[Sinopsis] Thorn Birds : Episode 8 part 1


Lee Ae Rin memeluk putri Yoo Kyung dan berkata, “Anakku…” sepertinya dia melihat kemiripan anak itu seperti Yoo Kyung saat bayi. Jung Eun pergi ke dapur dan membuatkan susu untuk bayi itu, kemudian memberikan susu itu pada Lee Ae Rin.

Lee Ae Rin kemudian berkata bahwa dia bahkan tidak berani keluar untuk syuting setelah tersebarnya video Jung Eun yang mengakuinya sebagai ibu. 

Jung Eun segera membantah dan berkata bukan dia yang melakukannya. Lee Ae Rin bingung, Jung Eun berkata, “Bayi ini memang cucumu tap aku bukan putrimu. Jadi besarkanlah dia, yang tidak bisa kau lakukan 25 tahun lalu terhadap putrimu lakukanlah sekarang”
Lee Ae Rin bingung: “Apa?”
Jung Eun hanya berkata: “pampersnya tidak cukup, juga harus memandikannya, aku akan pergi dulu ke pasar untuk membeli perlengkapnnya dan sedikit sayuran”
Jung Eun pun segera beranjak pergi,
Lee Ae Rin semakin bingung dan berteriak: “Kau mau kemana?”

Jung Eun menemui Yoo Kyung dan mengatakan bahwa dia telah memberikan putri Yoo Kyung pada Lee Ae Rin. Yoo Kyung marah dan berkata apakah Jung Eun sudah gila, memberikan anak yang baru lahir pada nenek tua yang bahkan tidak bisa mngurus dirinya sendiri. Jung Eun berkata, bagaimana lagi, dia tidak punya pilihan karena dia harus pergi jauh besok pagi. Yoo Kyung pun berkata bahwa ia juga harus pergi ke luar negeri besok pagi.

Jung Eun: “Yoo Kyung, ini adalah kesempatan terakhirmu”
Yoo Kyung: “Kamu sebenarnya ingin aku bagaimana?”
Jung Eun: “Besarkanlah anakmu dan jagalah ibumu”
Yoo Kyung: “tidak bisa”
Jung Eun: “Pikirkanlah lagi sebelum kau menyesal nantinya, kamu juga sudah melihat rumahnya kecil dan entah kapan akan dibongkar, di tempat itulah Ibu dan putrimu tinggal”
Yoo Kyung: “Tidak mau”
Jung Eun: “Ibumu dalam sekejap, langsung mengenali bayi yang kau lahirkan, dan berkata dia mirip denganmu 25 tahun yang lalu”

