Jumat, 10 Januari 2014

[Review] Man From The Star Episode 7


 
Hahaha,,, pada akhirnya Do Min Joon yang tak menyadari bahwa dirinya merasa cemburu malah menghentikan waktu agar tidak mendengarkan jawaban Song Yi pada Hwi Kyung, dia pergi dengan mobilnya selama waktu terhenti, dia memikirkan saat Song Yi menatap tusuk rambut Yi Hwa, apa maksudnya itu? Apakah Song Yi, benar-benar reinkarnasi Yi Hwa?

Setelah Min Joon mengembalikan waktu, Song Yi hanya terpana, Hwi Kyung kemudian bertanya, jadi.. apa jawaban Song Yi? Song Yi merasa aneh, dia merasa pernah merasakan yang seperti ini, dan dia merasa tak nyaman. Song Yi meminta maaf, dia tadinya ingin bilang iya, tapi mendadak pikirannya berubah.

Song Yi sebenarnya tidak percaya cinta. Jika cinta memang ada, hidup ibu dan ayahnya serta kondisi dunia ini tidak akan sekacau sekarang. Tadinya dia juga berpikir bahwa rasa nyaman saat Song Yi bersama Hwi Kyung adalah cinta. Hidupnya selama ini menjadi lebih baik dan mendapatkan segalanya adalah karena Hwi Kyung, tapi,, Song Yi tetap tidak bisa. Dia lagi-lagi minta maaf.


Hwi Kyung memeluk Song Yi dan berkata jika Song Yi kini telah dewasa. Saat mendengar Song Yi berkata dia berniat menjawab iya, itu sudah cukup untuk saat ini. Jika dulu, Song Yi pasti akan mengatakan “Pergi” Jika Hwi Kyung melakukan hal seperti ini. Malam ini dia hanya mendengar, tadinya Song Yi berniat mengatakan iya, dan Hwi Kyung yakin dia bisa mendengar kata Iya suatu hari nanti. Hwi Kyung pun mengecup kening Song Yi dengan percaya diri. *Aww,, Hwi Kyung soo sweet yah, beneran cinta mati sama Song Yi, dan terlalu optimis*

Min Joon teringat saat Yi Hwa mati tertembak panah di hadapannya, saat itu dia sangat lemah, bahkan tidak bisa menggunakan kekuatannya. Saat itu pertama kalinya Min Joon merasa ada orang yang ingin dia lindungi, tapi dia bisa melakukannya. Itu lah pertama kalinya dia melihat manusia mati di hadapannya sejak dia tiba di bumi.

Tahukah kenapa orang takut mati? Karena mereka takut akan dilupakan. Bahkan jika aku menghilang dari duniaku, dunia akan tetap sama, dan aku sendiri, akan dilupakan. aku tidak takut. Meskipun aku pergi dari dunia ini, meskipun takkan ada yang mengingatku, aku tidak peduli. Tapi sekarang, Aku sedikit takut. Muncul satu orang dimana aku tak ingin dia melupakanku. Pada saat ini, ketika aku akan kedunia lain.

Ternyata rasa percaya diri Hwi Kyung hanya dia tunjukan di depan Song Yi. Setelah Song Yi menolaknya malah minum-minum dan Se Mi mendatanginya *mungkin Hwi Kyung yang menelponnya*

Se Mi kaget melihat Hwi Kyung yang mabuk, apakah ada masalah, Hwi Kyung itu lemah pada alcohol. Hwi Kyung bercerita tentang Song Yi, sepertinya Chun Song Yi bukan jodohnya. Dia menggoda Song Yi dengan uangnya saat keadaannya terpuruk, tapi tetap saja Song Yi berkata tidak.

Se Mi berpendapat, jika dia tetap berkata tidak, bukan kan sebaiknya Hwi Kyung berhenti, ini sudah terlalu lama. Apakah Se Mi berpikir begitu? Apakah Hati Se Mi bisa mengikuti keinginannya? Hwi Kyung tidak bisa melakukan hal itu, memang sangat memalukan.

Hwi Kyung berprasangka, apakah Song Yi mengharapkan pria itu? Orang yang menolongnya saat berusia 15 tahun, orang yang seperti goblin. Se Mi teringat pada penemuannya tentang orang itu, dia pun berkata, dia sepertinya merasa melihat pria 12 tahun lalu. Sayangnya Hwi Kyung sudah tertidur saat Se Mi mengatakan itu.

