[Sinopsis] Witch's Love Episode 4 part 2


 
Setelah Kim Jeong Do menghilang, Managernya menyuruh orang untuk mencarinya. Sementara itu di atas panggung, Dong Ha meminta istri Kim Jeong Do untuk masuk juga ke dalam kotak.

Kim Jeong Do dan Ji Yeon ada di sebuah ruangan. Kim Jeong Do terlihat tidak senang dan bertanya apa yang sebenarnya sedang di lakukan Ji Yeon? Mengapa Kim Jeong Do tidak mengerti juga, setelah segala hal yang dia lakukan. Mengirim bangkai burung dan merusak rumahnya. Mengapa dia harus melakukan itu, bukan kah itu hanya akan membuat Yoon Ji malu memili ayah sepertinya.

Kim Jeong Do tidak ingin terjebak, dia bertanya siapa itu Yoon Ji? Anak Bae Soo Jung? Apakah wanita itu yang mengatakan jika Yoon Ji itu anaknya? Lagi pula untuk apa semua ini, mereka berdua sudah pergi ke luar negeri. Ji Yeon tidak bisa membuktikan apapun lagi.

Ji Yeon kesal mendengarnya, Bae Soo Jung telah mempertaruhkan hidupnya demi Kim Jeong Do, bagaimana bisa Kim Jeong Do bersikap seperti itu dan menyebut dirinya manusia.


Ji Yeon mengancam, Kim Jeong Do sudah tamat sekarang, Dia menunjukan sebuah amplop, “Apa kau tahu apa ini? Ini hasil tes DNA yang mengatakan kalau kau ayah biologis dari Baek Yoon Ji”

Tentu saja Kim Jeong Do tidak ingin percaya begitu saja, “Jangan menipuku. Apa kau pikir aku akan jatuh karena itu?”

Tamat? Siapa yang bilang? Apakah Ji Yeon tidak tahu bagaimana Kim Jeong Do sampai di posisinya saat ini. Apakah Ji Yeon pikir dia akan jatuh hanya karena seorang wanita? Baek Soo Jung dan Yoon Ji adalah kesalahan baginya. Mereka berdua…. Tidak akan pernah kembali ke Korea.

Entah apa yang sedang dipikirkan Kim Jeong Do untuk memastikan Soo Jung dan Yoon Ji tidak akan kembali ke Korea, tentunya sesuatu yang jahat.

“Kau benar benar sudah kelewatan” itu bukan suara Ji Yeon. Kim Jeong Do melihat Soo Jung yang berbicara. “Soo Jung.. bagaimana… bagaimana kau bisa..” Kim Jeong Do langsung tergagap melihat keberadaan wanita yang sedang dibicarakannya dengan Ji Yeon.

“Jangan panggil namaku dengan mulutmu yang kotor itu” Bae Soo Jung tampak sangat marah. Kim jeong Do berusaha menjelasakan. “Soo Jung-a, bukan itu yang aku maksudkan…”

Soo Jung sangat kesal dan berkata jika Yoon ji tidak membutuhkan Ayah seperti Kim Jeong Do. Soo Jung berkata pada Ji Yeon jika dia bersedia melakukan wawancara. Semua orang harus tahu siapa Kim Jeong Do yang sebenarnya.

Kim Jeong Do langsung panik dan memelas pada Baek Soo Jung. “Soo Jung. Maafkan aku. Aku akan bercerai dan kembali padamu. Kita bertiga dengan Yoon Ji...”

Tanpa sadar saat mengatakan hal itu, istri Kim Jeong Do sudah ada di ruangan itu, “Yeobo…” Kim Jeong Do semakin panik, apa yang harus dia lakukan??

“Kau tidak punya hak untuk tetap berdiri di depan publik.. Jangan muncul lagi didepan Yoon Ji. jangan pernah walau melalui TV atau film.. Jika kau menemuinya walau hanya sekali, aku akan mengatakan semuanya. Apa hubungan kita yang sebenarnya. Pria seperti apa dirimu”

Baek Soo Jung benar-benar tak bisa lagi membendung amarahnya. Kim Jeong Do masih mencoba untuk memohon agar Baek Soo Jung memberinya sebuah kesempatan. Kim Jeong Do benar-benar orang yang menyedihkan.

Istrinya tidak percaya, setelah apa yang dia lakukan… “Aku telah melakukan wawancara untuk menutupi perbuatanmu. Beraninya kau membuatku merasa terhina seperti ini.. Lihat apa yang terjadi jika wanita itu muncul di publik. Aku akan mati. Kau juga akan mati” dengan kesal istri Kim Jeong Do keluar dari ruangan itu.

Dong Ha menyarankan Kim Jeong Do untuk kembali ke panggung karena pertunjukan Dong Ha akan segera berakhir. Kim Jeong Do adalah tamu utama mereka. Kim Jeong Do hanya mematung saja. Saat ini tidak ada yang bisa dia lakukan selain menyerah.

Setelah Kim Jeong Do pergi, Ji Yeon berterimakasih pada Baek Soo Jung yang bersedia kembali. Soo Jung merasa dialah yang seharusnya berterima kasih. Ji Yeon sudah mengatakan ini sebelumnya dan Soo Jung akhirnya tahu kebenarannya. Saat ini dia sudah merasa bebas.

