[Mini Recap] My Sweet Seoul Episode 1-8


Oh Eun Soo, Wanita Lajang berusia 31 tahun, hidup sendiri di Kota Seoul meskipun orang tuanya juga tinggal di Seoul. Hidup sendiri membuatnya bebas melakukan segalanya. Eun Soo tidak suka membereskan rumah, tidak suka mencuci selimut, dan tidak bisa memasak. Eun Soo punya prinsip, dia tidak akan membawa pria ke dalam rumahnya.

Eun Soo memiliki banyak kisah romantis dalam hidupnya. Beberapa diantaranya sangat membekas dalam hatinya, salah satunya adalah pria yang ia juluki Gorila, pria yang sulit sekali ia lupakan, banyak kejadian yang membuatnya selalu teringat padanya. Lalu apa yang harus Eun Soo lakukan saat sang mantan kekasih menikah dan mengundangnya? Tentu saja Eun Soo memilih tidak datang dan berkumpul bersama sahabatnya Han Jae In alias Jane dan Nam Yoo Hee

*written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*


Eun Soo Berniat menceritakan bahwa Mantan Kekasihnya akan menikah, namun gagal karena keragua-raguannya, dan Berita Jane yang akan menikah dengan kekasihnya yang dia juluki Tarzan, ya seperti dalam cerita film Tarzan dan Jane. Akhirnya Eun Soo hanya bercerita pada  Yoo Hee lewat telepon dan menghabiskan malamnya dengan menyeleksi nomor ponsel para pria dalam hidupnya. Merasa butuh hiburan, Eun Soo memilih mengirim pesan text pada salah satunya. Saat mendapatkan balasan dan mengajak bertemu, tanpa pikir panjang Eun Soo mendatanginya.

Sayangnya ajakan bertemu itu bukan bertemu berdua saja, tetapi dia mengundang Eun Soo menghadiri acara minum-minum kantornya dan ternyata pria itu sudah memiliki kekasih yaitu salah satu teman kantornya. Untungnya Eun Soo bertemu dengan pria muda bernama Yoo Tae Oh, dia mengajak Eun Soo minum ditempat lain.

Yoo Tae Oh adalah lelaki yang menarik, dia mempesona Eun Soo dengan permainan kepribadian yang dilakukannya, dia juga mengajari Eun Soo menghapalkan perkalian 9 dengan jari tangannya (Aku terpesona dengan cara ini, aku baru sadar ternyata bisa begitu). Usia Tae Oh adalah 24 tahun artinya 7 tahun lebih muda darinya, namun tak menghalangi Eun Soo bersikap terbuka pada pria yang baru pertama kali ditemuinya itu, terutama saat Eun Soo berada dalam pengaruh alkohol. Malam itupun menjadi malam yang indah bagi Eun Soo bersama Tae Oh yang berakhir disebuah kamar Motel.

Paginya, Eun Soo mencoba menganggap semalam adalah sebuah kesalahan yang ia lakukan dengan pria yang lebih muda. Eun Soo tak ingin berharap lebih, tapi tidak demikian dengan Tae Oh, dia bahkan terlihat begitu gembira karena telah bertemu Eun Soo.  Apa yang mereka lakukan semalam, bagi Tae Oh bukanlah suatu kesalahan. Tae Oh meminta nomor ponsel Eun Soo dan berjanji akan menelponnya jika dia menemukan film bagus yang bisa mereka tonton berdua.Eun Soo bertanya apakah Tae Oh akan benar-benar menelponnya atau hanya sekedar bermain-main dengannya. Tae Oh dengan tegas berkata dia serius akan menelpon Eun Soo.

Tae Oh bisa melihat jika Eun Soo mencemaskan perbedaan usia mereka. Tae Oh pun bertanya pada Eun Soo, apakah EUn Soo tahu usia dunia ini? Lebih dari 14 juta tahun, jika mengacu pada usia dunia ini, maka mereka sebenarnya berada pada usia yang sama, bukan kah begitu? Eun Soo tersenyum mendengar itu, dia tahu Tae Oh berusaha menghilangkan perasaan tidak nyamannya.

Eun Soo menunggu telepon dari Tae Oh, namun tak kunjung masuk.. Hingga Suatu hari Eun Soo tiba-tiba diundang ke sebuah restoran China oleh boss nya, Eun Soo sudah khawatir pada gelagat Sang Boss yang seolah memberinya sinyal bahwa boss nya menyukainya,, ternyata Boss nya itu ingin mengenalkan Eun Soo pada seorang Pria dan mengikuti kencan buta. Eun Soo lega namun sekaligus menjadi risih. Karena Boss nya terus menerus mengingatkannya untuk menelpon pria itu.

Kim Young Soo itulah nama pria itu, Eun Soo tidak tahu pekerjaannya karena Boss nya menyuruhya untuk menanyakan langsung saat Eun Soo bertemu dengannya. Jane dan Yoo Hee menyarankan Eun Soo untuk menemuinya dulu. Eun Soo bilang dia sedang memikirkannya, namun dia masih menunda-nunda karena Eun Soo masih menanti telepon dari Tae Oh.

Bahkan saat berkumpul bertiga dengan Jane dan Yoo Hee di toko Jane dia tetap menanti telepon Tae Oh. Tapi yang berbunyi malah ponselnya Yoo Hee, yang mendapat telepon dari Nam Yoo Joo sepupunya sekaligus Soulmate Eun Soo. Yoo Hee bilang Yoo Joo sudah putus dengan kekasihnya, Eun Soo kegirangan dengan hal ini. Yoo Hee bilang Yoo Joo sudah ada di luar toko Jane, mereka bertiga berhambur keluar. Yoo Joo memanggil Eun Soo dan mereka bersepeda berdua.

Nam Yoo Joo, dia adalah Soulmate Eun Soo, bukan dalam hal hubungan pria dan wanita, namun tempat berbagi cerita dan pengalaman, lebih dari Yoo Hee dan Jane. Eun Soo dan Yoo Joo bagai buku diary masing-masing saling memahami satu sama lain, tak ada yang lebih memahami Eun Soo dibanding Yoo Joo begitupun sebaliknya. Hubungan mereka banyak disalah pahami,  salah satunya oleh kekasih Yoo Joo yang Iri melihat kedekatan mereka dan tidak suka dengan keakraban Yoo Joo dan Eun Soo. Maka Eun Soo dan Yoo Joo pun sepakat untuk tidak saling bertemu lagi. Tapi kini Yoo Joo sudah putus dengan kekasihnya dan mereka bisa kembali menjadi Soulmate.

