[Recaps] Nine Episode 20 part 1

Akhirnya kesampean juga menuliskan Recaps Nine episode 20 ini, My wonderfull drama ini memang tak pernah membuatku ilang Passion bahkan saat menuliskan Recapnya, maaf ya lama,,, The Last Episode for Nine^^

Sebelumnya di Nine:

Sun Woo yang sudah terluka parah melihat Shi Ah dan memanggilnya. Dia berpesan pada Shi Ah untuk berjanji padanya agar dia menjauhi orang yang berwajah mirip dengannya di masa depan, karena pria itu akan menghancurkan hidupnya. Setelah Shi Ah menautkan jari kelingkingnya, Sun Woo pun tidak sadarkan diri.

Nine Episode 20 part 1

Setelah meminta Shi Ah berjanji kepadanya, Sun Woo pun menghembuskan nafas terakhirnya. Shi Ah panik dan memanggil-manggilnya, “Ajussi… Ajussi” Namun tidak ada respon.

Seseorang keluar dari rumahnya dan merasa bersyukur badai telah reda. Dia kaget saat menolah pada sesosok tubuh yang berlumuran darah di dekat rumahnya. Paman saksi itu langsung memanggil orang-orang dan membuat Shi Ah menyingkir.


Shi Ah yang masih syok karena melihat orang yang tewas dihadapannya tidak langsung pergi, dia menatap Sun Woo yang mulai dikerubuti orang-orang. Mereka mengatakan Sun Woo telah mati dan Shi Ah hanya bisa melihat mayat Sun Woo dengan ketakutan.  Hingga akhirnya Kim Yoo Jin datang mencari Shi Ah dan bertanya bagaimana dengan Teddy Bear nya? Shi Ah menjawa, “Dia mati” Ibunya bingung dan bertanya siapa?

Shi Ah pun menunjuk orang yang sedang dikerumuni orang-orang yang panik melihat orang yang mati. Kim Yoo Jin berkata, Shi Ah seharusnya tidak melihat yang seperti itu dan segera mengajaknya pergi.   

Shi Ah protes, dia mengenal Ajussi itu, bahkan mereka berbicara tadi. Kim Yoo Jin tidak mendengarkan putrinya dan terus menyeretnya sambil mengatakan mereka itu harus mengejar pesawat. Mereka akan pergi ke Amerika, bukan untuk berlibur, tidak akan kembali lagi ke Korea.


Didalam taksi, Kim Yoo Jin memegang erat pasportnya, sepertinya dia masih bersedih karena tidak jadi menikah dengan Jung Woo. Di sampingnya Shi Ah masih syok karena melihat Sun Woo yang tewas dihadapannya. Shi Ah menatap jari kelingking nya yang tadi berpaut dengan Sun Woo. Dia telah berjanji sesuatu pada Ajussi itu, janji yang bahkan sama sekali tidak dimengertinya.

Jung Woo akhirnya ditangkap oleh polisi di rumahnya. Sebelum polisi membawanya, Jung Woo berdiri di depan pintu kamar Sun Woo dan memanggil adiknya. Sun Woo remaja tidak mau keluar, dia belum bisa menerima kenyataan bahwa ternyata kakaknya lah yang telah menjadi penyebab kematian Ayahnya. Sun Woo menangis mendengar Jung Woo memanggil namanya lagi saat dia akhirnya di bawa pergi polisi ke luar. Saat Jung Woo di masukan kedalam mobil polisi, Sun Woo hanya bisa menatap Jung Woo penuh penyesalan dan sedikit kebencian. 

Setelah kepergian Jung Woo, Sun Woo hanya bisa menangis di kamarnya, meratapi apa yang terjadi di keluarganya. Sangat mengejutkan baginya mengetahui bahwa ternyata kakaknya lah yang telah membunuh Ayahnya.

Sun Woo akhirnya merenung sambil berbaring di tempat tidur, seseorang menelponnya mengatakan dirinya wartawan dari Light Newspaper. Sun Woo mengingat orang itu, dia adalah Oh Chul Min, orang yang menerima rekaman CCTV yang dibawa Sun Woo sebagai bukti kesalahan yang dilakukan Jung Woo dan Choi Jin Chul. Tuan Oh memintanya untuk makan malam bersama (*tuan Oh kelak akan menjadi direktur CBM, tempat Sun Woo bekerja*)

Sun Woo pergi makan malam dengan tuan Oh yang memperlakukannya dengan sangat baik layaknya seorang Ayah pengganti. Tuan Oh mengatakan Jung Woo akan mendapatkan hukuman yang ringan karena dia menyerahan diri, Sun Woo tidak perlu khawatir.