“Ji Yeon. Kau juga benar-benar sudah bebas dari Shi Hoon kan?” pertanyaan Soo Jung mengagetkan Ji Yeon. Kemudian Soo Jung berkata, “Dia kelihatannya pria yang baik. Yoon Ji bilang dia selalu membuatnya senang”

‘Dia’ yang dimaksud Soo Jung tentu saja Dong Ha, Ji Yeon pun langsung menyangkal jika mereka tidak berada dalam hubungan seperti yang dipikirka Soo Jung. Tapi sepertinya Sunbae nya itu tidak ingin mendnegar penyangkalan Ji Yeon dan malah berkata, “Kalian berdua sangat cocok saat bersama”

Soo Jung pamit pergi, dia akan ketinggalan pesawat jika tida segera pergi. Apakah Soo Jung harus benar-benar pergi? Soo Jung ingin memulai semuanya dengan awal yang bahagia di tempat yang baru. Dia berpikir itu juga akan lebih baik untuk Yoon Ji.

Kim Jeong Do akhirnya naik ke panggung untuk memberikan statmennya, tadinya dia ingin mengatakan pencalonannya menjadi anggota dewan, namun setelah apa yang terjadi dia tidak bisa melakukan hal itu,

“Aku sangat malu untuk menyampaikan pesan ini. Akhir akhir ini... Aku menemukan sesuatu yang
salah dengan kesehatanku. Setelah acara ini.. Aku berhenti pada semua kegiatan publik dan fokus pada pengobatan. Karena telah membuat semuanya yang mencintaiku khawatir…. Aku minta maaf”

Para reporter langsung ricuh mempertanyakan alasan sebenarnya Kim Jeong Do berhenti dari dunia hiburan. Lalu berapa lama pengobatan yang akan dijalaninya? Kim Jeong Do mengabaikan semua pertanyaan itu dan turun begitu saja dari atas panggung.

Ji Yeon mengucapkan salam perpisahan pada Yoon Ji, meminta anak itu untuk mendengarkan ibunya dengan baik dan mencari banyak teman di tempat baru. Ji Yeon akan datang mengunjunginya jika ada kesempatan.
 
Yoon Ji meminta Ji Yeon memberikan tangannya, dan Yoon Ji memberikan stampel di pergelangan tangan Ji Yeon, “Aku memberikan ini hanya kepada orang yang baik…” Ucap Yoon Ji sambil tersenyum. Ji Yeon kemudian berterima kasih pada gadis kecil itu.

Ji Yeon berpesan agar Soo Jung harus bahagia, Soo Jung juga berharap yang sama untuk Ji Yeon. Soo Jung dan Yoon Ji naik mobil dan mengucapkan salam perpisahan pada Ji Yeon dan Dong Ha.

Dong Ha  meminta Ji Yeon memberikan tangannya. Kenapa? Apakah Dong Ha ingin memberikan stempel juga? Dong Ha menggunakan sedikit trik sulapnya dan memberikan sebuah bunga kertas untuk Ji Yeon. Dong Ha memuji Ji Yeon, “Kau sangat hebat hari ini” Ji Yeon tersenyum dan berkata Dong Ha juga sangat hebat.

Dong Ha berpikir mereka perlu merayakan keberhasilan mereka hari ini. “Kenapa kita tidak minum dengan Soo Chul dan Young Shik?” Namun kemudian Dong Ha teringat bahwa Ji Yeon sudah berhenti minum karena kebiasaan mabuknya.

Ji Yeon kesal dan menegur Dong Ha, “Arbeit Yoon!”

Ji Yeon mendapatkan telepon dari ibunya yang berada di bandara karena baru saja pulang dari Jeju. Ji Yeon bertanya apakah ibunya menikmati liburannya. Ibu kan sudah bilang jika dia sudah membuat semua wanita iri padanya karena pemandu wisata tampan selalu bersamanya.

Ji Yeon jadi gugup dan berkata bahwa mesin penjawabnya rusak. Ibu langsung panik, “Bagaimana dengan kencan buta malam ini?” Ji Yeon bingung dan sedikit menjauh dari Dong Ha. Kencan buta apa? Apakah ibu tidak meminta uangnya kembali dari biro jodoh itu? Ibu kan sudah melihat jika Ji Yeon sekarang sudah punya pacar.

Ibu mengeluh Mr. Yoon memang baik, tapi… dia terlihat miskin. Dia berpakaian lusuh dan memakai sepatu yang salah sebelah. Ji Yeon harus mencoba semua jenis pria , karena Ji Yeon tidak akan tahu akan berakhir bersama siapa.

Meski dari jauh, Dong Ha sepertinya tetap bisa mendengar apa yang dikatakan Ibu Ji Yeon tentangnya, miskin? Dia tampak sangat kecewa mendengarnya. Hahahaha… Poor Urri Dong Ha.

Ji Yeon tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu, batalkan saja dan ibu bisa meminta uangnya kembali.
Ibu kemudian mengancam, jika Ji Yeon tidak datang ke kencan buta itu… Ibu akan menerobos rumah Ji Yeon dan mengomelinya sampai Ji Yeon menikah. Ibu sudah membawa koper sekarang, jadi dia bisa pergi ke rumah Ji Yeon sekarang juga!

Ji Yeon teringat betapa kacaunya rumahnya saat ini akibat ulah si penyerang, dia melarang ibu untuk datang ke rumahnya. Dan berjanji pada Ibu akan datang ke acara kencan buta itu. Ji Yeon pun memutuskan telepon ibunya.

Dong Ha merasa sangat kecewa karena Ibu Ji Yeon berpikir seperti itu tentangnya. Ji Yeon malah mengomeli Dong Ha, “Kenapa kau harus memakai sepatu yang salah sebelah? Kau terlihat miskin jadinya” Ji Yeon merasa sangat kesal karena dia terpaksa harus pergi ke kencan buta.

