Tampilkan postingan dengan label Seo Woo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seo Woo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Agustus 2012

[Upcoming K-Drama] Glass Mask


Jika di tanya Drama apa yang akan aku ikuti di Season ini? Jawabannya dengan tegas akan ku jawab Arang and The Magistrate,, tapi jika di tanya drama apa yang menarik perhatianku selain Arang? Hmm,, banyak sih,, Haeundae Lovers, Golden Time, May Queen, dan Five Fingers? Tapi semuanya bisa aku abaikan. Aku benar-benar ingin fokus menonton Arang, tapi ada sebuah drama yang menarik perhatianku.

Drama ini selama ini di luar dari Radarku,, mungkin karena memang jarang ada yang membicarakannya, bahkan page nya di dramawiki pun agak sulit aku temukan, entah memang belum dibuat. Padahal pemainnya cukup terkenal kok, Seo Woo (Tamra the Island, Cinderella's Sister) dan Lee Ji Hoon (My Girl Hello Miss, Billie Jean Look At Me, You Are My Destiny). Ommo,, Urri Beo Jin dan Urri Billie Jean bermain di satu drama, ini sangat menyenangkan bukan. Tapi masalahnya jumlah episode drama ini sama sekali tidak menyenangkan bagiku.


Tittle: 유리가면 / Glass Mask
Genre: Melodrama
Episodes: 100+ (To Be Confirmed)
Broadcast network: TvN
Broadcast period: 2012-Sep-03
Air time: Monday to Thursday 09:45

Cast
Seo Woo as Kang Yi Gyung
Lee Ji Hoon as Kim Sun Jae
Kim Yoon Seo as Kang Seo Yeon
Park Jin Woo as Kim Ha Joon 

Production Credits
Director: Sin Seung Woo
Screenwriter: Choi Yeong In

Drama ini bercerita tentang Kang Yi Kyung, seorang wanita yang Ayahnya adalah seorang pembunuh. Dia bertahan dalam kehidupan yang sulit dan berencana untuk membalas dendam pada orang yang sudah membuatnya menderita

Sedikitnya informasi tentang drama ini membuatku kesulitan untuk menjabarkan lebih banyak cerita yang ada di drama ini. Tapi berdasarkan berita di Hancinema, drama ini merupakan Sekuel dari drama Lee Hyo Ri (pemeran Geum Ran dalam drama Twinkle Twinkle) yang berjudul Yellow Boots. Masalahnya aku tidak tahu pakah ini adalah kelanjutan drama tersebut ataukah Sekuel karena memiliki dasar cerita yang sama yaitu balas dendam seorang gadis muda.

Judul Glass Mask yang artinya Topeng Kaca, mungkin akan membuat kita sedikit bingung, apakah drama ini di adaptasi dari Manga Jepang yang amat Terkenal Topeng Kaca? Jika melihat Cerita dan Trailer singkatnya, sepertinya bukan. Meskipun aku sama sekali belum membaca Manga Topeng Kaca, namun aku sering melihatnya, dan drama ini sama sekali tidak terlihat diadaptasi dari Manga tersebut, mungkin hanya mengambil Judul yang sama saja.

Berikut ini beberapa ScreenCap dari Trailer Singkatnya






Mengapa aku tiba-tiba tertarik membahas drama ini? Hmm mungkin karena Seo Woo dan Lee Ji Hoon. Aku menyukai Seo Woo sejak melihatnya berperan sebagai Beo Jin di drama Tamra the Island, sejak itu aku jadi sering mengikuti beberapa dramanya. Drama terakhir Seo Woo yang aku tonton adalah Flame of Desire yang jumlah episodenya cukup panjang, setelah itu aku lama tak melihat aktingnya. Sementara Lee Ji Hoon, aku sudah menyukainya sejak dia bermain di Hello Miss, lalu aku kembali menyukai karakternya yang konyol sebagai Choi Hye Sung di drama Billie Jean Look At Mee. Terakhir aku melihatnya adalah saat dia bermain dalam drama ratusan episode You Are My Destiny. Merasa rindu melihat akting mereka berdua, aku jadi tertarik pada drama ini, tapi melihat jumlah episodenya,, aku hanya bisa menghela nafas. Seratus episode lebih,, hmm kapan selesainya ya ini drama, mekipun tayang dari Senin-Kamis, tapi pasti akan tetap menghabiskan banyak waktu.

sumber: hancinema, koreandrama.org

Jumat, 09 September 2011

[News] Jadwal Tayang Tamra The Island di Indosiar

Setelah cukup kecewa, karena Iklan Tamra the Island yang tiba-tiba menghilang, sekarang aku senang karena Tamra the Island akan tayang di Indosiar menggantikan Prosecutor Princess.  Ini dia poster Tamra the Island yang ditampilkan di web-nya Indosiar.

