[Recaps] Nine Episode 12



Sun Woo membawa Min Young ke mobilnya. Di perjalanan menuju pulang, Min Young mengigil kedinginan. Saat lampu merah, Sun Woo bertanya apakah Min Young sangat kedinginan? Apakah dia ingin pergi ke rumah sakit. Sambil menggigil Min Young menggeleng. Sun Woo menyelimutinya dan memintanya untuk bertahan. Sun Woo akan secepatnya sampai ke rumah.

Tiba di depan rumah, Sun Woo mengatakan bahwa dia hanya punya obat demam, sebelum bertanya lebih banyak dia menyadari jika Min Young sudah tidak sadarkan diri. Sun Woo jadi panik dan bertanya apakah Min Young baik-baik saja. Tak ada jawaban. Merasa sangat cemas, belum lagi melihat Min Young yang mengigil kedinginan Sun Woo segera membawa Min Young masuk ke dalam rumah dan menidurkan Min Young di tempat tidurnya.

*writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Sun Woo segera membuka mantel Min Young yang basah kuyup lalu pergi ke kamara mandi untuk mengambilkan handuk dan mencoba mengeringkan tubuh Min Young. Namun dia tahu Min Young masih kedinginan dan suhu tubuhnya cukup tinggi. Sun Woo pergi ke lemari mencari sesuatu yang bisa dipakai Min Young.

Min Young sadar dan bertanya apa yang sedang Sun Woo lakukan. Sun Woo bilang dia akan membawanya ke UGD. Min Young menolak, dia ingin tetap berada di rumah Sun Woo. Mencoba memaham Min Young, Sun Woo pun akhirnya mengambil pakaian kering miliknya dan mulai membuka kancing baju Min Young untuk mengganti pakaiannya agar Min Young tidak terus kedinginan. Min Young bertanya pada Sun Woo apakah benar mereka pertama kali bertemu di UGD, Sun Woo membenarkan.

Flash Back 6 Tahun Lalu

Min Young dan Bum Suk menari gila-gilaan di acara penyambutan mereka sebagai karyawan baru di CBM. Direktur dan pegawai lainnya sangat menikmati hiburan tersebut, sementara Sun Woo sama sekali tidak terlihat di ruang karoke tersebut.

Ternyata Sun Woo baru saja datang setelah menangani sesuatu, saat datang Sun Woo bertemu dengan kru I hate psw, dia bertanya apakah acaranya di ruangan itu? Sun Woo mendegar jeritan Min Young yang sedang menyanyi gila-gilaan, dia bertanya mengapa begitu ribut? Kru I hate psw berkata bahwa karyawan baru mereka sangat lucu dan menyenangkan.

Di dalam ruangan, Min Young dan Bum Suk menari semakin gila. Sementara Young Su hanya mematung menahan rasa mabuk. Min Young loncat kesana kemari, hingga dia menari-mari menuju pintu masuk, tepat saat itu Sun Woo datang dan membuka pintu dengan cukup keras, dan Buk~~ Min Young pingsan dengan kepala berdarah karena kejedot pintu.

Semua orang jadi panik dan berkata bahwa Min Young pingsan dia benar-benar KO dan harus dibawa ke RS. Sun Woo bingung menyaksikan apa yang terjadi, semantara Direktur langsung menyuruhnya membawa Min Young ke UGD. Sun Woo menolak, dia baru saja datang, tapi direktur beralasan Sun Woo lah yang merusak kesenangannya. Sun Woo pun hanya bisa pasrah.

Min Young akhirnya sadar juga dari pingsannya di UGD saat Sun Woo selesai menelpon rekan kerjanya untuk mengabarkan kondisi Min Young. Merasa kebingungan karena terbangun di ruang UGD, Min Young hanya celinga celinguk. Sun Woo menghampirinya dan bertanya, “Kau sudah bangun?” Bukannya menjawab, Min Young malah bertanya siapa Sun Woo? “Aku sunbae-mu” jawab Sun Woo penuh percaya diri. Min Young setengah tak percaya karena merasa dia tak pernah melihat Sun Woo. Sun Woo pun menjelaskan, sebelum mereka bertemu Min Young sudah KO duluan.

Sun Woo pun bertanya siapa nama Min Young, setelah Min Young menjawab Sun Woo mulai memberi peringatan pada hobae barunya itu, “Baiklah, Joo Min Young. Sepertinya kau masuk kerja saat aku sedang dinas ke luar. Jadi dengarlah baik-baik. ” Min Young langsung memperhatikan Sun Woo yang bersiap mengomeli dirinya.

Sun Woo pun mulai mengomel penuh amarah namun tetap dengan gaya elegannya hingga membuat Min Young terpesona mendengarkan semua perkataannya:
“Kau tahu orang seperti apa yang paling aku benci? Orang yang tidak dapat mengontrol dirinya ketika mereka mabuk. Orang seperti dirimu. Kamu menaik rambutku dalam perjalanan ke sini. Muntah 3 kali di jasku. Kamu memperolok sopir taksi karena dia botak. Kamu menangis meminta-minta digendong belakang, dan punggungku sakit ketika menggendongmu. Kamu membuat seluruh UGD rusuh. Kamu memberitahu semua orang di sini bahwa kamu adalah  seorang reporter untuk CBM. Kamu memalukan kita. Kamu adalah yang terburuk. Joo Min Young. Sekarang kamu dalam genggamanku. Kehidupan karirmu takkan menyenangkan mulai dari sekarang. Kamu bisa memastikan hal itu.”