Se Mi menatap Hwi Kyung dengan sedih, dia menyentuh kepala Hwi Kyung dan berkata, dia pun tidak bisa melakukannya. Dia tidak bisa mengendalikan perasaannya yang terus menyukai Hwi Kyung. *Hwi Kyung dan Se Mi adalah dua orang yang sama-sama gagal move on bahkan setelah belasan tahun*

Ibu dan Yoon Jae datang ke apartemen Song Yi, tapi sepertinya Song Yi belum pulang. Yoon Jae menggerutu, tidak bisakan mereka menitipkan apa yang mereka bawa pada petugas keamanan? Ibu menolak, sejak Song Yi pindah mereka tidak pernah berkunjung. Sekarang ini mereka harus melihat bagaimana tempat tinggal Song Yi.

Ibu mencoba membuka pin apartemen Song Yi dengan menggunakan 4 digit nomor ponselnya, tapi salah, lalu apa ya? Iseng-iseng ibu mencoba kode 1111 dan Bingo! Kali ini pintu apartemen Song Yi terbuka. Yoon Jae bahkan takjub melihatnya, bagaimana bisa ibu tahu? Song Yi tidak suka pin yang ribet, karena dia akan mudah melupakannya.

Ibu dan Yoon Jae masuk, dan dikagetkan dengan kehadiran Song Yi yang baru keluar dari kamar mandi dengan sikat gigi yang masih dimulutnya. Bagaimana bisa ibu masuk? Ibu malah balik bertanya, jika Song Yi ada di rumah mengapa dia tidak membuka pintu? Dia adalah Chun Song Yi, dia tidak akan membuka pintu pada sembarang orang, tapi password apartemennya hanya 1111 bahkan semua orang pun bisa masuk, hahaha…

Seseorang menekan bel apartemen Song Yi, Yoon Jae membuka pintu, dia mendapatkan kiriman paket. Ibu senang melihatnya, ternyata Song Yi memiliki fans, namun Ibu kanget saat membukannya, isinya adalah tikus mati,, eeerrr…

Song Yi panik dan bertanya ada apa, dia melihat kiriman paket itu dan diam-diam mengambil kertas yang datang bersama paket itu. Yoon Jae melihatnya dan kertas itu adalah foto Song Yi dengan tulisan, kau juga seharusnya mati. Yoon Jae segera berlari ke bawah berusaha mengejar si pengirim, tapi,,, Yoon Jae kehilangan jejaknya.

Yoon Jae berniat lapor polisi, ibu melarangnya karena itu akan membuat wartawan membuat artikel dan ujungnya Song Yi akan semakin dibenci orang-orang. Saat ini kondisi Song Yi tidak menguntungkan, apapun yang dilakukan Song Yi akan dinilai salah. Ibu ingin mengajak Song Yi kembali menemui Direktur Ahn,  apakah Song Yi bisa melakukan segalanya tanpa manager? Song Yi bilang dia sudah menemukan orang untuk menjadi manager dan juga bodyguardnya.

Siapalagi kalau bukan Min Joon yang sedang menatap amplop surat panggilan dari kepolisian. Min Joon naik lift menuju lantai tempat dia dan Song Yi tinggal, saat Song Yi mengantar Ibu dan Yoon Jae menuju Lift. Dengan kekuatan Supernya Min Joon bisa mendengarkan tentang percakapan Song Yi dan ibunya tentang lamaran Hwi Kyung.

Min Joon sudah tegang saat Song Yi akan memberitahu jawabannya untuk lamaran Hwi Kyung, tapi dia tersenyum lega saat Song Yi berkata dia tidak menerima lamaran itu. Bukan karena sok jual mahal, tapi karena dia menghormati Hwi Kyung dan ingin mengatakan yang sejujurnya.

Min Joon tiba di lantai 23, dan berhadapan langsung dengan Song Yi dan keluarganya.  Song Yi kaget karena ternyata Min Joon baru datang, mengapa dia tidak menunggu Song Yi? Ibu penarasan siapa Min Joon, Song Yi langsung menggandeng tangan Min Joon dan berkata dia adalah Manager sekaligus Bodyguardnya. Dia adalah tetangganya, jadi Ibu dan Yoon Jae tidak perlu khawatir. Min Joon lulusan Harvard, Song Yi membutuhkan Manager yang pandai berbahasa inggris untuk masuk ke Hollywood.