Malam itu Eun Soo melakukan hal-hal menyenangkan bersama Yoo Joo, bersepeda bersama juga makan es krim bersama. Saat Yoo Joo mengantarnya untuk mendapatkan taksi, Yoo Joo mengajaknya menikah. Bukan atas dasar hubungan pria dan wanita tapi berdasakan saling pengertian diantara mereka. Yoo Joo merasa tak ada wanita manapun yang lebih mengerti dirinya dibanding Eun Soo, jadi mengapa mereka tidak menikah saja? Eun Soo kaget,, tentu saja,,, Yoo Joo memang soulmatenya,, terkadang dia berharap ada hubungan lebih antara mereka, namun selama ini dia dan Yoo Joo membagi segala hal bersama juga dalam hal membagi kisah cinta mereka.

Eun Soo bingung, dia masih menanti telepon dari Tae Oh, namun dia tidak bisa menceritakan hal itu pada Yoo Joo. Maka Eun Soo beralasan jika dia tak bisa melakukan hal itu karena dia ingin bertemu dulu dengan Kim Young Soo, salah satu pria yang akan kencan buta dengannya. Yoo Joo mengerti, Eun Soo tentu saja tidak akan setuju begitu saja. Dia tak memaksa dan membiarka Eun Soo pulang.

Eun Soo merasa hidupnya semakin rumit karena ajakan menikah dari Yoo Joo, namun dia pun semakin tertekan atas desakan sang atasan untuk menelpon Kim Young Soo. Karena lelah menanti telepon Tae Oh, Eun Soo akhirnya memutuskan menghapus nomornya dan mencoba menelpon Kim Young Soo. Mereka pun janji bertemu di hari sabtu disebuah restoran hotel. 

Esok harinya dia mendapatkan telepon dari nomor tak dikenal namun sangat dikenalnya, itu adalah nomor Tae Oh, Eun Soo kaget dan mengangkatnya. Tae Oh mengajaknya menonton juga di hari sabtu. Eun Soo berpikir, hari sabtu? Itu adalah hari dimana ia akanpergi kencan buta dengan Kim Young Soo, namun Eun Soo tetap menyetujui ajakan Tae Oh. Dia berencana akan menemui Tae Oh setelah bertemu Young Soo.

Hari sabtu tiba, Eun Soo begitu gugup memilih baju, bukan karena akan kencan buta dengan Kim Young Soo tapi tentu saja karena akan berkencan denga Tae Oh di bioskop. Eun Soo tiba di hotel sedikit terlambat dan mencoba menelpon Kim Young Soo, mereka pun bertemu dan saling bertukar kartu nama. Kim Young Soo ternyata adalah seorang CEO dari sebuah perusahaan bernama Fresh Cat, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang Sayuran Organik.

Mereka berbincang, namun topik pembicaraan mereka sama sekali tak menarik bagi Eun Soo. Kesimpulannya, Kim Young Soo adalah pria membosankan yang sama sekali tidak menggetarkan hatinya. Saat Kim Young Soo mengajaknya untuk memesan makan malam, Eun Soo berkata dia harus menghadiri ulang tahun anak sahabatnya, jadi dia tidak bisa lama-lama bertemu Young Soo. Young Soo mengerti dan mereka pun mengakhiri pertemuan itu.

Sial bagi Eun Soo, karena di depan hotel dia bertemu dengan Young Soo yang menawarkan tumpangan padanya. EUn Soo tak bisa menolak dan terpaksa ikut bersamanya hingga halte bis. Setelah itu Eun Soo bergegas pergi ke bioskop, setelah sebelumnya mengganti gaya dengan gaya yang lebih kasual dibanding saat bertemu Young Soo.

Eun Soo bertemu Tae Oh dengan gembira, Tae Oh memberikan sekumtum bunga mawar padanya. dan mereka menonton film kesukaan Tae Oh, sebuah film romantis tentang Seorang waita yang berkencan dengan banyak pria. Eun Soo tidak menyukai filmnya, tapi sepertinya Tae Oh sangat menyukai filmnya, ini membuat mood Eun Soo buruk saat mereka makan malam. Tapi Tae Oh bisa dengan mudah membuatnya terharu dengan bertanya mengapa Eun Soo tidak menelponnya duluan, padahal Tae Oh selalu menunggu teleponnya. Ponsel Tae Oh hilang, jadi dia tidak bisa menelpon Eun Soo, dia mencari nomor Eun Soo dengan menelpon banyak nomor untuk menemukan nomor Eun Soo hingga dia mungkin bisa menghapal nomor Eun Soo dengan baik.

Tae Oh mengantar Eun Soo pulang, sepertinya Tae Oh enggan berpisah dengan Eun Soo. Tapi Eun Soo punya prinsip dia tak akan mengajak pria masuk ke rumahnya, alasannya,, Hmmm karena rumahnya snagat berantakan. Tapi,,, Eun Soo pun tak ingin berpisah dengan Tae Oh begitu saja, dia memanggil Tae Oh, membereskan  rumah sekenanya dan mengajak Tae Oh masuk.

Tae Oh sangat senang berada di kamar Eun Soo dia meneliti kebiasaan Eun Soo dirumah. Dia menemukan sebuah kacamata dan memakainya, Tae Oh berkata dia selalu iri pada orang-orang yang memakai kacamata, kenapa? Karena Tae Oh berpikiran mereka terlihat lebih pintar.

Bagi Eun Soo, Tae Oh semakin lama semakin menarik baginya dan Eun Soo semakin menyukainya. Malam itu pun berlalu dengan indah di Rumah Eun Soo. Pagi hari Eun Soo merasa bahagia melihat Tae Oh disampingnya. Mereka bangun dan keluar bersama. Hari ini Eun Soo harus berkunjung ke rumah orang tuanya. Tae Oh mengantarnya tapi mereka berjalan terpisah, Tae Oh mengikutinya di belakang dan mengirimkan sms bahwa sosok belakang Eun Soo terlihat cantik, mereka terus saling mengirim sms selama perjalanan itu yang membuat perasaan Eun Soo sangat melambung di buatnya. Dia sadar Yoo Tae Oh benar-benar membuatnya jatuh cinta.

