Tampilkan postingan dengan label Good Doctor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Good Doctor. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Desember 2013

Napak Tilas 2013: Drama Korea Review





Huft~~ berapa banyak drama Korea yang aku tonton tahun ini? Sepertinya sih tidak banyak ya? Atau lebih tepatnya tidak banyak yang aku selesaikan hehehe…

Jika dulu, saat aku masih kena virus Drakor dengan menontonnya lewat DVD, aku pasti menamatkan drama yang sudah mulai aku tonton walau pun itu dengan jurus skip sana-sini,  tapi sejak bisa DL sendiri dan mengikuti beberapa drama Airing, aku jadi sering tidak menyelesaikan drama yang aku tonton jika sudah tidak sesuai dengan kehendak hati.

Mari mulai Mereview, drama apa saja yang aku tonton di tahun ini?

Senin, 11 November 2013

[Sinopsis] Good Doctor Episode 20 part 2 [END]




Perawat Jo berkata pada Kepala perawat jika tong sampah diluar sudah penuh, dia ingin membuang seuatu disini. Ternyata dia ingin membuang tiket spa. Kepala Perawat berkata sayang seklai jika dibuang kenapa tidak diberikan pada orang lain?

Perawat Jo membelinya untuk Kepala Perawat, jadi untuk apa diberikan pada orang lain? Akhirnya Kepala Perawat pun menerimanya. Tapi Perawat Jo bertanya, apakah Kepala Perawat tidak ingin pergi dengannya? Buk,, Perawat Jo mendapatkan pukulan cinta dari Kepala Perawat karena keberaniannya itu. Perawat Jo berkata, Kepala Perawat adalah wanita pertama yang memukul wajahnya seperti itu.

Jumat, 08 November 2013

[Sinopsis] Good Doctor Episode 20 part 1


Kondisi In Hae semakin memburuk, ada kemungkinan dia mengalami DIC (Koagulasi intravaskular diseminata). Jika itu terjadi mereka tidak bisa menghentikan pendarahan dan itu Artinya In Hae mungkin tak akan bangun.

Kim Do Han meminta Shi On untuk melakukan tes darah. Shin On cemas dan ragu. Kim Do Han memintanya untuk cepat melakukannya. Shi On pun pergi masih dengan perasaan cemas.

Apakah keadaan Yn Hae akibat efek samping dari imunopresan? Kim Do Han tidak bisa memastikan. Dia hanya berharap jika apa yang terjadi pada In Hae bukanlah DIC.


Harapan tinggal harapan, Apa yang terjadi pada In Hae, seperti yang mereka duga. DIC akibat efek samping imunopresan. Lebih parahnya lagi, konsentrasi fibrinogen plasma terlalu rendah sehingga akan memperparah pendarahan.

Jin Wook bertanya apakah mereka tidak bisa menyuntikan heparin? Tidak. Itu hanya akan menimbukan situasi yang berbahaya. Saat ini mereka hanya bisa mengeluarkan darah yang tergenang dan terus melakukan transfusi darah.

Shi On bertanya apakah mereka tiak bisa mengoperasinya lagi? Jika Operasi dilakukan sekarang, itu malah hanya akan memperburuk kondisi In Hae. Meteode apapun yang dilakukan semuanya bermasalah. Tak ada yang bisa dilakukan kecuali menunggu pendarahan berhenti secara  alami.


In Young terbangun dari tidurnya, dia bertanya pada Jin Wook yang sejak tadi menungguinya, apakah In Hae belum sadar? Jin Wook menenangkan In Young jika pasien operasi biasanya tidur selama beberapa hari. Dokter tidak berhak membangunkan mereka dengan sengaja.

In Young bertanya, tak ada masalah pada In Hae kan? Jin Wook tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, dia berkata agar In Young jangan cemas. In Young berterima kasih pada Jin Wook karena dengan keberadaannya, In Young dan In Hae merasa nyaman di RS itu.

Para dokter memperhatikan keadaan In Hae, belum ada perubahan. Walau operasinya berakhir dengan sempurna, namun kondisi In Hae saat ini benar-benar menyedihkan. Kim Do Han meminta maaf pada Direktur karena keadaan menjadi seperti ini.

Direktur Choi berkata, dia juga tak akan bisa memperkirakan variable yang seperti ini akan terjadi. Yang harus mereka lakukan saat ini adalah apa yang benar-benar harus dilakukan sebagai seorang dokter.

“Ketika tak ada yang bisa dilakukan secara medis,... Kebanyakan Dokter akan lepas tangan, tapi kalian tak seperti itu. Karena masih ada pengobatan lainnya. Kalian dengan tulus berharap bahwa pasien akan pulih. Itulah pengobatan terakhir”

Yoon Seo merasa emosi, kenapa harus In Hae? Tak bisakah dia mendapatkan kesempatan untuk bahagia sekali saja? Hidupnya selama ini sudah sangat berat. Shi On mencoba menenangkannya, seperti kata Direktur Choi, tak ada yang bisa mereka lakukan selain berharap dengan tulus.

Yoon Seo masih merasa putus asa, “Seberapa tulus lagi kita harus berharap? Kita sudah berharap dengan sepenuh hati. Tapi, dunia ini benar-benar tidak adil. Ini benar-benar tidak adil” Shi On optimis, jika In Hae pasti sadar.

Shi On menjenguk In Hae, dia teringat kenangannya bersama In Hae dan merasa sedih karena melihat keadaan In Hae saat ini. Shi On pun meminta maaf pada In Hae yang masih tidak sadarkan diri, “In Hae-ya, maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf”

Shi On masuk ke kamar Ayahnya dan disambut dengan kemarahan Ayahnya. Apakah Shi On datang untuk melihat berapa lama lagi dia akan mati? Mengapa dia tak datang setelah Ayahnya mati saja?

Ibu menegurnya, tapi Ayah tidak peduli. Ayah berkata, “Apapun yang terjadi, tak pernah ada kasih sayang diantara kita.  Jadi jangan pedulikan ayah” Lakukan saja pekerjaan Shi On dengan baik, agar dia bisa menghidupi dirinya sendiri.

