Let's Eat 2 Episode 3 part 1



 
Soo Ji menatap penuh minat pada beberapa cake yang ada di display café, seperti biasanya dia mulai berbicara sendiri apakah dia harus makan cake itu? Tidak! Jika dia memakannya, nanti malam Soo Ji akan kelaparan. Tapi kan…. Dengan aturan sehari makan satu kali itu Soo Ji harus makan sesuatu yang sangat diinginkannya, dan hari ini dia sangat ingin makan cake, apakah dia harus memakannya?

Belum sempat Soo Ji mengambil keputusan akhir, Dae Young datang dan bertanya apakah Soo Ji sedang bericara sendiri lagi? Soo Ji tidak menjawab dan beranjak dari tempatnya berdiri menuju salah satu kursi di café tersebut. Dae Young mengikutinya dan mulai membuka buku catatannya untuk memperjelas  kontrak kerjasama mereka. Dae Young ingin tahu alasan Soo Ji meminta bantuan Dae Young. Tentu saja karena Soo Ji tahu bakat alami Dae Young yang mudah mempengaruhi pikiran orang lain, seperti dengan mudahnya Dae Young membuat Soo Ji membeli ddeokbokki terus menerus. Memikirkan hal itu membuat Soo Ji sangat kesal!

Dae Young segera menghentikan amarah Soo Ji dan membicarakan hal lain. Dae Young harus tahu sejauh apa dia harus membantu, maka Dae Young pun bertanya apakah Soo Ji pernah berkencan? Tentu saja, memangnya Dae Young pikir berapa umurnya itu. Berapa kali? Soo Ji mulai menghitung… 1, 2, 3, 4, 5, 6,7… 

Dae Young berkomentar, ternyata cukup banyak, namun Soo Ji belum selesai menghitung membuat Dae Young kesal dan memintanya menghitung yang pasti saja. Soo Ji mengembalikan semua jari tangan yang dia gunakan untuk menghitung dan menunjukan 2 jarinya, hahaha. Seumur hidupnya Soo Ji baru berkencan 2 kali saja. Dari kondisi tersebut, Dae Young mengerti jika Soo Ji belum berpengalaman dalam hal berkencan, maka dia akan memberikan tips tips cara berkencan yang baik.

Sejak kapan Soo Ji mengenal Sang Woo? Hmm.. Soo Ji berpikir, sekitar 3 bulan yang lalu. Saat proyek tentang makanan Korea nya di mulai dengan pihak kantor pemerintah. Soo Ji datang ke gedung pemerintahan dan Sang Woo datang menemuinya. Sejak pertama kali bertemu Soo Ji langsung terpana melihat ketampanan Sang Woo. 

Dae Young merasa heran, sudah 3 bulan Soo Ji dan Sang Woo bekerja sama, tapi Sang Woo bahkan belum mengingat namanya? Apakah Sang Woo itu bodoh atau Soo Ji yang sama sekali tidak menarik baginya. Tapi karena dia seorang PNS, tidak mungkin dia bodoh kan?

Soo Ji langsung menunjukkan wajah horror, “Apakah kau ingin mati?” Dae Young meralat, yah… bukan berarti Soo Ji tidak memiliki pesona sih~~~  Tapi bukan itu yang membuat Soo Ji marah, dia kesal karena Dae Young memanggil Sang Woo dengan sebutan yang tidak sopan. Dae Young seharusnya memanggil Sang Woo dengan hormat, “Beraninya kau memanggil suami masa depanku dengan panggilan tidak sopan?!!” Dae Young langsung speechless, dia tidak habis pikir dengan reaksi Soo Ji. Akh sudahlah,,, lebih baik dia bertanya hal yang lain.

Lalu, selama 3 bulan itu apa saja yang sudah Soo Ji lakukan? Latihan dengan keras, dia mendengar jika pria lebih suka wanita dengan tubuh yang kencang dari pada sekedar kurus kering, jadi Soo Ji berusaha membentuk otot-otot di tubuhnya dengan sangat keras. Tak ada satu hari pun dia melewatkan latihannya, bahkan disaat dia sakit sekalipun. Apakah hanya itu? Tentu saja tidak, Soo Ji juga mulai meminum jus detoks dan mulai makan satu kali dalam sehari, karena daripada makan sedikit tapi sering, dia akan mendapatkan lebih banyak otot dengan melakukan hal itu.

