[Recaps] Nine Episode 17

24 April 1993, Jam 11 Siang.

Hari pernikahan Park Jung Woo dan Kim Yoo Jin. Jung Woo berjalan dengan wajah lesu, dia terlihat tidak bahagia di hari pernikahannya. Jung Woo bertemu dengan Young Hoon yang baru datang, Young Hoon memberinya selamat atas pernikahannya.

Young Hoon masuk ke dalam gereja dan celingukan mencari Sun Woo, tapi dia tak menemukannya. Shi Ah datang dan menyapa Young Hoon yang baru pertama kali di temuinya. Tapi Young Hoon tahu jika dia adalah Shi Ah (Aihh,, jadi Young Hoon juga pernah ketemu Min Young pas dia kecil dong yah? hehehe) Young Hoon bertanya dimana Sun Woo? Shi Ah bilang dia tidak tahu. Young Hoon merasa aneh dan mengeluh mengapa Sun Woo menyuruhnya cepat-cepat datang?



Jung Woo menemui Kim Yoo Jin yang sedang berfoto bersama teman-temannya di ruang tunggu. Jung Woo bertanya apakah Kim Yoo Jin menemukan Pasportnya? Kim Yoo Jin menunjukkannya, dia menemukannya, ternyata Shi Ah meninggalkannya di dalam tas. Ah,,, padahal Jung Woo sudah menyuruh Sun Woo untuk mencarinya di Toko. Kim Yoo Jin terlihat merasa bersalah, Jung Woo bilang Sun Woo akan segera kembali saat dia tak menemukannya.

Sebelum Jung Woo pergi, teman Kim Yoo Jin bertanya, apakah calon istrinya itu cantik atau tidak? Jung Woo jadi sedikit linglung dan berkata, iya… dia cantik. Kim Yoo Jin madi tersipu mendengarnya. Lalu Jung Woo pun pergi dari sana. Teman Kim Yoo Jin berkomentar, sepertinya Jung Woo malu, tapi,,, dia terlihat sedih, dia seperti sedang mencemaskan sesuatu. Dia pun terlihat lebih kurus dibanding terakhir kali mereka melihatnya. Kim Yoo Jin sedikit tidak senang mendengar hal itu.

Di luar Jung Woo bertemu dengan Ahjumma yang membawa Ibunya. Ahjuma bertanya bukankah Nyonya sangat cantik. Jung Woo membenarkan, tapi dia menatap ibunya dingin. Jung Woo sepertinya masih sangat membenci ibunya. Mungkin Jung Woo merasa apa yang terjadi dalam hidupnya kini adalah karena sang ibu. Ahjuma membawa Ibunya masuk ke dalam gereja.

Jung Woo kemudian bertemu dengan pendeta yang akan menikahkannya. Dia bertanya tentang Sun Woo. Jung Woo bilang Sun Woo sedang dia suruh ke toko kaset, sepertinya akan agak lama, karena dia baru pergi. Memangnya kenapa? Pendeta itu berkata bahwa ada yang mencarinya di telepon, katanya dari sekolahnya. Pendeta pun pamit untuk mengatakan pada si penelpon dimana Sun Woo berada.

Ternya Park Chang Min yang menelpon pendeta menanyakan keberadaan Sun Woo. Pendeta memberi tahu bahwa Sun Woo pergi ke Toko kaset Kim Yoo Jin, dia pun memberikan alamat toko tersebut pada Park Chan Min.

Di Toko kaset, Sun Woo mencari passport Shi Ah di semua lemari dan laci yang ada di kamar Kim Yoo Jin dan Shi Ah. Tapi dia sama sekali tak menemukannya. Setelah memastikan tidak ada disemua tempat, Sun Woo memutuskan untuk pergi dari Toko. Dia mengambil payung dan mengunci Toko Kaset milik kakak iparnya itu.

Saat perjalanan menuju Gereja, sebuah mobil berhenti di dekatnya. Sun Woo ikut berhenti dan menoleh. Park Chang Min membuka kaca jendela mobilnya dan bertanya padanya, Apakah dia adalah Park Sun Woo dari SMA Myungjin? Sun Woo membenarkan dan bertanya siapa Park Chang Min. Bukannya menjawab Park Chan Min malah berkata, bahwa akhirnya dia menemukan Sun Woo juga.

Park Chang Min keluar dari mobilnya. Dia menatap Sun Woo dan mengeluarkan sebuah pisau dari saku celananya. Sun Woo kaget, dan saat Park Chang Min menebaskan pisau itu padanya, dengan refleks dia menahan pisau itu dengan tangannya.

