[Sinopsis] Witch's Love Episode 8 part 2


Soo Chul sedang mengajari pegawainya bagaimana bersikap pada pelanggan di restorannya, “Aturan pertama adalah keramahan. Aturan kedua adalah sopan santun”

Pegawainya iya-iya aja sambil melayani pelanggan, kemudian datang Eun Chae dan Soo Chul langsung sumringah, “Oh, Eun Chae! Kau datang mau makan burger nasi kan?” Eun Chae hanya tersenyum, tapi Soo Chul malah menggodanya, “Jika tidak, kau datang mau menemui Oppa?”

Eun Chae kemudian berkata jika burger nasi buatan Soo Chul sangat enak, tapi dia tidak ingin merepotkan Soo Chul saat pria itu mau pulang. Soo Chul pun mempersilahkan Eun Chae duduk dan memesankan makanan yang paling lezat, paling mahal dan paling cepat di buat.


Soo Chul nyeletuk di depan Eun Chae, “Paling enak kalau kita makan bertiga dengan Dong Ha” Mata Eun Chae langsung berbinar-binar mendengarnya. Soo Chul pun menetapkan tanggalnya. Besok! Akh… tapi dia harus pergi ke klub. 

Soo Chul berpikir lagi dan membuat keputusan, Lusa! Soo Chul bisa, jika Lusa. Eun Chae setuju saja, asalkan bisa makan bersama Dong Ha, Eun Chae sepertinya tidak terlalu peduli dengan waktu.  Soo Chul pun berjanji dia yang akan menghubungi Dong Ha, Eun Chae makin sumringah dan antusias saat mendengarnya^^

Pesanan untuk Eun Chae datang dan Soo Chul mengatakan pada pegawainya untuk tidak menerima uang dari Eun Chae karena dia merasa tidak enak pada gadis itu. Eun Chae bahkan sepertinya tidak peduli pada omongan Soo Chul, dia sudah terlalu senang karena berencana makan bersama dengan Dong Ha.

Setibanya di rumah, Eun Chae menggunakan krim malamnya dengan perasaan riang. Hatinya sangat berbunga-bunga hanya karena akan makan bersama Dong Ha, walau pun ditemani Soo Chul juga. Eun Chae kembli mengingat saat Soo Chul mengajaknya makan bertiga bersama Dong Ha. Eun Chae pun lagi-lagi tersenyum kegirangan >.<

Ibu Ji Yeon pun sedang memperhatikan wajahnya saat CEO Kwon datang menjenguknya. Ibu kaget dengan kedatangan CEO Kwon dan bertanya bagaimana dia tahu bahwa Ibu ada di RS? CEO Kwon berkaya bahwa dia memang sudah seharusnya datang menjenguk karena Ibu bukan kan lah orang lain… “Kau kan Ibunya Reporter Ban”

CEO Kwon memberikan kirimannya untuk ibu di atas kasur. Dia bertanya apakah ibu baik-baik saja? Ibu jadi malu-malu dan menjawab bahwa dia terlalu bekerja keras hari ini, sehingga dia mengalami sedikit anemia. CEO Kwon menduga ibu terlau banyak bekerja, namun dengan malu-malu ibu mengakui bahwa dirinya merasa gemuk akhir-akhir ini.

CEO Kwon kaget mendengarnya, “Apa maksudmu? Kau tidak terlalu gemuk” Ibu langsung bahagia mendengarnya. Dia memastikan apakah apa yang dikatakan CEO Kwon itu benar? “Tentu saja Seorang wanita harus terlihat sehat agar kelihatan cantik. Seperti dirimu, Nyonya Choi”

Hati Ibu semakin berbunga mendengarnya. Dalam hati ibu bergunam, ‘Aku semakin tertarik padanya setiap melihatnya ‘ Ibu merasa malu mendengar pujian CEO Kwon karena sebelumnya dia tidak tahu tentang hal itu.

Ji Yeon menatap koran yang menuliskan artikel tentang identitas kekasih dari fotografer kelas dunia Philip Noh. Ji Yeon merasa terganggu dengan hal itu, dia pun mengambil sebuah keputusan dan segera menghadap CEO Kwon.

CEO Kwon memastikan apakah Ji Yeon serius dengan keputusannya? Ji Yeon berkata dengan tegas bahwa dia akan menyelesaikan artikel tentang Philip Noh. CEO Kwon senang mendengarnya, namun dia penasaran mengapa Ji Yeon berubah pikiran?

Semua orang hanya menulis artikel tentang cerita cinta Philip Noh, tapi mereka tidak tahu siapa wanita itu.  Ji Yeon akan mencoba menulis sebuah artikel seperti kisah yang nyata. CEO Kwon menyetujinya dan meminta Ji Yeon untuk menuliskan artikel yang jauh lebih seksi daripada yang lain. Tapi ada syaratnya, Ji Yeon tidak ingin fotonya di tampilkan. Walau pun di kaburkan? Ya. CEO Kwon akhirnya menyetujui syarat Ji Yeon.