Dong Ha jadi penasaran, “Apa kau mau pergi ke kencan buta?” Ji Yeon merasa tidak punya pilihan karena Ibu mengancam akan menerobos masuk ke rumahnya.

Ji Yeon bertanya pada Dong Ha bagaimana penampilannya? Dong Ha malah mengejeknya, “Katanya kau tidak tertarik untuk datang” Dong Ha merasa penampilan Ji Yeon terlalu seksi untuk sekedar pergi ke kencan buta.

Meskipun Ji Yeon tidak tertarik, tetap saja dia akan akan bertemu dengan seorang pria, jadi dia tetap harus tampil cantik di depannya.

Dong Ha sepertinya benar-benar merasa terganggu dengan ide kencan buta Ji Yeon itu, dan berkata, “Dia mungkin ahjussi dengan perut yang buncit… Kau tidak bisa mengabaikan usiamu” Ji Yeon jadi kesal dan menyuruh Dong Ha untuk membawa mobilnya saja.

Di dalam mobil Ji Yeon mengomeli Dong Ha lagi, “Kau membual ya? Bahwa kau dulu mahasiswa kedokteran buktinya kau bahkan tidak bisa memberikanku hasil tes DNA” Dong Ha membela diri bahwa tempat penelitiannya mengatakan jika tes DNA tidak bisa dilakukan jika yang melakukannya bukan orang tuanya. Ji Yeon makin sebal, jika tes DNA begitu mudah di lakukan dia tidak akan bertanya pada Dong Ha *wkwkwkwk,,, jadi mereka menipu Kim Jeong Do tentang hasil tes DNA itu?*

Dong Ha dan Ji Yeon sudah tiba di tempat kencan buta Ji Yeon, sebelum masuk ke dalam restoran, Ji Yeon berterimakasih pada Dong Ha karena telah mengantarnya.
 
“Sampai jumpa dirumah” Dong Ha hanya menyahut ‘Ya’ tapi kemudian dia baru sadar, “Sampai jumpa dirumah? Itu hal aneh untuk dikatakan ketika kencan buta”

Dong Ha tidak segera pergi setelah Ji Yeon turun dari mobil, dia tetap disana hingga dia melihat Ji Yeon bertemu dengan pasangan kencan butanya yang sangat gentle karena dia menyiapkan kursi untuk Ji Yeon duduk.

Dong Ha tampak tak senang melihatnya, “Dia mungkin orangnya gagap cadel, dan suaranya jelek” Dong Ha menggunamkan hal itu, dan kemudian pergi. Apakah Dong Ha bergitu kecewa karena dianggap miskin oleh ibu Ji Yeon, ataukah dia mengatakan itu untuk menghibur dirinya?

Ji Yeon bertemu dengan teman kencan butanya. (Upsss.. itu Lee Jae Yoon yah? Si badan keker di Cruel City, dan kebetulan dia juga lawan maen Uhm Jung Hwa di film Venus Talk)

Min (itu nama yang disebutnya saat mengobrol dengan neneknya di telepon) berkata pada pada jI Yeon bahwa tidak menyenangkan jika mereka harus membicarakan pekerjaan di pertemuan yang diatur keluarga sepeti ini. Mereka bertemu karena kondisi yang sama. Apakah ada hal lain yang bisa mereka bicarakan?

Min meminta Ji Yeon untuk memberikan tangannya, dia akan memeriksa denyut nadinya. Ji Yeon mencibir, “Ini pasti cara yang biasa digunakan dokter obat herbal untuk menggoda wanita” Namun Ji Yeon melakukannya juga.

Setelah memeriksa dentyut nadi Ji Yeon dengan seksama, Min berkata pada Ji Yeon, “Kau mempunyai perut yang lemah dan ginjal yang lemah juga” Itu penyakit karena Ji Yeon terlalu lelah dengan pekerjaannya. Min menyarankan Ji Yeon untuk mengkonsumsi makanan yang mudah dicerna agar bisa terada lembut di perutnya.

Dan sebaiknya Ji Yeon berjalan-jalan untuk mendapatkan sinar matahari. Bukannya beterimakasih atas saran Min, dengan percaya diri Ji Yeon berkata, “Aku juga sangat tahu tentang hal itu” Min tertawa melihat sikap Ji Yeon dan berkata,

“Aku berani bertaruh kau tidak mengetahui dimana tempat ini. Ada restoran yang membuat tahu setiap pagi dan mereka hanya buka untuk makan siang saja. Dihari seperti ini, mereka menempatkan label dihalaman depan'. Disana, sinar mataharinya benar-benar sangat baik”

Ji Yeon tampak tidak tertarik pergi ke restoran yang dimaksud Min, namun kemudian Min bertanya padanya, “Apa kau mau pergi dengan ku kesana lain kali?” Ji Yeon Nampak sedikit tersipu karena ajakan itu. Apakah itu berarti Min ingin menemuinya kembali dan melanjutkan kencan buta mereka?

Dong Ha menghabiskan waktu dengan menonton acara komedi di televisi, dia tertawa saat ada adegan lucu, namun terlihat sekali pikirannya tidak disana. Dong Ha tampak cemas dan gelisah, “Jam berapa sekarang?” Dong Ha melakukan berbagai atraksi di sofa untuk menghilangkan rasa gelisahnya.

Apa yang membuat Dong Ha gelisah? Tentu saja karena Ji Yeon yang belum juga kembali dari acara kencan butanya. Berkali-kali Dong Ha menyakinkan diri bahwa itu bukan urusannya, namun dia tetap kepikiran juga. “Sudah berapa lama mereka bersama?  Apa dia pria yang hebat?” Dong Ha tidak tahu harus mempertanyakan hal itu pada siapa.

