Jumat, 07 Desember 2012

[Sinopsis] Cheongdam-dong Alice Episode 2 part 2




Se Kyung memikirkan semua kata-kata Yoon Joo padanya di perjalanan. Se Kyung merasa tertekan karena hal itu. Se Kyung pun akhirnya kembali mendatangi rumah In Chan dan mengedor-gedor pintu gerbangnya. Namun hasilnya masih sama, tetap tidak ada respon. Se Kyung mulai berteriak-teriak, dia tahu In Chan ada di dalam dan memintanya membuka pintu, dia bahkan memukul-mukulkan tas nya hingga isinya berhamburan keluar. Tapi tetap saja tidak ada orang yang membuka kan pintu.

Se Kyung merasa frustasi dan membereskan semua barang-barang yang keluar dari tasnya. Se Kyung kemudian menemukan sebuah foto dirinya dengan In Chan dalam kostum boneka.

[flashback]

Se Kyung dan In Chan melakukan pekerjaan sambilan menjadi badut boneka. Se Kyung merasa lelah melakukan hal tersebut saat mereka beristirahat. In Chan datang menghiburnya dengan memberikan foto mereka berdua saat memakai foto boneka. Se Kyung kemudian membaca tulisan yang ada di bawah foto tersebut, “Tahun depan aku tidak akan membuatmu bekerja Keras. I Love You” Se Kyung menerima foto itu dengan hati bahagia dan meminta In Chan untuk memenuhi janjinya. Kemudian Se Kyung menyandarkan kepalanya di bahu In Chan. Dahulu,,, mereka adalah pasangan yang bahagia (Sweet banget deh kelakuan In Chan ini)
[end of flashback]

Se Kyung menatap foto mereka berdua dalam kostum boneka tersebut kemudian memasukannya ke dalam amplop berwarna hijau dan menyimpannya di kotak surat In Chan.

Se Kyung mendapatkan panggilan dari nomor tidak di kenal. Se Kyung ragu untuk mengangkatnya, namun akhirnya dia mengangkatnya juga, namun saat dia menjawab, tak ada jawaban dari sang penelpon. Se  Kyung pun bertanya, “Apa ini Oppa?”

Si penelpon yang ada menelpon di telepon umum dan memakai baju pegawai kontruski dan itu memang In Chan sama sekali tidak menjawab. Namun Se Kyung yakin itu In Chan, maka dia pun bertanya dimana In Chan sekarang? Dia akan menjemputnya. Namun In Chan masih tetap diam, Se Kyung bertanya sekali lagi, namun In Chan malah mulai menangis. Se Kyung berkata dia merindukan In Chan dan tangis In Chan semakin keras. Walhasil In Chan dan Se Kyung saling menangis di telepon.

Cha Seung Jo sedang mempersiapkan dirinya untuk menghadiri meeting bersama Presdir GN Fashion dan keluarganya (Ommo,, belum apa-apa Oppa udah pamer Abs lagi,, sutradaranya bener-bener gak mau mensia-siakan badannya Oppa ya~~~ Always deh Oppa shirtless di setiap dramanya #abaikan)

Selesai memakai kemejanya, Cha Seung Jo memilih jam tangan lalu menyemprotkan parfum ke lehernya dnegan gaya seksi diiringi oleh music yang menghentak-hentak (penasaran ini lagu siapa). Seung Jo kemudian berjalan sambil menari-nari kecil mengikuti irama music ke arah meja kerjanya. Seung Jo kemudian memakai Jas nya dan memperhatikan penampilannya di cermin, lalu berkata: “Perfect” .

Dia membuka laci dan mengambil sebuah kotak yang berisi gelang, dan memakai gelang itu pergelangan tangan kanannya.

Seung Jo keluar dari kantornya dan melihat Se Kyung di meja resepsionis sedang mencari Sekretaris Moon. Seung Jo mengenali Se Kyung dan teringat saat wajah Se Kyung hampir menangis di hadapannya, Seung Jo bergunam, “Itu adalah Si ‘cry face’ lagi?” (aku sengaja tidak menterjemahkannya menjadi wajah tangisan, karena itu terdengar aneh, dan sepertinya ini bakal jadi nama panggilan Se Kyung yang baru dari Seung Jo, setelah sebelumnya dia memanggil Se Kyung sebagai wanita doenjang). Awalnya Seung Jo berniat mengabaikan keberadaan Se Kyung, namun saat Se Kyung menyebut nama So In Chan dia pun menjadi tertarik. 

Walhasil, Seung Jo membawa Se Kyung ke kantor sekretaris dan berbicara dengannya.
Seung Jo: “Jadi So In Chan adalah Kekasihmu?”
Se Kyung: “Tidak bisakah kau memanggilkan Sekretaris Moon?”
Seung Jo: “Aku bilang aku Sekretaris CEO, kau bisa berbicara padaku. Apa yang ingin kau katakan padanya?” (Mungkin maksudnya pada CEO? atau pada Sekretaris Moon?)

Se Kyung akhirnya mengatakan, “Tolong katakan padanya, So In Chan akan kembali apapun yang terjadi, tolong tunggu sedikit lebih lama lagi. Dia akan kembali, dan menjelaskan segalanya serta akan bertanggung jawab”

*writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Seung Jo bertanya, apakah So In Chan mengatakan hal itu sendiri? Bahwa dia akan kembali? dan dia akan bertanggung jawab penuh atas semua yang terjadi? Se Kyung menunduk, karena In Chan sebenarnya tidak mengatakan hal itu.

