Let's Eat Episode 13 part 2


Dae Young begitu asyik menonton video Soo Kyung yang berbicara dalam tidurnya dan menggunamkan kata lapar berkali-kali. Video itu adalah video yang dia ambil setelah Soo Kyung melakukan operasi usus buntunya.
Jin Yi menelpon Dae Young, Jin Yi mendengar Dae Young sepertinya sangat bahagia, apakah ada hal baik yang terjadi? Bukan begitu, Dae Young hanya sedang melihat video Soo Kyung yang mendengkur saat di rawat di RS.


Ternyata Dae Young belum menghapusnya? Tentu saja, mengapa Dae Young harus menghapusnya. Dae Young tertawa hingga air matanya keluar setiap kali melihatnya karena Dae Young sangat menyukai video itu.

Jin Yi berkata bukan kah sebaiknya video itu di hapus saja, Dae Young penasaran memangnya kenapa? Jika Kim Hak Moon tahu, dia tidak akan menyukainya. Melihat video kekasih orang lain sangat aneh. Jin Yi juga tidak senang jika ada orang yang menonton video Dae Young. Apa? Jin Yi mengelak tidak ada apa-apa.  Setelah berpikir, Dae Young pun berpendapat sama, mungkin akan membuat pengacara Kim tidak nyaman, jadi sebaiknya dia menghapusnya saja.

Jin Yi pun mengajak Dae Young makan siang. Jin Yi pergi ke klinik Barassi, tapi katanya mereka harus menunggu sebentar karena jam makan iang. Hmm,, Dae Young sepertinya ada waktu sebelum bertemu dengan klien, jadi dia pun setjuju untuk makan bersama Jin Yi.

Dae Young keluar dari kamarnya. Saat melewati pintu tangga darurat, sebenarnya Dae Young merasa aneh. Setelah Dae Young pergi, seseorang keluar dari pintu itu, Dae Young keluar dari persembunyiannya dan menyergap pria itu.

Ups, ternyata pria itu adalah Ahjussi Laudry. Dae Young kaget, Ahjussi kesakitan, mengapa dia diperlakukan seperti itu. Dae Young bertanya mengapa Ahjussi ada di sana? Tentu saja untuk berkeliling mengambil Laundry. Mengapa Ahjussi tidak menggunakan lift? Karena ada pemeriksaan lift tidak berfungsi.

Ahjussi bingung apa salahnya hingga Dae Young menyerangnya seperti itu? Dae Young minta maaf, beberapa hari ini Dae Young merasa ada yang mengawasinya. Dae Young bertanya apakah Ahjussi terluka? Setelah memastikan Ahjussi baik-baik saja Dae Young bertanya, Apakah Ahjussi sudah selesai mengambil laundry? Dia harus segera ke toko untuk berganti pakaian.

Selesai tidak selesai, akhirnya Dae Young menarik Ahjussi untuk pergi ke toko bersamanya, hum,, lewat tangga darurat tentu saja, karena Lift nya sedang tidak bisa digunakan.

Pengacara Oh keluar dari ruangannya dengan membawa setumpuk berkas. Dia melihat Soo Kyung dengan tatapan kesal dan geram. Dia membawa tumpukan berkas itu ke meja SOo Kyung dan menyuruhnya untuk membuat 10 salinan dari setiap lembar berkas yang di bawanya.

Soo Kyung kaget mendengarnya, “Masing-masing 10?” Bukan kah itu kasus yang sudah selesai sebulan lalu? Pengacara Oh tidak peduli, lalu,, jreng… datanglah si penyelamat. Manager  Choi yang tidak ingin Soo Kyung bercapek-capek ria.

Manager Choi berkata, Soo Kyung pasti sangat sibuk, jadi biar dia yang melakukannya, Soo Kyung menolak bantuan itu, tapi Manager Choi bersikeras dan berkata bahwa mesin fotokopi itu sangat berbahaya. JIka ada kesalahan jari Soo Kyung bisa terluka, akan meninggalkan bekas dan sakit sekali. Soo Kyung heran dengan sikap Manager Choi yang berubah menjadi sangat baik padanya, sementara Pengacara Oh menatap tak percaya dengan kelakuan Manager Choi itu.

