D-Day Episode 2




Hae Sung dan Jina berhasil menghindar dari crane yang terjatuh, namun kecelakaan beruntun tidak dapat terhindar, karena sebuah mobil jalannya terhalang oleh crane yang terjatuh mobil di belakannya jadi menabrak mobil depan dan yang lainnya bahkan masuk ke lokasi kontruksi sebuah bangunan di perempatan Yonggwang Gu tersebut.


Keadaan sangat kacau, beberapa orang terluka. Hae Sung segera menelpon 119 untuk memintan bantuan, sementara Jina segera memeriksa keadaan beberapa korban. Seorang reporter yang terjatuh dari taksi langsung merekam TKP untuk mendapatkan gambar ekslusif dari kecelakaan tersebut.

Hae Sung yang melihat Ddol Mi hanya bengong melihat kecelakaan itu segera menghampirinya dan mengajaknya untuk memeriksa para korban, dia bahkan mengambil stetoskop Ddol  Mi dan mengenalkan dirinya dengan sok. Ddol Mi sebal, namun dia mengikuti Hae Sung untuk memeriksa korban yang terluka.

Kebanyakan korban mendapatkan luka luar seperti patah tulang dan luka bakar karena ledakan yang terjadi di beberapa restoran. Hae Sung tidak kesulitan menanganinya hingga Chief Choi memanggilnya untuk menangani korban yang dadanya tertusuk palang besi dan tampaknya merobek paru-parunya. Hae Sung mencegah seorang petugas 119 yang akan mencabut besi tersebut, karena dikhawatirkan akan memecahkan pembuluh darahnya. Sebaiknya di lepas di RS saja.

Hae Sung berinsiatif untuk memotong palang besi tersebut agar korban bisa dibawa ke RS dengan ambulans dengan lebih mudah. Hae Sung menanyakan alat las, tapi Chief Choi bertanya apakah orang tersebut bisa menanhan panas nya alat las sangat panas? Akh benar juga. Chief Choi pun akhirnya minta dibawakan mesin pemotong besi.

Setelah palang besinya berhasil dipotong, Hae Sung mengantar pasien tersebut ke ambulans dan meminta petugas 119 untuk mengantarnya ke RS yang bisa melakukan operasi secepatnya. Petugas 119 akan berusaha semaksimal mungkin, namun saat keadaan kacau seperti ini akan sulit menemukan RS yang mau melakukan operasi.

Hae Sung melihat Ddol Mi sedang mengobati seorang wanita yang tangannya patah. Diam-diam dia tersenyum kecil, namun saat Ddol Mi menatapnya Hae Sung langsung menghilangkan senyumnya, apalagi Jina memanggilnya karena ada seorang korban yang harus di cek keadaannya.

Saat kekacauan itu berlangsung, Woo Sung melihat lokasi kontruksi yang terbuka. Padahal seharusnya lokasi itu tertutup untuk umum. Merasa penasaran, Woo Sung masuk ke lokasi tersebut dan menemukan sebuah sinkhole (lubang besar yang menganga karena adanya pergeresan lempengan batuan di dalam tanah)

Woo Sung melihat ada sebuah mobil masuk ke dalam sinkhole tersebut dan tepat di tepi sinkhole tersebut ada seorang wanita yang tertimpa pipa baja. Woo Sung segera menghubungi Chief Choi untuk melaporkan apa yang ditemukannya.

Chief Choi segera tiba di lokasi bersama Hae Sung, Jina, Ddol Mi dan para perugas 119 lainnya. Setelah Ddol Mi memeriksa si wanita, Chief Choi dan Hae Sung dibantu petugas 119 lainnya mengangkat pipa baja yang menimpa tubuh wanita tersebut. Sementara Ddol Mi ditugaskan untuk membalut dada pasien yang di pastikan terluka.

Hae Sung dan Jina mengantar korban wanita tersebut ke ambulans, dan Jina berinisiatif untuk menyertai korban tersebut hingga ke RS. Jina sudah menghubungi RS Mirae, mereka masih memiliki 2 tempat tidur kosong di UGD.

Chief Choi membantu petugas 119 untuk menyelamatkan korban yang ada didalam mobil yang terlempat ke dalam sinkhole, keadaan korban cukup parah sehingga di perlukan alat bantu lain untuk mengangkatnya.

