Mengapa Soo Ji menjadi masalah terbesar dalam rencana Soo Ji menikahi Sang Woo? Dae Young tidak
habis pikir mengapa Soo Ji berkata dia sudah menonton film itu? lalu apakah Soo
Ji harus berbohong? Meskipun Soo Ji sudah menontonnya harusnya Soo Ji pura-pura
belum menonton jadi dia dan Sang Woo bisa pergi menonton bersama. Akh… Soo Ji
sama sekali tidak memikirkan hal itu.
Lalu apakah Soo Ji adalah pekerja
paruh waktu di restoran itu? Mengapa Soo Ji melakukan hal yang tidak mereka
minta? Soo Ji kan hanya berusaha menunjukkan sisi feminimnya. Feminim apaan?
Soo Ji hanya menunjukkan sisi seorang ibu. Dan Soo Ji harus tahu pria tidak
suka berkencan dengan ibu mereka, tapi dengan wanita. Sekali lagi, Soo Ji pun
tampaknya tidak mengerti tentang yang satu itu.
Dan yang paling menyebalkannya
adalah, untuk apa Soo Ji membuka botol Soju dengan sendok? Apakah dia ingin
pamer? Soo Ji berbangga diri, itu adalah hal yang tidak bisa dilakukan semua
wanita. Haaahh… itulah mengapa Soo Ji tidak bisa bertingkan seperti wanita
normal lainnya. Dae Young tidak segan menyebut Soo Ji bodoh karena saking
kesalnya. Tadinya Dae Young percaya saja karena Soo Ji bilang pernah berkencan,
tapi ternyata dia salah paham~~
Dae Young mengajak Soo Ji masuk
ke dalam mobil, karena dia akan mengatakan langkah selanjutnya. Soo Ji dan Dae
Young masuk bersamaan, dan Dae Young memulai case per case nya. Kasus pertama,
Soo Ji harus meminjam uang pada Sang Woo.
Belum apa-apa Soo Ji langsung protes mengapa
dia harus meminjam uang pada Sang Woo segala, bahkan jika dirinya tidak punya
uang banyak pun dia tidak akan meminjamnya dari Sang Woo. Dae Young mengabaikan
protes Soo Ji dan melanjutkan ceritanya. Soo Ji terpaksa harus meminjam uang 10
dolar dari Sang Woo karena dompetnya ketinggalan dan dia tidak punya uang untuk
naik bus. Soo Ji bisa pulang dengan jalan kaki kok. *Capek deh*
Anggaplah Soo Ji akhirnya
meminjam uang, bagaimana Soo Ji akan membayarnya? Tentu saja dia akan
membayarnya dengan bunga. Salah! Hmmm… apakah Soo Ji harus menyimpan diam-diam
dalam dompetnya? Dae Young berusaha mengarahkan Soo Ji agar dia tidak
membayarnya dengan uang. Soo Ji memberang apakah Dae Young sedang
mengajarkannya untuk mencuri, kenapa harus tidak di bayar? Halah… bukan
begitu.. Soo Ji bisa mentraktir Sang Woo untuk makan malam bersama sebagai
gantinya. Akh… benar-benar Soo Ji tidak pernah berpikir sejauh itu.
Kasus ke-2. Soo Ji pergi bertemu
ke minimarket untuk membeli sesuatu, kemudian dia bertemu dengan Sang Woo, apa
yang akan dia lakukan? Soo Ji langsung berteriak, dia harus segera kabur karena
Sang Woo akan melihatnya dalam keadaan yang buruk, pakaian training, kacamata
besar dan rambut berantakannya. Sigh… Dae Young meminta Soo Ji membayangkan dia
bertemu Sang Woo dalam keadaan rapi dan
pakaian yang bagus.
Baiklah Soo Ji mulai membayangkan
dirinya dengan pakaian yang cantik dan sebuah topi di kepalanya yang membuat
wajahnya menjadi kelihatan lebih kecil. Sang Woo melihat Soo Ji membawa barang
belanjaan yang cukup berat dan bertanya apakah itu sulit membawa barang-barang
itu sendirian? Apa yang akan Soo Ji katakan?