24 April 2013, Jam 11 lewat 11

Sun Woo sedang menanyakan kemana dirinya pergi di hari pernikahan Jung Woo pada Young Hoon. Saat dia berhenti di lampu merah Sun Woo dikagetkan dengan munculnya bekas luka di tangan kanannya dan memanjang hingga lengannya. Sun Woo menjawab panggilan Young Hoon yang tadi dia abaikan, Sun Woo berkata,

“Aku akan segera mati, Tapi aku tidak tahu dimana aku akan mati” Young Hoon jadi cemas mendengarnya. Sun Woo merasakan sakit di dadanya dan menjatuhkan ponselnya. Young Hoon memanggil-manggilnya semakin panik. Sun Woo membuka kancing kemejanya dan menemukan bekas luka di dadanya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Di Tahun 1993, Park Chang Min sedang memburu Sun Woo remaja dengan pisaunya, Sun Woo berusaha menghindar, namun Park Chang Min berhasil mendesaknya ke pagar tembok dan menusuk dadanya. Sun Woo bertahan dengan payungnya agar tusukannya tak terlalu parah, dia dan Park Chang Min adu kekuatan. Hingga akhirnya Sun Woo berhasil mendorongkan payungnya pada Park Chang Min, dan membuatnya oleng, sehingga dia punya kesempatan untuk melarikan diri.

Park Chang Min tidak tinggal diam, dia segera menepiskan payung itu dan mengejar Sun Woo yang berlari menuju toko kaset dengan tangan dan dada yang berlumuran darah. Sun Woo mencoba membuka pintu toko yang terkunci, seperti biasa, saat keadaan genting maka kunci sebenarnya akan sulit ditemukan.

Sementara itu Park Chan Min sudah menemukan Sun Woo dan menatapnya dengan hawa pembunuh yang kuat. Sun Woo akhirnya berhasil membuka pintu dan menjatuhkan kuncinya. Dia segera menendang kunci itu menjauh dan masuk ke dalam toko. Park Chang Min menahan Sun Woo untuk menutup pintu, tapi Sun Woo berhasil menutup pintu toko bahkan menguncinya dari dalam. Park Chang Min menjadi kesal, tatapannya penuh dengan Aura pembunuh.

Di tahun 2013, Sun Woo menatap luka di dadanya, Young Hoon berteriak-teriak meminta Sun Woo menjawabnya. Sun Woo menjawab telepon Young Hoon dan berkata bahwa sepertinya dia ditusuk di beberapa tempat, tapi dia masih selamat. Mungkin dirinya bersembunyi di suatu tempat.

Mobil Sun Woo yang sejak tadi tidak maju tentu saja mengacaukan lalu lintas, tapi Sun Woo tidak mempedulikannya. Namun saat melihat ada mobil yang sedang mengejarnya, dia berkata pada Young Hoon dia harus pergi sekarang. Sun Woo pun segera menjalankan mobilnya untuk menghindari kejaran anak buah Choi Jin Chul.

Young Hoon jadi frustasi mendengar Sun Woo menutup teleponnya begitu saja. Min Young datang dan bertanya apa yang terjadi. Young Hoon bingung bagaimana mengatakannya. Min Young hampir menangis, “Jika sesuatu terjadi, aku tidak tahu apa aku akan dapat bertahan atau tidak”

Young Hoon akhirnya berkata jika Sun Woo sedang mencari Dupa terakhir dan dia menemukannya. Min Young bingung, bukan kah Sun Woo bilang dia meghilangkannya? Sekarang dia sudah menemukannya lagi, tapi ada sedikit masalah. Min Young tidak tahu harus bagaimana, masalah ini menjadi sangat rumit.

Sun Woo menjalankan mobilnya dengan sangat cepat untuk menghindari kejaran anak buah Choi Jin Chul. Sun Woo akhirnya berhasil mengecoh anak buah Choi Jin Chul dan meloloskan diri dari mereka.

Bum Suk menelpon direktur Oh dan mengatakan Park Sun Woo menemui Choi Jin Chul bahkan memukul Sekretarisnya. Banyak wartawan yang mengambil gambarnya, dia yakin sebentar lagi akan muncul beritanya. Bum Suk cemas karena keadaan menjadi kacau.

Direktur tidak bisa mempercayainya, dia sedang berada di pemakaman saat ini, dan Park Sun Woo ada disini. Tapi Bum Suk tidak berbohong, Direktur melihat Min Young sendirian menyambut para tamu, dia akhirnya sadar jika Bum Suk memang benar. Dia memutuskan hubungan teleponnya dengan Bum Suk dan berniat menelpon Sun Woo. Tapi Sun Woo sudah lebih dulu menelponnya.

