[Recaps] Nine Episode 3



Sun Woo remaja bingung dengan pernyataan Sun Woo dewasa yang mengatakan bahwa Ajussi yang sedang berbicara dengannya di telepon adalah dirinya. Namun tiba-tiba sambungan telepon terputus saat Sun Woo remaja ingin bertanya lebih lanjut. Ternyata Sun Woo dewasa telah kembali ke tahun 2012 bahkan tangannya masih dalam posisi menggenggam telepon, tapi barang yang digenggamnya tidak ada. 

 *writen by irfa at cakrawala-senja.blogspot.com*


Salah satu Staf menemuinya di ruang rias dan bertanya dari mana Sun Woo, semua orang mencarinya. Bahkan tadinya Sun Woo akan digantikan oleh orang lain untuk membacakan berita malam ini. Sun Woo bertanya, apakah dia benar-benar menghilang dari sini? Pria itu berkata bahwa Sun Woo menghilang selama 10 menit. Sun Woo tersenyum takjub^^
  
Sun Woo masuk ke ruang pembacaan berita, para kru siaran mengeluh, Direktur terlihat merasa lega dan meminta mereka kembali mengganti nama Anchor nya dengan nama Sun Woo. Di Anapura, Min Young pun tampak lega melihat kehadiran Sun Woo di detik terakhir. Sun Woo kemudian mulai membacakan berita yang di prolog-kan dengan kasus Choi Jin Chul.

Saat break iklan, Sun Woo mengingat sesuatu. Dia teringat saat SMA dia kehilangan Pager dan mengatakan pada Young Hoon bahwa dia ditelepon oleh orang aneh yang mengambil Pagernya. Ingatan itu sangat jelas terekan di kepla Sun Woo, hingga dia terlihat tak konsentrasi. Min Young memperhatikan Sun Woo dari balik kamera. Sadar sedang diperhatikan, Sun Woo menoleh ke arah Min Young yang ada dilayar kaca. Sun Woo mencoba tersenyum kepada Min Young, namun Min Young tau ada yang salah dengan Sun Woo, sayang nya dia tidak tahu apa itu.

Sun Woo kembali membacakan berita, kali ini tentang ekspedisi ke Annapura dan dia melakukan siaran langsung ke tempat Min Young team berada. Min Young pun melakukan laporan nya secara professional tentang ekspedisi tersebut. Saat acara New Night akan segera berakhir, Sun Woo masih membahas tentang skandal yang terjadi di rumah sakit Myung Se (Rumah sakit Ayah Sun Woo yang kini dimiliki oleh Choi Jin Chul).

Choi Jin Chul melihat Sun Woo yang sedang membacakan berita di TV, setelah kembali ke Korea beberapa hari yang lalu, Choi Jin Chul mendapat tekanan dari media yang ingin tahu kebenarannya. DIa mencoba bersikap tenang, namun dalam hatinya dia tetap ketar-ketir. Sekretarisnya datang dan melaporkan jika Park Jung Woo, kakak laki-laki dari Park Sun Woo tewas saat melakukan hiking di pegunungan Himalaya, Nepal.

Selsesai membacakan berita, Sun Woo bergegas pergi, dia mengabaikan orang-orang yang bertanya padanya tentang mengapa dia tiba-tiba menghilang. Sun Woo menemui staf yang dia minta untuk mencari informasi tentang pagernya, dan nomor yang awalnya tidak bisa dihubunginya. Stafnya tersebut memberikan laporannya. Sun Woo bertanya apakah Nomor itu adalah nomor Myungdong Study Hall? Stafnya membenarkan, bagaimana Sun Woo tahu? Jika Sun Woo sudah tahu mengapa dia menyuruhnya mencari tahu. Sun Woo bilang dia baru saja mengingatnya bahwa dulu dia sangat sering datang ke tempat itu. Sun Woo takjub, karena nomor itu berasal dari perpustakaan yang sering didatanginya untuk belajar bersama Young Hoon.