Dengan PD nya Soo Ji berkata,
“Sulit? Ini bukan masalah bagiku” sambil mengangkat jempolnya dan terawa
membahana, hahahaha... Dae Young kesal dan menekan
jempol Soo Ji hingga di meringis kesakitan, untuk apa Soo Ji menganggkat
jempolnya, memangnya dia Kim Goo Ra?
Saat seperti itu adalah waktu yang tepat
untuk Soo Ji meminta bantuan Sang Woo. Akh… Dae Young melanjutkan lagi. Soo Ji
meminta Sang Woo membawakan barangnya, lalu Sang Woo tak sengaja memagang
tangan Soo Ji saat akan mengambilnya. Sang Woo lalu bertanya, “Mengapa tanganmu
sangat dingin?” Apa yang akan Soo Ji katakan?
Bukannya menjawab, Soo Ji malah
terbuai dengan khayalannya karena membayangkan Sang Woo menyentuh tangannya.
Dae Young kesal dan menyuruh Soo Ji untuk menjawab pertanyaannya. Soo Ji
berpikir agak lama, lalu berkata, “Aku memiliki suhu tubuh yang rendah..” Zonk
lagi deh~~ Dae Young merasa Soo Ji tidak punya kesempatan untuk berkencan dengan
sikapnya yang seperti itu.
Soo Ji tampak kecewa dan
bertanya, lalu apakah Dae Young ingin menghentikan kontrak mereka? Lalu Dae
Young tidak berhasil menjadi Raja Asuransi? Tentu saja Dae Young tidak berpikir
seperti itu. Soo Ji langsung sumringah lagi. Dae Young sudah terlanjut
terlibat, jadi dia akan membantu Soo Ji secara pribadi. Mulai sekarang Soo Ji
jangan melakukan apa-apa saat bertemu Sang Woo kecuali jika Soo Ji pergi
bersama Dae Young (untuk bertemu Sang Woo) Dae Young pun mengingatkan agar Soo
Ji tidak mengajak Hong In Ah jika mereka pergi bersama, karena dia hanya
pengganggu. Soo Ji mengangguk dengan antusias tanda setuju dengan ide Dae
Young.
Taek Soo menelpon Dae Young dan
bertanya kapan Dae Young pulang, dia sudah menunggu di depan rumahnya. Dae
Young heran mengapa Taek Soo menunggunya, bukannya bagus ada orang yang
menunggunya? Taek Soo saja senang jika hantu menunggunya. Tapi tidak dengan Dae
Young, dia akan pulang terlambat malam ini. Taek Soo tidak peduli, di meminta
Dae Young memberi tahu kode rumahnya, Dae Young menolak, mengapa dia harus
memberikannya? Nanti Taek Soo menginap setiap malam di rumahnya. Dae Young
meminta Taek Soo pergi saja dan menutup teleponnya.
Dae Young merasa kesal, dia
bahkan tidak bisa pulang semaunya karena Taek Soo. Dia menatap Soo Ji yang
masih kegirangan dengan rencana baru mereka. Dae Young meminta Soo Ji
menemaninya menonton film. Tidak bisa, Soo Ji harus berolahraga karena hari ini
dia memakan daging dan sari apel, itu pasti melebihi asupan kalorinya. Dae
Young lelah mendengar acara diet Soo Ji, dia memohon pada Soo Ji, jika tidak
dia hanya akan berakhir dengan minum lagi.
Baiklah, Soo Ji setuju menemani
Dae Young menonton film sebagai tanda terima kasihnya untuk hari ini. Soo Ji
bertanya film apa yang akan mereka tonton? Secara bersamaan mereka berkata, “Film Aksi” Akh selera mereka
ternyata sama. Soo Ji pun meminta Dae Young segera menyalakan mesin mobilnya^^
Walaupun Dae Young menyuruhnya
pulang, Taek Soo tidak menyerah. Dia mencoba menebak-nebak kode kamar Dae
Young. Menganggap Dae Young orang yang berpikiran sederhana dia mencoba kode
1111. Gagal. Ternyata Dae Young lebih pintar dari yang dia duga. Mengingat nama
Go Dae Young dia teringat angka 9 (Go) dan 0 (Young), Taek Soo pun mencoba kode
9090, namun gagal lagi. Akh… Go Dae Young sudah berubah rupanya.
