Signal Episode 2



10 menit menjelang batas kadaluarsa kasus Kim Yoon Jung

Gye Chul merasa cemas, apakah mereka akan berhasil mendapat pengakuan Suster Yoon hanya dalam wakyu 10 menit saja? Hae Young yakin mereka hanya membutuhkan waktu 3 atau 5 menit saja, karena saat ini bukan lagi tahun 1988.


Di ruang Interogasi, Soo Hyun memastikan identitas Suster Yoon, tempatnya bekerja hingga gaji serta bagaimana dia menghabiskan uang nya. Suster Yoon tinggal di Villa Mewah, pasti uang gaji yang tersisa tidak banyak, pasti saat ini pun Suster Yoon memiliki kekasih yang lumayan seperti Seo Hyung Joon, 15 tahun yang lalu.
 
Suster Yoon masih santai saja saat nama Seo Hyung Joon disebut. Soo Hyun kemudian mulai mengungkit kasus penculikan Kim Yoon Jung dan pembunuhan Seo Hyung Joon, namun dengan penuh percaya diri Suster Yoon menyangkalnya. Ketika Soo Hyun bertanya mengapa dia melaporkan Kang Se Young dan menunjukan loker miliknya, dengan santai Suster Yoon menjawab bahwa dia hanya ingin menguji polisi. Mereka pernah dibodohi sekali, dan jika kali ini pun mereka tertipu kasian sekali nasib gadis kecil itu.

Soo Hyun menarik kesimpulan dari perkataan Suster Yoon, artinya dia mengakui bahwa loker itu adalah miliknya. Dengan penuh percaya diri dia menganggung sambil tersenyum meremehkan. Soo Hyun sangat berterimakasih karena Suster Yoon dengan sukarela memberikan DNA nya. Mendengar hal itu suster Yoon tampak sedikit tegang dan mulai meremas lengannya.

Hae Young yang memperhatikan dari ruangan lain berkata jika Suster Yoon sudah bersikap defensive, dia sedang bertanya-tanya apa kesalahan yang telah dia lakukan?

Soo Hyun menunjukkan sebuah kacamata, itu adalah salah satu barang yang bisa menunjukkan DNA dengan jelas karena tertempel setiap hari. Dengan santai Suster Yoon mengatakan kacamata itu bukan miliknya. Tentu saja, Soo Hyun juga tahu hal itu. Kacamata itu milik Seo Hyung Joon, pasti Suster Yoon tidak tahu bahwa si pelaku pembunuhan Seo Hyung Joon meninggalkan darahnya di lipatan batang kacamata tersebut.

Suster Yoon tampak kaget dan berkata Soo Hyun pasti sedang berbohong, itu sudah sangat lama sekali, pasti mereka tidak bisa menemukannya. Soo Hyun pikir itu bohong, tapi itulah kenyataannya. Itu adalah hadiah dari perkembangan teknologi. Mekeka bisa mengecek DNA baik itu 10 tahun, 20 tahun bahkan 100 tahun yang lalu pun mereka bisa memeriksanya. Suster Yoon tampak tegang dan dia pun menunduk.

Melihat gelagat kalah Suster Yoon, Soo Hyun semakin menyerang dengan mengatakan perbuatan kejam Suster Yoon. Semua orang berharap suster Yoon mengaku, namun dengan senyum mengerikannya Suster Yoon malah berkata jika sebenarnya mereka sama sekali tidak memiliki bukti yang kuat kan? Karena jika memang mereka punya bukti mereka tidak perlu melakukan hal ini, mendesak Suster Yoon untuk mengaku.

Batas akhir kadaluarsa kasus Kim Yoon Jung tinggal beberapa menit lagi, hasil tes DNA belum juga keluar. Hae Young pergi ke bagian forensic bertanya tentang hasil tes DNA. Tak lama Hae Young masuk ke ruang interogasi dan berkata jika hasil tes DNA telah keluar dan terbukti itu cocok dengan DNA Suster Yoon. Soo Hyun tampak kaget, dan Hae Young berusaha menekan Suster Yoon.

Kapten Ahn kesal melihat kelakuan Hae Young yang berbohong karena hasil tes DNA senarnya belum keluar, tapi polisi lain enggan mengeluarkan Hae Young dari ruang introgasi karena itu adalah kesempatan terakhir mereka mendapat pengakuan Suster Yoon atas kejahatan yang dilakukannya.

Di detik-detik menjelang batas kadaluarsa kasus Kim Yoon Jung, Hae Young bertanya mengapa Suster Yoon menculik Kim Yoon Jung hanya karena ingin mendapatkan uang dan akhirnya dia juga membunuh Seo Hyung Joon untuk menutupi kejahatannya. Suster Yoon tampak ketakutan dan menunduk dalam, semua polisi yang melihat adegan introgasi itu berdoa agar Suster Yoon mengakui kejahatannya.,

Namun sayang nya hingga detik terakhir batas kadaluarsa kasus tersebut, Suster Yoon menyangkal jika dia telah membunuh Kim Yoon Jung maupun Seo Hyung Joon. Karena tidak cukup bukti, Suster Yoon pun bisa bebas melenggang pergi dari ruang interogasi bahkan melewati ibu Kim Yoon Jung yang ada di luar dengan percaya diri.


