Endless Love Episode 7




Kwang Hoon mendampingi Jenderal Chun pergi ke pertemuan di Amerika. Mereka akan mempersiapkan pembahasan tentang hubungan Internasional Korea dan Amerika setelah terpilihnya Presiden Baru Amerika. Kwang Hoon mempersiapkan materi pertemuan itu dengan sangat detail membuat Jenderal Chun puas dengan hasil kerjanya. Apapun hasil pertemuan itu, mereka harus tetap mampir ke Boston. Mereka harus memilih sekolah untuk Kwang Hoon.

Hye Jin berbicara dengan In Ae agar In Ae melepaskan Kwang Hoon dan tidak membuang-buang waktu. In Ae balik mengancam, Hye Jin lah yang sebaiknya tidak membuang-buang waktu karena dia dan Kwan Hoon tidak akan mudah dipisahkan. Hye Jin juga tidak ingin menyerah dia akan memperjuangkan Kwang Hoon, dan jika In Ae benar-benar mencintai Kwang Hoon seharusnya In Ae meninggalkannya. Demi masa depan Kwang Hoon, pada akhirnya nasib In Ae lah yang akan memisahkan mereka.


Se Kyung sedih karena harus berpisah dengan pamannya sementara dia akan diantar pulang Kwang Chul, dia tidak percaya pada tangan kanan pamannya itu. Kalau begitu, Se Kyung saja yang menyetir. Kwang Chul pun mempersilahkan agar Se Kyung yang menyetir. Kwang Chul kesal dengan cara menyetir Se Kyung, mereka bahkan melawan arah menuju pulang. Belum lagi Se Kyung seolah sengaja menakut-nakuti Kwang Chul dengan cara menyetirnya yang tidak benar. Se Kyung tertawa puas, sepertinya Kwang Chul benar-benar ketakutan, apakah dia hampir melihat surga? Se Kyung berkata dia akan membawa Kwang Chul ke surga yang sebenarnya.

Se Kyung membawa Kwang Chul ke sebuah pub, Se Kyung menari di pub itu sementara Kwang Chul hanya mengawasi dari kejauhan. Kwang Chul tersenyum kecil melihat betapa bahagianya Se Kyung menari disana, namun… dua orang pria membuat Se Kyung tidak nyaman, Kwang Chul pun segera mendekat dan menyingkirkan mereka kemudian membawa Se Kyung keluar dari tempat itu.

Dalam perjalanan pulang Se Kyung menatap kagum pada Kwang Chul yang di balas dengan pertanyaan sinis dari Kwang Chul yang sempat membalas menyetir dengan tidak hati-hati dan membuat Se Kyung ketakutan.  Se Kyung jadi kembali sinis pada Kwang Chul dan memperingatkannya agar dia hati-hati karena dia akan membuat Kwang Chul di pecat menjadi tangan kakak pamannya. Kwang Chul tidak peduli dan berkata akan memegang tangan kirinya saja kalau begitu.

Kwang Chul mengantarkan Se Kyung ke rumah dinas perdana mentri hingga selamat, tapi dia pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun pada Se Kyung padahal barang-barang Se Kyung masih di bagasi. Saat pengawal bertanya apakah mereka perlu mengejar Kwang Chul, Se Kyung bilang tidak perlu. Barang nya juga tidak terlalu penting. Tapi hati Se Kyung sepertinya sudah berhasil di ambil Kwang Chul tuh.

Kwang Hoon menemani Jenderal Chun untuk bertemu dengan perwakilan pemerintah Amerika. Kwang Hoon bertindak sebagai penterjemah Jenderal Chun untuk pertemuan itu karena sepertinya Sang Jenderal tidak mahir berkomunikasi dengan bahasa inggris. Mereka membicarakan tentang prosedur kunjungan kenegaraan dimana pemerintah Amerika ingin melakukan eksekusi di Korea, tapi Pemerintahan Korea adalah Pemerintahan Militer Non-demokratis kan?

Jenderal Chun tidak menyangkal hal itu, namun saat ini Republik Korea adalah Negara yang masih muda dimana perekonimiannya sedang dalam masa pertumbuhan, itulah mengapa Korea perlu bekerja sama dengan Amerika dalam masalah ekonomi. Dia sangat berharap mereka bisa memulihkan hubungan internasional antara kedua Negara. Jenderal Chun menghormati kebijkan Amerika yang mementingkan hak-hak Rakyat. Karena itulah kerja sama diantara kedua Negara sangat dibutuhkan.

In Ae di jemput oleh dua orang suruhan Sutradara Im yang mengeluh seharusnya In Ae bisa pindah dari rumah itu karena dia sudah punya uang sekarang. In Chul yang menemui mereka Nampak tak peduli, dan In Ae pun datang dengan bingung karena hari ini tidak ada syuting, mengapa mereka datang? In ae harus ikurt bersama mereka, Sutradara Im akan mengajak In Ae ke sebuah acara yang akan menjadi sejarah dalam industri perfilman Korea. Semua produser film dan artis papan atas akan datang kesana. In Ae merasa tak layak, namun saat mendengar sutradara Im sudah menunggunya di bawah, In Ae tak bisa menolak.

Sutradara Im membawa In Ae ke butik dan memilihkan baju untuknya, gaun putih yang membuat In Ae tampak lugu menurut sutrada Im adalah yang paling pantas untuk In Ae saat ini. Selain gaun yang bagus, In Ae juga di dandani di salon supaya terlihat lebih cantik untuk pergi ke pesta.

Seorang pria dengan style rock n roll menatap foto In Ae di majalah, matanya tampak berbinar-binar dan penuh pemujaan terhadap In Ae. Tiba di bandara dia disambut Se Kyung yang membawakan bunga untuknya. Se Kyung menyambut pria itu dengan gembira dan memanggilnya “Oppa” Si Pria juga tampak bahagia melihat Se Kyung dan memeluknya serta bertanya apakan Se Kyung sehat? Pria itu adalah Kim Tae Kyung putra sulung PM Kim dan Nyonya Min, alias Kakaknya Se Kyung.