“Bukan kah itu semua hanya dasar-dasar diet?” Dae Young berkomentar, Soo Ji langsung meradang, dia sangat sulit melakukan semua itu. Sebenarnya Soo Ji ingin melakukan operasi plastic juga, tapi dia tidak punya uang dan itu sedikit menakutkan. Ekspresi Dae Young semakin speechless, Soo Ji buru-buru menambahkan jika dia juga menghabiskan banyak uang untuk membeli pakaian dan menata rambutnya. Bukan itu yang di maksud Dae Young, apakah Soo Ji tidak pernah sekalipun menarik perhatian Sang Woo sebagai seorang wanita?

Tentu saja pernah! Dengan riang Soo Ji berkata, sepertinya Sang Woo tahu tentang perasaan Soo Ji padanya, karena dia dan Sang Woo berteman di Instagram. Sejak Sang Woo membuat akun instagram, Soo Ji juga membuatnya dan sekarang mereka saling mem-follow. Soo Ji menunjukkan akun instagram Sang Woo dan Dae Young melihat foto Sang Woo yang ditempel di kulkas Soo Ji, memang benar Soo Ji mengambil foto itu dari instagramnya Sang Woo, Soo Ji jadi malu-malu.

Dae Young merasa itu langkah yang cukup baik, jama sekarang orang-orang juga berkencan lewat SNS. Lalu apakah Soo Ji sering meninggalkan komentar di postingan yang di upload Sang Woo? Akh… itulah masalahnya… Soo Ji selalu menjadi orang pertama yang me-like postingan Sang Woo, apakah itu terlalu berlebihan.

Ini tidak benar. Dae Young mengambil ponsel Soo Ji dan menunjukkan berapa orang yang me-like postingan Sang Woo, apakah dia akan mengingat Soo ji sebagai orang yang mengingat postingannya. Lagi pula sepertinya Sang Woo tipe orang yang akan mem-follback setiap orang yang memfollow nya. Jangan-jangan dia memfollow Soo Ji tanpa mengetahui Soo Ji itu siapa. Tidak mungkin, sama sekali tidak masuk akal jika Sang Woo memfollownya tanpa tahu dia itu siapa?

Dae Young langsung mengeluarkan ponselnya dan memfollow Instagram Sang Woo, dan tanpa menunggu lama Sang Woo langsung mem-follback nya. Lihatlah! Bahkan Sang Woo sangat cepat mem-follback nya. Soo Ji langsung syok meyadari hal itu, jadi meskipun mereka memfollow satu sama lain di Instagram, itu bukanlah sesuatu yang istimewa?

Dae Young merasa dirinya menghadapi hal yang lebih buruk dari kasus klien yang melakukan kecelakaan mobil palsu untuk meng-klaim asuransi. Biasanya Dae Young akan memilih mengembalikan uangnya saja, namun sebagai seorang Raja Asuransi dia akan memuaskan kliennya. Artinya bagaimana pun keadaannya dia akan tetap membantu Soo Ji.

Saat Soo Ji masih tidak senang karena masalah akun instagram itu, Dae Young berdiri dan mengajak Soo Ji  ke suatu tempat.

Ternyata Dae Young membawanya ke minimarket tempat Hye Rim bekerja. Soo Ji bingung mengapa Dae Young membawanya kesana apalagi saat Dae Young menawarinya kue krim atau coklat, apakah Dae Young sedang mengacaukan rencana mereka? Dae Young memberi isyarat pada Soo Ji agar dia memperhatikan Hye Rim.

Soo Ji pun melihat kea rah Hye Rim yang sibuk menghias kuku nya. Hye Rim kemudian merengek pada pria nya mengatakan bahwa dia seharusnya membersihkan lantai sebelum manager nya datang, tapi dia lupa malah menghias kukunya, nanti hiasannya bisa rusak. Dengan penuh senyum si pria mengatakan bahwa dia yang akan melaukannya. Dan dengan sigap pria tersebut melakukan tugas Hye Rim untuk membersihkan lantai.

