[Sinopsis] Cheongdam-dong Alice Episode 6 part 2




Saat Se Kyung sedang melihat-lihat Dress Room JTC, Seung Jo segera pergi membukakan pintu apartemennya. Yoon Joo yang terlihat marah menerobos masuk tanpa permisi, membuat Seung Jo semakin panik.

Bahkan tanpa dipersilahkan, Yoon Joo duduk begitu saja di Sofa Seung Jo lalu menghela nafas panjang. Seung Jo segera menarik Yoon Joo, membuat Yoon Joo bertanya mengapa?  Tidak ingin Se Kyung melihat Yoon Joo, Seung Jo langsung menarik Yoon Jo keluar setelah berkata, “Ikut aku keluar” Yoon Joo tampak tidak rela, tapi karena Seung Jo lebih kuat akhirnya Yoon Joo mengikuti Seung Jo untuk keluar.

*writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*


Se Kyung yang mendengar suara ribut-ribut di luar akhirnya keluar dari Dress Room, namun dia tak menemukan siapapun di ruang tamu, akhirnya Se Kyung masuk lagi

Sampai di dekat pintu, Yoon Joo berkata bahwa ada yang ingin dia katakan pada Seung Jo. Seung Jo berkata, katakan saja di luar dan menarik Yoon Joo lagi. Yoon Joo melihat sepasang sepatu wanita, mengertilah ia bahwa Seung Jo kedatangan tamu wanita. Yoon Joo berpikir wanita itu kekasih baru Cha Seung Jo?

Sesampainya di luar, Yoon Joo melepaskan tangan Seung Jo dengan paksa dan terlihat sedikit kesakitan. Yoon Joo bertanya apakah Seung Jo sedang bersama wanita? Yoon Joo bertanya mengapa Seung Jo tidak mengenalkan wanita itu padanya? (Aigo,,, kalo sampe Seung Jo langsung ngenalin Se Kyung ke Yoon Joo, pasti dia bakal kaget banget yah^^) Seung Jo tampak kaget mendengar pertanyaan Yoon Joo, namun mengabaikannya dan bertanya apa tujuan Yoon Joo datang menemuinya?

Yoon Joo bertanya pada Seung Jo, ada pembicaraan tentang  rencana pernikahan Seung Jo dan adik Iparnya, Shin In Hwa, apakah Seung Jo tahu itu? Seung Jo tampak kaget mendengar hal itu,, tentu saja Seung Jo tak tahu menahu tentang hal itu.

Se Kyung melihat-lihat barang-barang JTC, termasuk aksesorisnya, Dia kaget menemukan gelangnya di deretan aksesoris itu, tapi Se Kyung terlihat senang karena JTC menyimpan gelang pemberiannya. Se Kyung pun meliat gelang lainnya, gelang itu adalah gelang pasangan Seung Jo dengan Yoon Joo. Se Kyung mengambil gelang itu dan melihat inisial di dalamnya. S.J. Cha?

Seung Jo bertanya pernikahan apa maksudnya? Yoon Joo menjelaskan bahwa ibu mertuanya meminta bantuan Tommy Hong untuk menjodohkan In Hwa dengan Seung Jo, apakah Seung Jo tidak tahu tentang hal itu? Seung Jo berkata itu tidak akan terjadi, tentu saja, Seung Jo pasti menolak lah~~ Seung Jo meminta Yoon Joo pergi karena sudah tidak ada yang perlu mereka bicarakan lagi. Seung Jo berkata bahwa antara dirinya dan Yoon Joo sudah berakhir.

Yoon Joo bertanya apakah Seung Jo yakin? Seung Jo berbalik dan berkata Yakin, 100% yakin! Seung Jo menyuruh Yoon Joo untuk pergi. Yoon Joo setuju, namun dia memberi saran agar kali ini Seung Jo bisa melindungi dirinya. Jangan terbawa emosi dan pastikan Seung Jo tahu apa yang diinginkan dan memahami orang itu. Dengan begitu Seung Jo bisa melindungi wanita itu. Yoon Joo tidak ingin Seung Jo gagal lagi, dia tulus mendo’akan Seung Jo. Karena itulah satu-satu nya jalan agar Seung Jo dan Yoon Joo bisa saling menjalani kehidupannya dengan baik.

Seung Jo kembali menemui Se Kyung di Dress Room. dan bertanya apakah Se Kyung sudah selesai dengan urusannya? Se Kyung bertanya tentang gelang berinisial S.J Cha milik JTC bukankah jika itu milik Presdir seharusnya Inisialnya J.T Cha? Seung Jo agak panik dan akhirnya memilih dia tidak tahu tentang hal itu. Tidak ingin memperpanjang masalah tentang gelang, Seung Jo langsung bertanya apakah Se Kyung telah selesai mengambil foto? Se Kyung bilang dia sudah selesai, tapi ada yang mengganjal dipikirannya. Menurut Se Kyung, Presdir orang yang terobsesi pada kerapihan. Seung Jo bingung mendengarnya. Se Kyung menjelaskan bahwa susunan warna pakaian, penempatan jaket berdasarkan ketebalan dan jenis kainnya, juga susunan dan sepatu.

Seung Jo berkata itu adalah sebuah penyakit parah. Bisa dibilang Presdir itu… “Aneh!” Se Kyung menyela Seung Jo yang jadi agak bingung. Aneh? wkwkwkwk pada akhirnya Se Kyung membuat kesimpulan bahwa JTC aneh. Itu artinya Seung Jo yang aneh. Seung Jo membenarkan, ya,,, Aneh,, dia bahkan pelit dan pendendam, jadi sebaiknya Se Kyung tidak usah betemu dengannya.

Se Kyung jadi penasaran bagaimana Sekre Kim bertemu dengan Presdir? Seung Jo mulai memutar Otak dan mengarang cerita. Saat dia belajar di Paris dulu, dia membersihkan rumah JTC? Se Kyung bingung membersihkan rumah? Seung Jo menjelaskan, dia kerja sampingan dengan membersihkan rumah JTC dengan bayaran yang tinggi. Saat sempat tidak punya punya tempat tinggal karena tidak sanggup membayar uang sewa, Seung Jo merasa sangat beruntung karena bisa bertemu JTC.

Se Kyung malah jadi penasaran pada nasib Seung Jo. Tidak punya rumah? Seung Jo pun berlagak sok keren dan bertanya, “Apakah kau kaget mendengar orang yang berwajah Bangsawan sepertiku tidak memiliki rumah?” Se Kyung menjawab, melihat cara berpakaian Seung Jo, dia kira hidup Seung Jo baik-baik saja, karena semuanya pakaian dari desainer terkenal. Seung Jo langsung beralasan semua yang di pakainya adalah pilihan Presdir yang tidak ingin Seung Jo membuatnya malu.