Tentu saja itu pun tidak membuat
Taek Soo menyerah begitu saja. Pria itu pergi ke kantor Realestate untuk
meminjam kunci cadangan dari Ahjuma Kim. Menyadari dia adalah yang menginap di
kamar Dae Young tempo hari Ahjuma Kim menyambutnya dengan ramah bahkan
menawarkan minuman padanya. Ahjuma Kim mendengar Taek Soo sedang mencari kamar
sewa? Dengan semangat Ahjuma Kim menawarkan lantai 3 di Villa nya yang kosong,
walaupun Villa nya bangunan tua, tapi sangat kuat dan juga ada Dae Young yang
dikenal Taek Soo di lantai dua, bukan kah itu hal yang bagus?
Taek Soo malah berkata itu adalah
hal yang paling buruk. Ahjuma Kim kaget, ternyata Taek Soo dari tadi malah
fokus menonton berita dan berkata dia mengatakan hal itu pada berita tentang
penangkapan seorang penjahat. Taek Soo berkata jika dirinya dulu seorang
detektif. Ahjuma Kim langsung ketakutan apalagi saat Taek Soo bertanya apakah
dia bisa melihat kamar di lantai 3 sekarang? Ahjuma Kim langsung bertanya kapan
kontrak rumah lama Taek Soo berakhir. Bulan depan. Dengan cepat Ahjuma Kim
berkata itu tidak sesuai dengan waktu penyelesaian renovasi kamar di Villa nya.
Masih terlihat ketakutan dan
panik, Ahjuma Kim menatap ponselnya lalu berkata sudah waktunya dia menjemput
putranya dan mengusir Taek Soo secara tidak langsung.
Kembali ke Villa Sejong, Taek Soo
masih penasaran untuk menunggu Dae Young datang, saat sedang menunggu dia
mendengar bunyi besi berderit dari lantai atas. Insting detektifnya membuat Taek
Soo mencari sumber bunyi itu dan dia terhalang oleh pintu trails menuju atap
Villa.
Nenek Lee datang dengan membawa pisau membuat Taek Soo ketakutan, dia
bertanya mengapa orang sembarang seperti Taek Soo datang ke Villa orang? Taek
Soo mengatakan dia kenalan Dae Young, tapi karena Dae Young belum datang dia
menunggu disini, dia memberi salam pada Nenek Lee dan berkata Dae Young sering
bercerita tentangnya.
Taek Soo bertanya mengapa Nenek
Lee membawa pisau? Akh.. dia berencana mengambil kimchi di atap. Kemudian
mereka mendengar suara barang jatuh dari atas atap. Nenek Lee langsung panik,
Taek Soo sepertinya menjadi sangat penasaran, namun Nenek Lee mengajaknya untuk
ikut dengan dia saja. Nenek Lee butuh bantuan Taek Soo.
Karena pakaiannya yang sangat
kotor, di rumah Nenek Lee Taek Soo malah berakhir dengan membuka semua
pakaiannya untuk di cucikan Nenek Lee yang mengeluhkan betapa banyaknya kotoran
di pakaian itu, bahkan Taek Soo bukan seorang kakek, mengapa dia tidak mencuci
pakaiannya. Taek Soo mengeluhkan dia memang seorang pria lajang tua yang hidup
sendiri. Saat dia tinggal bersama anak pertamanya di Seoul, pakaiannya seperti
Artis, tapi sekarang dia tinggal sendirian. Taek Soo tampak nelangsa dan
bertanya apakah dia harus menginap untuk menunggu pakaiannya kering?