Setelah korban berhasil di evakuasi, Ddol Mi mencari Hae Sung yang ternyata sedang tertidur belakang mobil pemadam kebakaran. Ddol Mi menendang kaki Hae Sung pelan-pelan untuk membangunkannya, tapi setelah di tending berkali-kali Hae Sung tidak bangun juga, akhirnya Ddol Mi menendang dengan keras. Hae Sung panik dan Ddol Mi segera memberitahu jika pasien yang terjatuh ke dalam sinkhole telah di evakuasi. Hae Sung baru sadar dan akhirnya segera berlari ke lokasi kontruksi.

Kondisi korban sangat parah, organ-organ pentingnya bekerja dengan tidak baik, dan Hae Sung menduga ginjal korban tersebut robek, namun untuk memastikannya pasien harus segara di CT Scan dan diketahui apa saja organ yang rusaknya. Korban harus segera di bawa ke RS, namun ambulans baru bisa datang 15 menit lagi. Ddol Mi pun berinisiatif agar mereka memakai ambulans RS nya, lalu apakah Ddol Mi akan ikut mengantar pasien? Itu tidak masalah, karena dia tidak ingin melihat pasien itu mati di depan matanya.

Ddol Mi membalikan kata-kata Hae Sung sebelumnya, bahwa ijazak kedokterannya di berikan bukan karena Menteri kesehatan sedang tidak ada kerjaan, tapi untuk menolong orang-orang.  Hae Sung tampak kagum pada semangat Ddol Mi dan mengatakan jika dia sudah menghubungi RS Mirae, seorang dokter sudah menunggu Ddol Mi di ruang CT Scan.

TKP jatuhnya crane sudah terkendali, dua korban dari lokasi kontruksi itu adalah yang terparah. Para petugas 119 pun memutuskan untuk kembali setelah mengevakuasi semua korban. Hanya Woo Sung yang memilih tetap tinggal untuk membereskan beberapa sampah di lokasi kontruski. Hae Sung menemaninya, dia bertanya mengapa Woo Sung tidak menggunakan helm saat bertugas, itu sangat berbahaya. Bagaimana jika Woo Sung terluka?

Woo Sung merasa kesal, dan meminta Hae Sung untuk tidak mempedulikannya. Hae Sung berkata, jika terjadi apa-apa pada Woo Sung, bagaimana Ibu? Apa yang harus Hae Sung katakan pada Ibu? Woo Sung kesal dan berkata itu semua salah Hae Sung. Ayah meninggal dan Ibu menjadi dalam kondisi vegetative seperti sekarang. Sebaiknya Hae Sung bertugas dengan nyaman saja di RS nya yang hebat itu, selamatkanlah orang-orang kecuali kedua orang tuanya.

Hae Sung lepas kendali mendengar kata-kata Woo Sung dan akhirnya menamparnya.  Woo Sung tidak berhenti, dia tetap menyalahkan Hae Sung untuk apa yang terjadi pada ibunya, bahkan setelah Hae Sung meninggalkannya, Woo Sung tetap berteriak bahwa Hae Sung adalah orang yang jahat. Dia yang membuat ibunya di rawat di RS Mirae dengan kondisi seperti itu, tidak bisa berbicara dan mengemis kehidupan.

Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu? Saat Woo Sung sedang wamil, keluarga Hae Sung mengalami kecelakaan. Ayahnya meninggal dan Ibunya tidak juga sadarkan diri setelah satu bulan di operasi. Woo Sung menduga adanya Malpraktik. Dia meminta Hae Sung untuk mencari tahu apa yang terjadi pada Ibu hingga kondisinya menjadi seperti itu. Namun sepertinya Hae Sung tidak melakukan hal tersebut dan memilih membuat kesepakatan dengan RS Mirae untuk memberikan perawatan pada Ibu. Tentu saja itu membuat Woo Sung sangat kesal dan marah pada kakaknya tersebut.

Di bantu Intern Ahn, Ddol Mi melakukan CT Scan pada korban yang dibawanya ke RS Mirae. Ddol Mi berbicara dengan logat Busan membuat Intern Ahn tidak paham apa yang dia katakan dan merasa lucu dengan cara Ddol Mi berbicara, itu membuat Ddol Mi kesal pada calon dokter muda tersebut.