Kim Hak Moon keluar dari ruangannya, dia mengajak Soo Kyung untuk pergi bersamanya menemui klien yang tadi datang. Soo Kyung bersiap-siap, dan tentu saja Pengacara Oh langsung protes, “Tunggu... Kenapa kau menemui klien dengan Sekretaris Lee?”

Kim Hak Moon tidak bisa menjawab, dan Manager Choi yang memahami situasi ini langsung berkata, “Ah! Karena kalian akan keluar, kalian juga akan makan siang sebelum kembali kan? Aku dan Pencara Oh akan makan secara terpisah”

Pengacara Oh jadi kesal melihat tingkah Manager Choi yang malah memberikan kesempatan pada Soo Kyung dan Kim Hak Moon untuk pergi bersama dengan kesal dia pun berkata, “Tidakkah kau tahu aku sedang diet? Aku tidak mau makan!” Pengacara Oh langsung masuk ke ruangannya dengan kesal.

 Soo Kyung bingung ada apa dengan pengacara Oh? Sepertinya kelihatan tidak senang. Manager Choi berpikir itu karena Soo Kyung. Apa salahnya?

“Meski kau makan banyak, tubuhmu tetap langsing. Kau cantik. Siapa yang tidak akan iri? Aigoo! Siapa yang menyuruhmu begitu cantik? Benarkan, Pengacara Kim?”

Soo Kyung merasa semakin heran dengan tingkah Manager Choi, sementara Kim Hak Moon mesem-mesem aja, dan akhirnya dia pamit karena dia dan Soo Kyung akan pergi keluar.

Soo Kyung dan Kim Hak Moon tiba di sebuah restoran. Apakah mereka akan bertemu klien di tempat itu? Tidak. Sama sekali tidak ada klien yang harus mereka temui, Kim Hak Moob berbohong karena dia ingin makan siang berdua saja dengan Soo Kyung.

Mendengar hal itu Soo Kyung tampak kaget dan tentu saja merasa tidak nyaman. Pelayan datang dan mengantarkan Soo Kyung dan Kim Hak Moon ke sebuah meja.

Setelah mereka duduk, Soo Kyung merasa tidak aneh karena tidak ada pelanggan lain di restoran itu. Akh,, benar juga, Kim Hak Moon berpendapat, bukan kah itu menyenangkan dan tenang? Soo Kyung malah memikirkan hal lain, “Apa mungkin tempat ini tidak baik? Kita ke tempat lain?”

Kim Hak Moon jadi merasa serba salah, dia menjelaskan bukan seperti itu, tempatnya bagus kok. Belum sempat menjelaskan lebih lanjut, seorang pria datang dan menyapa Soo Kyung.

“Ini pasti Lee Soo Kyung” Soo Kyung menatap pria itu dengan bingung, Kim Hak Moon memperkenalkan pria itu adalah Chef di restoran itu, dia adalah temannya. Akh,, Soo Kyung mengerti.

“Namaku Kim San Ho. Aku ingin bertemu denganmu” Pria itu mengenalkan dirinya. Soo Kyung terlihat bingung.  Kim San Ho menjelaskan jika ‘Si kampret’ eh,, maksudnya Kim Hak Moon banyak membicarakan tentang Soo Kyung.

Kim Hak Moon kesal karena temannya itu memanggilnya ‘Si kampret’ tidak ada yang tahu tentang julukan itu. Kim San Ho minta maaf dan meminta Soo Kyung untuk menjaga ‘Si kampret’ eh, maksudnya Kim Hak Moon.

Mendengar lagi-lagi Kim San Ho memanggilnya ‘Si kampret’, Kim Hak Moon sama sekali tidak senang, namun sebelum mendapat amukan Kim Hak Moon, Kim San Ho langsung meminta Soo Kyung menunggunya untuk menyiapkan hidangan yang sangat lezat hari ini.

Suasana diantara Kim Hak Moon dan Soo Kyung menjadi canggung kemudian, Kim Hak Moon mencari topik obrolan. Dia bertanya tentang pengadilan Kim Hee Suk yang akan dilaksanakan bulan depan. Soo Kyung membenarkan, kasusnya berat, namun berkat Kim Hak Moon semuanya berjalan dengan baik. Kim Hee Suk sangat berterima kasih. Kim Hak Moon merendah, bahwa dia hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang pengacara.