Ji Yeon ternyata ada di toko kue ikan Na Rae, dia berkomentar tentang pasangan kencan butanyanya, “Hebat? Omong kosong! Aku belum pernah melihat orang seaneh ini dalam lima belas tahun aku menjadi reporter”

Na Rae berpendapat sepertinya dia terlihat sempurna dan pria itu juga adalah seorang dokter herbal. Ji Yeon mengakui itu, dia memang sangat hebat sebelum dia berbicara di telepon. Memangnya apa yang terjadi setelah Min berbicara di telepon?

[flash back]

Saat Ji Yeon dan Min sedang mengobrol, Min mendapatkan panggilan telepon. Min minta ijin pada Ji Yeon untuk menjawab telepon itu karena Neneknya yang menelpon.

Dan… tadaaaa… nada suara Min langsung berubah manja saat berbicara dengan Neneknya, Ji Yeon sampai ilfeel mendengarnya, apalagi percakapan mereka membuat perut Ji Yeon terasa mual mendengarnya *aku juga ikut mual*

“Nenek… Kau belum tidur?

“Min lagi ada di jalan besar yang ada pohonnya. Tidak dengan lampu jalanan, tapi Jalan besar dengan pohon”

“Nenek... Biskuit disini benar-benar yang paling enak. Aku akan membawakannya saat pulang nanti”

“Kau tidak boleh tidur sampai aku pulang kerumah ya?

“Tidak, tidak, tidak... Aku ingin tidur sambil menyentuh dadamu…”

“Nenek. Makan gongjindang** jika kau bosan. Jika kau haus, minumlah ramuan tonik tanduk rusa”

[**Gongjindang:obat herbal mewah]

Min menutup teleponnya setelah sebelumnya bermanja-manja sambil berdebat dengan neneknya siapa yang lebih baik menutup telepon duluan.

Selesai menelpon neneknya Min kembali berbicara normal di depan Ji Yeon dan bertanya, sampai dimana obrolan mereka tadi? Ji Yeon yang sudah ilfeel berkata mereka tadi sedang membicarakan Neneknya Min.

“Oh, restoran tahu itu. Nenekku juga sangat suka dengan restoran itu. Kita bisa mnegajaknya kesana kalau kau tidak keberatan”

Ji Yeon makin ilfeel mendengarnya~~~ Min itu cucuk Nenek banget *bukan lagi anak Mami, hahaha*

[Flash back end]

Ji Yeon memberitahu Na Rae tentang Impian Min, “Apa kau tahu apa yang dia impikan? Dia mau membuat obat yang mujarab untuk neneknya agar tetap hidup diusia 150 tahun dan mencatatkan nama neneknya di Buku rekor Dunia.

Membicarakan mimpi Min benar-benar membuat Ji Yeon merasa kesal. Na Rae dan Min Goo malah saling tersenyum melihat kekesalan Ji Yeon, menurut Na Rae itu terlalu berlebihan. Ji Yeon menegaskan, alasan Min ingin menjadi dokter herbal adalah karena dia ingin membuatkan obat herbal untuk neneknya.

Min Goo berpendapat, itu lebih baik dari pada pria yang tidak bertanggung jawab. Saat ini, Ji Yeon tidak berada dalam posisi untuk memilih. Ji Yeon kesal mendengarnya, dan Min Goo langsung tutup mulut setelah di pelototi Ji Yeon.

Na Rae penasaran apa yang Dong Ha katakan saat Ji Yeon pergi untuk kencan buta? Ji Yeon menjelaskan bahwa dirinya dan Dong Ha tidak berada dalam hubungan seperti itu. Na Rae bersikeras, mereka kan tinggal bersama. Min Goo berkomentar bahwa Dong Ha terlalu sempurna untuk Ji Yeon tentu saja itu kembali membuat Ji Yeon sebal pada Min Goo.

Ji Yeon lalu berkata pada Na Rae dan Min Goo, “Apa kau tahu berapa umurnya? Dia 25 tahun” Na Rae  kaget mendengarnya. 25 tahun… Ji Yeon menegaskan, Dong Ha itu 14 tahun lebih muda dari mereka. Na Rae bergunam, dia tahu Dong Ha lebih muda, tapi… itu terlalu berlebihan.

“Jika dia 25 tahun... Bahkan keringatnya pun pasti terasa manis. Kau gadis yang sangat beruntung” Na Rae malah kegirangan sendiri dan mendapat tatapan tajam dari suaminya, hahaha…

Dong Ha semakin galau karena Ji Yeon belum pulang juga, dia menunggu Ji Yeon di luar gedung. Cukup lama Dong Ha melongok sana sini berharap Ji Yeon segera pulang, namun atasannya itu tak juga menunjukkan batang hidungnya.

Dia mendengar ada orang datang, dia kira itu Ji Yeon, ternyata Eun Chae yang datang. Dong Ha bertanya ada apa Eun Chae datang kesana? Eun Chae datang untuk menemui Ketua tim Ban Ji Yeon karena diminta membawakan sesuatu olehnya. Lalu bagaimana dengan Dong Ha? Dia mengaku sedang menunggu Ji Yeon, mereka pun memutuskan untuk menunggu Ji Yeon bersama-sama.

Saat mereka duduk bersama, Eun Chae mengucapkan terima kasihnya pada Dong Ha, karena dia telah menyelamatkan Eun Chae saat insiden bunga itu, meskipun sebenarnya Eun Chae merasa malu untuk berterimakasih pada Dong Ha.