Saat ibu ingin bertanya lebih banyak, Song Yi segera memasukan Ibu dan Yoon Jae kedalam Lift dan menutup pintunya. Min Joon sebal, siapa yang bilang dia ingin jadi manager Song Yi? Lha bukannya Min Joon sudah menanyakan berapa gajinya? Itu tidak berarti dia mau kan?

Song Yi tidak kembali saat Min Joon akan masuk ke apartemennya, dia bahkan tidak pernah ingat pin apartemennya, jadi dia tidak akan ingat pin apartemen Min Joon jika hanya seklai lihat. Song Yi tampak ingin masuk, dia merasa butuh seseorang untuk berbicara, akhir-akhir ini dia mendapatkan beberapa kejadian tak mengenakan.

Min Joon mengijinkannya masuk dan Song Yi mulai curhat tentang dia menerima hadiah foto pemakaman Han Yoo Ra dan juga tikus mati yang disertai tulisan bahwa dia juga harus mati. Karir yang selama ini dia bangun selama 12 tahun, hancur hanya dalam beberapa minggu saja. Kini dia dikenal sebagai wanita yang menyebabkan kematian seorang aktris cantik.

Bukankah sudah cukup, dengan kenyataan Song Yi tak melakukannya? Awalnya Song Yi berpikir begitu juga, tapi itu terlalu naïf, tidak semua orang berpikir sepertinya. Akh,, bagaimana nasibnya kini, dengan denda kontrak yang tidak selesai, dia akan menjadi pengemis, karena gaya hidup ibunya yang sangat boros. Seharusnya dia tidak menolak Hwi Kyung, dia bahkan berjanji akan menjaga dirinya dan keluargannya sampai mati dan membuatnya bahagia.

Mendengar penyesalan Song Yi, Min Joon sedikit meradang, “Membicarakan masalah harta saat pernikahan itu adalah hal yang kasar” Song Yi bingung, siapa yang bilang? Menurut Myeongshimbogam. *(Buku moral dari zaman Goryeo)* Song Yi curiga, Min Joon itu bukan lulusan Harvard, jangan-jangan dia itu bersalah dari sebuah desa kuno di Korea.

Min Joon balik mengejek, Song Yi bahkan tidak tahu tentang Myeongshimbogam padahal banyak pepatah di buku itu. Song Yi tidak peduli dan bertanya apakah ada pepatah membantu tetangga dalam kesusahan tanpa pertanyaa? “Mulai besok tetaplah disampingku” Min Joon jadi terpana mendengarkan permintaan Song Yi. Dia kemudian berkata dia akan mempertimbangkannya.

Tapi sepertinya kata-kata itu bagai mantra mujarab bagi Min Joon, dia tampak senang luar biasa setelahnya. Dia datang ke perpus kuno nya dan menerbangkan buku-buku. Dia mengambil sebuah buku, kisah kelinci keramik dan sang putri.

“Dahulu sekali, terdapat seorang putri cantik, seperti bintang yang keluar pada malam tanpa bulan. Putri yang berkelip seperti bintang. Entah kenapa... Edward merasa senang dengan kalimat itu,  Seperti bintang yang berkelip di malam tanpa bulan. Ketika dia terus berpikir seperti itu matahari mulai terbit”

Ibu Se Mi mengkhawatirkan keadaan putranya, Se Mi datang dan memprotes, kini kakaknya itu bukan anak SMA lagi mengapa ibunya masih mengemongnya. Ibu akan melakukannya sebelum dia menikah, Ibu kemudian teringat telah membeli kaos untuk Yoo Seok.

Setelah ibu pergi, Se Mi duduk di dekat Oppanya itu, dia kemudian mengeluarkan foto yang dia ambil saat dia kekamar sang kakak. Dia bertanya tentang siapa Min Joon? Yoo Seok agak marah karena Se Mi mengambilnya tanpa ijin, dan berkata dia tidak tahu siapa orang itu. Bukan karena penyelidikan yang rahasia tapi dia harus menyelidikinya lebih lanjut.

