Senin, 31 Agustus 2015

Hwajung Episode 39-40: Putra Mahkota Sohyun

Sebenarnya aku sudah lama berhenti nonton Hwajung, karena itulah aku tidak meneruskan review nya lagi, ditengah jalan aku tetiba kehilangan passion menontonnya seperti yang terjadi saat menonton King Face, tadinya sih aku berniat untuk maraton menonton setelah tamat saja apalagi saat aku tahu akan ada Sohyun Seja dan Sejabin nya di drama ini. Tapi akhirnya aku tergoda juga untuk menonton kemunculan Seja dan Sejabin setelah tahu siapa yang memerankan karakter mereka berdua, apalagi dek Minho tersayang jadi Bongrim-gun, adik Sohyun Seja yang kelak akan menggantikan Raja Injo menjadi Raja.


Sesuai judul postingan ini, maka aku hanya akan fokus pada cerita Sohyun Seja nya saja yah^^

Episode 39 dibuka dengan perjuangan Kang Bin (Kim Hee Jung) untuk melahirkan putra pertamanya, Sohyun Seja (Baek Seung Hyun) yang sedang belajar di perpustakaan bersama gurunya Hong Joo Won (Seo Kang Joon) sangat cemas memikirkan keadaan istrinya, apalagi setelah 2 jam berlalu belum ada juga kabar tentang proses persalinan sang istri.

Joo Won meminta Seja untuk tidak cemas dan fokus pada pelajarannya saja, karena menurut Joo Won tidak ada yang bisa dilakukan pria saat wanita melahirkan. Tiba-tiba saja Joo Won mendapat kabar, bahwa istrinya Putri Jung Myung (Lee Yeon Hee) juga sedang melahirkan putra ketiga nya. Joo Won panik luar biasa karena ini diluar perhitungan. Seja sampai menyindirnya, karena tadi Joo Won mengatakan padanya agar tidak cemas dan panik. Joo Won beralasan bahwa Jung Myung sangat menderita saat melahirkan putra kedua mereka, Seja makin menyindir Joo Won, ternyata Joo Won sudah banyak menyaksikan proses kelahiran, padahal katanya tidak ada yang bisa dilakukan pria saat wanita melahirkan ;p

Seja memutuskan untuk mengakhiri pelajaran mereka dan membiarkan Joo Won pulang untuk menemui Jung Myung dan dia pun segera bergegas ke kediaman Sejabin.

Jung Myung dan Sejabin melahirkan dengan selamat. Masing-masing dari mereka melahirkan anak lelaki yang tampan. Seja tampak sangat bahagia mengendong putra pertamanya tersebut. Dia pun mencemaskan keadaan Sejabin, untuknya tidak ada masalah dengan kondisi istrinya tersebut.

Raja Injo (Kim Jae Won) sangat senang mendengar menantunya telah melahirkan dengan selamat, apalagi saat mendengar bahwa kali ini Sejabin melahirkan seorang putra. Disamping Injo, Selir Jo (Kim Min Seo) terlihat tidak senang mendengar kabar gembira tersebut namun pura-pura bahagia dan memberikan selamat pada Injo.

Bongrim-gun (Lee Min Ho) memberikan selamat atas kelahiran putra pertama Kakaknya, dia pun membicarakan tentang masalah insiden penembakan para tawana Joseon oleh Jin di perbatasan. Seja jadi cemas karena masalah itu, namun belum sempat berbicara lebih banyak mereka di kagetkan dengan kunjungan Jung Myung untuk memberikan selamat pada Sejabin atas kelahiran putra pertamanya.

Disaat yang tidak tepat, Raja Injo pun ada disana, dia menyaksikan Seja yang menyambut Jung Myung masuk untuk menemui Istri dan putranya. Bongrim melihat kehadiran Raja dan mengatakan pada Ayahnya jika dia menemui Seja untuk memberinya selamat. Injo pun mengambil kesimpulan jika Jung Myung sebagai bibinya Seja datang untuk memberi selamat juga.

Namun tentu saja bukan itu saja tujuan Jung Myung menemui Seja, dia ingin membicarakan masalah yang terjadi di perbatasan tentang penyelamatan para tawanan  Jin yang melarikan diri. Ternyata diam-diam Seja dan Jung Myung bekerjasama di belakang Raja untuk membantu para tawanan yang melarikan diri agar bisa tiba dengan selamat di Joseon.

Mereka melakukan itu karena para pejabat menebus keluarganya yang menjadi tawanan dengan harga mahal pada Jin sehingga keluarga miskin kesulitan untuk bisa bertemu kembali degan keluarganya yang di tawan Jin karena serangan Jin sebelumnya.

Kang Seo Joon yang berkepentingan dalam menjaga hubungan baik Joseon dan Jin marah besar karena aksi diam-siam sekelompok orang yang menyelamatkan para tawanan, dia mulai curiga bahwa ada pendukung aksi tersebut dari oihak istana. Raja pun sama tidak senangnya dan mulai meminta para pejabat menyelidiki hal ini. 

