Goodbye Mr Black Episode 3 part 2



Khaya mendengar suara ciak ciak Ayam dari luar rumah dan panik melihat Bibi pemiliki rumah mengambil Ayamnya. Khaya berusaha mencegahnya dan meminta bantuan Ji Won, namun dia diam saja dan hanya menatap kompasnya yang rusak dengan sedih dan masuk ke dalam rumah tanpa mempedulikan Khaya. Si Bibi jadi curiga apakah Ji Won benar-benar suaminya atau bukan. Khaya kecewa melihat sikap cuek Ji Won hingga tak bisa mencegah Si Bibi mengambil Ayamnya.


Khaya masuk rumah dan bertanya mengapa Ji Won mengabaikannya? Bibi pemilik rumah jadi curiga. Khaya mencoba menarik Ji Won dan memintanya untuk mengambil Ayam mereka. Ji Won ingin hidup dengan tenang, itulah mengapa Ji Won harus mengambil Ayam mereka  juga mengatakan pada si Bibi jika dia adalah suaminya. Ji Won jadi kesal dan berkata agar Khaya berhenti pada orang seperti itu.

Khaya berkata dia melakukan semua itu untuk menyembunyikan identitas Ji Won dengan pernikahan mereka agar Ji Won tidak tertangkap. Jika Ji Won tidak mengaku sebagai suaminya bagaimana bisa mereka tinggal lagi disana? Ji Won tidak akan lama, dia akan segera kembali. Khaya mengingatkan jika Ji Won akan mati jika pergi dari sana, bagaimanapun tempat itu adalah yang terbaik. Ji Won semakin kesal dan meminta Khaya berhenti, dia merasa hidupnya semakin buruk selama berada disini. Bahkan Ji Won mengatakan jika dia menyesal datang menemui Khaya hari itu. 

Ji Won beranjak untuk pergi karena merasa sangat frustasi. Khaya bertanya padanya, apakah dia yang meminta Ji Won menemuinya? Ji Won sendiri yang datang. Dia yang mengatakan akan menemukan Khaya dimanapun dia berada, mengapa Ji Won yang marah? Lalu… merasa semakin buruk??? Khaya merasa lebih buruk karena setiap kali melihat lautan dia merasa lehernya tercekik.

Mendengar apa yang dikatakan Khaya, Ji Won jadi merasa bersalah. Dia berbalik pada Khaya yang kini tampak sangat kecewa. Khaya sudah tidak peduli lagi, jika memang akan pergi, pergi saja, Khaya berusaha menahan tangis dan berkata, memang tidak mungkin Ji Won mempercayai orang seperti Khaya. Lalu dia pergi ke luar rumah, sementara Ji Won merasa tampak sangat merasa bersalah. Ji Won berteriak memanggil Khaya namun Khaya terlanjur pergi.

Ma Ri meminta Ayahnya untuk menyelidiki ulang kasus Ji Won karena Ma Ri sangat yakin jika Ji Won di jebak.  Ma Ri tahu Ayahnya pasti bisa melakukan itu. Namun itu diluar wewenangnya. Dia sudah meminta Ji Won untuk menyerahkan diri, tapi dia menolak. Mengapa Ji Won harus melakukan itu? Ji Won tidak bersalah. Bagaimanapun juga Ji Won telah melanggar hukum militer, dia telah mencoreng repurasi militer.

Reputasi militer? Ma Ri tahu bukan itu yang sedang di lindungi Ayahnya. Dia hanya melindungi dirinya sendiri. Ayah menjadi sangat murka dan mengusir Ma Ri ke luar. Sebelum pergi Ma Ri berkata, bahkan jika Ji Won seorang pembunuh dia akan tetap menikahinya. Kemudian Ma Ri segera pergi dari hadapan Ayahnya.

Akhirnya Ma Ri datang ke kediaman Keluarga Cha dengan membawa koper (kabur dari rumah kah?). Di ruang makan dia bergabung dengan Seon Jae yang sedang makan malam. Apa yang membuat Ma Ri datang ke rumah keluarga Cha? Ma Ri merasa merindukan Ji Won, dia ingin berkeliling, namun Seon Jae mencegahnya dan meminta Ahjumma menyiapkan makan malam untuk Ma Ri. Ahjumma mengiyakan dan memanggil Seon Jae dengan sebutan direktur.