Hasil tes DNA keluar, dan benar saja DNA yang ditemukan di kacamata Seo Hyung Joon cocok dengan DNA Suster Yoon, tapi semuanya sudah terlambat. Soo Hyun, Hae Young dan semua polisi hanya bisa melihat kepergian Suster Yoon begitu saja. Lalu kemudian seorang petugas forensik menyerahkan sesuatu pada Soo Hyun, tiket parkir saat Seo Hyung Joon dan Suster Yoon datang ke RS Seonil, berdasarkan tiket parkir tersebut mereka bisa mendapatkan waktu kematian Seo Hyung Joon.

Sebelum Suster Yoon pergi semakin jauh, Soo Hyun segera mencegatnya dan mengatakan jika Suster Yoon ditangkap atas dugaan pembunuhan terhadap Seo Hyung Joon. Suster Yoon kaget dan bingung, dia baru saja terlepas dari jeratan hukum. Soo Hyun mengatakan jika mereka menemukan waktu kematian Seo Hyung Joon dan itu lebih dari tanggal 29 Juli 2000. Batas kadaluarsa untuk kasus Seo Hyung Joon belum lah berakhir. Suster Yoon mencoba berontak, namun tentu saja polisi lebih kuat dan membawanya untuk kembali di interogasi, kini polisi sudah punya bukti yang kuat.

Ibu Kim Yoon Jung kemudian bertanya, bagaimana dengan putrinya? Mengapa Suster Yoon tidak bisa dihukum atas kejahatan yang dia lakukan terhadap putrinya? Soo Hyun minta maaf karena waktu kematian Kim Yoon Jung tidak pasti, namun di duga Kim Yoon Jung dibunuh lebih awal dari pembunuhan Seo Hyung Joon. Apakah itu artinya, wanita itu lah pembunuh Kim Yoon Jung namun dia tidak bisa dihukum atas kejahatannya? Ibu Kim Yoon Jung sekali lagi bertanya. Soo Hyun hanya bisa minta maaf.

Ibu Kim Yoo Jung mengamuk dan berkata dialah yang akan menghukum wanita itu, tega sekali dia membunuh putrinya yang berharga. Polisi mencoba menenangkannya dan Suster Yoon segera di bawa ke ruang interogasi. Ibu Kim Yoon Jung menyalahkan sistem hukum di Korea (untuk pembatasan waktu 15 tahun pada kasus kriminal) dia sudah menunggu datangnya hari ini, namun dia sangat kecewa karena pelakunya tidak bisa dihukum atas kejahatan yang dia lakukan terhadap putrinya. Ibu Kim Yoon Jung menangis pilu sambil meminta maaf pada Kim Yoon Jung.

Hae Young mendatangi SD nya tempat terakhir kali dia melihat Kim Yoon Jung, dia menyimpan setangkai bunga di pintu masuk SD nya dan saat berbalik pergi dia seolah melihat Kim Yoon Jung yang tersenyum padanya. 

Hae Young pun pergi ke hutan, mendatangi sebuah pohon dimana tertulis nama kakaknya disana, Park Sun Woo yang meninggal di tahun 2000 pada usia 18 tahun mungkin karena sebuah hukuman mati atau bunuh diri karena kejahatan yang tidak dilakukannya.

Pembatasan masa kadaluarsa kasus menjadi topic hangat di Korea setelah kasus Kim Yoon Jung berakhir dengan mengecewakan. Kasus pembunuhan Seo Hyung Joon memang selesai dengan tertangkapnya si pelaku, tapi kasus penculikan dan pembunuhan Kim Yoon Jung tetap menjadi kasus yang tidak terselesaikan padahal pelakunya orang yang sama. Hal ini sangat sensitif memikirkan perasaan seorang tersangka yang sudah dinyatakan tidak bersalah karena telah lewat batas kadaluarsa. Lalu apakah perasaan korban dan keluarga korban tidak dipikirkan?

Contohnya saja kasus Pembunuhan Berantai di Gyeonggi Nambu yang dimulai sejak 26 tahun lalu, hingga saat ini pelakunya tidak tertangkap dan keluarga korban banyak yang masih tidak rela dan melakukan unjuk rasa, namun karena batas masa kadaluarsa kasus, polisi pun tidak bisa bertindak apa-apa. Seorang pakar mengatakan jika polisi membuka kembali kasus yang sudah cold case, kasus-kasu yang baru akan terabaikan dan kasus cold case akan semakin menumpuk. Pakar lain kemudian mengatakan jika seharusnya polisi membuat tim khusus untuk menyelesaikan kasus-kasus yang cold case.

Saat sedang menangkap seorang tersangka Soo Hyun melihat berita tentang UU pembatasan masa kadaluarsa kasus.

