Marriage Without Dating Episode 9-10: Truth or Dare


Jang Mi memilih masuk ke dalam mobil Hoon Dong yang dibawa Yeo Reum saat dia dilanda galau dengan semua tekanan Ibu Ki Tae. Melihat Jang Mi melarikan diri, Ibu Ki Tae malah tampak puas sementara Ibu Jang Mi bingung dengan tingkah putrinya. Dia bertanya pada Ki Tae, namun dia menyadari keberadaan Se Ah di samping Ki Tae, siapa wanita itu?

Sebelum sempat Se Ah menjelaskan siapa dirinya, Ibu Ki Tae dengan tenang berkata Se Ah adalah wanita yang pernah sempat menjadi calon istri Ki Tae, dia bahkan sudah memilihkan baju pengantin untuk Se Ah di tempat yang mereka kunjungi hari ini. Ibu Jang Mi tidak mempermasalahkan hal itu, namun dia kesal melihat kenyataan Ki Tae dan Se Ah masih terlihat dekat, pantas saja Jang Mi ragu-ragu dengan pernikahan ini. Ibu Jang Mi pun memutuskan akan memikirkan ulang masalah pernikahan mereka.


Ki Tae berbegas mencari keberadaan Jang Mi dengan mendatangi Restoran Hoon Dong dan meminta maaf pada Se Ah karena tidak bisa mengantarnya pulang. Hoon Dong bingung saat Ki Tae bertanya tentang Jang Mi, padahal Ki Tae yakin itu mobil Hoon Dong, eh kan mobil Hoon Dong sedang di cuci Yeo Reum. OK! Ki Tae mengerti dan langsung bergegas mencari Yeo Reum, jadi Jang Mi pergi dengan Yeo Reum?

Ki Tae langsung menelpon Yeo Reum dan bertanya dia ada dimana? Dengan santai Yeo Reum bilang mereka akan ke pantai. Ki Tae kesal dan meminta Yeo Reum menghubungkannya dengan Jang Mi karena sejak tadi Jang Mi tidak mengangkat teleponnya. Jang Mi berkata sementara ini Jang Mi tidak ingin diganggu, dia tidak tahan lagi mendengar Ibu Ki Tae memanggil namanya, dia tidak tahu hal gila apa lagi yang akan dia lakukan. Jang Mi langsung mematikan ponsel Yeo Reum.

Hoon Dong masuk mobil Ki Tae minta ikut mencari Jang Mi dan Yeo Reum dengan alasan mencari mobilnya. Se Ah juga ikut masuk dengan alasan sudah lama dia tidak pergi ke pantai, Aisshh… Ki Tae tampak kesal pada dua orang ini, tapi mau bagaimana lagi?

Jang Mi dan Yeo Reum menghabiskan waktu di pantai, dia seperti pengantin yang melarikan diri. Kabur demi mengejar cinta sejatinya. Jang Mi tidak tahu mengapa dia terjerumus semakin jauh dalam rencana pernikahan palsu ini, dan yang paling dia cemaskan adalah ibunya. Ibu biasanya sangat angkuh namun dia harus manut-manut aja di depan ibu Ki Tae tanpa tahu bahwa dia sedang direndahkan. Lagi! Jang Mi terlalu larut dalam perannya.

Merasa tidak nyaman dengan gaun pengantin mahalnya, Jang Mi minta pulang. Yeo Reum menenangkan jika Ki Tae akan membayar gaun itu, dia kan kaya. Dengan sinis Ki Tae berkata itu adalah uangnya, kenapa Yeo Reum yang seenaknya memutuskan? Jang Mi dan Yeo Reum kaget melihat kehadiran Ki Tae, ditambah Hoon Dong, ditambah juga Se Ah? Bagaimana mereka semua biasa ada di pantai?

Jang Mi curiga, apakah Ki Tae melacaknya lagi? Ponsel itu! Jang Mi ingin membuang ponsel pemberian Ki Tae, tapi yang ada dia malah terjatuh dan sulit bangun karena gaunnya yang berat, hahaha.

Hoon Dong sangat mencemasakan mobilnya, dia kesal pada Yeo Reum karena telah membawanya kabur. Dia juga kesal karena Yeo Reum masih saja mendekati Jang Mia. Yeo Reum hanya cengengesan dan berkata Hoon Dong tak tahu apa-apa. Hoon Dong terus memukulinya, Yeo Reum pun meminta perlindungan Ki Tae agar dia menjelasakan semuanya pada Hoon Dong, tapi Ki Tae berpendapat Yeo Reum memang pantas mendapatkan pukulan.

Akhirnya Jang Mi berganti kostum Ahjuma, pinjaman dari pemilik penginapan di pantai. Ki Tae berkata jika Jang Mi sangat cocok dengan kostum itu. Jang Mi tak peduli dan berkata Ki Tae sangat keterlaluan, meskipun rencana pernikahan mereka itu palsu, setidaknya Ki Tae ada disampingnya. Ki Tae minta maaf karena sudah membuat Jang Mi menderita dan juga tidak ada disampingnya, pasti dia melewati waktu yang sangat sulit. Belum lagi Ki Tae juga merasa bersalah pada Ibu Jang Mi, dia takut hatinya tersakiti saat ini. Jang Mi bingung, memangnya kenapa?

Se Ah datang dan berkata jika Ibu Jang Mi sudah tahu tentang masa lalu Ki Tae dan Se Ah, dan dia ingin memikirkan ulang rencana pernikahan ini. Oh… pantesan Ki Tae datang jauh-jauh mengejarnya ternyata Ki Tae takut rencananya untuk bisa hidup sendiri gagal karena ketidak setujuan Ibu Jang Mi? Ki Tae mencoba menjelaskan, tapi Jang Mi terlanjur kesal. Se Ah berpikir mereka sebaiknya berhenti membicarakan hal yang membosankan itu dan mengajak Jang Mi berjemur.

Jang Mi menolak, dia ingin pulang saja, saat melihat  Yeo Reum, Jang Mi pun langsung mengajaknya pulang. Memangnya Jang Mi bawa uang? Dia mengodok sakunya, hanya ada ponsel, dia menatap yeo Reum, sama… dia juga tidak bawa uang. Jadi mau tak mau Jang Mi hanya bisa mengikuti keingian Se Ah, Hoon Dong dan Ki Tae untuk berlibur sejenak di pantai.

Apa yang sebenarnya sedang Jang Mi lakukan? Dia merasa aneh dengan keadaan ini, Se Ah menenangkan Jang Mi jika sekarang dia ada di pihak Jang Mi dan Ki Tae. Benarkah? Bukan kah sebelumnya dia berada di pihak yang ingin mengungkap kebohongan mereka? Akh… itu hanya karena dia ingin mendapatkan sebuah ‘hadiah’ kecil dari Ki Tae, tapi Ki Tae tidak mau memberikannya.

Jang Mi kemudian berkata pada Se Ah, bahwa dia mengerti sulitnya berencana menikahi Ki Tae, pantas saja Se Ah menyerah di tengah jalan. Sebenernya tidak akan sulit jika wanita itu memiliki latar belakang yang berbeda dari Jang Mi, heu.. ternyata saat berkata dia berada di pihak mereka pun Se Ah tetap saja bermulut tajam.

Siapa yang bermulut tajam? Ki Tae datang dan langsung membuka kaosnya. Jang Mi kesal dan hanya bisa mengo, mengapa dia berada diantara pasangan aneh ini? Jang Mi bertanya pada Ki Tae tentang hadiah yang diminta Se Ah? Bukan kah seharusnya dia memberikannya saja? Apakah itu begitu mahal? Seharusnya dia tidak pelit begitu, kan Ki Tae kaya. Mendengar tentang hadiah, Ki Tae hanya berdehem sementara Se Ah tersenyum, jika saja Jang Mi tahu hadiah yang dimaksud Se Ah, apakah dia akan tetap meminta Ki Tae memberikannya?

Yeo Reum datang dan membuka kaosnya, WOW, Jang Mi langsung terpesona, sementara Ki Tae merasa minder dan berkata tiba-tiba saja merasa dingin, kemudian memakai kembali kaosnya, Jang Mi mencibir dia malah merasa panas. 

Se Ah yang melihat minder nya Ki Tae langsung meminta Ki Tae mengoleskan body oil di punggungnya. Ki Tae mau saja, dan itu membuat Jang Mi sebal, dia juga minta Yeo Reum mengoleskan body oil ke kakinya. Yeo Reum menolak dan mengajak Jang Mi beromantis ria di tempat lain saja. Jang Mi langsung setuju.