Min Joon memenuhi panggilan kepolisian. Polisi dan Yoo Seok menanyainya tentang alibi Min Joon di malam kematian Yoo Ra. Polisi juga bertanya mengapa hari itu Min Joon tiba-tiba pergi, saat itu Min Joon ada urusan mendadak. Polisi mengomel karena masalah yang dia alami hari itu akibat Min Joon yang lari begitu saja.

Mereka kembali focus pada alibi Min Joon malam itu. Min Joon pun menjelaskan aktifitasnya malam itu dia bertemu pengacaranya dan dia pulang ke rumah. Apakah masuk akal dia bisa tiba ke kapal yang berada di tengah sungai Han dalam waktu dekat? Apakah ada bukti? Min Joon mengatakan kepulangannya terekam di kamera CCTV di Apartemennya.

Tentu saja Min Joon punya alibi yang kuat. Di video itu terlihat jelas, jam berapa Min Joon pulang ke apartemennya dan dia tidak pernah pergi lagi. Min Joon memiliki alibi yang sempurna. Kemudian hasil tes tulisan tangan Han Yoo Ra pun keluar, hasilnya adalah itu memang benar-benar tulisan Han Yoo Ra. Yoo Seok dan Polisi mulai frustasi, apakah kematian Han Yoo Ra memang karena bunuh diri?

Masalah ini langsung tersebar di media, mereka mulai penasaran apa yang sedang dilakukan Song Yi saat ini. Direktur Ahn bercerita Song Yi sedang rehat, dia bermeditasi dan memenangkan diri, tapi kenyataannya, Song Yi hanya bermalas-malasan di rumah, haha..

Song Yi terbangun dari tidurnya dengan panik, dia teringat harus syuting dan menelpon Beom, Song Yi lupa Beom bukan lagi managernya. Dia sedang berada di lokasi syuting drama yang tadinya dia bintangi, dan kini Se Mi yang menggantikan posisinya sebagai pemeran utama. Song Yi mendengar oara kru memuji Se Mi, dan dia pun tidak nyaman mendengar hal itu. Song Yi pun menutup teleponnya. Song Yi bingung apa yang harus dilakukannya sekarang.

Min Joon mendapat pesan di pagernya, dia mendengarkannya di telepon umum terdekat. Pesan pertama dari penyewaan komik milik teman Song Yi yang bertanya kapan Min Joon akan mengembalikan komik yang dipinjamnya, itu sudah melebihi batas waktu. Pesan kedua adalah dari Song Yi yang mencarinya, dia meminta Min Joon membeli ponsel karena itu adalah perlengkapan dasar seorang manager.

Min Joon segera pergi ke toko ponsel dan membeli ponsel yang menangkap sinyal paling banyak dan paling multifungsi untuk digunakan.  *Akhirnya Min Joon beli ponsel juga, hanya karena Song Yi yang minta, hahaha*

Hwi Kyung mengajukan sebuah proposal bisnis pada ayahnya. Dia minta Ayah untuk membuat agensi keartisan dan mereka hanya perlu menjadi agensi satu orang artis saja, yaitu Chun Song Yi. Ayahnya geram dan mengambil tongkat golfnya. Hwi Kyung malah makin memelas meminta dibuatkan agensi khusus untuk Song Yi.

Ayah jadi sedikit luluh dengan kegigihan Hwi Kyung, dia berkata dia ingin menemui Song Yi dulu, tapi bukan berarti dia akan setuju. Hwi Kyung tidak merasa memerlukan persetujuan Ayahnya untuk menikahi Song Yi, semuanya terserah pada Song Yi, dan Hwi Kyung berpesan pada Ayahnya bahwa keluarga mereka tidak boleh bangkrut, wkwkwkwk. Mendengar perkataan polos Hwi Kyung Ayahnya semakin sebal dan memukul tulang kering Hwi Kyung dengan tongkat golf. *Ampun Dah,, Hwi Kyung ini polos apa odongnya kebangetan yah?*

Song Yi sibuk menonton iklan produk-produk home shopping di TV, dia tertarik untuk membeli salah satunya. Tapi dia mendapatkan panggilan. Itu adalah Do Min Joon, yang telah membeli ponsel. Song Yi memintanya segara kembali karena ada banyak yang harus mereka bicarakan.

