Let's Eat 2 Episode 1 part 2

Sebenarnya untuk apa Soo Ji datang ke gedung pemerintahan? Ternyata Soo Ji bekerja sama dengan departemen Pariwisata untuk membuat tulisan tentang Kuliner Korea. Ketua Project itu adalah Lee Sang Woo  Sektertaris Departemen Pariswisata dan seorang PNS bernama Hong In Ah. Tampak jelas Soo Ji sangat mengagumi Sang Woo yang tampak serius dengan hasil tulisan Soo Ji.  Sang Woo berkata jika mereka harus melakukan pertemuan selanjutnya dan mengatur jadwalnya.



Soo Ji pun membuka Organizer nya untuk mencatat kapan mereka bertemu lagi. Hong In Ah tampak tertarik pada tanda merah hari ini di jadwal Soo Ji, apakah Soo Ji ulang tahun?  Tidak, hari ini adalah hari pembayaran gaji nya untuk membuat sebuah tulisan untuk perusahaan lokal. Akh… sepertinya itu sangat menyenangkan, sebagai pekerja bebas, Soo Ji bisa mendapatkan uang kapan saja. Dan juga hanya melakukan pekerjaan yang ingin dikerjakannya. Menjadi PNS tampak bagus di luar, padahal aslinya benar-benar sulit. Hong In Ah meminta persetujuan Sang Woo, tapi hanya mendapat sikap dingin Sang Woo yang fokus pada dokumen di depannya.

Hong In Ah memiliki rasa penasaran luar biasa, dia bertanya mengapa jadwal Soo Ji di hari lain kosong? Soo Ji langsung menutup Organizernya dan berkata  kebetulan dia bebas bulan ini, jadi mereka bisa bertemu kembali kapan saja. Hong In Ah kembali merasa iri pada Soo Ji karena memiliki banyak waktu bebas, sementara dia sangat sibuk dengan pekerjaannya di siang hari dan bertemu dengan teman-teman di malam hari, belum lagi harus kencan dengan suaminya. Apakah Soo Ji benar-benar tidak punya janji? Soo Ji hanya tersenyum sambil menahan kesal karena sikap penasaran Hong In Ah.

Sang Woo yang sejak tadi diam saja kemudian berkata, “Kalau begitu, kita bertemu hari Senin saja, Penulis Park” Soo Ji langsung terlihat kecewa sementara tawa Hong In Ah meledak. Mereka sudah bekerja sama beberapa kali, tapi Sang Woo tidak bisa mengingat nama Soo Ji? Bukan Penulis Park, seharusnya penulis Baek.

Sang Woo jadi merasa bersalah dan menatap Soo Ji dan meminta maaf.  Soo Ji tampaknya lebih kesal pada Hong In Ah dan dengan canggung berkata dia tidak apa-apa kemudian pamit pergi.

Setelah Soo Ji pergi, Hong In Ah masih sibuk tertawa dan berkata, Sang Woo itu sulit sekali mengingat nama orang saat dia tidak tertarik pada mereka. Sang Woo tidak menanggapi dan bertanya tentang sesuatu pada Hong In Ah, namun dia malah memanggilnya dengan sebutan Profesor Choi. Ekspresi wajah Hong In Ah langsung berubah 180 derajat. Dia menengaskan namanya adalah Hong. In. Ah. Akh.. Sang Woo minta maaf. Hong In Ah tampak sangat kecewa, ternyata Sang Woo juga tidak mengingat namanya ;p

Soo Ji sangat kesal, karena tidak mendapatkan bayaran seperti yang seharusnya di janjikan. Dia malah mendapat  sekotak rumput laut sebagai bayaran untuk tulisannya. Soo Ji sangat kecewa, sebelumnya dia mendapat bayaran dengan sekotak strobery sekarang rumput laut? Bulan ini Soo Ji memiliki hutang… bagaimana lagi, perusahaan mereka juga memiliki hutang jadi mereka hanya bisa membayar Soo Ji dengan sekotak rumput laut itu,  jika ada waktu mungkin Soo Ji bisa membantu mereka menjual rumput lautnya. Soo Ji merasa ini sangat tidak masuk akal, seharusnya mereka tidak melakukan hal ini padanya.