Mungkin Seung Jo terlihat hebat, tapi sebenarnya saat di Paris, dia hanyalah seorang pekerja keras. Dia bahkan pernah menjadi buruh kontruksi bangunan. Seung Jo melihat sebuah foto bangunan di Paris yang menempel di salah satu dinding dress room nya. “Ah,, itu,, itu,, aku membangun tempat itu” Se Kyung hanya tersenyum, dia tahu Seung Jo sedang berbohong. “Ei~~ itu sudah dibangun 30 tahun lalu oleh para bangsawan” Seung Jo tadinya mau menyangkal, tapi dia tahu Se Kyung benar dan balik bertanya bagaimana Se Kyung tahu?? “Paris?? Aku mengetahuinya cukup banyak”

Se Kyung dan Seung Jo mulai membuat peta Paris bersama-sama *Owh so cute* “Ini adalah Arc The Triomphe. Ini, Menara Eiffel. Sekitar sini, Museum Louvre. Disini Jembatan Pont Neuf. Dan disini, Restoran Paling terkenal di Paris, Le Meurice. Apakah kau pernah kesana?” Tanya Se Kyung pada Seung Jo yang sejak tadi terlihat senang melihat Se Kyung yang sangat hapal dengan tempat-tempat di kota Paris. Se Kyung melanjutkan menggambar. Seung Jo pun bertanya, apakah Se Kyung mengingat semua itu? tempat-tempat di Kota Paris? Se Kyung tersenyum dan berkata, dengan berpikiran, ‘aku mungkin akan pergi tahun depan, aku mungkin akan pergi tahun depannya lagi, aku mungkin akan pergi tahun berikutnya’ Selama 7 tahun Se Kyung melakukan hal itu dan secara natural dia mengingat semua itu.

Seung Jo takjub dan berkata, “Suatu hari, saat kau berhasil pergi aku akan mengantarmu ke tempat-tempat hebat. Pertama, restoran yang hanya boleh didatangi oleh orang local” Seung Jo mulai menambahkan gambar restoran  itu dip eta Paris yang dibuat Se Kyung. Dia menunjukkan letak ke lima restoran itu dan berkata, mereka akan makan di tempat itu secara bergantian. Se Kyung tertawa mendengarnya, Seung Jo menunjukkan tempat dibuatnya Kue Tradisional Perancis dan Se Kyung mengetahui hal itu. Seung Jo kaget karena Se Kyung tahu tentang kue itu, bahkan Se Kyung tahu kebiasaan orang Perancis tentang Kue itu yang selalu dimakan di akhir tahun dengan tujuan membuang hal buruk di akhir tahun dan memunculkan harapan baru di awal tahun.

Seung Jo berkata Se Kyung juga harus menonton pertunjukkan gratisnya dan mengunjungi beberapa tempat lain di Paris.  Se Kyung bertanya tentang tempat bernama Montmartre, apakah Seung Jo pernah ke sana? Tentu saja pernah dan Seung Jo bilang tempat itu benar-benar hebat. Aigo~~ Se Kyung dan Seung Jo bener-bener sweet deh pas Scene ini. Bahkan Seung Jo membayangkan sebuah mobil mainan membawa Se Kyung jalan-jalan di peta Paris mereka.

Tiba-tiba Handphone Se Kyung berdering, itu dari Sekre Moon yang mengabarkan bahwa Ah Jung Mabuk. Se Kyung pamit pada Seung Jo, karena dia akan menjemput Ah Jung, tapi Seung Jo sepertinya masih enggan berpisah dengan Se Kyung dan berkata mereka harus pergi bersama. Se Kyung bertanya mengapa? Seung Jo beralasan bahwa Sekre Moon ada disana, dan dia adalah Seniornya. Jiah~~ lucu banget liat wajah Oppa pas tau Se Kyung nerima telepon dari Sekre Moon, kayaknya dah mulai cemburu nih^^

Ah Jung mabuk berat, dia sepertinya tidak bisa menerima kenyataan bahwa Kim Seung Jo adalah Kagemusha nya JTC, dia terus bertanya pada Sekre Moon , Kagemusha?? Prajurit bayangan? Sekre Moon yang juga agak mabuk tidak tahan melihat kelakuan Ah Jung, dia bahkan menyemprotkan sesuatu disekita wajahnya *apakah itu? Semprotan pelembab seperti Ibunya Oska di SeGa kah?* Sekre Moon berkata “Rileks”

Seung Jo dan Se kyung datang  dengan panik. Seung Jo segera menghampiri Sekre Moon dan bertanya apa yang terjadi dengan gerakan bibir. Sekre Moon menjawabnya juga dengan gerakan bibir, tapi Seung Jo tidak mengerti, namun saat Sekre Moon hampir bersuara, Seung Jo malah memukulnya dan Ah Jung sudah menyadari keberadaan Se Kyung.

Ah Jung menyambut Se Kyung yang mencemaskannya. Ah Jung yang sudah setengah sadar melihat keberadaan Seung Jo dan bertanya siapa Seung Jo? Seung Jo berkata bahwa dirinya adalah Sekre Kim. Ah Jung langsung berteriak, “ah~~ Kau Sekretaris Kim!!” Sekre Moon mencoba menjelaskan pada Ah Jung, tapi Ah Jung tidak mendengar, dia bertanya pada Sekre Moon dan Sekre Kim, apakah mereka tahu Han Se itu orang seperti apa? 

Seung Jo jadi bingung, sementara Se Kyung mulai membujuk Ah Jung untuk diam apalagi saah Ah Jung mulai berkata tentang Cheongdam-dong. Se Kyung dengan refleks membungkam mulut Ah Jung karena tak ingin rahasianya terbongkar. 

Se Kyung bertanya apakah Ah Jung baik-baik saja? Ah Jung melepaskan diri dari Se Kyung dan emmeluk sahabatnya itu. Ah Jung mulai menangis dan berkata, “Kau memang kasihan, Urri Han Se yang kasihan” Melihat adegan menyedihkan antara dua sahabat itu Seung Jo hanya manggut-manggut sementara Sekre Moon sepertinya sudah tidak tahan ingin pulang. Se Kyung mencoba menenangkan Ah Jung dan menyuruhnya berhenti menangis. Se Kyung kemudian mengajak Ah Jung keluar untuk mencari udara segar.   