Direktur bertanya apa yang Sun Woo lakukan mengapa dia pergi menemui Choi Jin Chul? Sun Woo tidak menjawab dan memotong omelan Direktur. “Direktur, aku membutuhkan bantuanmu” Direktur kaget mendengarnya. Sun Woo berkata, dia akan bilang jika benar-benar membutuhkan bantuannya, dan saat ini dia sangat membutuhkan bantuan Direktur. Sun Woo mengatakan bantuan apa yang dibutuhkannya, Direktur tampak terkejut mendengarnya.

Sun Woo berhenti di suatu tempat. Dia mengeluarkan dupa dari tempatnya. Sun Woo memantapkan hati untuk kembali ke masa lalu, dia harus menyelamatkan Sun Woo remaja yang sedang dalam bahaya. Sun Woo mengatur stopwatch di jam tangannya dengan waktu 25 menit. Sebelum pergi dia menatap ponselnya, dia harus menelpon seseorang.

Min Young lemas mendengar cerita Young Hoon. Berhubung tidak ada tamu yang harus disambut, Min Young jadi melamun dikursi. Kim Yoo Jin datang dan bertanya mengapa Min Young sendirian. Min Young berkata ibunya lebih baik istirahat. Kemudian Min Young mendengar ponselnya berdering. Dia jadi panik dan mengambilnya dalam tas. Min Young langsung gemetar saat tahu Sun Woo yang menelponnya. (Hiks,,, nama Sun Woo di ponselnya Min Young adalah Samchoon).

Min Young menjauh dari ibunya untuk mengangkat telepon itu. Min Young langsung bertanya, “Kau dimana?” Sun Woo menjawab dia akan menggunakan dupa terakhir, tapi sebelum menggunakannya dia ingin mengatakan sesuatu pada Min Young. Hidup Sun Woo saat ini sedang dalam bahaya dia harus kembali ke masa lalu untuk menyelamatkannya. Tapi ada yang ingin Sun Woo lakukan saat dia kembali ke masa lalu. Min Young cemas dan gemetar menunggu apa yang ingin Sun Woo lakukan.

“Mengagalkan penikahan Kakakku. Pernikahannya 30 menit lagi, dan semuanya tidak akan kembali seperti semula setelah pernikahan itu. Ini kesempatan terakhir untuk mengubah segalanya. Dari Awal, salahku yang mengubahnya, awalnya aku pikir ini yang terbaik. Tapi setelah aku perhatikan, semuanya malah menjadi ketidakberuntungan. Hyung tetep mati, Kakak Ipar menjadi janda lagi,, dan Kita….”

Sun Woo tidak sanggup mengatakan apa yang terjadi pada mereka berdua. Min Young semakin gemetaran mendengar kata-kata Sun Woo. Dia maengerti sekali maksud Sun Woo, dan merasa sangat ketakutan karena hal ini.

“Diantara Kita, tidak ada satupun yang bahagia. Aku tidak bisa lagi hidup di kehidupan ini. Bagaimana dengan mu?” Min Young tidak bisa menjawab. Min Young benar-benar bingung harus berkata apa. Dia menatap Ibunya, juga foto Ayahnya.

Sun Woo kembai bertanya, “Kau tahu apa maksudku kan? Aku ingin kau kembali menjadi Joo Min Young. Aku tidak tahu bagaimana hasilnya nanti. Sudah aku bilangkan, jika Dupa ini selalu mengejekku. Tapi aku merasa harus tetap mencobanya, selama masih ada harapan” Min Young masih diam saja, dia bingung sekaligus takut. Apakah dengan membatalkan pernikahan orang tuanya semuanya akan menjadi baik-baik saja?

Sun Woo bertanya lagi, “Kau setuju kan? Aku ingin kau setuju” Sun Woo tetap menunggu jawaban Min Young yang masih ragu. Sun Woo tidak menutup teleponnya dia tetap menunggu persetujuan Min Young meskipun dia memaksa Min Young menyetujuinya.

Dengan suara yang gemetar dan menahan Tangis, akhirnya Min Young berkata, “Ya” Sun Woo langsung berkata, “Tunggulah”  Sun Woo langsung menutup telepon. Min Young masih gemetar dan kembali melihat Ibunya dan foto Ayahnya, mungkin setelah 30 menit Park Jung Woo tidak akan lagi menjadi Ayahnya. Semoga benar inilah yang terbaik.

Sun Woo mulai menyalakan dupa di dalam mobilnya. Dan seperti biasa, dia langsung menghilang dan kembali ke masa lalu.