Sun Woo kembali ke ruang rias dan menatap dupa peninggalan kakaknya, kini dupa itu tinggal sepertiganya lagi. Dia yakin dupa itulah yang membawanya ke masa lalu. Ini memang tidak masuk akal, tapi apa yang terjadi terasa sangat nyata bagi Sun Woo. Dia mencoba kembali menyalakan dupa tersebut, namun mengurungkan niatnya. Sun Woo akan menyelidiki masalah dupa ini terlebih dahulu.

Sun Woo bergegas pulang, di perjalanan dia menelpon Young Hoon dan bertanya tentang apakaha Young Hoon ingat tentang cerita Ajussi aneh yang di duganya mengambil pagernya saat hilang 20 tahun lalu. Young Hoon mencoba mengingat, dan viola~~ Young Hoon memang mengingat itu. Young Hoon menceritakan bahwa dia pun menduga orang yang mengambil Pager Sun Woo adalah pencuri yang menyebabkan Akuarium di rumah Sun Woo pecah, sangat aneh jika Pager itu hilang dirumah tanpa ada yang mencurinya. Young Hoon bahkan mengatakan jika bisa jadi pria misterius itulah yang membunuh Ayahnya. Sun Woo takjub karena Young Hoon mengingat hal itu. (Hummm,,, apakah itu ingatan baru Young Hoon karena time travel yang dilakukan Sun Woo??)

Sun Woo merasa apa yang diyakini benar adanya, dia kembali ke 20 tahun lalu?? Saat sampai dirumah dia menatap rumahnya, dia akan mencari bukti lainnya bahwa dia telah menemukan mesin waktu melalui sebatang dupa. Sun Woo berkata pada Young Hoon, dia rasa dia menemukan sesuatu yang hebat. DIia tidak tahu ini adalah halusinasi karena penyakitnya atau bukan, tapi dia harus memastikannya dulu. Sun Woo berkata, Young Hoon jangan menganggapnya gila, karena itu berarti Young Hoon pun sama gilanya dengan dirinya. Young Hoon bingung mendengar pembicaraan sang teman di telepon, apakah Sun Woo benar-benar mengalami halusinasi??

Sun Woo masuk ke dalam rumahnya, 20 tahun lalu di jam yang sama, Sun Woo remaja pun baru sampai di rumahnya. Dia membunyikan bel dan Ibunya membuka kan gerbang rumah untuknya. Sun Woo masuk dan bergegas ke kamar kakaknya yang ternyata sedang berusaha menulis surat untuk seseorang. Tapi saat Sun Woo datang dia menyembunyikannya. Sun Woo remaja bercerita pada Park Jung Woo muda bahwa dia menemukan sesuatu yang aneh tapi hebat, Jung Woo harus mendengarkan ini. Sayangnya sebelum Sun Woo bercerita Ibunya memanggil Sun Woo dan menyuruhnya turun karena Ayah ingin bertemu dengannya. Sun Woo berkata pada Jung Woo, tunggula sebentar dan dia akan bercerita. Sun Woo pun keluar dari kamar Ayahnya.

Jung Woo mengunci pintu, dia tidak ingin mendapatkan gangguan lagi, sepertinya dia benar-benar perlu menyelesaikan surat itu. Dengan penuh keraguan, Jung Woo melanjutkan menulis Surat, “Kepada yang tersayang, Kim Yoo Jin. Mungkin ini adalah surat terakhir yang aku kirimkan padamu…..” Hmmm,,, Itu sepertinya surat pemutusan hubungan sepihak dari Jung Woo untuk kekasihnya? Selesai menulis surat Jung Woo keluar dan bertemu Sung Woo yang bertanya apakah Jung Woo akan pergi? Sun Woo ingin bercerita. Jung Woo bilang nanti saja, sebaiknya sekarang Sun Woo tidur dan istirahat saja dulu.