Seung Jo kembali bertanya, apakah Se Kyung bertemu dengannya? Melihat Se Kyung yang diam saja, Seung Jo mengeluh, mengapa Se Kyung selalu membuatnya mengulang pertanyaannya? (Dulu tentang berlian? Sekarang tentang In Chan?)

Seung Jo mendekat ke arah Se Kyung dan berdiri dihadapannya, sekali lagi dia bertanya, “Aku Tanya, apakah kau bertemu dengannya?” Se Kyung menjawab bahwa dia berbicara dengan In Chan di telepon. Lalu apakah dia mengataka semuanya ditelepon? Tanya Seung Jo. Se Kyung berkata, sebenarnya In Chan lah yang menelponnya, jadi dia pasti akan bertanggung jawab.

Seung Jo keheranan, “Apa ini? Kau tidak bicara dengan bicara dengannya langsung di telepon? Bukan kah dia berkata akan bertanggung jawab? Aigoo,,, Ini pasti sebuah permainan. Dia tidak datang sendiri dan malah mengirim seorang wanita….” Nada Bicara Seung Jo sangat meremehkan In Chan, dan ini membuat Se Kyung tidak suka.

Se Kyung pun berkata bahwa dia berada disini bukan karena In Chan yang mengirimnya, tapi atas keinginannya sendiri. Seung Jo bertanya, “Kenapa?” Se Kyung menjawab, “Karena aku percaya padanya” Seung Jo kaget mendengar hal itu (seperti pertama kalinya dia mendengar bahwa ada seorang perempuan yang begitu percaya pada kekasihnya,, ekspresi kagetnya lucu,, wkwkwkwk)

Seung Jo berbalik dan bertanya, “Kau percaya padanya?” Se Kyung berkata dia percaya penuh pada So In Chan. Dia mengenal In Chan dengan sangat baik, meskipun saat ini In Chan melakukan sebuah kesalahan, tapi dia yakin dia bukan orang yang akan lepas dari tanggung jawab. Dia sedang khilaf dan pasti akan bertanggung jawab.

Melihat betapa percayanya Se Kyung terhadap In Chan, Seung Jo bertanya pada Se Kyung, sudah berapa tahun Se Kyung berkencan dengan In Chan? Se Kyung menjawab, “6 tahun” Seung Jo kemudian bertanya apakah Se Kyung tahu berapa banyak hutang dari kekasih selama 6 tahun nya itu? Se Kyung berkata, “Dia mungkin memiliki banyak hutang, tapi,,,” belum selesai Se Kyung berbicara, Seung Jo langsung menyela, “Apakah dia mengumumkan secara resmi bahwa dia seorang penunggak? Aku yakin kau tidak tahu. Lalu mulai berpikir mengenai hal ini dari sekarang.”

“Kau akan seperti ini, “Oops, Mengapa aku bisa berkencan dengannya, Ommo… aku pasti sudah gila, Aku harus terbangun dan kembali pada Kenyataan, kemudia pergi jauh dari nya secepat mungkin” Kata Seung Jo, dengan menirukan suara seorang perempuan dan bergaya cherry belle (salah satu scene yang bikin aku ngakak tiada henti, padahal scene ini bentar banget, tapi cara Urri Shi Hoo Oppa melakukannya bener-bener Daebak^^)

Seung Jo berbalik ke arah Se Kyung dan berkata, itulah yang pasti akan kau pikirkan, karena aku mengetahui wanita lebih baik dari diri mereka sendiri, karena itulah Seung Jo memberikan nasihat pada Se Kyung saat ini.

Melihat Aksi Seung Joo, Se Kyung malah tertawa mengejek. Seung Jo tak suka melihatnya dan bertanya, “Apa ini? Kau menertawakanku sekarang? Ah,,, Yang benar saja,, KAU menertawakan KU?”

Se Kyung kemudian berkata, “Kau, mungkin Kau memahami wanita dengan sangat baik. Tapi Kau tidak pernah mencintai kan? Atau kau tidak pernah Dicintai ya?” Mendengar pertanyaan Se Kyung wajah Seung Jo berubah panik dan tak terima (why? karena ini menyentuh perasaan terdalamnya karena pernah dibuang wanita kan?). Saking panik dan tak terimannya, saat Se Kyung pergi, Seung Jo hanya bisa melongo.

Namun Se Kyung berbalik dan berkata pada Seung Jo, “Ngomong-ngomong, Kau,,, kau ini CEO atau apa?” Seung Jo kaget dan bertanya, “Apa?”. Se Kyung melanjutkan, “Kau bukan CEO, tapi caramu bertindak dan berbicara, sepertinya kau berpikir kau seorang CEO, CEO!” Seung Jo bingung harus menjawab apa. Se Kyung melanjutkan kata-katanya sambil membentak Seung Jo, “Yak,,, berhentilah berpura-pura menjadi CEO dan sampaikan pesanku pada CEO. So In Chan pasti kembali, aku menjamin kata-kataku”