Setelah Ah Jung dan Se Kyung keluar, Seung Jo bertanya pada Sekre Moon apakah semuanya berjalan lancar? Sekre Moon berkata semuanya berjalan lancar tapi bertanya, “Kagemusha?” sambil menatap heran pada Seung Jo yang kemudian bertanya apakah Sekre Moon sedang mengejeknya? Sekre Moon langsung menundukan kepala dan mait pergi ke toilet.

Sepeninggalan Sekre Moon, Seung Jo panik sendiri dan bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Hanphone nya berdering, ada sms masuk dari Sekre Moon yang mengatakan bahwa Seung Jo harus membereskan sisanya. Wkwkwk,, Sekre Moon pulang duluan~~ 

Seung Jo kesal dan berniat menyusul Sekre Moon, tapi dia melihat Ah Jung yang berjongkok di dekat tangga sementara Se Kyung mencoba membangunkannya. Seung Jo bertanya apakah Ah Jung baik-baik saja? Tapi pikirannya tidak fokus dia sebenarnya ingin mengejar sekre Moon yang sudah melarikan diri lebih dulu.

Seung Jo berusaha bersikap gentle di depan Se Kyung dan menggantika peran Se Kyung membangunkan Ah Jung. Walaupun Se Kyung sudah menolak, Seung Jo memaksa, tapi lucunya cara Seung Jo membangunkan Ah Jung sedikit kasar yaitu dengan memukul pundaknya. Se Kyung mengehentikan ulah Seung Jo. Dan Akhirnya Seung Jo berinisiatif membawa Ah Jung di belakang punggungnya dengan Piggy back, tapi wajah Seung Jo terlihat sangat tertekan. Apa Ah Jung sebegitu berat Seung Jo-ssi?

Sambil di damping  Se Kyung, Seung Jo terlihat kelelahan membawa Ah Jung di belakang punggungnya. Se Kyung bertanya apakah Seung Jo baik-baik saja? Seung Jo malah balik bertanya apakah rumah Han Se Kyung-ssi ada disekitar sini? Se Kyung membenarkan, lalu seolah berkata pada dirinya sendiri Seung Jo berkata, “Aigoo,, kapan dia pindah?”

Akhirnya mereka sampai di kamar Se Kyung dan Ah Jung. Se Kyung merapikan tempat tidurnya, Seung Jo bersiap menurunkan Ah Jung, namun apa yang terjadi? Ah Jung muntah di punggung Seung Jo dan mengotori jas mahalnya. Seung Jo hanya bisa terbelalak menahan rasa kesal dan kaget. Seung Jo bertanya, “Aih,, apa?? Apa??? Apa ini?” Se Kyung mencoba mencari kain untuk membersihkan muntahan Ah Jung dan mencoba bersikap tenang. Seung Jo mulai mencium bau muntahan Ah Jung dan menyadari bahwa Ah Jung telah memuntahi punggungnya. Seung Jo panik, “Sekarang ini,, dibajuku,,, dipunggungku,,,” Se Kyung mencoba menenangkan, tapi Seung Jo terlanjur panik dan segera menurunkan Ah Jung ke tempat tidur begitu saja. 

Se Kyung menyelimuti Ah Jung, sementara Seung Jo segera melepas Jas panjanganya dan melihat muntahan Ah Jung, dia berteriak-teriak. Se Kyung mencoba menenangkan suara Seung Jo akan membangunkan Ayahnya. Se Kyung mengambil Jas Seung Jo dan berkata akan membersihkan Jas nya.

Seung Jo masih panik dan kesal, saat melihat Ah Jung rasanya dia ingin sekali memukul Ah Jung karena berani memuntahinya. Namun kemudia Seung Jo sadar saat ini dia berada di kamar Han Se Kyung^^. Seung Jo mulai berkeliling,  dan melihat-lihat barang-barang Se Kyung. Dia mengambil foto keluarga Se Kyung dan tersenyum saat melihat Se Kyung di dalamnya.

Lalu dia meletakan foto keluarga itu dan mengambil,,, Diary Rahasia?? Seung Jo mulai membuka ikatan pada diary itum namun belum semoat membuka isinya sebuah suara mengagetkannya, “Siapa kau?” Seung Jo langsung gemetaran dan menyimpan Diari itu.

Saat Seung Jo menoleh ada Ayah Se Kyung dibalik pintu kamar, Seung Jo semakin panik dan tak tahu harus berbuat apa. Se Kyung datang dan sama kagetnya melihat kebeadaan Ayahnya di pintu kamr. Se Kyung juga bingug menjelaskan situasi ini. Seorang pria di kamarnya pada malam hari??

Akhirnya Seung Jo di bawa ke ruang keluarga sekaligus ruang tamu rumah kontrakan Se Kyung dan keluarganya. Seung Jo duduk di hadapan Ayah dan Ibu Se Kyung sementara disisi lain ada Se Kyung dan Se Jin yang juga ikut berkumpul di ruangan tersebut. Ayah dan Ibu Se Kyung mengamati Seung Jo, namun pada akhirnya terlebih dahulu bertanya pada Se Kyung bagaimana Se Kyung mengenal Presdir Artemis. Ah~~ sepertinya Seung Jo sudah menceritakan hubungna kerjanya dengan Se Kyung, sebagai Sekretaris dari orang yang mempekerjakan Se Kyung menjadi Stylish Pribadinya.

Se Kyung bingung mau menjawab apa pada pertanyaan ayahnya itu, Namun Se Jin langsung angkat bicara  membantu Sang kakak. Dia mengatakan bahwa semua nya berawal karena So In Chan yang membuat masalah dengan mengambil tas Artemis, lalu demi menyelamatkan In Chan, Eonnie nya menuliskan permintaan maaf kepada Presdir. Se Kyung memberi kode agar Se Jin berhenti tapi Se Jin mengabaikan Se Kyung.

Ayahnya mengerti keadaan Se Kyung dan berterimakasih pada Seung Jo karena telah menjaga dan membantu Se Kyung, namun dia tetap merasa bingung mengapa orang seperti JTC mau membantu Se Kyung? Seung Jo menjelaskan bahwa Presidr lah yang merasa dibantu. Presdir merasa tersentuh dengan Surat yang dikirimkan Se Kyung, karena pada awalnya Presdir sedang ada masalah dengan mantan Kekasihnya, namun dengan membaca surat Se Kyung masalahnya terselesaikan. Apalagi Se Kyung begitu pekerja keras, sehingga Presdir takjub karena masih ada orang seperti Se Kyung di dunia ini.

Mendengar penuturan Seung Jo, Se Kyung merasa sedikit kaget. Dia mungkin tidak menyangka jika suratnya sangat mempengaruhi  Presdir. Tapi Se Kyung meminta Seung Jo untuk tidak bicara lagi dan meminta Seung Jo sebaiknya pergi saja.

