingga senja berlalu, keduanya tertawa dan Ji Won tersenyum bangga saat akhirnya Swan berhasil menuliskan namanya dengan benar.

Ketika berkunjung ke Kota, Ji Won mengirimkan surat untuk Ma Ri dengan memasukannya ke dalam kotak pos dengan diam-diam. Sementara Swan sibuk dengan pahatan kayu nya.

Ji Won mengunjungi Ji Ryun yang tadinya sedang membuka surat wasiat milik Cha Jae Hwan, namun saat Ji Won datang, Ji Ryun menyembunyikannya. Ji Won mengucapkan selamat Natal dan meminta hadiahnnya.

Ji Ryun membawakan sebuah gaun cantik untuk Swan, itu adalah hadiah Natal. Lalu untuk Ji Won? Dia sudah mengambilnya saat datang merengek meminta Hadiahnya. Swan tidak percaya Ji Won melakukan itu. Ji Ryun meminta Swan datang ke pesta Natal atas permintaan Ji Won. Selama ini Swan yang selalu menunggu Ji Won, kali ini Ji Won lah yang akan menunggu Swan, dia ingin mengataka sesuatu. Jika Ji Won tidak mengatakannya malam ini, mungkin Swan akan melaporkannya ke polisi.

Swan bingung, melaporkan ke polisi apa? Kemudian dia teringat bahwa Swan pernah berkata dia akan melaporkan Ji Won ke polisi jika pergi tanpa mengatakan apapun. Swan langsung merasa sedih. Dia berkata tidak mau pergi. Swan langsung tidur dan berkali-kali menolak untuk pergi karena merasa sakit. Sambil mengangis membelakangi Ji Ryun, Swan bertanya, “Jika aku sakit, apakah Black akan tidak akan pergi?” Ji Ryun tampaknya bisa menebak apa yang sedang terjadi, tapi dia hanya bisa menatap Swan dengan sedih.

Di pesta Natal, Ji Won menatap kompasnya, dia menunggu Swan. Akhirnya Swan memutuskan untuk datang ke pesta itu dan memakai gaun cantiknya. Ji Won tersenyum menyambutnya dan Swan bertanya dia datang sangat terlambat yah?

Anak-anak menarik mereka untuk berdansa seperti yang lainnya. Ji Won dan Swan pun berdansa dengan bahagia, namun Swan tidak bisa menahan kesedihannya, dia tahu itu adalah pesta perpisahan untuk mereka.

Ji Won memberi kode pada anak-anak dan membawa Swan ke tepi lantai dansa setelah music berakhir. Tiba-tiba turun salju, Swan kaget apa itu? “Salju, hadiahku untuk mu” Swan terharu dia tidak menyangka jika Salju begitu hangat, Ji Won tersenyum dan berkata karena mereka ada di Thailand. Tentu saja itu hanya salju buatan yang dipersiapkan Ji Won dengan meminta anak-anak menyemprotkanya dari atas.

Ji Ryun memanggil Swan dan Ji Won kemudian mengambil foto mereka berdua beberapa kali. Swan dan Ji Won tersenyum saat Ji Ryun mengucapkan selamat Natal.

Swan juga punya hadiah untuk Ji Won, dia memberikan kompas dari kayu yang dia selama ini dia buat. Ada pahatan gajah di kompas itu. Saat festival Lampion, bukankah harapan Ji Won agar bisa pulang ke rumah. Dengan kompas itu Ji Won akan menemukannya, dan kali ini kompas yang Swan berikan tidak akan rusak.

Swan pura-pura tertidur saat dia mendengar Ji Won terbangun dan memakai kalung identitas tentaranya lalu keluar dari rumah kayu dengan diam-diam. Swan terbangun dan menemukan Ji Won meninggalkan Golden Compass nya beserta secarik kertas kosong.

Ji Won berjalan keluar dan mendengar Swan membuka pintu rumah, Swan keluar dan memanggilnya, “Black, apakah kau akan pergi? Apakah kau akan benar-benar pergi?” Ji Won berbalik dan memasang wajah dingin. Swan membuat garis batasnya seperti biasa lalu berkata, Jangan pernah datang lagi, atau dia akan membunuhnya. Ji Won menyetujuinya.