Seung Jo tak sempat membalas satu patah katapun dari Se Kyung dia hanya bisa melongo dengan kaget, (mungkin seumur hidupnya, ini pertama kalinya dia dibentak seorang perempuan seperti Se Kyung). Setelah Se Kyung pergi, Seung Jo lalu berteriak, “Yak,,,, Aku pernah mencintai dan cukup dicintai. Dari sanalah aku memiliki pemahaman mendalam tentag hidup. Aish,,, So Spechless….” Sayang nya sekeras apapun Seung Jo berteriak, Se Kyung tidak mendengarnya, karena dia telah keluar dari ruangan tempat mereka bicara. Jadi Seung Jo merasa semakin frustasi… ( Han Se Kyung VS Cha Seung Jo = 1: 0)

Seung Jo kemudian mendapatkan telepon dari seseorang, Seung Jo mengatakan pada orang itu bahwa dia akan segera pergi ke bawah. Siapa yang menunggu Seung Jo di bawah? Dia adalah Dong Wook yang menunggu Seung Jo di bangku belakang mobil putih Seung Jo.

Seung Jo masuk mobil dan menanyakan barang pesanannya. Dong Wook menunkukan pena perekam yang dibawanya. Seung Jo bertanya apakah pena itu bekerja dengan baik meskipun disimpan di sakunya? Dong Wook berkata dia menggunakannya saat dia menangani banyak pasiennya (Ommo,, Dong Wook seorang Dokter? Atau Psikiater?)

Seung Jo mengambil pena itu dengan kegirangan. Dong Wook bertanya, mengapa tiba-tiba Seung Jo meminjam pena perekamnya? Seung Jo malah berkata, “Kau menyuruhku untuk menyembuhkan diriku sendiri” Dong Wook bingung, namun Seung Jo segera mengusirnya keluar dari mobil karena dia bisa terlambat.

Setelah Dong Wook keluar, Seung Jo menyalakan pena perekamnya dan mulai berbicara, “Tunggu saja Seo Yoon Joo, Edmond Dantes telah datang”

Seo Yoon Joo dan Presdir Shin sedang mempersiapkan diri mereka untuk meeting bersama CEO Artemis. Presdir Shin melihat istrinya sangat percaya diri dan segar. Presdir Shin bertanya, “Mengapa kau selalu berada dalam mood yang bagus akhir-akhir ini? Apakah kau tidak gugup?” Yoon Joo merapikan kemeja suaminya dan berkata, “Aku pikir aku tahu mengapa orang-orang menonton film seperti  film ‘The Count of Monte Cristo’  dan bersimpati pada Edmond Dantes untuk pembalasan dendamnya” Presdir bingung dengan pembicaraa istrinya, dia bertanya mengapa orang-orang bersimpati pada Edmond? Yoon Joo menjawab, “Aku Pikir membalas dendam memberikan beberapa manfaat pada kesehatan seseorang”
(Aaah,,, dan Yoon Joo merasa puas telah membalas dendam pada Se Kyung? belum tahu aja nih, dia juga akan bertemu dengan Edmond Dantes lainnya yang menjadikan dirinya sasaran balas dendam)

Yoon Joo masuk ke ruang makan dan menemukan Shin In Hwa sedang menilai tata letak meja makan untuk menyambut CEO Artemis Korea. Yoon Joo menyapa In Hwa sementara In Hwa hanya berkomentar, Keseimbangannya tidak terlalu buruk (maksudnya meja makannya). Yoon Joo tersenyum, dia tahu In Hwa sedang memuji hasil kerjanya walau dengan kata-kata tersirat.

Yoon Joo mulai sibuk mempersiapkan makanan dari lemari pending. Pembantunya datang dan mengatakan bahwa CEO Jean Thierry Cha sudah tiba. Yoon Joo mengerti  kemudian menghela nafas panjang dan tersenyum kemudian.

Di dalam Lift menuju Rumah Presdir Shin, Cha Seung Jo pun sedang mempersiapkan hatinya untuk bertemu dengan wanita yang telah meninggalkannya 6 tahun yang lalu, sementara Presdir Shin, In Hwa dan Yoon Joo telah bersiap untuk menyambut CEO Artemis Korea itu di depan pintu masuk.

Presdir Shin menanyakan apakah semuanya telah siap? Yoon Joo mengatakan semuanya telah siap. lalu Presdir Shin memuji istrinya terlihat cantik. Yoon Joo senang dan tertawa, sementara In Hwa sepertinya tidak suka mendengar hal tersebut.

Di dalam Lift, Seung Jo sedang melakukan relaksasi dengan menekan pelipisnya, saat dia telah sampai di lantai rumah Presdir Shin, Seung Jo berkata pada dirinya, “Time to Revenge” (dan music dari film Kill-Bill pun mengalun dengan tepatnya)

Pintu Lift terbuka, Seung Jo disambut oleh Senyuman Presdir Shin, In Hwan dan Yoon Joo pada awalnya. Namun wajah Yoon Joo berubah menjadi sangat kaget dan ketakutan melihat siapa yang datang ke rumahnya. Seung Jo memamerkan senyumnya dan melangkah masuk ke dalam rumah. 

*writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Presdir Shin memperkenalkan diri, sementara Yoon Joo masih menganga kaget melihat Sosok Cha Seung Jo kini berada di rumahnya.