Sejak hari itu Eun Soo resmi berpacaran dengan Tae Oh, tapi tentu saja tanpa sepengetahuan siapapun. Bahkan Yoo Hee, Jane maupun Yoo Joo tak ada yang tahu.

Lalu bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Yoo Joo? Eun Soo kembali bertemu Yoo Joo saat Yoo Hee menelponnya meminta ditemani menyanyi di karoke karena masalah yang sedang dihadapinya. Yoo Hee memutuskan keluar dari pekerjaannya karena ingin serius bermain dalam sebuah drama musical. Hanya Eun Soo yang tahu hal ini, Yoo Joo pun bahkan tak tahu masalah yang dihadapi sahabatnya itu. Setelah puas menyanyi dan saling melepaskan beban, Yoo Joo mengantar Eun Soo pulang dan berkata bahwa Eun Soo tak usah memikirkan masalah ajakan pernikahannya, dia ingin kembali menjadi buku Diary Eun Soo dan tetap menjadi Soulmate selamanya, dia ingin Eun Soo membagi Kesedihan dan kebahagiaan bersamanya seperti dahulu.

Apa kabar dengan Young Soo? Young Soo ternyata datang ke perusahaan Eun Soo dan membuat kontrak dengan perusahaannya agar perusahaan Eun Soo membuatkan buku tentang perusahaan yang dipimpinnya saat ini. Siapa yang senang dengan hal ini? Tentu saja Boss nya. Dia bahkan menunjuk Eun Soo secara khusus untuk menangani hal ini. Miss Jang, rekan kerja Eun Soo yang sedikit menyebalkan sepertinya tertarik pada Young Soo dan dengan semangat membantu Eun Soo untuk melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan perusahaan Young Soo.

Untuk membuat buku perusahaan Young Soo, tentu saja Eun Soo harus bertemu lebih sering dengan Young Soo. Pertama kali mengunjunginya kantornya, Eun Soo kaget karena ternyata Young Soo bisa tersenyum dengan indah juga. Semakin hari, Eun Soo semakin melihat sisi lain Young Soo yang mengubah penilaian nya terhadap Young Soo saat mereka pertama kali bertemu.

Ada momen lucu yang terjadi antara Young Soo dan Eun Soo. Suatu kali saat Eun Soo kelaparan, Young Soo mengajaknya pergi makan siang. Eun Soo begitu bahagia karena bisa makan nasi, membuat Young Soo terheran-heran. Mengapa Eun Soo begitu bahagia bisa makan nasi? Karena selama Eun Soo berkencan dengan Tae Oh dia hanya bisa makan makanan yang harganya tidak lebih dari 5000 won untuk berdua. Makanan yang mereka makan tak jauh dari hamburger dan makanan kecil lainnya. Apalagi dirumah pun Eun Soo memang jarang makan nasi kecuali saat dia mengunjungi rumah orang tuanya.

Juga saat Eun Soo pergi ke kebun sayuran organik milik Young Soo dan melihat kedekatan Young Soo dengan para anak-anak yang datang untuk memetik strawberi. Young Soo punya kebiasaan melakukan “Sunflower Exercise” yaitu gerakan senam mendapatkan sinar matahari lebih banyak yang terlihat sangat menarik bagi Eun Soo. Saat Eun Soo tak sengaha tertidur di ayunan, Young Soo membangunkannya dan memberikannya es krim. Eun Soo kaget tak menyangka jika seorang direktur seperti Young Soo bisa makan yang seperti ini. Young Soo malah menjawab, tentu saja dia bisa, karena dia adalah seorang direktur.

Namun Eun Soo hanya menganggap Young Soo sebagai klien nya yang sangat menyenangkan, tak ada sedikitpun terbersit dibenaknya untuk menyukai Young Soo sebagai lelaki, karena kisah cintanya dengan Tae Oh sangat indah.

Masalah mulai timbul, saat Tae Oh minta dikenalkan dengan teman-teman Eun Soo. Saat mendengar cerita tentang Jane dan Tarzan, Tae Oh menyebut dirinya Conan dan Eun Soo adalah Ran dari komik Detective Conan. Saat Eun Soo bercerita tentang Yoo Hee, Tae Oh kaget saat melihat perbuahan yang begitu besar antara Yoo Hee saat di SMA dan sekarang. Eun Soo pun bercerita bahwa Yoo Hee pernah mengalami kisah cinta yang rumit dengan cinta pertamanya yang mereka Juluki Nikotine. Eun Soo menceritakan semua yang terjadi dalam kehidupan sehari-harinya pada Tae Oh, bahkan saat dia ada masalah di pekerjaannya.

Suatu hari saat Eun Soo sedang curhat pada Tae Oh di sebuah Kafe, ada dua orang perempuan yang terus menerus memperhatikan Tae Oh, bahkan dengan sengaja bertanya pada Tae Oh, apakah Eun Soo adalah pacarya? Jawaban Tae Oh adalah bukan. Tentu saja ini membuat Eun Soo kaget, namun Tae Oh mendekati Eun Soo dan merangku bahunya, Tae Oh berkata, Eun Soo lebih dari sekedar pacarnya dia adalah Wanita yang dicintai Tae Oh seumur hidupnya. Eun Soo sangat tersentuh, begitualah cinta Tae Oh terhadap Eun Soo, benar-benar sangat mencintainya, Eun Soo pun bisa merasakan itu.

Masalahnya ada pada Eun Soo, apakah Eun Soo benar-benar mencintai Tae Oh? Karena dia tak berani mengenalkan Tae Oh pada orang-orang dekatnya, dia takut akan pandangan orang karena perbedaan usia mereka yang cukup jauh. Juga karena status Tae Oh yang hanya seorang pekerja sambilan yang mengumpulkan uang untuk membiayai sekolah filmnya. Ya,, Tae Oh punya mimpi, mimpi untuk menjadi sutradara sebuah film, maka Tae Oh merintis karirnya itu dengan bekerja sebagai staf film sambil belajar di sekolah film.