Shi On lalu berkata “Ada seorang anak yang menjalani operasi di departemen kami. Dan mungkin akan terjadi sesuatu yang buruk padanya. Walau dia masih hidup,… Karena mungkin akan terjadi sesuatu pada dirinya, aku sedih”

“Aku masih membencimu, ayah. Aku sangat membencimu. Tapi jika ayah tiada, kurasa aku akan lebih sedih lagi. Karena aku membenci ayah. Karena aku tak bisa menyukai ayah. Kumohon izinkan aku untuk menyukaimu walau sedikit saja, ayah. Agar nantinya kesedihanku bisa sedikit berkurang”

Ayah Shi On pun tertegun mendengarkan perkataan putranya itu. Apakah Ayah akhirnya akan berubah?

Chae Kyung teringat pada kata-kata Wapresdir Kang yang memberinya cara untuk menyelamatkan Yayasang Sung Won dari krisis. Tak lama orang yang sedang dipikirkannya pun datang ke ruangannya.

Wapresdir Kang bertanya apakah kunjungannya ke Bank Harden Chase berjalan dengan baik. Chae Kyung mengiyakan dan berterima kasih pada Wapresdir Kang, atas informasi yang telah diberikannya. Dalam seminggu Chae Kyung harus mengajukan pinjaman pada dua bank lagi. Permintaannya pada dua Bank itu akan disetujui tanpa kesulitan.

Chae Kyung heran mengapa Wapresdir Kang bisa begitu yakin? Karena kedua bank itu mempercayai WaPresdir Kang yang hanya seorang pemain kecil dan Ketiga bank Yang disarankan Wapresdir Kang adalah Rival West Emerson. Mereka tidak ingin Perusahaan itu menginjakan kaki di Korea.

Mereka pasti tahu bahwa Wapresdir Kang adalah orang kepercayaan Presdir Jung kan? Walo mereka tahu, mereka tak punya pilihan laih selain mempercayai kata-katanya.

“Dunia memang seperti itu. Perkataan seorang pengkhianat lebih dipercaya dibandingkan dengan perkataan orang sendiri. Sang udang bertahan dengan membuat paus saling menyerang”

Chae Kyung masih heran mengapa WaPresdir Kang menolong mereka. Dia juga tak tahu alasannya, tapi WaPresdir Kang berharap Chae Kyung akan melakukan yang terbaik.

Shi On mendengar dua orang dokter pria yang menjelakan Yoon Seo karena telah berkencan dengan dirinya. Perawat Jo yang melihat wajah kusut Shi On, langsung mengeluhkan wajah kusut Shi On. Dia juga merasa kesal pada kedua dokter yang telah menjelekan Yoon Seo.

Shi On berkata dia ingin mematahkan tangan dan kaki mereka. Perawat Jo kaget dan berkata harusnya dirinya yang berkata seperti itu. Shi In tidak seharusnya bicara seperti itu. Tapi Shin On sangat merasa kesal. Dia tidak suka Yoon Seo akan mendnegar hal uang tidak menyenangkan karena dirinya.

Perawat Jo memuji Shi On, dia adalah pria sejati.  Jika mereka berkata seperti itu lagi, serahkan mereka pada Perawat Jo, dari pada Shi On harus mengotori tangannya. Mereka harus merasakan tinju amarahnya di mulut mereka. “Apa pun kata orang, ketahuilah bahwa kami berada di pihakmu” Perawat Jo memberinya semangat^^

Yoon Seo sedang membicaraka kondisi In Hae dengan teman dokter perempuannya. Kemudian temannya itu bertanya apakah Yoon Seo bisa datang ke acara reunia teman-teman SMA mereka? Tergantung keadaan.

Teman-temannya sudah tahu bahwa Yoon Seo sudah punya pacar. Yoon Seo lah yang mengirim SMA pada mereka.  Mereka meminta Yoon Seo membawanya ke acara reuni dengan antusias.  Tanpa mereka tahu orang seperti apa pacar Yoon Seo itu.

Yoon Seo merasa tersinggung, memangnya dia orang seperti apa? Temannya jadi tidak enak, dan berkata dia tidak bermaksud seperti itu. Dengan mantap Yoon Seo berkata dia akan membawa Shi On ke acara reuni.

Temannya berkata Yoon Seo tidak harus membawanya. Apa yang salah? “Dia pacarku, jadi kenapa jika aku membawanya?” Lagipula dia yakin Shi On pun pasti ingin datang,

Ternyata keyakinan Yoon Seo meleset. Shi On tidak mau datang. Kenapa? Dia tidak mau saja. Yoon Seo jadi heran, dia yakin pasti ada alasan yang jelas. Shin On terus mengelak. Yoon Seo mendesaknya, “Kau tak punya kepercayaan diri? Lalu bagaimana kau akan terus bersamaku? Jika kau terus menghindar seperti ini”

Yoon pun jadi kesal dan bertanya kenapa Shi On tidak bisa memahami pikirannya. Shi On memahaminya,, tapi,,, Yoon Seo kadung kesal dan akhirnya berkata agar Shi On melakukan apapun yang membuatnya nyaman. Dia tak akan memaksanya.

Kim Do Han memikirkan kondisi In Hae dan mengingat kata-kata direktur Choi tentang pengobatan terkahir. Kim Do Han pun datang ke ruangan Chae Kyung dan mengajaknya ke suatu tempat.

Kim Do Han mengajak Chae Kyung ke gereja. Dia ingin berdoa untuk kesembuhan In Hae, tapi dia malah tampak kebingungan sementara Chae Kyung sudah menundukan kepalanya untuk berdia. Chae Kyung pun mengajari bagaimana cara Kim Do Han harus berdoa, “Tutup matamu,... Dan letakkan kedua tanganmu seperti ini”

Ayah Shi On mengeluh pada ibunya, setelah dia mati apakakah makanan untuk upcara peringatannya akan terasa enak? Ibu Shi On yang terkantuk-kantuk bingung dan tidak menanggapi. Ayah kemudian menyadari, bagaimana dia bisa dia makan sesuaty ketika tak seorang pun yang akan melakukan upacara peringatan untuknya. DIa merasa sial karena hal itu.