In Ae dan Sutradara Kim datang gedung tempat acara nya berlangsung. Para wartawan sudah menanti kehadiran In Ae dan ingin mewawancarai In Ae, namun In Ae hanya melambaikan tangan dan tersenyum dengan canggung. Ini pertama kalinya In Ae menghadiri acara seperti ini.

Sebelum pesta ternyata Sutradara Im membawa In Ae untuk bertemu dengan seseorang yang ingin membicarakan tentang pembuatan studio pembuatan film. Melihat blue print denah studio film itu In Ae berkomentar pasti perlu tanah yang luas untuk membuat bangunan itu. Apakah In Ae bisa membaca dengan bangunan? In Ae mempelajarinya karena suatu alasan.

Orang yang ditemui Sutradara Kim takjub dengan kecerdasan In Ae, dia akhirnya tahu mengapa Sutradara Kim sangat melindungi Tess Korea ini, dia bukan hanya cantik. Orang itu membenarkan pendapat In Ae bahwa mereka harus membeli sekitar dua sampai tiga lahan lagi, itulah mengapa dia mengatur pertemuan sebelum pesta berlangsung. Apakah ada orang penting lain yang akan datang menemui mereka?

Orang penting itu adalah PM Kim. Sutradara Im dan orang yang ditemuinya tadi langsung menyambut PM, sementara In Ae terpaku di tempatnya. Dia teringat kata-kata neneknya yang memberikan foto PM Kim padanya dan mengatakan jika PM Kim itu adalah Ayah In Ae. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya In Ae bertemu secara langsung dengan Ayah kandungnya.


Sutradara Im memperkenalakan In Ae sebagai artis baru untuk film terbarunya. PM Kim terlihat antusias dan merasa wajah In Ae sangat familiar baginya. Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya? Akh… film documenter itu. In Ae adalah si bunga harapan. PM Kim merekomendasikan In Ae menjadi Menteri Hukum, bukan kah itu impiannya?

In Ae tak bicara apapun, dia hanya menatap PM Kim dengan sedih. Apakah PM salah bicara? In Ae tampak tidak senang. Sutradara Im jadi tidak enak dan berkata jika In Ae sangat pemilih. PM mengerti dan berkata pada In Ae agar belajar yang rajin. In Ae akan rajin belajar, tapi… apa gunanya?

“Negara ini tidak mematuhi undang-undang. Orang yang seharusnya diadili adalah para penegak hukum”

Sutradara Im menegur kelancangan In Ae namun gadis itu tampak tak peduli. PM malah takjub pada In Ae karena dia berani mengayuhkan pedang di depan Perdana Menteri Negara ini. Sutrada Im jadi tidak enak hati dan akhirnya minta maaf, PM tidak masalah dengan itu, In Ae juga harus tegas sebagai seorang artis.


“Wajahku tidak mencerminkan wajah polos dengan baik. Sutradara pasti mengalami banyak kesulitan” kata-kata In Ae itu malah membuat PM semakin takjub dan meminta Sutrada Im untuk mengundangnya ke acara Premier filmnya In Ae.

Mereka pun menuju ke tempat pesta. Saat naik escalator, In Ae berpapasan dengan Kwang Chul yang hendak turun. Keduanya tak saling melihat, namun In Ae merasa melihat sosok Kwang Chul setelah jauh. Dia menoleh ke belakang, namun dia tidak melihat siapa-siapa. In Ae merasa tidak tenang bahkan tidak menyimak pembicaraan tentang  PM yang sangat peduli pada industri film dan itu sangat membantu meringankan ke khawatiran Sutrada Im. PM Kim senang bisa membantu lagi pula itu bukan karena alasan pribadi. Itu merupakan sejarah untuk mengangkat kebudayaan negera mereka. PM Kim bahkan layak mendapat julukan Menteri Kebudayaan.

PM Kim kaget saat melihat Nyonya Min ada di tempat itu juga. Kenapa istrinya ada disana juga? Asosiasi film mengundangnya. Nyonya Min menyapa sutradara Im yang balas memberikan hormat. Sutradara Im meminta In Ae memberi salam, namun In Ae masih cemas dan tak tenang karena merasa telah melihat Kwang Chul bukannya memberi salam, In Ae malah meminta maaf dan pamit pergi dia bahkan mengabaikan panggilan sutrada Im.

Kwang Chul membuka kan pintu untuk Chairman Son yang bertanya apakah Kwang Chul sudah menyimpannya dengan aman di brangkas hotel? Kwang Chul sudah melakukannya dengan baik. Chairman Son berkata agar Kwang Chul berhati-hati pada Istri peradana Menteri karena dia merasa melihatnya di hotel itu. Istri PM Kim sangat luar biasa, dia orang yang menakutkan.luar biasa hotel ituk. Chairman Son berkata agar Kwang Chul berhati-hati pada Istri peradana Menteri. otel

“Sepanjang hidupku, aku tidak pernah bertemu wanita yang lebih kuat darinya. Julukannya Kupu-kupu Besi”

Kwang Chul heran kenapa Istri PM sampai mendapat julukan seperti itu? Apakah dia berani membunuh seseorang? Chairman mengelak untuk menjawab, pokoknya Kwang Chul harus hati-hati. Kwang Chul manut saja.

In Ae mencari Kwang Chul ke lobi hotel, namun dia tidak menemukan siapapun. Dia keluar dan berdiri di depan pintu masuk hotel. Mobil yang dikendari Kwang Chul melintas, Kwang Chul melihat In Ae dan merasa resah sementara In Ae tak sempat melihat Kwang Chul, namun perasaannya begitu kuat, setelah mobil itu melintas dia merasa melihat Kwang Chul di dalam sana.

In Ae bertanya pada resepsionis Hotel, tapi tidak ada tamu yang bernama Han Kwang Chul. In Ae yakin dia melihat Kwang Chul keluar dari hotel ini dan meminta resepsionis untuk memastikannya kembali. Bahkan In Ae mendeskripsikan cir-ciri fisik Kwang Chul. Percuma saja, tidak ada tamu dengan nama itu di hotel mereka.

