The Time We Were Not In Love Episode 6

 
Saat Won dan Hana tiba di depan rumah Hana, Seo Hoo ada disana. Berkata dengan santainya bahwa dia terlambat. Won kesal dan bertanya siapa Seo Hoo itu? Seo Hoo tidak peduli dan berkata bahwa ada yang ingin dia bicarakan dengan Hana dan itu bukan urusan Won. Giliran Won yang tidak peduli dan mengajak Hana masuk.


Seo Hoo dengan PD berkata pada Hana, “Bukan kah kau menungguku?” Hana berhenti sejenak kemudian berbalik ke arah Seo Hoo, dengan percaya diri dia bertanya, memangnya siapa Seo Hoo? Mengapa dia harus menunggunya? Hana tidak ingin berbicara lagi dengan Seo Hoo, saat Won akan mengajak Hana untuk masuk, Seo Hoo menahannya lagi, dan bertanya apakah Hana begitu lama menunggunya? Hana menjadi kesal dan berkata Seo Hoo tidak berubah, dia selalu mengatakan apa yang ingin dia katakan dan mendengar apa yang ingin dia dengar.

Sekali lagi Won mengajak Hana masuk, kali ini Seo Hoo tidak menahannya lagi, dia hanya bisa menatap Hana dan Won yang masuk ke dalam rumah. Seo Hoo kemudian berkata pada dirinya sendiri, sekarang Hana sudah semakin kuat. Dan Seo Hoo tampak terluka dengan sikap keras Hana padanya.

Sesampainya di kamar Hana, Won masih menggenggam pergelangan Hana. Hana yang menyadari hal itu pelan-pelan melepaskannya, mereka terdiam cukup lama hingga Hana masuk ke kamar mandi dan mencoba menenangkan dirinya.

Won duduk di salah satu sudut kamar Hana, dan mendengarkan Hana bertanya apakah Won menonton filmnya? Tentu saja tidak, Hana sudah membuatnya menyia-nyiakan 2 tiket. Hana beralasan bahwa dia diberi tugas tambahan sehingga dia terus bekerja. Hana mengatakan itu sambil menggosok giginya, Won pun berkata agar mereka bicara setelah Hana selesai gosok gigi.

Hana keluar setelah mengikat rambutnya, dia kemudian menatap boneka kelinci pemberian Seo Hood an berkata pada Won bahwa dia ingin boneka itu tidak ada disana lagi. Won dengan gesit mengambil boneka itu dan bersiap untuk membuangnya. Kemudian Won melihat bantalan tinju yang tergangung di kamar Hana, lalu bertanya, apakah mereka juga harus membuang benda itu?

Ternyata ada cerita di balik bantalan tinju tersebut. Setelah pertunangannya dan Cha Seo Hoo gagal 3 tahun lalu, Hana mengurung diri selama 3 hari. Ibu khawatir dan memanggil Won, melihat keadaan Hana Won mengambil inisiatif memasangkan bantalan tinju tersebut di kamar Hana dan mulai untuk mencobanya. 

Won berkata bahwa sangat menyenangkan meninju sesuatu saat melampiaskan kemarahan. Won mengatakan Hana juga harus melakukannya. Won memberi waktu seminggu agar Hana berlatih tinju dan mengalahkannya mendapatkan nilai di mesin permainan tinju, siapa yang kalah harus mentraktir ceker ayam selama 3 tahun.

Setelah Won pergi, Hana yang mulai terusik sejak Won meninju bantalan tersebut sepenuhnya terbangun dan menatap bantalan tinju itu. Sepertinya cara Won untuk membangunkan Hana dari keterpurukannya cukup berhasil.