Melihat kejadian itu Soo Ji sangat kaget, bukan kah mereka berdua sama-sama bekerja disana? Mengapa pria itu harus melakukannya? Dae Young menjelaskan bahkan di pria bukan seorang pekerja, dia hanya membantu dengan sukarela. Soo Ji semakin kaget mendengarnya. Dae Young lalu bertanya apakah Soo Ji tidak merasakan sesuatu setelah melihat hal itu? Soo Ji menatap Hye Rim dengan serius lalu berkata, “Manicure. Pria suka pada wanita yang melakukan Manicure” wkwkwkwk

Dae Young langsung menjelaskan, “Chapter 1: Senyum dan Meminta” Mayoritas pria senang pada wanita yang suka tersenyum dan meminta bantuan. Dae Young menjelaskan alasannya membuat Soo Ji merasa itu tidak masuk akal. 

Dae Young memalingkan wajah Soo Ji untuk kembali memperhatikan Hye Rim yang sedang memuji hasil kerja pria nya dan mengagumi otot lengannya. Hye Rim bahkan memuji pria itu pintar saat dia menyortir rokok. Ternyata pria itu tidak hanya pintar tapi juga kuat.

Apa? Pintar menyortir Rokok? Soo Ji benar-benar tak habis pikir, namun Dae Young menjelaskan “Chapter 2: Pujian membuat pria bahagia. Itu berarti si wanita mengaggumi nya hingga ke hal-hal yang paling kecil sekalipun” Soo Ji masih merasa itu tidak masuk akal, namun memang tidak cukup dengan hanya menjelaskannya, Soo Ji harus memperhatikannya baik-baik dengan langsung, karena Hye Rim adalah wanita yang hidup untuk berkencan.

Dae Young mengambil kue dan lotion kemudian pergi ke kasir, saat harus membayar dia mengatakan jika Soo Ji yang akan membayarnya. Soo Ji merasa kesal, namun dia tahu Dae Young melakukan itu untuk membuatnya bisa memperhatikan gerak gerik Hye Rim dari dekat.

Selesai membayar Soo Ji keluar dari minimarket dengan kesal dan duduk setelah Dae Young memintanya. Dae Young menawarkan roti yang dibelinya pada Soo Ji, tentu saja langsung di tolak karena terlalu banyak kalorinya. Dae Young meminta Soo Ji melupakan tentang kalori dan mengikuti dia hal dasar yang tadi dia tunjukkan. Soo Ji merasa itu terlalu sederhana, apakah tidak ada hal yang bisa membuat Sang Woo jatuh cinta padanya?

Dae Young menjelaskan mendapatkan hati seseorang itu tidaklah mudah, jadi mereka harus melakukannya dengan perlahan. “Jika kau terlalu cepat makan, maka kau akan mendapat gangguan pencernaan” Soo Ji terlihat bingung, maka Dae Young pun bertanya apakah Soo Ji tidak pernah mendapat gangguan pencernaan? Dengan jujur Soo Ji berkata tidak. Dae Young mencari perumpamaan lagi, jika terlalu cepat makan maka berat badan Soo Ji akan cepat juga naiknya. Soo Ji langsung meringis ngeri.

Dae Young kemudian memberikan lotion yang dibelinya pada Soo Ji, “Aiyooo… bahkan aku memakai yang lebih baik dari ini” Soo Ji berkomentar saat melihat lotion itu. Dae Young mengambil dan membuannya, dia mengambil sebagian sambil berkata menurut penelitian, lotion dengan aroma mentimun adalah lotion yang banyak di sukai pria. Dae Young berkata dia terlalu banyak mengambil lotion setelah dia mengoleskan ke tangannya, dia menawarkan Soo Ji untuk berbagi. Tanpa berpikir panjang Soo Ji menyodorkan tangannya dan Dae Young membagi lotion tersebut, namun sambil mengoleskannya ke seluruh punggung tangan Soo Ji. 

Tentu saja Soo Ji langsung kaget karena skinship Dae Young yang tiba-tiba, Soo Ji segera menarik tangannya dengan kesal. Dengan tenang, Dae Young malah menyuruh Soo Ji melakukan itu pada Sang Woo. 

Menanam aroma yang baik dalam pikirannya dan melakukan skinship dengan alami. Akhhh… Soo Ji sepertinya menyukai ide itu. Ditambah jika Soo Ji bisa menerapkan dua hal dasar yang diajarkan Dae Young sebelumnya, Dae Young yakin Sang Woo akan mengingat nama Soo Ji.