Akhirnya Soo Ji menggunakan rumput laut itu untuk makan siangnya. Dia memakannya dengan nasi, sambil menangis, setidaknya, mereka memberikan rumput laut yang rasanya enak. Soo Ji merasa sedih dengan kehidupannya. Mendapatkan uang dengan profesinya sebagai penulis Freelance bukanlah hal yang mudah, bahkan TV yang dia miliki masih TV jadul meskipun dia pernah mendapatkan penghargaan dari kompetisi menulis.

Para PNS selesai bekerja, termasuk juga Sang Woo dan Hong In Ah. Sang Woo langsung menuju tempat parkir dan melajukan mobilnya menuju tempat tinggalnya. Di perjalanan dia mendengarkan acara komedi di radio, tapi Sang Woo sama sekali tidak tertawa. Tiba di Apartemen mewahnya, Sang Woo menyapa mesin pembersih debunya dan menyalakan TV flatnya, namun dia sama sekali tidak menontonnya. Sang Woo malah pergi ke ruang ganti dan setelah mengganti kostum dengan pakaian santainya, dia mendengarkan dialog di salah satu acara TV nya.

“Aku benar-benar tidak ingin pulang ke rumah karena terlalu tenang” begitulah dialognya. Sang Woo menatap dirinya di cermin dan berkata dia juga merasakan hal yang sama. Sang Woo kemudian mengambil sepedanya dan pergi keluar gedung apartemen untuk bersepeda.

Ahjuma Kim mengeluh karena Nenek Lee selalu memberi makan New Bara-ssi, itulah mengapa Anjing itu terus kembali. Mana mungkin begitu, dia memberinya makan karena Anjing itu selalu datang, Nenek Lee tidak tega melihat Anjing itu kelaparan. Dae Young datang dan menyapa keduanya, dia pikir Anjing itu milik Nenek Lee. Dia hanya Anjing liar, katanya sebelumnya dia adalah peliharaan seorang yang single dan setelah menikah mereka membuangnya.

Nenek Lee merasa kesal karena Anjing itu di buang seperti barang saja. Dae Young juga tampak setuju dengan pendapat Nenek Lee. Ahjuma Kim lalu berkata, jika Nenek ingin memberinya makan setidaknya membersihkan sisanya kotorannya, Nona penulis juga selalu melakukan hal itu. Akh… ternyata Soo Ji juga sering mengurus Anjing itu yah? Ngomong-ngomong tentang Soo Ji, Dae Young jadi ingin bertanya pada Ahjuma Kim dan Nenek Lee, apakah mereka tahu apa yang dilakukan Soo Ji di gedung pemerintahan? Sayangnya mereka berdua tidak tahu, malah Ahjuma Kim baru mendengar hal itu.

Dae Young merasa kecewa, sebagai tetangga bagaimana mereka bisa tidak tahu tentang hal itu. Dae Young pun mengundang mereka berdua untuk makan malam bersama sebagai pesta penyambutannya juga agar bisa saling mengenal lebih jauh. Tentu saja mereka juga harus mengajak Soo Ji.

Seperti biasanya, Soo Ji menyambut Dae Young dengan dingin, dia sama sekali tidak tertarik saat Dae Young mengajaknya makan malam bersama. Namun saat Dae Young berkata dia akan mentraktir sebagai pesta penyambutan kedatangannya, Soo Ji kembali membuka pintu dan bertanya, bolehkan dia yang memilih restorannya? Dae Young menyetujuinya dengan ragu, sementara Soo Ji tersenyum lebar, terlihat sangat bahagia.

Soo Ji membawa mereka semua ke sebuah restoran Cina yang cukup mewah. Sepertinya harga makanan disana mahal, Dae Young tidak mempermasalahkannya karena itu adalah pilihan Soo Ji. Semua orang duduk, Ahjuma Kim datang bersama anaknya Joo Won yang kecanduan gadget dan selalu menyingkat kata-kata. Nenek Lee tidak terlalu suka melihat kelakuan Joo Won yang begitu fokus pada ponselnya.