Setelah 3 tahun pun sepertinya Hana belum bisa mengalahkan Won. Karena  Won mendapatkan nilai tinggi seperti biasanya di mesin permainan tinju. Karena kalah, Hana mentraktir Won es krim, ternyata harganya cukup mahal. Hana meminta Won mengembalikannya, tapi Won malah langsung membukanya dan memakan es krim tersebut, Hana pun tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Di perjalanan pulang, Hana merasa heran mengapa Won masih kuat. Bahkan semakin tua dia semakin kuat. Pasti mesinnya yang rusak karena sudah tua. Won mengejek, Hana lah yang tua. Won pun memutuskan mulai besok mereka harus olah raga pagi untuk melatih stamina Hana. Won melakukan peregangan,dan Hana mengikutinya namun dia tak sanggup, itu membuat Won semakin mantap mengajak Hana untuk berolahraga besok pagi.

Setelah saling berpamitan mereka masuk ke rumah masing-masing. Sebelum masuk Hana kembali menatap Boneka kelinci dan Bantalan tinju yang sudah di buangnya. Hana bergunam dalam hatinya. Saat dia kembali menatap hal-hal yang sudah dia buang, bukan karena tanpa alasan. Namun dia khawatir dia masih akan membutuhkannya suatu saat nanti, karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya.

Paginya Won bersiap untuk lari pagi dan melihat truk sampah, saat melihat boneka kelinci dan bantalan tinju yang selama dia buang dari kamar Hana sudah tidak ada, diam-diam Won tersenyum lega.

Hana kepayahan mengejar Won yang berlari dengan begitu semangat. Won terus menyemangatinya dari depan sementara Hana membiarkan Won meninggalkannya. Hana sangat kepayahan menaiki anak-anak tangga di lintasan mereka berolah raga. Namun setibanya di tempat yang mereka tuju, Hana merasakan udara segar disekitarnya.

Won berkata pada Hana, jika dia berusaha terlalu keras di hari pertama, mungkin dia akan tertidur di kantor. Hana berkata, tidak semua orang seberuntung dirinya memiliki kantor pribadi di usianya yang sekarang. Baiklah Won mengerti. Hana mengatakan jika hari ini dia akan memulai proyek besar yang telah dia siapkan sejak lama. Dia akan berusaha dengan sangat keras agar proyek ini berhasil. Won merasa bangga dengan sikap Hana.

Tiba di tempat kerja, Won menyapa semua orang yang dia temui dengan senyum lebar, termasuk juga So Eun yang kemudian merasa penasaran apakah Won mendapatkan sesuatu yang baik? Won hanya berkomentar hari ini cuaca sangat cerah. Won melaksanakan tugasnya di kabin dengan penuh senyum juga saat melayani seorang Nenek yang baru pertama kali naik pesawat.

Sementara Hana begitu serius memulai proyek barunya untuk memulai kerja sama nya  dengan situs online Cina JM Global. Bawahanya bahkan heran kapan Hana mempersiapkan semua itu? Mereka bahkan tak bisa mengatakan apapun saat Hana mengatakan bahwa mulai hari itu mereka akan lembur untuk membuat JM Global setuju menjalin kerjasama dengan Tandy.

Saat jam makan siang, Hana melihat seorang pria yang tiba-tiba memberikan kecupan spontan pada kekasihnya, Hana jadi teringat sikap spontan Seo Hoo ketika mereka masih berkancan. Saat itu Hana sedang berada di toilet pesawat, dan Seo Hoo tiba-tiba masuk dan memberikannya pelukan mesra. Hana protes dengan malu-malu karena mereka ada di pesawat bagaimana jika ada yang melihat. Seo Hoo beralasan, itulah mengapa dia melakukannya di dalam toilet karena di luar banyak orang. Hana tak membantah lagi dan membalas pelukan Seo Hoo.

Tanpa sadar Hana pun tersenyum mengingat hal itu, namun dia cepat-cepat menggelengkan kepalanya. Menyangkal rasa bahagia saat mengingat kenangan manis bersama Seo Hoo.

So Eun sedang berada di toko kaset saat dia meihat CD permainan piano Cha Seo Hoo, tanpa So Eun sadari Seo Hoo kebetulan ada disana dan berkata senang bertemu langsung dengan fans nya. So Eun menoleh dan meyadari Seo Hoo adalah orang yang diliatnya dari kantor Won waktu itu.