Choi Jin Chul cemas menunggu kabar tentang Park Sun Woo. Sekre Kim datang dan melapor orang suruhan mereka kehilangan Sun Woo. Dia seperti akan kembali ke pemakaman, tapi dia berbelok dan menghilang. Mereka sedang mencarinya, Sekre Kim meminta Choi Jin Chul untuk tenang. Sekre Kim keluar ruangan karena mendapat telepon. Choi Jin Chul menggeram, “Aku menyuruhnya untuk segera menghabisinya, apa yang membuatnya begitu lama”

Di tahun 1993, Park Chang Min masih memburu Sun Woo remaja dengan berusaha membuka pintu toko kaset yang terkunci. Sun Woo ketakutan, dia melihat ada telepon di toko da mencoba menelpon, tapi…. Telepon itu mati.

Di luar Park Chang Min tertawa mengejeknya, dan tetap berusaha membuka pintu. Sun Woo merasa putus asa,, dia tidak tahu lagi harus berbuat apa. Jika Orang diluar bisa membuka pintu Toko, maka habislah sudah riwayatnya.

Di kantornya Choi Jin Chul sedang menandatangani beberapa arsip. Suster Jung datang ke ruangannya dan bertanya apakah Direkturnya itu tidak akan pergi ke pernikahan Dokter Park Jung Woo? Choi Jin Chul berkata dia akan pergi setelah menyelaesaikan beberapa dokumen. Suster Jung mengerti dan pergi duluan.

Menjelang jam 12, Choi Jin Chul akhirnya menyelesiakan dokumen-dokumennya. Dia bersiap-siap untuk pergi, namun seseorang membuka pintu kantornya. Dia adalah Sun Woo yang datang dari masa depan. Sun Woo datang sambil membawa pemukul kasti. Choi Jin Chul kaget melihatnya, di tahun 2013 Choi Jin Chul pun megingat Sun Woo yang menemuinya di masa lalu.

Saat Sun Woo akan memukul dirinya di tahun 1993 dengan tongkat kasti, Choi Jin Chul berteriak kencang, dia pikir mungkin hidupanya berakhir sampai disitu. Sekre Kim datang dan bertanya apa yang terjadi. Choi Jin Chul sadar dirinya belum mati, dia menyuruh Sekre Kim menyiapkan mobil. Dia kini tahu Park Sun Woo ada dimana.

Choi Jin Chul bahkan tidak peduli saat banyak wartawan diluar yang akan mencurigainya jika dia keluar dari RS sekarang dengan kondisi baik-baik saja. Tujuannya saat ini adalah menemukan dimana Sun Woo membakar dupanya dan mematikannya.

Di Tahun 1993, Sun Woo membangunkan Choi Jin Chul yang sudah dia ikat di kursi. Dia mencari buku telepon dan mencari nama Park Chang Min. Sun Woo segera menghubungi nomor itu dan menanyakan keberadaan Park Sun Woo adiknya Park Jung Woo. Telepon tersambung ke Park Chang Min, tapi tidak ada yang mengangkat.

Park Chang Min saat itu sedang ke bawah mencari senjata di mobilnya agar dia bisa membuka Toko Kaset tempat Sun Woo bersembunyi. Setelah dia mengambil palu dia mendengar dering telepon, dia pun mengangkatnya dan berbicara. Choi Jin Chul bertanya tentang Sun Woo, Chang Min melaporkan dia sudah menusuknya beberapa kali tapi sekarang dia sedang bersembunyi.

Choi Jin Chul bingung mengapa Chang Min menusuk Sun Woo remaja. Sun Woo menyuruh Choi Jin Chul untuk menanyakan dimana keberadaannya, Park Chang Min berkata jika Sun Woo remaja sedang bersembunyi di toko kaset milik perempuan yang akan dinikahi Park Jung Woo. Park Chang Min berkata setelah dia menyelesaikan Sun Woo remaja, dia akan menelpon Choi Jin Chul.

Sun Woo kemudian teringat pada permintaan kakaknya untuk mencarikan passport Shi Ah yang sepertinya tertinggal di Toko. Jung Woo memberikan kunci toko itu dan berkata jika mereka akan segera pergi ke Amerika setelah pernikahan, jadi dia minta tolong Sun Woo untuk mencarikan passport Shi Ah.

(Hmmm,,, aku tidak yakin ini ingatan Sun Woo, aku rasa ini hanya visualisasi untuk memberitahu penonton bantuan apa yang diminta Jung Woo pada Sun Woo. Ingat… Sun Woo sama sekali tidak bisa mengingat masa lalunya setelah Sun Woo muda menyelamatkannya dari Tumor Otak).