Karena mereka datang untuk saling mengenal lebih jauh, Dae Young mengatakan jika dia adalah penjual asuransi, dia tidak ingin ada anggapan bahwa dia bersikap baik pada mereka karena pekerjaannya, karena itulah awalnya dia tidak mengatakannya dengan jelas. Dae Young sama sekali tidak ada niat untuk itu. Soo Ji menggurutu di belakang, sekali dia mencari uang dengan mulutnya dia akan melakukannya selamannya. Semua orang bertanya apa yang Soo Ji katakan? Dia berkata bukan apa-apa dan tersenyum.

Dae Young sudah tahu pekerjaan Ahjuma Kim dan Nenek Lee,tinggal Soo Ji saja, Dae Young penasaran apa yang sebenarnya di lakukan si penulis itu? Soo Ji memilih menghindar dan memanggil pelayan, dia sudah siap untuk memesan.

Soo Ji memesan banyak makanan enak dengan harga mahal, lobster,  buldojang, Kungpao Sapi, Dongpyo babi, Japchae, sirip ikan hiu dan masih banyak makanan yang lainnya. Dae Young langsung terlihat tidak senang mendengarnya. Ahjuma Kim bertanya pada Soo Ji, bukankah itu terlalu banyak, apakah Soo Ji yakin bisa memakan semuanya? Tentu saja, lalu dia tertawa disertai tawa meringis Dae Young yang ketar ketir memikirkan berapa banyak uang yang harus dia keluarkan untuk membayar makanan-makanan itu.

Setelah semua makananan yang Soo Ji pesan di masak dengan cara yang khasa dari masakan Cina, makanan itu pun tersaji di meja mereka. Semuanya tampak lezat slurp :p Ahjuma Kim dan Nenek Lee mulai makan setelah Dae Young mempersilahkannya. Soo Ji tampak gembira melihat makanan-makanan lezat itu, namun dia hanya menonton saja sementara waktu dan menahan keinginannya untuk melahap makanan itu. Nenek Lee bertanya mengapa Soo Ji tidak makan? Soo Ji berkata dia akan makan pelan-pelan dan mempersilahkan mereka semua menikmati makanannya.

Ahjuma Kim kemudian bertanya, dia mendengar Soo Ji bekerja di gedung pemerintahan, apa yang dia lakukan disana? Soo Ji bingung darimana mereka tahu hal itu? Dae Young yang bilang. Soo Ji merasa tidak enak, dan berkata dia hanya membuat tulisan untuk beberapa acara yang dilakukan dinas pariwisata. Dae Young mencoba memahami hal itu, pastinya Soo Ji mengenal beberapa PNS. Nenek Lee merasa bangga pada Soo Ji karena dia bekerja untuk pemerintah, Soo Ji merendah dia tidak melakukan hal yang begitu hebat kok.

Soo Ji masih menahan diri untuk beberapa lama, hingga Dae Young hendak menumpahkan saus pada Babi goreng nya, Soo Ji langsung protes, apa yang sedang Dae Young lakukan? Tentu saja menuangkan sausnya agar rasanya asam dan manisnya meresap kedalam dagingnya.  Soo Ji tidak setuju dengan ide Dae Young, mereka hanya harus mencelupkannya pada saus, jika gorengan menjadi lembut itu sama saja merusak rasa masakannya.

 Dae Young kemudian menjelaskan dengan gaya Khasanya jika setelah perang Opium, untuk meningkatkan selera makan tentara Inggris yang berada di Cina mereka menggoreng daging Babi dan menuangkan saus asam manis di atasnya. Soo Ji langsung membantah penjelasan Dae Young, itu adalah gaya tahun 1840 di Cina. Mereka harus memakannya dengan Gaya Korea.

Di Negara Korea, masakan Cina sama dengan masakan yang sering diantarkan di Cina. Sehingga mereka menaruh saus nya di pinggir daging gorengnya. Sehingga kerenyahannya tidak hilang. Mereka harus mencelupkannya ke dalam saus.