Seo Hoo bertanya apa hubungan So Eun dengan Won? Dia adalah junior Won di tempat kerja. Hanya junior nya? So Eun merasa tidak yakin dan berkata sepertinya Won itu tipe pria yang lebih menyayangi temannya daripada kekasihnya. Seo Hoo tersenyum sinis, Akh Oh Ha Na? Mereka itu sudah satu paket. So Eun kaget ternyata Seo Hoo juga mengenal Hana, Seo Hoo pun meminta So Eun membantunya untuk melakukan sesuatu.

Hana bekerja hingga larut malam, kemudian mengirim pesan pada Won jika besok dia tidak bisa olah raga pagi. Won tidak mempermasalahkannya selama Hana membelikannya ceker ayam. Hana sebal dan menyebut Won curang.

Mi Hyang yang sedang merawat wajah dengan masker mentimun meminta Won mengambilkan mentimun lagi untuknya. Won sangat mengerti bahkan dia juga membawakan bir untuk sepupunya itu. 


Akhirnya Won mengikuti jejak Mi Hyang yang memakai masker mentimunnya. Mi Hyang melihat wajah Won yang terus tersenyum, dia meminta Won bercerita sesuatu yang bukan tentang Hana. Tapi Won tidak mengatakan apapun. Mi Hyang pasrah dan meminta Won membicarakan Hana.

Won berkata saat ini dia merasa bangga pada Hana karena dia berusaha sangat keras untuk menghadapi masalahnya.  Mi Hyang bingung, hanya karena itu Won bahagia? Memangnya kapan Hana tidak berusaha keras menghadapi masalahnya? Mi Hyang berkomentar, teruslah Won dan Hana berteman seperti itu, dan setelah tua nanti Won bisa menikahinya. Won akan mempertimbangkan hal itu, Mi Hyang jadi merasa heran karena kali ini Won tidak menyangkal seperti biasanya.

Pagi hari, Ibu kaget melihat kamar Hana sangat berantakan. Hana sedang bersiap-siap untuk mempresentasikan proyek besarnya. Ibu paham dan segera pergi ke dapur. Hana tergesa untuk berangkat ke kantor hingga menolak untuk sarapan di rumah. Ayah mengingatkannya untuk tidak lupa sarapan, karena jika Hana kurus dia akan terlihat semakin tua. Hana cepat-cepat pergi dan ibu bergegas untuk memberikan bekal buah-buahan pada Hana.

Sesampainya di kantor Hana menelpon Won dan membicarakan persiapan presentasinya. Won memberi semangat pada Hana, setelah berterimakasih Hana mengajak Won untuk menonton film bersama. Mereka bisa menonton untuk jadwal malam dan 3 film sekaligus. Won meragukan hal itu, dan meminta maaf karena harus mengungkit masalah umur. Di usianya sekarang Won merasa Hana akan tertidur setelah film pertama berakhir. Jadi bagaimana jika mereka menonton 1 film saja, kemudian minum arak setelahnya. Hana setuju dengan ide Won.

Ibu Hana mendapatkan telepon dari temannya yang mengatakan putrinya akan menikah, dia tampak kaget dan sedikit kecewa namun memberikannya selamat. Namun rasa kesalnya dia lampiaskan pada Ayah yang datang untuk menanyakan ini itu.

Won dan Hana menonton film malam itu. Saat Won tertawa lepas Hana diam saja, saat Hana tak bisa menahan tawanya Won lah yang merasa takut karena Hana tertawa hingga memukul-mukul dirinya. Namun ada saatnya mereka pun tertawa bersama. Hingga muncul adegan tentang seorang ibu yang akan meninggalkan anaknya, Won tak bisa menahan diri untuk tidak menangis. Saat itu Hana bisa menatapnya dari samping dan membiarkan Won menangis melihat adegan itu. Hana tahu, saat itu Won pasti teringat pada ibunya.