Soo Kyung berkata, pasti snagat menyenangkan jika mereka bisa datang dengan Pengacara Oj dan Manager Choi. Lain kali. Mereka bisa datang dengan keduanya di lain kesempatan. Soo Kyung juga penasaran apa yang sedang di makan Pengacara Oh dan Manager Choi? Karena cuaca dingin, mungkin mereka makan sup. Benar! Pasti lezat bisa memakan sup.

Kim Hak Moon jadi was was, Mungkin kah Soo Kyung juga ingin makan sup panas, tapi Kim Hak Moon malah mengajaknya ke tempat itu? Kim Hak Moon menawarkan, jika memang Soo Kyung ingin makan sup mereka bisa makan itu. Tidak, bukan seperti itu. Sama sekali tidak masalah.

Kemudian berbagai makanan pun datang, Akh,,, Jinja bikin ngiler makanan-makananya tuh. Sepertinya itu makanan jepang ya? Semacam Sushi dan beberapa daging panggang? *Mian tidak ahli dalam makanan, aku hanya suka melihat dan memakannya saja*

Soo Kyung pun langsung mupeng melihat semua makana lezat yang disajikan di atas meja. Soo Kyung dan Kim Hak Moon saling memberi makanan dan mereka pun makan dengan nikmatnya. As always, aku ikutan laper kalo liat Soo Kyung makan. Selera makan Soo Kyung benar-benar sudah kembali. Kim Hak Moon pun menikmati makanannya dengan gembira, terlebih lagi dia bisa makan bersama wanita yang selama 10 tahun ini disukainya.

Pengacara Oh sangat bersemangat saat melihat Manager Choi datang ke kantor dia ingin mengajak Manager Choi untuk makan siang bersama, Tapi… dia mencium bau nasi sup dari tubuh manager Choi. “Apakah kau makan siang sendirian?” Pengacara Oh bertanya dengan kesal. Manager Choi membenarkan.

Lalu bagaimana dengan Pengacara Oh? Tega sekali Manager Choi makan siang sendirian. Lho bukannya Pengacara Oh sedang diet? Diet apa? Tentu saja Pengacara Oh juga ingin makan! Pengacara Oh tampak sangat kesal dan dia meminta Manager Choi untuk membelikannya Sandwich di café depan.

Tiba di ruangannya pengacara Oh masih mengomel karena Manager Choi meninggalkannya makan siang. Saat manager Choi membawakan sandwich pun Pengacara Oh masih saja mengomel, Manager Choi membela diri, bukan kah tadi pengacara Oh mengatakan dia tidak akan makan? Itu membuat Pengacara Oh semakin kesal.

Manager Choi mencoba membujuknya, dia mengatakan jika dia membelikan Sandwich paling enak di café itu. Itu sangat popular. Pengacara Oh mengintip isinya, dan dia semakin kesal dan marah, “Kau mempermainkanku?” Manager Choi jadi bingung.

“Ini sandwich ayam teriyaki. Apa kau tahu berapa tinggi kalorinya? Jika aku menjadi gemuk.. apa kau mau bertanggung jawab? Apa kau yang akan bertanggung jawab?!”

Manager Choi mencoba membela diri lagi, bukannya tadi pengacara Oh bilang dia tidak sedang diet? Kapan? Kapan dia bilang begitu? Pengacara Oh menyuruh manager Choi untuk menukarnya dengan Sandwich sayuran yang kalorinya rendah. Manager Choi pun terpaksa meminta maaf dan segera pergi menukarkan sandwich nya.

Dae Young dan Jin Yi sedang mencari tempat makan untuk makan siang. Jin Yi tidak membawa Barassi karena dia ada di klinik. Menurut perawat akan lebih baik jika dia tidur di klinik, jadilah Jin Yi pergi sendiri. Apa yang akan mereka makan hari ini? Sepertinya sesuatu yang segar menyenangkan.

Jin Yi terhenti di depan sebuah restoran, “Apakah restoran ini sekarang buka di siang hari?” Jin Yi merasa heran. Apa Jin Yi tahu tempat itu? Ibu dan Ayahnya dulunya sering ke restoran itu. Makanan disana sangat enak, bagaimana jika mereka makan disana. Dae Young setuju saja.