Tak ingin mempermasalahkan hal itu, Dong Ha malah penasaran pada tas yang dibawa Eun Chae, apa itu? Eun Chae berkata itu bukan apa-apa, Dong Ha memaksa ingin melihatnya tapi Eun Chae menolak dengan pendirian yang teguh.

Saat Dong Ha berjanji tidak akan mengatakan hal itu pada Ji Yeon pun, Eun Chae tetap menolak. Dong Ha mencium sesuatu yang tidak beres namun Eun Chae menyangkalnya. Saat mereka berdebat seperti itu Ji Yeon datang dan melihat keakraban Dong Ha dan Eun Chae.

Ji Yeon bertanya pada keduanya, “Apa yang kalian lakukan disana?” Eun Chae langsung menyapa Ji Yeon, sementara Dong Ha malah mengomel, “Apa kau tahu jam berapa ini? Kau kemana bersamanya dijam segini?” Dong Ha melongok ke belakang mencari jejak orang yang mengantar Ji Yeon.

Ji Yeon bingung dan bertanya apa yang sebenarnya sedang Dong Ha cari? Dong Ha kesal dan berkata, “Aku yakin dia tidak akan membiarakan Wanita pulang sendiri di jam segini”

Ji Yeon mengabaikan Dong Ha dan bertanya pada Eun Chae apakah dia membawa barang yang dimintanya? Eun Chae menyerahkannya dengan hati riang. Ji Yeon berterimakasih pada Eun Chae dan dibalas senyuman dan ucapan sama-sama.

Ji Yeon membuka isi tas itu kemudian menatap Eun Chae yang masih tersenyum padanya. Ji Yeon tampak memikirkan sesuatu namun itu malah membuat Eun Chae merasa canggung dan berkata dia akan pergi saja. Dengan dingin Ji Yeon berkata agar Eun Chae hati-hati di jalan.

Dong Ha berinisiatif untuk mengantar Eun Chae hingga jalan raya. Berbahaya bagi wanita untuk berjalan sendirian semalam ini. Eun Chae menolak. Dong Ha menatap sekilas pada Ji Yeon, seolah dia melakukan itu hanya untuk membalas Ji yeon,  Dong Ha kemudian berkata pada Eun Chae. “Kau terlalu cantik untuk berjalan sendirian semalam ini, Eun Chae” 

Dong Ha menekankan pada kata gadis cantik seolah itu menyindir Ji Yeon yang baru pulang. Ji Yeon menatap Dong Ha dan merasa aneh tapi dia membiarkan begitu saja Dong Ha pergi kemengantar Eun Cha.

Ji Yeon lalu berkeluh kesah, “Ini sudah malam... Wanita yang mengenakan gaun... Berjalan sendirian… Apa dia itu adalah hantu? Dia sama sekali tidak memandangku” Ji Yeon merasa kakinya sakit karena merasa kesakitan. Ji Yeon pun duduk di bangku yang ada di depan gedung apartemennya itu, dan meringis kesakitan karena kakinya terlalu lama memakai heels.

Tak berapa lama Dong Ha datang, dengan sinis Ji Yeon bertanya, “Apa kau sudah mengantar gadis cantik itu?” Bukannya menjawab, Dong Ha malah betanya, “Apa yang sudah kau lakukan di jam segini dengan pria yang baru kau temui? “ Dong Ha mencium bau alkohol dari mulut Ji Yeon dan menuduhnya mabuk. Padahal Dong Ha berpikir bahwa Ji Yeon sudah berhenti minum.

Dong Ha sedikit gelisah dan akhirnya bertanya, “Oh ya... Apa kau akan... bertemu dengannya lagi?” Ji Yeon tampak tak senang dan meminta Dong Ha untuk tidak membicarakan pria itu lagi. 

Ji Yeon mengajak Dong Ha untuk merayakan keberhasilan mereka mengalahkan Kim Jeong Do, dia sudah mempersiapkan sebotol anggur.

Dong Ha ragu, minum lagi… dia takut insiden tempo hari akan terulang. Ji Yeon berjanji mereka hanya akan minum satu gelas saja. Dong Ha pun setuju dan berkata akan membawakan gelas.

Dong Ha dan Ji Yeon pun bersulang untuk merayakan kesuksesan mereka, namun Dong Ha heran, Bukankah besok adalah batas waktu penyelesai artikelnya? Apakah tidak apa-apa Ji Yeon malah minum dan pergi kencan buta?

Ji Yeon menyesap anggurnya dan berkata dia tidak akan menulis artikel tentang Kim Jeong Do. Semua orang menulis tentang wawancara pengumuman pengunduran dirinya, apa gunanya artikel skandal itu? Dong Ha kaget, apakah Ji Yeon benar-benar tidak akan menulis artikelnya?   

Kim Jeong Do yang membuat Ji Yeon melakukan ini. Kim Jeong Do sengaja mengumumkan pengunduran dirinya untuk menghentikan skandal perselingkuhannya. Dong Ha berpikir, bukankah itu akan menjadi berita yang hebat?

Ji Yeon menatap Dong Ha dan berkata, “Arbeit Yoon, aku terlalu banyak bertanya” Dong Ha tahu ada alasan lain, apakah itu karena Baek Soo Jung dan Yoon Ji? Ji Yeon hanya tersenyum dan menatap stempel dari Yoon Ji di pergelangan tangannya.