Namun Tuan Han sepertinya menyukai Seung Jo dan juga penjelasan Seung Jo tentang mengapa Presdir akhirnya membantu Se Kyung. Tuan Han pun bertanya Apa yang dilakukan orang tua Seung Jo? ahahahha,, Se Kyung dan Se Jin langsung hopeless mendengarnya. Pertanyaan itu biasa ditujukan oleh orang tua pada kekasih anaknya.

Tapi sepertinya Seung Jo tidak keberatan untuk menjawabnya. Seung Jo berkata mereka sudah tidak ada. Ibunya te;ah meninggal saat dia masih di sekolah di SMP dan Ayahnya sudah lama tidak diketahui keberadaannya. Seung Jo sudah lama tidak mendengar kabar tentang Ayahnya. Se Kyung kaget karena dia baru tahu jika Sekre Kim tidak lagi memiliki orang tua. Ortu Se Kyung sepertinya sedikit merasa bersalah karena menanyakan itu pada Seung Jo. Ibu Se Kyung merasa bersimpati dan berkata pasti berat untuk Seung Jo hidup sendirian selama ini.

Tuan Han kemudian menyuruh istrinya untuk membawakan sebotol Soju. Se Kyung protes, tapi Ny. Han mengabaikannya dan tetap pergi ke dapur untuk membawa Soju. Tuan Han meminta maaf karena dia menanyai Seung Jo, itu karena dia mengkhawatirkan Se Kyung sebagai Ayahnya. Seung Jo tidak masalah dengan hal itu. Tuan Han bertanya apakah Seung Jo sudah menikah? Se Kyung kaget mendengar pertanyaan ayahnya dia berseru. “AYAH!” Melihat reaksi Se Kyung, Seung Jo melirik sejenak pada Se Kyung, tapi dia tetap menjawab pertanyaan Tuan Han dan berkata dia belum menikah.

Ny. Han membawa botol Soju dan beberapa camilan. Dia berkata mereka baru pindah rumah jadi tidak banyak makanan yang bisa dimakan bersama Soju nya. Tuan Han menuangkan soju untuk Seung Jo dan bertanya apakah Seung Jo bisa minum? Seung Jo bilang sedikit. Seung Jo kemudian meminum Sojunya sementara Se Kyung memperhatikannya.

Tuan Han bertanya dimana Seung Jo sekolah? Se Kyung meminta ayahnya untuk berhenti tapi Seung Jo sepertinya tidak keberatan. Seung Jo menjawab dia belajar Seni di Paris. Mendengar hal itu Tuan Han berkata bahwa Ayah Seung Jo mengirim Seung Jo ke tempat yang bagus, dia tidak bisa mengirim Se Kyung ke Paris untuk belajar. Seung Jo lalu berkata bahwa Ayahnya menentang keinginannya tapi dia tetap pergi sendiri. Ny Han bertanya lalu bagaimana Seung Jo membiayai hidupnya dan Sekolahnya? Seung Jo menjawab dia bekerja sambilan dan jika tidak bisa membayar uang sewa dia diam-diam tidur di kelas atau dijalanan.

Se Kyung menatap Seung Jo yang menceritakan kisah hidupnya. Se Kyung mungkin tidak menyangka jika orang seperti Sekre Kim pernah hidup sesulit itu. Seung Jo berkata bahwa saat dia tidak memiliki uang, ketakutan terbesarnya adalah pada dirinya sendiri. Sejauh apakah dia akan semakin terpuruk, namun Seung Jo menguatkan hari bahwa dia bisa melewati semua itu. Tuan Han bertanya apaka setelah menguatkan hati, semua berjalan lancar? Seung Jo menjawa tentu saja.

Tuan Han pun bisa merasakan kesulitan Seung Jo, karena dia tidak menyangka di usianya saat ini dia harus mengontrak di rumah orang lain bersama keluarganya. Seung Jo meyakinkan bahwa semuanya akan berlalu, Mereka memiliki keluarga yang kuat.

Se Kyung mengantar Seung Jo keluar saat dia akan pulang. Se Kyung meminta maaf atas perlakukan Ayahnya, dia tahu Seung Jo pasti gugup. Seung Jo bilang dia tidak masalah. Seung Jo menyuruh Se Kyung masuk karena dia tahu Se Kyung harus membersihkan diri dan sebagainya. Namun sebelum masuk Se Kyung bertanya bagaimana Seung Jo tahu jika mereka pindah rumah? Seung Jo berkata bukankah Ayah Se Kyung yang mengatakannya jika mereka baru pindah rumah? Se Kyung berkata Seung Jo mengatakan itu sebelumnya, ‘Kapan dia pindah?’ Seung Jo baru sadar dan kemudian merasa gugup.

Se Kyung bertanya apakah Seung Jo tahu dimana rumah mereka sebelumnya. Seung Jo mencoba menjalaskan bahwa saat dia memberitahu kabar tentang So In Chan dia merasa khawatir dan gugup pada keadaan Se Kyung, jadi dia mengikuti Se Kyung hingga ke rumah. Se Kyung diam, kemudian tertunduk.

Seung Jo khawatir dan bertanya apakah Se Kyung marah? Se Kyung mengangkat wajahnya dan tersenyum, dia malah bertanya mengapa Seung Jo menuangkan kecap? Seung Jo bingung. Se Kyung berkata bukankah yang menumpahkan kecap ke Tommy Hong adalah Seung Jo? Seung Jo bertanya bagaimana Se Kyung tahu? Se Kyung tidak sengaja membaca sms yang masuk ke ponsel Seung Jo. Akhirnya Seung Jo malah berbalik marah dan mengomel, mengapa Se Kyung berani sekali membaca smsnya. Se Kyung berkata itu terjadi begitu saja.

Se Kyung bertanya lagi Apakah Seung Jo yang benar-benar menuangkan Kecap pada Tommy Hong? Seung Jo mencoba beralasan, bahwa di menuangkan kecap bukan sepenuhnya karena Se Kyung. Tommy Hong juga telah menghina Presdir jadi dia melakuannya untuk Presdir juga. Se Kyung memuji Seung Jo dengan berkata, “Kerjamu bagus” Seung Jo langsung berhenti beralasan dan menatap bingung pada Se Kyung. Se Kyung mengulangi kata-katanya dan Seung Jo kesenangan mendengarnya lalu tertawa.