“Permohonan kedua untuk mengubah hukum pidana telah diajukan kepada Kongres. Dengan demikian, seluruh tindakan kriminal seperti, pembunuhan, pembakaran dan penculikan serta kekerasan, tidak lagi memilki waktu batas undang-undang. Bahkan pada kasus terkini soal penculikan Kim Yoo Jung ada harapan kasusnya juga akan diselesaikan. Karena undang-undang pembatasan telah dihapuskan pada kejahatan yang dilakukan di tahun 2000 maka diramalkan akan terjadi peningkatan dalam upaya penyelidikan cold case”

Seseorang yang tidak diperlihatkan wajahnya sedang menonton  berita tentang unjuk rasa keluarga pada korban Pembunuhan Berantai Gyeonggi Nambu. Orang tersebut tampak tidak nyaman saat menonton berita tersebut.

Kim Beom Joo merasa sangat terganggu melihat unjuk rasa para anggota keluarga korban dari kasus Pembunuhan berantak Gyeongi Nambu. Saat masuk ke kantornya dia melampiaskan kekesalannya pada Kapten Ahn dan memutuskan untuk membentuk tim khusus untuk menangani kasus-kasus yang sudah cold case. Karena insiden ini kesalahan Kapten Ahn, Kim Beom Joo menunjuknya untuk memimpin tim khusus itu. Tim Khusus itu di buat hingga orang-orang tidak lagi ribut tentang masalah batas masa kadaluarsa kasus, jika orang-orang sudah tenang mereka bisa dengan mudah menyingkirkan anggota tim khusus itu diam-diam seperti yang mereka lakukan pada Lee Jae Han.

Soo Hyun mendapat surat perintah jika dia dipindahkan dari divisi 2 pembunuhan di Kantor Polisi Jin Yang ke tim khusus untuk menangangi kasus-kasus yang sudah cold case di Seoul ata jasanya menyelesaikan kasus Seo Hyung Joon. Gye Chul merasa iba dan mncoba mengingatkannya agar lain kali Soo Hyun menjaga temperamennya. 

Namun tak lama, Gye Chul pun mendapat surat mutasi bahwa dia dipindahkan ke tim khusus yang sama dengan Soo Hyun, Gye Chul sangat kesal. Polisi yang lain mengatakan anggap saja mereka sedang cuti. Selain Soo Hyun dan Gye Chul, petugas forensik yang menyerahkan tiket parkir yang ditemukan di baju Seo Hyung Joon pun ikut dipindahkan ke tim khusus.

Soo Hyung mengunjungi Suster Yoon di penjara dan mendapat sambutan tidak baik. Suster Yoon merasa tidak ada lagi yang pelu mereka bicarakan. Soo Hyun hanya ingin bertanya satu hal, Soo Hyun memperlihatkan foto Lee Jae Han, dan bertanya apakah Jae Han pernah menemuinya? Apakah dia seorang detektif? Soo Hyun merasa Jae Han tidak akan mengaku jika dia detektif, tapi Soo Hyun yakin malam itu Jae Han sedang berusaha menemui Suster Yoon.

Apakah itu masuk akal? Jika 15 tahun lalu seorang detektif mencarinya, suster Yoon pasti sudah ditangkan sejak dulu. Suster Yoon menegaskan jika dia tidak pernah melihat orang yang yang dimaksud Soo Hyun.

Soo Hyun membereskan barang-barangnya karena dia akan pindah kantor ke Seoul, dia menatap foto batman yang ada di meja kerjanya. Tentu saja itu bukan foto batman biasa, karena di balik gambar batman yang terpasang ada foto Cha Soo Hyun bersama Lee Jae Han di masa lalu.

Foto itu diambil 15 tahun lalu, saat Soo Hyun  masih menjadi seorang petugas, dia diminta untuk menjadi model majalah kepolisian oleh para seniornya dan para detektif yang jahil itu telah memilih Jae Han sebagai model pria nya. Jae Han yang baru datang bertanya mengapa ada ribut-ribut dan kaget melihat Soo Hyun tidak memakai seragamnya, apakah dia sedang berlagak menjadi detektif? Soo Hyun tampak gugup dan bingung.

Jae Han yang tak tahu apa-apa dipaksa oleh teman-teman detektifnya untuk melakukan pemotretan bersama Soo Hyun. Tanpa bisa menolak Jae Han pun melakukannya walau dengan wajah tidak ikhlas. Saat Soo Hyun diminta untuk berekspresi sepeerti detektif wanita yang percaya diri, Jae Han berkomentar bagaimana Soo Hyun bisa menjadi detektif, menyetir saja tidak bisa. Soo Hyun diam saja dan malah tampak semakin gugup.

Fotografer mengambil beberapa foto dimana Soo Hyun dan Jae Han ada didalam mobil, namun fotografer tampak tak puas dengan ekspresi mereka berdua. Teman-teman detektif Jae Han cekikikan melihat Jae Han dan Soo Hyun yang tak berpengalaman jadi model itu. Jae Han sebenarnya kesal namun mereka berdua sudah terjebak, Jae Han pun berkata pada Soo Hyun agar mereka memberikan ekspresi yang meyakinkan sebagai detektif yang akan menangkap penjahat.