Setelah menonton mereka pergi ke tempat langganan mereka minum arak sehabis nonton. Mereka bersulang untuk kesuksesan Proyek besar Hana dan kemudian Hana teringat sesuatu jika Won tidak pernah dekat dengan pria yang pernah menjadi kekasih Hana. Won berpikir dan berkata bukan kah Hana juga tidak pernah dekat dengan wanita yang pernah jadi kekasihnya? Won menarik kesimpulan mungkin itu seperti karena mereka sama-sama  menjadi pihak ketiga yang bisa melihat apa yang tidak dilihat pasangan yang sedang jatuh cinta.


Hana mengerti maksud pembicaraan Won dan berkata dia tidak pernah menyukai semua wanita yang pernah menjadi kekasih Won. Mendengar Hana mulai membahas keburukan mantan-mantannya, Won berkata agar Hana tidak menjelek-jelekan wanita-wanita masa lalunya. Akh! Apakah Won sedang menunjukkan loyalitasnya untuk mereka? Hana tampak tidak senang.

Won lalu berkata, “Baiklah, muali sekarang aku tidak akan berkencan dengan wanita yang tidak kau sukai” Hana kembali ceria dan meminta Won berjanji bahwa dia tidak akan berkencan tanpa seijin Hana. Won berjanji dengan mempertaruhkan ketampannya ;p

Saat Hana sedang menghabiskan waktunya bersama Won, Seo Hoo datang ke rumah Hana dan mengirim pesan. Meminta Hana untuk keluar rumah karena dia ingin bertemu dengan Hana. Hingga malam semakin larut Seo Hoo tak mendapatkan balasan apapun dari Hana. Seo Hoo akhirnya memutuskan untuk pulang.

Esoknya, Won makan siang bersama dengan rekan kerja nya yang lain, termasuk juga So Eun. Min Guk sedang senang karena dia berhasil memberi hadiah cincin pada kekasihnya, jadilah mereka tidak putus. Woo Jin berkomentar  apa bagusnya wanita yang minta putus hanya karena tidak diberi cincin. Min Guk berkata jika kekasihnya itu adalah tipe idealnya. Dong Gun memberi saran sebagai pria yang sudah menikah, setelah menikah nanti semuanya akan terlihat sama. Won dan So Eun yang mendengar pembicaraan mereka hanya senyum-senyum saja.

Hingga So Eun bertanya seperti apa tipe wanita ideal Won, mendengar pertanyaan So Eun, Won tampak bingung dan enggan menjawab. Min Guk yang heboh mendeskripsika kemungkinan tipe ideal Won membuat Won kesal dan memintanya untuk berhenti. So Eun lalu bertanya, bagaimana dengan Hana? Pria seperti apa yang menjadi tipe ideal Hana?

Won jadi memikirkan kata-kata So Eun? Tipe ideal Hana?? Won jadi teringat kejadian saat mereka masih SMA dulu. Hana sangat menyukai membaca novel romantis, Won mengejek hobi Hana itu berkata itu hanya meracuni pikiran Hana. Namun Hana tidak peduli dan berkata bahwa dia akan menentukan tipe pria idealnya dengan sebuah ciuman. Jika ciuman pertamanya dengan pria itu membuatnya berdebar-debar maka dia akan memutuskan jika pria itu memang untuknya.

Mendengar impian Hana, Won merasa iba, Hana hanya akan terluka dengan cinta yang seperti itu. Dan itu akan menyulitkan orang yang melihatnya dari jauh sebagai orang ketiga. Hana berkata, dia juga ingin merasakannya, cinta yang gila seperti itu.

Saat sedang sibuk dengan melihat file proyek besarnya, Hana mendapatkan sms dari Seo Hoo yang berkata sampai bertemu lagi. Hana bingung dan dia memutuskan untuk menghapus nomor Seo Hoo. Tak lama Hana mendapat telepon dari So Eun yang mengajaknya bertemu. Hana kaget saat So Eun berkata dia mengatur kencan buta untuk Hana, dan So Eun yakin jika dia mengatakan sebelumnya takut Hana tak mau datang. 