Selain Poster di atas, Indosiar juga sudah menampilkan Sinopsis drama ini secara singkat dan di akhir Sinopsisnya ada kata-kata:
"Siapa yang harus dipilih Beo-jin, William atau Park Yu? Apa tujuan sebenarnya Park Yu menyamar sebagai narapidana di pulau Tamra itu? Ikutilah kisah selengkapnya dalam drama bertajuk Tamra The Island hanya di layar Indosiar, setiap Senin -  Minggu, pukul 12.00 WIB, mulai 14 September 2011."
Pernyataan di atas mempertegas Jadwal tayang Tamra the Island,,, meski belum pasti karena belum benar-benar tayang (coz Indosiar suka berubah tiba-tiba),, Tapi aku jadi punya harapan melihat Park Kyu ngomong bahasa Indonesia (minimal di hari minggu, secara kalo hari kerja ga bisa nonton hiks,,,). Walau aku gak terlalu ngeh dengan alur drama ini, karena banyak yang nggak ngerti, terutama tentang perebutan kekuasaan Pulau Tamna nya, aku sangat memuja karakter Im Joo Hwan sebagai Park Kyu di drama ini yang membuatku jatuh cinta pada aktingnya.

Karakter Park Kyu di drama ini bener-bener greget, berasa liat Mr. Darcy dari "Bride and Prejudice" hehehe. Angkuh, Sombong, Sok Bangsawan, tapi penuh perhatian dan peduli pada nasib Rakyat kecil. Dia tak segan menunjukkan rasa hormatnya pada orang tanpa melihat statusnya. Seperti saat dia begitu menghormati Taesanggung, Ibunya Beo Jin. Kata-kata Park Kyu yang paling aku ingat, dia beberapa kali berkata: "Da,, Park Kyu" artinya "Aku ini Park Kyu" dan dia berkata seperti itu bukan untuk mengenalkan diri, namun untuk mempertegas identitas dirinya pada orang-orang yang dikenalnya. Dia bahkan pernah mengatakan kata-kata itu pada Ayahnya sendiri,, hehehe,,

Aku juga senang melihat Ekspresi wajah Park Kyu saat kesal sekaligus gemas pada tingkah Beo Jin yang menurutnya selalu saja membuat onar dan membawa masalah bagi kehidupannya. Juga deheman andalannya saat dia bingung harus berkata apa,, Akh Park Kyu,, saranghamnida....

sumber: www.indosiar.com

Senin, 08 Agustus 2011

[FanFiction] Tamra the Island: Pagi Terindah di Pulau Tamra


FanFiction Tamra the Island Episode 2: Pagi Terindah di Pulau Tamra

Judul: Pagi Terindah di Pulau Tamra

Karakter:
Beo Jin (Mangaji)
Park Kyu (Kiyangdari)
Tae Sang Gung (Ibu Beo Jin)
Tuan Jang (Ayah Beo Jin)
Beo Seol (Adik Beo Jin)

Warning:
Cerita ini memang berawal dari ending cerita drama Tamra the Island, jika ada kesamaan tokoh, cerita, setting waktu dan tempat itu memang disengaja. Para penggemar Park Kyu- Beo Jin mari kita membayangkan kisah ini benar-benar terjadi...


Setting:
FF ini akan menceritakan  kehidupan Beo Jin dan Park Kyu setelah Park Kyu menjadi Gubernur Jeju.

Pagi Hari di Rumah Keluarga Beo Jin

Pagi-pagi sekali Beo Jin sudah bangun dan segera pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan, ternyata di dapur sudah ada ibunya.

Beo Jin : Ommo,, aku kira aku bangun paling pagi.
Ibu Beo Jin: Apa kau ingin membuatkan makanan untuk tuan Gubernur?
Beo Jin tersipu, dan tersenyum malu-malu.