Bukannya ketakutan Min Young malah melihat Sun Woo dengan tatapan doki-dokinya terlihat jelas dia kagum pada orang yang sedang memarahinya ini. Min Young pun hanya bisa menjawab “Oke” sambil menunjukkan wajah terpesonanya. Sun Woo tak habis pikir, apa maksudnya dengan OKE? Apakah itu jawaban terbaik yang bisa Min Young berikan? Sun Woo kembali mengomel, “Apakah kau begitu lamban? Bagaimana bisa kau diterima kerja?” Min Young meminta maaf karena hal itu.

Min Young lalu berkata pada Sun Woo, “Tapi,,, Sunbae-nim, kau  sangat pandai berbicara. Aku suka pada lelaki yang bicara dengan sangat baik.” Mendengar perkataan Min Young , Sun Woo langsung bingung, “Apa?” Min Young menimpali, “Kau,, sangat Keren~~” Sun Woo hanya bisa menatap Min Young dengan speechless, apalagi setelah mendengar pertanyaan Min Young selanjutnya, “Apakah kau sudah punya pacar? Aku belum punya~~” Min Young terlihat malu-malu mengatakannya.

Sun Woo hanya berkomentar, “Kau sungguh idiot. Bagaimana kau bisa mendapatkan pekerjaan ini?” Bukannya marah dikatai idiot, Min Young malah malu-malu sambil menutup wajahnya. Ahaaa~~ Min Young tampaknya sudah jatuh cinta pada Park Sun Woo sejak pandangan pertama nih^^

Flash back end

Sun Woo sudah selesai mengganti baju Min Young dan kini sedang menyelimuti tubuh Min Young dengan selimutnya. Min Young bertanya, “Tapi,, waktu itu,, kau memanggilku idiot kan?” Sun Woo tersenyum mendengar pertanyaan Min Young dan berkata, “Karena waktu itu kau memang idiot” Tubuh Min Young semakin menggigil dan Sun Woo mempererat selimutnya ke tubuh Min Young. Min Young berkata pada Sun Woo bahwa dia kini sudah mengingat segalanya. Semua perkataan yang diucapkan Sun Woo, dia mengingatnya. Min Young merasa sangat aneh, dan tidak tahu apa maksud dari semua itu, Tapi,,, Min Young merindukannya.

Wajah Sun Woo langsung berubah seketika mendengar Min Young mengatakan hal itu, karena dia pun sangat merindukan kehidupan alternative mereka. Namun saat ini, Sun Woo hanya bisa melihat wajah Min Young yang sudah jatuh tertidur.

Min Young terbangun setelah tertidur beberapa lama, dia melihat Sun Woo yang sedang berdiri di dekat jendela kamarnya untuk menatap hujan. Min Young bersuara, mengisyaratkan dia sudah bangun. Sun Woo menoleh dan menghampiri Min Young. Sun Woo duduk di depan Min Young yang terbaring dan menanyakan keadaannya sambil menyentuh kening Min Young kemudian menyentuh rambutnya penuh kasih sayang.

Min Young berkata dia mengingat sesuatu yang lain, tentang Ayah tirinya yang seorang pengacara di Boston. Apakah itu benar? Walau Sun Woo tak pernah bertemu dengannya, tapi dari apa yang diceritakan Min Young padanya Sun Woo rasa itu semua benar. Min Young mulai menangis, jika dia sudah punya Ayah, lalu bagaimana dengan Ayahnya sekarang (Jung Woo)? Sun Woo meminta maaf, semua itu terjadi karena kesalahannya. Min Young tidak mengerti apa yang dikatakan Sun Woo, Min Young kembali menangis tertahan.

Sun Woo meminta maaf, Apakah Min Young ingin mereka pergi? Ke tempat dimana tak ada seorang pun yang mengenal mereka? Min Young bingung ditaya seperti itu. Sun Woo berkata, karena dia yang telah melakukan kesalahan dia akan memberikan keputusan pada Min Young untuk memilih. Sun Woo memberikan 3 Opsi.
1. Jika kau memintaku hidup denganmu di tempat yang jauh sana, aku akan senang hati melakukannya.
2. Jika kau bilang cukup bagimu kita sebagai keluarga, aku akan hanya menjadi paman yang baik bagimu.
3. Jika kau memintaku sekali-sekali untuk  menemuimu tanpa orang lain mengetahuinya... Aku juga bisa menerima hal itu juga.