Ditemani seorang residen, Woo Jin memeriksa pasien yang dia operasi, pasien tersebut mengalami demam yang tak terduga pasca operasi, Woo Jin merasa heran mengapa pasien bisa demam. Residen yang menemaninya juga merasa aneh, tapi dia yakin Woo Jin tidak mungkin melakukan kesalahan. Woo Jin pun menjelasakan dengan kondisi pasien yang tidak baik, itu bisa saja terjadi. Woo Jin memberitahu apa yang harus dilakukan Residen untuk merawat pasien tersebut.

Residen mendapat telepon dari UGD yang minta disediakan 2 tempat tidur, Residen sangat kesal karena mereka tidak bisa menyediakannya. Woo Jin bertanya ada apa? Residen menjelaskan jika sejak tadi UGD meminta disediakan 2 tempat tidur untuk korban kecelakaan crane yang terjatuh. Woo Jin mengatakan dia yang akan menanganinya.

Woo Jin mengecek ke UGD, ada Jina dan pasien wanita yang dada nya terluka dan Ddol Mi dengan pasien pria yang telah dipastikan mengalami robek ginjal menurut hasil CT Scan. Woo Jin memutuskan menerima pasien wanita untuk di observasi sementara untuk pasien pria nya lebih baik di pindahkan ke RS lain karena semua dokter Urologi sedang tidak ada.

Ddol Mi berpendapat, Bukankah Woo Jin adalah dokter bedah? Tidak sulit baginya untuk melakukan operasi pada pasien robek ginjal tersebut kan? Woo Jin  bertanya siapa Ddol Mi? Ddol Mi memperkenalkan diri dan membuat Woo Jin mengingatnya sebagai wanita muda yang pernah berfoto bersamanya sambil mencuri ciuman di pipinya.

Woo Jin berkata pada Ddol Mi bahwa Urologi bukanlah spesialisnya, mengirimkan pasien robek ginjal itu ke RS yang memiliki dokter spesialis Urologi adalah yang terbaik. Woo Jin pun pergi meninggalkan mereka.

Jina merasa itu tidak benar dan mengejar Woo Jin mempertanyakan apakah benar Woo Jin melakukan itu demi pasien? Bukankah itu hanya karena Woo Jin tidak ingin ambil resiko melakukan operasi yang tidak sesuai dengan spesialisasinya? Woo Jin takut akan muncul gugatan yang akan mencoreng nama baiknya kan? Woo Jin tidak membantah hal itu, lalu apakah dia salah? Woo Jin hanya ingin memberikan operasi yang terbaik yang bisa dia lakukan terhadap pasien.

Woo Jin merasa Jina yang tidak tahu tugas nya sebagai seorang perawat tidak berhak berkata seperti itu padanya. Mungin bagi Jina itu adalah tindakan yang berani, tapi bagi Woo Jin itu adalah tindakan yang sembrono. Woo Jin mengingatkan Jina, jika dia mengatakan hal itu tanpa melibatkan perasaan pribadi.

Ahjussi Supir Ambulans RS Busan yang datang bersama Ddol Mi tampak bingung mengapa pasien robek ginjal itu di bawa lagi keluar? Ahjussi mengatakan jika RS Busan sudah kesal pada mereka, apalagi Ddol Mi tidak bisa dihubungung. Batre HP Ddol Mi hampir habis, jadi dia mematikannya. Ahjussi mengajak Ddol Mi untuk segera pulang. Jina keluar dan meminta Ahjussi untuk mengantar mereka mencarikan RS untuk pasien tersebut. Ahjussi menolak dan mengajak Ddol Mi pulang ke Busan.

Ddol Mi panik saat tekanan darah pasien menurun, Park Jina berteriak pada Ahjussi untuk segera menyalakan ambulans. Ahjussi kalah dan akhirnya mengantar Ddol Mi dan Park Jina mencarikan RS untuk pasien tersebut.

RS Hankang Mirae tiba-tiba dikunjungi banyak pasien karena kecelakaan jatuhnya crane. Suster Kim bingung karena mereka tidak memiliki peralatan yang memadai. Tapi Hae Sung bersikeras untuk merawat pasien-pasien tersebut, lagi pula mereka semua hanya luka ringan.

