[Sinopsis] Good Doctor Episode 20 part 2 [END]




Perawat Jo berkata pada Kepala perawat jika tong sampah diluar sudah penuh, dia ingin membuang seuatu disini. Ternyata dia ingin membuang tiket spa. Kepala Perawat berkata sayang seklai jika dibuang kenapa tidak diberikan pada orang lain?

Perawat Jo membelinya untuk Kepala Perawat, jadi untuk apa diberikan pada orang lain? Akhirnya Kepala Perawat pun menerimanya. Tapi Perawat Jo bertanya, apakah Kepala Perawat tidak ingin pergi dengannya? Buk,, Perawat Jo mendapatkan pukulan cinta dari Kepala Perawat karena keberaniannya itu. Perawat Jo berkata, Kepala Perawat adalah wanita pertama yang memukul wajahnya seperti itu.


Kepala Perawat meminta maaf dan berkata, mereka bisa pergi bersama dengan yang lain, bukan kah ada dua kamar? Perawat Jo bersemangat, dia mengajak Kepala Perawat untuk menyelinap setelah tiba disana. Kepala Perawat merasa merinding, Menyelinap kemana? kepala Perawat pun kembali memukul Perawat Jo.

Kedua dokter penggosip kembali membicarakan Yoon Seo dan Shi On, mereka berkata mereka merasa tak tahan jika melihat mereka bergandengan tangan. Yoon Seo tampak seperti terapis nya Shi On.

Yoon Seo mendengar hal tersebut dan segera memanggil mereka. Tanpa ba bi bu, Yoon Seo bertanya apakah mereka yang berbicara buruk tentang dirinya dan Shi On? Apa hak mereka berbicara seperti itu? Apakah mereka lebih baik dari Shi On? Apakah mereka pernah mengoperasi seseorang?Apakah mereka bisa mendiagnosis penyakit dengan tepat disaat keadaan darurat, seperti yang Shi On lakukan saat ini?

Apa yang membuat mereka berpikir bahwa mereka lebih baik dari Shi On? Kedua dokter penggosip itu pun minta maaf pada Yoon Seo. Saking kesalnya Yoon Seo menyuruh mereka untuk pergi, sebelum dia benar-benar menghajar mereka. Ternyata sejak tadi Shi On melihat apa yang dilakukan Yoon Seo untuk membelanya.

Yoon Seo kaget, namun dia berkata pada Shi On, agar lain kali Shi On harus bisa mengatakan hal sepertu itu pada mereka denga percaya diri. Shi On tidak perlu takut kepada mereka. Yoon Seo merasa percuma berbicara dengan Shi On yang tak meresponnya, dia pun pergi meninggalkan Shi On.

Shi On berbicara pada Jin Wook, dia mengingatkan seniornya itu tentang apa yang pernah dikatakannya. Bahwa Cinta yang menyakitkan tetap saja cita. Sekarang Shi On mengeri apa yang dimaksud Jin Wook.

“Kupikir cinta adalah penghilang rasa sakit yang sempurna, Tapi ternyata juga menyakitkan”

Jin Wook menyadari kegundahan hati Shi On, dia pun berkata,

“Dari pengalamanku, cinta biasa dan cinta yang menyakitkan adalah dua jenis obat yang berbeda. Cinta biasa adalah penghilang rasa sakit. Tapi cinta yang menyakitkan adalah disinfektan. Awalnya benar-benar menyakitkan. Tapi kemudian bisa menyembuhkan luka dengan baik. Pada akhirnya, cinta yang menyakitkan juga menyembuhkan. Jadi, walau pun  menyakitkan, kertakkan gigimu dan bertahan”

Shi On mencoba mencerna kata-kata Jin Wook. Disinfektan. Kertakan gigi dan bertahan. Shi On merasa dia bisa melakukan hal itu.

Yoon Seo sedang pergi endaki gunung, ada seorang wanita muda yang kakinya terkilir. Yoon Seo melihat keadaannya dan berkata tak ada masalah dengan tulangnya, namun ada sedikit memar.

Yoon Seo kaget, ternyata wanita muda itu, adalah peramal yang pernah meramal kisa cintanya dengan Shi On. Wanita itu  bertanya tentang Shi On. Yoon Seo pun mengatakan jika pria itu adalah dokter residen jadi tidak mendapatkan libur akhir pekan.

Ternyata mereka belum putus ya? Yoon Seo berkata mereka tidak boleh putus karena mereka hanya punya satu jembatan jiwa. Wanita peramal pun jadi merasa bersalah, karena apa yang dikatakannya dulu hanyalah kebohongan, dia mengatakan itu pada setiap pasangan muda untuk berhati-hati. Yoon Seo merasa tertipu, namun dia tidak marah.