Soo Hyun memperlihatkan salah satu ekspresinya dan Jae Han menyetujuinya. Mereka pun berpose dengan meyakinkan, bahkan Jae Han sampai keuluar dari mobil dengan meyakinkan. Soo Hyun pun diminta keluar dari mobil dan berpose di samping Jae Han sambil memegang walkie talkie nya sementara Jae Han tampak berpose dengan pistolnya.
 
Di rumahnya Hae Young membereskan papan tulis yang tertempel wajah artis-artis yang dia stalker, Hae Young bahkan menolak menguak tentang rahasia kencan diam-diam para artis saat wartawan yang dia temui waktu itu meminta nya lagi. Wartawan tersebut terkesan, karena dugaan Lee Bo Young dan Jisung berkencan sangat akurat.

Tepat di jam 11.23 malam, Hae Young kembali mendengar suara frekuensi radio masuk, dia langsung teringat pada walkie talkie nya dan bertanya apakah itu adalah detektif Lee Jae Han?

Hae Young  pergi ke atap berharap mendapatkan signal yang lebih baik, dia pun berterimakasih karena berkat Lee Jae Han kasus Seo Hyung Joon terselesaikan.  Hae Young bertanya bagaimana Lee Jae Han tahu tentang RS Seonil, sebenarnya dia dari kantor kepolisian mana? Hae Young sudah mencarinya tapi tidak menemukannya. Dan bagaimana Lee Jae Han mengenalnya?

Di tanggal 3 Agustus 2000, Lee Jae Han yang berlumuran darah berada di hutan dan kehujanan. Dengan nafas terputus-putus dia mencoba berbicara pada Hae Young.

“Letnan Park Hae Young. Sepertinya ini akan jadi transmisi terakhir kita. Tapi bukan berarti ini sudah selesai. Mereka akan memulai lagi. Saat itu ... kau harus meyakinkan aku. Lee Jae Han di tahun 1989. Ini masih berubah. Jangan menyerah”

Hae Young yang bingung mencoba mempertanyakan maksud dari perkataan Jae Han, namun dia tak mendapat jawaban hanya mendengar suara tembakan. Hae Young kaget, dia bertanya apakah Jae Han baik-baik saja? Tidak ada jawaban dan kemudian walkie talkie yang dipegang Hae Young pun mati lagi.

Gye Chul dan Jung Hun Gi membawa barang-barang mereka ke kantor polisi Seoul, namun kedatangan mereka sama sekali tidak disambut baik bahkan saat Gye Chul meminta seorang opsir untuk membantu mereka membawakan barang-barang. Detektif di kantor polisi Seoul melarangnya, datang detektif lain dan berkata untuk membiarkan mereka pergi saja. Lagipula anggota tim khusus hanya akan bertahan beberapa bulan saja. Gye Chul kesal mendengarnya, dia ingin menyerang detektif tersebut namun Hun Gi menghalanginya

 
Opsir Hwang Eui Kyung yang tadi diminta Gye Chul untuk membantu pun membawakan sebagian barang-barang Gye Chul dan mengantarkan mereka ke meja kerja mereka. Tempat itu tampak seperti gudang karena banyak berkas yang berserakan membuat Gye Chul semakin kesal. Namun yang mereka bisa lakukan hanyalah membereskannya, dan itupun tidak selesai-selesai, bahkan Hun Gi mulai mengeluh.

Soo Hyun datang dan langsung mendengar keluhan Gye Chul, namun dia mengabaikannya dan bertanya siapa pemilik meja disebelahnya. Gye Chul juga tidak tahu, katanya akan datang seorang Profiler. Gye Chul langsung berprasangka jangan-jangan Hae Young yang akan bergabung dengan mereka? Gye Chul berharap itu tidak terjadi.

Kapten Ahn datang dan memberikan kasus pertama untuk Tim Khusus Cold Case, Pembunuhan Berantai Gyeonggi Nambu, sebuah cold case yang paling terkenal di Korea.

Korban pertama ditemukan di Gyeonggi Nambu di jalan menuju gunung Ohsung pada tanggal 3 Desember 1987.  Diikuti dengan itu, Ia telah membunuh lebih dari 10 orang. Dia mengikat kaki dan tangan korban dibelakang. Mencekik leher mereka, dan mengikatnya dengan simpul unik. Seseorang akan mati disaat hujan. Kau akan mati jika memakai warna merah. Banyak orang yang menceritakan kisah hantu para korban pembunuhan itu. Kasus Pembunuhan Berantai Gyeonggi Nambu sangat terkenal. Ribuan polisi diturunkan selama setahun. Meskipun ilmu pengetahuan masih belum maju saat itu, sangat disayangkan karena kepolisian bahkan tidak dapat menemukan jejak pelakunya.