Shi Hoon menemui Ibu Ji Yeon di rumahnya. Dia menyapa Ibu dengan hormat dan masih memanggil “Ommoniem” Ibu yang syok karena kedatangan Shi Hoon secara mendadak merasa kesal dan bertanya, “Siapa yang kau panggil "Ommoniem?"

Apa yang membuat ibu sangat kecewa, melihat Shi Hoon yang masih terlihat sangat sempurna dan baik-baik saja setelah menghilang selama 6 tahun. Padahal ibu telah menjadi wanita gila yang mengkhawatirkannya, saking ketakutannya terjadi sesuatu terhadap Shi Hoon. Apakah Shi Hoon tahu bagaimana Ibu sangat menderita karena mencarinya? Orang tua Shi Hoon pergi ke Amerika dan Shi Hoon mengilang seperti angin. Shi Hoon tak bisa ditemukan.

Shi Hoon meminta maaf. Ibu tidak ingin mendengarnya, baginya Shi Hoon telah mati 6 tahun yang lalu.

Shi Hoon kemudian berlutut di depan ibu dan berkata Selama 6 tahun, bahkan untuk satu hari pun dia tidak pernah melupakan Ji Yeon. Ibu kaget mendengarnya, apa maksud Shi Hoon? Bukan kah Ibu mencintai Shi Hoon seperti anaknya sendiri, Shi Hoon meminta di beri kesempatan.

Teringat akan hal itu, Ibu malah menjadi semakin emosi, “Benar. Itu sebabnya aku tidak bisa memaafkanmu. Apa kau tahu betapa aku mencintaimu? Aku memperlakukanmu lebih baik daripada mendiang suamiku kalau dia berenkairnasi”

Ibu menyuruh Shi Hoon untuk bangun dan jangan bermimpi bisa kembali pada putrinya. Ji Yeon sudah lama melupakan Shi Hoon. Lebih baik Shi Hoon pergi saja.

Ibu langsung masuk ke dalam rumah dan merasa gemetaran, dia sangat lemas hingga jatuh terduduk di depan pintu. Ibu menangis dan meratapi Ji Yeon, “Oh, Ji Yeonku. Apa yang harus kita lakukan? Apa yang dia lakukan selama ini, dan kenapa dia mengatakan hal itu sekarang? Aku… lebih baik dibakar saja dari pada kau terluka”

Ibu kemudian tersadar, tidak seharusnya dia seperti ini. Dia harus segera mencari Ji Yeon. Ibu sangat khawatir jika Shi Hoon menemui Ji Yeon, betapa hancurnya perasaan putrinya.

Ibu langsung mendatangi toko kue ikan Na Rae dan bertanya apakah Ji Yeon ada di dalam? Na Rae bingung  dan berbohong jika Ji Yeon blm pulang. Ibu pun berkata jika dia akan menunggu hingga Ji Yeon pulang. Na Rae makin bingung dan berbohong jika Ji Yeon tidak akan pulang mala mini.

Ibu langsung curiga mengapa Ji Yeon tidak pulang? Nae Ra dan Min Goo memberikan jawaban yang berbeda antara Ji Yeon mengingap di rumah temannya dan Ji Yeon lembur. Ibu menjadi semakin curiga karena jawaban mereka selalu berbeda. Ibu mendesak agar mereka mengataka dimana Ji Yeon saat ini?

Ibu menduga-duga… “Apa dia pergi dengan pria itu sekarang?” Na Rae kaget dan bertanya bagaimana Ibu tahu jika Shi Hoon sunbae telah kembali? Sementara Min Goo malah berkata bukan kah Ji Yeon sedang bersama Dong Ha saat ini? Ibu semakin bingung, siapa? Mr. Yoon? Min Goo sepertinya telah membuka rahasia besar Ji Yeon di depan ibu.

Soo Chul sudah berdandan pol pol-an untuk pergi ke klub dia bertanya pada Ji Yeon yang sedang membaca buku bagaimana penampilannya. Ji Yeon bertanya, “Apa kau mau menggoda wanita lain lagi, Bayam?” Soo Chul kecewa karena Ji Yeon masih memanggilnya ‘bayam’.

Setelah memulai bisnisnya ini pertama kalinya Soo Chul pergu ke klub. Ji Yeon langsung mengusir Soo Chul, Pergi saja sana! 

Terdengar bunyi bel, Soo Chul mengeceknya sekilas dan bergunam jika dia sudah lama tidak mengejar wanita. Saat Soo Chul pergi membuka kan pintu, Ji Yeon mengecek siapa yang datang di kamera pintu depan dan terlihat ibunya yang sedang berdiri di luar.



Ji Yeon berusaha memanggil Soo Chul, “Bayam!” tapi Soo Chul tidak mendengar, Ji Yeon langsung panik, dia bingung apa yang harus dilakukannya. Ji Yeon mencoba bersembunyi sambil menduga-duga, apakah Na Rae dan suaminya yang memberitahu ibu. Dia berjanji dia tidak akan membiarkan mereka berdua. Tapi bagaimana ini? Bagaimana caranya Ji Yeon menghindari ibu?