Sun Woo mencoba tidur, dia memikirkan apa yang didengarnya tadi siang, bahwa Ajussi aneh yang menelponnya mengaku sebagai dirinya, Ini sangat Aneh. Sun Woo pun menuliskan hal itu di buku jurnalnya. Sementara di tahun 2012, Sun Woo dewasa mencari uku jurnalnya saat remaja dan menemukan tuisan yang sedang ditulis Sun Woo remaja. “Hari ini aku kembali menelpon orang yang mengambil Pagerku. Anehnya dia mengaku sebagai diriku. Apa maksudnya semua ini?” Sun Woo Dewasa dan Sun Woo remaja sama-sama berpikir dengan melakukan gerakan yang sama karena sesuatu yang berbeda.

Sun Woo mengingat kata-kata Hyung-nya yang menginginkan hidup bahagia seperti di masa lalu. Benar-benar merasa bahagia, tidak seperti saat mereka bertemu setahun yang lalu. Sun Woo membuka kembali barang-barang peninggalan Hyung-nya. Dia membuka kembali notebook kecil milik Jung Woo dan membacanya, tulisan-tulisan random yang di tulis Jung Woo memberikan sedikit petunjuk pada Sun Woo. Setahun yang lalu, Park Jun Woo pergi ke Nepal untuk menemukan sesuatu yang sangat nyata baginya. “Kamar 201 di Maruna Lodge, Di bawah kasur dekat jendela, Dia meninggalkan 9 batang Dupa itu”.

Esok harinya, di Nepal, Min Young dan kru nya sedang menikmati sarapan paginya. Mereka tidak jadi kembali ke Korea karena pewasat mereka yang delay. Kru nya sedang bergosip tentang siaran berita mereka yang hanya ada di posisi 5 karena ulah Park Sun Woo . Tapi mereka tak bisa berkutik karena Direktur pun bahkan tidak mengatakan apapun, akhirnya mereka menyudutkan Min Young dengan berkata, semuanya terjadi karena Kekasih Min Young.

Sayangnya Min Young sama sekali tidak terintimidasi, dia malah cenderung tidak peduli pada pembicaraan para kru nya dan sibuk dengan pikirannya sendiri. Min Young teringat saat dia menelpon Young Hoon dan bertanya perkembangan kondisi Sun Woo. Young Hoon bilang, sepertinya Sun Woo sekarang sering mengalami halusinasi, ini pasti karena penyakitnya. Halusinasi? Young Hoon bercerita bahwa Sun Woo membicarakan tentang kehidupan mereka di SMA, sepertinya ingatan itu membuat Sun Woo berhalusinasi. Min Young cemas dan bertanya pada Young Hoon, apa yang harus dilakukannya? Young Hoon pun bingung dan seceplosnya berkata bahwa Min Young bisa melakukan apapun yang diinginkan Park Sun Woo. (Woww??)

Melakukan apapun yang diinginkan Park Sun Woo? Menikah dengannya hanya selama 3 atau 6 bulan? Apakah benar Min Young harus melakukan hal itu? Young Hoon bertanya apakah Min Young tahu dimana Sun Woo sekarang? Min Young bilang dia masih berada di Nepal jadi dia tidak tahu dimana Sun Woo. Young Hoon memberi tahu Min Young, jika Sun Woo pergi ke Nepal pagi ini, katanya ada barang kakaknya yang tertinggal. Entah itu benar atau tidak, Young Hoon tidak bisa mencegah kepergiannya. Young Hoon merasa frustasi karena Sun Woo terus menerus menunda untuk melakukan Kemoterapi. Min Young jadi semakin mencemaskan keadaan Sun Woo.

Min Young melihat Sun Woo keluar dari mobilnya (Eeerrrr,,, Park Sun Woo ganteng banget dengan kacamata itemnya itu^^) Min Young langsung berdiri dan mengahalangi pandangan kru lain untuk melihat Sun Woo. Kru nya menjadi bingung dan bertanya apakah Min Young ingin ke kamar kecil? Min Young mengingat kata-kata Young Hoon, turuti segala keinginan Sun Woo. Min Young pamit pergi.