Ki Tae jadi kesal dan mencegah mereka pergi, tapi Hoon Dong sudah menghadang mereka berdua. Yeo Reum tidak habis akal, mereka bisa beromantis ria di tempat itu. Yeo Reum membopong Jang Mi dan melemparkannya ke laut, mereka main air, Hoon Dong pun ikut tergoda. Ki Tae terlihat ingin ikutan, untung Hoon Dong memanggilnya minta pertolongan, Ki Tae pun ikut nyebur walo airnya sangat dingin. Se Ah tak ada niat untuk ikut nyebiur, tapi Yeo Reum membopongnya juga dan akhirnya mereka berlima malah main-main air di pantai itu.

Hyun Hee baru keluar dari apotik, dia merasa galau dan menelpon Jang Mi, dia ingin membicarakan sesuatu. Jang Mi bingung karena saat ini dia ada di tempat yang jauh. Hyun Hee salah paham, dia tahu Jang Mi sibuk mempersiapkan pernikahannya  hingga terus menghindar darinya. Jang Mi jadi tidak enak, apa yang sebenarnya ingin dibicarakan Hyun Hee? Dia tidak bisa mengatakannya di telepon, apakah itu tentang Hoon Dong? Jang Mi pun berinisiatif, bagaimana jika Hyun Hee datang ke tempatnya saja? Jang Mi pun memberi tahu dimana dia berasa saat ini.

Nenek sangat kecewa mendengar pernikahan Ki Tae terancam batal lagi, Ibu berkata Ayah pasti senang kan, karena dia lebih menginginkan Se Ah jadi menantunya untuk mendapat koneksi dari Ayah Se Ah. Nenek kaget, mengapa anaknya berpikir seperti itu? Ayah mengelak dan berkata kebahagiaan Ki Tae adalah yang utama. Tapi bagaimana lagi, Jang Mi lah yang tidak ingin menikah, dia malah kabur dengan mobil pria lain saat mencoba gaun pengantinnya. Pria lain? Siapa itu?

Bibi sudah tahu dengan siapa Jang Mi saat ini. Dia memperlihatkan sebuah gambar di ponselnya. Ayah tampak senang apalagi Nenek. Mereka ternyata hanya butuh liburan dan tampak tak mudah terpisahkan begitu saja. Ibu bingung memangnya Jang Mi sedang bersama siapa? Bibi pun memperlihatkan foto Jang Mi dan Ki Tae yang tersenyum bahagia bersama di pantai. Sepertinya kali ini Ibu tidak bisa menang dengan mudah.

Ki Tae sibuk mengambil foto dirinya bersama Jang Mi, padahal saat itu Jang Mi sedang membenahi riasannya. Jang Mi kesal mengapa Ki Tae terus mengambil foto? Dia hanya ingin memberi kabar, mereka pasti khawatir. Jang Mi kesal mendengarnya, jadi Ki Tae mengupload semua foto-foto tadi? Sampai kapan Ki Tae akan seperti itu? Kapan mereka akan menghentikan semua kebohongan ini? Hoon Dong datang dan bertanya kebohongan apa? Dengan kompak Jang Mi dan Ki Tae berkata bukan urusannya, Se Ah dan Yeo Reum tertawa saja, kasihan sekali Hoon Dong yang tidak tahu apa-apa.

Ibu Jang Mi kecewa dengan terancam batalnya pernikahan Jang Mi dan Ki Tae. Apa dia begitu ingin mendapatkan menantu seorang dokter? Ataukah dia sangat kesal karena mantan tunangan Ki Tae itu orang kaya? Ibu tidak bicara juga, ayah memberikan ponselnya dan menyuruh ibu menuliskan pesan. Ibu masih diam saja, bahkan saat Ayah juga memintanya membuka ponsel itu dulu. Ayah pun membuka kan ponselnya dan memperlihatkan foto-foto Ki Tae dan Jang Mi yang sedang bersama di pantai. Ibu langsung senang dan berkata akan meminta penjelasan pada Jang Mi setelah dia pulang. Padahal Ayah tahu mungkin ibu lebih mengharapkan Jang Mi tidak cepat-cepat pulang, hahaha.

Jang Mi kesal melihat yang lain malah menikmati liburan ini, dia mengajak mereka pulang, tapi Se Ah memaksanya minum, kapan lagi mereka bisa-bisa minum-minum seperti ini jika di Seoul. Jang Mi tak bisa berkutik , walo enggan akhirnya ikut minum juga. Se Ah pun mengajak mereka main truth or dare. Jujur menjawab atau berani minum.

 Ki Tae mendapat giliran pertama, Yeo Reum yang bertanya, sejauh apa hubungannya dengan Se Ah. Ups! Ki Tae memilih minum, dia tidak ingin menjawab dan membuat Hoon Dong berpikir jika itu berarti hubungan mereka sudah sangat jauh. 

Yeo Reum giliran selanjutnya, Ki Tae yang bertanya, berapa banyak wanita yang sudah disaikitinya? Yeo Reum mulai menghitung dan tampak tidak terhitung lagi, Jang Mi membebelakan matanya, Yeo Reum sadar Jang Mi menatapnya dan berkata tidak ada gadis yang dia sakiti, lalu memilih berani minum.

Se Ah mendapat giliran selanjutnya, Hoon Dong bertanya, apakah sekarang ini di dalam dada nya ada seseorang yang tidak bisa dilupakannya? Se Ah tadinya memilih berani minum, namun dia akhirnya menjawab, “Keterampilan Gong Ki Tae” karena dia mengoperasi dadanya, jadi dia tidak bisa melupakan kemahiran Ki Tae. Jang Mi mencibir sementara Hoon Dong rusuh minta Se Ah memperlihatkannya, wkwkwk.

Hoon Dong mendapatkan giliran selanjutnya, tapi tak ada satu orang pun yang mau bertanya padanya, poor Hoon Dong, hahaha. 

Jang Mi kemudian memutar botol lagi, dak lagi-lagi Ki Tae yang mendapat giliran. Yeo Reum yang bertanya, “Hyung, apakah kau benar-benar menyukai Joo Jang Mi?” Semua orang harap-harap cemas mendengar jawaban Ki Tae, apakah dia akan memilih berani minum?

Ternyata Ki Tae memilih menjawab jujur dengan mengatakan “Iya” Semua orang kaget, termasuk Jang Mi. Apa ini? Mengapa Jang Mi jadi berdebar-debar mendengar hal itu? 

Jang Mi merasa itu tidak benar dan berdiri menyerang Ki Tae, “Ini adalah truth or dare! Mengapa kau menjawab bohong” Ki Tae hanya memberikan ekspresi ‘Apa?’ Jang Mi jadi kesal dan mengarahkan botol pada dirinya, dia ingin mengakui sesuatu.

“Sebenarnya aku dan Gong Ki Tae tidak akan pernah menikah” Jang Mi menjelaskan jika dia da Ki Tae hanya pura-pura untuk mengelabui ortu Ki Tae, karena Ki Tae tidak mau menikah. Hoon Dong yang paling syok mendengarnya, Yeo Reum merasa lega dan langsung duduk di samping Jang Mi dengan leluasa.

Hoon Dong bertanya pada Ki Tae apakah yang dikatakan Jang Mi adalah kebenaran? Ki Tae tak bisa mengelak lagi. Hoon Dong pun langsung meradang. Selama ini Hoon Dong sangat menderita karena berpikir Ki Tae mengambil kekasihnya dan dia harus merelakan Jang Mi untuk Ki Tae, betapa dia merasa kesepian karena melihat Ki Tae dan Jang Mi bersama. Melihat reaksi semua orang, Hoon Dong sadar, “Apakah aku satu-satunya orang yang tidak tahu?”

“Aku juga tidak tahu” itu adalah suara Hyun Hee. Hoon Dong kaget mengapa Hyun Hee ada disana? Jang Mi yang memanggilnya agar Hoon Dong tidak kesepian. Hyun Hee bertanya apakah rencana pernikahan Jang Mi hanya sebuah kebohongan? Dia jadi tahu arti dirinya bagi Jang Mi, padahal dia datang karena ingin membicarakan sesuatu pada Jang Mi. Jang Mi merasa bersalah pada Hyun Hee, tapi bagaimana lagi, semuanya memang kebenaran. Hoon Dong menyambut Hyun Hee dan mengajaknya minum bersama saja.  Tapi Hyun Hee memilih tidak minum alkohol karena alasan tertentu.

