Minggu, 07 Februari 2016

Signal Episode 3




Hae Young menatap papan tulis yang berisi list para korban pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu dengan bingung. Tambah bingung saat menatap foto korban ke-8 yang berubah. Apa yang terjadi? Mengapa Korban Lee Mi Sun, yang seharusnya menjadi korban ke-8 berubah menjadi korban yang lolos dari percobaan pembunuhan? Siapa yang sedang bermain-main dengannya?


Hun Gi datang dan Hae Young langsung bertanya apakah Hun Gi tahu tentang Lee Mi Sun yang selamat? Hun Gi bingung apa maksudnya? Lee Mi Sun, tidak mungkin dia menjadi korban yang selamat kan? Hun Gi merasa aneh, bukan kah dia memang selamat saat itu? Hae Young merasa itu tidak masuk akal.

Hae Young menelpon Soo Hyun dan mempertanyakan tenteng Lee Mi Sun, tidak mungkin dia selamat kan? Soo Hyun bingung dan bertanya apa maskud Hae Young, jelas-jelas Lee Mi Sun itu selamat apakah Hae Young buta huruf? Soo Hyun pun memutuskan teleponnya dengan Hae Young.

Hae Young pergi menemui mantan detektif Kim Chang Soo yang menangani kasus pembunuhan Berantai Gyeonggi Nambu di tahun 1989. Kim Chang Soo enggan berbicara dengannya, Hae Young mengejarnya dan bertanya tentang Lee Mi Sun.

Kim Chang Soo terlihat kesal dan berkata jika semuanya menjadi kacau gara-gara opsir Polisi yang bernama Lee Jae Han dari cabang Yeongshan. Dia mengatakan sesuatu yang tak masuk akal tentang mendengar sesuatu dari walkie talkie nya. Hae Young langsung teringat pada walkie talkie nya, namun dia tak sanggup berkata-kata saat Kim Chang Soo mengatakan jika Lee Jae Han lah yang merusak segalanya.

Apa yang sebenarnya terjadi malam itu?

Lee Jae Han sangat kaget melihat mata terbuka Lee Mi Sun yang tangan dan kakinya terikuat serta mulut disumpal. Saat mencoba melepaskan ikatannya, seseorang datang hendak memukul Lee Jae Han, Lee Mi Sun berteriak dengan mulut tersumpalnya, dan Jae Han langsung berbalik, menggulingkan orang itu ke rel kereta api. Sempat terjadi perkelahian kecil namun si pelaku memilih kabur, Lee Jae Han meminta Lee Mi Sun menunggunya dan dia pun mengejar si pelaku.

Pelaku cukup lihai untuk berkelit dari Jae Han hingga di sebuah persimpangan Lee Jae Han menangkap si plaku, dan disana ada sebuah bis yang kemudian melaju saat Lee Jae Han berhasil menangkap orang yang berpakaian serba hitam yang dia duga sebagai pelaku penyerangan terhadap  Lee Mi Sun.
 
Jae Han menyerahkan pelaku pada kepolisian Gyeonggi dan Kim Chang Soo memujinya karena dia telah bekerja dengan baik.

Menjelang tengah malam, Hae Young kembali ke kantor polisi dan mengingat setiap percakapan yang terjadi antara dirinya dan Lee Jae Han. Apakah mungkin dia berkomunikasi dengan Lee Jae Han yang ada di masa lalu? Hae Young kembali mendengar walkie talkie nya kembali menyala, Hae Young menatap walkie talkie itu sejenak sementara Lee Jae Han berbicara padanya dari sebrang sana. Jae Han berterima kasih karena karena dirinya Jae Han berhasil menangkap pelaku pembunuhan berantai itu.

Hae Young kesal dan berteriak apa yang sedang dilakukan Jae Han padanya? Jae Han bingung merasa tidak mengerti apa yang Hae Young katakan, tapi dia penasaran bagaimana Hae Young tahu tentang stasiun Hyunpoong? Hae Young makin kesal dan bertanya diamana Jae Han sekarang, diaingin bertemu.

Jae Han berkata dia di depan kantor polisi Gyeonggi baru saja menyerahkan Choi Young Shin pada detektif Kim Chang Soo. Hae Young kaget apakah Jae Han benar-benar menagkap Chpi Sung Hyun? Hae Young menatap catatat yang tertulis di papan tulis tentang Choi Young Shin. Hae Young berkata Choi Young Shin bukanlah pelakunya, dia akan mati karena kesalahan itu, dan sementara Choi Young Shin mati akan ditemukan korban ke-8 yang lain. Hwang Min Joo di depan minimarket Yeongshan.  Jika memang Jae Han polisi dari tahun 1989, Hae Young memintanya untuk menghentikan pembunuh itu.