Sun Woo berkata dia akan melakukan apapun pilihan Min Young, dan bertanya apa pilihan wanita yang dicintainya itu? Min Young tak bisa menjawab, dia memejamkan mata sambil menahan tangis. Dia bingung dan sangat tertekan dengan semua ini. Min Young menggigil kedinginan, dengan sigap Sun Woo menawarkan agar Min Young minum obat tapi sebelumnya Min Young harus makan dulu.

Sun Woo pun pergi menghangatan makanan di microwave untuk Min Young sambl memikirkan sesuatu, entah apa yang dipikirkan Sun Woo (Tapi dia terlihat sangat tampan saat melamun seperti itu^^) Sun Woo bahkan tidak sadar makanannya sudah selesai dihangatkan, setelah beberapa saat dia baru sadar. Sun Woo mengambil makanannya dan membawanya ke kamar, sayangnya Min Young sudah jatuh tertidur. Sun Woo gagal memberikan obat pada Min Young.

Sun Woo melihat tulisan pada gitarnya menghilang, dia kaget menyaksikan hal itu. Apa yang terjadi? Lalu tulisan muncul lagi, dengan pertanyaan yang berbeda. Ya~~ Sun Woo remaja mngirimkan pesan lain padanya, dia menunggu tulisan itu selesai, “Apa kau menerimanya? Apa yang aku kirimkan padamu?” Sun Woo bingung, apa yang harus dia terima? Sun Woo pun akhirnya pergi mencari jurnal hariannya di tahun 1993 untuk mengetahui hal itu.

Tahun 1993

Sun Woo remaja sedang membereskan barangnya dan menemukan sebuah barang yang tidak di kenalnya. Benda itu adalah sebuah plastik dengan cap kepolisian Chongro. Saat Ahjuma datang membawakan camilan untuknya, Sun Woo bertanya pada Ahjuma apa itu? Ahjuma bilang polisi mengirimkannya minggu lalu, dia menyimpan itu di kamar Sun Woo, karena itu memang miliknya. Ahjuma bilang polisi mengambil semua barang bukti di TKP dan mengembalikan semuanya karena penyelidikan susah usai, dan mereka menemukan barang milik Sun Woo itu. Apakah itu Miliknya? Sun Woo bertanya. Ahjuma jad bingung, memangnya itu bukan milik Sun Woo? padahal ditemukan banyak sidik jari Sun Woo di barang itu. Sun Woo membuka bungkusan plastic itu dan semakin bingung melihat isinya.

Sun Woo remaja akhirnya menulis di jurnalnya dan Sun Woo dewasa membaca jurnal itu di tahun 2013.
“Satu-satunya barang bukti yang tidak terbakar di TKP. Aku tidak pernah melihatnya, tapi ada sidik jariku di dalamnya. Ada sidik jariku. Namun bukan milikku.  Lalu itu berarti milikmu bukan? Aku akan menyimpannya dengan baik selama 20 tahun. Namun kenapa kau tidak pergi menemuiku? Jika kau adalah aku, kau pasti menepati janji.”

Sun Woo pun mencari barang yang dimaksud masa lalunya itu. Dia mencarinya di tempat dia bisa menyimpan barang berharga di lemari pakaiannya yang paling bawah. Dan dia menemukannya, bungkusan plastik yang merupakan salah satu bukti yang ada di TKP, Sun Woo membukanya, dan ternyata itu adalah sisa batang Dupa yang dia buang di tahun 1993. 

Sun Woo menatap batang dupa itu dan melihat Min Young, apakah ini artinya dia memiliki kesempatan untuk mengembalikan semuanya ke awal demi Min Young? Dia tak ingin Min Young menderita lebih lama dengan memiliki dua ingatak kehidupan sepertinya, terlebih lagi Min Young lebih merindukan kehidupan mereka sebelumnya.

 *writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com

Di RS Hanseo, Seo Jun tampak lemah dan lesu saat Young Hoon datang ke RS. Young Hoon bertanya apakah Seo Jun terlibat masalah lagi? Seo Jun berkata Min Young menghilang sudah 24 jam dia tidak bisa menghubunginya, Seharusnya dia melaporkan hal ini pada Pak Kepala kan?  Tapi Seo Jun bingung apa yang harus dikatakannya. Young Hoon kaget mendengarnya, apakah Min Young mereject telepon Seo Jun? Seo Jun bilang ponsel Min Young dimatikan. Seo Jun sudah memberitahu Sun Woo tapi sepertinya Samchoonya Min Young pun belum menemukannya karena dia belum menghubungi Seo Jung hingga saat ini. 

Young Hoon mendapatkan telepon, itu dari Sun Woo. Sun Woo meminta Young Hoon datang ke rumahnya, dan mengatakan Min Young sakit. Seo Jun langsung tak sabar, apakah Sun Woo telah menemukan Min Young? Mendengar suara Seo Jun, Sun Woo langsung bertanya, apakah Young Hoon sedang bersama Seo Jun? Young Hoon membenarkan, Sun Woo berkata rahasiakan keberadaan Min Young di rumahnya. Young Hoon mengerti dan mengabaikan Seo Jun yang kepo.