Tuan Oh melihat raut wajah Sun Woo yang tidak senang, dia seolah sadar anak SMA di depannya ini masih tidak bisa menerima kenyataan tentang kakaknya. Tuan Oh berkata agar Sun Woo tidak membenci kakaknnya, karena mmebenci keluarga hanya akan membuat diri sendiri sakit hati. Tuan Oh mengatakan bahwa apa yang menimpa keluarga Sun Woo adalah hal yang biasa, dia sudah sering menemui yang seperti itu. Bahkan lebih banyak masalah social lain yang lebih berat dari hal itu.

Sun Woo pun menjadi tertarik, dia bertanya, “Apakah Aku bisa menjadi jurnalis sepertimu?” Tuan Oh kaget mendengarnya. Sun Woo berkata dia tak pernah memikirkan pekerjaan sebelumnya, tapi sepertinya dia tertarik menjadi seorang jurnalis, karena bisa melakukan hal yang tidak bisa dilakukan polisi. Tuan Oh melarang Sun Woo untuk berpikir menjadi jurnalis , karena itu adalah pekerjaan yang berat dan sama sekali tidak tampak keren. Tapi bagi Sun Woo pekerjaan itu sangat keren.

Tuan Oh berkata bahwa untuk menjadi seorang jurnalis harus pintar dia pun bertanya,

Tuan Oh: Apakah kamu pintar?”
Sun Woo: “Ya” (penuh percaya diri)
Tuan Oh: “Tidak hanya kecerdasan yang kamu butuhkan, kau juga harus memiliki wajah untuk menjadi reporter, seperti aku”
Sun Woo: “Sangat cocok untukku” (semakin merasa percaya diri)

Tuan Oh merasa Sun Woo sangat percaya diri dan tertawa, tapi Sun Woo hanya tersenyum tipis dan memakan hidangan di hadapannya. Tuan Oh merasa Sun Woo butuh seseorang yang mendukungnya dia pun berkata pada Sun Woo untuk belajar dengan baik, setelahnya dia akan mengurus Sun Woo untuk masuk ke dunia jurnalis. Sun Woo memiliki pengalaman yang lebih dari anak-anak seusianya. Sun Woo akan melihat masalah dengan hati dan menghadapi berbagai masalah yang terjadi di masyarakat.

Sun Woo kembali ke rumah dan mendengarkan pesan yang ditinggalkan Sun Woo dewasa untuknya,

“Pesan pertamaku untuk diriku pada 20 tahun yang lalu. Aku akan kembali pada siang hari. Aku takkan bisa kembali ke sini lagi. Apa pun pesan yang kau tinggalkan, aku tidak dapat menjawabmu kembali. Jadi lupakan aku, dan jalani hidupmu. Kau tidak perlu tahu bagaimana aku hidup. Karena setiap keputusan yang kau buat akan menjadikan diriku sekarang ini. Sudah kubilang bukan? Kau selalu mengambil keputusan yang tepat. Kau akan punya hidup yang baik. Jadi, lupakanlah keberadaanku. Jika kau hidup setiap hari dengan cara yang benar, kau akan menemukanku di cermin setelah 20 tahun mendatang. Aku akan menemuimu dalam 20 tahun lagi.”

Sesuai dengan keinginan masa depannya, Sun Woo pun menghapus pesan itu dan menulis dalam jurnalnya, dia meninggalkan pesan terakhir untuk masa depannya.

“Pesan terakhirku untuk diriku pada 20 tahun mendatang. Apa dirimu kembali selamat? Aku percaya padamu bahwa aku akan memahami kakakku suatu hari nanti. Aku juga akan percaya bahwa aku akan selalu membuat keputusan yang tepat. Kau tampak seperti seorang yang baik bagiku. Kau juga berani. Aku takkan meninggalkan pesan kepadamu lagi atau mencoba mencari tahu apa yang kau lakukan. Aku adalah orang yang menepati janji. Kau tahu itu bukan? Aku akan menemui kembali dalam  20 tahun mendatang. Selamat tinggal.”

14 Tahun Kemudian - Tahun 2007

Di dalam sebuah terowongan seseorang berjalan dengan senternya dan mencari klu, dia adalah Sun Woo yang telah tumbuh menjadi seorang jurnalis. Di terowongan itu sedang diselidiki kasus kecelakaan. Sun Woo dan seorang cameramen sedang meliputnya, namun Sun Woo malah asyik mencari bukti di dalam terowongan. Kameramen mencari Sun Woo dengan menelponnya. Sun Woo yang berada dalam terowongan menemukan sepotong tangan, dari apa yang ditemukannya dia merasa yakin itu bukan kecelakan tapi pembunuhan, dia meminta cameramen untuk memanggil polisi.