Hana menegaskan pada So Eun jika dia tak melakukan kencan buta dan juga tak ada waktu. Hana pamit pergi, So Eun berkata pria itu mengenal Hana dan So Eun penasaran apa hubungan pria itu dengan Hana. Seo Hoo pun datang, dan Hana kaget melihatnya.

Setelah So Eun pergi, Hana dan Seo Hoo berbicara berdua. Seo Hoo lah yang mengatur pertemuan itu dan meminta So Eun membantunya dengan mengatakan bahwa dia ingin memberikan CD permainan Seo Hoo pada Hana secara langsung. Seo Hoo ingin bertemu dengan Hana, jadi bagaimanapun caranya dia harus bertemu dengan Hana.

Hana bertanya kemana saja Seo Hoo selama ini, dan kenapa tiba-tiba datang  setelah sekian lama. Seo Hoo berkata dia menyadari sesuatu yang sebelumnya tidak dia ketahui. Bahwa dimanapun dia berada, dan dalam keadaan apapun dia selalu mengingat Hana, dia menyadari bahwa hanya Hana yang dia inginkan, itulah mengapa dia kembali untuk bertemu Hana.

Won kaget saat So Eun memberitahunya jika Hana sedang bersama Seo Hoo. Won bahkan membentak So Eun dan bertanya dimana mereka. So Eun kaget dan bingung mengapa Won sampai semarah itu.

Hana memilih meninggalkan Seo Hoo, tapi sepertinya Seo Hoo belum selesai bicara, dia pun mengejar Hana. Seo Hoo merasa Hana sedang memaksakan diri untuk mendorongnya menjauh. Hana sedang membangun tembok tinggi untuk menghindari Seo Hoo, apakah itu karena Won? Hana tidak menjawab, dan saat Seo Hoo ingin mengatakan hal lain mereka mendengar Won yang meneriakan nama Hana. Seo Hoo mencibir. Choi Won, pria yang selalu ada dimanapun Hana berada. Hana tidak ingin keadaan menjadi semakin rumit, dia pamit pada Seo Hood an mengabaikan Won yang mencarinya.

Seo Hoo berteriak dari tempatnya, apakah Hana berpikir dia telah melihat semuanya dan mempercayai apa yang dia lihat saja? Hana sempat terdiam sejenak, namun dia memilih untuk tidak berbalik dan meninggalkan Seo Hoo.

Won panik karena dia tidak bisa menghubungi Hana, akhirnya dia menelpon Seo Hoo dan mempertanyakan keberadaanya. Saat bertemu Seo Hoo, Won meluapkan amarahnya dengan menarik kerah baju Seo Hoo. Dia sudah memperingatkan Seo Hoo untuk tidak lagi mengganggu Hana. Seo Hoo membalas apakah Won pernah berpikir tidak seharusnya dia melakukan hal itu? Jika bukan karena Won, hubungan Seo Hoo dan Hana tidak akan berakhir seperti saat ini. Apa maksud Seo Hoo? Hubungan mereka berakhir karena Seo Hoo yang meninggalkannya.

Seo Hoo membela diri, dia sama sekali tidak pernah meninggalkan Hana, tapi semua nya salah Won yang mengambil kesempatannya untuk memberikan perhatian pada Hana. Won selalu saja ikut campur dalam hubungan mereka. Seo Hoo berkata jika Won tidak punya hak untuk menghentikan Seo Hoo untuk kembali mendekati Hana. Seo Hoo salah, Won akan melakukan apapun untuk menghentikan Seo Hoo dengan cara apapun.

So Eun bercerita pada Mi Hyang  tentang sikap Won yang baru pertama kali dia lihat. Mi Hyang meringis dan berkata jika Cha Seo Hoo adalah mantan kekasih Hana. Cha Seo Hoo adalah luka terbesar untuk Hana dan Won. So Eun kaget dibuatnya, merasa telah melakukan hal yang bodoh tanpa mengetahui keadaannya.