Soo Ji pun mengambil sepotong daging gorengnya dan mencelupkannya pada saus. Soo Ji memakannya dan terdengar bunyi krauk saat dia menggigitnya. “Apakah kau mendengar suara itu?” Soo Ji tampak sangat menikmati makanannya, dia kembali mengambil goreng dagingnya dan memakannya dengan cara yang sama sementara Dae Young hanya bisa bengong melihat gaya makan Soo Ji yang tidak sesuai dengan gayanya.

Jika sudah mulai makan, tidak ada yang bisa menghentikan Soo Ji menikmati makanannya, dia mengambil makanan lainnya dan tampak sangat menikmati semua rasa makanan itu.

Sampai-sampai Nenek Lee berkomentar jika selera makan Soo Ji lebih besar dari dirinya. Soo Ji tersenyum malu-malu, banyak yang sering berkata begitu padanya.

Mereka pun melanjutkan makan, sementara Dae Young tetap dengan gayanya, dia menuangkan saus pada daging goreng yang telah dia pisahkan di piring. Soo Ji mengeluhkan hal itu, sampai akhir Dae Young tetap menuangkan sausnya? Benar-benar tidak punya selera. Dae Young tidak peduli dan memakannya, dia mengatakan itu sangat lezat, namun ekspresinya sunggulah tidak biasa, berbeda dengan Soo Ji yang tampak puas dengan semua makanan yang dimakannya.

Setelah semua makanan habis, mereka semua merasa kekenyangan. Sudah begitu lama sejak makan makanan mahal dan rasanye terasa begitu lezat sehingga mereka bisa makan dengan baik. Dae Young mengajak semua orang pergi, tapi Soo Ji menyela bahwa dia ingin memesan Salad ubur-ubur sebagai pencuci mulut.

Semua nya kaget, apakah Soo Ji masih punya ruang di perutnya setelah begitu banyak makan? Soo Ji tersenyum malu-malu dan menjawab, “Sedikit” Soo Ji menatap Dae Young dan bertanya, apakah tidak apa-apa, jika dia memesan lagi? Dae Young yang sebenarnya sudah stress saat melihat harga makanan yang dipesan Soo Ji yang bisa menjawab tidak apa-apa dengan terpaksa.

Soo Ji pun langsung memesan, dan saat pesanannya datang dia langsung melahapnya seorang diri karena yang lain sudah merasa sangat kenyang. Semua orang takjub dengan selera makan Soo Ji. Apalagi Soo Ji bisa menghabiskan makanan itu sendirian. Nenek Lee bahkan merasa heran dengan selera makan seperti itu bagaimana Soo Ji bisa terlihat begitu kurus. Soo Ji tampak kaget dan mengajak mereka semua untuk pergi setelah berterimakasih karena bisa makan dengan baik.

Waktunya untuk membayar, Dae Young merasa sangat cemas dan berbisik pada kasirnya berapa yang harus dia bayar. 670 dolar. Dae Young kaget, begitu juga dengan Nenek Lee dan Ahjuma Kim, hanya Soo Ji saja yang tampak puas dengan harga mahal yang harus di bayar Dae Young. Dengan tidak rela Dae Young baru saja akan mengeluarkan kartu kreditnya, namun kasir melarangnya. Mereka tidak perlu membayar, karena mereka adalah pelanggan ke 100.

Kasir menunjukkan Poster Promo ulang taun mereka yang ke 10. Pelanggan ke 50 mendapat diskon 50 % dan pelanggan ke 100 mendapatkan makanan gratis. Semua orang, kecuali Soo Ji langsung bersorak kegirangan. Dae Young bahkan agak Syok karena keberuntungannya itu. Bagaimana bisa Dae Young seberuntung itu, setelah makan seharga 670 dollar, mereka ternyata tidak perlu membayar. Dae Young merasa itu adalah karena Soo Ji memesan lagi. Jika tidak mereka mungkin akan menjadi pelanggan ke 99.

Ahjuma Kim dan Nenek Lee berterimakasih pada Soo Ji juga, sementara Soo Ji hanya tersenyum pura-pura sambil meringis, padahal dalam hati dia merasa sangat dongkol, karena rencananya sama sekali tidak berhasil.