Young Hoon tiba di rumah Sun Woo tepat saat Sun Woo berniat keluar rumah. Sun Woo memberitahu Young Hoon Min Young ada dikamarnya, dia baru saja tidur. Min Young baru satu kali meminum obat, Ototnya lemas. Young Hoon kaget dan bertanya, “Kau bermalam bersamanya? Apa yang terjadi? Kau bilang yang terbaik adalah membuatnya melupakan semuanya”

Sun Woo berkata bahwa Min Young mengingat segalanya, ingatannya kembali semakin jelas seiiring berjalannya waktu. Bahkan tidak perlu berhari-hari untuk membuatnya menyadari segalanya. Jika Sun Woo menutup diri dari Min Young saat ini, mungkin Min Young akan berakhir di Rumah sakit (*merasa sangat gila, karena ingatannya*). Sun Woo tidak bisa membiarkan hal itu, karena semua ini terjadi karena kesalahannya.

Saat ini Min Young sedang mengingat masa lalunya, jika Min Young bangun, Young Hoon harus berbicara padanya, hanya Young Hoon yang bisa Sun Woo andalkan. Young Hoon bertanya Sun Woo mau pergi kamana? Sun Woo akan pergi menemui hyung-nya.

Young Hoon masuk ke kamar Sun Woo dan melihat Min Young yang tertidur lemah di tempat tidur. Young Hoon mengingat percakapannya dengan Sun Woo sebelum sahabatnya itu pergi.

“Kenapa kau pergi menemui kakakmu? Apa yang akan kau lakukan?” Sun Woo menjawab bahwa dia sempat memikirkan untuk meninggalkan segalanya dan pergi ke luar negeri bersama Min Young. Pasti akan tersebar rumor, namun setelah beberapa lama rumor itu pasti menghilang. Namun tetap saja, Skandal terburuk antara dirinya dan Min Young akan terjadi, karena mereka berdua adalah reporter, Sun Woo tidak bisa membiarkan hal itu terjadi di Korea. Young Hoon kaget dengan pemikiran Sun Woo, apakah dengan meninggalkan semua nya itu adalah yang terbaik? Dengan membuang, pekerjaan dan keluarga mereka? Apakah Sun Woo pikir mereka akan bahagia dengan hal itu?

Sun Woo tahu itu bukan yang terbaik, tapi Sun Woo merasa tak ada jalan lain. Young Hoon mau protes lagi, tapi Sun Woo memotongnya, dia berkata tadi dia hanya memikirkannya saja, sampai akhirnya batang dupa itu kembali kepadanya. Young Hoon makin kaget, “Apa?” Sun Woo mengelurkan tempat batang dupa yang dikembalikan oleh masa lalunya. Sun Woo berkata, “Benda terkutuk ini kembali kepadaku dengan sendirinya di waktu yang sangat tepat. Apakah kau bisa mempercayainya?”

Young Hoon tersadar dari lamunannya, saat dia memasangkan infus pada Min Young yang akhirnya mulai sadar. Young Hoon berkata, bahwa dia sedang memberikan suntikan pada Min Young karena Min Young sedang kelelahan. Min Young bertanya, “Sunbae kemana?” Young Hoon awalnya bingung, tapi dia sadar kini Min Young tak lagi memanggil Sun Woo Samchoon, Young Hoon berkata Sun Woo sedang pergi untuk urusan penting. Tapi Min Young tidak usah khawatir karena dia akan menjaga Min Young.

Min Young bertanya apakah Dr. Han juga tahu tentang Sun Woo yang sebenarnya bukan pamannya. Young Hoon mengiyakan dengan sedikit ragu. Min Young merasa bersyukur karena pada akhirnya dia tidak merasa gila sendirian. Min Young kemudian mengeluh, jika Young Hoon mengetahuinya mengapa dia mengenalkan seorang lelaki padanya? Young Hoon bingung untuk menjawab. Min Young berkata dia tidak bisa menikah lagi, karena dia sudah menikah sebelumnya. Jadi bagaimana mungkin dia bisa menikah lagi? Young Hoon merasa bersalah karena hal itu.

Young Hoon kemudian mengingat saat dia menelpon Sun Woo ketika Min Young masih terlelap. Saat itu Sun Woo masih berada di dalam mobil. “Apakah kau akan menggunakan dupa itu lagi? Kau yang membuangnya dan mengatakan itu adalah kutukan” Sun Woo menjawab terkadang dia membutuhkan Kutukan itu. Young Hoon protes, “Bodoh! itu adalah hasil kerja Iblis, itulah mengapa Dupa itu kembali padamu setelah kau membuangnya di waktu 20 tahun lalu. Dupa itu ingin kembali menggodamu”

Young Hoon mengingatkan Sun Woo, bahwa bukan pertama kalinya Sun Woo jatuh dala godaan dupa itu dan menghancurkan hidupnya. Bahkan sisa umur Sun Woo terus berkurang setiap kali Sun Woo menyalakan dupanya. Apakah Sun Woo tidak takut? “Aku takut. Aku sangat takut mati” Young Hoon menyarankan agar Sun Woo tidak menggunakan dupa itu. Mereka bisa mencari jalan lain. Min Young pasti bisa mengurus dirinya sendiri setelah dia sembuh, dia tidak akan selamanya seperti ini.