Ibu Beo Jin: Heu,, anak ini,, aku sudah selesai memasak dan akan segera di siapkan,, lebih baik kau bangunkan tuan gubernur karena ini hari pertamanya bekerja. Dia pasti tidak ingin terlambat.
Beo Jin: Aku? Aku harus membangunkan Kiyangdari?
Ibu Beo Jin: Beo Jin! Mana boleh kau tetap memanggilnya seperti itu,, dia itu sekarang Gubernur Jeju
Beo Jin: Ah,, aku lupa,, tapi,, dia bilang aku harus tetap memanggilnya begitu…
Ibu Beo Jin menatap putrinya,, sangat memahami,, jika Park Kyu masih ingin dipanggil seperti itu oleh Beo Jin.

Ibu Beo Jin: terserah kalian saja, tapi lebih baik, kau memanggilnya seperti itu saat kalian sedang berdua saja,, kalau tidak, nanti orang lain akan salah paham,,
Beo Jin: Baiklah Ommo..
Ibu Beo Jin: Sekarang cepat bangunkan tuan Gubernur,, matahari akan segera naik..

Beo Jin berjalan ke kamar Park Kyu tidur, dan menatap pintu kamar itu.
"Tuan gubernur,, apakah kau sudah bangun?" panggil Beo Jin pelan.
Tak ada jawaban
"Tuan gubernur,, ini sudah pagi,,, apakah kau sudah bangun?" Beo Jin memperkeras suaranya.
Masih tak ada jawaban.

Dengan ragu-ragu, Beo Jin membuka kamar Park Kyu dan melihat Park Kyu yang masih tertidur lelap. Beo Jin masuk dan mendekati Park Kyu.
"Kiyangdari bangunlah,, apa kau tidak akan pergi bekerja" kata Beo Jin, sambil mengerak-gerakan tubuh Park Kyu. Tapi Park Kyu masih terlelap tidur dengan nyaman.
"Kiyangdari,,,  cepatlah bangun,,  bukankah kau harus bersiap-siap untuk bekerja?" kata Beo Jin lagi,, tapi Park Kyu tetap tertidur dengan nyenyak.

"Ommo!! tuan gubernur tidak bangun juga,,," teriak Beo Jin mengadu pada Ibunya
"Kalo begitu, coba ambil air dan siram dia dengan air untuk membangunkannya" jawab ibunya dari halaman.
"Ah,, benar juga,, aku harus mengambil air,," kata Beo Jin beranjak bangun dari samping Park Kyu.
Tapi saat Beo Jin berniat bangun, dia kesulitan untuk bergerak, karena pergelangan tangannya tiba-tiba digenggam Park Kyu.

"Ah,, Kiyangdari!" kaget Beo Jin. Tangan lain Park Kyu segera menutup pintu kamarnya, dan tangan lainnya tetap memegang pergelangan tangan Beo Jin masih dengan mata terpejam.

Beo Jin kaget dengan tingkah Park Kyu, dan mulai panik.
"Kiyangdari!! Apa yang kau lakukan,, ayo cepat bangun!!"
Beo Jin berusaha berdiri dan melepaskan diri dari genggaman Park Kyu,, tapi usahanya sia-sia,,, karena Park Kyu malah menariknya hingga Beo Jin terjatuh dan di atas badannya.

"Kiyangdari??" kata Beo Jin lemah saat dia ada di atas tubuh Park Kyu..
Mata Park Kyu mulai terbuka, dan tersenyum melihat wajah Beo Jin yang begitu dekat dengan wajahnya

"Mangaji,, mengapa kau berisik sekali, di pagi hari seperti ini,,," protes Park Kyu pelan
"Kiyangdari lepaskan aku,,, kau harus segera bangun,,," kata Beo Jin memelas
"Sebentar saja,, aku ingin bersama denganmu seperti ini sebentar lagi,,," kata Park Kyu tenang
"Tapi Kiyangdari,,," cemas Beo Jin
"Apalagi Mangaji?" kata Park Kyu sambil menatap wajah Beo Jin, yang mulai merah karena malu.
"Ommo, mungkin akan segera.."
Belum sempat Beo Jin melanjutkan kata-katanya,, pintu kamar Park Kyu tiba-tiba di buka Ibu Beo Jin.

Beo Jin dan Park Kyu kaget. Beo Jin segera bangun dari atas badan Park Kyu, dan Park Kyu pun segera duduk bangun dan melepaskan tangan Beo Jin karena kaget. Keduanya menatap Ibu Beo Jin dengan kaget.