Soo Chul terlanjur membuka pintu dan Ji Yeon tidak sempat bersembunyi karena panik dan bingung. Ibu berpikir Dong Ha yang membuka kan pintu, “Mr. Yoon!” Tapi ibu kaget saat melihat Soo Chul, siapa dia? Soo Chul juga bingung.

Ji Yeon menyambut ibunya dengan wajah tanpa rasa bersalah, “Oh, Aku bertanya-tanya siapa tadi, Ternyata ibuku” Ibu langsung mendekati Ji Yeon dan merahinya, “Hei, kau ! Seorang wanita yang belum menikah bersama pria yang aneh...” mendengar perkataan Ibu Soo Chul hanya bisa menelan ludah, ibu sebenarnya terlihat tidak enak mengatakan hal itu.

Ibu kembali memarahi Ji Yeon, bagaimana jika ada rumor yang beredar? Ji Yeon mencoba mengalihkan perhatian ibu dengan memintanya menyapa Soo Chul. Ji Yeon mengenalkan Soo Chul sebagai temannya Dong Ha. Soo Chul menyapa ibu dengan ramah, “Ah, halo, Ibu. Aku Yong Soo Cheol”

Ibu membalas sapaan Soo Chul dengan ramah juga meski terlihat ragu-ragu. Ibu meminta maaf karena putrinya sudah merepotkan Soo Chul. Saat Soo Chul berkata Ji Yeon tidak merepotkan dan ingin mengatakan hal yang lain, Ji Yeon langsung memotong ucapan Soo Chul dengan isyaratnya. Soo Chul yang mengerti langsung pamit pergi dan mempersilahkan Ibu dan Ji Yeon berbicara dengan nyaman.

Sebelum pergi, Soo Chul sempat memuji ibu, “Ibu, kau cantik hari ini” Ibu hanya tersenyum bingung mendengarnya.

Setelah Soo Chul pergi ibu langsung bertanya, “Sekarang siapa lagi itu? Bukan hanya satu pria, tapi kau hidup dengan dua pria?” Ji Yeon mencoba meredakan kemarahan dan kepanikan ibunya dia mengajak ibu duduk dan menenangkan ibu yang baru pulang dari RS hari ini.

Soo Chul masih merasa ketakutan setelah berada di luar dan kaget saat hamoir bertabrakan dengan Dong Ha. “Oh, kau mengejutkanku saja!”

Dong Ha bertanya, Soo Chul mau kemana malam-malam begini? Soo Chul teringat ada Ibu di dalam, dia melarang Dong Ha untuk pulang sekarang dan mengajaknya pergi ke klub. Dong Ha bingung, dia ingin istirahat karena lelah. Dong Ha berniat kembali ke rumah. Soo Chul mencegahnya dan mengatakan jika Ibu  Ji Yeon ada di rumah.

“Penampilan dan karismanya... Kepribadian yang keras Noonim ternyata seperti ibunya” Soo Chul menggambarkan kesannya setelah bertemu dengan Ibu Ji Yeon. Dong Ha kaget mendnegarnya, “Ibu Ketua ada di sini?” Bukannya menghindar, Dong Ha malah berlari menuju rumah. Dia bahkan mengabaikan panggilang Soo Chul yang mengkhawatirkannya.

Ibu kesal pada Ji Yeon, Mengapa dia bersikap seperti itu? Ji Yeon telah berbohong pada Ibu. Apakah Ji Yeon tidak takut hidup dengan para lelaki? Ji Yeon mencoba menjelaskan jika Dong Ha adalah rekan kerjanya dan kebetulan mereka bertetangga.

Ibu semakin kesal dan membentak Ji Yeon, “Kemarin aku lihat Mr. Yoon keluar masuk rumahmu juga!” Ji Yeon kaget melihat reaksi ibunya, dia mencoba menenangkan ibu dan berbohong jika Dong Ha datang hanya untuk memperbaiki lampu.

Ibu masih bingung mengapa Ji Yeon bersikap seperti ini, dia pun mulai mengungkit kedatangan Shi Hoon,

“Shi Hoon…  Dia datang menemuiku”

Ji Yeon kaget mendengarnya. Dia tidak sangka jika Shi Hoon berani menemui ibunya.

Dong Ha tiba di atas dan segera membuka pintu, awalnya dia ragu untuk masuk, namun dia memantapkan hati, dan akhirnya… dia harus mendengarkan Ibu dan Ji Yeon yang sedang membicarakan Shi Hoon.

Ji Yeon mengatakan pada ibu jika dia sudah tahu tentang kembalinya Shi Hoon, Apa yang dikatakan Shi Hoon pada Ji Yeon? Apakah dia juga berlutut dan meminta maaf juga? Ji Yeon kaget mendengar Shi Hoon berlutut di depan Ibu.

Tapi Ibu masih sangat marah pada Shi Hoon karena apa yang telah di lakukannya 6 tahun lalu. Walau pun Shi Hoon bersujud padanya selama 3 bulan, kemarahan ibu tidak akan hilang. Di hari pernikahannya, dia menghilang tanpa jejak dan meninggalkan istrinya. Apakah dia itu manusia?