Direktur? Ma Ri jadi bingung, Akh… itu Ji Soo yang memberi surat kuasa padanya untuk mengurus perusahaan. Ma Ri langsung bersemangat, apakah Seon Jae berbicara pada Ji Soo? Dia bahkan tidak mengangkat teleponnya. Seon Jae berbohong jika dia berbicara dengan Ji Soo hari ini. Apakah Ji Soo baik-baik saja? Dengan siapa dia tinggal? Seon Jae jadi bingung harus menjawab apa dan melihat koper yang dibawa Ma Ri.

Apakah Ma Ri akan pindah ke rumah itu? bukan begitu dia hanya… Seon Jae meminta Ma Ri menginap karena itu sudah malam. Seon Jae pamit akan kembali ke kantor. Selarut ini? Masih banyak yang harus di urus jadi kadang dia hanya pulang sebentar saja.

Ma Ri membawa kopernya, berniat menaiki tangga, namun dia kaget saat melihat foto keluarga Cha diganti dengan sebuah lukisan. Ma Ri pun bertanya pada Ahjuma yang datang membantunya membawa koper, kemana Foto yang sebelumnya tergantung disana? Tuan Min (Seon Jae) memintanya untuk menggantinya sepertinya dia merasa sedih setiap kali melihat foto itu. Ma Ri tampak kecewa karena foto itu tak ada, dia merasa ada yang aneh.

Ji Won mencari Khaya  hingga ke rumah Bibi pemilik rumah dan bertanya dalam bahasa inggris apakah si Bibi melihat Khaya? Istrinya maksudnya? Ji Won membenarkan. Bibi pemilik rumah heran mengapa Ji Won memanggil istrinya sampah? Ji Won tampak bingung, apakah dia tidak tahu artinya? Dalam bahasa Thailand, Khaya artinya sampah. Ji Won tampak semakin bersalah karena hal itu.

Ji Won menemukan Khaya yang sedang duduk di tepi pantai. Ji Won membuat garis batas diantara mereka dan berkata Khaya akan mati jika melewatinya. Ji Won duduk di samping Khaya dengan jarak yang lumayan. Khaya tidak mengatakan apapun sejak kehadiran Ji Won dan hanya memasang wajah sedih dan kecewanya. Ji Won tahu Khaya masih marah padanya.

Ji Won kemudian men on off kan senter yang dibawanya ke arah laut lepas. Khaya jadi bertanya apa yang sedang dilakukan Ji Won? Dia sedang mencari bantuan, karena dia butuh diselamatkan. Hari itu saat Ji Won datang menemuinya, dia merasa yakin Khaya akan membantunya. Benar jika Ji Won memang percaya pada Khaya, entah karena alasan apa.

Ayahnya baru saja meninggal, bahkan Ji Won sendiri yang telah mengkremasi jenazah ayahnya. Kemudian dia dituduh atas pembunuhan yang tidak pernah dilakukannya. Dia menjadi sangat marah dan frustasi, namun dia tidak tahu harus menyalahkan siapa? Ji Won minta maaf karena kemarahannya meluap pada Khaya.

Khaya mengerti perasaan itu. Dulu setelah tsunami terjadi, Khaya juga merasakan hal itu, sendirian di tumpukan sampah dan tidak tahu harus menyalahkan siapa? Khaya paling benci pada “mango Ahjussi” (baca Ji Ryun) karena dia telah menyelamatkannya. Harusnya dia membiarkannya mati saja.

Yah… Khaya tau perasaan itu, jadi Ji Won boleh melampiaskan kemarahannya pada Khaya. Ji Won kemudian tersenyum dan berkata Khaya pun boleh meluapkan kemarahannya pada Ji Won. Khaya berkata agar Ji Won tidak tiba-tiba menghilang seperti yang dilakukan orang tuanya. Saat Ji Won akan pergi, dia harus memberitahunya, jika tidak dia akan melaporkan Ji Won pada polisi. Ji Won tersenyum dan mengajak Khaya untuk pulang ke rumah mereka.