"Apa yang sedang kalian lakukan pagi-pagi begini?" Tanya ibu Beo Jin
"Ommo!,, kami tidak melakukan apa-apa,, aku hanya terjatuh karena panik,," bela Beo Jin
"Benarkah? Kenapa kau bisa terjatuh di atas tubuh tuan gubernur?" tanya Ibu Beo Jin penuh curiga
"Ah,, itu,, itu,,," Beo Jin bingung harus berkata apa
"Ehemm,,ehemm,," Park Kyu pun hanya bisa mengeluarkan jurus andalannya dan memalingkan pandangannya dari Ibu Beo Jin
"Sudahlah,, jangan membela diri,, seharusnya kalian melakukan hal seperti itu setelah kalian menikah!" kata Ibu Beo Jin mengingatkan.
"Ommo!!" teriak Beo Jin dan segera beranjak keluar dari kamar park Kyu dengan wajah merah padam karena malu..

Ibu Beo Jin, menatap Park Kyu yang masih shock…
"Cepatlah bersiap-siap tuan gubernur,, aku tak akan mempermasalahkan kejadian pagi ini,, kau seperti itu,, karena sangat merindukan dia,, bukan?" kata Ibu Beo Jin penuh pengertian
"eHemm,, ehemm,," lagi-lagi Park Kyu mengeluarkan jurus andalannya
"Aku mengerti,, segeralah bersiap untuk pergi bekerja,, aku sudah menyiapkan sarapan" kata Ibu Beo Jin, lalu menutup pintu kamar Park Kyu.

Park Kyu yang sudah berpakaian rapi keluar dari kamar. Di dipan sudah ada Ibu, Ayah, Beo Jin dan Beo Seol yang menunggunya untuk sarapan bersama. Beo Seol melihat Park Kyu yang sangat tampan dengan pakaian resmi gubernurnya.

Beo Seol: Orrabang, anda tampan sekali dengan pakaian itu
Ibu: Bukankah dia selalu terlihat tampan dengan pakaian apapun,, bahkan dengan pakaian tidur sekalipun, bukan begitu Beo Jin.
Beo Jin tak menjawab, dia hanya tertunduk,,, malu,,, mengingat kejadian tadi pagi.

Ayah: Beojin Omma, jangan menggoda anak kita seperti itu. Lihatlah,, wajahnya sudah begitu merah..
Beo Seol: kenapa wajah  Noona merah? Apakah Noona demam?
Park Kyu: Eheem,, Eheem..
Ibu: Sudah,, sudah,, mari kemari tuan gubernur,, kita sarapan pagi dulu. Apakah anda tidak keberatan makan pagi dengan kami.
Park Kyu mendekati dipan, dan duduk di tempat kosong di samping Beo Jin.
Beo Jin segera bergeser menjauh. Tapi ibunya malah mendorong dia perlahan untuk tetap berada di samping Park Kyu.
Park Kyu: tentu saja aku bersedia Tae Sang Gung, aku sudah sangat terbiasa dengan makanan di rumah ini.

Tanpa banyak bicara lagi mereka pun mulai makan. Sesekali Park Kyu memberikan lauk untuk Beo Jin,, dan Beo Jin hanya menatap Park Kyu, seolah bertanya mengapa Park Kyu bersikap seperti ini.  Ibu Beo Jin yang melihat tingkah mereka, hanya tersenyum kecil. Terlihat sangat puas pada perkembangan hubungan Beo Jin dengan Park Kyu.

Selesai makan, Beo Jin dan Park Kyu berpamitan untuk pergi bekerja.

Beo Seol: Apakah kalian berdua akan pergi bekerja bersama?

Beo Jin menatap Park Kyu dengan gugup. kemudian menatap Beo Seol untuk bersiap menyangkal pertanyaan adiknya tersebut sebelum Park Kyu menyangkalnya.