Namun sebelum itu terjadi, Sun Woo kaget melihat sebuah truk yang masuk ke terowongan, dia bertanya pada cameramen, apakah mereka tidak menutup terowongan ini? Sun Woo segera menyingkir menghindari truk. Namun dia melihat potongan tangan yang ditemukannya akan tergilas truk dan bukti akan lenyap, dia pun berlari menyelamatkan tangan tersebut dengan mempertarukan nyawanya dan berlari ke sisi jalan yang berlawanan, untungnya Sun Woo berhasil menyelamatkan potongan tangan itu dan juga dirinya.

Sun Woo sedang berada dalam mobil untuk perjalanan pulang saat direktur menelponnya. Direktur menyuruhnya datang ke pesta perusahaan untuk menyambut karyawan baru. Sun Woo menolak dan berkata dia baru saja kembali dari Gwangju dan hampir kehilangan nyawanya. Direktur tak peduli, bahkan jika tempurung kepala Sun Woo sedang di buka pun Sun Woo wajib datang ke pesta itu. Sun Woo sudah sering menghindar, jika kali ini Sun Woo menghindar lagi dia akan memecat Sun Woo.

Sun Woo berkata sepertinya Direktur tak pernah peduli padanya, tidak seperti yang dikatakannya dulu. Direktur sudah membohongi seorang siswa SMA yang polos. Direktur tak ingin peduli lagi dan memaksa Sun Woo untuk datang lalu menutup telepon.

Di tempat pesta penyambutan Min Young dan Bum Suk menari dengan gila-gilaan, Direktur dan yang lainnya menikmati hiburan mereka.

Pada akhirnya Sun Woo datang juga ke tempat pesta itu diadakan, dia bertemu dengan kepala tim. Kepala Tim bertanya mengapa Sun Woo terlambat? Dia baru saja kembali dari Gwangju, apakah disitu tempatnya? Sun Woo bertanya sambil melihat ruangan tempat kepala Tim keluar.  Sun Woo mendengar teriakan Min Young, dan bertanya kepada Kepala Tim, apa itu? Mengapa ada suara seperti suara babi? Kepala Tim tertawa dan berkata itu adalah salah seorang karyawan baru, dia sangat lucu.

Di dalam ruangan pesta semua orang masih bergembira dengan tarian Bum Suk dan Min Young yang sangat lincah. Min Young menari-nari hingga menuju pintu tepat saat pintu ruangan itu dibuka oleh Sun Woo, dan buk,, Min Young terjatuh pingsan dengan kepala berdarah. Semua orang panik, Bum Suk dan Young Su mengatakan kepala Min Young terluka dan lukanya menganga, mereka harus membawanya ke RS.

Sun Woo kaget melihat apa yang terjadi, Direktur kesal karena kedatangan Sun Woo menghancurkan kesenangan mereka. Direktur menyuruh Sun Woo membawa Min Young ke RS. Sun Woo protes, dia baru saja datang. Direktur tidak peduli, Joo Min Young membuat acara penyambutan ini snagat menyenangkan tapi Sun Woo menghancurkan kesenangan itu. Sun Woo tak bisa mengelak lagi.

Min Young terbangun dengan kebingungan di UGD dan melihat Sun Woo. Dia bertanya siapa Sun Woo? Sun Woo bersikap dingin pada Min Young dan berkata dia adalah Sunbae nya. Min Young merasa tak pernah melihat Sun Woo, tentu saja sebelum mereka bertemu Min Young sudah KO duluan. Sun Woo bertanya siapa namanya? Min Young berkata, “Joo Min Young” dan akhirnya seperti ingatan Min Young dan Sun Woo di episode 12 tentang pertemuan pertama mereka di UGD.

“Baiklah, Joo Min Young. Sepertinya kau masuk kerja saat aku sedang dinas ke luar. Jadi dengarlah baik-baik. ” kata Sun Woo dengan tegas. Min Young awalnya ketakutan tapi akhirnya dia terpesona pada gaya Sun Woo. Sun Woo meneruskan omelannya,

“Kau tahu orang seperti apa yang paling aku benci? Orang yang tidak dapat mengontrol dirinya ketika mereka mabuk. Orang seperti dirimu. Kau menaik rambutku dalam perjalanan ke sini. Muntah 3 kali di jasku. Kau memperolok sopir taksi hebat diranjang karena dia botak. Kau terus menangis minta digendong, itu membuat punggungku sakit. Kau membuat kekacauan di UGD dengan mengatakan lukamu sangat menyakitkan. Kau memberitahu semua orang di sini bahwa kau adalah  reporter untuk CBM dan memalukan perusahaan. Kau adalah yang terburuk. Joo Min Young. Sekarang kau dalam genggamanku. Kehidupan karirmu takkan menyenangkan mulai dari sekarang. Kamu bisa memastikan hal itu.”