Yoon Seo malah merasa lega karena itu hanyalah kebohongan, namun dia penasaran denga roh api dan alkohol yang dikatakan wanita itu. Wanita itu hanya menebak, melihat tempramen Yoon Seo dan bau alkohol dimulutnya. Lalu bagaimana dengan roh hewan pada diri Shi On, melihat pacara Yoon Seo sebaik Shi On, tidak mungkin dia membenci hewan.

Wanita itu meminta maaf, dan berkata bahwa Shi On adalah pria yang hebat. Yoon Seo tersenyum mendengarnya. Dia bangga dengan Shi On, kemudian dia mendapatkan sms, Shi On yang mengirimnya.

“Aku akan kertakkan gigiku dan bertahan”

Yoon Seo tersenyum membacanya. Dia sangat mengerti bahwa Shi On sudah tidak menggalau lagi, dia sudah percaya diri dan akan bertahan bersamanya sekarang ini.

Kim Do Han tampak serius saat dia bersama Chae Kyung di rumahnya. Chae Kyung sampai heran dan bertanya Apakah ada yang dikatakan Kim Do Han?

Dengan dingin Kim Do Han berkata, tidak ada yang ingin dia katakan, tapi ada yang haru dia lakukan. Tanpa basa basi, dia mengeluarkan kotak cincin dan membukanya. Dia memberikan kotak yang terbuka itu pada Chae Kyung. Aigooo,,, ceritanay Kim Do Han melamar Chae Kyung toh…

Chae Kyung merasa terharu, namun dia berkata, “Oppa… Entah itu pengakuan cintamu,... Atau lamaranmu... Kau sangat konsisten”

Kim Do Han mengerti maksud Chae Kyung, betapa dia melakukannya dengan cara yang tidak menarik. Kim Do Han berkata, bahwa dia hanya perlu mengatakan intinya saja. Kim Do Han pun memasangkan cincin itu di jari manis Chae Kyung.

Lalu?

“Ayo kita menikah”

Antara ingin menangis dan tertawa, Chae Kyung berkata, Kim Do Han benar-benar to the point. Kim Do han mengajaknya untuk hidup dengan baik. Melihat reaksi Chae Kyung, Kim Do Han jadi bingung, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya lagi.

Chae Kyung pun memeluk Kim Do Han dan berkata, “Ayo kita menikah. Apa lagi yang kubutuhkan?” Kim Do Han membalas pelukan calon istrinya itu. Meskipun Lamaran Kim Do Han sangat membosankan, tapi Chae Kyung sangat bahagia karena hal itu.

Yoon Seo mendatangi acara reuninya sambil membawa Shi On, Yoon Seo meminta Shi On untuk memberi salam pada teman-teman SMA nya itu. Teman-temannya berkomentar bahwa Shi On cukup tampan, mereka pun mempersilahkan Shi On untuk duduk.

Teman dokternya kaget karena Yoon Seo benar-benar membawa Shi On. Dia meminta Yoon Seo untuk berbicara dengannya di luar. Yoon Seo meninggalkan Park Shi On dan meminta teman-temannya yang lain untuk memperlakukan Shi On dengan baik.

Yoon Seo bertanya mengapa teman dokternya ingin mereka bicara? Yoon Seo sudah bilang bahwa dia akan membawa Shi On. Temannya berkata, dia melarang Yoon Seo membawanya bukan karena dia tidak menyukai Shi On, tapi karena dia memikirkan Yoon Seo. Saat ini memang hanya ada teman terdekat mereka, tapi bagaiman jika semua teman sekelasnya tahu? Biarkan saja mereka tahu. Yoon Seo sama sekali tidak bermaksud menyembunyikan Park Shi On.

Temannya jadi gemas, karena Yoon Seo bersikap seperti itu. Tema dokternya itu malah meminta Yoon Seo untuk mencari alasan agar bisa pergi, agar keadaan tidak menjadi semakin canggung.

Belum selesai mereka berbicara, mereka mendengar suara tawa dari dalam restoran. Ternyata itu suara teman-teman SMA Yoon Seo yang tertawa mendengarkan cerita Shi On, mereka terlihat sangat terhibur mendengar ceritanya.

Yoon Seo dan teman dokternya pun masuk kembali ke dalam restoran. Salah satu teman SMAnya berkomentar, “Dokter Park sangat lucu! Apa di sana masih ada pria lucu lainnya?” Yoon Seo langsung mendekat ke arah Shi On dan meminta temannya untuk berharap saja semampunya. Berapapun perbuatan baik yang mereka lakukan seumur hidupnya, Hal semacam ini takkan datang dengan sendirinya.