Makan malam pun berlangsung dengan lancar. Presdir Shin mempertanyakan rahasia sukses Seung Jo menjalankan Artemis. Seung Jo berkata bahwa dia melakukannya karena dia memiliki pengalaman pribadi sehingga dia tahu bagaimana watak para wanita korea hingga akhirnya bisa melakukan bisinis ini tanpa hambatan. Seung Jo mengatakan hal itu sambil sesekali melirik ke raha Yoon Joo yang terlihat masih gugup.

Shin In Hwa, terlihat banyak senyum malam ini saat berada di samping Seung Jo dan menanyakan beberapa hal, namun mata Seung Jo terus mengarah pada Yoon Joo, sampai dia meminta pendapat Yoon Joo tentang bisnis? 

Yoon Joo yang masih melamun tidak menyadarinya, In Hwa memberikan isyarat pada kakak iparnya untuk menanggapi Seung Jo. Yoon Joo yang baru sadar akhirnya berkata, dia tidak mengerti tentang hal itu, membuat In Hwa sedikit kecewan dan curiga* pada sikap kakak iparnya itu. 

In Hwa kemudian mengatakan bahwa dasar utama dari metode Seung Jo sebenarnya adalah menaikan harga secara terus menerus bukan? Seung Jo tertawa mendengarnya dan mengatakan In Hwa sangat pandai berkata-kata. Presdir Shin memuji kehebatan Seung Jo, apa pun Pengalaman Seung Jo yang membuatnya menjadi seperti sekarang, atau bagaimana cara Seung Jo mengatur bisnis ini, pasti berpengaruh pada rencana pemasarannya. Seung Jo berkata tentang hal itu, mari dibicarakan di masa depan saja.

Presdir Shin berencana menuangkan anggur ke gelas Seung Jo namun botol anggurnya telah kosong. Presdir Shin meminta Yoong Joo untuk mengambil Anggur dengan merek yang sama. Yoon Joo melirik ke arah Seung Jo yang ternyata juga sedang meliriknya. Yoon Joo mengerti permintaan suaminya dan pergi mengambil Anggur.

Dengan tangan yang gemetar, Yoon Joo membuka tempat penyimpanan Anggur. Tangannya semakin gemetar setelah mengambil sebotol Anggur, terlihat Jelas Yoon Joo begitu ketakutan dengan kedatangan Seung Jo ke rumahnya, dan itu pun sebagai Jean Thierry Cha, CEO Artemis Korea.
Tanpa Yoon Joo sadari Seung Jo mengikutinya ke tempat penyimpanan dan berkata bahwa rumah Yoon Joo sangat luas. Yoon Joo menatap Seung Jo dengan kesal dan berkata, “Kau,, masih seperti seorang Pecundang” Seung Jo hanya tertawa mendengar komentar Yoon Joo dan membalasnya, “Bagaimana denganmu yang telah mencium Pecundang itu yang juga Suamimu?” Yoon Joo Syok mendengar hal itu dan berkata, Saat ini Seung Jo harus melindunginya. Mendengar perkataan Yoon Joo, Seung Jo berkomentar bahwa Yoon Joo masih seperti dulu, masih menjadi orang yang egois.  Seung Jo berkata pada Yoon Joo agar dia tidak khawatir, kali ini dia hanya ingin mengembalikan sebuah barang.

Seung Joo telah kembali ke meja makan saat Yoon Joo datang membawakan anggur. Seung Joo kemudian berkata, bahwa Seung Jo pun menjadi Presiden dari Eclaire di Korea, dia berkata bahwa dia membawakan sebuah hadiah untuk Istri Presdir Shin. Seung Jo mengambil hadiah itu di saku celananya dan memberikan kotak hadiah itu pada Yoon Joo.

Yoon Joo sangat tegang dia tidak tahu apa yang diberikan Seung Jo padanya hingga tak berani mengambil kotak itu. Presdir Shin memnita Yoon Joo mengambilnya, sementara In Hwa tersenyum kaku karena Seung Jo memberikan hadiah pada kakak iparnya. Dengan gugup, Yoon Joo akhirnya menerima kotak itu.

Yoon Joo membuka kotak itu, dan sangat kaget melihat isinya.  Isinya adalah sebuah gelang. 


Yoon Joo semakin kaget saat melihat Seung Jo yang memakai gelang yang sama dengan yang ada di kotak hadiahnya. Yoon Joo sangat sadar jika Seung Jo dengan sengaja menunjukkan gelang pasangan itu di hadapannya.

Seung Jo tertawa sangat keras di dalam mobil saat dia berada dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Seung Jo mengingat kembali kejadian 6 tahun lalu saat Yoon Joo mengembalikan gelang pasangan milik Yoon Joo, saat Yoon Joo meninggalkannya karena Seung Jo telah menyerahkan semua harta warisannya dari sang Ayah dan berkata bagi Yoon Joo, Cha Seung Jo hanyalah bisnis.

Kini Seung Jo sedang mendengarkan rekaman suaranya saat dia mengatakan, “Bagaimana denganmu yang telah mencium Pecundang itu yang juga Suamimu?” Seung Jo memasang wajah bahagia dan girangnya saat mendengar baris kata-kata itu. Dia merasa dirinya sangat keren saat mengatakan itu. Seung Jo tak habis pikir mengapa Yoon Joo menganggapnya sebagai pecundang. Lalu Seung Jo kembali mereply baris kata-kata yang dia katakan pada Yoon Joo tadi dan tertawa hingga guling-guling saat mendengarnya lagi dan lagi, membuat supirnya bingung dengan kelakuan bos nya itu.