Dong Ha menatap takjub pada Ji Yeon, “Ketua… Kau mengagumkan” Dengan PD Ji Yeon berkata, apakah Dong Ha baru tahu, *tetep yah*

“Kapan kau belajar sulap? Kau sangat hebat” Ji Yeon memuji Dong Ha tanoa ragu. Dong Ha berkata saat dia masih kuliah kedokteran, dia praktek di departemen anak, Dong Ha penasaran bagaimana caranya dekat dengan anak-anak, Karenna itulah dia berlajar sulap, tidak disangka Dong Ha cukup berbakat juga.

Ji Yeon penasaran, apa alasan Dong Ha berhenti kuliah kedokteran dan malah memutuskan untuk menjadi pekerja part-time?

“Aku pikir... Menjadi dokter bisa menyelamatkan hidup seseorang. Namun aku menyadari… ternyata mereka tidak bisa melakukan itu.  Bahkan saat berhadapan dengan orang yang sekarat didepanku. Aku tidak bisa melakukan apapun” Dong Ha terdengar sangat sedih saat mengatakan hal itu.

Ji Yeon berkata pada Dong Ha, “Kau tetap menyelamatkanku. Aku yakin... Kau pasti adalah dokter yang hebat” Dong Ha hanya tersenyum pahit kemudian menghabiskan seluruh minumannya.

Dong Ha kemudian menyetel sebuah lagu dari ponselnya dan menyimpan ponselnya di dalam gelas kosong. Ji Yeon bertanya apa yang sedang Dong Ha lakukan?

“Kau tidak bisa menikmati anggur tanpa musik.” Dong Ha berkata dengan santai. Ji Yeon kemudian menyadari, “Hei ini, ini Byun Jin Sub. Kau bilang kau tidak tahu...”

Lebih baik Ji Yeon diam saja dan dengarkan saja musiknya, Ji Yeon menikmati lagu itu dengan seksama, hingga tiba di bagian favorit nya, Ji Yeon ingin berkomentar, Dong Ha memintanya untuk tidak bcara dan berkata, itu adalah bagian favorit nya,
  
Setelah bertemu denganku, gadis yang tidak mau pergi ke pertemuan, sekalipun”

Dong Ha mempertegas lirik itu, “Pertemuan..”

Ji Yeon tersadar dan tertawa, “Apa kau berbicara tentangku?”

Dong Ha mengelak dan berkata, “Kau pergi ke kencan buta. Aku suka wanita yang tidak pernah ke pertemuan seperti itu” Ji Yeon tertawa mendengarnya dan Dong Ha tersenyum.

Kontras dengan ucapan Dong Ha, lirik lagu yang sedang mengalun saat Dong Ha menatapa Ji Yeon adalah, “Aku menyukai wanita itu… Aku suka wanita yang seperti itu...”

Ji Yeon mengulangi lirik lagi itu dan tiba di bagian terpenting lagu itu, yaitu ketika si wanita membalas pengakuan si pria. Ji Yeon menyanyikan lirik lagunya  Maaf, tolong lihat aku disini.  Kau pasti memiliki banyak harapan, Pria yang sangat cocok dengan wanita itu, Aku menyukai pria seperti itu.” 

Sementara Dong Ha menatap lembut saat Ji Yeon menyanyikannya lalu kemudian tertawa saat Ji Yeon menirukan gerakan orang yang bermain piano karena terdengar suara piano di ending lagu tersebut.

Ji Yeon dan Dong Ha tertawa bersama saat lagu itu berakhir. Ji Yeon menguap dan Dong Ha malam memang semakin larut. Dong Ha mengajak Ji Yeon untuk masuk. Kemudian dia melepas sepatunya dan menyimpannya di depan Ji Yeon.

Ji Yeon bingung, “Apa ini?” Dong Ha meminta Ji Yeon memakainya, Dong Ha melihat Ji Yeon terpincang-pincang dengan heels nya. Ji Yeon pasti kecapean setelah seharian memakain high heels, jadi untuk saat ini, dia bisa memakai sepatu Dong Ha.

Ji Yeon tidak yakin, lalu bagaimana dengan Dong Ha? Apakah dia mau berjalan dengan kaki telanjang? Ya, Dong Ha bisa melakukan itu. Ji Yeon memperingatkan Dong Ha untuk tidak menyesal dan dia pun memakai sepatu Dong Ha.

Ji Yeon beterima kasih pada Dong Ha dan mengajaknya pergi. Ji Yeon merasa sangat nyaman bisa berjalan dengan sepatu kets, saking senangnya dia mengandeng tangan Dong Ha, namun tanpa sengaja dia menyentuh bagian tangan yang terluka hingga membuat Dong Ha berteriak kesakitan. Ji Yeon bingung, apa yang salah?


Sesampainya di rumah, Ji Yeon mengobati luka Dong Ha, atau lebih tepatnya mengganti perban nya, Ji Yeon bertanya bagaimana luka itu bisa terjadi? Dong Ha berkata dia tidak apa-apa. Ji Yeon tahu Dong Ha mendapatkan luka di malam dia di serang, Dong Ha menahan rasa sakitnya dari malam itu? Dong Ha berkata dia tidak apa-apa, dia kan pria jantan.

Ji Yeon meminta maaf, semua ini adalah karena kesalahannya. Dong Ha tidak ingin menyalahkan Ji Yeon, Tidak perlu khawatir lagi, Insiden itu telah diselesaikan dengan baik. Ji Yeon juga tidak terluka. Ini adalah akhir yang bahagia, bukan kah begitu?