Persahabatan Eun Soo, Yoo Hee dan Jane adalah sesuatu yang rumit.  Yoo Hee lebih senang bercerita pada Eun Soo tentang masalah dan semua masalah yang dihadapinya. Sementara Jane terkadang sibuk menceritakan masalahnya sendiri saat meeka bertemu tanpa peduli pada masalah orang lain. Jane dan Yoo Hee sering kali berselisih pendapat dalam berbagai hal. Yoo Hee dengan pemikiran cerdasnya terhadap kehidupan dan Jane dengan pikiran sederhananya. 

Semua itu terjadi karena latar belakang keluarga mereka yang berbeda. Jane terbiasa hidup nyaman sejak kecil karena Ayahnya yang sangat pandai menghasilkan uang. Sedangkan Yoo Hee selalu berjuang untuk kehidupannya karena kehidupannya yang pas-pasan sejak dulu. Sementara Eun Soo yang berada diantara keduanya menjadi jembatan dalam persahabatan mereka. Masalah timbul saat Eun Soo tak sengaja mengatakan tentang Yoo Hee yang keluar dari pekerjaannya dihadapan Jane. Jane marah sekali pada Yoo Hee, dan hanya mengajak Eun Soo untuk menemaninya pitting baju pengantin dan bertemu dengan calon suaminya.

Suatu Hari, Eun Soo dan Tae Oh pergi menonton film, Eun Soo bertemu dengan ibunya di toilet. Keduanya sama-sama kaget dan mengaku datang menonton film bersama temannya, tentu saja Eun Soo berbohong, tapi ternyata ibunya pun berbohong. Ibunya datang menonton film bersama seorang Pria yang bukan ayahnya, siapakah pria itu??

Saat Tae Oh mengantarkan Eun Soo pulang, Eun Soo bercerita pada Tae Oh, bahwa saat di bioskop tadi, Eun Soo bertemu dengan teman ibunya yang datang dengan pria yang bukan suaminya. Apakah mungkin pria itu hanya temannya? Tae Oh dengan pikiran polosnya berkata tentu saja tidak mungkin, pasti mereka berkencan, Ajuma itu pasti berselingkuh dari suaminya. Mendengar kata-kata Tae Oh, Eun Soo menjadi marah dan kesal pada Tae Oh tanpa Tae Oh tahu mengapa Eun Soo bersikap demikian.

Tapi Eun Soo tak bisa marah lama-lama pada Tae Oh, karena Tae Oh meminta maaf dengan cara yang sangat menyenangkan dia membuat sebuah kartu ucapan permintaan maaf yang lucu, yang membuat Eun Soo tertawa dan terhibur saat melihatnya. Tae Oh dan Eun Soo kembali bertemu, inginnya Eun Soo lama-lama bersama Tae Oh, tapi Eun Soo harus pergi membeli kado untuk ulang tahun ibunya dan Jane. Tae Oh berkata dia ingin menghadiri pesta ulang tahun Jane. Eun Soo berpikir dan mengijinkannya datang, Tae Oh terlihat sangat senang.

Eun Soo pergi menghadiri syukuran ulang tahun ibunya, dengan masih menyimpan rasa curiga yang besar pada sang ibu. Eun Soo membuka ponsel ibunya yang mendapat sms ucapan selamat ulang tahun dari seseorang, Karena penasaran ia menelpon nomor itu, dan suara lelaki yang mengangkatya. Eun Soo jadi teringat kata-kata Tae Oh, dia pun merasa kesal dan marah lalu pergi begitu saja dari rumah tanpa pamit.

Eun Soo jadi sedikit stress memikirkan masalah ibunya, namun untungnya dia mendapakan kebahagiaan di kantornya karena buku tentang perusahaan Young Soo sukses besar. Boss nya memuji kinerja Eun Soo dan berkata Eun Soo diundang Young Soo untuk makan siang. Eun Soo datang dan mencicipi anggur strawberi yang dibuat saat mereka berkunjung ke kebun strawberi pada waktu itu. Namun Eun Soo heran, mengapa Young Soo malah meminum jus strawberi? Pegawai Young Soo bercerita, Young Soo memang tidak suka minum alkohol. Saat mereka minum Soju, maka Young Soo minum Soda, Jika mereka minum Wine maka Young Soo minum jus anggur, jika mereka minum Wine strawberi maka Young Soo minum jus strawberi. Eun Soo terkejut, namun Young Soo hanya tersenyum.

Saat Eun Soo dan Young Soo ditinggal berdua, Eun Soo mendapat telepon dari ibunya. Eun Soo bingung, dan akhirnya mereject panggilannya. Eun Soo pun bertanya pada Young Soo, apakah Young Soo pernah merasa bahwa sesuatu yang tidak pernah terpikir dapat terjadi tiba-tiba saja terjadi padanya? Young Soo berkata dia pernah merasakan hal itu. Eun Soo tersenyum dan merasa lega karena bukan hanya dirinya yang merasakan hal itu. Eun Soo kembali bertanya apakah jika mereka menunggu dan membiarkannya begitu saja, akankah semuanya kembali ke posisinya semula? Young Soo menjawab dia tidak tahu. Mendengar jawaban Young Soo, Eun Soo jadi tersenyum karena merasa itu lucu.

 *written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Eun Soo melupakan janjinya untuk mengajak Tae Oh ke ulang tahun Jane yang ia rayakan bersama Yoo Hee dan Yoo Joo yang juga berulang tahun di hari yang sama dengan Jane. Eun Soo melupakannya karena sebelumnya Yoo Hee bercerita bahwa dia kembali berkencan dengan Han Cha Seok, cinta pertamanya yang dijuluki Nikotine. Ini membuat Yoo Joo sangat marah, karena dia sangat membenci Cha Seok yang pernah membuat Yoo Hee sangat terpuruk.