Se Kyung mendatangi kembali rumah In Chan dan melihat kotak surat nya yang kosong. Se Kyung sadar In Chan pernah pulang atau bahkan hari ini ada di rumah. Se Kyung segera membuka pintu gerbang rumah In Chan dan akhirnya memang terbuka. Se Kyung masuk dan mengedor-gedor pintu rumahnya dan meminta In Chan keluar karena dia tahu In Chan ada di dalam. Tapi In Chan ternyata tidak ada di dalam, dia ada di luar berdiri di belakang Se Kyung dan bertanya apa yang Se Kyung lakukan di rumahnya.

Se Kyung berbalik dan menatap In Chan, dia mendekat dan mulai memukuli In Chan sambil memarahinya, sementara In Chan hanya diam sambil menahana tangis. 

Se Kyung lelah dan mulai menangis, dia menunduk dan melihat sepatu In Chan yang sangat kotor. Se Kyung lalu menatap In Chan kemudian memeluknya. Se Kyung kemudian berkata, dimana In Chan selama ini dan menyebutnya bodoh.

Se Kyung dan In Chan berbincang di sebuah taman. In Chan berkata dia akan segera pergi ke perusahaan, jadi Se Kyung tidak perlu khawatir. Se Kyung bertanya apa yang akan terjadi? Mung Kin In Chan akan di pecat, dia akan mencar jalan keluar untuk masalahnya.

In Chan kemudian mengeluarkan amplop hijau yang diberikan Se Kyung untuknya. Dia mengeluarkan  kertas-kertas yang merupakan beberapa note yang diberikan In Chan pada Se Kyung selama mereka berpacaran, mulai dari note saat In Chan diterima bekerja di Artemis dan Note pemberi semangat pada Se Kyung saat dia menghadapi ujiannya. Se Kyung sengaja memasukan semua catatan itu untuk mengingatkan In Chan betapa indahnya kisah mereka dahulu. In Chan mengelurakan foto dirinya dan Se Kyung dalam kostum boneka, Se Kyung mengambilnya dan mengatakan bahwa saat itu mereka memiliki waktu yang menyenangkan. 

In Chan mengambil foto itu. Dia berdiri dan mengeluarkan korek. Tanpa pikir panjang, In Chan membakar amplop hijau yang diberikan Se Kyung beserta isinya. Se Kyung panik dan mencoba mengehentikan tingkah In Chan.

In Chan menyadarkan Se Kyung dan berkata, bahwa Se Kyung arus berhenti bermimpi tentang semua itu. In Chan bertanya tentang filosofi hidup Se Kyung. Usaha akan mengubah segalanya? Usaha adalah kekuatanku? 

In Chan percaya tentang hal itu pada awalnya, jadi In Chan mencobanya. In Chan ingin menunjukkan pada Se Kyung bahwa dia bisa maju, bahwa dia bisa berubah dan terus berkembang. Kemudian menikahi Se Kyung, memiliki anak, membeli rumah dan mobil,,, tapi sekuat apapun In Chan berusaha, semuanya tidak pernah berubah. Alih-alih menjadi lebih baik, kondisi ekonomi In Chan malah semakin memburuk hingga dia tidak bisa mengeluarkan uang untuk sewa apartemen apalagi membeli rumah. Pada kondisi ini, apakah In Chan bisa menikahi Se Kyung? Mempunyai anak? Anak yang lahir dari In Chan dan Se Kyung akan hidup menderita. Apa salah mereka hingga harus berakhir seperti dirinya.

Membeli beberapa Tas untuk menggantinya begitu mudah, namun nyawa Ibu Inchan akan sulit diganti, karena itulah In Chan mulai mencurinya agar bisa mendapatkan uang untuk membayar operasi ibunya. In Chan bertanya, apakah Se Kyung tahu bagaimana perasaannya saat dia pertama kali melihat operasi ibunya. Dia memikirkan berapa banyak biaya lagi yang harus dia keluarkan untuk pengobatannya, kemoterapi nya dan biaya rumah sakitnya. Berapa banyak lagi uang yang harus dia kumpulkan? Saat Dokter mengatakan Operasinya sukses dia kecewa, lebih kecewa dibandingkan mendengar dia meninggal. Mereka bilang Ibunya sakit Kanker yang langka, jadi asuransi tidak bisa menanggungnya. Siapa yang bisa memilih dia akan terserang kanker apa?

Apakah itu seorang manusia? So In Chan yang dikenal Se Kyung mungkin masih manusia., tapi Sekarag dirinya bukan manusia lagi. Dan Se Kyung? Mengapa Se Kyung masih berdiri disisinya dan melihat keadaannya menjadi seperti ini? In Chan menagis menanyakan itu pada Se Kyung dan terus mengulangi pertanyaannya “Mengapa?”

Dengan bibir bergetar, Se Kyung meminta maaf atas semua perkataannya tentang berusaha lebih keras untuk membuahkan hasil yang lebih baik. Tapi Se Kyung berpikir bahwa semua usaha itu akan bekerja dengan baik dan membuat mereka menjadi sukses, karena selain berusaha dengan keras mereka tak punya pilihan lain, kata Se Kyung sambil menumpahkan air matanya.