Khaya menjadi sangat bersemangat dan melewati harus yang dibuat Ji Won Eittss,, Khaya telah melewati garis. Khaya merebut senter dari tangan Ji Won dan meng on off kan senter itu ke arah Ji Won, dia akan memberi kode meminta bantuan, agar kali ini Ji Won yang menyelamatkannya.

Khaya dan Ji Won berjalan beriringan menuju rumah kayu mereka. Khaya sudah merasa lapar dan meminta Ji Won berjalan lebih cepat. Ji Won berjalan di belakang Khaya dan bertanya, “Bagaimana dengan Ji Soo?” Khaya bingung apa maksudnya Ji Soo? Namamu, Khaya kan bukan sampah mengapa dia memanggil dirinya seperti itu.

Memangnya Ji Soo apa? Ji Soo itu nama adiknya yang sama keras kepalannya dengan  Khaya. Mendengar hal tersebut Khaya menjadi kesal, mengapa dia harus menjadi adiknya? Wah Khaya benar-benar kerasa kepala. Lalu bagaimana dengan Swan? Swan? Iya, artinya angsa putih yang cantik. 

Saat masih kecil, Ji Soo sangat jelek, tapi sekarang dia tumbuh menjadi gadis yang cantik. Apakah itu nama adik Ji Won juga? Tentu saja bukan, Ji Soo adalah Si bebek buruk rupa, sementara Khaya adalah Swan. Khaya tersipu dan berkata jika dia lebih menyukai Swan daripada Ji Soo.

Sembari beriringan berjalan menuju rumah, Khaya berkata pada Ji Won.

“Karena kita sedang bersembunyi, sebaiknya memang menggantu nama. Kau Black dan Aku Swan”

Ji Won tersenyum melihat Khaya yang begitu bahagia dengan nama barunya.

Tiba di halaman rumah, Khaya senang saat melihat Ayamnya telah kembali. Ji Won pura-pura, sepertinya mereka tahu jalan pulang. Saat Ji Won hendak berjalan menuju tempat tidur gantungnya, Khaya berkata rumah mereka di sebelah sini? Bagaimana bisa Ji Won tidak lebih pintar dari Ayam mereka?

Khaya mengijinkan Ji Won tidur di dalam dengan peraturan yang sama jika Ji Won melewati garis dia akan mati. Ji Won tersenyum lagi melihat tingkah Khaya.

Ma Ri pergi mengecek catatan panggilan Ji Soo dengan berpura-pura sebagai Ji Soo dan membawa SIM nya, hasilnya sangat mengagetkan, Ji Soo tidak melakukan panggilan selama sebulan. Jadi Sung Jae berbohong padanya tentang dia yang berbicara dengan Ji Soo tempo hari?

Seon Jae pulang ke rumah Keluarga Cha sambil memanggil nama Ma Ri dengan panik, lalu dia kaget saat melihat foto Keluarga Cha terpasang di tempatnya semula. Ma Ri datang dan berkata saat pemiliknya tidak di rumah, Seon Jae tidak seharusnya memindahkan barang-barang mereja. Seon Jae terdiam dan memilih mengalihkan pembicaraan. Katanya Ma Ri sakit? Ma Ri tidak menjawab, dia memberikan catatan panggilan Ji Soo selama sebulan yang kosong. Dimana Ji Soo? Seon Jae bingung dan berkata dia tidak tahu, Ji Soo menghilang. 

Ma Ri berniat untuk pergi, Seon Jae mencegahnya. Ji Soo pasti sedang menikmati perjalanannya. Apakah itu masuk akal? Tidak ada catatan panggilan selama sebulan sejak dia pergi ke Cina. Ma Ri akan membuat laporan orang hilang. Jangan menambah masalah, Seon Jae sedang mencari Ji Soo semampunya. Situasi ini lebih rumit dari kasus yang terjadi pada Ji Won. Hilangnya Ji Soo harus di rahasiakan.

Mengapa? Ma Ri tidak mengerti, jangan-jangan Seon Jae menikmati semua ini. Apakah Seon Jae benar-benar mencari Ji Won? Mengapa Seon Jae yang menjadi direktur? Itu seharusnya tempat Ji Won, bahkan disaat mereke tidak tahu apakah Ji Won masih hidup atau sudah meninggal.