Jin Yi dan Dae Young masuk ke restoran itu, ternyata itu restoran tempat Soo Kyung dan Kim Hak Moon makan. Pelayang berkata pada Jin Yi dan Dae Young, bahwa mereka tidak buka untuk umum, tempat itu sedang disewa.

Jin Yi melihat Soo Kyung dan Kim Hak Moon yang sedang makan, Jin Yi pun memanggilnya, “Eonnie!” Jin Yi dan Dae Young mendekat kea rah mereka. Dae Young menyapa Kim Hak Moon. Lalu Jin Yi menyadari sesuatu, “Apa orang yang menyewa tempat ini adalah kau, Pengacara Kim?”

Kim Hak Moon langsung gugup dan Soo Kyung tampak kaget. Jin Yi memuji bahwa Kim Hak Moon snagat romantis. Salah satu impiannya adalah ada pria yang melakukan itu untuknya.

Soo Kyung bertanya, “Kau menyewa tempat ini? Kenapa tidak bilang apa-apa?” Kim Hak Moon berkata dia takut itu akan menjadi beban bagi Soo Kyung.

Karena Dae Young dan Jin Yi sudah datang sebaiknya mereka makan bersama saja. Akhirnya Soo kyung dan Kim Hak Moon pun pindah ke meja yang bisa dipakai empat otang.

Jin Yi duduk di sebelah Dae Young dan Soo Kyung duduk di sebelah Kim Hak Moon. Soo Kyung menjadi sangat canggung karena ada Dae Young disana, apalagi Jin Yi memperlakukan Dae Young dengan sangat manis.

Jin Yi berkata bahwa Soo Kyung dan Kim Hak Moon sangat serasi, dia meminta persetujuan Dae Young dan Dae Young terlihat canggung untuk mengiyakan. Kim Hak Moon jadi canggung dan berkata bahwa mereka bisa memesan apapun yang mereka inginkan karena dia yang akan membayarnya.

Dae Young memulai aksinya sebagai Mr. ShikSha. Restoran ini restoran terkenal kan? Dia akan memotret  piring kosong setelah selesai makan. Dae Young sudah lama tidak memperbaharui blognya. Kim Hak Moon tampak senang karena bisa melihat Dae Young memperbaharui blognya.

Dae Young menawarkan apakah Soo Kyung ingin tangannya ikut terfoto bersama piring kosong itu? Soo Kyung tampak tak senang dan menolak tawaran itu. Soo Kyung akhirnya pamit pergi ke toilet. Dia sudah tidak bisa menahannya lagi, apapun itu perasaan sesak yang menghantam hatinya karena keadaan ini. Tapi sayangnya Soo Kyung tidak bisa menumpahkan perasaannya di toilet karena Jin Yi ikut bersamannya ke toilet.

Kim Hak Moon meminta pendapat Dae Young, apakah yang dia lakukan sudah benar? Kim Hak Moon merasa cemas, dia sama sekali tidak bisa menebak isi hati Soo Kyung. Dae Young berpendapat sepertinya Soo Kyung juga punya perasaan pada Kim Hak Moon. Bagaiamana Dae Young tahu?

“Sebenarmya, gadis bersikap malu-malu di hadapan pria yang disukainya. Sekarang ini, sikap malu-malu Noona bukan bohongan. Dia bukan seseorang yang bersikap tenang saat aku memperbaharui blogku”

Kim Hak Moon masih ragu, apa mungkin begitu?

Dae Young memperkuat pendapatnya, “Terlebih lagi, dia biasanya membuat wajahnya belepotan saat makan denganku. Lihat! Bahkan dia membawa tasnya untuk memperbaiki dandanannya”
Dae Young takjub dengan cara Soo Kyung membedakan sikapnya pada orang. Dia jadi merasa iri. Kim Hak Moon masih ragu, namun dia tampak senang Karena pendapat Dae Young itu.

Jin Yi selesai memperbaiki riasannya saat Soo Kyung keluar dari toilet. Jin Yi memberi selamat pada Soo Kyung dan berpendapat Soo Kyung dan Kim Hak Moon sangat cocok. Soo Kyung menjelaskan bahwa mereka belum melangkah ke hubungan seperti itu.