Choi Jin Chul bertanya pada Sun Woo, “Siapa kau sebenarnya? Mengapa ka terus ikut campur?” Sun Woo tidak ingin memberitahu, Choi Jin Chul akan tahu setelah 20 tahun. Choi Jin Chul ingin berbicara dengan Sun Woo, dia menawarkan uang agar Sun Woo menutup mulutnya. Sun Woo jadi kesal dan bersiap memukul kepala Choi Jin Chul dengan tongkat kasti nya. Di Tahun 2013, Choi Jin Chul yang sedang ada di dalam mobil berteriak ketakutan. Tapi Sun Woo mengentikan Ayunan tongkatnya tepat di depan wajah Choi Jin Chul.

Sun Woo berkata, “Bagaimanapun kau akan mengingatnya, jadi biar ku katakan padamu sekarang, Direktur Choi. Kupikir aku harus membunuhmu dengan cara yang rapi.  Tapi kupikir akan lebih menyakitkan untukmu kehilangan 20 tahun kejayaanmu. Itu akan seperti neraka. Aku tahu itu dari pengalaman ini. Hidup tapi tidak hidup.”

Mendengar perkataan Sun Woo, baik Choi Jin Chul 1993 dan Choi Ji Chul 2013 sama-sama ketakutan. Sekre Kim bertanya apakah Atasannya itu baik-baik saja? Choi Jin Chul hanya berteriak agar lebih cepat untuk menjalankan mobil. Dia harus segera menemukan Park Sun Woo dan mencegahnya menyelamatkan Sun Woo remaja yang sedang diburu Park Chang Min.

Park Chang Min kembali ke Toko kaset sambil membawa palu. Dia menemukan kuncinya. Sun Woo yang cemas mencoba melongok ke arah pintu untuk mengecek keadaan, tapi dia dikagetkan dengan kemunculan tiba-tiba Park Chang Min. Saking kagetnya Sun Woo sempat terjatuh, dia semakin ketakutan saat Park Chang Min menunkan kunci toko kaset itu.

Park Chang Min berhasil membuka pintu yang terkunci. Sun Woo mencegah Park Chang Min masuk, namun dia gagal. Sun Woo menghindar dari Park Chang Min. Sun Woo tidak mengerti mengapa Park Chang Min melakukan ini padanya, bahkan dia tak punya uang.

Sun Woo berlari sejauh yang dia bisa, tapi Park Chang Min berkali-kali mengibaskan pisau padanya juga memukulkan palu padanya. Sun Woo terus menghindar dan melemparkan apapun yang ada di hadapannya. Kain penutup barang, kaset-kaset, dan semuanya, tapi itu tak menghentikan Park Chang Min memburunya.

Sun Woo akhirnya terdesak di salah satu rak kaset. Park Chang Min bersiap memukulkan palunya. Sun Woo sudah sangat ketakutan dia hanya bisa menutupi wajah dan kepalanya saat Park Chang Min mengayunkan palu padanya. Namun bagai mukjizat, Park Chang Min ambruk begitu saja, ada seseorang yang memukulnya dari belakang dengan tongkat kasti dan membuatnya tak sadarkan diri.

Orang yang memukul Park Chang Min, tentu saja Sun Woo, dia bertanya pada Sun Woo remaja apakah dia baik-baik saja? Sun Woo remaja mengangkat kepalanya, dan dia tersenyum lega. Masa depannya benar-benar menepati janjinya untuk kembai menemuinya. Belum sempat duo Sun Woo ini saling bicara, Sun Woo remaja dikagetkan oleh Park Chang Min yang terbangun dari pingsannya.

Sun Woo menyuruh Sun Woo remaja untuk bersembunyi karena ini sangat berbahaya. Park Chang Min melihat Sun Woo dan heran bagaimana bisa Sun Woo masih hidup. Tak banyak bicara Sun Woo dan Park Chang Min pun terlibat perkelahian. Park Chang Min berusaha memukul Sun Woo dengan palunya dan Sun Woo berusaha memukul Park Chang Min dengan tongkat kastinya. Sun Woo sempat kehilangan tongkatnya, namun dengan adu trick, akhirnya dia bisa melumpuhkan Park Chang Min dengan memukul punggungnya hingga dia kembali pingsan dan tidak sadarkan diri.

Sun Woo menghampiri Sun Woo remaja dan menanyakan keadaannya. Dia melihat luka di tangan Sun Woo remaja. Sun Woo pun merobekan kain penutup barang untuk  mencegah pendarahan yang lebih banyak dari tangannya.

Sun Woo berkata pada Sun Woo remaja, “Kau harus berhati-hati, tubuhmu itu milikku” Sun Woo remaja tersenyum lega, “Kau masih hidup?” Sun Woo menjawab, “Tentu saja, kau yang menyelamatkanku”

Sun Woo remaja lalu bertanya apa yang membuat Sun Woo begitu lama menepati janjinya. Bahkan dia sudah menulisakan pesan di gitar dan dinding rumah. Dia juga bertanya siapa orang yang ingin membunuhnya itu? dan apa alasannya? Lalu bagaimana bisa Sun Woo tahu dirinya berada di Toko kaset?