Waktunya para PNS pulang kerja,
Hong In Ah bertanya apakah Sang Woo tidak pulang? Dia harus membereskan
beberapa hal, Akh… pasti karena agar Sang Woo bisa bebas di akhir pekan yah?
Hong In Ah menggosipkan rekan kerjanya yang terlibat Affair dengan pegawai baru, Sang Woo kaget bukankan dia
sudah menikah? Itulah… mereka berselingkuh, berani sekali. Tapi yang lebih
buruk dari itu adalah orang yang menyebarkannya. Sang Woo jadi bingung, bukan
kah Hong In Ah juga sedang menyebarkan rumor itu? Akh bukan seperti itu…
Sepertinya Hong In Ah tidak ingin memperpanjang ceritanya dan diapun pamit
pulang.
Sang Woo pun pulang ke
apartemennya, saat dia masuk ke dalam lift, ada 3 orang yang ikut masuk. Mereka
mengobrol dan tertawa bersama. Sang Woo memperhatikan orang-orang yang akan
pergi ke lantai 3 itu dengan tatapan iri. Apalagi saat dia tiba di lantai
tujuannya dan telah disambut oleh orang yang akan mereka kunjungi. Sang Woo
tampaknya merasa sangat iri melihatnya, apalagi saat tiba di apartemen dia
hanya disambut oleh mesin pembersih debu. Merasa begitu kesepian, Sang Woo pun
keluar lagi dari apartemennya untuk pergi ke suatu tempat.
Dae Young mengetuk pintu kamar
Soo Ji dan menemukan Soo Ji yang penuh keringat sehabis berolah raga. Ooo
baunya… Dae Young meminta Soo Ji segera bersiap-siap untuk pergi makan malam
dengan Sang Woo. Woohooo… apakah Dae Young membuat janji dengannya? Soo Ji
langsung bersemangat. Tidak, dia akan menjadikannya seperti kebetulan bertemu
dan mengajaknya makan. Soo Ji bingung, bagaimana caranya, apakah Dae Young tahu
dimana Sang Woo berada?
Instagramnya. Oh ya, Soo Ji
melihat Sang Woo memposting gambar baru, sepertinya dia sedang berada di sebuah
café. Dari gelas kopinya Dae Young tahu dimana Sang Woo berada, Soo Ji semkin
bersemangat dan berkata akan bersiap-siap. Tapi… Soo Ji hanya satu kali makan
dalam sehari, bisakah dia hanya berpura-pura makan malam saja? Tentu saja itu
tidak masalah.
Soo Ji dan Dae Young pergi ke
café yang dimaksud, dan benar saja Sang Woo ada disana. Soo Ji langsung
kegirangan dan mengajak Dae Young menemuinya. Sang Woo sedang asyik
mendengarkan music saat keduanya mendekat. Dae Young berusaha menyapa Sang Woo
yang mengenali Soo Ji, namun memanggilnya sebagai penulis Park. Dae Young
berdehem dan bertanya apakah Sang Woo sendirian? Dae Young berkata dia dan Soo
Ji datang untuk mencari makan malam apakah Sang Woo ingin ikut bersama mereka?
Sang Woo berkata dia hanya minum
kopi disini dan berencana untuk makan cake dan roti di tempat itu sebagai makan
malam. Soo Ji langsung memberi isyarat pada Dae Young untuk meyakinkan Sang
Woo. Dengan lihainya Dae Young berkata, apakah itu cukup untuk makan malam?
Bukan kah membosankan menghabisakan waktu sendiri setelah bekerja? Mereka bisa
minum Soju bersama saat makan malam. Sang Woo tampak tertarik, haruskan dia
ikut bersama mereka. Tentu saja! Dae Young langsung mengambil tas dan mantel
Sang Woo, sementara Soo Ji membimbing Sang Woo untuk ikut bersama mereka.
Menu makan malam kali ini adalah
ikan laut mentah. Dae Young menjelaskan, saat musim semi ikan laut adalah yang
terbaik jika mereka memakannya dengan tulangnya rasanya akan benar-benar
membunuh. Soo Ji hanya senyum-senyum saja, menjaga image di depan Sang Woo yang
tampak tertarik dengan penjelasan Dae Young.