Bukannya ketakutan Min Young malah tampak sangat terpesona pada Sun Woo dan hanya menjawab “Oke” untuk menanggapi kalimat ancaman dari Sun Woo. Melihat hal itu Sun Woo langsung Spechless. OKE? apakah itu jawaban terbaik yang bisa diberikan Min Young? menyadari kesalahannya Min Young meminta maaf dan Sun Woo benar-benar tak habis pikir mengapa Min Young sangat lamban.

Min Young lalu berkata pada Sun Woo, “Tapi,,, Sunbae-nim, kau  sangat pandai berbicara. Aku suka pada lelaki yang bicara dengan sangat baik.”

Mendengar perkataan Min Young , Sun Woo langsung bingung, “Apa?”

Min Young menimpali, “Kau,, sangat Keren~~”

Sun Woo hanya bisa menatap Min Young dengan speechless, apalagi setelah mendengar pertanyaan Min Young selanjutnya, “Apakah kau sudah punya pacar? Aku belum punya~~” Min Young terlihat malu-malu mengatakannya.

Sun Woo hanya berkomentar, “Kau sungguh idiot. Bagaimana kau bisa mendapatkan pekerjaan ini?” Bukannya marah dikatai idiot, Min Young malah malu-malu sambil menutup wajahnya. Takdir benar-benar sudah kembali seperti semula, bahkan pertemuan pertama Sun Woo dan Min Young sama persis dengan yang sebelumnya.

Min Young dan Sun Woo keluar dari RS. Min Young mengatakan pada Sun Woo dia sudah sadar dari mabuk. Min Young minta maaf atas kesalahannya dan lain kali tidak akan melakukannya lagi, Sun Woo terlihat tak peduli pada ocehan Min Young dan memberhentikan sebuah taksi. Min Young bingung dan bertanya, “Sunbae mau kemana?” Sun Woo menjawab dengan dingin, kemana lagi dia akan pergi tentu saja pulang ke rumah.

Min Young bilang dia ingin mentraktir Sun Woo kopi, tapi sepertinya Sun Woo tak tertarik dia menawarkan yang lain, tapi Sun Woo tetap masuk ke dalam taksinya. Min Young mulai panik dan mendesaan dirinya masuk kedalam taksi yang dinaiki Sun Woo. Sun Woo bingung dengan tingkah Min Young dan bertanya, “Kenapa kamu naik?” Min Young meminta Sun Woo untuk bergeser ke kursi sebelah. Sun Woo makin heran dengan kelakukan Min Young, “Apa kau sudah gila? Apa yang salah denganmu?”

Min Young berkata dia akan naik subaway, dia ingin menumpang sampai menemukan sebuah stasiun dimana saja. Min Young meminta supir taksi untuk menurunkannya di stasium mana saja. Supir taksi melihat sebuah stasiun dari yang dekat dengan tempat itu dan menunjukkannya pada Min Young. Segera Min Young merubah tujuannya, bahwa dia mencari stasiun Line 2 dimana saja. Supir tak lagi banyak bicara dan mulai menjalankan taksinya.

Sun Woo juga tak lagi memprotes Min Young dan sibuk dengan ponselnya. Min Young bertanya siapa nama Sunbae nya itu. Sun Woo bilang dia tak akan memberitahunya. Min Young bertanya dan memperkenalkan dirinya, “Kenapa tidak? Namaku Joo Min Young. Joo-Min-Young” Merasa kesal dan terganggu Sun Woo bilang dia sudah tahu, Min Young sudah memberitahunya.

Min Young menanggapi dengan kaget, “Benarkah? Lalu bagaimana denganmu? Kurasa sunbae pasti punya nama yang bagus” Sun Woo masih sibuk saja dengan ponselnya, tapi kemudian dia menatap Min Young dan berkata, “Apakah sekarang kau sudah tidak mabuk?” Min Young membenarkan dengan wajah cerianya.

Sun Woo lalu berkata pada Min Young sambil mentapanya lekat-lekat, “Dengarkan aku baik-baik. Jika kau berusaha menjadi seorang gadis di hadapanku, aku akan membunuhmu.” Min Young awalnya tak peduli pada perkataan Sun Woo dan tetap menatapnya dengan riang,

Namun ketika dia melihat wajah Sun Woo dengan jelas, ekspresi wajah Min Young berubah. Sementara Sun Woo meneruskan ucapannya "Kau telah menunjukkan sisi burukmu kepadaku ketika kau mabuk. Jadi jangan mencoba menggodaku lagi, aku akan…” Sun Woo mengehentikan perkataannya saat melihat wajah Min Young yang tiba-tiba berubah menjadi ketakutan.

Min Young langsung meminta taksi untuk berhenti dia ingin turun dan terlihat ketakutan membuat Sun Woo kebingungan dengan sikap Min Young. Supir taksi berkata mereka belum sampai di stasiun subway Line 2, tapi Min Young memaksa turun karena tiba-tiba harus pergi ke suatu tempat.