Yoo Kyung: “Kau gadis jahat, mengapa harus melakukan ini padaku? Mengapa kau membuatku berubah menjadi wanita yang jahat? Kau sebenarnya mengapa begini?”
Jung Eun: “Ibuku sudah meninggal, karena tidak memiliki siapapun dia meninggal dalam kesepian dan hanya meninggalkan sebuah foto. Aku bahkan baru tahu tentang kematiannya setelah 10 hari”
Yoo Kyung: “Jadi,,, apa itu ada hubungannya denganku?”
Jung Eun: “Ada hubungannya, ada kemungkinan cerita itu terjadi padamu. Aku tidak ingin membiarkan kamu juga mati seperti itu. Jangan biarkan anakmu juga menyedihkan seperti aku, dimana kita harus melalui hidup kita setiap hari dengan memanggil ibu sambil menangis. Jangan biarkan, anakmu hidup seperti kau dan aku.”
Yoo Kyung hanya bisa diam dan menelan ludahnya, namun ia sama sekali tak tersentuh dengan bujukan Jung Eun.
Yoo Kyung: “Benar, suatu hari aku juga akan mati, waktu mati karena sudah tua aku akan meninggalkan penyesalan besar karena melakukan hal itu, tapi bagaimana lagi, tidak ada jalan lagi. Aku tidak boleh berhenti di tengah-tengah, aku harus berhasil. Harus membalas dendam pada semua orang yang meremehkan dan menertawaiku. Aku harus berhasil dan jadi orang sukses”
Jung Eun: “Balas dendam itu apa gunanya? Apa kau tega membiarkan Lee Ae Rin mengurus bayi itu sendirian?”
Yoo Kyung: “Yoo Myung Ja mungkin akan membuang anak itu juga”
JunG Eun: “Apa?”
Yoo Kyung: “Dia pernah membuang anaknya sekali, kini jika hidupnya sendiri menderita, dia juga bisa membuang bayi sekali lagi. Apakah wanita itu sudah tahu aku adalah putrinya?”
Jung Eun: “Dia belum tahu”
Yoo Kyung: “Maka katakanlah, katakan Han Yoo Kyung adalah putrinya yang telah menyebarkan video pengakuan yang menghancurkan hidupnya, katakan juga bahwa aku telah membuang putriku juga, katakan semua itu padanya.”
Jung Eun: “Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?”
Yoo Kyung: “Bukankah kau bilang, akan sangat baik jika dia adalah ibumu?  maka katakankah bahwa kau adalah putrinya.”
Jung Eun: “Lalu bagaimana dengan anakmu?”
Yoo Kyung: “Di catatan kelahiran kau adalah ibunya, maka akui saja dia sebagai putrimu!”
Jung Eun: “ Baiklah, aku akan menanggung semuanya. Aku Akan mewakili dirimu melakukan semuanya”
Yoo Kyung kaget mendengar jawaban Jung Eun.

Lee Ae Rin melihat catatan kelahiran bayi yang kini ada di sampingnya, dan disitu jelas tertulis bahwa Jung Eun adalah ibu bayi itu. 

Maka saat Jung Eun baru kembali dari belanja, Lee Ae Rin melemparkan semua berkas itu ke hadapan Jung Eun dan berkata, “Dengan semua catatan ini, kau masih menyangkal kau bukan putriku? Di tempat syuting, sudah lama melihatmu, tidak pernah terpikir bahwa kau adalah putriku. Binatang juga bisa menganali anak sendiri, tapi aku lebih buruk dari binatang jadi tidak bisa mengenalimu. Tapi anak itu, aku langsung mengenalinya karena selalu teringat pada bayiku dulu. Kau jelas-jelas anakku, ibu dari bayi itu kan?”

Jung Eun tidak menjawab. Lee Ae Rin kembali bertanya: “Apakah kau adalah putriku? katakanlah yang jelas, karena kini aku seperti orang buta, jadi harus mendengar kamu yang mengatakannya aku baru bisa percaya”
Jung Eun pun akhirnya berkata: “Iya”

Lee Ae Rin akhirnya bertanya: “Untuk apa datang kesini? Bukankah kau ingin menjadi aktris. Tidak seharusnya kau mengakui dirimu sebagai putriku, mengapa kau datang kesini? Sudah membuatku jatuh, kau ingin berbuat apalagi?”
Jung Eun: “Ada banyak hal yang ingin aku lakukan bersamamu”
Lee Ae Rin terduduk mendengar jawaban Jung Eun.
Jung Eun berkata: “Mengapa kau seperti ini? Mengapa tidak mengatakan bahwa kau sakit? Ada kemungkinan bisa mati, mengapa kau hidup seperti ini?”
Lee Ae Rin: “Aku mengira, aku akan mati, tapi aku mengapa aku masih hidup? Umurku harus sampai kapan? Mengapa kau harus melihatku yang seperti ini?”
Lee Ae Rin menertawai hidupnya, Jung Eun sudah menangis saja pendengar kata-kata Lee Ae Rin.
Lee Ae Ri bertanya: “Siapa ayah anak ini? Jika ingin membuang anak, maka pasti ada alasannya, cepat katakan apa alasanmu?”
Jung Eun: “Orang yang sudah mempunyai istri, dan sekarang tidak ada di Korea, aku tidak bisa menemukannya” (Ups,, ini sih yang dikatakan Yoo Kyung untuk menutupi dari Jung Eun tentang siapa ayah bayi itu sebenarnya)
Lee Ae Rin: “Jadi kau mau hidup dengan status sebagai ibu yang belum menikah?”
Jung Eun diam tak menjawab pertanyaan itu. Lee Ae Rin mulai menangis meratapi nasib putrinya.
Lee Ae Rin: “ Akan sangat bagus, jika kau hidup dengan baik, mengapa kau juga harus seperti aku? apa yang akan kau lakukan nanti?”
Jung Eun bingung harus menjawab apa. 