Soo Hyun protes, mengapa Kapten Ahn tidak menyuruh mereka cuti saja? Itu adalah kasus yang telah berlalu 26 tahun yang lalu. Tidak ada bukti dan dokumen, bagaimana mereka menyelidikinya? Soo Hyun bahkan meragukan anggota tim khusus. Itu adalah hal yang sangat mustahil. Para polisi yang ada disana mulai saling berbisik dan diam-diam mentertawakan nasib tim khusus.

Seseorang datang dengan santainya dan berkata sepertinya kasus itu layak untuk dicoba. Yups, dia adalah Park Hae Young, anggota terakhir dari tim khusus. Gye Chul langsung kesal dengan omongannya sendiri dan Soo Hyun terlihat sangat tidak terima. Untuk cold case seperti ini mereka membutuhkan setidaknya seorang profiler professional, tidak bisa sembarang orang.

Hae Young kesal mendengarnya, namun dia pun tidak sempat protes karena Kapten Ahn memberikan ultimatum pada tim khusus. Kasus ini bukan hanya penting untuk kehormatan polisi, tapi seluruh negeri juga sedang memperhatikan. Jika mereka tidak ingin bekerja mereka tinggal melepaskan lencana polisi mereka.

Hae Young tidak terima karena Soo Hyun mengatainya sebagai sembarang orang, Gye Chul yang beraksi dan merasa Hae Young lah yang tidak punya otak. Hae Young meminta Gye Chul berbicara banmal padanya karena jabatan Hae Young lebih tinggi dari Gye Chul dengan menunjukan nametag nya.

Gye Chul kemudian memanggil Hae Young dengan sebutan Letnan Park dan bertanya apakah dia kira dengan mencari informasi di internet dia bisa menyelesaikan kasus ini. Semua bukti rambut dan darah yang ada di TKP telah hilang. Bahkan jika mereka mendapatkan pembunuhnya mereka tidak bisa melakukan tes DNA.

Tentu saja Hae Young sangat memahami hal itu, memang itulah yang terjadi bahkan mereka tidak bisa menyimpan bukti dengan baik. Hae Young kemudian berceloteh tentang kinerja polisi yang buruk saat menangani kasus ini, semua orang di Korea juga tahu akan hal itu. Bukan hanya itu, semua kasus cold case sama saja. Para polisi akan mulai lesu dan sibuk menyalahkan orang lain.

Soo Hyun tidak senang mendengarnnya, apakah Hae Young pikir itu adalah permainan anak-anak.  Ada orang yang bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk sebuah kasus, Hae Young saja yang tidak tahu. Jadi sebaiknya dia hanya sembarangn bicara. Akh.. apakah Soo Hyun membela mereka karena sama-sama polisi?

Gye Chul kemudian mengingatkan bahwa Hae Young juga polisi. Tentang itu, Hae Young memiliki perbedaan, mereka jelas berbeda. Hae Young adalah polisi baru sedangkan Gye Chul adalah polisi lama. Jawabah Hae Young membuat Gye Chul mendidih dan tersulut emosinya, dia pun mencoba menangkap Hae Young hingga menaiki meja di depannya. Aksi kejar-kejaran Hae Young dan Gye Chul menjadi tontonan para polisi lain yang semakin mentertawakan mereka.

Hae Young membaca dokumen tentang kasus pembunuhan berantai hingga larut malam, tapi dia tidak menemukan apapun. Akhirnya Hae Young mengalihkan perhatiannya pada pencarian Lee Jae Han. Ada 15 orang anggota kepolisian Korea dengan nama Lee Jae Han. Mendengar suaranya, orang yang berbicara dengannya di walkie talkie berusia kurang dari 50 tahun.

Dengan menyingkirkan orang yang usianya di atas 50 tahun dan berpangkat tinggi,l tersisa 6 orang lagi. 3 orang sudah Hae Young datangi dan mengatakan mereka tidak tahu menahu tentang kasus Kim Yoon Jung, dan tinggal tersisa 3 orang lagi. Salah satu diantara ketiga orang itu, ada resume Lee Jae Han yang berkomunikasi dengan Hae Young lewat walkie talkie. Namun di file itu tertulis jika Lee Jae Han tidak lagi menjadi polisi sejak 21 Februari 2001.

Soo Hyun mendatangi Ayah Lee Jae Han dengan alasan membetulkan jam tangannya yang rusak. Soo Hyun melihat jimat dari kuil dan bertanya apakah Ayah ke kuil lagi? Ke kuil apanya, semua jimat itu bahkan tidak berfungsi. Lalu apakah Soo Hyun tidak pergi untuk matseon (kencan buta), Soo Hyun hanya tersenyum.

Ayah mengatakan, dia tahu saat Soo Hyun mencintai Putranya, namun ini sudah berlalu 15 tahun lamanya, Soo Hyun seharusnya sudah melupakannya. Soo Hyun lagi-lagi hanya tersenyum dan menatap foto-foto Lee Jae Han yang tertempel di dinding. Salah satunya adalah saat pertama kali Jae Han bergabung dengan kepolisian di tahun 1989.