Hae Sung melihat mendengar seorang reporter sedang menelpon, dia melihat tangan reporter tersebut terluka. Sambil memeriksa luka Reporter  yang bernama Bae Myung Gyoon tersebut, Hae Sung bertanya mengapa akhir-akhir ini sering terjadi Sinkhole? Apakah kecelakaan yang terjadi hari ini karena bangunan yang tidak memadai? Meskipun ada dugaan seperti itu, tapi alasan yang jelasnya belum diketahui.

Luka reporter itu tidak parah, Hae Sung hanya membantu membersihkannya. Reporter Bae memuji Hae Sung hebat karena mengobati para korban sendirian bahkan disaat tidak ada fasilitas UGD. Selama masih ada obat, dokter dan perawat, RS itu bisa berubah jadi UGD.

Eun Soo Yool (Kim Jung Hwa) memanggil Hae Sung, dia adalah seorang psikiater di RS Mirae Hankang. Soo Yool datang untuk memberi selamat karena Hae Sung mendapatkan tempat kerja baru, tanpa basa basi Hae Sung malah meminta Soo Yool untuk membantunya mengobati para pasien, padahal sudah masa-masa Soo Yool merawat orang-orang saat dia menjadi Intern, sudah 10 tahun yang lalu.

Hae Sung mendapat telepon dari Jina, ternyata Ddol Mi yang berbicara, Ddol Mi mengatakan tentang kondisi pasien robek ginjal yang di tolak RS Mirae, dan mereka sampai saat ini belum mendapatkan RS yang mau menerimanya. Kondisi pasien itu semakin memburuk, Jina dan Ddol Mi bingung harus membawa pasien tersebut kemana.

Hae Sung mengatakan agar mereka membawa pasien robek ginjal itu ke RS Hankang Mirae saja. Hae Sung yang akan mengoperasinya, tapi kan tidak ada ruang operasi dan UGD disana? Hae Sung akan membuka kembali ruang UGD yang telah ditutup dan mempersiapkan ruang operasinya. Keselamatan pasien itu adalah yang paling utama, karena dia tidak ingin pasien tersebut meninggal di perjalanan mencari RS. Tak lupa Hae Sung berbicara pada Jina untuk membawa Ddol Mi bersamanya untuk membantunya melakukan operasi.

Dengan tegas, Hae Sung meminta Suster Kim mempersiapkan ruang operasi dan memanggil ahli bius juga. Suster Kim mengatakan itu mustahil dan tidak ingin melakukannya. Hae Sung meninggikan suaranya membuat suster Kim mau tak mau melakukannya.

Pasien datang dalam keadaan jantung berhenti berdetak, Ddol Mi sedang berusaha keras mengembalikan detak jantungnya, Ahjussi supir ambulan mengajaknya untuk segera pulang, tapi Hae Sung berkata Ddol Mi tidak bisa ikut pulang sekarang. Ddol Mi bingung sendiri, dia ingin menyelamatkan pasien itu, tapi juga ingin pulang ke Busan. Sementara, Reporter Bae yang menyaksikan kejadian tersebut sibuk mengambil video untuk dijadikan berita ekslusifnya.

Setelah berjuang keras, Hae Sung akhirnya berhasil mengembalikan denyut nadi si pasien, selain Ddol Mi dan Jina, Soo Yool pun ikut membantu Hae Sung untuk melakukan operasi tersebut. Meskipun ada diantara mereka yang baru saja pertama kali bertemu, tapi sesuai dengan profesi mereka sebagai dokter, tugas mereka adalah menyelamatkan pasien tersebut. Pasien mungin Ayah dan Suami bagi seseorang, dan tugas mereka adalah mengembalikannya ke tengah-tengah keluarganya.

Ja Hyuk sedang membacakan cerita untuk Dong Ha, putra dari Chief Kang yang sudah tertidur pulas. Setelah memindahkan Dong Ha ke kamar mereka berdua minum wine dengan tenang berdua. Chief Kang bertanya apa bagusnya mainan mobil pemadam kebakaran Dong Ha itu, sampai dia ingin membeli seri lainnya. Itu bagus jika seorang anak laki-laki menyukai mainan seperti itu. Ja Hyuk berkata jika dia ingin menjadi Ayah yang baik untuk Dong Ha karena dia tidak sempat menjadi Ayah yang baik untuk putranya yang kini sudah kuliah di luar negeri.