Beo Jin: Akh,, mana mungkin,, aku dan,,,, kiyangdari,,,
Park Kyu: Tentu saja Beo Seol, kami berdua akan pergi bersama
Beo Jin: Kiyangdari,, eh,, maksudku Tuan gubernur apa yang anda katakan? Mana mungkin kita pergi bersama? Bukankah prajurit akan menjemputmu dengan kuda untuk pergi ke kantor pemerintahan?
Park Kyu: Tentu saja,, mereka pasti akan menjemputku,, dan kudanya sebentar lagi pasti datang
Beo Jin: Kalau begitu bagaimana kita akan pergi bersama, apa aku harus berjalan di belakang kudamu untuk sampai ke tempat kerjaku??
Park Kyu: Tentu saja bukan begitu,,,
Beo Jin: Lalu?
Park Kyu: Kita pergi naik kuda bersama.

Seluruh keluarga Beo Jin kaget mendengar kata-kata Park Kyu. Bagaimana bisa mereka naik kuda bersama, sementara Beo Jin bahkan tidak tahu bagaimana caranya naik kuda.

Beo Jin: Itu tidak mungkin! Aku pergi sekarang,, Apang,,, Ommo,, Beo Seol aku pergi bekerja dulu. dan Kau! Kiyangdari,,, jangan mengikuti,, kau harus menunggu jemputan kudamu datang!
Park Kyu tak mengindahkan kata-kata Beo Jin dan malah ikutan pamit pada keluarga Beo Jin, dan mengejar Beo Jin yang sudah keluar rumah lebih dulu.

Park Kyu: Mangaji,,, tunggu aku,,
Beo Jin: Kiyangadari??? untuk apa kau mengikutiku??

Park Kyu berjalan disamping Beo Jin dan membisikan sesuatu padanya

Park Kyu: Bukankah sudah aku bilang, kita pergi bekerja bersama
Beo Jin: Itu tak mungkin! aku tidak bisa naik kuda,, dan tak ingin mengikuti dibelakang kudamu,,
Park Kyu: Aku akan mengajarimu naik kuda? Bagaimana? Itu pasti menyenangkan,,, Kita berdua naik kuda yang sama dan kau duduk di depanku untuk aku ajari naik kuda sepanjang jalan menuju tempat kerjamu…

Beo Jin mengo… apa??? Kiyangdari pasti sudah gila!!  Tapi dia malah mulai membayangkan apa yang baru saja dikatakan Park Kyu dengan wajah bodohnya.

Bayangan Beo Jin:
Di atas sebuah kuda yang gagah berwarna coklat,,, Beo Jin dan Park Kyu menunggang kuda bersama. Park Kyu yang duduk dibelakangnya membimbingnya untuk menunggang kuda itu. Mereka menunggang kuda berdua sepanjang jalan,, dan semua orang pasti akan melihatnya dengan penuh kekaguman karena bisa menunggang kuda bersama Gubernur Jeju. Ah,, itu pasti sangat romantis,, para gadis di pulau Jeju pasti akan sangat iri padanya,,,

Park Kyu menatap Beo Jin yang mengo sambil berjalan,,, dan merasa aneh dengan ekspresinya.

Park Kyu: Mangaji?? Kau kenapa??
Beo Jin: (tersadar dari lamunananya dan menatap Park Kyu) Ah,, kenapa??
Park Kyu: kau yang kenapa??? berjalan dengan muka bodoh seperti itu! Membuat semua orang melihat kita… aku malu berjalan dengan wanita bodoh sepertimu!!
Beo Jin merasa kesal dengan kata-kata Park Kyu barusan.
Beo Jin: Apa Kau bilang? Bodoh?? Kalau kau malu… pergi saja sana! Kau kira aku sudi berjalan denganmu!

Beo Jin pun mendorong Park Kyu menjauh darinya,,, dan ia segera berlari menuju tempat kerjanya dan meninggalkan Park Kyu tanpa menoleh ke belakang.

Di tengah perjalanan Beo Jin melihat ke belakang, berharap Park Kyu akan mengejarnya. Namun Beo Jin harus kecewa karena Park Kyu sama sekali tidak mengejarnya. Beo Jin pun melanjutkan perjalanannya dengan hati kecewa,,, dan lagi-lagi mulai menggerutu:
"Heu,,, apa yang ku harapkan dari orang sombong itu! Semalam berkata tidak akan meninggalkanku,, hari ini mengatai aku bodoh!! Dasar kiyangdari bodoh!!!"

Tanpa Beo Jin sadari, Park Kyu sebenarnya mengikuti Beo Jin dari belakang dengan diam-diam dan melihat semua tingkah Beo Jin. Mengikutinya hingga Beo Jin selamat sampai di tempat kerjanya, dan menatap Beo Jin dari kejauhan sambil tersenyum.