“Karena itu, Ayo kita putus” kata In Chan kemudian. In Chan merasa jika Se Kyung tetap berada disampingnya dia akan merasa lebih gila. Dia akan merasa menjadi orang yang gagal dan merasa menjadi Pecundang. Se Kyung hanya bisa menantap In Chan yang penuh air mata sambil menangis juga.

Se Kyung kemudian memeluk In Chan dan meminta maaf sekali lagi, “Maafkan aku, Untuk membuatmu mengatakan hal seperti ini. Untuk menekanmu mengatakan hal seperti itu. Aku benar-benar minta maaf, Oppa” Tangis Se Kyng semakin keras dipelukan In Chan, begitupun In Chan. Mereka berdua menangis bersama saat akhirnya mereka berdua memutuskan mengakhiri hubungan mereka secara resmi.

Cha Seung Jo sedang mendengarkan ulang rekaman perbincangannya dengan Yoon Joo dari pena perekamnya di ruang kerjanya. Dia kemudian menatap gelang pasangannya dan Yoon Joo. Dia menatap gelang itu dan melepaskannya, dia meyentuh tulisan yang terukir di gelang itu. S.J.Cha. Seung Jo terlihat sedih saat menyentuh tulisan itu. (Hmm,, benarkan pembalasan dendamnya terhadap Yoon Joo benar-benar membuat Seung Jo merasa bahagia, jika iya,, mengapa dia terlihat begitu sedih?) Di rumahnya, Yoon Joo melakukan hal yang sama, dia menatap gelang pemberian Seung Jo yang bertulisakan Y.J.Cha.

Ayah Se Kyung masuk ke kamar Se Kyung dan melihat anaknya yang sedang melamun. Ayahnya berkata agar Se Kyung tidak perlu khawatir, rumah mereka tidak akan disita. Bagaimanapun caranya, Ayahnya akan berusaha untuk membayar cicilannya. Se Kyung bertanya bagaimana caranya? Ayahnya berkata dia akan berusaha keras untuk itu. Se Kyung berkata, kapan dia tidak pernah berusaha dengan keras, namun tidak ada yang berhasil, mengapa mereka masih hidup dalam kondisi ini? Bagaiamana pun memikirkannya dia tetap tidak mendapatkan jawaban untuk pertanyaannya itu.

Ayahnya kemudian berkata, “Siapa yang tidak tahu akan hal itu. Meskipun sudah berusaha keras, tetap tidak ada yang berubah. Semuanya tidak menjadi lebih baik.  Jika kau menerima hal itu, kau tidak akan bisa bertahan hidup.”  Se Kyung kaget mendengar perkataan ayahnya yang ternyata merasakan hal yang dirasakan In Chan.

“Jika kau terus berusaha, semuanya aka baik-baik saja. Segalanya  akan menjadi semakin baik. Dengan harapan seperti itulah  akhirnya kita bisa bertahan untuk hidup.  Kita bukan satu-satunya orang yang berharap seperti itu. Semua orang di dunia pun hidup dengan cara seperti itu. Hanya ada cara itu saja” Lanjut sang Ayah yang membuat SeKyung semakin tercengang.

Setelah Ayahnya keluar dari kamarnya, Se Kyung memikirkan kata-kata In Chan dan Yoon Joo. Dia berdiri dan mengambil bukunya yang berisi tulisan, “Usaha adalah kekuatanku” Se Kyung kembali memikirkan kata-kata Yoon Joo tentang dia yang tidak bisa membiarkan Se Kyung tidak diterima setelah Se Kyung berusaha keras. Dan Semua yang diperoleh Yoon Joo sekarang ini adalah hasil dari usahanya sendiri, hasil dari Kemampuannya. Se Kyung seolah menemukan ide untuk keluar dari keadaannya ini.

Yoon Joo menatap gelang pemberian Seung Jo di kamarnya. Saat pembantunya datang memberitahunya dia mendapatkan seorang tamu, Yoon Joo langsung ketakutan, hingga menggenggam erat gelang yang dipegangnya, kemudia menatap kartu nama Seung Jo dan meremasnya (takut kalau ternyata Seung Jo yang akan datang?)

Yoon Joo menuju pintu masuk dan melihat ternyata Se Kyung lah tamunya melalui monitor kamera di pintu masuk. Yoon Joo merasa lega sekaligus heran, untuk apa Se Kyung datang kemari tanpa diminta.

Yoon Joo dan Se Kyung berbincang di ruang makan. Yoon Joo datang dan bertanya pada Se Kyung mengapa Se Kyung datang saat dia tidak meminta pesanan apapun.
Se Kyung: “Aku ingin bertanya sesuatu, Apakah kau bisa berbaha Prancis”
Yoon Joo: “Iya. Lalu?”
Se Kyung: “Kau sebelumnya pernah tinggal di Prancis kan?”
Yoon Joo: “Iya, Lalu kenapa?”
Se Kyung: “Saat kau tinggal di Prancis kau hidup sebagai Cha Yoon Joo kan?”

Yoon Joo kaget mendengar pertanyaan terakhir Se Kyung, apalagi Se Kyung berkata dia telah melihat Foto itu. Se Kyung mengeluarkan Ponselnya dan menunjukkan Foto yang dia maksud pada Yoon Joo yang menjadi sangat ketakutan karena Se Kyung telah mengetahui rahasia terbesar dalam hidupnya.