Shi On mengingat dialog yang dia dan Yoon Seo lakukan sebagai Wendy dan Peterpan dalam drama yang mereka lakukan. Saat itu Wendy mengatakan jika dia inin hidup disamping Paterpan sebagai anak-anak selamanya. Tapi Peterpan menolak. Kemudian Shin On mendapatkan telepon dari Yoon Seo, namun dia mengabaikannya. DIa masih harus berpikir banyak.

Yoon Seo merasa cemas karena Shi On tidak mengangkat teleponnya. Dia teringat kata-kata peramal wanita yang ditemuinya hari itu, “Hanya ada satu jembatan jiwa. Jika jembatan itu lenyap, Maka kalian berdua takkan bisa bersama lagi” Yoon Seo menyangkal hal itu. Namun tetap memikirkannya.

dr. Go mnyerahkan sebuah laporan pda Ketua Lee yang merasa bangga karena dr. Go bekerja dengan cepat. Tapi ketua Lee kaget saat dia membaca nama daftar itu, kebanyakan orang-orang yang menjadi kepercayaannya selama ini, apa maksudnya ini?

Mereka semua sampah. dr. Go memutuskan untuk tidak mengikuti intruksi Ketua Lee, dia memilih melaporkan padar dokter RS Sung Woon yang menerima potongan harga daru perusahaan farmasi. Direktur Choi bahkan bertanya mengapa dr. Go melaporkan itu padanya? dr. Go ingin RS bisa berjalan dengan baik, maka mereka harus menyingkirkan sampah-sampah itu. Dulu juga dia salah satunya. Jika harus ada hukuman, dia akan menerimanya dengan senang hati.

Ketua Lee kesal mendengar cerita dr. Go yang lamah melaporkan hal itu pada Direktur Choi. Dia mengatai dr. Go sebagai orang yang tidak tahu terimakasih. dr. Go balik membentak agar ketua Lee jangan menyuruhnya lagi. Sebelum dia menjadi adik iparnya, dr. Go adalah seorang dokter bedah. Dokter bedah di RS Sung Won.

Ketua Lee kaget melihat sikap dr. Go, berani sekali dia. dr. Go menyuruh ketua Lee untuk berpikir jernih. Apakah siapa saja bisa menjadi Presdir? Daripada membuang waktu di Yayasan Sung Won, sebaiknya Ketua Lee mengurus kakaknya dengan baik. dr. Go pun pamit karena dia ada operasi.

Presdir Jung bertanya mengapa WaPresdir Kang mengkhianatinya? Jika itu karena sebuah alasan, dia akan menghukumnya, tapi dia tahu bukan itu yang terjadi lalu mengapa? WaPresdir Kang malah berkata, Presdir Jung sama sekali tidak menderita kerugian. Dia akan mendapatkan kembali uangnya untuk obligasi yang dia beli.  Presdir Jung merasa itu tak masuk akal, karena WaPresdir Kang telah menghancurkan 15 tahun usahanya, tepat sebelum dia mencapai garis finish.

WaPresdir Kang mengingatkan bahwa Presdir Jung pernah berkata padanya, Bahwa anak-anak adalah harapan. Walau mungkin harapan yang berbada. Jadi alasannya sederhana, dia melakukan semua ini karena anak-anak. Dan Presdir Jung tidak akan bisa melakukannya tanpa anak-anak. Presdir Jung tidak mengerti, namun Wapresdir Kang tidak ingin menjelaskan lebih rinci lagi. Dia siap jika masalah ini dibawa ke pengadilan.

Yoon Seo protes kareka Shi On tidak mengangkat teleponnya. Shi On berbohong bahwa ponselnya dalam mode getar. Tapi Yoon Seo tahu Shi On berbohong, mengapa Shi On mudah berbohong sekarang ini? Apa perkataan Yoon Seo sangat menyinggungnya?

Bukan seperti itu, dia hanya butuh waktu untuk berpikir. Shi On merasa dirinya dan Yoon Seo seperti Wendy dan Peterpan. Dua manusia yang hidup di dunia yang berbada. Jadi banyak sekali kesulitan agar mereka bisa bersama.

Lalu kenapa? Apakah karena Yoon Seo Wendy, Shi On akan membawanya pulang dan tidak akan pernah menemuinya lagi? Shi On jadi bingung mengapa Yoon Seo terus-terusan marah. Sebeluumnya dia tidak seperti ini. Karena sekarang hubungan mereka sudah berbeda.  Sekarang mereka bukan lagi seperti kakak dan adik.

Shi On jadi berpikir, “Mungkin... lebih baik jika kita seperti dulu”  Orang-orang menganggap Yoon Seo  aneh dan mengatakan hal buruk tentangmu. Shi On benar-benar tidak bisa menahannya. Kenapa Yoon Seo harus diejek karena dirinya?

Siapa yang mengatakan hal-hal buruk itu? Biarkan saja mereka berbicara sesukanya! Yoon Seo sama sekali tidak peduli. Tapi Hati Shi On, bagai digores oleh sepotong logam tajam saat mendengarnya.

Keadaan In Hae tidak juga menjadi lebih baik. Tekanan darahnya terlau rendah, jika terus seperi ini, walau dengan transfuse darah mungkin dia akan mengalami mati otak  dalam satu atau dua hari ini. Shi On sangat cemas, tidak,,, itu tidak boleh terjadi.

Sambil menunggui In Young, Jin Wook membaca buku harian In Hae yang dititipkan padanya. Itu adalah semua kenangan indah dalam hidup In Hae, jika terjadi sesuatu padanya In Hae ingin kakaknya membaca buku itu, jadi rasa sedih kakanya bisa berkurang setelah membacanya.

Shi On memikirkan In Hae sebelum tidur lalu berkata, “In Hae-ya, masih banyak hal yang ingin kukatakan kepadamu. Kau harus mendengarkan berbagai hal yang membuatku kesal. Jika kau tak ada, pada siapa aku harus menceritakannya? Jangan pergi, In Hae-ya”

Shi On pun tertidur dan bermimpi, In Hae sedang bermain bersama Min Hee, anak yang meninggal pada operasi pertama Yoon Seo. Setelah puas bermain, In Hae pamit pada Min Hee dan kembali ke tempatnya. Shi On terbangun, apakah itu sebuah pertanda jika In Hae tidak akan ikut bersama Min Hee?