Sun Woo tersenyum dan melihat stopwatch nya. Waktunya tinggal 13 menit lagi berada di masa lalu. Sun Woo berkata, “Aku tak punya waktu menjelaskan karena aku selalu sibuk. Ada tempat yang harus kau datangi. Kau dapat berjalan kan?”

Young Hoon cemas luar biasa, dia mencoba menelpon Sun Woo tapi tidak tersambung. Sun Woo membawa ponselnya ke masa lalu, jadi dia tidak bisa mendapatkan panggilan dari siapapun.

24 April 1993, jam 11.50

Pernikahan Jung Woo akan segera dimulai. Young Hoon cemas karena Sun Woo belum juga datang. Dia meninggalkan pesan di pager Sun Woo lewat telepon umum yang ada di dekat gereja. “Kau dimana Sun Woo? Pestanya sudah mau dimulai. Cepatlah datang.” Young Hoon kembali masuk dan cemas karena Sun Woo belum datang juga. Pihak gereja mengumumkan bahwa acaranya akan segara dimulai dan meminta tamu untuk duduk tenang mengikuti upacara pemberkatan pernikahan hari ini.

Pendeta gereja mendapatkan telepon yang mencari Jung Woo. Jung Woo yang berada diluar untuk menunggu Sun Woo diberitahu jika ada telepon untuknya. Jung Woo datang ke ruang pendeta dan merima telepon yang katanya darurat itu. Ternyata itu telepon dari Sun Woo. “Aku adalah saksi mata. Orang yang lompat dari jembatan” Jung Woo kaget menerimanya.

Sun Woo remaja sudah ada di dalam taksi, supir taksi berkata Sun Woo berdarah apa tidak sebaiknya mereka ke RS dulu. Sun Woo bilang tidak usah, dan meminta supir taksi untuk tetap pergi ke tujuan awalnya. Sun Woo mengingat perbincangannya dengan masa depannya sebelum dia naik taksi.

Sun Woo dewasa memintanya untuk menyerahkan sebuah video yang berhubungan dengan kebakaran RS Myung See. Sun Woo remaja bertanya, apakah itu berarti Ayah benar-benar dibunuh? Sun Woo dewasa tidak menjawab, dia bingung harus menjelaskan apa. Sun Woo dewasa menutup pintu taksi dan meminta supir taksi untuk pergi ke kantor polisi Chongro.

Sebelum taksinya pergi Sun Woo dewasa menghentikannya dulu, dia ingin mengatakan sesuatu pada Sun Woo remaja, “Kau akan tahu segera. Jangan membenci pembunuhnya. Dia tidak dapat memilih. Itu bukan salah siapa-siapa. Akan sulit bagimu menerimanya sekarang. Tapi kau akan mengerti saat kau diusiaku. Dengan begitu kau tidak akan menhancurkan masa depanmu. Kau akan memiliki kehidupan yang layak terlepas dari itu. Dan kau akan bahagia. Oke?”

Sun Woo dewasa kembali menutup pintu taksi setelah menyampaikan pesannya pada Sun Woo remaja, dia berkata pada supir taksi mereka bisa pergi sekarang. Sun Woo dewasa menatap Sun Woo remaja dari luar taksi dengan penuh kelegaan, sementara Sun Woo remaja berbalik di dalam taksi menatap masa depannya itu masih dengan seribu pertanyaan di kepalanya.

Kembali ke Jung Woo yang ditelepon Sun Woo. Jung Woo ketakutan menerima telepon dari saksi mata itu. Sun Woo bertanya apakah Jung Woo mendengarkannya? Sun Woo pun berkata, “Dengarkan aku. Apa yang akan kukatakan sekarang bukanlah sugesti. Aku hanya memberi tahumu. Choi Jin Chul mencoba membunuh adikmu. Aku sudah menghentikannya sekarang ini. Aku memberikan bukti video ke adikmu. Aku sudah  memberimu kesempatan untuk berubah,  tapi kau ragu-ragu di saat terakhir. Kau kehilangan kesempatan untuk menentukan sendiri.  Kau akan ditahan bersama Choi Jin Chul. Kau harus membayar kejahatanmu. Aku ingun kau tahu ini semua demi kebaikanmu.”