Tae Oh sangat kecewa pada Eun Soo yang mengingkari janjinya. Padahal Tae Oh bahkan sudah menyiapkan hadian untuk Jane. Tae Oh berpikir Eun Soo tidak ingin mengenalkan Tae Oh pada teman-temannya. Tae Oh merasa Eun Soo ingin menyembunyikan Tae Oh dari semua orang. Tae Oh kesal dan kecewa dengan semua ini. Tae Oh bertanya pada Eun Soo Mengapa Eun Soo mencintainya? Eun Soo tak bisa menjawab, karena dia benar-benar tidak tahu harus menjawab apa. Tae Oh semakin marah dan pulang begitu saja ke rumahnya.

Esok harinya Eun Soo mencoba menghubungi Tae Oh, tapi Tae Oh sama sekali tak menjawab. Tae Oh benar-benar marah padanya. Eun Soo merasa frustasi dengan semua ini, dia berteriak sekuat tenaga, namun… tiba-tiba dia mendengar teriakan lain yang mengikuti teriakannya. Eun Soo merasa takut dan mencoba berteriak lagi, teriakan itu muncul lagi,, Eun Soo merasa sangat ketakutan dan mencoba menelpon Tae Oh, tapi Tae Oh lagi-lagi tak menjawabnya. Eun Soo akhirnya meninggalkan pesan dan berkata bahwa dia sangat ketakutan saat ini, dia merasa sepertinya terjadi sesuatu di apartemennya dan dia benar-benar merasa ketakutan. Eun Soo mendengar suara langkah kaki yang membuatnya semakin ketakutan. Bel pintunya berbunyi, ternyata yang datang adalah tetangganya yang menanyakan keadaannya, dia berkata jika ada sesuatu panggil saja dia. Eun Soo sedikit merasa tenang.

Tae Oh akhirnya mendengar pesan yang ditinggalkan Eun Soo di ponselnya. Tae Oh segera menelpon Eun Soo dan bertanya ada apa? Tae Oh dengan panik segera ke apartement Eun Soo dan segera memeluknya untuk menenangkannya. Malam itu Tae Oh menginap untuk menemani Eun Soo.

Esok paginya Eun Soo pergi kerja, meninggalkan Tae Oh yang masih tidur. Saat bekerja Eun Soo mendapa sms dari Tae Oh yang memintanya untuk segera pulang ke rumah. Eun Soo bingung? Segera pulang ke Rumah? Saat sampai di Apartementnya, Eun Soo melihat Tae Oh memakai celemeknya dan menyambut Eun Soo yang baru pulang kerja. Eun Soo bertanya apakah Tae Oh tidak pulang sejak ia tinggalkan? Eun Soo melihat sebuah gitar dan beberapa barang yang tidak dikenalnya, Tae Oh lalu mengumumkan pada Eun Soo, jika dia memutuskan untuk pindah rumah dan tinggal bersama Eun Soo di Apartement Eun Soo.

Eun Soo hanya bisa melongo saking kagetnya. Tinggal bersama? Kenapa? Karena Tae Oh merasa khawatir sejak kejadian Eun Soo yang mendengar suara teriakan aneh. Eun Soo tak bisa menolak. Akhirnya mereka pun tinggal bersama.

Tinggal bersama Tae Oh ada untung dan Ruginya bagi Eun Soo. Untungnya, dia bisa mencari ponselnya yang sering lenyap entah dimana, ada orang yang membantunya beres-beres rumah dan mencuci selimut, ada orang yang menemainya makan dan tentu saja, dia dan Tae Oh bisa bermesraan kapan saja. Aigoo??  Tapi emosi antara Dia dan Tae Oh menjadi meningkat tajam, Tae Oh lebih mengenal Eun Soo yang tidak suka beres-beres dan tidak bisa memasak, kadanga Tae Oh mengejek kebiasaan Eun Soo dengan Nyanyiannya (Khusus adegan ini aku jatuh cinta lagi sama Hyun Woo, dia bernyanyi dengan sangat merdu,, suka banget sama suaranya Hyun Woo).

Tae Oh selalu mengsms nya menitip sesuatu, atau menanyakan kapan dirinya pulang. Intinya Eun Soo merasa dirinya tak lagi punya waktu sendiri, Tae Oh selalu berkeliaran di hadapannya baik di rumah ataupun di tempat kerja. Eun Soo pun tidak bisa lagi menyembunyikan keberadaan Tae Oh dari teman-temannya.

Keberadaan Tae Oh sebagai kekasih yang tinggal bersamanya terkuak saat Jane yang putus asa terhadap sikap suaminya mendatangi rumah Eun Soo saat Eun Soo dan Tae Oh sedang makan daging berdua usai beres-beres rumah. Eun Soo meminta Tae Oh besembunyi di toilet,, tapi serapi-rapinya parfum disembunyikan, baunya akan tercium juga. Jane tahu Eun Soo menyembunyikan seseorang dan dengan terpaksa mengenalkan Tae Oh pada Jane.

Dengan pikiran terbukanya Jane bisa menerima Tae Oh dengan baik, apalagi saat Jane curhat tentang calon suaminya yang sepertinya tidak mencintainya. Tae Oh membelanya dan menyarankan untuk membatalkan pernikahannya, tapi masalahnya pernikahan Jane tinggal seminggu lagi, dia tidak bisa membatalkan pernikahannya begitu saja. Namun Tae Oh berpendapat dari pada Jane menyesal setelah menikah lebih baik membatalkannya, Jane akhirnya setuju dan ingin merayakannya.

Jane, Tae Oh dan Eun Soo minum di sebuah restoran. Jane menganggap Tae Oh itu pria yang hebat dan menyenangkan, walaupun usianya lebih muda 7 tahun dari Eun Soo, walaupun Tae Oh tidak menyelesaikan kuliahnya demi mengejar cita-citanya dan saat ini dia tidak punya pekerjaan tetap. Jane tetap menganggap Tae Oh adalah pria yang mempesona. Jane juga sangat senang saat menerima kado ulang tahun yang disiapkan Tae Oh untuknya.