Apa yang harus mereka bicarakan? Song Yi meracau tentang dirinya yang seorang bintang besar yang telah mengiklankan banyak produk, mereka akan mendapatkannya kembali setelah dia comeback, saat ini Min Joon harus menjaga asupan nutrisi untuk Song Yi, jadi,,, apa menu makan malam mereka hari ini? Song Yi ingin memakan Timun Laut sebelum musim dingin berakhir, dimana mereka bisa membelinya? Min Joon merasa frustasi, hanya itu yang ingin dibicarakan Song Yi?

Seseorang datang mengantarkan paket kiriman yang dipesan Song Yi. Dia memaksa Min Joon untuk menerimanya, karena masih ada beberapa paket lainnya besok-besok.  Kenapa paket itu dikirimkan ke apartemen Min Joon? Song Yi adalah Chun Song Yi, dia tidak mungkin memberikan alamatnya sembarangan, hahaha..

Paket kali ini adalah kecap kepiting. Apakah Min Joon punya nasi? Song Yi ingin memakannya bersama Min Joon karena dia bukan orang yang pelit terhadap makanan. Min Joon berkata dia tidak bisa makan bersama orang lain, dan Song Yi tidak bisa makan tanpa ditemani orang lain. Bagaimana jadinya? Min Joon yang mengalah, namun saat mereka menata meja makan, Song Yi teringat sudah waktunta drama ditayangkan, dia mengajak Min Joo makan di depan tv.

Meskipun awalnya Min Joon menolak, ujungnya dia mengikuti juga keinginan Song Yi. Mereka menonton tv sambil menonton drama yang dibintangi Se Mi. Song Yi mengkritik acting Se Mi yang kurang menjiwai, dia berakting dengan otak bukan dengan hati, Song Yi akan memberi nasihat pada Se Mi. Song Yi bertaruh, rating drama itu akan turun, paling tinggi juga 8 %. Min Joon merasa tidak tahan, tidak bisakah Song Yi hanya fokus pada makan saja?

Ternyata prediksi Song Yi meleset. Rating drama Se Mi malah menembus hingga 20 %, bahkan Chun Song Yi saja tidak bisa melakukannya. Kru drama membuat perayaan untuk Se Mi, dan Se Mia menjanjikan akan mentraktir mereka makan malam. Para kru pun mengelu-elu kan nama Se Mi.

Pengacara Jang tampak kesal pada Min Joon, karena akhirnya Min Joon membeli HP, padahal selama 30 tahun ini dia sering membujuknya tapi Min Joon tidak mau. Min Joon minta maaf, dia merasa saat ini dia memang membutuhkannya. Pengacara Jang meminjam HP Min Joon dan menekan panggilan cepat no.1, itu adalah Chun Song Yi. Min Joon jadi salting, dan berkata dia akan merasa banyak urusan dengannya nanti, no.2 adalah pengacara Jang.

Tampaknya Pengacara Jang malah makin kesal karena hal itu. Apakah Min Joon harus menggantinya? Apakah pengacara Jang marah karena dijadikan yang kedua? Memangnya dia anak kecil. Pengacara Jang bukan  marah karena hal itu.  Song Yi menelpon dia menanyakan menu makan siang, dia ingin put udon. Min Joon sebal dan menutup teleponnya.

Boem datang ke apartemen Song Yi, dia mengantarkan tas tangan milik Yoo Ra yang tertinggal di Van. Boem berkata, dia akan menunggu Song Yi untuk kembali, dia rindu diperlakukan kejam oleh Song Yi, Se Mi sangat baik dia tidak bisa menerima kebaikannya. Song Yi pun berkata dengan lembut, agar Boem menunggunya, dia akan kembali dan menginjak-nginjak Beom, hahahaha…

Setelah Boem pergi, Song Yi menatap tas Yoo Ra, dia tidak ingin menyimpannya, tapi dia ingin mengembalikannya. Tas nya terjatuh dan isinya berceceran. Song Yi menemukan sebuah USB. Song Yi penasaran dengan USB itu.

Min Joon dan Pengacara Jang memakan pot Udon, *hahaha, gara-gara permintaan Song Yi tuh* Pengacara Jang merasa aneh, karena mereka nyaris tidak pernah makan bersama selama 30 tahun ini. Makan adalah sesuatu yang misterius, setelah dia merasakan makan bersama seseorang, Min Joon merasa kesepian jika makan sendirian.