Belum lama tinggal di Sejong, Dae Young sudah mendapatk keberuntungan yang begitu besar. Sepertinya Kota Sejong memang cocok untuknya. Nenek Lee membenarkan hal itu, Dae Young benar-benar beruntung. Soo Ji langsung menyela dan mengajak semua orang untuk makan di putaran kedua. Tadi Dae Young mendapat keberuntunngannya, jadi dia sama sekali belum mentraktir mereka. Bukankah seharusnya mereka makan lagi untuk putaran kedua? Soo Ji merasa belum kenyang. Tapi tidak lama kemudian dia bersendawa, hahaha.

Sepertinya Soo Ji sudah merasa sangat penuh, Dae Young berkomentar. Nenek pamit pergi duluan, karena sudah masuk jadwalnya untuk menonton drama. Ahjuma Kim pun pamit dan meminta Joo Won berterimakasih, dan anak itu hanya mengangguk sambil mengatakan “Kamsha” tanpa melepaskan pandangan dari ponselnya.

Tinggalah Dae Young dan Soo Ji yang kebetulan berdiri di depan kedai Ddeokbokki. Dae Young pun menawarkan jika memang Soo Ji belum kenyang, apakah dia mau Dae Young mentraktirnya Ddeokbokki? Amarah Soo Ji langsung tersulut secara tiba-tiba mendengar kata Ddeokbokki.

Soo Ji langsung meraih kerah pakaian Dae Young dengan penuh amarah, “Yak! Kau sudah tahu sejak awal kan?” Dae Young bingung, apa maksud Soo Ji. Tentu saja tentang siapa dirinya, tapi Dae Young pura-pura tidak tahu. Dae Young semakin bingung. Apa maskudnya? Memangnya siapa Soo Ji?

“Baek Soo Ji. SD Jochiwon, kelas 5, ruang ke 3. Baek Soo Ji” Dengan kesal Soo Ji mengatakan asal SD nya. Dae Young berpikir dan berkata dia memang pernah berada di sekolah itu dan juga di kelas dan ruangan yang sama. Dae Young kemudian teringat, “Tunggu, jika kau adalah Baek Soo Ji, berarti kau itu.. Baek Dwea Ji (babi)” Dae Young merasa kaget dengan tebakannya itu, sementara Soo Ji membenarkannya sambil berteriak kesal pada Dae Young. “Benar! Ini aku. Baek Dwea Ji”

Tahun 1997, Hari Pertama Masuk Sekolah.

Soo Ji kecil dengan badan gemuknya tampak tidak bahagia berada di kelas sementara anak yang lain bermain gunting batu kertas dengan sangat menyenangkan. Seorang murid baru menyapanya, dia adalah Dae Young kecil. Soo Ji langsung sumringah melihat senyuman Dae Young padanya.

Sebelum Soo Ji bertemu dengan Dae Young, dia merasa baik-baik saja, bahkan meski dia memiliki tubuh yang gemuk. Dia sudah terbiasa mendapat ejekan dari  para teman laki-laki nya yang mengatainya Dwea Ji. Namun Dae Young selalu datang menolongnya, apakah dia tidak tahu betapa dia merasa sangat berterima kasih padanya?

Soo Ji berpikir mereka adalah teman dekat, bahkan Soo Ji rutin mendatangi kedai Ddeokbokki ibu Dae Young dan menghabiskan berpiring-piring kue beras itu. Di saat merasa dirinya sudah cukup kenyang pun, setelah melihat senyum Dae Young, dia bisa kembali memesan sepiring Ddeobokki lagi.

Namun kemudian Soo Ji mendengar Dae Young akan pindah sekolah? Soo Ji merasa langit akan runtuh. Di hari kepindahan Dae Young dari Sekolah, Soo Ji menangis sambil mengejar Dae Young untuk memberikan surat cintanya. Namun Soo Ji malah terjatuh dan hanya bisa menatap kepergian Dae Young dari sekolah.