Min Young pergi menuju balkon restoran dan mengirim pesan pada Sun Woo: [Kacamata hitam itu tidak cocok untukmu lepaskan itu] Sun Woo kaget dan melepaskan kacamatanya, dia mencari sekeliling, dimana Min Young berada? Min Young tersenyum melihat tingkah Sun Woo dan kembali mengirim pesan : [Mencariku? Aku Disini]. Sun Woo tersenyum, dia tahu Min Young ada di suatu tempat dimana Min Young bisa melihat Sun Woo, tetapi Sun Woo tidak bisa menemukan Min Young. Akhirnya mereka pun saling bertukar pesan

Sun Woo (SW): [bukankah kau pergi kemarin malam?]
Min Young (MY): [penerbangannya di Delay]
SW: [Mengapa kau mengirimku pesan, jika kau melihatku?]
MY: [Terlalu banyak pengganggu di sekitarku. Aku tidak ingin mereka mengganggu Urri Nam-chin]
SW: [Apakah aku Nam-chin mu?]
MY: [Bukankah kita sedang berkencan?]
SW: [Aku pikir aku telah ditolak]
MY: [Aku merasa tidak baik, jadi aku ingin menarik kata-kata ku]
SW: [Terimakasih, tapi tidak perlu]
MY: [Apakah aku melukai Egomu? Apakah kau menangis?]
SW: [Kenapa aku harus begitu?]
MY: [Kau di tolak oleh wanita yang mencintaimu sebelah tangan selama 5 tahun]
SW: [Apa kau gila?]
MY: [Hehehe,, Aku bilang aku menarik kembali kata-kataku. Jangan menangis lagi. Biarkan aku memelukmu]

Sun Woo belum sempat menjawab pesan terakhir Min Young, Detektif yang ditemuinya dulu datang dan menyapanya. Sun Woo menyambut sang detektif sebelum pergi dia mengirim pesan pada Min Young. [Aku harus pergi. Sampa jumpa di Seoul] Min Young berniat membalas pesan Sun Woo dengan menanyakan apa yang sedang Sun Woo lakukan di Nepal, tapi dia mengurungkan niatnya. Sun Woo kembali mengirim pesan, [Ini sangat menyenangkan saling bertukar pesan tidak penting sepeti ini. Aku tidak tahu mengapa ini bisa membuatku senang dengan bertemu Jo Min Young yang tidak memakai otaknya. Thank You]

Sun Woo menanyakan tentang Maruna Lodge pada detektif, sepertinya detektif agak asing dengan nama itu, namun setelah mengingatnya, dia ingat bahwa Hotel itu sudah ditutup sejak tahun 2002. Sun Woo tahu, karena dia sudah mencari informasi tentang Maruna Lodge di Internet. Dia hanya butuh orang yang mengetahui medan Gunung Annapura dan membawanya ke tempat Maruna Lodge dulunya berdiri.

Sun Woo pun memulai ekspedisinnya menuju gunung Annapura, sama seperti yang dilakukan Hyung-nya dulu. Di temani seorang pemandu, Sun Woo Mulai mendaki gunung dan melewati gunung yang bersalju di musim dingin.

Sun Woo merekam pesan untuk Young Hoon. Sun Woo berpesan agar Young Hoon mendengarkan pesannya dengan seksama. Sun Woo kehilangan Hyung-nya karena dia tidak memperhatikannya. Sun Woo percaya, kakaknya meninggal saat dia melakukan pencarian sebuah mesin waktu. Tapi Jurnalnya tak beraturan dan tak lengkap. Satu hal yang pasti, dia mencari dupa yang bisa membawanya ke 20 tahun yang lalu. Dan dia mendengar rahasia lain. Seorang pria berhasil menyelamatkan keluarganya, dan dia meninggalkan 9 batang dupa di Maruna Lodge pada bulan Januari 1992.