“Daebak! Arraso!” Soo Ji bersemangat mendapatkan tips dari Dae Young dan sepertinya ingin segera menerapkannya. Soo Ji bediri dan hendak pergi dari kursi di bawah payung di depan minimarket, tapi hujan tiba-tiba turun.

Soo Ji langsung masuk lagi dan meminta Dae Young membeli payung, tapi Dae Young menolak karena rumah mereka dekat. Lalu apakah mereka harus pulang dengan hujan-hujanan? Tentu saja tidak. Dae Young mengetuk kaca minimarket dan meminta ijin pada Hye Rim untuk meminjam payung besar yang terpasang di depan minimarket. Hye Rim terlihat bingung namun mengijinkannya, Dae Young segera mengambil payung itu dan merangkul Soo Ji tanpa segan-segan agar mereka bisa berpayung bersama menuju Villa Sejong. (Halah… itu Soo Ji ma Dae Young udah payungan berdua aja sih  >.<)

Hujan semakin deras, hingga malam tiba. Taek Soo yang mabuk datang ke Villa Sejong dan diluar Villa dia melihat Happy yang kehujanan menggonggong sambil melihat kea tap. Petir dan Kilat saling berkejaran menghiasi malam gelap itu, Taek Soo yang mabuk heran mengapa Happy terus menggonggong sambil melihat kea tap. Penasaran dia pun melihat ke atap dan kaget saat menemukan sesuatu yang mengerikan. Taek Soo melihat seseorang dengan masker ada di atap, dia langsung berteriak bersamaan dengan kilat yang membelah langit, namun setelah kilatan cahaya itu menghilang di atap tidak ada apapun. Jadi apa yang tadi di lihat Taek Soo? Taek Soo pun bertanya pada Happy yang masih menggonggong mengapa dia menakutinya seperti itu?

Taek Soo masuk ke dalam Villa dan menggedor-gedor pintu kamar Dae Young yang sudah lelap tertidur, bel nya pun terus di tekan membuat Dae Young tidak nyaman dan akhirnya terbangun karena mendengar suara pesan masuk ke ponselnya. Dari Soo Ji, yang mengancamkan akan melaporkan ke polisi jika Dae Young tidak segera mengurus tamunya itu. Dengan terpaksa Dae Young bangun dan membukakan pintu untuk Taek Soo.

Tentu saja Taek Soo langsung masuk, Dae Young tidak mengerti mengapa Taek Soo datang lagi. Dia datang untuk bernegoisasi, Taek Soo mempertanyakan mengapa Dae Young tidak menelponnya dan juga tidak menjawab teleponnya. Dae Young sibuk kemarin, dia pun mengeluhkan mengapa Taek Soo membuka baju, karena semua bajunya basah. Taek Soo mengatakan sesibuk apapun Dae Young dia harus menjawab teleponnya. Halah … memangnya Dae Young itu istrinya? Pacarnya? Mengapa Taek Soo begitu terobsesi padanya?

“Itu karena aku kesepian. Aku benar-benar kesepian” Dae Young tidak tahu lagi harus berkata apa. Apalagi Taek Soo terus berkata jika dia sangat kesepian hingga tidak bisa tidur tanpa alkohol, Taek Soo meminta Dae Young membawakan alkohol untuknya.

Meksi kesal dan mengeluhkan harusnya dia tidak memberi tahukan tempat tinggalnya pada Taek Soo, namun Dae Young mengambilkannya juga, tapi ternyata Taek Soo sudah tertidur sambil meracau. Dae Young merasa frustasi melihatnya dan akhirnya menyelimuti Taek Soo.

Tiba-tiba Dae Young mendengar suara besi berderit dari lantai atas. Bukanjah lantai 3 kosong? Lalu apakah suara itu berasal dari atap?

Pagi hari saat membuang sampah Dae Young bertemu dengan Nenek Lee yang mencari Happy untuk memberinya makan, tapi dia tidak menemukannya dimanapun. Dae Young tidak melihatnya, karena semalam terus hujan mungkin Happy masuk ke dalam gedung, semalam Dae Young mendengar suara dari atap, jadi dia akan mencari Happy kea tap. Nenek langsung panik dan melarang Dae Young pergi ke sana. Suara semalam adalah karena Nenek memindahkan kotak keramik kea tap, wah… seharusnya Nenek meminta bantuannya pasti sangat sulit kan?