Supir taksi pun mengabulkannya, dia menepi, dan Min Young segera turun dengan ketakutan. Sun Woo sangat bingung dengan tingkah Min Young dan bertanya ada apa. Min Young bilang tidak apa-apa, tapi dia terlihat ketakutan bahkan setelah turun dari taksi.

Sun Woo berbalik ke belakang setelah taksi pergi dan Min Young masih terlihat ketakutan saat melihat Sun Woo.

Di rumahnya Min Young mengecek profil Sun Woo sebagai salah satu karyawan CBM. Dia teringat pada kata-kata seorang Ajussi yang ditemuinya 20 tahun lalu, orang itu sangat mirip dengan sunbae-nim nya itu.

Min Young ingat dengan jelas, Ajussi itu memintanya untuk berjanji jika di masa depan Min Young bertemu dengan orang yang mirip dirinya, Min Young tidak boleh tertarik dan dekat-dekat dengannya, dan harus menjauh darinya karena dia akan menghancurkan hidup Min Young. Kalimat “Menghancurkan hidupmu” dan “Menjauh darinya” terus mendengung di kepala Min Young.

Esok harinya di gedung CBM Sun Woo meminta orang yang ada di dalam lift untuk menunggunya, tapi orang itu malah segera menekan tombol untuk menutup pintu lift saat melihat Sun Woo. Orang itu adalah Min Young, Sun Woo yang melihatnya jadi kesal, apalagi Min Young sengaja memalingkan wajah saat melihatnya. (Hwakakakakkak,, Min Young seriusan ngehindarin Sun Woo, sampe segitunya nutup pintu lift cepet-cepet)

Sesampainya di kantor Sun Woo mencari Min Young sambil menahan amarah dia ingin meminta penjelasan Min Young tentang insiden lift tadi. Tapi Min Young tidak ada di mejanya. Sun Woo bertanya pada kepala tim dimana Min Young. Lha,, kepala Tim malah bertanya apa yang dilakukan Sun Woo semalam pada Min Young? Sun Woo bingung, memangnya kenapa?

Kepala Tim pun bercerita tentang Min Young yang bertanya pada nya apakah Sun Woo punya catatan kejahatan? Seorang tertuduh pelecehan seksual atau pemerkosa? Ataukah dia terkenal sering melakukan tindakan kekerasan? Atakah dia terkenal sebagai Bajingan? Perselingkuhan, Penikahan yang gagal atau semacamnya? Kepala Tim hanya bisa memasang tampang mengo menanggapi pertanyaan Min Young itu, dia bahkan bingung mengapa Min Young yang baru bertemu satu kali dengan Sun Woo bisa memikirkan hal yang sangat jahat tentang Sun Woo.

Sun Woo kaget mendegar cerita Kepala Tim, mengapa Min Young berpikir seperti itu? Kepala Tim sekali lagi bertanya dengan wajah nakal, “Apa yang sudah kau lakukan hingga dia berpikir kau adalah pria semacam itu? Hayoo Apa yang sudah kau lakukan padanya?” Sun Woo merasa sangat kesal dan marah. Dia berkata, “Dia itu sudah gila”

Dengan penuh amarah Sun Woo pergi mencari Min Young dan menemukannya sedang tertawa-tawa bersama Young Su dan Bum Suk. Sun Woo memanggil Min Young, sedangkan Bum Suk dan Young Su menyapanya “Sunbae-nim”. Sun Woo mengabaikan mereka dan berkata pada Min Young dia ingin bicara pada Min Young.

Min Young yang ketakutan segera berlindung dengan berpegangan erat pas Bum Suk dan Young Su, dia berkata mereka bisa bicara disini. Sun Woo langsung menarik dan menyeret Min Young pergi bersamanya.

Min Young langsung teriak-teriak meminta di selamatkan pada Bum Suk dan Young Su saat Sun Woo menariknya pergi. Bum Suk dan Young Su heran dengan sikap Min Young, “Ada apa dengannya? Sunbae-nim kan hanya ingin bicara dengannya?”

Sun Woo membawa Min Young ke ruang rapat, dia sengaja mengunci pintu dan mulai mendekati Min Young yang melihatnya dengan ketakutan. Min Young bertanya, “Apa yang akan kau lakukan?” Sun Woo makin mendekat, lalu bertanya memangnya Min Young pikir apa? Apa Min Young berpikir Sun Woo akan melakukan pelecehan padanya? Min Young tenang saja, semua orang melihat mereka di luar sana, dia tidak akan melakukan hal seperti itu di tempat terbuka. Lagi pula Min Young sama sekali bukan tipe nya baik dari segi tubuh, wajah dan kepribadian sekalipun.