“Tapi ketua... Mulai sekarang, jangan gegabah tanpa memikirkannya dulu. Kau tidak boleh melakukan itu di usia mu...” Dong Ha berkata dengan agak ragu. Ji Yeon Nampak kesal, “Apa? Usiaku tua?” Ups Dong Ha merasa salah bicara, namun kemudian Ji Yeon berkata, “Aku benar-benar akan mengasuhmu..” Mereka berdua pun jadi tertawa.

Ada rasa canggung yang menyelinap diantara mereka, Ji Yeon kemudian menyadari sesuatu, “Kenapa Yong Soo Chul keluar pada jam seperti ini?” Soo Chul terlalu takut pada Ji Yeon untuk tinggal di rumah yang sama.

Ji Yeon mencibir, “Aku menakutkan? Padahal sebelumnya dia menjilatku dengan memanggil “noonim, noonim” dan melakukannya dengan baik” Ji Yeon mengatakan itu sambil menyimpan kotak P3K dan membuat Dong Ha tersenyum.

Ji Yeon kemudian menemukan tanaman kenangan Dong Ha, “Apa ini? Ini sudah mati” Dong Ha segera bereaksi, “Jangan sentuh itu!” kemudian mengambil tanaman itu dari tangan Ji Yeon. Meski bingung dengan reaksi Dong Ha, dia menyetujuinya saja dan tidak bertanya apapun.

Esok harinya, artikel yang di jadikan artikel utama Trouble Maker adalah milik Ketua Tim Byun. Trio BRC merayakan kesuksesan ketua Tim Byun, “Selamat, ketua! Korupsi di Yayasan Beasiswa!” Hari ini benar-benar menjadi peristiwa bersejarah bagi ketua tim Byun karena untuk pertama kalinya dia berhasil menang dari Ban Ji Yeon.

“Dimana pecundang Ketua Ban?” Ketua Byun bertanya dengan nada meremehkan. Rin Ji merasa hari ini si Penyihit akan dipermalukan. Kenapa dia harus dipusingkan dengan seseorang seperti Kim Jeong Do? Dia tidak cocok dengan berita itu.

Dong Ha diam saja meskipun merasa tidak enak Ji Yeon di perlakukan seperti itu. Young Shik yang meradang, “Kau bahkan tidak tahu apa yang terjadi. Apa kau tahu alasan dibalik pengunduran diirinya? Sebenarnya...”

“Dia bilang dia punya penyakit parah” bukan Young Shik yang mengatakan hal itu, tapi Ji Yeon yang turun dari ruangannya dengan pakaian ala girlband nya.

Ketua Tim Byun langsung syok melihatnya. Apalagi dengan penuh percaya diri Ji Yeon memberinya ucapan selamat sambil menirukan tarian salah satu girlband.

“Selamat. Telah membuat berita utama… setelah delapan bulan”

Yong Shik bertepuk tangan, “Sunbae, Kau terlihat keren!” Sementara Trio BRC dibuat tak berkutik melihatnya kepercayaan diri Ji Yeon yang begitu tinggi.

Eun Chae datang membawa senampan kue beras dengan pakaian yang sama persis dengan yang dipakai Ji Yeon. Reaksi ketua Byun jauh berbeda melihat Eun Chae memakai pakaian itu, Chang Min banhkan bertanya “Apa kau benar benar Jung Eun Chae?” Dong Ha memuji Eun Chae, “Woaah,,, Kau terlihat cantik” Young Shik bahkan berpikir bahwa Eun Chae adalah salah satu anggota girlband.

Ji Yeon kaget dengan apa yang dipakai Eun Chae. Rin Ji bingung mengapa Eun Chae juga berpakaian seperti itu. 

Dengan polos Eun Chae berkata, “Aku pikir Ketua akan dipermalukan dengan berpakaian seperti ini”

Ketua Tim Byun memuji Eun Chae, “Wow, Hatimu secantik wajahmu. Seseorang harus belajar darinya.” dan mengatakannya sambil menatap Ji Yeon.

Eun Chae tersenyum pada Ji Yeon dan menawarkan kue beras yang dibawanya, “Ketua. Nikmatilah kue berasnya” Ji Yeon tetap bersikap dingin pada Eun Chae dan tidak mengambil kue beras itu, dia hanya berkata pada yang lain untuk makan yang banyak.

Ji Yeon berbalik dan berjalan menuju ruangannya. Sementara orang-orang mengerumuni Eun Cha dan mulai memakan kue berasnya. Dong Ha menatap Eun Chae dan berterima kasih padanya. Namun Ji Yeon memanggilnya,

“Yoon Dong Ha. Ayo pergi wawancara”

Tanpa disuruh dua kali, Dong Ha langsung menuruti perintah Ji Yeon sambil tersenyum dan mengikutinya.

Sementara pandangan Eun Chae mengikuti kemana Dong Ha pergi, apakah Eun Chae sudah menyukai Dong Ha?

Dong Ha merasa kesal saat tahu berita apa yang akan mereka liput, bagaimana CEO Kwon bisa memperlakukan Ji Yeon seperti ini? Hanya karena Ji Yeon kehilangan berita eksklusifnya dia menyuruhnya untuk meliput berita yang bisa diliput oleh pemula.

Berita yang akan mereka liput adalah tentang comedian penjudi yang kabarnya akan kembali hari ini, tapi kabar itu juga tidak meyakinkan. Dong Ha mengeluh, dia dengan itu adalah berita untuk sebuah artikel pendek, dia bahkan tidak terkenal.   

Siapa yang mengatakan pada Dong Ha berita ini artikel yang pendek? Jika mereka mendapatkan lebih banyak berita, maka ini bisa menjadi berita eksklusif. Ji Yeon sangat yakin.