Jung Woo langsung panik dan ketakutan, dia bertanya, “Siapa Kau sebenarnya?” Sun Woo berkata dia tidak bisa memberi tahu Jung Woo, namun dia akan kembali memberi kesempatan pada Jung Woo untuk mengubah hidupnya, “Akan memakan waktu sampai kau dapat surat penangkapan. Itu artinya kau mungkin bisa lari dari semua ini jika kau pergi ke Amerika setelah pernikahan. Kau dapat menikahinya lalu melarikan diri, atau tetap disini dan membayar kejahatanmu. Terserah padamu sekarang. Kau yang memutuskan. Aku ingin kau menyelamatkan kehidupanmu sendiri.” Jung Woo terdiam, dia bingung apa yang harus dilakukannya.


24 April 2013, Jam 11.55

Sekre Kim melihat mobil Park Sun Woo yang terparkir di suatu tempat di dekat RS Myung See. Choi Jin Chul memerintahkan supirnya segera menepikan mobilnya. Dia melihat ke dalam mobil, Park Sun Woo tidak ada, sementara ada dupa menyala dalam mobilnya. Sekre Kim berkata bahwa pasti Sun Woo ada disekitar situ, tapi Choi Jin Chul tak peduli, dia hanya berusaha untuk membuka pintu mobilnya. Choi Jin Chul berteriak, “Hentikan dupa itu! Kita harus menghentikannya.” Sekre Kim bingung, Choi Jin Chul menyuruhnya untuk memecahkan kaca jendelanya. Sekre Kim pergi ke mobil Choi Jin Chul untuk mencari sesuatu.

Kim Bum Suk menelpon Direktur Oh, dia memeberitahu jika Choi Jin Chul baru saja keluar dari ruangannya dengan keadaan sehat bugar. Dia sudah tidak pura-pura lagi. Direktur Oh berpikir, Apakah ini ada hubungannya dengan permintaan bantuan Sun Woo padanya? Direktur Oh mengingat bantuan apa yang ditanya Sun Woo.

Sun Woo bertanya padanya dimana Direktur Oh berada pada saat itu 20 tahun yang lalu dan juga berapa nomor pager nya waktu itu. Dia meminta itu karena dia tahu, saat polisi berbuar korup, maka dia bisa mengandalkan jurnalis untuk membenarkannya. Dia tahu tidak semua jurnalis jujur, tapi dari semua jurnalis yang dia kenal, Direktur Oh adalah salah satu yang paling jujur. Jika dia tidak bisa mempercayai Direktur Oh, maka hidupnya selama ini akan sia-sia saja.

Oh Chul Min 20 tahun lalu masih seorang wartawan kecil yang ditugaskan di kantor polisi Chungro (Hmm,, kayak Kang Joo di Ressurection dan reporter Cha di Cruel City, tugasnya khusus cari berita di kepolisian) Wartawan Oh sedang mengusut kasus korupsi pada salah satu petinggi kepolisian, dia mengancam jika kasus itu tidak diusut dia akan mengungkapkannya ke public. Kepala polisi jadi pusing menghadapinya karena Wartawan Oh sangat keras kepala. 

Di dalam taksi, Sun Woo remaja kembali mengingat pesan Sun Woo dewasa, yang memintanya untuk menghubungi Oh Chul Min, seorang wartawan yang sedang berada di kepolisian Chungro. Sun Woo dapat mempercayai orang itu.

Di gereja, Pernikahan akan segera di mulai. Young Hoon cemas karena Sun Woo belum juga datang. Kim Yoo Jin pun gugup di hari pernikahannya tersebut. Kim Yoo Ji mencoba menarik nafas untuk menenangkan diri. Kim Yoo Jin pun dibimbing temannya untuk masuk ke dalam gereja.

Di dalam gereja semua orang diminta berdiri untuk menyambut pendeta. Jung Woo dicari temannya yang mengatakan jika pernikahannya akan segera dimulai. Jung Woo yang masih kebingungan namun akhirnya dia pergi menuju pintu masuk jendela. Dia menatap pintu itu menimbang-nimbang apakah dia harus masuk atau tidak. MC pernikahaan mengumumkan bahwa pengantin pria akan segera masuk. Saat dipanggil Jung Woo jadi gugup dan panik.

Choi Jin Chul masih berusaha membuka kaca jendela mobil Sun Woo, tapi tidak berhasil. Dia pergi ke mobilnya dan meminta Sekre Kim membuka bagasinya. Choi Jin Chul mengambil Stik golf untuk menghancurkan kaca mobil Sun Woo.

Setelah keluar dari ruangan kepala polisi, Wartawan Oh diberitahu bahwa ada orang yang mencarinya. Wartawan Oh menemui orang yang mencarinya. Dia mendapati Sun Woo remaja yang sedang menunggunya. Dia memperhatikan kondisi Sun Woo yang berlumuran darah di lengan dan dadanya. Dia bertanya siapa Sun Woo dan apa keperluannya. Sun Woo memperkenalkan diri sebagai siswa SMA Myungjin.