Apakah mereka semua bisa menggunakan atap? Sekali-kali mereka bisa membuat barbekyu bersama-sama, daging itu paling enak dengan dibakar bukan kah dia benar? Tidak sama sekali! Nenek Lee langsung membantah dan berkata jika Dae Young tidak punya alasan untuk menggunakan atap, tempatnya sangat keci. Nenek Lee kemudian berkata jika Ahjuma Kim mencari Dae Young di kantor realestate sebaiknya Dae young segera kesana. Begitukah? Dae Young pun pamit pergi.

Nenek Lee langsung menelpon Ahjuma Kim dan memberitahu tentang apa yang dikatakan Dae Young. Di kantor realestate Ahjuma Kim nemerima telepon dengan ketakutan dan saat Dae Young tiba dia menutup teleponnya dan menyambut Dae Young. Dengan panik Ahjuma Kim meminta Dae Young menjaga kantornya sebentar karena dia  harus keluar sebentar.

Dae Young mendapat telepon dari Taek Soo yang meminta sup penghilang mabuk. Taek Soo sepertinya benar-benar mabuk semalam, bahkan dia berhalusinasi seperti melihat Monster di atap Villa Dae Young. “Apa?” Dae Young langsung memasang wajah terkejutnya, “Jadi kau juga melihatnya, Hyung?” Taek Soo panik, jadi benar-benar ada Monster di Villa itu?

“Ada Monster yang tinggal di Villa kami, Monster dengan bau alkohol yang hobi minum. Jadi berhentilah datang ke tempatku” Jjaaahh.. ternyata Monster yang di maksud Dae Young itu, ya Taek Soo, hahaha..

Makanan pun datang, Daging dan Kentang Rebus. Taek Soo mengeluh, katanya namanya saja kentang rebus, tapi dia hanya melihat sedikit kentang. Apanya yang sedikit? Dae Young bisa melihat banyak ‘kentang’ di hidangan itu? Dimana? Taek Soo hanya melihat 2 kentang. Bukan kentang-kentang itu yang Dae Young maksud, tapi daging di tulang belakang babi itulah yang di sebut ‘kentang’ di makanan itu. Akh begitukah? Taek Soo baru mendengarnya, lebih baik mereka segera makan saja.

Dae Young dan Taek Soo pun menikmati Sup Daging dan Kentang rebus itu dengan lahap dan penuh kenikmatan. Saat isi sup hampir habis, Taek Soo akan memakan kentang rebusnya, namun Dae Young melarangnya dan mengatakan harus menyimpannya untuk nanti. Dae Young lalu memesan nasi campur sebagai menu selanjutnya. Keduanya pun menikmati yang dipanaskan kembali di atas kompor kecil di atas meja tempat merebus sup tadi. Suap-demi suap terus mereka nikmati hingga Taek Soo merasa kekenyangan setelah semuanya habis.

Di Kantor pemerintahan Soo Ji menatap Sang Woo sambil mengingat ajaran Dae Young. Chapter 1: Senyum. Soo Ji pun berusaha memberikan senyum terbaiknya membuat Sang Woo kebingungan dan malah bertanya apakah ada yang ingin Soo Ji katakan padanya? Nah lho… Soo Ji jadi lebih bingung, namun kemudian dia mengingat kata-kata Dae Young selanjutnya tentang meminta bantuan. Dengan gugup Soo Ji meminta Sang Woo melepaskan strapless dari kertasnya. Merasa permintaannya konyol, Soo Ji akhirnya malah meminta ijin ke Toilet.

Hong In Ah yang ada disana pun merasa heran dengan kelakuan Soo Ji, mengapa dia meminta Sang Woo untuk melepaskan strapless nya? Sang Woo merasa sepertinya Soo Ji kurang sehat, wajahnya pun terlihat kaku. Apakah Soo Ji mengalami kelumpuhan saraf? Itu bisa terjadi saat salah minum obat dan tidur kedinginan. Mungkin semalam Soo Ji tidur di luar. Sang Woo pun mencari pembuka strapless tapi Hong In Ah berkata tidak perlu, biar dia saja yang melakukannya.

Di Toilet, Soo Ji begitu gugup namun  dia menyemangati dirinya bahwa semua nya berjalan dengan baik. Semuanya lebih mudah dari pada menurunkan berat badan. Dia hanya perlu mengikuti apa yang Dae Young ajarkan padanya. “Jangan gugup, Ajja… Ajja…” Soo Ji bahkan menampar wajahnya sendiri untuk memberikan semangat.