Soo Kyung pun memberi selamat pada Jin Yi, sepertinya Jin Yi dan Dae Young juga cocok sekali. Tidak, Jin Yi tidak bisa menyatakan perasaannya. Dae Young selalu mengatakan Jin Yi seperti adiknya, perasaan Jin Yi pada Dae Young akan membuatnya tidak nyaman. Itulah yang Jin Yi pikirkan. Tapi setelah melihat pengacara Kim, dia menjadi mendapat keberanian lagi. Kim Hak Moon telah memendam perasaannya selama lebih dari 10 tahun? Tapi Jin Yi baru beberapa bulan saja sejak menyukai Dae Young.

Soo Kyung cukup kaget saat tahu Jin Yi dan Dae Young bukan pasangan *Akh,, apa dipikirannya dia masih punya kesempatan untuk tetap menyukai Dae Young?*

Soo Kyung dan Jin Yi kembali ke meja, saat Dae Young berpamitan pada Kim Hak Moon karena sudah waktunya untuk bertemu klien. Dae Young mengucapkan terimakasih karena Kim Hak Moon sudah mentraktirnya.  Jin Yi pun pamit karena sudah waktunya pemeriksaan Barassi, Soo Kyung jadi tidak enak karena merepotkan Jin Yi. Soo Kyung berjanji akan segera kesana setelah kerja.

Jin Yi merasa tidak keberatan, dia malah meminta Soo Kyung dan Kim Hak Moon untuk menikmati kencan mereka^^ Jin Yi dan Dae Young pun akhirnya pergi duluan dari restoran.

Di luar, Jin Yi merasa tidak enak karena telah menganggu kencan Soo Kyung dan Kim Hak Moon. Dae Young sama sekali tidak mendengarkan, pandangannya kosong dan langsung pamit pada Jin Yi, karena harus pergi ke arah yang berbeda, Jin Yi dan Dae Young pun berpisah di persimpangan.

Jin Yi mendapatkan telepon dari Kwang Suk, si pengantar barang. Kwang Suk bertanya dimana Jin Yi? Ada paket datang, tapi Jin Yi tidak di rumah, sepertinya paket itu dari Amerika. Di paketnya tertulis, “Kepada putriku, Jin Yi." Akh,, itu pasti dari ibu Jin Yi.

Jin Yi meminta Kwang Suk meletakan di dalam rumah, Kwang Suk kan tahu password apartemen Jin Yi. Akh,, tentang masalah itu, dia sudah diperingatan orang di kantor untuk tidak masuk ke rumah pelanggan tanpa ijin. Lagi pula Ahjussi di debelah rumah Jin Yi *baca=Dae Young* juga mencurigai Kwang Suk.


Jin Yi meminta Kwang Suk meninggalkan di kantor keamanan, tapi,, Kwang Suk memberi ide lain, dia akan meninggalkan paket Jin Yi di kotak pemadam kebakaran di depan koridor. Memangnya ada yang seperti itu ya? Ada satu di koridor depan apartemen Jin Yi.

Setelah di yakinkan Kwang Suk, Jin Yi akhirnya setuju agar kiriman itu disimpan di kotak pemadam kebakaran. Jin Yi mengatakan dia akan menelpon perusahaannya untuk mengatakan jika Kwang Suk adalah pegawai yang baik. Kwang Suk merasa malu dan berkata Jin Yi tidak perlu melakukan hal itu.

Kwang Suk pun menyimpanpaket Jin Yi di kotak pemadam kebakaran, tapi setelah menyimpannya, Kwang Suk tiba-tiba membuat seringai menyeramkan sekaligus mencurigakan, siapa sebenarnya Kwang Suk?


Di perjalanan pulang, Kim Hak Moon tampak tidak nyaman saat menyetir. Soo Kyung bertanya apakah Kim Hak Moon kepanasan? Meski Kim Hak Moon berkata dia baik-baik saja, tapi Soo Kyung menyadari ada yang salah, apakah Kim Hak Moon tidak enak badan? Akhirnya Kim Hak Moon mengaku, sepertinya dia mengalami masalah pencernaan.