Tiba-tiba sang bayi menangis, Jung Eun panik dan segera menghampiri bayi itu dan menggendongnya untuk menenangkannya, namun bayi itu terus menangis. 

Lee Ae Rin datang dan segera mengambil kendali dengan memeberikan susu pada bayi itu, sang bayi pun langsung terdiam.

Jung Eun dan Lee Ae Rin pun akhirnya mengurus bayi itu bersama-sama dengan gembira.

Kang Woo sedang menonton pembuatan film terakhir Lee Ae Rin yang batal rilis dan melihat Jung Eun, Young Joo datang dan dia pun melihat wajah Jung Eun di video itu. Dia pun tersenyum.

Jung Eun pergi bekerja sementara Lee Ae Rin mengurus anak Yoo Kyung di rumahnya. Jung Eun berkata, harusnya dia memberikan hanphone pada Lee Ae Rin agar bisa menghubunginya. Jung Eun pun kembali bekerja. 

Kang Woo datang dan berniat membantu pekerjaan Jung Eun agar dia bisa mengobrol bersama Jung Eun, namun Jung Eun berkata bahwa dia harus segera pulang.

Kang Woo pun mengantar Jung Eun pulang dan membicarakan tentang audisi pertama Jung Eun dan berkata bahwa Mi Ryun sangat beruntung karena memiliki teman seperti Jung Eun yang rela melakukan Echo saat adegan “O genki desu ka” pada audisi itu. Jung Eun pun tersenyum mendengarnya. (Oh,, Kang Woo-ssi benar-benar berusaha keras membuat Jung Eun nyaman berada di sisinya)

Mereka pun sampai, Jung Eun turun dan pamit pada Kang Woo karena ada orang yang menunggunya di rumah. Jung Eun berkata pada Kang Woo untuk bertanya tentang siapa yang ada di rumahnya.
Kang Woo: “apakah kau punya tamu?”
Jung Eun: “bukan tamu, tapi keluarga. Ibu yang sakit dan seorang anak”
Kang Woo: “Apa?”
Jung Eun: “dirumahku ada bayi yang baru dilahirkan”
Kang Woo jadi tertawa mendengarnya menganggap Jung Eun hanya bercanda.
Jung Eun: “Ini sungguhan”
Kang Woo: “Waktu kencan pertama, kau bilang sudah punya kekasih, setelah itu langsung bilang mau menikah dan kali ini seorang anak?”
Jung Eun: “Percaya atau tidak terserah padamu, Aku juga tidak tahu mengapa aku harus seperti ini tiap kali bertemu denganmu? Aku permisi”
Jung Eun pun segera pergi meninggalkan Kang Woo.

Jung Eun masuk ke rumah Lee Ae Rin dan melihat bayi kecil itu tertidur di samping neneknya, kemudian Jung Eun pun ikut tertidur di samping Lee Ae Rin. 

Di tengah malam, Lee Ae Rin terbangun dan menyelimuti Jung Eun yang telah tertidur pulas.

Direktur Choi dan Lee Young Gook sepertinya berencana menghalangi karir Young Joo. dia bahkan menemui rekan kerja baru Young Joo dan menawarkan kerja sama dengannya dengan imbalan membuat Young Joo dipecat dari pekerjaannya sekarang.