Yeo Reum memberi kode mengajak Jang Mi menjauh dari orang lai. Mereka memisahkan diri dan  Yeo Reum berinisiatif menikmati liburan itu berdua saja dengan Jang Mi. Mendengar usulan Yeo Reum, Jang Mi sedikit kaget, namun Ki Tae datang mencari Jang Mi, mereka pun bersembunyi. Se Ah datang mencari Ki Tae, dan bertanya sedang apa Ki Tae disana? Dia hanya cari angin. Tidak. Se Ah tahu dia sedang mencari Jang Mi, mengapa Ki Tae tidak membiarkan saja dia berduaan dengan Yeo Reum, kan tidak ada orang yang melihat meraka di tempat ini.

Ki Tae tampak bingung dan akhirnya bertanya apa alasan Se Ah ada di tempat ini? Bukan kah sudah jelas? Dia tidak ingin mengancam Ki Tae lagi, dia benar-benar ingin memiliki seorang anak. Jang Mi kaget mendengarnya, apakah anak itu yang dimaksud Se Ah? 

Ki Tae mendengar suara Jang Mi itu, namun Se Ah mengelak mendengar sesuatu dan langsung mencium Ki Tae. Jang Mi lebih kaget lagi dan langsung memalingkan wajahnya. Ada apa ini? Mengapa Jang Mi merasa aneh?

Jang Mi mencoba berdiri saat Ki Tae dan Se Ah masih berciuman, namun lututnya terasa sangat lemas dan akhirnya dia terjatuh. Ciuman Ki Tae dan Se Ah harus di akhiri. Ki Tae cemas melihat Jang Mi terjauh, bahkan dia meminta Yeo Reum menykingkir. Luka Jang Mi sangat parah, harus segera di jahit, dia tahu ada kliniki di dekat tempat itu. Yeo Reum menawarkan diri untuk menggendong Jang Mi di punggungnya, Ki Tae mengajak Jang Mi berjalan, namun kakinya terlalu sakit.

Pintu kliniknya terkunci, mungkin sebaiknya mereka pergi ke UGD saja. Saat mereka akan pergi seorang ibu mengenali Ki Tae dan Se Ah, jadi 3 tahun lalu Ki Tae dan Se Ah melakukan tugas social di klinik kecil itu untuk operasi bibir sumbing, dan anak si ibu salah satu pasiennya. Saat itu si ibu sangat malu, namun dukungan Ki Tae dan Se Ah memberikan semangat untuknya.

Si Ibu bertanya apakah Ki Tae dan Se Ah sudah menikah? 3 tahun yang lalu mereka berkata akan menikah? Ki Tae dan Se Ah sama-sama bingung menjawabnya, si ibu baru sadar sedang apa mereka disana? Liburan tapi kaki Jang Mi terluka, akh… kenapa tidak bilang dari tadi. Si Ibu pun membuka kan pintu klinik.

Ki Tae dan Se Ah berkerja sama dengan baik untuk menjahit luka Jang Mi. Si ibu memuji keserasian mereka, apakah mereka sudah punya anak? Ki Tae jadi gugup sementara Se Ah menjawab sedang berusaha. Ki Tae ingin menjelaskan mereka tidak menikah, tapi akhirnya dia malah meminta Si Ibu datang untuk mengoperasi hidung putrinya dan menyamarkan bekas luka operasi bibir sumbingnya. Si Ibu sangat terharu dan berkata Ki Tae adalah penyelamat hidup putrinya. Jang Mi merasa tidak nyaman melihat betapa serasinya Ki Tae dan Se Ah, namun hari ini dia kembali melihat sisi lain Gong Ki Tae.

Yeo Reum memuji ‘barang’ Ki Tae saat mereka sedang buang air kecil bersama di toilet, namun kemudian dia berkomentar, selama ini dia berpikir Ki Tae adalah orang yang egois, tapi ternyata bisa memberi juga. Ki Tae jadi kesal karena dia tahu apa yang dimaksud Yeo Reum, ini pasti tentang Se Ah.

Se Ah mencoba menjelaskan keinginannya punya anak dari Ki Tae, mungkin bagi Jang Mi itu tidak adil, karena yang punya anak seharusnya orang yang menikah. Orang lain mungkin akan berpikir Se Ah egois, tapi menurut Se Ah, orang menjadi egois setelah menikah, karena yang dia pikirkan hanya suami dan anak-anaknya. 

Se Ah tidak ingin membesarkan anaknya dalam sebuah tekanan seperti itu, dia akan memberinya kebebasan. Jang Mi paham maksud Se Ah, tapi tidak paham dengan pemikirannya. Tidak heran jika Jang Mi tidak mengerti, karena Se Ah pun  tidak berharap orang lain bisa mengerti dirinya. Dia hanya ingin Ki Tae yang memahaminya, yah… Jang Mi memang tidak bisa memahami mereka berdua.

Ki Tae datang dan bertanya apa yang sedang dibicarakan Se Ah dan Jang Mi. Hanya sedikit konsultasi operasi plastik. Lalu apa yang disarankan Se Ah? Jang Mi harus mengoperasi hidungnya, Ki Tae pun memberi pendapat beberapa bagian wajah Jang Mi yang harus di perbaiki dan pembicaraan dia dengan Se Ah sangat klop. Jang Mi kesal, walau dia tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, tapi Jang Mi merasa terhina. Yeo Reum juga merasa begitu. Bagi Yeo Reum, Jang  Mi terlihat sempurna.

Se Ah kemudian meminta Ki Tae membawa mobil, agar Yeo Reum tidak terus menggendong Jang Mi. Awalnya Ki Tae enggan, namun mendengar Yeo Reu  tidak keberatan terus menggendong Jang Mi, dia langsung setuju mengambil mobil. Setelah Ki Tae pergi, Se Ah bertanya apakah Jang Mi dan Yeo Reum ingin menghabiskan waktu berdua? Se Ah akan membantu mereka.

Ki Tae bingung saat melihat Se Ah sendirian di depan klinik, Yeo Reum dan Jang Mi sudah pergi, sebaiknya Ki Tae membiarkannya. Yeo Reum adalah masalah utamanya.  Se Ah merasa heran dengan sikap Ki Tae. Hmm… Saat ini Jang Mi sedang terluka, dia ingin ada disampinynya, sebagai… Oppa nya, hahaha. Akhirnya Ki Tae melacak ponsel Jang Mi, dan Ki Tae kaget saat tahu dimana Jang Mi berada, dia pun langsung pergi ke tempat itu.

Jang Mi dan Yeo Reum pergi ke villa, tempat itu bagus namun bukan itu tempat untuk mereka berduaan, karena saat Ki Tae kesana, keduanya tak ada disana. Ki Tae mencoba menghubungi Jang Mi dan dia mendengar suara ponsel Jang Mi di atas tempat tidur di salah satu kamar. Saat Ki Tae mengambil ponsel Jang Mi, Se Ah datang dan mengunci kamar itu. Itu semua adalah rencana Se Ah agar dia bisa berduaan dengan Ki Tae. Anggap saja itu adalah kesalahan yang mereka lakukan selama liburan, setelah kembali tak aka nada yang berubah diantara mereka.

Jang Mi merasa ini semua tidak benar, dia penasaran dengan Gong Ki Tae yang sebenarnya, karena Gong Ki Tae yang dia kenal sangat berbeda dengan Gong Ki Tae yang dia lihat saat pria itu bersama Se Ah. Yang manakah Gong Ki Tae yang sebenarnya? Lalu bagaimana dengan Jang Mi? Siapa yang sebenarnya Jang Mi inginkan? Dengan agak ragu Jang Mi menjawab, mungkin Yeo Reum yang dia inginkan? Benarkah? Yeo Reum pun mencium Jang Mi.

Se Ah sudah siap menyerahkan dirinya pada Ki Tae. Dia benar-benar membuang harga dirinya demi medapatkan anak dari Ki Tae, namun ponsel Jang Mi berdering terus, perhatian Ki Tae teralihkan, Se Ah mencoba memfokuskan Ki Tae, bahkan dia dengan suka rela membuka kancing bajunya. Ponsel Jang Mi kembali berdering, Ki Tae pun menghentikan Se Ah. Dia menolak memberi hadiah pada Se Ah. Dengan gemetar Se Ah bertanya, apakah itu karena Joo Jang Mi? Ki Tae tidak menjawab, dia hanya mengambil ponsel Jang Mi dan meninggalkan Se Ah.

 Jang Mi refleks mendorong Yeo Reum saat tangan pria itu menarik pinggangnya, Yeo Reum bingung dan Jang Mi lebih bingung, dia kemudian memberikan alasan dia tidak tenang membiarkan Hyun Hee sendirian dengan Hoon Dong. Lha bukan kah Jang Mi ingin mendekatkan mereka berdua? Tapi membiarkan mereka berduaan disaat malam itu sangat riskan. Sebaiknya mereka kembali. Baiklah,Yeo Reum mengerti.