Se Kyung mengangkat sebelah tangannya dan mengajak Seung Jo ber highfive. Seung Jo bingung dan berpikir Se Kyung dadah-dadah padanya. Seung Jo pun membalas dadah-dadah, Se Kyung tertawa melihat kelakuan Seung Jo, masih dengan menangakat sebelah tangannya bertanya, “Highfive, apakah kau tidak tahu?” Seung Jo baru sadar “Ah,, Highfive, tentu saja aku tahu” Seung Jo pun menyentuhkan tangannya ke tangan Se Kyung, mereka ber highfive^^

Selesai berhighfive, Seung Jo tak langsung melepaskan tangan Se Kyung dia malah menggenggamnya erat dan terlihat sangat senang seolah tak ingin melepaskan tangan Se kyung, namun dia sadar reaksinya terlalu berlebihan, dia pun dengan enggan melepaskan tangan Se Kyung, dan keduanya menjadi gugup.

Se Kyung berkata Seung Jo harus pergi, lalu berterimakasih untuk hari ini. Seung Jo menyuruh Se Kyung masuk duluan. Se Kyung pun pamit kembali ke rumahnya dan Seung Jo mengantarkan masuknya Se kyung kedalam rumah sambil melambaikan tangannya pada Se Kyung yang sebelum masuk kembali melihat Seun Jo sekali lagi, *Aigo~~ mereka sweet banget ya^^*

Setelah ditinggal Se kyung, Seung Jo menatap tangannya yang baru berhighfive dengan Se Kyung, dia merasa senang karena hal itu. Skinship pertamanya dengan han Se Kyung sepertinya sangat membuat Seung Jo bahagia^^. Seung Jo pergi dari rumah Se Kyung dan diperjalanan dia sempat melompat sambil berteriak saking senangnya.

Dirumahnya Seung Jo menatap peta Kota Paris yang digambarnya bersama Se Kyung dan dia mulai membayangkan wajah Se Kyung saat mereka menggambarnya. Juga saat Se Kyung mengajaknya berhighfive Scene, Seung Jo pun tersenyum^^. Sementara itu Se Kyung pun menatap hiasan bunga yang tadi disembunyikan Seung Jo, sepertinya hiasan itu akhirnya di masukan dalam barang bawaan Se Kyung. Se Kyung pun menatap hiasan itu sambil mengingat Seung Jo dan dia juga tersenyum. Ommo~~ dua orang ini sudah saling jatuh cinta^^

 *writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Ah Jung terbangun dengan masih keadaan setengah mabuk dan pusing. Dia bertanya Apa yang terjadi? Se Kyung menjawab, Ah Jung pikir apa yang sebenarnya terjadi, Sekre Kim telah bekerja keras. Ah Jung kaget dan bertanya apakah orang yang menggendongnya adalah Sekre Kim? Se Kyun membenarkan, berkat Ah Jung mereka telah menyusahkan Sekre Kim. Se Kyung kemudian memberikan minuman pada Ah Jung.

Ah Jung meminumnya, lalu bertanya apa yang terjadi selanjutnya? Apakah Sekre Kim telah membuktikan jika dia tida berbohong? Se Kyung berkata Sekre Kim membawanya ke rumah Presdir. Ah Jung kaget dan berkata, jadi Sekre Kim itu benar-benar Kagemusha? Ah Jung tak percaya ternyata di dunia ini ada orang Psyco seperti JTC. Se Kyung bertanya apakah Ah Jung mempercayainya? Itu bahkan sulit untuk menjadi kenyataan. Ah Jung mengambil kesimpulan bahwa Sekre Kim bukan penipu.

Se Kyung mendapatkan pesan dari Sekre Kim dan dia terlihat senang menerimanya. “Besok jam 5 kita bertemu di Hotel La Vein. Ini untuk perencanaan pesta” Se Kyung tersenyum setelah membacanya keras-keras, sementara Ah Jung mengamati ekspresi wajah Se Kyung, Ah Jung mulai mencium sesuatu dari senyuman Se Kyung.

Se Kyung bergunam pada dirinya sendiri bahwa Sekre Kim melakukan semuanya sendirian sambil mulai mengetik balasan sms. Se Kyung berkata pada Ah Jung, “Dia bilang aku terlalu berlebihan dalam bekerja. Kenyataannya dialah yang lebih giat bekerja. Jika aku menanyakan sesuatu, dia selalu menjawabnya. Dan Jika dia tidak tahu dia akan menyerahkan keputusan padaku. Dia mempelajari semuanya, dan setiap hari dia membawaku ke tempat yang berbeda dan mengajariku” Sambil mengatakan semua itu Se Kyung tetap sibuk mengetik balasan sms nya untuk Seung Jo.

Ah Jung memanggilnya, “Han Se?” Se Kyung menyahut tapi tetap fokus pada handphone nya. Ah Jung mengingatkan Se Kyung untuk Jangan lupa pada tujuannya. Se Kyung langsung menatap Ah Jung dan bertanya apa maksudnya. Ah Jung menjelaskan berdasarkan informasi Sekre Moon, Kim Seung Jo bukan berasal dari keluarga dengan latar belakang yang baik, dia memiliki banyak hutang karena itulah dia bekerja sebagai Kagemusha Presdir. Se Kyung beralasan dia hanya sedang membuat Sekre Kim berpihak padanya, itu saja. Ah Jung mengingatkan agar Se Kyung FOKUS pada tujuannya. 

Ah Jung kembali tertidur sementara Se Kyung menatap layar handphone nya. Se Kyung membaca ulang pesan yang akan dikirimnya untuk Sekre Kim, “Ya~kau sudah bekerja keras hari ini. Banyaklah istirahat dan sampai ketemu besok^^” Se Kyung sepertinya merasa sms nya agak berlebihan. Dia pun memutuskan untuk menghapus kata-kata lain dan hanya menjawab “Ya"

Shin In Hwa pun merencanakan makan siangnya bersama Cha Il Nam di Hotel La Vein jam 6 sore dan sudah mengatur kirima baju yang akan disumbangkannya pada Royal departemen Store.

Sementara itu Yoon Joo ketakutan membaca berita tentang Cha Il Nam yang berterimakasih pada Presdir GN Fashion yang tak lain adalah suaminya. Heo Min menduga bahwa In Hwa tahu sesuatu, bukankah tidak seorang pun tahu tentang identitas Cha Seung Jo yang merupakan putra dari Cha Il Nam. Heo Min menyarakan Yoon Joo untuk menghubungi Seung Jo. Yoon Joo berkata dia sudah melakukannya, tapi Seung Jo bilang dia sudah tidak ada hubungannya, apakah Yoon Joo percaya pada Seung Jo? Yoon Joo bingung.