Ji Yeon membela Shi Hoon, bahwa Shi Hoon mengatakan dia tidak bisa datang karena ada kecelakaan dalam perjalanan kembali ke Korea. Ibu kaget mendengarnya, Kecelakaan? Tapi mengapa Dia tidak menghubungi mereka? Itulah yang dipikirkan Ji Yeon juga.

“Jika dia tidak bisa menghubungiku 6 tahun yang lalu, Kenapa tidak lima tahun yang lalu? Atau bahkan 3 tahun yang lalu. Tidak, Kenapa tidak tahun lalu?” Ji Yeon mengatakannya dengan nada penuh tanda tanya.

Shi Hoon telah membuat mereka sangat khawatir, tapi dia malah menjadi jurnalis foto yang sangat sukses. Benar-benar sukses! Ibu memaki Shi Hoon. Ibu tidak ingin peduli lagi dengan Shi Hoon, jadi mulai sekarang…

Ibu kaget saat melihat Ji Yeon menangis, “Ji Yeon-na, Kenapa kau seperti itu?”

Ji Yeon terus menangis, “Tapi Ibu... Hatiku sakit sekali... Disini... Sangat sakit disini” Ji Yeon menunjuk ke dada nya yang sepertinya terasa sangat sakit juga.

Ibu berkata pada Ji Yeon,tidak ada yang akan berubah, bagaimanapun Ji Yeon harus menjalani hidupnya. Ji Yeon tidak bisa melakukannya, “Orang itu... dia mengalami kecelakaan ketika mau kembali dan hampir mati. Dia masih menyimpan cincin yang dia berikan padaku ketika pelamaran”


Ji Yeon berkata pada Ibu jika hatinya sakit karena hal itu, sangat sakit. Ibu langsung memeluk Ji Yeon, mencoba berbagi kesedihan dengan putri semata wayangnya itu.

Dong Ha yang mendengarkan tangisan dan rasa sakit Ji Yeon, ikut merasakan sakit juga karena Ji Yeon menangis demi Shi Hoon. Dong Ha merasa tidak tahan dan memutuskan untuk keluar.

Di luar, Dong Ha merenung, dia ingin melakukan sesuatu untuk Ji Yeon, namun dia juga bingung apa yang harus dilakukannya?

Ibu tidak tega melihat Ji Yeon yang begitu rapuh. Ibu meminta Ji Yeon mengemasi barang-barangnya agar bisa segera pergi dari rumah Dong Ha. Ji Yeon menolak, dia sudah merasa nyaman berada disana. Lagi pula besok Ji Yeon sudah kembali ke rumahnya. Ibu tidak tenang, bagaimana bisa dia meninggalkan Ji Yeon sendirian dengan dua orang pria?

Ji Yeon membela diri, dia tidak hidup dengan gratis. Dia membayar sewa pada mereka. Ibu kembali memastikan apakah Ji yeon benar-benar akan pindah besok? Ibu akan datang untuk memeriksanya.

Di Kantor Trouble Maker Ji Yeon menerima complain dari seseorang lewat telepon. Dia berjanji pada orang itu akan segera mengirimkan salah satu stafnya. Selesai menelpon Ji Yeon langsung menyerang Eun Chae,

“Jung Eun Chae… Kau yang mengirim iklan pameran pernikahan kan?” Eun Chae membenarkan hal itu, apakah ada sesuatu yang salah dengan hal itu? Percetakan menelpon Ji Yeon dan berkata jika tanggalnya salah. Eun Chae langsung gugup mendengarnya apalagi ternyata mereka sudah mencetak sebanyak 500 eksemplar.

Eun Chae hanya bisa minta maaf, apa yang harus mereka lakukan? Ji Yeon pun tampak kesal karena kesalahan Eun Chae, tapi yang terpenting bagaimana cara mengatasi kesalahan ini.

“Jangan diam saja seperti orang bodoh, cepat lari ke sana” Ji Yeon pun memerintahkan Eun Chae untuk pergi ke percetakan. Eun Chae langsung segera bersiap setelah Ji Yeon menyuruhnya.

Ji Yeon pun bersiap-siap untuk pergi, Young Shik bertanya kemana Ji Yeon akan pergi? Dengan tegas Ji Yeon berkata dia akan pergi wawancara.

Setelah Ji Yeon pergi, Dong Ha yang sejak tadi tidak bersuara langsung pamit pada Young Shik untuk pergi menyusul Eun Chae.

Sementara itu ketua Byun menarik Young Shik ke toilet pria, Young Shik bingung dengan sikap Ketua Byun, apalagi ketua Byun mengeluh karena di kantor itu tidak ada tempat untuk berbicara secara pribadi bahkan di Toilet sekalipun. Ketua Byun mengecek sekeliling takut-takut ada yang menguping.

Young Shik bingung dengan apa yang dilakukan Ketua Byun, apa yang sebenarnya dia lakukan? Ketua Byun berbisik pada Young Shik bahwa dia harus ikut dengannya. Kemana?