*writen by irfa at cakrawala-senja.blogspot.com*

Maka pada bulan Januari 2012, Park Jung Woo pergi ke Nepal dalam rangka menemukan batang dupa yang lain yang ditinggalkan seorang pria di Maruna Lodge. Dia ingin berusaha menyelamatkan Ayahnya yang meninggal di tanggal 31 Desember 2012. Park Jung Woo merasa itu sebuah mukjizat. Dia akan membuktikan pada semua orang bahwa selama ini dia benar dan dia akan mengubah segalanya. Park Jung Woo pergi ke pegunungan Anapura untuk mencari 9 batang dupa yang ditinggalkan pria itu di Maruna Lodge, sayangnya dia tidak berhasil menyalakan dupa karena cuaca yang dingin dan berujung pada kematiannya.

Sun Woo berjalan di pegunungan bersalju, dan tiba-tiba dia merasakan sakit dikepalanya. Sun Woo berhenti dan meminum obatnya. Pemandunya memanggilnya untuk segera bergerak, setelah merasa baikan, Sun Woo baru kembali berjalan di tengah hujan salju yang cukup besar. 

Mereka sampai di tempat Maruna Lodge berdiri. Sun Woo menanyakan apakah ada tanda lain? Pemandunya pergi untuk mencari tanda lain. Setelah pemandu pergi, Sun Woo segera menyalakan Dupa yang tinggal 10 cm, artinya dia hanya bisa berada selama 10 menit di masa lalu, karena setiap dupa yang panjangnya 30 cm bisa membawanya selama 30 menit ke masa lalu. Sun Woo menyalakan dupa itu dalam sebuah kotak kaca agar dupa itu tidak padam sebelum waktunya karena hujan salju dan cuaca dingin.

Setelah dupa berhasil dinyalakan, Sun Woo sudah terlempar ke 20 tahun lalu. Dia berada di halaman Maruna Lodge. Sun Woo masuk dan menanyakan kamar 201. Setelah ditunjukan oleh penjaga Hotel, Sun Woo segera bergegas ke sana. Dia mengetuk pintu, seorang wanita yang baru selesai mandi menjawabnya. Sun Woo meminta ijin untuk masuk dengan berkata bahwa dia adalah orang yang tinggal di kamar itu sebelum sang wanita dan dia meninggalkan sesuatu di kamarnya. Wanita itu berkata dia sedang berpakaian dan meminta waktu selama 5 menit. Sun Woo tidak bisa menunggu, karena dia hanya punya waktu 10 menit saja.

Sun Woo memutuskan mendobrak pintu, membuat sang wanita berteriak, Sun Woo tidak mepedulikannya dan menuju ranjang dekat jendela, dia segera merobek kasur bagian bawah di Rajang tersebut dan berhasil menemukan tempat batang dupa yang dimaksud. Saat Sun Woo akan pergi dari kamar, seorang pria yang sepertinya suami wanita itu memukulnya karena dia telah lancing masuk ke kamar mereka. Sun Woo berkata dia hanya ingin mengambil sesuatu dan akan segera pergi, tapi pria itu tidak mendengarkan dan terus memukul Sun Woo hingga tempat dupa itu terlepas dari tangannya dan melesat ke bawah.

Sun Woo pun terpeleset ke bawah tangga, dan mencoba mengambil dupa itu dan berkata akan segera pergi pada pemilik hotel saat dia ditanya. Tapi pria tadi datang dan memukulnya lagi. Tempat dupa itu terlepas lagi dari tangannya. Sun Woo mengejarnya, saat pria tadi mencoba melemparnya dengan barang, dia mengambil sebuah bungkus piringan hitam sebagai tameng dan menangkan tempat dupa yang masih melayang karene terlempar dari tangannya.

10 menit berlalu, Sun Woo kembali ke tahun 2012, di pegunungan bersalju tempat Maruna Lodge dulu berdiri. Sun Woo merasa sangat lega, dia membuka tempat dupa itu dan mulai menghitung. Tepat 9 batang dupa. Sun Woo sangat gembira, hingga berteriak riang. Pemandu bertanya dari mana Sun Woo? dia pikir dia telah kehilangan Sun Woo.