Namun saat Dae Young akan
menuangkan saus lada merah pada ikan hidangan ikan mentahnya, Soo Ji langsung
protes. Saus lada merah hanya untuk orang
yang tidak bisa makan ikan mentah. Untuk menikmati ikan mentah hanya tinggal
mencampurkannya dengan wassabi dan kecap. Dae Young membantah, itu memang enak
untuk ikan berwarna, tapi untuk ikan yang dagingnya putih rasa ikannya harus
dibangkitkan dengan menambahkan saus lada merah dan cuka.
Belum sempat Dae Young selesai
menjelaskan, Soo Ji sudah menyela lagi, apa maksud Dae Young? Saus lada merah
akan mengalahkan rasa ikannya, lagi pula apakah Dae Young tahu berapa banyak
kalori yang terkandung dalam saus lada merah? Apa gunanya mereka makan ikan
mentah kalau begitu? Dae Young ingin mencoba menjelaskan teorinya namun melihat
ekspresi wajah Soo Ji dia berhenti, dan setuju saja pada pendapat Soo Ji.
Sejak tadi Sang Woo hanya
mengamati perdebatan mereka, namun dia lebih tertarik saat menerima telepon.
Sang Woo pun pergi untuk menjawab panggilan yang masuk ke ponselnya. Dae Young
sedikit kesal dan makan ikan mentah dengan wasabi dan kecap. Melihat hal itu
Soo Ji mengejeknya, setelah merasakannya Dae Young pasti setuju dengan nya kan?
Bahkan dia tidak mengatakan apa-apa. Dae Young membantah bukan seperti itu, dia
hanya tidak ingin membuat Soo Ji marah lagi jika mereka berdebat lagi. Di dunia
ini, pria mana yang menyukai wanita yang cepat marah? Aiyoo… Dae Young tak
habis pikir dengan sikap Soo Ji.
Sang Woo kembali setelah menjawab
telepon, dan terlihat sangat sumringah. Dae Young bertanya apakah itu dari
kekasihnya? Sang Woo berkata dia tidak memiliki kekasih, Soo Ji langsung senang
mendengarnya. Dae Young merasa heran mengapa orang sempurna seperti Sang Woo
tidak memiliki kekasih? Memangnya bagaimana tipe wanita kesukaan Sang Woo,
mungkin Dae Young bisa mengatur kencan buta untuk Sang Woo.
Hmmm… Sang Woo menyukai wanita
yang sehat. Soo Ji langsung bersemangat. Lalu dia juga suka wanita yang bersih…
dan akh… Sang Woo menyukai wanita yang Chubby. Soo Ji langsung kegirangan,
begitu juga dengan Dae Young, sepertinya Soo Ji bisa memenuhi kriteria wanita
kesukaan Sang Woo. Soo Ji senyum-senyum setelah mendengar tipe idealnya Sang
Woo, dia pun langsung makan dan lupa bahwa dia berniat untuk pura-pura makan
malam.
Saking Soo Ji sangat menikmati
makanannya, dia bahkan tidak peduli dengan sekitarnya. Bahkan tidak sadar jika
Dae Young menatapnya heran karena Soo Ji makan begitu lahap. Tidak hanya
hidangan ikan mentah yang dia makan dengan lahap, tapi dia juga menghabiskan
semangkuk nasi campur nya.
Kemudian Dae Young fokus lagi pada makanannya
dan mengabaikan Soo Ji, dia tidak ingin kalah dengan Soo Ji dalam hal menikmati
makanannya dan dia tetap mencampur ikan mentah dengan saus lada merahnya.Sementara Sang Woo yang
vegetarian makan bubur jagung dan sup sayurannya dengan nikmat, Soo Ji melihat
Sang Woo yang merasakan kepanasan saat menikmati makanannya dan dia merasa Sang
Woo sangat mempesona sehingga membuatnya tersenyum malu-malu sebelum dia
kembali menikmati makanannya
Saat Soo Ji masih sibuk makan, Dae
Young bertanya pada Sang Woo, Jika Sang Woo menyukai wanita yang sehat, bersih
dan Chubby, jika diibaratkan dengan selebritis wanita yang seperti siapa yang
sebenarnya Sang Woo sukai? Dae Young harus tahu dengan pasti agar mudah
mengenalkan Sang Woo pada wanita-wanita itu.