Firasat Shi On benar, Yoon Seo yang sedang menungguinya kaget saat merasakan tangan In Hae bergerak-gerak. Ya,,, In Hae akhirnya sadar juga. “In Hae!” Dengan mata yang lemah, In Hae menatap Yoon Seo dan memanggilnya, “Dokter…”

Tekanan darah In Hae kembali normal. Denyut nadinya juga normal. Bagaimana bisa perdarahannya tiba-tiba berhenti seperti ini? Entahlah. Tak seorang pun tahu alasannya. Mereka sudah sangat meindukan In Hae. Sudah banyak hal yang dilalui In Hae dan dia berhasil melewatinya dengan baik. Semua orang sangat senang dengan sadarnya In Hae, itu seperti mukjizat.

Masalah keuangan Yayasan Sung Won telah teratasi dengan baik dengan bantuan WaPresdir Kang. Presir Lee berterimakasih pada Chae Kyung yang telah bekerja keras dalam hal ini. Kini Yayasan Sung Won cukup aman karena pembayaran pinjaman mereka sudah hampir mencapai 75%. Mereka harus berterima kasih pada WaPresdir Kang.

Chae Kyung lalu berkata, karena sekarang mereka bisa sedikit bersantai, bagaimana jika mereka makan diluar bersama Direktur Choi dan Kim Do Han? Sudah cukup lama mereka tidak berkumpul bersama. Presdir Lee setuju, mereka bisa melakukan hal itu.

Direktur Choi bertemu dengan Wapresdir Kang, dia bertanya mengapa dia menolong RS mereka? WaPresdir Kang berkata, “Departemen Bedah Anak memiliki obat yang terbaik. Itu adalah jenis obat yang tak bisa diciptakan oleh perusahaan farmasi lainnya. Tapi obat ini akan hilang jika kau mencoba membelinya dengan uang. Karena sesuatu yang paling berharga tak bisa ditukar dengan uang. Begitu pula dengan obat ini”
Direktur mengerti apa yang dimaksud WaPresdir Kang, dia sangat berterimakasih pada WaPresdir Kang karena telah memahami nilainya. Dan Juga,,, “Shing-shing” WaPresdir Kang mengingat kata-kata Shi On  bahwa mereka semua, tim dokter Pediatri di RS Sung Won melaju "shing shing". Direktur sedikit tak paham, namun dia ikut tersenyum bersama WaPresdir Kang.

Saat keluar RS, WaPresdir Kang bertemu dengan Kim Do Han yang bertanya apa yang akan dilakukannya sekarang. Setelah memberikan bantuan pada Yayasan Sung Won, kemungkinan besar dia tidak lagi dipercaya oleh Presdir Jung. WaPresdir Kang hanya akan hidup sebagai Ayah. Dia akan menonton pertandanguan bisbol dengan nyaman dalam waktu yang cukup lama. Tim yang dia dukung masuk ke liga utama untuk pertama kalinya dalam 11 tahun.

WaPresdir Kang berkata, bahawa dia sangat menghormati Kim Do Han, sementara Kim Do Han pun sangat berterima kasih padanya. Mereka pun berpisah setelah Kim Do Han mengucapkan selamat jalan padanya.

Shi On mendatangi kamar Ayahnya dengan terburu-buru. Ayahnya sedang berkemas, dia memutuskan untuk kembalu ke Tae Bak. Shi On melarangnya. Ayahnya berkata agar Shi On jangan cemas, karena dia tidak akan memukuli Ibunya, bahkan untuk berdiri saja dia merasa kesulitan saat ini. JIka ada yang memukulnya, Ayah bahkan tidak akan bisa membalasnya.

Ibu berkata agar Shi On mengabulkan keinginan Ayahnya. Mereka sudah membawa semua obat yang dibutuhkan Ayah. Shi On pun tak bisa berkataa apa-apa lagi.

Ayah berkata pada Shi On, sebagai balasan karena tidak akan memukul Ibu lagi, Ayah meminta Shi On agar dia menyiapkan makanan untuk ritual peringatana kematian ayahnya kelak. Ayah masih saja mengeluh, dia harus melakukan hal seperti itu agar ada orang yang mau menyiapkan makanan untuknya nanti.

Saat keluar ruangan Ayah dan Ibu bertemu dengan Direktur yang mencegah kepergian mereka. Tapi Ayah dan Ibu bersikeras, mereka tak ingin lagi menjadi beban untuk Direktur Choi.

Ayah berkata, dia ingin kembali ke Alam baka di rumahnya sendiri, itu adalah keingian terakhirnya. Ayah berkata pada Direktur, “Kau telah bekerja keras dalam mengubah anak cacat itu menjadi seseorang” Dia sepertinya sangat berterimaksih namun tak bisa mengatakannya.

Ayah menyuruh Shi On untuk melakukan pekerjaannya, dia akan pergi bersama Ibunya. Shi On berkata dia akan menguhubungi Ayahnya nanti. Dengan dingin Ayah berkata, Shi On tidak perlu melakukannya. Mereka pun pergi setelah ibu mengucapkan rasa terima kasihnya pada Direktur.

“Ayah, aku berharap ...bahwa setidaknya aku memiliki satu kenangan indah dari ayah. Sebelum ayah pergi jauh, Kumohon tinggalkan satu untukku. Kumohon”

bersambung ke part-2

Komentar:
Hmm,, entah mengapa agak annoying sama tingkah Yoon Seo terhadap Shi On, dia hanya memikirkan perasaannya tanpa memikirkan perasaan Shi On juga.