PM Kim dan Nyonya Min hendak pergi setelah melakukan sambutan di acara perfilman hari ini. Sutradara Im berterimakasih atas kehadiran mereka dan Nyonya Min pun berterimakasih pada pihak Indsutri Film karena berkat mereka Suaminya mendapat julukan Menteri Kebudayaan. Itu tidak seberapa, semua orang juga tahu jika PM Kim adalah calon Presiden selanjutnya. PM Kim dan Nyonya Min hanya tersenyum dan pamit pergi.

Saat akan menuruni ekskalator PM Kim melihat In Ae yang sedang termangu di bawah, dengan refleks dia melambaikan tangan, sangat antusias. Tentu saja itu membuat istrinya penasaran pada siapa suaminya melambaikan tangan? Ternyata Seo In Ae? Artis tidak sopan yang tadi tidak menyapanya. Belum jadi artis papan atas saja sudah sombong. 

In Ae hanya membalas lambaian tangan itu dengan anggukan hormatnya. Dia menatap wanita di sebelah Ayahnya itu, dia adalah istri sah PM Kim. Orang itu bisa jadi adalah orang yang  paling menginginkan kematian ibunya.

Di dalam mobil Nyonya Min mengatakan jika dia merasa tidak asing pada wajah In Ae. PM Kim berkomentar In Ae itu artis baru. Auranya tidak asing, Nyonya Min merasa pernag nelihatnya. Jujur saja, PM Kim juga pasti merasakannya kan? Itu sebabnya dia tadi melambaikan tangan secara tidak sadar padanya. Apa yang sebenarnya sedang dipikirkan istrinya? Sepertinya PM Kim jadi teringat masa lalu setelah bertemu In Ae. PM Kim hanya diam saja, sepertinya tebakan istrinya itu ada benarnya.

“Kebiasaan burukmu mungkin terus berlanjut sampai umurmu 80”

In Ae masih galau, dalam satu hari dia bertemu dengan orang-orang yang mengejutkan. Ayah kandungnya dan istri kejamnnya, lalu Kwang Chul… In Ae yakin orang yang dilihatnya itu adalah Kwang Chul. Tangan In ae masih gemetaran saat seseorang memanggilnya dan meminta nya untuk masuk ke ruang pesta.

Tae Kyung  yang sedang menyanyikan sebuah lagi rock di atas panggung tiba-tiba di tangkap oleh pria-pria ber jas. Se Kyung yang sedang menonton pun jadi ikutan panik. Siapa yang menangkapnya. Siapalagi jika bukan orang suruhan Ibunya mereka, Nyonya Min, si kupu-kupu Besi.

Setelah di tangkap, Tae Kyung berkata pada adiknya, “Se Kyung.. Indera ke-6 Kupu-kupu besi sangat tepat” Se Kyung juga tidak senang, meskipun Tae Kyung ada di luar angkasa, dia akan selalu bisa melihatnya dengan teleskop. Tae Kyung merasa itu sangat membosankan karena Ibunya selalu mengejar dia kemana-mana.

Park Young Tae datang ke rumah PM Kim dengan penuh kewaspadaan, dia menemui Nyonya Min yang sedang resah di sebuah ruangan. Park Young Tae sering sekali berkunjung ke rumah dinas, bagaimana kalau ada yang tahu? Nyonya Min bertanya apakah kepala staf kejam seperti biasanya?

Apakah saat mereka bertemu Nyonya Min hanya bisa membicarakan politik saja dengannya? Mata keduanya saling beradu pandang dengan cara yang berbeda. Ada hubungan apa diantara mereka berdua? Park Young Tae kemudian mendekat dan memperingatkan Nyonya Min tentang hubungan Jenderal Chun dan Presiden. Jangan lupa jika Presiden berpihak padanya, jika Nyonya Min lengah mungkin Pencapresan mendatang akan menjadi pertarungan yang menakutkan. Apalagi Perdana menteri sangat tenang, meskipun Negara ini sedang goyah dia tetap tenang. Park Young Tae tidak usah mengurusi nya, dia hanya perlu bekerja pada Nyonya Min. 

“Jaga baik-baik anak-anak anda. Tae Kyung sudah pulang, 'kan?” Park Young Tae bertanya dengan intens. Sepertinya memang begitu. Banyak orang bilang, Seorang wanita butuh suami yang baik agar anaknya kelak menjadi anak yang baik juga. Dengan penuh kekhawatiran Park Young Tae memberi saran agar menyuruh Tae Kyung kembali ke tempat kuliahnya di luar negeri.

Saat Tae Kyung tiba di rumah Nyonya Min langsung bertanya apakah Tae Kyung punya pacar di Korea? Pacar? Jika tidak ada mengapa Tae Kyung buru-buru kembali ke Korea? Dengan santai Tae Kyung menjawab, bagaimana kalau ada?

“Ibu akan menyingkirkannya” Tae Kyung langsung ngeri sendiri mendengarnya. Menyingkirkannya? Dengancara apa? Membunuhnya? Nyonya Min menganggap bicara Tae Kyung sangat ngawur itu pasti karena dia sedang marah. Tae Kyung tidak berpikiran seperti itu, sepertinya kelakukan Ibunya bukan hanya gossip, “Orang-orang menyebut Ibu Kupu-kupu Besi yang bisa menghilangkan seseorang tanpa jejak”

Ayahnya hampir gagal tapi Tae Kyung terus membuat masalah. Se Kyung mencoba membela kakaknya, namun Nyonya Min tak menggubris. Lagi pula Tae Kyung juga terus melawan dan berkata kenapa ibunya tidak menempelkan pin di jantungnya seperti kolektor kupu-kupu. Tidak, lebih baik sebuah paku besar saja. Nyonya Min tidak peduli pada racauan putranya dan terus bertanya apakah Tae Kyung punya pacar? Dengan kesal akhirnya Tae Kyung berkata, “Iya, punya. Aku buru-buru pulang karena aku ingin bertemu dengannya” Nyonya Min sangat kesal dan menyuruh Tae Kyung untuk kembali besok.

Menurut Informannya, Nyonya Min memastikan Tae Kyung tidak berbicara dengan seorang wanitapyn di klub, jadi siapa yang ingin ditemuinya? Se Kyung merasa Ibunya keterlaluan, Oppa nya itu hanya kesepuan dan dia merindukan rumah. Kesepian? Memangnya dia itu anak siapa? Seharusnya dia berhati-hati dengan setiap perkataan dan perbuatannya. Berani sekali Tae Kyung menyanyi di klub?