Sun Woo kembali turun gunung karena dia telah menemukan apa yang dicarinya. Sun Woo menemui detektif dan berkata dia telah menemukan apa yang dicarinya. Detektif melihat piringan hitam yang dibawa Sun Woo, apakah Sun Woo juga mencari itu? Sun Woo bilang dia kebetulan menemukannya dan membawanya. Piringan hitam OST. The Bodyguard. Sun Woo bertanya apakah detektif tahu kapan lau itu di Rilis? Detektif tidak tahu. Sun Woo bilang lagu itu di rilis pada musim dingin tahun 1992. Sun Woo sangat mengingatnya karena dia pertama kali pergi berkencan dengan cinta pertamanya di musim dingin tahun 1992.

Sun Woo membeli alat untuk menyalakan piringan hitamnya dan pergi ke hotel. Saat sedang bersantai, Sun Woo menyalakan lagu di piringan hitam itu dan menikmatinya sambil menatap ke 9 batang dupa yang berhasil ditemukannya.

Sun Woo kaget saat Min Young datang dan berkata, “apakah kau tahu aku akan datang?” karena Sun Woo tidak mengunci pintu kamar nya. Sun Woo bertanya bukan kah Min Young seharusnya sudah pulang ke Korea? Min Young berkata dia berbohong pada para kru dan berkata bahwa ada barang yang ketinggalan di hotel. Dia mengetahui Sun Woo menginap di hotel ini dari tempat Sun Woo merental mobil.

Min Young bertanya bagaimana gaunnya? Apakah bagus? Dia sengaja membelinya untuk bertemu Sun Woo, sangat sulit menemukan pakaian bagus di Nepal. Min Young mendekat ke arah Sun Woo dan berkata, bukan kah ini seperti Bulan madu? Sun Woo bingung Bulan apa? Min Young meracau, “Aku Sakit berada di Himalaya tapi aku tak punya pilihan. Ini akan menjadi special karena tidak biasa, Siapa yang pergi bulan madu ke Himalaya?”

Sun Woo bingung dengan kata-kata Min young yang kemudian duduk didepannya. Min Young berkata pada Sun Woo, bukankah Sun Woo ingin menikah dengan Min Young selama 3 bulan? Min Young setuju untuk melakukannya. Karena tidak ada waktu lagi, dan mereka berdua sangat sibuk, lebih baik mereka meng-skip pernikahan dan langsung bulan madu. Ini hanya 3 bulan, Min Young akan punya waktu banyak setelah menghabiskan waktunya dengan pria menyedihkan. Tiga bulan akan berlalu dengan cepat. Dan Semuanya kembali seperti semula. Min Young akan bebas kembali dan tidak ada sesuatu yang buruk.

Sun Woo paham maksud Min Young dan bertanya, apakah ibunya tahu kelakuan Min Young yang seperti ini? Min Young berkata Ibunya sudah menyerah padanya, jadi dia tidak akan peduli. Min Young merasa gugup karena Sun Woo terus menatapnya, Min Young mengalihkan perhatian dengan berkata hawanya sangat panas. Min Young berdiri dan pergi minum sebotol air. Seteleh berhasil menenangkan diri Min Young kembali menghadapi Sun Woo.

Min Young berkata, Lihatlah Park Sun Woo terlihat gugup. Apakah Sun Woo terkejut? Apakah Sun Woo tersentuh? Sun Woo pasti berpikir bahwa dia akan jadi single seumur hidupnya. Tapi Sun Woo beruntung, dia tidak sepenuhnya mengalami nasib sial.

Sun Woo tertawa kecil meremehkan melihat tingkah Min Young. Dia berkata, Min Young sangat Arogan, karena dia membiarkan Min Young sebelumnya. Apakah ini sebuah simpati dari Min Young? Min Young kaget mendengar pertanyaan Sun Woo. Dia mulai cemas dan berkata, dia hanya ingin berpikiran pendek seperti yang disukai Sun Woo. Itulah mengapa dia bersikap seperti itu,,, Min Young jadi bingung apa yang harus dilakukannya?