Setelah tranmisinya berakhir, Jae Han jadi semakin bingung dan dia masuk ke kantor polisi, dia melihat Kim Chang Soo sedang berusaha membuat Choi Young Shin yang tiba-tiba pingsan setelah mulutnya mengeluarkan busa dan tampaknya dia berhenti bernafas. Jae Han ikut panik dan bertanya apa yang terjadi. Polisi lain datang dan mengatakan jika korban-8 telah di temukan di depan minimarket Yeongshan. Jae Han langsung termangu dan menatap walkie talkie nya, dia mendengar hal itu sebelumnya dari walkie talkie tersebut.

Tak ada perubahan lagi  di papan tulis yang berisi tentang data korban-korban pembunuhan berantai Gyenggi Nambu. Itu artinya Jae Han tidak berhasil  menyelamatkan Hwang Min Joo maupun Choi Young Shin.

Hae Young pergi ke perpustakaan untuk mencari artikel lama tentang kasus pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu. Bahkan artikel pun berubah, lalu dia melihat foto Lee Jae Han di sebuah artikel yang menyebutkan tentang petugas yang menyelamatkan seorang wanita. Dia mencocokan foto tersebut dengan sebuah resume pertugas kepolisian bernama Lee Jae Han yang masa bertugasnya dari tahun 1989-2001.

Hae Young pergi ke retoran keluarga Lee Mi Sun, dan dia nelihat Soo Hyun yang sedang mencoba berbicara dengan suami Lee Mi Sun namun pria itu enggan bicara karena sudah begitu banyak orang yang bertanya tentang kasus itu pada istrinya dan berkali-kali dia sudah menceritakannya. 

Soo Hyun tetap berusaha membujuk, namun dia malah disiram air oleh suami Lee Mi Sun dan berkata memang istrinya selamat dari percobaan pembunuhan itu, tapi apakah dia tahu mengapa akhirnya istrinya meninggal? Itu adalah karena orang-orang seperti Soo Hyun yang terus datang dan bertanya sehingga dia sakit dan akhirnya meninggal.  Soo Hyun pamit dan berkata dia akan datang lain kali.

Saat keluar dari restoran, Soo Hyun bertemu Hae Young yang memberinya sapu tangan. Apakah Soo Hyun selelau seperti itu? Memangnya kenapa, itu resiko menjadi detektif, keluarga korban jauh merasa lebih berat bebannya. Soo Hyun bingung mengapa Hae Young ada disana. Saat Soo Hyun dan Hae Young hendak pergi seorang gadis muda memanggil mereka, dia adalah putri Lee Mi Sun.

Putri Lee Min Sun meminta maaf atas sikap ayahnya, dia sangat tertekan karena para reporter dan polisi terus mengganggunya. Putri Lee Min Sun memperlihatkan barang-barang milik ibunya dan berkata jika ibunya masih hidup dia pasti akan menjawab pertanyaan Soo Hyun dengan senang hati. Ibunya selalu berusaha untuk bekerjasama dengan baik selama masa investigasi berlangsung, Ibunya sangat berterimakasih pada polisi yang menyelamatkannya.

Soo Hyun mengambil sebuah foto keluarga yang terselip diantara buku-buku milik Lee Min Sun. Putrinya berkata jika bukan karena polisi itu, foto itu tidak akan pernah bisa diambil. Saat penyerangan itu terjadi Lee Min Sun sedang mengandung putrinya, jika polisi itu tidak menyelamatkannya mungkin Lee min Sun tidak akan di dunia ini lagi. Putri Lee Min Sun bercerita bahwa ibunya  sangat ingin bertemu dengan polisi yang menyelamatkannya, namun polisi itu selalu menolak untuk menemuinya, sehingga dia tidak sempat mengucapkan terima kasih secara pribadi. Itulah mengapa ibunya berpesan padanya agar selalu memperlakukan polisi dengan sopan.

Mendengar penuturan putri Lee Mi Sun, baik Soo Hyun maupun Hae Young langsung terdiam, masing-masing tau siapa polisi yang dimaksud putri Lee Mi Sun, dia adalah Lee Jae Han.  Selesai berbicara Soo Hyun dan Hae Young berterimakasih pada putri Lee Mi Sun karena sudah mengijinkan mereka melihat barang-barang almarhumah ibunya.

Soo Hyun bertanya mengapa Hae Young pergi mengunjungi keluarga korban? Hae Young bingung kemudian berandai-andai, Misalnya jika aku mendengar pesan dari masa lalu apa yang harus aku lakukan? Soo Hyun menarik kesimpulan apakah Hae Young ingin mengatakan jika Hae Young datang mengunjungi keluarga korban karena dia mendengar pesan dari masa lalu? Bukankah itu hanya sebuah alasan?