Min Joo memesan satu porsi Pot Udon lagi, pastinya untuk Song Yi, namun dia mengubah pesanannya menjadi dua porsi hingga pengacara Jang merasa heran. *Akh,, pasti dia ingin makan bersama Song Yi tuh, wkwkw*

Saat keluar dari Restoran Put Udon, Min Joon merasa kedinginan, tentu saja karena itu musim dingin. Pengacara Jang kemudian sadar, bukan kah Min Joon tidak aka merasa kedingingina? Min Joon berpikir, itu pasti karena waktunya untuk kembali sudah dekat, sehingga mulai terjadi perubahan pada tubuhnya.

Song Yi membawa boneka beruang pemberian fans nya dan mendudukannya di di kursi, dia menyalakan laptopnya dan membuka USB milik Han Yoo Ra, Song Yi menonton sebuah video yang ada di USB itu. Ada Yoo Ra yang sedang berbicara dengan seorang wanita di RSJ, video apa itu sebenarnya?

Min Joon datang membawakan Pot Udonnya, Song Yi berpikir Min Joon tidak akan membelikannya. Min Joon berbohong dengan berkata ada orang yang memberinya. Karena Min Joon membawa dua porsi Song Yi mengajaknya makan bersama, Awalnya Min Joon berkata dia tidak bisa makan sendiri, tapi kemudian menyetujuinya, hahaha…

Jae Kyung menelpon sekertarisnya, meminta sekretarisknya itu memulai sesuatu karena nantinya akan merepotkan. Hwi Kyung datang dan bertanya apa yang akan di mulai? Jae Kyung berbohong tentang bisnis yang membosankan. Hwi Kyung mengajak Jae Kyung makan malam bersama dirinya dan Song Yi malam ini. Jae Kyung tidak bisa dan Hwi Kyung pun menawarkan besok malam.

Setelah Hwi Kyung pergi, Jae Kyung berkata, dia khawatir Song Yi tidak bisa ikut makan bersama mereka besok malam.

Song Yi sangat menikmati Pot Udon yang enak, dia penasaran dimana Min Joon membelinya. Di toko yang sudah berdiri selama 50 tahun dan diturunkan selama 5 generasi. Pantas saja, tapi,,, Min Joon berkomentar, rasa Pot Udon generasi perrtama adalah yang terenak. Song Yi bengong, seperti Min Joon pernah mencicipinya saja. Apakah tidak ada pernah ada orang yang bilang padanya jika Min Joon itu seperti orang tua?

Song Yi mendapat telepon, dia berkata pada Min Joon mereka mendapatkan tawaran, dia harus segera siap-siap. Min Joon menatap boneka beruang di  apartemen Song Yi, dia merasa ada yang aneh dan menatap mata boneka itu dengan seksama. Min Joon menemukan kamera pengintai di mata  boneka itu.

Song Yi merasa sedih, siapa sebenarnya yang sedang mengintainya, apakah mereka sangat membencinya hingga melakukan hal itu. Setelah sampai di tempat tujuan, Min Joon berkata agar Sing Yi segera keluar jika sudah selesai. Song Yi meminta Min Joon agar tidak pergi. Tidak akan. Dia akan menunggu.

Song Yi masuk ke sebuah toko pakaian, ternyata ada Se Mi disana. Ternyata Se Mi ingin berbicara dengan Song Yi. Se Mi berkata sepertinya ada salah paham antara mereka. Song Yi tidak merasa demikian, dia memahami keadaan Se Mi, mengapa Se Mi harus berbohong padanya tentang sms dari Sutradara dan berkata dia tidak menerima peran itu.

Semua nya sudah jelas bahwa Se Mi berbohong padanya dan dia tak suka itu. Se Mi membela diri, dia melakukannya agar tidak menyakiti hati Song Yi, dan,,, dia sebenarnya merasa muak dengan hal itu. Se Mi menunjukkan perasannya di depan Song Yi, bahwa dia kesal karena hanya menjadi baying-bayang Song Yi selama ini.

Song Yi tidak menyangka jika Se Mi beranggapan demikian, padahal selama ini dia menganggap Se Mi adalah temannya, itulah mengapa dia selalu mengusulkan agar memaksukan  Se Mi di setiap dramanya. Se Mi berpikir itu adalah karena Song Yi tidak ingin bersaing dengan Se Mi, karena itulah Song Yi selalu menempatkan Se Mi berada di bawahnya.