Seon Jae merasa jadi tertuduh dan frustasi, Iya dia senang! Seon Jae berteriak dengan marah. Jika itu yang ingin Ma Ri dengar. Ma Ri kaget mendengarnya. Ma Ri adalah orang yang dia cintai, dia akan mengatakan apapun yang Ma Ri inginkan. Ma Ri semakin kaget, apakah Ma Ri tidak menyadarinya? Ma Ri berkata Seon Jae gila.

Apakah Ma Ri berpikir Seon Jae adalah orang yang begitu buruk? Rela memanfaatkan temannya demi mencapai tujuannya? Semua ini terasa berat bagi Ma Ri, namun bagi Seon Jae lebih berat lagi. Ji Won dan Ayahnya adalah satu-satunya yang dia miliki, namun kini meraka sudah tidak ada, Seon Jae sejak tadi sudah menangis di depan Ma Ri dan secara tidak sadar, Ma Ri pun mulai mengeluarkan air matanya. Semua ini berat untuk mereka berdua.

Khaya pulang ke rumah dan mendapatkan catatan dari Ji Won yang bergambar sebuah jaring. Khaya tersenyum melihatnya dan mengumpulkan catatan itu dengan catatan yang lainnya dalam sebuah kotak. Khaya berniat menyusul Ji Won, namun dia melihat pakaian yang dipakainya, dan dia memutuskan mengganti baju.

Dengan sebua baju atasan yang tidak biasa dia pakai, Khaya keluar menemui Ji Won yang sedang membuat jaring untuk menangkap ikan. Ji Won tidak menyadari kehadirannya, dan Khaya tiba-tiba bertanya sampai kapan Ji Won akan melakukan itu? Ji Won menoleh dan tidak sadar jika wajah Khaya tepat berada di depannya. Khaya menjadi kaget dan hampir terjatuh, untung saja Ji Won menahannya.  Ji Won berkata agar Khaya berhati-hati,namun Khaya kecewa, Ji Won bahkan tidak memperhatikan baju nya yang berbeda hari ini.

Ji Ryun datang memanggil Ji Won dengan sebutan Black, Khaya tiba-tiba saja menjadi sumringah (atau lebih tepatnya pura-pura senang?) Dia menyapa Ji Ryung sambil merangkulkan tangannya ke bahu Ji Ryun dan berkata dia sudah lama menunggungnya. Ji Ryun kaget sambil tersenyum senang, Khaya menunggunya? Tentu saja, jika tidak ada Ji Ryun semuanya tidak menyenangkan. Khaya melirik Ji Won mencoba melihat reaksinya, namun Ji Won biasa saja.

Ji Won bertanya apakah Ji Ryun mendapat kabar dari RS? Belum, Ji Won tampak kecewa namun berusaha untuk tidak menunjukkannya. Ji Won memilih pergi, Ji Ryun tahu Ji Won kecewa dan memanggilnya “Black!” Khaya berkata agar Ji Ryun membiarkannya,mungkin ini adalah hari yang membuatnya depresi, Ji Won selalu seperti itu kadang depresi, kadang baik-baik saja.

Khaya meminta Ji Ryun mengikutinya masuk kedalam hutan, Ji Ryun bertanya mereka akan kemana? Khaya memintanya diam, Syyuuuttt. Ternyata Khaya mengajaknya mengikuti Ji Won yang berlari kedalam hutan melampiaskan rasa frustasinya. Ji Won berlari sejauh mungkin dan melakukan latiham fisik sebisanya. Khaya menatap kagum dan berkata pada Ji Ryun, “Dia seperti orang gila” Ji Ryun memahami sesuatu, gadis itu jatuh menganggumi Ji Won dan dia tersenyum melihatnya.

Ji Won lari lagi, dan kali ini mereka kehilangan Ji Won. Khaya mengambil jalan lain dan menunjukkan posisi Ji Won di atas tebing pada Ji Ryun yang langsung merasa kaget. Ji Won melakukan loncatan dari tebing itu menuju lautan untuk berenang. Khaya tersenyum melihatnya dan berkata Ji Won akan baik-baik saja saat melihat Ji Ryun yang panik. “Black tidak akan mati” dia akan kembali, dan benar saja Ji Won sudah kembali muncul di permukaan air dengan  berenang.