Malam itu Jane berceloteh bahwa dengan membatalkan pernikahan itu, dia akan melakukan sesuatu yang besar dalam hidupnya untuk pertama kalinya, mungkin dia harus melarikan diri setelahnya karena akan sangat merasa malu. Tae Oh menanggapi cerita Jane dengan antusias, tidak begitu dengan Eun Soo, ia menganggap ide Tae Oh itu gila. Saat Jane ijin ke kamar mandi, Eun Soo memarahi Tae Oh karena telah memberikan saran yang salah pada Jane. Pembatalan pernikahan itu bukan hanya akan menyakiti pihak keluarga saja, tetapi juga akan menyakiti Jane, apakah Tae Oh bisa bertanggung jawab pada Jane nantinya?

Saat Jane kembali, Eun Soo langsung mengajak pulang dan membayar pesanan mereka. Tae Oh menawarkan diri untuk membayar, tapi Eun Soo mencegahnya dan berkata Tae Oh tidak punya cukup uang. Hal tersebut sangat melukai harga diri Tae Oh. Mereka bertengkar lagi, kini Tae Oh merasa Eun Soo malu memiliki kekasih seperti Tae Oh sehingga selama ini menyembunyikannya.

Namun pada akhirnya Eun Soo meminta maaf dan berkata bahwa Eun Soo takut mengenalkan Tae Oh pada orang-orang dekatnya, dia takut akan pandangan orang terhadap perbedaan umur mereka dan juga status Tae Oh yang hanya pekerja paruh waktu. Eun Soo takut kebahagiaannya dengan Tae Oh akan berakhir jika orang-orang terdekatnya melarang hubungan mereka. Tae Oh mengerti ketakutan Eun Soo dan berterimaksih karena Eun Soo mau mengatakan perasaanya pada Tae Oh, mereka pun berbaikan.

Kini Tae Oh mengajak Eun Soo ke tempat kerjanya, membantu pekerjaan Tae Oh sebagai staf film dan mengenalkan Eun Soo pada teman-temannya. Tae Oh kaget saat mengetahui pada akhirnya Jane tidak jadi membatalkan pernikahannya. Tae Oh berniat berkata ingin datang, namun tidak jadi takut Eun Soo melarangnya. Tapi Eun Soo mengijinkannya, Eun Soo mengijinkan Tae Oh untuk datang ke pernikahan Jane. Tae Oh sangat gembira, tapi dia lupa dia ada syuting film hari itu. Eun Soo berkata datanglah setelah syutingnua selesai.

Hari Pernikahan Jane. Eun Soo menemui Jane yang gugup di ruang tunggu. Jane terlihat sangat tidak bahagia. Eun Soo tahu alasannya, namun Eun Soo menguatkannya dan menemani Jane yang ingin menenangkan diri dengan merokok.

Upacara pernikahan pun dimulai, Yoo Hee datang bersama kekasihnya Han Cha Seok membuat Yoo Joo yang ikut di mobilnya keki setengah mati. Eun Soo lupa jika Yoo Joo pun akan datang ke pernikahan Jane, maka saat Tae Oh mengsms bahwa syutingnya sepertinya akan terlambat selesai dari perkiraan, Eun Soo membalas agar Tae Oh mementingkan pekerjaannya.

Tae Oh datang saat acara foto bersama, Jane memanggilnya untuk berfoto bersama mereka. Setelah mengantar Jane untuk pergi berbulan madu, Yoo Hee mengusulkan mereka untuk pergi minum bersama. Yoo Joo sepertinya lebih mudah akrab dengan Tae Oh dan menghindari Cha Seok, karena memang sangat tidak menyukainya. Sementara itu Yoo Hee yang masih kesal karena Eun Soo tidak memberitahu masalah Tae Oh padanya sepertinya berniat membalas dendam

Saat acara minumpun terjadi perang mulut yang dimulai oleh  Yoo Hee. Yoo Hee dengan sengaja membeberkan keburukan Eun Soo dan memojokan Eun Soo di hadapan Tae Oh, dia bercerita tentang Eun Soo dan Yoo Joo yang merupakan Soulmate yang bahkan berbagi cara berciuman bersama. Eun Soo tentu saja malu Yoo Hee membicarakan masalah itu dihadapan Tae Oh yang sepertinya merasa terganggu mendengarnya. Yoo Joo membela Eun Soo dan mulai membeberkan rahasia Yoo Hee setelah ditinggal Cha Seok dan betapa menderita dan hancurnya Yoo Hee gara-gara kelakukan Cha Seok dan berkata rasanya tidak enak bukan jika dipojokan seperti itu. Yoo Hee membalas perkataan Yoo Joo dengan kembali memojokan Eun Soo dan membuatnya meradang.

Acara minum itupun menjadi tidak kondusif tapi Eun Soo mengusulkan untuk mengunjungi tempat lain, sementara Yoo Joo memilih pulang. Di tempat baru, Yoo Hee kembali memojokan Eun Soo dan itu membuat Eun Soo sangat kesal. Eun Soo menjadi semakin mabuk dan membeberkan semua rahasia Yoo Hee dan mengatakan betapa bencinya Eun Soo pada Cha Seok karena Cha Seok membuat Yoo Hee sangat menderita. Dia terus meracau, membuat Yoo Hee kesal dan marah pada Eun Soo.  Akhirnya Eun Soo pulang dalam keadaan mabuk berat, sementara Yoo Hee merasa bersalah pada Cha Seok kerena perkataan Eun Soo padanya.

Pagi hari, Tae Oh membuatkan bubur untuk Eun Soo. Saat ada telepon masuk dari rekan kerja Eun Soo, Tae Oh mencoba membangunkan Eun Soo, tapi Eun Soo sama sekali tidak bangun. Tae Oh akhirnya meminta bantuan hobae nya untuk berpura-pura menjadi sepupu Eun Soo dan mengatakan Eun Soo tidak enak badan.

Saat Eun Soo terbangun, dia kaget karena sudah jam 10, dia harus pergi bekerja. Tae Oh mengatakan bahwa tadi Miss Jang menelponnya. Eun Soo panik dan bertanya apakah Tae Oh mengangkatnya? Tae Oh membenarkan dan hal itu tentu saja membuat Eun Soo marah. Eun Soo bertanya apakah Miss Jang bertanya siapa Tae Oh? tentu saja dia bertanya. Lalu Tae Oh menjawab apa? Tanya Eun Soo. Tae Oh bilang dia sangat cerdas dan berkata bahwa Tae Oh adalah teman Eun Soo. Mendengar hal itu Eun Soo semakin marah, karena ia tahu Miss Jang akan mulai menggosipkannya dikantor. Siapa yang akan percaya, jika di pagi hari ada seorang pria yang mengangkat ponsel seorang wanita lajang yang tinggal sendirian, dan pria itu mengaku temannya? Siapa yang akan percaya?