Teman SMA Yoon Seo menjadi penasaran, Apa yang disukai Shi On dari Yoon Seo? Dengan suara yang snagat lembut, Shi On pun berkata,

“Dia seperti kado natal. Jika aku tak melihatnya,  aku merindukannya. Dan ketika aku melihatnya,  aku sangat bahagia. Ketika dia di sini atau tak di sini, Dia membuatku sangat bahagia”

Teman-temannya jadi merinding mendengar kata-kata Shi On, mereka menyadari jika Shi On sangat menyukai Yoon Seo dan meraka merasa iri. Yoon Seo  membela Shi On, karena Shi On telah mengatakannya denga baik.

Teman yang lain pun jadi penasaran, “Tapi, kapan kalian pertama kali berciuman?”

Shi On menatap Yoon Seo dengan wajah cemberutnya, kemudian tiba-tiba dia mencium Yoon Seo tanpa peringatan. Membuat Yoon Seo dan teman-teman SMAnya kaget.

Usai acara reuni itu, Yoon Seo berkata pada Shi On, bahwa apa yang dilakukan Shi On sangat memuatnya malu jika kembali ditanya kapan mereka pertama kali berciuman? Apa yag harus dia katakan jika Shi On langsung menciumnya seperti itu?

Shi On kemudian mengingatkan Yoon Seo, “Kau pernah bilang padaku,... Berciuman bisa dilakukan di
mana saja dan kapan saja”

Yoon Seo merasa kata-katanya menjadi boomerang pada dirinya, dia pun membenahi, “Memang benar, tapi setidaknya kau  harus memberiku tanda”

Shi On setuju, lain kali dia akan memberi tanda, “Aku akan mengedipkan mata” Yoon Seo malah merasa geli dan berkata agar Shi On tidak melakukan itu, itu malah lebih aneh lagi.

Yoon Seo pun penasaran apa yang Shi On rasakan saat mereka berciuman?

“Walau singkat,... Rasanya seolah seseorang menaruh  es di belakang leherku”

Dan?

“Dan... Rasanya habis berdiri dengan kedua tangan  untuk waktu yang lama,... Kepalaku terasa pusing”

Lalu apa lagi?

“Dan juga... “ Shi On tidak mau mengatakan lanjutannya, tapi Yoon Seo memaksanya.

“Bibirku terasa... Terasa...”

Shi On alah jadi malu-malu dan tidak ingin mengatakannya. Yoon Seo meminta Shi On menjelaskan lebih rinci bagaimana rasanya? Shi On tidak mau mengatakannya, dia  merasa malu.

Kim Do Han menatap rubik yang pernah diselesaikan Shi On untuknya saat mereka pertama kali bertemu. Kim Do Han teringat pada tantangannya pada Shi On untuk bisa mengunggulinya dalam aspek lain selain operasi. Kim Do Han berpikir ini sudah waktunya untuk memberikan raport kinerja selama dia menjadi dokter residen di bawah bimbingannya.

Tim Pediatri memanggil Direktur Choi untuk membicarakan masalah Park Shi On. Sudah 3 buan dia bergabung dengan tim pediatri. Alasan dia datang ke RS Sung Woon adalah untuk  memverifikasi kualifikasinya sebagai dokter, Dan karena keputusan pembatalan kelulusannya  dari ujian medis nasional. Sekarang mereka sudah memiliki cukup informasi  untuk membuat keputusan.

Awalnya direktur Choi membutuhkan waktu selama 6 bulan, tapi mereka berpikir bahwa sekarang sudah cukup untuk memberika penilaian terhadap Park Shi On. Direktur Choi harap-harap cemas dan meminta mereka untuk mengatakan keputusan mereka.

Han Jin Wook: Tak ada masalah. Dia rekan kerja dan junior yang baik bagi kami semua
Hong Kil Nam:  Aku juga berpikir seperti itu! Dr. Park membuat  suasana selalu menyenangkan
Kim Sung Joon: “Dia seorang senior yang baik,  dia mengajariku banyak hal

Giliran Woo Il Kyu, dia hanya tertunduk. Setelah diminta pendapat, dia kemudian berkata, “Aku hanya merasa bersalah. Aku tak bersikap sebagai senior yang baik untuknya. Jadi aku ingin dia tetap berada di sampingku  agar aku bisa membimbingnya”

dr. Go: “Jika anak ini tak... Maksudku aku akan merasa bosan  jika Dr. Park tak ada di sini”

Yoon Seo: “Kurasa Anda tahu perasaanku walau aku tak mengatakannya”

Semua orang di ruangan itu sangat paham apa yang Yoon Seo maksud. Kim Do Han pun sangat memahaminya, namun dia tak ingin mengomentari hal itu. Kim Do Han memberikan catatan harian kegitana Park Shi On dan grafik evaluasi kinerjanya.