Apa yang paling Sun Woo takutkan adalah karena dia telah memasuki ranah Tuhan dengan mengubah takdir dan membuat takdir orang lain berubah, tapi sebenarnya dia tak mengubah apappun. Min Young pada akhirnya malah mendapat ingatannya kembali. Masa lalunya telah mengembalikan batang dupa itu padanya, dan dia tidak pernah lelah mengirimkan pesan padanya. Dia sedang menunggu Sun Woo untuk kembali. Bagaimana jika semua ini adalah awal? Bagaimana jika orang-orang mulai memiliki keinginannya sendiri?

“Aku tidak tahu apa yang mereka akan lakukan atau apa yang akan terjadi. Aku bukanlah Tuhan. Aku tidak bisa memperkirakan atau mengatur apa yang akan terjadi. Pertama kali kupikir kalau akulah yang menemukan batang dupa itu dan memilih untuk menggunakannya. Sekarang aku mulai percaya bahwa batang dupa itu telah menemukanku dan dupa itu telah memilihku.”

Young Hoon bingung dengan perkataan Sun Woo, akhirnya Sun Woo berkata, bahwa dia rasa Dupa itu datang padanya karena alasan tertentu, sesuatu yang lain yang harus dia lakukan. Sun Woo memutuskna untuk mempercayai, bahwa kembalinya batang dupa itu memberinya kesempatan untuk mengembalikan semuanya ke kondosi semula. Sun Woo tidak tahu apakah Dupa itu akan megkhianati mereka lagi atau tidak. “Aku bahkan kembali dari kematian sama seperti hyung-ku, Apalagi yang bisa terjadi lebih buruk dari itu?”

Young Hoon pasrah, dia tahu seperti biasanya dia tak bisa membujuk Sun Woo. Young Hoon bertanya apa yang akan Sun Woo katakan pada kakaknya? Itu bukan menjadi keputusan Sun Woo, tapi akan menjadi keputusannya, karena Dupa itu awalnya adalah milik Jung Woo.

Seo Jun melaporkan hilangnya Min Young pada Jung Woo, karuan saja Jung Woo marah dan bertanya seberapa parah mereka bertengkar. Seo Jun tidak menjawab, jika Min Young sampai mematikan telepon berarti sangat parah. Seo Jun bertanya apakah dia harus memberi tahu ibu Min Young? Jung Woo melarangnya dan bertanya siapa lagi yang tahu tentang pertengkaran mereka. Seo Jun berkata, Park Sun Woo tahu tentang hal ini, bahkan dia tahu alasan kami bertengkar, tapi sampai saat ini Sun Woo pun belum menemukan Min Young. Jung Woo mengerti dia akan membantu Seo Jun mencarinya.

Setelah Seo Jun keluar, Jung Woo mencoba menelpon Min Young, tapi ponselnya tidak aktif. Lalu pintu ruangannya diketuk, Jung Woo mempersilahkan masuk. Saat Sun Woo masuk, Jung Woo sangat kaget. Dia tak menyangka Sun Woo akan datang menemuinya. Sun Woo meminta ijin untuk duduk, dan Jung Woo menawari Kopi, tapi Sun Woo menolaknya dan mengatakan dia sudah minum. Sun Woo memasang wajah dingin saat dia menghadapi kakaknya. Jung Woo tahu benar mengapa Sun Woo bersikap seperti itu.

Jung Woo bertanya ada apa Sun Woo menemuinya apakah ini karena masalah Min Young? Dia baru tahu jika Min Young tidak bisa dihubungi, mereka pasti bertengkar karena masalah serius, padahal pernikahannya tinggal 2 hari lagi. Apa yang akan mereka lakukan?

Dengan wajah dingin dan tegasnya Sun Woo berkata, “Min Young ada di rumahku sekarang” Jung Woo kaget mendengarnya, “Apa?” Sun Woo melanjutkan, “Dia sedang sakit, dan saat ini sedang beristirahat. Dia tak akan datang ke pernikahannya” Jung Woo makin kaget mendengarnya, apa maksud Sun Woo. Akhirnya Sun Woo mengatakan sebuah kebenaran, “Min Young sudah menikah. Denganku. Kami sudah melakukan bulan madu kami Desember tahun lalu. Jadi dia tidak bisa menikah lagi” Jung Woo sangat kaget mendengarnya.

Apa maksud Sun Woo mengatakan hal itu? Jung Woo sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan adiknya itu. Sun Woo tahu ini sangat sulit dipahami, tapi pernikahan mereka bukan pernikahan terlarang seperti yang dikira orang-orang. Ayah tiri Min Young sebenarnya adalah Joo Sung Hoon, dia adalah seorang pengacara di Boston. Jung Woo bukanlah Ayahnya, semuanya berawal karena batang dupa. Sun Woo mengeluarkan tempat dupanya dan menyimpannya di meja Jung Woo. Sun Woo berkata dia datang menemui Jung Woo untuk membicarakan hal ini. Karena dupa itu adalah milik Jung Woo dan selama ini Sun Woo yang menjaganya.  Sun Woo mengatakan, Jung Woo seharusnya meninggal setahun lalu di Himalaya saat akan mencari dupa itu. Jung Woo sangat kaget mendengar perkataan Sun Woo, apa maksud semua ini?