Selebritis? Hmmm Girl Days Min
Ah.
\
Jawaban Sang Woo langsung membuat
Soo Ji tersedak higga batuk-batuk kecil saking kagetnya. Soo Ji minta ijin ke
Toilet.
Soo Ji masih batuk-batuk saat tiba di toilet, namun dia mencoba
menenangkan dirinya. Mendengar nama Min Ah dari mulut Sang Woo benar-benar
membuatnya Syok. Soo Ji langsung mencari foto Min Ah di Internet dan kesal
melihatnya. Seperti yang dia duga, Min Ah
sama sekali tidak Chubby seperti yang dikatakan Sang Woo. Apakah mata para pria
itu bermasalah? Jika wanita sekurus Min Ah disebut Chubby, lalu bagaimana
dengan dirinya? Saking kesalnya Soo Ji melayangkan tinju nya ke arah cermin
seperti sedang berolah raga saja dan mulai bicara sendirian meluapkan
kekesalannya.
Dae Young memuji selera Fashion
Sang Woo yang sangat pas dengan tubuhnya. Sepertinya Sang Woo banyak melakukan
olah raga untuk menjaga bentuk tubuhnya. Wah… bagaimana Dae Young tahu? Dia
mengatakan hanya menebak saja, padahal sebenarnya dia menyelidiki hobi Sang Woo
itu dari akun instagramnya. Bersepeda, bermain bola, Sang Woo melakukan semua
berbagai kegiatan olah raga.
Sebenernya Sang Woo tidak hobi
juga sih, tapi karena dia tidak ada kerjaan dan harus menurunkan berat
badannya, dia melakukan hal itu. Begitukah? Dae Young juga suka berolahraga
dengan melakukan ini dan itu, tapi… Soo Ji yang paling senang berolahraga. Sang Woo bingung, “Soo Ji? Siapa
itu?” Halah…
Dae Young menjelaskan Soo Ji itu penulis yang makan bersama
mereka, Penulis Baek Soo Ji, akhh… Tanpa sengaja Dae Young menyebut Soo Ji
dengn Baek Dweaji saat menjelaskan bahwa Soo Ji suka sekali melakukan segala
hal yang berhubungan dengan olah raga, mungkin sekali-kali Sang Woo bisa
berolahraga bersamanya. Sang Woo malah tertawa, dan Dae Young jadi bingung,
apanya yang lucu.
“Baek Dweaji?” Waduh, Dae Young
salah bicara deh, Apakah tadi dia menyebut Soo Ji seperti itu?
Dae Young hanya
kebiasaan, itu adalah panggilan Soo Ji di masalalu. Sang Woo yang tadinya masih
tertawa-tawa kecil langsung berhenti saat melihat Soo Ji datang. Dae Young
melihat Soo Ji yang menatap penuh amarah padanya.
Melihat tensi antara Dae Young
dan Soo Ji, Sang Woo pun pamit pergi karena itu sudah jam 10. Dia mengajak Dae
Young untuk minum bersama lagi lalu kali, dan Baek Dwe.. Sang Woo menahan
senyumnya dan mengganti panggilannya, “Penulis Baek, Pulanglah ke rumah dengan
hati-hati” Soo Ji bingung karena dia sedang kesal pada Dae Young, namun harus
menerima salam pamitnya Sang Woo.
Setelah Sang Woo pergi, Dae Young
hanya bisa pasrah menerima omelan Soo Ji. Dia minta maaf karena memanggilnya
begitu lagi, itu jadi semacam kebiasaan. Tapi ternyata Soo Ji sama sekali tidak
marah… Soo Ji malah terpaku takjub sambil duduk disamping Dae Young, lalu
bergunam, “Penulis Baek… bukan Penulis Park… dia memanggilku penulis Baek!” Soo
Ji kegirangan bukan main.