“Sekarang kami serahkan kepada Anda untuk membuat keputusan akhirnya”

 Keputusan pun akhirnya di ambil sesuai hasi verifikasi RS Universitas Sung Won yang kualifikasinya telah divalidasi. Mereka pun membatalkan keputusan diskualifikasi Dr. Park sebagai praktisi medis bersertifikat nasional.

Kim Do Han membantu Park Shi On memasangkan dasi dan berkata, “Kau ingat ketika kukatakan padamu untuk mengungguliku?” Park Shi On mengingatnya. Bagi Kim Do Han, Park Shi On telah berhasil melakukannya, karena dia telah berhasil melakukan semuanya

Upacara pencabutan diskualifikasi sertifikat dokter pada Shi On, dilakukan di ruang pertemuan RS Universitas Sung Won

“Saya Lee Cheol Ho, Direktur Badan Pemeriksa Perizinan Tenaga Medis Nasional (BPPTMN). Tak pernah sebelumnya, seperti hari ini, Dimana saya secara pribadi menyerahkan  sertifikat kualifikasi seseorang. Namun, hari ini adalah hari yang sangat bermakna  hingga saya harus datang secara pribadi.

Dokter Park Shi On telah mengatasi kecacatannya, Dan dengan menunjukkan kualifikasinya untuk  menjadi seorang dokter yang baik,... Dia meruntuhkan prasangka buruk  dalam masyarakat ini,... Dan memberikan harapan bagi  semua penyandang cacat.

Terinspirasi dari hal ini,  kami dari BPPTMN,... Telah merencanakan pengujian untuk  penyandang cacat,... Dan kami akan terus meningkatkan  dan mengembangkannya”

Park Shi On diminta ke depan untuk menerima sertifikatnya. Shi On pun maju dan menerima Sertifikat Kualifikasi dari RS Universitas  Sungwon, di Departemen Bedah Anak. Dengan ini BPPTMN telah mengakui kelulusan ujian kedokteran Park Shi On sebagai Praktisi medis yang sebelumnya sempat di diskualifiaksi karena kecacatannya.

Shi On pun berterima kasih, dan mulai memberikan pidato ucapan terima kasihnya setelah dia menerima sertifikat itu,

“Aku masih sedikit berbeda dari yang lain. Caraku berbicara dan caraku bertindak  juga sedikit berbeda. Itu sebabnya aku berusaha sekuat tenaga  untuk mengatasinya. Namun itu tidak mudah. Semakin berusaha, aku semakin terluka. Itu sebabnya aku berpikir kondisiku  akan terus seperti ini hingga aku mati. Tapi banyak orang baik mengisi perbedaan itu. Itu sebabnya aku berada di sini sekarang. Terima kasih karena sudah mengisi kekuranganku. Terima kasih karena tidak menghindariku. Dan juga,... Terima kasih banyak karena sudah mencintaiku”

Shi On mengucapkan ucapan terima kasih karena telah mencintainya sambil memandang Yoon Seo. Shi On pun memberikan penghormatannya dan semua orang bertepuk tangan untuknya. Mereka merasa sangat bangga pada Shi On, terlebih lagi Yoon Seo.

Usai acara, Yoon Seo mengajak Shi On untuk berbicara berdua dengannya. Yoon Seo sudah tahu sejak awal jika Shi On akan melakukannya dengan baik. Shi On sangat berterima kasih pada Yoon Seo, jika tidak ada dirinya mungkin dia tidak akan berhasil.

Yoon Seo pun berterima kasih pada Shi On, jika dia tidak bertemu dengan Shi On mungkin dia melewatkan banyak hal dalam hidupnya. Mereka saling mengucapkan terima kasihnya dan kemudian, Yoon Seo memeluk Shi On, dan Shi On membalas pelukan wanita yang dicintainya itu.

Shi On berdiri di ruang pantau operasi sambil melihat lurus ke ruang operasi di bawahnya. Dia berdiri disana sambi memainkan pisau bedah mainnya. Kim Do Han datang dan bertanya, apa itu? Bukan kah itu pisau bedah mainan? Shi On membenarkannya dan berkata jika pisau itu dibelikan oleh kakaknya saat kakaknya mengatakan agar Shi On menjadi dokter.

Kim Do Han tersenyum dan berkata, “Itu pasti hadiah yang sangat berharga” Shi On membenarkan. Baginya, pisau bedah adalah benda paling berharga yang membuatnya menjadi dokter.

Apa arti pisau bedah hijau bagi Kim Do Han?