Song Yi kemudian bertanya, apakah selama ini Se Mi menganggapnya sebagai teman? Sama sekali tidak. Song Yi syok dan dia menyadari satu hal. Di saat dirinya terpuruk, dia akhirnya bisa memilah siapa temannya dan siapa musuhnya. Song Yi pun pergi dari sana.

Saat keluar, Seseorang di atas atap butik itu berniat menjatuhkan sesuatu tepat ke kepala Song Yi. Untungnya Min Joon cepat tanggap dan menyelamatkan Song Yi yang akhirnya tak sadarkan diri. Min Joon pun melumpuhkan pelaku dari kejauhan dengan kekuatannya.

Se Mi juga keluar dari butik itu dan kaget melihat kondisi Song Yi, namun dia lebih kaget saat meihat Min Joon, bukan kah… itu adalah pria 12 tahun lalu?

Song Yi protes mengapa dirinya harus dirawat di RS, padahal dia hanya mendapatkan luka lecet. Min Joon menjelaskan mengapa Song Yi harus mendapatkan beberapa pemeriksaan lagi. Song Yi heran mengapa Min Joon tidak jadi dokter saja? Min Joon berkata, percayalah, dia lebih hebat dari dokter-dokter kebanyakan *Lha,, dia pernah jadi dokter 12 tahun lalu kan ya?*

Song Yi merasa bingung, yang dia ingat saat dia keluar butik dia melihat Min Joon ada di dalam mobil. Bagaimana bisa dia menyelamatkan Song Yi dalam waktu singkat. Min Joon berkata, Song Yi pasti bermimpi.

Min Joon mendapatkan telepon bahwa polisi telah menangkap orang yang berniat mencelakai Song Yi, Min Joon pun pergi ke kantor polisi.

Saat Song Yi berada di RS sendirian, seorang dokter datang dan memberikan suntikan pada infusan Song Yi, tanpa Song Yi sadari, dokter itu adalah sekretaris Jae Kyung yang menyamar. Song Yi jadi tidak sadarkan diri dan sekretaris Jae Kyung membawa Song Yi dari kamar RS.

Penjahat yang mencelakai Song Yi adalah yang mengiriminya foto pemakaman Yoo Ra dna juga tikus mati, dia mengakui semua tindakannya, kecuali tentang boneka beruang berkamera. Dia bersumpah bukan dia yang melakukannya. Min Joon kaget mendengarnya, apakah itu berarti Song Yi dalam bahaya?

 Min Joon kembali ke RS dan dia tidak menemukan Song Yi di kamarnya, ponselnya tertinggal di tempat tidur RS. Min Joon mencoba mencari Song Yi dan memfokuskan dirinya untuk mendengar suara Song Yi.

Song Yi terbangun di dalam mobilnya sendiri. Song Yi panik saat menyadari mobilnya berjalan sendiri menuju jurang, dan rem nya blong. Song Yi ketakutan dan dia dia meminta tolong, dia memanggil “Do Manager” sekeras-kerasnya.

Saat mobilnya hampir mencapai jurang. Min Joon datang dari langit dan menghentikan mobil itu dengan kekuatannya *Super Do Min Joon*

***

Huaaaah,, Min Joon menunjukan kekuatannya >.< tapi pastinya dia akan mengelak bahwa dia yang menolong Song Yi tuh dengan segala alasan.

Makin penasaran dengan motif Jae Kyung, apa sih yang sebenarnya dia lakukan, kenapa dia membunuh begitu banyak orang yang menghalangi tujuannya. Apa mungkin Jae Kyung juga Alien? Atau dia semacam Lex Luthor yang sedang mencari cara menguasai dunia? *akh,, aku kebanyakan nonton Smallville nih*

Liat Min Joon menahan mobil itu, benaran deh,, berasa liat Clark Kent versi Korea, hahaha…  Tapinya buat aku sih tetep Clark Kent yang paling keren, terutama Clark Kent yang di Smallville. *Akibat Susah Move On*

Song Yi is always the Best, paling suka kalo dia udah ngomong sok English, logat Englishnya aneh, bilang Sorry jadi Sowry trus bilang Normal jadi Nowrmal, hahha.. Improvenya Jun Ji Hyun keren dah pokoknya.