Yoon Joo mendapat telepon dari Suaminya mengabarkan acara makan malam mereka bersama Cha Il Nam. Yoon Joo berpura-pura akan mempersiapkan diri dan segera pulang. Padahal dalam hatinya dia ketakutan setengah mati.

Yoon Joo mencoba menghubungi Seung Jo, namun Seung Jo malah tidak peduli pada telepon Yoon Joo dan me-rejectnya. Yoon Joo mengingat perbincangannya dengan Ibu mertua dan suaminya tentang pernikahan In Hwa, dia menjadi semakin panik dan terus menerus mencoba menelpon Seung Jo.

Yoon Joo malah mendapatkan telepon dari suaminya yang menanyakan dimana keberadaannya. Yoon Joo bilang dia sedang dalam perjalanan pulang namun hatinya semakin galau dan cemas. Yoon Joo melihat gedung Royal Mart dan merasa semakin putus asa. Yoon Joo akhirnya memutuskan melakukan sesuatu saat lampu hijau menyala.

Seung Jo membawa Se Kyung ke sebuah ruangan makan pribadi di Hotel La Vein. Di Meja nya sudah tesedia berbagai jenia makanan dan peralatan makan yang akan digunakan di pesta JTC. Se Kyung bertanya apakah dia bisa mengambil Foto? Seung Jo mempersilahkan Se Kyung duduk dan berkata bahwa Se Kyung bisa melakukan itu sambil makan. Seung Jo bersikap gentle dengan mempersiapkan kursi yang akan diduduki Se Kyung, membuat Se Kyung sedikit gugup.

Setelah Se Kyung duduk, Seung Jo mengatakan dia akan menjelaskan lebih dahulu tentang makananannya. Seung Jo mulai menyebutkan nama makanan tersebut satu persatu, ternyata Se Kyung sudah lebih dahulu tahu dan melanjutkannya sendiri. Se Kyung berkata dia sudah sering melihat makanan itu di buku *ya ampun sampe segitunya Se Kyung pengen ke Paris*

Seung Jo salut pada Se Kyung, bahkan pelafalan Se Kyung untuk nama makanan tersebut lebih bagus darinya. Se Kyung berkata itu karena dia telah belajar sangat keras dengan gigih, melalui jalan yang kasar. Seung Jo merasa tersentuh dan jadi penasaran apa yang dimaksud gigih dan melalui jalan kasar itu? Seung Jo duduk disebrang tempat duduk Se Kyung.

Se Kyung bertanya apakah Seung Jo pernah menonton “Before Sunrise”? Seung Jo menjawab, “Film tentang seorang wanita Perancis dan Pria Amerika yang melakukan perjalanan ke Vienna bersama-sama itu?” Se Kyung membenarkan, dalam film itu ada sebuah adegan dimana mereka berpura-pura berbincang lewat telepon, Seung Jo menyambung bukankah itu untuk mengetahui perasaan mereka masing-masing? Se Kyung mengangguk sambil tersenyum, membenarkan kata-kata Seung Jo. Se Kyung bilang dia sering meniru adegan itu, Dia berpura-pura menelpon seorang teman di Perancis dan berbicara dalam bahasa Perancis, Sedikit membosankan tapi cara itu efektif untuk belajar bahasa Perancis.

Seung Jo mengusulkan agar mereka mencobanya, “tRing,, tring,, tring,, tring,,” Seung Jo menirukan suara telepon dan menggerak-gerakan tangannya seolah tangannya adalah telepon yang sedang berdering. Se Kyung bingung. Seung Jo bertanya apakah Se Kyung tidak menjawab teleponnya? Se Kyung lalu bertanya, “Maksudmu kita melakukannya sekarang?” Seung Jo semakin memperkeras bunyi teleponnya, “Tring,, tring,, tring,,, tring~~~~” Seung Jo terus melakukan itu hingga akhirnya Se kyung melakukan gerakan menerima telepon sambil tersenyum.

Seung Jo dan Se Kyung pun mulai berbincang dalam bahasa Perancis *Ottoke?? I Still Hope they honeymoon In Paris*
Se Kyung: “Halo”
Seung Jo: “Ini Aku. Kau dimana?”
Se Kyung: “Di restoran”
Seung Jo: “Bersama siapa?”
Se Kyung: “Seseorang yang aku kenal”
Seung Jo: “Seorang kenalan? Apakah dia Laki-laki?”
Se Kyung: “Iya”
Seung Jo: “Kau sedang kencan ya?”
Se Kyung: “Apa? Bukan,,, ini urusan pekerjaan”
Seung Jo: “Hati-hati, mungkin saja dia laki-laki yang seperti itu”
Se Kyung: “Jangan Khawatir dia bukan laki-laki seperti itu”
Seung Jo: “Dari mana kau tahu?”
Se Kyung: “ Awalnya,, dia memang agak aneh”

Mendengar Se Kyung menyebutnya aneh, Seung Jo memutuskan hubungan telepon pra-puranya dan bertanya langsung pada Se Kyung dengan bahasa Korea “ Yi Sang*? (*yisang= aneh) dia menatap seolah marah pada Se Kyung. Tapi Se Kyung malah tertawa geli sekaligus tersipu melihat reaksi Seung Jo. Se Kyung menyarankan Seung Jo untuk menghentikan ini, *Aww,, Aku suka banget saat Se Kyung bilang “geuma ne” (ekspresi dan suaranya bikin gemes)

Bukannya berhenti Seung Jo malah meneruskan permainan telepon tersebut, tapi kini dia tak lagi berbahasa Perancis.” Oh,, Halo,, Yak,,, Han Se” Seung Jo menirukan gaya Ah Jung memanggil Se Kyung. Se Kyung bertanya apakah sekarang Seung Sedang menirukan gaya Ah Jung? Seung Jo tak menggubris dan terus berkata, “Lanjutkan. Dia orang yang aneh?” Se Kyung mengikuti permainan pura-pura bertelepon lagi, “Kau berbicara dalam bahasa Korea dengan baik” Seung Jo sedikit berteriak, “Apa kau mencoba mengubah topic pembicaraan?” Masih dengan gaya bicaranya yang mengikuti Ah Jung. Seung Jo bertanya, “Jika dia orang yang aneh, mengapa kau bekerja dengannya?” Se Kyung tersenyum lau menatap lembut ke arah Seung Jo, “Bukan dia yang aneh. Tapi aku merasa akulah yang aneh”

Seung Jo menjauhkan telinganya dari tangan yang dia jadikan telepon, dia menatap Se Kyung yang masih membicarakan tentang keanehan pada dirinya. “Kau tahu sendirikan betapa seringnya aku bertindak bodoh” Seung Jo jadi tidak enak hati, Se Kyung pun mengkahiri permainan itu dan berkata dia harus makan dan akan menutup telepon dalam bahasa Perancis. Se Kyung mengucapkan selamat tinggal di telepon dan Seung Jo menajwabnya.