Sun Woo meminta penjelasan, apa sebenarnya alasan Min Young memperlakukannya seperti itu. Sejak bertemu dengan Min Young hidupnya jadi tidak mudah lagi. Semalam Min Young tiba-tiba keluar dari taksi, tadi pagi segera pergi menghindar di lift, lalu menanyakan pertanyaan aneh pada kepala tim yang bisa memicu rumor, apa sebenarnya alasan Min Young? Apakah Min Young itu gila? Atau ada alasan lain? Sun Woo meminta Min Young mengatakan yang sebenarnya.

Min Young jadi cemas, dia dengan ragu berkata, dia punya alasan, sebenarnya dia punya trauma. Trauma? Sun Woo heran mendengarnya, trauma seperti apa? Min Young berkata dia tidak bisa mengatakannya pada Sun Woo, karena Sun Woo akan menganggapnya psyco. Sun Woo berkomentar, saat ini saja dia sudah menganggap Min Young psyco, apa ada yang lebih parah dari ini? Min Young membenarkan ada yang lebih parah dari semua itu.

Baiklah Sun Woo pun tak ingin tahu detailnya tentang trauma yang dialami Min Young, tapi dia ingin tahu garis besarnya, apa alasan Min Young bersikap seperti itu padanya? Min Young mencoba penjelasan sederhana, akhirnya Min Young berkata,

“Aku menyukaimu Sunbae-nim” doenk,, Sun Woo langsung kaget mendapatkan pernyataan cinta langsung dan gambling seperti itu.

“Aku mencintaimu sejak pandangan pertama, perasaann ini pertama kalinya aku rasakan seumur hidupku,, tapi…..” Tapi Apa? Sun Woo bingung dengan apa yang terjadi.

“Tapi, aku tidak boleh mencintaimu, karena sepertinya kau akan menghancurkan hidupku” kata Min Young dengan cemas. Double doenk~~~ Apa? Sun Woo akan menghancurkan hidup Min Young? yang ada sih,, Min Young yang sudah menghancurkan hidup tenangnya.

Sun Woo menjadi kesal mendengarnya, apa ini? yang benar saja. Dia benar-benar tak menyangka ada wanita seperti Min Young.

“Jangan tanya apa alasannya. Aku tidak dapat mengatakannya. Jadi Ku pikir aku seharusnya mencari tempat lain untuk bekerja. Tapi Aku benar-benar ingin bekerja disini. Aku selalu ingin menjadi reporter TV. Aya dan Ibu pun senang aku bekerja disini. Aku tidak bisa berhenti hanya karena dirimu. Ini benar-benar menyulitkan untukku” Min Young meracau sendirian, sementara Sun Woo menatap bingung padanya.

“Jadi,,,, bisakah kau menjauhiku?” Min Young bertanya pebuh harap pada Sun Woo.

“Mwo?” Sun Woo malah semakin bingung apa maksud hobae nya itu.
“Aku ingin untuk menjauh darimu. Aku tidak ingin dekat denganmu. Jangan baik padaku. Jangan menelpon atau menemuiku di luar pekerjaan” Min Young menetapkan aturannya sendiri dan masih terus meracau.

“Aku memang menyukaimu,,,  Tapi ini sangat menakutkan. Ini benar-benar menyakitkan bagiku. Jadi tolonglah aku” Min Young memelas pada Sun Woo yang menatapnya dengan tatapan kau benar-benar wanita aneh Joo Min Young-ssi.

“Kau…  Apa kau benar-benar gila?” Sun Woo memastikan sekali lagi.

Min Young menyangkalnya. Jelas saja dia tidak gila, dia hanya menrasa jatuh cinta pada orang salah, dan itu terasa sangat menakutkan baginya. Sepertinya malah Sun Woo yang merasa gila karena hal ini. Bisakah dia bertahan menghadapi wanita seperti Joo Min Young ini?

“OKE.  Aku akan mengatakan hal ini kepadamu dengan jelas. Aku takkan pernah tertarik kepadamu bahkan jika kau memohon hal itu. Aku takkan menelponmu. Aku tidak akan ingin menemuimu di luar jam kerja. Aku sudah ketakutan mendengar kenyataan bahwa kau menyukaiku. Kau bukanlah tipe wanita idealku. Sama Sekali bukan. Mukamu, tubuh atau kepribadian. Tidak ada. Aku takkan menyentuhmu. Jadi kamu tidak perlu mengkuatirkan tentang diriku, dan hanya pedulikan pekerjaan saja. Kau tidak perlu berhenti bekerja hanya karena aku, Oke?”

Sun Woo mengatakan itu denga tegas, jelas dan tidak berbelit-beli serta dengan nada bicara yang diplomatis dan berkarisma. Tapi reaksi Min Young?

“Itu! Tolong jangan lakukan hal seperti itu!” Apa? berbicara dengan nada penuh karisma dan menawan

“Melakukan apa?”