Soo Ji akhirnya menyusul ke kedai Ddeobokki ibu Dae Young dan dia mendengar, bahwa Dae Young sama sekali tidak sedih dengan kepindahannya. Dia bahkan berjanji pada ibunya untuk membawa teman-teman di tempat barunya ke kedai Ddeokbokki mereka dan membantu ibunya menghasilkan banyak uang. Saat itu Soo Ji menyadari sesuatu jika selama ini Dae Young hanya memanfaatkannya. Soo Ji merobek surat nya untuk Dae Young karena merasa begitu kecewa dan marah.

Tahukah Dae Young? Sejak saat itu, Soo Ji memiliki trauma, dengan hanya mencium bau Ddeokbokki saja, dia sudah merasa sangat mual. Dae Young tampaknya sama sekali tidak terlalu memperhatikan trauma Soo Ji dan malah merasa senang karena Soo Ji teman SDnya, tanpa ragu-ragu Dae Young malah memeluk Soo Ji dengan erat. Soo Ji mencoba berontak, sementara Dae Young malah kegirangan karena dia pikir tidak ada yang dikenalnya di lingkungan itu.

Soo Ji akhirnya berhasil melepaskan diri dan berkata bahwa dia sangat terluka karena Dae Young saat itu. Dae Young minta maaf, karena dia sama sekali tidak berniat melakukan hal itu dengan maksud yang buruk. Lagi pula sekarang Soo Ji sudah berubah, apakah karena hal itu dia berhasil menurunkan berat badannya?

Menurunkan berat badannya? Yang ada Soo Ji menjadi begitu stress dan banyak makan, berat badannya naik hingga 100 kg. Karena trauma yang disebabkan Dae Young, dia jadi tidak bisa percaya pada siapapun dan mengurung diri di rumah selama 20 tahun dengan kesepian. Dae Young tampak tidak percaya, lalu bagaimana Soo Ji berhasil menurunka berat badannya, Dae Young saja sampai tidak mengenalinya.

Soo Ji melakukan diet ketat dalam waktu yang lama, namun saat dia mulai menceritakan cara dietnya, Soo Ji berpikir mengapa dia harus memberitahukan rahasianya pada Dae Young? Benar juga sih, Dae Young merasa takjub, Soo Ji menjadi lebih cantik sekarang ini, dan dulu pun dia begitu cute. Soo Ji kesal mendengarnya dan melarang Dae Young untuk mengatakan hal seperti itu karena hubungan mereka tidak sedekat itu.

Mungkin itulah yang namanya takdir, orang bilang mereka akan bertemu dengan musuh di sebuah jembatan, sementara Soo Ji bertemu dengan musuhnya tetap di depan kedai makanan yang membuatnya trauma. Dengan kesal Soo Ji memperingatkan Dae Young agar lain kali lebih berhati-hati karena dia akan melakukan balas dendam. Soo Ji langsung menendang tulang kering Dae Young dan meninggalkan Dae Young yang meringis kesakitan. Dia bahkan tidak menoleh sama sekali saat Dae Young memanggilnya dan mencoba mengejarnya dengan kaki yang kesakitan.

Tiba di rumah, Soo Ji merasa sangat kenyang, sebelumnya dia tidak tahu jika dia merasa begitu kenyang. Semua itu gara-gara Go Dae Young, seharusnya di memelintirnya saja, tapi Soo Ji malah berakhir dengan makan banyak. Sambil berbaring karena kekenyangkan, Soo Ji mulai menghitung berapa banyak kalori yang dia makan, setelah mengingat-ngingat dan menjumlahkannya, ternyata dia telah mengkonsumsi makanan dengan total kalori 5418 kalori.  Begitu banyak kalori yang telah dia konsumsi dalam sekali makan, Soo Ji merasa dia sudah gila dan segera bangkit. Soo Ji mengambil alat Skipping nya dan pergi keluar.