Swan juga meminta Ji Won menarik kembali perkataannya yang mengatakan akan menemukan Swan dimana pun sehingga dia tidak akan berbalik saat berada di jalan, dia tidak akan menunggu Ji Won lagi. Swan menangis dan Ji Won hanya bisa menatapnya lalu berkata dia menarik kembali kata-katanya. Swan mendekati Ji Won dan memberinya ciuman perpisahan, namun Ji Won hanya diam saja.

“Aku mungkin akan melakukannya lagi jika kau tidak pergi” Swan mengatakan hal itu setelah melepaskan ciumannya. Ji Won hanya diam saja dan mendengarkan semua yang dikatakan Swan yang menyuruhnya pergi. Jangan sampai tertangkap, bahkan oleh Swan sekalipun. Ji Won menatap Swan, tanpa mengatakan apapun akhirnya dia berbalik untuk pergi.

Swan menatap kepergian Ji Won dan berkata dalam hatinya, “Annyeong, Black. Aku tidak mengatakan selamat tinggal, dan akan mengatakan senang bertemu denganmu”

Meutong kaget saat menemukan kunci brangkas nya terbuka, dan semua emas dan uangnya hilang. Hanya sebuah ponsel yang tertinggal disana, ponsel itu berdering. Meutong langsung mengangkatnya dan bertanya siapa orang itu? Ji Won duduk di sebuah tangga gedung, dan menjawab pertanyaan Meutong dengan santai, “Aku Cha Ji Won”

Ji Won menelpon Ji Ryun dan berkata “Aku harus menghilang supaya Ji Soo bisa selamat, CEO Kim, Tolong jaga Swan” Ji Ryun mencoba menghentikan nya namun Ji Won sudah menutup teleponnya. Ji Won menempatkan dua dupa di tempat berdoa dan berjalan menuju jalanan yang ramai.

Meutong datang bersama anak buah Killer dan berterik, “Itu Cha Ji Won” Killer memerintahkan semua anak buahnya untuk menangkap Ji Won bagaimanapun caranya.

Ji Won langsung berlari untuk menghindar dari semua orang yang mengejarnya. Dia terus berlari mengikuti rute yang telah di rencanakannya. Akh… ternyata Ji Won memang sudah merencanakan semuanya?

Swan yang sedang berjualan melihat orang-orang yang mengejar seseorang, dia tahu Ji Won yang sedang di kejar-kejar, dan dia pun ikut mengejarnya. Namun dia teringat rute pelarian yang pernah Ji won gambar di rumah Kayu dan dia pun pergi ke salah satu atap gedung. Benar saja dia menemukan Ji Won di tempat itu. Swan memanggilnya dan Ji Won tersenyum padanya, Ji Won berterimakasih pada Swan berkat dirinya Ji Won bisa kembali menemukan jalan pulang. 

Di sebrang gedung, Killer bersiap dengan senjatanya nya untuk menembak Ji Won dari jauh. Seon Jae memberinya perintah, karena Ji Won seorang pembunuh, tidak perlu menangkapnya dalam keadaan hidup.

Killer mengarahkan targetnya pada Ji Won, saat anak buah Killer tiba di atap, Ji Won pun loncat dari gedung dan saat itulah Killer melepaskan tembakannya yang mengenai bahu Ji Won. Swan berteriak, “Tidaaakk” hingga dia menjatuhkan Golden Compass peninggalan Ji Won.

Ji Won tidak akan mati semudah itu, dia masih berusaha untuk melarikan diri dengan semua tenaga yang tersisa bahkan setelah dia jatuh di jalanan. Dia berlari dan terus berlari bahkan sempat di tambar oleh Mobil Killer, namun dia berhasil melumpuhkan Killer yang kembali mencoba menembaknya kemudian masuk ke dalam kebun.

Ji Won terus belari dan berlari hingga dia masuk ke dalam sebuah gudang. Killer mendapat laporan tentang keberadaan Ji Won dan hendak menuju tempat itu dengan membawa senjatanya. Seon Jae datang dan menampar Killer karena gagal membunuh Ji Won, dia mengambil senjatanya dan pergi sendiri ke tempat Ji Won berada.

Di dalam gudang di tepi sungai, Ji Won kembali tertembak saat mengambil kompas dari Swan yang terjatuh, kemudian dia bersembunyi dibalik tabung-tabung gas. Anak buah Killer masih mencarinya, namun mereka kaget saat ada laser merah membidik mereka, seseorang sedang mencoba menembak dari kejauhan? Mereka pun segera pergi dari sana.