Se Kyung membela kakaknya, putra seorang PM juga punya hobi kan? Tentu saja tapi Tae Kyung tidak harus menlakukan hobinya di Korea. Bagaimana kalau masyarakay tahu? Mereka akan menunjuk jari padanya! Nyonya Min kemudian mendapat telepon dari ibu Negara dan dia menyuruh Se Kyung untuk naik ke atas dengan isyaratnya.

Tae Kyung mendengarkan music di kamarnya dan saat Se Kyung masuk dia berterimakasih pada sang adik karena telah mempersiapkan lagu dan bunga untuknya. Ternyata Se Kyung masih mendengarkan lagi itu? Kematian dan Perawan. Se Kyung selalu mendengarkan lagi ini saat sakit, sekarang dia sudah sehat bukan kah seharusnya dia mendengarkan lagu yang lebih ceria? Se Kyung berkata dia senang Oppa nya itu pulang. Sangat senang. Se Kyung dan Tae Kyung pun saling berpelukan untuk melepas rindu mereka.

In Ae bertanya pada Nenek dimana Ayahnya bertemu dengan ibunya? In Ae ingin tahu bagaimana mereka bertemu. Nenek pun bercerita dengan sedih.

“Ibumu adalah guru di SMP Hwachun. Dia adalah guru kesenian. Dia ke danau untuk melukis di hari Sabtu. Suatu hari dia terjebak hujan yang lebat”

Ibu In Ae berjalan sendirian di hari hujan, para tentara yang lewat menyorakinya. Ibu In Ae tidak menanggapinya dan terus berjalan dengan wajah dingin. Seorang tentara yang pangkatnya lebih tinggi memelankan Jeep nya dan menawarinya tumpangan. Ibu In Ae mengabaikannya, dial ah Ayah In Ae saat muda.

“Hari itu seharusnya tidak hujan.  Hujan itu menyebabkan tanah longsor di gunung belakang sekolah. Para tentara datang membantu. Di sana... dia... bertemu dengannya lagi”

PM Kim sedang melukis di rungan pribadinya, Nyonya Min mengeluhkan kelakuan suaminya,apakah sekarang waktunya melukis?Jendral Chun pergi ke Washington untuk melakukan kunjungan rahasia. Mengapa jenderal Chun yang harus datang ke pertemuan Hanmi? PM Kim sudah tahu akan hal itu, tapi dia santai saja. Seharusnya PM Kim yang ada disana, bukan kah suaminya itu tahu apa yang sedang di kejar Jenderal Chun?

PM Kim berpendapat kekuasaan itu mudah berganti. Benar sekali! Dan Nyonya Min sedang mengusahakan kekuasaan itu menjadi giliran suaminya. Tapi PM Kim tampak tak peduli jika itu bukan gilirannya. Dia tidak akan menyesalinya. Huh! Jujur sekali PM Kim di hadapan istrinya

“Pemilu berikutnya, apa kau akan diam saja dan menikmati pembicaraan orang lain tentang dirimu? Karena sudah muncul gilirannya, kau akan pura-pura tidak serakah” PM Kim jengah dengan celotehan istrinya, mengapa bukan dia saja yang menjadi perdana mentri dan calon presiden? Baiklah jika Suaminya itu tidak akan melakukannya dia yang akan melakukannya.

Mendengar cerita Nenek tentang pertemuan Ayah dan Ibunya, In Ae membuat praduga, antara dia atau istrinya, salah satu dari mereka ingin membunuh In Ae dan ibunya, benar kan? Mungkin itu memang benar, tapi sebaiknya In Ae diam saja dan merahasiakannya. Lalu mengapa Nenek malah memberitahu In Ae tentang Ayahnya? Lebih baik bagi In Ae jika dia tidak mengetahuinya. Nenek hanya berpikir In Ae perlu tahu sisilah keluarganya.

“Apa gunanya? Apa gunanya mengetahui silsilah keluarga kalau hanya untuk membalas dendam?” In Ae sangat emosi karena hal ini dan air matanya pun sudah berurai sejak tadi. Nenek berpesan agar In Ae tidak mengatakannya pada Kwang Hoon sampai mereka menikah. In Ae jadi teringat,  Apakah itu akan jadi kenyataan? Menikah dengan Kwang Hoon. Tujuan yang ingin dicapai Kwang Hoon sangat besar.

In Ae syuting adegan berjalan dibawah guyuran hujan hingga keguguran. Dengan emosinya yang masih menggalau karena pertemuan dengan Ayah kandungnya dan orang yang mirip Kwang Chul, In Ae mendapatkan ekspresi wajah yang sesuai seperti yang diinginkan sutradara. Sutradara Im memujinya karena penjiwaan yang dilakukan In Ae sangat terkontrol.

Masih penasaran dengan Kwang Chul, In Ae mendatangi lagi hotel itu. Kini In Ae hanya berdiri di lobi hotel bersandar pada salah satu tiang, dan akhirnya penantiannya tak sia-sia. Kwang Chul melewatinya bersama Chairman Son. Melihat In Ae ada disana, Kwang Chul pun langsung terpana. In Ae juga merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Chairman Son bertanya, “Ada apa, Hiro Yoshi?” Kwang Chul meminta atasannya untuk naik duluan, bagaimanapun dia harus berbicara dengan In Ae.

“Hiro Yoshi? Kau itu Hiro Yoshi? Atau Han Kwang Chul?” Kwang Chul merasa sangat bersalah dan memanggilnya, “In Ae-ya” jika orang itu mengetahui namanya, jelas sekali jika dia adalah Kwang Chul. Jadi Han Kwang Chul benar-benar masih hidup? Kwang Chul mengajak In Ae untuk berbincang di luar hotel.

Selama ini In Ae berpikir Kwang Chul sudah mati karena dirinya. Tulangnya terasa sakit dan hatinya hancut. Tiap malah In Ae tidak bisa tidur. In Ae menampar Kwang Chul yang tidak sempat menghindar, tamparan itu cukup keras. 

Namun setelah In Ae meluapkan emosi kemarahannya pada Kwang Chul dia pun berbalik memeluk Kwang Chul dan berkali-kali berterima kasih padanya karena masih hidup.