Akhirnya semuanya happy end^^ Ayah akhirnya sadar, lalu In Hae pun terbangun dari koma nya >.< Lucu liat Kim Do Han berdoa di gereja~~

Apa sebenarnya makda dari Good Doctor? Tunggu di part-2 ya^^

*written by Irfa at cakrawala-senja-1314.blogspot.com
Image by Dee Kutudrama

 






[Sinopsis] Good Doctor Episode 20 part 1


Kondisi In Hae semakin memburuk, ada kemungkinan dia mengalami DIC (Koagulasi intravaskular diseminata). Jika itu terjadi mereka tidak bisa menghentikan pendarahan dan itu Artinya In Hae mungkin tak akan bangun.

Kim Do Han meminta Shi On untuk melakukan tes darah. Shin On cemas dan ragu. Kim Do Han memintanya untuk cepat melakukannya. Shi On pun pergi masih dengan perasaan cemas.

Apakah keadaan Yn Hae akibat efek samping dari imunopresan? Kim Do Han tidak bisa memastikan. Dia hanya berharap jika apa yang terjadi pada In Hae bukanlah DIC.

Senin, 04 November 2013

Selasa, 29 Oktober 2013

[Sinopsis] Good Doctor Episode 18 part 2



Woo Il Kyu mengingat kata-kata dr. Go tentang alasannya membantu Il Kyu. Meski caranya salah, tapi dr. Go ingin Il Kyu bertahan karena dia pikir Il Kyu akan bekerja dengan baik.

Shi On masuk ke kamar tidur saat Il Kyu dengan memikirkan hal itu. Shi On jadi panik karena masih merasa ketakutan pada Il Kyu. Apakah Shi On mau tidur? Shi On bilang bukunya ketinggalan. Il Kyu tahu Shi On berbohong dan menyuruhnya segera tidur agar tidak ketiduran di pagi hari.


Kim Sun Joo yang menjadi sutradara dari drama tahunan untuk menghibur anak-anak telah memutuskan naskahnya. Peter Pan.  Jadi mereka harus berpakaian aneh dan melakukan hal-hal aneh lagi? Tapi masih mending dari pada Cinderella kan? Saat itu dr. Cha terkilir pergelangan kakinya ketika memakai sepatu kaca. Karena malu Yoon Seo bahkan tidak dirawat di RS dan malah pergi ke akupuntur. Semua tim pediatri tertawa mendengarkan cerita itu.

Yoon Seo bertanya, memangnya itu kata siapa? Dengan polos Hong Kil Nam berkata dia tahu dari Profesor. Yoon Seo jadi geram, ternyata Kim Do Han benar-benar besar mulut.

Shi On juga harus berpartisipasi dalam acara tahun ini. Shi On dengan bangga mengatakan jika dia pernah menjadi pemeran utama dalam pertunjukan Natal di panti asuhan. Wah,,, ternyata Shi On ingin menjadi pemeran utama. Apakah akan dikabulkan oleh Sun Joo? Kim Sun Joo mengatakan dia akan menempel pengumuman tentang cast nya besok.

“Apa Profesor juga tak berpartisipasi tahun ini?”

“Apa kita harus memaksanya tahun ini?”

Sepertinya akan sulit, tapi Yoon Seo merasa yakin bahwa mereka bisa membujuk Kim Do Han untuk tampil di drama ini. “Profesor memang seperti pisau. Dia akan melakukannya” Mereka akan memberikan peran bajak laut kapten Hook pada Kim Do Han.

Bagaimana cara Yoon Seo dan Shi On membujuk Kim Do Han, ternyata mereka menggunakan Joon Young. Shi On meminta bantuan pada Joon Yeong untuk membujuk Profesornya itu.

Rapat para petinggi RS, yang dihadiri para Profesor dan para Kepala Departemen. dr. Kim menggebu-gebu untuk menyetuji proses pengambil alihan RS oleh pihak mana pun selama itu memberikan kemajuan untuk RS. Kepala departemen lain dan para profesor lainnya menyetujui hal itu. Hanya Kim Do Han yang menentang, dia berpikr rasanya tidak masuk akal memilih pasien berdasarkan tingkat pendapatan mereka.

dr. Kim bertanya Kim Do Han itu dokter atau perwakilan konsumen? Direktur melerai perdebatan ini, karena pembicaraan mereka sudah melenceng jauh dari topik semula. Peretemuan mereka bertujuan untuk membicarakan tindakan yang harus mereka ambil sebagai kelompok dokter terhadap Restrukturisasi RS menjadi RS komersial Anak.

Direktur berharap para dokter menunjukkan sikap dalam hal ini, bukan hanya sekedar protes saja. dr. Kim bertanya, jika pendapat mereka saja berbeda-beda bagaimana mereka harus menunjukkan sikap?

Rapat itu berakhir tanpa penyelesaian. Usai rapat, dr. Go menghampiri Kim Do Han. Dia bertanya apakah ada yang bisa dia bantu. Dia ingin ikut berbicara membantu Kim Do Han, tapi dia tak tahu apapun, yang bisa dia lakukan hanyalah bergabung dengan kelompok Kim Do Han.

Kim Do Han tersenyum mendengar perkataan dr. Go. “JIka anda setuju dengan pendapatku, itu sudah cukup” dr. Go mengakatan dia akan selalu sependapat dengan Kim Do Han. Meskipun menjadi pemimpin itu sulit, Kim Do Han pun tahu jika tak semua orang menjadi pemimpin.

Kim Do Han dan dr. Go melihat dr. Kim berbicara dengan WaPresdir Kang. dr. Go mencibir, “Lihat, lihat dia. Aku tahu dia akan seperti itu” Kim Do Han terlihat tak senang dengan hal itu.

WaPresdir Kang bertemu dengan Park Shi On, dia bertanya pada Shi On, “dr. Park.. Apa aku masih tampak seperti orang jahat?” Dengan polos Shi On menjawab bahwa WaPresdir Kang sekarang itu setengah baik dan setengah jahat.

WaPresdir Kang memahami jika bagian jahatnya adalah karena pekerjaannya, tapi apa bagian baiknya? Shi On berkata, bagian baiknya adalah karena WaPresdir Kang sudah mempercayai Profesor dan tim pediatri untuk mengoperasi Joon Yeong.