Soo Ji kembali ke ruang meeting dan menatap Sang Woo. Chapter 2: Pujilah dia untuk hal-hal kecil. Maka saat melihat strapless nya sudah di lepaskan dengan nada suara yang manis, Soo Ji memuji bahwa Sang Woo sangat kuat karena telah melepaskan strapless itu, Sang Woo bingung, dia berusaha menjelaskan bahwa Hong In Ah yang melakukannya, tapi belum sempat Hong In Ah sudah menyela duluan dan berkata dialah yang melakukannya dan tidak perlu kekuatan yang besar untuk menyingkirkan hal sekecil itu. Soo Ji tampak kecewa mendengarnya.

Sang Woo menyentuh hidungnya yang mungkin sedikit terasa gatal. Soo Ji langsung cepat tanggap dan memuji jika hidung Sang Woo sangat mancung, seperti aktor Hollywood. Hong In Ah kemudian menyela lagi dan berkata bahwa Soo Ji ternyata lebih licik dari kelihatannya. Tadi memuji kekuatan Sang Woo sekarang memuji hidungnya. 

Apakah Soo Ji tahu jika hidung seorang pria menggambarkan bagian tubuhnya yang lain. Ups, Hong In Ah bahkan merasa malu memikirkannya, Soo Ji dan Sang Woo yang sepertinya mengerti maksud Hong In Ah jadi merasa tak nyaman juga mendengarnya.

Keadaan menjadi sedikit tidak nyaman, namun Soo Ji tetap berusaha melakukan ajaran Dae Young. Dia mengambil lotion aroma mentimun dari dalam tasnya dan mengoleskan agak banyak pada tangannya. Dengan tangan yang gemetaran, Soo Ji berkata bahwa dia terlalu banyak mengoleskan lotionnya dan menawari Sang Woo untuk berbagi dengan suara yang bergetar dan gugup. Sang Woo malah kebingungan.

Lagi-lagi Hong In Ah menyela sambil memegang tangan Soo Ji, “Penulis, apakah kau merasa kurang sehat? Bahkan tanganmu terasa dingin” Soo Ji bingung dan menatap Sang Woo yang juga kebingungan. Hong In Ah mengoceh bahwa teman suaminya adalah seorang ahli saraf, apakah dia harus mengenalkan Soo Ji padanya?

Soo Ji menggeleng kecil dan berkata tidak, namun Sang Woo kemudian berkata, “Aku akan menjadwalkan pertemuan selanjutnya, jadi pergilah ke RS dengan nyaman, Penulis Park” Tawa Hong In Ah meledak lagi seperti biasanya, Sang Woo memanggil Soo Ji dengan sebutan penulis Park lagi? Sang Woo sepertinya benar-benar tidak tertarik pada Soo Ji yah? Mendengar hal Soo Ji merasa kesal dan kecewa dan juga malu. Namun dia hanya bisa menahannya, sementara Sang Woo lagi-lagi terlihat sedikit merasa bersalah, tapi tidak pernah berusaha memperbaiki kesalahannya untuk setidaknya mengingat nama Soo Ji.

Dae Young membeli beberapa minuman di minimarket dan saat membayar ke kasir penasaran mengapa Hye Rim mengambil foto setiap hari. Hye Rim menjelaskan dia adalah blogger produk kecantikan karena itulah dia mengambil foto untuk memberikan review pada setiap produk yang dipakainya. Ooo Dae Young mengerti karena dia pun seorang Blogger yang membahas tentang restoran dengan makanan enak.

Hye Rim tampak tertarik dan bertanya apa nama Blog Dae Young agar mereka bisa saling mengikuti. Dae Young menyebutkan nama Blognya,  “Shiksyareul Habshida” Hwaah Hye Rim semakin takjub, itu kan blog terkenal. Hye Rim kagum dengan ide memposting piring kosong dan membahas betapa enaknya makanan itu, apakah Dae Young adalah seorang yang jenius? Dae Young pun senyum bangga, meski terdengar malu-malu. Apakah Dae Young masuk ke dalam umpan Hye Rim?