Kim Do Han berpikir, lalu menjawab, “Adikku”

Shi On teringat cerita tentang adik Kim Do Han dari Yoon Seo, dan mengatakan tentang hal itu pada Kim Do Han. Namun dia merasa dia telah melakukan kesalahan dengan mengungkit cerita tentang Adik profesornya itu.

Kim Do Han tidak masalah dengan hal itu. ”Sama seperti pisau bedah ini berharga bagimu, adikku juga berharga bagiku”

Shi On kagum pada Kim Do Han dan berkata bahwa Kim Do Han benar-benar Kakak yag hebat sambil memberikan jempolnya pada Kim Do Han. Apakah Park Shi On selalu melakukan itu bersama Dr. Cha? sambil menunjuk ke arah acungan jempol Shi On. Shi On meringis, mereka berdua sangat menikmati hal itu.

“Shi On-na…” Shi On langsung terpana, itu pertama kalinya Kim Do han memanggilnya dengan nama depannya.

“Bagaimana jika kita menjadi adik kakak saja?” Kim Do Han memberikan penawaran pada Shi On yang merasa sangat kaget. Bagaiamana dia bisa menjadi adik Kim Do Han. Kalau begitu lupakan saja. Shi On tidak ingin membuang kesempatan itu dan segera berkata, “Tidak, hyung”

Kim Do han memberinya peringatan agar dia hanya memanggilnya Hyung jika mereka hanya sedang berdai saja. Awas saja Shi On melakukannya di hadapan orang lain. Shi On mengerti. Dan Kim Do Han dan Park Shi On pun telah resmi saling mengangkat diri sebagai Adik-kakak.

Shi On mendapatkan telepon dari ibunya yang memberi tahu jika ayahnya telah meninggal. Shi On langsung termangu. Dia tak tahu bagaimana perasaannya.

Juga ketika dia pulang ke Tae Bak dan melihat ibunya memeluk foto Ayahnya yang telah tiada dengan busana duka citanya. Sejahat apapun Tuan Park, dia tetaplah suami bagi Ibunya dan juga Ayah dari Shi On. Sepasang ibu dan anak itu tetap merasa kehilangan pria itu. Shi On pun mendekati sang Ibu dan memeluknya, hingga ibunya menangis tersedu di pelukannya.

Satu tahun kemudian

Anak-anak panti sangat bahagia karena dia akhirnya bisa menonton televisi 3 dimensi yang di sumbangkan Shi On untuk mereka. Shi On memenuhi mimpinya untuk membelikan TV pada anak-anak panti.  Shi On tinggal bersama ibunya dan sebelum dia pergi, dia menyempatkan diri dulu memeluk sang Ibu.
       
Di RS, Shi On menjadi senior yang kejam untuk juniornya Park Woong Ki (diperankan Park Ki Woong, hahahaha) Dia memarahinya karena tak ada satu pun hal benar yag dilakukan juniornya itu. Memeriksa pengobatan, panggilan dari UGD,  prosedur, tak ada satu pun yang beres.

Woong Ki meminta maaf, Shi On bertanya apa segalanya akan selesai dengan hanya meminta maaf. Apa dia tak tahu jika nyawa pasiesn bisa berada dalam bahaya karena kesalahannya? Woong Ki beralasan dia sedang banyak tugas, dan itu membuat Shi On semakin marah padanya.

Dokter lain di Tim Pediatri memintanya untuk tidak terlalu keras padanya. Shi On tidak bisa seperti itu. Dia malah menekankan pada Woong Ki, “Jika kau terus seperti ini, Keluar saja! Pulang saja ke rumah!” Dia melakukannya sama persis dengan gaya Kim Do Han saat meneriakinya dulu.

Kim Do Han keluar dari ruangannya dan memberikan pukulan lemah di kepala Park Shi On dengan laporan yang dibawanya. Dia tersenyum saat melihat Shi On, namun langsung memasang wajah dingin saat menatap Woong Ki yang sedang dimarahi Shi On.

Setelah Kim Do Han pergi, dokter lain tertawa melihat situasi ini. Park Shi On kembali memarahi Woong Ki.  “Jika sekali lagi aku melihatmu  bertindak ceroboh lagi... Kau langsung keluar. Paham?”

“Ya, aku akan mengingatnya”

Shi On pun menyuruh Woong Ki untuk pergi ke bangsal. Woong Ki pun segera melesat meninggalkan ruang staf sebelum dia kembali kena semprot dari seniornya itu.

dr. Go datang, dan bertanya mengapa Shi On terus memarahu dokter baru yang masih polos itu? Shi On beralasan dokter baru itu harus fokus, jika tidak dia akan membuat masalah. dr. Go sampai tidak bisa berkata apa-apa setelah mendengar jawaban Shi On. dr. Go menggerutu, “Dia berubah menjadi pria yang kejam”

dr. Go mendekati Woong Ki yang sedang duduk di bangku taman. Saat Woong Ki berniat pergi, dr. Go menyuruhnya tetap di tempat. Dia membagi es potong yang dibawa nya dan potongan kecil diberikan pada Woong Ki, tapi dengan tidak tahu malu, Woong Ki malah meminta potongan yang lebih besar. dr. Go bingung, namun dia tetap memberikannya juga.