Kasus pertama Jae Han, bukan kah itu Pembunuhan berantai Gyeonggi Nambu? Ayah membenarkan dan berkata Jae Han mencurahkan semua tenaganya untuk kasus tersebut, namun belakangan dia berkata jika ada seseorang di luar sana yang akan menangkapnya.

Pukul 11.23, walkie talkie yang disimpan Hae Young di dalam tasnya kembali berbunyi, dia buru-buru berkomunikasi dengan Lee Jae Han dan menanyakan keadaannya. Mereka sudah lama tidak saling bicara. Tanpa Hae Young sadari, walkie talkie itu kini tersambung ke Lee Jae Han di tahun 1989.

Tanggal  4 November 1989, Jae Han sedang sibuk melakukan pencarian orang hilang di Selatan Gungung Ohsung, orang yang hilang tersebut bernama Lee Gye Sook.  Jae Han bingung dengan apa yang dikatakan Hae Young, dan dia berpikir jika Hae Young adalah salah satu orang yang bertugas dalam menyelidiki kasus orang hilang yang sedang di carinya.

Sementara Hae Young yang mendengar nama Lee Gye Sook dan Gunung Ohsung, Hae Young langsung teringat pada korban ke-7 dari kasus Pembunuhan Berantai Gyeongi Nambu. Hae Young pun mengatakan jika korban Lee Gye Sook ditemukan tewas di tengah alang-alang sebelah pohon berduri di jalan raya nomor 3.

Jae Han bingung mendengarnya, Hae Young mengatakan semua polisi Korea tahu tentang kasus itu, korban ke delapan ditemukan di rel kereta stasiun Hyunpoong dan yang kesembilan… Hae Young tidak sempat mengatakannya karena Jae Han mendengar seorang polisi yang berteriak jika orang yang mereka cari telah ditemukan. Dan koneksi walkie talkie pun terputus.

Jae Han berlari menuju TKP ditemukannya korban dan dia mengecek lokasinya dengan senter. Tepat sekali seperti yang dikatakan Park Hae Young, bahkan nama jalannya pun sangat sesuai. Lee Jae Han bertanya pada dirinya sendiri, “Siapa kau sebenarnya?”

Esok nya Hae Young telah berhasil membuat rangkuman dari setiap pembunuhan dari kasus yang mereka tangani di papan tulis. Saat Hun Gi dan Gye Chul tiba, Hun Gi tampak takjub, tapi Gye Chul malah mengejeknya. Soo Hyun menghormati usaha Hae Young dan mulai memberikan pengarahan.

Saat melakukan penyelidikan cold case, mereka pasti tahu jika mereka tidak akan disambut dengan hangat. Karena itu artinya mereka sedang mencari kesalahan dari penyelidikan sebelumnya, jadi mereka harus bersiap untuk dimaki. Soo Hyun memberikan pembagian tugas, Gye Chul bertugas untuk menemui para detektif yang menangani kasus tersebut untuk mendapatkan data dokumen yang mereka punya. Semua data dan dokumen itu nantinya harus dia serahkan pada Hae Young, semua bukti akan diteliti oleh Hun Gi dan Soo Hyun akan menemui keluarga korban.

Gye Chul menyindir Hae Young, sepertinya dia harus bertemu dengan para detektif lama. Hae Young sebal dan membiarkan Gye Chul sinis sesukanya sementara Hae Young akan bekerja sendirian. Sebelum pergi, Soo Hyun menatap Hae Young dan memberikan beberapa lembar foto tentang korban ke-8. Sepertinya Hae Young harus belajar menjadi lebih dewasa. Itu yang dinamakan team work.  Soo Hyun memberikan foto-foto itu untuk dianalisis oleh Hae Young, seorang sunbae memberikan foto-foto itu padanya, jadi jangan sampai rusak. Soo Hyun sudah janji untuk menggembalikannya.

Hae Young menatap foto-foto itu, tumpukan buah apel yang dijatuhkan korban ke-8, posisi tubuh serta kaki saat korban ke-8 ditemukan. Hae Young merasa aneh dan bingung, namun tidak tahu apa yang membuatnya merasa aneh. Terutama saat dia melihat posisi kaki ketika korban ke-8 ditemukan.

5 November 1989, seorang gadis berjalan sendirian di sekitar rel kereta api stasiun Hyunpoong. Seorang lelaki menguntitnya di belakang, hingga gadis itu tiba di depan rumah. Saat si penguntit akan mendekatinya, ibu gadis itu keluar dan membuat si penguntit mengurungkan niatnya.

Ibu gadis itu bertanya, apakah orang yang lagi yang mengikutinya? Jika suka mengapa tidak bilang saja, mungkin karena dia polisi dia ingin memastikan gadis yang disukainya aman sampai rumah. Si Gadis hanya tersenyum saja mendengar celotehan ibunya.