Bukannya langsung pergi, Jang Mi bingung dengan dirinya sendiri. Ada apa dengan dirinya? Dia teringat saat Ki Tae berkata dia menyukai Jang Mi, lalu dia juga merasa terganggu dengan ciuman Se Ah pada Ki Tae. Dan sekarang? Dia melepaskan ciuman Yeo Reum? Apakah itu karena Ki Tae? Yeo Reum datang dan mengajak Jang Mi untuk kembali.

Jang Mi mencari Hyun Hee di pengingapan, tapi hanya ada Hoon Dong, dia pergi ke toilet dan melihat test pack dua garis. Jadi Hyun Hee hamil? 

Jang Mi panik dan saat bertemu Ki Tae di luar, dia bertanya apakah Ki Tae melihat Hyun Hee? Bukan kah dia bersama Hoon Dong? Ki Tae melihat testpack di tangan Jang Mi, apakah itu milik Hyun Hee? Bersama Hoon Dong?

Sejak tadi Hyun Hee menelponnya, mungkin dia meninggalkan sesuatu, Ki Tae menyerahkan ponsel Jang Mi. Ternyata Hyun Hee mengirimnya sms. Dia merasa bingung harus kemana, dia merasa hanya menganggu mereka saja, jadi dia pergi dan meminta Jang Mi untuk tidak mencarinya.  Jang Mi menelpon Hyun Hee tapi dia meninggalkan ponselnya, Jang Mi semakin panik.

Ki Tae menenangkan, Hyun Hee pasti baik-baik saja, sebaiknya mereka membangunkan Hoon Dong dulu. Tapi Yeo Reum berpendapat sebaiknya mereka mencari Hyun Hee, Ki Tae saja yang membangunkan Hoon Dong. Jang Mi mengikuti saran Yeo Reum sementara Ki Tae mencoba mencari petunjuk dari ponsel Hyun Hee yang ternyata tidak terkunci. Dari ponsel Hyun Hee, Ki Tae tahu kemana Hyun Hee pergi, karena dia memesan kamar di sebuah kuil. Jika tidak ingin dicari, mengapa Hyun Hee malah meninggalkan petunjuk di ponselnya?

Jang Mi sudah lelah mencari Hyun Hee di dermaga tapi tak menemukan apapun, Ki Tae datang dengan mobilnya dan berkata dia tahu keberadaan Hyun Hee dengan otaknya sehingga tidak perlu berlelah-lelah ria mencari tanpa tujuan.

Ki Tae memang tahu Hyun Hee ada di kuil, namun Ki Tae tidak tahu jalan menuju kuli itu dan akhirnya mereka tersesat. Mobil Ki Tae bahkan terjebak di lumpur. Jang Mi kesal dan mencoba mendorong mobilnya di bantu Yeo Reum, namun sia-sia, karena Ki Tae sudah melihat baju Jang Mi yang kotor, sepertinya mereka harus memanggil truk Derek saja.

Melihat Yeo Reum yang perhatian pada Jang Mi, Ki Tae tidak konsen saat menghubungi truk Derek, dia kemudian menyuruh Yeo Reum pergi membangunkan Hoon Dong dan membawanya kesini, karena yang dibutuhkan Hyun Hee bukan mereka bertiga. Yeo Reum tampak enggan meninggalkan Jang Mi dan Ki Tae berdua saja, tapi dia tidak bisa membantah.

Jang Mi kesal dan hanya berjongkok di depan mobil, Ki Tae mendekat, Jang Mi menjauh, dan akhirnya Jang Mi pergi, pindah tempat ke samping mobil. Ki Tae tak putus asa, kembali mendekat dan menyarankan Jang Mi beristirahat di mobil. Dia juga bertanya tentang luka Jang Mi, tapi Jang Mi kadung kesal pada Ki Tae. Semua ingi salah Ki Tae? Mengapa Jang Mi harus merasa kesal pada Ki Tae?

Jika saja dia menjawab telepon Hyun Hee, mungkin dia tidak akan menghilang seperti ini, salah sendiri Jang Mi meninggalkan ponselnya. Itu karena dia tahu Ki Tae akan melacaknya, apakah Jang Mi begitu ingin tidur dengan pria itu? Jang Mi tersinggung dengan pertanyaan Ki Tae. Jang Mi kesal dan berkata dia sepertinya memang gila pada pria! Semua ini salah Ki Tae!

Selama ini Jang Mi mengabaikan Hyun Hee karena sibuk mempersiapkan pernikahan mereka, bahkan pernikahan itu pura-pura mengapa Jang Mi harus begitu serius melakukannya? Orang bilang saat seseorang sudah terlalu menikmati peran virtualnya dia suka lupa pada kenyataan, sepertinya itu terjadi padanya. Dia mengabaikan Hyun Hee karena Ki Tae, saat bersama Yeo Reum pun dia malah memikirkan Ki Tae. Padahal Ki Tae itu siapa? Hubungan mereka hanya pura-pura. Dia sudah kehilangan hubungannya nyatanya karena sebuah kepalsuan. Semua itu karena Ki Tae!

Ki Tae hanya bengong mendengar betapa putus asanya Jang Mi karena dirinya, dia tidak tahu jika Jang Mi juga merasakan hal yang sama dengannya. Meskipun hubungan mereka itu pura-pura. Ki Tae juga tidak bisa membedakan lagi apakah itu palsu atau tidak. Melihat jeritan putus asa Jang Mi, Ki Tae kemudian membungkam mulut Jang Mi dengan sebuah ciuman. Jang Mi awalnya kaget namun akhirnya dia pun memejamkan matanya.

Jang Mi bergunam dalam hatinya, ‘Apakah kita tidak bertindak terlalu jauh? Setelah semua ini, apakah kita bisa kembali seperti tidak terjadi apa-apa?’

Yeo Reum pergi membangunkan Hoon Dong yang mabuk berat, dia malah mencium Yeo Reum, Ups! Yeo Reum kesal dan menceburkan Hoon Dong ke dalam sebuah wadah air hingga dia terbangun dan sadar. Yeo Reum mengajak Hoon Dong menemui Hyun Hee di kuil.

Saat kembali ke tempat Ki Tae dan Jang Mi, Yeo Reum malah melihat mereka sedang berciuman. Yeo Reum bingung bagaimana dia harus bersikap.

Hingga akhirnya ciuman Jang Mi dan Ki Tae harus terhenti saat mendengar suara Hoon Dong. Keduanya menjadi gugup apalagi saat Jang Mi melihat Yeo Reum yang tersenyum padanya, menanyakan tentang truk Derek yang belum datang. Jang Mi merasa bersalah, dan Ki Tae tampak kikuk, namun Yeo Reum memilih pura-pura tidak tahu. Saat ini yang harus mereka lakukan adalah menemukan Hyun Hee.

Hyun Hee sedang mengikuti kegiatan di kuil, namun saat dia melihat Hoon Dong dia langsung pergi ke kamarnya. Hoon Dong mengejar Hyun Hee  yang menyuruhnya pergi. Hoon Dong sangat merasa bersalah dia ingin menghormati keinginan Hyun Hee, namun pada akhirnya Hyun Hee berkata jika kehamilannya itu hadiah dari langit. Dia tidak ingin membebani Hoon Dong jadi dia tidak perlu khawatir.

Hoon Dong tidak tega dan akhirnya memeluk Hyun Hee dari belakang, dia menyesalkan mengapa Hyun Hee harus mendapatkan hadiah itu dari bajingan seperti dirinya. Hoon Dong berjanji akan melindungi Hyun Hee, sesungguhnya Hyun Hee pun tidak tahu apa yang harus dilakukannya. 

Akhirnya Hoon Dong dan Hyun Hee saling berpelukan. Hoon Dong bahkan sempat membuka pakaiannya tapi saat dia berusaha membuka kaos Hyun Hee, biksu datang dan meneriaki mereka hahaha.

Mengingat apa yang terjadi di kuil, Hyun Hee jadi tersenyum saat berada di toko. Jang Mi malah dalam kondisi sebaliknya, dia stres karena ciumannya dengan Ki Tae. Manager datang dan mengingatkan mereka untuk tidak melihatkan perasaan pribadi saat bekerja, karena mereka itu sedang menjual barang.