“Di dunia ini, Aku paling berterima kasih kepada orang-orang yang memercayai orang lain. Jika orang-orang memercayaimu, kau merasa lebih kuat”

Kepercayaan akan membuat seseorang terisi penuh, karena kepercayaan seperti pompa yang mengisi ban sepeda dengan udara. Jika dipenuhi dengan udara, akhirnya akan melaju seperti angin, “Ssing Ssing. Ssing Ssing”

WaPresdir Kang tertegun mendengar perkataan Shi On. Kepercayaan?

Yoon Seo bertanya pada Kim Do Han, apakah dia tidak bisa lebih memaksa dr. Kim tentang operasi In Hae? Kim Do Han mengingatkan tentang kasus bayi premature Dong Soo. Apakah Kim Do Han takut jika dia harus berhadapan dengan komite disiplin lagi?

Tidak. Bukan karena hal itu. Kim Do Han sedang menunggu sampai dia memiliki tujuan yang benar untuk mengambil alih operasi In Hae.

Pada kasus Dong Soo, beredar rumor bahwa Kim Do Han menolak mengoperasi karena dia merasa tidak mampu. Saat itu Kim Do Han melakukan operasi pada Dong Soo, bukan karena harga dirinya terluka, tapi katena dia memiliki tujuan yang benar, yaitu untuk bertanggung jawab terhadap pasien.

Yoon Seo mengerti, jadi sebenarnya Kim Do Han sudah merencanakannya sejak awal ya? Kim Do Han menjelaskan bahwa tujuan itu haruslah didukung oleh dasar yang kuat dan rencaa alternative. Saat itu Kim Do Han memiliki Park Shi On yang memberikan saran alternative yang baik.

Saat ini, Kim Do Han sedang mencari  tujuan yang benar untuk mengoperasi In Hae, waktunya tak akan lama. Yoon Seo hanya harus menunggu. Yoon Seo kagum pada profesornya dan berkata Profesornya itu hebat, tapi dia juga bersiap-siap mengacungkan jempolnya. Secara refleks Kim Do Han berkata agar Yoon Seo tidak mengacungkan jempolnya. Tapi dia tetap melakukannya.

Ketua Lee menemui dr. Go, dia mengomel kenapa dr. Go tidak pernah datang ke rumah, istrinya mengomeli dirinya karena hal itu. dr. Go mengingatkan bukankah kakak iparnya sendiri yang menyuruhnya untuk tidak menemuinya lagi. Masalah dia diomeli bukan urusannya.

Ketua Lee kesal dengan jawaban adik iparnya, tapi dia tak ambil pusing. Dia mengatakan dr. Go memiliki kesempatang terakhir untuk menyingkirkan semua orang yang menentangnya. dr. Go bertanya mengapa dia harus melakukan hal itu. Yang penting lakukan saja, Ketua Lee menjanjikan posisi, direktur pusat RS Sung Won jika dia melakukannya dengan benar. dr. Go tak percaya dengan apa yang didengarnya.

Shi On menatap Ayahnya, dia sudah berkompromi dengan hatinya dia tidak lagi meminta Ayahnya meminta maaf padanya. Dia hanya ingin agar Ayahnya tak lagi memukuli ibunya, dia sudah sangat berterimakasih.

Shi On menemui ibunya di kantin, dia bertanya apakah ibunya sudah makan siang? Ibunya berkata dia belum makan dan akan makan setelah selesai kerja. Shi On juga belum makan, namun saat ibunya menyuruhnya untuk makan di kantin, Shi On mengajak ibunya untuk makan di luar.

Shi On dan ibu pun makan di luar. Ibu bertanya mengapa Shi On tiba-tiba makan di luar, dia baru saja gajian. Ibu berkata agar Shi On tidak menghambur-hamburkan uang. Shi On meminta ibunya untuk makan dan ibu menurutinya. Ibu nya tak perlu lagi membuatkan sop bola kentang untuknya lagi. Jika ibunya ingin makan, mulai sekarang, katakanlah pada Shi On. Ibu jadi terharu mendengar kata-kata Shi On.

Shi On penasaran dengan satu hal mengapa ibunya tidak pergi mencarinya setelah dia meninggalkannya dulu. Ibu nya tahu dirinya di kejar sang Ayah, jadi dia memutuskan untuk tidak muncul dihadapan Shi On dan Direktur Choi agar segalanya tidak menjadi lebih buruk. Ibu tahu dirinya memalukan. Tapi melihat Direktur membesarkan Shi On dengan baik, dia tak punya pilihan lain selain mempercayainya.

Ibu pasien baru Shi On protes setelah mengetahui kondisi Shi On, dia minta ganti dokter. Ibu yang lain membela Shi On dan mengatakan tidak ada yang salah dengan dr. Park, dia adalah dokter residen yang hebat. Tapi si Ibu tetap ngotot untuk ganti dokter karena dia tidak ingin mempercayakan anaknya pada seseorang yang cacat.

Yoon Seo merasa ibu tersebut keterlaluan, tapi Shi On datang dan mengijinkan Ibu tersebut untuk berganti dokter.
Yoon Seo bertanya, apakah Shi On baik-baik saja setelah insiden permintaan pergantian dokter itu? Shi On berkata dia baik-baik saja. Dia sadar benar yang mempercayai dirinya hanyalaj orang yan dekat dengannya. Orang yang pertama kali bertemu dengannya tidak akan langsung percaya padanya.

Fakta bahwa dirinya berbeda dari yang lain, sudah tak terlalu menyakiti hatinya. Jika dia bekerja dengan dengan baik, dia yakin semua orang akan mempercayainya. Tapi… ada satu hal yang menyakiti Shi On, karena dia berbeda dengan orang lain.

Shi On menatap Yoon Seo sekilas, namun mengurungkan niatnya untuk mengatakan apa yang menyakitinya… “Tidak, buka apa-apa” pastinya hal itu berkaitan dengan Yoon Seo sehingga Shi On tidak jadi bilang.