Dae Young sepertinya malah senang karena kembali bertemu dengan Soo Ji. Dia tidak sangka akan bertemu dengan Baek Dwea Ji seperti itu, kemudian Dae Young mendengar suara berisik dari luar, dia melihat Soo Ji sedang melakukan lompat tali sambil berbicara sendiri bahwa dia merasa kesal setelah dia makan begitu banyak, Dae Young bahkan tidak membayar sepeser pun, seharusnya dia membawanya ke restoran shabu-shabu saja dimana Soo Ji bisa makan sayuran, mengapa malah memilih restoran Cina? Soo Ji merasa menjadi orang yang tidak berguna.

Dari ocehan Soo Ji, akhirnya Dae Young tahu tujuan Soo Ji memesan semua makanan mahal itu sebagai aksi balas dendamnya pada Dae Young. Soo Ji memiliki kebiasaan berbicara sendiri karena selama ini menghabiskan waktunya dengan mengurung diri? Bahkan setelah dia sembuh pun, kebiasaan itu tidak bisa hilang. Dae Young juga suka bicara sendiri saat menonton TV.

Soo Ji mengabaikan ocehan Dae Young dan terus sibuk lompat dengan skippingnya. Dae Young kemudian berkomentar, jadi Soo Ji menurunkan berat badannya dengan terus berolah raga? Tapi melihat cara Soo Ji makan saja, Dae Young sudah ingin berolah raga. 

Apakah Soo Ji tidak tahu jika terlalu banyak berolahraga akan menekan sendi? Apakah selama ini Soo Ji merasa baik-baik saja? Soo Ji merasa sangat kesal dan bertanya, apakah Dae Young sedang mencoba menjual asuransi padanya? Dae Young hanya tersenyum saja dari balik jendelanya. Soo Ji semakin kesal dan melemparkan alat skippingnya, tapi alat itu malah menimpa dirinya sendiri dan membuatnya kesakitan.

Dae Young bertanya apakah Soo Ji baik-baik saja? Dengan kesal Soo Ji berteriak dia tidak baik-baik saja. Sejak Dae Young datang tidak ada yang berjalan lancar dalam hidupnya. Jadi sebaiknya Dae Young pergi saja!

Dae Young merasa kecewa Soo Ji berkata seperti itu. Mereka harus melupakan apa yang terjadi di masa lalu dan bersikap rama satu sama lain ke depannya. Dae Young pun tertawa dan tentu saja itu membuat Soo Ji semakin kesal. Dia meminta Dae Young turun karena ingin memukulnya, Dae Young menggeleng dan tetap tersenyum melihat kekesalan Soo Ji. Dae Young lalu berkata, dia akan tidur sekarang, dan Soo Ji bisa terus berolahraga

***

Dae Young sudah tidur dengan lelap dikamarnya, dia tidak sadar ada orang yang mengintainya dari luar, sebuah mata terlihat mengintip dari balik lubang di pintu kamarnya. Apakah misteri di season 2 ini ada hubungannya dengan rasa penasaran Dae Young dengan lantai 3 Villa Sejong??

***

Haaaahhh… jadi Dae Young dan Soo Kyung benar-benar putus? Alasannya belum sempat di jelaskan, tapi hidup Dae Young porak poranda setelah putus dari Soo Kyung, jadi makin penasaran kenapa mereka putus. Dan kok yah… Dae Young tidak seperti yang di prediksi Pengacara Oh tentang sedang melakukan proses Healing itu, dia tampak baik-baik saja dan tetap bahagia seperti biasanya, yah… mungkin karena sifat dasarnya begitu kali yah^^

Kehadiran Soo Ji menguak latar belakang kehidupan Dae Young di masa lalu, yang ternyata memang sejak kecil sudah baik pada semua orang tanpa pandang bulu. Sehingga itu menjadi modal dasarnya sebagai petugas asuransi untuk mendapatkan kliennya. Dan di season baru ini, Dae Young bukan lagi pria misterius yang patut di curigai, karena segala tentangnya sudah terkuak. Malah Soo Ji yang tampak misterius, penasaran bagaimana dia sembuh dari traumanya dan berakhir menjadi penulis Freelance seperti sekarang.