Sejabin sungguh khawatir dengan keterlibatan suaminya dalam penyelamatan diam-diam para tawanan tersebut. Namun Seja tidak bisa mengabaikan penderitaan rakyat dan dia menetapkan hati menempuh jalan tersebut meski harus melakukannya secara diam-diam dari Raja.

Bukan Sejabin saja yang khawatir, Bongrim-gun juga cemas, dia bahkan dengan terang-terangan meminta Jung Myung untuk menjaga jarak dengan kakaknya karena dia tidak ingin terjadi keretakan hubungan antara Raja dan Seja. Selama ini Raja begitu percaya dan bergantung padanya, namun mengingat hubungan buruk Raja Injo dengan Jung Myung, akan lebih baik jika Jung Myung menjaga jaraknya dengan Seja.

Surat dari utusan Jin tiba, mereka meminta Joseon tunduk pada Jin yang baru, mereka akan mengubah status pemerintahan mereka menjadi Dinasti dan menjadikan Raja mereka sebagai Kaisar. Mereka tidak menginginkan hubungan persaudaraan lagi dengan Joseon, melainkan ingin membuat Joseon tunduk pada Dinasti mereka.

Raja murka membaca surat tersebut, saat Yong Gol Dae sebagai utusan Jin datang dia menolak untuk menemuinya. Karena Yong Gol Dae tidak akan beranjak dari perbatasan jika Raja tidak datang menyambutnya dan akan kembali ke Jin, Seja pun mengambil inisiatif untuk menyambutnya dengan tujuan mencegah perang.

Tentu saja Raja marah pada Seja, mendengar alasan Seja yang ingin mencegah perang membuat Raja tidak menghukumnya dan memaklumi tindakannya. Namun Raja tetap enggan menemui Yong Gol Dae, para pejabat pun enggan untuk menemui nya dan akhirnya Raja meminta Seja lah yang melakukannya. Raja ingin Seja mendiskusikan dengan Yong Gol Dae apa yang diinginkan Jin dari mereka.

Selir Jo mengambil kesempatan ini untuk menghancurkan hubungan Ayah dan Anak antara Injo dan Sohyun. Dia mendatangi Sejabin dan pura-pura mengkhawatirkannya. Selir Jo berjanji pada Sejabin untuk mengatakan bahwa suaminya tidak ada maskud lain menyambut utusan Jin selain untuk menghindari perang. Namun Sejabin tahu jika Selir Jo sedang pura-pura. Sejabin tahu jika Selir Jo akan mengatakan yang sebalik nya pada Raja dan menuduh Seja sedang di hasut Jung Myung.

Sohyun Seja menemui Yong Gol Dae yang kembali kecewa karena bukan Raja yang datang padanya, cukup lama dia mendiamkan Seja hingga akhirnya dia mau angkat bicara dan menyepelekan Seja yang malah membawa hadiah berupa obat-obatan padanya. Seja mengingatkan agar Yong Gol Dae tidak sombong, karena suatu saat kejayaan Jin yang sekarang sedang dicapainya akan menjadi sejarah.

Yong Gol Dae menyukai semangat Seja, namun dia memberi nasihat, agar bisa mendapatkan kekuatan yang besar seharusnya mereka tidak mempertahankan sikap angkuh karena sedikit kekuatan. Berpikirlah bahwa mereka tidak punya kekuatan dan tanamkan itu dalam hati, jangan lupakan, maka suatu hari perasaan itu akan memberikan kekuatan yang luar biasa.

Mendengar nasihat Yong Gol Dae, Seja tidak bisa menjad sombong. Dia menyadari Joseon hanyalah sebuah kerajaan kecil. Jika mereka melawan Jin saat itu, maka sudah dipastikan Joseon akan kalah, rakyat akan kembali menderita. Itulah sebabnya dia berpikiran agar Raja mengikuti keinginan para utusan Jin tersebut.

Raja marah mendengar keinginan utusan Jin, dia bahkan lebih kecewa saat Seja memintanya melakukan hal itu demi mencegah perang. Apa yang diinginkan utusan Jin? Mereka meminta Raja datang dan melakukan ikrar akan setia pada Jin dengan ritual meminum darah binatang sesuai kebiasaan mereka. Raja tidak sudi, kebanyakan pejabat menentang, hanya Choi Myung Gil yang memberikan pendapat agar Raja melakukannya demi Rakyat.

Sejabin yang khawatir dengan pendapat sang suami mendatangi Jung Myung, dia meminta agar Jung Myung membujuk Seja untuk mengubah pikirannya. Tentu saja aksi Sejabin bertemu dengan Jung Myung diketahui Selir Jo, dan dijadikan senjata untuk menghancurkan ikatan saling percaya antara Seja dan Raja.