Ji Ryun memahami situasi ini, dia ingin mengatakan sesuatu pada Khaya, namun Khaya melarangnya memanggil seperti itu, “Kata Black namaku Swan sekarang” Dia bukan sampah mengapa dia harus memakai nama Khaya?

(Mulai sekarang aku pun akan memanggil Khaya dengan sebutan Swan)

Swan membantu Ji Ryun menyiapkan makanan saat Ji Won sedang mandi, Swan tidak sengaja mellihat Ji Won yang sedang berguyur dan dia memalingkan wajah, terlihat malu. Hati nya bahkan berdebar-debar tidak karuan. Swan memutuskan masuk ke dalam rumah saat Ji Won selesai mandi, sementara Ji Won berbincang dengan Ji Ryun setelah dia memakai kaosnya.

Ji Ryun bertanya tentang Ji Won yang memberi Khaya nama baru, Swan. Itu bahkan tidak terpikirkan olehnya. Apakah Ji Ryun tahu tentang cerita Si bebek buruk rupa yang berubah menjadi Angsa? Adiknya seperti itu, dan Swan sudah seperti adik baginya. Karena itulah dia memberikan nama itu padanya.  Ji Ryng bertanya mengapa Swan terlihat seperti adik baginya? Bagi Ji Ryun Swan terlihat seperti seorang wanita. Ji Won hanya tersenyum mendengar hal itu. 

Swan yang mendengar hal itu dari dalam rumah tampak kecewa, karena Ji Won hanya menganggapnya sebagai adik.

Seon Jae menerima seorang tamu di kantornya, Kim Ji Ryun yang kembali ke Korea. Dia baru tahu jika Ji Soo pergi ke Cina. Seon Jae menjelaskan Ji Soo melakukan itu karena Ji Won tidak ada jadi dia tidak bisa menghentikannya. Ji Ryun ingin bertemu Ji Soo, dia memiliki kabar baik untuknya. Seon Jae langsung waspada, apakah ini tentang Ji Won?
 
Ji Ryun mengatakan sepertinya kasus Ji Won bisa ditinjau ulang. Orang yang mengejar Ji Won mencoba membunuh seseorang sebelumnya. Syukurlah orang itu selamat dan Ji Ryun mengetahui dimana orang itu dirawat saat ini. Seon Jae kaget namun berusaha tetap tenang dan bertanya dimana orang itu di rawat. 

Belum sempat Seon Jae mendapatkan jawaban, Ji Ryun mendapatkan panggilan yang memberitahunya jika Ji Soo tidak pergi ke Cina. Tidak ada catatan passport yang mengatakan Ji Soo pergi ke Cina.

Setelah menutup telepon, Ji Ryun pamit karena ada meeting penting yang harus dia hadiri. Seon Jae bertanya sekali lagi tentang alamat RS nya, namun Ji Ryun berkata dia akan menyelesaikan semuanya sendiri, Seon Jae pasti sangat sibuk. Seon Jae pun menyerahkan semuanya pada Ji Ryun.

Namun saat Ji Ryun keluar, Seon Jae menatapnya tajam. Begitu juga dengan Ji Ryun, saat hendak keluar dia memasang wajah serius, dia mencium bau busuk disini, dia yakin ada sesuatu yang salah dengan Seon Jae yang tiba-tiba menjadi Direktur Sun Woo Group.

Swan menunggu Ji Won di ayunan sambil menggambar gajah, saat melihat Ji Won datang Swan langsung tertawa girang. Dia menyambut Ji Won dan bertanya apakah dia mendapatkan uang tip? Ji Won menggeleng lemah, Swan juga tidak mendapatkan banyak uang hari ini. Saat seperti ini, orang-orang pergi ke festival, jika mereka berjualan di festival mereka mungkin akan mendapatkan banyak uang. Bahkan mereka bisa menaikan harga jualnya.

Swan membicarakan tentang menerbangkan lampion ke langit saat festival. Harga lampionnya sangat mahal, selama ini Swan hanya bisa melihat orang lain menerbangkannya. Jika mereka menerbangkannya hari ini, maka keinginan mereka akan terkabul. Ji Won lalu bertanya, apakah mereka harus pergi kesana? Swan tampak terkejut mendengarnya.