Park Kyu bergunam dalam hatinya,,, Pagi ini adalah pagi terindahku di Pulau ini. Jika aku bisa melewati pagi seperti ini setiap hari, Aku pasti akan sangat bahagia,,,
T.B.C,,,

Ha,,, aku puas sekali menulis episode kali ini,, andai saja adegan saat Beo Jin membangunkan Park Kyu benar-benar dimainkan Seo Wo dan Im Jo Hwan pasti akan sangat menarik,,, sayangnya,, aku hanya bisa membayangkannya saja,,, 

Sejujurnya adegan itu terinspirasi dari salah satu adegan di BBF saat Jan Di membangunkan Jun Pyo dan kepergok sama Jae Kyung, tunangan Jun Pyo.. Tapi di adegan antara Park Kyu dan Beo Jin,, Ibu Beo Jinlah yang memergoki mereka,, wkwkwk,, untung aja yah,, mereka ga langsung dipaksa kawin sama Ibunya Beo Jin,,, hehehe,,,

Sabtu, 06 Agustus 2011

FanFiction Tamra The Island: Selamat Datang Park Kyu, Gubernur Baru Pulau Jeju

Akh,,, akhirnya aku memutuskan untuk mempostingkan FF Tamra the Island,, untuk episode perdana ini lebih banyak mengulang ending dari dramanya,,

Judul: Selamat Datang Park Kyu, Gubernur Baru Pulau Jeju

Karakter:
Beo Jin (Mangaji)
Park Kyu (Kiyangdari)
Tae Sang Gung (Ibu Beo Jin)
Tuan Jang (Ayah Beo Jin)
Beo Seol (Adik Beo Jin)

Warning:
Cerita ini memang berawal dari ending cerita drama Tamra the Island, jika ada kesamaan tokoh, cerita, setting waktu dan tempat itu memang disengaja. Para penggemar Park Kyu- Beo Jin mari kita membayangkan kisah ini benar-benar terjadi...

Setting:
FF ini akan menceritakan  kehidupan Beo Jin dan Park Kyu setelah Park Kyu menjadi Gubernur Jeju.

Pulau Jeju, sebulan setelah William Pergi.

Beo Jin, baru saja menyelasaikan pekerjaannya mencatat barang-barang yang masuk dari setiap desa untuk di kirimkan ke Han Yang. Dia sedang berjalan pulang menuju rumahnya sambil teringat pada kejadian sebulan yang lalu, saat dia menyelamatkan Park Kyu yang tenggelam.


FlashBack:


Beo Jin: Kiyangdari sadarlah, kau tidak bisa mati seperti ini, aku belum sempat mengatakan bahwa aku meyukaimu,, kumohon bangunlah

Beo Jin memberikan nafas buatan pada Park Kyu, tapi dia tetap tidak bangun. Beo Jin menangis sambil terus berusaha menyadarkan Park Kyu, namun Park Kyu tak juga bangun. Tangis Beo Jin semakin menjadi, dia mulai putus asa dan menepuk-nepuk dada Park Kyu. 

Akhirnya Park Kyu sadar, menatap Beo Jin lalu memanggilnya: Mangaji

Mereka saling bertatapan, Park Kyu menyentuh rambut dan wajah Beo jin yang terlihat sangat mencemaskannya. Lalu memeluk Beo Jin yang menangis lagi.

Beo Jin: Mulai saat ini, kau tidak boleh meninggalkanku sendirian lagi! Apa kau tahu! Mulai sekarang, kau jangan pernah meninggalkanku kemanapun!

End FlashBack


Beo jin mulai menggerutu:


Heu,, bagaimana aku bisa mengatakan itu, sementara dia kembali ke Han Yang tanpa pamit padaku! Dasar Kiyangdari bodoh!!!

Beo Jin terus berjalan dan bertemu dengan Kkeut Boon dan teman-temannya.

Beo Jin: Hay teman-teman,,, kalian sedang apa?
Kkeut Boon: Ah,, Beo Jin,, kau sudah pulang bekerja,, ayo makan bersama
Beo Jin: Tidak,, terimakasih,,, kalian makan sajalah,,, aku mau pulang,,,

Lalu datang Kim Yi Bang dan dua orang prajurit yang berjalan terburu-buru. Beo Jin melihat mereka bertiga dan menyapanya.