“Itu terlalu Seksi” Min Young hampir menangis saat mengatakanny. Ommo-ya… Min Young benar-benar tidak tahan pada godaan pesona Park Sun Woo yang super dahsyat, bahkan dia semakin jatuh cinta hanya karena mendengar Sun Woo berbicara panjang lebar?

“Sudah kubilang. Aku ingin kerja di sini” Min Young melanjutkan perasaan tidak masuk akalnya. Sun Woo sudah tidak tahan. Dia menyerah menghadapi Jo Min Young. Setelah terlalu bingung pada pemikiran Min Young, Sun Woo merasa lebih baik dia meninggalkan Min Young di ruangan itu.

Kepala Tim yang sejak tadi mengintip penasaran dengan apa yang terjadi. Sun Woo menghampiri Kepala Tim dan bertanya, “Apa yang salah dengannya?” Kepala Tim malah penasaran, “Apa yang dia katakan?”

“Joo Min Young benar-benar gila. Dia adalah seorang psikopat. Dia sudah benar-benar hilang akal. Dia akan menjadi mimpi terburukku dalam hidupku”

Kepala Tim hanya bengong mendengar pendapat Sun Woo tentang Min Young.

“Bagaimana dia bisa kerja di sini? Siapa yang memilihnya? Ini membuatku gila”

Setelah Sun Woo pergi, Kepala Tim malah penasaran dengan reaksi Joo Min Young, dia mengintip ke ruang rapat, ternyata Min Young sedang sibuk merenung, apa yang sebenarnya sedang dia renungkan?
 
Tahun 2008

Min Young masuk ke ruang ganti tempat Sun Woo bisa mengganti pakaiannya sebelum siaran. Dia mencari Sun Woo untuk memberikan laporan, tapi Min Young malah menemukan Sun Woo yang sedang tertidur di Sofa. Min Young menaruh laporan di atas meja, dan hendak pergi.

Tapi kemudian dia berbalik dan melihat Sun Woo yang sedang tertidur dengan begitu tampannya. Min Young mendekati Sun Woo. Dia menatap kancing kemeja Sun Woo paling atas yang terbuka.

Min Young menjadi penasaran. Min Young kemudian memastikan Sun Woo benar-benar tertidur dengan mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Sun Woo.

Setelah yakin Sun Woo benar-benar tertidur, Min Young mencoba mengintip apa yang ada di balik kemeja itu. Tak lama,,, Mata Sun Woo terbuka. Dia menatap wajah Min Young yang sedang mengintip dadanya.

“Apa yang kau lakukan?” Sun Woo bertanya dengan dingin.

Min Young kaget, dan dengan pelan-pelan dia merapikan kemaja atas Sun Woo sambil berkata, “Aku tidak tahu. Apa yang kulakukan?”

Ponsel Sun Woo berdering. Ini waktunya melarikan diri bagi Min Young, “Tolong jawab teleponmu” Min Young berkata sambil mencoba untuk kabur.

Sun Woo mengabaikan ponselnya dan langsung menangkap Min Young, melemparkannya dan menyandranya di atas Sofa.

Sun Woo: “ Kamu memperlakukanku seperti seorang pemerkosa”
Min Young: “Maafkan aku. Aku takkan melakukan hal itu lagi. Maafkan aku”
Sun Woo: “Diam”

Sun Woo menahan tangan Min Young di atas kepalanya agar tangan itu tak berbuat nakal lagi. Min Young meronta-ronta sambil meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukannya hal seperti itu lagi. Sun Woo tidak mendengarkan dan masih menahan Min Young di atas sofa dengan tubuhnya.

Direktur datang dan melihat apa yang sedang di lakukan Sun Woo dan Min Young, “Apa yang sedang kalian lakukan?” Direktur bertanya penasaran.

Sun Woo langsung berkata, “Direktur! Bisakah anda telpon polisi? Dia benar-benar punya tangan yang usil. Serahkan dia pada polisi”

 Min Young membela diri, “Aku tidak menyentuhmu. Kenapa kau menyentuhku? Lepaskan aku”

“Kaulah yang menyentuhku terlebih dulu. Kau berada dalam masalah. Direktur, tolong Telpon polisi” Sun Woo mengancam Min Young dan sekali lagi meminta tolong pada Direktur.

 Direktur mengabaikan permintaan Sun Woo dan malah berpikir Sun Woo dan Min Young sepertinya sedang asyik bermain-main. Direktur pun meninggalkan mereka berdua.

Sementara Sun Woo semakin erat menahan Min Young di sofa, dia malah hampir mencekiknya. Sementara Min Young terus meronta meminta untuk dilepaskan.