Sun Woo datang ke CBM dan bertemu dengan Direktur yang bertanya mengapa Sun Woo terlambat datang. Sun Woo berkata dia ada urusan penting dulu. Direktur memperingatkan agar Sun Woo tidak terus melewatkan pesta perusahaan. Mereka harus segera merayakannya. Sun Woo berkata mereka akan melakukannya jika rating News 9 naik lagi. Direktur bertanya apakah Sun Woo yakin ratingnya akan naik lagi? Sun Woo menjawab, “HARUS”. Darimana datangnya kepercayaan diri itu? Sepertinya Direktur harus mengeluarkan tagihan 100 Dolar lagi. Direktur menantang Sun Woo untuk menaikan rating lagi, maka dia akan mentraktir apapun yang Sun Woo inginkan.

Saat di meja kerjanya, Sun Woo menelpon Young Hoon menanyakan keadaan Min Young. Young Hoon berkata Min Young baru saja tertidur, dia berkata Seo Jun ingin melaporkan hilangnya Min Young ke polisi, harus kah dia mengatakan keberadaan Min Young pada Seo Jun? Sun Woo bilang mereka harus menunggu hingga Jung Woo membuat keputusan. Young Hoon jadi penasaran apa yang telah di katakan Sun Woo pada kakaknya itu? Semuanya. Apa saja itu? Ya,, pokoknya semuanya, segala yang di alami Sun Woo selama ini dia ceritakan pada Jung Woo.

Jung Woo duduk di sebuah kursi tepi sungai. Dia sedang merenungi apa yang dikatakan Sun Woo. Hati dan pikirannya menolak kenyataan itu, bagaimana mungkin itu bisa terjadi dalam hidupnya. Jung Woo mengingat apa yang Sun Woo katakan setelah adiknya itu mengatakan bahwa sebenarnya Jung Woo telah meninggal di Himalaya tahun lalu.

“Aku tahu ini tidak masuk akal. Namun semuanya yang akan kukatakan adalah fakta. Kau pikirkan ini sebagai sebuah teka-teki. Akulah yang pertama kali percaya padamu. Desember tahun lalu, aku pergi ke Nepal untuk mengambil jasadmu. Ini adalah dupa yang kau pegang sebelum dirimu meninggal.”

Dipikirkan secara logika, tentu saja itu tidak mungkin. Bagaimana bisa Sun Woo mengatakan dirinya telah meninggal setahun lalu, tapi dia masih hidup sampai detik ini.  Apa yang dikatakan Sun Woo selanjutnya semakin tidak masuk akal. Sun Woo berkata bahwa Dupa yang ditinggalkan Jung Woo adalah mesin waktu yang membawanya ke 20 tahun yang lalu. Saat Sun Woo menyadari Jung Woo meninggal ketika mencari Dupa ini, dia menyimpulkan bahwa Jung Woo ingin menghentikan kematian Ayahnya 20 tahun lalu dan juga bertemu kembali dengan Kim Yoo Jin.

Sun Woo mengatakan pada Jung Woo pada akhirnya Sun Woo mengembalikan Yoo Jin pada Jung Woo dengan memberikan nomor telepon Jung Woo pada Min Young kecil. Jung Woo lalu teringat saat dia bertanya pada Shi Ah, dari mana Shi Ah tahu nomor teleponnya. Shi Ah bilang dia mendapatkannya dari seorang Ajussi yang baru ditemuinya.

Sun Woo juga mengatakan bahwa akhirnya dia kembali lagi ke masa lalu dan berusaha menyelamatkan ayahnya, dan melihat dengan mata kepalanya sendiri Jung Woo yang mendorong Ayahnya secara tak sengaja dan menyebabkan Ayahnya meninggal, dan Kekasih Sun Woo menjadi Putri Jung Woo. Jung Woo pun mengingat apa yang dikatakan Sun Woo

Sun Woo mengerti Jung Woo alasan Jung Woo mendorong ayahnya karena apa yang dilakukan Ayah pada Ibu. Yang tidak bisa dimaafkan Sun Woo adalah kenyataan Jung Woo berbohong padanya selama 20 tahun dan mengabaikan Ibu dan Sun Woo selama itu. Jika Jung Woo tidak termakan omongan dan tipu daya Choi Jin Chul dan mengakui perbuatannya mungkin semuanya tidak akan seperti ini, dan Choi Jin Chul tidak akan menjadi monster seperti sekarang ini. Sun Woo meminta Jung Woo membayar kesalahan yang telah dilakukannya di masa lalu. Itu adalah antara Sun Woo dan Jung Woo. Mereka lah yang membayar semuanya. Sun Woo tidak ingin membuat Min Young membayar kesalahan yang dilakukan mereka berdua. Sun Woo menawarkan, Jika Jung Woo setuju dia ingin mengembalikan semuanya ke tempat semula.