Soo Ji benar-benar terlihat bahagia dan
berterimakasih pada Dae Young sambil memegang dan menjawil pipinya. Dae Young
sudah mengatakan hal yang benar. Soo Ji bahkan tidak peduli kenyataan jika Sang
Woo tahu panggilan masa lalunya adalah Baek Dweaji.
“Huaaaah Daebak! Sekarang dia
tahu namaku” Soo Ji bahkan minum Soju lagi untuk merayakan kebahagiannya itu.
Sementara Dae Young masih merasa heran dengan mood Soo Ji yang begitu mudah
berubah, padahal tadinya dia sudah siap menerima amarah Soo Ji.
Dae Young menemani Soo Ji
berolahraga di taman. Sambil melakukan sit up nya, Soo Ji bertanya pada Dae
Young, jika dia terus seperti itu, mungkin tahun ini dia bisa menikahkan? Dae
Young menyangsikan hal itu. Seperti Soo Ji telah banyak makan ikan mentah,
namun dia masih belum merasa cukup, begitu juga dengan pengalaman kencannya. Jika Soo Ji berpengalaman dalam
berkencan, lalu Dae Young apa? Profesor dalam berkencan? Lalu mengapa sang
Profesor sama sekali tidak punya kekasih? Dae Young berkata saat ini dia sedang
tidak punya keinginan untuk berkencan.
Soo Ji kaget dan berhenti melakukan
gerakan sit up nya lalu bertanya, Kenapa? Apakah Dae Young pernah disakiti oleh
wanita? Dae Young hanya menatap Soo Ji sekilas dan tidak menjawab. Soo Ji malah jadi lebih khawatir,
dan bertanya, apakah mungkin Dae Young meminjamkan uang pada mantan pacarnya?
Berapa? Tidak apa-apa jika tidak lebih dari 500 dolar, Soo Ji juga meminjamkan
uang 150 dolar pada mantannya dan belum dikembalikan, jadi Dae Young bukan
satu-satunya yang seperti itu. Dae Young membantah, “Aku belum pernah
meminjamkan uang sebelumnya”
Lalu… apakah wanita itu
bersembunyi dari Dae Young? Ohh… itu pasti sangat menyakiti perasaan Dae Young,
Soo Ji juga tahu perasaan itu. Tidak. “Hal seperti itu tidak pernah terjadi
padaku” Sekali lagi Dae Young membantah. “Akh… lalu apakah dia berselingkuh?
Pasti itu membuat kepalamu sangat pusing”
Aiyooo… Dae Young berpikr Soo Ji
berpengalaman dalam berkencan, tapi sepertinya hanya pengalaman buruk yang di
dapat Soo Ji. Itu tidak lebih baik dari hidup sendiri. Bahkan jika Soo Ji
bertemu dengan pria, mengapa dia bisa bertemu dengan pria seperti itu? Soo Ji
mengeluh, Sepertinya dulu dia terlalu cantik, dia masih harus menurunkan berat
badannya 5 kg lagi.
Dae Young merasa kesal dan
berkata jika tidak semua pria mengencani para wanita karena penampilan mereka,
itu hanya obat untuk mereka saja. Soo Ji jadi bingung, dia yang mengalaminya
mengapa Dae Young yang kesal. Apakah Soo Ji tidak marah jika mendengar temannya
di selingkuhi?
Sudahlah… yang penting sekarang
jika dia berkencan dengan Sang Woo dia tidak akan mengalami hal buruk seperti
di masa lalu lagi. Sang Woo sudah kaya, dia tidak akan meminjam uang padanya.
Soo Ji juga tahu tempat tinggalnya, jadi tidak akan sulit untuk mencarinya jika
dia bersembunyi, dan semisal dia berselingkuh, dia akan menguploadnya di
website pemerintahan. Soo Ji langsung
merasa bangga dengan pemikirannya.