Akhirnya Swan dan Ji Won pergi ke festival lampion, Swan tampak sangat senang, ini pertama kalinya dia menikmat festival, biasanya dia hanya berjualan. Tidak ingin Ji Won menarik perhatian, Swan menutup wajahnya dengan topi, bagaimana pun Ji Won masih menjadi buronan, mereka tidak boleh menarik perhatian dan lebih baik membaur dengan yang lain.

Ji Won melihat Meutong di sebrang jalan, Swan panik saat melihatnya, dan mengajak Ji Won pergi dari sama. Swan mengatakan dia adalah Meutong, dokter palsu akan melakukan apapun demi uang, dia bahkan rela menyelamatkan orang yang jahat sekalipun. Orang yang berhasil menangkap Ji Won akan diberi hadiah, jadi sebaiknya mereka pergi dari sana. Ji Won mengamati dengan seksama, dia mengingat bagaimana Meutong menusuknya saat dia melihat Meutong di tempat Killer.

Acara penerbangan lampion pun di mulai, Swan menggambarkan keinginannya yang akan diterbangkan bersama Lampion. Ji Won mencoba mengintip keinginan Swan, namun Swan melarangnya. Swan menggambarkan sebuah rumah. Tampak seperti ruma kayu yang mereka tempati saat ini di tepi pantai.

Tiba saatnya mereka akan menerbangkan lampion, Swan meminta Ji Won menutup matanya dan mengucapkan harapannya, “Belum terlambat untuk membuat harapan, Black” Ji Won menutup matanya, begitu juga Swan. 

Saat semua orang menerbangkan lampion, mereka juga melepasan lampion mereka dan menerbangkannya bersama yang lain. Pemandangan langit menjadi sangat indah karena banyak lampion berterbangan.

Ji Won menatap Swan yang sedang melihat langit dengan takjub. Dia bergunam dalam hati, “Swan, keinginanmu akan terkabul” setelahnya Ji Won pun menikmati pemandangan langit yang dipenuhi Lampion dan juga letusan kembang api yang sangat indah.

Swan dan Ji Won melanjutkan menikmati suasana festifal itu, Swan sangat senang dan antusias melihat jajanan yang ada disana. Swan berniat membeli makanan, kebetulan dia punya uang. Tapi Ji Won memintanya menunggu disana dan memakan makanannya, dia hendak ke suatu tempat.

Ternyata Ji Won melihat telepon umum, dia menghubungi Ma Ri di Korea dan berkata bahwa dia baik-baik saja. Sementara Ma Ri hanya bisa menangis mendengar suara Ji Won yang berkata dia menikmati hidupnya saat ini. Ji Won meminta Ma Ri berteriak padanya, dia ingin mendengar suara Ma Ri. Namun Ma Ri terus menangis.

“Aku… Aku merindukanmu” Ji Won akhirnya mengatakan hal itu. Ma Ri terus menangis dan akhirnya berkata dia tidak percaya pada Ji Won, jika dia merindukannya, Ji Won harus datang menemuinya. Ji Won pasti akan kembali kesana, mungkin akan terlambat, tapi bisakah Ma Ri menunggunya?

Swan yang mendengar apa yang dikatakan Ji Won pada Ma Ri terlihat sangat merasa sedih, dia hendak pergi, membiarkan Ji Won melepaskan rindu pada Ma Ri yang dirindukannya. 

Namun Swan melihat polisi, mau tak mau dia memberitahu Ji Won dan mengajaknya untuk lari. Saat itu Ji Won sedang menanyakan tentang Ji Soo pada Ma Ri, namun karena Swan memberitahun ada polisi, Ma Ri tidak sempat memberitahu tentang menghilangnya Ji Soo. Ji Won panik dan berkata pada Ma Ri untuk menunggunya, Ji Won pun segera memutuskan sambungan teleponnya dengan Ma Ri, kemudian lari bersama Swan.

Polisi merasa Ji Won dan Swan mencurigakan, mereka pun jadi mengejarnya. Swan berkata jika mereka lari bersama mereka akan tertangkap. Ji Won menolak, dia menggenggam tangan Swan dan mengajaknya untuk lari bersamanya. Mereka terus berlari  menghindari polisi Seon Jae juga ada di festival itu, namun dia tidak melihat Ji Won.   