Dan akhirnya Se Mi menunjukan bulunya di depan Song Yi juga. Yah,,, Se Mi memang sudah terlalu lama menahan diri, setelah 12 tahun merasa tertekan karena keputusannya sendiri. Song Yi sebenarnya tulus ingin membantu Se Mi dalam karirnya, tapi sepertinya Se Mi menyalah artikan kebaikan Song Yi dan malah memupuk kebencian sedikit demi sedikit di dalam hatinya. Dan saat pria yang dicintainya hanya terpaku pada Song Yi, kebencian itu pun semakin membara, meski Se Mi nasih berusaha meredamnya. Saat dia berada di atas, dia ingin menunjukkan pada Song Yi, bahwa dia pun bisa seperti Song Yi.

Sebenernya sih,, menurutku Se Mi nggak jahat, tapi kebenciannya pada Song Yi lah yang membuatnya seperti itu. Toh selama ini Se Mi tidak pernah menggunakan trik kotor apapun untuk mencelakai Song Yi, beberapa kali dia juga merasa benar-benar cemas pada Song Yi. Tapi karena rasa benci dan iri yang membara, akhirnya Se Mi menunjukkan rasa tertekannya selama ini dan membuat Song Yi menyadari ternyata Se Mi tidak pernah menganggapnya sebagai teman sama sekali.

Hwi Kyung dan Se Mi tidak ada yang salah sih ya,,, siapa juga yang bisa mengendalikan hatinya, meskipun ingin berhenti mencintai seseorang tapi jika hatinya tidak bisa berhenti yah apa mau di kata. Biar waktu yang menjawab, bagaimana mereka bisa mengatasi perasaan mereka masing-masing. Toh meski Hwi Kyung sudah sadar jika Song Yi bukan jodohnya, dia tetap saja menomor satukan Song Yi, dan Se Mi pun, meski sudah tahu Hwi Kyung terus mengejar Song Yi, tidak bisa menghapus perasaannya begitu saja.

Epilog episode 7 adalah Chun Song Yi dan Boneka beruang. Jadi selama bermalas-malasan di rumah, Song Yi melakukan semua aksi gilanya di hadapan si beruang. Artinya Jae Kyung melihat semua tingkah konyol Song Yi dong ya? Hahaha,,, dan akhirnya setelah Jae Kyung mendapatkan  apa yang dicarinya dia merasa Song Yi adalah orang yang akan menjadi masalah untuknya, karena itulah dia berniat untuk melenyapkannya. Padahal dia tahu jika adiknya tergila-gila pada Song Yi, tapi tetap tega ya? Dasar Hwi Kyung si raja tega.

Eh,, tapi heran deh,, pas Min Joon menemuin kamera di boneka beruang itu,dia kan terus mendekati mata si beruang, jadi Jae Kyung makin jelas melihat wajah Min Joon. Setelah Min Joon berhasil mematikan kamera itu, Jae Kyung tersenyum menyeramkan, apa arti senyumannya itu coba ya?

Ehemm,,, Jaksa Yoo so cute yah? Baru tahu kalo aslinya dia itu Announcher yang berubah jadi actor. Rasanya pernah liat dimanaaaa gitu, tapi gak inget sama seklai tentang dia, liat dramanya sih masih dikit dan dia pernah jadi cameo di Best Love, jadi siapa yah? Adakah yang ingat? Aku sama sekali tidak ingat.

Satu lagi yang bikin ngakak di episode ini, cemburunya Pengacara Jang, karena Min Joon dengan mudahnya terbujuk rayuan Song Yi, terutama masalah Hanphone, hahaha... Kalo cinta sudah berbicara, kadang akal tak lagi berfungsi. Walaupun sebenarnya aku tak paham mengapa Min Joon tidak memutuskan membeli ponsel sejak dulu, kalao di bilang tidak mengikuti jaman, toh dia juga punya mobil, tinggal di apartemen mewah dan pake pager, artinya dia mengikuti trend di tahun 90an kan? Tapi malah tidak membeli ponsel, udah dibujukin dari dulu sama pengacara Jang, Min Joon gak beli aja, lha giliran Song Yi yang minta langsung di lakuin, siapa yang ga sebel coba ya? hahaha...

*review by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^