Hae Young paham, tidak seharusnya dia bicara pada Soo Hyun, dia akan kembali bekerja. Hae Young berjalan mendahului Soo Hyun, kemudian Soo Hyun berkata dia akan memintanya untuk melindungi orang yang penting untukku. Hae Young bingung, Soo Hyun menjelaskan jika dia mendapat pesan dari masa lalu, Soo Hyun akan berusaha melindungi orang yang penting untuknya, bahkan jika setelah itu semuanya menjadi kacau? Soo Hyun berkata, daripada tidak berusaha sama sekali, lebih baik mencoba meski semuanya menjadi kacau.

Soo Hyun menatap potongan artikel tentang Lee Jae Han yang menyelematkan seorang wanita lalu teringat pada kata-kata Putri Lee Mi Sun, bahwa dia bisa lahir karena Lee Jae Han menyelamatkan ibunya. Kemudian Soo Hyun pun teringat kata-kata nya pada Hae Young tentang melindungi seseorang yang penting untuknya jika dia bisa berkomunikasi dengan masa lalu.

Hae Young menatap walkie talkie nya dan memikirkan apa percakapan apa saja yang terjadi antara Lee Jae Han dan dirinya. Terutama tentang percakapannya yang mengatakan bahwa semuanya akan dimulai kembali dan Jae Han meminta Hae Young meyakinkan dirinya yang berada di tahun 1989.

Hae Young menata ulang waktu kematian para korban pembunuhan berantai Gyeonggu Nambu sebelum dan sesudah terjadinya tranmisi antara dirinya dan Lee Jae Han. Ada yang berubah setelah tranmisi pertamanya dengan Lee Jae Han di tahun 1989. Korban Lee Mi Sun selamat, dan jumlah korban meninggal tinggal 9. Hwang Min Jung dan Kim Won Kyung yang menjadi korban ke 8 dan 9 waktu pembunuhannya berubah dan pola tempat pemilihan untuk membunuh pun berubah.

Di Timeline pertama Hwang Min Joo dan Kim Won Kyung ditemukan di tempat-tempat sepi seperti korban lainnya tapi setelah terjadi tranmisi antara Hae Young dan Jae Han, kemudian Jae Han berhasil menyelamatkan Lee Mi Sun, tempat ditemukannya Hwang Min Joo dan Kim Won Kyung adalah di daerah pemukiman yang bisa dengan mudah di lihat orang-orang. Ada yang terjadi pada pembunuhnya setelah dia gagal membunuh Lee Min Sun di stasiun Hyunpoong.

Hae Young menyadari jika hanya dia satu-satu nya orang yang menyadari perubahan yang terjadi. Selain dirinya orang lain hanya mengingat kasus Gyeonggi Nambu setelah Lee Jae Han menyelematkan Lee Mi Sun. Hae Young bertekad untuk mencari tahu apa alasan si pembunuh melakukan aksinya lebih cepat dari yang sebelumnya.

Di Tahun 1989, Jae Han diinterogasi para detektif yang menyelidiki kasus pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu sebagai saksi yang sempat bertemu pelaku. Namun Jae Han tidak sempat melihat wajah si pelaku karena topi nya, lalu Jae Han juga tidak ingat dimana dia kehilangan pelaku hingga akhirnya dia salah tangkap.

Detektif itu menjadi emosi dan berkata apa yang Jae Han tahu? Karena aksinya menyelamatkan korban percobaan pembunuhan, Jae Han hanya diskors saja, tapi Detektif Kim Chang Soo harus berakhir di penjara dan kemungkinan akan kehilangan pekerjaannya karena menyebabkan orang yang tidak bersalah meninggal dunia. Detektif lain mencoba menenangkan detektif yang menarik kerah baju Jae Han. 

Akhirnya Jae Han diminta untuk melepaskan walkie talkie dan lencananya. Jae Han awalnya tampak enggan namu akhirnya dia melakukannya juga dan sempat-sempatnya meminta detektif itu untuk mencarikan Letnan Park Hae Young untuknnya, karuan saja itu membuat detektif semakin emosi padanya.

Jae Han mendapatkan informasi tentang keberadaan polisi bernama Park Hae Young disalah satu divisi kepolisian, dia menerobos masuk ke ruangan itu dan bertanya siapa yang bernama Park Hae Young. Seorang polisi pria berdiri dan Jae Han langsung menuduh, apakah dia adalah Park Hae Young? Tanpa sempat polisi itu menjawab, Jae Han langsung menyerangnya dan memukulinya, dia kesal karena dia menyebabkan seseorang yang tidak bersalah meninggal.

Polisi lainnya mencoba menghentikan Jae Han, lalu datang seorang polwan yang mengatakan jika Jae Han salah orang, dial ah yang bernama Park Hae Young. Jae Han mengecek identitas polisi yang dipukulinya, dan benar saja namanya bukan Park Hae Young. Menyadari kesalahannya Jae Han minta maaf, namun saat kepala divisi tersebut mengatakan mereka harus bicara Jae Han langsung kabur dari ruangan itu.