Ji Won tampak bingung dan menatap ke arah sungai, disana ada Seon Jae dengan senjata laras panjangnya membidik Ji Won dari perahu mesinnya. Ji Won menatap kompas kayu nya dan menangis, dia pun berkata, “Aku lelah, Ayo kita akhiri semuanya”

Seon Jae mengarahkan kembali senjatanya setelah dia melepas kacamata hitamnya. Seon Jae melihat Ji Won yang sudah tidak berdaya dari balik pembidiknya. Seon Jae mengarahkan laser ke arah dia akan menembak Ji Won. Ji Won yang pasrah menatap arah bidikan itu dengan sedih, dan dia menatap Seon Jae menuju pembidiknya. Inikah akhir persahabatan mereka? Merasa Ji Won melihat ke arahnya, Seon Jae tampak ragu sesaat. Namun dia kembali meneguhkan hatinya.

Sebelum Seon Jae menarik pelatuknya, secara tidak terduga Ji Won bergerak dan menembak Seon Jae dengan senjata yang sempat dia rebut dari anak buah Killer. Tembakan itu mengenai lengan Seon Jae dan membuatnya menarik pelatuk dan menembakan peluru ke arah tabung gas di gudang tersebut hingga menghasilkan ledakan yang luar biasa. Meski Ji Won tidak langsung tertembak, dia tidak mungkin selamat dari ledakan tersebut, begitulah pikiran Seon Jae.

Seon Jae masuk ke gudang yang terbakar dan memenukan kalung identitas militer milik Ji Won, dia mengambil kalung itu sebagai bukti kematian Ji Won pada Ma Ri. Seon Jae mengatakan agar Ma Ri tidak menunggu Ji Won lagi.

Ma Ri tidak percaya dan bertanya dimana Ji Won dan dia mulai menangis. Seon Jae memeluknya dan berkata bahwa semuanya telah berakhir, tangisan Ma Ri semakin kencang.

Seorang Pria menemukan pesan Swan yang mengatakan dia menunggu di Ayunan. Pria itu bukan Ji Won, melainkan Ji Ryun. Swan tentu berharap Ji Won akan kembali, namun Ji Ryun mengatakan dia tidak akan kembali kesana. Swan berpikir Ji Won pasti sedang tersesat di suatu tempat seperti orang bodoh. Dia menunjukan tulisan di Golden Compass peninggalan Ji Won. Apakah Ji Ryun tahu apa artinya tulisan itu?

“Selama aku masih bernapas, harapan selalu ada”

Itulah mengapa Swan berkeyakinan Ji Won tidak mungkin mati, dia meninggalkan kompas itu dan Swan akan mengembalikannya. Dia hanya harus memperbaikinya agar dia bisa menemukan keberadaan Ji Won. Ji Ryun tidak usah khawatir dia akan tahu dimana Ji Won berada.

Swan meninggalkkan rumah kayu dan pulau dengan pantai indahnya, namun dia akan selalu membawa kenangannya bersama Ji Won  di dalam hatinya.

bersambung ke part 2

***

Akhirnya Ji Won tahu pengkhianatan Seon Jae terhadap dirinya. Meskipun dia belum tahu pasti apa alasannya, namun dia yakin satu hal, melihat Seon Jae kini menjadi Direktur Sun Woo group, pastilah tujuannya adalah perusahaan. Menghilangnya Ji Soo membuat Ji Won memantapkan diri untuk menghilang dan merencanakan kematiannya sendiri.

Apakah Ji Won akan selamat? Tentu saja, jika tidak bagaimana pembalasan dendamnya akan di mulai~~~

Kini Cha Ji Won telah dinyatakan meninggal, selanjutnya aku akan menyebut Ji Won dengan sebutan Black

7 komentar:

  1. Ditunggu part selanjutx mb...
    Semoga selesai sampai akhir..
    Hehehehehe...
    Sehat selalu mb irfa..
    Semangatttt

    BalasHapus
  2. Makasih mba...lanjut lagi..

    BalasHapus
  3. Semoga lanjutannya cepet ya mba.. ditunggu banget soalnya

    BalasHapus
  4. Semoga lanjutannya cepet ya mba.. ditunggu banget soalnya

    BalasHapus
  5. Cerita y makin seru,d tunggu kelajutan y & terimakasih sinopsis y.

    BalasHapus
  6. Makin penasaran ya di buatny,jgn pupus ditenga jln ya buat sinopnya...

    semangat
    semangat
    srmangat......

    BalasHapus
  7. ceritanya seruu

    facebook.com/switlovshop

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^