Chief Kang menyalakan tv, Ja Hyuk protes, tidak bisakah mereka minum wine dengan tenang? Namun siaran tv sedang menayangkan berita kecelakaan jatuhnya crane di perempatan Yonggwang Gu. Itu kan daerah konstitusi Ja Hyuk? Chief Kang mendapat telepon dari RS, karena kecelakaan crane tersebut UGD jadi sangat sibuk. Chief Kang harus bergegas kembali ke RS? Lalu wine mereka?

Apakah Ja Hyuk kecewa padanya? Mereka bisa mempertimbangkan kembali rencana pernikahan mereka. Tentu saja tidak. Ja Hyuk suka Kang Joo Ran yang gila kerja. Ja Hyuk pun melepas Chief Kang ke RS dan berkata jika dia akan menemani Dong Ha hingga Ahjumma datang besok pagi.

Reporter Bae bertanya beberapa hal pada Suster Kim yang sedang mempersiapkan ruang UGD, dia merasa ini tidak masuk akal dan terus menggerutu tentang Hae Sung yang merupakan seorang dokter buangan dari RS Mirae yang tukang bikin onar. Setelah merasa mendapat cukup informasi, Reporter Bae pun meninggalkan Suster Kim.

Chief Kang bingung karena UGD tampak tenang, melihat di berita sepertinya beberapa korban terluka sangat parah. Perawat mengatakan jika tadi memang ada dua pasien UGD dari korban kecelakaan crane tersebut. Tapi Profesor Han Woo Jin menolak seorang pasien yang mengalami robek ginjal dengan alasan tidak ada ahli bedah urologi. Chief Kang menghela nafas panjang, perawat lalu bertanya apakah pemikiran Chief Kang juga sama dengannya? Andai saja ada Dokter Lee Hae Sung pasti ceritanya akan lain. Chief Kang tidak menjawab dan bertanya pasien mana yang harus dia rawat terlebih dahulu?

Operasi yang sedang dilakukan Hae Sung dkk berjalan cukup sulit, karena kondisi vital pasien yang terus menurun. Ddol Mi begitu gugup hingga dia tidak sengaja melakukan kesalahan saat memotong benang operasi. Hae Sung membentak nya, jangan hanya karena Ddol Mi belum pernah melakukan operasi, dia terus saja melakukan kesalahan!

Soo Yool mengingatkan Hae Sung, dialah yang meminta mereka untuk membantunya melakukan operasi, tidak bisakah Hae Sung berbicara lebih sopan? Hae Sung menetralkan emosinya dan meminta maaf karena dia terlalu tegang.  Ddol Mi kesal pada Hae Sung, namun dia menahannya dalam hati. Dia berhasil mengendalikan rasa gugupnya karena saat Hae Sung memintanya memotong benang operasi lagi, dia berhasil melakukannya.

Denyut jantung pasien kembali berhenti, dengan cepat mereka berusaha mengembalikan detak jantungnya. Setelah kembali stabil, Hae Sung merasa ginjal pasien yang robek tidak bisa diperbaiki lagi, satu-satunya jalan hanyalah angkat ginjal. Tapi mereka belum mendapat pesetujuan keluarga pasien, bagaimana Hae Sung mendapat gugatan. Hae Sung akan dengan senang hati mendapatkan gugatan dari pasien tersebut, selama dia bisa hadir di pengadilan dalam keadaan hidup.

Saat Hae Sung keluar dari ruang operasi, Reporter Bae sudah bersiap-siap untuk merekam interview pada Hae Sung, dengan headline Mengapa dokter RS Hankang Mirae yang fasilitasnya tidak memadai berani menerima pasien yang ditolak RS Mirae?

Semua orang menonton interview Hae Sung, termasuk juga Ketua Yayasan dan Direktur RS Mirae, Chief Kang dan para dokter UGD lainnya juga Woo Jin, orang yang secara bertanggung jawab atas penolakan pasien robek ginjal tersebut.