Jae Han pergi ke kantor pemerintahan dan mengintip seorang gadis yang sedang bekerja. Gadis itu adalah Kim Won Kyung, gadis yang sering di stalker Jae Han untuk memastikan gadis itu selamat sampai dirumahnya. Tak sengaja gadis itu melihat kearah Jae Han dan membuat Jae Han menyembunyikan diri. Saat dia kembali melihat ke arah yang sama Kim Won Kyung sudah tidak ada, Jae Han tampak kecewa, mungkin Won Kyung tidak melihatnya.

Jae Han memutuskan untuk pergi, namun Won Kyung memanggilnya, Jae Han menemuinya dengan gugup. Won Kyung tampak ingin memberikan sesuatu pada Jae Han, namun tidak jadi dia hanya berkata agar Jae Han tetap bersemangat. Akhirnya Jae Han lah yang memberikan sesuatu pada Won Kyung. Alat setrum sebagai alat untuk melindungi diri dari orang jahat. Won Kyung menerimanya dengan senyum tersipu. Jae Han pamit tapi langsung lari terbirit-birit.

Dari balik pagar dia memperhatikan Won Kyung sudah kembali masuk ke dalam kantor, Jae Han mencoba menormalkan denyut jantungnya yang sejak tadi berdetak lebih cepat. Jae Han kemudian bertekad jika dia akan menangkap pembunuh berantai itu sehingga dia bisa dipromosikan, kemudian dia akan mengajak Won Kyung untuk berkencan dengannya.

Di tahun 2015, Tim khusus Cold case berkumpul dan Soo Hyun menunjukkan temuannya yang menarik tentang kasus Gyeoggi Nambu. Bahwa semua korbannya dibunuh setelah turun dari Bis. Gye Chul dan Hun Gi tidak merasa itu adalah temuan yang menarik, tahun itu belum ada angkutan umum lain jadi semua orang naik bis.

Soo Hyun menggunakan sebuah aplikasi untuk semua tempat ditemukannya korban dan fakta uniknya adalah tempat-tempat itu menjadi rute yang dilewati oleh sebuat bus dengan nomor 95, 26 tahun yang lalu. Dan Hwang Min Joo yang menjadi korban ke-8 adalah seorang kondektur di bus nomor 95, bukan kah itu terlalu aneh untuk disebut kebetulan? Gye Chul dan Hun Gi merasa itu hanya kebetulan yang biasa saja tidak bisa dijadikan petunjuk untuk menemukan si pelaku. 

Berbeda dengan Hae Young yang juga merasa aneh karena hal itu. Lalu dia bertanya lalu bagaimana dengan Stasiun Hyunpoong apakah bus itu juga melewati tempat itu? Soo Hyun membenarkan. Hae Young meminta Soo Hyun menunjukan letak tempatnya dalam peta yang lebih besar. Setelah Soo Hyun menunjukkan tempatnya Hae Young mengambil kesimpulan, yang dikatakan Soo Hyun benar, Bus itu bisa dijadikan petunjuk.

Jae Han kembali ke TKP tempat dia menemukan Lee Mi Sun dan menyurusi jalan saat dia mengejar si pelaku hingga menangkap Choi Sung Hyun di sebuah persimpangan. Jae Han melihat bis jurusan 95 yang melaju di jalanan itu, kemudian teringat malam itu dia pun melihat bus dengan jurusan yang sama.

Hae Young mengatakan setelah kegagalan pelaku membunuh Lee Mi Sun, satu jam kemudian dia membunuh Hwang Min Joo dan korban ke-9 meninggal 2 hari kemudian. Biasanya seorang pembunuh yang hampir ketahuan akan menenangkan diri sejenak agar tidak tertangkap, lalu mengapa dia seperti tampak terburu-buru membunuh targetnya?

Menurut Soo Hyun, itu biasa terjadi pada pembunuh berantai yang mengubah pola pembunuhannya. Tapi bagaimana jika dia punya alasan lain? Hae Young berkata saat opsir yang menyelamatkan Lee Mi Sun mengejarnya, pelaku tidak bisa lari ke stasiun karena banyak orang, jadi dia lari ke pemukiman Ujung dari pemukiman itu adalah pemberhentian bus 95.

Korban tidak dipilih secara random, tetapi orang yang ada hubungannya dengan bus 95, alasan mengapa mereka kehilangan pelaku malam itu adalah karena bus tersebut. Dan korban selanjutnya adalah orang yang melihat wajahnya saat dia masuk ke dalam bus tersebut. Itulah mengapa dia melakukan pembunuhan dengan terburu-buru sebelum investigasi dimulai.