Dae Young merasa heran mengapa
Soo Ji malah memikirkan semua itu sekarang. Seharusnya dia berharap semua itu
tidak akan terjadi, dia jadi penasaran kencan seperti apa yang Soo Ji lakukan
di masa lalu? Soo Ji tidak peduli dengan pendapat Dae Young dan melanjutkan
kembali sit up nya. Lalu berkata, “Sekarang Aku sempurna” dengan penuh percaya
diri. Dae Young tak menanggapi lagi dan memilih menatap langit, membiarkan Soo Ji meneruskan kegiatan sit up nya.
***
Ahjuma Kim dan Nenek Lee memasang
gembok di pintu trails menuju atap. Nenek Lee berkata Dae Young terus bertanya
tentang atap Villa mereka, tapi dia bukan orang yang pikun sehingga tidak
mengatakan apapun pada Dae Young. Ahjuma Kim juga mengatakan jika orang yang
selalu datang ke mengunjungi Dae Young
adalah seorang detektif, mereka berdua harus lebih hati-hati mulai sekarang
agar tidak ketahuan oleh Dae Young dan Soo Ji.
***
Apa yang sebenarnya di
sembunyikan Ahjuma Kim dan Nenek Lee di atap? Sepertinya memang ada yang
tinggal di Atap yah? Tapi mengapa mereka berdua harus menyembunyikannya dari
Dae Young dan Soo Ji? Apakah orang itu adalah seorang kriminal? Karena
sepertinya Ahjuma Kim langsung ketakutan saat mengetahui Taek Soo dulunya
seorang detektif.
Ya ampun Neng Soo Ji ini,
keterlaluan polosnya atau malah mendekati Naif yah? Hahaha… aku ngakak deh liat
Dae Young ngajarin Soo Ji trik-trik berkencan, tapi Soo Ji nya ya gitu deh… gak
ngerti situasi… paling parah pas yang Dae Young udah memandu biar Soo Ji dan
Sang Woo bisa nonton bareng, dia malah
dengan PD nya bilang udah nonton, itu wajahnya Dae Young langsung hopeless
gitu, parah… parah…
Tapi bahagia untuk Soo Ji itu
sederhana yah? Segitu girangnya dia pas Sang Woo manggil dia dengan sebutan
Penulis Baek, bahagia banget kek nya karena Sang Woo akhirnya bisa inget
namanya >.< Dae Young aja sampe bingung ;p
Masih penasaran nih kenapa Dae
Young putus sama Soo Kyung, katanya bukan karena alasan-alasan yang disebutakn
Soo Ji, apa mungkin ada salah paham diantara mereka? Atau memang karena merasa
sudah tidak cocok aja yah? Tapi keknya Dae Young cukup sedih membicarakan masalah
percintaannya ke Soo Ji.
*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
Entah kenapa ngerasa love line nya makin di perbanyak.. pdhl lebih suka ngedenger review mereka ttng makanan, seperti kritikus handal.. hahaha~ siapa tau aja dapat rezeki buat ngunjungin negara mereka.. hehehe~
BalasHapusBlm sempat nge watch ep 3, pdhl udah di dl..
Thanks anyways unni for the recap ^^ ;)
geeeeeeeeeeeeeeee >.<
Hapusjarang liat ge komen nih, sekalinya komen nggak nyangka ge komen ginian hahaha
iya, jadi jarang komenin makanan ya? kurang dana? kekenyangan??? wkwkwkwk
apalah itu, ngarepnya tetep ada review tentang makanan lah di setiap episode, namanya juga lets eat :P
karena emang suka kok sama loveline berselubung frenemiesnya hehe
btw, upload episodenya agak lama ga sih mbak?
Sbnrnya alasan putusnya dae young sm yg di lets eat 1 knp ya >,<
BalasHapusolala kayaknya penulis baek soo ji gak pernah nulis cerita cinta jadi gak tau trik kencan, wkwkwk ><
BalasHapusThank You irfa eunni