Setelah berpikir lama, Jung Woo pun akhirnya mengambil keputusan. Dia menelpon Sun Woo dan mengatakan memutuskan untuk mempercayai Sun Woo. Meski tidak masuk akal, tapi cerita Sun Woo menjawab semua pertanyaan yang selama ini membuatnya bingung. Jung Woo mengatakan bahwa selama ini dia sangat ingin menebus kesalahanya, saat Sun Woo mengetahui masalah ini, maka hidupnya menjadi seperti di Neraka. Jung Woo senang jika dia memiliki kesempatan untuk menebus kesalahannya, maka Jung Woo mengijinkan Sun Woo mengembalikan semuanya.

Apakah setelah Sun Woo kembali ke masa lalu keadaan akan menjadi baik? Sun Woo bilang dia tidak tahu karena selama ini setiap kali dia kembali hasilnya malah menjadi semakin buruk. Semuanya berawal dari kesalahan dan mereka harus tetap mencoba untuk memperbaikinya.

Jung Woo bertanya bagaimana Min Young dan Yoo Jin di kehidupan alternative mereka? Sun Woo bilang Min Young se ceria dirinya saat ini dan sepertinya Kim Yoo Jin bahagia bersama suami pengacaranya itu. Jung Woo lega mendengar hal itu. Jung Woo mengingatkan Sun Woo bahwa pernikahan dia dan Kim Yoo Jin tidak akan lama lagi, pernikahan itu harus dibatalkan lebih awal agar menjadi lebih mudah bagi Yoo Jin. Itu pasti akan sangat mengerikan baginya.

Jung Woo berkata, mungkin hari ini akan menjadi hari terakhirnya, Sun Woo menyanggah, tidak mungkin seperti itu. Sun Woo memberitahu semua ini agar Jung Woo tidak menyesal nantinya. Tapi Jung Woo sudah menyadari, saat mendengar dirinya meninggal di Himalaya setahun yang lalu, itu benar-benar seperti dirinya. Sun Woo meyakinkan tidak akan terjadi seperti itu. Tapi Jung Woo berkata dia tak masalah jika hal itu terjadi.

Sesuai permintaan Jung Woo, Sun Woo pun menyiapkan rekaman video yang bisa dijadikan bukti yang mendukung pengakuan yang akan dilakukan Jung Woo di tahun 1993. Rekaman video itu adalah video CCTV saat Jung Woo mendorong Ayah yang juga menampilkan percakapan Choi Jin Chul dengan Jung Woo, yang menyuruhnya untuk tidak mengakui perbuatannya sebagai bukti keterlibatan Choi Jin Chul dalam masalah ini. 

Saat sedang bersiap untuk siarannta, Sun Woo pun teringat pembicaraannya dengan Jung Woo di telepon. Sun Woo bisa menemukan Jung Woo di toko Kim Yoo Jin karena dia selalu ada disana, satu hari pun tidak pernah membolos. Dia akan ada disana hingga pukul 9 malam. Sun Woo menatap jam dinding di ruang rias hampir setengah 9 malam. Sun Woo memutuskan untuk pergi sebelum melakukan siaran News 9.

Kim Yoo Jin datang dan menyapa suaminya. Jung Woo sengaja mengajak Yoo Jin makan untuk yang terakhir sebelum semuanya berubah. Kim Yoo Jin sampai heran dan dia berpikir dia telah pikun dengan tidak mengingat Aniversary Pernikahan mereka karena terlalu sibuk mengurus pernikahan Min Young, ternyata Aniv pernikahan mereka masih 2 minggu lagi. Yoo Jin menanyakan apakah suaminya berbicara dengan Min Young hari ini? Dia tidak bisa menghubungi putrinya. Jung Woo berkata Min Young pasti sedang sibuk.

Jung Woo berkata dia hanya ingin makan malam dengan istrinya. Yoo Jin sebenarnya bingung dengan tingkah suaminya, namun dia senang mereka bisa makan malam di luar seperti itu. Pelayaan pun datang dan mereka mulai memesan. Jung Woo memandangi Yoo Jin dengan penuh kerinduan karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi setelah Sun Woo kembali ke masa lalu.

Sun Woo keluar dari ruang rias dan mengatakan pada Young Su agar tidak ada yang mengganggunya selama 30 menit karena dia ingin tidur dulu. Sun Woo kembali masuk dan mengunci pintu. Sun Woo menatap sisa batang dupa yang tinggal dua. Seolah masih ragu apakah benar dia harus menggunakanya? Young Hoon mengirim sms pada Sun Woo menanyakan bagaimana keputusannya. Sun Woo mengatakan dia akan segera pergi, jadi jangan kaget jika ada perubahan setelah 30 menit. Young Hon khawatir bagaimana jika itu kembali merusak kesehatan Sun Woo setelah Young Hoon baru saja menyelamatkanya. Sun Woo tidak membalas sms Young Hoon dan mulai menyalakan dupanya. Seperti biasa, Sun Woo pun kembali ke masa lalu setelah dia men-set stopwatch nya selama 30 menit.