Pelatih Jo sedang membicarakan masalah kontruksi pembanguan hotel Negara yang tadinya digarap oleh Jang Tak san, namun dia terlalu pengecut untuk meneruskannya karena harga tanahnya akan terus meningkat, tapi dia tidak tahu aka nada perubahan kebijakan pemerintahan setiap tahunnya. Bisnis kontruksi sama sekali berbeda dengan menjual sepatu karen di Busan. Lalu apa yang terjadi dengan proyek Hotel Negara itu?

“Mereka ingin kita mengambil alih” Chil Sung kaget mendengarnya.

In Ae datang dengan wajah penuh amarah. Dia meminta Chil Sung keluar, dia ingin bicara dengan pelatih Jo.  In Ae tidak menggubris pertanyaan Pelatih Jo tentang kemana dirinya pergi, dia langsung bertanya mengapa Pelatih Jo tidak mengatakan tentang Kwang Chul yang masih hidup? Jadi In Ae sudah bertemu dengannya?  In Ae bertanya sekali lagi, kenapa? In Ae kan bisa tanga sendiri pada Kwang Chul, tapi In Ae tetap memaksa, akhirnya pelatih Jo mengatakan jika Kwang Chul yang menyuruhnya untuk merahasiakan hal itu.

Saat dia kembali untuk pertama kali, dia pergi ke tempat les dan lokasi syuting In Ae. Orang yang pertama kali ingin ditemui Kwang Chul adalah In Ae. Kapan sebenarnya Kwang Chul kembali? Itu adalah… saat In Ae pertama kali syuting di taman. Kwang Chul sudah kembali bukan kah itu sudah cukup?

In Ae masih tampak terpukul, dia akhirnya bisa meluapkan emosi yang selama ini terpendam. Dia senang Kwang Chul hidup lagi, dia senang Kwang Chul kembali. Kwang Chul bisa hidup sesuka hatinya, tapi selama ini In Ae menjalani kehidupan dengan sulit karena rasa bersalah. Setiap malam dia mimpi buruk. Seharusnya Pelatih Jo memberitahukan semuanya. Pelatih Jo merasa bersalah pada In Ae.

Kwang Chul mengeluhkan sifat pemarah In Ae yang tidak hilang saat dia bertemu dengan pelatih Jo sambil mengopres pipinya dengan es batu. Pelatih Jo juga berpikir In Ae akan memukulnya dan hampir membeli es batu. Kwang Chul tertawa, huh! Apakah Kwang Chul senang karena di pukuli In Ae? Ternyata Kwang Chul pun tidak berubah. Sejak masih kecil Kwang Chul memang selalu suka dipukuli oleh In Ae. Jadi sekarang Kwang Chul merasa senang?

In Ae menolak kunjungan Kwang Hoon karena mereka tidak menemukan mayat Kwang Chul. Begitu In Ae keluar dari penjara, dia mengunjungi tempat Kwang Chul terjatuh lalu melempar bunga dan menangis. Dia tidak percaya jika Kwang Chul sudah mati sebelum dia melihatnya sendiri. Itulah alasan mengapa Kwang Chul hidup lagi.

Kwang Chul bertanya tentang masalah proyek kontruksi yang awalnya di garap Jang Tak San, dia sangat serakah semua bahan bangunan dan perabot untuk hotel diimpor dari luar negeri. Bahakan deasinnya pun ditiru dari sana. Dia pasti yakin jika tanah itu akan menjadi milik Myungdong. Padahal sebagaian tanah hotel adalah milik pemerintah. Kwang Chul sangat antusias mendengarnya, masalah ini akan diselesaikan dengan mudah entah hotel itu jadi dibangun atau tidak. Saat ini lebih baik Kwang Chul pura-pura saja tidak tahu apa-apa.

Tidak. Mereka harus menyerang. Saat ini Hotel sudah terbeli dan mendapatkan hak untuk melakukan pembangunan. Hei! Apa hotel ini mainan? Kwang Chul tidak perlu mengatakan omong kosong. Kwang Chul sangat serius. Jika rencana mereka ini berjalan lancar maka itu akan menjadi batu loncatana kesuksesan mereka di Seoul. Kwang Chul mengajak Pelatih Jo untuk menemui direktur kontruksi dari Busan.

Kwang Chul tiba-tiba merasa kesakitan disekitar mulut dan pipinya yang dipukul In Ae., ada apa? Apakah gigi nya ada yang lepas? Apakah mereka perlu ke dokter gigi? Kenapa In Ae tega sekalu memukuli Kwang Chul sampai seperti ini. Padahal dia hanya sekali memukulnya. Pelatih Jo mencoba melihat kondisi Kwang Chu, sepertinya Kwang Chul menggigit gigi gerahamnya saat In Ae memukulnya. Kwang Chul tidak waspada saat In Ae akan memukulnya.

Se Kyung menatap dirinya di cermin dan tersenyum manis, dia memakai lipstick dengan bahagia. Tae Kyung datang Se Kyung langsung menghapus lipstiknya dan membuat wajahnya belepotan,  “Se Kyung, kau memakai lipstik?” Se Kyung panik apalagi saat Tae Kyung juga sadar dia berdadan. Apakah ada orang yang  Se Kyung sukai? Se Kyung langsung panik dan berkata “Tidak” Tae Kyung tetap merasa curiga. Se Kyung lalu bertanya Apa yang Ibu katakan? Lihatalah bahkan Se Kyung mengganti topic pembicaraan.

Kelurga PM Kim makan bersama, Nyonya Min mengeluh bukan kah seharusnya PM Kim mengatakan sesuaru pada anak nya yang tiba-tiba meninggalkan studi nya? PM Kim merasa itu tidak salah karena Tae Kyung datang saat dia punya waktu luang setelah ujian, lagi pula dia datang karena Ulang tahun Se Kyung. Nyonya Min tidak puas, apakah suaminya tahu semalam dimana Tae Kyung ditangkap?

PM Kim kaget mendengarnya, ditangkap? Siapa pelakunya? Siapa yang mengawasi Putranya? Apakah Park Young Tae? Park Young Tae hanya bertindak sebagai pengganti tugas PM Kim sebagai Ayah. Pengganti? PM Kim merasa tidak senang mendengarnya.