Ketua Byun mengajak Young Shik untuk menjadi paparazzi si penyihir dan Philip Noh. Young Shik ketakutan, bagaimana jika ketauan? Ketua Byun memastikan jika mereka berhasil, maka mereka akan dicintai oleh CEO Kwon. Tapi tetap saja Young Shik merasa itu tidak berguna, karena jika ketauan Ji Yeon mereka akan mati.

Ketua Byun memberi penawaran, “Jika kau tidak mau mengikutiku. Aku akan membatalkan 5 kencan buta yang telah aku buat untukmu” Young Shik tampak tertarik , tapi 5? Ketua Byun meralat penawarannya, “5 untuk sekarang dan 5 untuk nanti” Young Shik setuju dengan hal itu. Ketua Byun pun meminta Young Shik untuk segera mengambil kamarenya dan mengikuti dirinya.

Tiba-tiba seorang pegawai wanita masuk melewat pintu Toilet pria. Ketua Byun dan Young Shik gugup dan berkata mereka sudah selesai. Ketua Byun mengeluh, “Walau ini kamar mandi unisex, dia masuk dengan ceroboh”

Shi Hoon sedang menunggu seseorang di sebuah café, dia melihat sepasang muda mudi yang sedang berkencan di café itu. Shi Hoon pun langsung teringat pada kenangannya bersama Ji Yeon.

Ji Yeon sedang fokus membaca belajar, tapi Shi Hoon terus menganggunya dengan mengambil beberapa foto Ji Yeon. Tentu saja Ji Yeon protes, karena ulahnya Sunbae nya itu Ji Yeon tidak bisa berkonsentrasi. Tapi meski begitu saat di foto, sempat-sempatnya Ji Yeon memberikan tanda V padahal katanya Ji Yeon merasa terganggu, heheh.

Shi Hoon pun berhenti, dia membiarkan Ji Yeon untuk belajar, tapi tetap saja Shi Hoon masih iseng mengambil foto Ji Yeon. Dilarang pun memang percuma. Ji Yeon kemudian bertanya apakah Shi Hoon tahu kenapa Ji Yeon mengambil tes ke Daily Sun? Memangnya kenapa?

“Ada pria tampan yang bertanya pendapatku, Dia mengatakan jika mimpi nya menjadi wartawan foto, dan  dia ingin berkeliling dunia bersamaku. Aku yang menulis dan dia yang mengambil gambar. Dia ingin membuat catatan bersamaku. Tapi kalau cuma bedua, itu sangat berlebihan. Maka dia mengatakan jika aku harus  menuliskan artikel dan menunjukkan pada semua orang”

Itu adalah mimpi Shi Hoon tentu nya, namun Shi Hoon berpura-pura dan berkata, “Hei, aku tidak tahu siapa dia, tapi mimpinya sangat menakjubkan. Akan lebih baik jika mimpi orang itu menjadi kenyataan” 

Shi Hoon pun mempersilahkan Ji yeon untuk belajar dan dengan manjanya Ji yeon berkata agar Shi Hoon tidak menganggunya. 

Ternyata orang yang ditunggu Shi Hoon adalah Ji Yeon. Ternyata Shi Hoon datang lebih awal, Shi Hoon mengatakan dia sudah memesankan kopi untuk Ji Yeon, “Americano dengan tambahan espresso kan?” Ji Yeon berterima kasih, Shi Hoon sepertinya tidak lupa tentang kopi kesukaan Ji Yeon. Shi Hoon pun mengatakan bahwa Ji Yeon juga tidak memakan wortel yang dimasak dan juga tidak suka berjalan. Ji Yeon selalu menekan pasta gigi di tengah dan Ji Yeo pun… punya kebiasaan mencium saat sedang mabuk.

Ji Yeon merasa malu dengan hal itu dan menegur Shi Hoon untuk tidak melanjutkan semua kebiasaannya itu. Tapi Shi Hoon tetap ingin bernostalgia, “Aku selalu menjemputmu setiap kali kau makan malam kantor, karena aku takut kau akan minum alkohol dan mencium rekan priamu yang lain”

Ji Yeon ingin mengalihkan pembicaraan, “Cerita itu sudah sangat lama. Aku sudah berhenti minum sekarang. Kau terlalu banyak ingat tentangku”

Di sudut lain di Café itu, ada Young Shik dan Ketua Byun yang sedang mengintai Ji Yeon dan Shi Hoon dari kejauahan. Young Shik sudah emmbawa kameranya untuk mengambil foto Ji Yeon dan Shi Hoon, dia merasa suasana di antara mereka sangat baik. Ketua Byun pun setuju, bahkan si penyihir bisa tertawa seperti itu. Ketua Byun tidak pernah berpikir dia akan bisa melihat hal yang seperti ini.

Ketua Byun  mengingatkan Young Shik agar tetap berhati-hati supaya tidak ketahuan. Mereka pun kembali bersembunyi.