Yoon Joo mengambil ponsel Se Kyung dan mencoba menghapus foto itu. Se Kyung berkata Yoon Joo boleh menghapusnya, Yoon Joo sadar meskipun dia menghapusnya sepertinya Se Kyung masih punya file foto itu. Yoon Joo kemudian bertanya apa yang diinginkan Se Kyung? Se Kyung kemudian berkata, melihat reaksi Yoon Joo yang begitu kaget, Se Kyung menebak, bahwa Presdir Shin, suaminy Yoon Joo tidak mengetahui hal ini. 

Se Kyung kemudian bertanya, apakah Yoon Joo benar-benar mendapatkan posisinya dengan kemampuan dan usahanya sendiri? Apakah benar-benar begitu? Yoon Joo Kaget dan berkata, “Han Se Kyung, Apa yang sedang kau lakukan? Kau pikir kau bisa mengambil semua yang aku miliki sekarang hanya karena sebuah Foto? Apa kau sedang mencoba  memeras dan mengancamku karena posisiku saat ini?” Dengan tenang Se Kyung menjawab, “Iya, kau benar, aku sedang mengancammu saat ini. Tapi aku mengatakannya bukan untuk membuatku meninggalkan posisimu. Jangan khawatir”

Yoon Joo menatap Se Kyung dengan ketakutan bercampur kemarahan,
Yoon Joo: “Lalu apa yang kau coba lakukan?”
Se Kyung: “Katakan padaku bagaimana. “
Yoon Joo: “Apa?”
Se Kyung: “L’effort est ma Force. Katakan padaku bagaimana usahamu untuk mendapatkan posisimu saat ini. Biarkan aku mengetahuinya dengan baik. Iya, kemampuanmu , usaha yang membuatmu menjadi dirimu saat ini adalah sebuah Rahasia”

Yoon Joo menatap Se Kyung yang mengatakan semua ucapannya dengan penuh ambisi itu dengan kaget dan penuh ketakutan. Se Kyung kembali mengulangi permintaannya, “Biarkan aku mengetahui semuanya dengan baik” 

bersambung ke episode 3
*writen by irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com*

Komentar:
Begitulah,,, Episode 2 ini menjelaskan bagaimana akhirnya ambisi Se Kyung untuk menjadi menantu keluarga Chaebol muncul. Kehidupannya yang sulit, gagalnya hubungannya dengan kekasihnya yang miskin dengan alasan keuangan, dan kritik pedas dari In Hwa tentang penampilannya. 

So In Chan, benar-benar menyedihkan. Dia memiliki visi jauh ke depan, sayangnya visinya itu tidak diagunakannya untuk membuat dirinya jadi sukses, dia memikirkan masa depannya bersama Se Kyung, dengan melewatkan satu hal, kelak dimasa depan akan datang sesuatu yang mungkin tidak diduganya, dan dia mungkin akan menyesali telah meninggalkan Se Kyung hari ini. Tapi Jika So In Chan tidak seperti ini, mungkin Se Kyung tidaka akan memiliki ambisi baru dalam hidupnya.

Cha Seung Jo,,, Ommo.. Poor for Him,, he is crazy? yes... he is psyco? yes... but he is sick too... 
Aku rasa dia pernah benar-benar mengalami depresi berkepanjangan setelah ditinggal Yoon Joo. Semua ekspresi kagetnya ketika menghadapi Se Kyung membuatku tertawa, namun saat dia menertawakan percakapan dia dengan Yoon Joo aku merasa sedih untuknya. Rasa sakit yang dialaminya setelah ditinggalkan Yoon Joo pastilah meninggalkan luka yang sangat mendalam, hingga dia menjadi seperti itu Sekarang.

Edmond Dantes,,,, aku jadi penasaran dengan tokoh itu, ternyata dia salah satu pelaut terkenal di jaman Napoleon Bonaparte, dia seorang yang sukses namun dikhianati reka-rekannya hingga dia terjebak di penjara selama bertahun-tahun, kemudian dia melakukan pembalasan dendam pada orang-orang yang membuatnya di penjara saat itu dengan cara yang manis. Seung Jo dan Yoon Joo sepertinya sama suka menonton film itu ya,,, mereka bahkan menggunaka metode balas dendam yang sama untuk menghilangkan stress mereka^^

Saat Se Kyung bilang dia meminta Yoon Joo mengatakan bagaimana caranya Yoon Joo bisa mendapatkan posisinya sekarang, apakah itu berarti Se Kyung berniat menjadikan Yoon Joo guru nya untuk menjadi seorang gold digger. Pertanyaannya,,, Maukah Yoon Joo? dan Bisakah Se Kyung mengubah karakter polos dan positifnya menjadi seorang yang manipulatif seperti Yoon Joo?

Chemistry Se Kyung dan Seung Jo belum terlalu terasa, karena scene mereka bersama memang belum banyak ya,,, tapi setiap kali mereka bertemu, ada,,, saja sikap Se Kyung yang membuat Seung Jo terkesan,,, aku pikir, Seung Jo yang akan lebih dulu jatuh cinta pada Se Kyung^^

Penasaran dengan karakter Tommy Hong, bagaimana dia masuk kedalam perseteruan sengit antara Yoon Joo dan Se Kyung, juga Yoon Joo dan Seung Joo, lalu bagaimanakah akhirnya hubungan antara Seung Jo, Se Kyung dan Tommy Hong? 