Dalam interview nya Hae Sung mengatakan, seharusnya dokter yang menolak pasien tersebut tahu, jika ada kemungkinan pasien ini akan meninggal di perjalanan, dia hanya ketakutan untuk melakukan operasi. Dibanding dari menyelamatkan pasien, dokter itu lebih memilih menyelamatkan dirinya sendiri. Lalu mengapa Hae Sung menerima pasien itu? Apakah dia begitu percaya diri? Percaya diri? Melihat kondisi fasilitas di RS tersebut saja, kepercayaan dirinya langsung hilang, dia hanya berpikir untuk menyelamatkan pasien dan mengembalikannya pada keluarganya.

Ketua Yayasan terlihat kecewa pada direktur RS, Apakah Hae Sung adalah dokter yang dia pecat? Itu adalah karena Hae Sung selalu membuat onar dan merugikan RS. Ketua Yayasan memintanya untuk mmpekerjakan Hae Sung kembali, dia tidak ingin RS Mirae menjadi RS yang seperti itu. Jika terasa sangat berat Direktur bisa melepas jabatannya untuk memimpin RS.

Direktur RS berkata, dia juga dokter, dia mengembangkan RS Mira menjadi seperti sekarang untuk melakukan penelitian menyembuhkan penyakit ketua Yayasan dan Putranya, apakah dia tidak ingin Ji Won segera sembuh? Tentu saja Ketua Yayasan ingin Ji Won segara sembuh, karena dosa yang dilakukannya, putrnya menderita penyakit seperti itu. Direktur meminta ketua Yayasan untuk mempercayainya dia akan menyelesaikan hal ini.

Park Jina dan Eun Soo Yool keluar bersama setelah selesai membantu Hae Sung melakukan operasi, Soo Yool mengeluhkan tadinya dia ingin merayakan selesainya jurnalnya bersama Hae Sung tapi apa yang dia dapatkan? Jina mengingatkan bukankah Soo Yool sangat paham seperti apa Hae Sung? UGD dibuat seperti roller coaster dan membuat pusing semua orang. Soo Yool mengusulkan mungkin mereka harus memberinya midazolam (semacam obat penenang) ;p

Sejak kecil Soo Yool selalu bermain bersama Hae Sung dan selalu kehabisan energi. Sudah lama tidak bertemu, di traktir makan saja tidak, bahkan dia tidak sadar jika mereka berdua sudah pulang, dasar pria jahat.  Namun Jina merasa sangat menyegarkan, perasaan telah berhasil menolong nyawa seseorang. Soo Yool membenarkan, setiap hari dia mengadapi pasein OCD dan Depresi, rasanya memang menyegarkan.

Ddol Mi masih kesal pada Hae Sung yang membentaknya saat operasi, sehingga dia terus bersikap ketus pada pria itu saat Ddol Mi menjaga Menteri Seok . Hae Sung malah menggodanya apakah Ddol  Mi tidak melihat interview nya? Padahal dia terlihat tampan saat inteeview. Ddol Mi mendapat telepon dari Atasannya, Chief Ortopedi RS Busan yang kecewa karena dia tidak datang juga. Chief Ortopedi mengatakan jika Ddol Mi dipecat.

 Ddol Mi syok, dan kesal saat melihat Hae Sung yang tampak tak peduli jika Ddol Mi dipecat padahal itu semua karena Hae Sung. Dengan entengnya Hae Sung malah berkata, “Sudah tahu ke-3 yah? Tinggal satu tahun lagi” Sayang sekali masa Residen Ddol Mi itu, Ddol Mi memastikan dia akan pulang ke Busan bagaimanapun juga. Bagaimana? Pesawat dan Kereta Api sudah tidak mungkin. Kan masih ada Bis malam!

Saking kesalnya Ddol Mi keluar dari UGD namun tak lama dia kembali karena baru ingat jika dompetnya ketinggalan di dalam ambulans. Dia ingin Hae Sung memberikannya uang tunai. Hae Sung tidak punya, lagi pula Bank sudah tutup tengah malam seperti ini. Hae Sung bersiap untuk tidur di dekat pasien karena dia lelah sekali. Ddol Mi merengek kan Hae Sung bisa mengambil di ATM. Hae Sung menolak, besok pagi saja. Dia ingin tidur dulu, dan meminta Ddol Mi untuk menjaga pasien mereka.