Ji Ryun pun datang juga ke festival setelah Bibi pemilik rumah memberitahunya jika Ji Won dan Swan pergi ke festival Lampion. Dia mencari Ji Won dan Swan namun belum juga menemukannya. Ji Ryun mendapat telepon dan dia berbicara dalam bahasa Thailand, sepertinya dia mendapatkan kabar yang cukup penting.

Ji Won dam Swan bersembunyi di balik pohon, saat polisi lewat, Ji Won memeluk Swan dengan erat. Swan kaget namun dia sadar Ji Won melakukan itu untuk menghindari polisi. Swan mendengar polisi berkata telah kehilangan mereka. Swan mengatakan hal itu pada Ji Won, namun Ji Won tidak melepaskan pelukannya begitu saja, Ji Won masih mendengar langkah kaki mereka yang belum terlalu jauh.

Setelah memastikan dia tidak lagi mendengar suara langkah kaki para polisi, Ji Won baru melepaskan pelukannya pada Swan dan mengajaknya melihat keadaan dengan masih menggenggam tangan Swan. Mereka berbaur dengan kerumunan orang lagi, dan Ji Ryun berlari sambil memanggilnya “Black!” Ji Won waspada dan semakin menggenggam erat tangan Swan, mereka merasa lega, karena ternyata itu adalah Ji Ryun.

Ji Ryun membawa kabar gembira, RS menelponnya memberi kabar jika orang itu sudah sadar. Ji Ryun membawa Ji Won dan Swan ke RS untuk menemui orang tersebut. Namun mereka tidak tahu jika Killer juga datang ke RS tersebut.

Ji Won masuk ke dalam kamar rawat pria tersebut, sementara Ji Ryun meminta Swan untuk berjaga-jaga. Ji Ryun berencana untuk memindahkan pria itu ketempat yang lebih aman, dia akan mengamati situasi RS terlebih dahuku.

 Ji Won berkata agar pria itu untuk tidak khawatir, dia datang bukan untuk membunuhnya. Dia hanya ingin bertanya sesuatu. Ji Won memperkenalkan diri, dan bertanya apakah pria itu mengenal Ayahnya Cha Jae Hwan? Pemilik perusahaan Sun Woo group? Orang yang berusaha membunuhnya sekarang mengejar Ji Won dan juga membunuh Ayahnya. Apakah dia tahu apa alasan Killer membunuhnya?

Pria itu hendak berbicara dan Ji Won melepaskan masker oksigennya. Dia mengatakan dirinya bekerja di perusahaan Morino, dan alasan Killer mencoba membunuhnya adalah Tender Gas Alami di Thailand. Killer mengambil dokumen Perusahaan Morino tentang Tender Gas Alami Thailand.

Swan datang dan berkata jika ada orang yang datang, mereka harus pergi. Ji Won berkata pada pria itu bahwa masih banyak yang ingin dia bicarakan dia akan datang lagi nanti. Swan bertanya tentang pria itu, dan Ji Won yakin apa yang terjadi pada pria itu ada hubungannya dengan kasus pembunuhan Ayahnya.

Killer berpura-pura menjadi dokter, berusaha menghindari CCTV dan masuk ke dalam kamar pria it itu. Tanpa banyak bicara dia menghabisi pria yang sudah ketakutan sejak melihat kedatangan Killer ke kamarnya. Dengan beberapa tembakan tanpa suara, pria itu akhirnya tewas. Killer segera keluar dari kamar dan melepaskan jas dokternya.

Ji Won dan Swan kembali ke kamar pria itu, dan sangat kaget saat menyadari dia sudah tewas. Ji Won langsung berlari keluar karena merasa yakin pembunuhnya belum jauh. Benar saja, Killer baru saja masuk ke mobilnya dan Ji Won pun pergi mengikutinya.

Killer masuk ke sebuah restoran untuk menemui Baek Eun Do, Ji Won mengikutinya dan berusaha mengenali siapa yang ditemui Killer. Lalu Seon Jae datang ke restoran itu, dan Ji Won berusaha memanggilnya, “Seon Jae-ya” Seon Jae menoleh, apakah dia benar-benar mendengar panggilan Ji Won?