Yoon Seo mendiskusikan masalah ini dengan Kim Do Han. Yoon Seo khawatir Shi On terluka. Kim Do Han berpendapat Shi On baik-baik saja, sekarang Park Shi On menjadi cukup percaya diri karena menerima dukungan dan pujian yang sangat baik. Yang lebih penting dari itu, kejeniusan Park Shi On yang luar biasa sudah tak mutlak lagi.

Yoon Seo bingung, “Tak mutlak lagi?” Kim Do han melatihnya karena dia ingin Shi On mengembangkan kemampuannya, karena itulah satu-satunya cara Shi On agar dapat bertahan. Tapi sekarang hal itu sudah tidak terlalu berarti lagi. Sebelumnya Shi On hanya memiliki kemampuan luar biasa itu, tapi sekarang perkembangannya melebihi hal itu.

“Itu sebabnya walau kemampuan itu hilang, Dia tetap bisa menjadi  Dokter yang cukup baik, Walaupun memiliki sedikit kekurangan”

Yoon Seo tersenyum mendengar penjelasan profesornya. Jadi Shi On sekarang sudah menjadi pilihan kedua dari pilihan yang diajukan Kim Do Han padanya dulu. “Seorang Dokter biasa yang memiliki akal sehat” Kim Do Han pun baru menyadari hal itu dan ikut tertawa bersama Yoon Seo.

Shi On kembali masuk ke kamar residen saat Il Kyu baru bangun tidur. Shi On masih tampak panik dan ketakutan. DIa berkata dia datang benar-benar bukan untuk tidur. Il Kyu mengerti dan merasa ingin makan sesuatu yang pedas.

Il Kyu pun memanggil Shi On, dia meminta Shi On untuk membawakan sup daging sapi pedas, dia merasa sup yang dulu di berikan Shi On padanya sangat lezat. Shi On mulai tenang dan berkata akan segera membawakan pesanan Il Kyu.

Shi On pulang ke rumah untuk membawa sup daging pedas untuk Il Kyu. Shi On menatap tempat tidurnya dan teringat saat pertama kali dia melihat Yoon Seo yang tertidur disana.

Sementara itu Yoon Seo sedang memikirkan kata-kata Shi On tentang apa menyakitinya karena dia berbeda dengan orang lain. Tiba-tiba Yoon Seo mendengar suara Shi On.

“Maafkan aku karena tadi  aku tak bisa memberitahumu. Satu-satunya alasan kenapa aku terluka bila berbeda dari orang lain. Itu karena kau, Dokter”

Yoon Seo melihat ke bawah balkon tempat dia berdiri, ada Shi On disana, yang sedang berbicara pada langit.

“Aku benar-benar baik saja sekarang  bila berbeda dari orang lain. Hatiku tak terluka. Tapi... Setiap aku melihatmu, hatiku sakit. Jika aku adalah pria yang memukau, Aku bisa membuatmu lebih bahagia,... Aku bisa berbuat lebih banyak hal untukmu.  Aku bisa menyanyikan  banyak lagu indah untukmu” Shi On pun mulai bernyanyi untuk Yoon Seo:

Jika aku menjadi langit
Aku ingin bermandikan wajahmu
Malam diselimuti langit merah
Seperti mentari terbenam
Aku ingin menyinari pipimu
Apa pun yang terjadi di dunia ini,
Aku ingin menjadi apa yang kubisa untukmu
Seperti hari ini,
Karena kita bersama
Entah bagaimana itu membuatku  sangat bahagia
Apa kau tahu? Kau satu-satunya yang kucintai
Begitulah perasaanku kepadamu.  

Selama lagu itu dinyanyikan Shi On membayangkan kisah cintanya yang indah dengan Yoon Seo, dimana dia dan Yoon Seo pergi kencan yang romantis, saling tertawa dan saling berkasih-kasihan seperti pasangan lainnya. Yoon Seo yang mendengar lagu itu pun menjadi terharu.

Esok harinya, Kim Sun Joo menempelkan penguman tentang pertunjukan Petre Pan yang akan dilakukan pada dokter tim pediatri, para anak dan orang tua di bangsal anak sangat antusias menantikan pertunjukan drama itu.

Sun Jo pun menempel pengumuman casting. Hong Kil Nam menggerutu karena dia jadi bajak laut no.2 kenapa dia mendapatkan peran jahat lagi, dan harus nomor 2? Kim Sun Joo melarangnya untuk protes, karena casting itu tanggung jawab sutradara.

Shi On mendapatkan peran utama. Dia berkata dia bisa memerankannya dengan baik dan akan tampil dengan segenap jiwa. Tapi… siapa yang akan memerankan kapten Hook? Sepertinya Yoon Seo, Shi On dan Sun Joo sudah merencanakan hal itu,

“Tunggu saja.. Bukan begitu dr. Park?”

Semuanya menjadi penasaran, tapi mereka bertiga memilih untuk merahasiakannya dulu.

Siapa lagi, kalau bukan Kim Do Han. Saat pertama kali mendengar permintaan Joon Yeong, Kim Do Han merasa ragu. Itu adalah keinginan Joon Young, dia ingin melihat Kim Do Han dalam pertunjukan itu. Jika melihatnya dia merasa akan lebih baik dan lebih cepat pulih.

Kim Do Han menawar dengan melakukan hal lain. Joo Yeong berkata jika tidak bisa, dia tidak akan menonton pertunukannya. Dia hanya akan minum obat dan tidur saja. Kim Do Han tidak bisa menolak lagi.

Tim pediatri pun mulai latihan untuk pertujukan peter pan di sela waktu istirahat mereka. Kim Do Han berlatih memerankan Kapten Hook dimana dia datang untuk menyerang Peter Pan (Park Shi On) da Tinkerbell (Yoon Seo).

Dengan gaya kakunya Kim Do Han mengucapkan dialognya, “Baiklah, dasar Peter Pan keparat... Buka kurung, keluarkan pedang” -->dialog aslinya: Baiklah, dasar Peter Pan keparat... (keluarkan pedang  [kacau nih profesor kim, masa tanda baca nya ikutan di baca juga, wkwkwkw]

Anak buahnya menjadi kesal, mengapa yang di dalam tanda kurung pun dibaca juga, Kim Do Han benar-benar tak tahu apa-apa. Dia beralasan bahwa dia hanya ingin memebua latian mereka sempurna. Tapi sayangnya tak ada yang percaya dengan alasannya, dengan kesal Kim Do Han pun bertanya, “Memangnya sejak awal  kalian langsung bisa?” dan dia mulai menyalahkan naskahnya, padahal yang lain menyukainya.