Melihat Dae Young tampak di awing-awang karena pujiannya, Hye Rim kemudian meminta Dae Young membantunya memindahkan beberapa botol air. Dae Young membalas rengekan Hye Rim dengan menjentikan telunjuknya pada dahi Hye Rim dan berkata sayang sekali Dae Young tidak mau membantunya. Jika Hye Rim bekerja untuk mencari uang, Hye Rim harus melakukan dengan usahanya sendiri. Dae Young pun keluar dari minimarket dengan diikuti tatapan Hye Rim yang kecewa, namun juga penasaran pada Dae Young, mungkin ini pertama kalinya ada pria yang menolak rengekan manjanya.

Dae Young melihat Soo Ji saat akan memasuki Villa, tidak sengaja dia memanggil Soo Ji dengan sebutan “Baek Dweaji” Soo Ji langsung menyambut Dae Young dengan amarahnya bahkan kembali menarik kerah baju Dae Young. Langsung saja Dae Young minta maaf karena memanggil Soo Ji dengan sebutan Baek Dweaji, tapi  bukan itu yang membuat Soo Ji marah, dia marah karena semua ajaran Dae Young sama sekali tidak ada yang bekerja pada Sang Woo, dia tetap saja memanggil Soo Ji Penulis Park.

Mendengar hal itu, Dae Young merasa heran, bagaimana bisa begitu? Apakah Sang Woo itu menyukai pria? Tidak mungkin! Sang Woo pergi berkencan dengan wanita bulan lalu. Dae Young memikirkan alasan lain dan berkata dia harus menyelidiki tentang Sang Woo lebih dalam lagi, case per case. Soo Ji terlanjur kesal, bagaimana bisa Dae Young  mengatakan itu sekarang, Soo Ji sudah terlanjur malu karena kejadian hari ini, pokoknya Soo Ji tidak mau tahu Dae Young harus memberinya cara lain untuk mendekati Sang Woo sebelum Soo Ji merontokan semua gigi Dae Young. Wkwkwkw *Soo Ji kejam*

Dae Young setuju dan berkata dia akan berusaha lebih memahami Sang Woo, Soo Ji pun pergi dengan kesal dan masuk ke dalam Villa lebih dulu. Di belakangnya, Dae Young yang merasa kesal sejak tadi langsung memberikan gerakan ingin memukul Soo Ji dengan botol minumannya dari kejauhan.

Esok harinya di jam makan siang, Soo Ji, Sang Woo dan Hong In Ah keluar dari gedung pemerintahan untuk makan siang. Soo Ji melihat Dae Young di pintu gerbang dan menyapanya dengan lantang. Dengan nada sedikit gugup Soo Ji berkata bagaimana bisa kebetulan Dae Young ada disana? Dae Young menyapa Sang Woo dan Hong In Ah, lalu Soo Ji  mengajak Dae Young makan siang bersama mereka.

Hong In Ah berbisik pada Soo Ji, bukankah dia sales asuransi, sebelumnya Soo Ji menyuruh untuk menghindarinya. Soo Ji berkata itu salah paham, Dae Young tidak suka membicarakan tentang asuransi saat bertemu dengan kenalanya.  Dae Young pun membenarkan dengan senyumannya.

Dae Young mengajak mereka untuk makan siang di restoran dengan makanan enak yang dia tahu, mereka hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai kesana dengan menggunakan mobil. Sang Woo menolak dan berkata baginya tidak ada makanan yang terasa enak. Mungkin mereka bertiga bisa pergi saja dan membiarkan Sang Woo makan di restoran depan saja. Soo Ji memberi isyarat pada Dae Young untuk tidak masalah jika mereka makan di tempat itu. Dae Young pun setuju saja, walau terlihat agak kecewa.

Tiba di restoran, mereka mulai memilih menu. Hong In Ah mengusulkan untuk memesan Ddeokbokki saja, hahaha. Soo Ji langsung memasang wajah muram dan memberi isyarat pada Dae Young agar mereka jangan memesan makanan mengerikan bagi Soo Ji itu. Akhirnya Dae Young berkata bahwa dia tidak suka Ddeokbokki. Jadi apa yang harus mereka pesan? Terserah saja deh. Soo Ji pun mengajukan diri untuk memesan makanan.