In Hae akhirnya boleh pulang juga setelah satu tahun beristirahat di RS setelah operasi transplantasi yang membuatnya sempat tak sadarkan diri. In Hae memang sudah sangat bosan berada di RS , tetapi dia akan merindukan para dokter dan perawat di bangsal anak.

In Hae sangat berterima kasih pada semua dokter dan perawat, karena mereka telah merawatnya dengan sangat baik. Secara Khusus dia pun berterima kasih pada Shi On yang mengingatkannya untuk tidak boleh sembarangan keluar sementara waktu. In Hae mengerti da mengeluhkan karena akhir-akhir ini Shi On sangat ketat.

Kepala Perawat mulai menangis karena merasa terharu. Yoon Seo memberikan pelukan pada In Hae sebagai salam perpisahan. In Hae pun mengucapkan terima kasihnya pada Kepala perawat.

Perawat Jo nyeletuk, jika orang yang paling bahagia haru ini adalah dr. Han, bukan begitu In Young-ssi? Jin Wook pun merangkul In Young,,, ciee,,, Jin Wook dan In Young jadian juga nih >.<

In Hae mengatakan agar Shi On dan Yoon Seo jangan bertengkar dan harus selalu rukun. Dialah yang membuat mereka menjadi pasangan. Yoon Seo langsung memegang lengan Shi On dan berkata, “Baiklah” sambil tersenyum malu-malu.

Shi On menatap In Hae dengan lembut dan berkata “Aku akan menghubungimu  jika aku ada masalah” In Hae menolak, “Tidak, sekarang Dokter harus  menyelesaikannya sendiri” Semua orang tertawa mendnegar penolakan In Hae.

Waktunya In Hae pergi, mereka pun melepas kepulangan In Hae dengan senyum kegembiraan.

Shi On dan Kim Do Han baru saja keluar dari ruang operasi, Shi On berkata pada Kim Do Han bahwa dr. Cha menyuruhnya untuk menjadi dokter yang baik. Lalu?

“Profesor, apa arti dokter yang baik bagimu?”

“Dokter yang baik? Setiap dokter yang mempertanyakan  dokter seperti apa dia adalah dokter yang baik”

Begitulah jawaban Kim Do Han pada Shi On.

Shi On kemudian bernarasi, “Setelah memikirkannya, kurasa itu benar. Mempertanyakan apa dia adalah dokter yang baik atau tidak... Itulah dokter yang baik. Mereka juga adalah orang yang baik. Namun, untuk menjadi orang yang baik,... Aku menyadari bahwa seseorang harus  memiliki banyak luka. Untuk memahami rasa sakit orang lain, seseorang harus memahami rasa sakitnya sendiri. Itu sebabnya aku akan merasakan sakit setiap hari. Walau begitu, kurasa aku akan baik saja. Aku akan berada di antara orang lain. Dan aku menerima cinta dari seseorang”

_T.A.M.A.T_

***

Akhirnya selesai juga >.< thanks to mba dee yang memberiku kesempatan untuk menuliskan sinopsis Good Doctor. Jika bukan diajak mba dee untuk joinan menulis sinopsisnya mungkin aku bahkan tidak akan menyelesaikan menonton drama ini.

Aku pernah bilang jika teman-teman ku banyak yang menyerah menonton Good Doctor karena alurnya terasa hambar menurur mereka. Kebanyakan dari mereka adalah para pecinta drama medis yang menyukai ketegangan dan tantangan  seperti yang terjadi di drama Surgeon Bong Dal Hee, Brain, New Heart, dan Golden Time. Aku… sebenarnya menjadi salah satu diantara mereka. Aku adalah pecinta ketegangan.

Karena itulah saat menonton Good Doctor awalnya terasa sekali hambarnya. Kasus-kasusnya terbilang sederhana, dan saat para dokter melakukan operasi, aku sama sekali tidak terbawa emosi greget karena merasa, pasti semuanya akan berjalan dengan baik dan lancar seperti sebelum-sebelumnya.

Namun,, lambat laun aku menemukan pesona drama ini. Good Doctor bukan sembarang drama medis, tapi pesan kemanusiaan di tanamkan di dalamnya. Perubahan karakter Park Shi On, menjadi dokter yang Immature menjadi pribadi yang sedikit demi sedikit menjadi dewasa, tumbuh dengan rasa cinta dan lukanya, menjadi begitu menarik untuk diikuti.