Sun Woo kembali tertawa sinis, dan mengatai Min Young bodoh. Seharusnya Min Young tidak ketakutan, dan tetap bertingkah seperti tadi sampai akhir, bukannya berubah di tengah jalan. Min Young sudah berjalan sangat lama. Sun Woo pernah bilang, Min Young tidak akan mendapatkan sebuah headlines dengan sikapnya ini. Min Young tidak mempelajari apapun setelah 5 tahun.

Sun Woo berjalan menuju pintu dan bertanya, “Jadi,,, ini adalah bulan madu kita?” Sun Woo mengunci pintu kamar hotelnya,,, (Eeerrr,, Sun Woo kok kece banget pas abis ngunci kamar hotel ya?) Sun Woo berjalan mendekati Min Young dan berkata Min Young berkata malam ini adalah bulan madu mereka kan? Mereka tidak akan menghabiskan waktu dengan hanya berdiri saling malu-malu seperti dua orang yang sedang melakukan kencan buta. Sun Woo semakin medekat dan menarik pinggang Min Young, dia pun mencium Min Young.

Sun Woo membawa Min Young ke kamarnya dan merebahkannya. Di sela ciumannya, Sun Woo bertanya “Apakah kau pikir 3 bulan terlalu singkat? Bagaimana kalo 3 tahun? Tidak,,, berapa lama kita bisa saling menjaga? 30 tahun?” Sun Woo menyetujui keputusannya sendiri, dia ingin bersama Min Young selama 30 tahun. Min Young bertanya apakah itu artinya Sun Woo setuju untuk melakukan kemoterapi? Min Young akan bersamanya untuk itu. Sun Woo tidak tahu, tapi selama Sun Woo tidak mati, itu tidak masalah bukan? Sun Woo malah bertanya, “Kau mau bertaruh siapa yang akan hidup lebih lama? Aku tiba-tiba merasa sangat percaya diri. Bodoh, Aku mendapatkanmu sekarang. Kau Miliku. Kau tidak bisa lari kemanapun lagi”

Min Young bertanya, Untuk apa Sun Woo datang ke Nepal? Sun Woo menjawab tentu saja untuk Bulan madu mereka. Min Young bertanya alasan yang sebenarnya, Sun Woo menjawab itu rahasia. Sun Woo kemudian mencium kening, lalu mata Min Young dan mereka menghabisakan malam indah itu bersama.

Sun Woo bernarasi, Sun Woo masih tidak percaya dengan yang namanya keberuntungan. Dia masih takut ini semua hanya halusinasi. Tapi ketika berada di depan kematian, semuanya terasa mudah dan jelas. Mempercayai cerita fantasi yang ingin dia percayai. Mencintai wanita yang dia Cintai.

Komentar:
It’s a Sweet episode yah~~~ Ommo na Sun Woo-ssi you are So adorable. Pantes ya selama 5 tahun Min Young bertahan pada perasaannya mencintaimu meskipun berkali-kali ditolak^^ Aduh,, pas pake kacamata Park Sun Woo keren banget yah^^ (walo Min Young bilang gak pantes,, itu kan dia saking tersepona nya tuh sama Sun Woo) Kata-kata mereka saat Sun Woo dan Min Young saling bertukar pesan pun sweet banget deh^^ Suka >.<

Waduh itu Min Young berani banget bilang Skip aja pernikahannya langsung bulan madu aja. Gila… mana Sun Woo udah jujur banget sebelumnya kalo dia pengen nikah sama Min Young, karena pengen mengalami bed Scene yang hot,, lha sekarang,, si Min Young malah mengumpankan dirinya sendiri,, wkwkwkwk. Dua orang ini kocak banget deh ya,, sebagai pasangan yang mungkin tidak akan bertahan lama karena penyakit Sun Woo.