Hana tiba di rumah dengan perasaan tak karuan. Dia mengingat hari pertunangannya dengan Seo Hoo. Doa begitu bahagia melihat penampilannya dengan gaun putihnya juga saat memakai sepatu cantiknya. Kenangan itu mengusiknya, hingga dia tertidur tanpa sempat bertukar pakaian dan bangun kesiangan esok harinya. Jika saja ibu tidak membangunkannya, mungkin dia akan terjaga hingga siang hari.

Hana telat untuk pergi bekerja dan kaget saat melihat banyak panggilan tak terjawab dari Eun Jung, ternyata JM Global memberikan beberapa syarat baru, tapi semuanya telah terkendali karena tim yang lain membantu mereka. Hana pun berkata dia akan segera tiba di kantor.

Seo Hoo memikirkan kata-kata Won yang akan menghalanginya mendekati Hana lagi, dia terusik dengan hal itu dan melampiaskannya dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Hana meminta maaf pada Direktur Byun karena kesalahannya. Direktur Byun tidak ingin mempermasalahkannya karena semuanya telah teratasi, yang harus Hana lakukan adalah mempersiapkan langkah selanjutnya. Hana mengerti dan pamit pada direktur Byun.

Malamnya Hana minum bersaman Jung Mi dan Na Young. Jung Mi tampak putus asa setelah batal menikah dengan Chang Soo. Mereka terus minum hingga Jung Mi dan Na Young setengah mabuk, Na Young kemudian meminta Hana memanggil Won untuk membayar minuman mereka, dan dia juga berharap Won akan membeli asuransi darinya. Hana merasa itu ide yang bagus, dia akan menelpon Won dan memintanya untuk membelikan asuransi untuknya. Hana bingung mengapa tidak diangkat namun dia tidak putus asa untuk menghubungi Won.

Won bertemu dengan So Eun yang meminta maaf karena masalah Hana dan Seo Hoo. Won tidak ingin memperpanjang masalah dan balik minta maaf karena membentak So Eun. So Eun bertanya mengapa Won sangat marah? Siapa itu Cha Seo Hoo? Won tampaknya enggan menjawab, namun So Eun terus berbicara. So Eun tidak tahu apa yang terjadi antara Hana dan Won, tapi Won terlihat khawatir, jadi So Eun merasa ini adalah kesempatannya untuk bisa lebih dekat dengan Won.  

Yang paling penting bagi So Eun adalah untuk menjadi lebih dekat dengan Won, bagaimanapun caranya. Won tampak tak senang dengan sikap So Eun dan bertanya bagaimana bisa So Eun selalu mengekspresikan apa yang dia rasakan? So Eun menjawab dengan tenang, jika dia menyembunyikan perasaannya orang lain tidak akan tahu apa yang dia rasakan, pada akhirnya dia mungkin akan kehilangan oran itu. Won terpana mendengar jawaban So Eun, apakah dia juga akan kehilangan Hana jika dia terus menyembunyikan perasaannya?

Seseorang datang ke tempat Hana, Jung Mi dan Na Young minum. Mereka berpikir itu adalah Won, tapi ternyata itu adalah Chang Soo yang kemudian berlutut meminta maaf pada Jung Mi. Dia berkata dia kembali memulai dengan Jung Mi, apakah sekarang Chang Soo berubah pikiran? Bukan begitu, dia hanya menemukan sesuatu yang tidak pernah dia sadari, jika dia tidak bisa hidup tanpa Jung Mi. Mereka pun berbaikan, Hana dan Na Young turut senang melihatnya.

Dalam perjalanan pulang, Hana memikirkan kata-kata Chang Soo, tentang menemukan sesuatu yang tidak dia sadari sebelumnya. Perkataan yang sama dengan yang dikatakan Seo Hoo padanya kemarin siang. Hana bergunam dalam hatinya, Apakah jika kita menemukan sesuatu yang sebelumnya tidak disadari, akan kah cinta bisa kembali dengan memutar waktu?