Dan tentu saja, Urri Kim Do Han,, hahaha,,, menjelang episode ending, dia tidak berhenti membuat ku tersenyum-senyum gaje, kelakuannya benar-benar konsisten. Seperti yang dikatakan Chae Kyung.

Satu hal lagi yang menjadi daya tarik di drama ini, dialog-dialognya yang menyentuh. Beberapa filosofi yang diucapkan para tokohnya menjadi terasa begitu berarti karena dikemas dengan sangat manis. Salah satu kalimat favorite ku di drama ini, adalah yang diucapkan Jin Wook pada Shi On,

“Cinta biasa adalah penghilang rasa sakit. Tapi cinta yang menyakitkan adalah disinfektan. Awalnya benar-benar menyakitkan. Tapi kemudian bisa menyembuhkan luka dengan baik. Pada akhirnya, cinta yang menyakitkan juga menyembuhkan”

Tak lupa,,, terima kasih untuk para reader yang telah dengan setia menantikan sinopsis Good Doctor ini^^


41 Komentar untuk "[Sinopsis] Good Doctor Episode 20 part 2 [END]"

makasih mba udah diselesain sinopsisnya,mba jg konsisten udah nyelesain sinopsis good docter^^

hamsahamnida oenni ( wakwaw kayaknya tulisanku salah hehe )
terima kasih karena telah berusaha untuk menyelesaikan sinopsis good doctor ini..
tetaplah bersemangat untuk menelurkan sinopsis-sinopsis lainnya .. FIGHTING ^^

akhirnya Kimura Shunji muncul juga wkwkwkwk...
rasanya ini drama reingkarnasi gaksital,
le kang to merasakan bagaimana kehidupan kang san,,
kimura taro membayar kesalahannya pada shi on
dan ada shunji di akhir, gantian di marahin shi on....hahahahaaaaaaa

Mkzih yah mba..dah mw nyelesein GD in..!
:D
tpi aku mzih pnzran,zma resepsi p'nikahannya KDH zma CK,truz aku mw SO pu'y kisah wlau cman 1 zma ayah'y,,zprti yg di ktakan SO di part 1..!

terima kasih untuk sinopsisnya,
karena aku salah satu fans good doctor jd sinopsisnya sangat aku tunggu,
jujur aku gak begitu suka drama medis yang tegang karena lebih suka drama romance...hehehe
tapi sedikit kecewa kiss nya cuma dua kali,,,yg satu aj cuma khayalan(walaupun shotingnya beneran sih...)
Yang penting banyak pelajaran yg bisa diambil dari drama ini....

makasih mbak irfa mbak dee duet sinopsisnya :)

makasih yah mbak untuk sinopsis nya ... aku sangat suka drama ini ,,, >.< kerennn , pokoknya kita bisa ambil pelajaran di drama ini ,,, mbak kutunggu sinopsis drama korea selanjutnya ...
FIGHTINGGGGG ...

by khilda ... ^^

g terasa udah ending..... rasanya hemmm..... seruuuu bgt. terimakasih ya kak atas sinopnya........ semangat untuk sinop berikutnya. by. neysuma

akhirnya selesai jugaa :D ahhh jd pengen nonton dramanya langsung ^^

Gomawo mb irfa, akhirnya happy ending jg walaupun agak kecewa dengan kisah percintaan shi on - yoon seo. Setuju kata mb irfa, seneng dg dohan yg bnyk tersenyum apalagi saat bilang sama shi on " bgm klo kita jd adek kakak saja" waaaa terharuuu #plokplokplok buat do han...akting joo won bner2 daebakkkk...oiya sneng bnget liat shion wktu ditanya yoonseo apa yg dirasa shion stelah mencium yoonseo, ngakak habis deh pokoknya ekspresi jw itu lhooo dapeeet bnget, mkin cinta deh ama joo won...
Ups hampir lupa, gomawo jg buat mb dee, ditunggu projeck kalian selanjutnya dan ditunggu projek joo won selanjutnya setelah gosh...
Maaf mb kepanjangan.... hehee
^^ Niesya Won2
~Love Joo Won~

Happy ending.. akhirya selesai jga...
Klo boleh tanya kira" ada refrensi toko yg jual dvd drama korea yg bagus....g coz q lg cari drama three sisres




makasi ya mbak irfa, buat sinopsisnya, keren banget................
menurutku good doctor ini drama paling bangus dan layak untuk ditonton, semoga bisa tayang di indonesia ya, biar jadi inspirasi semua dokter untuk menjadi dokter yang baik :)

akhirnya kelar juga sinopsisnya.....terimakasih atas kesetiaannya menulis karena aku jg setia menunggu membacanya hehehe...ditunggu sinops yg lainnya ya..terima kasih.