Aku suka melihat hubungan Sun Woo dan Min Young, menurut temenku ini pertaman kalinya Lee Jin Woo dapet banget Chems nya sama lawan mainnya. Setelah aku pikir-pikir iya juga sih ya. Dari semua drama dia yang aku tonton, emang dia paling cocok sama Jo Yoon Hee, kalo sama yang dulu-dulu kurang dapet aja emosinya,,, bahkan saat dia dan So Yi Hyun dia menjadi Lead Couple di B & A Plastic Sugery Clinic (*tapi nggak tau sih kalo di INR 2, dan aku nggak mau nonton juga sih*)

Pas adegan Sun Woo mau ngambil dupa di Maruna Lodge, aku dibikin tegang, walo aku tahu Sun Woo pasti berhasil bawa pulang tuh dupa,, tapi tetep aja deg-deg-an,, apalagi tvN pinter banget nayangin iklan di waktu yang tepat gitu^^ tambah-tambah deh deg-degannya. Saat Sun Woo berhasil mendapatkan tempat berisi dupanya, jadi inget pas Bung Do berhasil jimat dari penjahat setelah dia sempat hilang ingatan,, aksi Hero nya keren banget^^

Park Sun Woo adalah Anchor sukses yang sangat penuh logika dan perhitungan, lalu mengapa dia mempercayai hal-hal fantasi seperi mesin waktu? Karena dia berada di hadapan kematian, di waktunya yang singkat, dia membutuhkan keajaiban untuk menyelamat keluarganya sebelum dia benar-benar pergi dari dunia ini. Itulah sebabnya dia mempercayai apa yang dulunya dipercayai kakaknya, dan dengan insting jurnalis dan pengalamannya, Sun Woo berhasil mendapatkan apa yang tidak berhasil didapatkan kakaknya karena kurang nya pengetahuan dan pengalaman.

Apakah yang akan dlakukan Park Sun Woo setelah mendapatkan 9 batang Dupa yang bisa dia gunakan untuk kembali ke 20 tahun yang lalu, saat keluarganya masih utuh dan dipenuhi kebahagiaan menurutnya? Akankah apa yang dilakukan Sun Woo berpengaruh pada nasib-nasib orang-orang disekitarnya saan ini? 

 *writen by irfa at cakrawala-senja.blogspot.com*
Image by Irfa
9 Komentar untuk "[Recaps] Nine Episode 3"

Aduh mba,kerenn bgt filmnya,ak meleeleh bgt am lee jee wook gmn nih dinine kynya actingnya serba pas am bagus,ap yg die pake kerreen aduh kalo mo nonton dmn sih mba?liat sinopsisnya aj ud seneng ngeliat opa aplg liat filmnya ya(lg mabok lee jee wook he..he...)

min, durasi drama ini berapa jam? Gomawo :^)

Sumpah somplak banget ni drama..,

I Like It^^

q baru tau klo 'BB Call' ternyata kalo di artiin bahasa Indonesia jadi 'Pager'~
soalnya Q nonton pake sub mandarin, trus yg kaya hape dijaman dulu itu namanya 'BB Call' hehehehehe

banyak kok link DLnya ira, aku Dl di doramax atau indowebster,

aku malah nggak tau ada yang namanya BB call, aku sih menterjemahkan sesuai terjemahan English sub nya, mereka nyebut Pager, dan dari bentuknya itu Pager kan, walo beda modelnya dengan yang di Reply 1997

seru bnget. penasaran abissss. start hunting dc nya. kamsahamnidaaaa

Seru bgt ceritanya, jd pengen nonton nih :) hmn, tp agak sedikit membingungkan cuz pas bagian percakapan mereka di buat kalimat gk langsung gtu jd agak susah dpt maksudnya. Sebaiknya d bagian percakapannya di tulis pake kalimat langsung biar agak mudah dapetnya. Tp dari semua sinopsis drama ini yg aku search d google, ini yg paling bagus menurutku. Gomawo...

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top