Eun Soo sangat marah dan meminta Tae Oh untuk tidak mengangkat teleponnya lagi. Tae Oh tidak berhak mengangkat telepon orang lain. Orang lain? Apakah bagi Eun Soo Tae Oh adalah orang lain? Harga diri Tae Oh lagi-lagi terluka, namun Tae Oh mencoba menahannya dan meminta Eun Soo memakan bubur buatannya, namun Eun Soo menolak bahkan menepiskan tangan Tae Oh. Pertengkaran mereka kali ini adalah yang terbesar.

Eun Soo sampai dikantor dengan hati was-was. Ada masalah di kantornya, berkenaan dengan masalah buku editan yang diusulkan Eun Soo. Semua rekan kerjanya menyalahkan Eun Soo untuk hal ini dan membuat Eun Soo sangat kecewa. Apalagi saat dia tahu bahwa ternyata Tae Oh tidak pernah mengangkat teleponnya, saat Miss Jang berkata bahwa suara sepupu Eun Soo sangat mirip dengan suaranya. Eun Soo tahu dia telah melakukan kesalahan besar pada Tae Oh.

Kecewa pada rekan kerjanya, Eun Soo mencoba curhat pada Yoo Hee. Namun Yoo Hee masih marah padanya karena kejadian semalam. Eun Soo bingung dan merasa sangat frustasi apalagi saat pulang ke rumah, tak ada tanda-tanda keberadaan Tae Oh. Eun Soo mencoba menghubungi Tae Oh, tapi ponselnya tidak aktif. Eun Soo merasa sangat kehilangan Tae Oh.

Eun Soo semakin merasa frustasi saat Kakak laki-lakinya menelpon mengabarkan masalah yang terjadi antara ibu dan Ayahnya. Eun Soo tidak ingin peduli namun dia mencoba berbicara pada ibunya dan malah membuat Eun Soo kecewa. Ia tahu benar Ibunya berselingkuh dan ingin bercerai dengan ayahnya, tapi ibunya tak pernah mengatakan apa penyebabnya. Eun Soo semakin merasa risih dengan telepon dari kakak laki-lakinya sementara Tae Oh masih tak menghubunginya. Eun Soo memutuskan untuk mematikan Ponselnya sementara waktu.

Eun Soo bertemu dengan Young Soo untu membicarakan masalah kepergian mereka ke Pulau Jeju. Eun Soo minta maaf karena ada sedikit masalah teknis dia tidak bisa membawa forografer perusahaan jadi dia meminta Young Soo membawa kenalan yang ahli dibidang fotografer. Young Soo mengerti dan menyanggupinya. Saat Eun Soo dan Young Soo akan pulang, turun hujan. Eun Soo mengantarkan Young Soo sampai di mobilnya dan menolak saat Young Soo memberinya tumpangan. Merasa sedang suntuk Eun Soo tadinya akan meminta Young Soo untuk menemaninya minum, tapi Eun Soo mengurungkan niatnya mengingat Young Soo tidak minum alkohol. Akhirnya Eun Soo pamit setelah Young Soo masuk kedalam mobilnya.

Eun Soo berjalan gontai, terlihat lelah dan kesepian. Young Soo menyadari hal itu. Dia turun dari mobilnya dan berkata bahwa dia ingin menemani Eun Soo berjalan hingga rumahnya. YounG soo mengatar Eun Soo hingga depan rumahnya. Eun Soo meminjamkan payung merahnya pada Young Soo. Young Soo pun pamit.

Dalam perjalanan pulang Young Soo terlihat sangat bahagia. Sesampainya di rumah, dia mengeluarkan semua isi tasnya, ternyata Young Soo membawa payung. Hal ini membuat Hyung nya yang tak lain salah satu pegawainya menjadi curiga. Iya tahu Young Soo sepertinya sedang menyukai seseorang.

Sebelum pergi ke Jeju, Eun Soo masih menanti kabar dari Tae Oh, namun sama sekali tak ada kabar. Eun Soo pun pergi ke Jeju dengan sedikit perasaan hampa, apalagi saat tahu Young Soo tidak ikut ke Jeju. karena harus melakukan sesuatu.

Kemanakah Young Soo pergi? YounG soo mengunjungi sebuah makam, hari itu adalah hari kematian orang yang dimakamkan disitu. Sebelum ke makam dia membeli baju berlengan pendek dan memakainya. Di depan makam itu, dia berbicara, bahwa dia sengaja membeli baju baru, dia berjanji pada makam itu jika dia akan selalu menjalani hidup dengan tersenyum.

Di Jeju Eun Soo begitu kesepian, dia merindukan Tae Oh. Dia menatap laut dan teringat bahwa dia tak pernah pergi  melihat laut bersama. Mereka bahkan tak pernah berfoto bersama. Eun Soo sangat merindukan Tae Oh.

Eun Soo kaget saat melihat Young Soo datang. Pegawai Young Soo lebih kaget lagi melihat penampila Young Soo, dalam 15 tahun mengenal Young Soo, baru pertama kali dia meihat Young Soo menggunakan baju lengan pendek.

Eun Soo dan Young Soo pun melakukan pekerjaan mereka di Jeju. Saat akan mengajak Eun Soo makan, Young So tak menemukan restoran tempat dia ingin mengajak Eun Soo makan. Mereka malah berputar-putar dan kehabisan bensin. Mereka bertemu dengan seorang nenek tuli yang minta dibelikan Jajamyung. Akhirnya Eun Sood an Young Soo menemani sang nenek makan Jajamyung.

Nenek tuli itu mengira mereka pasangan suami istri saat mereka menyangkal Nenek itu tak menggubris dan malah menanyakan anak mereka, dan lagi-lagi nenek tak peduli pada penyangkalan mereka. Hal ini menjadi terasa lucu bagi Eun Soo dan Young Soo membuat mereka tertawa bersama. Sang Nenek akhirnya dijemput oleh anaknya. Semenata Eun Soo dan Young Soo bermain di pantai.