Shi Hoon merasa sangat senang saat Ji Yeon menelponnya, hingga dia berpikir akan mati kesenangan, tapi akhirnya dia sedikit kecewa karena ternyaa Ji Yeon hanya ingin melakukan wawancara. Ji Yeon menjelasakan dengan artikel yang dia buat, dia akan mengalahkan artikel ‘Yang tercinta’ nya Philip Noh yang saat ini sedang beredar. Ji Yeon tampaknya sangat tidak nyaman dengan artikel itu ya?

Bukannya menjawab, Ji Yeon malah melirik Young Shik dan ketua Byun yang sedang memperhatikan mereka, Young Shik bahkan sudah berhasil mengambil beberapa foto.  Ji Yeon memberi kode pada Shi Hoon, “Arah jam 3, ada paparazzi” Shi Hoon mencoba menoleh kea rah yang dikatakan Ji Yeon, namun Ji Yeon melarannya, “Jangan lihat mereka dan terlihatlah seperti biasa. Aku akan mengurusnya sebentar”

Ji Yeon bersikap sangat tenang dan berdiri dari kursinya, dia menuju tempat Young Shik dan Ketua Byun sedang mengintai mereka. Menyadari kedatangan Ji Yeon, Ketua Byun langsung panik dan segara kabur. Sayangnya Young Shik tertinggal dan kepergok oleh Ji Yeon.

“Song Young Shik. Berhenti” Ji Yeon menarik baju Young Shik untuk mengentikan dia kabur. Ji Yeon menyutuhnya duduk, “Kau sudah gila ya? Dengan siapa kau kesini? Kau ingin mati?” Ji Yeon menumpahkan emosi pada hobae yang seharusnya paling loyal itu.

“Berikan padaku” Ji Yeon dengan tegas meminta pada Young Shik yang kebingungan (atau pura-pura kebingungan) dengana pa yang diminta Ji Yeon. Tentu saja Ji Yeon meminta SD card kamera Young Shik.

“Aiyoo, Su-Su-Sunbae, tidak banyak fotomu disini” Young Shik mencoba mempertahankan SD cardnya. Ji Yeon tidak peduli, Berapa banyak foto Ji Yeon ada disana? Ji Yeon tetap meminta SD Cardnya.

Ji Yeon benar-benar kesal pada Young Shik, “Br*ngs*k, kau pasti ingin mati. Apa kau ingin pakai di gips lagi?” Akhirnya sisi preman Ji Yeon keluar juga.

Sementara Ketua Byun yang berhasil bersembunyi mencoba melihat keadaan, sepertinya dia harus merelakan foto ekslusif Ji Yeon dan Shi Hoon daripada kena semprotnya Ji Yeon.

Young Shik tidak mau jika dia harus memakai gips lagi. Ji Yeon pun memaksa Young Shik memberiak SD cardnya, “Berikan. Jika kau menyerahkannya, aku tidak akan memukulmu” . Dengan sangat sangat terpaksa akhirnya Young Shik pun memberikannya.

Tapi pada akhirnya, Ji Yeon memukul Young Shik juga, Young Shik langsung protes. “Kau bilang kau tidak akan memukul...”

Eun Chae berterima kasih karena Dong Ha telah membantunya untuk  memnutupi tanggal yang salah pada iklan yang telah tercetak. Jika bukan karena Dong Ha Eun Chae pasti akan mati. Dengan tatapan kosong Dong Ha bilang bahwa saat situasi sulit dia pasti akan menolong Eun Chae. Selesain membenarkan semuanya mereka bisa meninggalkannya disini untuk dikirim ke distributor nantinya.

Eun Chae berkata pada Dong Ha bahwa Soo Chul ingin makan bersama mala mini. Dong Ha sudah tahu dan tak lama Soo Chul pun menelpon Dong Ha, mengajak Dong Ha dan Eun Chae makan malam bersama.

Mereka bertiga makan malam di toko kue ikan Na Rae dengan pantauan Na Rae dan Min Goo dari kejauhan.

Soo Chul merasa Dong Ha banyak sekali minum hari ini, apakah ada masalah? Dong Ha hanya tersenyum menanggapinya. Dan lagi… kenapa Dong Ha masih memanggil Eun Chae dengan embel-embel –ssi di belakang? Soo Chul mengejek Dong Ha orang sebagai orang udik. Panggil saja dia Eun Chae dan Eun Chae pun di minta Soo Chul untuk memanggil Dong Ha Oppa.

Dong Ha setuju saja, dengan begitu dia akan berbicara lebih nyaman pada Eun Chae. Tentu saja Eun Chae juga setuju, sejak tadi pandangannya tak lepas dari Dong Ha, dan dengan jelas dia menunjukkan bawah berbinar-binarnya saat menatap Dong Ha. Eun Chae benar-benar sudah jatuh pada pesona Dong Ha.