Kita tunggu di episode selanjutnya ya^^

19 komentar:

  1. part2nya udh keluar gomawo irfa...
    bsok udh sabtu lg euy...siap2 streaming CA lg nich...
    Irfa boleh request ya...tolong bikin preview ep 3 donk...aku liat SJ ngikutin SK dech...penasaran dia mau ngapain...pliss..pliss ya irfa...

    thank you so much...udh ibu2 tp msh ttp aja demen sm drakor...


    BalasHapus
  2. lucu liat oppa di mobil ke tawa sndiri,
    aq ngaka keliat dy gaya cibi lucu bngt.
    aq salut akting keren beda bngt sama drama dahulu.
    unni Tq sinopsisnya

    BalasHapus
  3. mbak irfa makasih sinopnyaaaa...^^
    preview episode 3 di posting dung mbak...
    #kepo

    BalasHapus
  4. terima kasih atas sinopsisnya.
    lanjut terus yeah mbak sinopsisnya.........,
    semangat... :)

    BalasHapus
  5. eeehhhh aq ada temen'nya,aq jg ibu rumah tangga loh tapi suka banget sama drama korea....qirain aq sendiri yg IRT,yg suka drama korea ternyata adaa jg ya selain aq...salam kenal bundaDEE....hehehe...
    Ih kasian liat in chan,hidup emang ga segampang yg qt pikir...oh iya aq mw nanya emang CA tyang setiap hr apa ya....?????
    semangaaaaaaaattttttt......!!!!!!!!


    _amy_

    BalasHapus
    Balasan
    1. CDA tayang setiap hari Sabtu dan Minggu jam 21.55 Waktu Korea Selatan, amy^^

      Hapus
    2. mksh mba irfa info'nya...berarti nanti mlm udh episode 3 sm 4 ya...oia aq pngen nonton CA,tp di youtube ko ga ada ya..pdhl i miss you ada d youtube,klo blh nanya lg nih mba irfa nonton'nya drmn.....????


      _amy_

      Hapus
  6. tommy hong itu suaminya Yoon Joo ya?
    sama halnya dg Seung Joo, aq rasa nnt suaminya yoon joo akan juga akan jatuh cinta dengan se kyung,.. krn dia tertarik dg kehidupan dan usaha keras se kyung utk memperbaiki hidupnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tommy Hong bukan suami Yoon Joo, suami Yoon Joo itu Shin Min Hyuk Presdir GN Fashion,,

      Tommy Hong baru keluar di Episode 4 setelah In Chan gak bakal muncul lagi,, si Tommy Hong itu desainer Sukses yang diduga bakal jadi backing nya Se Kyung di dunia desainner,, dia bakal saingan Seung Jo dalam mendapatkan cinta Se Kyung~~~

      Hapus
    2. ooohhhh aq kirain jg sma,tommy hong suaminya yoon joo tp bukan ya...waah mkn seru nih..

      Hapus
  7. indria purnawati9 Desember 2012 07.07

    halo irfa salam kenal ya..
    iih "pena perekam" itu punya siapa ya?? punya oppa do jin ya??
    suka baca sinopsis serial ini,tidak sabar nunggu episode seung jo akan mulai suka-sukaan sama se kyung

    BalasHapus
  8. aih jadi makin simpati ke oppa nam!!! *mbak anis, pinjem bahunya t,t
    oppa shi hoo, dirimu itu lho bikin speechless karena bisa bikin fanmu bisa melihat sisi lain hahahaha
    gomawo mbak,
    semoga ke depannya drama ini tidak menjadi membosankan ^^

    BalasHapus
  9. Kyaaa makin suka ma ceritanya...
    Trimakasih uda nulisin sinopsisnya berasa nonton dramanya lgs :)
    *oiyaa aku pernah baca novel Monte cristo ituuuu...tp dulu gk terlalu fokus jd agak2 lupa,,,skrg jd pengin baca novel itu lg....

    BalasHapus
  10. gra gra liat episode ini aku baru serching "Edmond Dantes" The Count of Monte Cristo.. ketinggalan jaman bgt gak sih aku..ckckck,, tapi karna aku belum tau itu apa.. jadi ada yang bisa kasi tau aku ngga maksud kata ktanya seung joo ama yoon joo tentang edmond dantes ??

    itu film ato novel sih..
    maaf rada rada kepo..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Edmond Dantes itu salah satu tokoh sejarah Perancis di jaman Napoleon Bonapatre. Kisah pembalasan dendamnya sudah di angkat kedalam berbagai versi Film,,

      Ada kok kisahnya di Wikipedia~~
      seacrh aja^^

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  11. pasti seung jo itu suaminya yoon jo di prancis..

    BalasHapus
  12. salam kenal buat mbaaa ifaa.
    aq bru baca sih sinopx,,,kliatnx critax menarik nhh,selin itu ada park shi hoo lgy yg maen...jd betah deh baca sinopx. Makasihh juga buat mbaa ifaa yg dh buat sinopx. Semangadd yhh kak...
    >> dini <<

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkomentar^^ tapi jika hanya ingin bertanya kapan lanjutannya dan mana part selanjutnya, sebaiknya jangan berkomentar, karena itu sangat menggangguku. Harap menunggu dengan sabar >.<