Mereka memainkan permainan yang biasa mereka mainkan saat masih kecil. Mereka memainkannya dnegan sengat gembira, membuat Eun Soo sejenak melupakan kecemasan dalam menanti kabar dari Tae Oh. Setelah lelah mereka duduk tepi pantai, Eun Soo bertanya apakah Young Soo benar-benar berusia 38 tahun? Mengapa Pria berusia 38 tahun bisa melakukan permainan seperti itu. Young Soo menjawab, tentu saja dia bisa karena dia adalah pria berusia 38 tahun.

Eun Soo dan Young Soo berjalan-jalan di kebun teh. Young Soo akhirnya berkata pada Eun Soo sepertinya dia menyukai Eun Soo. Eun Soo kaget mendengarnya hingga tak bisa berkata apa-apa. Young Soo tak meminta Eun Soo menjawabnya. Dia hanya meminta Eun Soo untuk mengirimnya sms saat Eun Soo telah sampai rumah dengan selamat, karena Eun Soo akan pulang lebih dulu ke Seoul.

Sesampainya di Seoul, Eun Soo segera menghidupkan ponselnya, berharap ada telepon dari Tae Oh, namun nihil. Semua pesan masuk ia terima dari Kakaknya serta Yoo Hee dan Jane. Eun Soo kecewa, dia tidak tahu harus mencari Tae Oh kemana. Saat tiba dirumah Eun Soo menjadi sangat merindukan Tae Oh.

Eun Soo dan Yoo Hee main ke rumah baru Jane. Mereka makan dan minum, serta bercerita banyak hal. Jane merasa stress dengan kehidupan pernikahannya. Dia melampiaskan dirinya dengan merokok. Meskipun Eun Soo dan Yoo Hee sudah melarangnya.

Saat akan mengambil korek, suara pintu terbuka, Jane kaget, dia takut suaminya yang datang, ternyata ibu mertuanyalah yang datang. Jane lebih kaget begitu juga Eun Soo dan Yoo Hee. Ibu mertuanya terlihat kecewa dengan kelakuan Jane.

Jane minta maaf, tapi ibu mertuanya tak peduli malah bertanya apakah suaminya tahu tentang kelakuannnya ini? Apakah Ibu Jane tahu tingkah putrinya? Dia benar-benar merasa kecewa karena Jane telah mengotori rumahnya. Mendengar kata-kata itu, Jane malah meminta Ibunya untuk memberikan kunci rumah nya, dia tidak suka ibu mertuanya datang seenaknya ke rumahnya. Tapi Ibu mertuanya tak menggubris dan pergi begitu saja.

Yoo Hee dan Eun Soo pulang. Yoo Hee menginap di rumah Eun Soo. Yoo Hee bercerita tentang seberapa besar membenci Han Cah Seok, tapi sebesar itu jugalah dia mencintainya. Eun Soo pun menceritakan tentang Young Soo yang mengutarakan perasaannya. Yoo Hee menyarankan agar Eun Soo memutuskan hubungannya dengan Tae Oh, tapi Eun Soo tak bisa. Dia masih terlalu merindukan Tae Oh.

Esok harinya, Yoo Hee sangat senang karena Cha Seok mengajaknya bertemu dengan putrinya. Namun saat melihat Cha Seok mengantar putrinya saat dijemput mantan istrinya dari kejauhan, Yoo Hee merasakan sebuah kekosongan, benarkan tindakanya ini, benarkan kembali bersama Cha Seok adalah yang terbaik baginya?

Sementara itu Eun Soo mencoba mencari Tae Oh, dia mencari Tae Oh ke taman dekat kecil dimana Tae oh pernah mengajaknya. Taman itu berada di dekat toko keluarga Tae Oh, toko ATK, toko tempat Tae OH mengambil sebuah pengraut yang dihadiahkannya pada Eun Soo. Eun Soo bahkan mendatangi toko itu. Namun Tae Oh tidak ada disana. Eun Soo memutuskna mungkin inilah waktunya Eun Soo melepaskan Tae Oh. Eun Soo sudah cukup lama menunggu telepon yang tak kunjung datang.

Saat Kembali ke rumah Eun Soo kaget melihat sepasang sepatu di depan pintu masuknya. Sepatu itu milik Tae Oh. Eun Soo melihat Tae Oh sedang duduk di salah satu rumahnya, bertanya padanya, “Kau sudah pulang?” Eun Soo tak bisa berkata apa-apa, mengapa di saat dia memutuskan melupakan Tae Oh, Tae Oh kembali ke rumahnya??

~~~bersambung~~~

Apakah Eun Soo dan Tae Oh akan kembali bersama?? Lalu bagaimana dengan nasib perasaan Young Soo pada Eun Soo??

Aku juga sangat penasaran pada masa lalu Young Soo, makam siapa yang sebenarnya dikunjunginya? Mungkinkah itu makam kekasihnya yang membuat Young Soo seolah menutup diri selama ini, dan baru bisa kembali terbuka setelah bertemu dengan Eun Soo. Oh,,, aku sangat ingin Eun Soo bersatu saja dengan Young Soo, maien-yo Hyun Woo Oppa. Karaktermu di drama ini terlalu manis,, jadi bikin merinding.

Aku lebih suka pada Karakter Young Soo yang hangat namun sedikit misterius, sepertinya Young Soo punya sebuah masa lalu yang ingin dia lupakan. Dan bertemu dengan Eun Soo seolah meringankan sedikit beban masa lalu yang ingin dilupakannya.

 *written by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
6 Komentar untuk "[Mini Recap] My Sweet Seoul Episode 1-8"

jadi pengen nonton setelah baca rekapnya ^^

Mini recaps nya dilanjutin ya irfa,,
Kadung penasaran,,,

Zhe

makasih kak udah di rekap :-)
semangat lanjutin kak ^_^

lanjut ya mini recaps soalnya seru
gomawo ya

ini kdrama baru hyun woo ? atau udah lama ?

san

udah lama,,, hyun woo kan sekarang masih wamil,, klo nggak salah ini drama tahun 2008

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top