Mereka pun berhenti di pinggir jalan. Soo Kyung menusukan sebuah jarum layaknya ahli akupuntur ke jari tangan Kim Hak Moon, mungkin akan sedikit sakit, tapi dia akan segera membaik. Soo Kyung sudah sangat berpengalaman dengan hal ini, karena dia sering melakukannya sejak kecil. Apakah Soo Kyung juga makan banyak saat kecil? Iya, Soo Kyung adalah si raja rakus.

Ponsel Soo Kyung bordering, melihat nama penelponnya Soo Kyung tampak tidak nyama. Mereka menelpon lagi. Soo Kyung mengangkatnya, dan berkata akan menemui orang yang menelpon itu nanti malam.

Kim Hak Moon penasaran siapa yang menelpon, sepertinya seorang pria? Soo Kyung menjelaskan, itu adalah kakak dari salah satu korban penyerangan ‘don’t ask why’. Ah,,, wanita yang Soo Kyung selamatkan? Kenapa kakaknya menelpon?

Dia ingin berterimakasih dengan mentraktir Soo Kyung makan. Tapi Soo Kyung merasa dia tidak melakukan hal besar, jadi tidak ada alasan mengapa dia harus di traktir. Karena itu selama ini dia terus menolaknya. Tapi keluarga mereka akan pindah besok.

Kim Hak Moon memahami situasi mereka, akan sangat sulit untuk tinggal di lingkungan itu setelah mengalami insiden seperti itu. Sebelum keluarga itu pindah, si kakakn ingin mengundang Soo Kyung untuk makan malam bersama adiknya juga. Bukan kah lebih baik menolaknya lagi?

Kenapa? Kim Hak Moon merasa Soo Kyung pantas mendapatkan itu. Kim Hak Moon minta maaf karena baru mengatakannya sekarang. Dia selalu merasa Soo Kyung luar biasa. Sebagai wanita, pasti menakutkan untuk membuat laporan seperti itu. Tapi Soo kyung melakukannya dengan berani^^ Seharusnya Soo Kyung layak ditraktir 10 kali.

Kim Hak Moon hanya ingin memberi saran agar Soo Kyung jangan memikirkan ini terlalu serius. Seperti klien mereka yang memberi hadiah saat libur nasional karena mereka telah menyelesaikan kasus mereka, terimalah ajakan makan malam itu dengan perasaan seperti itu. Jika Soo Kyung terus menolak, maka si kakak dan adiknya itu akan merasa sedih.

Soo Kyung mengerti maksud Kim Hak Moon dan menyetujui hal itu. Seperti kata Kim Hak Moon, sebaiknya dia memang menemui mereka.

Kyung Mi dan kedua putranya sedang membersihkan apartemen Soo Kyung, dia menjanjikan akan memberi mereka 10 won jika melakukannya dengan benar.

Soo Kyung datang dan merasa aneh dengan apa yang terjadi. Kyung Mi menyambutnya dengan gembira. Soo Kyung bingung apa yang dilakukan Kyung Mi di apartemennya? Saat Soo Kyung tidak di rumah, dia membersihkan rumahnya. Dan Kyung Mi sedang mempersiapkan beberapa lauk untuk makan malam. Mengapa Soo Kyung pulang cepat?

Kyung Mi bertanya apakah kencan Soo Kyung dengan Pengacara Kim berjalan lancar? Soo Kyung makin bingung. Kyung Mi berkata dia sudah tahu dari sumainya, katanya Pengacara Kim menyukai Soo Kyung. Itu benar-benar rejeki nomplok. Soo Kyung pun akhirnya paham, mengapa Manager Choi bersikap aneh padanya sepanjang hari

Kyung Mi meminta Soo Kyung untuk menjaga posisi suaminya. Walaupun dia kurang perasa, tapi dia orang yang tekun. Soo Kyung kaget dengan tingkah sahabatnya itu, apalagi Duk Young ikut-ikutan memohon pada Soo Kyung.

“Imho… Hingga aku lulus kuliah tolong pastikan dia tetap bekerja disana” Duk Young mengatakannya sambil memasang wajah imutnya.