Gye Chul merasa heran dengan pendapat Hae Young, apakah Hae Young bertemu dengan pria itu sebelumnya? Polisi yang menyelamatkan Lee Mi Sun. Dia juga mengatakan hal yang sama persis tentang bus 95 dan karena alasan itulah Hwang Min Joo terbunuh.

Tahun 1989, Jae Han segera melaporkan temuannya dan mencurigai pelaku nya melarikan diri dengan menaiki bus itu. Detektif tampak tak percaya namun detektif lainnya mengatakan mereka sudah mengumpulkan orang yang terkait dengan pembunuhan k-8 tidak ada salahnya memastikan hal itu.

Polisi sudah memanggil Supir bus yang menemukan mayat Hwang Min Joo dan rekan kerja Hwang Min Joo untuk menjadi saksi. Detektif kemudian bertanya malam itu di pemberhentian dekat stasiun Hyunpoong, apakah dia melihat seorang pria berusia 20 tahunan dengan pakaian serba hitam masuk ke dalam bis? Kejadiannya baru kemarin, jadi supir bus mengingatnya dengan jelas jika dia tidak melihat siapa pun masuk ke dalam bus

Rekan kerja Hwang Min Joo yang juga ada di ruangan itu tampak bingung, sepertinya dia mengetahui sesuatu yang tidak dikatakan si supir bus. Jae Han merasa yakin jika pelakunya pasti naik bis tersebut, apakah Supir bus itu tidak berbohong? Detektif menegurnya dan berkata jika teori Jae Han itu benar, maka supir bus adalah orang yang pertama kali dibunuh si pelaku karena dia yang melihat wajah si pelaku dengan jelas.

Hae Young kaget mendengar cerita Gye Chul tentang kecurigaan Jae Han yang ternyata tidak terbukti. Apakah itu benar? Soo Hyun bertanya, lalu bagaimana dengan supir bus nya? Apakah dia masih hidup? Gye Chul mengejek, memangnya Soo Hyun berharap supir bus itu meninggal dibunuh si pelaku? Tidak sama sekali, dia masih hidup dengan sehat walau tinggal di panti jompo. Dan saat Gye Chul bertanya tentang apakah dia melihat seseorang masuk kedalam bis saat itu, meski kejadiannya sudah lama berlalu dia dengan tegas mengataka tak ada seorang pun yang masuk.

Lalu bagaimana dengan rekan kerja Hwang Min Joo? Gye Chul mencoba menemuinya tapi sepertinya dia sedang tidak dirumah. Soo Hyun meminta alamat rekan kerja Min Joo dan mengajak Hae Young untuk menemaninya menemui wanita itu. Hae Young tampak senang karena merasa Soo Hyun telah mempercayai kata-katanya. Soo Hyun berkata dia hanya ingin memastikan apa yang dilewatkan detektif pada penyelidikan sebelumnya, dia ingin memastikan apapun yang diketahui saksi.

Di perjalanan menuju rumah saksi, Hae Young diam saja, bahkan Soo Hyun bertanya padanya. Apakah Hae Young marah? Tidak, dia hanya sedang berpikir apa yang sedang di lakukan pelaku. Si Pelaku memiliki hasrat kuat untuk membunuh dan pintar mengelabui polisi hingga tak ada seorang polisi pun yang bisa menangkapnya. Lalu mengapa dia tidak melakukan aksinya lagi?

Mungkin orang-orang berpikir dia sudah mati, atau dipenjara karena kejahatan yang lain. Bisa juga dia berimigrasi ke luar negeri sehingga kejahatannya tak lagi terjadi di Korea. Tapi… bagaimana jika dia masih berada diantara mereka?

Orang-orang yang berada disekitarnya tidak akan pernah tahu jika dia adalah seorang pembunuh berantai. Saat mobil Soo Hyun tiba di dekat kediaman saksi, seseorang berpakaian serba hitam berdiri di sekitar kediaman rumah saksi. Lalu pergi begitu saja tanpa ada orang yang menyadari kehadirannya disana.

Rumah saksi tidak di kunci, Soo Hyun menerobos masuk dan kaget melihat kondisi saksi yang telah tidak bernyawa dengan posisi yang sama dengan korban pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu. Hae Young pun membuat kesimpulan bahwa pelakunya adalah pembunuh berantai Gyeonggi Nambu.

Tim Khusus Cold Case pun memeriksa TKP untuk melakukan penyelidikan terhadap pembunuhan saksi kunci pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu. Namun Ketua Penyidik memerintahkan Kapten Ahn untuk memberikan kasus itu pada pihak kepolisian Gyeonggi. Soo Hyun protes, tapi sampai saat ini belum dipastikan jika pembunuhan yang baru saja terjadi dilakukan oleh pelaku kejahatan 26 tahun yang lalu. Mereka hanya harus fokus pada apa yang menjadi kasus mereka.