Direktur Byun mempresentasikan proyek baru Tandy yang akan menjadi sponsor Cha Seo Hoo, itu adalah proyek yang cukup berharga dan secara khusus Cha Seo Hoo memilih Hana untuk melakukannya. Hana yang sempat kaget langsung protes, dia berkata dia tidak melakukan hal itu karena sibuk dengan proyek kejasama dengan Cina. Direktur Byun menyayangkan hal itu, padahal Cha Seo Hoo lah yang menunjuk Hana secara langsung.

Dae Bok menunggu Won di depan rumahnya, minggu depan adalah ulang tahun pernikahan orang tuanya, Won kan tau Dae Bok tidak punya apapun, tapi dia ingin mengirim mereka berlibur. Won mengerti, dia akan memberikan tiket pesawat untuk mereka. Dae Bok sangat senang dan memeluk Won berkata dia mencintanya, seandainya saja Hana bisa merubah sikapnya dia akan mendukung Hana dan Won untuk berkencan. Won merinding sendiri dengan perlakuan Dae Bok yang kemudian mengatakan dia mencintai Won.

Kini giliran Dae Bok menelpon Hana, setelah Hana menyetujui permintaan Dae Bok dan mendapatkan laporan dari Eun Jung jika Direktur Byun akan pergi ke Cina dengan tim desain. Hana langsung mencari Direktur Byun namun tidak ada orang di ruangannya. Hana mendatangi tim desain dan bertanya dengan lantang apakah benar Kepala bagian Hwang akan pergi bersama Direktur Byun ke Cina tanpa bagian penjualan? Begitulah, itu adalah perintah dari atasan. Hana jadi kesal dan sedikit berteriak, Kepala bagian Hwang mengajaknya berbicara di tempat lain.

Hana kesal, itu adalah proyek yang telah lama dia persiapkan bagaimana bisa Kepala bagian Hwang mengambil alih proyek itu begitu saja. Kepala Bagian Hwang malah bertanya apakah saat ini Hana seang berkencan sehingga dia tidak fokus pada pekerjaannya? Hana sudah terkenal sebagai orang yang mencampurkan urusan pribadi dan pekerjaan. Kekasih yang mengamuk di hari pernikahan mantan pacar, mendekati pegawai magang, bahkan kekasih terkenal yang mencarinya ke kantor. Karena masalah pribadinya itu, Hana bahkan tidak tahu dengan apa yang terjadi pada proyek dengan pihak Cina. Jadi semua itu bukan salahnya jika akhirnya Hana kehilangan proyeknya.

Hana terhuyung mendengar penjelasan Kepala Bagian Hwang, tak menyangka semuanya akan menjadi seperti ini. Hana seharusnya tahu, jika dia membiarkan sedikit saja celah terbuka, maka angin akan masuk dengan mudahnya. Hana baru menyadari tanggung jawab seorang Oh Hana yang berusia 30 tahunan itu bukan hanya tentang kisah cinta dan sakit hatinya.

Won bertemu dengan Ayah Hana di jalan, kemudian mereka pergi minum bersama. Ayah bercerita jika ibu sedang marah padanya karena dia terlambat pulang setelah acara reuni. Ibu mengetahui tentang cinta pertama Ayah yang bercerai dan Ayah menghiburnya. Won tertawa mendengarnya, Ayah seharusnya paham jika ibu sedang cemburu. Won merasa iri pada Ayah dan Ibu, bahkan saat mereka sedang bertengkar.

Ayah berkomentar apa yang harus di irikan? Cerita Ayah dan Ibu tidak akan menjadi melodrama, tapi thiller. Won tertawa mendengarnya, dan tetap merasa cemburu. Ayah  merasa heran mengapa Hana dan Won tidak pernah berubah? Mereka masih sama seperti saat mereka berada di SMA

Saat Won berada di tempat rahasianya dengan Hana, dia memikirkan perkataan Ayah, tentang hubungannya dengan Hana yang tidak pernah berubah.  Won teringat akan kenangannya bersama Hana saat mereka SMA.