Hoon Young mengingatkannya, Soo Kyung bukan lagi Imho, tapi Nyonya. Duk Young mengulangi permintaannya dengan menyebut Soo Kyung Nyonya Imho. Duk Young memohon agar ayahnya tidak dipecat. Soo Kyung merasa risih dengan hal itu.

Duk Young merengek, karena dia sudah melakukan semua yang diminta ibunya, apakah dia bisa pergi bermain ke rumah Jin Yi sekarang? Hoong Young juga ingin ikut. Mi Kyung mengijinkannya dan membuat mereka senang dan segera pergi menuju aparten Jin Yi.

Soo Kyung berkata pada Kyung Mi bahwa dia tidak berkencan dengan Kim Hak Moon. Lagi pula, Soo Kyung tidak punya perasaan seperti itu pada Kim Hak Moon. Kyung Mi berpikir Soo Kyung itu bodoh, mengapa Soo Kyung tidak langsung xxx saja hari ini. Ups!

Kapan Soo Kyung akan mendapatkan kesempatan seperti ini dalam hidupnya? Soo Kyung merasa Kyung Mi terlalu gegabah. Soo Kyung itu janda, pekerjaan dan keluarganya biasa saja. Tapi Kim Hak Moon? Dia seorang pengacara dan masih bujangan. Apa Soo Kyung sesuai untuknya? Soo Kyung juga punya harga diri.

Apakah itu penting saat ini? Kim Hak Moon bilang dia menyukai Soo Kyung meski tahu keadaannya. Memangnya jika Kim Hak Moon menyukai Soo Kyung maka semuanya akan beres? Apakah Kyung Mi belum menikah? Apakah menikah itu bisa dilakukan sendirian? Keluarganya pasti tidak mengijinkan Kim Hak Moon menikah dengannya. Jangan cepat mengambil kesimpulan.

Tapi… tetap saja, di dunia ini tidak ada orang tua yang menang melawan anaknya. Kim Hak Moon sangat menyukai Soo Kyung, orang tuanya pasti akan mengijinkannya.

Akh,, Soo Kyung sebal. Dia berkata pada Kyung Mi bahwa dia ada janji, jadi cepat bawa anak-anak untuk pulang. Kyung Mi salah paham, Janji? Kencan? Katanya tidak seperti itu, tapi ternyata Soo Kyung  bersikap malu-malu seperti itu. Baiklah Kyung Mi mengerti. Soo Kyung makin sebal dan berkata dengan tegas, itu Bukan Kencan!

Dae Young melihat Soo Kyung keluar dari gedung apartemen, dia memanggilnya, tapi Soo Kyung tidak mendengarkannya. Apakah Soo Kyung pergi kencan. Hmm,, Dae Young Nampak tak sedang akan hal itu.

Dae Young masuk dan melihat Jin Yi sedang membuka kotak pemadam kebakaran. “Jin Yi? Apa yang sedang kau lakukan?”  Jin Yi berkata bahwa dia sedang mengambil paket untuknya. Kwang Suk meninggalkan paket itu di sana untuknya.

Dae Young merasa heran melihat paket Jin Yi, apakah sudah ada yang membukanya? Memangnya kenapa? Dae Young pun menjelaskan kecurigaannya.

“Pertama-tama, ada bekas jari-jarinya dan bagian ujung plesternya sedikit terlepas. Dan plesternya mudah terlepas. Dan kurasa fakturnya terlipat di tengah sehingga ada bekasnya. Ini artinya seseorang melipat fakturnya dan membuka kotaknya”

Jin Yi malah takjub dan berpikir jika Dae Young seperti Sherlock Holmes. Dae Young mengingatkan ini bukan saatnya terpesona padanya, mereka harus mencari tahu siapa yang membuka paket Jin Yi. Dae Young merasa Kwang Suk sedikit aneh. Tidak mungkin, menurut Jin Yi dia sepertinya orang baik. Apa mungkin petugas kemanan yang melakukannya? Mungkin dia sedang patrol dan mengecek kotak pemdam kebakaran, melihat ada paket dia jadi penasaran ingin membukanya.

Jin Yi dan Dae Young pun ke ruang petugas keamanan untuk mengecek hal itu. Petugas keamanan menyangkalnnya, lagi pula kenapa dia harus membukanya? Itu bukan waktunya untuk patroli tidak ada alasannya untuk membukanya.