Tahun 2009

Min Young masuk ke dalam van sambil membawa dua gelas kopi, saat para ku CBM lainnya sedang beres-beres, dia  melihat Sun Woo lalu berkata, “Sunbae, apa kau capek? Aku membawakan mu kopi”

Sun Woo menerima kopi itu, tapi kemudian bertanya, “Apa yang kau lakukan disini?”  Min Young jadi bingung, tentu saja dia duduk, bukan kah mereka akan kembali ke kantor?

“Kau tidak boleh duduk di sini. Kita harus tetap menjaga jarak” Sun Woo beralasan, dia pun bertanya pada cameramen yang duduk di depan. Apakah dia bisa tukar tempat dengan Joo Min Young? Kameramen itu menolak dan berkata, dia mengerti kesulitan Sun Woo, memang tidak ada yang mau menjadi teman duduk Min Young.

Mendengar hal itu dan melihat sikap Sun Woo, Min Young jadi cemberut. Sun Woo lalu berkata, “Ini tidak benar. Aku akan menghancurkan hidupnya jika kami berdekatan seperti ini” Min Young makin sebal, Sun Woo masih saja mengungkit hal itu.

Mau tak mau, Min Young dan Sun Woo pun duduk berdampingan di kursi tengah van itu. Di perjalanan, Sun Woo tertidur dan tanpa sengaja kepalanya bersandar ke bahu Min Young.

Awalnya Min Young kaget, namun kemudian dia sengaja memberikan tempat untuk kepala Sun Woo di bahunya. Dia menempatkan kepala Sun Woo senyaman mungkin untuk bersandar di bahu nya.

Lalu Min Young mendapat ide, dia mengeluarkan kamera digital dan berpose macam-macam bersama Sun Woo yang tertidur.

Setelah mengambil beberapa foto, Min Young melihat hasilnya dan tertawa-tawa melihat foto itu. Gerakan Min Young membuat Sun Woo terbangun dan sadar telah tertidur di bahu Min Young.

“Akh,, Mian,, Itu salahku” Sun Woo berkata dengan setengah mengantuk dan merubah posisi nya.

“Tidak apa- apa. Kau bisa bersandar padaku, kau tampak capek” Min Young menawarkan bahunya/

“Aku tidak bisa melakukan hal itu. Aku adalah pria yang menepati janji” Sun Woo beralasa tentang tidak akan mendekati Min Young sesuai permintaannya beberapa tahun lalu.

Min Young menjadi sebal, permintaannya malah menjadi bumeran baginya, “Bisakah kita menghentikan semua ini?”

“Menghentikan apa?”

“Itu sudah sangat lama. Waktu itu aku sangat ketakutan. Aku menarik semua kata-kataku. Aku tahu bahwa kau bukanlah orang  yang jahat” Min Young merasa frustasi karena Sun Woo terus menjauhinya.
“Apa yang kau bicarakan? Kau bilang itu adalah trauma. Kau tidak bisa melupakan trauma semudah itu. Aku menghargai trauma yang kamu miliki. Traumamu adalah penting” Sun Woo merendahkan suaranya untuk mengingatkan trauma yang dibicarakan Min Young.

Lalu Sun Woo pun teringat, “Oh… Apa aku terlalu banyak bicara? Apa aku memunculkan gairah seksualmu? Maafkan aku”

Mendengar hal itu Min Young merasa sangat sebal, sementara Sun Woo yang kini bersandar ke kaca mobil malah tersenyum nakal. Haissshh,,, Sun Woo sengaja menggoda Min Young dengan alasan traumanya, hahaha…

bersambung ke part-2

***

Maaf ya Recaps nya kali ini aku bagi jadi 2 part, karena berasa kepanjangan jika di jadikan satu postingan. Dan aku senang sekali saat membaca Review 2013 Editor Pick nya Dramabeans, karena mereka menobatkan Nine sebagai drama terbaik di Tahun 2013 dan juga memilih Nine sebagai best Directing of The Years, Kim Byung Soo PDnim emang keren.

Super Daebak,,, setelah sebelumnya mereka tidak melanjutkan recaps Nine di Dramabeans, cukup mengejutkan, jika mereka memilih Nine sebagai drama terbaik tahun ini, hmm,, pantesan aja sih Javabeans keliatannya nyesel banget nge-drop ngerecaps Nine dan berhenti nonton pas airing. Setelah ngebut nonton, dia sampe bilang berharap bisa nemu Dupa kayak Sun Woo untuk mengembalikan dia ke masa Nine masih tayang Airing di Korea nya^^ Hmm,, Better late than Never sih ya >.<

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
3 Komentar untuk "[Recaps] Nine Episode 20 part 1"

hua sukaa.. makasih udah bikin recapnya.. udah berlalu tp masi semangat baca recapnya :D

makasih juga masih nyempetin baca ya, padahal dah ketunda lama nih,, aku juga walo udah lama tamatnya masih semangat pas nulis recapsnya

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top