Yoo Kyung yang mendengar Young Joo dipecat langsung menelpon Young Joo dan berkata bahwa apakah Young Joo berpikir bawa dia dipecat karena dirinya. Young Joo bilang tidak menyalahkan Yoo Kyung dan berkata mengapa Yoo Kyung meminta bertemu padahal hubungan mereka sudah berakhir. Yoo Kyung pun bertanya mengapa Young Joo datang kalau begitu. Young Joo tidak menjawab dan berkata bahwa Yoo Kyung pasti sibuk karena besok akan pergi ke luar negeri. Young Joo berniat beranjak pergi namun Yoo Kyung berteriak padanya karena kesal melihat sikap Young Joo yang selalu berpura-pura.

Yoo Kyung: “Mengapa kau selalu seperti ini, saat uangmu diambil oleh ibu dan kakak tirimu kau diam saja, seolah tak terjadi apapun, sekarang juga seperti itu. Bukankah kau tidak menyukai film? Mengapa kau tetap bertahan di dunia perfilman?”

Young Joo: “Aku ingin tetap bertahan di dunia perfilman, karena kau menyukai film, aku berharap bisa melupakanmu dengan menyukai hal yang kau sukai, kau bertanya mengapa aku datang hari ini, karena aku menyukaimu. Semua yang aku lakukan adalah karena mu. Karena aku menyukai Han Yoo Kyung”
Young Joo pun pergi meninggalkan Yoo Kyung yang terlihat terpukul mendengar semua kata-kata Young Joo.

Comment:
Saking cintanya Young Joo sama Yoo Kyung sampe dia tetap bertahan di dunia perfilman walaupun karirnya sudah kian terpuruk karena dihancurkan kakaknya sendiri. Aish,,, baru liat nih,, Lead actor nya cinta banget sama second leadnya,,, tapi,,, apa sebenernya di drama ini Yoo Kyung lah yang jadi Lead actrees nya yah? Soalnya kan emang ceritanya lebih menitik beratkan acara balas dendam Yoo Kyung pada orang-orang yang membuatnya terpisah dari ibunya kan??
6 Komentar untuk "[Sinopsis] Thorn Birds : Episode 8 part 1"

Yoo Kyung kayak Miri di Miss Ripley *halah.. balik lagi ke Miss ripley* Karakternya Kang Hye Won (lupa namanya siapa) juga mirip kaya Jung Eun, baiknya gak ketulungan. Yukata (Yoochun) juga cinta banget sama Miri.

Tapi di sini endingnya Young Joo jadian kan ama Jung Eun?

eh.. ada mbak dee.. makasih mbak udah main ke blog aku..

oh iya ya.. jalan thorn birds mirip miss ripley.. opss kebalik denk.. mungkin miss ripley kali ya yang mirip thorn birds? soalnya thorn birds lebih dulu tayang di koreanya...

aku juga nonton miss ripley tapi ga terlalu serius.. cuman sekilas aja.. abis ga tahan liat kelakuan jahat miri.. ga nyangka lee da hee yang biasanya dapet peran innocent bisa berkarakter sejahat itu..hehehe..

iya.. di thorn birda young joo ntar tunangan ma jung eun.. tapi kayaknya agak sedikit goyah setiap inget yoo kyung bilang kalo mereka belum berakhir... makanya banyak yang bilang karakter joo sang wook di drama ini plin plan...

makin gemes aja....tp mmg bnr ya smw dorama korea sbnrx pny cerita yg mirip tp dg kemasan beda.anehnya qt g prnh bosen jg lihatnya hehhehehehehehe......g spt sinetron indonesia.pemerannya sm,karakternya sama pdhl critanya beda hehehehehehe....

aq malah berharap jung eun bisa berakhir bahagia dengan kang woo,
aq g' rela kalo jung eun sama young joo, coz menurut q young joo tu laki2 plin plan, g cocok dengan jung eun yang baik hati

banyak yang gemes ni :3 fufufu...

annyeong unni (_ _) saya pembaca new entry di blognya unni, saya sudah add un,, semoga berkenan salam kenal un :3

dari awal aq sudah ska ma yo kyung dari pada jun en kyaknya sich peran utamax yo kyung..

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top