Se Kyung segera mengalihkan pembicaraan yang menyerempet pada keanehan perasaanya dengan berkata apakah Seung Jo tidak ingin makan? Dia merasa sangat lapar. Seung Jo tersenyum aneh dan akhirnya berkata dia pun ingin makan.

Cha Il Nam tiba di Hotel La Vein, sekretarisnya memberitahukan bahwa pihak GN Fashion telah datang. Cha Il Nam pun masuk ke dalam lobi hotel.

Sementara itu Presdir Shin memberitahu In Hwa bahwa Yoon Joo tidak bisa datang karena dia mengalami kecelakaan dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit pulang dari makan malam dia akan segara kesana. ~Aah,, jadi Yoon Joo menabrakan dirinya demi tidak bertemu Cha Il Nam~ Aigo~~ Saat In Hwa dan Shin Min Hyuk masuk ke tempat janjian mereka dengan Cha Il Nam, Se Kyung dan Seung Jo baru saja keluar dari tempat makan mereka. Seung Jo sedang menceritakan siapa yang menjadi Koki di pesta Natalnya JTC.

Saat akan menuju Lobi, Se Kyung dan Seung Jo bertemu dengan Cha Il Nam. Seung Jo langsung terpaku melihat keberadaan Cha Il Nam membuat Se Kyung kebingungan. Sementara Cha Il Nam memperhatikan Se Kyung yang berada di samping Seung Jo.

Seung Jo menyuruh Se Kyung untuk keluar duluan dan menunggunya di Lobi Hotel. Se Kyung bertanya mengapa? Tapi Seung Jo mengatakan lakukan saja yang dia bilang. Seung Jo meghampiri Cha Il Nam dan menyapanya. Cha Il Nam pun menyapanya dengan sebutan Ssha-ssi. Seung Jo mengajak Cha Il Nam untuk pergi ke tempat lain, dia ingin perbicara dengan Ayahnya.

Cha Il Nam malah memperhatikan kepergian Se Kyung. Seung Jo berusaha mengalihkan perhatian Cha Il Nam dari Se Kyung dengan bertanya apakah Cha Il Nam akan menghadiri acara makan malam perjodohan? Cha Il Nam malah balik bertanya, “Apa kau disini untuk makan juga? Dengan pacarmu?” Seung Jo berkata, jika Cha Il Nam datang untuk urusan bisnis sebaiknya masuk saja, tidak perlu mempedulikan masalah pribadi orang lain.

Seung Jo pamit dan melenggang pergi tanpa mempedulikan panggilan Cha Il Nam. Seung Jo tak sadar jika Sang Ayah masih mengikutinya  dan menjegalnya di depan sambil memanggil Ssha-ssi *Aih~~ Kocaknya*

Cha Il Nam bertanya mengapa Seung Jo begitu cepat marah? Apakah tidak boleh jika seorang ayah ingin menanyakan tenang kekasih Putranya? Seung Jo berkata pada Cha Il Nam, kini dia mengerti mengapa Cha Il Nam ber’cos-play’ sebagai seorang Ayah. Cha Il Nam tidan mengerti “Cos-play?”

Seung Jo menduga bahwa Cha Il Nam sedang membuat perjanjian dengan GN Fashion kan? Seung Jo berkata itu tidak akan berhasil, jadi lebih baik Cha Il Nam tidak usah berusaha sekuat tenaga. Seung Jo akan pergi, namun Cha Il Man memanggilnya, “Seung Jo-ya,, sudah wakytunya kau pulang. Aku memerlukanmu”

Seung Jo berbalik. memerlukan? Ya memang seperti itulah Cha Il Nam Sejak dulu. Sejak awal Cha Il Nam hanya ingin mengambil keuntungan, bahkan saat dia melepaskan hak waris Seung Jo, Cha Il Nam mengatakan bahwa dia membesarkan Seung Jo, membiayai hidupnya, memberikan hak istimewa padanya agar suatu hari Seung Jo bisa melakukan apa yang dikatakan Cha Il Nam. Meskipunmereka adalah Ayah dan Anak didunia ini tidak ada yang sia-sia. Seung Jo sepertinya sangat terluka dengan kata-kata Cha Il Nam di masa lalu.

Cha Il Nam berkata, memnag seperti itulah dunia ini, seperti itulah bisnis. Mengapa Seung Jo tidak menerimanya saja. Jika dia bisa menerimanya, Seung Jo pasti bisa hidup lebih baik. Balas dendam? Apakah Seung Jo pikir dia sudah berhasil melakukan balas dendam itu? Cha Il Nam tertawa meremehkan dan pergi meninggalkan Seung Jo dalam keadaan hati yang galau.

Seung Jo pergi menuju lobi dengan hati yang penuh beban. Se Kyung menghampiri dan menyapanya. Se Kyung bertanua apakah ada yang terjadi? dia juga bertanya siapa pria yang ditemuinya tadi? Seung Jo bilang dia tidak apa-apa dan saat melihat Se Kyung begitu mencemaskannya, Seung Jo mengajak Se Kyung minum soju besama.

Se Kyung dan Seung Jo berada di kedai Soju. Seung Jo menuangkan soju ke gelas Se Kyung yang langsung diminumnya. Seung Jo berkata Se Kyung adalah peminum yang baik. Se Kyung bertanya dan Seung Jo tidak? Mengapa Seung Jo minum hanya sedikit? Seung Jo jujur bahwa sebenarnya dia tidak bisa minum soju. Lucu bukan seorang pria rendahan seperti dirinya tapi memiliki selera yang mahal. Se Kyung tersenyum mendengar kerendahan diri Seung Jo.

Seung Jo mengakui bahwa dia berbohong tentang sesuatu. Seung Jo mengaku bahwa dia berbohong tentang ayahnya. Sebelumnya dia pernah bilang jika dia tidak pernah mendengar kabar dari sang Ayah. Sebenarnya dia tahu dimana ayahnya tinggal tapi memilikih tidak menemuinya. Se Kyung hanya diam dan menatap Seung Jo yang menceritakan hubungannya yang buruk dengan sang Ayah.