Siapa yang paling disalahkan Direktur RS atas kejadian penolakan pasien tersebut? Tentu saja Chief Kang, karena kejadiaannya terjadi di bagian UGD, dia meminta Chief Kang bertanggung jawab penuh dan mencari solusi menyelesaikan masalah ini.

Chief Kang mencari tahu identitas pasien robek ginjal tersebut, pertama-tama dengan menemui wanita yang bersama pria itu di mobil. Chief Kang kaget, karena dia ingin dengan jelas bahwa dia adalah wanita yang dia lihat bersama menteri kesehatan. Namun wanita itu mengatakan dia tidak mengenal pria yang bersamanya.

Keengganan wanita itu mengatakan identitas pria tersebuta membuat Chief Kang segera meminta barang-barang pasien yang tertinggal di TKP pada petugas 119. Dalam dompetnya dia menemukan KTP atas nama Menteri Kesehatan, Seok Jung Won. dan dia juga memastikan nomor ponsel sang menteri. Jadi sudah bisa dipastikan jika pasien yang di operasi Hae Sung adalah menteri Kesehatan.

Direktur RS marah besar mendengar hal ini, Woo Jin dan Chief Kang sama-sama telah menghancurkan impian mereka untuk memperoleh dana dari pemerintah dengan menolak Menteri Kesehatan. Direktur  RS meminta mereka berdua keluar dari ruangannya, namun Chief Kang tidak pergi dia melakukan negosiasi dengan Direktur RS.

Chief Kang memberi ide gara Direktur RS mengakui kesalahannya dan meminta Hae Sung memindahkan Menteri Kesehatan ke RS Mirae untuk mendapatkan perawatan lebih baik. Mereka bisa mengambil keuntungan dari hal ini, karena Menteri Kesehatan mengalami kecelakaan bersama selingkuhannya, mereka bisa melakukan kesepakatan dengan Menteri Kesehatan untuk mendapatkan dana bantuan tersebut. Direktur RS merasa itu ide yang sangat baik dan setuju melakukannya.

 Direktur RS datang ke ruang UGD dadakan RS Hankang Mirae, Ddol Mi bingung dan menduga dia adalah keluarga pasien, namun dia dengan santai mengecek kondisi vital pasien yang semuanya dalam keadaan stabil. Direktur RS meminta Ddol Mi meninggalkan ruangan UGD karena dia ingin berbicara berdua dengan Hae Sung dan dia pun membangunkan Hae Sung yang sedang tertidur.

Hae Sung kaget melihat keberadaan direktur RS disana. Apalagi saat dia mendengar permintaannya untuk memindahkan pasien ke RS Mirae dan Hae Sung bisa ikut serta bersamanya. Hae Sung menolak, apakah itu karena apa yang Hae Sung katakan di interview? Apapun yang terjadi dia akan melindungi pasien tersebut dan merawatnya hingga sembuh. Direktur RS sangat kesal mendengar penolakan Hae Sung dan pergi dengan marah!

Reporter Bae sempat menemui Profesor yang ikut seminar bersama Ja Hyuk untuk menanyakan alasan banyaknya sinkhole yang terjadi di kota Seoul. Setelah memperlihatkan fenomena yang terjadi di sepanjang pantai Korea, Profesor tersebut mengatakan jika gempa di Seoul sepertinya akan segera datang. Tidak tahu kapan tepatnya,tapi pasti akan segera terjadi.

Sayangnya saat reporter Bae ingin menjadikan penyelidikannya diinformasikan pada masyarakat, Anchorman menolak dengan alasan tidak ingin membuat panik warga.

Pagi nya, Ddol Mi membangunkan Hae Sung dengan kesal untuk menagih janji  agar Hae Sung segera memberinya uang tunai, Bank kan sudah buka? Hae Sung malah bertanya tentang keadaan pasien, Dool Mi menjelaskan semua baik-baik saja dan  dia sudah menitipkan pasien pada Suster Kim, jadi tunggu apa lagi? Mereka pun pergi saat Suster Kim datang.

Hae Sung  menghitung uang yang dia ambil dan tertarik pada gunting-gunting yang di bawa Ddol Mi, itu adalah gunting-gunting dari salon ibunya, Ddol Mi memintanya karena terlihat keren dan sangat berguna.  Hae Sung memberikan uang seharga tiket pesawat dan uang makan. Ddol Mi sudah dipecat, memangnya dia bisa makan?