Kalau begitu, apakah mereka bisa melihat CCTV di lantai 8? Tentu saja, tapi ini sangat mengherankan, siapa yang selalu menyentuh barang orang lain? Wanita di Apartemen 805 bilang surat-suranya sering hilang.

Wanita di Apartemen 805? Soo Kyung Noona? Siapa yang melakukan itu? 

Jin Yi mendapat telepon dari Soo Kyung, tepat sekali. Soo Kyung memberitahu Jin Yi jika dia akan pulang sedikit terlambat, jadi dia meminta Jin Yi menjaga Barassi sedikit lebih lama. Apakah Soo Kyung terlambat karena berkencan? Dae Young langsung terdengar tak senang mendengarnya, namun sepertinya Soo Kyung menjelaskan hal lain pada Jin Yi.

“Apa? Dia berkencan? Wow! Dia sedang membara!” Dae Young tidak tahan untuk tidak berkomentar. Jin Yi menjelaskan bukan begitu. Kakak korban penyerangan ‘don’t ask why’ mengajaknya bertemu karena ingin berterimakasih padanya.

Dae Young jadi kesal, dia yang dituduh sebagai pelaku kejahatan padahal dia tidak bersalah, Siapa yang sebenarnya yang harus mendapatkan terimakasih? Tunggu, kakak? 

Dae Young pun teringat jika polisi yang mengintrogasinya mengatakan jika korban adalah anak tunggal di keluarganya. Korban tidak memiliki seorang kakak.

Lalu… siapa yang mengajak Soo Kyung untuk bertemu? Dae Young mencoba menelpon Soo Kyung, tapi ponsel Soo Kyung sibuk dan tidak bisa dihubungi.

Di tempat janjian. Soo Kyung sedang menelpon orang yang mengaku sebagai kakak korban, dia berkata dia sudah sampai di tempat janjian dan bertanya dimana orang itu berada? Seseorang yang misterius memperhatikan Soo Kyung di belakang sambil memegang telepon, apakah dia orangnya? Orang yang mengaku sebagai kakak korban?

***

Maaf lama,,, seminggu ini dapet banyak kebar mengejutkan dan beberapa pekerjaan tidak terduga, jadinya telat^^

Kim Hak Moon soos sweet banget sih, sampe nyewa restoran itu. Tapi sayangnya aku rasa Kim Hak Moon tidak bisa mendapatkan hati Soo Kyung nih, selama ini dia memang mencintai Soo Kyung, tapi tidak berusaha memahaminya. Dia sibuk mengurusi perasaannnya sendiri antara dendam dan cintanya pada Soo Kyung. Lalu... saat akhirnya dia berhasil membuat pengakuan pada Soo Kyung, dia terfokus untuk membuat Soo Kyung menerimanya, dan tidak menangkap ketidak nyamanan Soo Kyung setelah Kim Hak Moon menyatakan perasaannya.

Dan yah,,,, seperti kata Soo Kyung, apakah keluarga Kim Hak Moon akan menerimanya?

Lalu jika akhirnya Soo Kyung jadian dengan Dae Young, apakah keluarga Dae Young juga bisa menerimanya? Terutama ibunya. Meski keluarga Dae Young biasa saja, tetap saja dia pasti tidak ingin anaknya menikah dengan janda, *teringat Mak nya Hyun Soo (Jung Kyung Hoo) di Smile You, yang walau sudah kenal dekat dengan Jung In (Lee Min Jung), tetep gak rela kalo anaknya nikah sama Jung In yang berstatus janda, meskipun dia diceraikan beberapa jam setelah menikah oleh suaminya*

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

6 Komentar untuk "Let's Eat Episode 13 part 2"

Asiiik akhirnya muncul juga, gak apa" telat yg penting masi lanjut ka ^^

Knp aku mikir kalo pelaku don't ask why itu kalo gak si pengirim paket atau gak ahjussi laundry yaa? ><

aaaaditunggu lanjutannya kakk \m/

Kyaknya di episode14 dae young cium sookyung...

Gumawo....aq tunggu epsd 14ny hehehe

Terima kasih ... gak pa2 telat ini sabar menanti kok ....

Trmksh...
Di tnggu eps selnjt.y ya mba.. ^^

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top