Di tahun 2013, Choi Jin Chul bersiap memecahkan kaca mobil Sun Woo. Sekre Kim berusaha menghalanginya. Tapi apa yang terjadi? Choi Jin Chul kehilangan tongkat golfnya. Bukan hanya stik golfnya yang menghilang, Sekre Kim, Sopir dan mobil miliknya pun ikut menghilang. Choi Jin Chul hanya bisa bengong dia tidak mengerti apa yang terjadi.

Young Hoon dan Min Young di tahun 2013 mendapatkan ingatan baru yang membuat mereka tercengang.

Ternyata Jung Woo tidak pernah masuk ke dalam gereja 20 tahu lalu. Saat pintu gereja di buka untuk menyambutnya, Jung Woo sudah menghilang. Semua orang bertanya-tanya apa yang terjadi. Beberapa tamu keluar untuk mencari Jung Woo. Kim Yoo Jin heran keributan apa yang terjadi, dia belum menyadari jika calon suaminya telah meninggalkannya.

Shi Ah keluar mengejar Jung Woo yang berjalan meninggalkan gereja dibawah guyuran hujan. Shi Ah memanggi Jung Woo, “Ajussi,,, Ajussi… kau mau kemana?” Jung Woo tidak menjawab. Dia hanya menoleh ke arah Shi Ah, dan menatapnya penuh penyesalan. Jung Woo pun melanjutkan perjalanannya untuk meninggalkan gereja.

Jam 12 tepat, pernikahan Jung Woo dan Kim Yoo Jin telah dibatalkan. Min Young mengingat semua itu dengan jelas. Saat berada di acara pemakaman, dia dikagetkan dengan para tamu yang tiba-tiba menghilang. Kemudian Foto ayahnya dan semua ornament pemakaman pun ikut menghilang. Bahkan Ibunya pun ikut menghilang?

Min Young kaget, dan tanpa dia sadari, pita putih yang dia gunakan sebagai tanda berduka sudah berubah menjadi tiara pernikahan. Saat tersadar Min Young telah memakai gaun pengantin yang indah yang membuatnya terlihat bagai dewi.

Min Young masih bingung dengan semua ini. Min Young kini berdiri di gereja tempat seharusnya Ibunya dan Park Jung Woo menikah 20 tahun lalu. Dan hari ini yang seharusnya menjadi hari upacara pemakaman ayahnya beubah menjadi hari pernikahannya, tapi bersama siapa? Min Young melihat papan nama mempelai, disana tertulis: Pernikahan, Joo Min Young dan Park Sun Woo. Apa yang  terjadi sebenarnya?

~bersambung~

Komentar:
Scene favorite ku di episode ini adalah saat Sun Woo menelpon Min Young sebelum dia kembali ke masa lalu, aishh,, bener-bener makjelb banget deh scene itu, dan aku merasa meski Sun Woo itu sok tahu, egois, terkesan tidak memikirkan pendapat orang lain, tapi bila menyangkut Min Young dia selalu mengalah, bahkan dia tetap menunggu persetujuan Min Young hingga detik terakhir untuk mengijinkannya kembali ke masa lalu dan menggagalkan pernikahan Jung Woo dan Kim Yoo Jin. Hmm,, hanya penasaran saja, apakah Sun Woo tidak akan pergi jika Min Young melarangnya pergi?

Komentar lainnya bisa di cek di Curhat Nine Part 8


*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*


2 Komentar untuk "[Recaps] Nine Episode 17"

Salam kenal... Aku udah sering mondar mandir baca sinop nine di blognya mba irfa. Tapi gak pernah komen :-). Mba... Aku baru aja nyelesein nonton nine. Tapi aku sedikit bingung dgn endingnya. Makanya begitu selesei nonton aku langsung ke blognya mba irfa.. Berharap bisa menemukan penjelasan yg bisa ngilangin rasa binung ku heeehe..
Mba irfa... Tolong dibuat lagi ya sinop nine nya. Tinggal 2 episode lagi.
Makasih ya mbaaaa... Fighting!!

Salam kenal juga ayu^^
Nonton Nine memang butuh pencerahan,, untuk penjelasan endingnya, aku sudah coba menjabarkannya di Cuhat Nine part-9 semoga udah nggak bingung lagi,,, seperti kata Sun Woo, aku sih hanya ingin menjadikan ending Nine lebih simple dengan mempercayai apapun yang ingin kita percaya >.<

Recaps nya pasti aku lanjut kok, ditunggu aja ya^^

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top