Si penguntit itu ternyata adalah Jae Han, saat hendak pergi dia malah bertemu dengan ibu si gadis dan berkata tiba-tiba bahwa dia sedang mencari alamat temannya dan langsung kabur bahkan sebelum ibu itu bertanya padanya.

Jae Han mendatangi kantor polisi yang menangani kasus Gyenggi Nambu, dia bertanya pada detektif yang bertugas, apakah diantara polisi yang menangani kasus tersebut ada polisi yang bernama Park Hae Young. Tidak ada, memangnya kenapa Jae Han bertanya? Jae Han hanya merasa bingung, dia mendengar Letnan Park Hae Young berbicara di walkie talkie tentang korban ke-8 yang akan ditemukan di rel kereta dengan stasiun Hyunpoong. Detektif tersebut langsung marah dan berkata apakah Jae Han sedang mendoakan akan ada korban yang meninggal lagi? 

Detektif mengusir Jae Han dan berkata dia sedang sibuk dan kembali meneruskan pekerjaannya. Memaksa sepasang kakek dan nenek untuk mengingat wajah yang mereka lihat di suatu malam lewat rekaman file orang-orang yang jadikan video agar bisa terlihat lebih jelas.

Di rel kereta dekat stasiun Hyungpoong, sekali lagi Jae Han mengingat apa yang dikatakan Hae Young padanya. Dia pun menyusuri rel kereta tersebut dan menemukan buah apel yang berjatuhan seperti yang ada di foto yang sedang dilihat Hae Young.

Sementara itu, Hae Young yang masih seksama melihat foto-foto TKP korban ke-8 merasa matanya sudah lelah karena merasa foto itu seperti akan berubah.

Jae Han menemukan tubuh korban ke-8 yang tangan dan kakinya terikat serta mulut tersumpal di lokasi yang persis disebutkan oleh Hae Young. Jae Han mencoba bertanya pada wanita yang tergeletak itu. Tak ada jawaban, Jae Han tampak menyesal, namun tiba-tiba mata wanita itu terbuka membuat Jae Han terperanjat kaget.

Angin aneh berhembus saat Hae Young memperhatikan dengan seksama perubahan dari foto yang sejak tadi dilihatnya. Foto korban ke-8 berubah dan catatan di papan tulis yang ditulis Hae Young pun berubah. Korban ke-8 yang seharusnya ditemukan pada tanggal 5 November 1989 jam 12.00 berubah menjadi korban yang selamat dari percobaan pembunuhan? Namun masih ditanggal yang sama, pembunuhan tetap terjadi dengan lokasi dan waktu yang berbeda.

Catatan yang dibawa Soo Hyun pun ikut berubah ketika catatan Soo Hyun jatuh ketika tanpa sengaja dia beradu dengan orang di jalanan. Saat kembali mengambil buku catatannya, tentu saja ada perubahan yang sangat mengejutkan, namun Soo Hyun  tampak biasa saja

***

Eeerrrr Horor Maksimal saat menonton ending episode 2, melihat catatan dan foto yang berubah langsung teringat Nine lah. Jadi masa depan bisa berubah karena aksi Lee Jae Han di masa lalu? Tidak sangka jika drama ini akan sebegini misterius nya, pantes yah banyak knetz yang memposting poster Signal dengan tag Nine di Instagram. Ternyata setelah menonton episode 2 ini perasaannya sama dengan saat menonton Nine. Sepertinya aku harus menonton Signal dengan jurus menonton Nine nih^^

Mari bicara tentang walkie talkie ajaibnya, masih menjadi misteri kapan sebenaranya Lee Jae Han dan Park Hae Young berkomunikasi untuk pertama kali. Melihat aksi Lee Jae Han tahun 2000 yang tampak seperti familiar dengan Tuan Park, yang kemungkinan besar adalah Park Hae Young tampaknya Jae Han di tahun 2000 sudah berkomunikasi dengan Hae Young sejak tahun 1989 dan terus berlanjut hingga tahun 2000.

Kata-kata Lee Jae Han sebelum bunyi tembakan sedikit membingungkan. Siapa ‘mereka’ yang dia maksud? Dan mengapa Jae Han meminta Hae Young untuk meyakinkan dirinya di tahun 1989, karena masih bisa ada yang berubah. Apakah sebelumnya ada juga perubahan masa depan karena aksi Jae Han di masa lalu? Tak lama lagi Hae Young mungkin akan sadar dengan kekuatan walkie talkie itu, bahwa dia berbicara dengan seseorang di masa lalu.

Timeline nya masih kacau yah? Atau memang akan terus kacau tanpa pola yah? percakapan yang terjadi antara Hae Young dan Jae Han sangat random untuk masalah waktu. Yang teratur hanyalah mereka akan saling terhubung di jam 11.23. Konsep time paradox nya akan semakin memusingkan, di Nine sih enak, Timeline nya teratur, jadinya mudah untuk dipahami perubahan masa depan karena aksi masa lalunya.