Bersambung ke episode 4

***

Ji Won frustasi saat berada di pelarian, dan dia merasa marah dengan keadaannya yang seolah tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memakluminya, dank arena hanya ada Swan yang ada disana, akhirnya dia mulai meluapkan amarahnya pada Swan dan berkata menyesal menemuinya. Akh kasian Swan~~~~ Namun Swan adalah gadis yang kuat. Dia marah, dia kesal dengan tingkah Ji Won, namun dia memakluminya setelah itu karena dia juga pernah merasakan hal yang sama.

Seperti yang dikatakan Ji Won, jika dia menganggap Swan sebagai adiknya, karena dimatanya Swan mengingatkannya pada Ji Soo. Apalagi hatinya masih dipenuhi oleh cintanya pada Ma Ri, sedih lagi deh liat Swan pas denger Ji Won berjanji pada Ma Ri bahwa dia akan kembali meski mungkin akan terlambat.

Banyak yang mengeluh, jika  episode 3 ini membingungkan. Sangat, aku juga merasakan hal yang sama. Malah ada yang bilang setting nya memang absurd gitu yah? Tidak jelas kapan di Korea dan kapan di Thailand. Aku juga merasakannya kok, sampai harus menonton beberapa kali biar jelas kapan dan dimana keberadaan mereka.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya. Tanggal 15 Desember 2011, Seon Jae dan Ma Ri sudah kembali ke Korea. Seon Jae menjadi direktur Sun Woo Group dan sudah aktif melakukan tugasnya saat Ma Ri bertengkar dengan Ayahnya dan kabur ke rumah keluarga Cha.

Ma Ri mengecek catatan telepon Ji Soo dan petugas mengatakan jika  Ji Soo tidak melakukan panggilannya selama sebulan terakhir. Ma Ri mengatakan pada Seon Jae, tak ada catatan panggilan dari ponsel Ji Soo sejak dia pergi ke Cina. Artinya itu sudah sebulan berlalu sejak tanggal 13 Desember 2011 kan? Berarti sekitar pertengahan bulan Januari 2012

Pertanyaannya sudah berapa lama Ji Won dan Swan tinggal di pulau yang jauh dari kota itu? Sebulan, Dua bulan, atau malah setahun? Tidak ada keterangan yang jelas, namun tidak mungkin hanya beberapa hari saja karena Ji Soo bahkan sudah menghilang selama satu bulan.

Dugaanku sih, Ji Won dan Swan tinggal di pulau hingga berbulan-bulan lamanya, karena Ji Won meninggalkan banyak catatan gambar untuk Swan. Maka sangat masuk akal jika dalam kurun waktu tersebut Swan benar-benar terpikat pada pesona Ji Won. Dan mengetahui kebiasaan Ji Won saat dia merasa frustasi.

Festival Lampion yang didatangi Ji Won dan Swan adalah festival  Loy Krathong yang biasanya diadakan sekitar bulan November di Thailand, nah Lho…. Tidak mungkin Ji Won dan Swan datang ke Festival itu pada bulan November 2011 kan? Itulah mengapa aku berkesimpulan bahwa Ji Won dan Swan berada di pulau itu selama berbulan-bulan bahkan hampir setahun.

Yang aneh adalah karena ternyata butuh waktu yang sangat lama untuk membuat Ji Ryun mengetahui menghilangnya Ji Soo, karena dia baru kembali ke Korea. Juga tentang pria dari perusahaan Morino, dari kondisi kritisnya hingga dia sadar ternyata membutuhkan waktu setahun? Dan lagi, semua artikel media di Korea menyebutkan jika Cha Ji Won kembali ke Korea setelah 5 tahun. Akh aku bingung >.<
5 Komentar untuk "Goodbye Mr Black Episode 3 part 2"

Terimakasih untuk sinopsisnya... klo aq sih ngga tll memperhatikan time linenya. Tp klo dirunut lg sepertinya black baru 1-2 bln berada d thailand sejak peristiwa jebakan itu... bgmnapun makasih bnyk untuk sinopsisnya ya mba.. Aq sgt menikmati ceritanya ^_^

Makasi ya buat sinopsisnya..

smangat yaaaa

Aq jg bingung kuadrat nih chingu lht wktu dn t4 nya....
Gk jls ap yg gk nymbung gtu yaaa....

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top