Pihak Kepolisian Gyeonggi tiba di lokasi, tadinya Hae Young tidak peduli, namun mereka mengusir tim khusus cold case dari TKP karena kasus itu sekarang menjadi kasus mereka dan menyalahkan tim Cold case sehingga korban meninggal karena mereka kembali menggali kasus ini. Hae Young kesal dan mau tak mau emosinya tersulut, dia hampir saja adu jotos dengan ketua tim divisi pembuhunan pihak kepolisian Gyeonggi, jika saja Soo Hyun tidak datang dan memerintahkan mereka semua keluar dari TKP.

Hae Young protes pada Soo Hyun apakah mereka akan berakhir begini saja? Hae Young merasa bertanggung jawab atas kematian saksi karena merekalah yang memulai penyelidikan kasus 26 tahun lalu. Lalu apa? Apakah Hae Young ingin menyerah pada kasus Gyeonggi Nambu? Soo Hyun yakin pelakunya orang yang sama, mereka harus menangkap pelakunya. Soo hyun mengingatkan tugas Hae Young di tim mereka adalah sebagai profiler. Seharusnya dia hanya melihat kasus dari kejauhan dan tidak melampiaskan emosinya seperti tadi.

Soo Hyun tentu tidak mengerti jika yang membuat Hae Young resah adalah rasa bersalahnya. Dia merasa dia lah yang penyebab kematian saksi, jika saja tidak ada walkie talkie itu. Hae Young berkata dia akan mengembalikannya ke tempat semula, selama masih ada kesempatan.

Mendengar kata-kata Hae Young tentang walkie talkie, Soo Hyun menjadi bingung dan curiga, namun Hae Young yang kalut langsung pergi mengabaikan panggilan Soo Hyun yang semakin mencurigai tingkahnya.

Hae Young berharap dia bisa kembali berkomunikasi dengan Jae Han melalui walkie talkie nya di jam 11.23 seperti biasanya. Hae Young merasa ini adalah satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkan saksi yang baru saja terbunuh.

Di Tahun 1989, Jae Han sedang diinterogasi detektif karena masalah dia kehilangan si pelaku. Polisi lalu bertanya sedang apa Jae Han di stasiun Hyunpoong malam itu. Jae Han bingung bagaimana menjelaskannya. Polisi pun mencurigainnya dan meminta agar Jae Han di tahan hingga alibi Jae Han pada pembunuhan-pembunuhan sebelumnya terkonfirmasi. Mereka curiga Jae Han bersekutu dengan si pelaku. Jae Han protes, mengapa dia harus melakukan itu? tapi polisi tak peduli dengan protesnya dan memasukkannya ke dalam sel.

Jam 11.23 malam walkie talkie menyala seperti biasanya. Hae Young langsung menyapa Jae Han, “Petugas Lee Jae Han?” tapi tak ada jawaban, karena Jae Han ditahan dalam sel dan walkie talkie nya tergeletak di atas salah satu meja petugas polisi yang ada di depan sel penjara. Seorang polisi jaga yang ada disana tertidur nyenyak dengan headset ditelinganya sehingga tak mendengar suara Hae Young dari walkie talkie itu.

Jae Han yang sedang tertidur dalam sel mendengar suara Hae Young, dia pun mulai berteriak pada polisi jika orang di walkie talkie itulah yang memberitahunya. Hae Young yang tidak tahu apakah Jae Han mendengarnya atau tidak berkata bahwa aka nada orang yang terbunuh lagi. Hae Young mengatakan jika ditempatnya adalah tahun 2015, pembunuh berantai Gyeonggi Nambu belum tertangkap. Korban Selanjutnya adalah Kim Won Kyung, seorang pegawai Negeri. Lokasi kejadian di gang Hyunpyoong tanggal 7 November jam 9.30 malam.

Kim Won Kyung? Jae Han yang tadinya berpikir bahwa Hae Young adalah orang gila karena memberi tahunya bahwa dia berasal dari tahun 2015 dan aka nada yang terbunuh lagi langsung merasa cemas. Dia mengenal seorang Kim Won Kyung yang bekerja sebagai pegawai negeri. Dia adalah wanita yang ditaksir Jae Han selama ini. Won Kyung-ssi? Jae Han langsung mengamuk mengapa Won Kyung harus meninggal? Jae Han memaki Hae Young dan bertanya dimana dia sekarang? Namun keras apapun Jae Han berteriak Hae Young tidak mendengarnya dan transmisi itu berakhir saat walkie talkie itu mati.

Jae Han menjadi sangat panik dan meminta polisi mengijinkannya untuk melakukan satu panggilan telelpon. Polisi jaga tadi pun terbangun, dan seorang detektif datang juga menemui Jae Han, dia bertanya siapa yang ingin Jae Han hubungi? Jae Han mengatakan seseorang akan terbunuh lagi, Kim Won Kyung seorang pegawai negeri, dia ingin memberinya peringatan. 