Soo Chul bertanya pada Eun Chae, apa dia tahu mengapa banyak wanita lain menatapmu? Eun Chae bingung dan melihat sekeliling, memangnya kenapa? “Karena kau duduk dengan orang yang paling tampan” Ujar Soo Chul serius memuji dirinya sendiri, Eun Chae hanya tertawa saja mendengarnya sementara Dong Ha berkomentar Soo Chul mengatakan omong kosong lagi, ya ampun~~~

Na Rae memperhatikan Eun Chae dari kejauahan dengan pandangan tidak suka. Min Goo bertanya apa yang sedang dilihat istrinya?

“Gadis wajah lugu disana. Cara dia melihat Dong Ha tidak bagus” Na Rae sepertinya punya feeling kuat tentang perasaan Eun Chae pada Dong Ha, tapi Min Goo tidak melihat apapun. Na Rae sangat yakin, apakah Min Goo tidak tahu jika Na Rae adalah penampar sandal ganda dari SMA Samseon?

“Jika aku menampar sandal seperti ini, dia langsung mati” Na Rae kesal dan hampir benar-benar melakukan mempraktekan tamparannya pada Min Goo, membuat suaminya itu ketakutan. Na Rae langsung sadar, “Oh, apa yang aku katakan? Mulutku tiba tiba kerasukan”

Min Goo dan Na Rae menatap Dong Ha yang sangat banyak minum hari ini, mereka merasa kasihan pada Dong Ha, apa yang bisa mereka lakukan? Dong Ha biasanya tidak seperti itu, dia hanya minum tanpa banyak bicara. Min Goo bersemangat, bagaimanapun dia akan tetap mendukung Dong Ha.

Dong Ha tampak sudah sangat mabuk, Eun Chae bertanya apakah mereka harus pergi? (pulang maksudnya). Soo Chul bertanya apakah Dong Ha baik-baik saja? Setengah mabuk Dong Ha berkata dia baik-baik saja.

Tak lama Dong Ha pun memutuskan pamit untuk pergi duluan. Sekali lagi Soo Chul bertanya apakan Dong Ha baik-baik saja? Dia mengangguk dan meminta Soo Chul untuk mengantar Eun Chae pulang. 

Dong Ha pun pamit pergi, sebelum pergi tak lupa dia pamit juga pada Na Rae dan Min Goo. Keduanya tampak khawatir pada Dong Ha, namun Dong Ha berkata dia baik-baik saja.

Eun Chae khawatir pada Dong Ha, dan berpikir mereka juga harus pergi, tapi Soo Chul mencegahnya dan meminta Eun Chae untuk duduk sebentar,

“Eun Chae… Oppa memberitahumu, kau jangan jatuh cinta pada Dong Ha. Dia sudah sudah menyukai seseorang”

Soo Chul memberi peringatan pada Eun Chae dan membuatnya terkejut. Soo Chul melanjutkan, “Kau tidak boleh menyukainya lebih dari seorang Oppa” Eun Chae hanya bisa tercengang mendengarnya.

Dong Ha tampak lesu dan sedikit mabuk. Dia tidak langsung pulang dan memilih berbaring di salah satu bangku yang ada di depan gedung apartemen. Dia teringat pada Ji Yeon yang mengatakan hatinya sakit karena apa yang terjadi pada Shi Hoon, Dong Ha pun bergunam. “Kau terlalu kuat Beruang Kutub”

Di Apartemen Dong Ha dan Soo Chul, Ji Yeon pun sedang menggalau karena ditinggal sendirian. Dia sedang packing untuk kepindahannya, namun dia tidak memasukan apapun ke dalam kopernya karena melihat Dong Ha belum juga datang. Saat mendengar suara pintu di buka, Ji Yeon segera memasukan barang-barangnya, namun saat tahu tidak ada yang datang, Ji Yeon kembali mengeluarkan barang-barangnya.

Ji Yeon akhirnya menyerah dan membereskan barang-barangnya, namun dia tidak langsung pergi, dia tetap menunggu Dong Ha. Saat Dong Ha pun datang, i Yeon langsung cepat-cepat siap-siap dan menyambut Dong Ha. Seolah dia baru selesai packing.

“Kau datang tepat waktu. Aku baru saja selesai berkemas. Aku hampir tidak bisa mengucapkan salam perpisahan padamu”

Dong Ha merasa aneh, “Kita akan saling bertemu lagi, kita kan cuma sebelahan. Dan kita akan bertemu lagi kantor, perpisahan apanya… Apa kau tidak mau menemuiku lagi”

Ji Yeon jadi merasa canggung, dia hanya mengatakannya saja. Ji Yeon mencium bau alkohol, apakah Dong Ha minum? Akh… iya.. dia mengaku hanya minum satu gelas.

Dong Ha melihat barang-barang Ji Yeon apakah sudah semuanya? Dong Ha meminta Ji Yeon untuk menunggu sebentar karena dia mau ganti baju dulu.

Dong Ha sudah selesai ganti baju dan dia pun mengantar Ji Yeon untuk pulang ke apartemennya. Mungkin akan memakan waktu beberapa hari untuk terbiasa lagi, tapi Ji Yeon yakin dia akan segera terbiasa.