Ki Tae menelpon dan Jang Mi tidak ingin mengangkatnya, rasanya dia sangat ingin menghindarinya, dia sudah gila malam itu karena terhanyut dalam ciuman Ki Tae. Jang Mi kemudian bertanya pada Hyun Hee, apakah dia mengalami morning sickness? Tidak sama sekali, Jang Mi tidak perlu khawatir lagi, karena dia akan segera keluar setelah menikah. Hoon Dong berjanji akan mengatakan masalah ini pada ibunya. Jang Mi meringis, dia tahu sedikit tentang Ibu Hoon Dong, sepertinya tidak akan mudah.

Benar saja, Hoon Dong malah diusir dari rumah hanya dengan memakai boxer. Ini benar-benar memalukan baginya! Padahal dia sudah 33 tahun, mengapa Ibunya memperlakukannya seperti anak kecil. Saat orang-orang lewat melihat penampilan aneh Hoon Dong, dia malah pura-pura berlatih tinju hahaha.

Ibu Hoon Dong datang ke tempat kerja Hyun Hee dan Jang Mi. Dia langsung melabrak Hyun Hee, apalagi saat dia melihat Jang Mi dia semakin kesal. Yang satu stalker, yang satu lagi menjebak putranya! Manager datang dan bertanya apakah pegawainya membuat masalah? Tentu saja, seharusnya manager mendidik anak buahnya agar tidak menjadi gold digger. Jang Mi kesal, namun Manager menyuruh mereka minta maaf. Jang Mi merasa tidak salah, kenapa dia harus minta maaf? Hyun Hee lebih dulu minta maaf dan lansung berlari ke toilet. Kali ini Ibu Hoon Dong akan meninggalkan mereka, tapi  lain kali dia tidak akan membiarkannya begitu saja.

Manager mengingatkan Jang Mi bahwa dia telah menganggu pelanggan lain juga dengan pertengkarana tadi. Itu lah mengapa seharusnya Jang Mi dan Hyun Hee minta maaf saja. Jang Mi mengerti dan minta maaf pada managernya. Manager memperingatkan agar tidak lagi membawa masalah pribadi ke tempat kerja, lain kali dia tidak akan membiarkannya dengan mudah.

Jang Mi menyusul Hyun Hee yang sedang menangis di toilet, dia memberikan sapu tangannya. Mencoba menabahkan hati Hyun Hee, tapi sepertinya Hyun Hee sudah siap tempur, dia bahkan sempat berpikir jika ibu Hoon Dong akan menamparnya.

Memang itulah yang ingin dilakukan Ibu Hoon Dong, tapi tadi dia tidak sempat melakukannya, dia kesal pada Jang Mi, setelah tidak berhasil mendapatkan putranya dia mengutus temannya untuk merayunya, benar-benar keterlaluan. Ibu Ki Tae mengingatkan, Ki Tae lah yang merebut kekasih Hoon Dong dan dia minta maaf untuk hal itu. Jadi Ibu Ki Tae sudah merestui hubungan Ki Tae dan Jang Mi? Tujuan seorang gadis ingin menikah akan diketahui selama proses perencanaan penikahan, apakah itu hanya karena uang atau cinta yang tulus, jadi dia hanya mempersiapkan dulu pernikahannya. Sepertinya itu ide yang bagus.

Hyun Hee kaget saat Hoon Dong memberitahunya jika Ibu Hoon Dong sudah memberi restu dan ingin segera melakukan pertemuan keluarga. Jang Mi jadi tenang, mungkin dia berubah pikiran setelah bertemu Hyun Hee. Tentang pertemuan keluarga, bagaimana ya… orang tua Hyun Hee sedang berada di dalam kapar pesiar, jadi tidak bisa datang secepatnya ke Korea. 

Jang Mi baru tahu tentang orang tua Hyun Hee, dia tidak pernah bercerita. Hyun Hee adalah anak yang mandiri, mungkin orang tuanya pun akan menyuruhnya untuk mempersiapkan sendiri pernikahannya, jadi sebaiknya mereka langsung bertemu dengan orang tuanya di hari pernikahannya saja. Hoon Dong tampak tidak sreg jika mereka langsung menikah begiu saja, tapi Hyun Hee segera mengeluh jika Myungpongie lapar. Hoon Dong langsung panik dan mempersiapkan makannya.

Jang Mi senang melihat Hyun Heed an Hoon Dong, dia pun pamit pergi karena tidak tahan melihat mereka berdua, namun saat akan pergi, Ki Tae datang! Jang Mi langsung berbalik dan duduk lagi! Sementara Ki Tae pun duduk disamping Jang Mi. Merasa tak nyaman, Jang Mi pamit pergi  lagi membuat Hoon Dong kesal karena Jang Mi bolak balik. Yeo reum berkata sebentar lagi pekerjaannya selesai sebaiknya dia menunggu Yeo Reum. Baiklah, Jang Mi akan menunggu di luar.


Ki Tae malah mengikuti Jang Mi keluar dan menganggetkan gadis itu. Ki Tae berpendapat jika sikap Jang Mi itu sangat mencurigakan. Orang-orang akan tahu jika mereka sudah berciuman. Jang Mi langsung membekap mulut Ki Tae dan menyuruhnya diam. Jang Mi menyeret Ki Tae ke kliniknya agar mereka bisa berbicara dengan leluasa.

Hyun Hee merasa heran, hubungan Jang Mi dan Ki Tae kan pura-pura, tapi mereka sangat akrab. Benar juga, bahkan Ki Tae membiarkan Jang Mi berkeliaran di rumahnya, padahal dia tidak suka menerima tamu. Apakah mereka sudah saling menyukai?

Yeo Reum datang dan berkata dia dan Ki Tae hidup bersama, bahkan saat tidur Ki Tae memeluknya dengan erat. Hoon Dong syok mendengarnya, Hyun Hee berpikir Jang Mi dan Yeo Reum itu berkencan. Mungkin hubungan mereka juga palsu. Jangan-jangan alasan Ki Tae tidak mau menikah adalah…. Yeo Reum? Hoon Dong jadi jijik sendiri.

Jang Mi menyuruh Ki Tae untuk menjaga mulutnya tentang ciuman itu. Bibir Ki Tae adalah sumber masalah! Ki Tae tahu Jang Mi menghindari dirinya, mengapa? Apakah dia berdebar-debar saat melihatnya? Apakah hatinya merasa tidak nyaman?

Jang Mi bingung kemudian bertanya dengan lantang, apakah Ki Tae menyukainya? Ki Tae terdiam apalagi melihat Jang Mi langsung memejamkan mata setelah bertanya seolah tidak siap mendapatkan sebuah jawaban yang tidak diharapkannya. Ki Tae hanya tertawa, Jang Mi bingung mengapa Ki Tae tertawa? Lalu… apakah dia harus menangis?

Jang Mi merasa lega, melihat sikap Ki Tae Jang Mi menyimpulkan Ki Tae tidak menyukainya, bagaimanapun hubungan mereka itu pura-pura. Hari itu terlalu membingungkan, liburan tiba-tiba, Hyun Hee menghilang, mereka berada dalam kondisi hati yang tidak stabil, jadi sebaiknya mereka melupakannya dan menganggap ciuman itu tidak pernah terjadi. Tapi… mengapa Ki Tae tiba-tiba menciumnya? Ki Tae mencari alasan dan berkata karena saat itu Jang Mi terlalu banyak bicara jadi dia ingin membungkamnya.

Jang Mi kesal mendengar alasan Ki Tae, mengapa Jang Mi marah? Apakah dia begitu menyukai ciumannya? Apa?! Heu… ciuman Ki Tae sangat buruk. Sebaiknya mereka melupakanannya saja, Ki Tae sudah lupa sejak tadi, Jang Mi saja yang mengungkitnya. Baiklah, yang penting mereka harus merahasiakan ciuman itu terutama dari Yeo Reum.

Saat hendak pergi, Jang Mi di kagetkan dengan kehadiran Yeo Reum yang datang menjemputnya. Bagaimana Yeo Reum tahu jika Jang Mi ada disana? Yeo Reum kan selalu tahu apa dimana Jang Mi berada dan apa yang dilkaukan Jang Mi. Mendengar itu Jang Mi jadi agak waspada. Yeo Reum mengajak Jang Mi keluar.

 Di jalan, Jang Mi gelisah dan hampir tertabrak sepeda jika Yeo Reum tidak menolongnya, mereka pun saling berhadapan dan Yeo Reum menapat Jang Mi dengan intens. Ada apa? Yeo Reum ingin mencium Jang Mi. Di tempat ini? Jang Mi kaget! Kenapa? Apakah tidak mau? Jang Mi kikuk, Yeo Reum mendekat, Jang Mi enggan menerima ciuman itu, dan Jang Mi berhasil meloloskan diri dari ciuman itu karena ponselnya berdering. Jang Mi langsung menjauh dan berkata dengan bodoh mengapa ponselnya berdering disaat seperti ini.