Tentu saja detektif merasa dipermainkan dan mengabaikan permintaan Jae Han, begitu juga dengan polisi jaga. Saat itu adalah tanggal 7 November 1989, jam 8 malam, sementara Hae Young mengatakan Kim Won Kyung ditemukan di tanggal tersebut jam 9.30 malam. Jae Han panik dan memohon untuk melakukan satu panggilan, namun tak ada yang mempedulikannya.

Pagi hari, Hae Young terbangun di depan white board yang berisi rincian korban pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu, tapi tidak ada yang berubah. Kim Won Kyung tetap menjadi korban ke-9 di tempat dan waktu yang sama dengan sebelumnya. Apakah berarti Lee Jae Han tidak berhasil menyelamatkannya?

Soo Hyun datang dan bertanya mengapa Hae Young menatap papan itu? Memangnya aka nada yang berubah? Hae Young berkata dia tidak bisa membiarkannya berakhir seperti ini, memangnya siapa juga yang akan membiarkannya berakhir seperti itu. Soo Hyun berkata bahwa pihak kepolisian Gyeonggi mendapat dukungan dari orang atas. Tapi karena tidak ada saksi dan CCTV mereka juga akan kesulitan menyelesaikan kasus ini.

Meski dengan teknologi saat ini mereka bisa saja menemukan bukti yang mendukung, namun mereka salah karena telah mengusir tim khusu cold case dari kasus itu. Bagaimana pun mereka memiliki lebih banyak informasi, jadi sebelum pihak kepolisian Gyeonggi mendapat petunjuk mereka harus bergerak cepat. Hae Young bingung, bukan kah Soo Hyun sendiri yang meminta mereka mundur dari kasus itu?

Soo Hyun meminta mereka mundur dari kasus pembunuhan Jung Kyung Soon bukan dari kasus pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu. Semalam Soo Hyun mendatangi tim forensik dan mendapat informasi jika pembunuhan kali ini berbeda. Pada pembunuhan Gyeonggi Nambu, korban diikat dulu sebelum dibunuh, tapi Jung Kyung Soon dibunuh dulu baru diikat. Apakah pembunuhnya orang yang berbeda? Soo Hyun masih tidak yakin.

Namun satu hal yang pasti, pelaku pembunuhan kali ini ada hubungannya dengan pelaku pembunuhan 26 tahun yang lalu. Karena ada pola yang sama dalam dua kasus itu. Hae Young langsung menebak itu pasti simpul tali yang digunakan. Simpul itu tidak dipublikasikan, jadi tidak sembarang orang tahu. Itulah yang membuat Soo Hyun berpikir jika mereka bisa menangkap pelaku pembunuhan kali ini mereka bisa mendapat petunjuk tentang pelaku pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu.

Hun Gi tahu jika Soo Hyun tidak akan menyerah begitu saja, jadi dia menyimpan sebuah bukti penting. Pecahan kaca yang ditemukan dibawah tubuh korban, dia akan segera menganalisisnya.  Gye Chul juga tidak mau kalah, tadi Soo Hyun bilang tidak ada CCTV di Area itu kan? Tapi saat dia kembali dari TKP dia melihat sebuah truk yang sedang me re-stock barang di sebuah toko. Dia yakin mereka black box truk tersebut bisa digunakan sebagai pengganti CCTV. Gye Chul menjadi semangat untuk menangkap pelakuknya karena merasa dilecehkan oleh detektif kepolisian Gyeonggi.


Soo Hyun mengajak Hae Young untuk menganalisa keadaan TKP rumah korban dari awal. Berdasarkan pengamatan Hae Young tidak adanya kerusakan di pintu rumah korban mengindikasi bahwa pelaku nya adalah orang yang dikenal korban. Pembunuhan terjadi setelah tim khusus cold case memulai penyelidikan tentang pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu, artinya motif si pembunuh adalah karena hasrat membunuh atau menghancurkan bukti.

Bagaimanapun juga, Soo Hyun curiga pada supir bus itu, mungkin kah dia pelakunya? Hae Young tidak sependapat. Banyak profiler berpengalaman yang menganalisa kemungkinan sosok pelaku pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu. Perbedaan pendapat selalu terjadi, namun semua profiler itu menyepakati satu hal bahwa pembunuhnya adalah seorang pria berusia di awal 20an dan seorang penyendiri. Lagi pula saat Lee Mi Sun diserang, supir bus itu sedang mengendarai bus 95. 