Seung Jo menatap Se Kyung dan bertaya “Kenapa? Kenapa Kau tidak menemui ayahmu? kenapa kau seperti itu? Kau tidak menanyakan hal itu padaku? Padahal kau orang yang selalu bertanya ‘kenapa’…” Se Kyung berkata dia merasa lebih baik tidak menanyakannya. Seung Jo heran mengapa orang yang selalu penasaran pada segala hal seperti Se Kyung tidak menayakan apapun, bahkan Se kyung memiliki 100 pertanyaan untuk JTC. Aaahh.. Seung Jo mengerti jika menyangkut dirinya Se Kyung tidak penasaran ya?

Se Kynung menunduk dan berkata, “Aku merasa aku sudah tahu semuanya tanpa bertanya padamu. Tampaknya kita memiliki kemiripan” Seung Jo bingung ‘kemiripan?’ Seung Jo merasa hubungan Se Kyung dan ayahnya sangat baik, tapi tidak begitu bagi Se Kyung, dia merasa hubungan meraka, baik tidak buruk pun tidak.  Bagi Seung Jo, ayah Se kyung adalah ayah yang baik. Dia sepertinya selalu memuji Se Kyung.

Seung Jo bercerita bahwa Ayahnya sama sekali tidak pernah memujinya. Semua yang Seung Jo lakukan selalu salah di mata Ayahnya. Seung Jo sangat membenci hal itu dan ingin hidup tanpa melihat wajahnya. Tapi lucunya, Seung Jo selalu mengingat ayah yang ditinggalkan dan tidak ingin ditemuinya itu. Menyembunyikan hal-hal jelek dan menunjukkan hal-hal yang bagus yang dikerjakannya.

Se Kyung bertanya, apakah sekali saja, ayah Seung Jo sama sekali tidak pernah memujinya? Se Kyung menatap Seung Jo penuh empati, tapi Seung Jo tidak menjawab dia malah mengambil gelas yang berisi soju dan meminumnya.

Se Kyung lalu berdiri, “Sekre Kim!” Seung Jo agak kaget. Se Kyung mengajak Seung Jo berhighfive. Seung Jo malah sengaja dadah-dadah ke Se Kyung seperti sebelumnya.

Se Kyung berkata, Highfive, seperti waktu itu… Seung mengerti dan berdiri. Mereka pun berhighfive dengan penuh senyuman. Kali ini mereka berdua tidak segera melepaskan kedua tangan mereka yang saling menggenggam akibat Hoghfive.

Se Kyung berkata bahwa Seung Jo sudah melakukan yang terbaik dan semuanya kan berjalan lancar untuknya. Seung Jo pun berkata, itu juga berlaku untuk Se Kyung. Lalu tanpa sengaja ada orang yang menyenggol Se Kyung dan membuat Se Kyung terjatuh di pelukan Seung Jo membuat keduanya sangat kaget.

Jarak mereka menjadi sangat dekat. Untuk sejenak mereka hanya terpaku dalam keadaan itu, sampai Se Kyung mencoba melepaskan diri dari pelukan Seung Jo. Namun Seung Jo malah menarik pinggang Se Kyung agar lebih mendekat padanya. Wajah mereka berhadapan. Seung Jo menatap Se Kyung dengan Eeerrr penuh cinta aku rasa,, *pas nonton langsung teriak-teriak kissu,, kissu,, kissu* Tapi itu tidak terjadi, Se Kyung memilih melepaskan diri dan menjauh. Seung Jo menghormati keputusan Se Kyung dan melepasakan Se Kyung dengan enggan *Aigo~~ Almost Kiss yang bikin dag dig dug, tatapan Seung Jo da Se Kyung bener-bener Nyes di hati*

Mereka berdua menjadi sangat gugup. Seung Jo mengajak Se Kyung untuk pergi dari kedai Soju saat itu juga. Se Kyung menyetujui dengan anggukan dia masih terlihat sangat gugup. Seung Jo mecoba menenangkan hati dan berpikiran jernih. Dia pergi membayar pesanan mereka, semetara Se Kyung masih tampak gugup dan mungkin sedikit gemetar?

Se Kyung dan Seung Jo berjalan bersama. Saat sampai di dekat halte dari Bus yang akan dinaiki Se Kyung, Se Kyung menyuruh Seung Jo pergi dan berkata dia akan naik bis dari halte itu. Seung Jo mengerti dan berpamitan pada Se Kyung.

Se Kyung pergi meninggalkan Seung Jo yang terus mengamatinya menjauh pergi. Se Kyung mengambil handphone nya dan menelpon Yoon Joo. Awalnya Yoon Joo tidak menggubris, namun pada akhirnya dia mengangkat telepon dari Se Kyung juga. Mendengar Yoon Joo menjawab panggilannya, Se Kyung langsug bertanya tanpa basa basi. “Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu. Dari tiga krisis yang kau sebutkan. Apa krisis pertama?” Yoon Joo sedikit ragu, namun akhirnya menjawab, “Cinta”

Mendengar jawaban Yoon Joo, Se Kyung berhenti dan juga memutuskan panggilannya pada Yoon Joo. Se Kyung berbalik dan melihat masih ada Seung Jo disana, Seung Jo yang melambaikan tangan padanya. Apakah ini cinta? Yang akan menjadi masalah pertama Se Kyung mencapai tujuannya?

bersambung ke episode 7

 Apakah Ini Cinta??
Tentu saja ini adalah Cinta^^

*writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*
12 Komentar untuk "[Sinopsis] Cheongdam-dong Alice Episode 6 part 2"

Bukan Before Sunrise, tapi Before Sunset^^

film yang dimaksud Se Kyung before Sunrise kok Ayu^^
kalo Before Sunset itu cerita dua tokoh utama film before Sunrise 9 tahun kemudian. Tapi yang mereka ketemu di Vienna dan ada adegan pura-pura menelpon dalam bahasa Perancis itu film Before Sunrise.

setiap baca postingan irfa pasti senyum dan tertawa..sekarang jd sering intip blog irfa..slalu aku baca kecuali film thailand (ga pernah nonton he he)

ohh so sweet bangettttttttttt.......

klo boleh minta link download filmnya dong, dari episode 1- terakhir

Kyanya di episode ini banyak moment2 yg membahagiakan urri Ssha ssi deh ... ^^

ditunggu kelanjutannyaaa:) masih penasaran detail ceritanya walaupun udah baca sampe review episode16 hahaXD

Mb Irfa......please...please....lengkapin donk sinopnya....
Penasaran bangeee....t!!! Penggemar berat Park Shi Ho sejak Queen Of Reversal...soale....

Lhoo.....belum up date lagi tho.....sibuk sangat tampaknye.....

updateannya ditunggu. gomawo unnie :p

deg-deagan :)

#wawa

wauuu keren niee

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top