Tae Kyung berkata, “Hanya seminggu. Ijinkan aku menghabiskan waktu bersama Se Kyung” Nyonya Min hanya menginjinkan Tae Kyung ada di Korea selama 3 hari saja dari sekarang, dan jangan membawa-bawa gitar atau Tae Kyung akan di paksa kembali.

Chairman Son bertanya pada Kwang Chul, apakah karena In Ae, sampai Kwang Chul menolak putrinya Hiroko? Kwang Chul langsung grogi dan berkata bukan begitu. Tidak usah berbohong, Chairman Son sudah melihat itu dengan jelas di wajah Kwang Chul, bahkan telinganya merah. Kwang Chul tetap menyangkal.

Kwang Chul mengantar Chairman Son menemui Tae Kyung dan Se Kyung di sebuah restoran. Chairman Son terlihat sangat senang bertemu dengan Tae Kyung, ini adalah pertama kalinya mereka bertemu sejak Tae Kyung pergi kuliah di Boston. Chairman Son meminta Hiro Yoshi memberi salam padanya dan mengenalkan Tae Kyung sebagai Kakak Se Kyung.

Kwang Chul memperkenalkan dirinya sebagai Hiro Yoshi dan memberi salam hormat. Se Kyung mencibir agar si tangan kanan berhati-hati dengan tangan kanannya. Kwang Chul menahan emosinya karena saat itu Chaiman So sedang mengatakan jika dia membawa Kwang Chul dari Jepang. Tae Kyung tampak heran melihatnya, mungkin karena wajah Kwang Chul terlihat sangat Korea.

Se Kyung kembali mencibir, “Iya, dia si tangan kanan yang keliru dibawa dari Jepang” Apakah Se Kyung kenal dengannya? Tentu saja si tangan kanan yang pendendam dan jahat. Aha… sepertinya Se Kyung mengenalnya dengan baik ya? Begitulah, mereka bahkan sering bertengkar. Kwang Chul tidak tahan lagi dengan tingkah Se Kyung dan pamit pergi, tapi Tae Kyung melarang nya dan mempersilahkan Kwang Chul duduk bersama mereka. Tae Kyung berbisik pada Se Kyung, dia tahu pria itulah yang membuat Se Kyung memakai lipstick kan?

In Ae sedang membaca sebuah buku using berjudul “Saat Bencana Kepalaparan” Pelatih Jo bertanya darimana In Ae mendapatkan buku itu? Kwang Chul. “Orang bodoh itu mungkin sudah membaca buku ini ratusan kali” Sebaiknya In Ae jangan meremehkan Kwang Chul. Kenapa? Apakah karena dia sopir dari orang Jepang yang kaya?

Tae Kyung menanyakan nama Korea Hiro Yoshi, Se Kyung langsung menyela mengapa Oppanya ingin tahu nama aslinya? Kwang Chul memperkenalkan nama Koreanya, “Namaku Han Kwang Chul” melihat reaski Se Kyung terhadap Kwang Chul, Tae Kyung jadi penasaran apa yang sudah dilakukan Kwang Chul hingga membuat adiknya itu marah. Kwang Chul bingung menjelaskannya.

Se Kyung membantah, siapa yang marah pada Kwang Chul, bahkan dia tidak pantas untuk marah meskipun Kwang Chul memanggilnya gadis kasar. Chairman Son kaget mendengarnya, benarkah Kwang Chul memanggil Se Kyung seperti itu? Kwang Chul hendak menjelaskan tapi Tae Kyung berkata dia suka pada pria yang bersikap kasar pada adiknya. Se Kyung sebal karena kakaknya membela Kwang Chul. Lalu? Apakah Tae Kyung harus berkelahi dengan Kwang Chul?

Melihat Kwang Chul hanya diam saja, Se Kyung mengejek jika di depan pamannya si tangan kanan ini begitu pendiam, apakah dia takut dipecat? Kwang Chul hanya menatap kesal pada Se Kyung. “Lihat, Paman? Lihat matanya. Kedua matanya bilang, "Tunggu saja" Chairman Son mengatakan agar Se Kyung berhenti, tentu saja Se Kyung jadi sebal karena pamannya juga membela Kwang Chul apakah karena dia adalah tangan kanannya?

Tae Kyung benar-benar menyukai pria sudah kasar pada Se Kyung, apakah artinya dia sedang mengibarkan bendera putih. Ya dia melakukannya sambil mengibarkan serbet putih yang ada disana, dia melakukan itu demi adiknya.

In Ae tiba di restoran tempat Kwang Chul dan Chairman Son berada. Chairman Son berkata pertemuannya dengan Se Kyung dan Tae Kyung sudah berakhir karena dia ada janji lain. Tae Kyung melihat kedatangan In Ae dia langsung berdiri dengan antusias. Kwang Chul melihat apa yang dilihat Tae Kyung, In Ae? Mengapa dia begitu bersemangat melihat In Ae?

Chairman Son berharap bisa bertemu lagi dengan Tae Kyung sebelum dia kembali ke Boston, Tae Kyung bahkan tidak mendengarkan dengan baik. In Ae datang menyapa Chaiman Son dan Tae Kyung berkata bahwa dia datang ke Korea untuk bertemu dengan In Ae? Kwang Chul dan In Ae tampak sama-sama kaget apa maksudnya itu?

“Aku sudah melihat beritanya di koran. Mantan tahanan remaja yang diterima di sekolah hukum. Tess-nya Korea”  Tae Kyung sangat senang bisa bertemu dengan In Ae, sementara In Ae hanya menyapanya sebagai formalitas.

Tae Kyung berkata pada Se Kyung dia benar-benar pulang demi bertemu In Ae kok, Apakah Oppa nya itu baik-baik saja? Se Kyung merasa Tae Kyung sudah gila. Tae Kyung melihat In Ae yang tampak akrab dengan Kwang Chul, bukan kah sepertinya In Ae itu pacarnya si tangan kanan? Sepertinya Lipstik nya Se Kyung tidak ada gunanya. Se Kyung jadi sebal dan mereka pun memutuskan untuk menunggu di kafe.