Jung Myung tahu sifat Seja, dia sebenarnya setuju dengan pendapatnya namun dia memikirkan perkataan Sejabin, akan kah Joseon bisa menjadi  kerajaan yang kuat jika Raja dan penerusnya berselisih? Jung Myung memutuskan mengikuti permintaan Sejabin untuk membujuk Seja, sayangnya Seja tetap yakin dengan pendapatnya, dia percaya pada Ayahnya. Raja Injo pasti bisa melihat ketulusan hatinya, dia percaya Raja juga pasti memikirkan Rakyat.

Sebelum membuat keputusan, Raja akhirnya bertemu 4 mata dengan Seja. dia bertanya apakah Seja tidak mengubah pendapatnya? Apakah Seja benar-benar memintanya untuk mengikuti keinginan utusan Jin dan merendahkan diri di hadapan mereka. Ya pendapat Seja  tidak berubah, dia ingin Raja mengingat penghinaan itu dalam hatinya agar mereka bisa membangun Joseon menjadi negara yang besar. Raja memastikan tidak ada maksud lain dalam pendapat Seja tersbeut, dan dia bertanya apakah Jung Myung yang memintanya untuk mengatakan hal tersebut padanya. Seja menyakinkan jika itu semua murni keinginannya karena memikirkan Rakyat dan dia percaya pada Raja.

Mendengar kepercayaan dari sang putra akhirnya Injo memutuskan untuk mendatanagi acara pengucapan ikrar itu demi menghindari perang. Semua orang senang mendengarnya, ternyata Raja Injo benar-benar bisa melihat ketulusan Sohyun Seja.

Sayangnya, di detik-detik terakhir Injo akan pergi untuk menghadiri upacara tersebut, Selir Jo datang dan menentang keputusannya, dia mengatakan jika Raja sedang masuk dalam jebakan yang dibuat Jung Myung dan Seja. Dia mengatakan tentang pertemuan Sejabin dan Jung Myung. Raja memastikan hal itu pada Sejabin, dan mau tak mau Sejabin mengaku memang menemui Jung Myung di rumah Rahasia. 

Meskipun Sejabin berkata Seja tidak tahu tentang tindakannya, Raja tetap saja marah karena mereka melakukan sesuatu di belakannya tanpa sepengetahuannya. Raja jadi sangsi terhadap kepercayaan Seja padanya. Maka saat menghadiri acara pengucapan ikrar itu, Raja menolak meminum darah binatang tersebut dan menyatakan dia tidak akan tunduk pada Jin.

Seja kaget dengan tindakan sang Ayah, apalagi setelahnya Raja menatapnya dengan tajam mengatakan bahwa dia tidak bisa mempercayai siapapun. Seja tahu bahwa Raja sedang mencurigai motifnya, dan tindakan Raja saat itu akan kembali memacu perang.

***

Akh... aku sangat payah selama nonton episode 39 dan 40 ini malah bayangin Lee Jin Wook dan Seo Hyun  Jin yang jadi Sohyun Seja dan Sejabinya >.< duh bisa bayangin deh gimana sumringahnya wajah Lee Jin Wook pas menyambut kelahiran putra pertamanya, hal yang gak bisa aku lihat di Samchongsa. Tiap liat Kim Hee Jung gendong pangeran Sukchul aku malah berasa liat Seo Hyun Jin yang lagi gendong bayi ;p

Fakta menariknya, Seo Hyun Jin dan Kim Hee Jung kan habis jalan-jalan ke Paris dan Spanyol bareng di VS Let's Eat with My Friend, dan mereka cukup akrab ;p Seo Hyun Jin jadi Unnie yang baik buat Kim Hee Jung, jangan-jangan selama break dia kasih advise gimana jadi Sejabinnya Sohyun Seja. Duh memang yah, Kim Hee Jung ini ditakdirkan jadi Sejabin, setelah sebelumnya jadi Sejabinya Gwanghae di King Face.

Karakternya Sohyun Seja di Hwajung ini mirip dengan Sohyunya Seja nya Cruel Palace, Cerdas tapi Ngenes, percaya banget sama Ayahnya, dan kadang terlihat lemah di depan Injo. Beda dengan karakter Sohyun Seja di Samchongsa dan Horse Doctor yang terlihat lebih kuat dan pemberani. Tapi satu hal yang tidak pernah berubah, kenyataan bahwa Sohyun Seja adalah tokoh yang visionaris yang memikirkan bagaimana membangun Joseon untuk menjadi bangsa yang besar.

Dek Min Hoo ganteng yah jadi Bongrim-gun, dia sayang banget sama Seja, tapi Kang Joon Seung datang dan menawarkan Bongrim untuk menggantikan Seja? Semoga Bongrim ini tidak terbujuk rayuan Kim Joon Seung yah? Walo memang Bongrim yang akhirnya menggantikan Injo, semoga itu tidak ada sangkut pautnya dengan Kang Joon Seung. Gak rela liat Bongrim menusuk kakaknya dari belakang~~~~

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^