Gye Chul melaporkan dia mendapatkan black box dari truk itu, hampir saja dia keduluan oleh pihak kepolisian Gyeonggi, mengapa mereka bergerak begitu cepat? Menyadari hal itu, Soo Hyun pun mengajak Hae Young untuk bergerak cepat karena waktu mereka semakin menyempit.

7 November 1989, jam 8 malam. Kim Won Kyung masih sibuk di kantor pemerintahan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Bahkan saat seorang rekannya mengajaknya pulang dia memilih menyelesaikan pekerjaannya dulu.

Di Kantor polisi, seorang petugas melihat Jae Han kesakitan di dalam sel. Petugas itu jadi panik dan membuka sel untuk mengecek keadaan Jae Han. Namun itu hanya trik saja, Jae Han melumpuhkan petugas itu dan membuatnya tak sadarkan diri. Jae Han minta maaf karena dia tidak bisa memberikan penjelasan saat itu.

Jae Han keluar sel dan mengambil walkie talkie nya, dia segera pergi ke rumah Won Kyung, dan bertanya apakah Won Kyung sudah pulang? Bibi nya mengatakan jika Won Kyung bekerja lembur malam itu. Jae Han yang masih terlihat panik pun pamit pergi membuat bibi Won Kyung kebingungan.

Mengingat kata-kata Hae Young tentang lokasi dan waktu pembunuhan Kim Won Kyung, Jae Han pun menyusuri gang-gang Hyunpoong sambil memanggil-manggil nama Won Kyung, berhasilkah Jae Han menyelamatkan pujaan hatinya yang sudah dipastikan oleh Hae Young akan menjadi korban ke-9 dari pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu?

***

Sudah jelas jawabannya tidak sih yah~~~ karena tidak terjadi perubahan di masa depan, artinya Kim Won Kyung tidak berhasil diselamatkan. Timeline yang kacau di drama ini sebenarnya membuatku kewalahan sendiri dalam mencerna apa yang terjadi di masa lalu dan masa sekarang apalagi sudut pandangnya juga kurang jelas.

Konsekuensi di Signal ini kejam juga yah? Saat Jae Han berhasil menyelamatkan Lee Mi Sun dan bayi di dalam kandungannya, maka dua orang yang seharusnya tidak tewas harus merelakan nyawanya, Choi Young Shin dan Jung Kyung Soon. Semacam Nyawa di bayar Nyawa, huft.

Si supir bus itu memang mencurigakan sih yah? Bagaimana bisa setelah puluhan tahun berlalu dia masih begitu yakin jika malam itu dia tidak melihat siapapun masuk ke dalam bis, pastinya ada sesuatu yang disembunyikan.  Yang sudah menonton episode 4 sih pasti tahu deh kenapa supir bus bersikap seperti itu denk ;p

Lee Jae Han cute sekali di episode ini, terutama saat berhadapan dengan Won Kyung-ssi. Melihat ekspresin jatuh cintanya Om Jo Jin Woong sesuatu sekali nih, jadi pengen nonton film  Salute D’ Amour jadinya. Di film itu si Om dipasangkan dengan peri kesayanganku Hwang Woo Seul Hye, akh tapi kapan yah nontonnya?

Di awal-awal Signal tayang, banyak yang mengatakan jika drama ini mengingatkan mereka pada sebuah film lawas Hollywood Frequency, aku jadi penasaran pada film itu dan akhirnya menontonnya. Tapi kok yah pas nontonnya aku malah lebih keingatan sama Nine dibanding Signal hehehe. Timeline di Frequency tidak random, tapi teratur dengan jeda waktu 30 tahun di tanggal yang sama dan waktu yang sama. Perubahan yang terjadi di masa lalu langsung terasa di masa depan seperti yang terjadi di Nine, bedanya sih perubahan yang terjadi di masa lalu adalah akibat tranmisi radio yang dilakukan oleh ayah dan anak.

Mungkin tranmisi radio itulah yang membuat banyak orang yang berpikir bahwa Signal mirip dengan Frequency, apalagi ada kisah pembunuhan berantai juga di film itu dengan pelaku yang cukup mengejutkan, sampe aku harap-harap cemas apakah pelaku pembunuhan Gyeonggi Nambu juga akan berakhir seperti itu? untungnya tidak sih hehehe, jadi yah mungkin saja Kim Eun Hee memang terinspirasi pada transmisi radio di Frequency tapi itu hanya sebagai alat komunikasi masa lalu dan masa sekarang nya.


1 komentar:

  1. Iya mbak...
    Masih blm tahu apa maksud pengaturan waktu di drama ini
    Saya udah nonton three days dan masih nyambung, kalau yg ini kayaknya butuh petunjuk di episode episode mendatang
    Btw kemarin kemarin nggak tahu kenapa tiap baca lee jae han itu selalu ngerasa familiar lol
    Sekarang baru sadar kalo nama itu beda tipis sama lee je hoon #puyeng

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^