“Ini takdir. Bagaimana mungkin aku bisa bertemu dengan Tess-nya Korea secepat ini?”

Ternyata buku yang di baca In Ae selama perjalanan tadi adalah buku yang ditulis Chairman Son, dia menerbitkan buku itu dengan bangga karena hubugan antara Jepan dan Korea yang sangat baik selama 60 tahun. Dia tidak sangka buku itu masih ada. Chairman Son adalah pahlawan bagi mereka, anak-anak Busan tumbuh dengan membaca buku itu. Jadi.. Kwang Chul naik ke kapal barang untuk bertemu dengan Chairman Son. Apakah Kwang Chul sudah bercerita dia menyebrangi lautan dengan cara seperti itu? Tidak. Kwang Chul belum bercerita.

Melihat sikap Kwang Chul di hadapan In Ae, Chaiman Son berkata jika Kwang Chul tampak masih gugup. Suatu keberuntungan mereka bisa bertemu dan dia juga cepat tanggap. Kwang Chul mengalami banyak kesulitan di Jepang sebelum bertemu dengan Chairman Son. In Ae penasaran apa yang di pelajari Kwang Chul dari Chairman Son?

“Karena mendapatkan uang adalah segalanya bagiku, jadi ini soal uang”

Kesalahan apa yang sebenarnya telah dilakukan Kwang Chul pada In Ae? Kwang Chul canggung dan berkata, “Aku jatuh ke Laut saat itu” Saat dia sadar dia sudah ada di tepi
pantai, dari kejauhan dia melihat kapal Jepang, semua orang mengakui Kapal Jepang. Siapa yang memberi ijin padanya untuk masuk kapal? Kwang Chul hanta memegang bagian samping kapal.

Yang membuat In Ae sangat kesal karena Kwang Chul tidak memberi tahu In Ae bahwa dirinya masih hidup. Chairman Son mengerti, memang tidak ada yang lebih memalukan dari itu. Kwang Chul merasa kesal dan merasa dirinyalah yang sudah dipermalukannya. Biasanya In Ae tidak bertindak seperti itu.

Chairman Son merasa Kwang Chul membodohinya selama ini, “Kukira Han Kwang Chul adalah pria sejati. Kau tidak ada apa-apa nya di hadapan seorang wanita” Kwang Chul jadi tidak enak hati.

Kwang Chul dan In Ae menunggu lift bersama, Kwang Chul tertawa karena dia teringat masa lalu. “Aku ingat. Saat aku dibawa ke kantor polisi karena berkelahi,... kau selalu datang membebaskanku. Seperti orang tua. Itulah yang kurasakan hari ini”

Saat itu In Ae selalu mengajaknya ke pantai lalu memukulinya disana. Lalu kemana In Ae akan mengajaknya hari ini? Mereka masuk lift, In Ae bertanya mengapa Kwang Chul tidak menemui kakaknya? Kwang Chul menemuinya dan melihatnya bermain-main dengan banyak orang penting di hotel.

In Ae dan Kwang Hoon tampak bahagia, jadi Kwang Chul tak berani mendekat. Bahagia apanya? In Ae sangat heba. Tess-nya Korea, diterima di sekolah hukum. In Ae malah memukul Kwang Chul dan membuatnya bingung kenapa In Ae memukulnya? Seharusnya hari itu Kwang Chul pergi saja, mengapa dia harus terjatuh ke laut?

Kwang Chul adalah orang yang tidak bisa menahan diri, kenapa In Ae malah membahas masa lalu? Mulai sekarang Kwang Chul harus menahan dirinya. “Rasa bersalah karena memikirkan seseorang yang mati karena diriku itu mengerikan”

In Ae berusaha memukul Kwang Chul lagi, namun Kwang Chul berhasil menahan tangan In Ae yang kemudian meronta minta di lepaskan. Kwang Chul tetap menahannya sambil menatap intens pada In Ae. Tapi beberapa orang masuk ke dalam lift dan Kwang Chul pun melepaskan tangan In Ae dengan canggung.

Sesampainya di lobi, In Ae melarang Kwang Chul mengikutinya, tapi Kwang Chul ingin In Ae memukulnya lagi. Dia merasa hidup setelah In Ae memukulnya. Kalau begitu apakah Kwang Chul mau dipukul di lobi? Itu terdengar menyenangkan.

Sebelum sempat In Ae memukul Kwang Chul, Tae Kyung memanggil mereka. In Ae menoleh dengan bingung. Kwang Chul berkata apakah In Ae tahu siapa dia? In Ae tak peduli siapapun dia. Kim Tae Kyung adalah putra Perdana Mentri. Apa? In Ae sangat terkejut mendengarnya. Kwang Chul jadi bingung mengapa In Ae sangat terkejut.

Tae Kyung sudah bilang akan menunggu In Ae kan? Kemudian mengajaknya minum teh. Tae Kyung ingin mengatakan bahwa bertemu dengan In Ae di tempat ini adalah sebuah keajaiban baginya. Keajaiban?

“Ini keajaiban. Aku benar-benar pulang agar bisa bertemu denganmu. Jadi, mau minum teh bersama? Aku akan menjelaskannya” Meskipun In Ae tidak percaya dengan ajaiban dia akan menerima tawaran itu. 

Namun Pelatih Jo tiba-tiba masuk ke lobi hotel dan memanggil In Ae dengan panik. “In Ae. Nenek pingsan. Dia dibawa ke rumah sakit. Cepat, ini gawat”  In Ae dan Kwang Chul langsung panik dan mereka pun berlari ke luar hotel meninggalkan Tae Kyung dan Se Kyung yang kebingungan.

Kwang Hoon dan Jenderal Chun tiba di bandara, mereka baru kembali ke Korea dan langsung di serbu wartawan yang bertanya tentang kebenaran pertemuan Hanmi yang sedang berlangsung. Jenderal Chun membenarkan dan Presiden Korea adalah orang pertama yang sudah diundang untuk bertemu dengan Presiden Amerika yang baru. Dalam Pertemuan Hanmi, kedua negara akan menguatkan lagi hubungan dekatnya. Apakah artinya Amerika sudah mengakui pemerintahan militer di Korea?