Angka 11.23 atau 23.23 tampaknya bermakna sesuatu, iseng-iseng ngegoogle tersambung ke 23 Enigma yang ada hubungannya dengan teori relativitas yang memusingkan dan juga Hukum serba 5 karena 2 + 3 sama dengan 5. Angka 23 juga disebut-sebut sebagai angka yang membawa keberuntungan namun juga kesialan. Jadi makin penasaran kenapa komunikasi yang terjadi antara Hae Young dan Jae Han hanya terjadi di jam 11.23.

Sejauh ini yang menyadari adanya perubahan di masa depan, mungkin hanya Hae Young, karena wajah Soo Hyun biasa saja saat membaca buku catatannya setelah korban ke 8 menjadi korban yang selamat. Si korban ke-8 yang selamat ini mungkin akan menjadi saksi penting kasus ini ke depannya apa yah? karena dia melihat pelaku dari dekat. Tapi kok yah pembunuhan ke-8 tetap terjadi di hari yang sama, namun waktu yang berbeda yah? Apakah pembunuhnya merasa terusik karena korbannya diselamatkan, dan akhirnya dia mencari korban lain di hari yang sama?

Kasus Pembunuhan Berantai Gyeonggi Nambu diambil dari kisah nyata Kasus Pembunuhan Berantai Hwangseong yang terjadi Korea dan hingga saat ini pelakunya belum tertangkap, salah satu faktornya ya kasus ini sudah sampai di masa batas kadaluarsanya. UU tentang pembatasan masa kadaluarsa kasus berat di Korea memang saat ini masih menjadi pembicaraan hangat, karena banyaknya cold case yang tidak terselesaikan. Kasus ini sudah banyak di angkat ke dalam drama dan film. Namun film Memoirs of Murder lah yang paling mendekati kisah nyatanya, bahkan samapi ending filmnya pun pembunuhnya tidak tertangkap. Bahkan saat polisi sangat mencurigai seorang tersangka, namun karena DNA nya tidak cocok polisi harus melepaskan tersangka tersebut.

Banyak yang mengatakan drama ini mirip dengan flm Holywood Frequency terutama pada saat Jae Han dan Hae Young saling berkomunikasi dengan walkie talkie, aku jadi penasaran ingin menonton Frequency, berharap bisa lebih memahami time paradox yang terjadi karena komunikasi yang tidak seharusnya terjadi.

Karena komunikasi Jae Han dan Hae Young merubah masa depan, apakah salah satu dari mereka akan mendapat konsekuensi dari perubahan ini, seperti yang terjadi di Nine? Ini dramanya Kim Eun Hee lho~~~ apapun bisa terjadi, karena Kim Eun Hee itu si ratu tega, tapi sih berharapnya semuanya bisa selamat di akhir cerita. Karena perubahan masa depan telah di mulai ada harapan Jae Han akan selamat dari pukulan seseorang yang tidak dikenal di RS Seonil.

Kasus utama dari Signal ini, selain tentang Pembunuhan Berantai Gyeonggi Nambu adalah hilangnya Lee Jae Han yang hingga saat ini tanpa kabar. Sepertinya baik Ayahnya dan Soo Hyun pun belum yakin apakah Jae Han sudah meninggal atau belum. Jae Han terluka pada tanggal 3 Agustus 2000 dimana Hae Young mendengar suara tembakan. Namun di resume nya Jae Han berhenti menjadi polisi pada bulan Februari 2001, dan tampaknya Kim Beom Joo dan Kapten Ahn terlibat dalam masalah hilangnya Lee Jae Han.

Aku tahu, saat menonton drama Kim Eun Hee, jangan sekali-kali mengharapkan adanya romance semanis madu, tapi yah tetap saja saat melihat kenangan Soo Hyun dan Jae Han di masa lalu, aku mesem-mesem sendiri, dan ya ampun… itu Soo Hyun segitu setianya sama Jae Han yah? 15 tahun tanpa kabar berita sejak Jae Han menghilang, tapi dia masih setia mencari kabar tentang Lee Jae Han, dia mungkin ingin memastikan sunbae nya itu masih hidup atau memang sudah meninggal. Karena tampaknya ada pembicaraan yang belum tuntas diantara mereka.

Eh, itu nama kakaknya Park Hae Young, Park Sun Woo lho…. Hahahaha…. Lagi-lagi drama ini mengingatkan aku pada Nine, yah sebenarnya sih nama Park Sun Woo itu lumrah di gunakan dalam drama, tapi yah tetap saja, bagi  fans berat Nine seperti aku, nama Park Sun Woo akan selalu membuatku teringat pada Lee Jin Wook di Nine… Ugh jadi kangen nonton Nine nih ;p

3 Komentar untuk "Signal Episode 2"

Ahhhh its you mbak irfa ><
Like this synopsis more...

Mba irfa nanti buat sinopsi 'W' yah,ceritanya soal kisah cinta beda dimensi,...
Yang tulis penulis nine juga..hehe

Mba irfa nanti buat sinopsi 'W' yah,ceritanya soal kisah cinta beda dimensi,...
Yang tulis penulis nine juga..hehe

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top