Dong Ha bertanya, selagi Dong Ha ada di apartemen Ji Yeon, apakah dia butuh bantuannya? Tidak usah, dia akan melakukannya nanti. Dong Ha sedikit memaksa, “Suruhlah aku sebelum aku berubah pikiran” Ji Yeon akhirnya mengajak Dong Ha untuk minum.

Namun Ji Yeon mendapat telepon, ternyata itu dari Shi Hoon. Ji Yeon pergi ke dapur dan berbicara dengan Shi Hoon. Percakapan mereka ringan hanya seputar apakah Ji Yeon sudah pulang? Lalu Ji Yeon bertanya apakah Shi Hoon sudah makan? Namun hal itu sangat menganggu Dong Ha.

Tanpa sepengetahuan Ji Yeon, Dong Ha memegang sebuah buku di balik badannya. Dong Ha menghadap rak buku dan membuka buku itu. Buku itu bertuliskan ‘Momen Ajaib’

‘Cinta sejati yang tulus pasti mengharapkan orang yang disukainya bahagia. Hidup ini sangat singkat. Jadi jika ada kata-kata yang tertahan dihatimu, Anggap saja ini kesempatan terakhirmu dan coba katakanlah padanya hari ini’

Yang di tuliskan Dong Ha di dalam buku itu adalah “Would You Stay with me?” Dong Ha menyimpan buku ‘Momen ajaib’ di rak buku Ji Yeon.

‘Momen ajaib yang telah kau tunggu, tanpa ditunda lagi, hari ini’

Ji Yeon datang membawakan minuman untuk Dong Ha. Ji Yeon tersenyum dan mengatakan terimakasih untuk semua bantuan Dong Ha padanya. Dong Ha tidak mengatakan apapun, dia terfokus pada Momen ajaibnya.

Ji Yeon kemudian pergi meninggalkan Dong Ha dan minumannya, Dong Ha kembali mengulang kata-kata tentang momen ajaib di dalam hatinya, ‘Momen ajaib yang telah kau tunggu, Tanpa ditunda lagi, hari ini’

Dong Ha menyimpan minumannya, dia berlari menuju Ji Yeon dan memeluknya dari belakang, Ji Yeon kaget dengan tingkah Dong Ha, apalagi saat mendengar apa yang dikatakan Dong Ha padanya, “Bisa kau tidak usah kembali padaya lagi?”

***

Apa jawaban Ji yeon??? Apakah Dong Ha berhasil menggunakan momen ajaibnya itu?

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*


16 Komentar untuk "[Sinopsis] Witch's Love Episode 8 part 2"

akhirnya udah berkali-kali buka blog mba irfa ^^
mksih mba irfa

sama aku juga dah bolak-balik. akhirnya keluar juga. maksih mba irfa. tumben telat mba ?. mba nya sakit pa ?. kalau sakit moga cepet sembuh. amin

Semangat ya mbak irfa, aku suka sama drama ini....bagus deh....:)

Syukurlah udah di post,, kuota hbiz ga bz DL.. ujung2 pnsran n msk klr blog mba Irfa..
Hihihihi
Hufff akhirnya bs brnpas lega,, ^^
Seandainya DH back hugs aNNa n mnta githu pzti aNNa bklan stay with him forever deh.. hahahahaha

Makin seru ceritanya.. :)
Makasih y mb buat sinopsisnya,,
Ditunggu kelanjutannya :)

Figthing dong ha ,suka couple DJ (dong ha ji yeon) ^_^

Stefani

Udah plng ya mbak irfa??? Thx ya mbak...
Kasian galau liat DH,wajar jg klo JY sedih begitu,knp baru skrg SH muncul wlo alasannya seperti itu,. Poor DH.. Mga happy end dech

Wah ceritanya makin seru, lanjut terus mbk hwaiting

Aduuuh makin ksni crt nY makin seruuu .. Semangt yyy

Wah sdh kluar part2 nya..trnyata dong ha emang benern suka ya sma ji yeon..
ehmm kira2 ji yeon milih siapa ya..dong ha or beruang kutun
oh ya mbk klo mau lht gmna cara nya..apa melalui tab bisa.
tlng d jwb ya mbk..makasih

kemarin sedang di luar kota say^^

sepertinya sih bisa, tapi aku nggak tau caranya menonton dari Tab, maaf yah,, aku mah gaptek, cuman bisa nonton dari Lepi aja soalnya, hehehe

Sudaaahh,, hehehe^^ makasih sudah sabar menunggu...

Iya kasian Ji Yeon, amiinnn,,, moga Happy end deh ini drama

aduhhh.. Dong Ha aj dong
masih penasaran Shi Hoon kok bisa"ny ga ngasih kabar sama sekali?
di episode 7 dan 8 ini Dong Ha dikacangin terus.
semngat mbak
ditunggu episode 9 dan 10 secepatnya. hehhee

Gomawoo...
elat bangett sinopsis nya,klu bisa episode 9 & 10 harus dipercepat buat sinopsis nya ea..

akhirnya keluarjuga sinopsisnya.....
gumawonya mbak....

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top