Siapa yang sebenarnya menelpon? Jang Mi terpaku saat melihat nama Ki Tae. Yeo Reum langsung merebut ponsel Jang Mi dan mengangkatnya, Ki Tae bertanya mengapa Yeo Reum yang mengangkatnya? Mana Joo Jang Mi? Dia sedang fokus pada Yeo Reum, jadi bicara saja dengannya. Ki Tae tidak punya pilihan, dan Yeo Reum dibuat kaget saat Ki Tae berkata dia dan Jang Mi di ajak untuk memilih tanggal pernikahan. Jadi… rencana pernikahan palsu itu masih berjalan?

Ibu Jang Mi lah yang membawa Ki Tae ke peramal dan mengatakan jika Ki Tae punya nasib yang buruk, dia akan membuat orang-orang disekitarnya merasa kesepian, bahkan semut pu n tidak mau dekat dengannya, Ki Tae menatap sebal pada si peramal itu. Ibu Jang Mi tampak was was, lalu bertanya tentang putrinya. Tepat saat itu Jang Mi datang dengan panik!

Peramal berkata jika Jang Mi mendapatkan keberuntungan luar biasa. Ibu langsung menarik Jang Mi duduk disamping Ki Tae. Lalu apakah jika mereka bersama sesuatu yang buruk akan terjadi? Mana mungkin? Ki Tae akan menyesal jika melepaskan Jang Mi sementara Jang Mi tidak akan sulit mendapatkan pria lain. Jang Mi adalah penyelamat hidup Ki Tae. Seketika Ki Tae langsung teringat saat Jang Mi menolongnya setelah tersekap selama dua hari di kamar mandi.

Meskipun keberuntungan Ki Tae tidak baik, tapi daya tarik diantara mereka sangat kuat, bahkan fantastis. Ki Tae membenarkan mereka mereka memang sangat menakjubkan jika sedang berdua. Jang Mi kesal mendengarnya sementar Ibu tersenyum bahagia.  Peramal lalu bertanya, apakah Ibu akan menikahkan mereka? Jika tidak lebih baik segera di hentikan, itu sangat tidak baik. Ibu memastikan dia akan segeran menikahkan mereka.

Jang Mi mengingatkan ibunya bukankah Ibu akan mempertimbangkan lagi pernikahan itu? Mengapa malah memilih tanggal. Ki Tae bermanja-manja, dia tahu ibu mertuanya itu adalah orang yang tidak pendendam. Ki Tae ingin mentraktirnya makan. Tidak perlu, lebih baik mereka bermesraan saja, bukan kah peramal bilang jika daya tarik diantara mereka itu menakjubkan. Ki Tae berterimakasih pada Ibu dan meneriakan, “Ommoniem, Saranghamnida” lalu dia memberikan beberapa kissbye. Jang Mi merasa ini sangat memalukan.

Ki Tae mengikuti Jang Mi hingga malam hari, mungkin dia berniat mengantarnya pulang. Jang Mi merasa risih, bukan kah peramal bilang jika mereka tidak benar-benar akan menikah lebih baik dihentikan saja? Jang Mi percaya pda penipu itu? Dia bilang Jang Mi penyelamat hidupnya, yang ada Jang Mi pembuat masalah! Ya sudah sebaiknya mereka hentikan saja kan? Lagi pula dia tidak enak pada Yeo Reum, dia… harus menyembunyikan rahasia orang yang disukainya. Mendengar nama Yeo Reum diantara mereka, Ki Tae jadi tak berkutik. 

Sebuah sepeda hampir menyerempet Ki Tae, dengan sigap Jang Mi menarik Ki Tae dan Ki Tae pun balik memeluk Jang Mi. Mereka saling bertatapan dan daya tarik diantara mereka benar-benar kuat bukan? Lama mereka saling berpandangan, namun akhirnya keduanya sama-sama kikuk. Mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.

Ibu Jang Mi menemui Ibu Ki Tae membicarakan masalah pernikahan, saat Ibu Jang Mi ingin ikut serta mempersiapkannya, Ibu Ki Tae malah tampak menyerah dan menerima usulan Ibu Jang Mi untuk mempersiapakan pernikahan ini bersama-sama. Ibu Ki Tae yang memilih, Ibu Jang Mi yang membayar dan tentu saja itu bukan harga yang murah, semua keperluan resepsi dan hadiah pernikahan memerlukan uang yang sangat banyak.

Akhirnya Ibu Jang Mi membujuk Ayah untuk menggadaikan toko dan rumah agar bisa mendapatkan uang 100 juta won. Ayah bingung mengapa menikahkan Jang Mi memerlukan biaya yang begitu banyak hingga harus menggadaikan barang mereka. Ayah setuju untuk menggadaikan rumah, tapi tidak dengan toko.  Ibu memelas, lalu Ayah menagkap gelagat busuk istrinya, apakah Ibu sengaja memang ingin menjual toko mereka? Ibu tidak keberatan dengan hal itu, ayah jadi kesal mendengarnya.

Mengapa Ibu harus bersusah payah untuk pernikahannya hingga berniat menjual toko dan rumah? Ibu hanya tidak ingin bernasib sepertinya, dan juga bagaimanapun dia tidak akan kalah dari wanita itu. Ibu Ki Tae maksudnya. Ibu kemudian menyodorkan sebuah majalah tentang wawancara keluarga Ki Tae. Ibu berkat bahwa Jang Mi bagaimanapun juga harus mendapatkan berlian merah muda di foto itu. Dalam wawancara di majalah tertulis jika Ibu Ki Tae akan memberikan berlian pemberian suaminya itu pada menantu mereka, itulah mengapa Ibu Jang Mi ingin Jang Mi mendapatkan berlian itu.

Jang Mi mendatangi Ki Tae dan memperlihatkan majalah itu. Ibu ingin Jang Mi mendapatkan berlian itu. Ki Tae langsung tegang melihat majalah itu, seolah gambar itu membuka luka lamanya. Jang Mi tidak tahan dengan semua ini, Ibu sudah mengorbankan segalanya dan dia hanya ingin Jang Mi menerima berlian itu. Apa yang harus mereka lakukan? Ibu akan terluka jika tahu mereka hanya pura-pura. Ki Tae berkata dengan dingin agar Jang Mi meminta berlian itu pada ibunya.

Apa? Pinta saja, dan katakan jika ibu tidak mau memberikannya, artinya dia tidak merestui mereka. Lalu bagaimana jika Ibu Ki Tae memberikannya? Tidak akan pernah! Tapi… Ki Tae tidak ingin dibantah, dia yakin ibu nya tidak akan memberikan berlian merah muda itu pada Jang Mi. Baiklah, Sepertinya penikahan pura-pura mereka akan segera berakhir dan Jang Mi pun akan segera bebas.

Jang Mi menelpon ibu dan meminta berlian merah muda itu. Dia tak memerlukan apapun lagi kecuali berlian itu, jadi Jang Mi berharap ibu mau mmeberikannya. Ibu langsung tidak fokus, di berkata itu adalah sesuatu yang tidak bisa di bicarakan lewat telepon, datanglah akhir pekan ini. Jang Mi memberikan laporan pada Ki Tae tentang hal itu, jadi di akhir pekan mereka harus mengakhiri segalanya.

Jang Mi mabuk sambil menatap jarinya, apakah dia tidak layak mendapatkan berlian itu? Tapi itu memang tujuannya kan, tidak membiarkan berlian itu terpasang di jarinya. Jang Mi sangat kesal dengan keadaan ini. Hyun hee bertanya apakah Jang Mi mulai menyukai Ki Tae? Tidak mungkin, hubungan mereka hanya pura-pura meskipun mereka itu sudah berciuman. Hyun Hee kaget mendengarnya.

Jang Mi berkata itu hanya kecelakaan, walau bagaimanapun hubungan mereka akan segera berakhir dan dia akan bebas, tapi mengapa dia merasa aneh? Seperti ada angin yang berhembus. Sepertinya Jang Mi memang menyukai Gong Ki Tae!

Tetap saja Jang Mi menyangkal, Hyun Hee lalu bertanya bukan kah Jang Mi merasa sedih karena segalanya akan berakhir? Jika semuanya berakhir dia tidak punya kesempatan lagi bertemu Ki Tae. Jang Mi termenung, apakah yang dikatakan Hyun Hee benar adanya?

Ki Tae juga minum bersama Hoon Dong yang mengatakan di sudah tahu semuanya, Ki Tae tak perlu lagi menyembunyikannya. Tentang perasaan tulus Ki Tae pada seseorang. Bagaimana Hoon Dong bisa menolong mereka berdua? Pura-pura saja tidak tahu itu akan membantu, Ki Tae tidak ingin mengungkapkannya.