Sang Woo sebenernya lebih misterius lagi, dan aku merasa dia dan Soo Ji sesungguhnya memiliki kebiasaan yang sama. Senang bicara pada diri mereka sendiri dan terobsesi pada olah raga. Satu hal lagi, mereka berdua itu sebenarnya adalah dua orang yang sama-sama kesepian. Btw, aku penasaran gimana Sang Woo dan Soo Ji pertama kali bertemu hingga Soo Ji terlihat begitu memuja Sang Woo, sementara pria itu bahkan tidak mengingat namanya, meskipun mereka sudah beberapa kali bekerja sama.

Awalnya aku agak bingung nih, Taek Soo itu katanya detektif, dia kerja jadi karyawan tetap di kantor SIU, kirain dia detektif beneran. Pas liat bagan kolerasi nya baru ngeh ternyata dia itu SIU di perusahaan Asuransi gitu. Dan dia jadi pegawai tetap di Perusahaan itu sebagai kepala bagian bidang SIU nya. Kalau Dae Young kan masih jadi agen, yang biasanya hanya pegawai kontrak.

Karakter di Season 2 ini menjadi lebih banyak dibandingkan dengan Season 1 nya, jadi mungkin fokus nya jadi bercabang-cabang yah hehe. Tapi aku cukup menikmati ceritanya sejauh ini sih, termasuk juga PNS rese Hong In Ah yang sok KEPO banget sama Soo Ji, padahal sebenernya dia semacam ingin curhat tentang kehidupannya, yang sok super sibuk itu.

Dan yeah.. The New Bara-ssi yang belum punya nama itu, ternyata Anjing yang di buang kasian sekali. Apakah nanti dia akan kembali bertemu dengan pemiliknya, kasian sekali dia padahal tuh Anjing cerdas banget gitu, nurut aja di suruh apa-apa sama Dae Young ;p

Seperti kata Dira di komen Spoilernya, tentang cara makan Soo Kyung dan Soo Ji, itu balik lagi ke selera hehe… aku lebih suka Soo Ji, karena cara makan Soo Ji terlihat lebih natural di mataku di banding Soo Kyung, tapi yah… desahan Soo Kyung sehabis makan itu memang tiada duanya yah ;p Melihat Soo Ji makan itu membuatku menelan ludah karena dia itu kok lahap banget gitu makannya hahahaha… bahkan  jika aku menonton Soo Ji makan setelah merasa kenyang pun aku suka mendadak lapar lagi hadeuhhh >.<

Reaksi k-netizen terhadap Let’s Eat 2 juga lumayan positif sepertinya bahkan rating episode 2 sudah tembus 2 %, rating tertinggi drama senin – selasanya tvN setelah High School King tamat tahun lalu (pengganti HSK gak ada yang tembus sampai 2 %).  Semoga saja ratingnya terus naik^^

Banyak yang suka sama Seo Hyun Jin sebagai Soo Ji, bahkan banyak yang bilang karakternya sebagai Soo Ji ini seperti turning point nya Seo Hyun Jin sebagai aktris untuk lepas dari Image anggun dan berwibawa nya selama ini, tapi yah… mereka yang berkomentar seperti itu pasti tidak melihat Soo Baek Hyang deh,hehehe… soalnya di Soo Baek Hyang juga akting kocak Seo Hyun Jin sudah keluar, meskipun setelah dia masuk istana, dia gak terlalu liar lagi, karena sudah dilatih menjadi Putri hehe… ato mungkin karena di Soo Baek Hyang masih ada anggun-anggun nya kali yah, sementara di Let’s Eat 2 ini, keluar semua kocaknya >.<

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
4 Komentar untuk "Let's Eat 2 Episode 1 part 2"

mbak irfaaaaaa ljw jadi sama ha ji won t.t
sempurna nih crown couple di drama barunya tahun ini.....

kirain ita yg siwer. perasaan baca pertama ga pake part 1 part2 ^^
semangat irfa n mbak mumu

Aq jga ikut kaget pas dae young gk perlu bayr ikut padhl udh ikut khawatir tuh maknn yg di pesn bnyk bgt.. sekrg udh jelas cerita nya seruh..

Mian typo 'ikut' depn bayr skip

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top