Tahun 1993. Jung Woo sedang menghitung uang hasil penjualan di toko kaset Yoo Jin dengan wajah bahagia. Yoo Jin menemuinya dan berkata dia akan pergi ke rumah Dong Woo untuk menjemput Shi Ah karena putrinya itu masih ada disana dan telah melewati jam malamnya. Jung Woo mengerti dan membiarkan Yoo Jin pergi. Jung Woo lalu mendapat telepon dari Choi Jin Chul yang memintanya keluar untuk menemuinya.

Jung Woo keluar toko dan Choi Jin Chul menariknya ke tempat sepi. Choi Jin Chul mengatakan dia telah menemukan wajah saksi itu. Choi Jin Chul memberikam foto Sun Woo dewasa pada Jung Woo dan bertanya apakah Jung Woo mengenalnya? Jung Woo bilang tidak. Choi Jin Chul pun berkata jika dia melihat orang yang mirip orang di foto itu Jung Woo harus segera memberitahu Choi Jin Chul. Karena mereka harus segera melenyapkan orang itu.

Di tahun 2013, Jung Woo mengingat kejadian itu, dimana Choi Jin Chul memperlihatkan foto Sun Woo dan ingin melenyapkannya. Dia tahu Sun Woo sedang dalam bahaya. Jung Woo bergunam Sun Woo tidak boleh pergi sekarang. Jung Woo mencoba menelpon Sun Woo, namun Sun Woo tidak menjawab karena dia sudah pergi ke 20 tahun yang lalu.

Di tahun 1993, Jung Woo masuk kembali ke toko dan bertemu Sun Woo yang datang dari masa depan. Sun Woo menyapa Jung Woo dan mengatakan bahwa ada yang memberitahunya bahwa Sun Woo bisa menemuinya di tempat itu. Jung Woo awalnya tak mengenali Sun Woo, namun setelah beberapa lama dia mengingat wajah Sun Woo yang baru saja di lihatnya dari foto yang diberikan Choi Jin Chul padanya. Jung Woo pun menjadi gemetar. Jung Woo teringat kata-kata Choi Jin Chul bahwa mereka harus melenyapkan orang yang sedang berdiri di hadapannya tersebut.

Komentar:
So sweet Park Sun Woo^^ aku suka melihat Sun Woo care banget sama Min Young dan saat dia menyerahkan semua keputusan pada Min Young itu sangat menunjukkan betapa Min Young sangat berarti untuknya. Karena itulah saat melihat dupa itu kembali Sun Woo langsung kepikiran untuk kembali ke masa lalu dan membenarkan sesuatu yang ingin dia perbaiki demi Min Young. Sun Woo tidak ingin Min Young tersiksa seperti dirinya dengan memiliki ingata yang saling bertentangan.

Keinginan hati Min Young sama dengan hati Sun Woo yang tidak pernah mengharapkan mereka menjadi paman dan keponakan, tapi pada kenyataannya saat ini seperti itulah hubungan mereka, meskipun tak ada hubungan darah, tetap saja secara hukum Korea Selatan mereka tidak bisa menikah, dan hubungan mereka adalah terlarang. Pilihan yang diberikan Sun Woo tidak ada yang lebih baik, semuanya menyakitkan, saat Min Young memilih aku tak yakin Sun Woo benar-benar bisa melakukannya.

Aigo~~ the best Scene episode 12 adalah kenangan pertemuan pertama antara Park Sun Woo dan Joo Min Young. Halah dance nya Min Young heboh abis, udah kayak goyang gergajinya salah satu penyanyi dangdut Indonesia aja, bener-bener kocak, mana dia hiperaktif banget pas ngedance sampe akhirya pingsan karena kejedot pintu yang dibukan Sun Woo. Pas adegan UGD juga daebak banget, ekspresi Sun Woo mantap, guanteng abis seperti biasa, dan Min Young,, odong banget,, lagi dimarahin malah tersepona gitu sama sunbae yang baru di temuinya. Pantesan aja Min Young lengket banget sama Sun Woo, secara udah suka dari pertama kali ketemu^^

 *writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*


6 Komentar untuk "[Recaps] Nine Episode 12 "

ayoo unnie, semangaat nulisnyaa :)
aku selalu setia menunggu recapsnya nine, bolak-balik mondar-mandir buka blognya unnie, ganbatte unnie..
chem-nya sun woo oppa-min young unnie dapet banget deh, berharap happy end..

Unnie semangat fighting !!!!!
ǰαηƍαη bikin åкů penasaran πγά

akhirnya recaps ep12 keluar juga,jd bingung mau komen apa yg pasti drama ini daebak bgt
thanks buat sinopsisnya

Ihhhhh, jadi gregetan baca sinopsisnya. Saking penasarannya q berburu DVDnya tapi belum berhasil. Coba download tp ga sukses
Kasih tips dong ...

lanjutkan ...ok :)

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top