Hae Sung hanya tersenyum kecil dan memberikan sisa uang di tangannya sebagai uang hiburan. Ddol Mi sudah residen tahun ke-3 dan dia dicepat karena dirinya, Hae Sung merasa bersalah tapi juga berterimakasih. Ddol Mi tampak tidak terhibur, dia sangat ingin menjadi dokter, Ayahnya senang sekali saat Ddol Mi diterima di Fakultas kedokteran, tapi sekarang dia dipecat karena menyelamatkan pasien. Ddol Mi merasa tidak sanggup bertemu dengan Ayahnya.

Hae Sung berbisik dengan santai jika Ddol Mi tidak di pecat, Hae Sung sudah menelpon Kepala Bagian RS Busan dan mengatakan bahwa Ddol Mi telah membantunya dengan sangat baik selama operasi dan betapa beruntungnya dia memiliki Residen seperti Ddol Mi, padahal kalau saja dia tau yang sebenarnya Ddol Mi buruk melakukan ‘cut’ saja. Ddol Mi tadinya bingung, dan akhirnya memukul-mukul Hae Sung karena merasa sebal, karena semalaman dia tidak bisa tidur karena berpikir dia telah di pecat.

Hae Sung menghentikan pukulan Ddol Mi dan menatap langit di luar dengan serius. Mereka berdua keluar dan melihat begitu banyak pelangi, semua orang pun tampak takjub, beberapa orang malah mengambil foto pelangi tersebut.

Tiba-tiba saja pohon-pohon bergetar sangat hebat, kaca akuarium di ruang Direktur RS Mirae retak secara tiba-tiba. Ruang UGD RS Hankang Mi Rae pun berguncang hebat, kereta bawah tanah pun terguncang dengan keras. Lalu jalanan tempat Hae Sung dan Ddol Mi menatap pelangi pun retak dimana-mana, sebuah bangunan yang berada disana pun perlahan mulai ambruk. Hae Sung mengajak Ddol Mi lari untuk menghindari sebuah ledakan akibat guncangan hebat tersebut.

Apakah kali ini gempa dahsyat benar-benar terjadi di Kota Seoul??

***

Ommo… ternyata ada Kim Jung Hwa nya juga toh drama ini… duh ngumpul semua ini aktris-aktris fav ku >.< Setelah Yoon Joo Hee, sekarang Kim Jung Hwa? Dan scene mereka sangat lucu, apalagi saat membicarakan Hae Sung^^

Hae Sung ini senang sekali mengerjai Ddol Mi, bahkan dia tersenyum diam-diam saat Ddol Mi sibuk menekan dada pasien untuk mengembalikan detak jantungnya dalam keadaan bingung karena Ahjussi Supir ambulans mengajaknya pulang, wkwkwk…

Masalahnya tampak ruwet nih, karena ternyata pasien robek ginjal itu adalah Menteri Kesehatan, apakah rencana Chief Kang itu akan berhasil? Sementara Bencana gempa terpampang di depan mata mereka?


3 Komentar untuk "D-Day Episode 2"

Mantap irfa!
Ita jadi ingat film volcano, sama2 ttg bencana yg belum pernah terjadi di suatu kota, krisis, menegangkan, banyak visual efek. Tapi volcano kan film, wajar dibikin semenarik, setegang, sebanyak itu efeknya karena biaya produksinya besar pastinya, sedangkan d-day ini drama, berepisode-episode! Entah biaya produksinya besar atau tim pro nya benar-benar hebat bisa bikin drama sekeren ini. Walaupun cerita pasien tertusuk besi itu, mengingatkan ita pada salah satu episode di grey's anatomy ;)
Tapi tetap irfa yang paling keren, bisa bikin orang yang gak tertarik sama drama ini, sekarang jadi tertarik: D
Gomawo irfa.
Fighting!

scene pas Dol Mi mengembalikan detak jantung bikin ketawa ... padahal suasana tegang banget ya aku malah ngakak lihatnya ... penasaran juga apa yg terjadi sama ibunya Hae Sung...
lanjut Irfa Eps 3....

Pokoknya, serasa liat film hollywood. keinget semua film2 hollywood yang tentang bencana alam. Lebih menarik daripada 2012, hehe

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top