Mereka kembali memulai latihan dari awal lagi. Saat Kim Do Han datang sebagai kapten Hook, kali ini Shi On menggenggam erat tangan Yoon Seo, membuat Yoon Seo jadi gugup dan tidak fokus pada latihan. Dia malah memperhatikan Shi On dengan gugup dan mencoba fokus pada dialognya. [Akh~~ dr. Cha,, akui saja perasaanmu pada Shi On >.< ]

Yoon Seo merasa gugup dan bingung sendiri dengan apa yang dia rasakan saat Park Shi On menyentuhnya. Namun satu hal, dia merasa bahagia karena hal itu.

Yoon Seo melihat In Hae duduk di tempat favorite Shi On, dia langsung bertanya sedang apa In Gae berada disana? In Hae bilang dia merasa punggungnya pegal karena berbaring sangat lama. Yoon Seo mengerti dan mengijinkannya untuk duduk sebentar tapi In Hae harus segera kembali ke kamarnya.

Saat Yoon Seo akan pergi, In Hae memanggilnya. Dia meminta Yoon Seo untuk duduk disampingnya. In Hae berkata pada Yoon Seo,

“Dr. Park sangat menderita. Melebihi anak-anak yang sakit di sini”

Flash back pembicaran Shi On dan In Hae. Shi On mengatakan pada In Hae,
“Walau aku sudah lebih baik sekarang. Tapi aku tak pandai mengungkapkan  perasaanku seperti orang lain. Tapi belakangan ini, kupikir itu adalah hal yang baik. Karena aku tak perlu menunjukkan  perasaanku pada Dr. Cha.”

“Tapi terkadang, aku berharap  bisa menunjukkannya. Tapi ketika aku mencobanya,  aku tak bisa melakukannya dengan baik. Kau tahu, Aku berharap ada layar elektronik di hatiku”

In Hae berkata pada Yoon Seo, dr. Park mengatakan padanya dia berharap dr. Cha bisa melihatnya dengan jelas. Yoon Seo mendesis, “Dasar Bodoh”

Yoon Seo bersiap untuk pulang saat Shi On datang ke ruang staf, Yoon Seo bertanya apakah Shi On tidak ingin mengantarnya pulang? Ini sudah larut malam. Shi On menyetujuinya, dia akan mengantar Yoon Seo hingga pintu gerbang. Yoon Seo menolak, dia ingin Shi On mengantarnya sampai rumah. Shi On awalnya ragu, namun menyanggupinya juga.

Selama di perjalanan, Shi On menyadari ada yang salah dengan Yoon Seo, dia pun bertanya apakah ada masalah? Yoon Seo membenarkan dan mengatakan masalahnya setelah Shi On memintanya.

“Seorang anak bodoh membuatku putus asa”

Shi On yang awalnya tak sadar jika yang dibicarakan adalah dirinya bertanya siapa anak itu? Yoon Seo berkata, itulah maksudnya,, dia terus-terusan membuat Yoon Seo putus asa. Shi On belum mengerti juga dan merasa itu adalah hal yang salah, seharusnya Yoon Seo selalu merasa nyaman. “Tidak, aku tak merasa nyaman”

“Shi On. Kenapa kau selalu berpura-pura baik-baik saja an selalu menderita sendirian?”

Barulah Shi On sadar, “Apa mungkin orang yang  membuatmu putus asa... Aku orangnya?”

Yoon Seo membenarkan. Memangnya siapa lagi yang selalu ada disampingnya. Shi On menjelaskan bahwa dia berusaha untuk tidak membuat Yoon Seo tak nyaman padanya.

Yoon Seo langung berkata, “Jangan berpikir untuk memasang  layar elektronik di hatimu, Langsung saja katakan  apa yang ada dalam pikiranmu”

Shi On jadi tergagap, dia ingin berkata, jika seperti itu dia tidak akan bisa untuk bertemu Yoon Seo lagi, tapi sebelum itu Yoon Seo sudah mengatakan jika Shi On tetap bisa menemuinya,

“Karena aku ingin menemuimu sama seperti kau ingin menemuiku. Kau tak tahu siapa yang belakangan ini  membuatku tertawa dan menangis, 'kan? Kau tak tahu siapa yang  membuat hatiku sakit, 'kan?”

Yoon Seo mendesis, “Tentu saja kau tak tahu”

Namun Shi On sadar, “Kurasa itu karena aku”

“Sejak pertama datang, aku punya banyak kekurangan. Tapi kau memperlakukanku  seperti adikmu sendiri. Kurasa aku membuatmu  terlalu mengkhawatirkanku”

Yoon Seo menyangkalnya, itu bukan karena Shi On seperti adiknya. Lalu kenapa?

“Belakangan ini... Aku menjadi sedikit aneh. Sebenarnya bukan menjadi aneh... Kurang lebih seperti itu. Jadi... Aku tak suka ketika kau  dekat dengan wanita lain. Dan aku tak suka ketika kau memintaku mengatur kencan buta untukmu. Itu menggangguku”

Apakah itu benar? Shi On masih merasa ragu. Saat ini bahkan Yoon Seo tidak suka jika Shi On bergantung padanya lagi. “Sekarang,... Aku... Aku...”

Yoon Seo pun memeluk Shi On dengan perasaan takut dan gugup.

***
Akhirnya Yoon Seo mengatakan perasaan yang sebenarnya juga pada Shi On^^

Rasanya episode 18 ini nggak ada scene Kim Do Han dan Yoo Chae Kyung ya >.< padahal aku nunggu-nunggu scene mereka berdua,,, makin lama makin suka aja liat mereka berdua.

Setelah Shi On menjadi cupid untuk Chae Kyung dan Kim Do Han,,, kini giliran In Hae yang jadi cupid buat Shi On dan Yoon Seo^^