Jadi itu cinta sepihak? Kasihan sekali Ki Tae ini, saat Ki Tae berusaha menyentuh tangan Hoon Dong dia menjauh dan merarsa jijik, dia tidak ingin Ki Tae menyentuh tangannya, ada apa dengan Hoon Dong? Sepertinya ada mis-komunikasi. Ki Tae berpikir, Hoon Dong tahu tentang perasaannya pada Jang Mi, tapi sebenarnya Hoon Dong berpikir Ki Tae menyukai Yeo Reum, hahaha…

Ki Tae pulang ke rumah dan melihat Jang Mi yang tertidur di sofa nya. Dia menyentuh wajah Jang Mi namun segera menghentikan tindakannya saat Jang Mi mulai terbangun. Jang Mi bertanya mengapa dia tidak bisa? Mengapa dia tidak bisa menerima berlian merah muda dari Ibu Ki Tae? Ibu Jang Mi sudah merelakan semua miliknya agar Jang Mi bisa mendapatkan berlian merah muda itu, kenapa Jang Mi tidak bisa menerimanya?

Memilih Jang Mi untuk mencapai impiannya hidup sendiri pasti Ki Tae tahu apa alasan ibu akan menolak dirinya. Apakah karena Jang Mi miskin? Ataukah hanya karena itu Jang Mi? Apakah hanya orang seperti Se Ah yang berhak menerima berlian merah muda seperti itu? Apakah sebegitu tidak layaknya dia?

Ki Tae jadi tidak enak hati, bukan begitu, hanya saja… Cincin itu bukan milik Ibu nya, jadi Ibu Ki Tae pasti tidak bisa memberikannya pada Jang Mi. Apa maksudnya?

Tiga tahun lalu saat Ki Tae dan Se Ah pergi memilih cincin, mereka bertemu dengan Ayah yang membeli berlian merah muda itu? Se Ah langsung menduga itu cincin untuk ibu, Ayah pun berkata dia akan melamar ibu untuk kedua kalinya. Namun dia buru-buru pergi hingga meninggalkan catatan untuk diberikan bersama cincin itu. Ki Tae memungutnya, dan ternyata itu untuk J, bukan untuk ibunya.

Sesi foto keluarga di majalah, Se Ah juga diminta ikut berfoto dan berkata akan menyenangkan jika acara lamaran kedua itu di abadikan. Ayah tampak gugup dan Ibu kebingungan.

Ki Tae mengajak Ayahnya untuk bicara berdua dan menyerahkan catatan untuk J, sepertinya J itu bukan ibunya… Ayah berusaha menjelasakan tentang hal itu, namun ibu datang dan berkata sebaiknya mereka jangan berdebat karena orang lain akan mendengar. Ki Tae sadar Ibu juga sudah tahu tentang peselingkuhan Ayahnya, bagaimana bisa ibu begitu tenang, dia bahkan meminta Ayahnya untuk menyematkan cincin itu di hadapan semua orang.

Dari kejauhan Ki Tae menatap dengan sedih saat Ayah memasangkan cincin yang seharusnya untuk J itu pada ibunya. Ada dengan keluarganya ini? Saat itulah Ki Tae tahu jika ibunya selama ini sebenarnya tidak bahagia.

Jang Mi juga tidak bisa mengerti, bagaimana Ibu bisa memakai cincin untuk perempuan lain di hadapan semua orang? Ibu melakukan itu karena semua orang melihatnya, mereka harus memasang topeng mereka untuk mengelabui semua orang.

Melihat wajah Ki Tae yang begitu menyedihkan saat menceritakan semua itu membuat Jang Mi paham, bahwa perubahan sikap Ki Tae sedikit banyak adalah karena ibunya memaksanya untuk memasang wajah palsu di hadapan semua orang. Jang Mi menangis untuk Ki Tae,  merasa empati pada keadaannya. Lalu Jang Mi pun memegang tangan Ki Tae, dia berkata pada pria itu, agar menunjukan emosinya di hadapan Jang Mi. Ki Tae bisa melakukan itu, karena Jang Mi adalah calon istri pura-pura nya.

Se Ah dan Yeo Reum sudah ada disana melihat Jang Mi yang mencoba mengeluarkan emosi Ki Tae. Se Ah tampak terluka melihat hal itu. Ternyata begitu.. Se Ah pun langsung pergi, padahal tadinya Se Ah ingin bertanya mengapa bukan dirinya yang bisa berada di samping Ki Tae.

Yeo Reum juga tampak marah, dia seharusnya tidak melihat semua itu. Mereka seharusnya berhenti saat Yeo Reum mulai mencari tahu. Tapi kini Yeo Reum terlanjur melihatnya, rasa empati Jang Mi pada Ki Tae. Melihat reaksi dua orang itu, Jang Mi dan Ki Tae tidak tahu harus berbuat apa.

Akhir pekan, Ki Tae mengantar Jang Mi ke rumahnya, mereka harus mengakhiri semuanya disini, jika dilanjutkan lebih lama lagi akan sangat berbahaya. Tapi entah mengapa, Jang Mi merasa tidak tenang karena semuanya harus berakhir.

Hujan masih turun dengan lebat saat Ki Tae membukakan pintu mobilnya untuk Jang Mi. Mereka berpayung bersama dan Jang Mi menatap rumah Ki Tae. Mungkin ini adalah terakhir kalinya Jang Mi datang ke rumah keluarga Ki Tae. Mendengar kata-kata Jang Mi, Ki Tae tampak sangat bersedih. Terakhir kalinya…

Tanpa basa basi, Jang Mi meminta cincin itu, Nenek dan Bibi bertanya mengapa Jang Mi harus meminta  cincin berlian merah muda itu? Sepertinya itu terlalu berlebihan.  Jang Mi hanya ingin mengetahui ketulusan ibu Ki Tae. Jika ibu tidak bisa memberikannya itu artinya dia tidak tulus menerima Jang Mi sebagai menantunya. Jadi apakah Ibu akan memberikannya atau tidak?

Cincin merah muda itu masih tersemat di jari tangan J, perempuan yang sedang bersama Ayah Ki Tae saat ini. Jadi… ibu tidak mungkin memberikannya pada Jang Mi kan? Namun dengan mengejutkan Ibu memberikan cincin itu ke hadapan Jang Mi, semua oran kaget tak terkecuali Bibi dan Nenek yang sepertinya sudah tahu cincin itu sebenarnya bukan milik ibu. Jang Mi dan Ki Tae pun saling pandang. Benarkah itu berlian merah muda yang dipasangkan oleh Ayah pada Ibu tiga tahun lalu?

Jang Mi bertanya pada Ibu apakah cincin itu benar-benar berharga untuk nya? Tentu saja, jadi Jang Mi pun harus memperlakukannya dengan istimewa. Jang Mi mengeluarkan cincin itu dari kotaknya dan dia mengambil sebuah batu. Jang Mi berniat menghantam cincin itu dengan batu. Semua orang lebih kaget lagi melihat tindakan ekstrim Jang Mi. Ki Tae pun berteriak berusaha menghantikan Jang Mi, tapi tak ada yang bisa mencegahnya. Berlian di cincin itu hancur dengan hantaman batu, apa artinya itu?

Itu berlian palsu, akhirnya Jang Mi tahu hati Ibu sebenarnya terhadapnya. Karena Ibu sudah menolaknya seperti ini, wajar jika Jang Mi berdiri seperti ini, tapi… lepaskan Ki Tae, jangan paksakan lagi pernikahan yang terlihat baik menurut orang lain. Ibu bertanya, apakah Ki Tae yang memberitahu Jang Mi? tentang apa? Tentang cincin orang lain? Apakah tentang ulah ibu yang membodohi semua orang?

Apa tujuan Ki Tae menyuruh Jang Mi meminta cincin itu, apakah untuk mempermalukannya? Ingin melihatnya kalah? Bukan, mereka hanya ingin melihat hati ibu yang sebenarnya. Bahwa pernikahannya itu tidak sebahagia seperti yang terlihat di majalah.  Kebenarannya adalah Ibu sangat terluka dan keluarga mereka sangat berantakan.