Thank you, irfaa... kalau gak ada irfa, mungkin good doctor ga akan selesai. jangan kapok ya, fa..

tengkyu mbak, eh mbak yg sinop Suspicious Housekeeper diambil alih aj mbak, dr pd brenti ga ad yg lanjutin, bagus hlo critanya, ak nggu2in terus,
semangat mbak... :)

Gomawo eonni irfa..ending Чğ mengesankan..

Gomawo irfa noona n dee noona,,, akhirnya sinopsisnya selesai jg,, n happy ending,, aku jg mau puna hyung seperti dr doo han ^^

Thank you sinopsisnya ya....semoga sukses selalu
By . Rere

Terimakasih mba irfa. Dan mba dee. GD ini banyak hikmah yg bisa didapet... Keren
-dewi-

Akhirnya drama ini selesai juga, saya agak kaget pas liat ini eps terakhir, nggak kerasa udah sampe eps 20, seneng liat jin wook jadian sama in young. Awalnya kirain do han bakal sama yoon seo ternyata nggak, thx ya mbak irfa n mbak dee =) =D =]

Terima kasih mbak irfa Ɓυ̲̣ɑ̤̈̊τ̩ sinopsisnya..buat mbak dee juga...ditunggu sinopsis yang lainnya...

aling yanti

makasih mba sinopsisnya, d tunggu sinopsis drama yg lain ya... :)

trimakasih ya mbak...akhirnya bisa membaca sinopsisnya sampe selesai berkat kerja kerasa mbak dan mbak dee..sukses selalu ya..

tengkyu oenni, good doctor penuh inspirasi.................good job for yours.

Akh.. snangx tamat juga bca nich snopsis....

Mnurut sy sih emng bnar klo smakin lma shi on smakin menjd dewasa... n sprti yg prnah d blng dr. Choi klo shi on gk pernah lulus dr tes bertkta bohong, tpi dng dax rsa cnta shi on mlah mulai bljr bohong(trnyata bhong jg da baekx^0^), yg artix shi on lulus jd orng normal, yg bsa ngatsi autisnya....

Gomawo mba irfa, duet maut deh ama mba dee. udah nyelesaiin drama good doctor. Aku blum smpat nonton dramanya, untungx ada kalian jd aku bs ttp tau ceritanya dgn baik. Soalnya aku ngefans bgt ama moon chae won sejak dramanya yg my fair lady brg jung ill woo trus joo woon dr dramax yg bread, love, & dream...

Moga bs tetap lanjut kerjasamanya buat project2 drama lainnya ya mba... ditunggu slalu......

makasih ya,q tunggu project2 drama slnjutnya :)

akhirnya selesai juga baca sinopsis drama ini..
terimakasih ya mbak sudah membuat sinopsis good doctor

akhirnya mba irfa bisa menyelesaikan sinopsis nya, mood nya pasti sedg baik, hahahaha

trima kasih mba irfa..

-Ayu-

terima kasih ..... tuk smua ... ditunggu sinopsis yg lain lagi ya ...

seruuu deh.......

Ceritanya bagus,,,,,

suka akhir yg happy end

aku comment nya disini ya.. :D

huaaa... horeee...
semuanya happy ending... ;)
yg bikin tegang itu keadaan in hye.. aduh sedih bgt gk mau dy mninggal.. :(
dan syukurnya nggk.. :) huehehe

daebakk.. keren..
gk mudahkan bikin sinopsis tuh... :D haha
keren.. ;)

Perhatian shi on, akhirnya mendetakkan jantung yoon seo, realny cocok liat joon hon & moon chae

thanks utk memuat sinopsis yg luar biasa in, banyak pelajaran yg bisa dipetik dr sinopsis in,

Di malaysia baru aja ditayangkan cerita good doctor ni. Tapi saya berpuas hati sudah tamat membaca sinopsisnya sehingga selesai walaupun ada perkataannya yang kurang saya fahami.

Semoga good doctor ada season 2, karena park shi on dan yoon seo endingnya belum nikah , yoon seo belum mengenalkan park shi on ke ibunya yoon seo dan ibu yoon seo belum tau setuju atau tidak tentang hubungan yoon seo dengan park shi on karena sebelumnya ibu yoon seo mengenalkan (dijodohkan) yoon seo dengan seorang jaksa.. berharap ada good doctor lagi.. hehe

1 harian baca sinopsis ni dari awal ampe akhir. Puas bgt dg crita ni :) bwt admin gumawo....

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top