Malam itu Hana dan Won pulang bersama seperti biasanya, Hana mengeluhkan kelakuan Na Young yang masih tidak percaya padanya. Bahkan setelah menyelesaikan kesalahpahaman mereka di gereja, Na Young mengajaknya melakukan permainan truth or dare. Na Young bertanya padanya apa arti Won bagi Hana, lalu jawaban Hana?

Hana menatap Won dan bertanya memangnya apa yang Won harapkan? Hana berkata pada Na Young jika Won adalah orang yang lebih penting dari kekasih, suami bahkan keluarganya. Itulah arti Won bagi Hana, dia tidak ingin berbohong. Won terpana mendengarnya, jelas sekali dia senang.

Namun insiden pemukulan itu pun terjadi, saat teman-temannya mengeroyoknya, dan membuat Won kesal serta balik memukul sambil bertanya mengapa dia tidak boleh menyukai Oh Hana?

Setelah insiden pemukulan itu terjadi, Hana khawatir melihat apa yang terjadi pada Won, dan bertanya siapa yang melakukannya dan apa sebabnya. Won hanya menjawab itu semua karena Hana sambil bersikap sangat dingin. Hana kecewa, apakah ini ada hubungannya dengan perkataan Won tempo hari tentang Won yang tidak akan pernah mencintai Oh Hana. Hana pun menegaskan pada Won, jika dia tidak akan pernah jatuh cinta pada Won

Won bertanya pada dirinya sendiri, “Rahasia yang tidak bisa aku katakan padamu. Seandainya kau tahu rahasia itu, akankah kau lebih bahagia? Untuk semua patah hati dan waktu yang sulit yang kau lalui, akan kan semuanya tidak akan terjadi? Seandainya kau mengetaui rahasia itu, seandainya kau menemukan hal yang tidak kau ketahui, akankah aku bisa melindungi mu dari segala hal?”

Won pergi dari tempat rahasianya bersama Hana dan menatap jendela kamar Hana sambil bergunam “Jika semua itu belum terlambat, apakah tidak apa-apa jika aku memulai untuk mencintaimu?”

***

Epilog

Flashback Hana dan Won saat mereka di SMA. Won diam-diam memperhatikan Hana yang sedang membaca buku di lorong perpustakaan. Won menatap Hana dengan penuh cinta. Tiba-tiba saja listrik mati, Hana panik dan memanggil namanya. Won dengan sigap menjawab dan berkata dia akan segera ke tempat Hana.

Hana meraba-raba rak buku dan tidak sadar jika Won sudah ada di depannya meski ruangan sangat gelap. Saat Hana berbalik, tanpa sengaja, bibirnya bersentuhan dengan bibir Won yang sudah ada didepannya. Itu adalah first Kiss Hana dan Won dalam gelap yang terjadi secara tidak sengaja, lalu apakah Hana pada akhirnya bisa memutuskan Won itu tipe idealnya atau bukan?
6 Komentar untuk "The Time We Were Not In Love Episode 6"

Aakhirnyaaa ada lanjutannya juga hehe.

Gomawo mba udah dilanjutin sinopnya. Jujur aja aku jarang ada waktu buat nonton drama, jadi paling mentok cuma baca sinopnya. Dari awal suka gitu sama tema 'friendzone' dari drama ini. Apalagi yang main Ha Ji Won. Disini dia cans bangeet. Hehe semangat terus mba buat recapan episode 7-selesai... Aku menunggu :D eh iya, ini komen pertamaku ya? Biasanya aku jd silent reader soalnya lebih sering baca lewat hape sih ..

Episode 7 s/d tamat ga bisa dibuka, gimana kak ?
Link nya teralihkan ke home
mohon bantuannya :)

Mba,sinopsisnya ko' ga lanjut?..:(

Mba,sinopsisnya ko' ga lanjut?..:(

Oq gak di lanjut sih mba sinopnya? Uda penasaran nie gmn crtanya,, g ad waktu buat nton dramanya lbih suka baca,,

Terimakasih sudah berkomentar^^ komentar kalian akan selalu menambah semangat menulisku^^

Back To Top