“Ibu... tidak ingin Ki Tae  mempunyai pernikahan sepertimu, Itu sebabnya kau terobsesi pernikahan yang sempurna untuk Ki Tae. Betapa kau sangat menginginkan.. Kebahagiaan untuk Ki Tae... Aku tahu itu, tapi... Jika kau ingin Ki Tae bahagia, Kau harus bahagia lebih dulu. Jangan kelabui mata orang dengan kebahagian palsu, tapi kebahagiaan sebenarnya”

Nenek berusaha menyela, tapi Jang Mi sudah tidak bisa berhenti dia minta maaf dan berkata, “Orang yang membuat Ki Tae ingin hidup sendiri adalah Ibu” Jang  Mi pun segera keluar dari rumah Ki Tae dan Ki Tae menyusulnya.

Ibu merasa tertohok dengan apa yang dikatakan Jang Mi, dia pergi ke kamarnya dan menangis sendirian. Pada akhirnya manusia memang harus meluapkan emosinya, karena mereka bukan robot yang tidak bisa merasakan apapun.

Ki Tae menatap Jang Mi yang sedang menangis dari belakang sambil bergunam dalam hati, ‘Dari semua orang, aku tidak ingin kau mengetahuinya’ Ki Tae memanggil Jang Mi yang kemudian menghadap Ki Tae setelah menghapus air matanya.

Bagaimana dengan akting terakhir Jang Mi? Apakah Ki Tae menyukainya? Ki Tae tak mengatakan apapun. Jika Ki Tae menyukainya setidaknya ucapakanlah terimakasih, jangan hanya menatap kosong seperti itu saja padanya. Dalam hati Ki Tae bergunam, ‘ Jika aku mengucapkan terima kasih, aku takut itu menjadi kata terakhir’

Jang Mi mengajak Ki Tae berjabat tangan sebagai salam perpisahan karena dia merasa ini akan benar-benar menjadi yang terkahir. Ki Tae menyambut uluran tangan Jang Mi, namun dia menarik gadis itu kedalam pelukannya.

Jang Mi awalnya kaget, namun kemudian dia berkata, “Kau harus mulai mengeluarkan emosimu. Meskipun aku tidak akan berada di sampingmu” Ki Tae tak bicara apapun, dia hanya memeluk Jang Mi lebih erat dan bergunam dalam hati, ‘Walau aku akan begitu. Aku ingin tetap berada di sisinya’

“Akhirnya skenario rencana pernikahan palsu mereka akan segera berakhir” Jang Mi berbicara dengan lega tapi sedih sambil tetap memeluk Ki Tae, namun sebuah suara mengagetkan mereka, “Apa yang kalian bicarakan? Pernikahan palsu?” Itu adalah Nenek. Jang Mi dan Ki Tae kaget karena nenek mengetahui rencana mereka.

***

Jadi Nenek lah orang yang tahu tentang pernikahan pura-pura itu? Poor Nenek, karena dialah yang paling semangat untuk membuat Jang Mi dan Ki Tae bersama. Tapi ternyata semuanya palsu, nenek pasti sangat kecewa -__- tapi… Nenek sepertinya punya hak untuk memaksa mereka bersama, Ayo Nek paksa aja mereka ke penghulu, wkwkwk.

Ada yang sedikit membuat bingung, saat Se Ah dan Yeo Reum ada di rumah Ki Tae, apakah mereka mendengarkan cerita Ki Tae tentang cincin berlian merah muda itu, ataukan mereka hanya melihat ketulusan Jang Mi pada Ki Tae. Rasa empati Jang Mi yang ingin Ki Tae mengeluarkan emosinya karena luka yang selama ini menumpuk dalam hatinya. Kenapa juga Se Ah dan Yeo Reum harus bersikap seperti itu, membingungkan~~

Pada akhirnya Jang Mi mulai menyadari perasaannya pada Ki Tae, namun sepertinya dia ingin menghentikannya sebelum memulai karena mereka harus mengakhiri segalanya. Akh… Ki Tae-ssi katakan pada Jang Mi tentang perasaanmu, mengapa dia tidak ingin mengungkapkannya, yakin deh, Jang Mi pasti akan dengan mudah mengakui perasaannya pada Ki Tae, jika Ki Tae duluan yang mengambil langkah.

Jang Mi itu tipe yang mudah mengikuti arus kok, tapi sepertinya perasaannya untuk Ki Tae akan bertahan lama karena dia sudah ber empati tanpa syarat padanya. Beda dengan perasaannya dia pada Hoon Dong dan Yeo Reum yang membuatnya terpesona karena kebaikan mereka. Jang Mi malah terlihat sangat ingin membuat Ki Tae bahagia, meskipun itu harus membuatnya hidup sendirian. Akh… Jang Mi-ssi seharusnya kau tahu jika Ki Tae akan bahagia bersamamu.

Ngakak liat kelakuan Hoon Dong, hahaha… Dong Dong amat yak dia disini, udah mupeng aja waktu dikuil, eh kepergok biksu, diusir  tanpa pakaian oleh ibunya, kayak bocah aja. Bisa gak ya dia jadi bapak yang baik, hehehe… Tapi Hyun Hee nya rada misterius nih tentang orang tuanya. Sepertinya Hyun Hee itu anak yatim piatu, atau… malah dia anak orang kaya yang sedang menyamar *halah kebanyakan nonton sinetron si aku* Tapi apapun itu, semoga hubungan Hyun Heed an Hoon Dong lancar-lancar aja deh ya^^

Kasian Ki Tae disangkain gay sama Hoon Dong, padahal yang nyium Yeo Reum itu siapa coba? Kan Hoon Dong, walaupun dalam keadaan tidak sadar, wkwkwkwk… lagian Yeo Reum ngapain coba bilang-bilang ke Hoon Dong dia tinggal sama Ki Tae dan kalau tidur Ki Tae memelukanya dengan erat, jadi kan Hoon Dong salah paham, tapi lucunya obrolan dia sama Ki Tae nyambung yah hahaha… tentang Ki Tae yang ingin menyembunyikan perasaannya… hahaha...

Episode 9-10 ini banyak banget Kiss nya yah? Ki Tae dengan Se Ah, Jang Mi dengan Yeo Reum, Jang Mi dan Ki Tae, eh... ada tambahan Yeo Reum dan Hoon Dong hahaha... Ki Tae masih jaim aja sih yah, bilang dia nge Kiss Jang Mi karena ingin membungkam mulutnya, padahal saat itu Jang Mi udah nggak ngomong apa-apa, heu...

Kasian sih liat Se Ah, segitu pengennya dapat anak dari Ki Tae. Se Ah dan Ki Tae karakternya terlalu mirip jadi akhirnya mereka akan terus bertabrakan, masalah terus yang akan timbul karena tidak saling melengkapi. Se Ah dan Ki Tae itu bagaikan dua garis yang sejajar, apa yang mereka pelajari dan pahami sama banyak dan saling beriringan sehingga mereka tidak bisa bertemu di satu titik untuk membuat mereka tetap bersama. 

Dan lagi... ternyata Ki Tae baru tahu Ayahnya selingkuh itu saat dia berniat menikah dengan Se Ah yah? Setidaknya, Ki Tae yang tadinya punya mimpi bisa hidup bahagia bersama dengan Se Ah, tapi mengtahui peselingkuhan Ayahnya dan cara ibu menyikapinya membuat dia bimbang, di tambah lagi dia sadar jika Se Ah itu punya sifat seperti ibunya, makin lah dia tambah resah dan galau, dan akhirnya memutuskan membatalkan pernikahan itu, karena Ki Tae tidak ingin menjalani kehidupan pernikahan seperti Ayah dan Ibunya.

Bagaimana Ki Tae akan menghadapi keluarga Jang Mi setelah ini? Apakah rencana pernikahan palsu mereka benar-benar harus berakhir? Ataukah malah akan berubah menjadi kenyataan? Aiiihh greret deh liat Ki Tae sama Jang Mi pengen cepet-cepet liat mereka saling jujur dan nikah aja gitu lah…
 
*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

9 Komentar untuk "Marriage Without Dating Episode 9-10: Truth or Dare"

Setujuuuuuuuu!!!! Cepetan nikahnya trus ada scane bulan madunya, karena mereka itukan pasangan membara hahahhaaa
Reviewnya dungs to ep selanjutnya,
Tks

Hadeuuuuuhhh Ǚϑ@ђ ƍä> sabar episode selanjutnya... tetap semangat ya..

Kekasih, ditungg ljutan ... hiii makin pensarannnn.....henny

Eeee mksny makasih :-) mbk irfa ..... fr henny

trims yach tuk sinopsisnya

pengen cepet" nonton dramanya

Suka sama drama ini,, manis dan ringan,, gomawo mbk irfa,, lanjutin terus ya rekapannya,,

bener bener pengen cepet nonton dramanya.... thanks irfa... :)

Jang Mi benar-benar keren.... rusuh... dan anti jaim di depan keluarga Ki Tae

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top