Beo Jin: Paman, kalian mau kemana, sepertinya terburu-buru.
Yi Bang: Kami mau menyambut gubernur Jeju yang baru
Kkeut Boon: Apa gubernur baru sudah datang?

Mereka semua akhirnya berjalan untuk bertemu dengan Gubernur baru Jeju. Di perjalanan Beo Jin bertemu Ibunya.

Ibu: Beo Jin, kau sudah pulang bekerja
Beo Jin: Iya Ommo, kami sekarang akan menemui Gubernur baru Jeju, katanya ada di desa kita.
Ibu: Benarkah? Ayo kita pergi bersama

Desa San Bang, Rumah Beo Jin

Orang-orang sudah berkumpul untuk melihat Gubernur baru itu. Ayah Beo Jin dan Beo Seol berdiri di dekat pintu masuk tempat orang-orang berkumpul.

Park Kyu keluar sambil membawa jerami yang akan di rajutnya menjadi sepatu. Kemudian duduk di dipan yang ada di depan rumah Beo Jin. Semua orang kaget.

Para warga mulai berseru: bukankah itu Kiyangdari? Sedang apa dia di sini?

Kim Yi Bang dan dua prajurit datang, begitu juga Beo Jin yang penasaran dengan Gubernur baru itu. Beo Jin melihat Park Kyu yang sedang duduk di dipan yang ada di depan rumahnya.

Beo Jin bertanya dalam hati: Kiyangdari? Sedang apa dia disini??!

Kim Yi Bang dan dua prajurit member salam, Park Kyu berdehem, Nampak salah tingkah.
Kim Yi Bang mempersilakan Beo Jin masuk.

Beo Jin masuk ke halaman rumahnya dan mendekati Park Kyu yang duduk dan terlihat salah tingkah.

Beo Jin menatap Park Kyu, berjalan perlahan ke hadapannya dan memanggilnya.

Beo Jin: Kiyangdari?
Park Kyu: Mangaji
Beo Jin: Kiyangdari!
Park Kyu: Ya, Mangaji

Park Kyu tersenyum, Beo Jin pun tersenyum.

Ayah Beo Jin: Mari kita sambut gubernur baru kita!
Warga: Hore! Jeju pasti akan sejahtera dengan Gubernur baru kali ini

Semua orang bahagia, Park Kyu dan Beo jin saling menatap sambil tersenyum.

Ibu Beo Jin pada warga: Apa yang kalian lakukan dengan hanya berdiri disini,, ayo kita lakukan persiapan untuk pesta penyambutan tuan gubernur nanti malam!
Warga: Ah,, benar,, ayo kita siap-siap.

Ibu Beo Jin menatap Park Kyu, seolah mengucapkan selamat datang kembali di Tamra. Lalu tersenyum tulus padanya. Park Kyu membalas senyumannya.


Malam Pesta Penyambutan, di halaman Rumah Beo Jin.

Semua warga menyambut bahagia kedatangan Park Kyu sebagai gubernur baru di Jeju, mereka berebutan untuk menuangkan arak padanya.

Beo Jin keluar dari dapur rumahnya dan menatap Park Kyu yang begitu disambut oleh semua warga.
Tanpa Beo Jin sadari ibunya sudah ada disampingnya.
Ibu Beo Jin: Kau bahagia?
Beo Jin: Ommo,, mengagetkan ku saja!
Ibu Beo Jin: Dia kembali ke sini, kau bahagia kan?
Beo Jin: Siapa? Kiyangdari? Ah,, mana mungkin aku bahagia,, dia kembali artinya aku akan pusing lagi,,,
Ibu Beo Jin: Meski nantinya kau akan pusing, tapi kau tetap bahagiakan? Dia kembali,,,
Beo Jin: iya,, aku bahagia,, (sambil tersenyum malu-malu dan kembali menatap Park kyu yang masih dikerumuni warga)
Beo Jin: Ya,, aku bahagia,, (ulangnya sambil tersenyum malu-malu lagi,,,)
Halaman rumah Beo Jin:

Pesta sudah usai satu persatu warga mulai pulang kerumahnya. Tinggal Yi Bang, Park Kyu dan orang tua Beo Jin. Sementara Beo Jin dan Beo Seol sedang sibuk di dapur untuk membersihkan perabotan.
Yi Bang: Ah,, aku sekarang benar-benar bisa bernafas lega, karena sekarang Jeju memiliki Gubernur seperti tuan.
Park Kyu: Jangan memujiku seperti itu, aku pasti akan banyak merepotkanmu selama bekerja di sini.
Yi Bang: Kami akan senang membantu anda, bukan begitu tuan Jang
Ayah Beo Jin: Iya,, tentu saja,, kami semua akan senang sekali membantu tuan.
Yi Bang: Cham,, kami sudah menyiapkan rumah untuk tuan,, apa tuan akan tidur di sana malam ini, aku akan segera mengantar tuan ke sana kalau begitu
Mendengar tawaran Yi Bang, Park Kyu jadi teringat sesuatu
Park Kyu: sebenarnya, aku ingin minta izin pada Tae Sang Gung, apakah malam ini aku boleh menginap disini? Rasanya aku rindu sekali pada kamar sempitku di rumah ini.
Ibu Beo Jin: Maksud Tuan, anda ingin menginap di rumah kami malam ini?
Park Kyu: Benar, apakah boleh?
Ibu Beo Jin: Tentu saja boleh Tuan, aku akan segera membereskannya untuk Tuan, kalo begitu,,,
Ibu Beo Jin segera beranjak dengan penuh semangat lalu memanggil Beo Seol untuk membantunya.
Yi Bang: Baiklah kalau begitu, saya pulang dulu tuan, semoga anda menikmati malam pertama Tuan setelah kembali lagi ke Tamra. Mari tuan Jang.
Pamit Yi Bang, kemudian undur diri dan berjalan pergi kerumahnya.

Tak lama kemudian, Ibu Beo Jin dan Beo Seol keluar dan mengatakan bahwa kamar Park Kyu sudah siap. Orang tua Beo Jin dan juga Beo Seol pamit untuk istirahat. Sementara Park Kyu masih duduk di dipan yang ada depan rumah Beo Jin sambil menatap Langit.
Park Kyu: Tamra,, aku akhirnya kembali lagi ke sini. Udara disini benar-benar menyegarkan,,,
Beo Jin keluar dari dapur dan menatap Park Kyu yang sedang menatap langit dengan wajah bahagianya.
Beo Jin: Apa Kau tidak sedih meninggalkan Han Yang?
Park Kyu berhenti menatap langit dan menatap Beo Jin yang sedang berjalan ke arahnya, kemudian gadis itu duduk di sampingnya. Park Kyu tetap menatap Beo jin
Park Kyu: tentu saja aku sedih,,, karena harus kembali meninggalkan Ayah dan Ibuku, tapi ini tugas Negara dan aku harus melakukannya dengan baik.
Beo Jin: Kau benar-benar setia pada Negara, Kiyangdari,, ah,, maaf maksudku tuan gubernur…
Park Kyu: Mangaji,,,
Beo Jin: ya,,
Park Kyu: apa kau bisa tetap memanggilku Kiyangdari?
Beo Jin: Mengapa? Sekarangkan, kau datang ke Jeju bukan sebagai Narapidana yang di asingkan, tapi sebagai gubernur,, maka semua orang harus memanggilmu tuan gubernur bukan?
Park Kyu: Semua orang ya,, tapi kau tidak,, aku ingin kau tetap memanggilku Kiyangdari,, hanya Kau,,,
Beo Jin: kenapa?
Park Kyu: Karena aku ingin tetap memanggilmu Mangaji,,, apakah boleh?
Beo Jin menatap Park Kyu yang sedang menatapnya,,, Lalu tertunduk malu
Apakah itu artinya panggilan sayang? pikir Beo Jin
Beo Jin: Kiyangdari
Park  Kyu: Ya,, begitu lebih baik,, Mangaji,,
Park Kyu memegang tangan Beo Jin,,lalu berkata:
“Aku berjanji,, kali ini,, aku tak akan meninggalkanmu kemanapun lagi, Mangaji”
Beo Jin tersenyum dan mulai menangis karena terharu dengan kata-kata Park Kyu.
T.B.C,,,

Oke,, sampe disini dulu ya,, episode perdananya,,, bagaimana kisah antara Park Kyu dan Beo Jin setelah Park Kyu menjadi gubernur Jeju?? Silahkan dibaca di episode selanjutnya,,,