Soo Ji pun memesan, daging goreng, jolmyun, kimbab, bibimbap dan sari buah apel.Tidak ada yang protes dengan pesanan Soo Ji, namun Dae Young heran melihat kelakuan Soo Ji yang sok sibuk sendiri membawakan minum untuk mereka semua sementara Hong In Ah meminta Sang Woo untuk berkencan dengan adiknya. Saat Soo Ji berniat untuk mengambil lap tangan, Dae Young menahannya dan meminta pelayan restoran membawakan lap tangan untuk mereka.

Dae Young lalu bertanya apakah mereka suka menonton film? Hong In Ah yang paling semangat. Dae Young mengeluarkan tiket film dan berkata mendapatkan nya dari perusahaan. Hong In Ah berkata dia sudah menonton film itu, jadi pass. Sang Woo tampak tertarik dan berkata dia mendengar film itu menyenangkan, apakah Dae Young sudah menontonnya? Dae Young berkata dia sudah menontonnya, dan  mengambil kesempatan itu dengan berkata Soo Ji sepertinya belum menontonnya juga, namun dengan bangganya Soo Ji berkata dia bahkan pergi ke Daejung untuk menonton versi 3D nya.

Soo Ji mengatakan pada Sang Woo bahwa film itu sangat menyenangkan dan menyarankan Sang Woo untuk melihatnya, sementara Dae Young menatap frustasi pada tingkah Soo Ji ini. Sang Woo takjub karena Soo Ji sudah menontonnya, pasti karena Soo Ji adalah penulis sehingga dia begitu Update. Soo Ji malu-malu mendengar pujian Sang Woo itu.

Pelayan restoran membawakan Soju untuk mereka. Hong In Ah berusaha membukannya namun merasa terlalu lemah untuk melakukan hal itu. Dia pun meminta bantuan Dae Young, namun Soo Ji mengambil botol Soju itu dan membukanya dengan sendok hingga tutup nya terpental. Sang Woon dan Hong In Ah langsung takjub melihatnya karena mereka tidak pernah melihat seorang wanita melakukan hal itu sebelumnya. Sangat kuat. Soo Ji merasa bangga dan malu-malu mendengar pujian Sang Woo, dan Dae Young semakin merasa frustasi dengan aksi Show off nya Soo Ji ini.

Selesai makan siang, Soo Ji bertanya pada Dae Young tentang pendapatnya tentang Sang Woo. Ketidaksukaan Sang Woo terhadapa makanan adalah masalah besar, namun ada masalah yang lebih besar. Soo Ji penasaran apa itu?

"Kau! Kau!" Dae Young menekan tengkuk Soo Ji dengan kesal hingga Soo Ji kesakitan di buatnya.

bersambung ke part 2

***

Season 2 ini, menurutku storyline nya lebih jelas dari yang pertama sih, jadi aku gak hanya fokus sama makan-makannya, apalagi sepertinya season baru ini banyak mengskip adegan makan mereka yah? Dan kalo Dae Young makan bareng Soo Ji itu, keliatan banget dia kurang menikmati makanannya karena Soo Ji selalu membantah dia sih, jadi Dae Young nya tidak sempat menunjukan kejeniusannya dalam menguraikan rasa makanan nih ;p Akh~~~ tapi aku suka sih liat scene Soo Ji dan Dae Young ini, mereka lucu sekali hahaha…

Untuk yang tidak menonton season 1 nya, pastinya banyak yang nyiperin Soo Ji dan Dae Young, tapi aku lebih pengen liat Sang Woo  jatuh cinta sama Soo Ji nih, habis sebel aja sama Sang Woo, masa udah kenal 3 bulan tapi gak inget juga nama Soo Ji, padahal Soo Ji nya udah suka pada pandangan pertama gitu sama Sang Woo ;p

Owh iya, akun Instagramnya Dae Young, Soo Ji dan Sang Woo beneran ada donk hahaha…
Dae Young: 9VSo
Soo Ji: white.susie
Sang Woo: lee_sangw00
Tapi sayanganya akun Soo Ji dan Dae Young di private, hanya akunnya Sang Woo aja yang bisa bebas di liat~~~
 
*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
1 Komentar untuk "Let's Eat 2 Episode 3 part 1"

Aku juga udah follow IG'nya mereka lho mba Irfa^^
Eh, tapi kok Sang Woo gak langsung follback aku yaa ? Ha :D

Salam Kenal
Putri^^

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top