Perut Ji Yeon keruyukan, Dong Ha jadi tersenyum dan berkata dia akan pergi untuk membeli makanan. Sepeninggalan Dong Ha, Ji Yeon pun tersenyum.

Saat Ji Yeon sedang menunggu, orang-orang menjadi rusuh karena kedatang si komedian penjudi. Ji Yeon panik dan mencari Dong Ha agar mereka bisa mengambil gambar. Ji Yeon berusaha mengambil gambar dengan ponselnya, namun Dong Ha datang dan mengatakan sesuatu pada Ji Yeon.

“Ketua. Komedian itu ada di lapangan parkir. Bagaimana bisa seseorang yang berjudi dengan banyak uang berjalan begitu percaya diri didepan umum? Aku mendengar percakapan di lift barang, Mereka akan bertemu di parkir bawah tanah dalam sepuluh menit.”

Dong Ha mengajak Ji Yeon untuk pergi ke tempat parkir, tapi Ji Yeon bingung bukannya si komedian adalah orang yang baru saja keluar dari pintu kedatangan? Dong Ha bersikeras dirinyalah yang benar, dan Dong Ha sudah mengambil foto yang menjelaskan sebuah fakta. Ji Yeon menatap foto yang diambil Dong Ha.

“Tunggu.. Wanita ini...” Ji Yeon sepertinya mengenali wanita yang dalam foto yang diambil Dong Ha. “Bukankah dia itu seorang pembawa acara?” Dong Ha dan Ji Yeon melakukan tos, mereka sepertinya akan mendapatkan berita eksklusif.

Saat Ji Yeon dan Dong Ha sibuk berdiskusi, Shi Hoon, mantan kekasih Ji Yeon keluar bersama seorang wanita dari pintu kedatangan. Wanita itu meminta Shi Hoon untuk duduk dulu di ruang tunggu bandara, dia akan memepersiapkan mobilnya terlebih dahulu. Shi Hoon pun duduk di salah satu kursi di ruang tunggu itu.

Ji Yeon dan Dong Ha tadinya berniat pergi ke tempat parkir, namun Dong Ha kemudian berkata bahwa dia melupakan lensa kameranya, dia pergi untuk mengambilnya, dan Ji Yeon merasa sangat kesal.

Ji yeon duduk di kursi di ruang tunggu itu tak jauh dari tempat Shi Hoon duduk, namun Ji Yeon tidak memperhatikan sekitar, dia fokus pada bahan beritanya dan cemas mengapa Dong Ha begitu lama. Ji yeon berusaha menenangkan dirinya.

Wanita yang tadi bersama Shi Hoon berdiri di dekat Ji Yeon, sementara Dong Ha berdiri di dekat Shi Hoon.

Wanita itu memanggil Shi Hoon, “Tuan Noh”

Dong Ha memanggil Ji Yeon, “Ketua”

Ji Yeon dan Shi Hoon menoleh ke arah suara yang memanggil mereka, tentu saja mereka sangat berpotensi untuk melihat satu sama lain, namun serombongan orang melintas di jalan yang memisahkan kursi tunggu mereka.

Saat orang-orang itu pergi, siapa yang dilihat Ji Yeon? Dong Ha apakah Shi Hoon? Lalu apakah Shi Hoon melihat Ji Yeon yang ada di dekat wanita yang memanggilnya??

Bersambung ke episode 5

***

Shi Hoon sudah tiba di Korea >.< apa yang akan terjadi selanjutnya? Saat Ji Yeon mulai memutuskan untuk melupakan Shi Hoon, pria itu malah kembali dalam hidupnya. Tapi… bagaimana pun Ji Yeon berhak tahu apa alasan Shin Hoon meninggalkannya di hari pernikahan mereka 6 tahun yang lalu.

Ngakak banget liat tingkah si Min, kenapa namanya Min, apa dari Hyun Min yah? Itu nama karakter di Cruel City, dipikir-pikir ini kenapa pemain Cruel City banyak yang nongol di Witch’s Love, setela Soo yang jadi Soo Chul? lalu Hyun Min yang jadi Min? Apakah ini kebetulan saja? Setelah aku ingat-ingat… PDnim nya Witch’s Love kan PDnim nya Cruel City, wkwkwkwk..

Penasaran dengan bahan berita baru Ji Yeon, sepertinya akan menarik, siapa yang jadi si komedian penjudi dan wanita pembawa acaranya yah?

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

9 Komentar untuk "[Sinopsis] Witch's Love Episode 4 part 2"

Dong ha sweettt bgt,, ngakak pas dia nungguin ji young kencan buta., ketauan bgt cemburunya.,
makasih mbk irfa dan mbk mumu, <3 <3 fighting !!

Wowww...smakin menarik ni drama....tmbh penasaran.....gomawo author irfa...

Makasih mba irfa....
Semangat terus ya nulis nya....
Tenang ja mba...
Kami setia menunggu postingan mba2 semua kok....

Yang ditunggu tunggu, akhirnya diposting juga. Terima kasih Mba irfa...

makin lama aq mengikuti drama korea ini ko makin mirip dengan drama taiwan ya ...aq lupa judulnya tp alur ceritanya sama persis

Lha... emang drama ini remake dari drama Taiwan My Queen yang dibintangi Ethan Ruan dan Cheryl Yang kok, aku kan sudah bilang sejak awal, jadi yah,... gak heran klo alurnya sama persis, tapi detail adegannya tentu saja beda, disesuaikan juga sama budaya Korea

kak sinopsis selanjutnya kapan ya??? heheheh

episode 5 nya ko blm ada yaaaa...

Episode 5nya dong...gmaow

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top