 Jenderal Chun menyerahkan agar Kwang Hoon yang menjawab pertanyaan itu. Dengan lantang Kwang Hoon pun bersuara, “Jendral Chun membujuk perwakilan dari Amerika. Kemajuan keamanan dan ekonomi negara kita harus seimbang. Kami akan membangun demokrasi yang sebenarnya” Kwang Hoon juga menjawab pertanyaan tentang pembahasan hak asasi manusia.

Chief Hu menonton wawancara Kwang Hoon di televisi, dia kesal dan berkata, “Apa-apaan ini... Kenapa anak itu bicara di depan media seperti itu? Beraninya dia? Dia sudah tidak mau hidup lagi!”

Kwang Hoon heran mengapa bukan Jenderal Chun saja yang menjelaskan semuanya. Itu semua demi Kwang Hoon, dia tidak ingin mendapatkan pujian sendirian. Tapi… apa tidak apa-apa… Pasukan Amerika memberikan undangan, bukan mengadakan pertemuan antar President. Itu adalah tugas Kwang Hoon untuk memastikan semuanya, lagi pula mereka sudah mempertaruhkan hidup mereka untuk semua ini. 

Kwang Hoon menyadari ada yang mengikuti mereka, pasti itu itu orang suruhan Chief Hu. Jenderal Chun meminta Kwang Hoon untuk memeriksa nomor polisi mobil tersebut.

Nenek yang terkulai lemah ingin berbicara pada In Ae, sehingga selang oksigennya harus di lepas. Nenek hanya memanggil nama Kwang Hoon dan In Ae mengerti tentang maksud Nenek, In Ae berjanji pada Nenek bahwa dia akan percaya pada Kwang Hoon. In Ae akan menuruti perintah Nenek, dan tak lama kemudian Nenek pun menghembuskan napas terakhirnya, In Ae bergunam bahwa dia akan menemui Nenek di surga. 

Bibi Kyung Ja dan In Chul menangisi kematian Nenek. Kwang Chul datang setelah Nenek menghembuskan nafas terakhirnya, dan dia menyesalinya kedatangannya yang terlambat.

In Ae kesal pada Kwang Hoon yang pergi ke luar negeri tanpa memberitahunya. Apakah dia menjalankan misi rahasia Negara? Pertemuan Hanmi atau apapun itu? In Ae berpikir bahwa Amerika tidak akan mau berurusan dengan Negara yang sudah membunuh pemimpin partai oposisi. In Ae terlalu memikirkannya, hukuman mati partai oposisi akan diganti menjadi hukuman seumur hidup. In Ae mencibir Kwang Hoon akan membangun yayasan baru untuk pemerintahan Militer dengan cepat, selanjutnya apa? Kwang Hoon mencari sekolah bersama Jenderal Chun? Lalu menjadi menantunya?

Kwang Hoon meminta pengertian In Ae, namun In Ae tak peduli, merasa Kwang Hoon telah menjadi bagian dari manipulasi sejarah modern Negara nya. Kwang Hoon meyakinkan In Ae bahwa dia telah melihat dunia yang lebih besar, mereka bisa mencapai impian masa mudanya. Kwang Hoon mencari sekolah untuk mereka berdua… Tapi mengapa itu terdengar hampa bagi In Ae, seperti hanya omong kosong belaka. Kwang Hoon meyakinkan In Ae untuk mempercayainya, Nenek juga bilang begitu.. Tapi… In Ae tampak ragu. Kwang Hoon segera menyela, Sebaiknya In Ae jangan membantah dan percaya saja pada Kwang Hoon.

Kwang Chul datang dengan tergesa bertanya tentang keadaan Nenek, namun dia tidak sadar ada Kwang Hoon disana. Melihat kedatangan Kwang Chul, Kwang Hoon langsung bertanya, “Siapa dia? Apa dia Kwang Chul?” In Ae dan Kwang Chul sama-sama bingung bagaimana mengatakannya. Kwang Hoon mendekati Kwang Chul dan bertanya, “Apakah Kau  Han Kwang Chul?” Kwang Chul tak memberikan jawaban.

Melihat reaksi In Ae yang sama sekali tidak kaget dengan kehadiran Kwang Chul, Kwang Hoon menyadari satu hal, hanya dia yang tidak tahu bahwa Kwang Chul masih hidup. Jadi… dia benar-benar Kwang Chul? Kwang Hoon pun menyentuh wajah Kwang Chul penuh kerinduan, namun detik berikutnya dia memukuli Kwang Chul dan menyebutnya brengsek.

***

Issh apaan sih Kwang Hoon, baru juga ketemu main mukulin Kwang Chul aja. Jadi Kakak Masa Gitu? Ambisi Kwang Hoon sepertinya memang besar yah, aku yakin dia akan tetap nempel sama Jenderal Chun hingga dia berhasil mewujudkan impiannya menjadi Presiden. Mungkin… pada akhirnya dia rela-rela aja tuh jadi menantunya Jenderal Chun, heeeuuu…

Park Young Tae sama Nyonya Min kayaknya pernah punya Affair yah? Jangan-jangan salah satu anaknya bukan anak dari suaminya tuh, siapa yah kira-kira? Tae Kyung apa Se Kyung?

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
2 Komentar untuk "Endless Love Episode 7"

Deuhh akhirnya si tampan Tae Kyung muncul juga ^^
Ngeri banget punya ortu kayak nyonya Min. Iyhh kasian Tae Kyung oppa :(

Ceritanya penuh intrik politik, tapi bikin penasaraan.

Anyway, Han Kwang Chul lama2 diliat manis juga xD

Aku nunggu nunggu review god's quiz season 4 nya mba irfa looh... tapo ga keluat keluar... aku baru aja selesai nonton episode terakhir mba... semoga mba irfa juga masih ngikutin god's quiz sampe episode terakhir ini waalaupun ga di share....

Sedih juga pisah sama dr. Han, semoga season 5 keluar tahun depan kalo ga kepotong wamil hehe...

Semangat ngereview dramanya ya mba.... walaupun selera drama kita rada beda tapi ada 2 drama yang sama sama kita suka, nine time travel dan god's quiz... ^_^

salam hangat,
Vanda

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top